<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Chester Bennington Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/chester-bennington/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/chester-bennington/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Oct 2024 14:38:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Chester Bennington Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/chester-bennington/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mengapa BTS Lagu “A Light That Never Comes” Begitu Saya Sukai</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/mengapa-bts-lagu-a-light-that-never-comes-begitu-saya-sukai/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/mengapa-bts-lagu-a-light-that-never-comes-begitu-saya-sukai/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Oct 2024 14:36:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[BTS]]></category>
		<category><![CDATA[Chester Bennington]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[Mike Shinoda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8040</guid>

					<description><![CDATA[<p>Linkin Park baru saja merilis single ketiga mereka minggu kemarin yang berjudul &#8220;Over Each Other&#8221;. Sesuai prediksi Penulis, kali ini lagunya full suara Emily. Sayangnya, Penulis kurang menyukai lagu ini karena cukup &#8220;terbanting&#8221; jika dibandingkan dua lagu sebelumnya. Nah, entah mengapa setelah mendengarkan lagu tersebut, Penulis jadi teringat salah satu behind the scene (BTS) dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/mengapa-bts-lagu-a-light-that-never-comes-begitu-saya-sukai/">Mengapa BTS Lagu “A Light That Never Comes” Begitu Saya Sukai</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Linkin Park baru saja merilis <em>single </em>ketiga mereka minggu kemarin yang berjudul &#8220;Over Each Other&#8221;. Sesuai prediksi Penulis, kali ini <a href="https://whathefan.com/musik/cara-linkin-park-membiasakan-vokal-emily-kepada-penggemarnya/">lagunya <em>full </em>suara Emily</a>. Sayangnya, Penulis kurang menyukai lagu ini karena cukup &#8220;terbanting&#8221; jika dibandingkan dua lagu sebelumnya.</p>



<p>Nah, entah mengapa setelah mendengarkan lagu tersebut, Penulis jadi teringat salah satu <em>behind the scene </em>(BTS) dari salah satu lagu kolaborasi antara Linkin Park dan Steve Aoki,<strong> &#8220;A Light That Never Comes&#8221;</strong>.</p>



<p>Video BTS ini telah berulang kali Penulis tonton tanpa pernah merasa bosan. Setelah dipikir-pikir, ternyata memang ada banyak alasan mengapa Penulis begitu menyukai video BTS yang berdurasi sekitar 8 menit ini.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas.jpg 1280w " alt="Ketika Berinvestasi dengan Uang Panas" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/sosial-budaya/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas/">Ketika Berinvestasi dengan Uang Panas</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Isi Video BTS &#8221; A Light That Never Comes&#8221;</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Just Getting Started - A LIGHT THAT NEVER COMES (Part 1 of 3) | LPTV #98 | Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/LKlf14qnOxM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Penulis akan menceritakan secara singkat apa isi video BTS &#8220;A Light That Never Come&#8221;. Dalam video tersebut, Mike berkata kepada Chester bahwa ia telah menerima dan menggubah musik yang dikirimkan oleh Steve Aoki. Musik tersebut akan digunakan untuk bagian <em>chorus</em>.</p>



<p>Hari itu, jadwalnya adalah pembuatan lirik dan perekaman vokal yang akan dilakukan oleh mereka berdua. Awalnya, mereka hanya melakukan <em>humming </em>karena belum mengetahui lirik seperti apa yang akan cocok untuk mengisi musiknya.</p>



<p>Setelah itu, pada satu titik Mike menemukan ide bahwa <em>beat </em>musiknya pas untuk lirik <em><strong>waiting for nanana that never comes</strong>.</em> Ia pun berdiskusi dengan Chester untuk menemukan kata apa yang pas untuk dimasukkan ke dalam lirik tersebut.</p>



<p>Mike juga mengingatkan kalau kalimat <em>waiting for the end </em>tidak boleh dipakai, karena itu adalah judul salah satu lagu mereka dari album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-a-thousand-suns/">A Thousand Suns</a></em>. Chester sempat berseloroh sebaiknya mereka menggunakan lirik<strong> <em>waiting for the other end</em></strong>.</p>



<p>Meskipun belum menemukan lirik yang pas, mereka mulai mencoba untuk melakukan proses perekaman. Saat itulah, Chester secara spontan menggunakan kata <em><strong>the light </strong></em>yang akhirnya digunakan di dalam lagu.</p>



<p>Setelah melengkapi lirik untuk bagian <em>chorus</em>, Mike pun langsung melakukan <em>editing </em>dan menggabungkan musik dengan <a href="https://whathefan.com/musik/vokal-chester-bennington-ternyata-memang-seistimewa-itu/">vokal Chester yang baru saja direkam</a>. Hasilnya, seperti yang bisa kita dengarkan saat lagunya rilis, fenomenal.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Penulis Sangat Menyukai BTS &#8220;A Light That Never Comes&#8221;</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/bts-a-light-that-never-comes-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8041" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/bts-a-light-that-never-comes-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/bts-a-light-that-never-comes-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/bts-a-light-that-never-comes-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/bts-a-light-that-never-comes-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Ada banyak hal yang membuat Penulis sangat menyukai BTS lagu &#8220;A Light That Never Comes&#8221;. Pertama, Penulis sangat <strong>menyukai desain interior ruang rekaman Linkin Park</strong>, baik dari posisi meja kerja, berbagai hiasan seni yang terpajang di dinding, dan lainnya.</p>



<p>Obsesi Penulis terhadap meja kerjanya sangat terinspirasi dari video ini, bagaimana meja kerja harus dibuat serapi dan senyaman mungkin untuk memicu kreativitas lahir dari kepala. Jika Penulis musisi, pasti sudah membuat <em>setup </em>seperti meja kerja Mike.</p>



<p>Lalu, tentu saja Penulis menyukai BTS ini karena bisa melihat bagaimana <strong>proses kreatif yang dilakukan oleh Linkin Park dalam membuat lagu</strong>. Pada video ini, kita bisa melihat kejeniusan Mike dalam mengaransemen lagu sekaligus memasukkan lirik yang pas.</p>



<p>Sepanjang proses pembuatan lagu, Mike dan Chester sering bertukar ide dan pikiran dengan akrabnya, mendiskusikan seperti apa lagunya akan dinyanyikan. Kekompakan yang terlihat di video tersebut membuat mereka berdua terlihat seperti saudara.</p>



<p>Terakhir, yang agak menyedihkan, pada BTS ini kita bisa melihat <strong>bagaimana humorisnya seorang Chester</strong>. Ada saja kelakuannya yang mengundang tawa. Siapa sangka, orang seperti itu memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Penulis memang selalu menyukai proses kreatif di balik suatu karya, entah itu musik, film, lukisan, dan lain sebagainya. Bahkan, proses pembuatan gawai atau perakitan Gundam pun juga Penulis sukai. </p>



<p>Namun, setidaknya dari sisi musik, BTS &#8220;A Light That Never Comes&#8221; selalu di hati. Saking sukanya, Penulis pernah mengambil <em>screenshot </em>yang menjadi <em>featured image </em>artikel ini sebagai <em>wallpaper </em>laptopnya.</p>



