Pendidikan Keuangan Pada Why the Rich are Getting Richer

Buku Why the Rich are Getting Richer adalah buku kedua karya Robert T. Kiyosaki yang penulis baca. Yang pertama adalah Rich Dad Poor Dad yang penulis baca waktu awal kuliah.

Alasan penulis membeli buku ini adalah karena ingin mengetahui bagaimana cara mengelola uang yang lebih baik. Akan tetapi, ternyata penulis mendapatkan hal lain yang juga penting untuk hidup penulis.

Apa Isi Buku Ini?

Sewaktu membaca bagian awal dari buku ini, penulis sedikit terkejut karena Kiyosaki ternyata seorang pendukung Donald Trump ketika pemilihan presiden Amerika Serikat pada 2016.

Alasannya, ia menganggap Trump sebagai sosok calon presiden yang akan memberikan kail dan umpan kepada rakyatnya. Sebaliknya, Hillary Clinton dan Barack Obama dianggap sebagai orang yang akan memberikan ikan begitu saja kepada rakyatnya.

Pilihan politiknya ini sempat membuat penulis merasa ilfeel terhadap Kiyosaki. Namun pada akhirnya, penulis memilih untuk mengabaikannya karena semua orang punya hak untuk memilih siapa. Yang penting, penulis bisa mendapatkan ilmu dari bukunya.

Kiyosaki terkenal karena berani mendobrak pandangan umum yang populer di masyarakat. Di buku ini, ia dengan lantang bahwa seorang penabung adalah pecundang.

Baginya, kita tidak akan bisa menjadi orang kaya hanya dengan menabung di bank. Harus ada hal lain yang dilakukan agar pundi-pundi uang kita bertambah.

Sebelum memberi tahu caranya, Kiyosaki menunjukkan bahwa ada dua hal yang membuat orang kaya bertambah kaya di bagian satu. Hal tersebut adalah hutang dan pajak.

Menurutnya, orang kaya mampu mengelola hutang untuk keperluan investasi secara cerdas. Orang kaya tidak menggunakan hutang untuk memenuhui kebutuhan gaya hidupnya.

Yang lebih mengejutkan, orang kaya harus bisa membayar pajak sedikit mungkin dengan cara legal. Penulis, dan mungkin sebagian besar orang, selama ini menganggap orang kaya lah yang harusnya membayar pajak paling besar. Mindblowing!

Masih di bagian ini, Kiyosaki memberi tahu sejarah singkat perbankan Amerika Serikat yang sangat menarik. Penulis jadi tahu bagaimana perekonomian dunia bisa terguncang akibat keputusan-keputusan yang diambil oleh pemerintah sana.

Pada bagian selanjutnya, dijelaskan tentang apa pentingnya pendidikan keuangan untuk kita. Apalagi, kita sama sekali tidak mendapatkannya ketika di bangku sekolah.

Bagian ketiga beriskan bab-bab teknis tentang pendidikan keuangan. Salah satu yang paling sering diulas adalah tentang kuadran cashflowterdiri dari E (Employed), S (Self-Employed), B (Business Owner), dan I (Investor).

Para orang kaya tentu saja berada di kuadran I, yang sudah menerima pendapatan pasif dan pendapatan siluman. Apa perbedaan di antara kedua hal tersebut, bisa ditemukan pada buku ini.

Setelah itu, bagian terakhir Kiyosaki memberikan contoh penerapan semua yang sudah ia jabarkan pada buku ini, ketika ia membeli sebuah mobil Porsche dan berhasil membuatnya bertambah kaya.

Pendapat Penulis Tentang Buku Ini

Ekonomi merupakan salah satu pelajaran yang tidak penulis sukai ketika duduk di bangku SMA. Oleh karena itu, banyak sekali istilah ekonomi yang gagal penulis pahami dari buku ini. Padahal, buku ini sudah disuguhkan dengan bahasa yang renyah dan mudah dicerna.

Selain itu teori-teori yang dikemukakan pada buku ini, terutama untuk penulis sendiri, sangat sulit untuk dipraktekkan di dunia nyata. Ketika selesai membaca buku ini, penulis tetap tidak tahu apa yang harus dilakukan agar bertambah kaya,

Meskipun buku ini bukan tipe buku yang bisa dipahami dengan sekali baca, penulis tetap menikmatinya. Penulis mendapatkan banyak pelajaran dan wawasan baru dari dunia keuangan.

Di buku ini Kiyosaki juga menyisipkan pengalaman-pengalaman pribadinya dan banyak mengambil rujukan dari bukunya yang paling fenomenal, Rich Dad Poor Dad.

Buku ini penulis rekomendasikan bagi pembaca yang merasa memiliki jiwa bisnis dan enterpreneur yang tinggi. Bagi yang masih awam dengan dunia ekonomi seperti penulis, kurang direkomendasikan.

 

Nilainya: 3.8/5.0

 

 

Kebayoran Lama, 6 Oktober 2019, terinspirasi setelah membaca buku Why the Rich are Getting Richer karya Robert T. Kiyosaki