<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bosan Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/bosan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/bosan/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 Oct 2022 14:39:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>bosan Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/bosan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menikmati Kebosanan</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/menikmati-kebosanan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/menikmati-kebosanan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Oct 2022 14:36:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[bosan]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[mindfulness]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[self-improvement]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6085</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika sedang merasa bosan karena tidak ada aktivitas, apa yang akan Pembaca lakukan? Mungkin jawabannya akan berkisar antara mengecek gawai, berselancar di media sosial, bermain gim, dan aktivitas di depan ponsel lainnya. Di antara semua probabilitas tersebut, kemungkinan besar pelarian kita adalah media sosial, entah Instagram, Twitter, TikTok, dan lainnya. Apalagi, sekarang ada banyak konten [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/menikmati-kebosanan/">Menikmati Kebosanan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ketika sedang merasa bosan karena tidak ada aktivitas, apa yang akan Pembaca lakukan? Mungkin jawabannya akan berkisar antara mengecek gawai, berselancar di media sosial, bermain gim, dan aktivitas di depan ponsel lainnya.</p>



<p>Di antara semua probabilitas tersebut, kemungkinan besar pelarian kita adalah media sosial, entah Instagram, Twitter, TikTok, dan lainnya. Apalagi, sekarang ada banyak konten <em><a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/alasan-kenapa-mindless-scrolling-adalah-pelarian-yang-buruk/">infinity scroll</a> </em>yang kerap membuat kita lupa waktu.</p>



<p>Penulis bisa mengatakan hal tersebut karena dirinya sendiri pun juga seperti itu. Ketika memperhatikan orang-orang di sekitar Penulis, mereka juga seperti itu. Ketika sedang berada di transportasi umum, kebanyakan terpaku di depan layar ponselnya.</p>





<p>Pada tulisan kali ini, Penulis ingin mengajak para Pembaca sekalian untuk mencoba <strong>menikmati ketika rasa bosan datang </strong>melanda. Tidak perlu melakukan apa-apa, rasakan saja kebosanan tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kenapa Setiap Merasa Bosan Langsung Otomatis Cek Ponsel?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Menikmati-Kebosanan-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6087" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Menikmati-Kebosanan-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Menikmati-Kebosanan-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Menikmati-Kebosanan-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Menikmati-Kebosanan-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Bosan Dikit Cek HP (Photo by <a href="https://www.pexels.com/photo/woman-in-black-shirt-leaning-on-brown-wooden-table-3811810/">Andrea Piacquadio</a>)</figcaption></figure>



<p>Dalam keseharian, pasti ada saja kesibukan yang kita lakukan.<a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kerja-secukupnya-atau-kasih-value-lebih/"> Yang kerja ya kerja</a>, yang sekolah ya belajar, dan lain sebagainya. Ketika sedang fokus melakukan aktivitas tersebut, pikiran kita tercurahkan di sana.</p>



<p>Namun, ketika pekerjaan atau tugas sekolah telah selesai, apa yang akan kita lakukan? Kemungkinan besar akan istirahat sambil cek media sosial, main gim, atau nonton YouTube. <em>Refreshing</em> untuk melepaskan penat.</p>



<p>Hal ini tentu sangat wajar dan mungkin memang dibutuhkan oleh diri selama dosisnya normal. Kalau <em>refreshing </em>dengan <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/kenapa-saya-berhenti-main-tiktok/"><em>scroll </em>TikTok sampai tiga jam</a>, ya menurut Penulis sudah agak kebablasan.</p>



<p>Penulis sendiri adalah tipe yang sering &#8220;terbuai&#8221; dengan media sosial. Niatnya hanya lima menit, malah keterusan sampai satu jam. Ini sering Penulis lakukan ketika merasa bosan dan belum ada aktivitas lain yang harus diselesaikan (atau ada, tapi ditunda).</p>



<p>Menyadari kekurangan ini, Penulis pun berusaha untuk <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/istirahat-dari-media-sosial/">membatasi penggunaan media sosial</a> dan ponselnya. Fitur pembatas waktu yang ada Penulis manfaatkan betul, bahkan sesekali menggunakan aplikasi yang akan memblokir total pemakaian.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Hidup Itu Butuh Jeda</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Menikmati-Kebosanan-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6088" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Menikmati-Kebosanan-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Menikmati-Kebosanan-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Menikmati-Kebosanan-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Menikmati-Kebosanan-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Merasa Bosan Itu Memang Tidak Enak (Photo by <a href="https://www.pexels.com/photo/woman-in-gray-turtleneck-sweater-sitting-on-brown-leather-couch-4114918/">cottonbro</a>)</figcaption></figure>



<p>Pertanyaannya, kenapa tubuh ini seolah otomatis mengecek ponsel ketika merasa <em>suwung</em>? Berdasarkan pengalaman pribadi, hal tersebut terjadi karena <strong>kita telah membiasakan &#8220;menggantungkan diri&#8221; ke ponsel ketika merasa bosan</strong>.</p>



