<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>K-Pop Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/k-pop/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/k-pop/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Dec 2025 16:32:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>K-Pop Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/k-pop/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tier List Lagu-Lagu IVE Versi Saya (Bagian 1: Single dan EP Jepang)</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-ive-bagian-1-single-dan-ep-jepang/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-ive-bagian-1-single-dan-ep-jepang/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 16:24:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[IVE]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[tier list]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8479</guid>

					<description><![CDATA[<p>Karena sudah di penghujung tahun, maka seperti biasa aplikasi YouTube Music yang Penulis gunakan merilis rekap untuk tahun 2025. Tahun ini, Top 5 artis favorit Penulis adalah IVE, Linkin Park, ONE OK ROCK, NOAH, dan TWICE. Sebuah kombinasi yang unik. Penulis memang merasa tahun ini sangat sering mendengarkan lagu-lagu IVE. Bahkan, Penulis mendengarkan semua lagunya, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-ive-bagian-1-single-dan-ep-jepang/">Tier List Lagu-Lagu IVE Versi Saya (Bagian 1: Single dan EP Jepang)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Karena sudah di penghujung tahun, maka seperti biasa aplikasi <a href="https://whathefan.com/musik/bagaimana-algoritma-youtube-music-membuat-saya-menyelami-k-pop/">YouTube Music</a> yang Penulis gunakan merilis rekap untuk tahun 2025. Tahun ini, Top 5 artis favorit Penulis adalah <a href="https://whathefan.com/musik/i-am-ive/"><strong>IVE</strong></a>, <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/"><strong>Linkin Park</strong></a>, <a href="https://whathefan.com/musik/deeper-deeper-one-ok-rock/"><strong>ONE OK ROCK</strong></a>, <a href="https://whathefan.com/musik/puisi-di-dalam-lirik-peterpan-dan-noah/"><strong>NOAH</strong></a>, dan <a href="https://whathefan.com/musik/feel-special-twice/"><strong>TWICE</strong></a>. Sebuah kombinasi yang unik.</p>



<p>Penulis memang merasa tahun ini sangat sering mendengarkan lagu-lagu IVE. Bahkan, Penulis mendengarkan semua lagunya, bukan hanya judul-judul utama saja. Penulis belum pernah melakukan ini ke genre<em> </em>K-Pop. Kalau <a href="https://whathefan.com/musik/apakah-musik-rock-benar-benar-telah-mati/">genre <em>rock</em></a>, sering.</p>



<p>Alasannya sederhana, Penulis merasa cocok dengan mayoritas lagu IVE. Tidak terlalu imut-imut, tapi juga tidak terlalu <em>badass</em>. Pas di tengah-tengah. Apalagi, IVE sering mengangkat tema <em>self-confidence</em> dan <em>self-love</em>, sehingga banyak lagunya yang membuat Penulis merasa <em>related</em>.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/rawpixel-1065670-unsplash-300x200.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/rawpixel-1065670-unsplash-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/rawpixel-1065670-unsplash-768x513.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/rawpixel-1065670-unsplash-1024x684.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/rawpixel-1065670-unsplash-356x238.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/rawpixel-1065670-unsplash.jpg 1050w " alt="Uang Saya Lari Ke Mana Ya?" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/uang-saya-lari-ke-mana-ya/">Uang Saya Lari Ke Mana Ya?</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Tier List IVE</h2>



<p>Berbeda dengan <em>tier list </em>Linkin Park, tidak ada Tier S di sini karena <em>tier </em>tersebut memang khusus untuk satu lagu saja. Penulis hanya menggunakan Tier A yang terbaik hingga Tier E yang terburuk.</p>



<p>Rinciannya, Tier A adalah lagu-lagu yang masuk ke ke <em>playlist </em>dan sering kali Penulis sengaja dengarkan ketika pertama kali membuka YouTube Music. Lagu-lagu yang masuk ke <em>tier </em>ini juga mendominasi rekap tahun 2025 ini karena sering disetel.</p>



<p>Selanjutnya adalah Tier B, yang masih masuk <em>playlist</em>, tapi jarang Penulis setel duluan. Tier C adalah lagu yang tidak masuk ke dalam <em>playlist</em>, tapi tidak Penulis <em>skip </em>jika kebetulan muncul. Tier D masih bisa Penulis dengarkan, walau peluang buat di-<em>skip</em>-nya cukup besar. Tier E adalah lagu yang pasti Penulis <em>skip</em>.</p>



<p>Sama seperti artikel <em>tier list </em>sebelumnya, Penulis akan memberikan skor sesuai tiap album dan EP dengan Tier A bernilai 4 dan Tier E bernilai 0. Untuk <em>single </em>rasanya tidak perlu Penulis beri nilai secara khusus. </p>



<p>Mengingat ada banyak yang ingin Penulis bicarakan untuk lagu-lagu IVE, Penulis jadi ingin membagi tulisan ini menjadi beberapa bagian. Untuk bagian pertama ini, Penulis ingin membahas terlebih dahulu <em>single-single </em>yang pernah dirilis oleh IVE.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Single</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="IVE, David Guetta - Supernova Love Official Music Video" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/fyk6vjwI3wc?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>A: Supernova Love (2024)</li>



<li>B: After LIKE (2022), I Want (2023)</li>



<li>C: Eleven (2021), Take It (2021), Love Dive (2022), SUMMER FESTA (2024)</li>



<li>D: Royal (2022), My Satisfaction (2022), All Night (2024)</li>



<li>E: &#8211;</li>
</ul>



<p>Sebagaimana grup K-Pop pada umumnya, IVE pun debut lewat <em>single</em>&#8211;<em>single</em> terlebih dulu. Saat pertama kali muncul, mereka merilis <em>single </em><strong>&#8220;Eleven&#8221;</strong>, lantas disusul <strong>&#8220;Love Dive&#8221; </strong>dan <strong>&#8220;After LIKE&#8221;.</strong> Masing-masing <em>single </em>memiliki dua lagu, tapi Penulis kurang menikmati lagu lainnya. </p>



<p>Menariknya, Penulis justru tahu belakangan ketiga <em>single </em>awal ini karena memang Penulis mengenal IVE melalui &#8220;Kitsch&#8221; dan &#8220;I Am&#8221;, yang rilis di tahun 2022. Ketiga lagu utama ini cukup lama bertahan di <em>playlist </em>Penulis, tapi kini tinggal tersisa lagu &#8220;After LIKE&#8221;.</p>



<p>Salah satu alasan yang membuat Penulis cukup menyukai &#8220;After LIKE&#8221; adalah karena gara-gara video konser mereka di kanal YouTube First Take. IVE, yang dulu sempat dicibir karena kurangnya kualitas vokal mereka, telah berevolusi menjadi penyanyi yang solid (terutama Liz).</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="IVE - After LIKE / THE FIRST TAKE" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/BiTEQGmPRfQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Setelah merilis tiga <em>single</em>, IVE rajin merilis EP, bahkan bisa hingga dua kali dalam satu tahun seperti di tahun 2025 ini. Maka dari itu, tidak banyak <em>single </em>yang mereka rilis. Paling lagu kolaborasi dengan Pepsi, yakni <strong>&#8220;I Want&#8221;</strong> dan <strong>&#8220;Summer Festa&#8221;</strong> yang terkesan <em>fun </em>banget.</p>



<p>IVE juga dua kali berkolaborasi dengan artis luar negeri. Pertama ada <strong>&#8220;Supernova Love&#8221; </strong>yang merupakan hasil kolaborasi dengan David Guetta. Ini adalah salah satu yang paling sering Penulis dengarkan di tahun 2025 ini.</p>



<p>Sebagai lagu EDM, lagu ini terasa seru, tapi juga ada sisi melankolisnya. Setelah diselidiki, ternyata lagu ini menggunakan <em>sampling </em>dari lagu &#8220;Merry Christmas, Mr. Lawrence&#8221; karya legenda Jepang, Ryuichi Sakamoto, yang dibuat untuk veteran perang.</p>



<p>Oh iya, IVE memang terkenal karena suka menggunakan <em>sampling </em>dari lagu lain. &#8220;After LIKE&#8221; misalnya, mengambil <em>sample </em>dari &#8220;I Will Survive&#8221; karya Gloria Gaynor. Namun, lagu tersebut memang cukup sering dijadikan <em>sample </em>oleh musisi lain.</p>



<p><em>Single </em>dengan artis internasional kedua adalah<strong> &#8220;All Night&#8221; </strong>bersama Saweetie. Lagu ini mengingatkan Penulis kepada lagu-lagu pop tahun 2010-an. Karena Penulis bukan penggemar lagu pop, maka Penulis tidak terlalu menyukai lagu ini.</p>



<p>Secara lirik, lagu-lagu di atas memiliki tema yang lebih ringan dan seputar percintaan, sehingga tidak ada yang istimewa bagi Penulis dari sisi ini. Beda cerita dengan dua lagu berbahasa Jepang yang akan Penulis bahas di poin berikutnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">EP Jepang (WAVE, Alive, Be Alright)</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="IVE 아이브 &#039;Be Alright&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/gC7cURZsiH8?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>A: Be Alright (2025), DARE ME (2025)</li>



<li>B: Crush (2024)</li>



<li>C: &#8211;</li>



<li>D: WAVE (2022), Classic (2022), Will (2024)</li>



<li>E: &#8211;</li>
</ul>



<p>IVE dikenal karena kerap merilis lagu<em> </em>berbahasa Jepang (mungkin karena ada Rei yang berasal dari Jepang). Bukan hanya menerjemahkan yang sudah ada ke versi Jepang, tapi benar-benar membuat lagu baru dalam format <em>extended play </em>(EP).</p>



<p>Memang ada beberapa lagu hit mereka yang diterjemahkan ke bahasa Jepang, tapi lagu-lagu tersebut menjadi sekadar pelengkap saja untuk lagu orisinalnya. Setiap EP Jepang akan merilis dua lagu baru beserta tiga lagu &#8220;terjemahan&#8221;. </p>



<p>Awalnya, Penulis tidak terlalu memedulikan lagu-lagu Jepang ini karena menurut Penulis memang tidak terlalu enak. Dari dua EP pertama,<em>WAVE</em> (2022) dan <em>Alive</em> (2024), hanya lagu <strong>&#8220;Crush&#8221;</strong> yang masih masuk ke telinga Penulis.</p>



<p>Namun, semua berubah ketika EP <em>Be Alright </em>rilis di tahun ini. Dua <em>single </em>utamanya, <strong>&#8220;Be Alright&#8221; </strong>dan <strong>&#8220;DARE ME&#8221;</strong>, benar-benar menjadi favorit baru Penulis. Bukan hanya karena musiknya enak, tapi juga maknanya yang dalam dan datang di saat Penulis membutuhkannya!</p>



<p>Penulis tidak ingat bagaimana pertama kali mendengarkan lagu &#8220;Be Alright&#8221;, tapi rasanya lagu itu tiba-tiba muncul begitu saja. Kebetulan, waktu itu ada orang dekat Penulis yang sedang khawatir dengan situasi kehidupannya. Lagu ini pun Penulis kirimkan kepadanya.</p>



<p>Sesuai dengan judulnya, lagu ini menjadi semacam penyemangat kalau semua akan baik-baik saja, seberat apa pun rasanya saat ini. Lagu ini juga membuat Penulis teringat lagu &#8220;Three Little Birds&#8221; dari Bob Marley. Penulis akan taruh liriknya di bawah ini:</p>



<p><strong>It&#8217;s gonna be alright<br></strong><em>Ini akan baik-baik saja</em></p>



<p><strong>Don&#8217;t worry about tomorrow 弾ける<strong>(hajikeru)</strong></strong> <strong>emotion</strong> <br><em>Jangan khawatirkan hari esok, emosi yang meluap</em></p>



<p><strong>心配いらない (shinpai iranai</strong>) <strong>it&#8217;s gonna be alright<br></strong><em>Tidak perlu khawatir, ini akan baik-baik saja</em></p>



<p><strong>超えてゆく想像 さあおいでよ (koete yuku souzou</strong> <strong>saa oide yo )</strong> <strong>follow<br></strong><em>Melampaui imajinasi, ayo ikutlah (padaku)</em></p>



<p><strong>I know it&#8217;s gonna be, it&#8217;s gonna be alright<br></strong><em>Aku tahu ini akan jadi, ini akan baik-baik saja</em></p>



<p>Lagu ini sekarang Penulis jadikan &#8220;alat&#8221; ketika mulai merasa khawatir berlebihan terhadap segala sesuatu. Lagu ini jadi pengingat bahwa semua akan baik-baik saja, yang penting fokus dengan apa yang kita lakukan saat ini.</p>



<p>Sementara itu, Penulis jatuh cinta dengan lagu &#8220;DARE ME&#8221; karena IVE membawakan lagu ini di kanal First Take juga. Jika &#8220;Be Alright&#8221; mengingatkan kita untuk tidak <em>overthinking </em>berlebihan, maka lagu ini jadi pengingat untuk percaya ke diri sendiri. </p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="IVE - DARE ME / THE FIRST TAKE" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/8k0Myd9F8to?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Coba saja lihat liriknya di bawah ini pada bagian <em>chorus </em>dan<em> post chorus-</em>nya berikut ini:</p>



<p><strong>[CHORUS]</strong></p>



<p><strong>Dare me, dare me!<br></strong><em>Tantang aku, tantang aku!</em></p>



<p><strong>Believe myself<br></strong><em>Percayai diriku sendiri</em></p>



<p><strong>ダメな自分も愛して (Dame na jibun mo aishite)<br></strong><em>Cintai juga dirimu yang tidak sempurna</em></p>



<p><strong>I know that I can shine again<br></strong><em>Aku tahu bahwa aku bisa bersinar lagi</em></p>



<p><strong>さぁ羽を広げて (Saa hane o hirogete)<br></strong><em>Ayo, rentangkan sayapmu</em></p>



<p><strong>Don&#8217;t be afraid to make mistakes<br></strong><em>Jangan takut membuat kesalahan</em></p>



<p><strong>Keep trying, trying daily<br></strong><em>Teruslah mencoba, mencoba setiap hari</em></p>



<p><strong>Just keep moving toward your dream, yeah<br></strong><em>Teruslah bergerak menuju impianmu, yeah</em></p>



<p><strong>[POST-CHORUS]</strong></p>



<p><strong>Believe me, believe me, believe myself<br></strong><em>Percayalah padaku, percayalah padaku, percayai diriku sendiri</em></p>



<p><strong>誰に何を言われたって yeah (Dare ni nani o iwaretatte yeah)<br></strong><em>Tidak peduli orang akan mengatakan apa pun (padaku) yeah</em></p>



<p><strong>I L-O-V-E M-E, yes<br></strong><em>Aku C-I-N-T-A D-I-R-I-K-U, ya</em></p>



<p><strong>Believe me, believe me, just be myself<br></strong><em>Percayalah padaku, percayalah padaku, jadilah diriku sendiri saja</em></p>



<p><strong>ありのままの私でいいの yeah (Ari no mama no watashi de ii no yeah)<br></strong><em>Tidak apa-apa menjadi diriku apa adanya, yeah</em></p>



<p><strong>I L-O-V-E M-E, yes<br></strong><em>Aku C-I-N-T-A D-I-R-I-K-U, ya</em></p>



<p>Karena liriknya yang mendalam dan kebetulan secara musik juga enak, tak heran kalau kedua lagu masuk ke Tier A dan belakangan begitu sering Penulis dengarkan. Apalagi harmonisasi suara Yujin dan Liz di lagu &#8220;DARE ME&#8221;, pantas mendapatkan apresiasi.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Setelah bertahun-tahun mendengarkan lagu K-Pop, baru kali ini Penulis merasa begitu memperhatikan liriknya. Penulis tidak bahasa Korea, tapi ketika mendengarkan lagu IVE, Penulis punya <em>feeling </em>lagunya ingin menyampaikan pesan penting dan ternyata memang terbukti.</p>



