<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>keuangan Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/keuangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/keuangan/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Sep 2024 13:50:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>keuangan Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/keuangan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Membaca Ngomongin Uang</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-ngomongin-uang/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-ngomongin-uang/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Sep 2024 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan diri]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7919</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam beberapa tahun terakhir, keuangan menjadi salah satu topik yang sedang banyak dipelajari mengingat usia Penulis sekarang sudah berkepala tiga. Meskipun bisa dibilang terlambat, rasanya tidak ada salahnya untuk tetap mempelajarinya. Sumber-sumber belajar keuangan pun tentu dari banyak medium, mulai dari YouTube, media sosial, hingga buku. Salah satu buku yang pernah Penulis baca adalah The [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-ngomongin-uang/">[REVIEW] Setelah Membaca Ngomongin Uang</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dalam beberapa tahun terakhir, keuangan menjadi salah satu topik yang sedang banyak dipelajari mengingat usia Penulis sekarang sudah berkepala tiga. Meskipun bisa dibilang terlambat, rasanya tidak ada salahnya untuk tetap mempelajarinya.</p>



<p>Sumber-sumber belajar keuangan pun tentu dari banyak medium, mulai dari YouTube, media sosial, hingga buku. Salah satu buku yang pernah Penulis baca adalah <em><a href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-the-psychology-of-money/">The Psychology of Money</a></em> karya Morgan Housel. Sayangnya, Penulis merasa buku ini kurang praktis untuk diterapkan dalam keseharian.</p>



<p>Nah, waktu tahu akun Instagram Ngomongin Uang akan menerbitkan sebuah buku tentang keuangan, Penulis langsung merasa tertarik karena telah mengikuti akun tersebut cukup lama dan senang dengan ulasan-ulasan yang mereka buat. </p>



<p>Hasilnya, timbul perasaan menyesal karena harusnya Penulis membaca buku seperti ini bertahun-tahun yang lalu.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner.jpg 1280w " alt="Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/olahraga/kepingan-puzzle-terakhir-untuk-messi-telah-lengkap/">Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Buku Ngomongin Uang</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: <em>Ngomongin Uang: Menjadi &#8216;Kaya&#8221; Versi Kamu Sendiri</em></li>



<li>Penulis: Glenn Ardi</li>



<li>Penerbit: Penerbit Buku Kompas</li>



<li>Cetakan:</li>



<li>Tanggal Terbit:</li>



<li>Tebal: 244 halaman</li>



<li>ISBN: 9786231606204</li>



<li>Harga: Rp125.000</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Sinopsis Buku Ngomongin Uang</h2>



<p><em>Kekayaan sering kali bukan hanya soal uang atau status sosial. Kekayaan yang sesungguhnya bersifat sangat personal, karena setiap orang mendefinisikan kesuksesan dan kebahagiaannya dengan cara yang berbeda. </em></p>



<p><em>Namun, apa pun definisi kekayaan bagi kamu, UANG adalah alat ukur dan kendaraan yang bisa membawamu mencapai tujuan. Karena itulah, memahami keuangan adalah hal yang fundamental dalam membangun kehidupan terbaik versi kamu. Buku ini hadir untuk kamu yang merasa keuangannya mandek, kamu yang overthinking dan terus membandingkan dirimu dengan kesuksesan orang lain, dan kamu yang merasa masa depan keuangan kamu suram—Yuk, kita Ngomongin Uang! </em></p>



<p><em>Karena ngomongin uang telah mengubah hidup saya! Membuat hidup saya lebih terencana, memberi rasa aman, kedamaian, kebebasan, sekaligus rasa kecukupan. Buku ini bukan soal motivasi sukses atau cara cepat kaya, tetapi buku ini akan membuat kamu menjadi ‘KAYA’ versi kamu sendiri. </em></p>



<h2 class="wp-block-heading">Isi Buku Ngomongin Uang</h2>



<p>Sesuai dengan judulnya, buku <em>Ngomongin Uang </em>akan membahas tentang uang dari banyak sudut pandang. Buku ini membahas banyak hal yang sebenarnya cukup generik, mulai dari sejarah uang, cara-cara mendapatkan uang, penjelasan tentang investasi, dan lain sebagainya.</p>



<p>Buku ini terdiri dari 13 bab yang menarik dan dilengkapi dengan ilustrasi-ilustrasi menarik yang digambar oleh Ariawan. Masing-masing bab memiliki kedalaman yang bervariasi, tergantung seberapa panjang topik yang dibahas. Ketigabelas bab tersebut adalah:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Bab 1: Cerita Terbentuknya Uang</li>



<li>Bab 2: Nilai Uang yang Selalu Berubah</li>



<li>Bab 3: Tahap Prioritas Keuangan</li>



<li>Bab 4: Ciri Khas Calon Orang Kaya</li>



<li>Bab 5: Perhatikan Pengeluaran Kamu</li>



<li>Bab 6: Jalan Menuju Kekayaan</li>



<li>Bab 7: Memaknai Arti Kekayaan</li>



<li>Bab 8: Kaya Menurut Versi Kamu Sendiri</li>



<li>Bab 9: Investasi Itu untuk Apa? </li>



<li>Bab 10: Gimana Caranya Beli Rumah?</li>



<li>Bab 11: Perlukah Membeli Mobil?</li>



<li>Bab 12: Fenomena Sandwich Generation</li>



<li>Bab 13: Hidup Tanpa Bekerja Lagi</li>



<li>Penutup: Apakah Saat Ini Saya Sudah Kaya?</li>
</ul>



<p>Secara singkat, dua bab pertama membantu kita memahami apa itu uang dan mengapa benda tersebut bisa menjadi sesuatu yang sangat penting, bahkan &#8220;dituhankan&#8221; oleh sebagian manusia. Sebagai <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/untuk-apa-belajar-sejarah/">orang yang suka sejarah</a>, bab-bab awal ini sangat menarik.</p>



