<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pemerintah Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/pemerintah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/pemerintah/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Sep 2025 16:55:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Pemerintah Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/pemerintah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jika Kita Ada di Kursi Mereka, Apakah Kita akan Tetap Berisik?</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/jika-kita-ada-di-kursi-mereka-apakah-kita-akan-tetap-berisik/</link>
					<comments>https://whathefan.com/renungan/jika-kita-ada-di-kursi-mereka-apakah-kita-akan-tetap-berisik/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2025 16:55:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8340</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ini adalah tulisan keempat secara beruntun yang membahas tentang isu masyarakat vs pemerintah yang memanas dalam beberapa minggu terakhir. Mungkin ini akan jadi penutup, sehingga akan Penulis gunakan sebagai bahan renungan bersama. Meskipun masih terpolarisasi karena hal yang remeh, Penulis melihat kita sebagai rakyat cukup bersatu dalam aksi sepanjang akhir Agustus hingga awal September kemarin. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/jika-kita-ada-di-kursi-mereka-apakah-kita-akan-tetap-berisik/">Jika Kita Ada di Kursi Mereka, Apakah Kita akan Tetap Berisik?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ini adalah tulisan keempat secara beruntun yang membahas tentang isu masyarakat vs pemerintah yang memanas dalam beberapa minggu terakhir. Mungkin ini akan jadi penutup, sehingga akan Penulis gunakan sebagai bahan renungan bersama.</p>



<p>Meskipun <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/polemik-brave-pink-hero-green-mengapa-kita-mudah-terpolarisasi/">masih terpolarisasi karena hal yang remeh,</a> Penulis melihat kita sebagai rakyat cukup bersatu dalam aksi sepanjang akhir Agustus hingga awal September kemarin. Pasti ada yang masih pro pemerintah, tapi rasanya kali ini mereka minoritas, atau memang enggak kelihatan aja.</p>



<p>Kita bisa bersatu seperti itu karena kita merasa punya &#8220;musuh&#8221; yang sama, di mana di sini adalah pemerintah terutama DPR yang jadi sasaran utama, maupun pihak pengamanan yang dinilai terlalu brutal hingga ada yang tewas.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/setelah-menonton-wandavision-episode-9-bagian-3-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/setelah-menonton-wandavision-episode-9-bagian-3-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/setelah-menonton-wandavision-episode-9-bagian-3-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/setelah-menonton-wandavision-episode-9-bagian-3-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/setelah-menonton-wandavision-episode-9-bagian-3-banner.jpg 1280w " alt="Setelah Menonton WandaVision Episode 9 (Bagian 3)" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-wandavision-episode-9-bagian-3/">Setelah Menonton WandaVision Episode 9 (Bagian 3)</a></div></div></div><p></p>


<p>Bisa dibilang, saat ini kita sama-sama sedang &#8220;menggonggong&#8221; untuk menuntut keadilan, apalagi setelah melihat angka fantastis yang diterima oleh para pejabat di saat kehidupan masyarakat sedang sulit, di saat PHK di mana-mana dan ekonomi terasa berat.</p>



<p>Namun, di satu sisi, Penulis jadi merenungkan satu pertanyaan:<strong> </strong>jika kita berada di dalam menjadi bagian dari pemerintah, <strong>apakah kita akan tetap berisik seperti sekarang atau justru diam-diam saja sembari menikmati segala fasilitas dan tunjangan yang diberikan?</strong></p>



<h2 class="wp-block-heading">Katanya, Pemerintah Itu Cerminan Rakyatnya</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Jika-Kita-Ada-di-Kursi-Mereka-Apakah-Kita-akan-Tetap-Berisik-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8346" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Jika-Kita-Ada-di-Kursi-Mereka-Apakah-Kita-akan-Tetap-Berisik-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Jika-Kita-Ada-di-Kursi-Mereka-Apakah-Kita-akan-Tetap-Berisik-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Jika-Kita-Ada-di-Kursi-Mereka-Apakah-Kita-akan-Tetap-Berisik-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Jika-Kita-Ada-di-Kursi-Mereka-Apakah-Kita-akan-Tetap-Berisik-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Pemerintah adalah Cerminan Rakyat (<a href="https://news.detik.com/berita/d-8091993/polisi-olah-tkp-penjarahan-rumah-sahroni-ungkap-ada-barang-dikembalikan">Detik</a>)</figcaption></figure>



<p>Ada yang bilang, <strong>pemerintah itu cerminan rakyatnya</strong>. Pemerintah itu rata-rata masyarakatnya. Jadi, jangan-jangan alasan kita mendapatkan kualitas pemerintah yang seperti itu, ya karena kita seperti itu, hanya saja belum mendapatkan kesempatan seperti mereka saja.</p>



<p>Hal ini langsung dicontohkan dari kasus penjarahan yang terjadi pada rumah beberapa anggota DPR, yang dijadikan sebagai sasaran karena pernyataan kontroversial yang keluar dari mulut mereka.</p>



<p>Di satu sisi, Penulis menganggap kejadian tersebut adalah konsekuensi dari apa yang sudah dikatakan atau dilakukan. Namun, di sisi lain, aktivitas penjarahan juga tidak bisa dibenarkan karena mengambil apa yang bukan hak kita.</p>



<p>Ada yang membalas bahwa pemerintah selama ini juga menjarah rakyat, bahkan alam Indonesia pun ikut dijarah. Namun, membandingkan dua hal yang buruk tidak membuat salah satunya menjadi baik. Membandingkan dua hal haram, tidak membuat salah satunya menjadi halal.</p>



<p><a href="https://whathefan.com/politik-negara/kepada-tuan-dan-puan-yang-terhormat/">Banyak orang di pemerintahan yang korupsi</a>, mungkin di keseharian kita pun masih melakukan korupsi kecil-kecilan, baik disadari maupun tidak. Anggota dewan tidur ketika kerja, mungkin kita di kantor pun terkadang curi-curi waktu untuk tidur siang.</p>



<p>Intinya, kita boleh dan bahkan harus bersuara apabila melihat ketidakadilan yang dilakukan oleh pihak pemerintah. Kita harus tetap &#8220;menggonggong&#8221; dan mengawasi kerja pemerintah, yang gaji dan tunjangannya berasal dari pajak yang kita bayarkan.</p>



<p>Kalau kita diam saja dan memilih apatis, maka pemerintah bisa makin &#8220;sesuka hati&#8221; dalam membuat kebijakan. Tentu kita tidak lupa, bagaimana ada beberapa kebijakan yang dibuat dalam waktu kilat jika itu menguntungkan pihak tertentu.</p>



<p>Namun, jangan lupa untuk menengok ke dalam juga, tanyakan kepada diri sendiri apakah kita sudah benar-benar &#8220;bersih&#8221; dan tidak melakukan hal buruk yang dilakukan oleh pemerintah. Tanyakan kepada diri sendiri, <em><strong>jika kita di dalam, apakah kita akan tetap berisik seperti ketika di luar?</strong></em></p>



<p>Meskipun kita memiliki banyak kekecewaan atau kekesalan terhadap pemerintah, jangan sampai membuat diri kita merasa paling suci atau lebih baik dari mereka. Daripada seperti itu, alangkah lebih baik kalau kita melihat ke dalam diri sendiri.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Memosisikan Diri Sebagai Kontrol Pemerintah</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Jika-Kita-Ada-di-Kursi-Mereka-Apakah-Kita-akan-Tetap-Berisik-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8343" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Jika-Kita-Ada-di-Kursi-Mereka-Apakah-Kita-akan-Tetap-Berisik-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Jika-Kita-Ada-di-Kursi-Mereka-Apakah-Kita-akan-Tetap-Berisik-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Jika-Kita-Ada-di-Kursi-Mereka-Apakah-Kita-akan-Tetap-Berisik-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Jika-Kita-Ada-di-Kursi-Mereka-Apakah-Kita-akan-Tetap-Berisik-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Jika di Dalam, Apakah Kita akan Tetap Berisik Seperti Ketika di Luar? (<a href="https://newsmaker.tribunnews.com/2025/08/30/sosok-andovi-da-lopez-youtuber-yang-demo-di-dpr-ajak-rekan-artis-lain-turun-ke-jalan-ikut-bersuara">Tribun</a>)</figcaption></figure>



<p>Ketika membaca kolom komentar untuk konten yang bermuatan politik, Penulis sering menemukan komentar senada yang berbunyi, &#8220;jangan ngomong doang, coba buktiin kalau lu lebih bagus dari yang lu kritik!&#8221;</p>



<p>Menurut Penulis, komentar seperti ini cukup sesat. Kita mengkritik sebagai rakyat, mengkritik pemerintah (entah eksekutif maupun legislatif) yang memang pekerjaannya adalah menyelesaikan berbagai masalah yang ada di negara ini.</p>