<p>Padahal, baru dua lagu dari EP Jepang yang Penulis jadikan contoh. Masih ada banyak lagi lagu lain yang bertema <em>self-love</em>, <em>self-confidence</em>, bahkan <em>self-acceptance </em>di lagu-lagu utama mereka, yang akan Penulis bahas di artikel selanjutnya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 11 Desember 2025, terinspirasi setelah IVE menjadi artis yang paling sering Penulis dengarkan di tahun 2025 melalui aplikasi YouTube Music</p>



<p>Foto Featured Image: YouTube</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-ive-bagian-1-single-dan-ep-jepang/">Tier List Lagu-Lagu IVE Versi Saya (Bagian 1: Single dan EP Jepang)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-ive-bagian-1-single-dan-ep-jepang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mari Kita Bicarakan Carmen dan Hearts2Hearts</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/mari-kita-bicarakan-carmen-dan-hearts2hearts/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/mari-kita-bicarakan-carmen-dan-hearts2hearts/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2025 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Carmen]]></category>
		<category><![CDATA[Hearts2Hearts]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8303</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis mengenal K-Pop sejak Gen 2 ketika SMA. Waktu itu, rata-rata member dari sebuah girlband atau boyband lebih tua dari Penulis. Sebagai contoh, Girls&#8217; Generation atau SNSD memiliki member yang lahir antara tahun 1989 hingga 1991. Penulis hiatus cukup lama dari dunia K-Pop, kalau tidak salah mulai tahun 2013-2014. Penulis baru menyentuhnya lagi ketika kerja [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/mari-kita-bicarakan-carmen-dan-hearts2hearts/">Mari Kita Bicarakan Carmen dan Hearts2Hearts</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penulis mengenal K-Pop sejak Gen 2 ketika SMA. Waktu itu, rata-rata <em>member</em> dari sebuah girlband atau boyband lebih tua dari Penulis. Sebagai contoh, Girls&#8217; Generation atau SNSD memiliki <em>member </em>yang lahir antara tahun 1989 hingga 1991.</p>



<p>Penulis hiatus cukup lama dari dunia K-Pop, kalau tidak salah mulai tahun 2013-2014. Penulis baru menyentuhnya lagi ketika kerja karena teman sekantor Penulis merupakan penggemar berat <a href="https://whathefan.com/musik/forever-young-blackpink/">Blackpink</a>, yang termasuk ke Gen 3. Namun, baru di tahun 2022-2023 Penulis baru kembali intens mendengarkan K-Pop melalui <a href="https://whathefan.com/musik/awal-perkenalan-dengan-twice-park-jihyo-dan-time-to-twice/">Twice</a>.</p>



<p>Nah, Gen 3 ini bisa dibilang seumuran dengan Penulis atau setidaknya usianya tidak beda jauh dari Penulis. Contoh <em>idol </em>yang seumuran dengan Penulis adalah Wendy dan Seulgi dari <a href="https://whathefan.com/musik/feel-my-rhythm-red-velvet/">Red Velvet</a>. Kami sama-sama kelahiran 1994.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/setelah-membaca-a-happy-life-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/setelah-membaca-a-happy-life-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/setelah-membaca-a-happy-life-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/setelah-membaca-a-happy-life-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/setelah-membaca-a-happy-life-banner.jpg 1200w " alt="[REVIEW] Setelah Membaca A Happy Life: Sebuah Perenungan" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-a-happy-life-sebuah-perenungan/">[REVIEW] Setelah Membaca A Happy Life: Sebuah Perenungan</a></div></div></div><p></p>


<p>Penulis bisa dibilang &#8220;telat&#8221; mengikuti Gen 3 ini, karena mereka sudah mulai mendekati penghujung karier ketika mendengarkan mereka. Bahkan, bisa dibilang sudah mulai peralihan ke Gen 4 seperti <a href="https://whathefan.com/musik/live-my-life-aespa/">aespa</a> dan <a href="https://whathefan.com/musik/i-am-ive/">IVE</a>, yang kira-kira seumuran dengan adik bungsu Penulis.</p>



<p>Penulis menyadari bahwa ada kesan <em>cringe </em>jika Penulis melihat sosok &#8220;adik-adik&#8221; yang bernyanyi dan nge-<em>dance</em>. Oleh karena itu, Penulis cenderung menghindari menonton video <em>performance </em>mereka. Penulis hanya menikmati musik mereka, sambil sesekali menonton <em>variety show</em> mereka.</p>



<p>Nah, kalau Gen 4 saja sudah ada perasaan takut dianggap <em>cringe</em>, lantas bagaimana dengan Gen 5 yang usianya lebih mudah lagi? Beda umur mereka dengan Penulis bisa mencapai belasan tahun!</p>



<p>Oleh karena itu, ketika Babymonster dari YG Entertainment debut dan langsung <em>hype</em>, Penulis berusaha untuk tidak terlalu mendengarkan lagu mereka (walau belakangan sedang sering mendengar lagu &#8220;Drip&#8221;).</p>



<p>Namun, hal tersebut runtuh begitu saja ketika Penulis mengetahui ada orang Indonesia yang berhasil tembus SM Entertainment, salah satu dari Big 3 agensi di Korea Selatan. Orang tersebut adalah <strong>Nyoman Ayu Carmenita </strong>atau <strong>Carmen</strong>, yang bergabung dengan Hearts2Hearts.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana Carmen Bisa Debut di SM Entertainment</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8307" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">SM Entertainment (<a href="https://www.afloimages.com/imagedetails/127368480_extIntAflo/127368480-AFLO-Images-SM-Entertainment-June-12-2020-The-headquarters-of-.html">Afloimages</a>)</figcaption></figure>



<p>Carmen memang bukan orang Indonesia pertama yang berhasil menembus industri K-Pop. Sebelumnya, pernah ada nama seperti Dita Karang yang debut bersama Secret Number, walau kini grupnya tersebut sudah resmi bubar.</p>



<p>Namun, Carmen adalah orang Indonesia pertama yang berhasil debut di Big 3 agensi di Korea Selatan, yang terdiri dari SM Entertainment, JYP Entertainment, dan YG Entertainment. Carmen berada di agensi yang sama dengan SNSD, Red Velvet, dan aespa.</p>



<p>Mungkin sudah banyak yang tahu bagaimana Carmen bisa lolos SM. Awalnya ia mengikuti SM Global Audition melalui Zoom pada tahun 2020, saat zaman Covid. Waktu itu, berarti ia berumur sekitar 13-14 tahun.</p>



<p>Dari pendaftaran tersebut, ternyata ia lolos ke tahap selanjutnya dan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti proses seleksi lebih lanjut. Ia diantar oleh kakaknya, karena ia masih merahasiakan hal ini ke orang tuanya.</p>



<p>Siapa sangka ternyata ia berhasil lolos dan resmi menjadi <em>trainee</em> SM Entertainment. Awalnya ia dilarang oleh kedua orang tuanya (bayangkan saja melepas anak gadisnya sendirian ke negara orang yang terkenal rasis), tapi kakaknya berhasil membantu meyakinkan orang tuanya.</p>



<p>Carmen pun resmi menjadi <em>trainee </em>di tahun 2022, ketika ia berumur 15-16 tahun. Setelah dua tahun, ia akhirnya resmi debut bersama Hearts2Hearts pada tanggal 24 Februari 2025. Ia, yang lahir pada tanggal 28 Maret 2006, menjadi anggota tertua di grup tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Coba Kita Bayangkan Menjadi Seorang Carmen</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8308" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Nyoman Ayu Carmenita (<a href="https://voi.id/en/lifestyle/463698">VOI</a>)</figcaption></figure>



<p>Bayangkan ketika kita berumur 15-16 tahun. Mungkin kita baru lulus SMP dan baru akan merasakan masa-masa indah SMA. Namun, kita mendapatkan sebuah surat yang menyatakan kita diterima sebagai <em>trainee</em> di salah satu agensi terbesar di Korea Selatan.</p>



<p>Ketika berangkat, kita memang punya modal menyanyi dan menari yang cukup oke, karena kebetulan kita punya <em>privilege </em>di keluarga yang cukup <em>nyeni</em>. Akan tetapi, kita dalam posisi tidak bisa sama sekali berbahasa Korea. Apalagi, banyak orang Korea yang tidak bisa berbahas Inggris.</p>



<p>Sebelum berangkat, muncul kekhawatiran di kepala kita. Korea Selatan terkenal sebagai negara yang cukup rasis dan ultranasionalis. Bisakah kita bertahan di sana sendirian? Apakah kita bisa berteman dengan orang asli sana? Apakah kita bisa menyelesaikan masa <em>trainee</em> dan debut sebagai <em>idol</em>?</p>



<p>Terlepas dari semua kekhawatiran itu, kita berusaha menepis semua pikiran negatif tersebut dan yakin dengan diri sendiri. Kita menyemangati diri kita sendiri dan yakin kalau kita bisa melewati semua tantangan yang ada.</p>



<p>Kita pun menjalani masa <em>trainee</em> sembari mengambil kelas bahasa Korea. Masa <em>trainee </em>adalah masa yang terkenal berat, di mana kita menjalani pelatihan yang insentif dari berbagai bidang. Semua harus kita jalani demi bisa debut.</p>



<p>Di awal-awal masa <em>trainee</em>, kita pasti merasa tertekan dan mengalami <em>culture shock</em>. Tidak ada teman untuk bercerita karena ada <em>languange barrier </em>yang cukup lebar. Mungkin kita bisa menelepon orang tua kita, tapi kehadiran fisik seseorang yang bisa menjadi tempat mengeluh masih dibutuhkan.</p>



<p>Beberapa bulan kemudian, kita sudah mulai bisa berbicara dalam bahasa Korea dasar. Kita mulai mencoba mengobrol dengan sesama <em>trainee</em>. Mungkin ada yang rasis, tapi yang baik ke kita juga tidak sedikit. Kita pun mulai menemukan teman yang bisa diandalkan.</p>



<p>Setelah dua tahun, setelah semua jerih payah, rasa sepi, dan tangis, kita akhirnya mendapatkan pemberitahuan akan segera debut bersama teman-teman <em>trainee </em>lainnya. Kita akan menjadi orang pertama dari Indonesia yang debut di bawah bendera SM Entertainment.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Kurang lebih seperti itulah yang ada di benak Penulis ketika membayangkan berada di posisi Carmen. Sebagai seorang INFJ yang terkenal punya empati tinggi, entah mengapa Penulis bisa merasakan perjuangan yang telah ia lewati sejauh ini.</p>



<p>Meskipun ia terkenal selalu ceria dan memiliki <em>positive vibes</em>, Penulis yakin ia telah melewati banyak masa-masa berat selama ini, bahkan mungkin hingga sekarang. Itulah yang membuat Penulis mengagumi sosok Carmen, terlepas dirinya 12 tahun lebih muda dari Penulis.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Sekarang, Mari Kita Bicarakan Hearts2Hearts</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8309" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Atas: Ye-On (Paling Kiri), A-na, Jiwoo, Carmen | Bawah: Juun (Paling Kiri), Ian, Yuha, Stella (<a href="https://www.popline.id/k-pop/751070547/hearts2hearts-siap-rilis-reality-show-perdana-chat-hearts2hearts-catat-jadwalnya">Popline</a>)</figcaption></figure>



<p>Carmen menjalani debut di Hearts2Hearts (H2H) bersama &#8220;adik-adiknya&#8221;, mulai dari Jiwoo (<em>leader</em>), Yuha, Stella, Juun, A-na, Ian, hingga Ye-On. Mereka debut dengan lagu berjudul <strong>&#8220;The Chase&#8221;</strong>, yang sejujurnya kurang cocok dengan selera musik Penulis.</p>



<p>Namun, lagu mereka yang berjudul <strong>&#8220;Butterflies&#8221;</strong> benar-benar Penulis nikmati. Lagu ini bernuansa <em>ballad</em> yang <em>heartwarming</em>, bukan tipe <em>ballad </em>yang cocok jadi teman galau. Bersama &#8220;Drip&#8221; dari Babymonster yang Penulis sebut di awal tulisan, dua lagu ini belakangan sering Penulis dengarkan (walau terkesan bertolak belakang).</p>



<p>Ada beberapa pihak yang <em>nyinyir </em>dan menganggap kalau Carmen hanya dimanfaatkan SM sebagai alat <em>marketing </em>untuk meraup pasar Indonesia, yang terkenal suka <em>overproud</em>. Apapun itu, bagi Penulis Carmen sudah berhasil membawa nama Indonesia ke kancah internasional.</p>



<p>Seperti yang sudah disinggung di atas, Penulis suka menonton <em>variety show </em>para <em>idol </em>Korea ini ketika sedang bersantai. H2H ini belakangan sering Penulis tonton. Ternyata, walau mereka cantik-cantik, kelakukan mereka juga lumayan <em>random</em>, terutama Carmen, A-na, dan Ian.</p>



<p>Nah, dalam beberapa kesempatan, Carmen terlihat mengajari beberapa kata dalam bahasa Indonesia kepada <em>member-</em>nya. Sejauh ini, ada dua <em>member </em>yang cukup hafal dan fasih dalam berbahasa Indonesia: Ian dan Ye-on. </p>



<p>Mungkin Penulis termasuk ke dalam masyarakat Indonesia yang <em>overproud </em>dengan debutnya Carmen bersama H2H. Biarlah, Penulis benar-benar merasa bangga ke Carmen, apalagi setelah membayangkan betapa keras perjuangannya untuk bisa berada di titik sekarang.</p>



<p>H2H memang baru berusia 3 bulan dan memiliki dua lagu. Mereka baru akan <em>comeback </em>pada 18 Juni mendatang dengan lagu (yang katanya) berjudul &#8220;Style&#8221;. Penulis pribadi ingin melihat sejauh apa Carmen akan mengharumkan nama Indonesia melalui H2H.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 10 Juni 2025, terinspirasi setelah melihat banyak video seputar Carmen dan Hearts2Hearts</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.suara.com/bisnis/2025/02/25/101548/debut-idol-kpop-carmen-hearts2hearts-bakal-punya-gaji-di-atas-umr-indonesia">Suara</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/mari-kita-bicarakan-carmen-dan-hearts2hearts/">Mari Kita Bicarakan Carmen dan Hearts2Hearts</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/mari-kita-bicarakan-carmen-dan-hearts2hearts/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Beda Artis Korea Selatan dan Indonesia Ketika Pemilu</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/beda-artis-korea-selatan-dan-indonesia-ketika-pemilu/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/beda-artis-korea-selatan-dan-indonesia-ketika-pemilu/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2025 13:31:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[aespa]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[presiden]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8273</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu, ada fenomena yang menarik perhatian Penulis dari dunia per-K-Pop-an. Karina, salah satu member dari aespo aespa mengunggah sebuah foto di Instagram di mana dia berpose peace. Sebagaimana simbol peace pada umumnya, tentu Karina membentuk tanda V dengan kedua jarinya. Masalahnya, banyak yang menganggap kalau pos tersebut merupakan bentuk dukungan Karina terhadap salah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/beda-artis-korea-selatan-dan-indonesia-ketika-pemilu/">Beda Artis Korea Selatan dan Indonesia Ketika Pemilu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Beberapa waktu lalu, ada fenomena yang menarik perhatian Penulis dari dunia per-K-Pop-an. <strong>Karina</strong>, salah satu <em>member </em>dari <a href="https://whathefan.com/musik/live-my-life-aespa/"><s>aespo</s> aespa</a> mengunggah sebuah foto di Instagram di mana dia berpose <em>peace</em>. </p>



<p>Sebagaimana simbol <em>peace </em>pada umumnya, tentu Karina membentuk tanda V dengan kedua jarinya. Masalahnya, banyak yang menganggap kalau pos tersebut merupakan bentuk dukungan Karina terhadap salah satu calon presiden di Korea Selatan, yang memang sedang menjalani masa pemilu setelah presidennya dimakzulkan akhir tahun lalu.</p>



<p>Hal ini makin diperparah karena Karina menggunakan jaket dengan tulisan angka 2 dan berwarna merah, warna yang identik dengan partai pengusung calon kandidat nomor 2. Netizen pun langsung heboh dengan pos tersebut.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-300x200.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-356x237.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1.jpg 2048w " alt="Chapter 10 Perjanjian Damai" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/leon-dan-kenji-buku-1/chapter-10-perjanjian-damai/">Chapter 10 Perjanjian Damai</a></div></div></div><p></p>