<p>Bab 3 hingga 9 membahas tentang kekayaan dan pengelolaan uang yang kita miliki. Kaya tidak selalu berarti punya harta yang melimpah dan tak akan habis. Masing-masing dari kita bisa memiliki definisi kayanya sendiri. </p>



<p>Bab 9 hingga 11 membahas mengenai topik investasi dan pertimbangan-pertimbangan apakah kita perlu membeli aset seperti rumah dan mobil. Seperti yang kita tahu, kondisi saat ini membuat banyak orang kesulitan untuk membeli aset-aset tersebut, sehingga investasi menjadi penting.</p>



<p>Dua bab terakhir merupakan tambahan <em>insight </em>menarik seputar dunia keuangan terutama pembahasan <em>sandwich generation</em>, sebuah fenomena yang kerap terjadi saat ini di mana seseorang harus menghidupi orang lain dan keluarganya sendiri. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Membaca Ngomongin Uang</h2>



<p>Begitu selesai menyelesaikan buku ini (dengan waktu yang relatif singkat), Penulis merasa termenung. Seharusnya, <strong>ilmu-ilmu keuangan yang ada di buku ini sudah dibahas di sekolah</strong>, agar ketika siswa beranjak dewasa, mereka telah memiliki bekal ilmu keuangan yang cukup.</p>



<p>Buku <em>Ngomongin Uang</em>, sejujurnya memang hanya<strong> mengajarkan hal-hal fundamental tentang keuangan</strong>. Namun, dasar-dasar tersebut tidak pernah diajarkan ke kita saat masih sekolah, bahkan ketika kuliah pun tidak ilmunya kecuali kita kuliah jurusan yang berhubungan dengan keuangan.</p>



<p>Apalagi, <strong>bahasa yang digunakan dalam buku ini benar-benar mudah dipahami</strong>. Itu juga yang menjadi salah satu alasan mengapa Penulis mampu menyelesaikan buku ini dengan cepat. Walau begitu, ilmu yang bisa kita dapatkan tidak main-main.</p>



<p>Buku ini tidak mengajak kita untuk mati-matian mengejar uang selama hidup di dunia ini. Sebaliknya, kita diajak untuk bisa bijaksana dalam menyikapi uang. <strong>Posisikan uang sebagai sebuah alat, bukan sebagai sebuah tujuan</strong>.</p>



<p>Topik-topik yang diangkat di buku ini juga <strong><em>related </em>dengan kehidupan sehari-hari kita</strong>, sehingga buku ini pun terasa dekat. Isu-isu seperti harga rumah yang makin mahal dan fenomena <em>sandwich generation </em>dibahas di sini dengan menarik.</p>



<p>Selain itu, ilustrasi-ilustrasi yang terdapat pada buku ini juga mempertahankan ciri khas yang dimiliki oleh akun Instagram Ngomongin Uang. Ilustrasi yang terdapat dalam buku ini tidak hanya menjadi pemanis, karena terkadang membantu kita memahami poin yang ingin disampaikan.</p>



<p>Penulis berharap kalau buku ini akan memiliki sekuel yang akan lebih detail dan membahas topik-topik keuangan yang lebih berat. Seandainya ada, Penulis tanpa ragu akan langsung membelinya untuk menambah ilmu keuangannya. Mungkin itu juga yang menjadi kekurangan buku ini: <strong>isinya kurang banyak</strong>.</p>



<p>Intinya, buku ini sangat Penulis rekomendasikan untuk siapa saja. Keuangan adalah topik yang jarang dibahas secara umum di ruang publik. Memahami ilmu-ilmu dasarnya bisa membantu kita untuk memiliki dan mengelola keuangan kita lebih baik lagi di masa depan.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Skor: 9/10</mark></p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 28 September 2024, terinspirasi setelah membaca buku Ngomongin Uang karya Glenn Ardi</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-ngomongin-uang/">[REVIEW] Setelah Membaca Ngomongin Uang</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-ngomongin-uang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tabungan = Kebutuhan &#8211; Ego</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/tabungan-kebutuhan-ego/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/tabungan-kebutuhan-ego/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jun 2023 14:38:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[belanja]]></category>
		<category><![CDATA[boros]]></category>
		<category><![CDATA[ego]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6608</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis suka menonton konten-konten orang yang mengulas suatu isi buku, walaupun &#8220;efek sampingnya&#8221; adalah Penulis jadi ingin membeli buku tersebut. Beberapa YouTuber yang kerap membuat konten tersebut adalah Fellexandro Ruby dan Maudy Ayunda. Nah, ketika Maudy Ayunda membuat konten yang mengulas isi buku The Psychology of Money dari Morgan Housel, ada satu rumus yang menarik [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/tabungan-kebutuhan-ego/">Tabungan = Kebutuhan &#8211; Ego</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penulis suka menonton konten-konten orang yang mengulas suatu isi buku, walaupun &#8220;efek sampingnya&#8221; adalah Penulis jadi ingin membeli buku tersebut. Beberapa YouTuber yang kerap membuat konten tersebut adalah Fellexandro Ruby dan Maudy Ayunda.</p>



<p>Nah, ketika Maudy Ayunda membuat konten yang mengulas isi buku <em><a href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-the-psychology-of-money/">The Psychology of Money</a> </em>dari Morgan Housel, ada satu rumus yang menarik perhatian Penulis: <strong>tabungan = kebutuhan &#8211; ego</strong>.</p>



<p>Penulis merasa dirinya belakangan ini kerap kesulitan untuk mengendalikan arus pengeluaran keuangannya, terutama setelah <a href="https://whathefan.com/pengalaman/meninggalkan-jakarta-untuk-sementara/">meninggalkan Jakarta</a> dan kembali ke Malang. Menemukan rumus tersebut seolah mengingatkan Penulis untuk kembali &#8220;ke jalan yang benar&#8221;.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Tinggal di Rumah Jadi Lebih Boros?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/tabungan-kebutuhan-ego-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6614" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/tabungan-kebutuhan-ego-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/tabungan-kebutuhan-ego-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/tabungan-kebutuhan-ego-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/tabungan-kebutuhan-ego-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Di Rumah Kok Jadi Lebih Boros? (<a href="https://www.pamelavcarmichael.com/5-reasons-high-income-earners-struggle-financially-and-how-you-can-change-that/">Living Success</a>)</figcaption></figure>