<p>Nah, mereka kan udah dibayar nih buat jadi pejabat, masa iya kita juga yang menyediakan solusinya? Kita ini memang berfungsi sebagai pengawas agar pemerintah bisa terkontrol dan tidak seenaknya sendiri, lha kok malah ditambahi kerjaan sebagai penyedia solusi.</p>



<p>Mungkin akan ada komentar juga yang intinya menyuruh kita masuk ke dalam pemerintahan dan ubah dari dalam. Ini ada benarnya, tapi kalau sistemnya sudah rusak, bisa-bisa kita yang akhirnya malah terbawa arus. Mau seidealis seperti apa pun, pasti sulit.</p>



<p>Bahkan, komika Pandji Pragiwaksono dalam sebuah acara di Metro TV sempat berujar yang intinya &#8220;kalau semua yang berisik masuk, ntar nggak ada yang mengonggong dari luar, dong?&#8221; Buktinya banyak aktivis &#8217;98 yang sekarang di kursi pemerintahan, eh ya udah berubah tuh.</p>



<p>Jadi, mungkin bukan pilihan yang salah jika kita memilih untuk tetap di luar tanpa berniat masuk ke dalam. Jika di luar, kita akan lebih bebas bersuara untuk diri sendiri dan masyarakat, bukan bersuara untuk partai yang telah mengusung kita.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 11 September 2025, terinspirasi setelah Penulis merasa selama ini lebih banyak melihat sisi buruk pemerintahan Prabowo Subiyanto dan jarang mengulik &#8220;prestasinya&#8221;</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://news.detik.com/berita/d-5995109/masih-ada-plastiknya-ini-kursi-baru-yang-dikeluhkan-anggota-dpr">Detik</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/jika-kita-ada-di-kursi-mereka-apakah-kita-akan-tetap-berisik/">Jika Kita Ada di Kursi Mereka, Apakah Kita akan Tetap Berisik?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/renungan/jika-kita-ada-di-kursi-mereka-apakah-kita-akan-tetap-berisik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Selalu Benar, yang Salah Selalu Rakyat</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/pemerintah-selalu-benar-yang-salah-selalu-rakyat/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/pemerintah-selalu-benar-yang-salah-selalu-rakyat/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2025 04:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Kritik]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[oposisi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[tambang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8297</guid>

					<description><![CDATA[<p>Raja Ampat di Papua tengah menjadi sorotan. Pasalnya, ada isu yang menyebut kalau aktivitas pertambangan nikel di sana berpotensi merusak ekosistem alam yang ada di sana, baik di darat maupun laut. Tagar #saverajaampat pun viral di media sosial. Nah, salah satu kebiasaan di negara kita tercinta adalah sebuah isu akan diseriusi atau ditindaklanjuti ketika sudah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/pemerintah-selalu-benar-yang-salah-selalu-rakyat/">Pemerintah Selalu Benar, yang Salah Selalu Rakyat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Raja Ampat di Papua tengah menjadi sorotan. Pasalnya, ada isu yang menyebut kalau aktivitas pertambangan nikel di sana berpotensi merusak ekosistem alam yang ada di sana, baik di darat maupun laut. Tagar <strong>#saverajaampat </strong>pun viral di media sosial.</p>



<p>Nah, salah satu kebiasaan di negara kita tercinta adalah sebuah isu akan diseriusi atau ditindaklanjuti ketika sudah menjadi viral. Bahkan, sampai muncul istilah <em>no viral no justice.</em> Itu juga terjadi di kasus Raja Ampat ini. </p>



<p>Setelah ramai, pihak pemerintah bergerak cepat untuk melakukan klarifikasi atau meluruskan isu ini. Melansir dari berbagai sumber, aktivitas pertambangan di seputar Raja Ampat telah dibekukan untuk sementara waktu. </p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/spider-man-spider-verse-animated-film-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/spider-man-spider-verse-animated-film-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/spider-man-spider-verse-animated-film-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/spider-man-spider-verse-animated-film-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/spider-man-spider-verse-animated-film-banner-356x178.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/spider-man-spider-verse-animated-film-banner.jpg 1280w " alt="Setelah Menonton Spider-Man: Into the Spider-Verse" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-spider-man-into-the-spider-verse/">Setelah Menonton Spider-Man: Into the Spider-Verse</a></div></div></div><p></p>


<p>Namun, Penulis ingin membahas hal lain pada tulisan kali ini. Bukan fokus ke masalah Raja Ampat-nya, melainkan melihat bagaimana pemerintah memberikan respons saat ada kritik yang ditujukan kepada mereka.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Ucapan Bahlil yang Bikin Garuk-Garuk Kepala</h2>



<p>Orang &#8220;terdepan&#8221; yang sering muncul terkait kasus ini adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), <strong>Bahlil Lahadalia</strong>. Bahkan, beliau sampai langsung menuju Raja Ampat untuk meninjau langsung lokasi pertambangan.</p>



<p>Ada beberapa pernyataan beliau yang sudah muncul di publik, yang rasanya perlu kita soroti, tapi ini yang paling bikin garuk-garuk kepala:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>&#8220;Ada pihak-pihak asing yang tidak senang atau kurang berkenan dengan proyek hilirisasi ini,&#8221; ungkap Bahlil sebagaimana dilansir dari <em>Antara</em>.</p>
</blockquote>



<p>Menurut Penulis, secara tidak langsung Bahlil seolah menuduh masyarakat yang mendengungkan tagar #saverajaampat merupakan antek asing yang tidak suka Indonesia menjadi negara hebat dengan <a href="https://whathefan.com/politik-negara/memahami-apa-itu-hilirisasi-secara-sederhana-melalui-tropico-6/">proyek-proyek hilirisasi yang dicanangkan</a>.</p>



<p>Paling halus, Bahlil seolah menuduh kalau kita yang menentang aktivitas pertambangan di Raja Ampat mudah digiring oleh kekuatan-kekuatan asing untuk menghambat kemajuan bangsa melalui hilirisasi. </p>



<p>Kasarnya, kita itu tidak tahu apa-apa, mau saja termakan propaganda asing tanpa bukti yang benar. Apalagi, Bahlil telah turun ke sana dan mendapatkan sambutan dan dukungan yang (katanya) masyarakat sana (walau ia juga sempat disoraki &#8216;penipu&#8217; di bandara).</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pemerintah Tidak Pernah Salah, yang Salah Rakyat</h2>



<p>Pernyataan Bahlil tersebut membuat Penulis merasa <em>dejavu</em> karena rasanya pola seperti ini bukan pertama kali terjadi di era pemerintahan Prabowo Subianto. Setiap ada yang &#8220;oposisi&#8221; terhadap pemerintah dan kebijakannya, tuduhan-tuduhan tak berdasar langsung disematkan.</p>



<p>Tidak percaya? Coba baca pernyataan Presiden Prabowo berikut ini:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>&#8220;Coba perhatikan secara obyektif dan jujur. Apakah demo-demo itu murni atau ada yang bayar? Harus obyektif, dong.&#8221;</p>
</blockquote>



<p>Pernyataan tersebut muncul saat ramai-rama demo yang menentang pengesahan RUU TNI, yang dikhawatirkan akan membangkitkan dwifungsi ABRI yang telah dimatikan sejak masa reformasi. Ia seolah menuduh bahwa semua orang yang demo itu ditunggangi oleh pihak lain.</p>



<p>Itu masih dalam topik antek asing. Masih banyak sekali pernyataan dari pemerintah yang terkesan menyudutkan masyarakat. <a href="https://whathefan.com/politik-negara/mau-sampai-kapan-kita-dibuat-pusing-oleh-negara/">Masih ingat bagaimana respons pejabat publik saat tagar #indonesia gelap dan #kaburajadulu muncul di internet?</a> Benar-benar bikin kita menarik napas panjang.</p>



<p>Contoh lain, saat program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapatkan kritik dari seorang profesor, bagaimana respons Presiden Prabowo? </p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>“Sampai sekarang ada profesor-profesor yang pintar-pintar kok nggak setuju. Heran saya. Profesor pintar atau bodoh? Saya nggak tahu itu.”</p>
</blockquote>



<h2 class="wp-block-heading">Ancaman Nyata untuk Demokrasi</h2>



<p>Dalam iklim demokrasi, tentu hal-hal semacam ini berbahaya karena bisa mematikan kebebasan berbicara masyarakat. Setiap yang berbeda dan tidak sejalan oleh pemerintah langsung dimatikan. Tidak ada ruang untuk oposisi.</p>



<p>Apalagi, saat ini Presiden Prabowo praktis bisa dibilang tidak memiliki oposisi resmi di kursi, mengingat hampir semuanya mendukung beliau. Jika rakyat pun dilarang menjadi oposisi, lantas siapa yang bertugas mengawasi kinerja pemerintah?</p>



<p>Penulis jadi berpikir, <strong>apakah memang pemerintah saat ini selalu merasa dirinya benar, sehingga rakyat yang selalu disalahkan?</strong> Pemerintah kita menolak disebut otoriter, tapi mengapa lagaknya seperti berusaha membungkam setiap suara yang berbeda? </p>



