<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Max Verstappen Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/max-verstappen/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/max-verstappen/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Dec 2025 15:45:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Max Verstappen Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/max-verstappen/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Lando Norris Memang Layak untuk Menjadi Juara Dunia 2025</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/lando-norris-memang-layak-untuk-menjadi-juara-dunia-2025/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/lando-norris-memang-layak-untuk-menjadi-juara-dunia-2025/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 15:38:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[F1]]></category>
		<category><![CDATA[Formula 1]]></category>
		<category><![CDATA[Lando Norris]]></category>
		<category><![CDATA[Max Verstappen]]></category>
		<category><![CDATA[McLaren]]></category>
		<category><![CDATA[Oscar Piastri]]></category>
		<category><![CDATA[Redbull]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8462</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika baru dimulai, banyak yang merasa kalau musim Formula 1 (F1) 2025 akan terasa membosankan. Dominasi McLaren dari akhir 2024 berhasil dipertahankan, sehingga siapa yang akan menjadi juara sudah bisa ditebak. Apalagi, musim ini akan menjadi musim terakhir sebelum tahun depan akan berganti regulasi yang benar-benar baru. Belum ada yang bisa menebak siapa yang akan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/lando-norris-memang-layak-untuk-menjadi-juara-dunia-2025/">Lando Norris Memang Layak untuk Menjadi Juara Dunia 2025</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ketika baru dimulai, banyak yang merasa kalau musim Formula 1 (F1) 2025 akan terasa membosankan. Dominasi McLaren dari akhir 2024 berhasil dipertahankan, sehingga siapa yang akan menjadi juara sudah bisa ditebak.</p>



<p>Apalagi, musim ini akan menjadi musim terakhir sebelum tahun depan akan berganti regulasi yang benar-benar baru. Belum ada yang bisa menebak siapa yang akan dominan di musim depan, apalagi dengan jumlah tim yang bertambah menjadi 11.</p>



<p>Namun, siapa sangka kalau ternyata musim ini masih bisa terasa seru bahkan hingga balapan terakhir di Abu Dhabi. Memang, prediksi banyak orang terbukti dengan <strong>McLaren </strong>dan L<strong>ando Norris</strong> berhasil menjadi juara. Namun, perjalanan menuju juara tak semulus yang terlihat.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/rawpixel-1065670-unsplash-300x200.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/rawpixel-1065670-unsplash-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/rawpixel-1065670-unsplash-768x513.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/rawpixel-1065670-unsplash-1024x684.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/rawpixel-1065670-unsplash-356x238.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/rawpixel-1065670-unsplash.jpg 1050w " alt="Uang Saya Lari Ke Mana Ya?" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/uang-saya-lari-ke-mana-ya/">Uang Saya Lari Ke Mana Ya?</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Dominasi McLaren Sejak Awal Musim</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Siapa-yang-Menyangka-Kalau-F1-Musim-2025-akan-Seseru-Ini-a-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8464" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Siapa-yang-Menyangka-Kalau-F1-Musim-2025-akan-Seseru-Ini-a-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Siapa-yang-Menyangka-Kalau-F1-Musim-2025-akan-Seseru-Ini-a-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Siapa-yang-Menyangka-Kalau-F1-Musim-2025-akan-Seseru-Ini-a-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Siapa-yang-Menyangka-Kalau-F1-Musim-2025-akan-Seseru-Ini-a.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Verstappen vs McLaren (via <a href="https://www.planetf1.com/news/mclaren-warn-full-consequences-awaiting-red-bull-in-f1-2025-season">Planet F1</a>)</figcaption></figure>



<p>Sejak awal musim, kita bisa melihat kalau <strong>McLaren </strong>tampaknya akan berhasil mempertahankan gelar juara konstruktornya. Dari pra-musim di Bahrain saja, <em>pace </em>mereka sudah terlihat sangat kencang hingga banyak yang menyebut mereka menggunakan mesin roket. Tinggal melihat, siapakah di antara <strong>Lando Norris</strong> dan <a href="https://whathefan.com/olahraga/rasanya-oscar-piastri-suatu-saat-akan-jadi-juara-dunia/"><strong>Oscar Piastri</strong></a> yang akan menjadi juara.</p>



<p>Di sisi lain, <strong>Max Verstappen</strong> bersama <strong>Red Bull </strong>terlihat cukup kesulitan mengimbangi performa duo Mclaren. Julukan &#8220;mobil traktor&#8221; pun sampai muncul. Bahkan, Liam Lawson yang menjadi pengganti Sergio Perez hanya bertahan dua balapan sebelum turun ke Racing Bulls dan digantikan oleh Yuki Tsunoda.</p>



<p>Buruknya performa Red Bull juga diperparah dengan masalah internal tim. Seperti yang kita tahu, di pertengahan musim, <strong>Christian Horner </strong>selaku Team Principal Red Bull selama 20 tahun terakhir didepak pada tanggal 9 Juli 2025 dan digantikan oleh <strong>Laurent Mekies</strong>.</p>



<p>Sementara itu, tim-tim lain juga tampak biasa saja. Mercedes harus kehilangan <a href="https://whathefan.com/olahraga/lewis-hamilton-buktikan-bahwa-dirinya-belum-habis/">Lewis Hamilton</a> yang hijrah ke Ferrari dan mendebutkan Kimi Antonelli . <a href="https://whathefan.com/olahraga/akhirnya-charles-lelcrec-berhasil-pecahkan-kutukan-monaco/">Ferrari ya begitu-begitu saja</a>, susah untuk diharapkan, walau sudah kedatangan juara dunia tujuh kali.</p>



<p>Pada balapan pertama di Australia, Norris berhasil mengunci kemenangan. Verstappen secara mengejutkan berhasil mengunci posisi kedua, sedangkan Piastri harus kehilangan banyak posisi akibat kesalahan yang ia lakukan.</p>



<p>Walau begitu, Piastri berhasil bangkit dengan meraih kemenangan di China. Bahkan, setelah kemenangan Verstappen di Jepang, ia berhasil mencetak <strong>tiga kemenangan beruntun</strong> di Bahrain, Arab Saudi, dan Miami. Ia pun berhasil mengudeta Norris di puncak klasemen dan berhasil bertahan selama beberapa bulan.</p>



<p>Setelah itu, praktis Norris dan Piastri bergantian menang hingga Belanda, dengan George Russel berhasil mencuri satu kemenangan di Kanada. Norris berhasil menang di Monaco, Austria, Inggris, dan Hungaria. Sementara itu, Piastri menambah kemenangan di Spanyol, Belgia, dan Belanda.</p>



<p>Bagaimana dengan Verstappen? Bisa dibilang ini adalah fase tersuramnya di musim 2025. Setelah kemenangan di Italia, ia hanya <strong>dua kali naik ke podium</strong>, yakni di Kanada dan Belanda. Keduanya sama-sama juara dua, tidak ada satu pun kemenangan yang ia raih.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Comeback Epik Verstappen dan Menurunnya Performa Piastri</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Lando-Norris-Memang-Layak-untuk-Menjadi-Juara-Dunia-2025-a-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8465" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Lando-Norris-Memang-Layak-untuk-Menjadi-Juara-Dunia-2025-a-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Lando-Norris-Memang-Layak-untuk-Menjadi-Juara-Dunia-2025-a-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Lando-Norris-Memang-Layak-untuk-Menjadi-Juara-Dunia-2025-a-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Lando-Norris-Memang-Layak-untuk-Menjadi-Juara-Dunia-2025-a.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Verstappen dan Piastri (via <a href="https://www.formula1.com/en/latest/article/thats-what-you-need-to-fight-for-a-championship-verstappen-praises-piastris.MxUBnI2vfkN8IJH8YBncI">F1</a>)</figcaption></figure>



<p>Dipecatnya Horner terbukti ampuh dalam memperbaiki performa tim. Di bawah arah Mekies, perlahan Verstappen dan Red Bull kembali menunjukkan raihan impresif. Sejak di Belanda, ia <strong><a href="https://whathefan.com/olahraga/siapa-bisa-hentikan-verstappen-dan-red-bull/">berhasil selalu raih podium!</a></strong></p>



<p>Di pertengahan musim, ketika Piastri sedang menjadi pemuncak klasemen, jarak Verstappen mencapai<strong> 104 poin</strong>. Oleh karena itu, sebuah raihan yang luar biasa ia berhasil mengejar ketertinggalan tersebut hingga<strong> hanya dua poin saja</strong> di akhir musim!</p>



<p>Dari 10 balapan terakhir di musim ini, Verstappen juga berhasil meraih enam kemenangan. Bahkan, jumlah kemenangannya di musim ini (8) berhasil mengungguli Norris dan Piastri yang sama-sama mengoleksi 7 kemenangan.</p>



<p>Lantas, apa yang terjadi dengan Piastri? Itu menjadi banyak pertanyaan orang. Sejak juara di Belanda, <strong>Piastri gagal meraih satu pun kemenangan</strong>. Ia hanya berhasil tiga kali podium di Italia, Qatar, dan Abu Dhabi. Selebihnya, ia hanya finis di peringkat 4-5 saja.</p>



<p>Hal ini makin diperparah dengan kegagalan finisnya di Azerbaijan dan diskualifikasi di Las Vegas. Meskipun ia di paruh awal musim konsisten naik podium, menurunnya performa di musim kedua jelas menjadi alasan utama mengapa ia kehilangan gelar juara dunia.</p>



<p>Banyak yang menganggap penurunan performa Piastri disebabkan oleh adanya <strong>kecenderungan tim yang lebih memprioritaskan Norris</strong>. Ada juga yang menganggap Piastri<strong> belum memiliki mental juara</strong>, mengingat ini baru musim ketiganya di F1.</p>



<p>Walau begitu, kita harus bersyukur karena kedua pembalap tersebut telah membuat musim ini menjadi lebih seru. Sudah lama tidak ada penentuan juara hingga balapan terakhir (terakhir musim 2021, Verstappen vs Hamilton), lebih lama lagi tidak ada gelar juara yang direbutkan oleh lebih dari dua pembalap (terakhir 2010, Alonso vs Webber vs Vettel vs Hamilton).</p>



<h2 class="wp-block-heading">Konsistensi Jadi Kunci Lando Norris Juara Dunia</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Lando-Norris-Memang-Layak-untuk-Menjadi-Juara-Dunia-2025-b-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8466" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Lando-Norris-Memang-Layak-untuk-Menjadi-Juara-Dunia-2025-b-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Lando-Norris-Memang-Layak-untuk-Menjadi-Juara-Dunia-2025-b-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Lando-Norris-Memang-Layak-untuk-Menjadi-Juara-Dunia-2025-b-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Lando-Norris-Memang-Layak-untuk-Menjadi-Juara-Dunia-2025-b.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Memang Layak untuk Juara (via <a href="https://www.independent.co.uk/f1/lando-norris-f1-title-standings-2025-max-verstappen-abu-dhabi-gp-b2879700.html">The Independent</a>)</figcaption></figure>



<p>Bisa dilihat kalau Piastri bagus di paruh musim pertama, sedangkan Verstappen &#8220;ngamuk&#8221; di paruh musim kedua. Di saat saingan-saingan terdekatnya inkonsisten, Norris berhasil <strong>menunjukkan performa konsisten</strong> yang membuatnya layak menjadi juara dunia.</p>



<p>Sejatinya, Norris bukan tanpa celah di musim ini. Bahkan, ia gagal finis hingga tiga kali, yakni di Kanada karena kesalahannya, di Belanda karena masalah dengan mobilnya, dan di Las Vegas karena diskualifikasi setelah balapan.</p>



