<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>korea Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/korea/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/korea/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Dec 2025 13:53:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>korea Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/korea/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Membaca Welcome to the Hyunam-Dong Bookshop</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-welcome-to-the-hyunam-dong-bookshop/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-welcome-to-the-hyunam-dong-bookshop/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2025 15:38:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Hwang Bo-reum]]></category>
		<category><![CDATA[korea]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[slice-of-life]]></category>
		<category><![CDATA[toko buku]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8431</guid>

					<description><![CDATA[<p>Entah mengapa belakangan ini, Penulis merasa kalau novel dengan latar belakang &#8220;toko buku&#8221; (atau kadang hanya &#8220;buku&#8221; saja) sedang banyak dijual. Banyak sekali di rak buku judul-judul yang mengandung frase ini, sehingga tentu menimbulkan rasa penasaran. Oleh karena itu, Penulis pun memutuskan untuk membeli salah satu, di mana pilihan jatuh kepada Welcome to the Hyunam-Dong [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-welcome-to-the-hyunam-dong-bookshop/">[REVIEW] Setelah Membaca Welcome to the Hyunam-Dong Bookshop</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Entah mengapa belakangan ini, Penulis merasa kalau novel dengan latar belakang &#8220;toko buku&#8221; (atau kadang hanya &#8220;buku&#8221; saja) sedang banyak dijual. Banyak sekali di rak buku judul-judul yang mengandung frase ini, sehingga tentu menimbulkan rasa penasaran.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis pun memutuskan untuk membeli salah satu, di mana pilihan jatuh kepada <em><strong>Welcome to the Hyunam-Dong Bookshop</strong></em> karya <strong>Hwang Bo-reum</strong>. Yups, lagi-lagi penulis Asia, bedanya kali ini dari Korea Selatan.</p>



<p>Ketika dan setelah membaca novel ini, Penulis berpikir, &#8220;oh, ternyata jadinya begini jika genre <em>slice of life </em>menjadi sebuah cerita.&#8221; Jadi, jangan harap akan menemukan konflik yang menegangkan atau plot twist yang mengejutkan di sini!</p>



<p class="has-text-align-center"><strong>[SPOILER ALERT!!!]</strong></p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/kalau-srimulat-masih-tayang-hari-ini-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/kalau-srimulat-masih-tayang-hari-ini-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/kalau-srimulat-masih-tayang-hari-ini-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/kalau-srimulat-masih-tayang-hari-ini-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/kalau-srimulat-masih-tayang-hari-ini-banner.jpg 1280w " alt="Kalau Srimulat Masih Tayang Hari Ini" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kalau-srimulat-masih-tayang-hari-ini/">Kalau Srimulat Masih Tayang Hari Ini</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Buku Welcome to the Hyunam-Dong Bookshop</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul:&nbsp;<em>Welcome to the Hyunam-Dong Bookshop</em> <em>(Selamat Datang di Toko Buku Hyunam-dong)</em></li>



<li>Penulis: Hwang Bo-reum</li>



<li>Penerbit: Gramedia Widiasarana Indonesia</li>



<li>Cetakan: Ke-5</li>



<li>Tanggal Terbit: Januari 2025</li>



<li>Tebal: 408 halaman</li>



<li>ISBN: 9786020530444</li>



<li>Harga: Rp119.000</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Sinopsis Buku Welcome to the Hyunam-Dong Bookshop</h2>



<p><em>&#8220;Kisah orang-orang yang berjuang untuk menjalin hubungan baru dan menyembuhkan diri melalui buku dan toko buku terungkap secara mendalam.”</em></p>



<p><em>Toko buku di lingkungan biasa, yang berdiri di antara rumah-rumah di mana tidak banyak orang datang dan pergi. Inilah toko buku di Hyunam-dong! Selama beberapa bulan pertama, pemilik toko buku, Young-joo, yang wajahnya tidak menunjukkan antusiasme, seperti seseorang yang selalu larut dalam kesedihan, duduk diam dan membaca buku seolah-olah dia adalah seorang pelanggan.</em> <em>Dia menghabiskan setiap hari di toko buku dengan perasaan seperti mendapatkan kembali hal-hal yang hilang satu per satu. Perasaan lelah dan hampa dalam batin perlahan menghilang. Sejak saat itu, toko buku di Hyunam-dong menjadi tempat yang benar-benar baru. Ruang tempat orang berkumpul, berbagai emosi berkumpul, dan cerita tiap individu.</em></p>



<h2 class="wp-block-heading">Isi Buku Welcome to the Hyunam-Dong Bookshop</h2>



<p>Sesuai dengan sinopsis di bagian belakang bukunya, <em>Welcome to the Hyunam-Dong Bookshop</em> berpusat pada toko buku kecil yang berada di daerah Hyunam-Dong. Pemiliknya adalah <strong>Yeong-ju</strong>, seorang perempuan yang berusia 30 tahunan.</p>



<p>Ia tak sendirian di toko buku tersebut. Ada <strong>Min-joon</strong>, yang bekerja sebagai barista di sana. Lalu, ada <strong>Jimmy </strong>(ini karakter cewek!) yang menjadi <em>supplier </em>biji kopi untuk toko buku tersebut, yang juga menjadi teman dekat Yeong-ju.</p>



<p>Tentu ada banyak pengunjung setia toko buku kecil yang nyaman tersebut, seperti anak SMA yang benama <strong>Min-Cheol </strong>beserta <strong>ibunya</strong> (yang namanya baru terkuak jelang akhir buku),<strong> Jung-seo </strong>yang hobi merajut, <strong>Seong-cheol</strong>, dan lain sebagainya. </p>



<p>Meskipun berkesan &#8220;santai&#8221;, tentu masing-masing karakter memiliki masalahnya sendiri. Yeong-ju misalnya, mengalami <em>burnout </em>karena pekerjaan lamanya dan kegagalam rumah tangganya. Toko buku yang ia dirikan seolah menjadi sarana pelariannya.</p>



<p>Tema pernikahan yang tidak bahagia juga dialami oleh Jimmy, sedangkan sang barista berada di krisis eksistensial karena merasa dirinya gagal. Toko buku kecil tersebut seolah menjadi semacam &#8220;oasis&#8221; bagi mereka dan pengunjung.</p>



<p>Untuk menghidupkan suasana toko buku, Yeong-ju membuat semacam berbagai acara di sana, termasuk bedah buku dan diskusi antara sesama pembaca buku. Ia bahkan mengundang penulis seperti <strong>Seung-woo </strong>yang sepertinya memiliki ketertarikan dengannya.</p>



<p>Itu semua dibalut dengan aktivitas ringan yang terjadi di sekeliling kita, bagaimana obrolan-obrolan ringan keluar ketika bertemu kenalan di suatu tempat, bagaimana kita curhat ke teman yang kita percaya, bagaimana proses penerimaan diri, dan lain sebagainya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Membaca Welcome to the Hyunam-Dong Bookshop</h2>



<p>Seperti yang sudah Penulis singgung di awal tulisan, genre novel ini adalah <em>slice-of-life</em>. Mungkin baru kali ini Penulis membaca buku dengan genre seperti ini. Apakah Penulis menyukainya? Jawabannya iya dan tidak secara bersamaan.</p>



<p>Sebagai novel santai yang tidak terus-menerus menimbulkan rasa penasaran, <em>Welcome to the Hyunam-Dong Bookshop</em> adalah teman yang menarik terutama ketika kepala kita sedang penuh dengan berbagai permasalahan. </p>



<p>Apalagi,<strong> gaya bahasanya juga terasa lembut dan <em>cozy</em></strong>, sehingga terkadang membuat Penulis merasa kalau novel ini seperti <em>lullaby </em>pengantar tidur. Ini bisa menjadi kelebihan sekaligus kekurangan, karena di satu sisi akan <strong>menimbulkan kesan membosankan</strong>.</p>



<p>Itulah yang Penulis rasakan selama membaca buku ini. Awal-awal membaca, Penulis merasa bersemangat untuk membaca tiap babnya secara perlahan dan menikmati aktivitas-aktivitas sederhana yang disajikan. </p>



<p>Namun, setelah lewat setengah buku, rasa bosan itu muncul sehingga proses menamatkan novel ini pun menjadi lebih lama. Apalagi, ceritanya lumayan <em>dragging</em>. Penulis bahkan sudah tidak seberapa ingat ada kisah apa saja yang sudah Penulis baca di novel ini.</p>



<p>Cerita antarbabnya tidak <em>nyambung</em>, terutama di bagian awal-awal, seolah ceritanya berdiri sendiri-sendiri. Namun, makin ke belakang, buku ini semakin terasa linier dan utuh sebagai novel, bukan kumpulan cerita pendek.</p>



<p>Oleh karena itu, bisa dibilang <strong>novel ini tidak memiliki konflik utama</strong>. Konfliknya ya ada di masing-masing karakter, di mana sepanjang novel mereka mulai mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu menjadi lebih baik dalam menghadapi masalahnya.</p>



<p>Bisa dibilang, konflik yang ada di novel ini lebih banyak ke <strong>pergulatan batin</strong> dibandingkan dengan konflik eksternal. Tidak ada cerita Yeong-ju pusing karena penjualan toko seret, yang ada bagaimana ia berusaha untuk berdamai dengan keadaan dan terutama dirinya sendiri.</p>



<p>Buat yang sedang mengalami masalah internal, bisa jadi ada bagian-bagian di buku ini yang akan memberikan jawabannya. Mungkin bukan jawaban gamblang, tapi bisa menjadi inspirasi apa yang harus dilakukan pada situasi tertentu.</p>



<p>Bagian yang paling menarik bagi Penulis tentu saja mengetahui <strong>bagaimana Yeong-ju mengelola toko bukunya</strong>. Setiap aktivitas yang dia lakukan, baik sekadar merapikan rak buku ataupun membuat komunitas, berhasil Penulis bayangkan dengan baik</p>



<p>Mungkin novel ini bisa memberikan rasanya nyaman untuk pembacanya yang merasa <em>related </em>dengan konflik di dalamnya. Sayangnya, Penulis tidak merasakan rasa nyaman itu, setidaknya setelah membaca cukup banyak halamannya.</p>



<p>Walau begitu, novel ini tetap Penulis rekomendasikan untuk Pembaca yang sedang mencari bacaan ringan. Walau latarnya di Korea Selatan, buku ini cukup terasa dekat, walau tidak sampai membuat kita merasa memiliki koneksi khusus dengan karakter-karakter di dalamnya.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><strong><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Skor: 6/10</mark></strong></p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 2 Desember 2025, terinspirasi setelah membaca Welcome to the Hyunam-Dong Bookshop karya Hwang Bo-reum</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-welcome-to-the-hyunam-dong-bookshop/">[REVIEW] Setelah Membaca Welcome to the Hyunam-Dong Bookshop</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-welcome-to-the-hyunam-dong-bookshop/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Feel Special: Twice</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/feel-special-twice/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/feel-special-twice/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Apr 2023 14:19:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[girlband]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[korea]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[Twice]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6411</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika makin sering bersentuhan dengan Twice, Penulis masih berusaha keras untuk tidak terlalu mendengarkan lagu-lagu mereka. Apalagi alasannya cukup kuat, karena lagu-lagu Twice cukup terasa girly dan ceria, sehingga tidak masuk ke dalam selera Penulis. Namun, Penulis lupa jika Twice telah debut sejak tahun 2015. Artinya, mereka memiliki jumlah lagu yang cukup banyak. Berawal dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/feel-special-twice/">Feel Special: Twice</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ketika makin sering bersentuhan dengan Twice, Penulis masih berusaha keras untuk tidak terlalu mendengarkan lagu-lagu mereka. Apalagi alasannya cukup kuat, karena lagu-lagu Twice cukup terasa <em>girly </em>dan ceria, sehingga tidak masuk ke dalam selera Penulis.</p>