<p>Idealnya, ketika ada kritik atau ketidaksetujuan dari masyarakat, pemerintah sebagai pemegang kekuasaan harusnya bisa menanggapinya dengan bijak. Beri respons yang menghadirkan solusi, atau minimal bisa menenangkan publik.</p>



<p>Entah mengapa Penulis merasa komunikasi publik pemerintah sekarang ini terasa sangat kurang, bahkan kadang terasa terlalu angkuh. Apa karena mereka merasa punya posisi yang sangat kuat, sehingga bisa begitu percaya diri dengan pernyataan-pernyataan kontroversial? Entahlah.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 9 Juni 2025, terinspirasi dari ramainya isu pertambangan Nikel di wilayah Raja Ampat</p>



<p>Sumber Artikel: </p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://www.antaranews.com/berita/4881665/bahlil-menduga-pihak-asing-terlibat-untuk-gagalkan-hilirisasi">Bahlil menduga pihak asing terlibat untuk gagalkan hilirisasi &#8211; Antara</a></li>



<li><a href="https://www.liputan6.com/news/read/6046229/5-pernyataan-menteri-esdm-bahlil-lahadalia-terkait-tambang-nikel-di-raja-ampat?page=5">5 Pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Terkait Tambang Nikel di Raja Ampat &#8211; Liputan 6</a></li>



<li><a href="https://www.rctiplus.com/news/detail/ekonomi/4779319/tinjau-tambang-nikel-di-raja-ampat-teriakan-bahlil-penipu-menggema-di-bandara-sorong">Tinjau Tambang Nikel di Raja Ampat, Teriakan Bahlil Penipu Menggema di Bandara Sorong &#8211; RCTI Plus</a></li>



<li><a href="https://www.bbc.com/indonesia/articles/cgq3k5gxy21o">Di balik retorika &#8216;waspadai kekuatan asing&#8217; ala Presiden Prabowo Subianto – &#8216;Prabowo adu domba warga dengan warga&#8217; &#8211; BBC</a></li>



<li><a href="https://www.tempo.co/politik/prabowo-kritik-profesor-yang-nyinyir-proyek-makan-bergizi-gratis-1234686">Prabowo Kritik Profesor yang Nyinyir Proyek Makan Bergizi Gratis &#8211; Tempo</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/pemerintah-selalu-benar-yang-salah-selalu-rakyat/">Pemerintah Selalu Benar, yang Salah Selalu Rakyat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/pemerintah-selalu-benar-yang-salah-selalu-rakyat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mau Sampai Kapan Kita Dibuat Pusing oleh Negara?</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/mau-sampai-kapan-kita-dibuat-pusing-oleh-negara/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/mau-sampai-kapan-kita-dibuat-pusing-oleh-negara/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Mar 2025 23:52:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Danantara]]></category>
		<category><![CDATA[isu]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8192</guid>

					<description><![CDATA[<p>Terkuaknya kasus korupsi Pertamina dan &#8220;bensin oplosan&#8221; akhir-akhir ini seolah menjadi gong dari berbagai isu yang sedang melanda Indonesia. Bayangkan saja, potensi kerugian negara bisa mencapai 1.000 triliun sehingga layak menyandang sebagai &#8220;juara&#8221; korupsi. Selain itu, masyarakat juga benar-benar dirugikan karena mereka yang selama ini menggunakan Pertamax ternyata sama saja dengan menggunakan Pertalite. Bayar lebih [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/mau-sampai-kapan-kita-dibuat-pusing-oleh-negara/">Mau Sampai Kapan Kita Dibuat Pusing oleh Negara?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Terkuaknya kasus korupsi Pertamina dan &#8220;bensin oplosan&#8221; akhir-akhir ini seolah menjadi gong dari berbagai isu yang sedang melanda Indonesia. Bayangkan saja, potensi kerugian negara bisa mencapai 1.000 triliun sehingga layak menyandang sebagai &#8220;juara&#8221; korupsi.</p>



<p>Selain itu, masyarakat juga benar-benar dirugikan karena mereka yang selama ini menggunakan Pertamax ternyata sama saja dengan menggunakan Pertalite. Bayar lebih untuk barang yang lebih murah, kan menjengkelkan, ya?</p>



<p>Entah mengapa rasanya 100 hari kerja pemerintahan Prabowo-Gibran benar-benar penuh dengan permasalahan. Saking banyaknya, masyarakat pun dibuat pusing olehnya. Narasi &#8220;Indonesia Gelap&#8221; dan tagar #KaburAjaDulu pun mencuat.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-banner.jpg 1200w " alt="Mau Sampai Kapan Kita Dibuat Pusing oleh Negara?" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/politik-negara/mau-sampai-kapan-kita-dibuat-pusing-oleh-negara/">Mau Sampai Kapan Kita Dibuat Pusing oleh Negara?</a></div></div></div><p></p>


<p>Pada tulisan kali ini, Penulis ingin mengeluarkan semua unek-uneknya tentang berbagai isu yang sempat dan sedang panas dibicarakan. Siapkan obat sakit kepala, karena tulisan ini berpotensi mendatangkan sakit kepala kepada Pembaca!</p>



<h2 class="wp-block-heading">Berbagai Isu yang Membuat Sakit Kepala</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-1-1024x683.png" alt="" class="wp-image-8199" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-1-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-1-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-1-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-1.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Isu Kenaikan PPN yang Sempat Membuat Heboh (<a href="https://mediakampung.com/ekonomi/meka-2025010123600/sri-mulyani-rilis-daftar-barang-mewah-kena-ppn-12-masyarakat-tetap-terlindungi/">Media Kampung</a>) </figcaption></figure>



<p>Mari kita bicarakan isu-isu yang relatif lebih &#8220;ringan&#8221; terlebih dahulu, yang sebenarnya juga kurang pas disebut &#8220;ringan&#8221; karena efek sakit kepalanya juga tidak main-main. Awal tahun ini, kita dipusingkan dengan masalah<strong> kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12%</strong>.</p>



<p>Meskipun pada akhirnya hanya diterapkan kepada barang-barang tertentu, buruknya komunikasi pemerintah menimbulkan gejolak di masyarakat, seolah pemerintah memang sengaja melakukan tes ombak dulu sebelum membuat keputusan.</p>



<p>Selanjutnya ada kasus situs web <strong>Coretax, yang menghabiskan anggaran hingga Rp1,2 triliun </strong>dengan hasil yang sangat mengecewakan. Entah sudah berapa kali keluhan yang disematkan kepada situs tersebut karena tidak bisa menjalankan fungsi dasar.</p>



<p>Masalah <strong>LPG 3 kg yang sempat dilarang untuk dijual ke agen-agen </strong>sempat ramai dan mendapatkan banyak kecaman, sebelum Presiden Prabowo tampil sebagai pahlawan untuk membatalkan kebijakan tersebut. </p>



<p>Kalau Penulis pribadi merasa paling jengkel dengan pernyataan dari Presiden Prabowo yang mengatakan kalau <strong>pohon sawit &#8216;kan sama-sama pohon, sehingga kita tidak perlu takut dengan deforestasi</strong>. Penulis tak menyangka ucapan tersebut muncul dari mulut seorang presiden yang Penulis anggap pintar.</p>



<p>Belakangan ini, <strong>PHK besar-besaran juga marak terjadi di banyak tempat</strong>, termasuk PT Sritex yang tutup. Jangan lupa, saat artikel ini ditulis, rupiah sudah tembus ke angka<strong> Rp16.580,</strong> lebih buruk dibandingkan saat Krisis Moneter 1998.</p>



<p>Belum lagi masalah yang masih diliputi oleh banyak misteri seperti <strong>Pagar Laut</strong>. Entah mengapa semua isu-isu ini datang dalam waktu yang berdekatan, seolah tidak memberi kita jeda untuk sekadar bernapas.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Makan Bergizi Gratis dan Efisiensi Anggaran</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8198" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Program Makan Bergizi Gratis (<a href="https://indonesia.go.id/galeri/foto/462">Indonesia</a>)</figcaption></figure>



<p>Salah satu program kerja Presiden Prabowo yang paling sering disorot belakangan ini tentu saja <strong>Makan Bergizi Gratis (MBG)</strong>, yang memang sejak masa kampanye menjadi program andalan Prabowo-Gibran. </p>



<p>Ada yang melaporkan makanan yang disajikan basi dan kurang bermutu, meski Penulis pribadi mendapatkan testimoni yang positif dari anak-anak Karang Taruna yang duduk di bangku SMP. Penulis juga mendapat laporan ada sekolah yang belum kebagian jatah.</p>



<p>Terlepas dari kualitasnya, sejak awal banyak yang menganggap kalau program ini sangat boros anggaran dan dikhawatirkan tidak tepat sasaran. Bukti nyata borosnya program ini adalah ditetapkannya <strong>efisiensi anggaran dari semua lini</strong>, termasuk pendidikan itu sendiri.</p>