<p>Dulu Penulis kerap berkelakar kalau dirinya memiliki cita-cita &#8220;kerja di Malang, tapi gaji Jakarta&#8221;. Penulis tak menyangka kalau hal tersebut benar-benar terjadi karena sampai saat ini Penulis masih <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/agar-wfh-tetap-produktif/">bekerja secara WFH</a>, bahkan telah memasuki tahun keduanya.</p>



<p>Teman-teman Penulis pun sering berkata, &#8220;Enak dong, tabungannya jadi lebih banyak karena di rumah.&#8221; Memang secara logika, hal tersebut ada benarnya. Namun, terkadang dalam hidup hal ini tidak sesuai dengan logika yang ada di kepala kita.</p>



<p>Penulis justru merasa kalau selama di Malang, <strong>dirinya menjadi lebih boros</strong> dibandingkan waktu masih merantau di Jakarta. Faktor utamanya, menurut analisis Penulis, adalah karena <strong>adanya &#8220;rasa aman&#8221;</strong> yang membuat Penulis terlena.</p>



<p>Ketika merantau, Penulis harus pintar-pintar mengatur keuangannya. Jangan sampai gaji habis sebelum tanggal gajian, karena nanti mau makan apa kalau tidak ada uang. Adanya rasa was-was ini pun membuat Penulis berhasil hidup hemat, bahkan masih memiliki tabungan.</p>



<p>Nah, saat di rumah, perasaan was-was tersebut menjadi hilang. Minimal, uang makan dan <em>laundry </em>bisa berkurang. Akibatnya, uang yang biasanya digunakan untuk kebutuhan hidup beralih fungsi menjadi keinginan yang didasarkan oleh ego.</p>



<p>Seperti kalimat yang diucapkan oleh Maudy Ayunda di atas, <strong>tabungan Penulis menjadi lebih sedikit karena ego yang dimiliki menjadi semakin tinggi</strong>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Memangnya Egonya Seperti Apa?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/tabungan-kebutuhan-ego-2-1024x1024.jpg" alt="" class="wp-image-6613" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/tabungan-kebutuhan-ego-2-1024x1024.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/tabungan-kebutuhan-ego-2-300x300.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/tabungan-kebutuhan-ego-2-150x150.jpg 150w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/tabungan-kebutuhan-ego-2-768x768.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/tabungan-kebutuhan-ego-2-80x80.jpg 80w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/tabungan-kebutuhan-ego-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Salah Satu Ego Terbesar</figcaption></figure>



<p>Tentu dengan tinggal di rumah, pengeluaran yang Penulis keluarkan tidak untuk dirinya sendiri. Seperti ketika membeli makan, Penulis tidak mungkin hanya beli untuk dirinya sendiri. Ini tentu tidak Penulis permasalahkan dan menganggapnya sebagai kebutuhan.</p>



<p>Sebagaimana pepatah <em>boys always be boys</em>, Penulis pun merasa dirinya seperti itu. Ketika sudah memiliki gaji sendiri, tentu <strong>Penulis ingin membeli barang-barang yang dulunya tidak mampu dibeli karena belum punya uang</strong>, termasuk mainan.</p>



<p>Oleh karena itu sewaktu di Jakarta, Penulis membeli <em>action figure </em>Dragon Ball<em> </em>dan <em>model kit </em>Gundam. Tidak banyak, Penulis hanya memiliki <em>action figure </em>Goku dan Vegeta, serta dua <em>model kit </em>Gundam dengan tingkat HG yang relatif masih sangat terjangkau.</p>



<p>Nah, sewaktu tinggal di Malang, jumlah mainan tersebut bertambah secara signifikan. Sampai artikel ini ditulis (termasuk yang dibeli di Jakarta), Penulis telah memiliki sekitar 15 <em>action figure</em> dengan berbagai ukuran, 3 Funko Pop, dan 3 <em>model kit</em>. Bagi Penulis, ini cukup banyak.</p>



<p>Apalagi sewaktu di Malang, Penulis mulai punya hobi baru berupa <strong>koleksi <em>board game</em></strong>. Diawali dengan membeli <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-1-monopoly/">Monopoly</a>, hingga kini Penulis sudah memiliki 22 <em>board game </em>hanya dalam waktu dua tahun. Jujur saja, hobi ini cukup menguras dompet.</p>



<p>Bagi Penulis, inilah ego tertinggi dari dirinya yang menyebabkan jumlah uang yang ditabung setiap bulannya jadi berkurang. Meskipun memberikan perasaan bahagia dengan memilikinya, tak jarang penyesalan muncul karena merasa telah buang-buang uang.</p>



<p>Terkadang, Penulis berandai-andai seandainya saja uang yang digunakan untuk membeli semua barang tersebut dialihkan untuk berinvestasi saja, mungkin lebih berfaedah. Namun, nasi sudah menjadi bubur, yang lebih penting adalah bagaimana ke depannya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengurangi Ego, Menambah Tabungan</h2>



<p>Memang, setiap bulannya Penulis selalu menyisihkan sebagian untuk ditabung atau diinvestasikan. Hanya saja, Penulis merasa masih bisa mengalokasikan gaji bulanannya lebih banyak lagi dari yang sudah-sudah.</p>



<p>Dengan menyadari konsep tabungan = kebutuhan &#8211; ego, tentu apa yang harus Penulis lakukan ke depannya adalah <strong>mengurangi egonya</strong>. Rasanya selama dua tahun terakhir ini, Penulis terlalu memanjakan egonya dengan berbagai dalih seperti <em>self reward</em>.</p>