<p>Sebagai perbandingan, Piastri gagal finis dua kali di musim ini, sedangkan Verstappen hanya gagal finis di Austria. Secara matematis, harusnya Norris menjadi pembalap yang paling sering kehilangan poin. Namun, bukan hal itu yang terjadi.</p>



<p>Dari 21 balapan ketika ia berhasil finis, <strong>hanya sekali ia terlempar dari empat besar</strong>, yakni ketika di Azerbaijan ketika ia hanya finis di posisi 7. Selebihnya, ia selalu konsisten masuk minimal 4 besar, dengan rincian sebagai berikut:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Juara 1: 7 kali</li>



<li>Juara 2: 8 kali</li>



<li>Juara 3: 3 kali</li>



<li>Juara 4: 2 kali</li>
</ul>



<p>Bisa dilihat, total ia berhasil <strong>naik ke podium hingga 18 kali </strong>dari 24 balapan yang ada di musim ini. Piastri hanya 16 kali, sedangkan Verstappen berhasil naih podium 15 kali. Jangan lupa, kedua pembalap juga cukup sering terlempar dari 5 besar.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis tidak sepakat dengan argumen penggemar yang mengatakan kalau Norris tidak layak untuk menjadi juara dunia. Dengan data di atas, berhasil dibuktikan kalau <strong>Norris memang menjadi pembalap paling konsisten di tahun 2025</strong> ini.</p>



<p>Sekarang tinggal menantikan, apakah konsistensi ini berhasil ia lanjutkan di musim 2026 mendatang, di mana semua pembalap akan memulai dari nol berkat regulasi baru. Apakah ia berhasil mempertahankan nomor 1 di mobilnya, atau justru direbut oleh pembalap lain?</p>



<p><em>Enaknya jadi penonton F1 tanpa ada tim atau pembalap yang didukung ternyata seperti ini, mau mengomentari apa pun terasa ringan tanpa beban&#8230;</em></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 8 Desember 2025, terinspirasi setelah menyaksikan momen ketika Lando Norris menjadi juara dunia</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.msn.com/en-ae/sports/other/lando-norris-wins-world-title-after-finishing-third-in-abu-dhabi-gp/ar-AA1RSFXj">MSN</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/lando-norris-memang-layak-untuk-menjadi-juara-dunia-2025/">Lando Norris Memang Layak untuk Menjadi Juara Dunia 2025</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/lando-norris-memang-layak-untuk-menjadi-juara-dunia-2025/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tergelincirnya Para Rookie F1 di Balapan Debut Mereka</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/tergelincirnya-para-rookie-f1-di-balapan-debut-mereka/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/tergelincirnya-para-rookie-f1-di-balapan-debut-mereka/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2025 14:23:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Formula 1]]></category>
		<category><![CDATA[Lando Norris]]></category>
		<category><![CDATA[Max Verstappen]]></category>
		<category><![CDATA[rookie]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8220</guid>

					<description><![CDATA[<p>Formula 1 (F1) akhirnya mulai kembali, di mana Australia menjadi venue pertama seperti yang sudah sering terjadi. Menariknya, entah ingatan Penulis yang salah atau gimana, balapan di Australia tahun ini terjadi lebih awal, yakni pukul 11:00 WIB. Musim 2025 ini memang sering dianggap &#8220;nanggung&#8221; karena ini adalah musim terakhir sebelum peralihan ke musim 2026 dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/tergelincirnya-para-rookie-f1-di-balapan-debut-mereka/">Tergelincirnya Para Rookie F1 di Balapan Debut Mereka</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Formula 1 (F1) akhirnya mulai kembali, di mana Australia menjadi <em>venue </em>pertama seperti yang sudah sering terjadi. Menariknya, entah ingatan Penulis yang salah atau gimana, balapan di Australia tahun ini terjadi lebih awal, yakni pukul 11:00 WIB.</p>



<p>Musim 2025 ini memang sering dianggap &#8220;nanggung&#8221; karena ini adalah musim terakhir sebelum peralihan ke musim 2026 dengan regulasi baru. Namun, dari balapan pertama ini, rasanya musim ini cukup seru untuk dinikmati.</p>



<p>Di tengah guyuran hujan yang labil (bahkan sinar matahari sempat terlihat di tengah-tengah hujan), Lando Norris berhasil meraih kemenangan kelima sepanjang kariernya. Kemenangan ini terasa istimewa, mengingat banyaknya &#8220;drama&#8221; yang terjadi sepanjang balapan.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/setelah-membaca-a-happy-life-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/setelah-membaca-a-happy-life-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/setelah-membaca-a-happy-life-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/setelah-membaca-a-happy-life-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/setelah-membaca-a-happy-life-banner.jpg 1200w " alt="[REVIEW] Setelah Membaca A Happy Life: Sebuah Perenungan" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-a-happy-life-sebuah-perenungan/">[REVIEW] Setelah Membaca A Happy Life: Sebuah Perenungan</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Beda Nasib Para Rookie di Balapan Debut</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-1-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8229" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-1-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-1-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-1-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-1-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Kayaknya Gara-gara Nervous (<a href="https://lethbridgeherald.com/sports/national-sports/2025/03/15/rookie-isaac-hadjar-crashes-on-formation-lap-and-delays-start-of-f1-australian-gp/">The Letbridge Herald</a>)</figcaption></figure>



<p>Salah satu hal yang membuat musim 2025 terasa seru adalah banyaknya kehadiran para <em>rookie </em>baru. Meskipun beberapa sudah pernah mencicipi kursi F1, baru di musim inilah mereka hadir dengan status pembalap utama untuk satu musim penuh.</p>



<p>Daftar para pembalap <em>rookie </em>musim ini adalah:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Andrea Kimi Antonelli </strong>&#8211; Mercedes</li>



<li><strong>Jack Doohan </strong>– Alpine</li>



<li><strong>Isack Hadjar </strong>– Racing Bulls</li>



<li><strong>Liam Lawson</strong> – Red Bull</li>



<li><strong>Gabriel Bortoleto</strong> – Sauber</li>



<li><strong>Oliver Bearman</strong> – Haas</li>
</ul>



<p>Dari nama-nama di atas, ada beberapa nama yang tidak asing seperti Lawson yang menggantikan Daniel Ricciardo di tengah musim 2024 dan Bearman yang sempat menggantikan Carlos Sainz di Ferrari ketika ia harus menjalani operasi usus buntu.</p>



<p>Lantas, bagaimana debut para pembalap <em>rookie </em>di atas? Sayangnya berjalan kurang baik karena mayoritas dari mereka gagal finis! Sirkuit yang basah tampaknya memang menjadi momok yang menakutkan bagi mereka.</p>



<p>Dimulai dari Hadjar yang harus selip ketika Formation Lap. Iya, bahkan ketika balapan belum mulai, ia sudah harus tersingkir dari balapan! Hal tersebut tampaknya sangat melukainya, karena beberapa kali ia tertangkap kamera sedang menangis setelah insiden tersebut.</p>



<p>Ketika balapan akhirnya diulangi, di lap pertama Doohan juga menyusul! Menariknya, ketika Safety Car keluar, Sainz yang kini membela William juga terpelintir. Ini menunjukkan bahwa pembalap senior pun kesulitan untuk balapan di Albert Park siang tadi.</p>



<p>Menjelang balapan, ada dua nama yang menyusul, yakni Bortoleto dan Lawson, yang sama-sama tergelincir. Artinya, hanya ada dua nama <em>rookie </em>yang berhasil finis, yakni Bearman dan Antonelli. Bearman pun hanya bisa finis di peringkat terakhir (14).</p>



<p>Untuk kasus Antonelli bisa dibilang sedikit unik. Ia menjalani kualifikasi yang tidak begitu baik, sehingga harus tercecer di peringkat 16. Walaupun ia berhasil naik perlahan, tapi ia terlihat kesulitan untuk bisa sekadar menembus 10 besar.</p>



<p>Nah, entah bagaimana, ketika terjadi <em>chaos </em>yang mengakibatkan keluarnya Safety Car untuk ketiga kalinya, si Antonelli ini tiba-tiba bisa merangkak naik ke peringkat empat! Sempat terkena penalti lima detik, pada akhirnya penalti tersebut dicabut oleh FIA.</p>



<p>Tentu mendapatkan 12 poin di debut merupakan prestasi yang bisa dibanggakan oleh Antonelli, apalagi jika melihat para rekan sejawatnya yang banyak tergelincir. Namun, ini masih balapan pertama, jadi rasanya kita belum bisa nge-<em>judge </em>mereka.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Performa Super dari Lando Norris</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-2-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8234" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-2-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-2-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-2-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-2-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Layak Jadi Juara (<a href="https://www.theage.com.au/sport/motorsport/lando-norris-wins-australian-grand-prix-20250316-p5ljxl.html">The Age</a>)</figcaption></figure>



<p>Selain membicarakan para <em>rookie</em>, yang tak kalah seru adalah balapan itu sendiri. Apresiasi harus diberikan kepada Lando Norris yang, walau mengaku sering melakukan kesalahan, berhasil mempertahankan posisinya hingga akhir balapan.</p>



<p>Selama ini, Norris kerap dicap kurang tenang dan tak bisa menghadapi tekanan. Apalagi di cuaca hujan seperti tadi siang, tentu kita ingat bagaimana &#8220;tragisnya&#8221; ia ketika menolak untuk masuk pit dan akibatnya mobilnya tergelincir keluar arena.</p>



<p>Namun, ia berhasil membuktikan bahwa ia telah berkembang dan menjadi lebih dewasa. Performanya patut diacungi jempol, apalagi jika melihat <a href="https://whathefan.com/olahraga/rasanya-oscar-piastri-suatu-saat-akan-jadi-juara-dunia/">rekan setimnya Oscar Piastri</a> yang juga sempat terpeleset walaupun berhasil kembali dan finis di peringkat ke-9.</p>



<p>Sejujurnya, Penulis menjagokan Piastri untuk menang di balapan kali ini. Apalagi, ini adalah balapan kandangnya, sehingga kemenangan di sana pasti akan menjadi kado manis untuk para penggemar F1 di sana. Tak apa, masih ada musim depan, mengingat kontraknya di McLaren juga baru diperpanjang.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Hilangnya Dominasi Red Bull</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-3-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8231" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-3-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-3-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-3-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-3-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Kayaknya Bakal Jadi Penggendong Handal (<a href="https://www.total-motorsport.com/f1-max-verstappen-red-bull-admission-securing-p3-2025-australian-gp-qualifying/">Total Motorsport</a>)</figcaption></figure>



<p>Nah, di belakang Norris ada Max Verstappen sang juara bertahan. Sejak pra-musim, kita sudah mendapatkan <em>feeling </em>kalau <a href="https://whathefan.com/olahraga/siapa-bisa-hentikan-verstappen-dan-red-bull/">ia dan Red Bull tak akan segahar musim-musim sebelumnya</a>. Namun, yang namanya Verstappen, meskipun mobilnya bobrok sekalipun masih bisa minimal podium.</p>



<p>Kebobrokan mobil Red Bull bisa dilihat dari performa Lawson, yang di babak kualifikasi hanya bisa berhasil mendapatkan posisi ke-18. Bahkan, banyak <em>jokes </em>yang beredar kalau Lawson hanya <em>second account </em>dari Sergio Perez! Namun, ini kan baru balapan pertama.  </p>



<p>Banyak yang menuding kalau ini terjadi karena sejak dulu, Red Bull terlalu Verstappen-sentris. Jadi, kecuali Red Bull menemukan pembalap yang memiliki gaya balap seperti Verstappen, maka hasilnya akan selalu <em>njomplang </em>seperti ini.</p>



