<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>From Zero Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/from-zero/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/from-zero/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 17 Nov 2024 08:37:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>From Zero Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/from-zero/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tier List Lagu-Lagu di Album &#8220;From Zero&#8221; Versi Saya</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-album-from-zero-versi-saya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-album-from-zero-versi-saya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Nov 2024 08:36:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[From Zero]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[rock]]></category>
		<category><![CDATA[tier list]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8066</guid>

					<description><![CDATA[<p>Awalnya, Penulis ingin menggabungkan tier list lagu-lagu di album From Zero di artikel &#8220;Mari Kita Bicarakan Album Baru Linkin Park, From Zero&#8221;. Akan tetapi, ternyata banyak yang ingin Penulis dari album tersebut, sehingga rasanya akan menjadi terlalu panjang jika disatukan. Dalam tulisan ini, Penulis akan mengulas setiap lagu yang ada di From Zero yang total [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-album-from-zero-versi-saya/">Tier List Lagu-Lagu di Album &#8220;From Zero&#8221; Versi Saya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Awalnya, Penulis ingin menggabungkan <em>tier list </em>lagu-lagu di album <em>From Zero </em>di artikel &#8220;Mari Kita Bicarakan Album Baru Linkin Park, From Zero&#8221;. Akan tetapi, ternyata banyak yang ingin Penulis dari album tersebut, sehingga rasanya akan menjadi terlalu panjang jika disatukan.</p>



<p>Dalam tulisan ini, Penulis akan mengulas setiap lagu yang ada di <em>From Zero</em> yang total memiliki 11 lagu. Karena sempat mengatakan bahwa lagu-lagu di album ini bisa masuk ke album lama Linkin Park, Penulis juga akan memberi opininya lagu ini layak masuk ke album mana.</p>



<p>Setelah mengulas semua lagunya, Penulis akan membuat <em>tier list </em>dari album ini lalu membandingkannya dengan album lain yang pernah Penulis bahas di artikel &#8220;Tier List Lagu Linkin Park Versi Saya&#8221;.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/keganasan-netizen-barbar-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/keganasan-netizen-barbar-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/keganasan-netizen-barbar-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/keganasan-netizen-barbar-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/keganasan-netizen-barbar.jpg 1280w " alt="Keganasan Netizen Barbar" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/sosial-budaya/keganasan-netizen-barbar/">Keganasan Netizen Barbar</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Mari Kita Bahas Setiap Lagu di Album From Zero</h2>



<p><strong>1. From Zero (Intro) </strong>&#8211; Ini menjadi pembuka album yang berdurasi singkat, seperti lagu &#8220;Foreword&#8221; di album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-meteora/">Meteora</a></em> dan &#8220;Wake&#8221; di album<em> Minutes to Midnight</em>. Detail kecil ini sangat menarik bagi Penulis karena mengembalikan lagi &#8220;tradisi&#8221;lama yang hilang.</p>



<p>Ada semacam <em>choir </em>yang disambung dialog yang sepertinya terjadi antara Mike dan Emily. Inti dari percakapan tersebut adalah Emily yang menanyakan makna dari judul album ini, yang diakhiri dengan “<em>oh, wait, your fir—</em>”</p>



<p>Pemotongan ini menjadi semacam <em>easter egg </em>yang menarik, karena dipotong begitu saja dan langsung berlanjut ke lagu selanjutnya. Jika bisa menebak, kemungkinan Emily akan berkata&#8221;<em>oh, wait, your first band name is Xero, right?</em>&#8220;</p>



<p>Oleh karena itu, menurut Penulis intro ini sangat cocok untuk masuk ke album <em>Meteora</em>.</p>



<p><strong>2. The Emptiness Machine</strong> &#8211; Ini adalah single pertama yang dirilis Linkin Park untuk memperkenalkan Emily. Ketika pertama kali mendengarkan, Penulis langsung merasa kalau lagu ini &#8220;Linkin Park banget&#8221; sebelum era album <em>One More Light</em>.</p>



<p>Penulis sudah pernah membahas lagu ini cukup panjang pada artikel <a href="https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/">&#8220;Menatap Era Baru Linkin Park Bersama Emily Armstrong&#8221;</a>, sehingga Penulis tidak akan banyak membahas lagu ini di sini.</p>



<p>Sebelumnya, Penulis pernah mengatakan kalau lagu ini cocok untuk masuk ke album <em>The Hunting Party</em>. Namun, setelah didengarkan berkali-kali, rasanya &#8220;The Emptiness Machine&#8221; lebih cocok untuk masuk ke album <em>Living Things.</em></p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="The Emptiness Machine (Official Music Video) - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/SRXH9AbT280?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><strong>3. Cut the Bridge</strong> &#8211; Begitu mendengar lagu ini, entah mengapa bagian intronya membuat Penulis teringat akan lagu &#8220;Arjuna&#8221; dari <a href="https://whathefan.com/musik/maskulinitas-pada-musik-dewa/">Dewa 19</a>. Namun, sebenarnya ada beberapa <em>beat </em>di bagian intro yang membuat lagu ini terdengar seperti &#8220;Bleed It Out&#8221;.</p>