<p>Namun, Penulis lupa jika Twice telah debut sejak tahun 2015. Artinya, mereka memiliki jumlah lagu yang cukup banyak. Berawal dari satu lagu, Penulis pun makin banyak mendengarkan lagu-lagu mereka.</p>



<p>Padahal, awalnya Penulis merasa cukup untuk mengenal Twice lewat acara <em>reality show </em>mereka saja, <em><a href="https://whathefan.com/musik/awal-perkenalan-dengan-twice-park-jihyo-dan-time-to-twice/">Time to Twice</a></em>. Personalitas masing-masing personil cukup menyenangkan untuk ditonton. Ternyata, itu saja tidak cukup, apalagi <em>Time to Twice </em>kerap memutar lagu Twice.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Berawal dari Empat Lagu</h2>



<p>Ketika mulai mendengarkan lagu-lagu Twice, ada beberapa yang sudah terngiang-ngiang di kepala karena sudah sering mendengarkannya, baik di Reels maupun <em>Time to Twice</em>. Keempat lagu tersebut adalah <em><strong>Talk That Talk</strong></em>, <em><strong>The Feels</strong></em>, <strong><em>What Is Love</em>?,</strong> dan <em><strong>Alcohol Free</strong></em>.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="TWICE &quot;Alcohol-Free&quot; M/V" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/XA2YEHn-A8Q?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Bagi Penulis, keempat lagu tersebut terasa benar-benar Twice. Ceria, energik, <em>fun </em>untuk didengarkan, diselingi <em>rap </em>yang <em>catchy</em>. Dua lagu yang disebut pertama juga Penulis sukai karena vokal Jihyo yang kuat benar-benar menonjol.</p>



<p>Di antara empat lagu tersebut, jika disuruh memilih satu, maka Penulis akan memilih <em>Alcohol Free </em>yang terasa ringan, tapi memberikan &#8220;candu&#8221; tertentu. Apalagi, video klipnya juga berhasil memberikan sensasi musim panas yang menyegarkan.</p>



<p>Dari keempat lagu ini, Penulis juga jadi belajar bagaimana pembagian vokal dari masing-masing <em>member</em>. Awalnya Penulis cukup merasa kesulitan membedakan suara mereka, walaupun sekarang sudah lumayan bisa.</p>



<p><strong>Nayeon</strong> dan <strong>Jihyo</strong> jelas menjadi <em>main vocal</em>, sedangkan <strong>Chaeyoung</strong> dan <strong>Dahyun</strong> menjadi <em>rapper</em>. <strong>Mina</strong> dan <strong>Tzuyu</strong> kerap mengisi <em>bridging</em>, sedangkan <strong>Sana</strong> sering menyanyikan bagian-bagian yang ikonik seperti <em>Shy Shy Shy </em>di lagu <em>Cheer Up</em>.</p>



<p>Personel lainnya, <strong>Jeongyeon</strong> dan <strong>Momo</strong>, biasanya mendapatkan porsi yang cukup kecil di dalam lagu. Jeongyeon terkadang juga memegang peran sebagai <em>main vocal </em>ketiga, sedangkan Momo akan menjadi <em>rapper </em>ketiga.</p>



<p>Setelah berkali-kali mendengarkan keempat lagu tersebut, Penulis pun akhirnya memutuskan untuk mencoba mendengarkan lagu-lagu Twice lainnya. Akhirnya, Penulis pun menemukan banyak sekali lagu Twice yang ternyata enak untuk didengarkan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Evolusi Twice ke Arah yang Lebih Dewasa</h2>



<p><em><strong>I Can&#8217;t Stop Me</strong></em>, <em><strong>Cheer Up</strong></em>, <em><strong>More &amp; More</strong></em>, <em><strong>Yes or Yes</strong></em>, <em><strong>Likey</strong></em>, <em><strong>Dance the Night Away</strong></em>, <em><strong>Signal</strong></em>, hingga <em><strong>Knock Knock</strong></em> adalah lagu-lagu selanjutnya yang Penulis sukai. Lagu yang disebut pertama bahkan menjadi favorit, walau kesan lagu ini berbeda dari lagu lainnya.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="TWICE &quot;I CAN&#039;T STOP ME&quot; M/V" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/CM4CkVFmTds?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><em>I Can&#8217;t Stop Me </em>bisa dibilang menjadi penanda bahwa Twice mulai meninggalkan kesan <em>unyu-unyu </em>dan memasuki periode <em>mature </em>di mana lagunya lebih terdengar serius dan menghilangkan keceriaan pada lagunya.</p>



<p>Meskipun baru mendengarkan Twice, Penulis bisa menyimpulkan bahwa Twice memang sedang menuju ke arah sana. Dua lagu terakhirnya, <em>Moonlight Sunrise </em>dan <em>Set Me Free</em> juga terkesan serius, bahkan cenderung gelap.</p>



<p>Jihyo sendiri dalam salah satu <em>interview</em> mengatakan bahwa dirinya dan personel lain merasa sudah cukup berumur, dan akan malu jika harus membawakan lagu-lagu lama mereka yang terasa imut seperti <em>TT </em>dan <em>Cheer Up</em>.</p>



<p>Entah apakah di masa depan Twice akan benar-benar berhenti membawakan lagu-lagu lama mereka dan berfokus membawakan lagu yang terkesan dewasa. Penulis jarang menonton video konser mereka, sehingga rasanya keputusan tersebut tidak terlalu berpengaruh bagi dirinya.</p>



<p>Sebagai tambahan, Penulis justru tidak terlalu menyukai lagu-lagu populer Twice seperti <em><strong>Fancy</strong> </em>dan <em><strong>Feel Special</strong></em>. Penulis mendengarkan lagu-lagu tersebut, hanya saja tidak pernah menjadi favoritnya.</p>



<p>Selain itu, Penulis juga mendengarkan lagu <em>Twice </em>lainnya seperti <em><strong>Like Ooh-Ahh</strong></em>, <em><strong>TT</strong></em>, <em><strong>Cry for Me</strong></em>, <em><strong>Touchdown</strong></em>, <em><strong>Celebrate</strong></em>, <em><strong>Heart Shaker</strong></em>, <em><strong>Scientist</strong></em>, <em><strong>Lalala</strong></em>, <em><strong>Queen of Heart</strong></em>, hingga <em><strong>Depends on You</strong></em>. Namun, tidak ada yang benar-benar jadi favorit.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Ketika mulai mendengarkan <a href="https://whathefan.com/musik/forever-young-blackpink/">lagu Blackpink</a>, hanya ada beberapa lagu mereka yang berhasil masuk ke dalam daftar favorit. Bahkan, rasa bosannya pun sangat cepat datang hingga akhirnya Penulis berhenti mendengarkan lagu-lagu mereka.</p>



<p>Beda cerita dengan Twice. Berawal dari empat lagu, Penulis mendengarkan puluhan lagu mereka. Bahkan, ada belasan yang Penulis masukkan ke dalam daftar favoritnya karena memang menyukai lagu-lagunya.</p>



<p>Mungkin ada unsur bias karena Penulis telah menonton <em>Time to Twice </em>terlebih dahulu sebelum mendengarkan lagunya, sehingga ada perasaan &#8220;dekat&#8221; karena mengetahui sifat-sifat mereka. Namun, menurut Penulis lagu-lagunya memang <em>easy listening </em>dan <em>catchy.</em></p>



<p>Penulis benar-benar tidak menyangka akan terjun sedalam ini lagi ke dunia K-Pop hanya dalam waktu beberapa bulan. Twice memang benar-benar <em>feel special</em>.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 7 April 2023, terinspirasi setelah merasa dirinya semakin mendalami Twice</p>