<p>Memang, Verstappen adalah salah satu talenta terbaik yang pernah ada di F1. Tak ada yang meragukan kemampuannya, sehingga keputusan Red Bull untuk menganakemaskannya bisa dimaklumi. Namun, jika Red Bull ingin juara konstruktor, mereka butuh dua pembalap yang mampu konsisten menyumbang poin.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Ferrari yang Masih Lawak </h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-4-1-1024x683.png" alt="" class="wp-image-8232" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-4-1-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-4-1-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-4-1-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-4-1.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Masih Jadi Korban Lawak (<a href="https://scuderiafans.com/charles-leclercs-surreal-team-radio-goes-viral-2025-f1-australian-gp/">Scuderia Fans</a>)</figcaption></figure>



<p>Selain banyaknya <em>rookie</em>, salah satu yang membuat musim 2025 menjadi menarik adalah kehadiran <a href="https://whathefan.com/olahraga/lewis-hamilton-buktikan-bahwa-dirinya-belum-habis/">Sir Lewis Hamilton</a> yang berpindah tim ke Ferrari. Tentu banyak <em>fans </em>Ferrari dan Hamilton yang ingin melihat mereka menjadi juara musim ini.</p>



<p>Namun, kenyataannya ternyata tak seindah harapan. Di balapan pertamanya saja, mereka kembali melawak. Yang paling lucu tentu saja interaksi antara <a href="https://whathefan.com/olahraga/akhirnya-charles-lelcrec-berhasil-pecahkan-kutukan-monaco/">Charles Leclerc</a> dan timnya di radio, ketika ia mengeluhkan adanya genangan air di dalam <em>cockpit</em>-nya.</p>



<p>Untuk memahami konteksnya, bisa dilihat di bawah ini:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Charles Leclerc: &#8220;Ini ada bocor nggak, ya?&#8221;</li>



<li>Engineer: &#8220;Bocor apaan?&#8221;</li>



<li>Charles: &#8220;Lah, kokpit gue penuh air, bro!&#8221;</li>



<li>Engineer: &#8220;Hmm… mungkin aja air.&#8221;</li>



<li>Charles: &#8220;Mantap. Tambahin deh yang ini ke daftar kata-kata bijak.&#8221; </li>
</ul>



<p>Kita bisa merasakan bagaimana sarkasme dilontarkan oleh Leclerc kepada timnya. Mengingat ia sudah cukup lama bersama Ferrari, tampaknya kesabarannya sudah benar-benar terlatih untk menghadapi hal lucu yang dilakukan oleh timnya.</p>



<p>Hamilton pun menjalani debutnya bersama Ferrari dengan kurang baik. Ia <em>stuck </em>di barisan tengah dan beberapa kali menyampaikan keluhan terhadap mobilnya. Bahkan di akhir balapan, ia disalip oleh Piastri dan harus puas finis di peringkat ke-10.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mari Kita Komentari Juga yang Lain</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-5-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8233" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-5-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-5-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-5-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-5-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Berpotensi Jadi Kuda Hitam (<a href="Explained: Why Kimi Antonelli's Australian GP penalty was thrown out">PlanetF1</a>)</figcaption></figure>



<p>Selain yang telah disebutkan di atas, masih ada beberapa hal yang menarik untuk dibahas. Pertama, Mercedes yang berpotensi untuk menjadi kuda hitam di musim ini. Selain debut Antonelli yang cemerlang, performa <a href="https://whathefan.com/olahraga/rezeki-gak-ke-mana-ala-george-russel-dan-mercedes/">George Russel</a> sepanjang balapan juga konsisten sehingga bisa meraih podium.</p>



<p>Sainz harus menjalani debut yang buruk bersama tim barunya setelah ia harus mengakhiri balapan lebih cepat. Untungnya, Alexander Albon berhasil meraih poin krusial dengan finis di peringkat ke-5.</p>



<p>Nasib sial harus diterima oleh Yuki Tsunoda dari Racing Bulls. Setelah berhasil menjaga posisinya di peringkat 5-6, ia harus mengakhiri balapan tanpa poin setelah <em>chaos</em> yang terjadi menjelang akhir balapan.</p>



<p>Selain itu, Nico Hulkenberg dari Kick Sauber juga perlu diapresiasi karena dengan menggunakan mobil yang katanya paling buruk di sirkuit, ia berhasil meraih 6 poin setelah finis di posisi ke-7.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Dengan hasil ini, untuk sementara McLaren berada di peringkat pertama dengan 27 poin. Mercedes berada di bawahnya dengan poin yang sama, disusul oleh Red Bull, William, Aston Martin, Kick Sauber, Ferrari, Alpine, Racing Bulls, dan Haas.</p>



<p>Minggu depan, balapan akan berlangsung di China jam 2 siang. Tentu menarik untuk melihat persaingan para <em>rookie </em>dan pembalap lainnya. Musim 2025 masih panjang, dan tampaknya <a href="https://whathefan.com/olahraga/siapa-yang-menyangkan-kalau-f1-musim-2024-akan-seseru-ini/">tidak akan menjadi musim yang membosankan</a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 16 Maret 2025, terinspirasi setelah menonton GP Australia tadi siang</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.planetf1.com/news/f1-results-2025-australian-grand-prix">PlanetF1</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/tergelincirnya-para-rookie-f1-di-balapan-debut-mereka/">Tergelincirnya Para Rookie F1 di Balapan Debut Mereka</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/tergelincirnya-para-rookie-f1-di-balapan-debut-mereka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Siapa yang Menyangka Kalau F1 Musim 2024 akan Seseru Ini?</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/siapa-yang-menyangkan-kalau-f1-musim-2024-akan-seseru-ini/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/siapa-yang-menyangkan-kalau-f1-musim-2024-akan-seseru-ini/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Oct 2024 14:42:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[F1]]></category>
		<category><![CDATA[Ferrari]]></category>
		<category><![CDATA[Formula 1]]></category>
		<category><![CDATA[juara]]></category>
		<category><![CDATA[Lando Norris]]></category>
		<category><![CDATA[Max Verstappen]]></category>
		<category><![CDATA[McLaren]]></category>
		<category><![CDATA[Red Bull]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8032</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika baru memasuki musim 2024, banyak penggemar Formula 1 (F1) yang langsung ingin lompat ke musim 2025. Alasannya, Red Bull dan Max Verstappen tampaknya akan mengulangi dominasinya seperti yang terjadi di tahun 2023. Hal tersebut dapat dimaklumi, mengingat dari 10 balapan pertama, Verstappen berhasil memenangkan tujuh di antaranya. Walau tak sedominan musim 2023, jelas hal [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/siapa-yang-menyangkan-kalau-f1-musim-2024-akan-seseru-ini/">Siapa yang Menyangka Kalau F1 Musim 2024 akan Seseru Ini?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ketika baru memasuki musim 2024, banyak penggemar Formula 1 (F1) yang langsung ingin lompat ke musim 2025. Alasannya, Red Bull dan Max Verstappen tampaknya akan <a href="https://whathefan.com/olahraga/siapa-bisa-hentikan-verstappen-dan-red-bull/">mengulangi dominasinya seperti yang terjadi di tahun 2023</a>.</p>



<p>Hal tersebut dapat dimaklumi, mengingat dari 10 balapan pertama, Verstappen berhasil memenangkan tujuh di antaranya. Walau tak sedominan musim 2023, jelas hal tersebut membuat penggemar skeptis kalau musim ini akan terasa seru.</p>



<p>Namun, semua berubah setelah GP Spanyol. Verstappen secara tiba-tiba kehilangan dominasinya dan tak pernah lagi menang balapan. Bahkan, secara bercanda banyak yang mengatakan kalau mereka merindukan lagu kebangsaan Belanda dikumandangkan!</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-300x200.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-356x237.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1.jpg 2048w " alt="Chapter 10 Perjanjian Damai" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/leon-dan-kenji-buku-1/chapter-10-perjanjian-damai/">Chapter 10 Perjanjian Damai</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Apa yang Terjadi Setelah GP Spanyol?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/musim-f1-2024-seru-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8035" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/musim-f1-2024-seru-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/musim-f1-2024-seru-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/musim-f1-2024-seru-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/musim-f1-2024-seru-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Verstappen Jadi Ugal-Ugalan (<a href="https://www.motorsportmagazine.com/articles/single-seaters/f1/verstappen-games-f1-system-again-as-norris-loses-shot-at-mexican-gp-win/">Motor Sport Magazine</a>)</figcaption></figure>



<p>Dalam 10 balapan pertama, hanya ada tiga pembalap yang berhasil mencuri kemenangan dari Verstappen. Mereka adalah Carlos Sainz (GP Australia), Lando Norris (GP Miami), dan <a href="https://whathefan.com/olahraga/akhirnya-charles-lelcrec-berhasil-pecahkan-kutukan-monaco/">Charles Leclerc</a> (GP Monaco). </p>



<p>Nah, setelah itu, ada banyak pembalap lain yang ikut meraih kemenangan. Total, musim ini sudah ada<strong> tujuh pembalap yang berhasil menjadi juara</strong>, salah satu yang terbanyak di era F1 modern. Berikut adalah daftar pemenang balapan selain Verstappen di musim ini:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Lando Norris (McLaren) &#8211; 3 | GP Miami, GP Belanda, GP Singapura</li>



<li>Charles Leclerc (Ferrari) &#8211; 3 | GP Monaco, GP Italia, GP Amerika Serikat</li>



<li>Carlos Sainz (Ferrari) &#8211; 2 | GP Australia, GP Meksiko</li>



<li><a href="https://whathefan.com/olahraga/lewis-hamilton-buktikan-bahwa-dirinya-belum-habis/">Lewis Hamilton</a> (Mercedes) &#8211; 2 | GP Inggris, GP Belgia</li>



<li><a href="https://whathefan.com/olahraga/rasanya-oscar-piastri-suatu-saat-akan-jadi-juara-dunia/">Oscar Piastri</a> (McLaren) &#8211; 2 | GP Hungaria, GP Azerbaijan</li>



<li><a href="https://whathefan.com/olahraga/rezeki-gak-ke-mana-ala-george-russel-dan-mercedes/">George Russel</a> (Mercedes) &#8211; 1 | GP Austria</li>
</ul>



<p>&#8220;Kejatuhan&#8221; Verstappen setelah awal musim ini tentu menarik untuk dipelajari. Di mata orang awam, jelas <strong>ada masalah di dalam kubu Red Bull</strong>, baik itu dari sisi teknis maupun non-teknis. Seperti yang kita tahu, banyak rumor tak sedap yang datang dari internal tim Red Bull.</p>



<p>Di sisi lain, tim-tim lain pun terus memperbaiki diri untuk bisa mengejar gelar juara. McLaren sempat konsisten menempatkan dua pembalapnya di podium, tapi belakangan justru Ferrari yang melakukannya. Mercedes sendiri cukup stagnan dan seolah mengekor di belakang mereka.</p>



<p>Dari sisi Verstappen, kita bisa melihat betapa<strong> ia mulai frustasi dengan timnya </strong>dan mulai tak kuat lagi menggendong tim jika melihat Sergio Perez yang seolah AFK sepanjang musim ini. Penampilannya yang ugal-ugalan di GP Meksiko menjadi buktinya.</p>