<p>Apalagi, <a href="https://whathefan.com/pengalaman/tur-kamar-saya-sisi-selatan-dan-barat/">kamar Penulis</a> juga telah penuh dengan berbagai barang tersebut, sehingga hampir tidak tersisa ruang kosong. Perlu diingat, semenjak zaman kuliah Penulis gemar membeli buku, sehingga di kamarnya pun ada ratusan buku yang membutuhkan ruang penyimpanan.</p>



<p>Tentu sesekali membeli barang yang diinginkan (alias menuruti ego) tidak ada salahnya, yang salah adalah ketika dilakukan secara berlebihan, seperti yang telah Penulis lakukan. Semoga saja Penulis bisa mengontrol egonya lebih baik lagi, demi tabungan yang lebih gemuk.f</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 20 Juni 2023, terinspirasi setelah mendengar kalimat tersebut dari Maudy Ayunda</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://unsplash.com/@igalness">Igal Ness via Unsplash</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/tabungan-kebutuhan-ego/">Tabungan = Kebutuhan &#8211; Ego</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/tabungan-kebutuhan-ego/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dunia Gelap di 2023, Kita Harus Apa?</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Oct 2022 11:25:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[2023]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[krisis]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5972</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada akhir bulan September kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat pernyataan yang cukup membuat masyarakat merasa was-was. Bagaimana tidak, di saat situasi tahun ini belum kunjung membaik, beliau mengatakan kalau tahun depan prospek perekonomian secara global akan semakin gelap. &#8220;Dunia sekarang ini dalam posisi yang tidak gampang, posisinya betul-betul pada posisi yang semua negara sulit. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa/">Dunia Gelap di 2023, Kita Harus Apa?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pada akhir bulan September kemarin, <a href="https://whathefan.com/politik-negara/jokowi-dan-prabowo-sama-sama-putra-terbaik-bangsa/"><strong>Presiden Joko Widodo (Jokowi)</strong></a> membuat pernyataan yang cukup membuat masyarakat merasa was-was. Bagaimana tidak, di saat situasi tahun ini belum kunjung membaik, beliau mengatakan kalau tahun depan prospek perekonomian secara global akan semakin gelap.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>&#8220;Dunia sekarang ini dalam posisi yang tidak gampang, posisinya betul-betul pada posisi yang semua negara sulit. Lembaga internasional sampaikan tahun ini, tahun 2022 sangat sulit. Tahun depan (2023) mereka menyampaikan akan lebih gelap,&#8221; kata Jokowi dalam acara BUMN Startup Day minggu lalu (27/9/22).</p></blockquote>



<p>Kata &#8220;gelap&#8221; yang digunakan Jokowi tersebut digunakan untuk merujuk ke kondisi perekonomian yang berada dalam posisi yang tidak baik-baik saja, bahkan diramalkan akan memburuk. Banyak lembaga internasional yang sudah menyampaikan &#8220;dalam posisi yang tidak baik&#8221;.</p>



<p>Jokowi menambahkan kalau krisis perang Rusia-Ukraina yang tak kunjung reda juga menyebabkan krisis pangan dunia benar-benar terjadi. Menurutnya, ada ratusan juta orang yang mengalami masalah kelaparan di seluruh dunia.</p>



<p>&#8220;330 juta orang kelaparan dan mungkin 6 bulan lagi bisa 800 juta orang akan kelaparan dan kekurangan makan akut karena tidak ada yang dimakan,&#8221; kata Jokowi.</p>





<p>Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) <strong>Kristalina Georgieva</strong> juga memberikan pernyataan yang senada dengan Jokowi. Ia menyebutkan kalau 2023 akan &#8220;gelap gulita&#8221; karena adanya risiko resesi dan ketidakstabilan pasar keuangan. Penyebabnya tentu saja karena pandemi Covid-19, <a href="https://whathefan.com/politik-negara/standar-ganda-ala-barat/">perang Rusia-Ukraina</a>, serta bencana iklim di semua benua.</p>



<p>Bahkan, negara-negara maju seperti Amerika Serikat, China, serta negara di Eropa juga mengalami perlambatan ekonomi. Rusia yang mengalami embargo (larangan lalu lintas barang antarnegara) dari berbagai negara membuat banyak negara, terutama di Eropa, mengalami krisis energi di penghujung tahun.</p>



<p>Di Inggris, harga gas dan listrik melonjak gila-gilaan. Krisis yang terjadi di sana diprediksi bisa separah krisis ekonomi di tahun 2008. Regulator energi di Jerman mendesak konsumennya untuk segera menghemat lebih banyak gas menjelang musim dingin ini.</p>



<p>Sebenarnya, apa yang saja yang menyebabkan dunia berada di posisi sulit seperti sekarang?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa 2023 Dunia akan Semakin Gelap?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="504" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-1-1024x504.webp" alt="" class="wp-image-5976" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-1-1024x504.webp 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-1-300x148.webp 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-1-768x378.webp 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-1-1536x756.webp 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-1.webp 1610w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Grafik yang Menunjukkan Tingkat Pencetakan Uang di Amerika Serikat (<a href="https://ifreebsd.ru.com/product_tag/70532804_.html">GN Life Assurance</a>)</figcaption></figure>



<p>Ned Davis Research dari Amerika Serikat menyatakan bahwa Model Probablitas Resesi saat ini berada <strong>di angka 98.1%</strong>. Ini angka yang sangat tinggi semenjak <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/corona-dan-dampak-sosial-ekonominya/">masa-masa awal pandemi</a> Covid-10 dan Great Financial Crisis 2008-2009.</p>



<p>Sejak awal pandemi, kata &#8220;resesi&#8221; memang sangat sering terdengar. Tersendatnya roda perekonomian di awal masa pandemi Covid-19 jelas memengaruhi banyak sektor, bahkan hingga sekarang. </p>



<p>Bahkan, Amerika Serikat <strong>mencetak uang sangat banyak</strong> untuk rakyatnya demi membuat roda perekonomiannya tetap berputar. Bayangkan, mereka mencetak sekitar 3,3 triliun dolar! Dengan banyaknya uang yang beredar, inflasi pun menjadi ancaman nyata untuk Amerika Serikat.</p>