<p>Walaupun begitu, lagu ini bisa dibilang menjadi salah satu yang kurang cocok dengan selera Penulis dan gagal masuk ke dalam &#8220;Liked Music&#8221; di YouTube Music. Jika disuruh memilih, lagu &#8220;Cut the Bridge&#8221; sangat cocok untuk dimasukkan ke dalam album <em>Minutes to Midnight</em>.</p>



<p><strong>4. Heavy is the Crown</strong> &#8211; Setelah mendengarkan keseluruhan album, Penulis tetap menganggap kalau lagu &#8220;Heavy is the Crown&#8221; adalah lagu terbaik dari album <em>From Zero</em>. Apalagi setelah menonton penampilan lagu ini di pembukaan Worlds 2024, <em>beuh</em>, mantap betul.</p>



<p>Lagu ini punya paket komplit dan memiliki nuansa seperti lagu &#8220;Faint&#8221;, mulai dari <em>rap </em>Mike seperti era awal-awal Linkin Park, bagian <em>reff </em>yang <em>catchy</em>, musik <em>rock</em> yang kental, scream belasan detik dari Emily yang membuat Penulis teringat lagu <em>Given Up</em> dari <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-minutes-to-midnight/">Minutes to Midnight</a></em>.</p>



<p>Penulis merasa kalau lagu ini agak sulit untuk dimasukkan ke dalam album Linkin Park mana pun karena walaupun memiliki formula klasik Linkin Park, lagu ini punya warnanya sendiri. Jika harus memilih, <em>Meteora</em> adalah album yang paling cocok untuk album ini.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Linkin Park - Heavy Is The Crown | Worlds 2024 Finals Opening Ceremony Presented by Mastercard" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/R8OqqaBwcl8?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><strong>5. Over Each Other</strong> &#8211; Ini adalah lagu pertama dan satu-satunya yang hanya menampilkan vokal Emily. Selain itu, lagu ini juga terasa paling pop dibandingkan dengan lagu lainnya yang ada di album ini.</p>



<p>Awal mendengarkan, Penulis merasa agak aneh dengan lagu ini. Mungkin karena memang belum terbiasa saja dengan vokal Emily. Namun, lama kelamaan Penulis bisa menikmati lagu ini walaupun tak sampai memasukkannya ke dalam &#8220;Liked Music&#8221; untuk saat ini.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis merasa kalau lagu ini sangat cocok dengan tema dari album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-one-more-light/">One More Light</a> </em>yang menjadi album paling pop dari Linkin Park.</p>



<p><strong>6. Casualty</strong> &#8211; Begitu mendengarkan lagu ini, Penulis langsung merasa kalau album ini harus masuk ke dalam album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-the-hunting-party/">The Hunting Party</a></em> karena terdengar sangat rusuh. Penulis langsung teringat lagu &#8220;Keys to the Kingdom&#8221; ditambah &#8220;QWERTY&#8221;.</p>



<p>Satu hal yang menarik dari lagu ini adalah vokal Mike, yang biasanya terdengar kalem dan menenangkan, berubah menjadi garang dan keras seolah Mike sedang marah-marah. Namun, hal itu cocok dengan lagunya yang terdengar seperti lagu <em>punk rock old school</em>.</p>



<p>&#8220;Casualty&#8221; menjadi satu lagu yang nempel di telinga Penulis karena &#8220;rusuhnya&#8221; dan membuat ingin Penulis terus melakukan <em>headbang</em>. Lagu-lagu rusuh seperti inilah yang sering Penulis rindukan dari Linkin Park, dan hal tersebut akhirnya bisa Penulis dapatkan sekarang.</p>



<p><strong>7. Overflow</strong> &#8211; Selain &#8220;Cut the Bridge&#8221;, lagu &#8220;Overflow&#8221; adalah salah satu lagu lainnya yang kurang nyantol di telinga Penulis. Dibandingkan lagu-lagu lain, lagu ini terasa paling eksperimental dan punya kesan <em>hip-hop</em> yang cukup kental.</p>



<p>Di bagian awal lagu, ada bagian yang membuat Penulis teringat lagu &#8220;PPR:KUT&#8221; alias &#8220;Papercut&#8221; versi album Reanimation. Dengan berbagai ulasan tersebut, Penulis menganggap kalau lagu ini cocok untuk dimasukkan ke dalam album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-a-thousand-suns/">A Thousand Suns</a></em>.</p>