<p>Namun, inilah yang dirindukan oleh penggemar F1: <strong>persaingan ketat hingga akhir musim untuk menentukan siapa juaranya</strong>. Hingga empat balapan tersisa, kita belum tahu siapa saja yang bisa menjadi juara dunia, entah itu klasemen pembalap maupun konstruktor.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Posisi Perebutan Gelar Juara Saat Ini</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/musim-f1-2024-seru-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8036" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/musim-f1-2024-seru-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/musim-f1-2024-seru-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/musim-f1-2024-seru-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/musim-f1-2024-seru-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Calon Penantang Terkuat Verstappen dan Red Bull (<a href="https://www.motorsportweek.com/2024/10/28/mclaren-max-verstappen-clash-cost-lando-norris-win-shot-in-f1-mexico-gp/">Motorsport Magazine</a>)</figcaption></figure>



<p>Dengan empat balapan tersisa (GP Brazil, GP Las Vegas, GP Qatar, dan GP Abu Dhabi), tentu menarik melihat bagaimana peluang pembalap dan tim untuk bisa mengunci gelar juara di akhir musim. Seperti yang sudah disinggung, pemenang belum terlihat.</p>



<p>Mari kita mulai dari sisi pembalap. Untuk saat ini, Verstappen memang masih menduduki puncak klasemen dengan raihan <strong>362 poin</strong>. Walau lama tak menang, Verstappen merupakan salah satu pembalap paling konsisten dalam urusan mencetak poin.</p>



<p>Di belakangnya ada Norris dengan <strong>selisih 47 poin</strong>. Angka ini bisa dibilang sudah sangat tipis. Apabila Norris berhasil menang balapan di saat Verstappen gagal finis, maka gelar juara bisa ia kunci jika di balapan selanjutnya berhasil selalu finis di depan Verstappen.</p>



<p>Leclerc menyusul di belakangnya, dengan <strong>selisih 24 poin</strong> dengan Norris. Walau peluangnya masih ada, rasanya kemungkinannya sangat kecil. Begitu pula dengan kans Piastri (251 poin) dan Sainz (240 poin) yang ada di belakangnya.</p>



<p>Dari sisi tim justru terlihat lebih menarik dan tak tertebak. Red Bull yang sempat lama berada di posisi pertama <a href="https://whathefan.com/olahraga/asa-mclaren-merebut-gelar-juara-dari-red-bull/">telah digusur oleh McLaren</a>. Alasannya jelas, Verstappen seorang diri harus bertarung melawan dua pembalap McLaren yang langganan podium. </p>



<p>Saat ini, McLaren tengah nyaman berada di puncak klasemen dengan koleksi <strong>566 poin</strong>. Namun, mereka tak bisa bersantai karena Ferrari secara mengejutkan mampu menggusur Red Bull di posisi kedua. Saat ini, Ferrari hanya <strong>selisih 29 poin </strong>dengan McLaren.</p>



<p>Jika Ferrari bisa mempertahankan dominasinya seperti di dua balapan terakhir, bukan tak mungkin beberapa minggu ke depan mereka berhasil mengudeta Mclaren. Apalagi, performa Piastri justru mengalami penurunan belakangan ini.</p>



<p>Lantas, apakah peluang Red Bull telah tertutup rapat? Secara matematika, sebenarnya masih sangat mungkin karena selisih mereka dengan McLaren <strong>hanya 54 poin</strong>. Namun, mengingat Perez sangat tidak bisa diharapkan untuk menyumbang poin, rasanya akan sangat berat.</p>



<p>Prediksi Penulis, musim 2024 ini akan dimenangkan oleh <strong>Max Verstappen </strong>untuk pembalap dan <strong>McLaren</strong> untuk konstruktor. Walau secara matematis masih bisa disalip oleh yang lain, rasanya mereka masih terlalu kuat untuk digusur. Mari kita lihat hingga musim ini berakhir. </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 29 Oktober 2024, terinspirasi setelah menyaksikan betapa serunya musim F1 tahun ini</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.formula1.com/en/latest/article/i-really-wanted-this-one-sainz-overjoyed-as-he-achieves-goal-of-one-more-win.7oNZ89UCBD0hIXrla9S6P4">F1</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/siapa-yang-menyangkan-kalau-f1-musim-2024-akan-seseru-ini/">Siapa yang Menyangka Kalau F1 Musim 2024 akan Seseru Ini?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/siapa-yang-menyangkan-kalau-f1-musim-2024-akan-seseru-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rezeki Gak ke Mana Ala George Russel dan Mercedes</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/rezeki-gak-ke-mana-ala-george-russel-dan-mercedes/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/rezeki-gak-ke-mana-ala-george-russel-dan-mercedes/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Jun 2024 15:56:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[F1]]></category>
		<category><![CDATA[Formula 1]]></category>
		<category><![CDATA[George Russel]]></category>
		<category><![CDATA[Lando Norris]]></category>
		<category><![CDATA[Max Verstappen]]></category>
		<category><![CDATA[Mercedes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7572</guid>

					<description><![CDATA[<p>Awalnya mengira kalau Max Verstappen akan sunmori lagi, ternyata GP Austria yang berlangsung hari ini (30/6) berlangsung dengan seru dan penuh drama. Pasalnya, pertarungan keras antara Verstappen dengan Lando Norris berakhir antiklimaks. Verstappen masih bisa melanjutkan balapan dan finis di peringkat 5, sedangkan Norris lebih apes karena harus DNF dan gagal mendapatkan poin tambahan. Menariknya, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/rezeki-gak-ke-mana-ala-george-russel-dan-mercedes/">Rezeki Gak ke Mana Ala George Russel dan Mercedes</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Awalnya mengira kalau <a href="https://whathefan.com/olahraga/siapa-bisa-hentikan-verstappen-dan-red-bull/">Max Verstappen</a> akan sunmori lagi, ternyata GP Austria yang berlangsung hari ini (30/6) berlangsung dengan seru dan penuh drama. Pasalnya, pertarungan keras antara Verstappen dengan Lando Norris berakhir antiklimaks. </p>



<p>Verstappen masih bisa melanjutkan balapan dan finis di peringkat 5, sedangkan Norris lebih apes karena harus DNF dan gagal mendapatkan poin tambahan. Menariknya, Norris berhasil menjadi Driver of the Day meski gagal menyelesaikan balapan.</p>



<p>Lantas, siapa yang <em>full </em>senyum hari ini? Tentu saja George Russel dan Mercedes, yang seakan ketiban durian runtuh dengan insiden yang menimpa Verstappen dan Norris. Russel yang berhasil mempertahankan posisi ketiga akhirnya keluar sebagai pemenang.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/piala-dunia-memang-sering-menghadirkan-kejutan-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/piala-dunia-memang-sering-menghadirkan-kejutan-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/piala-dunia-memang-sering-menghadirkan-kejutan-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/piala-dunia-memang-sering-menghadirkan-kejutan-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/piala-dunia-memang-sering-menghadirkan-kejutan-banner.jpg 1280w " alt="Piala Dunia Memang Sering Menghadirkan Kejutan" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/olahraga/piala-dunia-memang-sering-menghadirkan-kejutan/">Piala Dunia Memang Sering Menghadirkan Kejutan</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Pertarungan Panas antara Vertappen dan Russel</h2>



<p>Selama 2/3 balapan, GP Austria sebenarnya terasa cukup membosankan. Jika ada peristiwa yang menarik, paling <a href="https://whathefan.com/olahraga/akhirnya-charles-lelcrec-berhasil-pecahkan-kutukan-monaco/">Charles Lelcrec</a> yang harus pit berkali-kali di awal balapan atau Pierre Gasly dan Esteban Ocon yang seperti biasa malah gelut sendiri meskipun satu tim.</p>



<p>Nah, pertarungan baru terlihat seru ketika Verstappen sedikit lambat ketika <em>pit </em>dan membuat jaraknya dengan Norris yang terus menempel di peringkat kedua jadi terpangkas. Apalagi, Verstappen terus <em>ngedumel </em>di radio karena merasa ada yang aneh dengan mobilnya.</p>



<p>Puncaknya pun terjadi pada lap ke-64 (7 lap sebelum finis). Norris yang berusaha menyalip bersenggolan karena Verstappen kurang memberikan ruang. Akibatnya, kedua mobil pun mengalami <em>puncture </em>walau masih sempat untuk masuk ke <em>pit</em>.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-twitter wp-block-embed-twitter"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true"><p lang="in" dir="ltr">Insiden antara Lando Norris dan Max Verstappen.<br><br>Norris late braking karena melihat celah di sisi luar. Max Verstappen harus memberikannya ruang karena posisi Norris sudah sejajar lebih dari setengah mobil. <a href="https://t.co/fOUWxUMHF4">pic.twitter.com/fOUWxUMHF4</a></p>&mdash; F1 Speed Indonesia (@f1speed_indo) <a href="https://twitter.com/f1speed_indo/status/1807420562878169114?ref_src=twsrc%5Etfw">June 30, 2024</a></blockquote><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>
</div></figure>



<p>Akibat insiden tersebut, Verstappen juga diberi hukuman penalti 10 detik yang tidak berpengaruh ke hasil akhir karena jaraknya yang cukup jauh dengan Nico Hulkenberg di peringkat-6.</p>



<p>Saat sesi wawancara, Norris meluapkan kekecewaannya dan merasa kalau dirinya sama sekali tidak bersalah pada insiden tersebut, meskipun beberapa netizen menganggap kalau ia melakukan <em>divebombing </em>terlalu agresif.</p>



<p>Lantas, bagaimana dengan Verstappen? Ia tidak secara terang-terangan menyalahkan Norris, walau juga tidak sepenuhnya merasa bertanggung jawab atas insiden tersebut. Mungkin ia sadar diri kalau insiden tersebut lebih banyak karena salahnya.</p>



<p>Meskipun insiden tersebut membuat panas hubungan <a href="https://whathefan.com/olahraga/keegoisan-seorang-max-verstappen/">Verstappen</a> dan Norris yang selama ini cukup baik, tapi bagi penggemar tentu persaingan yang sengit seperti ini sudah lama dinantikan. Akankah tensi tinggi seperti Verstappen vs Hamilton di musim 2021 akan terulang?</p>



<h2 class="wp-block-heading">George Russel dan Mercedes Full Senyum</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/rezeki-gak-ke-mana-george-russell-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7575" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/rezeki-gak-ke-mana-george-russell-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/rezeki-gak-ke-mana-george-russell-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/rezeki-gak-ke-mana-george-russell-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/rezeki-gak-ke-mana-george-russell-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Toto Wolff Full Senyum (<a href="https://twitter.com/f1speed_indo">X</a>)</figcaption></figure>



<p>Mercedes yang performanya naik turun sepanjang musim ini jelas menjadi pihak yang paling diuntungkan dengan insiden Verstappen-Norris. Russel yang sepanjang balapan berhasil mempertahankan posisinya tahu-tahu keluar sebagai juara.</p>



<p>Kejadian ini seolah membuktikan kalau sudah rezeki memang enggak akan ke mana. Untuk sekadar podium saja Mercedes sudah cukup ngos-ngosan musim ini, eh tiba-tiba dapat <em>giveaway </em>gara-gara insiden yang melibatkan dua pembalap terdepan.</p>



<p>Tentu kita tidak boleh meremehkan kemenangan yang berhasil diraih oleh Russel dan Mercedes. Bisa mempertahan posisi ke-3 tentu tidak bisa dilakukan oleh semua pembalap. Kita harus tetap memberikan apresiasi atas kemenangan tak terduga tersebut.</p>



<p>Di belakang Russel, ada Oscar Piastri yang mungkin bisa jadi pelipur lara untuk McLaren setelah DNF-nya Norris. Carlos Sainz juga berhasil naik ke podium di peringkat ketiga, yang tampaknya juga menjadi pelipur lara bagi Ferrari setelah Lelcrec tercecer di belakang.</p>