<p>Akibatnya, pemerintah Amerika Serikat pun memutuskan untuk <strong>menaikkan suku bunga</strong> untuk menarik orang menyimpan uangnya di bank. Masalahnya, hal ini menyebabkan banyak investor yang lebih memilih uangnya untuk disimpan di bank saja karena lebih aman dan bunganya tinggi.</p>



<p>Nah, <em>startup </em>yang termasuk investasi dengan risiko tinggi pun seolah kehilangan daya tariknya dan ditinggal oleh para investor. Alhasil, banyak <strong><em>startup </em>yang melakukan PHK</strong>. Di Indonesia sendiri, sudah ada beberapa yang terkena imbasnya seperti Shopee Indonesia dan Zenius.</p>



<p>Hal ini diperparah dengan perang Rusia-Ukraina yang menyebabkan <strong>krisis energi dan pangan</strong>. Bukti mudahnya seperti yang sudah terlihat di Inggris, bagaimana biaya hidup dan sewa rumah di sana melonjak tinggi sehingga banyak orang yang menjadi <em>homeless</em>.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Housing Bubble akan Pecah di 2023?</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-2.1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5982" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-2.1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-2.1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-2.1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-2.1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Evergrande di China Menjadi Contoh Housing Bubble (<a href="https://www.insider.com/evergrandes-impending-collapse-forcing-chinese-millennials-reconsider-life-plans-2021-10">Insider</a>)</figcaption></figure>



<p>Salah satu hal yang paling ditakutkan di tahun 2023 adalah pecahnya <em><strong>housing bubble</strong> </em>atau <strong><em>real</em> <em>estate bubble</em> </strong>yang dampaknya tidak main-main. Penulis akan coba jelaskan secara sederhana mengenai fenomena tersebut.</p>



<p>Istilah tersebut digunakan untuk menjelaskan fenomena ketika <strong>harga rumah/properti melonjak karena tingginya permintaan</strong> dari masyarakat. Permintaan banyak, pasokan pun menjadi berkurang. Maka developer properti pun akan segera menambah pasokannya.</p>



<p>Masalahnya, pada titik tertentu <strong>permintaan pasar akan menurun</strong> yang akan berakibat pada anjloknya harga properti. Gelembungnya pecah,<strong> industri properti pun babak belur</strong>. Contoh yang bisa kita lihat terjadi pada perusahaan properti Evergrande di China, yang meninggalkan banyak bangunan hantu di sana karena kena imbas dari hal ini.</p>



<p>Saat pemerintah AS memberikan uang untuk rakyatnya di masa pandemi, banyak yang menginvestasikannya ke properti. Ini membuat harga properti di sana menjadi naik karena tingginya permintaan.</p>



<p>Nah, rumah itu kan nyicilnya lama, bisa puluhan tahun. Jika resesi semakin parah, kemungkinan akan banyak orang kehilangan pekerjaan, yang membuatnya kehilangan pendapatan. Artinya, mereka tidak akan mampu melunasi kredit rumahnya. Ini bisa membuat harga properti terjun bebas.</p>



<p>Sampai saat ini, belum ada kasus <em>housing bubble</em> di Amerika Serikat yang separah kasus Evergrande di China. Di Indonesia pun belum terdengar banyak beritanya. Namun, kita perlu tetap merasa waspada dan melakukan antisipasi agar tidak terkena dampaknya terlalu berat.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Dunia Makin Gelap, Kita Harus Apa?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5978" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Harus Mulai Lebih Rajin Menabung (<a href="https://www.cnet.com/home/smart-home/save-money-around-the-house-all-year-long-27-cost-cutting-hacks/">CNET</a>)</figcaption></figure>



<p>Mungkin banyak masyarakat yang beranggapan kalau pernyataan Presiden Jokowi dan pemberitaan di media massa hanya untuk menakut-nakuti. Padahal, jika mau lapang dada dan menerima informasi ini dengan kepala dingin, kita bisa <strong>melakukan antisipasi</strong> dan <strong>bersiap diri</strong> jika sampai hal-hal buruk sampai terjadi.</p>



<p>Banyak yang menyebutkan kalau dalam masa-masa sulit seperti ini, <em><strong>cash is king</strong></em>. Bukan dalam artian kita harus punya uang tunai sebanyak mungkin, tapi kita menaruh uang di aset-aset investasi yang relatif aman dan mudah dicairkan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.</p>



<p>Dengan adanya peringatan dini ini, kita jadi bisa <strong><a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/uang-saya-lari-ke-mana-ya/">lebih bijak dalam mengeluarkan uang</a></strong>. Pengeluaran yang bersifat sekunder bahkan tersier bisa ditunda dulu, kita alihkan untuk menabung terlebih dahulu. Jadi jika dalam kondisi sulit, kita masih punya pegangan hidup.</p>



<p>Mungkin Pembaca pernah tahu kalau dalam kondisi krisis, orang kaya justru makin kaya. Kenapa? Karena mereka bisa <strong>membeli aset-aset investasi yang harganya sedang jatuh</strong> seperti saham. Istilahnya, mereka akan &#8220;menyerok&#8221; di kala orang lain melepas saham mereka karena butuh <em>cash</em>.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5979" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption><em>Cash is King</em> di 2023? (<a href="https://blog.amartha.com/cara-kelola-idle-money-di-tengah-pandemi/idle-cash/">Amartha Blog</a>)</figcaption></figure>



<p>Nah, nanti uang <em>cash </em>yang kita simpan bisa digunakan beberapa untuk membeli aset-aset investasi yang harganya sedang turun. Ini tentu butuh banyak belajar secara mendalam, bukan hanya sekadar ikut kata orang. Jadi, kita harus berhati-hati jika ingin melakukan hal ini.</p>



<p>Selain itu, sebisa mungkin <strong>hindari hutang</strong> baik ke bank maupun pinjaman <em>online </em>(pinjol). Kalau tidak benar-benar mendesak, benar-benar tahan diri. Ini sebagai antisipasi jika bunga hutang juga ikut naik mengikuti kenaikan suku bunga.</p>