<p>Ketergantungan pada ponsel ketika merasa bosan ini menurut Penulis agak bahaya. Kita seolah &#8220;diperbudak&#8221; dan tidak ada hal lain yang bisa dilakukan. Dari yang awalnya karena merasa bosan, kemungkinan kita akan lanjut berkutat di depan layar hingga berjam-jam.</p>



<p>Tubuh dan pikiran kita seolah <strong>tidak dibiarkan memiliki jeda untuk menikmati kebosanan </strong>yang sedang terjadi. Seolah ada tuntutan dari dalam diri kalau harus ada sesuatu yang dilihat, jangan sampai merasa bingung harus ngapain.</p>



<p>Padahal, merasakan dan menyadari kebosanan itu ada manfaatnya. Ketika dalam melakukan rutinitas seolah kita mampu bergerak secara otomatis, jeda sebentar ketika merasa bosan akan membantu kita <strong>menyadari hadirnya diri kita sendiri</strong>.</p>



<p>Abaikan saja saran dari otak atau tangan yang bergerak otomatis mengambil ponsel. Cukup duduk dan biarkan kebosanan tersebut datang. Nikmati kebosanan tersebut, karena mungkin ada saatnya kita begitu disibukkan oleh banyak hal hingga tak sempat merasa bosan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa yang akan Datang Ketika Menikmati Kebosanan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Menikmati-Kebosanan-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6089" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Menikmati-Kebosanan-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Menikmati-Kebosanan-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Menikmati-Kebosanan-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Menikmati-Kebosanan-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Mungkin Bisa Sekalian Sambil Meditasi (Photo by <a href="https://www.pexels.com/photo/calm-woman-in-lotus-pose-meditating-after-awakening-at-home-3791634/">Andrea Piacquadio</a>)</figcaption></figure>



<p>Ketika berusaha menikmati kebosanan dan tidak membiarkan pikirannya diambil alih oleh ponsel, pikiran Penulis awaknya pasti akan <em>random </em>dan memikirkan apapun yang terlintas. Rasanya memang tidak nyaman, sehingga godaan untuk mengecek ponsel menjadi besar.</p>



<p>Namun, selang beberapa menit, kita sudah mulai bisa memusatkan pikiran kita. Dengan <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/berhenti-sejenak/">berhenti sejenak</a>, terkadang kita<strong> menemukan inspirasi</strong>, <strong>menyadari tentang <em>mindfulness</em></strong><em> </em>atau hadir untuk saat ini, dan lainnya.</p>



<p>Tak jarang kita jadi <strong>menyadari sesuatu yang kemungkinan besar selama ini terabaikan</strong> karena terlalu bergantung pada ponsel untuk mengusir kebosanan. Penulis kadang <strong>merenung </strong>tentang hidupnya, tentang kesalahannya, bahkan memikirkan apa yang perlu diperbaiki.</p>



<p>Ketika sedang ada di tempat umum, misal sedang menunggu pesawat lepas landas, Penulis kerap duduk dan mengamati sekitar. Ada saja hal unik dan menarik yang tidak akan Penulis sadari jika menggunakan waktu menunggu tersebut untuk bermain ponsel. </p>



<p>Cobalah sesekali ketika merasa bosan, jangan mengecek ponsel.<strong> Diam saja, nikmati kebosanan </strong>tersebut merasuki tubuh. Coba atur napas yang biasanya selalu bersikulasi secara otomatis tanpa perlu diatur. Coba sadari kalau kita hadir saat ini, di sini, tanpa perlu melakukan hal lain.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Tulisan ini tentunya bukan mengajak para Pembaca untuk sering-sering merasa bosan dan melamun. Inti dari tulisan ini adalah ajakan untuk <strong>menghilangkan ketergantungan terhadap ponsel saat merasa bosan</strong>.</p>



<p>Alih-alih mendistraksi pikiran dengan sesuatu yang belum tentu bermanfaat, ada baiknya kita menggunakannya untuk <em>me time</em>. Coba rasakan kehadiran kita saat ini, bahwa kita sebagai manusia tengah berada di suatu ruang tanpa ada sesuatu yang harus dikerjakan.</p>



<p>Menikmati kebosanan itu sesekali menyenangkan kok, bahkan mungkin memang dibutuhkan. Berikan pikiran dan tubuh kita jeda sejenak tanpa ada distraksi dari mana pun. Sekali lagi, nikmati saja rasa bosan itu.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 25 Oktober 2022, terinspirasi setelah menyadari bahwa menikmati kebosanan tidak ada salahnya</p>



