<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>gen x swi Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/gen-x-swi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/gen-x-swi/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Jul 2024 11:30:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>gen x swi Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/gen-x-swi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>SWI Mengajar 2.0</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/swi-mengajar-2-0/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/swi-mengajar-2-0/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2020 12:00:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[proker]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[SWI Mengajar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4148</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam beberapa tulisan, Penulis menyebutkan salah satu passion-nya adalah mengajar. Karena itulah Penulis pernah berburu beasiswa S2 ke luar negeri agar bisa menjadi seorang dosen. Selain itu ketika masih menjadi ketua Karang Taruna, Penulis memiliki program kerja (proker) bernama SWI Mengajar yang namanya memang terinspirasi dari Indonesia Mengajar. Di bawah kepengurusan yang baru, proker ini [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/swi-mengajar-2-0/">SWI Mengajar 2.0</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dalam beberapa tulisan, Penulis menyebutkan salah satu <em>passion-</em>nya adalah mengajar. Karena itulah Penulis pernah <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-mengejar-beasiswa-dan-gagal-empat-kali/">berburu beasiswa</a> S2 ke luar negeri agar bisa menjadi seorang dosen.</p>



<p>Selain itu ketika masih menjadi ketua Karang Taruna, Penulis memiliki program kerja (proker) bernama <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/swi-mengajar/"><strong>SWI Mengajar</strong></a> yang namanya memang terinspirasi dari Indonesia Mengajar.</p>



<p>Di bawah kepengurusan yang baru, proker ini sempat terhenti karena beberapa alasan. Nah, mumpung sedang berada di Malang untuk jangka waktu yang belum ditentukan, Penulis mengusulkan <strong>SWI Mengajar 2.0</strong>. Apa itu?</p>



<h3>Konsep SWI Mengajar 2.0</h3>
<div id="attachment_4155" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4155" class="size-large wp-image-4155" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4155" class="wp-caption-text">SWI Mengajar 1.0</p></div>



<p>Pada SWI Mengajar edisi lama, anggota akan berkumpul di satu tempat untuk <strong>mengerjakan tugasnya masing-masing</strong>. Nanti akan ada anggota yang saling membantu.</p>



<p>Untuk yang tidak memiliki tugas, biasanya Penulis akan <strong>mengajar</strong> <strong>Bahasa Inggris</strong>. Walaupun tidak punya sertifikasi, setidaknya Penulis pernah belajar di Kampung Inggris.</p>



<p>Nah, di SWI Mengajar 2.0 ini konsepnya sedikit berbeda. Anggota tidak lagi membawa tugas sekolahnya, melainkan <strong>mempelajari sesuatu yang tidak diajarkan di sekolah</strong>.</p>



<p>Di sini, anggota divisi internal Karang Taruna akan mengusulkan ide-ide materi. Nanti usulan-usulan ini akan diberikan kepada Penulis (dan satu rekannya) sebagai &#8220;tutor&#8221; agar dipilih untuk menjadi topik minggu ini.</p>



<p>Pelaksanaannya sendiri setiap hari Rabu, dua minggu sekali. Kenapa tidak setiap minggu? Takutnya anggota akan menjadi cepat bosan dan ujung-ujungnya pesertanya menjadi sedikit.</p>



<h3>Materi-Materi yang Sudah Diajarkan</h3>



<p>Sampai saat ini, sudah ada 3 pertemuan SWI Mengajar 2.0, yakni <strong>Public Speaking</strong>, <strong>Microsoft Word dan Penggunaan Font</strong>, serta<strong> Microsoft Excel</strong>.</p>



<p>Jumlah anggota yang ikut pun lumayan banyak, termasuk anggota <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/karang-taruna-junior/">Karang Taruna Junior</a> yang sedang dipersiapkan menjadi anggota penerus kakak-kakaknya.</p>



<p>Selain itu, ada hari spesial di mana Penulis membuat semacam kuis edukasi. Untuk edisi pertama, Penulis mengangkat tema geografi.</p>
<h3>Game Edukasi</h3>
<div id="attachment_4157" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4157" class="size-large wp-image-4157" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-2-1024x538.png" alt="" width="800" height="420" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-2-1024x538.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-2-300x158.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-2-768x403.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-2-390x205.png 390w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-2.png 1200w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4157" class="wp-caption-text">Jimmy Kimmel Live! (via <a href="https://www.boredpanda.com/americans-answer-can-you-name-country-jimmy-kimmel/">Bored Panda</a>)</p></div>



<p>Pemilihan topik ini terinspirasi dari acara talkshownya Jimmy Kimmel, di mana warga Amerika Serikat dipilih secara acak untuk ditunjukkan sebuah peta buta dunia. Mereka harus bisa menunjuk suatu negara secara bebas.</p>



<p>Hasilnya? Banyak di antara mereka yang <strong>gagal menunjukkan satu negara pun!</strong> Tidak ingin ini terjadi kepada adik-adiknya, Penulis pun ingin memberikan edukasi umum terhadap topik ini.</p>



<p>Game dimainkan secara tim dan dibagi menjadi <strong>dua babak</strong>. Tim yang mengumpulkan poin tertinggi akan keluar menjadi pemenang.</p>



<p>Babak pertama adalah <strong>pertanyaan-pertanyaan seputar Geografi</strong> yang dibagi menjadi 3 level, yakni <em>easy</em>, <em>medium</em>, dan <em>hard</em>. Semakin susah, semakin besar nilai yang akan didapatkan.</p>
<div id="attachment_4156" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4156" class="size-large wp-image-4156" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-3-1024x577.jpg" alt="" width="800" height="451" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-3-1024x577.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-3-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-3-768x433.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-3.jpg 1429w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4156" class="wp-caption-text">Tampilan Game Babak Kedua</p></div>



<p>Babak kedua, di layar proyektor akan muncul <strong>25 kotak yang dibagi menjadi 5 kolom</strong>. Setiap kolom mewakili benua yang ada di dunia. Masing-masing kolom juga menunjukkan angka 10, 20, 30, 40, 50.</p>



<p>Di balik kotak tersebut terdapat negara dalam bentuk peta buta beserta pilihan jawabannya. Angka yang ada di kotak menunjukkan tingkat kesulitan. Semakin tinggi, semakin susah.</p>



<p>Tim dengan poin tertinggi di babak pertama berhak memilih duluan secara bebas. Jika bisa menebak dengan benar, tim akan mendapatkan angka yang tertera di kotak. Jika salah, poin tim akan dikurangi 10.</p>
<div id="attachment_4158" style="width: 910px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4158" class="size-full wp-image-4158" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-4.png" alt="" width="900" height="700" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-4.png 900w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-4-300x233.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-4-768x597.png 768w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /><p id="caption-attachment-4158" class="wp-caption-text">Contoh Bentuk Negara yang Harus Ditebak</p></div>



<p>Karena tim berjumlah 3, maka pertanyaan terakhir (ke-25) menjadi rebutan. Siapapun boleh mempertaruhkan poin yang sudah dikumpulkan. Tim yang mempertaruhkan nilai paling tinggilah yang akan mendapatkan kesempatan untuk menjawab.</p>



<p>Jika benar, poin yang dipertaruhkan akan ditambahkan, sedangkan jika salah poin akan dikurangi. Karena sistem ini, tim yang awalnya berada di peringkat terakhir berhasil memenangkan kuis ini karena keberaniannya mempertaruhkan semua poinnya.</p>
<p>Setelah game, ada semacam selebrasi kecil-kecilan dan masing-masing tim mendapatkan hadiah yang nilainya tidak seberapa. </p>



<h3>Penutup</h3>



<p>Salah satu amal jariyah dalam Islam adalah <strong>ilmu yang bermanfaat</strong>. Karena itulah Penulis sangat senang jika bisa berbagi ilmunya kepada siapapun.</p>



