<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>FIFA Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/fifa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/fifa/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 Jun 2024 15:57:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>FIFA Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/fifa/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ketika Kondisi Pemain Tak Jadi Pertimbangan dalam Bisnis Sepak Bola</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/ketika-kondisi-pemain-tidak-menjadi-pertimbangan-dalam-bisnis-sepak-bola/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/ketika-kondisi-pemain-tidak-menjadi-pertimbangan-dalam-bisnis-sepak-bola/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jun 2024 15:32:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[FIFA]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champion]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Antarklub]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<category><![CDATA[turnamen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7388</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ada yang menarik dari dunia sepak bola. Carlo Ancelotti, pelatih Real Madrid yang baru membawa klubnya juara Liga Champions untuk ke-15 kalinya, mengungkapkan bahwa timnya tidak akan berpartisipasi pada Piala Dunia Antarklub. &#8220;FIFA bisa melupakan hal itu. Para pesepak bola dan klub tidak akan berpartisipasi dalam turnamen itu. Satu pertandingan di Madrid bernilai €20 juta [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/ketika-kondisi-pemain-tidak-menjadi-pertimbangan-dalam-bisnis-sepak-bola/">Ketika Kondisi Pemain Tak Jadi Pertimbangan dalam Bisnis Sepak Bola</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ada yang menarik dari dunia sepak bola.<strong> Carlo Ancelotti</strong>, <a href="https://whathefan.com/olahraga/kado-manis-untuk-kroos-kado-pahit-untuk-reus/">pelatih Real Madrid yang baru membawa klubnya juara Liga Champions untuk ke-15 kalinya</a>, mengungkapkan bahwa timnya tidak akan berpartisipasi pada Piala Dunia Antarklub.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>&#8220;FIFA bisa melupakan hal itu. Para pesepak bola dan klub tidak akan berpartisipasi dalam turnamen itu. Satu pertandingan di Madrid bernilai €20 juta dan FIFA ingin memberikan angka itu untuk seluruh turnamen: negatif. Seperti kami, beberapa klub akan menolak undangan tersebut.&#8221;</p>
</blockquote>



<p>Namun, tak lama kemudian pihak Real Madrid mengklarfikasi ucapan tersebut dan menyatakan bahwa mereka akan tetap menjadi peserta turnamen tersebut. Ancelotti sendiri akhirnya juga membuat klarifikasi, dengan mengatakan bahwa pernyataannya &#8220;tidak ditafsirkan seperti yang saya maksudkan.&#8221;</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-768x566.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-1024x755.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-346x255.jpg 346w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019.jpg 1221w " alt="Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/animekomik/mencari-inspirasi-karakter-melalui-anime/">Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime</a></div></div></div><p></p>


<p>Terlepas dari kehebohan yang diakibatkan oleh Ancelotti, Penulis memang ingin menyorot tentang bisnis sepak bola yang semakin berorientasi kepada uang dibandingkan kondisi pemain. Hal ini bisa terlihat dari format-format baru turnamen populer sepak bola.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Format Baru Turnamen-Turnamen Sepak Bola</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Ketika-Kondisi-Pemain-Tidak-Menjadi-Pertimbangan-dalam-Bisnis-Sepak-Bola-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7390" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Ketika-Kondisi-Pemain-Tidak-Menjadi-Pertimbangan-dalam-Bisnis-Sepak-Bola-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Ketika-Kondisi-Pemain-Tidak-Menjadi-Pertimbangan-dalam-Bisnis-Sepak-Bola-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Ketika-Kondisi-Pemain-Tidak-Menjadi-Pertimbangan-dalam-Bisnis-Sepak-Bola-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Ketika-Kondisi-Pemain-Tidak-Menjadi-Pertimbangan-dalam-Bisnis-Sepak-Bola-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Liga Champion akan Memiliki Format Baru (<a href="https://www.uefa.com/uefachampionsleague/thetrophy/">UEFA</a>)</figcaption></figure>



<p>Selama ini, kita sudah familiar dengan format Liga Champion yang mempertandingkan 32 tim dari seluruh penjuru Eropa yang dibagi menjadi ke dalam 8 grup. Juara dan <em>runner-up </em>dari masing-masing grup akan lolos ke babak Playoff, dari 16 besar hingga final. Sesederhana itu.</p>



<p>Piala Dunia Antarklub juga sederhana, di mana perwakilan masing-masing zona akan mengirimkan satu perwakilannya. Turnamen ini memang kerap dipandang sebelah mata, mengingat kebanyakan juaranya berasal dari perwakilan Eropa.</p>