<p>Linkin Park tetap mempertahankan &#8220;tradisinya&#8221; untuk mengunggah BTS di kanal YouTube mereka, termasuk persiapan pembuatan album <em>From Zero </em>yang akan datang. Mari kita lihat apa perbedaannya jika dibandingkan dengan BTS era Chester.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 30 Oktober 2024, terinspirasi setelah menonton kembali <em>behind the scene </em>lagu &#8220;A Light That Never Come&#8221; untuk yang ke sekian kalinya</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://youtu.be/LKlf14qnOxM">YouTube</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/mengapa-bts-lagu-a-light-that-never-comes-begitu-saya-sukai/">Mengapa BTS Lagu “A Light That Never Comes” Begitu Saya Sukai</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/mengapa-bts-lagu-a-light-that-never-comes-begitu-saya-sukai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Vokal Chester Bennington Ternyata Memang Seistimewa Itu</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/vokal-chester-bennington-ternyata-memang-seistimewa-itu/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/vokal-chester-bennington-ternyata-memang-seistimewa-itu/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Sep 2024 16:38:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Chester Bennington]]></category>
		<category><![CDATA[Emily Armstrong]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[vokal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7847</guid>

					<description><![CDATA[<p>Telah satu minggu berlalu sejak Linkin Park mengumumkan vokalis baru yang menjadi penerus dari Chester Bennington. Sejak itu, penggemar terbagi menjadi dua kubu, antara yang menerima dan yang menolak. Pihak yang menerima menganggap kalau Chester memang tak akan pernah tak tergantikan. Emily Armstrong adalah penerusnya dengan kekuatan dan ciri khas vokalnya sendiri untuk era baru [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/vokal-chester-bennington-ternyata-memang-seistimewa-itu/">Vokal Chester Bennington Ternyata Memang Seistimewa Itu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Telah satu minggu berlalu sejak <a href="https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/">Linkin Park mengumumkan vokalis baru</a> yang menjadi penerus dari Chester Bennington. Sejak itu, penggemar terbagi menjadi dua kubu, antara yang menerima dan yang menolak.</p>



<p>Pihak yang menerima menganggap kalau Chester memang tak akan pernah tak tergantikan. Emily Armstrong adalah penerusnya dengan kekuatan dan ciri khas vokalnya sendiri untuk era baru Linkin Park. Penulis secara pribadi masuk ke dalam kubu ini.</p>



<p>Pihak yang menolak menganggap kalau Emily tidak layak untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Chester. Kalau mau menggandeng vokalis baru, mending ganti nama jangan pakai nama Linkin Park. Apalagi, Rob Bourdon juga telah keluar.</p>



<p>Belum lagi banyaknya skandal yang membayangi Emily di masa lalu, terutama terkait dengan Scientology dan dukungannya terhadap pemerkosa bernama Danny Masterson. Masalah ini terus-menerus dibahas oleh mereka yang kontra dengan keberadaan Emily di Linkin Park.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo-1480623826718-27e89ac63a4f-300x200.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo-1480623826718-27e89ac63a4f-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo-1480623826718-27e89ac63a4f-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo-1480623826718-27e89ac63a4f-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo-1480623826718-27e89ac63a4f-356x237.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo-1480623826718-27e89ac63a4f.jpg 1950w " alt="Sajak untuk yang Tersayang" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/sajak/sajak-untuk-yang-tersayang/">Sajak untuk yang Tersayang</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana Kualitas Vokal Emily Armstrong di Linkin Park?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7849" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Emily Armstrong (<a href="https://www.dbklik.co.id/blogv2/emily-armstrong-vokalis-linkin-park-baru-comeback-linkin-park">DB Klik</a>)</figcaption></figure>



<p>Dalam tulisan sebelumnya, Penulis telah mengeluarkan pendapatnya tentang kualitas vokal yang dimiliki oleh Emily. Untuk lagu baru, &#8220;The Emptiness Machine,&#8221; suaranya masuk banget dan Penulis benar-benar menikmatinya.</p>



<p>Suara Emily adalah suara <em>rocker </em>yang serak-serak basah. Ia juga memiliki kemampuan untuk <em>screaming</em> yang lumayan. Namun, memang ketika menyanyikan lagu-lagu Linkin Park yang lama, suaranya tampak kurang dan nadanya tak bisa sampai.</p>



<p>Penulis menemukan sebuah twit yang menjelaskan hal ini. Lagu &#8220;Numb&#8221; yang dibawakan bersama Emily dinaikkan tiga nada, dan itu pun Emily masih kewalahan. Tahu naik berapa nada ketika Chester yang nyanyi? Enam.</p>



<p>Menurut Penulis, yang paling parah adalah waktu ia menyanyikan lagu &#8220;The Catalyst.&#8221; Bukan hanya nadanya tidak sampai, ia sampai harus kehilangan suaranya berkali-kali dan melemparkan <em>mic</em>-nya ke penonton untuk menutupi hal tersebut.</p>



<p>Ini bukan berarti Emily penyanyi yang jelek, tapi memang <strong>standarnya Chester saja yang ketinggian</strong>. Vokal Chester memang diakui secara luas istimewa, dan tak banyak yang mampu bernyanyi lagu-lagu Linkin Park seperti dirinya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penyanyi Lain pun Kewalahan Menyanyikan Lagu Linkin Park</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7850" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Taka dari One Ok Rock (<a href="https://x.com/rocksound/status/924111199796711424">X</a>)</figcaption></figure>



<p>Sulitnya meniru kemampuan vokal Chester juga terlihat dari konser Linkin Park &amp; Friends Celebrate Life in Honor of Chester Bennington yang tayang sekitar tujuh tahun lalu. Konser tersebut merupakan <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/chester-2-tahun-yang-lalu/">peringatan akan kematian Chester</a>, dan banyak penyanyi yang menyumbangkan suaranya.</p>



<p>Lantas, adakah yang bisa bernyanyi sebaik Chester? Menurut Penulis, <strong>tidak</strong>. Meskipun ada banyak nama-nama besar pada konser tersebut, benar-benar tidak ada yang bisa mengisi peran Chester sesempurna itu. </p>



<p><strong>Taka </strong>dari <a href="https://whathefan.com/musik/deeper-deeper-one-ok-rock/">One Ok Rock</a> menyumbang suara untuk lagu &#8220;Somewhere I Belong,&#8221; di mana ia sempat lupa lirik di bagian <em>bridging</em>. Tak hanya itu, di beberapa lirik juga terlihat suaranya yang terkenal tinggi pun tak mampu menjangkaunya.</p>



<p>Vokalis Bring Me the Horizon,<strong> Oliver Sykes</strong>, kebagian lagu Crawling yang dikenal sebagai salah satu lagu tersulit Linkin Park yang bahkan Chester mengatakan kalau lagu tersebut termasuk sulit. Hasilnya? Vokal Oliver sering tak kuat ketika menyanyikan bagian <em>reff</em>-nya.</p>