<p>SWI Mengajar 2.0 ini adalah wadah untuk Penulis berbagi ilmunya. Pengemasannya harus menarik agar tidak membosankan. Topik yang dihadirkan pun harus bervariasi.</p>
<p>Selama Penulis di Malang, semoga proker ini bisa terus terlaksana secara rutin dan bisa bermanfaat untuk adik-adik Karang Tarunanya.</p>



<p>&nbsp;</p>



<p>&nbsp;</p>



<p>Lawang, 26 November 2020, terinspirasi dari proker SWI Mengajar 2.0 yang tengah dijalankan</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/swi-mengajar-2-0/">SWI Mengajar 2.0</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/swi-mengajar-2-0/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Milenial Peduli Sekitar (MILITAR)</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/milenial-peduli-sekitar-militar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2020 22:21:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[Corona]]></category>
		<category><![CDATA[donasi]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[Militar]]></category>
		<category><![CDATA[peduli]]></category>
		<category><![CDATA[sumbangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3788</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dampak dari Pandemi Corona ternyata sangat hebat. Selain jumlah korban yang selalu bertambah, ekonomi dunia pun terguncang dengan hebatnya. Indonesia menjadi salah satunya. Kita, yang awalnya terkesan meremehkan, ternyata jadi kelimpungan setengah mati. Semua kalangan terkena dampaknya, mulai dari pekerja harian hingga pengusaha. Lantas, apa yang bisa kita lakukan? Kita bisa melakukan apapun sesuai dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/milenial-peduli-sekitar-militar/">Milenial Peduli Sekitar (MILITAR)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dampak dari Pandemi Corona ternyata sangat hebat. Selain jumlah korban yang selalu bertambah, <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/corona-dan-dampak-sosial-ekonominya/">ekonomi dunia pun terguncang</a> dengan hebatnya. Indonesia menjadi salah satunya.</p>
<p>Kita, yang awalnya terkesan meremehkan, ternyata jadi kelimpungan setengah mati. Semua kalangan terkena dampaknya, mulai dari pekerja harian hingga pengusaha.</p>
<p>Lantas, apa yang bisa kita lakukan? <strong>Kita bisa melakukan apapun sesuai dengan kapasitas kita</strong>. Yang punya rezeki berlebih bisa menyumbang, yang bekerja di bidang medis menjadi garda terdepan, yang bisanya cuma rebahan ya enggak apa-apa walau agak keterlaluan.</p>
<p>Contohnya adalah <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/kelahiran-gen-x-swi/">Karang Taruna di tempat Penulis</a>. Mereka memiliki inisiatif untuk membentuk gerakan pengumpulan donasi yang nantinya disalurkan kepada orang-orang yang membutuhkan.</p>
<h3>Awal Mula Gerakan</h3>
<p>Ide ini datang dari salah satu anggota senior Karang Taruna. Usul ini disanggupi dan mereka sangat antusias untuk merealisasikannya. Maka, dibentuklah kepanitiaan kecil dengan seksi-seksinya yang dibutuhkan.</p>
<p>Penulis sendiri sekarang berposisi sebagai penasihat, sehingga hanya bisa memberikan masukan-masukan dari jauh. Yang jelas, Penulis merasa kalau niat baik ini harus didukung.</p>
<p>Omong-omong soal niat, gerakan ini tidak hanya sekadar mengumpulkan donasi dan menyalurkannya kepada yang membutuhkan.</p>
<p>Gerakan ini juga memiliki tujuan <strong>menggerakkan milenial lain untuk melakukan sesuatu </strong>di tengah pandemi ini, bukan sekadar mengeluh bosan di rumah karena tidak bisa ke mana-mana.</p>
<p>Bukan berarti kami sok merasa paling hebat dan merendahkan milenial lain. Tidak seperti itu. Penulis yakin masih banyak milenial lain yang memiliki gerakan serupa, bahkan lebih hebat lagi.</p>
<p>Kami hanya berusaha melakukan apa yang bisa dilakukan untuk membantu sesama di tengah pandemi ini.</p>
<h3>Eksekusi</h3>
<p><div id="attachment_3792" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3792" class="wp-image-3792 size-large" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/milenial-peduli-sekitar-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/milenial-peduli-sekitar-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/milenial-peduli-sekitar-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/milenial-peduli-sekitar-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/milenial-peduli-sekitar-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3792" class="wp-caption-text">Survei Langsung (<a href="https://www.instagram.com/phill_tc/">Phillip TC</a>)</p></div></p>
<p>Setelah kepanitiaan terbentuk, mulailah mereka membuat susunan acara agar bisa segera dilaksanakan. Rapat dilakukan secara virtual (menggunakan Google Meet karena isu negatif yang didapat Zoom) untuk mengurangi kontak fisik.</p>
<p>Nama gerakan atau kegiatannya sendiri adalah <strong>Milenial Peduli Sekitar </strong>atau disingkat <strong>MILITAR</strong>. Nama ini Penulis sarankan dan diterima oleh peserta rapat.</p>
<p>Pengumpulan donasi sendiri dimulai pada tanggal <strong>25 April hingga 2 Mei</strong>. Rencananya, donasi (berupa uang) akan dibelikan beras dan minyak dan diberikan pada tanggal <strong>3 Mei</strong>.</p>
<p>Untuk menyebarkan informasi seputar acara ini, mereka memanfaatkan media sosial dengan membuat poster. Selain itu, warga di perumahan juga diberi edaran.</p>
<p>Kepada siapa bantuan akan diberikan? Kepada <strong>golongan-golongan kurang mampu di sekitar lingkungan</strong> yang selama ini menggantungkan diri ke penghasilan harian.</p>
<p>Mereka juga mulai melakukan survei untuk mengetahui siapa-siapa saja yang berhak mendapatkan bantuan. Penulis merasa tersentuh dengan usaha yang sudah mereka lakukan.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Ketika menjadi ketua Karang Taruna, Penulis sempat mencanangkan <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/laporan-pertanggungjawaban-karang-taruna/">program kerja Bakti Sosial</a>. Sampai masa jabatannya berakhir, program kerja tersebut tidak pernah terlaksana dengan berbagai alasan.</p>
<p>Oleh karena itu, Penulis merasa sangat senang pada akhirnya program kerja ini bisa terlaksana. Momen Corona dimanfaatkan untuk mengetuk rasa kemanusiaan generasi milenial yang kerap dianggap apatis.</p>
<p>Semoga ke depannya makin banyak generasi milenial yang peduli dengan lingkungan sekitarnya, bukan hanya kepada dirinya sendiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>NB</strong>: Bagi pembaca yang ingin mengirimkan donasi, bisa melalui rekening BCA dengan nomor <strong>3160077793</strong> an <strong>Hersandi Hamdan</strong> atau menghubungi <em>contact person </em>di <strong>0819 1680 8916</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 25 April 2020, terinspirasi dari gerakan kemanusiaan yang sedang dilakukan oleh Karang Taruna</p>
<p>Foto: <a href="https://www.instagram.com/phill_tc/">Phillip TC</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/milenial-peduli-sekitar-militar/">Milenial Peduli Sekitar (MILITAR)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Laporan Pertanggungjawaban Karang Taruna</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/laporan-pertanggungjawaban-karang-taruna/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Nov 2019 16:09:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[ketua]]></category>