<p>Foto: <a href="https://www.allkpop.com/article/2022/08/twice-drops-the-comeback-schedule-for-their-11th-mini-album-between-12">KEPOPER</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/feel-special-twice/">Feel Special: Twice</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/feel-special-twice/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Idolaku Adalah Milikku, Bukan Milikmu</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Feb 2020 16:24:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[fanatik]]></category>
		<category><![CDATA[fans]]></category>
		<category><![CDATA[idola]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[kencan]]></category>
		<category><![CDATA[korea]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[public figure]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3420</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kemarin pagi ada reply dari story Instagram Penulis yang memasang foto pernikahan Isyana dan suaminya. Ia bertanya, apa yang dirasakan oleh seorang fans jika melihat idolanya menikah dengan orang lain. Karena Penulis bukan fans fanatik yang bakal galau tujuh hari tujuh malam ketika melihat idolanya berada di pelaminan, Penulis tidak tahu pasti mengenai jawabannya. Hanya saja, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu/">Idolaku Adalah Milikku, Bukan Milikmu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin pagi ada <em>reply </em>dari <em>story </em>Instagram Penulis yang memasang foto pernikahan Isyana dan suaminya. Ia bertanya, apa yang dirasakan oleh seorang fans jika melihat idolanya menikah dengan orang lain.</p>
<p>Karena Penulis bukan fans fanatik yang bakal galau tujuh hari tujuh malam ketika melihat idolanya berada di pelaminan, Penulis tidak tahu pasti mengenai jawabannya.</p>
<p>Hanya saja, Penulis memiliki beberapa asumsi dari pengamatan pribadi mengenai fenomena di mana fans marah, hancur, pedih ketika melihat idolanya harus merajut asmara dengan orang lain.</p>
<h3>Ketika Cinta Tak Direstui</h3>
<p>Pada topik kali ini, Penulis akan mengambil contoh dari idola-idola Korea Selatan khususnya dari dunia K-Pop. Alasannya sederhana, banyak sekali contoh nyata mengenai ketidakrestuan fans ketika idolanya berkencan atau menikah dengan pasangannya.</p>
<p><div id="attachment_3424" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3424" class="size-large wp-image-3424" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3424" class="wp-caption-text">Sungmin dan Kim Sa-eun (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.youtube.com/watch?v=r0j1ICr_TUA" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjBpIXVoLjnAhV1ILcAHU35AXoQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">YouTube</span></a>)</p></div></p>
<p>Mungkin yang paling Penulis ingat adalah kasus <strong>Sungmin Super Junior</strong>. Ia kini vakum dari <em>boyband </em>yang membesarkan namanya tersebut karena boikot dari para fans.</p>
<p>Apa sebabnya? Karena ia memutuskan untuk menikah dengan wanita yang ia cintai, <strong>Kim Sa Eung</strong>, pada tahun 2014. Banyak fans yang tidak siap mental dengan keadaan ini. Mereka seolah tak bisa menerima kenyataan tersebut.</p>
<p><div id="attachment_3430" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3430" class="size-large wp-image-3430" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1.5-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1.5-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1.5-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1.5-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1.5.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3430" class="wp-caption-text">Taeyeon dan Baekhyun (<a class="o5rIVb a-no-hover-decoration irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=images&amp;cd=&amp;ved=2ahUKEwi-5IWOqLjnAhUO6XMBHU_gDNEQjB16BAgBEAM&amp;url=https%3A%2F%2Finikpop.com%2F15-pasangan-idols-yang-mungkin-tak-kamu-ketahui-pernah-pacaran-sebelumnya-part-2%2F&amp;psig=AOvVaw2ASv2wdtzgOAwFfPuqlPBc&amp;ust=1580919993471105" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwi-5IWOqLjnAhUO6XMBHU_gDNEQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">iniKpop</span></a>)</p></div></p>
<p>Kasus lainnya dialami oleh <strong>Taeyeon SNSD </strong>dan <strong>Baekhyun EXO</strong>. Pada saat mereka berkencan (sekitar tahun 2014), SNSD sudah berada di puncak popularitas dan EXO sedang merintis karir mereka.</p>
<p>Banyak fans EXO menganggap Baekyhyun telah mengkhianati mereka. Penulis sendiri tidak tahu mengapa mereka merasa seperti itu, mungkin karena Baekhyun pernah berjanji untuk tidak kencan dengan siapapun terlebih dahulu.</p>
<p>Tidak tanggung-tanggung, muncul petisi dari fans yang menginginkan Baekyun keluar dari <em>boyband </em>tersebut, meskipun hingga sekarang yang bersangkutan masih menjadi anggota EXO.</p>
<p><a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/pembunuh-bernama-netizen/">Almarhumah </a><strong><a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/pembunuh-bernama-netizen/">Sulli f(x)</a> </strong>juga pernah mendapatkan hujatan ketika berpacaran dengan seorang laki-laki yang jauh lebih tua darinya. Sebagai salah satu member paling populer, ia dianggap tidak memedulikan perasaan fans.</p>
<h3>Ketika Cinta Direstui</h3>
<p>Walaupun begitu, ternyata ada juga pasangan idola Korea yang mendapatkan restu dari fans. Contohnya adalah <strong>Yoona SNSD</strong> dan <strong>Lee Seung-gi </strong>yang dianggap cocok satu sama lain oleh para fans, meskipun pada akhirnya mereka berdua harus berpisah jalan.</p>
<p><div id="attachment_3425" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3425" class="size-large wp-image-3425" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3425" class="wp-caption-text">Yoona dan Lee Seung-gi (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.wattpad.com/456795037-shall-we-marry-lee-seung-gi-yoona-lima" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjT7t3bpbjnAhWMcn0KHZzqDXsQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Wattpad</span></a>)</p></div></p>
<p>Ada juga <strong>Kai EXO</strong> yang dikabarkan pernah berpacaran dengan <strong>Krystal f(x) </strong>ataupun dengan <strong>Jennie Blackpink </strong>dalam waktu yang berbeda.</p>
<p>Sebelum Kai dan Krystal resmi berkencan, banyak fans yang menjodoh-jodohkan mereka berdua. Akan tetapi, Penulis menemukan sumber yang mengatakan ada kasus bunuh diri yang diakibatkan oleh hubungan tersebut.</p>
<p>Di sisi lain saat bersama Jennie (yang fotonya bocor pada tahun 2019 lalu), fans juga banyak yang mendukung mereka walau ada juga yang menentangnya.</p>
<p><div id="attachment_3427" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3427" class="size-large wp-image-3427" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-4-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-4-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-4-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-4-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-4.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3427" class="wp-caption-text">Song-Song Couple (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.kapanlagi.com/korea/song-song-couple-bercerai-pengacara-ungkap-berkas-perceraian-telah-masuk-pengadilan-9989da.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiU1rbkpbjnAhVJXn0KHV0KAdcQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">KapanLagi.com</span></a>)</p></div></p>
<p>Bahkan, pernikahan antara <strong>Song Jong-ki</strong> dan <strong>Song Hye-kyo</strong> dianggap terjadi karena dorongan fans yang berharap mereka menjadi pasangan sungguhan di dunia nyata. Sayangnya, umur pernikahan tersebut tidak bertahan lama.</p>
<h3>Kenapa Bisa Seperti Itu?</h3>
<p>Sebenarnya tidak semua pasangan idol akan dibenci ataupun didukung sepenuhnya oleh para fansnya. Pasti lebih banyak kasus di mana orang-orang terbelah menjadi dua kubu, yang pro dan yang kontra.</p>
<p><div id="attachment_3428" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3428" class="size-large wp-image-3428" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-2-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-2-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-2-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-2-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-2-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3428" class="wp-caption-text">Suzy dan Minho ()</p></div></p>
<p>Ketika aktris cantik <strong>Bae Suzy </strong>berkencan dengan <strong>Lee Min Ho</strong>, banyak yang merestui hubungan tersebut karena keduanya terlihat serasi. Walaupun begitu, tidak sedikit fans dari kedua belah pihak yang tidak bisa menerimanya.</p>
<p>Ada juga <strong>Heechul Super Junior</strong> dan <strong>Momo Twice</strong> yang jarak usianya dianggap terlalu jauh, walau tak sedikit yang mendukung mereka berdua. Bahkan kisah Kai dan Jennie dikabarkan tidak disetujui oleh beberapa pihak.</p>
<p>Menjadi seorang <em>public figure </em>memang memiliki konsekuensi kehidupan kita akan di utak-atik oleh khalayak ramai. Apapun yang kita lakukan seolah dipantau oleh CCTV yang tak kasat mata.</p>
<p>Walaupun begitu, mereka tetaplah manusia biasa yang berhak untuk mencintai dan dicintai. Bagi mereka, aktivitas normal tersebut bisa menjadi sangat berisiko jika sudah dihadapkan dengan para fans.</p>
<p>Bagi beberapa fans garis keras (sering disebut sebagai <em><b>sasaeng</b></em>), seorang idola merupakan obsesi bahkan sumber kehidupan mereka. Imajinasi sering mereka ciptakan di dalam kepala untuk membuat mereka merasa hidup.</p>
<p>Kencan dan pernikahan sang idola akan merusak kenyamanan tersebut. Mereka khawatir sang idola akan fokus kepada pasangannya dan melupakan para fans yang sudah menemaninya selama ini.</p>
<p>Beruntung jika pasangan mereka bisa diterima dengan baik. Jika tidak? Alamat karir bisa anjlok karena tidak ada yang tertarik dengannya lagi.</p>
<p>Apalagi, banyak fans yang melakukan justifikasi apakah seseorang layak atau tidak menjadi kekasih idolanya. Hal ini aneh, mengingat kebanyakan fans sebenarnya tidak benar-benar kenal dengan idola ataupun pasangannya.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Bagi sebagian orang, seorang idola haruslah menjadi milik bersama, bukan menjadi milik seseorang saja. Idola bisa menjadi idola berkat kehadiran fans, sehingga mereka merasa berhak untuk melakukan hal tersebut.</p>
<p>Sebenarnya mengidolakan orang lain sama sekali tidak masalah. Hanya saja, jika sampai berlebihan sampai muncul rasa memiliki yang posesif juga kurang baik.</p>
<p>Para <em>public figure </em>juga berhak memiliki kehidupan pribadi mereka, walaupun risiko untuk diuntit akan selalu ada. Menurut Penulis, fans sejati seharusnya akan mendahulukan kebahagiaan sang idola dibandingkan ego mereka sendiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Note: Mohon maaf jika ada kesalahan data ataupun fakta di atas</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 4 Februari 2020, terinspirasi dari sebuah pertanyaan teman di Instagram</p>
<p>Sumber Artikel: <a href="https://www.koreaboo.com/stories/kpop-idol-dating-scandals-acceptance-real-reasons/">Koreaboo</a>, <a href="https://www.jazminemedia.com/2019/09/kpop-idols-who-paid-a-heavy-price-for-falling-in-love/">Jazzmine Media</a>, <a href="https://www.quora.com/Why-are-K-pop-fans-against-their-idols-marrying-dating">Quora</a>, <a href="https://www.allkpop.com/forum/threads/if-idols-were-open-about-their-dating-life-will-fans-stop-being-delucional.72150/">Allkpop</a>, <a href="https://www.kpopmap.com/why-dating-is-so-complicated-in-kpop/">Kpop Map</a>,</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu/">Idolaku Adalah Milikku, Bukan Milikmu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengalaman Melihat Blackpink Secara Langsung</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-melihat-blackpink-secara-langsung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Jan 2020 13:34:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[Blackpink]]></category>
		<category><![CDATA[girlband]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[korea]]></category>
		<category><![CDATA[momen]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3281</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bekerja di Jakarta yang bergerak di bidang media membuat Penulis kerap mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan berbagai public figure. Penulis pernah bertemu dengan Najwa Shihab, Pevita Pearce, Jefri Nichol, Sheryl Sheinafia, Boy William, Marion Jola, Atta Halilintar (bahkan masuk di dalam videonya), hingga Ria Ricis. Pada hari Selasa (14/1) kemarin, Penulis berkesempatan untuk bertemu dengan salah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-melihat-blackpink-secara-langsung/">Pengalaman Melihat Blackpink Secara Langsung</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bekerja di Jakarta yang bergerak di bidang media membuat Penulis kerap mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan berbagai <em>public figure</em>.</p>
<p>Penulis pernah bertemu dengan Najwa Shihab, Pevita Pearce, Jefri Nichol, Sheryl Sheinafia, Boy William, Marion Jola, Atta Halilintar (bahkan masuk di dalam videonya), hingga Ria Ricis.</p>
<p>Pada hari Selasa (14/1) kemarin, Penulis berkesempatan untuk bertemu dengan salah satu <em>girlband </em>Korea yang sedang populer saat ini: <strong>BLACKPINK!</strong></p>
<h3>Penulis dan Blackpink</h3>
<p>Seperti yang telah dibahas pada <a href="https://whathefan.com/musikfilm/forever-young-blackpink/">tulisan sebelumnya</a>, Penulis bisa mengenal Blackpink (atau BLΛƆKPIИK) berkat pengaruh beberapa orang di sekitar Penulis.</p>
<p>Setelah mencoba mendengarkan lagu-lagu mereka, ternyata memang lumayan bisa dinikmati. Tidak hanya itu, Penulis juga bisa membedakan yang mana <strong>Lisa</strong>, <strong>Jisoo</strong>, <strong>Jennie</strong>, dan <strong>Rose</strong> walau awalnya sempat kebingungan.</p>
<p>Oleh karena itu, ketika ada acara peluncuran HP terbaru Samsung yang mengundang mereka, Penulis pun berkeinginan untuk datang agar bisa melihat Blackpink secara langsung. Ini adalah momen langka yang belum tentu akan muncul di masa mendatang.</p>
<p>Awalnya Penulis sempat merasa ragu, karena ada teman kantor yang sudah lama mengidolakan mereka. Karena beberapa alasan, ia memutuskan untuk tidak datang sehingga kesempatan tersebut berpindah ke Penulis.</p>
<h3>Detik-Detik Sebelum Bertemu Blackpink</h3>
<p><div id="attachment_3285" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3285" class="size-large wp-image-3285" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/pengalaman-melihat-blackpink-secara-langsung-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/pengalaman-melihat-blackpink-secara-langsung-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/pengalaman-melihat-blackpink-secara-langsung-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/pengalaman-melihat-blackpink-secara-langsung-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/pengalaman-melihat-blackpink-secara-langsung-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3285" class="wp-caption-text">Bertemu Blackpink (YouTube)</p></div></p>
<p>Acara Samsung dengan tema <strong>Awesome Live with Blackpink </strong>dimulai sekitar jam 3 dan berlokasi di <em>Ballroom </em>1 Hotel Fairmont, Jakarta. Acara dengan Blackpink sendiri baru dimulai jam 7 malam di Lapangan Tennis Indoor, Senayan.</p>
<p>Setelah menjalani rangkaian acara di hotel (presentasi dan makan malam), para awak media diarahkan menuju Senayan dengan menggunakan bus. Kami dibagi menjadi tiga kloter, di mana Penulis masuk ke dalam kloter kedua.</p>
<p>Penantian yang cukup lama dan membosankan tersebut akhirnya terbayarkan ketika keempat anggota Blackpink muncul di atas panggung.</p>
<p>Media ditempatkan di atas tribun, sehingga cukup jauh dari panggung. Untungnya, Penulis membawa HP Huawei P30 milik kantor yang mampu <em>zoom </em>hingga 30 kali.</p>
<h3>Memandangi Blackpink dari Kejauhan</h3>
<p><div id="attachment_3284" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3284" class="size-large wp-image-3284" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/pengalaman-melihat-blackpink-secara-langsung-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/pengalaman-melihat-blackpink-secara-langsung-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/pengalaman-melihat-blackpink-secara-langsung-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/pengalaman-melihat-blackpink-secara-langsung-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/pengalaman-melihat-blackpink-secara-langsung-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3284" class="wp-caption-text">Anyeong! (YouTube)</p></div></p>
<p>Satu persatu anggota Blackpink memperkenalkan diri dalam bahasa Korea. Lantas, mereka menempati meja dan kursi yang ada di bawah panggung. Ternyata, mereka akan menjadi juri beberapa grup <em>dance </em>dari berbagai negara di Asia Tenggara.</p>
<p>Lucunya, Penulis kurang memperhatikan penampilan grup-grup ini. Penulis justru fokus ke tempat para anggota Blackpink duduk (mungkin yang lain juga seperti itu).</p>
<p>Penulis seperti menantikan ada momen-momen spesial yang akan mereka lakukan. Alhasil, Penulis mendapatkan foto Jisoo yang seolah-olah sedang menoleh ke arah Penulis walaupun aslinya ia sedang menoleh ke penonton yang ada di belakangnya.</p>
<p>Seusai penampilan dari semua grup <em>dance</em> yang menarikan gerakan <em>dance-dance </em>Blackpink, ada pengumuman pemenang dengan berbagai kategori. Penulis lupa siapa yang menang, yang jelas grup Indonesia tidak berhasil menang apa-apa.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, beberapa pemenang mengambil kesempatan untuk berpelukan dengan idola mereka ketika penyerahan hadiah. Para penonton pun berteriak histeris melihat hal tersebut.</p>
<p>Selanjutnya, ada sesi wawancara ringan yang dipandu oleh MC <strong>Lee Jeong Hoon</strong> (yang tentunya ada hubungannya dengan produk yang diluncurkan).</p>
<p>Selain itu, ada juga tebak-tebakan mengenai lagu Blackpink apa yang paling populer di Indonesia. Coba tebak, yang mana lagunya? Ternyata lagu<em> Ddu-Du Ddu-Du. </em>Setelah itu, para fans menyanyikan lagu <em>Forever Young </em>untuk idola mereka.</p>
<p>Durasi melihat Blackpink secara langsung ini ternyata singkat. Tidak sampai satu jam kami melihat mereka di depan mata secara langsung, bahkan mereka sama sekali tidak menyanyi ataupun menari.</p>
<p>Penulis pun memandangi mereka keluar dari panggung hingga mereka tidak terlihat lagi. Acara ditutup dengan pembagian <em>door prize </em>yang berhadiah album Blackpink bertanda tangan. Sayangnya, belum rezeki Penulis untuk mendapatkannya.</p>
<h3>Insiden <em>Hate Comment </em>untuk Jennie</h3>
<p><div id="attachment_3286" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3286" class="size-large wp-image-3286" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/pengalaman-melihat-blackpink-secara-langsung-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/pengalaman-melihat-blackpink-secara-langsung-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/pengalaman-melihat-blackpink-secara-langsung-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/pengalaman-melihat-blackpink-secara-langsung-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/pengalaman-melihat-blackpink-secara-langsung-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3286" class="wp-caption-text">Jennie yang Murung (YouTube)</p></div></p>
<p>Ketika membaca berita keesokan harinya, Penulis terkejut ketika membaca berita adanya serangan <em>hate comment </em>kepada salah satu anggota Blackpink, Jennie.</p>
<p>Kejadian tersebut konon terjadi sebelum acara berlangsung, ketika ada sesi wawancara eksklusif yang disiarkan secara <em>live </em>di YouTube. Hal ini ditenggarai menjadi alasan mengapa Jennie terlihat murung dan jarang senyum ketika berada di atas panggung.</p>
<p>Sewaktu Penulis menonton ulang video <em>live streaming </em>Samsung Indonesia, Jennie memang tampak cemberut bahkan sejak sesi wawancara eksklusif. Namun rasanya bukan karena membaca komentar dari netizen yang <em>julid</em>.</p>
<p>Dari yang Penulis dengar, sebenarnya Jennie memang agak kurang enak badan ketika berkunjung ke Indonesia, sehingga wajar jika ia terlihat seperti itu.</p>
<p>Kita ini memang sangat mudah menghakimi orang yang tidak benar-benar dikenal.</p>
<h3>Setelah Melihat Blackpink Secara Langsung</h3>
<p>Dari dulu, ketika masih suka SNSD, Penulis sangat jarang menonton video musik ataupun konser mereka. Penulis lebih suka melihat mereka di acara <em>reality/variety show </em>yang menunjukkan sisi manusia mereka.</p>
<p>Begitu pun dengan Blackpink yang satu ini. Sebelumnya, Penulis baru menonton beberapa video klip mereka. Penulis lebih suka melihat mereka ketika diundang ke suatu acara ataupun kompilasi video lucu mereka.</p>
<p>Penulis sangat suka menonton video ketika Jennie mengajari bahasa Inggris ke Jisoo yang notabene orang Korea asli tanpa pernah berdomisili di luar negeri.</p>
<p>Setelah melihat Blackpink secara langsung, Penulis jadi ingin lebih mengulik tentang kehidupan mereka di balik layar. Oleh karena itu, Penulis menonton acara seperti <em>Knowing Brothers </em>ataupun acara mereka sendiri, <em>Blackpink House</em>.</p>
<p>Jika suatu saat ditanya orang apa salah satu pencapaian terbesar dalam hidup, mungkin Penulis akan menjawab <em>pernah melihat Blackpink secara langsung</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>NB: Yang ingin menonton acara tersebut, bisa klik di <a href="https://youtu.be/YSFgXc4yG9k">tautan berikut</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 18 Januari 2020, terinspirasi setelah melihat Blackpink secara langsung</p>
<p>Foto: Kapanlagi</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-melihat-blackpink-secara-langsung/">Pengalaman Melihat Blackpink Secara Langsung</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Code Name Blue: CNBLUE</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/code-name-blue-cnblue/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Dec 2019 20:35:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Band]]></category>
		<category><![CDATA[CNBLUE]]></category>
		<category><![CDATA[korea]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[pop-rock]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3201</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seperti yang pernah penulis singgung pada tulisan Jessica Oh Jessica, penulis pernah berada di masa-masa menyukai musik Korea termasuk girlband SNSD. Tidak hanya mendengarkan lagunya, penulis juga menonton berbagai acara&#160;reality show-nya. Salah satunya adalah acara&#160;We Got Married. Member SNSD yang bernama Seohyun dipasangkan dengan Jung Yonghwa. Dari sinilah penulis mengenal sebuah grup band (bukan&#160;boyband) bernama [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/code-name-blue-cnblue/">Code Name Blue: CNBLUE</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Seperti yang pernah penulis singgung pada tulisan <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/jessica-oh-jessica/">Jessica Oh Jessica</a>, penulis pernah berada di masa-masa menyukai musik Korea termasuk <em>girlband</em> SNSD.</p>