<p>Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dihemat hingga Rp22,54 triliun, sedangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dihemat hingga Rp8 triliun. Total target dana yang akan didapatkan setelah melakukan efisiensi ini adalah RP750 triliun.</p>



<p>Namun, entah mengapa Penulis merasa efisiensi yang diterapkan ini rasanya kok cuma <em>gimmick </em>semata. Alasannya, kalau memang mau efisiensi yang ketat, kurangi gaji pejabat publik dan cabut fasilitas-fasilitas yang kurang perlu. Penulis yakin, anggaran yang dihemat akan lumayan besar.</p>



<p>Selain itu,<strong> RUU Perampasan Aset untuk para koruptor juga tak kunjung disahkan</strong>. Jika koruptor berhasil dimiskinkan, tentu itu akan mengembalikan kerugian negara yang telah dicuri. </p>



<p>Sayangnya, tampaknya pemerintah kita belum seberani itu dan lebih memilih untuk mengorbankan banyak hal lewat efisiensi. Korbannya? Tentu masyarakat, di mana tak sedikit pegawai pemerintah yang terancam atau bahkan sudah di-PHK.  </p>



<p>Untuk apa efisiensi yang dilakukan ini? Selain untuk membiayai MBG, dana yang ada akan dijadikan modal awal untuk Danantara.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Skeptisme Mengelilingi Danantara</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8197" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Danantara yang Menimbulkan Kekhawatiran (<a href="https://katadata.co.id/finansial/korporasi/67bbbe33569d7/10-fakta-danantara-prabowo-tunjuk-3-bos-baru-ini-struktur-dan-kans-investasi">Katadata</a>)</figcaption></figure>



<p>Dengan semua isu yang terjadi hanya dalam beberapa bulan terakhir ini, tentu banyak masyarakat (termasuk Penulis) jadi merasa skeptis dengan <strong>Badan Pengelolaan Investasi (BPI) Danantara</strong>, yang akan mengelola dana hingga 14 ribu triliun.</p>



<p>Dana tersebut didapatkan dari aset tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni Pertamina, PLN, Mind ID, BRI, BNI, Bank Mandiri, dan Telkom Indonesia. Nantinya aset-aset tersebut akan digunakan untuk membiayai banyak proyek strategis, termasuk <a href="https://whathefan.com/politik-negara/memahami-apa-itu-hilirisasi-secara-sederhana-melalui-tropico-6/">hilirisasi</a>.</p>



<p>Secara konsep, proyek Danantara memang potensial, tapi kekhawatiran mengenai potensi korupsinya lebih menakutkan. Sentimen publik makin negatif karena diketuai oleh mantan napi koruptor, <strong>Burhanuddin Abdullah</strong>.</p>



<p>Apalagi, berdasarkan undang-undang yang telah disahkan oleh DPR membuat Danantara tidak bisa diaudit oleh KPK dan BPK, kecuali atas permintaan dari DPR. Masalah transparasi menjadi isu utama yang membuat masyarakat menjadi skeptis.</p>



<p>Kasus korupsi Pertamina yang baru saja terungkap seolah menegaskan kalau para elite politik kita sulit untuk diberikan amanah dalam mengelola uang dengan nominal yang fantastis. Jangan sampai Danantara akan menjadi mega korupsi selanjutnya mengalahkan kasus Pertamina.</p>



<p>Selain itu, jika Danantara ini memang program kerja yang bagus, mengapa tidak <a href="https://whathefan.com/politik-negara/menyorot-kebijakan-prabowo-gibran-dari-makan-siang-gratis-hingga-300-fakultas-kedokteran/">dikampanyekan oleh Presiden Prabowo</a> saat masa kampanye? Ini seolah mengulang <a href="https://whathefan.com/politik-negara/menatap-masa-depan-ikn-di-bawah-kepemimpinan-prabowo/">Ibu Kota Negara (IKN)</a> yang juga tidak dikampanyekan oleh Joko Widodo di tahun 2019.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Indonesia Gelap dan #KaburAjaDulu</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8196" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-4.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Massa Mulai Turun ke Jalan (<a href="https://www.tempo.co/politik/ragam-demo-bem-si-dalam-aksi-indonesia-gelap-di-berbagai-daerah-1208820">Tempo</a>)</figcaption></figure>



<p>Itulah beberapa isu yang cukup membuat masyarakat merasa pusing dengan kondisi negara saat ini. Beberapa isu lain yang tidak Penulis singgung adalah revisi UU Minerba dan kembalinya multifungsi TNI/Polri seperti zaman Orde Baru.</p>



<p>Ini semua pada akhirnya membuat banyak orang menyuarakan <strong>Indonesia Gelap</strong> (yang dibantah oleh pemerintah) dan memicu gerakan <strong>#KaburAjaDulu</strong>. Sudah banyak yang turun ke jalan untuk melakukan demonstrasi.</p>



<p>Parahnya, respons pemerintah cenderung defensif dan justru melakukan serangan balik, mulai dari tidak terima dengan Indonesia Gelap hingga menyematkan status &#8220;tidak nasionalis&#8221; kepada masyarakat yang memilih kabur ke luar negeri dan &#8220;jangan balik lagi&#8221;.</p>



<p>Padahal, seharusnya pemerintah intropeksi diri mengapa gerakan ini sampai muncul dan memikirkan solusinya. Kan masalahnya banyak yang timbul dari sisi pemerintah, ya masa solusinya masyarakat yang harus memikirkannya?</p>



<p>Teman Penulis bahkan sampai berpendapat bahwa bisa bertahan hidup hari ini saja sudah luar biasa. Masih bisa napas pun sudah <em>alhamdulillah</em>, walau ia bercelutuk bernapas pun susah di Jakarta karena polusinya yang luar biasa. </p>



<p>Pertanyaan besarnya adalah, <strong>mau sampai kapan kita dibuat pusing oleh negara ini?</strong> Kita sudah berusaha menjalankan kewajiban kita sebagai warga negara dengan taat membayar pajak, tapi justru terus dizalimi seperti ini. </p>



<p>Mungkin memang sudah saatnya doa &#8220;ampunilah dosa para pemimpin kami&#8221; diganti dengan &#8220;berikanlah balasan yang setimpal kepada para pemimpin kami&#8221;. Yang jelas di bulan puasa yang sedang berlangsung saat ini, rasanya kita perlu banyak beristigfar dalam menghadapi berbagai masalah negara ini.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 3 Maret 2025, terinspirasi setelah merasa pusing dengan kondisi negara saat ini</p>



<p>Sumber Featured Image:</p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://www.instagram.com/p/DGS02nByxDZ/?img_index=1">greenpeaceid</a> <a href="https://www.instagram.com/p/DGS02nByxDZ/?img_index=1">• Instagram</a></li>



<li><a href="https://www.instagram.com/p/DGTHOTySq4m/?img_index=3">kokbisa • Instagram</a></li>



<li><a href="https://www.instagram.com/p/DGNerdyJxqj/?img_index=1">ngomonginuang • Instagram</a></li>



<li><a href="https://www.instagram.com/p/DGM-bzpxiF4/?img_index=1">finfolkmoney</a> <a href="https://www.instagram.com/p/DGM-bzpxiF4/?img_index=1">• Instagram</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/mau-sampai-kapan-kita-dibuat-pusing-oleh-negara/">Mau Sampai Kapan Kita Dibuat Pusing oleh Negara?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/mau-sampai-kapan-kita-dibuat-pusing-oleh-negara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menatap Masa Depan IKN di Bawah Kepemimpinan Prabowo</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/menatap-masa-depan-ikn-di-bawah-kepemimpinan-prabowo/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/menatap-masa-depan-ikn-di-bawah-kepemimpinan-prabowo/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Nov 2024 15:17:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[ibu kota]]></category>
		<category><![CDATA[IKN]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8116</guid>

					<description><![CDATA[<p>Belakangan ini, berita seputar Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara relatif sepi. Tak banyak hal baru yang diulas oleh media, seolah tak ada update menarik. Pengerjaan proyek di sana tetap berlanjut dalam senyap. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan, mengingat sudah lama digembar-gemborkan kalau ibu kota akan segera pindah dalam waktu dekat. Namun, Joko Widodo (Jokowi) hingga [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/menatap-masa-depan-ikn-di-bawah-kepemimpinan-prabowo/">Menatap Masa Depan IKN di Bawah Kepemimpinan Prabowo</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Belakangan ini, berita seputar Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara relatif sepi. Tak banyak hal baru yang diulas oleh media, seolah tak ada <em>update </em>menarik. Pengerjaan proyek di sana tetap berlanjut dalam senyap.</p>



<p>Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan, mengingat sudah lama digembar-gemborkan kalau ibu kota akan segera pindah dalam waktu dekat. Namun, <a href="https://whathefan.com/politik-negara/bagaimana-jokowi-mengalahkan-lawan-lawannya-tanpa-berperang/">Joko Widodo (Jokowi)</a> hingga masa akhir jabatannya belum menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) untuk hal tersebut.</p>