<p>Nah, mulai musim depan, format dari turnamen-turnamen ini akan dirombak habis-habisan. Kita mulai dari Liga Champion, yang <strong>jumlah pesertanya akan bertambah dari 32 menjadi 36 tim</strong>. Selain itu, semua tim akan dijadikan satu grup besar, tidak lagi dibagi menjadi 8 grup.</p>



<p>Lalu, masing-masing klub akan <strong>berhadapan dengan 8 lawan yang berbeda</strong>, di mana 4 pertandingan dilakukan secara Home dan 4 pertandingan secara Away. Pemilihan tim akan dilakukan secara acak melalui sistem pot. </p>



<p>Peringkat 1-8 akan otomatis lolos ke babak 16 besar, sedangkan peringkat 9-24 akan menjalani Playoff dengan sistem dua <em>leg </em>untuk menentukan 8 tim sisanya. Selain itu, tidak akan ada lagi tim dari Liga Champion yang akan turun ke Europe League.</p>



<p>Dengan format ini, maka jumlah pertandingan di Liga Champion akan meningkat pesat dari 125 pertandingan satu musim menjadi 189 pertandingan. Menurut hitungan Penulis, satu tim bisa melakoni hingga 19 laga dalam satu musim.</p>



<p>Piala Dunia Antarklub pun berubah total dengan<strong> menggunakan format lama Liga Champion</strong>. Artinya, dalam satu piala dunia akan ada 32 tim yang akan bertanding. Eropa kebagian jatah paling banyak dengan 12 tim, disusul Amerika Selatan (6), Amerika Utara dan Tengah (5), Asia (4), Afrika (4), dan Oseania (1). </p>



<p>Jangan lupa, Piala Dunia edisi 2026 pun akan mengalami perubahan format dengan <strong>diikuti oleh 48 negara</strong>. Seluruh peserta akan dibagi ke dalam 12 grup berisi 4 tim. Juara, <em>runner-up</em>, serta 8 tim peringkat 3 terbaik akan lolos ke babak 32 besar hingga ke babak final.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Potensi Cedera Pemain yang Makin Besar</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Ketika-Kondisi-Pemain-Tidak-Menjadi-Pertimbangan-dalam-Bisnis-Sepak-Bola-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7391" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Ketika-Kondisi-Pemain-Tidak-Menjadi-Pertimbangan-dalam-Bisnis-Sepak-Bola-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Ketika-Kondisi-Pemain-Tidak-Menjadi-Pertimbangan-dalam-Bisnis-Sepak-Bola-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Ketika-Kondisi-Pemain-Tidak-Menjadi-Pertimbangan-dalam-Bisnis-Sepak-Bola-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Ketika-Kondisi-Pemain-Tidak-Menjadi-Pertimbangan-dalam-Bisnis-Sepak-Bola-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Pemain Jadi Makin Rawan Cedera (<a href="https://www.bloomberg.com/news/articles/2022-09-28/football-injuries-cost-top-clubs-over--500-million-a-year">Bloomberg</a>)</figcaption></figure>



<p>Mungkin bagi penonton sepak bola seperti Penulis, lebih banyak pertandingan sepak bola akan menyenangkan. Namun, Penulis jadi kepikiran mengenai nasib para pemain yang seorang dikuras habis-habisan tenaganya demi <a href="https://whathefan.com/olahraga/polemik-european-super-league-esl/">bisnis bernama sepak bola ini.</a></p>



<p>Dengan format yang sekarang saja,<strong> fenomena badai cedera </strong>seolah sudah menjadi hal yang lumrah. Lihat saja <a href="https://whathefan.com/olahraga/badai-cedera-manchester-united-yang-tak-kunjung-berlalu/">Manchester United yang mendapatkan lebih dari 60 kasus cedera musim ini</a>. Real Madrid pun sempat kehilangan semua bek tengahnya.</p>



<p>Tentu dengan semakin banyaknya pertandingan yang harus dijalani pemain setiap musimnya, potensi cedera pun menjadi semakin tinggi karena tenaga pemain menjadi terlalu diforsir. Mau main rotasi pun susah jika banyak pemain yang tidak tersedia.</p>