<p>Tidak hanya mendengarkan lagunya, penulis juga menonton berbagai acara&nbsp;<em>reality show</em>-nya. Salah satunya adalah acara&nbsp;<em>We Got Married</em>. Member SNSD yang bernama Seohyun dipasangkan dengan Jung Yonghwa.</p>



<p>Dari sinilah penulis mengenal sebuah grup band (bukan&nbsp;<em>boyband</em>) bernama <strong>CNBLUE</strong>.</p>



<h1 class="wp-block-heading">Ini <em>Group Band</em>, Bukan <em>Boyband</em></h1>



<figure class="wp-block-image alignnone size-large wp-image-3203"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="607" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/12/code-name-blue-cnblue-1-1024x607.jpg" alt="" class="wp-image-3203" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/12/code-name-blue-cnblue-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/12/code-name-blue-cnblue-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/12/code-name-blue-cnblue-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/12/code-name-blue-cnblue-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Yonghwa dan Seohyun (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.pinterest.com/pin/67905906851314338/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjPyc7gjs_mAhXJAnIKHVE0DsUQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Pinterest</span></a>)</figcaption></figure>



<p>Musik Korea identik dengan&nbsp;<em>boyband&nbsp;</em>ataupun&nbsp;<em>girlband&nbsp;</em>yang di mana semua anggotanya menyanyi dan menari. Oleh karena itu, jumlah grup band di sana termasuk sedikit jika dibandingkan dengan Indonesia.</p>



<p>Salah satu yang paling terkenal adalah <strong>CNBLUE</strong>. Sewaktu penulis mengikuti acara <em>We Got Married</em>, band ini baru saja menjalani debutnya dan baru merilis satu mini album.</p>



<p>Pada beberapa episode, penulis bisa mendengar beberapa lagu CNBLUE yang Yonghwa nyanyikan. Sekilas, penulis merasa cocok dengan gaya musik mereka sehingga memutuskan untuk mendengarkan mereka lebih jauh.</p>



<p>Oleh karena itu, penulis memutuskan untuk mendengarkan lagu-lagu mereka secara lebih mendalam. Alhasil, sampai sekarang penulis masih mendengarkan band yang satu ini.</p>



<h1 class="wp-block-heading">Band Pop-Rock yang Produktif</h1>



<figure class="wp-block-image alignnone size-large wp-image-3204"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="607" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/12/code-name-blue-cnblue-2-1024x607.jpg" alt="" class="wp-image-3204" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/12/code-name-blue-cnblue-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/12/code-name-blue-cnblue-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/12/code-name-blue-cnblue-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/12/code-name-blue-cnblue-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Album-Album CNBLUE (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=imgres&amp;cd=&amp;ved=2ahUKEwjv2sTsjs_mAhUXSX0KHaJeDo8QjB16BAgBEAM&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.pinterest.com%2Fpin%2F384283780684009329%2F&amp;psig=AOvVaw282jYYDh-3YHs-nYfZA5iJ&amp;ust=1577305455571578" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjv2sTsjs_mAhUXSX0KHaJeDo8QjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Pinterest</span></a>)</figcaption></figure>