<p>Foto: <a href="https://unsplash.com/@rutzsepp">Sepp Rutz</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/menikmati-kebosanan/">Menikmati Kebosanan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/menikmati-kebosanan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>100 Aktivitas untuk #dirumahaja (Bagian 2)</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/100-aktivitas-untuk-dirumahaja-bagian-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2020 04:21:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[bosan]]></category>
		<category><![CDATA[Corona]]></category>
		<category><![CDATA[dirumahaja]]></category>
		<category><![CDATA[hobi]]></category>
		<category><![CDATA[kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3679</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan 100 Aktivitas untuk #dirumahaja (Bagian 1). Penulis memutuskan untuk membaginya menjadi dua bagian agar jatah menulis berkurang tidak terlalu panjang. Setelah 50 aktivitas di tulisan sebelumnya, apa saja 50 aktivitas lainnya? Melakukan Ibadah, karena tempat ibadah pada ditutup. Kalau muslim mungkin bisa membaca Alquran ataupun menonton ceramah agama di [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/100-aktivitas-untuk-dirumahaja-bagian-2/">100 Aktivitas untuk #dirumahaja (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini merupakan lanjutan dari <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/100-aktivitas-untuk-dirumahaja-bagian-1/">tulisan 100 Aktivitas untuk #dirumahaja (Bagian 1)</a>. Penulis memutuskan untuk membaginya menjadi dua bagian agar <del>jatah menulis berkurang</del> tidak terlalu panjang.</p>
<p>Setelah 50 aktivitas di tulisan sebelumnya, apa saja 50 aktivitas lainnya?</p>
<ol>
<li><strong>Melakukan Ibadah</strong>, karena tempat ibadah pada ditutup. Kalau muslim mungkin bisa membaca Alquran ataupun menonton ceramah agama di Youtube, begitupun penganut agama lain.</li>
<li><strong>Makan dan <em>nyamil</em></strong>, jangan sampai lupa mengisi perut.</li>
<li><strong>Menulis Buku Harian atau Jurnal</strong>, catat aja apa yang dilakukan hari ini. Siapa tahu suatu saat bisa diterbitkan.</li>
<li><strong>Membuat <em>Time Capsule</em></strong>, isi dengan barang-barang yang paling membuat sentimentil. Membuat pesan untuk diri di masa depan juga boleh. Jangan dibuka hingga puluhan tahun ke depan.</li>
<li><strong>Melihat Album Keluarga</strong>, melihat betapa lucu dan polosnya kita dulu.</li>
<li><strong>Membuat Pohon Keluarga</strong>, jangan-jangan ada teman kita yang ternyata masih memiliki hubungan saudara.</li>
<li><strong><em>Scan </em>Foto-Foto Lama</strong>, supaya kita punya file digitalnya.</li>
<li><strong>Main Game</strong>, main apapun tergantung perangkat yang dimiliki. Kalau punya laptop ya main game Steam, kalau punya HP ya main game HP.</li>
<li><strong>Main Media Sosial</strong>, walaupun Penulis yakin banyak yang sudah bosan melakukannya.</li>
<li><strong>Jadi Youtuber</strong>, bikin aja <em>daily vlog </em>atau konten lainnya tanpa peduli jumlah penontonnya.</li>
<li><strong>Membuat Video Dokumenter</strong>, misal merekam ibu yang sedang memasak atau kucing yang sedang bermain dengan bola.</li>
<li><strong>Membuat Film</strong>, minimal membuat <em>script </em>dan alur ceritanya. Kalau bisa, ajak orang rumah untuk melakukan akting di depan kamera.</li>
<li><strong>Karaoke</strong>, pakai aplikasi Smule dan sejenisnya. Bisa juga dilakukan di kamar mandi.</li>
<li><strong>Menghafal Lirik Lagu</strong>, jadi kalau nonton konser artis favorit bisa ikutan nyanyi.</li>
<li><strong>Menerjemahkan Lirik Lagu Asing Favorit</strong>, supaya paham makna lagunya sekaligus menambah <em>vocabulary</em>.</li>
<li><strong>Cover Dance K-Pop</strong>, misal cover dance-nya <a href="https://whathefan.com/musikfilm/forever-young-blackpink/">Blackpink</a>. Joget-joget enggak jelas juga boleh.</li>
<li><strong>Jadi Artis TikTok</strong>, biar nge-<em>hits</em> dan melatih kreativitas.</li>
<li><strong>Bermain Teater</strong>, bisa membuat sendiri atau mengambil kisah klasik seperti karya-karya Shakespeare.</li>
<li><strong>Latihan Membaca Puisi</strong>, siapa tahu waktu 17-an dilombakan.</li>
<li><strong>Main Werewolf via Telegram</strong>, dijamin seru karena ada interaksi dengan orang lain.</li>
<li><strong>Main Board Game dengan Keluarga</strong>, apalagi kalau <a href="https://whathefan.com/pengalaman/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya/">koleksi seperti Mas Pandu</a>.</li>
<li><strong>Buat Board Game Baru</strong>, sekarang Penulis sedang membuat <em>board game </em>ketiganya yang terinspirasi dari <em>Exploding Kittens. </em>Bahannya dari kartu Yugioh dan kertas label.</li>
<li><strong>Main Kuis Ala <em>Tonight Show</em></strong>, mulai Tebak Gambar, Tebak Satu Kata, Tebak Bibir, dan lain sebagainya.</li>
<li><strong>Mencoba Fitur HP yang Belum Pernah Digunakan</strong>, seperti aplikasi <em>Stocks</em> di iPhone.</li>