<p>Selanjutnya, ada <strong>Deryck Whibley</strong> yang merupakan vokalis dari Sum 41. Ia kebagian lagu &#8220;The Catalyst&#8221; yang di mana Emily kesulitan untuk menyanyikannya. Namun, Deryck cukup mampu membawakannya, meskipun di beberapa kesempatannya terdengarnya napasnya habis. </p>



<p><strong>M. Shadow </strong>sebagai vokalis Avenged Sevenfold juga menyumbang suaranya untuk dua lagu, &#8220;Burn It Down&#8221; dan &#8220;Faint.&#8221; Bisa dibilang di antara semua, ia masih yang termasuk lumayan walau <em>style</em>-nya jadi berubah Avenged banget.</p>



<p>Masih ada banyak penyanyi dan vokalis lain yang berkontribusi pada konser tersebut. Namun, rasanya empat contoh di atas sudah cukup untuk membuktikan bahwa vokal yang dimiliki oleh Chester memang benar-benar istimewa.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Vokal Chester Bennington Seistimewa Itu?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7851" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Chester Bennington (<a href="https://www.nbcnews.com/pop-culture/music/linkin-park-reuniting-rcna169897">NBC News</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis tidak bermaksud menganggap bahwa Chester adalah vokalis terbaik sepanjang masa. Namun, pada lagu-lagu Linkin Park, memang terbukti beberapa kali <strong>lagunya cukup sulit untuk dinyanyikan</strong>. Sulit untuk meniru kemampuan vokal Chester.</p>



<p>Tadi sudah disinggung tentang lagu &#8220;Crawling&#8221; yang menjadi salah satu lagu tersulit. Ada juga lagu &#8220;The Catalyst&#8221; yang membuat siapa pun yang mencoba menyanyikannya kehabisan napas. Menariknya, masih ada banyak lagu Linkin Park yang juga cukup sulit untuk dinyanyikan.</p>



<p>Contohnya adalah &#8220;Given Up&#8221; karena ada bagian <em>screaming </em>sepanjang 17 detik non-stop. Lalu, ada lagu &#8220;Breaking the Habit&#8221; yang walaupun terkesan <em>ngepop</em>, ternyata susah sekali untuk menggapai nada setinggi yang dikeluarkan oleh Chester. Masih banyak lagi, tapi contoh-contoh tersebut sudah cukup.</p>



<p>Apa yang membuat vokal Chester menjadi istimewa adalah <strong>kemampuannya bernyanyi baik pada nada rendah maupun nada tinggi</strong>. Dari yang Penulis baca di Twitter, Chester memiliki <em>range </em>vokal Alto-Soprano, sehingga wajar nadanya kerap tinggi.</p>



<p>Dalam salah satu video <em>footage </em>di belakang panggung, ada sebuah rekaman di mana Chester sedang melakukan pemanasan suara. Pada satu titik, ia bisa melengkingkan suaranya tinggi sekali seperti Freddy Mercury dari Queen.</p>



<p>Tidak hanya dari sisi nada, dari <strong>sisi lembut-kerasnya pun Chester cukup fleksibel</strong>. Ia bisa bernyanyi selembut &#8220;<a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-one-more-light/">One More Light,</a>&#8221; tapi bisa teriak-teriak seperti di lagu &#8220;Lying From You.&#8221; Suaranya juga selalu stabil di atas panggung, bahkan setelah melakukan <em>screaming </em>sekali pun.</p>



<p>Satu hal lagi yang membuat vokal Chester istimewa adalah <strong>bagaimana ia terlihat <em>effortless </em>dalam membawakan lagu-lagu Linkin Park</strong>, sehingga kita sebagai penggemar percaya bahwa kita bisa menyanyikannya juga. Saat mencobanya di karaoke, baru kita sadar betapa mustahilnya hal tersebut.</p>



<p>Setelah kehilangan Chester dan melihat banyaknya penyanyi dan vokalis yang mencoba menyanyikan bagiannya, Penulis baru sadar betapa istimewa vokal yang dimilikinya. Memang, terkadang kita baru menyadari sesuatu setelah kehilangannya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 13 September 2024, teinspirasi setelah menyadari banyak lagu Linkin Park yang terlalu sulit untuk dinyanyikan</p>



<p>Sumber Featured Image: <a href="https://www.nbcnews.com/pop-culture/pop-culture-news/chester-benningtons-son-slams-linkin-park-replacing-late-father-emily-rcna170423">NBC News</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/vokal-chester-bennington-ternyata-memang-seistimewa-itu/">Vokal Chester Bennington Ternyata Memang Seistimewa Itu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/vokal-chester-bennington-ternyata-memang-seistimewa-itu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menatap Era Baru Linkin Park Bersama Emily Armstrong</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Sep 2024 14:56:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Chester Bennington]]></category>
		<category><![CDATA[Emily Armstrong]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[rock]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7790</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu, Linkin Park dan beberapa anggota band mengunggah sebuah pos misterius. Penggemar, termasuk Penulis, tentu bertanya-tanya proyek apa yang akan diumumkan kali ini. Penulis sendiri berusaha untuk tidak berharap apa-apa, takutnya kecewa kalau ternyata pengumumannya nggeletek. Oleh karena itu, Penulis benar-benar terkejut ketika mengetahui kalau ternyata pengumumannya adalah Linkin Park akan segera comeback! [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/">Menatap Era Baru Linkin Park Bersama Emily Armstrong</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Beberapa waktu lalu, <strong><a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/">Linkin Park</a></strong> dan beberapa anggota <em>band </em>mengunggah sebuah pos misterius. Penggemar, termasuk Penulis, tentu bertanya-tanya proyek apa yang akan diumumkan kali ini. </p>



<p>Penulis sendiri berusaha untuk tidak berharap apa-apa, takutnya kecewa kalau ternyata pengumumannya <em>nggeletek</em>. Oleh karena itu, Penulis benar-benar terkejut ketika mengetahui kalau ternyata pengumumannya adalah Linkin Park akan segera <em>comeback</em>!</p>



<p>Linkin Park juga akan memiliki vokalis baru<strong> Emily Armstrong </strong>dan <em>drummer </em>baru <strong>Colin Brittain</strong>. Mereka juga merilis <em>single </em>baru berjudul &#8220;<strong>The Emptiness Machine</strong>&#8221; dan akan merilis album baru berjudul <em><strong>From Zero</strong> </em>pada tanggal 15 November 2024. BOOM!!!</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/2023-05-05_165920.bak_-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/2023-05-05_165920.bak_-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/2023-05-05_165920.bak_-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/2023-05-05_165920.bak_-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/2023-05-05_165920.bak_.jpg 1280w " alt="Pada Akhirnya, Kebaikan yang Kita Lakukan akan Kembali ke Diri Sendiri" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/pada-akhirnya-kebaikan-yang-kita-lakukan-akan-kembali-ke-diri-sendiri/">Pada Akhirnya, Kebaikan yang Kita Lakukan akan Kembali ke Diri Sendiri</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Linkin Park&#8217;s Surprising Comeback</h2>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park-0-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7793" style="width:740px;height:auto" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park-0-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park-0-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park-0-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park-0.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Linkin Park dengan Formasi Baru (<a href="https://www.billboard.com/music/rock/linkin-park-singer-tour-album-cover-story-interview-1235766805/">Billboard</a>)</figcaption></figure>