<p><strong>8. Two Faced</strong> &#8211; Lagu ini merupakan <em>single</em> keempat yang dirilis Linkin Park jelang rilis album penuhnya. Saat mendengarkan pertama kali, lagu ini terdengar seperti lagu-lagu <em>pre-demo </em>Linkin Park sebelum debut.</p>



<p>Selain itu, <em>scream </em>yang dilakukan oleh Emily juga terkesan ngawur dan agak urak-urakan. Namun, setelah didengarkan berkali-kali, Penulis akhirnya bisa menikmati lagu ini. Apalagi, banyak yang berpendapat kalau lagu ini merupakan &#8220;One Step Closer 2.0&#8221;.</p>



<p>Apa yang Penulis suka dari lagu ini adalah adanya <em>guitar riff </em>yang berat, seperti yang bisa kita dengarkan dari lagu-lagu seperti &#8220;QWERTY&#8221; dan &#8220;Don&#8217;t Stay&#8221;. Elemen ini adalah salah satu hal yang Penulis sukai dari Linkin Park, dan rasanya sudah lama absen.</p>



<p>Tak hanya itu, salah satu elemen lain yang membuat Penulis menyukai lagu ini adalah kembalinya teknis <em>scratch </em>alias <em>ceket-ceket </em>solo dari Mr. Hahn. Terakhir kali Penulis mendengarkan ini adalah di album <em>A Thousand Suns </em>melalui lagu &#8220;Wretches and Kings&#8221;. </p>



<p>Oleh karena itu, lagu ini bisa disebut terdengar seperti lagu-lagu klasik Linkin Park, genre yang membuat Linkin Park menjadi begitu populer. Lagu &#8220;Two Faced&#8221; sangat cocok untuk masuk ke dalam album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-hybrid-theory/">Hybrid Theory</a></em>.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Two Faced (Official Music Video) - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/kivUsDGWojU?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><strong>9. Stained </strong>&#8211; Biasanya, Penulis kurang menyukai lagu Linkin Park yang terlalu <em>slow</em>. Namun, &#8220;Stained&#8221; bisa menjadi pengecualian karena Penulis menyukainya. Penulis merasa kalau lagu ini cocok untuk masuk ke dalam album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-living-things/">Living Things</a></em> atau <em>One More Light</em>.</p>



<p>Selain itu, Penulis entah mengapa merasa kalau lagu ini terasa seperti lagu-lagu dari Avril Lavigne, terutama dari album <em>Avril Lavigne</em> yang rilis tahun 2013 silam. Karena itu juga lagu ini terdengar seperti lagu lama, bukan lagu yang dirilis di tahun 2024. </p>



<p><strong>10. IGYEIH</strong> &#8211; Sejak daftar lagu <em>From Zero </em>muncul di internet, Penulis sudah penasaran dengan lagu <em>IGYEIH</em>. Penulis sampai harus mencari apa arti dari judul tersebut di Reddit. Ternyata, setelah rilis, judul tersebut merupakan akronim dari <em>I Give You Everything I Have</em>. </p>



<p>Lagu ini juga langsung terdengar asyik ketika pertama kali mendengarkannya. Terkesan rusuh seperti &#8220;Casualty&#8221; dengan lirik yang <em>related </em>dengan Penulis. Ini juga menjadi lagu keras terakhir di album ini setelah &#8220;Heavy is the Crown&#8221;, &#8220;Casualty&#8221;, dan &#8220;Two Faced&#8221;.</p>



<p>Karena kerusuhannya tersebut, Penulis merasa kalau album ini cocok untuk menemani lagu &#8220;Casualty&#8221; di album <em>The Hunting Party</em>.</p>



<p><strong>11. Good Things Go</strong> &#8211; Sebagai lagu penutup album, &#8220;Good Things Go&#8221; terasa pas sebagai penutup. Apalagi, lagu ini juga nyambung dengan lagu pertama di album ini, sehingga efek <em>looping</em>-nya terasa.</p>



<p>Banyak yang menanggap kalau lagu ini menjadi lagu &#8220;terindah&#8221; dari album ini, baik dari komposisi musiknya maupun liriknya.  Penulis merasa kalau lagu ini akan sangat cocok untuk masuk ke album <em>One More Light</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Tier List Album From Zero</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/review-album-from-zero-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8076" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/review-album-from-zero-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/review-album-from-zero-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/review-album-from-zero-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/review-album-from-zero-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Berdasarkan ulasan di atas dan pengalaman mendengar Penulis selama ini, inilah<em> tier list </em>kesebelas lagu yang ada di album <em>From Zero </em>versi Penulis:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>S: &#8211;</li>