<p>Tak lama setelah itu, Karina menghapus pos tersebut dan merilis permintaan maaf. SM Entertainment selaku agensi yang menaungi Karina juga merilis klarifikasi. Sejak itu, banyak sekali <em>public figure </em>di Korea yang berhati-hati dalam menunjukkan gestur angka.</p>



<p>Salah satu yang sempat Penulis lihat adalah Hearts2Hearts, yang merupakan adik dari <s>aespo</s> aespa. Dalam salah satu <em>live</em>-nya, beberapa <em>member</em>-nya tanpa sengaja menunjukkan gestur angka yang langsung menimbulkan kepanikan dan segera meralat gesturnya.</p>



<p>Lantas, apakah memang ada aturan <em>public figure </em>yang memiliki basis penggemar besar dilarang menunjukkan dukungan politiknya? Sebenarnya tidak ada peraturan resmi yang melarang, hanya saja hal tersebut dianggap sebagai sesuatu yang tabu. Istilahnya, &#8220;<em>No Color, No Gesture</em>&#8220;.</p>



<p>Kok, yang jelas-jelas mendukung. Yang dianggap &#8220;tersirat&#8221; seperti Karina saja langsung mendapatkan kecaman dari masyarakat Korea Selatan. Bahkan, sampai ada yang mengatakan “mereka sudah tamat.” Mungkin ini yang komentar memang <em>hater</em>-nya <s>aespo</s> aespa saja.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Membandingkan Fenomena Ini dengan Negara Sendiri</h2>



<p>Nah, melihat fenomena seperti ini, tentu Penulis jadi membandingkan dengan negaranya sendiri. Kalau di sini, mengapa para artis justru menjadi daya tarik utama untuk mendulang suara? Para artis bisa dengan bebas menunjukkan dukungannya kepada salah satu calon.</p>



<p>Menariknya, para artis pendukung ini bisa mendapatkan posisi-posisi di pemerintahan apabila calon yang didukung berhasil menang. Bayangkan saja Karina tiba-tiba menjadi staf khusus Presiden Korea Selatan. Sulit dibayangkan, bukan? Itulah bedanya.</p>



<p>Ada dua perspektif berbeda yang bisa dikulik dari sini. Pertama, <strong>masyarakat Korea Selatan memiliki standar tinggi dalam hal netralitas dan menghindari polarisasi</strong>. Siapa yang tidak memiliki keterkaitan dengan kelompok politik tertentu lebih baik diam.</p>



<p>Seperti yang sudah Penulis singgung di atas, <em>public figure </em>di Korea Selatan (terlebih <em>idol </em>K-Pop) memiliki basis penggemar yang sangat besar. Jika mereka sudah menunjukkan dukungan kepada salah satu calon, besar kemungkinan penggemar akan ikut pilihan mereka.</p>



<p>Jika hal tersebut benar-benar terjadi, akibatnya adalah pemilihan berdasarkan apa kata idola mereka, bukan karena murni pilihan pribadi atau preferensi politik mereka. Yang terpilih pun bisa dibilang karena populer, bukan visi misi yang dimiliki (salah satu penyakit tulen demokrasi).</p>



<p>Dari perspektif lain, <strong>masyarakat Korea Selatan saja yang terlalu kaku dan tidak menerapkan demokrasi secara utuh</strong>. Toh, di negara yang katanya paling demokrasi (baca: Amerika Serikat), para artisnya juga gencar mengampanyekan jagoannya secara blak-blakan.</p>



<p>Artis atau <em>public figure </em>juga memiliki hak suara dan punya hak untuk ikut mengampanyekan calon yang mereka dukung, apa pun alasannya. Bisa karena satu ideologi, bisa karena dibayar. Yang jelas, mereka siap dicap netizen sebagai <em>buzzer</em>.</p>



<p>Lantas, bagaimana dengan penggemar mereka yang memilih karena pilihan para <em>public figure </em>ini? Ya, salah mereka sendiri, kenapa tidak punya pendirian. Mereka harusnya menyadari bahwa sosok idola dan pilihan politik seharusnya dipisahkan.</p>



<p>Kalau yang ekstrem, mungkin mereka akan berhenti mengidolakan seseorang apabila pilihan politiknya berbeda. Dari yang dulu memuja-muja dan <em>like </em>semua pos di media sosial, berbalik menjadi penghujat nomor satu.</p>



<p>Terlepas dari kedua perspektif di atas, ini adalah kali kedua Penulis secara pribadi membandingkan artis Korea Selatan dan Indonesia. Sebelumnya, Penulis sering membandingkan perbedaan gaya hidup mereka, tapi rasanya itu bisa dibahas di tulisan lain.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Pertanyaannya sekarang, mana yang benar? Apakah Korea Selatan yang kaku atau Indonesia yang <em>selow</em>? Menurut Penulis, <strong>tidak ada yang salah atau benar</strong>. Toh, masing-masing negara memiliki budaya yang berbeda, sehingga masing-masing tahu mana yang terbaik untuknya.</p>



<p>Mungkin artis Korea Selatan memang harus ekstra hati-hati karena masyarakatnya cukup sensitif dengan masalah politik. Bayangkan saja, <a href="https://whathefan.com/musik/i-am-ive/">Rei dari IVE</a> saja sampai takut ketika disuruh melakukan <em>aegyo</em> dengan menunjuk pipinya menggunakan telunjuk. Padahal ia dari Jepang, yang artinya tidak punya hak pilih.</p>



<p>Sebaliknya, masyarakat Indonesia tampaknya cukup <em>selow </em>ketika melihat para artisnya menjadi tim kampanye calon presiden tertentu. Tentu ada saling hujat di sana-sini, tapi rasanya tidak seekstrem masyarakat Korea Selatan. Paling dicap <em>buzzer </em>aja, apalagi yang sampai dapat jabatan di pemerintahan terpilih.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 8 Juni 2025, terinspirasi setelah melihat bagaimana takutnya para <em>idol </em>K-Pop menunjukkan gestur angka ketika masa jelang pemilu presiden Korea Selatan</p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://www.detik.com/pop/korean-wave/d-7937128/karina-aespa-bikin-heboh-pakai-jaket-merah-diduga-dukung-02">Karina aespa Bikin Heboh, Pakai Jaket Merah Diduga Dukung 02 &#8211; Detik.com</a></li>



<li><a href="https://www.koreaboo.com/news/aespa-gets-dragged-political-controversy-despite-karina-post-deletion/">aespa Gets Further Dragged Into Political Controversy Despite Karina’s Post Deletion &#8211; Korea Boo</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/beda-artis-korea-selatan-dan-indonesia-ketika-pemilu/">Beda Artis Korea Selatan dan Indonesia Ketika Pemilu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/beda-artis-korea-selatan-dan-indonesia-ketika-pemilu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>I AM: IVE</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/i-am-ive/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/i-am-ive/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jul 2024 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[girlband]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[IVE]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[self-confidence]]></category>
		<category><![CDATA[self-love]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7593</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis pernah memberikan pendapatnya mengenai kualitas vokal yang agak kurang dari Gen 4 girlband K-Pop. Namun, bukan berarti Penulis tidak mendengarkan mereka karena kualitas vokal bukan menjadi satu-satunya parameter dalam sebuah lagu. Suara yang biasa saja, jika musiknya enak, ya tetap bisa didengarkan. Oleh karena itu, Penulis masih bisa menikmati lagu-lagu dari Gen 4. Di [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/i-am-ive/">I AM: IVE</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penulis pernah memberikan pendapatnya mengenai <a href="https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-1/">kualitas vokal yang agak kurang dari Gen 4</a> <em>girlband </em>K-Pop. Namun, bukan berarti Penulis tidak mendengarkan mereka karena kualitas vokal bukan menjadi satu-satunya parameter dalam sebuah lagu.</p>



<p>Suara yang biasa saja, jika musiknya enak, ya tetap bisa didengarkan. Oleh karena itu, Penulis masih bisa menikmati lagu-lagu dari Gen 4. Di antara semua yang sudah pernah Penulis coba dengarkan, musikalitas <strong>IVE</strong> menjadi yang paling cocok dengan telinganya. </p>



<p>Kebetulan, IVE menjadi <em>girlband </em>keempat yang akan Penulis bahas di blog ini, setelah <a href="https://whathefan.com/musik/forever-young-blackpink/">Blackpink</a>, <a href="https://whathefan.com/musik/feel-special-twice/">Twice</a>, dan <a href="https://whathefan.com/musik/feel-my-rhythm-red-velvet/">Red Velvet</a>, sekaligus Gen 4 pertama yang Penulis bahas. Itu menunjukkan kalau <em>girlband </em>ini memang cukup spesial bagi Penulis.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/piala-dunia-memang-sering-menghadirkan-kejutan-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/piala-dunia-memang-sering-menghadirkan-kejutan-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/piala-dunia-memang-sering-menghadirkan-kejutan-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/piala-dunia-memang-sering-menghadirkan-kejutan-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/piala-dunia-memang-sering-menghadirkan-kejutan-banner.jpg 1280w " alt="Piala Dunia Memang Sering Menghadirkan Kejutan" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/olahraga/piala-dunia-memang-sering-menghadirkan-kejutan/">Piala Dunia Memang Sering Menghadirkan Kejutan</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Sekilas tentang IVE</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/iam-ive-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7596" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/iam-ive-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/iam-ive-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/iam-ive-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/iam-ive-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Dari Kiri: Rei, Leeseo, Wonyung, Yujin, Gaeul, Liz (<a href="https://www.billboard.com/music/pop/ive-kpop-star-profile-1235310237/">Billboard</a>)</figcaption></figure>



<p>IVE merupakan sebuah <em>girlband </em>di bawah naungan Starship Entertainment, agensi yang juga pernah menaungi <em>girlband </em>legendaris Sistar. IVE yang melakukan debut pada tanggal 1 Desember 2021 terdiri dari enam anggota, yakni:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Yujin </strong>(Ahn Yujin) sebagai Leader, Main Dancer, Vocalist</li>



<li><strong>Gaeul </strong>(Kim Gaeul) sebagai Main Dancer, Lead Rapper, Sub Vocalist</li>



<li><strong>Rei </strong>(Naoi Rei) sebagai Main Rapper, Sub Vocalist</li>



<li><strong>Wonyoung </strong>(Jang Wonyoung) sebagai Vocalist, Dancer, Visual</li>



<li><strong>Liz </strong>(Kim Ji-won) sebagai Main Vocalist</li>



<li><strong>Leeseo </strong>(Lee Hyun-seo) sebagai Lead Dancer, Sub Vocalist, Visual, Maknae</li>
</ul>



<p>Salah satu hal yang paling menonjol dari IVE, terlepas dari sisi musik, adalah anggotanya yang tinggi-tinggi. Wonyoung dan Yujin menjadi yang tertinggi dengan 173 cm, diikuti oleh Liz (171 cm), Rei (170 cm), Leeseo (168 cm), dan Gaeul (164 cm). </p>



<p>Lucunya, Gaeul yang paling mungil adalah <em>member </em>tertua di IVE karena lahir di tahun 2002. Di bawahnya ada sang <em>leader </em>Yujin (2003), disusul angkatan 2004 (Rei, Liz, Wonyoung), dan paling muda adalah Leeseo (2007). Penulis jadi merasa sangat tua. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Perkenalan dengan IVE dan Musikalitasnya</h2>



<p>Dalam tulisan sebelumnya, Penulis pernah bercerita kalau lagu pertama dari IVE yang didengar adalah &#8220;<strong>Kitsch</strong>,&#8221;<strong> </strong>yang lewat secara <em>random </em>ketika Penulis sedang mendengarkan lagu di YouTube Music. Lagu ini langsung berhasil menarik perhatian Penulis karena <em>bass-</em>nya yang nendang banget.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="IVE 아이브 &#039;Kitsch&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/pG6iaOMV46I?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Namun, sebenarnya perkenalan Penulis pertama dengan IVE bukan lewat lagu tersebut, melainkan lewat <em>Runningman</em>, sebuah <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/korea-selatan-dan-reality-show-sarana-promosi-negara-ke-dunia/">acara <em>reality show </em>yang sangat populer</a>. Di salah satu episode, IVE menjadi bintang tamu dari acara tersebut.</p>



<p>Penulis hanya menonton potongannya di YouTube, itu pun karena judulnya yang menarik: &#8220;<strong><em>IVE Rei making Yoo Jae-suk wants to give up on MC-ing</em></strong>.&#8221;Ketika Penulis tonton, memang interaksi antara Rei dan Jae-suk sangat lucu, bahkan Penulis akhirnya menonton episode lengkapnya.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="IVE Rei making Yoo Jae-suk wants to give up on MC-ing" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/csK4qPYd-YI?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Berawal dari sana, Penulis jadi tertarik untuk mendengarkan lagu-lagu IVE, yang dimulai dari lagu &#8220;Kitsch&#8221; yang <em>catchy</em>. Sebagai seorang <em>basshead</em>, lagu ini benar-benar memuaskan telinga Penulis, apalagi kalau <em>setting</em> <em>bass </em>Penulis disetel hingga maksimal.</p>



<p>Lagu kedua IVE yang berhasil menarik perhatian Penulis adalah &#8220;<strong>I AM</strong>,&#8221; yang satu album dengan lagu &#8220;Kitsch.&#8221; Meskipun Penulis menganggap IVE sebagai salah satu <em>girlband </em>yang tidak memiliki vokal menonjol, menariknya di lagu ini nada tinggi dari Yujin.</p>



<p>Lagu ini juga memiliki lirik yang keren pada bagian <em>reff</em>-nya, di mana jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi, &#8220;<em>menjadi seorang penulis yang bergenre fantasi</em> (<em>be a writer, 장르로는 판타지</em>). Rasanya puitis saja lirik ini, tidak biasa.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="[BE ORIGINAL] IVE(아이브) &#039;I AM&#039; (4K)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/cU0JrSAyy7o?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Setelah mendengarkan kedua lagu tersebut, barulah Penulis mendengarkan lagu-lagu lama mereka, mulai dari lagu debut mereka &#8220;<strong>Eleven</strong>&#8221; hingga &#8220;<strong>Love Dive</strong>&#8221; dan &#8220;<strong>After Like</strong>.&#8221; Menariknya, semua <em>title song </em>tersebut masuk ke telinga Penulis.</p>



<p>Ketika sudah terbiasa dengan IVE, mini album <em><strong>I&#8217;VE MINE</strong></em> rilis pada pertengahan 2023. Penulis langsung cocok dengan lagu &#8220;<strong>Baddie</strong>&#8221; yang sekali lagi berhasil memuaskan <em>basshead </em>seperti Penulis. </p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="IVE 아이브 &#039;Off The Record&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/_ApV7Lm87cg?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Tidak hanya itu, lagu &#8220;<strong>Either Way</strong>&#8221; dan &#8220;<strong>Off the Record</strong>&#8221; yang lebih <em>ballad </em>juga cocok dengan selera musik Penulis. Untuk lagu &#8220;Off the Record,&#8221; bisa dibilang lagu ini adalah lagu favoritnya dari IVE setelah lagu &#8220;I AM&#8221; karena mampu menghadirkan nuansa sendu ketika mendengarkannya.</p>



<p>Di tahun ini, IVE melakukan <em>comeback </em>dengan merilis album <em><strong>I&#8217;VE SWITCH</strong></em>. Lagu utamanya, &#8220;<strong>HEYA (해야)</strong>,&#8221; lagi-lagi cocok dengan selera Penulis. Sayang, lagu utama kedua &#8220;<strong>Ascendio</strong>&#8221; kurang cocok, meskipun Penulis masih bisa menikmatinya. </p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="IVE 아이브 &#039;해야 (HEYA)&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/07EzMbVH3QE?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Dalam menikmati lagu Korea, Penulis tidak terlalu memedulikan liriknya karena memang tidak paham bahasanya. Namun, dari banyak sumber, Penulis mengetahui kalau tema yang sering diusung oleh IVE adalah <em>self-confidence </em>dan <em>self-love</em>.</p>