<p>Jika penghasilan bulanan kita dirasa kurang dan ada waktu luang, tidak ada salahnya untuk <strong>memiliki tambahan pendapatan dengan mencari kerja sampingan. </strong>Untuk itu, selalu belajar hal dan <em>skill </em>baru mutlak dibutuhkan untuk menghadapi era yang serba tidak pasti seperti sekarang ini. </p>



<p>Penulis paham tidak semua orang memiliki <em>privilege </em>untuk melakukan semua hal di atas. Boro-boro untuk nabung, untuk makan besok aja belum tentu ada. Untuk itu, Penulis berdoa agar kita selalu dilindungi oleh Tuhan diberi kecukupan untuk bisa menghadapi masalah-masalah yang ada di depan mata ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Dari lubuk hati yang paling dalam, tentu Penulis berharap bahwa tahun 2023 dunia tidak akan benar-benar gelap dan kita bisa melewatinya dengan baik. Semoga saja prediksi-prediksi di atas salah dan tidak terjadi.</p>



<p>Namun, tidak ada salahnya juga untuk <em><strong>prepare for the worst </strong></em>untuk berjaga-jaga. Toh, seandainya yang dikhawatirkan tidak terjadi, dana yang sudah kita siapkan pun nantinya bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain. Setidaknya, kita bisa menjadi lebih hemat dalam beberapa bulan ke depan.</p>



<p>Mungkin dampaknya ke Indonesia hingga saat ini belum terlalu terasa. Harga BBM dan beberapa hal lain memang naik, tapi setidaknya krisis yang kita alami tidak seperti negara-negara lain yang terlihat lebih gila lagi.</p>



<p>Sekali lagi, semoga saja dengan adanya peringatan ini, kita bisa jadi lebih siap jika hal-hal buruk benar-benar terjadi.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 8 Oktober 2022, terinspirasi setelah membaca dan menonton beberapa informasi mengenai prediksi 2023 yang tampaknya akan gelap</p>



<p>Foto: <a href="https://www.pinterest.nz/pin/478577897887501132/">Pinterest</a></p>



<p>Sumber Artikel: </p>



<ul class="wp-block-list"><li><a href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20220927091628-4-375203/gejalanya-mulai-terihat-jokowi-dunia-gelap-2023-itu-nyata">Gejalanya Mulai Terihat! Jokowi: Dunia Gelap 2023 Itu Nyata! (cnbcindonesia.com)</a></li><li><a href="https://nasional.kontan.co.id/news/jokowi-ingatkan-ekonomi-dunia-semakin-gelap-apa-maksudnya">Jokowi Ingatkan Ekonomi Dunia Semakin Gelap, Apa Maksudnya? (kontan.co.id)</a></li><li><a href="https://ekonomi.bisnis.com/read/20221007/620/1585209/bos-imf-beri-peringatan-ekonomi-global-2023-akan-gelap-gulita">Bos IMF Beri Peringatan: Ekonomi Global 2023 akan Gelap Gulita! (bisnis.com)</a></li><li><a href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20220928062505-4-375473/gelapnya-dunia-orang-kelaparan-kini-ada-di-mana-mana">Gelapnya Dunia, Orang Kelaparan Kini Ada di Mana-mana (cnbcindonesia.com)</a></li><li><a href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20221008130420-4-378194/krisis-inggris-makin-mencekik-ini-skenario-terburuknya">Krisis Inggris Makin &#8216;Mencekik&#8217;, Ini Skenario Terburuknya! (cnbcindonesia.com)</a></li><li><a href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20221005073926-4-377271/alert-seluruh-dunia-sudah-dilanda-krisis-ini-daftarnya">Alert! Seluruh Dunia Sudah Dilanda Krisis, Ini Daftarnya (cnbcindonesia.com)</a></li><li><a href="https://www.beritasatu.com/fokus/evergrande-dan-housing-bubble#:~:text=Housing%20bubble%2C%20atau%20real%20estate,lebih%20lama%20untuk%20menambah%20pasokan.">Evergrande dan Housing Bubble (beritasatu.com)</a></li><li><a href="https://seekingalpha.com/article/4545249-with-7-percent-mortgage-rates-its-game-over-for-the-housing-bubble">With 7% Mortgage Rates, It&#8217;s Game Over For The Housing Bubble (BATS:ITB) | Seeking Alpha</a></li><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=Nhw6OWZjHVU&amp;feature=youtu.be">2023: Menuju KEHANCURAN DUNIA &#8211; YouTube</a></li><li><a href="https://www.cnbcindonesia.com/tech/20221007095043-37-377947/makin-banyak-ini-daftar-perusahaan-yang-phk-karyawan-2022">Makin Banyak! Ini Daftar Perusahaan yang PHK Karyawan 2022 (cnbcindonesia.com)</a></li><li><a href="https://finance.detik.com/foto-bisnis/d-6328283/miris-gelandangan-di-inggris-makin-bertebaran-gegara-krisis">Miris! Gelandangan di Inggris Makin Bertebaran Gegara Krisis (detik.com)</a></li><li><a href="https://www.instagram.com/p/CjVUJ1Xh096/">Finfolk | Media Finance on Instagram</a></li><li><a href="https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/09/22/ikuti-the-fed-bi-naikkan-suku-bunga-bi-7-day-pada-september-2022">Ikuti The Fed, BI Naikkan Suku Bunga BI-7 Day pada September 2022 (katadata.co.id)</a></li></ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa/">Dunia Gelap di 2023, Kita Harus Apa?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Keuangan Pada Why the Rich are Getting Richer</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/pendidikan-keuangan-pada-why-the-rich-are-getting-richer/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Oct 2019 18:31:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[Robert T. Kiyosaki]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2809</guid>