<li><strong>Kustomisasi Tampilan HP</strong>, ganti tema biar enggak gitu-gitu aja tampilannya.</li>
<li><strong>Menghapus Aplikasi HP yang Sudah Lama Tidak Terpakai</strong>, lumayan untuk mengurangi beban HP.</li>
<li><strong>Menghapus Gambar Enggak Jelas di Galeri HP</strong>, daripada nunggu memori penuh. Yang kapasitas memori internalnya besar rasanya tidak akan memusingkan hal ini.</li>
<li><strong>Memeriksa Email</strong>, pasti ada ratusan email enggak jelas yang masuk ke Inbox. Tapi, siapa tahu ada email penting yang terselip.</li>
<li><strong>Mencari Nada Dering Telepon</strong>, biasanya kita akan memainkannya satu per satu hingga menemukan yang cocok.</li>
<li><strong>Nonton Televisi, </strong>kalau masih ada stasiun televisi yang bener.</li>
<li><strong>Nonton Film</strong>, tonton film baru ataupun film-film yang sudah lama tidak ditonton. Coba deh tonton ulang semua film Marvel.</li>
<li><strong>Nonton Serial atau Anime</strong>, kalau perlu marathon sampai tamat. Bisa di Netflix, YouTube, dan lain sebagainya. Tapi awas, kalau kelamaan bisa pusing sendiri.</li>
<li><strong>Nonton Ulang Pertandingan Olahraga</strong>, karena hampir semua jenis olahraga berhenti sementara hingga waktu yang tidak ditentukan. Kasihan Liverpool.</li>
<li><strong>Mendengarkan Musik Favorit</strong>, kalau perlu sambil menghayati liriknya.</li>
<li><strong>Membuat <em>Playlist </em>Spotify Baru</strong>, kalau yang <em>follow </em>banyak lumayan bisa jadi duit (katanya).</li>
<li><strong>Bermain Alat Musik</strong>, kalau punya instrumennya dan bisa memainkannya. Kalau enggak bisa, coba mulai belajar.</li>
<li><strong>Membuat Lagu</strong>, teruntuk yang pandai memainkan intrumen musik dan menulis lirik.</li>
<li><strong>Mendengarkan Podcast</strong>, lumayan dapat wawasan baru. Melatih kemampuan <em>listening </em>Bahasa Inggris juga.</li>
<li><strong>Mencoba Aplikasi <em>Dating</em></strong>, siapa tahu akhirnya menemukan jodoh yang telah lama diidam-idamkan.</li>
<li><strong>Liburan Virtual</strong>, buka YouTube dan tentukan destinasi ingin liburan ke mana. Disarankan menggunakan VR.</li>
<li><strong>Perang Bantal</strong>, asal jangan sampai perang beneran.</li>
<li><strong>Baca Komik</strong>, apalagi kalau punya koleksi yang sudah tidak dibaca. Baca komik online semacam Webtoon juga disarankan.</li>
<li><strong>Belanja Online</strong>, dengan syarat langsung cuci tangan setelah menerima paketnya.</li>
<li><strong>Merakit Gundam</strong>, dijamin waktu akan bergulir hingga tak terasa waktu berlalu.</li>
<li><strong>Refleksi Diri</strong>, agar diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi.</li>
<li><strong>Merenungi Kehidupan</strong>, seperti yang sering Penulis lakukan ketika insomnia.</li>
<li><a href="https://whathefan.com/renungan/perlukah-hidup-memiliki-tujuan/"><strong>Mencari Tujuan Hidup</strong></a>, supaya diri tidak terombang-ambiing tanpa arah yang jelas. Kalau Pembaca tipe orang yang mengalir begitu saja ya tidak apa-apa.</li>
<li><strong>Memikirkan Masalah Bangsa</strong>, walau sepertinya kita tidak akan menemukan solusinya.</li>
<li><strong>Mencatat Kegiatan Apa Saja yang Dilakukan Setelah Isolasi Berakhir</strong>, biar enggak bingung nantinya.</li>
<li><strong>Mencatat 100 Aktivitas yang Bisa Dilakukan Ketika #dirumahaja Seperti yang Penulis Lakukan Sekarang.</strong></li>
</ol>
<p>Itulah 100 aktivitas yang bisa kita lakukan selama di rumah. Beberapa bisa dilakukan dengan mudah, beberapa lagi membutuhkan peralatan yang belum tentu semua punya.</p>
<p>Selain itu, Penulis juga tidak memasukkan aktivitas yang sifatnya 17+. Kalau ikut dimasukkan, daftarnya bisa bertambah menjadi 200.</p>
<p>Semoga saja tulisan ini dapat membantu Pembaca sekalian yang merasa bingung harus melakukan apa di rumah. <em>Stay health everyone!</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>NB: Beberapa aktivitas diambil dari berbagai sumber, baik lokal maupun internasional</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 21 Maret 2020, terinspirasi setelah membaca banyaknya keluhan bosan di masa-masa sulit ini.</p>
<p>Foto: <a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@joshrh19">Joshua Rawson-Harris</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/100-aktivitas-untuk-dirumahaja-bagian-2/">100 Aktivitas untuk #dirumahaja (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>100 Aktivitas untuk #dirumahaja (Bagian 1)</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/100-aktivitas-untuk-dirumahaja-bagian-1/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2020 02:47:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[bosan]]></category>
		<category><![CDATA[Corona]]></category>
		<category><![CDATA[dirumahaja]]></category>
		<category><![CDATA[hobi]]></category>
		<category><![CDATA[kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3675</guid>