<p>Selain itu, Penulis juga perlu memberi kredit untuk Haas yang berhasil menempatkan dua pembalapnya meraih poin setelah Hulkenberg berhasil finis di peringkat 6 dengan menahan Sergio Perez dan Kevin Magnussen di peringkat 8. Semoga saja balapan selanjutnya di Inggris lebih seru dari ini!</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-twitter wp-block-embed-twitter"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true"><p lang="en" dir="ltr">OUR TOP 10 IN AUSTRIA! 👀<a href="https://twitter.com/hashtag/F1?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#F1</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/AustrianGP?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#AustrianGP</a> <a href="https://t.co/wwgeehvxB7">pic.twitter.com/wwgeehvxB7</a></p>&mdash; Formula 1 (@F1) <a href="https://twitter.com/F1/status/1807437121206071350?ref_src=twsrc%5Etfw">June 30, 2024</a></blockquote><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>
</div></figure>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 30 Juni 2024, terinpsirasi setelah menonton GP Austria hari ini</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.gbnews.com/sport/f1/george-russell-lando-norris-max-verstappen-crash-austria-grand-prix">GB News</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/rezeki-gak-ke-mana-ala-george-russel-dan-mercedes/">Rezeki Gak ke Mana Ala George Russel dan Mercedes</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/rezeki-gak-ke-mana-ala-george-russel-dan-mercedes/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Siapa Bisa Hentikan Verstappen dan Red Bull?</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/siapa-bisa-hentikan-verstappen-dan-red-bull/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/siapa-bisa-hentikan-verstappen-dan-red-bull/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Aug 2023 14:19:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[balapan]]></category>
		<category><![CDATA[dominasi]]></category>
		<category><![CDATA[F1]]></category>
		<category><![CDATA[Formula 1]]></category>
		<category><![CDATA[Max Verstappen]]></category>
		<category><![CDATA[Red Bull]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6735</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika memutuskan untuk mengikuti Formula 1 (F1) lagi, salah satu alasannya adalah karena terhentinya dominasi Lewis Hamilton bersama Mercedes di tangan Max Vertappen dan Red Bull pada tahun 2021. Apalagi, caranya pun begitu dramatis dan kontroversial. Memasuki musim 2022, Verstappen dan Red Bull seolah mempertegas kalau era dominasi Mercedes telah berakhir. Bahkan, rival terkuat mereka [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/siapa-bisa-hentikan-verstappen-dan-red-bull/">Siapa Bisa Hentikan Verstappen dan Red Bull?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ketika memutuskan <a href="https://whathefan.com/olahraga/kenapa-saya-suka-formula-1/">untuk mengikuti Formula 1 (F1)</a> lagi, salah satu alasannya adalah karena terhentinya dominasi Lewis Hamilton bersama Mercedes di tangan <a href="https://whathefan.com/olahraga/keegoisan-seorang-max-verstappen/">Max Vertappen</a> dan Red Bull pada tahun 2021. Apalagi, caranya pun begitu dramatis dan kontroversial.</p>



<p>Memasuki musim 2022, Verstappen dan Red Bull seolah mempertegas kalau era dominasi Mercedes telah berakhir. Bahkan, rival terkuat mereka beralih menjadi Ferrari, yang tampil cukup impresif di awal musim, walau ujung-ujungnya kerap membadut.</p>



<p>Nah, di musim 2023 yang sedang berlangsung sekarang, ketakutan penggemar F1 (termasuk Penulis) kembali muncul: <strong>terlalu dominannya satu pembalap yang membuat balapan menjadi membosankan</strong>. </p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/menjadi-dewasa-itu-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/menjadi-dewasa-itu-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/menjadi-dewasa-itu-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/menjadi-dewasa-itu-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/menjadi-dewasa-itu-banner-1536x864.jpg 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/menjadi-dewasa-itu-banner-2048x1151.jpg 2048w " alt="Menjadi Dewasa Itu&#8230;" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/renungan/menjadi-dewasa-itu/">Menjadi Dewasa Itu&#8230;</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Betapa Perkasanya Verstappen dan Red Bull</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="528" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/Screenshot_20230802_213033_Edge-1024x528.jpg" alt="" class="wp-image-6738" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/Screenshot_20230802_213033_Edge-1024x528.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/Screenshot_20230802_213033_Edge-300x155.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/Screenshot_20230802_213033_Edge-768x396.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/Screenshot_20230802_213033_Edge-1536x791.jpg 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/Screenshot_20230802_213033_Edge-2048x1055.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Rentetan Kemenangan Red Bull (<a href="https://www.formula1.com/en/results.html">F1</a>)</figcaption></figure>



<p>Dari statistik saja sudah sangat terlihat bagaimana dominannya Verstappen dan Red Bull di musim ini. Dari 12 balapan yang sudah digelar, semuanya dimenangkan oleh <a href="https://whathefan.com/olahraga/dietrich-mateschitsz-red-bull-dan-legasi-formula-1-yang-ditinggalkan/">Red Bull</a>. Verstappen berhasil memenangkan 10 di antaranya, sisanya dimenangkan oleh Sergio Perez.</p>



<p>Catatan ini semakin impresif karena Verstappen baru saja mencatatkan <strong>kemenangan 8 beruntun </strong>di GP Belgia kemarin. Ia hanya tertinggal 1 kemenangan lagi untuk bisa menyamai rekor <a href="https://whathefan.com/olahraga/sebastian-vettel-the-inspector-yang-dicintai-penggemar-f1/">Sebastian Vettel</a> di musim 2013.</p>



<p>Bahkan di era dominasi Hamilton, ia hanya bisa mencatatkan paling maksimal 5 kemenangan beruntun di musim 2014. <a href="https://whathefan.com/olahraga/idola-bernama-michael-schumacher/">Michael Schumacher</a>? Paling mentok mencatatkan 7 kemenangan beruntun yang berhasil ia lakukan pada musim 2004.</p>



<p>Masih ada rekor lain yang bisa dipecahkan oleh Verstappen, yakni <em>podium streak</em>. Saat ini, Verstappen telah mengantongi <strong>13 <em>podium streak</em></strong>. Ia masih tertinggal cukup jauh dari rekor Schumacher dengan 19 <em>podium streak</em>. Namun, rasanya rekor ini juga masih bisa dikejar.</p>



<p>Dari sisi Red Bull, mereka pun sedang mengejar rekor sebagai tim dengan kemenangan terbanyak di satu musim. Saat ini, rekornya masih dipegang oleh Mercedes yang meraih 19 kemenangan dari 21 balapan pada musim 2016 (setara 90,5%).</p>



<p>Saat ini, Red Bull telah<strong> memenangkan 12 balapan</strong> dari total 23 balapan di musim ini. Mengingat jumlah balapannya lebih banyak dari musim-musim sebelumnya, jelas Red Bull memiliki peluang untuk memecahkan rekor Mercedes.</p>



<p>Rekor ini tampaknya akan terpecahkan, mengingat Verstappen dan Red Bull seolah menjadi duo paling sempurna di musim ini. Red Bull memiliki mobil paling <em>powerful </em>dan <em>reliable</em>, sedangkan Verstappen sudah semakin matang dan hampir tak pernah melakukan kesalahan.</p>



<p>Mengingat F1 sekarang memberlakukan <em>engine freeze </em>hingga musim 2025, tampaknya dominasi Verstappen dan Red Bull masih akan berlanjut hingga musim selanjutnya. Barulah setelah regulasi baru, kita akan melihat persaingan yang lebih kompetitif. Semoga.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Siapa Bisa Hentikan Verstappen dan Red Bull?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/siapa-bisa-hentikan-verstappen-dan-red-bull-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6741" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/siapa-bisa-hentikan-verstappen-dan-red-bull-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/siapa-bisa-hentikan-verstappen-dan-red-bull-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/siapa-bisa-hentikan-verstappen-dan-red-bull-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/siapa-bisa-hentikan-verstappen-dan-red-bull-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Terlalu Tangguh Musim Ini (<a href="https://www.planetf1.com/news/f1-results-2023-belgian-grand-prix/">PlanetF1</a>)</figcaption></figure>



<p>Melihat performa tim lain di musim ini, tampaknya memang tidak ada tim-tim lain yang bisa menyaingi Verstappen dan Red Bull. Bahkan, Perez yang rekan setim Verstappen pun justru mengalami penurunan performa belakangan ini.</p>



<p>Kita kesampingkan tim-tim papan bawah sepertil AlphaTauri, Alfa Romeo, Haas, dan Williams. Boro-boro menyaingi Red Bull, untuk bisa lolos Q1 atau masuk ke 10 besar pun butuh perjuangan yang luar biasa.</p>



<p>Tim papan tengah seperti McLaren dan Alpine pun bisa dibilang hanya mampu membuat kejutan sesekali, seperti ketika Lando Norris berhasil naik ke podium dan Oscar Piastri berhasil menjadi <em>runner-up </em>di F1 Sprint di GP Belgia kemarin.</p>



<p>Bisa dibilang persaingan yang paling menarik untuk saat ini adalah persaingan untuk memperebutkan posisi kedua di klasemen konstruktor. Saat ini, Mercedes berada di posisi kedua, disusul Aston Martin dan Ferrari. Namun, jarak mereka tidak terlalu jauh.</p>



<p>Bagaimana dengan klasemen pembalap? Verstappen jelas sangat nyaman di posisi pertama, apalagi jaraknya dengan Perez yang ada di posisi kedua lebih dari 100 poin. Padahal, kedua pembalap menggunakan mobil yang sama.</p>



<p><a href="https://whathefan.com/olahraga/banteng-tua-menyeruduk-di-awal-musim/">Fernando Alonso yang menggila di awal musim</a> pun mulai meredup, sehingga selisih poinnya dengan Hamilton hanya tinggal 1 poin saja. Di belakang mereka secara berurutan adalah Charles Lecrec, George Russel, dan Carlos Sainz.</p>



<p>Dengan kata lain, tampaknya <strong>tidak ada tim maupun pembalap yang akan mampu menghentikan laju Verstappen dan Red Bull</strong>. Harus diakui, performa mereka musim ini benar-benar luar biasa, sehingga rasanya balapan tersisa hanya formalitas semata.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 2 Agustus 2023, terinspirasi setelah melihat superiornya Max Verstappen bersama Red Bull di musim ini</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.motorsport.com/f1/news/belgian-gp-verstappen-red-bull-win-perez/10359591/">Motorsport</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://www.formula1.com/en/results.html">F1</a></li>



<li><a href="https://www.sportingnews.com/uk/formula-1/news/driver-most-consecutive-race-wins-f1-history-record/w7a9obqldvsxigv0hr2dt8uz">Sporting News</a></li>



<li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Formula_One_constructor_records">Wikipedia</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/siapa-bisa-hentikan-verstappen-dan-red-bull/">Siapa Bisa Hentikan Verstappen dan Red Bull?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/siapa-bisa-hentikan-verstappen-dan-red-bull/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keegoisan Seorang Max Verstappen</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/keegoisan-seorang-max-verstappen/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/keegoisan-seorang-max-verstappen/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Nov 2022 14:53:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[F1]]></category>
		<category><![CDATA[Formula 1]]></category>
		<category><![CDATA[Max Verstappen]]></category>
		<category><![CDATA[Red Bull]]></category>
		<category><![CDATA[Sergio Perez]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6182</guid>