<p>Jika penulis disuruh mendeskripsikan genre yang diusung oleh band ini, mungkin penulis akan menjawab pop-rock. Tidak banyak lagu dari CNBLUE yang terlalu&nbsp;<em>mellow&nbsp;</em>dan bernuansa&nbsp;<em>ballad</em>.</p>



<p>Band ini melakukan debut pada tahun 2009 di Jepang. Sebagai informasi, CNBLUE cukup aktif mengeluarkan album berbahasa Jepang sehingga beberapa lagunya mungkin terkesan seperti J-Rock.</p>



<p>Sampai saat ini, band ini telah menelurkan <strong>10 album</strong> (2 album Korea, 8 album Jepang) dan <strong>10 </strong><em><strong>extended play</strong>&nbsp;</em>(EP). Jumlah tersebut terbilang sangat produktif, namun termasuk biasa di Korea yang bisa hampir setiap 6 bulan sekali.</p>



<p>Penulis berhenti mengikuti band ini sekitar tahun 2014. Album terakhir yang penulis dengarkan adalah&nbsp;<em><strong>What Turns You On</strong>&nbsp;</em>yang rilis pada tahun 2013, sedangkan EP terakhir adalah <strong><em>Can&#8217;t Stop</em></strong> yang rilis tahun 2014.</p>



<p>Tidak ada alasan khusus mengapa penulis berhenti mengikuti perkembangan band ini. Mungkin, hanya karena merasa bosan saja pada waktu itu.</p>



<h1 class="wp-block-heading">Album dan Lagu Favorit</h1>



<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/XcmFrXuf0Ew" width="1080" height="240" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"><span data-mce-type="bookmark" style="display: inline-block; width: 0px; overflow: hidden; line-height: 0;" class="mce_SELRES_start">﻿</span></iframe></p>



<p>Di antara banyaknya album, EP, dan lagu CNBLUE yang pernah penulis dengarkan, tentu ada yang menjadi favorit. Kebanyakan lagu yang penulis sukai dari band ini memiliki tempo yang cempat dan dentuman alat musik yang cukup kencang.</p>



<p>Untuk album, penulis paling menyukai album Jepang ketiga mereka yang berjudul&nbsp;<strong><em>Code Name Blue</em></strong>. Oh iya, nama CNBLUE memang berasal dari&nbsp;<em>Code Name Blue&nbsp;</em>di mana BLUE merupakan akronim dari <i>burning</i>,&nbsp;<i>lovely</i>,&nbsp;<i>untouchable</i>, dan <i>emotional.</i></p>



<p>Bukan karena berbahasa Jepang, melainkan karena pada album ini kesan rock dari band ini cukup menonjol. Bisa dibilang, penulis menyukai semua lagu yang ada di dalam album ini.</p>



<p>Berbicara tentang lagu favorit, penulis punya beberapa judul. Yang paling suka mungkin&nbsp;<em><strong>Blind Love</strong>&nbsp;</em>yang berasal dari album <em>What Turns You On?&nbsp;</em>dan <strong><em>Lalala</em></strong> dari EP <em>Re:Blue</em>.</p>



<p>Karena ada banyak sekali lagu lain yang penulis sukai, penulis akan menyusunnya seperti di bawah ini:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><em>Bluetory</em>&nbsp;(2010) &#8211; <em>I&#8217;m Loner</em></li><li><em>Bluelove</em> (2010) &#8211; <em>Love, Sweet Holiday, Black Flower, Love Light</em></li><li><em>First Step&nbsp;</em>(2011) &#8211; <em>Intuition, Love Girl, Imagine</em></li><li><em>Code Name Blue</em> (2012) &#8211; <em>In My Head, Where You Are, No More, These Days, Get Away</em></li><li><em>Ear Fun</em> (2012) &#8211; <em>Hey You, Still in Love</em></li><li><em>Re:Blue</em> (2013) &#8211; <em>I&#8217;m Sorry, Lalala</em></li><li><em>What Turns You on?</em> (2013) &#8211; <em>Blind Love, Starlit Night</em></li><li><em>Can&#8217;t Stop </em>(2014)<em> &#8211; Can&#8217;t Stop</em></li></ul>



<p>Ada banyak bukan? Hal ini menunjukkan kalau penulis merasa cocok dengan selera musik band yang satu ini. Kalau ada yang penasaran, mungkin bisa dicari melalui aplikasi musik seperti Spotify ataupun YouTube Music.</p>



<h1 class="wp-block-heading">Penutup</h1>



<p>Penulis adalah tipe pendengar musik yang tidak terlalu memedulikan lirik ataupun makna lagunya. Oleh karena itu, penulis bisa menikmati berbagai musik dengan beragam bahasa termasuk Korea.</p>



<p>Apakah termasuk aneh jika seorang laki-laki mendengarkan musik Korea yang identik dengan pendengar perempuan? Penulis rasa tidak, toh ini murni masalah selera musik. Kebetulan, CNBLUE cocok dengan selera penulis.</p>



<p>Kabar terakhir yang penulis dengar dari band ini adalah terseretnya salah satu member mereka, Lee Jong-hyun, dalam skandal <em>Burning Sun</em>. Berita tersebut cukup mengagetkan penulis.</p>



<p>Meskipun sudah tidak mengikuti lagu-lagu terbarunya, penulis tetap menikmati CNBLUE hingga sekarang. Mungkin jika ada niat dan kesempatan, penulis akan mencoba mendengarkannya.</p>



<p>Kebayoran Lama, 25 Desember 2019, terinspirasi setelah mendengarkan lagu-lagu CNBLUE</p>