		<category><![CDATA[laporan]]></category>
		<category><![CDATA[LPJ]]></category>
		<category><![CDATA[program kerja]]></category>
		<category><![CDATA[proker]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3140</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika meletakkan jabatan sebagai Ketua Karang Taruna, penulis tidak lupa untuk membuat laporan pertanggunjawaban mengenai program kerja apa saja yang terlaksana dan tidak terlaksana. Penulis menjabat sebagai ketua selama 1 tahun 9 bulan 28 hari, terhitung sejak 3 September 2016 hingga 30 Juni 2018. Seperti yang pernah penulis sampaikan sebelumnya, fokus penulis adalah membentuk fondasi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/laporan-pertanggungjawaban-karang-taruna/">Laporan Pertanggungjawaban Karang Taruna</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika meletakkan jabatan sebagai Ketua Karang Taruna, penulis tidak lupa untuk membuat laporan pertanggunjawaban mengenai program kerja apa saja yang terlaksana dan tidak terlaksana.</p>
<p>Penulis menjabat sebagai ketua selama <strong>1 tahun 9 bulan 28 hari</strong>, terhitung sejak 3 September 2016 hingga 30 Juni 2018. Seperti yang pernah penulis sampaikan sebelumnya, fokus penulis adalah membentuk <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/membangun-fondasi-organisasi/">fondasi organisasi</a> yang kuat.</p>
<p>Salah satu caranya adalah dengan membuat program kerja yang cukup banyak dan bervariasi dan membuat beberapa divisi yang berbeda. Kali ini, penulis ingin berbagi semua tentang itu.</p>
<h3>Divisi-Divisi Karang Taruna</h3>
<p>Pertama kali terbentuk, Karang Taruna memiliki enam divisi yang berbeda:</p>
<ul>
<li>Agama dan Kerohanian</li>
<li>Olahraga</li>
<li>Pendidikan dan Kesenian</li>
<li>Media dan Kerja Sama</li>
<li>Keterampilan dan Kewirausahaan</li>
<li>Sosial dan Lingkungan Hidup</li>
</ul>
<p>Setelah berjalan beberapa bulan, komposisi ini dirasa terlalu gemuk dan kurang efektif. Akhirnya, divisi-divisi ini pun dipadatkan menjadi empat divisi saja:</p>
<ul>
<li>Agama dan Lingkungan</li>
<li>Olahraga dan Pendidikan</li>
<li>Media dan Kerja Sama</li>
<li>Keterampilan dan Kewirausahaan</li>
</ul>
<p>Formasi empat divisi ini pun masih dirasa kurang efektif, sehingga pada akhirnya tinggal tersisa tiga divisi yang masih bertahan hingga sekarang di bawah kepengurusan yang baru:</p>
<ul>
<li>Agama dan Lingkungan</li>
<li>Pengembangan Sumber Daya Manusia</li>
<li>Media dan Humas</li>
</ul>
<p>Keberadaan divisi-divisi ini menjadi penting dalam terlaksananya progran kerja yang telah disusun. Selama penulis menjabat, terdapat <strong>29 program kerja</strong>, di mana 19 proker terlaksana, 2 terlaksana namun terhenti, dan 8 proker tidak terlaksana.</p>
<h4>Proker Terlaksana</h4>
<ol>
<li>Tadarusan Ketika Bulan Puasa</li>
<li>Memeringati Hari Raya Agama</li>
<li>Kerja Bakti</li>
<li><a href="https://whathefan.com/karang-taruna/swi-barang-bekas/">SWI Barang Bekas</a></li>
<li>Bakar-Bakar</li>
<li>Mengelola Akun Media Sosial</li>
<li>Mading</li>
<li>Pengadaan Kalender</li>
<li>Sore Sehat</li>
<li>Bermain Bersama</li>
<li><a href="https://whathefan.com/karang-taruna/swi-mengajar/">SWI Mengajar</a></li>
<li><a href="https://whathefan.com/karang-taruna/swi-english-day/">SWI English Day</a></li>
<li>Rapat Rutin</li>
<li><a href="https://whathefan.com/karang-taruna/menghayati-kemerdekaan-melalui-karang-taruna/">Peringatan 17-an</a></li>
<li>Jualan di Acara <em>Car Free Day</em></li>
<li><a href="https://whathefan.com/karang-taruna/next-gen-development-project/"><em>Next Gen Development Project</em></a></li>
<li><a href="https://whathefan.com/karang-taruna/gen-x-swi-awards/"><em>Gen X SWI Awards</em></a></li>
<li>Pondok Ramadhan</li>
<li>Pemilihan Ketua Karang Taruna Periode 2018-2021</li>
</ol>
<h4>Proker Terlaksana Namun Terhenti</h4>
<ol>
<li>SWI Bermain Musik</li>
<li>SWI Berbahasa Indonesia</li>
</ol>
<h4>Proker Tidak Terlaksana</h4>
<ol>
<li>Ikut Pengajian dan Rutin Pergi ke Masjid</li>
<li>Studi Banding ke Karang Taruna Lain</li>
<li>Bakti Sosial</li>
<li>Mengikuti dan Mengadakan Lomba Antar RW</li>
<li>Desain Stiker Mobil untuk Warga</li>
<li>Karya Ilmiah dan Prakarya Remaja</li>
<li>Menjadi Tempat Pembayaran Listrik dan Air</li>
<li>Senam Sehat</li>
</ol>
<h3>Kendala Selama Menjabat</h3>
<p>Tentu saja ada banyak kendala yang penulis alami selama menjabat sebagai ketua di Karang Taruna. Apalagi, organisasi sosial ini benar-benar baru sehingga kami harus membuat patokan sendiri.</p>
<p>Masalah terbesar dan selalu berulang adalah masalah inisiatif anggota. Ada yang begitu semangat mencurahkan waktu dan tenaganya, tapi ada juga yang setengah-setengah. Ada anggota yang aktif, ada anggota yang jarang muncul.</p>
<p>Memang sebenarnya kami juga tidak bisa memaksa mereka untuk keluar. Akan tetapi, ajakan kami yang sedikit memaksa sebenarnya untuk kebaikan bersama. Sudah banyak anggota yang dulunya lebih sering di rumah, sekarang aktif bukan main.</p>
<p>Masalah konsistensi juga menjadi poin utama yang perlu diperhatikan. Sering sebuah proker sempat terhenti karena berbagai masalah dan alasan.</p>
<p>Rasa jenuh bisa menjadi salah satu alasannya. Oleh karena itu, kami menggagas banyak acara yang sifatnya santai dan bertujuan untuk meningkatkan <em>chemistry </em>antar anggota.</p>
<p>Selain acara bakar-bakar yang telah menjadi rutinitas, kamu juga membuat acara-acara menarik seperti <em>Next Gen Development Project </em>dan <em>Gen X SWI Awards</em>. Acara ini mampu membuat kami semua berkumpul dan saling kenangan yang berarti.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Bagi penulis, Karang Taruna adalah bentuk pengabdian penulis kepada lingkungan tempatnya tinggal. Karena itulah penulis <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/kenapa-menghabiskan-waktu-untuk-karang-taruna/">mengalokasikan waktu dan tenaga</a> yang cukup besar untuk organisasi ini.</p>
<p>Apalagi, penulis menanggung beban sebagai ketua pertama setelah organisasi remaja ini vakum belasan tahun. Kalau fondasi yang penulis bangun tidak kuat, organisasi ini bisa rubuh kapanpun.</p>
<p>Tapi penulis merasa optimis bahwa organisasi ini akan bertahan di masa depan dengan beberapa catatan. Semoga saja, makin banyak proker yang bisa dilaksanakan oleh Karang Taruna.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 24 November 2019, lagi malas nulis yang berat-berat, jadinya nulis ini</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/laporan-pertanggungjawaban-karang-taruna/">Laporan Pertanggungjawaban Karang Taruna</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Karang Taruna Junior</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/karang-taruna-junior/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Apr 2019 03:55:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[Anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[gagasan]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[ide]]></category>
		<category><![CDATA[junior]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[katar jr]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2265</guid>