					<description><![CDATA[<p>Merasa bosan karena enggak bisa ke mana-mana? Jika iya, maka kita patut bersyukur karena masih bisa merasa bosan. Banyak orang yang masih harus keluar rumah demi sesuap nasi. Jika merasa bosan, coba ingat para korban kegananas virus Corona yang harus diisolasi di rumah sakit. Ingatlah para tim medis yang harus berjuang menyembuhkan para korban dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/100-aktivitas-untuk-dirumahaja-bagian-1/">100 Aktivitas untuk #dirumahaja (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Merasa bosan karena enggak bisa ke mana-mana? Jika iya, maka kita patut bersyukur karena masih bisa merasa bosan. Banyak orang yang masih harus keluar rumah demi sesuap nasi.</p>
<p>Jika merasa bosan, coba ingat para korban kegananas virus Corona yang harus diisolasi di rumah sakit. Ingatlah para tim medis yang harus berjuang menyembuhkan para korban dengan mempertaruhkan nyawa mereka.</p>
<p>Walaupun begitu, merasa bosan bahkan stres di saat seperti ini adlaah hal yang manusiawi. Penulis sendiri terkadang masih merasakan seperti itu, apalagi tempat tinggal Penulis berada di daerah yang memiliki <em>suspect </em>Corona.</p>
<p>Oleh karena itu, Penulis memutuskan untuk memberikan tips seputar <strong>100 aktivitas yang bisa dilakukan ketika #dirumahaja!</strong></p>
<ol>
<li><strong>Membaca Buku</strong>, aktivitas yang bagi sebagian orang mungkin terasa membosankan. Mumpung #dirumahaja, coba mulai baca buku-buku yang ringan terlebih dahulu. <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/mengapa-kita-harus-gemar-membaca/">Membaca memiliki banyak manfaat</a>, kok.</li>
<li><strong>Menulis Blog</strong>, karena aktivitas menulis telah terbukti banyak membantu kinerja otak kita. Menulis juga bisa dijadikan sebagai pelampiasan emosi yang tak tersalurkan. Blog hanya menjadi salah satu media yang bisa digunakan.</li>
<li><strong>Mengarang Cerita</strong>, seperti yang sudah sering Penulis lakukan melalui novel dan cerpennya. Membiarkan imajinasi berlari liar merupakan kegiatan yang cukup menyenangkan.</li>
<li><strong>Menulis Puisi</strong>, penikmat musik <em>indie </em>biasanya jago, nih. Yang sedang galau juga bisa disalurkan melalui puisi.</li>
<li><strong>Belajar Skill Baru</strong>, misal Penulis yang tertarik dengan dunia <em>digital marketing </em>dan <em>social media </em>akan memanfaatkan waktunya untuk mendalami bidang tersebut. Pembaca bisa menyesuaikan <em>skill </em>apa yang diinginkan.</li>
<li><strong>Belajar Bahasa Baru</strong>, karena mempelajari bahasa baru memiliki banyak keuntungan. Kalau ingin mendalami Bahasa Inggris ataupun Jepang, ada banyak sekali kursus online yang bisa diakses secara gratis.</li>
<li><strong><em>Quality Time </em>Bersama Keluarga</strong>, yang bisa kumpul sama keluarga coba dimanfaatkan waktunya untuk punya waktu berkualitas.</li>
<li><strong>Bermesraan dengan Pasangan</strong>, tidak berlaku untuk <a href="https://whathefan.com/pengalaman/kenapa-saya-jomblo/">kaum jomblo</a> dan pasangan LDR.</li>
<li><strong>Diskusi dengan Orang Rumah</strong>, pasti ada saja topik diskusi yang bisa dicomot. Hindari pertanyaan &#8220;kapan nikah&#8221; sebisa mungkin.</li>
<li><strong>Berbakti Kepada Orangtua</strong>, misal dengan memijat kakinya tanpa berharap imbalan uang saku.</li>
<li><strong><em>Chatting </em>Bersama Pacar, Sahabat, atau siapapun</strong>, mau telepon atau <em>video call </em>juga boleh.</li>
<li><strong>Mengerjakan Tugas</strong>, berlaku untuk pelajar ataupun mahasiswa yang sekolah/kampusnya sedang mode online.</li>
<li><strong>Menyelesaikan Pekerjaan Kantor</strong>, khusus yang mendapatkan kesempatan <em>work from home</em>.</li>
<li><strong>Membuat atau Memperbaiki CV</strong>, buat yang sedang mencari pekerjaan baru.</li>
<li><strong>Mencari Pekerjaan <em>Freelance</em></strong><em>, </em>dengan syarat memiliki pengalaman dan <em>skill </em>yang mumpuni.</li>
<li><strong>Belajar Fotografi</strong>, dengan memanfaatkan obyek-obyek yang ada di rumah.</li>
<li><strong>Belajar Bikin Kopi</strong>, siapa tahu bisa jadi bisnis.</li>
<li><strong>Merajut Syal atau Sweater</strong>, seperti yang sering dilakukan oleh nenek kita.</li>
<li><strong>Menemukan Bakat atau <em>Passion</em></strong>, coba aja semua hal yang membuat kita penasaran. Kalau sudah tahu coba diasah lebih dalam.</li>
<li><strong>Mempelajari Virus Corona Secara Mendalam</strong>, siapa tahu kita bisa membuat obat penangkalnya.</li>