<p>Dengan demikian, presiden terpilih Prabowo Subianto-lah yang mendapatkan tanggung jawab untuk membuat Keppres tersebut. Mengingat beliau telah menyatakan akan melanjutkan pembangunan IKN, rasanya hal tersebut tinggal menunggu waktu saja.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-356x178.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan.jpg 1280w " alt="Chapter 50 Rencana yang Telah Disusun" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/leon-dan-kenji-buku-2/chapter-50-rencana-yang-telah-disusun/">Chapter 50 Rencana yang Telah Disusun</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Menyorot IKN yang Problematik</h2>



<div class="wp-block-cover"><span aria-hidden="true" class="wp-block-cover__background has-background-dim"></span><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" class="wp-block-cover__image-background wp-image-8118" alt="" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/ikn-prabowo-1-1024x683.jpg" data-object-fit="cover" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/ikn-prabowo-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/ikn-prabowo-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/ikn-prabowo-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/ikn-prabowo-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><div class="wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-block-cover-is-layout-flow">
<p class="has-text-align-center has-large-font-size">Sudah Bermasalah Sejak Awal (<a href="https://nasional.kompas.com/read/2022/03/14/23262811/proyek-ikn-dinilai-berpotensi-timbulkan-konflik-agraria-secara-luas">Kompas</a>)</p>
</div></div>



<p>Pada dasarnya, Penulis menyetujui ide untuk memindahkan ibu kota Indonesia keluar pulau Jawa, agar negara ini bisa mengurangi Jawasentrisnya. Selain itu, menghindari bencana alam seperti banjir dan pemerataan ekonomi menjadi alasan lainnya.</p>



<p>Namun, pada pelaksanaannya, ada banyak masalah yang disorot oleh berbagai pihak. Sejak hari pertama pengumumannya, menurut Penulis IKN ini sudah cukup bermasalah dan masalah tersebut terus bertambah setiap harinya.</p>



<p><strong>Jokowi &#8220;meminta izin&#8221; untuk memindahkan ibu kota pada tanggal 16 Agustus 2019</strong>, setelah ia memastikan akan melanjutkan kepemimpinannya untuk periode kedua. Anehnya, agenda pemindahan ibu kota tidak ada dalam agenda kampanyenya.</p>



<p><em>Mega project </em>ini pun tiba-tiba dimulai begitu saja. Logikanya, jika ini memang hal yang begitu penting dan dibutuhkan oleh masyarakat, mengapa tidak pernah disebutkan sekalipun dalam kampanyenya? </p>



<p>IKN pun mendapat stigma negatif sebagai ambisi Jokowi untuk menorehkan namanya dalam sejarah, sebagai presiden yang berhasil memindahkan ibu kota negara. Dalam kondisi ekonomi yang tidak sepenuhnya sehat, Jokowi seolah memaksakan keinginannya tersebut.</p>



<p>Setelah itu, masalah pun muncul satu demi satu. Yang paling Penulis sorot adalah <strong>tingginya konflik agraria dan perusakan lingkungan </strong>dalam pembangunan IKN. Entah sudah berapa yang sudah menjadi korban. Bahkan, untuk sekadar mendapatkan air bersih pun kesulitan.</p>



<p>Ironinya, pemerintah mengeluarkan peraturan untuk<strong> menerbitkan Hak Guna Usaha (HGU) hingga 190 tahun untuk menarik investor</strong>. Kebijakan ini sempat mendapatkan sorotan karena durasinya yang sangat panjang, bahkan lebih lama dari perjanjian zaman kolonial yang &#8220;hanya&#8221; mendapatkan jatah 75 tahun.</p>



<p>Sudah mengeluarkan kebijakan seperti itu, <strong>investor pun tetap sulit didapatkan</strong>. Hingga tulisan ini diterbitkan, masih belum jelas seberapa banyak investor, terutama dari asing, yang benar-benar telah mengeluarkan uang untuk pembangunan di IKN.</p>



<p>Selain itu, <strong>alasan pemerataan ekonomi kerap dianggap kurang </strong>masuk akal. Apalagi, <strong>muncul kesan elitisme</strong> karena adanya aturan yang membatasi masyarakat yang bisa tinggal di dalam IKN. Analoginya, masyarakat biasa tidak boleh tinggal di daerah Jakarta Pusat.</p>



<p>Sudah dibuat seperti itu pun, para elit politik yang memegang jabatan di pemerintahan berkali-kali menunjukkan keengganan untuk pindah ke IKN. Jika mereka enggan pindah, lantas buat apa membangun ibu kota baru yang sudah menghabiskan anggaran negara sekitar Rp72,1 triliun?</p>



<p>Penjabaran di atas rasanya sudah cukup untuk menjelaskan bahwa harus diakui pembangunan IKN ini cukup problematik. Jika Prabowo ingin meneruskan pembangunan IKN, tentu harus ada gebrakan-gebrakan agar bisa terus dilanjutkan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Menatap Masa Depan IKN di Bawah Kepemimpinan Prabowo</h2>



<div class="wp-block-cover"><span aria-hidden="true" class="wp-block-cover__background has-background-dim"></span><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" class="wp-block-cover__image-background wp-image-8119" alt="" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/ikn-prabowo-2-1024x683.jpg" data-object-fit="cover" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/ikn-prabowo-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/ikn-prabowo-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/ikn-prabowo-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/ikn-prabowo-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><div class="wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-block-cover-is-layout-flow">
<p class="has-text-align-center has-large-font-size">Prabowo Ketika Mengumumkan Kenaikan Gaji Guru (<a href="https://www.jawapos.com/nasional/015365540/prabowo-resmi-umumkan-kenaikan-gaji-guru-tahun-2025-guru-asn-naik-1-kali-gaji-tunjangan-profesi-guru-honorer-jadi-rp-2-juta">Jawa Pos</a>)</p>
</div></div>



<p>Sejak masa-masa pemilihan presiden (pilpres), Prabowo sudah <a href="https://whathefan.com/politik-negara/menyorot-kebijakan-prabowo-gibran-dari-makan-siang-gratis-hingga-300-fakultas-kedokteran/">mengampanyekan berbagai program yang cukup menguras anggaran</a>. Yang paling terlihat tentu saja program makan siang gratis, yang tampaknya sedang serius direalisasikan.</p>



<p>Selain itu, belum lama ini Prabowo juga meneken keputusan untuk menaikkan gaji guru-guru se-Indonesia, yang tentu juga membutuhkan anggaran.<strong> Lantas, apakah masih ada anggaran untuk membangun IKN, terlebih jika investor belum ada yang masuk?</strong></p>



<p>Masalahnya, jika negara kekurangan uang, maka yang akan menjadi korban adalah rakyat. Meskipun kenaikan PPN 12% diumumkan akan ditunda sementara waktu, bukan berarti kita akan terbebas dari berbagai jenis tarikan yang jelas merugikan kita.</p>



<p>Dalam tulisan <a href="https://whathefan.com/politik-negara/malangnya-jadi-masyarakat-menengah-yang-terus-digencet/">&#8220;Malangnya Jadi Masyarakat Kelas Menengah yang Terus Digencet&#8221;</a>, Penulis pernah menjelaskan bahwa ke depannya masyarakat kelas menengah akan terus diperas melalui berbagai jalur. Tentu sulit untuk tidak berpikir hal ini dilakukan karena pemerintah sedang membutuhkan uang.</p>



<p>Sedihnya, ketika masyrakat kelas menengah terus diperas, masyarakat kelas atas justru bisa menikmati Tax Amnesty. Bagi Penulis, hal ini terasa sangat tidak adil. Pemerintah harus hati-hati dengan permainan pajak ini, karena banyak kasus <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/revolusi-karena-pajak/">revolusi di suatu negara terjadi karena rakyatnya merasa tertekan dengan pajak yang tak masuk akal</a>. </p>



<p>Semoga saja Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo bisa lebih bijak dalam mengelola keuangan negara. Jika memang tidak memungkinkan, <strong>menunda pembangunan IKN bukanlah hal yang memalukan</strong>, apalagi jika memang ada kebutuhan lain yang lebih <em>urgent</em>.</p>



<p>Melanjutkan pembangunan pun silakan saja, asal uangnya ada dan bukan berasal dari hasil memeras rakyat kecil. Kalau mau galak, silakan palak saja orang-orang kaya yang abai dalam membayar pajak, bukannya justru diberi Tax Amnesty.</p>



<p>Penulis yakin jika IKN memang dibangun untuk kemakmuran rakyat, pasti banyak masyarakat yang akan mendukung. Namun, jika dalam proses pembangunannya saja sudah banyak masalah dan ketidakadilan, tentu akan menimbulkan banyak kekhawatiran.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 30 November 2024, terinspirasi setelah ingin menyelesaikan draft artikel ini yang tak selesai-selesai</p>