<p><a href="https://whathefan.com/musik/saya-dan-linkin-park-tentang-kematian-chester-dan-perjumpaan-pertama/">Sudah lebih dari tujuh tahun sejak kepergian Chester Bennington</a>. Penulis sejatinya sudah berusaha berhenti berharap kalau Linkin Park akan kembali dengan personel baru. Apalagi, Mike Shinoda juga sibuk dengan proyek solonya.</p>



<p>Oleh karena itu, kembalinya <a href="https://whathefan.com/musik/20-lagu-terbaik-linkin-park-versi-saya/">Linkin Park</a> dengan personel baru merupakan hal yang benar-benar mengejutkan bagi Penulis. Tentu ini menjadi kejutan yang menyenangkan sekaligus menyentuh, karena mau tidak mau Penulis jadi teringat akan sosok Chester.</p>



<p>Dalam <em>livestreaming </em>yang dilakukan tadi pagi, Linkin Park langsung membawakan lagu barunya yang berjudul &#8220;The Emptiness Machine.&#8221; Lagu ini rupanya menjadi lagu pertama Linkin Park dengan vokalis baru, <strong>Emily Armstrong</strong>.</p>



<p>Penulis sendiri baru mendengar namanya kali ini. Namun, berdasarkan berbagai sumber, ia adalah vokalis dari sebuah <em>band </em>bernama Dead Sara. Suaranya memang nge-<em>rock</em>, mungkin analoginya sedikit mirip dengan tipe vokal Tantri dari Kotak.</p>



<p>Di lagu baru Linkin Park, bisa dibilang kualitas suara Emily cukup gokil dengan <em>scream-scream </em>yang ia lakukan. Sayangnya, ketika menyanyikan lagu-lagu lama Linkin Park, ia tampak kewalahan dan beberapa kali kehilangan suara. Vokal Chester memang seistimewa itu.</p>



<p>Selain Emily, ada produser One Ok Rock, <strong>Colin Brittain</strong>, yang akan menggantikan Rob Bourdon sebagai <em>drummer</em>. Penulis benar-benar terkejut ketika mengetahui Rob memutuskan untuk keluar dari <em>band</em>.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>&#8220;Rob pernah berkata kepada kami pada suatu saat, saya kira beberapa tahun yang lalu, bahwa dia ingin memberi jarak antara dirinya dan band. Dan kami memahami hal itu &#8211; hal itu sudah terlihat jelas. Dia mulai jarang muncul, jarang berhubungan, dan saya tahu para penggemar juga menyadarinya,&#8221; ungkap Mike dalam satu wawancara.</p>
</blockquote>



<p>Banyak spekulasi yang beredar di antara penggemar mengenai alasan sebenarnya mengapa Rob memutuskan untuk meninggalkan <em>band </em>sebesar Linkin Park. Alasan paling populer adalah ia tak ingin bermain sebagai Linkin Park tanpa sosok Chester.</p>



<p>Terlepas dari bergabungnya dua anggota baru, anggota lama lainnya tetap sama. Mike Shinoda sebagai gitaris/vokalis/pianis, Brad Delson sebagai gitaris, Dave &#8220;Phoenix&#8221; Farrel sebagai <em>bassist</em>, dan Joe Hahn sebagai <em>turntablist</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Menatap Era Baru Linkin Park Bersama Emily Armstrong</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="The Emptiness Machine (Official Music Video) - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/SRXH9AbT280?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Mungkin ini bias karena Penulis merupakan penggemar berat Linkin Park. Namun, bagi Penulis Linkin Park adalah salah satu band <em>rock </em>terbesar di dunia. Kembali mengorbitnya <em>band </em>ini di dunia musik tentu menjadi hal yang telah lama diidam-idamkan oleh penggemarnya.</p>



<p>Namun, Penulis dan para penggemar tentu harus menyadari bahwa kehadiran <strong>Emily bukan sebagai pengganti Chester</strong>, <strong>melainkan sebagai penerusnya</strong>. Posisi Chester jelas tak tergantikan, sehingga yang bisa Linkin Park lakukan adalah meneruskan legasinya.</p>



<p>Kalau mau dianalogikan, mungkin mirip dengan kasus <a href="https://whathefan.com/musik/maskulinitas-pada-musik-dewa/">Dewa</a> yang sempat berganti vokalis dari Ari Lasso ke Once. Secara vokal, keduanya memiliki nuansa yang berbeda, di mana suara Once lebih nge-<em>rock </em>dibandingkan Ari Lasso. Namun, Dewa tetap bisa sukses siapapun vokalisnya, dan rasanya Linkin Park juga bisa seperti itu.</p>



<p>Jujur, Penulis tidak terlalu terkejut apabila Emily tak mampu bernyanyi seperti Chester. Akan tetapi, Penulis tak mengira kalau ia sampai kehilangan suaranya di beberapa lagu karena suaranya tidak sampai. Entah berapa kali ia arahkan <em>mic</em>-nya ke penonton karena hal ini.</p>



<p>Sebenarnya ini sudah sempat terlihat di konser peringatan kematian Chester beberapa tahun lalu. Konser tersebut mengundang banyak vokalis <em>band rock</em> untuk mengisi posisi Chester, mulai dari M. Shadow (Avenged Sevenfold), Taka (<a href="https://whathefan.com/musik/shout-it-out-now-one-ok-rock/">One Ok Rock</a>), hingga Deryck Whibley (Sum 41). </p>



<p>Namun, mau sehebat apa pun kualitas orang lain, benar-benar tidak ada yang bisa bernyanyi untuk Linkin Park sehebat Chester. Bisa jadi, keputusan Linkin Park menggandeng vokalis perempuan adalah karena ingin menghindari perbandingan-perbandingan seperti ini. </p>



<p>Dengan menggandeng vokalis perempuan, yang sebelumnya tak pernah terpikirkan oleh Penulis, Linkin Park seolah ingin menegaskan kalau mereka akan memasuki era baru. Sekali lagi, <strong>Emily bukanlah pengganti Chester, melainkan penerusnya</strong>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mau Dibawa ke Mana Linkin Park?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7792" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Album From Zero dari Linkin Park (<a href="https://en.wikipedia.org/wiki/From_Zero_%28album%29">Wikipedia</a>)</figcaption></figure>



<p>Mendengarkan lagu &#8220;The Emptiness Machine,&#8221; tampaknya Linkin Park akan mengambil jalur <em>rock </em>seperti di album-album sebelum <em><a href="http://Mendengarkan lagu &quot;The Emptiness Machine,&quot; tampaknya Linkin Park akan mengambil jalur rock seperti di album-album sebelum https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-one-more-light/. Bagi Penulis, lagu tersebut akan cocok jika dimasukan ke dalam album The Hunting Party.">One More Light</a></em>. Bagi Penulis, lagu tersebut akan cocok jika dimasukan ke dalam album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-the-hunting-party/">The Hunting Party</a></em>. </p>