<li><strong>Melakukan Eksperimen Sains</strong>, seperti Penulis yang pernah membuat roket air bersama teman-temannya.</li>
<li><strong>Mencari Negara-Negara yang Belum Pernah Didengar</strong>, seperti St. Kitts &amp; Nevis, South Sudan, Nauru, São Tomé and Príncipe, dan lain sebagainya.</li>
<li><strong>Menghafal <em>Army Alphabeth</em></strong>, mulai <em>Alpha, Bravo, Charlie, Delta, Echo,</em> hingga <em>Zulu</em>.</li>
<li><strong>Menggambar atau Mewarnai</strong>, terlepas kita punya bakat atau tidak. Kalau bisa melukis ya <em>monggo</em>.</li>
<li><strong>Belajar Membuat Tulisan Indah</strong>, siapa tahu kegiatan mencatat materi pelajaran menjadi lebih menyenangkan.</li>
<li><strong>Membuat Origami</strong>, lumayan bisa jadi hiasan kamar.</li>
<li><strong>Olahraga</strong>, bisa dilakukan di kamar ataupun teras rumah. Siapa tahu setelah situasi kembali normal, perut kita berubah menjadi <em>six-pack</em>.</li>
<li><strong>Meditasi dan Yoga</strong>, supaya hidup lebih tenang dan tidak gampang merasa <em>insecure</em>.</li>
<li><strong>Melakukan Perawatan Diri</strong>, biar punya kulit yang <em>glowing </em>atau kuku cantik yang indah dipandang.</li>
<li><strong>Eksperimen <em>Make-Up</em></strong>, jadi kalau gagal enggak bakal malu karena enggak bakal keluar rumah.</li>
<li><strong>Mencoba Masak Resep Baru</strong>, kalau punya dapur serta berbagai bahan masakan.</li>
<li><strong>Membuat Kue</strong>, lumayan buat camilan di kamar.</li>
<li><strong>Piknik <em>Indoor</em></strong>, gelar tikar dan hidangkan makanan di atasnya.</li>
<li><strong>Mendirikan Tenda di Dalam Rumah</strong>, tapi jangan bikin api unggun.</li>
<li><strong>Bermain Bersama Hewan Peliharaan</strong>, kalau punya.</li>
<li><strong>Melatih Hewan Peliharaan</strong>, siapa tahu bisa jadi anggota sirkus. Jangan <em>ding</em>, banyak sisi kelamnya.</li>
<li><strong>Berkebun</strong>, kalau punya halaman.</li>
<li><strong>Merawat Tanaman</strong>, biar enggak susah coba tanam kaktus di pot.</li>
<li><strong>Melakukan Aktivitas Rumah Tangga</strong>, mulai mengepel, menyapu, cuci baju, setrika, dan lain-lain. Lumayan sebagai pengganti olahraga.</li>
<li><strong>Beres-Beres Kamar</strong>, mumpung punya waktu cukup panjang untuk melakukannya.</li>
<li><strong>Dekorasi Kamar</strong>, buat ganti suasana hati. Kalau mau dekorasi ruangan lain juga boleh.</li>
<li><strong>Merapikan Isi Lemari</strong>, kalau ada pakaian yang sudah dipakai bisa disumbangkan.</li>
<li><strong><em>Mix and Match</em> Pakaian</strong>, siapa tahu dapat inspirasi gaya <em>fashion </em>yang baru dan anti <em>mainstream</em>.</li>
<li><strong><em>Cosplay Low-Budget</em></strong>, manfaatkan barang-barang yang ada di sekitar.</li>
<li><strong>Beres-Beres Gudang</strong>, siapa tahu nemu harta karun yang telah terpendam selama bertahun-tahun.</li>
<li><strong>Membuang Barang-Barang yang Sudah Tidak Diinginkan</strong>, seperti kata <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/merapikan-kamar-merapikan-diri/">Marie Kondo</a>, hanya sisakan barang-barang yang membawa kebahagiaan.</li>
<li><strong>Buat Kerajinan dari Barang Bekas</strong>, demi perut penyu yang terbebas dari sampah plastik!</li>
<li><strong>Rebahan</strong>, karena kapan lagi kita bisa memiliki waktu rebahan sepuasnya?</li>
<li><strong>Tidur</strong>, kalau ngantuk. Jangan terlalu lama.</li>
<li><strong>Baca WHATHEFAN! </strong>biar <em>adsense </em>dan <em>traffic-</em>nya nambah</li>
</ol>
<p><em>Bersambung ke Bagian 2&#8230;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>NB: Beberapa aktivitas diambil dari berbagai sumber, baik lokal maupun internasional</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 21 Maret 2020, terinspirasi setelah membaca banyaknya keluhan bosan di masa-masa sulit ini.</p>
<p>Foto: <a href="https://www.pexels.com/@minan1398">Min An</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/100-aktivitas-untuk-dirumahaja-bagian-1/">100 Aktivitas untuk #dirumahaja (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Melepaskan Diri dari Cengkeraman Smartphone</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/melepaskan-diri-dari-cengkeraman-smartphone/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Feb 2020 04:34:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[bosan]]></category>
		<category><![CDATA[candu]]></category>
		<category><![CDATA[HP]]></category>
		<category><![CDATA[kecanduan]]></category>