<li>A: The Emptiness Machine, Heavy is the Crown</li>



<li>B: Casualty, Two-Faced, Stained, IGYHEIH, Good Things Go</li>



<li>C: Cut the Bridge, Over Each Other, Overflow</li>



<li>D: From Zero (Intro)</li>



<li>E: &#8211;</li>
</ul>



<p>Dari <em>tier list </em>tersebut, mari kita hitung berapa skor dari album <em>From Zero</em> dengan hitungan yang sama dengan sebelumnya (Tier S = 5, Tier A = 4, &#8230;, Tier E=0). Dengan susunan di atas, maka kita akan mendapatkan skor <strong>30</strong> dengan rata-rata <strong>2,73</strong>.</p>



<p>Inilah posisi<em> From Zero j</em>ika dibandingkan dengan album Linkin Park lainnya:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Meteora&nbsp;</strong>– Bobot Akhir: 42 (Rata-Rata: 3,23)</li>



<li><strong>From Zero</strong> &#8211; Bobot Akhir: 30 (Rata-Rata: 2,73)</li>



<li><strong>Hybrid Theory</strong>&nbsp;– Bobot Akhir: 30 (Rata-Rata: 2,5)</li>



<li><strong>Living Things&nbsp;</strong>– Bobot Akhir: 29 (Rata-Rata:2,42)</li>



<li><strong>One More Light</strong>&nbsp;– Bobot Akhir: 22 (Rata-Rata: 2,2)</li>



<li><strong>Minutes to Midnight</strong>&nbsp;– Bobot Akhir: 26 (Rata-Rata: 2,17)</li>



<li><strong>The Hunting Party</strong>&nbsp;– Bobot Akhir: 23 (Rata-Rata: 1,92)</li>



<li><strong>A Thousand Suns</strong>&nbsp;– Bobot Akhir: 27 (Rata-Rata: 1,8)</li>
</ol>



<p>Ya, Penulis sendiri terkejut album ini bisa berada di ata <em>Hybrid Theory </em>dan hanya kalah dari Meteora yang memang menjadi album favorit Penulis sepanjang masa. Namun, memang Penulis bisa menikmati semua lagu yang ada di album ini, sehingga rasanya wajar bisa mendapatkan skor setinggi itu.</p>



<p>Untuk beberapa waktu ke depan, Penulis akan terus mengulang album <em>From Zero</em>, terutama ketika sedang lari pagi dan bekerja. K-Pop, untuk sementara waktu rasanya harus minggir dulu meskipun <a href="https://whathefan.com/musik/i-am-ive/">IVE</a> baru merilis <em>single</em> baru yang sangat <em>catchy</em> hasil kolaborasi dengan David Guetta.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 16 November 2024, terinspirasi setelah mendengarkan semua lagu di album <em>From Zero </em>berkali-kali</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://music.apple.com/id/album/from-zero/1766137049?l=id">Apple Music</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-album-from-zero-versi-saya/">Tier List Lagu-Lagu di Album &#8220;From Zero&#8221; Versi Saya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-album-from-zero-versi-saya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mari Kita Bicarakan Album Baru Linkin Park, From Zero</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/mari-kita-bicarakan-album-baru-linkin-park-from-zero/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/mari-kita-bicarakan-album-baru-linkin-park-from-zero/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Nov 2024 16:09:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[From Zero]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[rock]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8061</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hari ini adalah hari paling membahagiakan bagi fans Linkin Park. Bagaimana tidak, setelah tujuh tahun, akhirnya Linkin Park merilis album baru berjudul From Zero. Ini adalah album perdana bersama anggota baru, yakni Emily Armstrong dan Colin Brittain. Sebelum merilis album ini, Linkin Park sudah merilis empat single dalam waktu yang cukup berdekatan, yakni &#8220;The Emptiness [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/mari-kita-bicarakan-album-baru-linkin-park-from-zero/">Mari Kita Bicarakan Album Baru Linkin Park, From Zero</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Hari ini adalah hari paling membahagiakan bagi <em>fans </em>Linkin Park. Bagaimana tidak, setelah tujuh tahun, akhirnya Linkin Park merilis album baru berjudul <em><strong>From Zero</strong></em>. Ini adalah <a href="https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/">album perdana bersama anggota baru</a>, yakni Emily Armstrong dan Colin Brittain.</p>



<p>Sebelum merilis album ini, Linkin Park sudah merilis empat <em>single </em>dalam waktu yang cukup berdekatan, yakni &#8220;The Emptiness Machine&#8221;, &#8220;Heavy is the Crown&#8221;, &#8220;Over Each Other&#8221;, dan &#8220;Two Faced&#8221;.</p>