<p>Sumber Featured Image: <a href="https://www.jawapos.com/ibu-kota-baru/014176845/ikn-dibangun-dengan-2-misi-utama-manusia-menjadi-prioritasnya">Jawa Pos</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/menatap-masa-depan-ikn-di-bawah-kepemimpinan-prabowo/">Menatap Masa Depan IKN di Bawah Kepemimpinan Prabowo</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/menatap-masa-depan-ikn-di-bawah-kepemimpinan-prabowo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menatap 5 Tahun ke Depan Bersama Kabinet Merah Putih</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/menatap-5-tahun-ke-depan-bersama-kabinet-merah-putih/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/menatap-5-tahun-ke-depan-bersama-kabinet-merah-putih/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Oct 2024 15:31:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[kabinet]]></category>
		<category><![CDATA[menteri]]></category>
		<category><![CDATA[Merah Putih]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8015</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah dinanti-nanti, akhirnya Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka resmi dilantik menjadi presiden dan wakil presiden Indonesia untuk periode 2024 &#8211; 2029 pada hari Minggu (20/10) kemarin, mengakhiri era Joko Widodo yang menjadi presiden periode 2014 &#8211; 2024. Jelang pelantikannya, isu-isu mengenai siapa saja yang ditunjuk untuk menjadi menteri di kabinet Prabowo-Gibran sudah banyak bermunculan. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/menatap-5-tahun-ke-depan-bersama-kabinet-merah-putih/">Menatap 5 Tahun ke Depan Bersama Kabinet Merah Putih</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Setelah dinanti-nanti, akhirnya Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka resmi dilantik menjadi presiden dan wakil presiden Indonesia untuk periode 2024 &#8211; 2029 pada hari Minggu (20/10) kemarin, mengakhiri era Joko Widodo yang menjadi presiden periode 2014 &#8211; 2024.</p>



<p>Jelang pelantikannya, isu-isu mengenai siapa saja yang ditunjuk untuk menjadi menteri di kabinet Prabowo-Gibran sudah banyak bermunculan. Ada yang terdengar ngawur (seperti Rocky Gerung dan Anies Baswedan yang katanya akan gabung), ada yang akurat.</p>



<p>Pengumuman daftar menteri ini pun datang di hari yang sama dengan pelantikan Prabowo-Gibran. Bernama <strong>Kabinet Merah Putih</strong>, ini akan menjadi salah satu kabinet paling gemuk dalam sejarah Indonesia. </p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/contemplation-seaside-300x140.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/contemplation-seaside-300x140.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/contemplation-seaside-356x166.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/contemplation-seaside.jpg 675w " alt="Hikayat Kontemplasi" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/renungan/hikayat-kontemplasi/">Hikayat Kontemplasi</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Kabinet Merah Putih yang Gemuk</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/kabinet-merah-putih-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8018" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/kabinet-merah-putih-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/kabinet-merah-putih-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/kabinet-merah-putih-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/kabinet-merah-putih-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Proses Pelantikan Menteri (<a href="https://www.setneg.go.id/baca/index/presiden_prabowo_lantik_para_menteri_kabinet_merah_putih_di_istana_negara">Sekretariat Negara</a>)</figcaption></figure>



<p>Alasan mengapa Kabinet Merah Putih bisa gemuk adalah karena disahkannya<strong> Undang-Undang (UU) Nomor 61 Tahun 2024 tentang Kementerian Negara</strong> oleh Joko Widodo hanya beberapa hari sebelum ia lengser.</p>



<p>Sebelum UU ini disahkan, memang telah santer terdengar kalau Prabowo akan memiliki 100 menteri seperti pada era Sukarno dulu. Untungnya, jumlah kementerian yang dibuat oleh Prabowo pada akhirnya tidak mencapai 100, tapi tetap bertambah secara signifikan.</p>



<p>Tentu ada banyak alasan normatif yang melatarbelakangi keputusan tersebut, seperti memang adanya pos-pos kementerian yang terlalu luas <em>scope</em>-nya hingga masalah fleksibilitas yang dimiliki oleh presiden. </p>



<p>Namun, tentu ada suara miring yang mengiringi keputusan ini, seperti agar pembagian &#8220;kue&#8221; bisa dilakukan lebih merata di antara elit politik. Apalagi, terbukti bahwa jumlah menteri yang dimiliki Prabowo mencapai <strong>48 kementerian</strong>, bertambah 14 pos dari era Joko Widodo.</p>



<p>Perlu diingat kalau itu baru jumlah menterinya saja, karena masih ada banyak posisi-posisi yang hampir selevel dengan menteri seperti wakil menteri. Melansir dari <em>Bisnis.com</em>, total ada <strong>136 orang</strong> dengan rincian sebagai berikut:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>48 menteri (terdiri dari 7 menteri koordinator dan 41 menteri teknis)</li>



<li>5 orang kepala lembaga</li>



<li>56 orang wakil menteri (satu kementerian bisa memiliki lebih dari satu wakil menteri, seperti Kementerian Keuangan dengan tiga wakil menteri)</li>



<li>1 orang kepala dewan</li>



<li>26 orang lainnya, termasuk Staf Khusus Presiden, Utusan Khusus Presiden, dan Ketua Mahkamah Agung</li>
</ul>



<p>Penulis tidak akan merinci siapa saja yang masuk ke dalam daftar tersebut, Pembaca bisa langsung mengaksesnya di situs <a href="https://www.setneg.go.id/baca/index/presiden_prabowo_lantik_para_menteri_kabinet_merah_putih_di_istana_negara">Sekretariat Negara</a>. Penulis hanya akan sedikit membahas beberapa orang yang ada di dalam kabinet ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Berbincang Mengenai Beberapa Menteri di Kabinet Merah Putih</h2>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/kabinet-merah-putih-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8019" style="width:741px;height:auto" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/kabinet-merah-putih-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/kabinet-merah-putih-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/kabinet-merah-putih-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/kabinet-merah-putih-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Raffi Ahmad sebagai Utusan Khusus Presiden (<a href="https://nasional.kompas.com/read/2024/10/23/05000071/-populer-nasional-raffi-ahmad-dilantik-jadi-utusan-khusus-presiden-bahlil">Kompas</a>)</figcaption></figure>



<p>Dalam kabinet yang disusun oleh Prabowo dan Gibran, ada beberapa pola yang bisa kita temukan. Ada nama lama yang tetap pada posisinya, ada nama lama yang bergeser posisinya, ada nama yang benar-benar baru. </p>



<p>Melansir dari <em>Kompas</em>, ada 12 menteri Jokowi yang tetap menempati pos yang sama dengan periode sebelumnya. Contohnya adalah<strong> Sri Mulyani </strong>sebagai Menteri Keuangan dan<strong> Erick Thohir</strong> sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). </p>



<p>Lalu, ada empat nama menteri lama yang digeser untuk menempati posisi lain. Contoh paling terlihat adalah Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) <strong>Budi Arie Setiadi</strong>, yang selama menjabat kerap mengundang kontroversi, kini akan menjadi Menteri Koperasi.</p>



<p>Tentu Prabowo-Gibran memiliki pertimbangannya sendiri untuk memilih mereka tetap bertahan di kabinet. Mungkin karena dianggap mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, mungkin karena ingin melanjutkan program-program dari periode sebelumnya, mungkin karena &#8220;titipan&#8221;, ada banyak kemungkinannya.</p>



<p>Nah, selain 16 nama tersebut, bisa dibilang mereka semua adalah orang baru yang pada periode sebelumnya tidak menjabat sebagai menteri, seperti <strong>Fadli Zon </strong>(Menteri Kebudayaan) dan <strong>Maruarar Sirait </strong>(Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman).</p>



<p>Bahkan, ada juga mantan lawan Prabowo-Gibran di pemilu presiden (pilpres) 2024, yakni <strong>Abdul Muhaimin Iskandar </strong>alias<strong> Cak Imin</strong> sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Ini memperpanjang &#8220;rekor&#8221; Cak Imin (dan PKB) yang selalu berada di pihak pemerintah selama 20 tahun terakhir.</p>



<p>Sebagai catatan, ada juga yang dulu sekali pernah menjadi menteri, dan kini kembali menjadi menteri, seperti <strong>Yusril Ihza Mahendra</strong>. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara ketika zaman pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).</p>



<p>Hal menarik lainnya adalah banyaknya nama <em>public figure </em>yang berhasil masuk ke dalam lingkaran istana. Contohnya adalah <strong>Giring Ganesha</strong> (Wakil Menteri Kebudayaan) dan <strong>Taufik Hidayat</strong> (Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga).</p>



<p>Tak hanya itu, ada juga <strong>Raffi Ahmad </strong>(Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni), <strong>Gus Miftah</strong> (Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan), hingga <strong>Yovie Widianto</strong> (Staf Khusus Presiden).</p>



