Mengenal Depresi Pada Loving the Wounded Soul

Karena sering dianggap mudah depresi oleh teman kantor, penulis memutuskan untuk mempelajari apa itu depresi. Oleh karena itu, penulis memutuskan untuk membeli buku berjudul Loving the Wounded Soul karya Regis Machdy.

Penulis mengetahui buku ini akan rilis ketika muncul di linimasa Instagram. Maklum, penulis memang mengikuti banyak penerbit untuk mengetahui buku-buku terbaru apa saja yang akan terbit.

Apa Isi Buku Ini?

Sebenarnya, dulu penulis kurang peduli dengan kesehatan mental. Penulis merasa baik-baik saja. Lagipula, mungkin penulis saja yang terlalu mendramatisir hidup dan mencari perhatian.

Akan tetapi, akhir-akhir ini penulis sering merasa gelisah tanpa sebab dan kesulitan untuk tidur hampir tiap malam. Rasanya seperti dilanda kesedihan, tapi berlangsung sangat lama. Maka dari itu, penulis memutuskan untuk membaca buku ini.

Subjudul dari buku ini adalah Alasan dan Tujuan Depresi Hadir di Hidup Manusia. Jadi, bisa ditebak buku ini akan membahas tentang depresi dan mengapa bisa hadir di kehidupan kita.

Buku ini terbagi menjadi enam bagian dengan masing-masing memiliki subbagian. Bagian pertama dari buku ini adalah penjelasan umum tentang apa itu kesehatan mental dan depresi.

Bagian yang kedua, dan mungkin yang terpenting, adalah ciri-ciri dari depresi. Bagian ini mungkin sedikit berbahaya karena pembacanya bisa langsung menyimpulkan dirinya depresi ketika membacanya. Padahal, hal tersebut perlu dikonsultasikan kepada psikolog.

Contohnya adalah penulis sendiri. Ketika membaca bagian ini, entah mengapa semua ciri-cirinya melekat pada penulis. Penulis jadi menyimpulkan bahwa dirinya memang depresi, meskipun mungkin masih tahap yang ringan.

Depresi bisa menyerang siapa saja, seperti yang tertulis pada bagian tiga. Akan ada beberapa studi kasus dan data terkait depresi yang melanda manusia.

Bagian empat, lima, dan enam menjabarkan tentang faktor-faktor yang bisa memicu depresi, mulai faktor internal (biologis) hingga eksternal (lingkungan).

Lah, enggak ada solusinya? Di sini, Regis selalu menyisipkan solusi mengatasi depresi di tiap subbagiannya. Jadi, tidak ada bagian atau bab khusus yang membahas hal tersebut.

Pendapat Penulis Tentang Buku Ini

Bagi penulis, ciri buku yang bagus adalah membutuhkan waktu yang sebentar untuk menamatkannya. Buku ini menjadi salah satunya. Jika ditotal, penulis hanya butuh waktu lima jam dalam rentang waktu dua hari.

Buku ini ditulis oleh Regis berdasarkan pengalamannya sendiri yang juga kerap mengalami depresi berat. Apalagi, ia mengambil studi di bidang psikologi, sehingga ia benar-benar paham apa yang ia tulis.

Meskipun banyak istilah medis, kita tidak perlu khawatir akan kebingungan karena selalu ada penjelasan dari istilah-istilah tersebut. Penulis jamin, buku ini mudah dicerna oleh siapapun.

Fakta menarik yang hendak disampaikan oleh buku ini adalah bagaimana pandangan orang Indonesia melihat penyakit mental seperti depresi. Ada yang menyepelekan, ada yang menganggapnya aib, dan lain sebagainya.

Padahal, penyakit mental sama bahayanya dengan penyakit fisik. Kita tidak boleh sembarangan menganggap orang lain lebay karena merasa dirinya depresi.

Seharusnya, kita harus bisa menolongnya dengan mendengarkannya dan membuat mereka tidak merasa sendirian. Tidak ada orang yang ingin depresi, keadaan dan berbagai faktor lain lah yang memunculkan depresi tersebut.

Jika pembaca merasa kesehatan mentalnya kurang baik, penulis sangat merekomendasikan buku yang satu ini. Kita akan dibuat memahami depresi dan diberikan cara-cara untuk mengatasinya. Setidaknya, kita akan merasa bahwa bukan cuma kita yang pernah merasa depresi.

 

Nilainya: 4.5/5.0

 

 

Kebayoran Lama, 12 Oktober 2019, terinspirasi setelah membaca buku Loving the Wounded Soul karya Regis Machdy