					<description><![CDATA[<p>Awal minggu ini, dunia olahraga yang Penulis ikuti menyajikan dua drama besar. Selain wawancara Cristiano yang bikin geger, ada juga Max Verstappen yang menunjukkan keegoisan yang membuatnya kini dimusuhi oleh hampir seluruh penggemar Formula 1 (F1). Tentu semua yang mengikuti F1 telah mengetahui drama apa yang telah dibuat oleh Verstappen pada GP Brazil yang berlangsung [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/keegoisan-seorang-max-verstappen/">Keegoisan Seorang Max Verstappen</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Awal minggu ini, dunia olahraga yang Penulis ikuti menyajikan dua drama besar. Selain wawancara Cristiano yang bikin geger, ada juga Max Verstappen yang menunjukkan keegoisan yang membuatnya kini dimusuhi oleh hampir seluruh <a href="https://whathefan.com/olahraga/kenapa-saya-suka-formula-1/">penggemar Formula 1 (F1)</a>.</p>



<p>Tentu semua yang mengikuti F1 telah mengetahui drama apa yang telah dibuat oleh Verstappen pada GP Brazil yang berlangsung pada hari Minggu (13/11) kemarin. Penulis akan menuliskan ringkasannya di bawah nanti.</p>



<p>Selain menjelaskan perkara drama ini, Penulis juga ingin memberikan opininya terkait bagaimana keegoisan yang Verstappen tunjukkan kemarin bisa berdampak panjang untuk karirnya di F1.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Kronologi Drama Verstappen-Perez</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/keegoisan-seorang-max-vertappen-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6184" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/keegoisan-seorang-max-vertappen-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/keegoisan-seorang-max-vertappen-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/keegoisan-seorang-max-vertappen-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/keegoisan-seorang-max-vertappen-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Verstappen dan Perez di GP Brazil (<a href="https://www.grandprix247.com/2022/11/16/brundle-giving-perez-sixth-place-wouldve-cost-verstappen-nothing/">Grand Prix 247</a>)</figcaption></figure>



<p>Pada GP Brazil kemarin, pembalap Mercedes George Russel berhasil mencatatkan kemenangan perdananya di F1 sekaligus menjadi kemenangan perdana timnya di musim ini. Sayangnya, kemenangan tersebut tertutupi oleh kisruh yang terjadi di <a href="https://whathefan.com/olahraga/dietrich-mateschitsz-red-bull-dan-legasi-formula-1-yang-ditinggalkan/">tim Red Bull</a>.</p>



<p>Singkat cerita, pada lap ke-66 Sergio Perez disuruh memberikan posisinya ke Verstappen dengan tujuan Verstappen bisa mengejar Fernando Alonso yang berada di posisi ke-5. Jika Verstappen gagal, maka ia akan mengembalikan posisi ke Perez.</p>



<p>Hingga lap ke-71, ternyata Verstappen gagal mengejar Alonso sehingga tim memintanya untuk memberikan posisinya ke Perez. Alasannya pun jelas, agar Perez bisa memiliki poin lebih banyak dari pembalap Ferrari, Charles Leclerc, di klasemen pembalap.</p>



<p>Namun, ketika mendengarkan <em>team order </em>tersebut, Verstappen seolah membisu dan tidak memberikan respons. Barulah setelah melintasi garis <em>finish</em>, ia baru berbicara dan memberi tahu apa alasannya tidak mematuhi perintah timnya tersebut.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>&#8220;I told you already last time you guys, don’t ask that again to me. Okay? Are we clear about that? I gave my reasons and I stand by it.&#8221;</p></blockquote>



<p>Perez yang mengetahui kalau Verstappen enggan memberikan posisinya demi membantu dirinya pun merasa kecewa berat. Di radio, setelah ia melintasi garis <em>finish</em>, ia dengan jelas mengutarakannya.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>&#8220;Yeah. It shows who he really is.&#8221;</p></blockquote>



<h2 class="wp-block-heading">From Hero to Zero</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/keegoisan-seorang-max-verstappen-2-1024x683.jpeg" alt="" class="wp-image-6185" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/keegoisan-seorang-max-verstappen-2-1024x683.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/keegoisan-seorang-max-verstappen-2-300x200.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/keegoisan-seorang-max-verstappen-2-768x512.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/keegoisan-seorang-max-verstappen-2.jpeg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Salah Satu Bantuan Perez ke Perez (<a href="https://wwos.nine.com.au/motorsport/f1-2021-red-bull-dirty-tricks-sergio-perez-max-verstappen-lewis-hamilton/e0677565-5969-4655-869f-737d6c0e7457">Nine</a>)</figcaption></figure>



<p>Ketika mengecek media sosial, hampir semuanya merasa geram atas keegoisan yang ditunjukkan oleh Verstappen. Bahkan, banyak yang mengaku sebagai <em>fans </em>Verstappen merasa kecewa atas sikapnya yang kekanakan tersebut.</p>



<p>Padahal ia sudah mengunci gelar juara, tetapi memberika posisi ke-6 saja enggak ke rekan satu timnya.Jika diingat-ingat ke belakang, sejatinya Perez sudah sering memberikan bantuan kepada Verstappen sehingga ia bisa meraih dua kali gelar juara dunia. </p>



<p>Verstappen berkali-kali mengatakan kalau ia punya alasan untuk melakukan hal tersebut, tetapi tidak pernah membukanya di publik. Ketika wartawan menanyakan hal ini, ia hanya memberikan jawaban yang mengambang.</p>



<p>Banyak yang menduga kalau ini ada kaitannya dengan dugaan Perez yang sengaja menabrak tembok di GP Monaco tahun ini, agar Verstappen tidak bisa mencatatkan waktu kualifikasi lebih baik lagi. </p>



<p>Sekalipun hal tersebut benar, tentu sangat aneh jika Verstappen menyimpan dendam hingga saat ini. Meskipun gagal juara di GP tersebut, ia tetap bisa menjadi juara dunia dan Perez pun beberapa kali membantunya di balapan-balapan lain.</p>



<p>Peristiwa kemarin pun berhasil mengubah Verstappen dari seorang <em>hero </em>yang berhasil mematahkan dominasi Lewis Hamilton dan Mercedes, menjadi <em>zero </em>yang dimusuhi oleh penggemar F1 karena keegoisan yang ia miliki.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apakah Ia Bisa Bertahan di F1 dengan Segala Stigma Negatif?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/keegoisan-seorang-max-verstappen-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6186" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/keegoisan-seorang-max-verstappen-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/keegoisan-seorang-max-verstappen-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/keegoisan-seorang-max-verstappen-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/keegoisan-seorang-max-verstappen-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Verstappen dan Vettel (<a href="https://www.planetf1.com/news/sebastian-vettel-supports-max-verstappen-format-change/">Planet F1</a>)</figcaption></figure>



<p>Banyak yang menyamakan drama Verstappen-Perez ini dengan drama &#8220;Multi 21&#8221; yang melibatkan <a href="https://whathefan.com/olahraga/sebastian-vettel-the-inspector-yang-dicintai-penggemar-f1/">Sebastian Vettel</a> dan Mark Webber. Bedanya, waktu itu Vettel memang belum mengunci gelar juara sehingga setiap poin memang berharga.</p>



<p>Lah ini, Verstappen tidak akan kehilangan apa-apa jika memberikan posisinya ke Perez. Kalau posisi tersebut nomor satu, mungkin masuk akal karena Verstappen ingin menambah koleksi kemenangannya. Ini cuma posisi 6, loh.</p>



<p>Akibat dari drama ini, Perez pun jadi memiliki poin yang sama dengan Leclerc (290 poin) yang kemarin berhasil meraih posisi ke-4. Agar bisa mengamankan posisi <em>runner-up </em>klasemen, Perez harus bisa <em>finish </em>di atas Leclerc di balapan terakhir di Abu Dhabi.</p>



<p>Verstappen telah memberikan pernyataan bahwa ia akan membantu Perez di Abu Dhabi nanti. Sayangnya, persepsi publik sudah terlanjut negatif ke dirinya. Meskipun ia nanti benar-benar melakukannya, tampaknya publik belum bisa memaafkan perbuatannya di GP Brazil.</p>



<p>Lantas, bagaimana dengan masa depan Verstappen di F1 setelah kejadian ini? Mengingat ia merupakan pembalap utama Red Bull, tampaknya ia akan tetap bertahan di tim tersebut. Apalagi, ia terbukti merupakan pembalap yang handal.</p>



<p>Hanya saja, bisa jadi Perez di musim depan tidak akan banyak membantu Verstappen lagi. Kalau sudah seperti itu, bukan tidak mungkin kalau Perez yang kontraknya habis di tahun 2024 tidak akan diperpanjang oleh Red Bull dan mencari <em>wingman </em>yang lebih <em>proper</em>.</p>



<p>Verstappen masih muda, egonya masih tinggi dan keras kepala. Semoga saja ke depannya ia bisa menjadi lebih dewasa. Vettel pernah melakukan kesalahan serupa dan belajar dari sana. Verstappen pun masih punya banyak ruang untuk melakukan hal yang sama.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 17 November 2022, terinspirasi setelah melihat drama yang dibuat oleh Max Verstappen bersama timnya</p>



<p>Foto: <a href="https://www.formula1.com/en/latest/article.bad-luck-has-evened-out-in-title-fight-asserts-verstappen-as-perez-says.6OVEl6EFx3aIWVA22vN6Un.html">F1</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/keegoisan-seorang-max-verstappen/">Keegoisan Seorang Max Verstappen</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/keegoisan-seorang-max-verstappen/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dietrich Mateschitsz, Red Bull, dan Legasi Formula 1 yang Ditinggalkan</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/dietrich-mateschitsz-red-bull-dan-legasi-formula-1-yang-ditinggalkan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/dietrich-mateschitsz-red-bull-dan-legasi-formula-1-yang-ditinggalkan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Oct 2022 11:48:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Dietrich Mateschitsz]]></category>
		<category><![CDATA[F1]]></category>
		<category><![CDATA[Formula 1]]></category>
		<category><![CDATA[Max Verstappen]]></category>
		<category><![CDATA[Red Bull]]></category>
		<category><![CDATA[Sebastian Vettel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6072</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pagi tadi, Penulis dikejutkan dengan sebuah berita yang menyebutkan kalau bos Red Bull, Dietrich Mateschitz, meninggal dunia dalam usia 78 tahun karena sakit. Buat yang belum tahu, ia adalah salah satu orang paling kaya di dunia dengan kekayaan bersih mencapai 25,4 miliar dolar Amerika. Dietrich (selanjutnya akan Penulis sebut Om Didi) mendirikan Red Bull GmbH [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/dietrich-mateschitsz-red-bull-dan-legasi-formula-1-yang-ditinggalkan/">Dietrich Mateschitsz, Red Bull, dan Legasi Formula 1 yang Ditinggalkan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pagi tadi, Penulis dikejutkan dengan sebuah berita yang menyebutkan kalau bos Red Bull, <strong>Dietrich Mateschitz</strong>, meninggal dunia dalam usia 78 tahun karena sakit. Buat yang belum tahu, ia adalah salah satu orang paling kaya di dunia dengan kekayaan bersih mencapai 25,4 miliar dolar Amerika.</p>



<p>Dietrich (selanjutnya akan Penulis sebut Om Didi) mendirikan <strong>Red Bull GmbH</strong> pada tahun 1984 dengan menjalin kerja sama dengan pengusaha Thailand, Chaleo Yoovidhya, yang pemilik minuman energi Kratingdaeng. Berawal dari inilah ia mulai membangun kerajaan bisnisnya, termasuk di bidang olahraga.</p>