<p>Foto:&nbsp;<a href="https://channel-korea.com/full-profile-of-cnblue-members/"><span class="irc_ho" dir="ltr">Channel-Korea</span></a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/code-name-blue-cnblue/">Code Name Blue: CNBLUE</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Membaca Kim Ji-yeong</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-kim-ji-yeong/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Dec 2019 16:28:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[feminisme]]></category>
		<category><![CDATA[gender]]></category>
		<category><![CDATA[Kim Ji-yeong]]></category>
		<category><![CDATA[korea]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3161</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis selalu mengakui bahwa dirinya tidak terlalu memahami apa itu feminisme. Apa yang diminta? Kesetaraan dalam hal apa? Hanya ingin mendobrak patriarki? Atas dasar itulah penulis memutuskan untuk membeli novel berjudul Kim Ji-yeong: Lahir Tahun 1982 yang satu ini. Penulis mengetahui buku karya Cho Nam-joo yang satu ini karena sedang diangkat menjadi sebuah film dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-kim-ji-yeong/">Setelah Membaca Kim Ji-yeong</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis selalu mengakui bahwa dirinya tidak terlalu memahami apa itu feminisme. Apa yang diminta? Kesetaraan dalam hal apa? Hanya ingin mendobrak patriarki?</p>
<p>Atas dasar itulah penulis memutuskan untuk membeli novel berjudul <strong><em>Kim Ji-yeong: Lahir Tahun 1982 </em></strong>yang satu ini. Penulis mengetahui buku karya Cho Nam-joo yang satu ini karena sedang diangkat menjadi sebuah film dan <em>hype-</em>nya cukup tinggi.</p>
<p>Keputusan untuk membeli novel ini ternyata tepat, karena penulis jadi sedikit memahami apa yang diinginkan oleh kaum feminisme.</p>
<p><strong>SPOILER ALERT!</strong></p>
<h3>Apa Isi Buku Ini?</h3>
<p>Cerita dibuka pada musim gugur tahun 2015. <strong>Kim Ji-yeong</strong> telah menikah dengan <strong>Jeong Dae-hyeon</strong> dan memiliki seorang putri. Sang suami mulai menemukan keanehan pada istri yang terlihat (atau terdengar) seperti orang lain.</p>
<p>Puncaknya adalah ketika mereka sekeluarga sedang berkunjung ke orangtua Dae-hyeon. Ji-yeong terdengar seperti orangtuanya dan bertengkar dengan mertuanya.</p>
<p>Karena kejadian tersebut, Dae-hyeon pun memutuskan untuk membawa istrinya ke psikiater untuk mengetahui apakah istrinya sedang mengalami depresi.</p>
<p>Setelah itu, kita akan melihat kilas balik kehidupan Ji-yeong, mulai ketika dilahirkan hingga menjadi seorang istri, Ji-yeong lahir di sebuah keluarga sederhana dengan sepasang ayah ibu, satu kakak perempuan, satu adik laki-laki, dan seorang nenek.</p>
<p>Sama seperti kebanyakan keluarga Korea pada masa itu (atau hingga sekarang?), punya seorang anak-laki-laki jauh lebih membanggakan dibandingkan dengan memiliki seorang anak perempuan.</p>
<p>Yang mengejutkan, banyak pasangan di Korea yang memilih untuk mengaborsi anaknya jika ternyata perempuan. Jika pun pada akhirnya anak tersebut lahir, keluarga akan menganakemaskan anak laki-lakinya.</p>
<p>Kondisi seperti itulah yang dialami oleh Ji-yeong. Neneknya begitu membanggakan dan memanjakan adik laki-lakinya. Ia dan kakak perempuannya seolah tidak dianggap. Hal ini berlangsung hingga sang nenek meninggal dunia.</p>
<p>Selanjutnya, kita akan melihat perjalanan hidup Ji-yeong ketika di sekolah, masuk universitas, hingga mendapatkan pekerjaan. Kita akan melihat bagaimana ketidakadilan masyarakat Korea dalam memandang gender secara terus-menerus.</p>
<p>Kisah ditutup dari sudut pandang psikiater yang memeriksa Ji-yeong. Dari sana, kita akan melihat contoh langsung bagaimana kesetaraan gender memang menjadi salah satu masalah besar di Korea.</p>
<h3>Setelah Membaca <em>Kim Ji-yeong</em></h3>
<p>Banyak penggemar Korea yang bercita-cita untuk tinggal di Korea. Penulis yakin, mereka belum pernah membaca atau menonton Kim Ji-yeong.</p>
<p>Selain perlakuan rasis yang kental, Korea juga terkenal sebagai negara yang ultranasionalis dan tidak ramah kepada pendatang. Tinggal di Korea jelas tidak seindah yang terlihat di dramanya.</p>
<p>Berbicara tentang buku ini, ada banyak sekali poin yang ingin penulis ulas. Penulis akan memulai dari gaya berceritanya terlebih dahulu.</p>
<p>Novel ini menggunakan sudut pandang orang ketiga yang berfokus pada karakter Kim Ji-yeong. Novelnya tipis, penulis bisa menghabiskannya dalam waktu kurang lebih dua jam.</p>
<p>Kisah hidup Ji-yeong dituturkan secara runtut dari masa kecil hingga dewasa agar kita mengetahui bagaimana ia bisa mengalami kondisi kejiwaan tertentu ketika berusia 34 tahun.</p>
<p>Nam-joo selaku penulis novel ini juga menyisipkan banyak data yang berkaitan tentang ketidaksamarataan gender di Korea. Tak jarang ia menunjukkan sumber-sumber literasi yang mendukung fakta novelnya.</p>
<p>Akibatnya, novel ini terlihat seperti sebuah laporan tentang gender yang dikemas dalam bentuk cerita. Langkah tersebut penulis anggap cemerlang, karena orang akan menjadi lebih tertarik untuk membacanya.</p>
<p>Kemungkinan besar, itulah tujuan Nam-joo menerbitkan novel ini: ingin menunjukkan kepada dunia bagaimana praktik patrarki masih sangat kental di Korea Selatan di saat desakan kesetaraan gender making menggema.</p>
<p>Jika disuruh menyebutkan kekurangan novel ini, mungkin karena nama orang Korea yang mirip-mirip membuat penulis sedikit bingung. Selain itu, tidak ada masalah berarti.</p>
<p>Novel ini lumayan berhasil menguras emosi penulis, seolah bisa merasakan beban yang ditanggung tokoh utama. Penulis tak pernah menyangka menjadi seorang laki-laki bisa memberikan <em>privilege </em>sedemikian besar.</p>
<p>Novel Kim Ji-yeong ini sangat penulis rekomendasikan untuk semua kalangan, terutama yang ingin lebih mendalami masalah feminisme. Banyak sekali wawasan-wawasan baru yang akan didapatkan dari novel ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Nilainya: <strong>4.3/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 7 Desember 2019, terinspirasi setelah membaca buku <strong><em>Kim Ji-yeong</em></strong> karya Cho Nam-joo</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-kim-ji-yeong/">Setelah Membaca Kim Ji-yeong</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jessica Oh Jessica&#8230;</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/jessica-oh-jessica/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Nov 2019 16:39:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Girls' Generation]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Jessica Jung]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[korea]]></category>
		<category><![CDATA[SNSD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2996</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dulu zaman waktu masih suka Korea, penulis menyukai girlband So Nyuh Shi Dae (SNSD) atau Girls&#8217; Generation. Hal tersebut terjadi ketika penulis masih duduk di bangku SMA karena (uhuk) doi merupakan penggemar boyband Super Junior. Penulis mendengarkan dan menonton video-video mereka. Tidak hanya music video terbaru mereka, penulis juga menonton banyak variety show baik sebagai bintang tamu ataupun acara mereka sendiri. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/jessica-oh-jessica/">Jessica Oh Jessica&#8230;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dulu zaman waktu masih suka Korea, penulis menyukai <em>girlband </em><strong>So Nyuh Shi Dae (SNSD)</strong> atau <strong>Girls&#8217; Generation</strong>. Hal tersebut terjadi ketika penulis masih duduk di bangku SMA karena (<em>uhuk</em>) doi merupakan penggemar <em>boyband </em><strong>Super Junior</strong>.</p>
<p>Penulis mendengarkan dan menonton video-video mereka. Tidak hanya <em>music video </em>terbaru mereka, penulis juga menonton banyak <em>variety show </em>baik sebagai bintang tamu ataupun acara mereka sendiri.</p>
<p>Dari <em>variety show </em>tersebut, penulis dapat membayangkan bagaimana karakter dan sifat mereka di luar panggung. Masing-masing memiliki kepribadian yang berbeda.</p>
<p>Jika ditanya siapa member favorit, dulu penulis suka berganti-ganti <em>bias </em>tergantung <em>mood</em>. Tapi jika ditanya sekarang, mungkin penulis akan menjawab <strong>Jessica Jung.</strong></p>
<p>Tidak ada alasan khusus, hanya suka aja. Di balik sikap dinginnya, Jessica atau Sica memiliki kepribadian yang menarik, suara yang enak didengar, dan <a href="https://whathefan.com/karakter/muka-tipis-vs-muka-tebal/">paras yang menawan</a>.</p>
<p>Bahkan, penulis memberi nama <a href="https://whathefan.com/leon-dan-kenji-buku-1/tentang-sica-sarah-dan-rika/">salah satu karakter wanita di novel Leon dan Kenji dengan nama Jessica</a>. Karena itulah, penulis ingin menulis sedikit tentangnya.</p>
<h3>Hengkangnya Jessica</h3>
<p><div id="attachment_2999" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2999" class="size-large wp-image-2999" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/jessica-oh-jessica-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/jessica-oh-jessica-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/jessica-oh-jessica-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/jessica-oh-jessica-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/jessica-oh-jessica-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2999" class="wp-caption-text">Jessica dan SNSD (<a href="https://ticketgo.vn/blog/profile-of-snsd-s-members-korean-national-music-group">Ticket Go</a>)</p></div></p>
<p>Penulis berhenti mengikuti perkembangan SNSD semenjak tahun 2013. Banyak alasan yang melatarbelakangi hal tersebut, salah satunya adalah ingin kembali ke jati diri sebagai penggemar musik rock.</p>
<p>Oleh karena itu, penulis terkejut bukan main ketika mendengar kabar bahwa Jessica keluar dari SNSD pada bulan September 2014. Sebelas bulan berselang, ia juga hengkang dari SM Entertainment.</p>
<p>Ada beberapa alasan yang menyebabkan hengkangnya Jessica, mulai dari kesibukan bisnis <em>fashion </em>yang ia rintis hingga diusir oleh <em>SM Entertainment</em> dan teman-teman satu grupnya.</p>
<p><em>Alasan terakhir lah yang paling membuat kaget.</em></p>
<p>Setahu penulis, ada sebuah <em>tagline </em>dari SNSD yang berbunyi <em>The Power of Nine</em>. Diusir oleh teman satu grup yang telah bertahun-tahun kerja sama tentu membuktikan bahwa <em>tagline </em>tersebut hanya <em>bullshit </em>semata.</p>
<p>Tapi jika mengingat-ingat <em>variety show </em>yang pernah penulis tonton sebelumnya, memang ada indikasi bahwa Jessica tidak begitu akur dengan anggota lainnya.</p>
<p>Bisa jadi karena ketidakcocokan, bisa jadi karena Jessica memiliki sifat yang tidak disukai oleh rekan-rekannya. Beberapa video yang baru penulis tonton akhir-akhir ini juga semakin memperkuat dugaan tersebut.</p>
<p>Memang ada sumber yang menyebutkan bahwa Jessica memang sudah berkeinginan keluar dari SNSD sejak lama. Bahkan, Sica dianggap hanya menjadikan perannya di SNSD sebagai kerja sampingan semenjak sibuk dengan usahanya.</p>
<p>Mana yang benar? Hanya mereka dan Tuhan yang mengetahuinya.</p>
<h3>Jessica dan Karir Solonya</h3>
<p><div id="attachment_3000" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3000" class="size-large wp-image-3000" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/jessica-oh-jessica-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/jessica-oh-jessica-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/jessica-oh-jessica-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/jessica-oh-jessica-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/jessica-oh-jessica-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3000" class="wp-caption-text">Jessica Sebelum Debut (<a href="https://www.koreaboo.com/lists/girls-generation-snsd-member-discovered-signed-sm-entertainment/">Koreaboo</a>)</p></div></p>
<p>Lahir pada tanggal 18 April 1989 di rumah sakit San Fransisco yang sama dengan Tiffany, Jessica adalah anggota pertama yang direkrut oleh SM untuk membentuk <em>girlband </em>yang nantinya akan menjadi SNSD.</p>
<p>Ia menandatangai kontrak pada tahun 2000 sebagai <em>trainee</em>. Artinya, butuh waktu 7 tahun bagi Jessica untuk melakukan debut pertamanya sebagai member SNSD. Dibandingkan dengan member lain, waktu <em>trainee </em>Jessica adalah yang terlama.</p>
<p>Keluarnya Sica dari SNSD bukan berarti ia akan menganggur. Seperti yang sudah penulis jelaskan di atas, ia memiliki bisnis <em>fashion </em>yang diberi nama <em>Blanc &amp; Enclare</em>. Ia juga menjadi <em>brand ambasaddor </em>dan model untuk beberapa merek terkenal.</p>
<p>Selain itu, ia juga memulai karir solonya di bawah naungan <em>Coridel Entertainment </em>dan telah mengeluarkan tiga mini album. Dari pengamatan penulis, karir solonya ini tak secemerlang ketika masih bergabung dengan SNSD.</p>