<p>Secara keseluruhan, Penulis bisa menikmati keempat <em>single </em>tersebut, terutama dua judul pertama. Oleh karena itu, Penulis tak sabar untuk mendengarkan tujuh lagu lainnya yang ada di dalam lagu <em>From Zero</em>.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/sebuah-rindu-yang-hanya-milikmu-seorang-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/sebuah-rindu-yang-hanya-milikmu-seorang-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/sebuah-rindu-yang-hanya-milikmu-seorang-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/sebuah-rindu-yang-hanya-milikmu-seorang-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/sebuah-rindu-yang-hanya-milikmu-seorang-banner.jpg 1280w " alt="Ketika Rindu Hanya Milikmu Seorang" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/sajak/ketika-rindu-hanya-milikmu-seorang/">Ketika Rindu Hanya Milikmu Seorang</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">First Impression Saya Mendengarkan From Zero</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/review-album-from-zero-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8070" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/review-album-from-zero-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/review-album-from-zero-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/review-album-from-zero-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/review-album-from-zero.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Cover Album From Zero (<a href="https://music.apple.com/id/album/from-zero/1766137049?l=id">Apple Music</a>)</figcaption></figure>



<p>Sejak pagi, Penulis sudah dihubungi oleh temannya yang sesama penggemar Linkin Park untuk mendiskusikan album ini. Namun, Penulis baru mulai mendengarkannya siang setelah Sholat Jumat dan terus mengulangnya hingga menulis artikel ini. Berikut adalah daftar lagu di album <em>From Zero</em>:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>From Zero (Intro)</li>



<li>The Emptiness Machine</li>



<li>Cut the Bridge</li>



<li>Heavy is the Crown</li>



<li>Over Each Other</li>



<li>Casualty</li>



<li>Overflow</li>



<li>Two Faced</li>



<li>Stained</li>



<li>IGYEIH</li>



<li>Good Things Go</li>
</ol>



<p>Saat mendengarkannya pertama kali, Penulis merasa kalau album ini terasa &#8220;kompilasi&#8221; dari ketujuh album Linkin Park sebelumnya bersama Chester. Jika disebar, semua lagu yang ada di album ini bisa dengan mudah masuk ke dalam album-album lama Linkin Park.</p>



<p>Menurut Penulis, album ini merupakan<strong> kombinasi antara &#8220;The Old LP&#8221; dan &#8220;The New LP&#8221;.</strong> Mereka berusaha mempertahankan identitas mereka, tapi tetap menyesuaikan diri dengan zaman. Apalagi, mereka hadir dengan vokalis baru dengan jenis vokal yang berbeda.</p>



<p>Hal kecil lain yang menarik dari album ini adalah <strong>kembalinya efek &#8220;bersambung&#8221; </strong>dari tiap lagunya. Efek ini sempat hilang di album<em> <a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-one-more-light/">One More Light</a></em>, sehingga Penulis merasa senang ketika mendengar ada beberapa lagu yang saling bersambung, apalagi tiga lagu terakhirnya.</p>



<p>Sebagai tambahan, menurut teman Penulis album ini terasa &#8220;<em>not depressing</em>&#8220;, berbeda dengan beberapa tema lagu lama Linkin Park. Album ini seolah menjadi katarsis Mike setelah merilis album <em>Post Traumatic</em> beberapa tahun lalu.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pamer Kemampuan Vokal Emily</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/emily-armstrong-vokal-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8069" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/emily-armstrong-vokal-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/emily-armstrong-vokal-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/emily-armstrong-vokal-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/emily-armstrong-vokal.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Emily Armstrong (<a href="https://www.standard.co.uk/culture/music/emily-armstrong-linkin-park-singer-b1180471.html">Evening Standard</a>)</figcaption></figure>



<p>Sejak rilisnya lagu &#8220;The Emptiness Machine&#8221;, kita secara bertahap diperkenalkan dengan vokal Emily. Jika lagu tersebut adalah perkenalan, maka &#8220;Heavy is the Crown&#8221; adalah pertunjukkan kalau Emily adalah seorang <em>rockstar</em> yang mampu melakukan <em>scream</em> panjang.</p>



<p>Selanjutnya di &#8220;Over Each Other&#8221;, kita diperdengarkan vokal Emily menyanyi lagu <em>pop-rock </em>yang lebih <em>slow</em> . Di &#8220;Two Faced&#8221;, kita kembali mendengar bagaimana Emily <em>bengak-bengok</em> dengan keras dan <em>aur-auran</em>.</p>



<p>Nah, berbagai perbedaan itu semakin terasa di album <em>From Zero</em>. <strong>Linkin Park seolah ingin <a href="https://whathefan.com/musik/cara-linkin-park-membiasakan-vokal-emily-kepada-penggemarnya/">pamer kemampuan vokal Emily</a></strong> yang bisa bernyanyi di berbagai genre. Mau nyanyi <em>slow</em>, gas. Mau nyanyi agak pop, boleh. Mau teriak-teriak, hajar.</p>