<p>Penulis sejujurnya baru mengetahui namanya akhir-akhir ini, ketika kanal YouTube <a href="https://www.youtube.com/watch?v=oghcWfsYK-s">BoxBoxNow Indonesia membuat video tentang sejarah tim Red Bull</a> dan bagaimana peran Om Didi yang berawal dari pengusaha minuman energi menjadi pemilik salah satu tim tersukses di <a href="https://whathefan.com/olahraga/kenapa-saya-suka-formula-1/">Formula 1 (F1)</a>.</p>





<p>Untuk menenangnya, Penulis memutuskan untuk membuat sebuah tulisan singkat mengenai kontribusi Om Didi di F1 dan bagaimana ia bisa meninggalkan legasi di F1 dengan luar biasa.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Awal Mula Red Bull di F1</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Dietrich-Mateschitsz-Red-Bull-dan-Legasi-Formula-1-yang-Ditinggalkan-banner-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6073" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Dietrich-Mateschitsz-Red-Bull-dan-Legasi-Formula-1-yang-Ditinggalkan-banner-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Dietrich-Mateschitsz-Red-Bull-dan-Legasi-Formula-1-yang-Ditinggalkan-banner-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Dietrich-Mateschitsz-Red-Bull-dan-Legasi-Formula-1-yang-Ditinggalkan-banner-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Dietrich-Mateschitsz-Red-Bull-dan-Legasi-Formula-1-yang-Ditinggalkan-banner.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Mobil Red Bull Sauber yang Melekat di Ingatan Penulis (<a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Sauber_C19">Wikipedia</a>)</figcaption></figure>



<p>Semenjak mengenal F1 di awal tahun 2000-an, Penulis tidak asing dengan Red Bull. Pasalnya, mereka merupakan sponsor utama di tim Sauber yang waktu itu masih menggunakan <a href="https://whathefan.com/olahraga/kimi-raikkonen-the-iceman-yang-akan-dirindukan/">Kimi Raikkonen</a> sebagai pembalapnya. Red Bull memang punya saham di sana sekitar 60%, tapi tetap saja Om Didi tidak bisa bergerak bebas.</p>



<p>Untuk itu, Om Didi memutuskan untuk membeli tim Jaguar Racing (dulunya bernama Stewart Grand Prix) pada tahun 2004 dan mengubahnya menjadi <strong>Red Bull Racing</strong>. Tidak cukup satu, Om Didi juga memutuskan untuk membeli klub legendaris asal Italia, Minardi, pada tahun 2005 dan mengubahnya menjadi <strong>Toro Rosso</strong> (banteng merah dalam bahasa Italia).</p>



<p>Uniknya, Toro Rosso yang dimaksudkan sebagai tim untuk membina pembalap muda justru meraih podium terlebih dahulu dibandingkan seniornya. Yang berhasil meraih podium tersebut, siapa lagi kalau bukan <strong><a href="https://whathefan.com/olahraga/sebastian-vettel-the-inspector-yang-dicintai-penggemar-f1/">Sebastian Vettel</a></strong> ketika sedang berlaga di GP Italia pada tahun 2008.</p>



<p>Tidak hanya itu, Om Didi juga membeli sirkuit A-1 Ring di Austria dan mengubah namanya menjadi <strong>Red Bull Ring</strong>. Sirkuit ini pada akhirnya menjadi salah satu tuan rumah Grand Prix F1. Selain untuk balapan, sirkuit ini juga digunakan untuk membina pembalap-pembalap muda yang akan diproyeksikan untuk masuk ke tim utama.</p>



<p>Dalam periode tersebut, Penulis melihat tim Red Bull sebagai tim papan bawah, <em>mong </em>tim Jaguar memang bukan tim yang konsisten menembus papan atas. Namun, ternyata Penulis salah dan Red Bull bertransformasi menjadi tim yang sangat menjanjikan. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Dominasi Red Bull Lewat Vettel dan Verstappen</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Dietrich-Mateschitsz-Red-Bull-dan-Legasi-Formula-1-yang-Ditinggalkan-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6074" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Dietrich-Mateschitsz-Red-Bull-dan-Legasi-Formula-1-yang-Ditinggalkan-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Dietrich-Mateschitsz-Red-Bull-dan-Legasi-Formula-1-yang-Ditinggalkan-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Dietrich-Mateschitsz-Red-Bull-dan-Legasi-Formula-1-yang-Ditinggalkan-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Dietrich-Mateschitsz-Red-Bull-dan-Legasi-Formula-1-yang-Ditinggalkan-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Verstappen dan Mobil Red Bull-nya (<a href="https://thewest.com.au/sport/motorsport/max-verstappen-wins-2022-f1-world-title-c-8494337">The West Australian</a>)</figcaption></figure>



<p>Pada tahun 2009, ketika Brawn GP merajut kisah Cinderella-nya, tanpa diduga tim Red Bull yang dinahkodai <strong>Sebastian Vettel</strong> dan <strong>Mark Webber</strong> berhasil memberikan persaingan yang kuat terutama di paruh kedua musim. </p>



<p>Meskipun tidak menjadi juara, Red Bull berhasil mengunci beberapa kemenangan yang seolah menandakan kalau mereka siap menjadi tim papan atas. Mereka setidaknya mampu unggul di atas tim-tim yang selama ini menguasai F1.</p>



<p>Dominasi mereka dimulai pada musim 2010 hingga 2013, di mana Sebastian Vettel yang merupakan pembalap akademi mereka berhasil menjadi juara dunia empat kali berturut-turut, baik sebagai tim konstruktor maupun pembalap. </p>



<p>Sayangnya, dominasi mereka berhasil dipatahkan oleh Mercedes dan Lewis Hamilton, tim yang bermula dari Brawn GP. Untungnya, dominasi Mercedes berhasil dipatahkan secara dramatis oleh Red Bull melalui <strong>Max Verstappen </strong>yang berhasil menjadi juara dunia pada musim 2021. </p>



<p>Bahkan, ia berhasil mempertahankan gelarnya di musim 2022 ini di saat balapan masih menyisakan 4 <em>race </em>lagi. Mungkin, ini adalah pertanda bahwa Red Bull akan kembali mendominasi F1 (terlepas dari masalah <em>budget cap </em>yang sedang dihadapi sekarang).</p>



<p>Verstappen sendiri bergabung dengan Red Bull di tahun 2014 dan melakukan debut bersama Toro Rosso (sekarang Alpha Tauri) pada tahun berikutnya. Tak perlu lama, ia langsung promosi ke tim utama pada tahun 2016 karena talenta yang dimilikinya. </p>



<p>Tak heran jika Verstappen sampai mengatakan kalau tanpa Om Didi dirinya<strong> &#8220;<em>tidak akan berada di sini hari ini</em>&#8220;</strong>, menunjukkan betapa besarnya peran Om Didi dalam karirnya di F1.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>&#8220;Dengan sangat sedih kami mengetahui kematian Dietrich. Dia adalah pria yang luar biasa dan dia mencintai Formula Satu. Kami berutang banyak padanya sebagai sebuah tim, dan apa yang dia inginkan lebih dari segalanya adalah melihat kedua mobilnya keluar di kualifikasi hari ini. Pikiran saya bersama keluarganya,” kata kepala tim Red Bull, Christian Horner.</p></blockquote>



<p>Kiprah Om Didi di F1 tidak perlu dipertanyakan lagi, dengan berbagai prestasi yang berhasil diraih oleh Red Bull semenjak terbentuk. Tidak hanya di F1, Om Didi juga memiliki beberapa tim olahraga lain seperti tim Nascar dan banyak olahraga ekstrem. </p>



<p>Red Bull juga diketahui memiliki beberapa tim sepak bola, seperti Red Bull Salzburg, New York Red Bulls, Re Bull Brasil, Red Bull Ghana, hingga yang paling terkenal RB Leipzig yang beberapa tahun terakhir mampu bersaing di papan atas Bundesliga.</p>



<p>Banyaknya klub olahraga yang dimiliki oleh Om Didi seolah membuktikan kalau ia melakukannya bukan hanya demi uang dan bisnis semata, tetapi karena <strong>ia memang benar-benar memiliki <em>passion </em>dalam bidang olahraga</strong>. </p>



<p>Kesabarannya dalam membangun tim Red Bull Racing di F1 menjadi bukti nyata lainnya. Kemunculan Red Bull di F1 yang notabene dikuasai oleh tim-tim dengan sejarah panjang seperti Ferrari, McLaren, dan Renault, sampai hari ini masih terkesan luar biasa. </p>



<p>Bayangkan saja, merek minuman energi (meskipun mereka memang bekerja sama dengan konstruktor lain dalam membuat mesin) bisa berkompetisi dengan merek-merek yang memang terjun di bidang otomotif. </p>



<p>Meninggalnya Om Didi tentu menyedihkan, terutama bagi keluarga besar Red Bull. Namun, legasi yang ia tinggalkan akan masih terus berjalan hingga bertahun-tahun yang akan datang. Apalagi, Red Bull dan Verstappen tampaknya akan mendominasi F1 untuk musim-musim berikutnya.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 23 Oktober 2022, terinpsirasi setelah mendengar berita kematian Dietrich Mateschitsz</p>



<p>Foto: <a href="https://www.formula1.com/en/latest/article.breaking-red-bull-founder-dietrich-mateschitz-passes-away-aged-78.8IH4SaZBqwwfCZWYe3XwJ.html">F1</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=oghcWfsYK-s">Red Bull F1: Sebuah Epitome [SUPERCUT] &#8211; YouTube</a></li><li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Red_Bull_Racing">Red Bull Racing &#8211; Wikipedia</a></li><li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Dietrich_Mateschitz">Dietrich Mateschitz &#8211; Wikipedia</a></li><li><a href="https://www.theguardian.com/sport/2022/oct/22/red-bull-co-owner-dietrich-mateschitz-dies-aged-78-after-long-term-illness">Red Bull co-owner Dietrich Mateschitz dies, aged 78, after long-term illness | Red Bull | The Guardian</a></li><li><a href="https://www.japantimes.co.jp/news/2022/10/23/business/dietrich-mateschitz-red-bull-owner-dies/">Dietrich Mateschitz, marketing pioneer of Red Bull, dies at 78 | The Japan Times</a></li><li><a href="https://www.crash.net/f1/news/1015344/1/verstappen-pays-tribute-mateschitz-without-him-i-wouldn-t-be-here-today">Max Verstappen pays tribute to Dietrich Mateschitz: “Without him I wouldn’t be here today” | F1 | News (crash.net)</a></li></ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/dietrich-mateschitsz-red-bull-dan-legasi-formula-1-yang-ditinggalkan/">Dietrich Mateschitsz, Red Bull, dan Legasi Formula 1 yang Ditinggalkan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/dietrich-mateschitsz-red-bull-dan-legasi-formula-1-yang-ditinggalkan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenapa Saya Suka Formula 1?</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/kenapa-saya-suka-formula-1/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/kenapa-saya-suka-formula-1/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2022 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[F1]]></category>
		<category><![CDATA[Ferrari]]></category>
		<category><![CDATA[Formula 1]]></category>
		<category><![CDATA[Kimi Raikkonen]]></category>
		<category><![CDATA[Lewis Hamilton]]></category>
		<category><![CDATA[Max Verstappen]]></category>
		<category><![CDATA[Mercedes]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Schumacher]]></category>
		<category><![CDATA[Red Bull]]></category>
		<category><![CDATA[Sebastian Vettel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5989</guid>