<p>Ini tentu kabar gembira untuk Penulis, yang memang menyukai Linkin Park karena lagu-lagu <em>rock </em>yang dipenuhi dengan <em>scream</em>. Emily rasanya mampu menghadirkan hal tersebut dengan kemampuan <em>scream</em>-nya yang cukup oke.</p>



<p>Penulis tidak akan protes apabila musikalitas Linkin Park sedikit bergeser untuk menyesuaikan vokal Emily. Seperti kata Mike pada acara React di YouTube, musik Linkin Park selalu berevolusi dan mereka tak takut untuk melakukan eksperimen.</p>



<p>Meskipun &#8220;The Emptiness Machine&#8221; tak terdengar sebagai sebuah eksperimen baru, bagi Penulis hal itu wajar mengingat mereka sudah lama vakum. Sebagai langkah pertama, mungkin mereka ingin mencoba formula-formula lama, tapi dengan vokal yang benar-benar baru.</p>



<p>Selain itu, dari <em>single </em>tersebut, Penulis bisa sedikit merasa tenang karena Linkin Park masih berada di &#8220;jalurnya&#8221; sebagai <em><a href="https://whathefan.com/musik/apakah-musik-rock-benar-benar-telah-mati/">band rock</a></em>. Penulis sempat khawatir mereka akan beralih genre seperti yang terjadi pada 30 Seconds to Mars atau bahkan berubah menjadi seperti <a href="https://whathefan.com/musik/fort-minor-the-rising-tied-dan-kenji/">Fort Minor</a>.</p>



<p>Tentu kita tidak bisa menilai arah era baru Linkin Park hanya dari satu lagu yang baru dirilis. Oleh karena itu, Penulis tak sabar untuk mendengarkan album <em>From Zero </em>yang akan rilis pada tanggal 15 November 2024 mendatang, yang menjadi penanda bahwa <strong>era baru Linkin Park telah dimulai</strong>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 6 September 2024, teinspirasi setelah mengetahui Linkin Park telah memilih penerus Chester Bennington</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.latimes.com/entertainment-arts/music/story/2024-09-05/linkin-park-reunited-new-singer-emily-armstrong-new-album-from-zero">Los Angeles Times</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://www.latimes.com/entertainment-arts/music/story/2024-09-05/linkin-park-reunited-new-singer-emily-armstrong-new-album-from-zero">Linkin Park has a new singer and a new album on the way &#8211; Los Angeles Times (latimes.com)</a></li>



<li><a href="https://www.theprp.com/2024/09/05/news/mike-shinoda-explains-why-drummer-rob-bourdon-is-no-longer-in-linkin-park/">Mike Shinoda Explains Why Drummer Rob Bourdon Is No Longer In Linkin Park &#8211; Theprp.com</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/">Menatap Era Baru Linkin Park Bersama Emily Armstrong</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Linkin Park dan One More Light</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-one-more-light/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 May 2020 00:29:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[Band]]></category>
		<category><![CDATA[Chester Bennington]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[One More Light]]></category>
		<category><![CDATA[pop]]></category>
		<category><![CDATA[rock]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3823</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada akhirnya Penulis sampai di album Linkin Park yang terakhir,&#160;One More Light. Album ini rilis pada tahun 2017, tak lama setelah Penulis wisuda dari kampusnya. Penulis telah menantikan album ini sejak 2016. Setelah penantian yang panjang, akhirnya album ini rilis tanggal 19 Mei. Ketika mendengarkannya untuk pertama kalinya, yang muncul di benak Penulis adalah &#8220;kok [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-one-more-light/">Linkin Park dan One More Light</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pada akhirnya Penulis sampai di album Linkin Park yang terakhir,&nbsp;<em>One More Light</em>. Album ini rilis pada tahun 2017, tak lama setelah Penulis wisuda dari kampusnya.</p>



<p>Penulis telah menantikan album ini sejak 2016. Setelah penantian yang panjang, akhirnya album ini rilis tanggal 19 Mei. Ketika mendengarkannya untuk pertama kalinya, yang muncul di benak Penulis adalah &#8220;kok gini?&#8221;.</p>



<h1 class="wp-block-heading">Album Pop Linkin Park?</h1>



<p>Pikiran tersebut muncul sejak Penulis mendengar <em>single&nbsp;</em>pertamanya yang berjudul&nbsp;<em>Heavy</em>. Selain karena genrenya yang cenderung pop, untuk pertama kalinya Linkin Park menggandeng penyanyi perempuan sebagai teman duet, <strong>Kiiara</strong>.</p>



<figure class="wp-block-image alignnone size-large wp-image-3826"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="607" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/05/linkin-park-dan-one-more-light-1-1024x607.jpg" alt="" class="wp-image-3826" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/05/linkin-park-dan-one-more-light-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/05/linkin-park-dan-one-more-light-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/05/linkin-park-dan-one-more-light-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/05/linkin-park-dan-one-more-light-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Chester dan Kiiara (<a class="ZsbmCf" tabindex="0" role="button" href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.justjared.com%2F2017%2F02%2F17%2Flinkin-park-kiiara-premiere-heavy-stream-download-lyrics-listen-now%2F&amp;psig=AOvVaw2VC73YOCVLFRr7rv9ReLBV&amp;ust=1589156923165000&amp;source=images&amp;cd=vfe&amp;ved=0CAMQjB1qFwoTCIjQooGFqOkCFQAAAAAdAAAAABAN" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-ved="0CAMQjB1qFwoTCIjQooGFqOkCFQAAAAAdAAAAABAN" aria-label="Visit Just Jared"><span class="pM4Snf">Just Jared</span></a>)</figcaption></figure>



<p>Bukannya tidak enak. Penulis bisa menikmati lagunya, apalagi makna liriknya yang cukup dalam. Hanya saja, rasanya ini bukan seperti lagu-lagu Linkin Park seperti biasanya, apalagi setelah tiga tahun lalu mereka merilis album&nbsp;<a href="https://whathefan.com/musikfilm/linkin-park-dan-the-hunting-party/"><em>The Hunting Party</em></a>.</p>



<p>Setelah albumnya yang berisi sepuluh lagu rilis, Penulis mendengarkan baik-baik lagu demi lagunya. Album ini benar-benar berbeda, sama sekali tidak terasa nuansa&nbsp;<em>rock</em>-nya! Bahkan Chester sama sekali tidak mengeluarkan&nbsp;<em>screaming&nbsp;</em>andalannya.</p>



<p>Awalnya Penulis menganggap hal tersebut terjadi karena usianya yang sudah mulai menua, sehingga tidak disarankan untuk berteriak. Tetapi ketika menonton video konsernya, ia tetap melakukan&nbsp;<em>screaming&nbsp;</em>seperti biasa.</p>



<p>Artinya, sekali lagi Linkin Park berusaha melakukan eksperimen ekstrem seperti sebelum-sebelumnya. Hanya saja, Penulis pribadi merasa eksperimen kali ini sudah terlalu jauh. Mereka meninggalkan genre <em>alternative/rap/electric rock </em>dan memilih untuk membuat album pop.</p>



<p>Selain itu, untuk pertama kalinya Linkin Park menggunakan salah satu judul lagu sebagai judul album&nbsp;dan tidak ada kesinambungan antar lagunya seperti biasanya.</p>