<p>Tema tersebut, mungkin, direpresentasikan dengan dominannya <em>bass </em>pada musiknya. Entah itu benar atau tidak, hanya perasaan Penulis. Yang jelas, Penulis merasa hampir di setial lagu IVE (kecuali yang <em>ballad</em>) selalu memiliki unsur <em>bass </em>yang cukup menonjol.</p>



<p>Karena hal tersebu, nuansa yang ingin dihadirkan IVE jadi berbeda dengan <em>girlband </em>lain, seperti aespa dengan konsep futuristiknya, NewJeans dengan konsep <em>fresh</em>-nya, atau NMIXX dengan berbagai ekperimental yang dilakukan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Dari Musik ke Reality Show</h2>



<p>Berbanding terbalik dengan Twice yang menarik Penulis setelah menonton acara <em>reality show</em>-nya, Penulis justru tertarik menonton <em>reality show </em>IVE setelah mendengarkan lagu-lagunya. Apalagi, mereka memiliki <em>reality show</em>-nya sendiri yang berjudul <em><strong>1,2,3 IVE</strong></em>.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="1,2,3 IVE EP.1" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/qNQvMrGf96w?list=PLPhtNKiHTFypb16Xu0dxP8BHOHQ1bdxTa" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Penulis telah menonton semua keempat <em>season</em>-nya dan sama seperti <em>Time to Twice</em>, ada saja tingkah kocak dan konyol dari para anggotanya. Walaupun tidak seabsurd <em>member </em>Twice, para <em>member </em>IVE juga cukup lawak.</p>



<p>Di antara semua episode <em>1, 2, 3, IVE</em>, Penulis paling menyukai episode-episode jurit malam alias horor. Rei dan Gaeul menjadi <em>member </em>yang paling berani, sedangkan Liz menjadi <em>member </em>paling penakut, yang membuatnya menjadi hiburan utama.</p>



<p>Salah satu hal yang paling <em>memorable </em>di semua episodenya adalah kebaikan yang diperlihatkan oleh Rei. Contohnya adalah ketika dia berusaha menutup staf yang berbuat kesalahan dan berhenti di belakang Liz ketika tidak ada yang mau.</p>



<p>Bicara tentang Rei, ia adalah <em>member </em>favorit Penulis di IVE (alias <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/wanita-2d-vs-wanita-3d/">bias</a>). Bahkan, Penulis sampai membuat ratusan stiker dengan wajahnya di WhatsApp karena menemukan banyak foto lucunya di Pinterest. Penulis juga merupakan <em>subscriber </em>dari kanal YouTube-nya, <em>Follow Rei</em>.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="아이브 레이&amp;리즈의 첫 덕질💖 에버랜드 푸바오 코스 총정리! | 따라해볼레이 EP.13" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/fAizNJMhjYg?list=PLvGP2JpRxVlCGFshQuu-avxGQcth2sMdB" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Adanya <em>reality show </em>seperti <em>1, 2, 3, IVE </em>yang memperlihatkan sisi lain dari seorang <em>idol </em>membuat Penulis semakin menikmati musik-musik IVE. Penulis pernah mencoba menonton <em>reality show </em>dari <em>girlband </em>lain, tapi tidak ada yang benar-benar Penulis suka.</p>



<p>Yang jelas, kombinasi antara musikalitas yang cocok dengan selera, tema grup yang dibawakan, para <em>member </em>yang unik dan konyol, hingga konsep acara <em>reality show </em>yang menarik membuat IVE memiliki tempat spesial bagi Penulis. </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 4 Juli 2024, terinspirasi ketika mendengarkan lagu-lagu IVE </p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://ive.fandom.com/wiki/IVE">Fandom</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/i-am-ive/">I AM: IVE</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/i-am-ive/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Feel My Rhythm: Red Velvet</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/feel-my-rhythm-red-velvet/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/feel-my-rhythm-red-velvet/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Jun 2024 16:55:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[Red Velvet]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7465</guid>

					<description><![CDATA[<p>Blackpink (YG Entertainment) sudah, Twice (JYP Entertainemnt) sudah. Artinya, tinggal satu lagi girlband yang dianggap sebagai Big 3 dari gen 3 yang belum Penulis eksplorasi musiknya, yaitu Red Velvet dari SM Entertainment. Penulis sendiri sebenarnya tidak asing dengan Red Velvet, mengingat dulu ada salah satu teman kantornya yang merupakan penggemar dari girlband beranggotakan Irene, Wendy, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/feel-my-rhythm-red-velvet/">Feel My Rhythm: Red Velvet</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://whathefan.com/musik/forever-young-blackpink/">Blackpink</a> (YG Entertainment) sudah, <a href="https://whathefan.com/musik/feel-special-twice/">Twice</a> (JYP Entertainemnt) sudah. Artinya, tinggal satu lagi <em>girlband </em>yang dianggap sebagai Big 3 dari gen 3 yang belum Penulis eksplorasi musiknya, yaitu <strong>Red Velvet</strong> dari SM Entertainment. </p>



<p>Penulis sendiri sebenarnya tidak asing dengan Red Velvet, mengingat dulu ada salah satu teman kantornya yang merupakan penggemar dari <em>girlband </em>beranggotakan Irene, Wendy, Seulgi, Joy, dan Yeri ini. </p>



<p>Salah satu komentar dari teman kantor Penulis yang paling nempel adalah video-video klip Red Velvet kerap identik dengan nuansa <em>creepy</em>, berbeda dengan Blackpink yang berkonsep <em>girl crush </em>atau Twice yang terkesan imut. Ternyata, hal tersebut (separuh) benar.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/menjadi-dewasa-itu-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/menjadi-dewasa-itu-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/menjadi-dewasa-itu-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/menjadi-dewasa-itu-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/menjadi-dewasa-itu-banner-1536x864.jpg 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/menjadi-dewasa-itu-banner-2048x1151.jpg 2048w " alt="Menjadi Dewasa Itu&#8230;" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/renungan/menjadi-dewasa-itu/">Menjadi Dewasa Itu&#8230;</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Lagu-Lagu Red Velvet yang Penulis Dengarkan</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Red Velvet 레드벨벳 &#039;Psycho&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/uR8Mrt1IpXg?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Dulu sekali, satu-satunya lagu Red Velvet yang Penulis ketahui adalah &#8220;<strong>Psycho</strong>.&#8221; Itu pun hanya mendengarkannya sambil lewat, tidak pernah mendengarkannya secara utuh. Baru setelah <a href="https://whathefan.com/musik/awal-perkenalan-dengan-twice-park-jihyo-dan-time-to-twice/">berkenalan dengan Twice-lah</a> Penulis jadi mencoba untuk mendengarkannya.</p>



<p>Namun, justru karena lagu &#8220;<strong>Feel My Rhythm</strong>&#8220;-lah yang membuat Penulis memutuskan untuk mendalami Red Velvet. Penulis akan membahas lagu ini secara khusus di bawah karena menurut Penulis ini adalah lagu K-Pop terindah yang pernah didengarkan.</p>



<p>Lagu-lagu Red Velvet selanjutnya yang berhasil menarik perhatian Penulis adalah &#8220;<strong>Bad Boy</strong>&#8221; dan &#8220;<strong>Peek-a-Boo</strong>&#8221; karena memiliki keunikannya sendiri. Keduanya langsung masuk ke dalam daftar Liked Music Penulis di <a href="https://whathefan.com/musik/bagaimana-algoritma-youtube-music-membuat-saya-menyelami-k-pop/">YouTube Music</a>.</p>



<p>Setelah empat lagu tersebut, makin banyak lagu Red Velvet yang masuk ke dalam <em>playlist </em>Penulis, seperti &#8220;<strong>Queendom</strong>,&#8221; &#8220;<strong>Red Flavor</strong>,&#8221; &#8220;<strong>Ice Cream Cake</strong>,&#8221; &#8220;<strong>Happiness</strong>,&#8221; &#8220;<strong>Really Bad Boy</strong>,&#8221; hingga yang terbaru &#8220;<strong>Chill Kill</strong>.&#8221;</p>



<p>Salah satu alasan mengapa Penulis bisa masuk dengan musik Red Velvet adalah kualitas vokal <em>member</em>-nya yang menurut Penulis di atas Blackpink dan Twice, bahkan cukup jauh. Maklum, mereka anak SM yang terkenal dengan kualitas vokalnya.</p>



<p>Penulis pribadi sangat mengagumi kualitas vokal Wendy, terutama setelah melihat<em> </em>proses perekaman lagu &#8220;Feel My Rhythm&#8221; di mana ia banyak memberikan <em>input</em>. Selain itu, Seulgi dan Joy juga memiliki kualitas suara yang <a href="https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-1/">tak banyak dimiliki oleh <em>girlband </em>dari gen 4</a>. </p>



<p>Bahkan, Irene dan Yeri yang lebih sering mengisi <em>part rap </em>secara kualitas vokal juga cukup oke, walau tentu tak sebagus tiga nama sebelumnya. Kualitas vokal anak SM memang tak kaleng-kaleng</p>



<h2 class="wp-block-heading">Feel My Rhythm</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Red Velvet 레드벨벳 &#039;Feel My Rhythm&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/R9At2ICm4LQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Dari pertama kali muncul dari algoritma YouTube Music, Penulis langsung jatuh hati kepada lagu &#8220;Feel My Rhythm&#8221; dari detik pertama. Bagaimana tidak, dari intro saja mereka langsung menggunakan <em>sample </em>dari lagu klasik &#8220;<strong>Air on the G String</strong>&#8221; gubahan <strong>Johann Sebastian Bach</strong>.</p>



<p>Walaupun bukan pendengar intens, Penulis cukup menikmati musik-musik klasik terutama karya Wolfgang Amadeus Mozart dan Ludwig van Beethoven. Penulis memiliki beberapa CD orisinal mereka dan kerap mendengarkannya saat sedang belajar.</p>



<p>Penulis juga pernah mendengarkan Bach mengingat waktu kecil pernah membaca komik biografinya. Apalagi, &#8220;Air on the G String&#8221; merupakan salah satu lagu klasik yang paling <em>mainstream</em>, sehingga Penulis cukup familiar dengan nadanya. </p>



<p>Oleh karena itu, begitu mendengar ada alunan lagu ini di lagu K-Pop, Penulis cukup tercengang karena itu adalah kali pertama Penulis mengetahui kalau lagu klasik bisa dimasukkan ke lagu K-Pop yang lebih modern. </p>



<p>Tidak hanya digunakan di intro, <em>sample </em>&#8220;Air on the G String&#8221; juga kembali terdengar di bagian <em>reff</em>. Meskipun ada yang berpendapat kalau hal tersebut membuat <em>reff </em>terdengar terlalu ramai, menurut Penulis sang produser mampu menempatkannya dengan harmoni yang pas.</p>



<p>Mungkin lagu ini tidak terlalu memamerkan nada tinggi dari Wendy maupun Seulgi seperti di lagu <em>Happiness </em>atau <em>Red Flavor</em>, tapi tetap terasa mewah dan elegan. Suara mereka terdengar selaras dengan konsep lagunya. Vokal Joy yang kerap menjadi <em>bridging </em>pun juga sangat pas.</p>



<p>Dalam sebuah video <em>reaction </em>yang dilakukan musisi klasik dan <em>jazz</em>, mayoritas dari mereka menganggap kalau lagu ini memang sebuah karya yang luar biasa. Lagu ini seolah berhasil menggabungkan dua musik dari dua era yang jauh berbeda (&#8220;Air on the G String rilis tahun 1871, satu setengah abad sebelum &#8220;Feel My Rhythm&#8221; rilis). </p>



<p>Penempatan &#8220;Air on the G String&#8221; dalam lagu dilakukan dengan cerdik, dengan beberapa perubahan untuk menyesuaikan dengan lagu &#8220;Feel My Rhythm&#8221; itu sendiri. <em>Sample </em>dari lagu tersebut bisa dibilang tersebar dari awal hingga akhir lagu.</p>



<p>Seni dalam lagu &#8220;Feel My Rhythm&#8221; tidak hanya berhenti di &#8220;Air on the G String&#8221; saja. Di video klipnya, ada banyak referensi ke lukisan-lukisan klasik, tapi yang paling menonjol adalah karya-karya <strong>Hieronymus Bosch</strong> yang terkenal karena lukisan-lukisannya yang &#8220;unik.&#8221;</p>



<p>Karena beberapa alasan tersebutlah Penulis menganggap kalau lagu &#8220;Feel My Rhythm&#8221; adalah lagu K-Pop terindah yang pernah Penulis dengarkan. Satu-satunya bagian yang kurang Penulis sukai hanyalah bagian akhirnya yang seolah &#8220;langsung berhenti.&#8221;</p>



<h2 class="wp-block-heading">Dua Kepribadian Red Velvet</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Red Velvet 레드벨벳 &#039;Chill Kill&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/xlyrt5eAtKI?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Dari video-video klip yang pernah Penulis tonton, Red Velvet memang seolah digambarkan memiliki dua kepribadian atau bisa disebut juga sebagai <em>mood</em>, yakni <strong>Halloween (<em>creepy</em>) </strong>dan <strong>Summer</strong>. Padahal, dua hal tersebut saling bertolak belakang.</p>



<p>Video klip yang termasuk ke kategori Halloween adalah &#8220;Psycho,&#8221; &#8220;Bad Boy,&#8221; &#8220;Peek-A-Boo,&#8221; &#8220;Really Bad Boy,&#8221; hingga &#8220;Chill Kill&#8221; memiliki kesan yang suram dan gelap. Mau tidak mau, kesan tersebut terbawa ketika mendengarkan lagunya saja.</p>



<p>Sedangkan lagu &#8220;Russian Roulette,&#8221; &#8220;Queendom,&#8221; &#8220;Red Flavor,&#8221; &#8220;Ice Cream Cake,&#8221; &#8220;Rookie,&#8221; &#8220;Dumb Dumb,&#8221; hingga &#8220;Happiness&#8221; memiliki kesan Summer yang lebih ceria dan bersemangat. Kesan <em>creepy</em>, kecuali di &#8220;Russian Roulette,&#8221; hampir tidak terasa sama sekali. </p>



<p>Lantas, bagaimana dengan lagu &#8220;Feel My Rhythm&#8221; yang Penulis sukai? Rasanya lagu tersebut bisa dimasukkan ke kedua kepribadian. Meskipun kesan Summer-nya cukup kuat, ada beberapa bagian yang lebih cocok untuk dimasukkan ke dalam kategori Halloween.</p>



<p>Saat artikel ini ditulis, Red Velvet telah mengumumkan akan merilis album terbarunya berjudul <em>Love is COSMIC</em> yang akan rilis pada tanggal 24 Juni 2024. Dilihat dari video trailernya, tampaknya konsep <em>creepy </em>masih dipertahankan oleh mereka di usia yang ke-10. </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 20 Juni 2024, terinspirasi setelah menyadari vokal Red Velvet yang luar biasa</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.sportskeeda.com/pop-culture/red-velvet-s-extravagant-set-feel-my-rhythm-dance-performance-video-leaves-fans-awehttps://www.sportskeeda.com/pop-culture/red-velvet-s-extravagant-set-feel-my-rhythm-dance-performance-video-leaves-fans-awe">Sportskeeda</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=v1w3DS1lE0s&amp;t=214s">Classical &amp; Jazz Musicians React: Red Velvet &#8216;Feel My Rhythm&#8217; &#8211; YouTube</a></li>