<p>Ada gosip yang mengatakan ia keluar dari SNSD agar bisa menikah. Tapi hingga kini, belum terdengar kabar isu tersebut berubah menjadi kenyataan.</p>
<h3>Putusnya Silahturami</h3>
<p><div id="attachment_3001" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3001" class="size-large wp-image-3001" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/jessica-oh-jessica-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/jessica-oh-jessica-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/jessica-oh-jessica-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/jessica-oh-jessica-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/jessica-oh-jessica-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3001" class="wp-caption-text">Ulang Tahun Tiffany (<a href="https://www.xtra.com.my/en/category/celeb-buzz/posts/ot8-reunites-and-got-sones-emotional-following-tiffanys-birthday">Xtra</a>)</p></div></p>
<p>Yang sedih adalah putusnya silahturami Jessica dengan para member SNSD lainnya. Ketika Tiffany mengadakan pesta ulang tahun pada bulan Agustus kemarin, hanya ada 7 member yang ikut merayakannya.</p>
<p>Padahal Tiffany, Seohyun, dan Sooyoung telah resmi keluar dari <em>SM Entertainment</em>. Hal ini membuktikan bahwa mereka masih bisa menjalin hubungan dengan para member yang masih bertahan.</p>
<p>Penulis membayangkan apa yang ada di dalam pikiran Jessica melihat mantan rekan-rekannya tersebut berkumpul bersama-sama. Apakah ia sudah tidak peduli, atau merasa iri, atau malah merasa bersalah? Entahlah.</p>
<p>Dalam salah satu wawancara, Sica menyebutkan ia masih berkomunikasi dengan beberapa member yang sayangnya tidak disebutkan siapa saja. Para fans menebak mereka adalah Tiffany, Yoona, Sooyoung, atau Sunny.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Jessica tetaplah Jessica di manapun ia berada. Diasingkan dari kelompok yang telah bersama selama belasan tahun tentu bukan hal yang mudah untuk dihadapi.</p>
<p>Meskipun tak mengenalnya secara personal, penulis merasa ia adalah pribadi yang kuat dan mampu bertahan dari setiap masalah yang menghampiri. Apalagi, ia memiliki adik yang sangat akrab dengannya, Krystal Jung.</p>
<p>Penulis juga penasaran, bagaimana sepak terjang dari Jessica setelah ini. Apakah ia lanjut di dunia hiburan setelah terakhir mengeluarkan album pada tahun 2017? Atau ia befokus dengan bisnisnya yang telah tersebar di banyak negara? Menarik untuk disaksikan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 4 November 2019, terinspirasi begitu saja, mungkin karena lagi ingin nulis yang santai-santai</p>
<p>Foto: <a href="https://www.tapatalk.com/groups/l_anon/snsd-girls-39-generation-part-2-archive-please-vis-t3485595-s62160.html">Tapatalk</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/jessica-oh-jessica/">Jessica Oh Jessica&#8230;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pembunuh Bernama Netizen</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/pembunuh-bernama-netizen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Oct 2019 11:58:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[depresi]]></category>
		<category><![CDATA[hate comment]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan mental]]></category>
		<category><![CDATA[korea]]></category>
		<category><![CDATA[mental]]></category>
		<category><![CDATA[netizen]]></category>
		<category><![CDATA[Sulli]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2925</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu, terdengar berita mengejutkan dari dunia K-Pop. Salah satu mantan anggota girlband f(x), Sulli, ditemukan gantung diri di rumahnya. Sulli, yang seusia dengan penulis, dianggap memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri karena depresi. Apa pasalnya? Karena hujatan yang dilancarkan oleh netizen secara terus-menerus. Masalah Kesehatan Mental di Indonesia Dari beberapa literatur yang penulis baca (salah satunya buku [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/pembunuh-bernama-netizen/">Pembunuh Bernama Netizen</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu, terdengar berita mengejutkan dari dunia K-Pop. Salah satu mantan anggota <em>girlband </em>f(x), <strong>Sulli</strong>, ditemukan gantung diri di rumahnya.</p>
<p>Sulli, yang seusia dengan penulis, dianggap memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri karena depresi. Apa pasalnya? Karena <strong>hujatan yang dilancarkan oleh netizen secara terus-menerus</strong>.</p>
<h3>Masalah Kesehatan Mental di Indonesia</h3>
<p><div id="attachment_2927" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2927" class="size-large wp-image-2927" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/pembunuh-bernama-netizen-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/pembunuh-bernama-netizen-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/pembunuh-bernama-netizen-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/pembunuh-bernama-netizen-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/pembunuh-bernama-netizen-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2927" class="wp-caption-text">Nunung dan Depresi (<a href="https://www.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/bertahun-tahun-mengidap-depresi-nunung-sempat-berobat-ke-singapura-1fd7eb.html">Kapanlagi</a>)</p></div></p>
<p>Dari beberapa literatur yang penulis baca (salah satunya buku <a href="https://whathefan.com/buku/mengenal-depresi-pada-loving-the-wounded-soul/"><em>Loving the Wounded Soul</em></a>), kesehatan mental memang masih dianggap remeh di Indonesia.</p>
<p>Mereka yang menderita dianggap <em>lebay </em>dan jauh dari Tuhan. Mereka dianggap mendramatisasi masalahnya dan hanya mencari perhatian dari orang-orang sekitarnya.</p>
<p>Bukti nyata yang baru-baru ini muncul adalah kasus Nunung. Ia dianggap berbohong terkait masalah depresinya hanya karena sering tampil <em>cengengas-cengeges</em>.</p>
<p>Orang depresi dan jenis kesehatan mental lainnya memang sering kali menutupi lukanya dengan berpenampilan ceria. Mereka tidak ingin orang tahu permasalahan mereka atau takut akan dihakimi oleh lain.</p>
<p>Apalagi, masyarakat Indonesia sendiri belum terlalu memahami pentingnya kesehatan mental yang sederajat dengan kesehatan fisik. Mungkin, mereka menganggap sakit mental sama dengan sakit jiwa dan harus berakhir di rumah sakit jiwa.</p>
<p>Masalah kesehatan mental menjadi salah satu penyebab meninggalnya Sulli, selain hujatan dari netizen yang luar biasa kejam. Apalagi, dunia industri hiburan Korea terkenal karena kekejamannya sehingga bisa menjadi pemicu depresi.</p>
<h3>Sulli dan Masalahnya</h3>
<p><div id="attachment_2928" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2928" class="size-large wp-image-2928" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/pembunuh-bernama-netizen-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/pembunuh-bernama-netizen-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/pembunuh-bernama-netizen-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/pembunuh-bernama-netizen-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/pembunuh-bernama-netizen-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2928" class="wp-caption-text">Sulli di Running Man (<a href="https://functionlove.net/2013/07/05/official-130705-fsulli-running-man-preview-3p/">Function Love</a>)</p></div></p>
<p>Karena sempat mengikuti dunia K-Pop, penulis mengetahui yang namanya Sulli. Sebagai salah satu anggota dari <em>girlband </em>terkenal, penulis mengingat sosoknya yang cantik dan ceria dari acara <em>Running Man</em>.</p>
<p>Setelah <em>f(x) </em>hiatus, Sulli lebih sering bermain drama. Bahkan, ia berani melakukan adegan dewasa pada salah satu film dan menimbulkan kritikan pedas dari masyarakat.</p>
<p>Selain itu, ia juga pernah dikritik habis-habisan karena kebiasaannya yang jarang memakai bra. Bahkan, payudaranya pernah tanpa sengaja terungkap di ruang publik.</p>
<p>Tidak hanya itu, masalah pribadinya pun sering dicampuri oleh netizen, seperti gosip hubungannya dengan seseorang. Penulis sendiri tidak paham, mengapa Sulli sering mendapatkan stigma negatif.</p>
<p>Mungkin karena merasa frustasi, Sulli pernah membuat <em>story </em>di Instagram untuk meminta netizen berhenti berkata buruk tentang dirinya. Sembari menangis, ia mengatakan bahwa dirinya bukan orang yang jahat.</p>
<p>Rentetan hujatan dari netizen ini pada akhirnya tak kuasa dibendung oleh Sulli, dan ia pun memutuskan untuk meninggalkan semuanya untukk selamanya.</p>
<h3>Pembunuh Bernama Netizen</h3>
<p>Sulli memang membunuh dirinya sendiri. Akan tetapi, penulis bisa menyalahkan para netizen yang sering mengirimkan <em>hate comment </em>kepadanya. Merekalah salah satu sumber depresi terbesar Sulli.</p>
<p>Semenjak munculnya media sosial, kita diberi kemudahan untuk terhubung langsung dengan dunia artis yang dulu seolah tak terjangkau. Kita bisa melihat keseharian mereka dan memberikan komentar.</p>
<p>Sayangnya, komentar yang muncul tak melulu positif. Banyak juga komentar bernada negatif yang menyayat hati pembacanya, seolah kita benar-benar mengenal mereka.</p>
<p>Ada yang mentalnya tangguh (seperti kebanyakan artis kontroversial Indonesia), tapi ada juga yang tak kuat menahan deritanya sehingga berakhir seperti Sulli.</p>
<p>Siapa yang menyangka, kemajuan teknologi bisa membuat kita bisa menjadi seorang pembunuh, walaupun dilakukan secara tidak langsung dan dari jarak jauh.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Karena Sulli adalah seorang <em>public figure</em>, kasusnya bisa menyebar ke segala penjuru dunia. Bagaimana dengan mereka yang mengalami nasib serupa namun tak pernah terkover oleh media?</p>
<p>Penulis menduga ada banyak kasus serupa, baik yang dipicu oleh komentar negatif di dunia maya ataupun tindakan <em>bully </em>secara langsung. Kalau tidak salah, kemarin ada anak SD yang bunuh diri karena tidak tahan dihina.</p>
<p>Semoga kita bisa belajar banyak dari kasus Sulli ini. Pertama, kesadaran terkait masalah kesehatan mental. Kedua, tentang bahaya <em>hate comment </em>yang bisa membunuh orang lain.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 26 Oktober 2019, terinspirasi setelah kematian Sulli yang cukup tragis</p>
<p>Foto: <a href="https://www.scmp.com/lifestyle/entertainment/article/3033527/death-sulli-brings-fears-k-pop-idols-mental-health-singers">South China Morning Post</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/pembunuh-bernama-netizen/">Pembunuh Bernama Netizen</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Forever Young: Blackpink</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/forever-young-blackpink/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Oct 2019 00:06:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Blackpink]]></category>
		<category><![CDATA[girlband]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[korea]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2773</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sewaktu SMA, penulis terkena virus Korea sehingga banyak mendengarkan lagu-lagu K-Pop, terutama dari So Nyuh Shi Dae (SNSD) dan Super Junior. Akan tetapi, semenjak pertengahan kuliah penulis memutuskan untuk tobat dan kembali mendengarkan musik-musik rock yang sudah digemari sejak dini. Ketika bekerja di Jakarta, ada seorang rekan kerja yang merupakan penggemar Korea. Ia berusaha untuk meracuni penulis agar [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/forever-young-blackpink/">Forever Young: Blackpink</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sewaktu SMA, penulis terkena virus Korea sehingga banyak mendengarkan lagu-lagu K-Pop, terutama dari <em>So Nyuh Shi Dae </em>(SNSD) dan <em>Super Junior.</em></p>
<p>Akan tetapi, semenjak pertengahan kuliah penulis memutuskan untuk tobat dan kembali mendengarkan musik-musik rock yang sudah digemari sejak dini.</p>
<p>Ketika bekerja di Jakarta, ada seorang rekan kerja yang merupakan penggemar Korea. Ia berusaha untuk meracuni penulis agar mendengarkan <em><strong>Blackpink</strong></em>, dan ia berhasil.</p>
<h3>Awal Mula Perkenalan</h3>
<p><div id="attachment_2794" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2794" class="size-large wp-image-2794" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/forever-young-blackpink-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/forever-young-blackpink-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/forever-young-blackpink-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/forever-young-blackpink-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/forever-young-blackpink-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2794" class="wp-caption-text">Debut Blackpink (<a href="https://prelo.co.id/blog/debut-girl-group-yg-ini-sukses-besar/">Prelo</a>)</p></div></p>