<p>Sekali lagi, Manchester United menjadi contoh yang bagus di sini. Hampir di setiap pertandingan, mau di Liga Inggris, Liga Champion, atau <a href="https://whathefan.com/olahraga/daftar-pemain-manchester-united-yang-ingin-saya-jual-musim-depan/">FA Cup</a>, komposisi pemain yang diturunkan Ten Hag mirip-mirip karena memang tidak ada pemain lain yang bisa diturunkan.</p>



<p>Apakah pihak klub jadi harus menganggarkan dana lebih agar memiliki <em>roster </em>pemain yang tebal di klubnya? Rasanya sulit, <a href="https://whathefan.com/olahraga/hiperinflasi-pada-sepakbola/">mengingat harga pemain makin ke sini inflasinya makin gila-gilaan</a>. Dompet klub bisa jebol jika harus menambah jumlah pemain agar pelatih bisa melakukan rotasi dengan lancar.</p>



<p>Mungkin pihak UEFA atau FIFA bisa berkelit dengan mengatakan ini-itu, tapi para penggemar bola rasanya tahu kalau alasan utama dari perubahan-perubahan format ini ujung-ujungnya ya perkara duit. </p>



<p>Logika sederhana yang paling gampang terlihat, dengan lebih banyaknya pertandingan yang tersaji, maka <strong>nilai sponsor yang masuk otomatis akan menjadi lebih besar</strong> karena produk mereka akan lebih sering muncul. </p>



<p>Penulis tidak tahu bagaimana para pemain menanggapi bertambahnya jumlah pertandingan yang harus mereka lakoni dalam semusim. Mungkin mereka <em>happy-happy </em>saja, apalagi kalau yang makan gaji buta seperti <a href="https://whathefan.com/olahraga/benarkah-arab-saudi-merusak-sepak-bola/">Neymar di Al-Hilal</a>.</p>



<p>Namun, bagi para penggemar sepak bola, kekhawatiran tentang lebih mudahnya pemain cedera menjadi <em>concern </em>utama. Penulis sendiri sudah merasakan bagaimana badai cedera menghantam tim favoritnya hingga performanya menjadi amburadul.</p>



<p>Semoga saja kekhawatiran tersebut tidak benar-benar terjadi. Mengingat musim depan adalah pertama kalinya format baru turnamen akan diterapkan, kita akan melihat apakah format tersebut akan membuat pemain jadi lebih mudah cedera atau tidak.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 10 Juni 2024, terinspirasi setelah melihat kompetisi sepak bola yang semakin banyak sehingga berpotensi membuat pemain sering mengalami cedera</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.hud.ac.uk/news/2018/july/football-extra-time/">University of Huddersfield</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://www.football-espana.net/2024/06/10/carlo-ancelotti-says-real-madrid-wont-attend-world-cup-of-clubs-fifa-can-forget-about-that">Carlo Ancelotti says Real Madrid won&#8217;t attend World Cup of Clubs &#8211; &#8216;FIFA can forget about that&#8217; &#8211; Football España (football-espana.net)</a></li>



<li><a href="https://www.bbc.com/sport/football/articles/cv22p313e9zo">Club World Cup: Real Madrid confirm they will play after Carlo Ancelotti comments &#8211; BBC Sport</a></li>



<li><a href="https://www.goal.com/id/daftar/format-baru-liga-champions-buat-musim-depan/bltf22d4ef30f9cd352#csa667790a1a877e8b">Dibuat Satu &#8216;Grup&#8217;, Ada 36 Tim &amp; 189 Laga: Bagaimana Format Liga Champions Yang Baru Buat Musim Depan? | Goal.com Indonesia</a></li>



<li><a href="https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20240610170212-142-1108146/ancelotti-madrid-tolak-tampil-di-piala-dunia-antarklub-fifa#:~:text=Pada%20format%20baru%20musim%20depan,wakil%2C%20termasuk%20untuk%20tuan%20rumah.">Ancelotti: Madrid Tolak Tampil di Piala Dunia Antarklub FIFA (cnnindonesia.com)</a></li>