					<description><![CDATA[<p>Konsep ini baru terpikirkan ketika penulis menyadari bahwa sudah banyak anggota Karang Taruna di tempat penulis yang merantau keluar kota dengan tujuannya masing-masing. Kehilangan banyak anggota memiliki satu solusi: Regenerasi. Oleh karena itu, penulis mencoba berpikir tentang bagaimana regenerasi ini bisa dilakukan. Salah satunya adalah dengan Karang Taruna Junior. Awal Mula Ide Ini Muncul Bagaimana [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/karang-taruna-junior/">Karang Taruna Junior</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Konsep ini baru terpikirkan ketika penulis menyadari bahwa sudah banyak anggota Karang Taruna di tempat penulis yang <a href="https://whathefan.com/pengalaman/keluar-dari-zona-nyaman/">merantau keluar kota</a> dengan tujuannya masing-masing.</p>
<p>Kehilangan banyak anggota memiliki satu solusi: Regenerasi. Oleh karena itu, penulis mencoba berpikir tentang bagaimana regenerasi ini bisa dilakukan. Salah satunya adalah dengan <strong>Karang Taruna Junior</strong>.</p>
<h3>Awal Mula Ide Ini Muncul</h3>
<p>Bagaimana maksudnya? Sebagai informasi, di lingkungan tempat tinggal penulis, banyak sekali anak-anak kecil yang aktif. Apalagi jika ada <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/menghayati-kemerdekaan-melalui-karang-taruna/">lomba 17-an</a>, mereka senangnya bukan main.</p>
<p>Sewaktu penulis menyempatkan diri untuk pulang pada bulan Februari kemarin, salah satu anak yang sekarang duduk di bangku kelas 6 SD bertanya kepada penulis:</p>
<blockquote><p>Mas, aku nanti Agustus jadi panitia kan, ya?</p></blockquote>
<p><a href="https://whathefan.com/karang-taruna/kelahiran-gen-x-swi/">Sejak 2016 sebelum Karang Taruna terbentuk</a>, memang sudah menjadi tradisi bahwa anak yang sudah SMP bergabung menjadi kepanitiaan, sehingga wajar jika ia berharap bisa menjadi panitia yang terlihat seru (dan repot, tentu saja).</p>
<p>Sayangnya, tidak banyak anak yang seusia dengannya. Lebih banyak yang lebih muda darinya. Oleh karena itu, penulis jadi terpikirkan ide tentang Karang Taruna Junior.</p>
<h3>Konsep Karang Taruna Junior</h3>
<p>Pada intinya, Karang Taruna Junior ini dimaksudkan untuk membiasakan anak-anak kecil tersebut dengan lingkungan Karang Taruna. Mereka cukup tahu seperti apa kami bekerja dan menuntaskan program kerja.</p>
<p>Mereka tidak akan dibebani oleh pekerjaan yang berat. Mereka hanya cukup perlu melihat kami bekerja agar mendapatkan bayangan bagaimana dan apa saja yang dikerjakan di Karang Taruna.</p>
<p>Selama ini, beberapa kali mereka datang ketika kami sedang melaksanakan program kerja. Akan tetapi, kami tidak pernah memberitahu apa yang kami kerjakan dan mengapa kami melakukannya.</p>
<p>Dengan Karang Taruna Junior ini, penulis membayangkan kami akan memberikan semacam edukasi yang elementer seputar Karang Taruna kepada mereka.</p>
<p>Tidak selalu serius. Ketika kami <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/permainan-perekat-kebersamaan-tebak-satu-kata-dan-hexagon-war/">bermain bersama</a> atau <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/tahun-baru-ala-karang-taruna/">mengadakan acara bakar-bakar</a>, mereka juga akan diikutkan agar merasakan atmosfer kekeluargaan yang sudah dibangun sejak organisasi pemuda ini berdiri.</p>
<p>Mereka juga akan diberi penjelasan mengapa mereka perlu bergabung dengan Karang Taruna jika sudah cukup umur nanti. Yang jelas, rasa memiliki Karang Taruna harus ditanamkan kepada mereka sedini mungkin.</p>
<p>Tentu dibutuhkan pendekatan personal agar mereka berminat untuk bergabung dengan Karang Taruna. Kedekatan itulah yang berusaha penulis bangun dengan mereka selama ini, dan hasilnya penulis cukup dekat dengan mereka.</p>
<p>Permasalahannya, penulis tidak bisa selamanya berada di sana. Harus anggota-anggota yang masih aktif lah yang harus melakukan pendekatan tersebut.</p>
<p>Memang tidak mudah, tapi penulis yakin mereka bisa melakukannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 7 April 2019, terinspirasi dari kebutuhan regenerasi Karang Taruna</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/karang-taruna-junior/">Karang Taruna Junior</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenapa Menghabiskan Waktu untuk Karang Taruna?</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/kenapa-menghabiskan-waktu-untuk-karang-taruna/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/kenapa-menghabiskan-waktu-untuk-karang-taruna/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Feb 2019 17:39:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[alasan]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[katar]]></category>
		<category><![CDATA[ketua]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[organigasi]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=2132</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika sudah pernah membaca artikel Dulu Kerja di Mana?, mungkin para pembaca sekalian sudah paham bahwa penulis telah mengalokasikan sebagian (besar) waktunya setelah lulus untuk Karang Taruna. Pertanyaannya, mengapa? Karang Taruna yang pernah penulis pimpin berdiri sejak tahun 2016 setelah rangkaian acara peringatan kemerdekaan Indonesia berakhir. Penulis melihat adanya potensi yang dimiliki oleh remaja-remaja di [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/kenapa-menghabiskan-waktu-untuk-karang-taruna/">Kenapa Menghabiskan Waktu untuk Karang Taruna?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jika sudah pernah membaca artikel <a href="http://whathefan.com/pengalaman/dulu-kerja-di-mana/">Dulu Kerja di Mana?</a>, mungkin para pembaca sekalian sudah paham bahwa penulis telah mengalokasikan sebagian (besar) waktunya setelah lulus untuk Karang Taruna. Pertanyaannya, mengapa?</p>
<p>Karang Taruna yang pernah penulis pimpin berdiri sejak tahun 2016 setelah <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/menghayati-kemerdekaan-melalui-karang-taruna/">rangkaian acara peringatan kemerdekaan Indonesia</a> berakhir. Penulis melihat adanya potensi yang dimiliki oleh remaja-remaja di tempat penulis tinggal (untuk cerita lengkapnya, bisa dibaca di artikel <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/kelahiran-gen-x-swi/">Kelahiran Gen X SWI</a>).</p>
<p>Semenjak kelahirannya, Karang Taruna memiliki begitu banyak program kerja seperti <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/swi-mengajar/">SWI Mengajar</a>, <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/swi-english-day/">SWI English Day</a>, hingga <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/swi-barang-bekas/">SWI Barang Bekas</a>. Ada juga acara spesial seperti <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/next-gen-development-project/">Next Gen Development Project</a> dan <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/gen-x-swi-awards/">Gen X SWI Awards</a>.</p>
<p>Semua proker tersebut tentu bukan tanpa kendala. Mengatur anggota yang rata-rata masih berada di usia sekolah bukan perkara mudah. Salah satu yang sering memicu emosi penulis adalah kurang aktifnya anggota ketika sedang rapat.</p>
<p>Beberapa anggota cenderung pasif ketika rapat dan menerima apapun keputusan yang diambil. Padahal, diadakannya rapat internal bertujuan untuk meningkatkan sikap kritis anggota. Jika di forum kecil saja tak bersuara, bagaimana di tempat yang lebih besar?</p>
<p>Selain itu, banyaknya anggota yang enggan untuk ikut serta ketika ada kegiatan Karang Taruna juga cukup membuat penulis stres. Memang itu hak mereka untuk tidak berpartisipasi, tapi bukankah salah satu tujuan dibentuknya Karang Taruna adalah sebagai tempat berkumpulnya para remaja?</p>
<p>Contoh dua masalah tersebut tidak membuat penulis patah semangat. Sebaliknya, penulis jadi semakin ingin membantu mereka untuk berkembang menjadi generasi yang lebih aktif (walaupun yang bersangkutan belum tentu ingin dibantu).</p>
<p>Jadi, mungkin jawaban pertanyaan &#8220;kenapa menghabiskan waktu untuk Karang Taruna?&#8221; adalah penulis ingin menyalurkan kepedulian penulis terhadap perkembangan generasi muda Indonesia mulai dari lingkup terkecil, yakni lingkungan penulis sendiri.</p>
<p>Untuk pribadi penulis sendiri, dengan aktif di Karang Taruna (apalagi sebagai ketua), penulis bisa berkontribusi untuk lingkungan penulis. Penulis tidak ingin hanya hidup sekadar &#8220;menumpang tidur&#8221;. Penulis ingin meninggalkan jejak, jejak yang kini sedang dilanjutkan oleh <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/tim-transisi-gen-x-swi/">ketua baru</a>.</p>
<p>Jawaban terakhir dari pertanyaan tersebut adalah penulis memiliki misi pribadi sebagai seorang ketua untuk <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/membangun-fondasi-organisasi/">membangun fondasi organisasi</a> yang kuat. Demi kuatnya fondasi tersebut, penulis harus mengalokasikan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.</p>