<p>Kalau mau di-<em>oversimplified</em>, lagu-lagu di album ini bisa dibagi tiga kategori: Soft (S), Neutral (N), dan Hard (H). Seperti inilah pembagiannya versi Penulis (dengan mengecualikan <em>track </em>pertama), yang menariknya ternyata cukup seimbang:</p>



<p>S: Over Each Other, Stained, Good Things Go</p>



<p>N: The Emptiness Machine, Cut the Bridge, Overflow</p>



<p>H: Heavy is the Crown, Casualty, Two Faced, IGYEIH</p>



<p>Penulis sejujurnya sudah semakin terbiasa dengan vokal Emily dan menyukainya. Keputusan Mike dan Linkin Park untuk menunjukkan terbukti merupakan keputusan yang benar sekaligus membuktikan para <em>hater </em>Emily salah.</p>



<p>Apalagi setelah melihat penampilan Emily di pembukaan turnamen Worlds 2024, rasanya ia terus berusaha untuk <em>improve</em> dan membuktikan bahwa ia penerus yang layak dari mendiang Chester.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Versi Baru dari Lagu-Lagu Lama Linkin Park</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Two Faced (Official Music Video) - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/kivUsDGWojU?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Ketika membaca kolom komentar di kanal YouTube Linkin Park, banyak penggemar yang mengaku menangis ketika mendengarkan album ini. Perasaan sentimental tersebut juga hinggap di diri Penulis, karena bagaimanapun ini adalah penantian yang cukup panjang.</p>



<p>Selain itu, ada banyak penggemar yang merasa kalau <strong>lagu-lagu di album ini menjadi versi 2.0 dari lagu lama Linkin Park</strong>. Yang paling sering disebut adalah lagu &#8220;Two Faced&#8221; yang dianggap versi baru dari &#8220;One Step Closer&#8221; dari album <em>Hybrid Theory</em>.</p>



<p>Ada banyak hal yang mengejutkan dari album ini bagi Penulis. Contohnya, di lagu <em>Casualty</em>, kita bisa <strong>mendengarkan <em>rap </em>dari Mike dengan cara yang berbeda</strong>. Selain itu, di beberapa lagu ia juga bisa melakukan <em>rap </em>yang lebih cepat dari biasanya, padahal ia sudah berusia 47 tahun.</p>



<p>Menurut teman Penulis, album ini membuktikan bahwa Mike adalah seorang <em>rapper </em>yang <em>decent</em>, apalagi jika dibandingkan <em>rapper-rapper </em>baru yang menurutnya &#8220;alay&#8221; dengan hit-hit baru yang mungkin tidak cocok untuk telinga milenial.</p>



<p>Contoh lainnya, siapa yang menyangka bisa <strong>mendengar <em>scratch </em>alias <em>ceket-ceket </em>ala Mr. Hahn di tahun 2024</strong>? Padahal, teknik tersebut sudah dianggap <em>jadul</em> sejak bertahun-tahun lalu. Namun, bagi Penulis yang selalu menyukai permainan Mr. Hahn, hal ini menjadi semacam nostalgia sekaligus obat kangen.</p>



<p>Terakhir, Penulis terkejut karena ternyata <strong>hanya &#8220;Over Each Other&#8221; yang menjadi lagu <em>full</em> Emily di album ini</strong>. Selain itu, selalu ada vokal dari Mike, baik nge-<em>rap</em> maupun tidak. Mungkin Linkin Park belum terlalu percaya diri mengeluarkan <em>single</em> full Emily lebih banyak?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Secara keseluruhan, Penulis menganggap kalau <strong><em>From Zero </em>merupakan album <em>comeback</em> yang memuaskan</strong>.  Bisa tetap merasakan Linkin Park yang Penulis kenal sembari mendapatkan sesuatu yang <em>fresh</em> merupakan ha menyenangkan.</p>



<p>Namun, album ini seolah membantah pernyataan Mike dalam satu wawancara kalau mereka <em>start from scratch</em>. Tidak, mereka tidak benar-benar memulai dari nol. Mereka memasukkan apa yang mereka kerjakan selama ini dan memberikan sentuhan baru.</p>



<p>Setelah membahas album ini secara keseluruhan, selanjutnya Penulis akan membahas tiap lagu di dalam album ini satu per satu, lalu membuat tier list-nya. Setelah itu, kira-kira akan ada di posisi mana album<em> From Zero</em> jika dibandingkan album Linkin Park yang lain? </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 15 November 2024, terinspirasi setelah mendengarkan album <em>From Zero</em> yang baru rilis hari ini</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://music.apple.com/id/album/from-zero/1766137049?l=id">Apple Music</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/mari-kita-bicarakan-album-baru-linkin-park-from-zero/">Mari Kita Bicarakan Album Baru Linkin Park, From Zero</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/mari-kita-bicarakan-album-baru-linkin-park-from-zero/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Linkin Park Membiasakan Vokal Emily kepada Penggemarnya</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/cara-linkin-park-membiasakan-vokal-emily-kepada-penggemarnya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/cara-linkin-park-membiasakan-vokal-emily-kepada-penggemarnya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Sep 2024 22:56:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Emily Armstrong]]></category>
		<category><![CDATA[From Zero]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[rap]]></category>
		<category><![CDATA[rock]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7925</guid>