<li><a href="https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20230315115241-142-925294/format-piala-dunia-2026-diikuti-48-tim-104-pertandingan">Format Piala Dunia 2026: Diikuti 48 Tim, 104 Pertandingan (cnnindonesia.com)</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/ketika-kondisi-pemain-tidak-menjadi-pertimbangan-dalam-bisnis-sepak-bola/">Ketika Kondisi Pemain Tak Jadi Pertimbangan dalam Bisnis Sepak Bola</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/ketika-kondisi-pemain-tidak-menjadi-pertimbangan-dalam-bisnis-sepak-bola/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polemik European Super League (ESL)</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/polemik-european-super-league-esl/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/polemik-european-super-league-esl/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Apr 2021 14:02:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[ESL]]></category>
		<category><![CDATA[fans]]></category>
		<category><![CDATA[FIFA]]></category>
		<category><![CDATA[liga]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>
		<category><![CDATA[UEFA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4907</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagi penggemar sepakbola seperti Penulis, beberapa hari terakhir merupakan hari yang gila. Bagaimana tidak, adanya wacana European Super League (ESL) menggegerkan publik dan menimbulkan polemik yang pelik. ESL resmi ketuk palu setelah 12 klub besar di Eropa menyepakatinya. Mereka adalah: Manchester United Manchester City Liverpool Chelsea Arsenal Tottenham Hotspurs Real Madrid Barcelona Atletico Madrid Inter [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/polemik-european-super-league-esl/">Polemik European Super League (ESL)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Bagi penggemar sepakbola seperti Penulis, beberapa hari terakhir merupakan hari yang gila. Bagaimana tidak, adanya wacana <strong>European Super League (ESL)</strong> menggegerkan publik dan menimbulkan polemik yang pelik.</p>



<p>ESL resmi ketuk palu setelah 12 klub besar di Eropa menyepakatinya. Mereka adalah:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Manchester United</li><li>Manchester City</li><li>Liverpool</li><li>Chelsea</li><li>Arsenal</li><li>Tottenham Hotspurs</li><li>Real Madrid</li><li>Barcelona</li><li>Atletico Madrid</li><li>Inter Milan</li><li>AC Milan</li><li>Juventus</li></ul>



<p>Sebenarnya Bayern Munich, Borussia Dortmund, dan Paris St. Germany juga direncanakan turut serta. Hanya saja, mereka memutuskan untuk tidak ikut bagian dalam ajang pesaing Liga Champion tersebut.</p>



<p>Di sini Penulis tidak akan terlalu menjelaskan apa itu ESL dan bagaimana formatnya. Penulis fokus memberikan opininya sebagai penggemar sepakbola atas polemik yang terjadi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Berawal dari Permasalahan Ekonomi</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/polemik-european-super-league-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4909" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/polemik-european-super-league-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/polemik-european-super-league-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/polemik-european-super-league-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/polemik-european-super-league-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Inti Masalahnya: Duit (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://www.thinkingheads.com/en/global-trend/the-economics-of-football/">Thinking Heads</a>)</figcaption></figure>



<p>Bisa dibilang, <strong>pandemi Corona</strong> adalah penyebab utama dari masalah ini. Meski sudah diprediksi oleh Arsene Wenger 10 tahun yang lalu, kemunculan Corona membuat wacana yang terlihat <em>impossible </em>itu menjadi <em>possible</em>.</p>



<p>Klub-klub besar tersebut rata-rata <strong>mengalami kerugian yang cukup signifikan</strong>. Tidak hadirnya penonton di lapangan jelas memberikan dampak yang tidak sedikit. Belum lagi dari sektor lain seperti menurunnya penjualan <em>merchandise </em>dan lain-lain.</p>



<p>Neraca keuangan klub besar semakin timpang karena tingginya gaji pemain bintang yang harus dibayarkan.<a href="https://whathefan.com/intermeso/hiperinflasi-pada-sepakbola/"> Inflasi harga pemain yang makin tidak masuk akal</a> membuat klub juga kesulitan untuk membeli pemain baru.</p>



<p>Di tengah kekeringan pemasukan seperti itu, muncul sebuah oase bernama ESL. Tidak tanggung-tanggung, kompetisi ini menjanjikan <strong>nominal hadiah yang berkali-kali lipat</strong> dibandingkan hadiah juara Liga Champion yang jumlahnya tidak bisa digunakan untuk membeli Lord Martin Braithwaite.</p>



<p>Belum lagi pemasukan dari hak siar. Penggemar jelas tergoda dengan konsep pertandingan <em>big match </em>setiap minggu tanpa perlu menunggu babak semifinal seperti di Liga Champion. Manchester United vs Barcelona jelas lebih menarik daripada Manchester United vs Burnley.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/polemik-european-super-league-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4910" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/polemik-european-super-league-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/polemik-european-super-league-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/polemik-european-super-league-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/polemik-european-super-league-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Florentino Perez (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://www.football-espana.net/2021/04/19/florentino-perez-speaks-out-on-real-madrids-european-super-league-move">Football Espana</a>)</figcaption></figure>