					<description><![CDATA[<p>Max Verstappen berhasil mengukuhkan dirinya sebagai juara dunia Formula 1 (F1) back-to-back setelah kemenangan yang ia raih di GP Suzuka, balapan yang bisa dibilang cukup membingungkan penonton, panitia, bahkan pembalapnya sendiri. Terlepas dari itu, performa Verstappen musim ini memang cukup luar biasa. Rasanya semua penonton F1 sepakat kalau ia memang layak untuk menyandang gelar tersebut, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/kenapa-saya-suka-formula-1/">Kenapa Saya Suka Formula 1?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Max Verstappen </strong>berhasil mengukuhkan dirinya sebagai juara dunia Formula 1 (F1) <em>back-to-back </em>setelah kemenangan yang ia raih di GP Suzuka, balapan yang bisa dibilang cukup membingungkan penonton, panitia, bahkan pembalapnya sendiri.</p>



<p>Terlepas dari itu, performa Verstappen musim ini memang cukup luar biasa. Rasanya semua penonton F1 sepakat kalau ia memang layak untuk menyandang gelar tersebut, bahkan memprediksi kalau Verstappen dan Red Bull akan mendominasi F1 beberapa tahun ke depan.</p>



<p>Nah, Penulis jadi ingin sedikit berbagai mengenai bagaimana dirinya bisa menjadi penggemar F1, olahraga yang notabene tidak terlalu populer di Indonesia dan kalah pamor dari Moto GP yang lebih digandrungi oleh masyarakat kebanyakan.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Awal Mula Suka F1 dan Michael Schumacher</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-1-1024x683.jpeg" alt="" class="wp-image-5991" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-1-1024x683.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-1-300x200.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-1-768x512.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-1.jpeg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Idola Pertama di F1 (<a href="https://www.foxsports.com.au/motorsport/formula-one/f1-lewis-hamiltons-dominance-exceeding-michael-schumachers-peak-period-at-ferrari/news-story/5a68e76bd182d4da9d3cdf74d1e8203a">Fox Sports</a>)</figcaption></figure>



<p>Pada tulisan &#8220;<em><a href="https://whathefan.com/olahraga/idola-bernama-michael-schumacher/">Idola Bernama Michael Schumacher</a></em>&#8220;, Penulis sudah pernah membahas sedikit mengenai awal mula bisa jatuh cinta dengan F1. Salah satu alasan utamanya adalah di rumah ada beberapa majalah yang membahas tentang F1 (yang sayangnya sudah hilang).</p>



<p>Dari sana, Penulis jadi mengetah beberapa hal tentang F1, termasuk tentang sosok <strong>Michael Schumacher</strong> dan <strong>Ferrari </strong>yang begitu mendominasi di awal tahun 2000-an. Penulis yang punya kebiasaan &#8220;memilih yang terbaik&#8221; pun menjadikannya sebagai idola.</p>



<p>Bahkan, Penulis lebih tahu dulu F1 daripada sepak bola. Ketika kelas 2 SD, teman-teman  Penulis saling menyebutkan nama klub bola favoritnya. Penulis dengan polosnya menyebut nama Schumacher, hanya karena pernah melihatnya bermain sepak bola di laga amal. </p>



<p>Sebagai pendukung Schumi, nama panggilan Schumacher, tentu Penulis merasa senang karena ia berhasil menang terus. Bagi penggemar lain, mungkin F1 akan menjadi begitu membosankan karena adanya satu sosok yang terlalu dominan. (NB: Ini yang Penulis rasakan ketika melihat dominasi Hamilton di kemudian hari)</p>



<p>Lantas, dominasi tersebut dipatahkan oleh <strong>Fernando Alonso</strong> bersama <strong>Renault</strong> di tahun 2005-2006. Tentu saja Penulis merasa sedih karena idolanya tidak juara, apalagi Schumacher memutuskan untuk pensiun di akhir musim 2006 karena masalah politik di Ferrari.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Siapa Idola Pengganti Schumacher?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5992" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Raikkonen Pengganti Schumacher (<a href="https://www.motorsport.com/f1/news/kimi-raikkonen-retires-2007-title-ferrari/6658500/">Motorsport.com</a>)</figcaption></figure>



<p>Karena tidak ada Schumacher, tentu Penulis harus menemukan idola baru untuk didukung. Pilihan tersebut jatuh ke <strong><a href="https://whathefan.com/olahraga/kimi-raikkonen-the-iceman-yang-akan-dirindukan/">Kimi Raikkonen</a></strong>, yang kebetulan juga merupakan pengganti Schumacher di Ferrari.</p>



<p>Penulis tentu merasa bahagia ketika ia berhasil menjadi juara dunia di tahun 2007. Bayangkan, berhasil menjadi juara di musim debutnya bersama Ferrari. Lebih serunya lagi, ia berhasil menjadi juara hanya dengan jarak 1 poin dari <em>rookie </em><strong>Mclaren</strong>, <strong>Lewis Hamilton</strong>.</p>



<p>Sayangnya, Raikkonen tidak bertahan lama di Ferrari. Setelah musim 2008, kontraknya diputus karena Ferrari ingin merekrut Fernando Alonso. Nah, Alonso kan mantan rival Schumacher, jadi susah untuk Penulis memilihnya sebagai pengganti idola.</p>



<p>Di tahun 2009, ada tim  baru yang berhasil mencuri perhatian: <strong>Brawn GP</strong>. Berasal dari tim Honda yang akan segera meninggalkan F1, siapa yang sangka kalau tim tersebut bisa meraih gelar juara lewat <strong>Jenson Button</strong>. </p>



<p>Penulis tidak lantas menjadi penggemar Button, hanya saja Penulis mendukung tim ini untuk bisa menjadi jaura dunia. Hanya saja, Brawn GP juga tidak bertahan lama karena keburu dibeli oleh <strong>Mercedes</strong>, yang kelak akan mendominasi F1. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Masa-Masa Meninggalkan F1</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5993" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Dominasi Hamilton Bikin Jenuh (<a href="https://racingnews365.com/mercedes-offers-clear-hint-that-hamilton-will-race-in-2022">RacingNews365</a>)</figcaption></figure>



<p>Tahun 2009, semua mata tertuju pada Brawn GP. Padahal, ada satu tim baru yang juga cukup mencuri perhatian: <strong>Red Bull</strong>. Bagaimana bisa merek minuman energi bisa memiliki mobil F1 yang kompetitif? (Ini akan Penulis bahas khusus nanti)</p>



<p>Salah satu alasannya adalah mereka memiliki pembalap handal, <strong><a href="https://whathefan.com/olahraga/sebastian-vettel-the-inspector-yang-dicintai-penggemar-f1/">Sebastian Vettel</a></strong>. Penulis pun menjagokan Vettel bersama Red Bull. Ternyata, pilihan Penulis tidak salah karena kombo Vettel-Red Bull berhasil membuahkan juara dunia empat kali berturut-turut (2010-2013).</p>



<p>Selain itu, Schumacher secara mengejutkan juga melakukan <em>comeback </em>dan bergabung dengan Mercedes untuk balapan selama 3 musim. Raikkonen juga <em>comeback </em>untuk bergabung dengan Lotus pada tahun 2012. </p>



<p>Sayangnya, ketika mulai kuliah (sekitar tahun 2012), entah mengapa Penulis mulai meninggalkan F1. Apalagi, setelah Vettel juara di tahun 2013, Hamilton bersama Mercedes (sempat terselip nama <strong>Nico Rosberg</strong>) begitu mendominasi F1 di era <em>hybrid</em>.</p>



<p>Jadi, kemungkinan besar Penulis berhenti mengikuti F1 adalah karena tidak adanya lagi sosok idola dan dominasi Hamilton yang membuat F1 terasa membosankan. Barulah di (akhir) musim 2021, gairah Penulis untuk kembali mengikuti F1 muncul.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kembali Mengikuti F1</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5994" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-4.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Verstappen Bakal Mendominasi F1 di Masa-Masa yang akan Datang? (<a href="https://www.si.com/formula1/2022/10/09/verstappen-crowned-f1-world-champion-after-wet-confusing-japanese-grand-prix">Sports Illustrated</a>)</figcaption></figure>



<p>Salah satu alasan mengapa Penulis tertarik untuk kembali mengikuti F1 adalah karena ada sosok yang terlihat bisa merusak dominasi Hamilton: <strong>Max Verstappen </strong>dari<strong> Red Bull</strong>. Bahkan, poin keduanya berada di angka yang sama hingga GP terakhir di Abu Dhabi.</p>



<p>Penulis yang tidak mengikuti dari awal musim memutuskan untuk menonton balapan terakhir di situ. Sebuah keputusan yang benar, karena balapan tersebut menyajikan drama gila yang tidak akan dilupakan oleh semua penggemar F1!</p>



<p>Penulis tidak akan membahas kontroversi tersebut. Yang jelas, balapan tersebut berhasil membangkitkan kembali kesukaan Penulis terhadap F1. Selain mengikuti secara penuh musim 2022 ini, Penulis juga banyak menonton video-video F1 di YouTube.</p>



<p>Selain dari kanal resmi F1 untuk &#8220;mengejar ketertinggalan&#8221;, Penulis juga merupakan penonton setia dari <strong><a href="https://youtube.com/c/BoxBoxNowIndonesia">BoxBoxNowIndonesia</a></strong> dan <a href="https://youtube.com/c/F1SpeedIndonesia"><strong>F1 Speed Indonesia</strong></a>. Banyak sekali pengetahuan yang Penulis dapatkan dari 2 kanal tersebut.</p>



<p>Bahkan, Penulis sampai membuat <em>sheet </em>yang menjelaskan mengenai sejarah tim dan pembalap-pembalap yang pernah turut serta di F1. Mungkin, suatu hari nanti Penulis akan coba <em>share </em>tentang itu di blog ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Dengan keluarnya Verstappen sebagai juara dunia musim 2022, Penulis pun tak sabar untuk menantikan musim 2023 yang tentu diharapkan semakin seru. Apalagi, akan ada beberapa sirkuit baru seperti Las Vegas yang tentunya menarik untuk ditonton.</p>



<p>Penulis sendiri bukan penggemar Verstappen, meskipun Penulis bisa dibilang condong ke tim Red Bull sekarang. Oleh karena itu, Penulis berharap akan ada juara baru di tahun 2023 nanti. Apalagi, ada banyak nama potensial yang bisa menjadi penantang juara.</p>



<p>Bagi Penulis, F1 adalah <strong>ajang balap yang paling seru</strong> dibandingkan yang lain, bahkan jika dibandingkan Moto GP yang kesannya lebih banyak menyajikan aksi salip-menyalip. Apalagi, sekarang F1 telah meninggalkan kesan eksklusivitasnya dan bisa diakses oleh banyak orang.</p>



<p>Selain itu, bentuk mobil dan <em>livery </em>F1 kerap tampil dengan desain yang elegan dan mewah. Apalagi di tahun 2022 ini, banyak sekali desain mobil yang terlihat luar biasa sehingga Penulis sangat ingin memiliki miniaturnya. Sayang, harganya mahal tidak karuan.</p>



<p>Jadi, kurang lebih itulah alasan mengapa Penulis bisa suka dengan Formula 1. Ada &#8220;sejarah panjang&#8221; di baliknya, meskipun Penulis sempat bersikap apatis selama bertahun-tahun karena berbagai alasan. Mungkin, setelah ini Penulis akan terus intens dalam mengikuti F1.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Foto: <a href="https://www.ikbariyasport.com/f1-2022-news-japanese-grand-prix-suzuka-max-verstappen-championship-red-bull-racing-fia-regulations-tyres-rain-pierre-gasly-safety/">Ikbariyasport</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/kenapa-saya-suka-formula-1/">Kenapa Saya Suka Formula 1?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/kenapa-saya-suka-formula-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