<h1 class="wp-block-heading">Lagu-Lagu&nbsp;<em>One More Light</em></h1>



<p>Album dibuka dengan lagu <em><strong>Nobody Can Save Me</strong>. </em>Bisa dibilang, peletakkan lagu ini di awal album menjadi penanda seperti apa album ini akan terdengar. Enak sih, cuma sedikit membosankan.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before {  padding-top: 0; }"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Good Goodbye [Official Music Video] - Linkin Park (feat. Pusha T and Stormzy)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/phVQZrb2AdA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Selanjutnya adalah satu-satunya lagu di mana Mike Shinoda melakukan&nbsp;<em>rap, <strong>Good Goodbye</strong></em>. Pada lagu ini, Linkin Park menggandeng&nbsp;<em>rapper&nbsp;</em>Pusha T dan Stormzy. Mike hanya mengisi&nbsp;<em>rap&nbsp;</em>di bagian pertama lagu.</p>



<p>Bisa dibilang, <strong><em>Talking to Myself</em></strong> menjadi lagu terkeras di album ini. Tidak ada teriakan, namun vokal Chester terasa kuat. Perilisan video klipnya bersamaan dengan ditemukannya Chester bunuh diri, di mana isinya merupakan berbagai aktivitas Linkin Park.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Talking To Myself [Official Music Video] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/lvs68OKOquM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Album berlanjut dengan lagu&nbsp;<strong><em>Battle Symphony</em></strong> yang kalau tidak salah menjadi&nbsp;<em>single&nbsp;</em>kedua lagu ini. Penulis ingat ketika konser untuk memperingati kematian Chester, Mr. Han melakukan kesalahan hingga ditegur oleh Mike.</p>



<p>Lagu&nbsp;<em><strong>Invisible</strong>&nbsp;</em>secara penuh dinyanyikan oleh Mike, mirip dengan lagu&nbsp;<em>In Between&nbsp;</em>di album&nbsp;<a href="https://whathefan.com/musikfilm/linkin-park-dan-minutes-to-midnight/"><em>Minutes to Midnight</em></a>. Hanya saja, lagu ini lebih cocok untuk berada di album Fort Minor atau Mike Shinoda sendiri.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Heavy [Official Music Video] - Linkin Park (feat. Kiiara)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/5dmQ3QWpy1Q?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><em>Single&nbsp;</em>pertama dari album ini,&nbsp;<strong><em>Heavy</em></strong>, menjadi trek keenam. Dibandingkan lagu lainnya, lagu ini masih bisa Penulis nikmati karena dentuman drum yang ada di bagian 1/4 lagu terakhir.</p>



<p><em><strong>Sorry for Now</strong>&nbsp;</em>mungkin terdengar aneh karena Mike menjadi vokalis utama, sedangkan Chester hanya mengisi bagian&nbsp;<em>bridge </em>dan <em>backing voval-</em>nya.&nbsp;<strong><em>Halfway Right </em></strong>juga terdengar seperti lagu-lagu pop Linkin Park lainnya, bahkan dianggap sedikit cengeng.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="One More Light [Official Music Video] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/Tm8LGxTLtQk?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Judul utama album ini diambil dari lagu kesembilan,&nbsp;<strong><em>One More Light</em></strong>. Lagunya sangat terasa sendu dan menyedihkan. Pada akhirnya, lagu ini sering dihubungkan dengan kepergian Chester yang tragis. Album ditutup dengan lagu akustik berjudul <em><strong>Sharp Edges</strong>.</em></p>



<p>Pembaca bisa lihat, Penulis tidak bisa banyak berkomentar mengenai lagu-lagu yang ada di dalamnya. Hal ini menunjukkan kalau Penulis tidak bisa terlalu memahami album ini.</p>



<h1 class="wp-block-heading">Penutup</h1>



<p>Tidak ada teriakan, tidak ada suara gitar yang berat,&nbsp;<em>rap&nbsp;</em>yang sangat sedikit, tak ada lagi gesekan <em>turntables</em>. Banyak hal yang awalnya membuat Penulis merasa tidak terlalu suka dengan album ini.</p>



<p>Penulis tidak sendirian. Banyak fans yang merasakan hal yang sama. Bahkan, banyak kritikus musik yang habis-habisan memberi respon negatif ke album ini hingga membuat Chester marah.</p>



<p>Siapa yang menyangka kalau ternyata album ini menjadi album terakhir dari Linkin Park. Sang vokalis, <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/chester-2-tahun-yang-lalu/">Chester Bennington</a>, memutuskan untuk mengakhiri nyawanya sendiri dengan menggantung lehernya, menyisakan duka mendalam bagi para penggemarnya termasuk Penulis.</p>



<p>Penulis tidak akan lagi membaca berita Linkin Park akan mengeluarkan album baru. Kalaupun pada akhirnya band merekrut vokalis baru, Penulis tidak bisa menerimanya sebagai Linkin Park.</p>



<p>Meskipun begitu, sampai kapanpun Linkin Park akan tetap menjadi band nomor satu di hati Penulis. Sampai kapanpun.</p>



<p><em>Seri artikel album Linkin Park, selesai.</em></p>



<p>Kebayoran Lama, 10 Mei 2020, terinspirasi karena ingin menulis serial artikel tentang Linkin Park</p>