<li><a href="https://tkunt.medium.com/red-velvet-%EB%A0%88%EB%93%9C%EB%B2%A8%EB%B2%B3-feel-my-rhythm-a-comprehensive-list-of-all-references-and-themes-draft-21275cde974">Red Velvet (레드벨벳) “Feel My Rhythm” — A comprehensive list of all references and themes | by Tim | Medium</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/feel-my-rhythm-red-velvet/">Feel My Rhythm: Red Velvet</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/feel-my-rhythm-red-velvet/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Benarkah Girlband K-Pop Gen 4 Tidak Perlu Bisa Menyanyi? (Bagian 2)</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-2/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-2/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Mar 2024 15:16:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[aespa]]></category>
		<category><![CDATA[Girls' Generation]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[ITZY]]></category>
		<category><![CDATA[IVE]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[Le Sserafim]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[NewJeans]]></category>
		<category><![CDATA[Twice]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7159</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam bagian pertama, Penulis sudah membahas beberapa lagu K-Pop dari Gen 4 yang sudah Penulis dengarkan. Cukup banyak yang Penulis dengarkan dalam rentang waktu satu tahun, mulai dari NewJeans hingga ITZY. Dari banyaknya lagu yang Penulis dengarkan dan nikmati, jujur saja Penulis tidak bisa membedakan suara mereka dan tidak ada yang bisa dikatakan menonjol. Penulis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-2/">Benarkah Girlband K-Pop Gen 4 Tidak Perlu Bisa Menyanyi? (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dalam bagian pertama, Penulis sudah membahas beberapa lagu K-Pop dari Gen 4 yang sudah Penulis dengarkan. Cukup banyak yang Penulis dengarkan dalam rentang waktu satu tahun, mulai dari NewJeans hingga ITZY.</p>



<p>Dari banyaknya lagu yang Penulis dengarkan dan nikmati, jujur saja Penulis<strong> tidak bisa membedakan suara mereka </strong>dan <strong>tidak ada yang bisa dikatakan menonjol</strong>. Penulis bisa menikmati lagu mereka hanya karena musiknya yang enak di telinga.</p>



<p>Pada tulisan bagian kedua ini, Penulis akan memberikan opininya terkait (seolah) hilangnya <em>main vocal </em>yang menonjol dari <em>girlband </em>yang menjadi bagian dari Gen 4. Apakah ini merupakan bentuk evolusi musik K-Pop?</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/kobaran-api-akibat-ledakan-bom-di-gki-jalan-diponegoro_20180513_183533-300x168.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/kobaran-api-akibat-ledakan-bom-di-gki-jalan-diponegoro_20180513_183533-300x168.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/kobaran-api-akibat-ledakan-bom-di-gki-jalan-diponegoro_20180513_183533-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/kobaran-api-akibat-ledakan-bom-di-gki-jalan-diponegoro_20180513_183533.jpg 700w " alt="Terorisme Bukan Islam" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/renungan/terorisme-bukan-islam/">Terorisme Bukan Islam</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Apakah Girlband Gen 4 (dan Seterusnya) Sudah Tidak Butuh Vokalis?</h2>



<p>Pada dasarnya, sebuah <em>girlband </em>adalah sekumpulan perempuan yang menyanyi dan menari di atas panggung. Oleh karena itu, wajar jika sebuah <em>girlband </em>memiliki beberapa &#8220;tugas&#8221; yang berbeda seperti <em>vocal</em>, <em>rap</em>, visual, hingga <em>dancer</em>.</p>



<p>Karena &#8220;jualan&#8221; utamanya adalah lagu, maka wajar jika setiap <em>girlband </em>harus memiliki <em>main vocal</em>. Tidak harus semua bisa menyanyi, tapi setidaknya ada beberapa anggota yang memiliki kemampuan vokal di atas rata-rata.</p>



<p>Penulis ambil contoh Twice. Meskipun kerap dianggap hanya bertumpu pada Nayeon dan Jihyo dalam masalah vokal, setidaknya mereka memang memiliki anggota yang bisa bernyanyi dan kerap menjadi pengisi di <em>reff</em>. </p>



<p>Jika mau ditarik mundur lagi ke Gen 2, <em>girlband </em>seperti Girls&#8217; Generation sangat menonjolkan vokalnya. Bayangkan, setengah dari anggotanya yang berjumlah sembilan tersebut bisa mengisi posisi <em>main vocal </em>karena memang suaranya tidak kaleng-kaleng.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7154" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Main Vocal Legendaris (<a href="https://www.pinterest.com/pin/671036413206909715/">Pinterest</a>)</figcaption></figure>



<p>Ketika melakukan riset, sebenarnya masing-masing <em>girlband </em>memiliki <em>main vocal</em>-nya masing-masing. Di NewJeans ada <strong>Hanni</strong>, di LE SSERAFIM ada <strong>Yujin </strong>(yang wajahnya mirip sekali dengan Dewi Persik), di IVE ada <strong>Liz</strong>, di aespa ada <strong>Ningning</strong>, dan di IVE ada <strong>Lia</strong>.</p>



<p>Namun, coba bandingkan mereka dengan Taeyeon atau Jessica yang suaranya begitu legendaris. Kalau terlalu jauh, bandingkan dengan vokal yang dimiliki oleh Wendy atau Seulgi dari Red Velvet. Secara objektif, Penulis menilai kualitas vokal mereka kalah telak.</p>



<p>Akibatnya, <strong>distribusi pembagian lirik pun bisa dibilang menjadi cukup berimbang </strong>di antara anggota dan tidak ada jarak yang terlalu jauh. Hal ini beda dengan <em>girlband </em>yang memiliki vokal menonjol, di mana mereka akan cukup dominan dan sering kebagian versi <em>reff</em>.</p>



<p>Contoh, di Twice, bisa dipastikan kalau anggota yang mendapatkan porsi terbanyak adalah Nayeon dan Jihyo. Sementara itu, Momo dan Dahyun kerap menjadi anggota yang kebagian lirik paling sedikit, apalagi jika tidak ada bagian <em>rap </em>di lagu tersebut.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7155" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Jihyo Kerap Mendapatkan Porsi Besar dalam Sebuah Lagu (<a href="https://www.allure.com/story/jihyo-twice-red-hair-allure-interview">Allure</a>)</figcaption></figure>



<p>Untuk menutupi kekurangan di bagian vokal ini, salah satu strateginya adalah dengan <strong>memasukkan posisi <em>rapper</em></strong>. Contohnya adalah IVE yang memiliki dua <em>rapper </em>pada sosok Rei dan Gaeul, serta Ryujin di ITZY yang menjadi <em>main rapper.</em></p>



<p>Strategi lainnya adalah tentu dengan membuat<strong> lagu yang tidak terlalu sulit untuk dinyanyikan</strong> dan <strong>tidak membutuhkan teknik vokal kelas tinggi</strong>. Oleh karena itu, tak salah jika lagu-lagu yang Penulis sebutkan bisa dikatakan <em>easy listening</em>, tak perlu usaha ekstra untuk bisa menikmatinya.</p>



<p>Hal ini pun menimbulkan pertanyaan, apakah memang kemampuan vokal di atas rata-rata sudah tidak dibutuhkan lagi oleh <em>girlband </em>saat ini? Seolah yang penting cukup punya suara yang tidak memalukan, visual yang menarik, <em>personality </em>yang memikat penggemar, dan mampu melakukan koreografi secara kompak.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Tidak Ada Main Vocal: Evolusi atau Kemunduran?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7157" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-4.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Sakura dari LE SSERAFIM Dianggap Memiliki Kemampuan Vokal yang Buruk (<a href="https://www.teenvogue.com/story/le-sserafim-flawless-foundation-trick">Teen Vogue</a>)</figcaption></figure>



<p>Meskipun tidak memiliki <em>main vocalist </em>yang menonjol seperti era Girls&#8217; Generation, setidaknya Penulis menikmati musik mereka. Apresiasi harus diberikan kepada produser musik dari masing-masing <em>girlband </em>yang mampu menciptakan lagu <em>catchy </em>yang menarik.</p>



<p>Sisi buruknya, banyak hujatan yang diarahkan kepada mereka. Contoh yang paling sering Penulis temukan adalah LE SSERAFIM, terutama kepada <strong>Sakura</strong>. Meskipun telah memiliki pengalaman 12 tahun di industri hiburan, kemampuan bernyanyinya benar-benar buruk.</p>



<p>Oleh karena itu, meskipun Penulis sempat menyinggung mengenai distribusi lirik yang lebih merata, ada beberapa kasus di mana ketimpangan terjadi. Contohnya ya Sakura ini, yang benar-benar &#8220;irit lirik&#8221; sehingga kerap dianggap &#8220;hanya modal tampang&#8221; untuk menjadi idola. </p>



<p>Mungkin, ini juga bagian dari evolusi musik K-Pop yang terkesan<strong> lebih mementingkan visual daripada audio</strong>. Jika visual menarik dengan suara biasa sudah bisa mendatangkan penggemar (dan otomatis, keuntungan), mengapa harus <em>extra effort </em>untuk mencari vokalis yang <em>extraordinary</em>?</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-5-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7158" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-5-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-5-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-5-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-5.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Perpaduan Visual dan Vokal Seperti IU Sangat Jarang (<a href="https://www.koreaboo.com/stories/iu-mother-approved-dreams-singer/">Koreaboo</a>)</figcaption></figure>



<p>Ironinya, ini akan terasa tidak adil untuk orang-orang yang memiliki kualitas vokal bagus, tetapi tidak didukung dengan visual yang menarik. Apalagi, standar kecantikan di Korea Selatan cukup tinggi, hingga mungkin operasi plastik pun tak akan bisa mendongkrak kariernya.</p>



<p>Walaupun vokal sudah bukan menjadi elemen utama, Penulis menilai bahwa para agensi memiliki strateginya tersendiri untuk menggaet penggemar. Selain dari visual, mereka pun berusaha untuk <strong>mendekatkan jarak antara idola dan penggemar</strong>.</p>



<p>Contohnya, hampir semua <em>girlband </em>saat ini memiliki kanal dan acara sendiri di YouTube, seperti<a href="https://whathefan.com/musik/awal-perkenalan-dengan-twice-park-jihyo-dan-time-to-twice/"> Time to Twice yang sudah pernah Penulis bahas</a>. Jenis kontennya pun beragam, mulai dari <em>behind the scene</em>, <em>vlog</em>, <em>game</em>, dan lain sebagainya.</p>



<p>Alhasil, penggemar yang menonton konten-konten tersebut pun merasa dekat dengan idolanya. Maka dari itu, para idola pun dituntut untuk memiliki kepribadian yang menyenangkan agar penonton menjadi betah menonton mereka.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="1,2,3 IVE 4 BEHIND2" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/dLiNZjmuoyU?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Pada akhirnya, ini adalah tentang strategi yang dilakukan oleh masing-masing agensi untuk mendulang penggemar sebanyak mungkin. Bisa jadi, Gen 4 adalah hasil dari banyak percobaan untuk menemukan formula yang paling pas untuk mendulang keuntungan terbesar.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Tentu tidak semua <em>girlband </em>di Gen 4 tidak memiliki <em>main vocal </em>yang menonjol. Penilaian ini murni bersifat subjektif atas apa yang telah Penulis dengarkan. Apalagi, meskipun mengkritik bagian vokal, Penulis tetap menyukai dan menikmati musik mereka.</p>



<p>Berdasarkan wawancara terhadap teman Penulis yang merupakan pengamat K-Pop kelas tinggi, ia menyebutkan bahwa (G)-Idle dan NMIXX masih memiliki <em>main vocal </em>yang patut diacungi jempol. Mungkin Penulis akan mencoba mendengarkan mereka lain waktu.</p>



<p>Jadi, jawaban dari pertanyaan yang tertera di judul &#8220;<em><strong>Benarkah Girlband K-Pop Gen 4 Tidak Perlu Bisa Menyanyi?</strong></em>&#8221; adalah <strong>iya</strong>, walau jawaban ini tidak berlaku untuk semuanya. Banyak <em>girlband </em>yang walaupun kemampuan vokalnya biasa saja, mereka bisa <em>survive </em>karena memiliki kelebihan di sektor lain.</p>



<p>Yang jelas, untuk saat ini Penulis akan tetap menikmati musik-musik K-Pop dari Gen 4, walau secara vokal menurut Penulis terbilang biasa saja. Lha <em>mong </em>saya suka, kok!</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 25 Maret 2024, terinspirasi setelah berdiskusi masalah bagaimana <em>idol </em>K-Pop di Gen 4 kurang memiliki vokal yang mumpuni</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-2/">Benarkah Girlband K-Pop Gen 4 Tidak Perlu Bisa Menyanyi? (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Benarkah Girlband K-Pop Gen 4 Tidak Perlu Bisa Menyanyi? (Bagian 1)</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-1/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-1/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Mar 2024 15:02:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[aespa]]></category>
		<category><![CDATA[Girls' Generation]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[ITZY]]></category>
		<category><![CDATA[IVE]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[Le Sserafim]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[NewJeans]]></category>
		<category><![CDATA[Twice]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7146</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gara-gara algoritma YouTube Music yang sudah Penulis singgung sebelumnya, Penulis jadi menyelami dunia K-Pop sekali lagi. Karena baru &#8220;nyemplung&#8221; di tahun 2023, maka kebanyakan lagu yang direkomendasikan pun dari girlband Generasi 4 (Gen 4). Dari beberapa yang direkomendasikan oleh YouTube, ada yang jadi rutin Penulis dengarkan, mulai dari NewJeans, LE SSERAFIM, IVE, aespa, hingga ITZY. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-1/">Benarkah Girlband K-Pop Gen 4 Tidak Perlu Bisa Menyanyi? (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Gara-gara <a href="https://whathefan.com/musik/bagaimana-algoritma-youtube-music-membuat-saya-menyelami-k-pop/">algoritma YouTube Music yang sudah Penulis singgung sebelumnya</a>, Penulis jadi menyelami dunia K-Pop sekali lagi. Karena baru &#8220;nyemplung&#8221; di tahun 2023, maka kebanyakan lagu yang direkomendasikan pun dari <em>girlband </em>Generasi 4 (Gen 4).</p>



<p>Dari beberapa yang direkomendasikan oleh YouTube, ada yang jadi rutin Penulis dengarkan, mulai dari <strong>NewJeans</strong>, <strong>LE SSERAFIM</strong>, <strong>IVE</strong>, <strong>aespa</strong>, hingga <strong>ITZY</strong>. Di antara yang Penulis sebutkan tersebut, secara musikalitas Penulis paling cocok dengan LE SSERAFIM dan IVE.</p>



<p>Namun, ketika mendengarkan mereka semua, Penulis jadi menyadari bahwa <em>girlband </em>saat ini tidak memiliki <em>main vocalist </em>yang suaranya menonjol. Didengarkan berkali-kali pun, Penulis kesulitan untuk membedakan suara masing-masing anggotanya.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/berpuasa-di-tanah-rantau-banner-300x169.webp" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/berpuasa-di-tanah-rantau-banner-300x169.webp 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/berpuasa-di-tanah-rantau-banner-1024x576.webp 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/berpuasa-di-tanah-rantau-banner-768x432.webp 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/berpuasa-di-tanah-rantau-banner.webp 1280w " alt="Bagaimana Rasanya Berpuasa di Tanah Rantau?" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengalaman/bagaimana-rasanya-puasa-di-tanah-rantau/">Bagaimana Rasanya Berpuasa di Tanah Rantau?</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Musik K-Pop Apa Saja yang Penulis Dengarkan</h2>



<p>Sebelum &#8220;menilai&#8221; apakah <em>girlband </em>Gen 4 memang tidak memiliki <em>main vocalist </em>yang menonjol, Penulis ingin berbagi mengenai apa dan siapa saja yang Penulis dengarkan. Penilaian di bawah ini berdasarkan musik K-Pop yang sudah Penulis dengarkan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">NewJeans</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="GODS ft. NewJeans (뉴진스) (Official Music Video) | Worlds 2023 Anthem - League of Legends" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/C3GouGa0noM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Setelah <a href="https://whathefan.com/musik/feel-special-twice/">Twice</a>, <em>girlband </em>selanjutnya yang Penulis dengarkan adalah <strong>NewJeans</strong>, yang terdiri dari Hanni, Haerin, Minji, Danielle, dan Hyein. Hal ini dikarenakan teman Penulis yang merekomendasikannya, dan Penulis terkejut betapa mudanya para anggotanya.</p>