<p>Secara komersil, ESL memang sangat menggiurkan. Potensi uang yang masuk sangat besar, jauh melebih apa yang bisa diberikan oleh kompetisi di bawah naungan UEFA. </p>



<p>Klub elit yang tengah melempem seperti Arsenal dan AC Milan bisa bersantai. Tak masalah tidak masuk Liga Champion, mereka akan menjadi peserta tetap setiap tahun sehingga pemasukan pun akan terus mengalir tanpa perlu upaya lebih.</p>



<p>Mereka tidak berpikir, jika klub-klub besar tersebut bisa mendapatkan dana besar, bukankah ketimpangan antar klub akan semakin besar? Mereka bisa belanja sesuka hati, tidak seperti klub kecil yang harus memutar otak ketika membelanjakan uangnya.</p>



<p>Kehadiran ESL jelas mengusik zona nyaman yang dimiliki oleh UEFA. Mereka langsung mengecam dan mengeluarkan berbagai ancaman yang mengerikan, mulai dikeluarkan dari liga hingga pemain tidak memiliki hak untuk membela tim nasional mereka.</p>



<p>Gertakan tersebut hanya ditertawakan oleh Florentino Perez dan kawan-kawan. Mereka punya <em>power bargaining </em>yang kuat. Coba saja adakan liga atau turnamen tanpa mereka, niscaya akan sepi penonton karena tidak adanya pemain bintang yang menjadi idola banyak orang.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Tanggapan Para Fans (dan Penulis)</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/polemik-european-super-league-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4912" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/polemik-european-super-league-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/polemik-european-super-league-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/polemik-european-super-league-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/polemik-european-super-league-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Para Fans Tersakiti (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://www.football365.com/news/wanted-the-next-generation-of-football-fans">Football365</a>)</figcaption></figure>



<p>Ketika memantau kolom komentar akun-akun sepakbola di Instagram, <strong>mayoritas sangat menentang kehadiran ESL</strong>. Mereka merasa kalau pemilik klub sangat tamak dan hanya berusaha mengumpulkan pundi-pundi uang sebanyak mungkin.</p>



<p>Ada beberapa yang mendukung ESL karena membayangkan adanya <em>big match </em>setiap pekan. Selain itu, UEFA dan FIFA sendiri terkenal sebagai organisasi yang korup dan cukup memonopoli pertandingan sepakbola Eropa.</p>



<p>Beberapa pemain sepakbola sudah mulai mengeluarkan suara pertentangannya terhadap ESL, walaupun nampaknya belum ada suara dari pemain yang bermain di dua belas klub penggagas ESL. Mungkin, mereka masih takut dipecat dan kehilangan pemasukan.</p>



<p>Penulis sendiri tidak menyetujui kehadiran ESL karena akan <strong>merusak tradisi sepakbola</strong> yang sudah terbentuk selama puluhan tahun. Pertandingan seperti Real Madrid vs Juventus menjadi seru karena hanya terjadi beberapa kali dalam setahun, bukan setiap minggu.</p>



<p>Selain itu, Liga Champion menjadi ajang di mana klub kecil bisa berhadapan dengan klub besar. Bisa saja pemain di klub kecil tersebut mengidolakan bintang yang bermain di klub besar. Liga Champion bisa mewujudkan impian bertanding melawan idola mereka.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/polemik-european-super-league-5-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4913" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/polemik-european-super-league-5-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/polemik-european-super-league-5-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/polemik-european-super-league-5-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/polemik-european-super-league-5.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Kejutan Liga Champion (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://twitter.com/fcporto/status/606507199133831168">Twitter</a>)</figcaption></figure>



<p>Dengan format tertutup yang dimiliki ESL, tidak akan ada lagi kejutan seperti FC Porto yang berhasil menjuarai Liga Champion edisi 2004, Ajax Amsterdam yang mengalahkan banyak klub besar sebelum takluk di tangan Tottenham Hotspurs, dan lain sebagainya.</p>



<p>Para pemilik klub besar ini kok kesannya tidak ingin bertemu dengan tim-tim kecil. Hal ini dibuktikan dari ucapan presiden klub Juventus, Andrea Agnelli, yang menyepelekan keikutsertaan Atalanta di Liga Champion.</p>



<p>Seolah yang ada di pikiran mereka hanya bagaimana meraup keuntungan sebesar-besarnya. Melawan tim besar otomatis akan menghasilkan uang lebih banyak dibandingkan ketika mereka melawan klub kecil.</p>