<p>Foto: <a href="https://www.amazon.com/More-Light-Vinyl-Linkin-Park/dp/B06WD3G4ZY">Amazon</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-one-more-light/">Linkin Park dan One More Light</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Chester, 2 Tahun yang Lalu</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/chester-2-tahun-yang-lalu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jul 2019 00:12:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Chester Bennington]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[Mike Shinoda]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2571</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis tergoda menulis artikel ini karena pos Instagram terbaru dari Mike Shinoda, salah satu center dari band favorit penulis, Linkin Park. Sebenarnya, ia sendiri pun tidak ingin memperingati kematian kawannya tersebut. Chester Bennington merupakan vokalis Linkin Park yang ditemukan tewas gantung diri di kamarnya pada tanggal 20 Juli 2017, hanya beberapa bulan setelah bandnya merilis album terbaru, One More [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/chester-2-tahun-yang-lalu/">Chester, 2 Tahun yang Lalu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis tergoda menulis artikel ini karena <a href="https://www.instagram.com/p/B0JVH4NA5C2/">pos Instagram terbaru dari Mike Shinoda</a>, salah satu <em>center </em>dari band favorit penulis, Linkin Park. Sebenarnya, ia sendiri pun tidak ingin memperingati kematian kawannya tersebut.</p>
<p><strong>Chester Bennington </strong>merupakan vokalis Linkin Park yang ditemukan tewas gantung diri di kamarnya pada tanggal 20 Juli 2017, hanya beberapa bulan setelah bandnya merilis album terbaru, <strong><em>One More Light</em></strong>.</p>
<h3>Kematian Chester</h3>
<p><div id="attachment_2574" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2574" class="size-large wp-image-2574" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/chester-2-tahun-yang-lalu-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/chester-2-tahun-yang-lalu-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/chester-2-tahun-yang-lalu-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/chester-2-tahun-yang-lalu-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/chester-2-tahun-yang-lalu-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2574" class="wp-caption-text">Chester dan Mike (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.nme.com/news/music/linkin-park-considering-new-music-for-the-first-time-since-chester-benningtons-death-2478836" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwi1q_zYoczjAhXF4nMBHVmXAPAQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">NME.com</span></a>)</p></div></p>
<p>Kabar ini penulis dengar pertama kali dari ayah, sewaktu penulis berada di Yogyakarta karena sebuah acara. Waktu itu sekitar pukul 6 pagi, beliau menelepon penulis setelah melihat beritanya di televisi.</p>
<p>Sebagai fans, tentu penulis sangat terkejut mendengar berita mendadak tersebut. Butuh waktu kurang lebih satu jam untuk menenangkan diri, meskipun tak sampai mengeluarkan air mata.</p>
<p>Ketika dilakukan otopsi, ditemukan satu botol minuman keras yang hanya tersisa setengah di kamarnya. Penulis pun meyakini bahwa kematiannya dipengaruhi oleh alkohol.</p>
<p>Hari kematiannya memang bersamaan dengan ulang tahun salah satu sahabat terdekatnya, <strong>Chris Cornell</strong>, yang juga meninggal gantung diri beberapa bulan sebelumnya. Mungkin karena terbawa suasana sedih dan merasa kehilangan, ia nekat mengakhiri nyawanya.</p>
<p>Chester memang dekat dengan minuman keras bahkan obat-obatan. Beberapa kali ia mengakui ketergantungannya. Hal ini juga yang membuat penulis lebih mengidolakan Mika Shinoda dibandingkan dengannya.</p>
<p>Akan tetapi, kematiannya juga merupakan hal yang menyedihkan bagi penulis yang telah mendengarkan lagunya sejak SMP. Apalagi, suara vokal yang dimilikinya memiliki ciri khas yang rasanya tak akan tergantikan.</p>
<p>Chester pernah menyatakan bahwa dirinya telah mampu mengendalikan kecanduannya terhadap alkohol pada salah satu wawancara yang terjadi pada tahun 2011. Oleh karena itu, banyak pihak yang terkejut ketika mendengar kabar kematiannya.</p>
<h3>Chester yang Ceria</h3>
<p><div id="attachment_2573" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2573" class="size-large wp-image-2573" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/chester-2-tahun-yang-lalu-2-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/chester-2-tahun-yang-lalu-2-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/chester-2-tahun-yang-lalu-2-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/chester-2-tahun-yang-lalu-2-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/chester-2-tahun-yang-lalu-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2573" class="wp-caption-text">Chester yang Humoris (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://tonedeaf.thebrag.com/chester-bennington-carpool-karaoke-linkin-park/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwia94L8oczjAhUzXHwKHQhPAk0QjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Tone Deaf &#8211; The Brag</span></a>)</p></div></p>
<p>Penulis suka menonton <em>behind the scene </em>dari pembuatan lagu Linkin Park. Nah, di belakang layar seperti inilah Chester menunjukkan sisi lain dari penampilannya yang garang.</p>
<p>Ia selalu terlihat ceria dan humoris. Ia tak ragu membuat lelucon yang mengundang tawa rekan-rekannya, bahkan terkadang berbuat konyol. Sama sekali tidak cocok dengan penampilannya.</p>
<p>Selain ceria, Chester juga termasuk ramah terhadap fans. Penulis melihatnya sendiri ia menghampiri penonton setelah acara iTunes Festival tahun 2011.</p>
<p>Penulis memang tahu terkadang orang yang humoris terkadang memiliki hati yang miris. Terkadang, orang yang <em>terlalu </em>ceria menyimpan duka yang mendalam di dalam lubuk hatinya yang terdalam.</p>
<p>Chester kurang lebih memiliki masa lalu yang menyedihkan. Orang tuanya cerai ketika ia masih anak-anak. Ia dirundung dan mengalami pelecehan seksual di sekolah karena tubuh kurusnya.</p>
<p>Ini juga yang menjadi salah satu alasan mengapa ia menjadi pecandu narkoba dan alkohol. Mungkin juga karena pengaruh lingkungan pergaulan yang buruk.</p>
<p>Ia juga sempat menganggur lama, bekerja di Burger King, ditolak sana-sini, hingga akhirnya menjadi vokalis Linkin Park yang waktu itu masih bernama Xero.</p>
<p>Untuk kehidupan pribadinya, ia menikah dua kali dan total memiliki enam orang anak. Istrinya yang sekarang, <strong>Talinda Bennington</strong>, harus mengasuh anak-anaknya tanpa didampingi oleh suaminya.</p>
<h3><strong>Penutup</strong></h3>
<p>Meskipun Chester telah tiada, karyanya tetap abadi. Penulis masih setia mendengarkan lagu-lagu Linkin Park hingga sekarang. Suaranya yang mampu mencapai nada tinggi dan teriakannya selalu menjadi favorit penulis.</p>
<p>Suaranya tak akan tergantikan. Ketika ada sebuah konser untuk memperingati kematiannya, banyak penyanyi yang menyanyikan lagunya, mulai Taka dari <a href="https://whathefan.com/musikfilm/shout-it-out-now-one-ok-rock/">One Ok Rock</a> hingga M. Shadows dari Avenged Sevenfold.</p>
<p>Masa depan Linkin Park sendiri masih belum jelas hingga sekarang, apakah mereka akan bubar atau mencari vokalis pengganti. Mike Shinoda akhir-akhir ini disibukkan dengan tur album solonya.</p>
<p>Yang jelas, sampai kapanpun Chester akan memiliki tempat khusus di hati penulis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 24 Juli 2019, terinspirasi setelah melihat pos Instagram terbaru dari Mike Shinoda</p>