<p>Karena saat itu NewJeans cukup <em>hype </em>sebagai pendatang baru, Penulis langsung memasukkan beberapa lagu seperti <strong>&#8220;OMG&#8221;, &#8220;Hype Boy&#8221;,</strong>  hingga <strong>&#8220;Ditto.&#8221;</strong> Penulis juga menyukai lagu baru mereka seperti <strong>&#8220;Super Shy&#8221; </strong>dan <strong>&#8220;GODS&#8221; </strong>yang menjadi favorit nomor satunya.</p>



<p>Namun, jangankan untuk membedakan vokalnya, membedakan anggotanya saja sampai sekarang Penulis belum bisa. Hanya Danielle, yang wajahnya cukup bule, yang langsung Penulis kenali. Jika empat <em>member </em>lainnya dijejerkan, Penulis akan kesulitan untuk menyebutkan namanya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">LE SSERAFIM</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="LE SSERAFIM (르세라핌) ‘이브, 프시케 그리고 푸른 수염의 아내’ OFFICIAL M/V" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/dZs_cLHfnNA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Pertama kali Penulis mengetahui <strong>LE SSERAFIM </strong>(yang merupakan anagram dari <em>I&#8217;m fearless</em>) adalah ketika melihat ada lagu berjudul<strong> &#8220;ANTIFRAGILE&#8221; </strong>di YouTube. Entah mengapa ada dorongan untuk mendengarkannya, dan ternyata memang sangat nempel di telinga karena <em>reff</em>-nya yang <em>catchy </em>dan gampang diingat.</p>



<p>LE SSERAFIM terdiri dari lima anggota, yakni Kim Chaewon, Sakura (keduanya mantan anggota IZONE yang telah bubar), Yunjin, Kazuha, dan Eunchae. Aslinya ada enam, tapi yang satu telah dikeluarkan karena skandal. </p>



<p>Ternyata, setelah mendengarkan lagu mereka yang lain, banyak yang cocok dengan telinga Penulis. Beberapa lagu yang menyusul masuk ke dalam <em>playlist </em>adalah <strong>&#8220;UNFORGIVEN,&#8221; &#8220;FEARLESS,&#8221; </strong>dan <strong>&#8220;Sour Grapes&#8221; </strong>yang menjadi salah satu favorit Penulis.</p>



<p>Tak hanya berhenti di situ, Penulis juga suka<strong> &#8220;Eve, Psyche &amp; The Bluebeard&#8217;s Wife,&#8221; &#8220;Good Parts,&#8221;</strong> dan <strong>&#8220;Perfect Night&#8221;</strong> yang, sama seperti &#8220;GODS&#8221; dari NewJeans, menjadi <em>soundtrack </em>lagu <em>official </em>dari turnamen <em>esports.</em> Sayangnya, lagu baru mereka seperti &#8220;Easy&#8221; dan &#8220;Smarter&#8221; kurang cocok di telinga Penulis.</p>



<p>Jika dibandingkan dengan NewJeans yang musiknya terkesan <em>flat</em>, secara sederhana Penulis menganggap lagu-lagu LE SSERAFIM memiliki musik &#8220;kuat&#8221; yang bisa memuaskan <em>basshead </em>seperti Penulis, tapi juga bisa menghadirkan musik <em>ballad </em>seperti di lagu &#8220;Sour Grapes.&#8221;</p>



<h3 class="wp-block-heading">IVE</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="IVE 아이브 &#039;Baddie&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/Da4P2uT4mVc?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Jika Penulis merasa cocok dengan LE SSERAFIM karena mampu menghadirkan beberapa lagu yang <em>bass</em>-nya terasa kuat, maka <strong>IVE </strong>bisa memberikan lebih banyak lagi. Bahkan, lagu &#8220;perkenalan&#8221; ke Penulis,<strong> &#8220;Kitsch,&#8221;</strong> mampu memuaskan Penulis.</p>



<p>Namun, Penulis justru mulai serius mendengarkan IVE lewat lagu selanjutnya, yakni<strong> &#8220;I AM.&#8221;</strong> Sejak itu, Penulis jadi makin mendengarkan lagu-lagu lama mereka seperti <strong>&#8220;Eleven,&#8221; &#8220;Love Dive,&#8221; </strong>dan <strong>&#8220;After Like.&#8221;</strong> Di lagu baru mereka yang berjudul <strong>&#8220;Baddie,&#8221;</strong> barulah IVE kembali menghadirkan lagu yang <em>bass</em>-nya nendang.</p>



<p>Menariknya, IVE juga bisa menghadirkan lagu-lagu bernuansa <em>ballad </em>seperti <strong>&#8220;Off the Record,&#8221; &#8220;Either Way,&#8221;</strong> dan <strong>&#8220;I Want.&#8221; </strong>Penulis jarang suka lagu-lagu <em>ballad</em>, tapi entah mengapa lagu-lagu dari IVE berhasil Penulis nikmati.</p>



<p>IVE terdiri dari enam anggota, yakni Gaeul, Yujin, Rei (Penulis<em> </em>merupakan <em>s</em><a href="https://www.youtube.com/watch?v=yUcWTZkNbvI&amp;list=PLvGP2JpRxVlCGFshQuu-avxGQcth2sMdB"><em>ubscriber </em>dari kanal YouTube pribadinya</a>), Wonyoung, Liz, dan Leeseo. Yujin dan Wonyoung, sama seperti Chaweon dan Sakura, merupakan mantan anggota IZONE.</p>



<p>Di antara <em>girlband </em>yang Penulis sebutkan di tulisan ini, IVE adalah penyumbang lagu terbanyak yang berhasil masuk ke dalam <em>playlist</em>. Memang jumlahnya kalah dari Twice dan Red Velvet (yang akan Penulis bahas secara terpisah), tapi itu menunjukkan kalau musik IVE cocok dengan selera Penulis.</p>



<h3 class="wp-block-heading">aespa</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="aespa 에스파 &#039;Better Things&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/gfk3QLU1x0E?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Sebelum mendengar nama NewJeans, LE SSERAFIM, atau IVE, Penulis sudah pernah mendengarkan nama <strong>aespa</strong>, sebuah <em>girlband </em>dari SM Entertainment yang terdiri dari Karina, Winter, Giselle, dan Ningning. </p>



<p>Namun, Penulis baru memberi perhatian ke mereka sejak menonton video mereka mengikuti kuis bahasa Indonesia. Penulis merekomendasikan untuk <a href="https://www.youtube.com/watch?v=I4nn2oXI1bw&amp;t=108s&amp;pp=ygUWYWVzcGEgYmFoYXNhIGluZG9uZXNpYQ%3D%3D">menontonnya di YouTube</a>, karena video tersebut sangat lucu sekaligus menggemaskan.</p>



<p>Sejujurnya, musik aespa kurang masuk ke telinga Penulis. Bahkan, Penulis sampai pernah minta rekomendasi lagu apa yang enak dari aespa ke teman kantor, dan ia pun merekomendasikan beberapa lagu.</p>



<p>Beberapa lagu aespa yang masuk ke dalam <em>playlist </em>adalah<strong> &#8220;Black Mamba,&#8221; &#8220;Girls,&#8221; &#8220;Next Level,&#8221; </strong>dan <strong>&#8220;Spicy.&#8221; </strong>Namun, jujur, lagu-lagu tersebut terkesan B saja bagi Penulis dan sangat mungkin terdepak dari <em>playlist</em>. Untungnya, beberapa lagu baru mereka seperti <strong>&#8220;Better Things&#8221;</strong> dan <strong>&#8220;Drama&#8221; </strong>cukup cocok untuk telinga Penulis.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>ITZY</strong></h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="ITZY &quot;BORN TO BE&quot; M/V @ITZY" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/4R7vRFGJr3k?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Jika Penulis tertarik mendengarkan aespa karena video mereka (berusaha) berbahasa Indonesia, maka Penulis tertarik mendengarkan <strong>ITZY </strong>karena kelancaran para anggotanya dalam berbahasa Inggris.</p>



<p>Biasanya, anggota yang bisa berbahasa Inggris<em> </em>adalah mereka yang memang besar di luar Korea Selatan. Di ITZY, yang tinggal lama di luar negeri adalah Lia, sehingga wajar bahasa Inggris-nya sangat lancar. Namun, anggota yang lain terutama Ryujin juga cukup fasih berbahasa Inggris. </p>



<p>Tiga anggota lainnya, Yeji, Chaeryeong, dan Yuna, bisa dikatakan masih oke jika dibandingkan dengan anggota<em> girlband </em>lain. Tengok saja Twice, kesembilan anggotanya bisa dibilang tidak ada yang benar-benar <em>fluent </em>dalam bahasa Inggris!</p>



<p>Sayangnya, sama seperti aespa, ketertarikan tersebut tidak berhasil dikonversi jadi menggemari musik mereka karena ketidakcocokan genre. Setelah mendengarkan beberapa lagunya (seperti &#8220;Cake&#8221; dan &#8220;Sneakers&#8221;), hanya lagu terbaru mereka <strong>&#8220;Born to Be&#8221;</strong> yang bisa Penulis benar-benar nikmati.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Itulah beberapa <em>girlband </em>dan musik mereka yang sering Penulis dengarkan. Alasan Penulis menjabarkan secara cukup rinci seperti di atas adalah sebagai &#8220;bukti&#8221; kalau Penulis benar-benar mengamati musik mereka.</p>



<p>Selain yang disebutkan di atas, sebenarnya masih ada beberapa <em>girlband </em>lain yang Penulis dengarkan. Hanya saja, jumlah lagu yang didengarkan tidak begitu banyak, sehingga kurang kuat untuk menjadi dasar penilaian. </p>



<p>Pada bagian kedua, Penulis akan menjelaskan mengenai hilangnya <em>main vocal </em>yang menonjol di Gen 4, tidak seperti era-era sebelumnya. Apakah ini bagian dari evolusi musik K-Pop untuk bisa terus bertahan melawan genre lain?</p>



<p><em><a href="https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-2/"><strong>Baca bagian kedua di sini&#8230;</strong></a></em></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 25 Maret 2024, terinspirasi setelah berdiskusi masalah bagaimana <em>idol </em>K-Pop di Gen 4 kurang memiliki vokal yang mumpuni</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-1/">Benarkah Girlband K-Pop Gen 4 Tidak Perlu Bisa Menyanyi? (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Algoritma YouTube Music Membuat Saya Menyelami K-Pop</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/bagaimana-algoritma-youtube-music-membuat-saya-menyelami-k-pop/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/bagaimana-algoritma-youtube-music-membuat-saya-menyelami-k-pop/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Mar 2024 16:31:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[algoritma]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[Twice]]></category>
		<category><![CDATA[YouTube Music]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7087</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis merupakan pengguna YouTube Premium selama beberapa tahun terakhir. Penulis memilih paket untuk keluarga yang bisa digunakan untuk berlima dengan biaya langganan Rp109.980 per bulan. Kebetulan, Penulis sekeluarga berisi lima orang sehingga pas. Ada beberapa alasan mengapa Penulis memilih untuk menggunakan layanan tersebut, seperti terbebas dari iklan dan sudah include YouTube Music. Nah, layanan yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/bagaimana-algoritma-youtube-music-membuat-saya-menyelami-k-pop/">Bagaimana Algoritma YouTube Music Membuat Saya Menyelami K-Pop</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penulis merupakan pengguna<strong> YouTube Premium</strong> selama beberapa tahun terakhir. Penulis memilih paket untuk keluarga yang bisa digunakan untuk berlima dengan biaya langganan Rp109.980 per bulan. Kebetulan, Penulis sekeluarga berisi lima orang sehingga pas.</p>



<p>Ada beberapa alasan mengapa Penulis memilih untuk menggunakan layanan tersebut, seperti terbebas dari iklan dan sudah <em>include </em>YouTube Music. Nah, layanan yang terakhir Penulis rasa bisa menjadi pengganti Spotify, sehingga Penulis tidak perlu banyak berlangganan.</p>



<p>Pada tulisan kali ini, Penulis ingin berbagi bagaimana algoritma yang dimiliki oleh aplikasi musik <em>online</em>, dalam kasus Penulis YouTube Music, bisa membuat Penulis (kembali) menyelami K-Pop, bahkan lebih dalam dibandingkan periode pertamanya dulu.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/photo_2018-09-04_21-24-02-300x146.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/photo_2018-09-04_21-24-02-300x146.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/photo_2018-09-04_21-24-02-768x373.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/photo_2018-09-04_21-24-02-1024x498.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/photo_2018-09-04_21-24-02-356x173.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/photo_2018-09-04_21-24-02.jpg 1280w " alt="Pengalaman Menjadi Volunteer Asian Games (Pembagian Jobdesk)" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-menjadi-volunteer-asian-games-pembagian-jobdesk/">Pengalaman Menjadi Volunteer Asian Games (Pembagian Jobdesk)</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana Algoritma YouTube Music Bekerja</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/algoritma-youtube-music-kpop-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7090" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/algoritma-youtube-music-kpop-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/algoritma-youtube-music-kpop-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/algoritma-youtube-music-kpop-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/algoritma-youtube-music-kpop-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">YouTube Music (<a href="https://youtu.be/mrm50KbvGnk">YouTube</a>)</figcaption></figure>



<p>Ketika kuliah dulu, biasanya Penulis mengunduh album atau lagu yang diinginkan, sehingga lagu yang didengarkan pun cukup sebatas yang ingin didengarkan. Enaknya, karena Penulis menggunakan iTunes, pengorganisirannya pun sangat rapi.</p>



<p>Hal ini berbeda dengan YouTube Music, yang bahkan jika dibandingkan dengan Spotify sangat tidak rapi. Bahkan, untuk mengurutkan lagu yang telah dimasukkan ke dalam Playlist pun tidak bisa. Secara antarmuka pun sejujurnya kurang menarik.</p>



<p>Namun, di sisi lain, YouTube Music membuat kita bisa mengetahui banyak lagu yang sebelumnya belum pernah kita tahu. Tinggal memilih satu lagu, maka algoritma dari YouTube Music melalui <strong>Autoplay </strong>pun akan memainkan lagu berikutnya yang segenre atau sejenis.</p>



<p>Ketika Penulis mendengarkan lagu-lagu <em>rock </em>barat, maka mayoritas lagu-lagu yang akan dimainkan selanjutnya pun kemungkinan sudah Penulis ketahui. Jika mendengarkan <a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-hybrid-theory/">Linkin Park</a> misalnya, maka lagu-lagu selanjutnya pun berpusat sekitar 30 Seconds to Mars, Avenged Sevenfold, <a href="https://whathefan.com/musik/asleep-or-dead-my-chemical-romance/">My Chemical Romance</a>, dan lainnya.</p>



<p>Contoh lain, jika mendengarkan lagu <a href="https://whathefan.com/musik/puisi-di-dalam-lirik-peterpan-dan-noah/">NOAH</a>, maka lagu-lagu yang dimainkan selanjutnya pun akan berpusat pada lagu-lagu pop Indonesia seperti <a href="https://whathefan.com/musik/maskulinitas-pada-musik-dewa/">Dewa</a> dan Sheila on 7, yang sebenarnya juga cukup familiar di telinga Penulis yang jarang mendengarkan lagu Indonesia.</p>



<p>Nah, beda cerita dengan K-Pop. Penulis sudah bertahun-tahun berhenti mendengarkan K-Pop, sehingga cukup buta dengan perkembangannya dan ada grup apa saja yang sedang populer sekarang.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana Algoritma YouTube Music Membuat Penulis Mendalami K-Pop</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="637" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-13-231514-1024x637.png" alt="" class="wp-image-7091" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-13-231514-1024x637.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-13-231514-300x187.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-13-231514-768x478.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-13-231514.png 1480w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Contoh Algoritma YouTube Music</figcaption></figure>



<p>Pertama kali Penulis bersentuhan dengan dunia K-Pop adalah ketika SMA, di mana waktu itu yang menjadi &#8220;gerbangnya&#8221; adalah <strong>SNSD </strong>atau <strong>Girls&#8217; Generation</strong> dan<strong> Super Junior</strong>. Penulis cukup banyak mendengarkan lagu-lagu mereka.</p>