					<description><![CDATA[<p>Linkin Park baru saja merilis single terbaru mereka yang berjudul &#8220;Heavy is the Crown.&#8221; Lagu ini akan menjadi anthem untuk ajang League of Legends World Championship 2024, salah satu turnamen esports terbesar di dunia. Ini adalah lagu kedua yang dirilis oleh Linkin Park setelah mengumumkan comeback dengan personel baru, Sebelumnya, mereka telah merilis lagu &#8220;The [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/cara-linkin-park-membiasakan-vokal-emily-kepada-penggemarnya/">Cara Linkin Park Membiasakan Vokal Emily kepada Penggemarnya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Linkin Park baru saja merilis <em>single </em>terbaru mereka yang berjudul &#8220;<strong>Heavy is the Crown</strong>.&#8221; Lagu ini akan menjadi <em>anthem</em> untuk ajang League of Legends World Championship 2024, salah satu turnamen <em>esports</em> terbesar di dunia.</p>



<p>Ini adalah lagu kedua yang dirilis oleh Linkin Park setelah <a href="https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/">mengumumkan <em>comeback</em> dengan personel baru</a>, Sebelumnya, mereka telah merilis lagu &#8220;The Emptiness Machine.&#8221; Sejujurnya, Penulis sama sekali tidak berekspetasi kalau mereka akan merilis lagu secepat ini.</p>



<p>Ketika mendengarkan kedua lagu ini secara berulang-ulang, Penulis jadi menyadari satu hal. Ini bisa jadi merupakan cara Linkin Park untuk membiasakan vokal Emily Armstorng kepada para pendengar setianya,</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-300x200.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-356x237.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1.jpg 2048w " alt="Chapter 37 Cerita yang Susah untuk Dipercaya" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/leon-dan-kenji-buku-1/chapter-37-cerita-yang-susah-untuk-dipercaya/">Chapter 37 Cerita yang Susah untuk Dipercaya</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Memulai Semua dari Nol</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Mike Shinoda Talks Linkin Park&#039;s Return and His On-Stage Microphone Mishap (Extended)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/siyzPSEnUTo?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Ketika menjadi bintang tamu di acara <em>The Tonight Show</em> <em>Starring Jimmy Fallon</em>, Mike Shinoda bercerita mengenai alasan penamaan album <em><strong>From Zero</strong></em>, yang akan menjadi album pertama Linkin Park dengan personel baru. </p>



<p>Menurutnya, ada dua alasan dari penamaan tersebut. Pertama, karena <strong>nama <em>band</em>-nya sebelum menjadi Linkin Park adalah Xero</strong>, yang jika diucapkan akan terdengar seperti kata <em>zero</em> dengan huruf x di depannya.</p>



<p>Alasan kedua, adalah karena nama tersebut menggambarkan <strong>posisi Linkin Park saat ini yang ingin memulai semuanya dari nol</strong>, memulai semunya dari kanvas kosong. Ucapannya ini mungkin bisa tidak diterima, mengingat sejatinya Linkin Park tidak benar-benar memulai lagi dari nol karena telah memiliki nama besar di industri musik.</p>



<p>Namun, di sisi lain, melakukan <em>comeback</em> dengan vokalis baru jelas bukan hal yang mudah untuk sebuah <em>band</em>, apalagi jika vokalis lamanya sudah terlalu melekat. Seperti yang kita tahu, masih <a href="http://Musik2 minggu agoVokal Chester Bennington Ternyata Memang Seistimewa ItuTelah satu minggu berlalu sejak Linkin Park mengumumkan vokalis baru yang menjadi penerus dari Chester Bennington. Sejak itu, penggemar terbagi menjadi dua kubu, antara yang menerima...">banyak penggemar yang belum terima posisi Chester digantikan oleh Emily</a>.</p>



<p>Oleh karena itu, bisa dipahami juga kalau Mike mengatakan hal tersebut dan sah-sah saja. Apalagi, seperti yang sudah pernah Penulis bahas sebelumnya, Chester dan Emily memiliki tipe vokal yang berbeda, sehingga musik-musik Linkin Park ke depannya pun rasanya akan menyesuaikan dengan tipe vokal Emily.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana Suara Emily Mulai Terbiasa di Telinga </h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Heavy Is The Crown ft. Linkin Park (Official Music Video) | League of Legends Worlds 2024 Anthem" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/5FrhtahQiRc?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Sejak debut, Linkin Park dikenal dengan konsep uniknya yang menggabungkan unsur hip-hop, <em>rock</em>, dan elektronik. Mike kerap ikut bernyanyi untuk mengisi lirik <em>rap </em>dan Chester akan bernyanyi di bagian <em>reff</em>. Namun, tak jarang lagu-lagu Linkin Park hanya memperdengarkan suara Chester.</p>