<p>Pendekatan yang dilakukan oleh teman kantor bisa dibilang halus. Ia tidak secara langsung menyuruh untuk mendengarkan lagu-lagunya, tapi menceritakan bagaimana para perjuangan personelnya dari awal hingga debut pada tahun 2016.</p>
<p>Sebagai bumbu tambahan, ia juga bercerita bagaimana manajemen di sana bekerja, beserta dengan skandal-skandalnya. Penulis juga diberi tantangan untuk menghafal semua anggotanya. Untungnya, anggotanya cuma empat.</p>
<p>Yang paling mudah dihafal tentu saja <strong>Lisa </strong>yang berasal dari Thailand. Setelah itu, ada <strong>Jennie </strong>yang wajahnya kecil sekali. Penulis sempat kesulitan membedakan mana yang <strong>Jisoo </strong>mana yang <strong>Rose</strong>.</p>
<p>Selain itu, penulis juga tahu bahwa hanya Jisoo yang berasal dari Korea Selatan Asli. Jennie besar di Selandia Baru, dan Rose kalau tidak salah berasal dari Kanada. Oleh karena itu, semua anggota Blackpink selain Jisoo jago berbahasa Inggris.</p>
<p>Karena cerita-cerita itu ditambah keunikan masing-masing personel, penulis memutuskan untuk mencoba mendengarkan lagu-lagu mereka&#8230; melalui <em>Spotify</em>.</p>
<h3>Lagu Favorit dari Blackpink</h3>
<p><div id="attachment_2795" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2795" class="size-large wp-image-2795" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/forever-young-blackpink-2-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/forever-young-blackpink-2-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/forever-young-blackpink-2-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/forever-young-blackpink-2-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/forever-young-blackpink-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2795" class="wp-caption-text">Blackpink Menang Penghargaan (<a href="https://www.youtube.com/watch?v=St3s6JeXjCo">YouTube</a>)</p></div></p>
<p>Salah satu lagu Blackpink yang penulis tahu sejak dulu adalah <em>Ddu-Du Ddu-Du </em>karena cece penulis merekomendasikannya. Hanya saja, waktu itu penulis belum paham yang mana bagian <em>reff</em>-nya.</p>
<p>Penulis juga tahu <em>As If It&#8217;s Your Last </em>dan <em>Boombayah </em>karena sering diparodikan oleh teman-teman di Karang Taruna. Selain itu, penulis sama sekali tidak tahu lagu <em>Blackpink</em>.</p>
<p>Untungnya, Blackpink hanya pernah mengeluarkan mini album yang isi lagunya sedikit, sehingga tidak banyak lagu yang harus penulis dengarkan.</p>
<p>Dari empat mini album ditambah satu <em>single</em>, ternyata memang ada beberapa yang sangat <em>catchy </em>di telinga. Penulis pun jadi lumayan sering mendengarkannya.</p>
<p>Yang paling penulis suka adalah <em>Stay </em>dari <em>Square Two </em>dan <em>Forever Young </em>dari <em>Square Up</em>. Lagu-lagu yang lain juga enak, tapi dua lagu itulah yang paling penulis sukai.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Banyak yang membandingkan <em>girlband </em>ini dengan <em>2ne1. </em>Selain karena jumlah personelnya yang sama, mereka juga sama-sama berada di bawah naungan YG Entertainment.</p>
<p>Karena penulis tidak terlalu mendengarkan lagu dari <em>2ne1</em>, penulis tidak bisa memberikan pendapat. Tapi secara umum, penulis menganggap kedua <em>girlband </em>tersebut memiliki ciri khasnya masing-masing.</p>
<p>Nuansa <em>bad girl </em>yang ditampilkan oleh mereka sangat berbeda dengan konsep <em>cute girl </em>yang dimiliki oleh <em>girlband </em>milik SM Town seperti S<em>NSD </em>ketika debut atau <em>Twice </em>dari JYP Entertainment. Hal tersebut membuat <em>girlband </em>ini terlihat <em>badass</em>.</p>
<p>Penulis memutuskan untuk tidak menjadi penggemar mereka, hanya sebatas penikmat musik mereka. Masa-masa menjadi <em>fanboy </em>telah lewat, dan penulis tidak berminat untuk masuk lagi ke masa-masa tersebut.</p>
<p>Yang jelas, mendengarkan lagu-lagu dari <em>Blackpink </em>membuat penulis merasa <em>forever young</em>. Mungkin, karena semua usia personelnya di bawah penulis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 1 Oktober 2019, terinspirasi ketika mendengarkan lagu-lagu <em>Blackpink</em></p>
<p>Foto: <a href="https://malangtoday.net/inspirasi/musik/blackpink-rilis-mini-album/">Malang Today</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/forever-young-blackpink/">Forever Young: Blackpink</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menghargai Perbedaan dari yang Terkecil</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/menghargai-perbedaan-dari-yang-terkecil/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/menghargai-perbedaan-dari-yang-terkecil/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Feb 2019 16:51:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[beda]]></category>
		<category><![CDATA[korea]]></category>
		<category><![CDATA[menghargai]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan]]></category>
		<category><![CDATA[selera]]></category>
		<category><![CDATA[tontonan]]></category>
		<category><![CDATA[unik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=2116</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam sebuah rapat, atasan penulis bercerita bahwa dirinya harus menggunakan aplikasi lain agar bisa mendengarkan musik dangdut. Alasannya, banyak yang menertawakan jika ia mendengarkan lagu dangdut menggunakan aplikasi Spotify. Sama halnya dengan penulis yang selera musiknya bisa dibilang berbeda dari orang-orang kebanyakan. Penulis menyukai berbagai genre, mulai lagu rock yang keras seperti Linkin Park hingga musik instrumental yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/menghargai-perbedaan-dari-yang-terkecil/">Menghargai Perbedaan dari yang Terkecil</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam sebuah rapat, atasan penulis bercerita bahwa dirinya harus menggunakan aplikasi lain agar bisa mendengarkan musik dangdut. Alasannya, banyak yang menertawakan jika ia mendengarkan lagu dangdut menggunakan aplikasi Spotify.</p>
<p>Sama halnya dengan penulis yang selera musiknya bisa dibilang berbeda dari orang-orang kebanyakan. Penulis menyukai berbagai genre, mulai lagu <em>rock </em>yang keras seperti <a href="http://whathefan.com/musikfilm/saya-dan-linkin-park-tentang-kematian-chester-dan-perjumpaan-saya-dengan-linkin-park/">Linkin Park</a> hingga musik instrumental yang berasal dari <em>soundtrack </em>anime.</p>
<p><div id="attachment_2126" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2126" class="size-large wp-image-2126" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/02/chester-bennington-linkin-park-Spur-Magazine-1024x576.jpg" alt="" width="800" height="450" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/02/chester-bennington-linkin-park-Spur-Magazine-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/02/chester-bennington-linkin-park-Spur-Magazine-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/02/chester-bennington-linkin-park-Spur-Magazine-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/02/chester-bennington-linkin-park-Spur-Magazine.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2126" class="wp-caption-text">Vokalis Linkin Park (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=images&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwjz-dmFwqLgAhXaEHIKHWPKC3wQjB16BAgBEAQ&amp;url=https%3A%2F%2Fspur.innovware.net%2Fnews%2Fchester-bennington-linkin-park-lead-singer-dead%2F&amp;psig=AOvVaw3YvNr8e55cebZpcBS8_nNj&amp;ust=1549384704003408" target="_blank" rel="noopener" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjz-dmFwqLgAhXaEHIKHWPKC3wQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Spur Magazine &#8211; Innovware</span></a>)</p></div></p>
<p>Dengan perbedaan ini, penulis merasa lagu yang penulis dengarkan tidak akan bisa dinikmati oleh kebanyakan orang. Apalagi, kalau kebetulan penulis mendengarkan lagu yang kata kolega seperti &#8220;suara cewek kejepit&#8221;.</p>
<p>Oleh karena itu, penulis lebih sering mendengarkan sendiri lagu-lagu penulis dan tidak menyetelnya melalui <em>speaker </em>bersama. Tidak masalah, yang minoritas harus mendahulukan kepentingan mayoritas.</p>
<p>Begitu pula dengan selera tontonan. Ada sebuah <em>stereotype</em> bahwa anime adalah serial untuk anak-anak. Padahal, anime juga memiliki <em>genre</em> dan segmen sendiri-sendiri, sama seperti drama Korea maupun serial yang ada di Netflix.</p>
<p>Setiap individu memiliki selera masing-masing, dan sudah seharusnya dari hal sekecil itu kita bisa belajar tentang menghargai perbedaan.</p>
<h3>Menghargai Perbedaan dari yang Terkecil</h3>
<p>Mengetahui fakta ini, penulis hanya bisa tersenyum, mungkin dengan sedikit prihatin. Mengapa? Karena merasa bahwa untuk menghargai perbedaan sekecil selera musik saja tidak bisa, bagaimana menghargai perbedaan yang lebih besar?</p>
<p>Penulis tidak heran jika masyarakat kita sangat mudah sekali tersulut untuk bertikai hanya karena perbedaan pendapat. Jangankan memilih presiden, bahkan bisa jadi untuk tingkat ketua RW saja bisa ribut.</p>
<p>Vokalis dari band <strong>Nirvana, Kurt Cobain<em>, </em></strong>mempunyai sebuah <em>quote </em>yang mungkin cocok dengan topik tulisan kali ini:</p>
<blockquote><p>They laugh at me because I&#8217;m different; I laugh at them because they&#8217;re all the same</p></blockquote>
<p>Menurut penulis, seharusnya kita tidak perlu saling menertawakan seperti yang dikatakan oleh Cobain. Yang suka dengan hal yang sedang populer, ya tak usah menertawakan yang ingin berbeda. Yang ingin berbeda, juga tak perlu merasa lebih tinggi derajatnya dari orang kebanyakan.</p>
<p>Yang namanya <a href="http://whathefan.com/karakter/budaya-menghargai-di-indonesia/">menghargai</a>, bagi penulis artinya berusaha memahami perbedaan orang lain. Selama tidak melanggar norma dan agama, tidak ada yang salahnya menyukai sesuatu atau memiliki selera yang unik. Tidak ada yang salah menjadi berbeda dari orang kebanyakan, dengan syarat yang telah disebutkan di atas.</p>
<p><div id="attachment_2125" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2125" class="size-large wp-image-2125" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/02/friends-lying-at-home-and-listening-music-together_v1gbucb1u__F0000-1024x576.png" alt="" width="800" height="450" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/02/friends-lying-at-home-and-listening-music-together_v1gbucb1u__F0000-1024x576.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/02/friends-lying-at-home-and-listening-music-together_v1gbucb1u__F0000-300x169.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/02/friends-lying-at-home-and-listening-music-together_v1gbucb1u__F0000-768x432.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/02/friends-lying-at-home-and-listening-music-together_v1gbucb1u__F0000.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2125" class="wp-caption-text">Menghargai Perbedaan Selera (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.videoblocks.com/video/friends-lying-at-home-and-listening-music-together-qms1cqz" target="_blank" rel="noopener" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiO5Zvgw6LgAhUCWX0KHYn7DIQQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Video Blocks</span></a>)</p></div></p>
<p>Dengan menanamkan sikap saling menghargai terhadap sesama, penulis yakin hidup kita akan lebih tenang karena tak perlu repot-repot <em>julid </em>ke orang lain. Cara menanam sikap tersebut ya dimulai dari hal terkecil, seperti selera musik dan tontonan.</p>
<p>Penulis bisa bilang seperti ini karena pernah <em>julid </em>di masa lalu. Dulu bilang &#8220;<a href="http://whathefan.com/musikfilm/%EB%A6%AC%EC%8C%8D-%ED%9E%99%ED%95%A9-%EB%93%80%EC%98%A4-%EC%BD%94%EB%A6%AC%EC%95%84/">Korea</a> apa bagusnya sih?&#8221;, eh ternyata pernah suka sama SNSD dan Super Junior. Dulu <em>nyinyir </em>&#8220;<a href="http://whathefan.com/category/animekomik/">anime</a> apa bagusnya sih?&#8221;, eh sekarang punya koleksi puluhan anime di laptopnya.</p>
<p>Oleh karena dua pengalaman itu, penulis menjadi sadar bahwa sudah seharusnya kita menghargai selera orang lain tanpa perlu memberikan justifikasi yang tidak bermanfaat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 4 Februari 2019, terinspirasi dari sebuah rapat siang yang membahas <em>partnership </em>dengan salah satu pengembang aplikasi musik</p>
<p>Foto: <a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="http://www.fanpop.com/clubs/anime-music/images/37535480/title/k-on-just-joined-here-photo" target="_blank" rel="noopener" data-noload="" data-ved="2ahUKEwit6J27xKLgAhXaTn0KHXJ1DEoQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Fanpop</span></a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/menghargai-perbedaan-dari-yang-terkecil/">Menghargai Perbedaan dari yang Terkecil</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/menghargai-perbedaan-dari-yang-terkecil/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