<p>Karang Taruna dengan kepengurusan yang baru sudah berjalan sekitar enam bulan. Tentu mereka akan mengalami kendala, apalagi penulis cukup dominan ketika memimpin, dan itu merupakan <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/satu-kesalahan-saya-sebagai-pemimpin/">satu kesalahan penulis sebagai ketua</a>.</p>
<p>Penulis sekarang hanya bisa <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/memantau-dari-jauh/">memantau mereka dari jauh</a>, mengamati bagaimana mereka mengelola organisasi yang telah kami bangun bersama-sama. Tentu penulis mengharapkan mereka bisa lebih sukses, karena dengan demikian, penulis tidak perlu menyesal telah mengorbankan waktu demi mereka.</p>
<p>Ah, seharusnya penulis tak perlu merasa menyesal apapun yang terjadi. Bukankah yang namanya cinta <a href="http://whathefan.com/renungan/cinta-tak-perlu-merasa-berkorban/">sejatinya tidak perlu merasa berkorban</a>?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 5 Februari 2019, terinspirasi setelah mengamati perkembangan Karang Taruna setelah 6 bulan penulis tinggal</p>
<p>Foto:</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/kenapa-menghabiskan-waktu-untuk-karang-taruna/">Kenapa Menghabiskan Waktu untuk Karang Taruna?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/kenapa-menghabiskan-waktu-untuk-karang-taruna/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tahun Baru Ala Karang Taruna</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/tahun-baru-ala-karang-taruna/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/tahun-baru-ala-karang-taruna/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Dec 2018 18:43:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[katar]]></category>
		<category><![CDATA[kebersamaan]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[proker]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1934</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahun baru, bagi Karang Taruna (Katar) yang pernah penulis pimpin, merupakan salah satu momen yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan rasa kekeluargaan antar anggotanya. Pada tulisan ini penulis ingin berbagi tentang dua acara yang pernah dilaksanakan. Tahun Baru 2017 Karena baru terbentuk pada tanggal 3 September 2016, maka pergantian tahun dari 2016 ke 2017 merupakan momen [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/tahun-baru-ala-karang-taruna/">Tahun Baru Ala Karang Taruna</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun baru, bagi Karang Taruna (Katar) yang pernah penulis pimpin, merupakan salah satu momen yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan rasa kekeluargaan antar anggotanya. Pada tulisan ini penulis ingin berbagi tentang dua acara yang pernah dilaksanakan.</p>
<h3>Tahun Baru 2017</h3>
<p>Karena <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/kelahiran-gen-x-swi/">baru terbentuk</a> pada tanggal <strong>3 September 2016</strong>, maka pergantian tahun dari 2016 ke 2017 merupakan momen tahun baru pertama yang bisa dirayakan oleh Karang Taruna.</p>
<p>Inti acaranya sederhana saja, kumpul bersama sambil bakar-bakar dan menikmati hidangan bersama-sama. Dana acara seperti ini biasanya dibiayai oleh anggota-anggota Katar yang senior seumuran penulis.</p>
<p>Makanan favorit untuk dibakar? Sosis jumbo seharga 63 ribu satu pak berisi 12 + 1. Waktu itu ada juga yang menyumbang ayam untuk dibakar. Untuk urusan makanan, tidak pernah ada rasa khawatir kekurangan, pasti ada aja yang memberi.</p>
<p><div id="attachment_1937" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1937" class="size-large wp-image-1937" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_0871-1-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_0871-1-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_0871-1-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_0871-1-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_0871-1-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_0871-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1937" class="wp-caption-text">Makanan Favorit Bersama</p></div></p>
<p>Daripada makan-makan, acara seperti ini justru lebih nikmat ketika menyiapkan acaranya. Bagaimana seluruh anggota organisasi berbagi tugas demi menyiapkan makanan yang akan disantap bersama, walau terkadang ada anggota yang malas bekerja.</p>
<p>Selain makan-makan, acara ini juga diisi acara tukar kado dengan budget di bawah 10 ribu, di mana penulis memberikan buku biografi <strong>Rhoma Irama</strong> yang penulis dapatkan secara gratis.</p>
<p>Acara ditutup dengan bertukar pesan dan kesan kepada masing-masing anggota melalui sebuah buku catatan kecil. Penulis masih menyimpan buku tersebut sampai sekarang, bahkan penulis bawa ke Jakarta.</p>
<p>Keesokan harinya, tentu yang harus dilakukan adalah membereskan sisa-sisa acara kemarin. Lokasi acaranya sendiri dilaksanakan di A-17 yang kebetulan dimiliki oleh salah satu anggota Katar.</p>
<p>Dengan demikian, berakhirlah perayaan tahun baru pertama Karang Taruna Gen X SWI. Oh iya, tanpa mercon ya!</p>
<h3>Tahun Baru 2018</h3>
<p>Karena ingin memberikan nilai lebih dibandingkan acara tahun 2017, penulis memiliki ide untuk menjadikan malam pergantian tahun lebih bermakna. Caranya, dengan mengadakan <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/next-gen-development-project/">Next Gen Development Project</a>.</p>
<p>Agenda ini berlangsung selama kurang lebih satu minggu, di mana anggota Katar terbagi menjadi tiga tim dan harus bisa mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya. Malam tahun baru digunakan sebagai malam puncak acara.</p>
<p><div id="attachment_1938" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1938" class="size-large wp-image-1938" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_0864-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_0864-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_0864-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_0864-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_0864-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_0864.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1938" class="wp-caption-text">Pemenang Next Gen Development Project</p></div></p>
<p>Penulis sudah membahasnya di tulisan sebelumnya, sehingga tidak akan penulis ulangi lagi. Yang jelas, peserta acara tersebut lebih sedikit jika dibandingkan acara sebelumnya. Alasannya, mungkin banyak yang sudah memiliki acara sendiri.</p>
<p>Tentu yang namanya malam puncak tidak akan lengkap jika tidak ada bakar-bakarnya. Oleh karena itu, selain menentukan pemenang pertandingan ini, kami juga melakukan ritual yang sama dengan tahun kemarin: bakar-bakar.</p>
<h3><strong>Tahun Baru 2019</strong></h3>
<p>Pada pergantian tahun 2019 ini, penulis yang sudah pensiun dari Katar telah berada di Jakarta demi melanjutkan hidupnya. Yang penulis tahu, tahun ini tidak ada perayaan tahun baru dikarenakan banyak anggotanya yang sedang berlibur dengan keluarganya masing-masing.</p>
<p>Tidak apa-apa, gantian. Mereka juga berhak kumpul dan menghabiskan malam tahun baru bersama keluarga mereka. Apalagi, tahun ini tahun baru terjadi bersamaan dengan libur panjang sekolah, sehingga banyak yang keluar kota.</p>
<p>Kalau boleh jujur, penulis memang agak sedih karena sudah tidak bisa menghabiskan waktu lebih banyak dengan mereka. Hampir dua tahun bersama membuat penulis merasa memiliki ikatan yang kuat dengan mereka, walaupun mereka belum tentu merasakan hal yang sama.</p>
<p>Meskipun begitu, penulis tetap mendoakan yang terbaik untuk Karang Taruna di bawah kepengurusan yang baru. Semoga mereka makin solid dan dapat melaksanakan program kerja yang telah diagendakan.</p>
<p>Semoga <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/membangun-fondasi-organisasi/">fondasi organisasi</a> yang telah penulis dan rekan-rekan bangun mampu menopang organisasi yang kini dikelola oleh adik-adik penulis ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melawai, 1 Januari 2019, terinspirasi setelah melamunkan apa yang dilakukan para anggota Katar di saat pergantian tahun 2019</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/tahun-baru-ala-karang-taruna/">Tahun Baru Ala Karang Taruna</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/tahun-baru-ala-karang-taruna/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Stars &#038; Rabbits &#8211; Sebuah Permainan</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/stars-and-rabbits-sebuah-permainan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/stars-and-rabbits-sebuah-permainan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Dec 2018 16:24:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[game]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[monopoli]]></category>
		<category><![CDATA[permainan]]></category>
		<category><![CDATA[ular tangga]]></category>
		<category><![CDATA[werewolf]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1852</guid>