<p>Dari sana, Penulis jadi tahu banyak <em>girlband </em>atau<em> boyband </em>lain seperti Sistar, Big Bang, Afterschool, 2PM, 2NE1, Shinee, Kara, Miss A, dan lain sebagainya. Namun, Penulis hanya sedikit sekali mengetahui lagu-lagu mereka, hanya satu-sua saja.</p>



<p>Ketika kuliah, Penulis berhenti mendengarkan K-Pop, dan baru diperkenalkan lagi melalui <strong><a href="https://whathefan.com/musik/forever-young-blackpink/">Blankpink</a> </strong>di tahun 2018 gara-gara teman kerja. Itu pun tidak bertahan lama, karena Penulis merasa tidak begitu cocok dengan genre dari <em>girlband </em>yang terdiri dari Jisoo, Jennie, Lisa, dan Rose tersebut.</p>



<p>Lantas, memasuki akhir 2022 hingga awal 2023, <a href="https://whathefan.com/musik/awal-perkenalan-dengan-twice-park-jihyo-dan-time-to-twice/">Penulis berkenalan dengan <strong>Twice</strong></a>, yang tulisannya ada tiga artikel sendiri. Saat itu, Penulis sudah berlangganan YouTube Music dan mendengarkan lagu-lagu Twice di sana.</p>



<p>Nah, Penulis terkadang hanya memilih lagu-lagu Twice yang disukai seperti <a href="https://whathefan.com/musik/feel-special-twice/">&#8220;Alcohol Free&#8221; dan &#8220;Can&#8217;t Stop Me&#8221;</a>, lalu membiarkan algoritma YouTube Music memilihkan lagu berikutnya. Tentu saja, yang direkomendasikan adalah lagu-lagu dari <em>girlband </em>lain.</p>



<p>Dari algoritma inilah, Penulis jadi mengetahui banyak sekali lagu-lagu K-Pop yang ternyata pas dengan telinganya. Dari yang tidak tahu apa-apa, hanya tahu Twice, hingga kini mengetahui beberapa <em>girlband </em>Korea dari generasi 3 dan 4.</p>



<p>Mungkin karena berangkatnya dari Twice, Penulis hampir tidak pernah mendapatkan rekomendasi lagu dari <em>boyband</em>. Kebetulan, Penulis juga tidak terlalu berminat untuk mendengarkannya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Girlband Apa Saja yang Diketahui?</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Red Velvet 레드벨벳 &#039;Feel My Rhythm&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/R9At2ICm4LQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Karena sistem Playlist berdasarkan Like di YouTube musik diurutkan berdasarkan kapan di-<em>like</em>, Penulis jadi bisa mengetahui bagaimana kronologi lagu-lagu K-Pop bisa masuk ke dalam Playlist-nya.</p>



<p>Tentu saja semua berawal dari lagu-lagu <strong>Twice</strong>, yang hingga kini jumlahnya masih belasan. Setelah itu, yang masuk adalah lagu-lagu dari <strong>NewJeans</strong> yang disarankan oleh teman Penulis yang kebetulan meracuni Penulis dengan Twice.</p>



<p>Setelah itu, ada dua lagu yang sangat nyantol di telinga dari dua <em>girlband </em>Gen 4, yakni &#8220;Antifragile&#8221; dari <strong>LE SSERAFIM</strong> dan &#8220;Kitsch&#8221; dari<strong> IVE</strong>. Genre dari kedua <em>girlband </em>ini ternyata ke depannya cocok dengan selera Penulis, sehingga cukup banyak lagunya yang masuk ke Playlist.</p>



<p>Setelah itu, barulah masuk <strong>Red Velvet</strong> yang sebenarnya satu generasi dengan Twice dan Blackpink. Penulis ingat teman kantornya pernah berkata kalau konsep <em>girlband </em>ini sering <em>creepy</em>, dan ternyata memang benar. Namun, lagunya seperti &#8220;Psycho&#8221; dan &#8220;Feel My Rhythm&#8221; juga cocok dengan Penulis.</p>



<p>Setelah lagu-lagu dari <em>girlband </em>yang telah disebutkan di atas cukup banyak masuk ke dalam Playlist, giliran <strong>aespa</strong> lalu <strong>ITZY</strong> yang masuk ke dalam Playlist. Namun, sejujurnya genre keduanya kurang masuk dengan selera Penulis.</p>



<p>Baru-baru ini, <strong>NMIXX</strong> juga menyusul masuk ke dalam Playlist melalui lagunya &#8220;Young, Dumb, Stupid&#8221; yang bagian <em>reff</em>-nya mengambil sampel lagu anak-anak &#8220;Fruit Salad&#8221;, yang dulu sering Penulis nyanyikan ketika masa-masa OSIS.</p>



<p>Penulis juga membuat Playlist khusus K-Pop, yang hingga kini telah berisi lebih dari 100 lagu. Daftar <em>girlband </em>yang belum disebukan antara lain ada <strong>STAYC</strong>, <strong>Weekly</strong>, dan<strong> OH MY GIRL</strong>. Teman Penulis juga menyarankan (G)I-DLE dan Got the Beat, tapi belum menemukan lagu yang enak.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Bagi Penulis, lagu-lagu K-Pop yang <em>easy listening </em>bisa menjadi selingan untuk lagu-lagu <em>rock </em>yang berat. Sebagai teman kerja lagu K-Pop pun cukup asyik, walau terkadang jadi membayangkan yang nyanyi.</p>



<p>Penulis bisa mengetahui cukup banyak <em>girlband </em>dan lagu-lagunya pun karena adanya YouTube Music, yang memungkinan dirinya untuk mengeksplorasi apa yang selama ini tidak diketahui. Ini berbeda dengan musik <em>rock </em>yang dari dulu memang sudah didalami ataupun pop Indonesia yang terdengar di mana-mana.</p>



<p>Untuk tulisan selanjutnya, Penulis akan membedah <em>girlband-girlband </em>yang telah disebutkan di atas. Mungkin akan jadi satu tulisan, tapi jika ternyata isinya panjang bisa saja Penulis akan menulisnya menjadi beberapa bagian. Maklum, cukup banyak lagu K-Pop yang Penulis dengarkan sekarang.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 13 Maret 2024, terinspirasi setelah menyadari bagaimana YouTube Music membuat dirinya mendengarkan banyak lagu K-Pop</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/bagaimana-algoritma-youtube-music-membuat-saya-menyelami-k-pop/">Bagaimana Algoritma YouTube Music Membuat Saya Menyelami K-Pop</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/bagaimana-algoritma-youtube-music-membuat-saya-menyelami-k-pop/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>9 Personel Twice dan Impresi Saya ke Mereka</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/9-personel-twice-dan-impresi-saya-ke-mereka/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/9-personel-twice-dan-impresi-saya-ke-mereka/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 May 2023 14:17:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[girlband]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Jihyo]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[Twice]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6414</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seperti yang sudah Penulis bahas pada tulisan sebelumnya, Jihyo merupakan alasan utama mengapa Penulis jadi mendengakan lagu-lagu Twice. Bisa dibilang, Penulis langsung &#8220;jatuh cinta&#8221; pada pandangan pertama. Namun, setelah menonton video-video Twice terutama seri Time to Twice, Penulis pun jadi menyukai kesembilan personel lainnya yang menurut Penulis memiliki keunikan masing-masing. Pada tulisan kali ini, Penulis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/9-personel-twice-dan-impresi-saya-ke-mereka/">9 Personel Twice dan Impresi Saya ke Mereka</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Seperti yang sudah Penulis bahas pada tulisan sebelumnya, <strong>Jihyo</strong> merupakan alasan utama mengapa Penulis jadi mendengakan lagu-lagu Twice. Bisa dibilang, Penulis langsung &#8220;jatuh cinta&#8221; pada pandangan pertama.</p>



<p>Namun, setelah menonton video-video Twice terutama seri <em>Time to Twice</em>, Penulis pun jadi menyukai kesembilan personel lainnya yang menurut Penulis memiliki keunikan masing-masing.</p>



<p>Pada tulisan kali ini, Penulis akan sedikit mengulas kesembilan personel Twice beserta impresi Penulis kepada mereka. </p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-356x178.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan.jpg 1280w " alt="Chapter 45 Langit Gelap" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/leon-dan-kenji-buku-2/chapter-45-langit-gelap/">Chapter 45 Langit Gelap</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Naeyeon</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6459" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Im Nayeon (<a href="https://www.uhdpaper.com/2022/03/twice-nayeon-im-nayeon-solo-4k-7091g.html#google_vignette">UHD Wallpaper</a>)</figcaption></figure>



<p>Selain Tzuyu yang sudah Penulis ketahui sebelum mengenal Twice, <strong>Nayeon</strong> adalah anggota lainnya yang Penulis telah ketahui lebih dulu. Alasannya, ia terlihat cukup menonjol ketika Twice menjadi bintang tamu acara <em>Running Man</em>.</p>



<p>Meskipun ia merupakan anggota tertua di Twice (kelahiran 1995), bisa dibilang ia adalah <em>false maknae </em>karena kerap memperlihatkan <em>aegyo</em>-nya. Ini bisa terlihat dalam salah satu episode <em>Running Man</em>, di mana ia berhasil membuat puisi akronim dengan menggemaskan.</p>



<p>Setelah melihat beberapa episode <em>Time to Twice</em>, Penulis menyadari kalau Naeyeon yang merupakan <em>main vocal </em>dan <em>center </em>dari Twice ini memiliki jiwa kompetitif yang mirip dengan Jihyo. </p>



<p>Nayeon juga dikenal karena memiliki gigi kelinci yang sebenarnya sangat cocok dengan dirinya. Sayangnya, ia memutuskan untuk menghilangkan ciri khas tersebut akhir-akhir ini, sehingga kita kini akan melihat deretan giginya yang rata.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Jeongyeon</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6460" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Yoo Jeongyeon (<a href="https://www.uhdpaper.com/2019/09/jeongyeon-twice-4k-5651.html">UHD Wallpaper</a>)</figcaption></figure>



<p>Bagi Penulis, <strong>Jeongyeon</strong> adalah salah satu <em>member </em>Twice yang paling mudah diingat karena (maaf) letak kedua matanya yang agak jauh. Selain itu ketika baru debut, ia dipersonakan sebagai <em>girl crush </em>dengan potongan rambut pendeknya.</p>



<p>Jeongyeon kerap dianggap sebagai &#8220;<em>mommy</em>&#8221; karena sifat keibuan yang dimiliki. Bagi Penulis, ia memiliki sifat <em>tsundere </em>di mana ia kerap terlihat sebagai sosok yang cuek dan pemarah, padahal di balik sifat tersebut terdapat perhatian dan kepedulian.</p>



<p>Penulis juga bersimpati atas masalah <em>mental health issue </em>yang sempat menimpanya. Hal tersebut membuatnya sempat vakum untuk waktu yang lama dari segala aktivitas yang dijalani Twice, termasuk konser dan acara <em>Time to Twice</em>.</p>



<p>Setelah <em>comeback</em>, berat badannya terlihat naik cukup signifikan. Hal tersebut membuatnya &#8220;diserang&#8221; oleh para <em>haters </em>yang menilai para idola harus terlihat langsing sempurna. Untunglah, banyak Once yang memasang badang untuk Jeongyeon.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Momo</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6461" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Hirai Momo (<a href="https://wallpaperaccess.com/twice-momo#google_vignette">Wallpaper Access</a>)</figcaption></figure>



<p>Setelah lebih mendalami Twice, personel Twice yang mencuri perhatian Penulis adalah <strong>Momo</strong>. Setelah membaca di internet, Penulis baru mengetahui kalau Momo berasal dari Jepang, bersama dua <em>member </em>lainnya.</p>



<p>Sebagai <em>main dancer</em>, cerita Momo bisa bergabung dengan Twice cukup dramatis, di mana ia yang sebenarnya sudah tereliminasi dari acara Sixteen tiba-tiba dipilih langsung oleh JYP. Meskipun sempat menjadi kontroversi, ia berhasil membuktikan kapasitasnya.</p>



<p>Secara <em>personality</em>, Momo memberikan kesan sebagai cewek cantik yang agak oon. Video di mana ia kesulitan membaca tulisan berbahasa Jepang menjadi buktinya. Namun, begitu beraksi di atas panggung, tak ada yang meragukan kemampuannya.</p>



<p>Salah satu momen yang paling berkesan dari wanita yang hampir selalu menggunakan poni ini adalah video <em>comedy sketch-</em>nya di mana ia diceritakan menjadi robot dan sempat berdialog &#8220;Made from Japan&#8221;. Jujur saja, mantan dari Heechul ini terlihat cantik di video tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Sana</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6462" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-4.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Minatozaki Sana (<a href="https://uhdpixel.com/wall/sana-twice-4k-v314/">UHD Pixel</a>)</figcaption></figure>



<p><strong>Sana</strong> adalah anggota Twice lainnya yang berasal dari Jepang. Ia terkenal berkat kerap membawakan <em>iconic line </em>dari lagu-lagu Twice, terutama &#8220;<em>shy shy shy</em>&#8221; dari lagu <em>Cheer Up </em>yang sempat viral beberapa tahun lalu karena Sana mengucapkannya seperti &#8220;<em>sha sha sha</em>&#8220;<em>  </em></p>



<p>Tidak hanya itu, ada beberapa ucapan lainnya yang juga sempat viral. Salah satu yang paling terkenal tentu saja <em>&#8220;Cheese Kimbap</em>&#8221; ketika ia menjadi salah satu bintang tamu di sebuah acara <em>reality show</em>. Frasenya memang biasa, tapi cara ia mengucapkannya-lah yang menggemaskan.</p>



<p>Melalui salah satu video di YouTube, Penulis mengetahui kalau Sana adalah satu-satunya anggota Twice yang <em>extrovert</em>-nya lebih dominan dibandingkan <em>introvert</em>-nya. Dalam beberapa klip, memang terlihat kalau ia terkadang bisa menjadi sosok yang <em>hyper</em>.</p>



<p>Nah, bisa jadi karena sifatnya yang agak <em>hyper </em>tersebut, ia terkesan sebagai sosok yang <em>clumsy </em>dan beberapa kali terlihat ceroboh. Bagi penggemarnya, hal tersebut hanya menambah daya tarik untuk mengidolakan Sana.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Jihyo</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-5-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6463" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-5-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-5-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-5-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-5.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Park Jihyo (<a href="https://wallpaperaccess.com/twice-jihyo">Wallpaper Access</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis sudah beberapa kali menyinggung bahwa meskipun sudah mengenal Tzuyu dan Nayeon, justru <strong>Jihyo</strong>-lah yang membuat Penulis tertarik untuk masuk ke dunia per-K-Pop-an lagi melalui Twice.</p>



<p>Ketika pertama kali diperlihatkan fotonya oleh teman, Penulis langsung tertarik kepadanya. Kecantikan dan &#8220;aura&#8221; yang dimilikinya benar-benar mempesona. Apalagi, ia berstatus sebagai <em>leader </em>dari Twice.</p>



<p>Ketertarikan kepada Jihyo bertambah setelah menonton video-video <em>Time to Twice</em>. Meskipun cantik, ternyata ia juga merupakan sosok yang kocak. Entah bagaimana di belakang layar, tapi setidaknya di depan layar ia sering terlihat sebagai sosok yang selalu ceria.</p>



<p>Walaupun bisa dikatakan mengidolakan Jihyo, Penulis rasanya tidak akan sampai rela mengeluarkan uang untuk membeli <em>photobook </em>seharga 700 ribuan seperti teman Penulis. Bahkan, ia sampai membeli dua versi dari <em>photobook </em>tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mina</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-6-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6464" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-6-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-6-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-6-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-6.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Mina Myoi (<a href="https://wallpapercave.com/mina-twice-k-pop-girl-4k-wallpapers">Wallpaper Cave</a>)</figcaption></figure>



<p>Jika Pembaca mencari <em>idol </em>yang pendiam dan terkesan <em>cool</em>, maka <strong>Mina</strong> jelas akan menjadi <em>bias</em> yang sesuai. Bahkan hampir di semua acara wawancara bersama Twice, Mina lebih sering dia dan membiarkan rekan-rekannya yang berbicara.</p>