					<description><![CDATA[<p>Buku Why the Rich are Getting Richer adalah buku kedua karya Robert T. Kiyosaki yang penulis baca. Yang pertama adalah Rich Dad Poor Dad yang penulis baca waktu awal kuliah. Alasan penulis membeli buku ini adalah karena ingin mengetahui bagaimana cara mengelola uang yang lebih baik. Akan tetapi, ternyata penulis mendapatkan hal lain yang juga penting untuk hidup penulis. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/pendidikan-keuangan-pada-why-the-rich-are-getting-richer/">Pendidikan Keuangan Pada Why the Rich are Getting Richer</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Buku <em>Why the Rich are Getting Richer </em>adalah buku kedua karya <strong>Robert T. Kiyosaki </strong>yang penulis baca. Yang pertama adalah <em>Rich Dad Poor Dad </em>yang penulis baca waktu awal kuliah.</p>
<p>Alasan penulis membeli buku ini adalah karena ingin mengetahui bagaimana cara mengelola uang yang lebih baik. Akan tetapi, ternyata penulis mendapatkan hal lain yang juga penting untuk hidup penulis.</p>
<h3>Apa Isi Buku Ini?</h3>
<p>Sewaktu membaca bagian awal dari buku ini, penulis sedikit terkejut karena Kiyosaki ternyata seorang pendukung Donald Trump ketika pemilihan presiden Amerika Serikat pada 2016.</p>
<p>Alasannya, ia menganggap Trump sebagai sosok calon presiden yang akan memberikan kail dan umpan kepada rakyatnya. Sebaliknya, Hillary Clinton dan Barack Obama dianggap sebagai orang yang akan memberikan ikan begitu saja kepada rakyatnya.</p>
<p>Pilihan politiknya ini sempat membuat penulis merasa <em>ilfeel </em>terhadap Kiyosaki. Namun pada akhirnya, penulis memilih untuk mengabaikannya karena semua orang punya hak untuk memilih siapa. Yang penting, penulis bisa mendapatkan ilmu dari bukunya.</p>
<p>Kiyosaki terkenal karena berani mendobrak pandangan umum yang populer di masyarakat. Di buku ini, ia dengan lantang bahwa seorang <strong>penabung adalah pecundang</strong>.</p>
<p>Baginya, kita tidak akan bisa menjadi orang kaya hanya dengan menabung di bank. Harus ada hal lain yang dilakukan agar pundi-pundi uang kita bertambah.</p>
<p>Sebelum memberi tahu caranya, Kiyosaki menunjukkan bahwa ada dua hal yang membuat orang kaya bertambah kaya di bagian satu. Hal tersebut adalah <strong>hutang </strong>dan <strong>pajak</strong>.</p>
<p>Menurutnya, orang kaya mampu mengelola hutang untuk keperluan investasi secara cerdas. Orang kaya tidak menggunakan hutang untuk memenuhui kebutuhan gaya hidupnya.</p>
<p>Yang lebih mengejutkan, orang kaya harus bisa membayar pajak sedikit mungkin dengan cara legal. Penulis, dan mungkin sebagian besar orang, selama ini menganggap orang kaya lah yang harusnya membayar pajak paling besar. <em>Mindblowing</em>!</p>
<p>Masih di bagian ini, Kiyosaki memberi tahu sejarah singkat perbankan Amerika Serikat yang sangat menarik. Penulis jadi tahu bagaimana perekonomian dunia bisa terguncang akibat keputusan-keputusan yang diambil oleh pemerintah sana.</p>
<p>Pada bagian selanjutnya, dijelaskan tentang apa pentingnya pendidikan keuangan untuk kita. Apalagi, kita sama sekali tidak mendapatkannya ketika di bangku sekolah.</p>
<p>Bagian ketiga beriskan bab-bab teknis tentang pendidikan keuangan. Salah satu yang paling sering diulas adalah tentang <strong>kuadran </strong><em><strong>cashflow</strong>, </em>terdiri dari E (<em>Employed</em>), S (<em>Self-Employed</em>), B (<em>Business Owner</em>), dan I (<em>Investor</em>).</p>
<p>Para orang kaya tentu saja berada di kuadran I, yang sudah menerima pendapatan pasif dan pendapatan siluman. Apa perbedaan di antara kedua hal tersebut, bisa ditemukan pada buku ini.</p>
<p>Setelah itu, bagian terakhir Kiyosaki memberikan contoh penerapan semua yang sudah ia jabarkan pada buku ini, ketika ia membeli sebuah mobil <em>Porsche </em>dan berhasil membuatnya bertambah kaya.</p>
<h3>Pendapat Penulis Tentang Buku Ini</h3>
<p>Ekonomi merupakan salah satu pelajaran yang tidak penulis sukai ketika duduk di bangku SMA. Oleh karena itu, banyak sekali istilah ekonomi yang gagal penulis pahami dari buku ini. Padahal, buku ini sudah disuguhkan dengan bahasa yang renyah dan mudah dicerna.</p>
<p>Selain itu teori-teori yang dikemukakan pada buku ini, terutama untuk penulis sendiri, sangat sulit untuk dipraktekkan di dunia nyata. Ketika selesai membaca buku ini, penulis tetap tidak tahu apa yang harus dilakukan agar bertambah kaya,</p>
<p>Meskipun buku ini bukan tipe buku yang bisa dipahami dengan sekali baca, penulis tetap menikmatinya. Penulis mendapatkan banyak pelajaran dan wawasan baru dari dunia keuangan.</p>
<p>Di buku ini Kiyosaki juga menyisipkan pengalaman-pengalaman pribadinya dan banyak mengambil rujukan dari bukunya yang paling fenomenal, <em>Rich Dad Poor Dad.</em></p>
<p>Buku ini penulis rekomendasikan bagi pembaca yang merasa memiliki jiwa bisnis dan <em>enterpreneur </em>yang tinggi. Bagi yang masih awam dengan dunia ekonomi seperti penulis, kurang direkomendasikan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Nilainya: <strong>3.8/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 6 Oktober 2019, terinspirasi setelah membaca buku <em>Why the Rich are Getting Richer </em>karya Robert T. Kiyosaki</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/pendidikan-keuangan-pada-why-the-rich-are-getting-richer/">Pendidikan Keuangan Pada Why the Rich are Getting Richer</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Uang Saya Lari Ke Mana Ya?</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/uang-saya-lari-ke-mana-ya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/uang-saya-lari-ke-mana-ya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Oct 2018 08:00:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[transaksi]]></category>