		<category><![CDATA[ketergantungan]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3518</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apa yang kita lakukan ketika akan tidur? Apa yang pertama kita lakukan ketika bangun tidur? Apa yang kita lakukan ketika sedang berjalan ke sebuah tempat? Apa yang kita lakukan ketika merasa bosan? Apa yang kita lakukan ketika sedang berkumpul dengan teman? Jawabannya mungkin akan sama: bermain smartphone. Entah mengencek pesan yang masuk, melihat linimasa media [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/melepaskan-diri-dari-cengkeraman-smartphone/">Melepaskan Diri dari Cengkeraman Smartphone</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang kita lakukan ketika akan tidur? Apa yang pertama kita lakukan ketika bangun tidur? Apa yang kita lakukan ketika sedang berjalan ke sebuah tempat? Apa yang kita lakukan ketika merasa bosan? Apa yang kita lakukan ketika sedang berkumpul dengan teman?</p>
<p>Jawabannya mungkin akan sama: <strong>bermain smartphone</strong>. Entah mengencek pesan yang masuk, melihat linimasa media sosial terbaru, melihat video YouTube yang menarik, bermain game, dan masih banyak aktivitas lainnya.</p>
<p>Smartphone memang hadir dengan tujuan untuk memudahkan kita melakukan berbagai aktivitas. Berbagai aplikasi dan fitur yang ada di dalamnya sangat canggih dan mudah digunakan.</p>
<p><a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1/">Konsep iPhone</a> adalah membawa PC mereka (Mac) ke dalam genggaman penggunanya, sehingga pekerjaan yang dulunya hanya bisa dilakukan di komputer bisa dilakukan melalui ponsel. Merek lain pun memiliki konsep serupa.</p>
<p>Efek sampingnya, kita menjadi memiliki semacam ketergantungan kepadanya. Rasanya kita akan takut terlewatkan sesuatu jika sejenak saja tidak memeriksa smartphone.</p>
<h3 style="text-align: left;">Melepaskan Cengkeraman Smartphone</h3>
<p>Penulis sudah menulis topik tentang <a href="https://whathefan.com/pengalaman/istirahat-dari-media-sosial/">istirahat dari media sosial</a> beberapa kali di blog ini. Alasannya bukan karena prihatin melihat orang lain kecanduan, melainkan karena dirinya sendiri termasuk orang yang menyia-nyiakan waktunya untuk <em>scrolling </em>medsos tanpa batas.</p>
<p>Oleh karena itu, Penulis banyak mengunduh aplikasi yang membantu <em>detox </em>seperti <strong>Quality Time</strong> ataupun <strong>Forest</strong>. Kedua aplikasi tersebut sangat membantu Penulis mengurangi ketergantungan.</p>
<p><div id="attachment_3520" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3520" class="size-large wp-image-3520" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/melepaskan-diri-dari-cengkeraman-smartphone-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/melepaskan-diri-dari-cengkeraman-smartphone-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/melepaskan-diri-dari-cengkeraman-smartphone-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/melepaskan-diri-dari-cengkeraman-smartphone-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/melepaskan-diri-dari-cengkeraman-smartphone-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3520" class="wp-caption-text">Aplikasi Quality Time (<a href="https://www.qualitytimeapp.com/">QualityTime</a>)</p></div></p>
<p>Hanya saja, ternyata bukan media sosial saja yang membuat kita betah berlama-lama di depan layar smartphone. Ada saja yang menarik untuk dilirik, mulai dari aplikasi belanja online, <em>chat</em>, hingga <em>browser</em>.</p>
<p>Artinya, tidak cukup untuk sekadar mengurangi waktu bermain media sosial. Ada banyak aktivitas lain yang bisa mengganggu fokus kita dan tanpa disadari beberapa jam telah terlewati.</p>
<p>Kita harus benar-benar berusaha melepaskan diri dari cengkeraman smarpthone yang terlalu menjerat. Jadikan smartphone sebagai alat komplementer, bukan bagian vital dari kehidupan.</p>
<p>Sebenarnya wajar jika kita bermain smartphone sambil rebahan setelah pulang sekolah ataupun kerja. Badan yang lelah karena digunakan seharian tentu membutuhkan istirahat, dan smartphone terlihat sebagai teman yang cocok untuk itu.</p>
<p>Hanya saja, jika dilakukan secara berlebihan juga tidak baik untuk berbagai alasan. Alasan kesehatan, terutama mata, menjadi salah satunya. Bahkan pengaruhnya bisa sampai memengaruhi kemampuan otak, terutama daya fokus.</p>