					<description><![CDATA[<p>Namanya memang penulis ambil dari salah satu band Indonesia. Tidak ada alasan khusus, hanya agar permainan ini memiliki nama yang berbeda dengan Ular Tangga. Dulu kami sempat mau menggunakan hewan ubur-ubur. Akan tetapi, karena susah menggambarnya, pada akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan kelinci. Sebagai pasangannya diambillah bintang jatuh. Stars &#38; Rabbits merupakan permainan yang terinspirasi setelah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/stars-and-rabbits-sebuah-permainan/">Stars &#038; Rabbits &#8211; Sebuah Permainan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Namanya memang penulis ambil dari salah satu band Indonesia. Tidak ada alasan khusus, hanya agar permainan ini memiliki nama yang berbeda dengan <strong>Ular Tangga</strong>.</p>
<p>Dulu kami sempat mau menggunakan hewan ubur-ubur. Akan tetapi, karena susah menggambarnya, pada akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan <strong>kelinci</strong>. Sebagai pasangannya diambillah <strong>bintang jatuh</strong>.</p>
<p><strong>Stars &amp; Rabbits </strong>merupakan permainan yang terinspirasi setelah menonton <a href="http://whathefan.com/category/animekomik/">anime</a> yang bertemakan sebuah game <strong>D-Frag</strong>. Penulis, yang pada dasarnya sangat menyukai <em>board game, </em>memutuskan untuk membuat sebuah permainan baru.</p>
<p>Penulis menggabungkan setidaknya tiga permainan pada game ini: <strong>Ular Tangga</strong>, <strong>Monopoli</strong>, dan <strong>Werewolf.</strong></p>
<h3>Bagaimana Cara Bermain Stars &amp; Rabbits?</h3>
<p>Mari kita bedah satu persatu. Kita ambil dari sisi ular tangga terlebih dahulu. Tentu para pembaca tahu bagaimana cara bermain ular tangga bukan?</p>
<p>Pada permainan ini, konsep ular tangga diterapkan 100% dengan 100 petak. Bila mendarat di kelinci, kita naik dan bila mendarat di bintang kita turun.</p>
<p>Selanjutnya monopoli. Permainan ini sama sekali tidak menggunakan uang. Apa yang diambil dari monopoli adalah kartu <strong>Dana Umum </strong>dan <strong>Kesempatannya</strong>.</p>
<p><div id="attachment_1854" style="width: 730px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1854" class="size-full wp-image-1854" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20180530-WA0006.jpeg" alt="" width="720" height="948" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20180530-WA0006.jpeg 720w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20180530-WA0006-228x300.jpeg 228w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20180530-WA0006-194x255.jpeg 194w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /><p id="caption-attachment-1854" class="wp-caption-text">Konsep Stars &amp; Rabbits</p></div></p>
<p>Dana Umum biasanya berisi tentang maju mundurnya pion, sedangkan Kesempatan berisikan tentang kekuatan-kekuatan yang bisa dimiliki oleh pemain.</p>
<p>Kekuatan seperti apa? Nah, sebelum permainan, secara acak pemain akan mendapatkan peran-peran Werewolf, <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/werewolf-ala-sumber-wuni-indah/">termasuk yang dibuat oleh Karang Taruna sendiri</a>.</p>
<p>Contohnya, yang mendapatkan peran sebagai Werewolf bisa membunuh lawan. Gunner juga bisa membunuh lawan. Pemain yang <strong>mendatangi </strong>adalah yang berhak mengaktifkan kemampuannya terlebih dahulu.</p>
<p>Selain itu, di papan permainan juga terdapat beberapa fitur lain, seperti <strong>Black Hole </strong>yang akan mengeluarkan pemain yang mendarat di sana. Ada juga petak <strong>Safe Zone </strong>yang membuat pemain bisa terlindungi dari serangan Werewolf maupun pemain lainnya.</p>
<p><strong>Bagaimana Cara Menentukan Pemenangnya? </strong>Permainan ini dimainkan secara tim. Ada tim villager, tim Werewolf, tim Cultish, dan tim-tim lainnya.</p>
<p>Pemenang permainan bisa ditentukan dengan dua cara, yakni siapa yang mencapai garis finish terlebih dahulu atau menyingkirkan tim lawan.</p>
<p>Sama seperti permainan-permainan lain yang sering dimainkan bersama, Stars &amp; Rabbits bertujuan untuk <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/permainan-perekat-kebersamaan-tebak-satu-kata-dan-hexagon-war/">merekatkan rasa kekeluargaan</a> yang dimiliki oleh Karang Taruna. Permainan-permainan baru akan terus bermunculan agar tidak mudah bosan ketika sedang berkumpul.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 24 Desember 2018, terinspirasi setelah rindu bermain Stars &amp; Rabbits</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/stars-and-rabbits-sebuah-permainan/">Stars &#038; Rabbits &#8211; Sebuah Permainan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/stars-and-rabbits-sebuah-permainan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Memantau dari Jauh</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/memantau-dari-jauh/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/memantau-dari-jauh/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Nov 2018 14:09:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[penasihat]]></category>
		<category><![CDATA[pengurus]]></category>
		<category><![CDATA[tanggungjawab]]></category>
		<category><![CDATA[transisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1689</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tinggal dan bekerja di Jakarta tidak lantas membuat penulis meninggalkan begitu saja Karang Taruna (Katar) yang sudah dipimpin selama 666 hari. Penulis masih senantiasa memantau dari jauh tentang perkembangan Katar di bawah kepengurusan yang baru. Penulis masih menjalin komunikasi yang intens dengan ketua yang baru, karena mau bagaimanapun dia masih tetap butuh bimbingan untuk mengemban [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/memantau-dari-jauh/">Memantau dari Jauh</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tinggal dan bekerja di Jakarta tidak lantas membuat penulis meninggalkan begitu saja <strong>Karang Taruna</strong> (Katar) yang sudah dipimpin selama 666 hari. Penulis masih senantiasa memantau dari jauh tentang perkembangan Katar di bawah kepengurusan yang baru.</p>
<p>Penulis masih menjalin komunikasi yang intens dengan ketua yang baru, karena mau bagaimanapun dia masih tetap butuh bimbingan untuk mengemban amanah yang sudah diserahkan kepadanya.</p>
<p>Dalam struktur yang sah, memang penulis masih berposisi sebagai <strong>dewan penasihat</strong>, sehingga wajar jika sering mendapatkan permintaan untuk memberikan masukan.</p>
<p>Hal seperti ini sangat wajar dalam berorganisasi. Dalam persepsi penulis, tetap berperan meskipun sudah turun jabatan adalah hal yang wajib dilakukan, apalagi dalam sebuah organisasi sosial yang anggotanya masih dalam usia sekolah.</p>
<p>Mereka yang selama ini diarahkan untuk berbuat apa, kini harus bisa memutuskan sendiri apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan program kerja. Mereka yang selama ini cenderung <strong>pasif</strong> harus berubah menjadi <strong>aktif</strong>.</p>
<p>Tentu tidak ada yang mudah dari masa transisi. Pada skala besar, lihat saja masa transisi dari orde baru ke reformasi. Pasti ada saja permasalahan yang akan dihadapi karena adanya perubahan.</p>
<p>Akan tetapi, justru dengan adanya permasalahan akan membuat mereka semakin dewasa dalam menyikapinya. Hal tersebut akan membuat mereka menyadari bahwa kini di pundak mereka terdapat tanggungjawab yang besar.</p>
<p>Penulis dan rekan dewan penasihat lainnya menyadari hal ini. Langkah awal mereka akan kami dampingi. Namun seiring waktu, kami akan meninggalkan mereka berjalan sendiri dan <strong>memantau mereka dari jauh</strong>.</p>