<p>Pada <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/">dua <em>single </em>pertama mereka</a> dari album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-hybrid-theory/">Hybrid Theory</a></em>, &#8220;One Step Closer&#8221; dan &#8220;Crawling,&#8221; <em>part </em>Mike sangat sedikit sekali dan sangat menonjolkan vokal Chester. Baru di lagu &#8220;Papercut&#8221; dan &#8220;In the End&#8221; kita bisa mendengar Mike nge-<em>rap</em> dengan cukup panjang. </p>



<p>Nah, cara tersebut dibalik ketika Linkin Park merilis dua <em>single </em>terbaru mereka dari album <em>From Zero</em>, &#8220;The Emptiness Machine&#8221; dan &#8220;Heavy is the Crown.&#8221; Alih-alih langsung merilis lagu yang dominan suara Emily, mereka memutuskan untuk <strong>merilis lagu yang dominan suara Mike</strong>.</p>



<p>Hal ini, menurut Penulis, merupakan langkah cerdik mereka untuk <strong>membiasakan pendengarnya dengan suara Emily </strong>secara setahap demi setahap. Jika langsung merilis lagu yang menonjolkan suara Emily, bisa-bisa pendengar ogah mendengarkannya.</p>



<p>Di lagu &#8220;The Emptiness Machine,&#8221; Mike bahkan bernyanyi hampir 3/4 lagu, di mana <em>reff </em>pertama ia nyanyikan sendiri. Di konser perdana setelah mereka <em>comeback</em> kemarin, kita bisa melihat kalau Emily baru muncul di atas panggung ketika lagu telah berjalan setengah.</p>



<p>Nah, di lagu terbaru mereka, &#8220;Heavy is the Crown,&#8221; mereka menggunakan &#8220;formula klasik&#8221; yang mirip dengan awal-awal Linkin Park di awal tahun 2000-an. Mike nge-<em>rap</em>, lalu Emily mengisi bagian <em>reff</em> dan <em>bridging</em> menuju <em>reff</em> terakhir.</p>



<p>Selain itu, lagu tersebut juga menarik karena Emily melakukan <em>screaming</em> cukup panjang, yang tentu saja akan mengingatkan <em>screaming </em>yang dilakukan oleh Chester pada lagu &#8220;Given Up&#8221; dari album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-minutes-to-midnight/">Minutes to Midnight</a></em>.</p>



<p>Dari sisi musikalitas, <strong>Linkin Park tidak melakukan eksperimen yang aneh-aneh</strong> seperti yang mereka lakukan pada album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-one-more-light/">One More Light</a></em>. Seandainya mereka mengeluarkan lagu pop seperti album tersebut, bisa-bisa penggemar tak akan tertarik untuk mendengarkan mereka lagi.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis merasa senang ketika Linkin Park kembali ke jati diri mereka sebagai <em>rock band</em>. Walau di atas mengatakan kalau mereka menggunakan formula klasik, menurut Penulis lagu-lagu baru mereka setipe dengan lagu-lagu di album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-the-hunting-party/">The Hunting Party</a></em>.</p>



<p>Mungkin, keputusan ini juga diambil agar sejalan dengan tema <em>From Zero</em>, yang juga bisa dimaknai kembali ke akar. Linkin Park bersama Emily ingin kembali ke akar mereka sebagai salah satu <em>rock band </em>terbesar di dunia.</p>



<p>Sebagai penutup, Penulis mendapatkan bocoran daftar lagu yang akan ada di album From Zero dari platform Apple Music. Penulis yakin, akan ada lagu yang hanya memperdengarkan vokal Emily saja tanpa ada suara Mike. Berikut daftar lagunya:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>From Zero (Intro)</li>



<li>The Emptiness Machine</li>



<li>Cut the Bridge</li>



<li>Over Each Other</li>



<li>Casualty</li>



<li>Overflow</li>



<li>Two Faced</li>



<li>Stained</li>



<li>IGYEIH</li>



<li>Good Things Go</li>
</ol>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 26 September 2024, terinspirasi setelah mendengarkan single terbaru dari Linkin Park, &#8220;Heavy is the Crown&#8221;</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://loudwire.com/linkin-park-new-singer-emily-armstrong-facts/">Loudwire</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/cara-linkin-park-membiasakan-vokal-emily-kepada-penggemarnya/">Cara Linkin Park Membiasakan Vokal Emily kepada Penggemarnya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/cara-linkin-park-membiasakan-vokal-emily-kepada-penggemarnya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