<p>Belum lagi kalau kita menggunakannya untuk melihat media sosial, lantas membandingkan kehidupan orang lain dengan kehidupan kita. Mau tidak mau, hal tersebut akan menumbuhkan perasaan <em>insecure</em>.</p>
<h3>Membiarkan Rasa Bosan Mengalir</h3>
<p>Salah satu alasan terkuat mengapa kita begitu doyan di depan layar smartphone adalah karena tidak memiliki aktivitas lain. Ada juga alasan karena takut merasa bosan karena tidak melakukan apa-apa.</p>
<p><div id="attachment_3521" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3521" class="size-large wp-image-3521" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/melepaskan-diri-dari-cengkeraman-smartphone-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/melepaskan-diri-dari-cengkeraman-smartphone-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/melepaskan-diri-dari-cengkeraman-smartphone-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/melepaskan-diri-dari-cengkeraman-smartphone-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/melepaskan-diri-dari-cengkeraman-smartphone-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3521" class="wp-caption-text">Rasa Bosan (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=imgres&amp;cd=&amp;ved=2ahUKEwiDt7O-p-TnAhWQ6nMBHYVICtUQjB16BAgBEAM&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.pinterest.com%2Fpin%2F164944405090031459%2F&amp;psig=AOvVaw3p0qhcWU1xehFagvQ_aiVP&amp;ust=1582431670407494" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiDt7O-p-TnAhWQ6nMBHYVICtUQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Pinterest</span></a>)</p></div></p>
<p>Jawaban dari alasan yang pertama mungkin jelas, mencari aktivitas lain. Contohnya, Penulis menghabiskan waktu untuk menulis blog, menyelesaikan novel <a href="https://whathefan.com/category/leon-dan-kenji-buku-1/">Leon dan Kenji</a>, ataupun membaca buku.</p>
<p>Yang lain mungkin akan memilih untuk berolahraga, membersihkan rumah, menghadiri pengajian, belajar hal baru, dan lain sebagainya. Semua orang pasti memiliki caranya masing-masing.</p>
<p>Bagaimana dengan alasan yang kedua? Dari buku Desi Anwar berjudul <em><strong>Going Offline</strong> </em>yang sedang Penulis baca, apa yang harus dilakukan ketika tidak melakukan apa-apa adalah menikmati momen tersebut</p>
<p>Mungkin awalnya kita akan merasa bosan, namun perlahan otak akan menemukan sesuatu untuk kita pikirkan atau renungkan. Di dalam diam, otak akan mengembara untuk mencari topik yang mampu menghindarkan kita dari kebosanan.</p>
<p>Ketika sedang banyak pikiran, Penulis kadang akan berjalan kaki untuk menjernihkan pikiran tersebut. Penulis meninggalkan smartphone di kamar kos begitu saja agar tidak ada distraksi.</p>
<p>Dengan demikian, Penulis bisa fokus ke diri sendiri dan permasalahan yang sedang dihadapi.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Ketika kecil, Penulis membaca komik biografi Thomas Alva Edison. Pada salah satu adegan, ada yang bertanya mengapa ia hanya tidur sebentar (rata-rata 4 jam sehari). Jawaban Edison kurang lebih seperti ini:</p>
<blockquote><p>Hidup ini singkat, jadi harus diisi dengan sebanyak mungkin hal yang bermanfaat</p></blockquote>
<p>Kalimat ini mungkin menempel di alam bawah sadar, sehingga Penulis berusaha memiliki waktu produktif sebanyak mungkin (walaupun waktu tidur Penulis dalam sehari masih 8 jam bahkan lebih).</p>
<p>Dalam beberapa minggu terakhir, Penulis berhasil mengurangi penggunaan smartphone di bawah lima jam setiap harinya. Hanya akhir pekan yang biasanya melebihi angka tersebut.</p>
<p>Untuk mencapai hal tersebut, Penulis sampai menghapus YouTube karena merasa aplikasi tersebut sudah menyita banyak sekali waktu Penulis. Beberapa game juga menyusul kemudian.</p>
<p>Nah, di tengah-tengah kebingungan mau ngapain ketika tidak memegang HP, Penulis pun melakukan aktivitas menulis ataupun membaca. Sebagai hadiahnya, akan muncul perasaan senang karena telah memanfaatkan waktu dengan baik.</p>
<p>Kalau sudah menemuan kenikmatan hidup tanpa smartphone, niscaya hidup kita akan menjadi lebih damai dan tenang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 22 Februari 2020, terinspirasi dari pengalaman diri sendiri dan buku karya Desi Anwar yang berjudul <em>Going Offline</em></p>
<p>Foto: <a href="https://clickonenglish.blogspot.com/2017/10/addicted-to-mobile.html">English Grammar</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/melepaskan-diri-dari-cengkeraman-smartphone/">Melepaskan Diri dari Cengkeraman Smartphone</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