<p></p>



<h2 class="wp-block-heading">Menatap Lima Tahun ke Depan Bersama Kabinet Merah Putih</h2>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/kabinet-merah-putih-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8020" style="width:740px;height:auto" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/kabinet-merah-putih-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/kabinet-merah-putih-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/kabinet-merah-putih-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/kabinet-merah-putih-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Abdul Mu&#8217;ti sebagai Kemendikdasmen (<a href="https://muhammadiyah.or.id/2024/10/sambutan-perdana-abdul-muti-sebagai-menteri-pendidikan-dasar-dan-menengah-diselimuti-suasana-lucu-dan-haru/">Muhammadiyah</a>)</figcaption></figure>



<p>Tentu terlalu dini untuk menghakimi kinerja para menteri Kabinet Merah Putih. Lha <em>mong </em>mereka saja masih mendapatkan &#8220;pembekalan&#8221; dari Prabowo dan dikirim ke Magelang. Perlu diakui kalau langkah tersebut cukup menarik karena rasanya belum pernah dilakukan sebelumnya.</p>



<p>Namun, sebagai masyarakat Indonesia, baik yang kemarin waktu pilpres memilih Prabowo-Gibran maupun tidak, tentu<strong> kita menaruh harap kepada nama-nama yang masuk ke dalam kabinet Prabowo-Gibran agar bisa membawa Indonesia menjadi lebih baik lagi</strong>.</p>



<p>Penulis pribadi memberikan perhatian khusus kepada pemecahan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menjadi tiga kementerian, yakni menjadi:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dipimpin oleh <strong>Abdul Mu’ti</strong></li>



<li>Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek), dipimpin oleh <strong>Satryo Soemantri Brojonegoro</strong></li>



<li>Kementerian Kebudayaan, dipimpin oleh <strong>Fadli Zon</strong></li>
</ol>



<p>Seperti yang kita tahu, pendidikan Indonesia selama era Joko Widodo kerap mendapat kritikan, mulai dari masalah zonasi hingga kurikulum Merdeka. Belum lagi masalah viralnya pelajar Indonesia yang tidak bisa menjawab pertanyaan seputar pengetahuan dasar.</p>



<p>Penulis sedikit optimis dengan penunjukkan Abdul Mu&#8217;ti sebagai Kemendikdasmen, mengingat latar belakang beliau yang memang dari dunia pendidikan. Semoga saja para menteri yang baru bisa memperbaiki berbagai masalah pendidikan bangsa kita.</p>



<p>Untuk pos-pos kementerian yang lain, Penulis belum mau berkomentar banyak. Memang ada beberapa nama yang cukup bikin was-was, tapi tak sedikit yang bisa menumbuhkan optimisme. Sekali lagi, sekarang masih terlalu dini untuk menilai mereka.</p>



<p>Yang jelas, terlepas dari perbedaan kita di pilpres 2024 kemarin, marilah kita sama-sama berdoa dan berhadap kalau Prabowo-Gibran bersama kabinetnya bisa membawa Indonesia menjadi lebih baik. </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 24 Oktober 2024, terinspirasi setelah melihat pengumuman daftar menteri yang bergabung ke dalam Kabinet Merah Putih</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://news.detik.com/berita/d-7600450/ini-pembagian-kementerian-di-bawah-7-menko-kabinet-merah-putih">Detik</a></p>



<p>Sumber Artikel: </p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://setkab.go.id/presiden-joko-widodo-sahkan-uu-61-2024-tentang-perubahan-uu-39-2008-tentang-kementerian-negara/">Presiden Joko Widodo Sahkan UU 61/2024 tentang Perubahan UU 39/2008 tentang Kementerian Negara</a> &#8211; setkab.co.id</li>



<li><a href="https://www.bisnis.com/read/20241023/638/1809978/terlengkap-daftar-136-menteri-hingga-utusan-khusus-kabinet-prabowo-sri-mulyani-ahy-raffi-ahmad">Terlengkap! Daftar 136 Menteri hingga Utusan Khusus Kabinet Prabowo: Sri Mulyani, AHY, Raffi Ahmad</a> &#8211; bisnis.com</li>



<li><a href="https://www.kompas.tv/nasional/547381/daftar-menteri-era-jokowi-yang-masuk-kabinet-merah-putih-prabowo">Daftar Menteri era Jokowi yang Masuk Kabinet Merah Putih Prabowo</a> &#8211; Kompas</li>



<li><a href="https://www.detik.com/edu/edutainment/d-7599789/kemendikbudristek-dipecah-jadi-3-para-menteri-baru-akan-berkantor-di-mana">Kemendikbudristek Dipecah Jadi 3, Para Menteri Baru Akan Berkantor Di Mana?</a> &#8211; Detik</li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/menatap-5-tahun-ke-depan-bersama-kabinet-merah-putih/">Menatap 5 Tahun ke Depan Bersama Kabinet Merah Putih</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/menatap-5-tahun-ke-depan-bersama-kabinet-merah-putih/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Malangnya Jadi Masyarakat Kelas Menengah yang Terus Digencet</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/malangnya-jadi-masyarakat-menengah-yang-terus-digencet/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/malangnya-jadi-masyarakat-menengah-yang-terus-digencet/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Sep 2024 04:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[kelas menengah]]></category>
		<category><![CDATA[kemiskinan]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7885</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam pemilihan presiden (pilpres) yang telah berlangsung beberapa waktu lalu, ada salah satu tim dari pasangan calon (paslon) yang mengatakan ingin memperhatikan nasib kelas menengah, yang selama ini terkesan selalu berjuang sendirian. Penulis menyukai gagasan tersebut karena merasa dirinya termasuk ke dalam kelas tersebut, setidaknya menurut definisi Penulis sendiri. Versi Penulis, kelas menengah adalah kelompok [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/malangnya-jadi-masyarakat-menengah-yang-terus-digencet/">Malangnya Jadi Masyarakat Kelas Menengah yang Terus Digencet</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dalam <a href="https://whathefan.com/politik-negara/mengamati-pilpres-2024-bagian-1-antara-perubahan-dan-keberlanjutan/">pemilihan presiden (pilpres)</a> yang telah berlangsung beberapa waktu lalu, ada salah satu tim dari pasangan calon (paslon) yang mengatakan ingin memperhatikan nasib kelas menengah, yang selama ini terkesan selalu berjuang sendirian.</p>



<p>Penulis menyukai gagasan tersebut karena merasa dirinya termasuk ke dalam kelas tersebut, setidaknya menurut definisi Penulis sendiri. Versi Penulis, kelas menengah adalah <strong>kelompok masyarakat yang tidak cukup miskin untuk dapat bantuan, tapi tidak cukup kaya hingga mendapatkan insentif</strong>.</p>



<p>Sayangnya, <a href="https://whathefan.com/politik-negara/mengamati-pilpres-2024-bagian-3-setelah-hari-pencoblosan/">paslon tersebut tidak berhasil memenangkan pilpres</a> dan Penulis pun jadi merasa was-was dengan masa depannya sebagai kelas menengah. Apalagi, belakangan ini banyak peraturan-peraturan baru yang semakin menekan kelas menengah.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/mungkin-ronaldo-benar-benar-sudah-habis-banner-300x169.png" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/mungkin-ronaldo-benar-benar-sudah-habis-banner-300x169.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/mungkin-ronaldo-benar-benar-sudah-habis-banner-1024x576.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/mungkin-ronaldo-benar-benar-sudah-habis-banner-768x432.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/mungkin-ronaldo-benar-benar-sudah-habis-banner.png 1280w " alt="Mungkin Ronaldo Benar-Benar Sudah Habis" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/olahraga/mungkin-ronaldo-benar-benar-sudah-habis/">Mungkin Ronaldo Benar-Benar Sudah Habis</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Memahami Kelas Menengah di Indonesia</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/kelas-menengah-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7890" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/kelas-menengah-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/kelas-menengah-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/kelas-menengah-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/kelas-menengah-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Gambaran Kelas Menengah di Indonesia (<a href="https://www.kompas.id/baca/english/2024/02/21/en-kelas-menengah-kaum-pas-pasan-banyak-masalah">Kompas</a>)</figcaption></figure>



<p>Tentu definisi yang Penulis gunakan di paragraf pembuka adalah versi dangkal yang sangat disederhanakan. Ada banyak definisi yang lebih bisa dipercaya, contohnya adalah versi Merriam-Webster berikut ini:</p>



<p><em>Kelas sosial yang menempati posisi antara kelas atas dan kelas bawah dan sebagian besar terdiri dari para pebisnis dan profesional, pejabat pemerintah, petani, dan pekerja terampil</em></p>



<p>Kalau di Indonesia, kelas menengah diklasifikasikan <strong>masyarakat yang memiliki upah antara Rp2,04 juta hingga Rp9,9 juta</strong> per bulannya. Bisa dilihat, <em>range</em> untuk masuk kelas ini cukup luas sehingga sebenarnya tak bisa disamaratakan. Dua juta ke 10 juta itu jaraknya 8 juta, loh.</p>