<p>Foto: <span class="irc_ho" dir="ltr"><a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="http://new.nadapromotama.com/daftar-pengganti-chester-bennington/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiQ7qSol8zjAhUMQo8KHaWnDjMQjB16BAgBEAQ">Nada Promotama</a></span></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/chester-2-tahun-yang-lalu/">Chester, 2 Tahun yang Lalu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saya dan Linkin Park (Tentang Kematian Chester dan Perjumpaan Pertama)</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/saya-dan-linkin-park-tentang-kematian-chester-dan-perjumpaan-pertama/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/saya-dan-linkin-park-tentang-kematian-chester-dan-perjumpaan-pertama/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jan 2018 03:43:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Chester Bennington]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=91</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa bulan yang lalu, vokalis dari Linkin Park, Chester Bennington, memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan menggantung lehernya. Tentu ini membuat semua fans sedih, termasuk saya. Bukan sedih sebenarnya, lebih ke arah kecewa, mengapa ia begitu pendek pikiran, walaupun saya meyakini keputusannya tersebut diambil ketika ia di dalam pengaruh alkohol. Keluarga dan kawannya menyatakan bahwa Chester [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/saya-dan-linkin-park-tentang-kematian-chester-dan-perjumpaan-pertama/">Saya dan Linkin Park (Tentang Kematian Chester dan Perjumpaan Pertama)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa bulan yang lalu, vokalis dari Linkin Park, Chester Bennington, memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan menggantung lehernya.</p>
<p>Tentu ini membuat semua fans sedih, termasuk saya. Bukan sedih sebenarnya, lebih ke arah kecewa, mengapa ia begitu pendek pikiran, walaupun saya meyakini keputusannya tersebut diambil ketika ia di dalam pengaruh alkohol.</p>
<p>Keluarga dan kawannya menyatakan bahwa Chester depresi, hingga membuat hastag #fuckdepression ketika menggelar konser Tribute to Life Honour of Chester Bennington yang dihadiri banyak artis lainnya.</p>
<h3>Perjumpaan dengan Linkin Park</h3>
<p>Saya mulai mendengarkan Linkin Park mulai SMP kelas satu, melalui tiga lagu yakni What I&#8217;ve Done, Somewhere I Belong, dan Faint.</p>
<p>Ditambah lagu kolaborasinya dengan rapper Jay-Z, Numb-Encore (saya lama mengira bahwa ini adalah versi asli dari bandnya, hingga melihat konser Live in Texas yang saya pinjam CDnya dari teman saya).</p>
<p>Saya lebih banyak mengetahui lagu Linkin Park melalui kakak sepupu saya, hingga akhirnya saya memutuskan ini adalan band favorit saya.</p>
<p><em>Mengapa? </em>Karena band ini BERBEDA dengan band-band yang pernah saya dengarkan.</p>
<p>Baru kali ini saya mengetahui bahwa genre Rock, Rap, dan Elektronik bisa digabung dalam satu kesatuan. Belum lagi <em>scream</em> yang dilakukan oleh sang vokalis, salah satu hal yang menjadi ciri khasnya.</p>
<p>Saya pun mulai mengenal personilnya satu-persatu. Vokalis mereka bernama Chester Bennington. Lalu di bagian rap, piano, dan gitaris ada Mike Shinoda (yang mempunyai side-project bernama Fort Minor).</p>
<p>Brad Delson sang gitaris utama, Dave &#8220;Phoniex&#8221; Farrel sang bassis, Rob Bourdon sang Drummer, hingga Joe Hahn sang DJ.</p>
<h3>Album Linkin Park</h3>
<p>Setelah itu, saya mencari sendiri lagu-lagu Linkin Park. Saya lengkapi mulai album pertama (Hybrid Theory, 2000), kedua (Meteora, 2004), dan ketiga (Minutes to Midnight, 2007).</p>
<p>Tidak lupa saya mencari album kolaborasi mereka dengan Jay-Z (Collition Course, 2006), dari album remix (Reanimation, 2002) serta lagu-lagu dari album EP mereka.</p>
<p>Tahun 2010 adalan tahun pertama saya merasakan bagaimana rasanya menanti album baru dari band favorit kita. Saya pun mendapatkan A Thousand Suns ketika hari rilis telah tiba.</p>
<p>Yang sedikit lucu ketika album Living Things keluar pada tahun 2012. Ketika itu saya mulai terkontaminasi dengan musik Korea, sehingga saya tidak sadar mereka meluncurkan album baru.</p>
<p>Saya malah diberitahu oleh tetangga yang menceritakan bahwa Linkin Park mengeluarkan single baru berjudul Burn It Down.</p>
<p>Awalnya saya tidak percaya, dan mengatakan itu adalah lagu dari Avenged Sevenfold. Setelah saya cek, ternyata benar, tidak seperti biasanya dimana mereka memberi jarak 3-4 tahun untuk merilis album, kali ini hanya dibutuhkan 2 tahun.</p>
<p>Alhasil, saya pun ditertawakan oleh tetangga tadi. Tidak ingin mengulangi &#8220;dosa&#8221; yang sama, saya pun tidak pernah lupa untuk update berita tentang kapan Linkin Park akan merilis album baru.</p>
<p>The Hunting Party (2014) dan One More Light (2017) saya dapatkan tepat waktu, bahkan sudah mengantisipasinya sejak setahun sebelumnya.</p>
<p>Tidak ketinggalan album Recharge (2013), album Remix dari Living Things dimana salah satu lagunya merupakan kolaborasi dari Steve Aoki, DJ favorit saya setelah Mr. Hahn tentunya.</p>
<p>Saya akan menjelaskan opini saya mengenai album dan lagu mereka di tulisan berikutnya. Saya ingin kembali membahas mengenai apa yang telah saya sampaikan di paragraf pertama, tentang kematian Chester Bennington.</p>
<h3>Cerianya Seorang Chester</h3>
<p>Saya merupakan tipe orang yang jika sudah menyukai sesuatu, maka saya akan mencari tahu hingga sedetail mungkin. Selain melihat video klip dan konser, saya juga melihat Behind the Scene bagaimana proses pembuatan lagu tersebut.</p>
<p>Disana, selain membuat saya menggemari Linkin Park, saya jadi mengetahui bagaimana seorang Chester. Meskipun tubuhnya dibalut oleh tato disana-sini, ia adalah orang yang ceria, yang humoris, yang selalu bersemangat.</p>
<p>Ia juga termasuk ramah ke fans, seperti yang terlihat ketika iTunes Festival di London pada tahun 2011, terlebih ketika tur pada tahun 2017 ini.</p>
<p>Namun ternyata itu semua hanya topeng. Dibalik topengnya, tersimpan depresi yang sangat dalam, dari berbagai sumber. Ia simpan luka yang menganga lebar, hingga ia memutuskan kematian adalah satu-satunya obat.</p>
<p>Ia salurkan penderitaannya melalui obat-obatan dan alkohol. Betapa sedih melihat ia terlihat begitu sendiri, padahal ia memiliki keluarga (istri dan enam anak), teman, dan fans.</p>
<h3>Bukti Manusia Membutuhkan Tuhan</h3>
<p>Kawan, itulah bahayanya jika kita tidak merasa ada Tuhan di sekitar kita. Ketika  diberi ujian, kita tidak tahun harus bersandar kemana. Ketika diberi musibah, kita tidak tahu harus bertumpu pada siapa.</p>
<p>Ketika diberi nikmat, kita tidak tahu bagaimana cara menyalurkan syukur kita. Kematian Chester, bagi saya merupakan suatu pengingat, bagaimana menderitanya kehidupan tanpa merasa ada hadirnya Tuhan.</p>
<p>Kematiannya, membuat saya InsyaAllah akan lebih mengingat Tuhan lagi di setiap aktivitas saya. Jika kita bisa selalu merasakan kehadiran Tuhan, niscaya depresi tidak akan pernah mengetuk pintu kehidupan kita, karena kita percaya Tuhan bersama kita.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pare, 15 November 2017, setelah kemarin melihat video konser Linkin Park di Belgia</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://www.rollingstone.com/music/news/inside-linkin-park-singer-chester-benningtons-last-days-w495942">Rolling Stone</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/saya-dan-linkin-park-tentang-kematian-chester-dan-perjumpaan-pertama/">Saya dan Linkin Park (Tentang Kematian Chester dan Perjumpaan Pertama)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/saya-dan-linkin-park-tentang-kematian-chester-dan-perjumpaan-pertama/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