<p>Lebih dari itu, <strong>korban sebenarnya dari polemik ini adalah para fans.</strong></p>



<h2 class="wp-block-heading">When the Rich Wage War It&#8217;s the Poor Who Die</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/polemik-european-super-league-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4911" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/polemik-european-super-league-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/polemik-european-super-league-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/polemik-european-super-league-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/polemik-european-super-league-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Football is for the Fans (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://www.expressandstar.com/news/uk-news/2021/04/20/boris-johnson-to-host-meeting-with-football-bosses-and-fans-over-super-league/">Express &amp; Star</a>)</figcaption></figure>



<p><em>Quote </em>yang Penulis jadikan <em>header </em>di atas merupakan penggalan lirik dari lagu Linkin Park yang berjudul <em>Hands Held High</em>, sebelum mengetahui kalau kalimat ini ternyata diucapkan oleh filsuf Jean-Paul Sartre.</p>



<p>Di mana-mana ketika terjadi perang antara orang yang memiliki kekuasaan (dan harta)<strong>, yang menjadi korban sesungguhnya adalah masyarakat sipil</strong> yang tak berdosa. Ternyata, kalimat ini juga berlaku pada polemik ESL.</p>



<p>Para pemilik klub besar dan UEFA sedang adu kekuatan. Mereka sama-sama merasa punya <em>power </em>tanpa peduli kalau para fans sepakbola di dunia sedang cemas tak karuan. Mereka khawatir, sepakbola akan menuju kematiannya. </p>



<p>Padahal jika menilik sejarah, sepakbola dipopulerkan oleh orang-orang miskin yang butuh hiburan. Manchester United misalnya, didirikan oleh para buruh Manchester. Sekarang, seolah-olah sepakbola telah dicuri oleh mereka yang berduit.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Created by the poor, stolen by the rich</p><cite>ANONIM</cite></blockquote>



<p>Jika para pemilik klub memang peduli terhadap fans, seharusnya mereka mau mendengarkan suara mereka. Sangat <em>bullshit </em>ketika Perez mengatakan ingin menyelamatkan sepakbola, itu hanya kata pemanis. </p>



<p>Mungkin sepakbola memang butuh diselamatkan. Mungkin UEFA dan FIFA memang sama-sama brengseknya. Akan tetapi, bukan dengan cara seperti ini menyelesaikan masalahnya. Jangan jadikan fans sebagai korban dari pertikaian antara pemilik kekuasaan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Seandainya ESL yang dijadwalkan akan dimulai pada bulan Agustus tahun ini benar-benar terlaksana, mungkin <strong>Penulis akan benar-benar berhenti menonton sepakbola</strong>. Biarlah mereka mengeruk kekayaan sampai mampus, Penulis tidak akan peduli lagi dengan sepakbola.</p>



<p>Penulis yakin banyak fans yang berpikiran sama. Mereka tidak ingin menjadi komoditas bagi para pemilik klub yang ingin menggembungkan rekening klub dan mungkin kantong mereka sendiri.</p>



<p>Ancaman UEFA juga bisa benar-benar terjadi. Kedua belas klub yang menyepakati ESL terancam dicoret dari liga, sehingga kemungkinan kita akan melihat persaingan juara Premier League antara Everton, West Ham, atau Leicester City saja.</p>



<p>Sangat disayangkan olahraga favorit sejuta umat dikuasai oleh segelintir orang yang lebih mengedepankan bisnis dibandingkan keinginan fans. Pembicaraan tentang ESL juga hanya dilakukan antar pemilik klub tanpa melibatkan pemain dan pihak lain. </p>



<p>Walaupun begitu, Penulis masih berharap kalau pada akhirnya penggagas ESL dan UEFA menemukan titik terang dari polemik ini. Entah bagaimana caranya, yang jelas Penulis tidak ingin para pecinta sepakbola menjadi korban dari peperangan ini.</p>



<p></p>



<p></p>



<p>Lawang, 20 April 2021, terinspirasi setelah membaca berbagai berita seputar ESL</p>



<p>Foto: <a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://twitter.com/Sharizardx/status/1384077105500020742/photo/1">Twitter</a></p>



<p>Sumber Artikel: <a href="https://twitter.com/theflankerID/status/1384008508203433987">The Flanker di Twitter</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/polemik-european-super-league-esl/">Polemik European Super League (ESL)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/polemik-european-super-league-esl/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