<p>Ya, mungkin seperti orangtua yang sedang melihat anaknya telah tumbuh dewasa dan akan hidup mandiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 18 November 2018, terinspirasi dari diskusi soal pengadaan kalender Karang Taruna</p>
<p>Photo by <a href="https://unsplash.com/photos/TFATaOllUC8?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Evan Kirby</a> on <a href="https://unsplash.com/search/photos/telescope?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/memantau-dari-jauh/">Memantau dari Jauh</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/memantau-dari-jauh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tim Transisi Gen X SWI</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/tim-transisi-gen-x-swi/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/tim-transisi-gen-x-swi/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Oct 2018 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[anggota]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[periode]]></category>
		<category><![CDATA[program kerja]]></category>
		<category><![CDATA[proker]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Wuni Indah]]></category>
		<category><![CDATA[tim]]></category>
		<category><![CDATA[transisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1497</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seperti yang sudah sering disebut sebelumnya, salah satu kesalahan penulis selama menjabat sebagai ketua Karang Taruna adalah seringnya menyelesaikan sendiri tugas organisasi, terutama jika kondisi mendesak. Hal ini tentu menghambat proses kaderisasi anggota. Oleh karena itu sejak awal tahun, beberapa sebelum proses pergantian ketua, penulis memutuskan untuk membentuk semacam tim transisi. Harapannya, tim transisi inilah yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/tim-transisi-gen-x-swi/">Tim Transisi Gen X SWI</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti yang sudah sering disebut sebelumnya, salah satu <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/satu-kesalahan-saya-sebagai-pemimpin/">kesalahan penulis</a> selama menjabat sebagai ketua Karang Taruna adalah seringnya menyelesaikan sendiri tugas organisasi, terutama jika kondisi mendesak. Hal ini tentu menghambat proses kaderisasi anggota.</p>
<p>Oleh karena itu sejak awal tahun, beberapa sebelum proses pergantian ketua, penulis memutuskan untuk membentuk semacam tim transisi. Harapannya, tim transisi inilah yang akan menjadi tulang punggung organisasi di periode selanjutnya.</p>
<p><strong>Siapa Anggota Tim Transisi?</strong></p>
<p>Tim transisi terdiri dari dua orang senior: penulis selaku ketua dan Hersandi selaku bendahara. Tim juga berisikan anggota yang pada waktu itu sudah duduk di bangku kelas tiga dan akan lulus pada tahun 2018.</p>
<p>Total terdapat 5 orang, yakni Ekky, Angela, Paskah, Shanti, dan Phillip. Tiga nama yang disebutkan pertama merupakan bakal calon ketua Karang Taruna Gen X SWI periode 2018-2021, mengikuti masa jabatan ketua RW di Sumber Wuni Indah.</p>
<p><strong>Apa yang Dilakukan Tim Transisi?</strong></p>
<p>Tugas pertama yang wajib dilakukan oleh tim transisi ini adalah menyiapkan acara pemilihan ketua Karang Taruna yang diadakan pada tanggal 9 Juni 2018. Mereka harus menyusun <em>rundown </em>acara dan menyiapkan berbagai perlengkapan yang dibutuhkan.</p>
<p>Sebelum itu, grup Whatsapp tim transisi juga rajin mendiskusikan masalah-masalah yang terjadi di dalam organisasi. Penulis dan bendahara kerap menanyakan solusi kepada mereka.</p>
<p>Terkadang, kami juga meminta mereka mengambil kesimpulan atau hikmah yang bisa diambil dari setiap kejadian yang terjadi. Pelajaran apa yang kira-kira bisa mereka petik sebagai modal ketika nanti akan memimpin organisasi.</p>
<p><strong>Pemilihan Ketua</strong></p>
<p>Setelah beberapa bulan berjalan, sampailah pada puncak acara pemilihan ketua baru. Ketiga calon diberikan waktu untuk menjabarkan visi dan misi mereka jika terpilh nantinya.</p>
<p><div id="attachment_1502" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1502" class="wp-image-1502 size-large" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/20180609_141654-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/20180609_141654-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/20180609_141654-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/20180609_141654-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/20180609_141654-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/20180609_141654.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1502" class="wp-caption-text">Suasana Pemilihan</p></div></p>
<p>Selain itu, acara juga diisi dengan debat seperti yang dilakukan oleh calon presiden di televisi. Mereka harus menjawab pertanyaan yang diajukan oleh moderator dan penonton.</p>
<p>Pada akhirnya, Angela terpilih menjadi ketua dengan meraih suara lebih dari 50%. Anggota yang datang mencapai 20 orang, belum termasuk yang melakukan pemilihan melalui WA karena berhalangan hadir.</p>
<p><strong>Sertijab</strong></p>
<p>Sertijab dilakukan pada tanggal 30 Juni 2018 setelah lebaran. Di sini, penulis melakukan laporan pertanggungjawaban selama menjabat sebagai ketua, program kerja (proker) apa saja yang terlaksana dan tidak terlaksana lengkap dengan alasannya.</p>
<p>Alhamdulillah, selama 666 hari masa kepemimpinan penulis, dari 29 proker yang direncanakan terdapat 19 proker yang terlaksana, 2 proker yang terhenti, dan 8 proker yang tidak terlaksana. Nanti akan penulis bahas lebih rinci pada tulisan berikutnya.</p>
<p><div id="attachment_1523" style="width: 775px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1523" class="size-full wp-image-1523" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-21_18-39-47.jpg" alt="" width="765" height="537" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-21_18-39-47.jpg 765w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-21_18-39-47-300x211.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-21_18-39-47-356x250.jpg 356w" sizes="(max-width: 765px) 100vw, 765px" /><p id="caption-attachment-1523" class="wp-caption-text">Proses Sertijab dengan Ketua Terpilih</p></div></p>
<p>Selain melaporkan proker, penulis juga menjelaskan perubahan divisi yang terjadi selama penulis menjabat. Total, terdapat 3 kali revisi untuk menyesuaikan organisasi dengan kurangnya anggota yang dimiliki.</p>
<p>Penulis juga membuatkan sebuah video yang menggambarkan perjalanan Karang Taruna dari awal pembentukanya hingga masa pergantian pengurus. Jika sempat, penulis akan segera mengunggahnya di Youtube.</p>
<p><strong>Posisi Penulis Sekarang</strong></p>
<p>Lantas, apakah penulis melepas begitu saja Karang Taruna yang telah dipimpinnya selama bertahun-tahun? Tentu tidak. Penulis masih terus memantau keadaan dari jauh.</p>
<p>Selain itu, ketua yang baru juga sering berkonsultasi ke penulis tentang banyak hal, mulai proker hingga masalah klasik tentang minimnya anggota yang aktif. Intinya, penulis tidak lepas tangan begitu saja karena penulis berposisi sebagai penasihat organisasi.</p>
<p>Semoga saja dengan terbentuknya tim transisi sebelum pergantian pengurus, Karang Taruna Gen X SWI periode sekarang bisa lebih baik dari Karang Taruna periode sebelumnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 18 Oktober 2018, terinspirasi setelah pulang sebentar ke Lawang dan bertemu dengan anggota Karang Taruna</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/tim-transisi-gen-x-swi/">Tim Transisi Gen X SWI</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/tim-transisi-gen-x-swi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menghayati Kemerdekaan Melalui Karang Taruna</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/menghayati-kemerdekaan-melalui-karang-taruna/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/menghayati-kemerdekaan-melalui-karang-taruna/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Aug 2018 09:56:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[jalan sehat]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[lomba]]></category>