		<category><![CDATA[Wallet]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1406</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sering pusing karena rekening tiba-tiba tinggal sedikit? Sering merasa penasaran ke mana uang kita dibelanjakan? Sering lupa siapa yang telah meminjam uang kita? Tenang, penulis punya solusinya. Ada aplikasi yang dapat membantu kita untuk mengatur keuangan. Nama aplikasi tersebut adalah Wallet, aplikasi manajemen keuangan dari BudgetBakers.com. Wallet dapat membantu kita mencatat pemasukan dan pengeluaran secara [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/uang-saya-lari-ke-mana-ya/">Uang Saya Lari Ke Mana Ya?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sering pusing karena rekening tiba-tiba tinggal sedikit? Sering merasa penasaran ke mana uang kita dibelanjakan? Sering lupa siapa yang telah meminjam uang kita? Tenang, penulis punya solusinya. Ada aplikasi yang dapat membantu kita untuk mengatur keuangan.</p>
<p>Nama aplikasi tersebut adalah Wallet, aplikasi manajemen keuangan dari BudgetBakers.com. Wallet dapat membantu kita mencatat pemasukan dan pengeluaran secara fleksibel. Selain itu, kita juga bisa membuat rancangan anggaran agar memiliki target yang jelas dalam mengalokasikan keuangan kita.</p>
<p><div id="attachment_1409" style="width: 760px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1409" class="size-full wp-image-1409" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/BudgetBakers-Wallet-Featured.jpg" alt="" width="750" height="500" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/BudgetBakers-Wallet-Featured.jpg 750w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/BudgetBakers-Wallet-Featured-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/BudgetBakers-Wallet-Featured-356x237.jpg 356w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /><p id="caption-attachment-1409" class="wp-caption-text">Wallet (https://beebom.com/wallet-app-by-budgetbakers-review/)</p></div></p>
<p>Penulis menggunakan Wallet semenjak April 2015 hingga detik ini. Sebelumnya, penulis melakukan pencatatan manual di buku tulis. Karena dirasa kurang efisien dan memakan cukup banyak waktu, penulis mencoba aplikasi ini dan ternyata cocok sampai sekarang.</p>
<p>Penggunaan Wallet termasuk mudah. Kita cukup memasukkan nominal pemasukan/pengeluaran yang telah kita lakukan, lantas memberinya kategori yang sesuai. Kita juga bisa memberikan <em>tag </em>tertentu untuk memudahkan kita. Untuk pengeluran rutin, kita bisa membuat <em>template </em>tertentu sehingga memudahkan dan mempercepat kita melakukan pencatatan.</p>
<p>Jika ingin melakukan evaluasi terhadap keuangan kita, aplkasi ini juga menyediakan berbagai grafik yang menyimpulkan pemasukan dan pengeluaran kita. Akan terlihat pada grafik laporan dan presentase pengeluaran kategori apa yang paling banyak kita lakukan. Lebih lanjut, aplikasi ini bisa menunjukkan arus keuangan kita dengan berbagai <em>range</em>, mulai harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan.</p>
<p>Aplikasi ini juga memiliki fitur yang membuat kita bisa memiliki lebih dari satu akun. Fitur ini akan memudahkan kita apabila bertanggungjawab sebagai pemegang keuangan kelompok, misalnya bendahara Karang Taruna. Kita juga bisa memilih mau menggunakan mata uang apa.</p>
<p><div id="attachment_1408" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1408" class="size-large wp-image-1408" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/budgetbakers-1024x395.png" alt="" width="1024" height="395" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/budgetbakers-1024x395.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/budgetbakers-300x116.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/budgetbakers-768x296.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/budgetbakers-356x137.png 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/budgetbakers.png 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1408" class="wp-caption-text">Fitur-Fitur Wallet (http://wheniwork.co.uk/blog/uk/productivity/best-productivity-tools-for-work-2016/)</p></div></p>
<p>Coba tebak, kira-kira apa pengeluaran terbesar penulis? Jika menjawab untuk membeli buku, maka jawaban Anda benar sekali! Hampir tiap bulan pengeluaran terbesar penulis diperuntukkan untuk membeli buku, bahkan melebihi uang makan. Kategori ini selalu melampaui budget yang sudah penulis buat.</p>
<p>Sebenarnya masih banyak fitur-fitur yang disediakan oleh Wallet, namun untuk pengguna umum tidak perlu menguasai fitur-fitur lainnya. Cukup menguasai fitur-fitur dasar yang telah disebutkan penulis di atas.</p>
<p>Tentu aplikasi ini akan menjadi percuma apabila kita malas mencatat segala aktivitas keuangan kita. Maka dari itu, kesadaran untuk segera mencatat transaksi keuangan sebelum terlupa harus ditanamkan ke dalam diri.</p>
<p>Penulis kerap kali menunda-nunda mencatat pengeluaran yang sudah penulis lakukan. Alhasil, ada beberapa rupiah yang tidak jelas lari ke mana. Jika penulis menemui jalan buntu untuk mengingat hal tersebut, penulis akan memasukkannya ke kategori lain-lain dengan deskripsi LUPA.</p>
<p>Dengan mengetahui pengeluaran-pengeluran kita, tentu kita bisa mengatur keuangan kita lebih baik ke depannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 29 September 2018, terinspirasi dari pengalaman menggunakan aplikasi Wallet</p>
<p>Photo by <a href="https://unsplash.com/photos/7rcssjxTTUI?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">rawpixel</a> on <a href="https://unsplash.com/search/photos/empty-wallet?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/uang-saya-lari-ke-mana-ya/">Uang Saya Lari Ke Mana Ya?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/uang-saya-lari-ke-mana-ya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