<p>Dalam beberapa episode <em>Time to Twice </em>yang sifatnya kompetisi, Mina bisa dibilang cukup pasif dan terlihat sama sekali tidak kompetitif. Rasanya sangat jarang untuk sekadar mendengarkan suaranya.</p>



<p>Selain itu, Mina juga menjadi salah satu anggota Twice yang berasal dari Jepang bersama Momo dan Mina. Jujur, waktu pertama kali melihatnya, Penulis merasa wajahnya cocok untuk menjadi orang Indonesia dan kurang Jepang. </p>



<p>Sama seperti Jeongyeon, Mina pun sempat terkena masalah <em>mental health </em>hingga membuatnya vakum dari Twice. Pembaca bisa menyaksikan cerita lengkapnya di YouTube Twice dengan tajuk <em><a href="https://youtu.be/_nHhba1F8KQ">Seize the Light</a></em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Dahyun</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-7-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6465" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-7-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-7-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-7-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-7.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Kim Dahyun (<a href="https://wallpaperaccess.com/kim-dahyun">Wallpaper Access</a>)</figcaption></figure>



<p>Nah, kalau yang satu ini bisa dibilang salah satu anggota yang paling kocak,<em>random</em>, dan kadang absurd. <strong>Dahyun</strong>, sang master pencari kamera, adalah anggota Twice yang kerap mampu menghidupkan suasana dengan baik.</p>



<p>Sejak awal, <em>rapper </em>dari Twice ini memang sudah terlihat berbakat. Hal ini terlihat dari bagaimana ia lolos audisi dari tiga agensi top Korea Selatan, yakni JYP, SM, dan, YG. Namun, pada akhirnya Dahyun memilih JYP hingga akhirnya bergabung dengan Twice. </p>



<p>Dahyun merupakan anggota Twice dengan kulit terputih hingga mendapat julukan sebagai tofu. Menurut Penulis, wajahnya membuatnya terlihat pantas untuk menjadi salah satu dari cece-cece Surabaya. </p>



<p>Sebagai anggota yang unik, ada beberapa hal yang menarik dari Dahyun. Salah satunya adalah bagaimana ia dengan santainya mampu menangkap serangga, di saat yang lain teriak ketakutan. Jangan lupakan juga tarian elangnya yang legendaris.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Chaeyoung</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-8-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6466" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-8-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-8-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-8-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-8.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Son Chaeyoung (<a href="https://rare-gallery.com/resol/1366x768/340852-TWICE-Kpop-Kpop-K-Pop-Girls-I-Cant-Stop-Me-Chaeyoung-Son-Chae-young-Eyes-Wide-Open-Album.jpg">Rare Gallery</a>)</figcaption></figure>



<p><strong>Chaeyoung</strong> merupakan <em>member </em>favorit dari teman yang menyarankan Penulis untuk menonton <em>Time to Twice</em>. Awalnya, Penulis mengira tidak ada yang spesial dari <em>rapper </em>Twice selain Dahyun ini. Ternyata, Penulis salah.</p>



<p>Pertama, jelas ia adalah <em>member </em>yang paling <em>nyeni </em>di antara <em>member </em>lainnya. Tidak hanya karena tato-tato yang ada di sekujur tubuhnya, ia juga memiliki bakat dalam bidang menggambar. Bahkan, ia pernah berkolaborasi dengan Google.</p>



<p>Chaeyoung mendapatkan julukan sebagai <em>Baby Beast </em>karena, meskipun menjadi karakter paling mungil di Twice, ia memiliki kesan <em>tough </em>yang keren. Selain itu, menurut Penulis ia juga menjadi salah satu <em>member </em>Twice yang terasa misterius.</p>



<p>Salah satu yang Penulis kagumi dari Chaeyoung adalah dia hampir cocok dengan segala macam model rambut. Dibandingkan anggota lainnya, ia menjadi yang paling sering bergonta-ganti model rambut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Tzuyu</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-9-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6467" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-9-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-9-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-9-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/9-personel-twice-dan-impresi-saya-kepada-mereka-9.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Choi Tzuyu (<a href="https://wallpaperforu.com/wallpaper-kpop-girl-tzuyu-mlb-bubble-asian/">Wallpaper Foru</a>)</figcaption></figure>



<p><strong>Tzuyu</strong>, seperti yang sudah Penulis tuliskan sebelumnya, adalah <em>member </em>Twice pertama yang Penulis ketahui jauh sebelum Penulis mendengarkan lagu-lagu Twice. Hal tersebut karena memang harus diakui kalau ia memiliki kecantikan di atas rata-rata.</p>



<p>Sebagai <em>maknae</em> asli Taiwan, ternyata Tzuyu memiliki kepribadian yang pemalu, <em>introvert</em>, dan kerap mengundang tawa personel lainnya berkat kepolosannya. Ketika ada kompetisi di <em>Time to Twice</em>, ia terlihat tidak terlalu kompetitif dibandingkan lainnya.</p>



<p>Walaupun begitu, <em>member </em>tertinggi dari Twice ini sebenarnya cukup atletis untuk ukuran wanita. Hal ini terbukti dari kehandalannya dalam memanah dalah salah satu <em>event </em>olahraga bersama <em>idol </em>Korea lainnya. Tak heran jika ia dijuluki sebagai <em>Goddess of Archery</em>.</p>



<p>Pada masa-masa awal debut bersama Twice, Tzuyu sempat terkena &#8220;skandal&#8221; gara-gara mengibarkan bendera Taiwan. Hal tersebut tentu saja memicu amarah China, sehingga Tzuyu yang ketika itu baru berusia 16 tahun harus mengeluarkan <em>statement </em>permintaan maaf.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Dimulai dari Tzuyu, Nayeon, Jihyo, hingga akhirnya Penulis &#8220;mengenal&#8221; masing-masing personel Twice yang berjumlah 9 orang, walaupun memang hanya sebatas apa yang terlihat di depan layar. Lima berasal dari Korea Selatan, tiga berasal dari Jepang, dan satu dari Taiwat</p>



<p>Tulisan ini adalah penutup dari &#8220;trilogi&#8221; artikel tentang Twice. Penulis sendiri sebenarnya tidak merasa yakin akan mendengarkan lagu-lagu Twice dalam rentang waktu yang lama, mengingat pada dasarnya Penulis adalah penggemar <a href="https://whathefan.com/musik/apakah-musik-rock-benar-benar-telah-mati/">musik <em>rock</em></a>.</p>



<p>Namun, setidaknya saat ini Penulis akan menikmati Twice sampai merasa bosan, walaupun rasanya Penulis akan lebih lama mendengarkan Twice daripada <a href="https://whathefan.com/musik/forever-young-blackpink/">Blackpink</a>. Apalagi, Penulis juga merasa tertarik kepada para personelnya yang masing-masing terasa unik.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 7 Mei 2023, terinspirasi dari keinginannya menulis impresi dari masing-masing personel</p>



<p>Foto: <a href="https://www.allkpop.com/article/2022/08/twice-drops-the-comeback-schedule-for-their-11th-mini-album-between-12">allkpop</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/9-personel-twice-dan-impresi-saya-ke-mereka/">9 Personel Twice dan Impresi Saya ke Mereka</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/9-personel-twice-dan-impresi-saya-ke-mereka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Feel Special: Twice</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/feel-special-twice/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/feel-special-twice/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Apr 2023 14:19:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[girlband]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[korea]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[Twice]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6411</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika makin sering bersentuhan dengan Twice, Penulis masih berusaha keras untuk tidak terlalu mendengarkan lagu-lagu mereka. Apalagi alasannya cukup kuat, karena lagu-lagu Twice cukup terasa girly dan ceria, sehingga tidak masuk ke dalam selera Penulis. Namun, Penulis lupa jika Twice telah debut sejak tahun 2015. Artinya, mereka memiliki jumlah lagu yang cukup banyak. Berawal dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/feel-special-twice/">Feel Special: Twice</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ketika makin sering bersentuhan dengan Twice, Penulis masih berusaha keras untuk tidak terlalu mendengarkan lagu-lagu mereka. Apalagi alasannya cukup kuat, karena lagu-lagu Twice cukup terasa <em>girly </em>dan ceria, sehingga tidak masuk ke dalam selera Penulis.</p>



<p>Namun, Penulis lupa jika Twice telah debut sejak tahun 2015. Artinya, mereka memiliki jumlah lagu yang cukup banyak. Berawal dari satu lagu, Penulis pun makin banyak mendengarkan lagu-lagu mereka.</p>



<p>Padahal, awalnya Penulis merasa cukup untuk mengenal Twice lewat acara <em>reality show </em>mereka saja, <em><a href="https://whathefan.com/musik/awal-perkenalan-dengan-twice-park-jihyo-dan-time-to-twice/">Time to Twice</a></em>. Personalitas masing-masing personil cukup menyenangkan untuk ditonton. Ternyata, itu saja tidak cukup, apalagi <em>Time to Twice </em>kerap memutar lagu Twice.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Berawal dari Empat Lagu</h2>



<p>Ketika mulai mendengarkan lagu-lagu Twice, ada beberapa yang sudah terngiang-ngiang di kepala karena sudah sering mendengarkannya, baik di Reels maupun <em>Time to Twice</em>. Keempat lagu tersebut adalah <em><strong>Talk That Talk</strong></em>, <em><strong>The Feels</strong></em>, <strong><em>What Is Love</em>?,</strong> dan <em><strong>Alcohol Free</strong></em>.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="TWICE &quot;Alcohol-Free&quot; M/V" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/XA2YEHn-A8Q?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Bagi Penulis, keempat lagu tersebut terasa benar-benar Twice. Ceria, energik, <em>fun </em>untuk didengarkan, diselingi <em>rap </em>yang <em>catchy</em>. Dua lagu yang disebut pertama juga Penulis sukai karena vokal Jihyo yang kuat benar-benar menonjol.</p>



<p>Di antara empat lagu tersebut, jika disuruh memilih satu, maka Penulis akan memilih <em>Alcohol Free </em>yang terasa ringan, tapi memberikan &#8220;candu&#8221; tertentu. Apalagi, video klipnya juga berhasil memberikan sensasi musim panas yang menyegarkan.</p>



<p>Dari keempat lagu ini, Penulis juga jadi belajar bagaimana pembagian vokal dari masing-masing <em>member</em>. Awalnya Penulis cukup merasa kesulitan membedakan suara mereka, walaupun sekarang sudah lumayan bisa.</p>



<p><strong>Nayeon</strong> dan <strong>Jihyo</strong> jelas menjadi <em>main vocal</em>, sedangkan <strong>Chaeyoung</strong> dan <strong>Dahyun</strong> menjadi <em>rapper</em>. <strong>Mina</strong> dan <strong>Tzuyu</strong> kerap mengisi <em>bridging</em>, sedangkan <strong>Sana</strong> sering menyanyikan bagian-bagian yang ikonik seperti <em>Shy Shy Shy </em>di lagu <em>Cheer Up</em>.</p>



<p>Personel lainnya, <strong>Jeongyeon</strong> dan <strong>Momo</strong>, biasanya mendapatkan porsi yang cukup kecil di dalam lagu. Jeongyeon terkadang juga memegang peran sebagai <em>main vocal </em>ketiga, sedangkan Momo akan menjadi <em>rapper </em>ketiga.</p>



<p>Setelah berkali-kali mendengarkan keempat lagu tersebut, Penulis pun akhirnya memutuskan untuk mencoba mendengarkan lagu-lagu Twice lainnya. Akhirnya, Penulis pun menemukan banyak sekali lagu Twice yang ternyata enak untuk didengarkan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Evolusi Twice ke Arah yang Lebih Dewasa</h2>



<p><em><strong>I Can&#8217;t Stop Me</strong></em>, <em><strong>Cheer Up</strong></em>, <em><strong>More &amp; More</strong></em>, <em><strong>Yes or Yes</strong></em>, <em><strong>Likey</strong></em>, <em><strong>Dance the Night Away</strong></em>, <em><strong>Signal</strong></em>, hingga <em><strong>Knock Knock</strong></em> adalah lagu-lagu selanjutnya yang Penulis sukai. Lagu yang disebut pertama bahkan menjadi favorit, walau kesan lagu ini berbeda dari lagu lainnya.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="TWICE &quot;I CAN&#039;T STOP ME&quot; M/V" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/CM4CkVFmTds?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><em>I Can&#8217;t Stop Me </em>bisa dibilang menjadi penanda bahwa Twice mulai meninggalkan kesan <em>unyu-unyu </em>dan memasuki periode <em>mature </em>di mana lagunya lebih terdengar serius dan menghilangkan keceriaan pada lagunya.</p>



<p>Meskipun baru mendengarkan Twice, Penulis bisa menyimpulkan bahwa Twice memang sedang menuju ke arah sana. Dua lagu terakhirnya, <em>Moonlight Sunrise </em>dan <em>Set Me Free</em> juga terkesan serius, bahkan cenderung gelap.</p>



<p>Jihyo sendiri dalam salah satu <em>interview</em> mengatakan bahwa dirinya dan personel lain merasa sudah cukup berumur, dan akan malu jika harus membawakan lagu-lagu lama mereka yang terasa imut seperti <em>TT </em>dan <em>Cheer Up</em>.</p>



<p>Entah apakah di masa depan Twice akan benar-benar berhenti membawakan lagu-lagu lama mereka dan berfokus membawakan lagu yang terkesan dewasa. Penulis jarang menonton video konser mereka, sehingga rasanya keputusan tersebut tidak terlalu berpengaruh bagi dirinya.</p>



<p>Sebagai tambahan, Penulis justru tidak terlalu menyukai lagu-lagu populer Twice seperti <em><strong>Fancy</strong> </em>dan <em><strong>Feel Special</strong></em>. Penulis mendengarkan lagu-lagu tersebut, hanya saja tidak pernah menjadi favoritnya.</p>



<p>Selain itu, Penulis juga mendengarkan lagu <em>Twice </em>lainnya seperti <em><strong>Like Ooh-Ahh</strong></em>, <em><strong>TT</strong></em>, <em><strong>Cry for Me</strong></em>, <em><strong>Touchdown</strong></em>, <em><strong>Celebrate</strong></em>, <em><strong>Heart Shaker</strong></em>, <em><strong>Scientist</strong></em>, <em><strong>Lalala</strong></em>, <em><strong>Queen of Heart</strong></em>, hingga <em><strong>Depends on You</strong></em>. Namun, tidak ada yang benar-benar jadi favorit.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Ketika mulai mendengarkan <a href="https://whathefan.com/musik/forever-young-blackpink/">lagu Blackpink</a>, hanya ada beberapa lagu mereka yang berhasil masuk ke dalam daftar favorit. Bahkan, rasa bosannya pun sangat cepat datang hingga akhirnya Penulis berhenti mendengarkan lagu-lagu mereka.</p>



<p>Beda cerita dengan Twice. Berawal dari empat lagu, Penulis mendengarkan puluhan lagu mereka. Bahkan, ada belasan yang Penulis masukkan ke dalam daftar favoritnya karena memang menyukai lagu-lagunya.</p>



<p>Mungkin ada unsur bias karena Penulis telah menonton <em>Time to Twice </em>terlebih dahulu sebelum mendengarkan lagunya, sehingga ada perasaan &#8220;dekat&#8221; karena mengetahui sifat-sifat mereka. Namun, menurut Penulis lagu-lagunya memang <em>easy listening </em>dan <em>catchy.</em></p>



<p>Penulis benar-benar tidak menyangka akan terjun sedalam ini lagi ke dunia K-Pop hanya dalam waktu beberapa bulan. Twice memang benar-benar <em>feel special</em>.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 7 April 2023, terinspirasi setelah merasa dirinya semakin mendalami Twice</p>



<p>Foto: <a href="https://www.allkpop.com/article/2022/08/twice-drops-the-comeback-schedule-for-their-11th-mini-album-between-12">KEPOPER</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/feel-special-twice/">Feel Special: Twice</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/feel-special-twice/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