		<category><![CDATA[malam tasyakuran]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1179</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gara-gara sibuk dengan berbagai tugas sebagai sukarelawan dalam hajatan Asian Games, tulisan ini harus mundur sampai hari ini, empat hari setelah hari kemerdekaan kita. Tak apalah, bukankah ada yang mengatakan terlambat lebih baik daripada tidak sama sekali? Karang Taruna Sumber Wuni Indah (bernama Gen X SWI) yang pernah penulis pimpin terbentuk setelah adanya rangkaian kegiatan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/menghayati-kemerdekaan-melalui-karang-taruna/">Menghayati Kemerdekaan Melalui Karang Taruna</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Gara-gara sibuk dengan berbagai tugas sebagai sukarelawan dalam hajatan Asian Games, tulisan ini harus mundur sampai hari ini, empat hari setelah hari kemerdekaan kita. Tak apalah, bukankah ada yang mengatakan terlambat lebih baik daripada tidak sama sekali?</p>
<p>Karang Taruna Sumber Wuni Indah (bernama Gen X SWI) yang pernah penulis pimpin terbentuk setelah adanya rangkaian kegiatan dalam memperingati kemerdekaan republik kita tercinta pada tahun 2016. Di tempat penulis, secara garis besar terdiri dari tiga bagian besar: Lomba, Jalan Sehat, Malam Tasyakuran.</p>
<p><strong>Lomba Anti Mainstream</strong></p>
<p>Penulis pernah menjadi ketua panitia pada tahun 2014, setelah bertahun-tahun vakum karena bersamaan dengan bulan puasa Ramadhan. Pada tahun tersebut, penulis mengusulkan ide untuk menggabungkan lomba-lomba tradisional menjadi satu perlombaan marathon, seperti makan kerupuk, memasukkan pensil ke dalam botol hingga balap karung.</p>
<p>Tidak berpartisipasi pada tahun 2015 karena sedang magang di Tangerang, penulis mengusulkan ide lomba pindah kelereng yang anti <em>mainstream </em>pada tahun 2016. Terinspirasi dari acara Runningman, peserta akan memilih angka secara acak peralatan yang akan digunakan untuk memindahkan kelereng.</p>
<p>Mulai dari sumpit sampai sendok sup, hampir semua jenis peralatan dapur kami gunakan. Lomba ini dipersulit dengan peserta yang harus berpasangan dan saling membelakangi sambil mengapit sebuah balon.</p>
<p><div id="attachment_1180" style="width: 778px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1180" class="size-large wp-image-1180" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_1633-768x1024.jpg" alt="" width="768" height="1024" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_1633-768x1024.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_1633-225x300.jpg 225w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_1633-191x255.jpg 191w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_1633.jpg 960w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /><p id="caption-attachment-1180" class="wp-caption-text">Lomba Anti Mainstream</p></div></p>
<p>Di tahun berikutnya (2017), tidak terlalu banyak lomba yang anti <em>mainstream</em>. Mungkin hanya sandal <em>couple </em>(di mana peserta harus menemukan pasangan sandal) dan pindah pulau (di mana peserta yang terdiri dari tiga orang harus berpindah menggunakan potongan kardus) yang sedikit unik.</p>
<p>Pada tahun ini, penulis harus berada di Jakarta karena adanya tugas negara yang harus diselesaikan. Yang penulis dengar, ada lomba balap karung menggunakan helm yang terinspirasi dari Youtube.</p>
<p><strong>Jalan Sehat dan Bazaar</strong></p>
<p>Pertama kali diadakan pada tahun 2017, setelah bertahun-tahun tak pernah diadakan lagi karena berbagai alasan. Rutenya tidak terlalu jauh, mengingat banyak warga yang telah berusia sepuh.</p>
<p>Acara jalan sehat dilengkapi dengan bazaar dan pembagian <em>doorprize</em>. Tak lupa beberapa lomba untuk bapak dan ibu, yang tentunya tidak aneh-aneh.</p>
<p>Tahun ini, lagi-lagi dari yang penulis dengar, acara jalan sehat dan <em>bazaar</em> tetap berlangsung dan berjalan dengan lancar.</p>
<p><strong>Malam Tasyakuran</strong></p>
<p>Inilah puncak acara dari berbagai rangkaian kegiatan selama bulan Agustus. Para remaja selalu berusaha menyuguhkan sesuatu yang berbeda-beda, sesuai dengan tema yang diangkat.</p>
<p>Pada tahun 2014 ketika penulis menjadi ketua pelaksana, kami melakukan pembacaan puisi secara bergantian. Intinya, mengajak seluruh penonton untuk merefleksikan kemerdekaan.</p>
<p>Di tahun 2015, dari yang penulis dengar, remaja menampilkan semacam drama. Begitu pula pada tahun 2016, yang diketuai oleh Ekky, di mana para remaja tampil dengan adegan penjajahan tentara Jepang kepada bangsa Indonesia. Drama ini menggunakan rekaman anak teater SMP Negeri 1 Singosari.</p>
<p><div id="attachment_1181" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1181" class="size-large wp-image-1181" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/Penampilan-Drama-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/Penampilan-Drama-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/Penampilan-Drama-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/Penampilan-Drama-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/Penampilan-Drama-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/Penampilan-Drama.jpg 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1181" class="wp-caption-text">Penampilan Drama</p></div></p>
<p>Pada tahun 2017 ketika kepanitian dipimpin oleh Shanti, para remaja menampilkan drama anak-anak dan refleksi mengenai perbedaan generasi Indonesia melawan generasi kekinian. Inti dari penampilan remaja tersebut adalah mengajak para remaja untuk menjadi generasi yang mencintai budaya bangsa sendiri.</p>
<p>Tahun ini, ketika adik saya menjadi ketua panitia, drama yang ditampilkan adalah petualangan seorang kakak-adik yang menjelajah keliling Indonesia untuk mengetahui kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia. Sayang, penulis tidak bisa menyaksikan penampilan tersebut.</p>
<p>Yang sama dari semua acara tersebut adalah ketika di akhir acara, warga secara bergantian dan bersama-sama bersenandung dengan riang gembira. Semua larut dalam kebahagiaan, sesuatu yang diharapkan oleh pendiri bangsa ini.</p>
<p><strong>Menghayati Kemerdekaan Melalui Karang Taruna</strong></p>
<p>Di sinilah pentingnya ikut Karang Taruna di lingkungan masing-masing. Kita bisa belajar untuk saling bahu-membahu dalam mempersiapkan acara, mulai dari yang paling remeh hingga yang membuat pusing kepala.</p>
<p>Kita hanya mempersiapkan acara, tidak perlu ikut serta berperang dan menumpahkan darah melawan penjajah. Kita hanya mengeluarkan peluh, tidak perlu mengorbankan nyawa.</p>
<p>Menyambut bulan kemerdekaan dengan suka cita, penulis yakini diharapkan oleh para pendiri bangsa ini. Mereka ingin masyarakat Indonesia merdeka dan bahagia dengan kemerdekaan tersebut.</p>
<p>Membuat peringatan dengan berbagai acara hanyalah satu tindakan kecil untuk menghargai jasa para pahlawan kita.</p>
<p>Karang Taruna, sebagai wadah berkumpulnya para remaja, penulis yakini sebagai tempat yang tepat untuk menghayati kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Grand Metropolitan Mal, Bekasi, 21 Agustus 2018, terinspirasi dari pengalaman penulis mengadakan acara peringatan kemerdekaan setiap tahunnya.</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/menghayati-kemerdekaan-melalui-karang-taruna/">Menghayati Kemerdekaan Melalui Karang Taruna</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/menghayati-kemerdekaan-melalui-karang-taruna/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