<p>Di tahun 2024 ini, ada sekitar <strong>43,85 juta</strong> masyarakat yang masuk ke dalam kategori kelas menengah. Jika jumlah penduduk Indonesia dibulatkan menjadi 250 juta jiwa, maka kelas menengah di Indonesia mencapai sekitar 17%. </p>



<p>Jumlah tersebut terjadi karena adanya penurunan kelas menengah yang cukup tinggi. Dalam lima tahun terakhir, setidaknya ada<strong> 9,5 juta kelas menengah yang harus turun kelas </strong>ke &#8220;calon kelas menengah&#8221; atau bahkan masuk &#8220;kelas rentan miskin.&#8221;</p>



<p>Sebagai perbandingan, jumlah masyarakat &#8220;calon kelas menengah&#8221; di Indonesia saat ini mencapai 137,5 juta atau lebih dari setengah penduduk Indonesia. Angka ini berpotensi akan bertambah karena ada prediksi bahwa sebanyak 2% masyarakat kelas menengah akan turun kelas pada tahun 2025 mendatang.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Kelas Menengah di Indonesia Semakin Menurun?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/kelas-menengah-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7891" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/kelas-menengah-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/kelas-menengah-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/kelas-menengah-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/kelas-menengah-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Grafik Penurunan Kelas Menengah (<a href="https://ekonomi.bisnis.com/read/20240808/9/1789224/lpem-ui-85-juta-orang-kelas-menengah-turun-kasta">Bisnis.com</a>)</figcaption></figure>



<p>Salah satu bukti penurunan jumlah kelas menengah ini bisa dilihat melalui penurunan transaksi menggunakan QRIS dalam periode Juni hingga Agustus 2024. Memang ini hanya satu parameter kecil saja, tapi cukup mencerminkan penurunan daya beli masyarakat pada umumnya, mengingat pengguna QRIS kebanyakan dari kelas menengah.</p>



<p><strong>Jumlah gaji yang cukup <em>ngepres </em>alias pas-pasan tidak sebanding dengan kenaikan kebutuhan hidup yang terus bertambah</strong>. Kita tidak sedang membicarakan gaya hidup masyarakat hedon, ini sekadar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. </p>



<p>Mari kita gunakan data. Berdasarkan data dari BPS pada tahun 2022, rata-rata biaya standar rumah tangga di Jakarta mencapai Rp14,8 juta. Tahu berapa Upah Minimum Regional (UMR) di (calon mantan) ibukota? Rp4,6 juta saja. Jika suami-istri punya gaji UMR pun belum cukup untuk hidup ideal di Jakarta.</p>



<p>Dengan contoh tersebut, tak heran banyak masyarakat yang jadi menggantungkan hidupnya dengan pinjaman <em>online</em> maupun PayLater. Belum lagi diperparah adanya kegemaran untuk <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/layakkah-pemain-judi-online-dianggap-sebagai-korban/">mengundi nasib lewat judi <em>online</em></a>, dengan harapan bisa mendapatkan cuan tambahan.</p>



<p>Mungkin ada pembelaan karena dalam lima tahun terakhir kita bergulat dengan pandemi Covid-19. Namun, rasanya bukan itu saja penyebabnya. Kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah juga memiliki andil atas makin terhimpitnya kelas menengah.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kebijakan Pemerintah yang Makin Menekan Kelas Menengah</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/kelas-menengah-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7892" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/kelas-menengah-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/kelas-menengah-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/kelas-menengah-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/kelas-menengah-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Kebijakan Pemerintah yang Menekan Perlu Mendapatkan Sorotan (<a href="https://www.bareksa.com/berita/berita-ekonomi-terkini/2020-03-23/hadapi-covid-19-ini-kebijakan-ekonomi-pemerintahan-jokowi">Bareksa</a>)</figcaption></figure>



<p>Salah satu wacana paling konyol yang menekan kelas menengah adalah <strong>penerapan subsidi KRL berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK)</strong>. Artinya, masyarakat yang dianggap kurang miskin tidak akan boleh menikmati fasilitas subsidi ketika naik transportasi umum.</p>



<p>Di sisi lain, orang-orang kaya yang ingin membeli mobil listrik justru mendapatkan subsidi. Mana ada orang kelas menengah (apalagi masyarakat miskin) kepikiran untuk membeli mobil listrik? Padahal, terjangkaunya fasilitas transportasi umum menjadi kunci untuk mengurai kemacetan sekaligus mengurangi polusi udara.</p>



<p>Sudah transportasi umumnya mau dicabut subsidinya, mau naik kendaraan pribadi pun semakin dipersulit karena <strong>tidak boleh membeli Pertalite atau Solar</strong>. Agar lebih tepat sasaran, pemerintah, seolah kelas menengah dianggap selalu mampu membeli bahan bakar yang lebih mahal.</p>



<p>Gaji kelas menengah yang pas-pasan tadi semakin terasa sedikit karena adanya wacana <strong>iuran tambahan dana pensiun</strong>. Padahal, selama ini potongan gaji kita sudah diambil untuk Jaminan Hari Tua (JHT) msupun BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan.</p>



<p>Jangan lupakan kalau <strong>Pajak Pertambahan Negara (PPN) akan bertambah menjadi 12%</strong> mulai bulan Januari 2025 dengan alasan &#8220;masyarakat menyetujui keberlanjutan.&#8221; Padahal, PPN baru naik pada tahun 2022 lalu dari 10% menjadi 11% yang sudah cukup memberatkan.</p>



<p>Jangan lupa ada wacana <strong><a href="https://whathefan.com/politik-negara/menyorot-kebijakan-pemerintah-yang-makin-ke-sini-makin-ke-sana/">potongan untuk Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) sebesar 3%</a></strong> yang dikabarkan akan diberlakukan mulai tahun 2027. Ingat, tidak semua yang membayar iuran Tapera bisa menggunakan uangnya untuk membeli rumah!</p>



<p>Belum lagi harga sembako yang konsisten naik, harga rumah yang terus meroket, biaya pendidikan semakin mahal, membuat kehidupan kaum menengah menjadi semakin sulit dan seolah tidak menjadi perhatian pemerintah. Kita seolah disuruh terus berjuang sendirian.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Negara yang Seolah Tak Memedulikan Kelas Menengah</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/kelas-menengah-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7893" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/kelas-menengah-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/kelas-menengah-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/kelas-menengah-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/kelas-menengah-4.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Pembangunan IKN yang Megah di Tengah Susahnya Masyarakat (<a href="https://www.nowjakarta.co.id/from-fantasy-to-fact-the-making-of-the-new-capital-ikn/">NOW! Jakarta</a>)</figcaption></figure>



<p>Kesannya, <strong>negara sedang memalak rakyatnya sendiri </strong>karena butuh dana tambahan untuk mendanai proyek-proyek mercusuarnya seperti pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Belum lagi jika nanti program makan siang gratis benar-benar diberlakukan, yang pastinya akan memakan anggaran lebih besar lagi.</p>



<p>Mau berjuang untuk bertahan hidup pun tak mudah karena<strong> lapangan pekerjaan rasanya semakin sulit untuk diraih</strong>. Jumlah lowongan yang tersedia tak sebanding dengan jumlah calon pekerja yang membutuhkan pekerjaan. Entah ke mana 10 juta lapangan pekerjaan yang dijanjikan 10 tahun yang lalu.</p>



<p>Bukannya bertambah, <strong>beberapa sektor industri justru harus melakukan pengurangan jumlah karyawan</strong> dengan melakukan PHK. Penulis mengalami sendiri hal ini di tempatnya kerja, di mana ada pengurangan karyawan dengan tujuan efisiensi biaya.</p>



<p>Padahal di satu sisi, katanya negara sedang <a href="https://whathefan.com/politik-negara/memahami-apa-itu-hilirisasi-secara-sederhana-melalui-tropico-6/">menggalakkan hiliriasi sumber daya</a> kita untuk kemakmuran rakyatnya. Kita bisa melihat bagaimana program ini begitu dibangga-banggakan ketika debat calon presiden dan wakil presiden kemarin.</p>



<p>Namun, <strong>mengapa hingga hari ini kita belum merasakan dampaknya secara langsung? </strong>Apakah memang program tersebut hanya untuk kemakmuran rakyat tertentu saja? Jika disuruh bersabar karena masih proses, mau disuruh bersabar sampai kapan?</p>



<p>Pemberian bantuan sosial (bansos) hanya berlaku untuk masyarakat miskin. Namun, itu pun bukan solusi terbaik untuk mengentaskan kemiskinan. Apalagi, kelas menengah sama sekali dianggap tidak layak untuk mendapatkan bantuan walaupun sebenarnya kita masih membutuhkannya.</p>



<p>Seharusnya, pemerintah mampu memberikan solusi jangka panjang untuk mengatasi kemiskinan struktural seperti ini agar jumlah tidak bertambah setiap tahunnya. Memberi kail dan jala pada rakyatnya, bukan sekadar ikan yang langsung dimakan.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p><strong>Kelas menengah adalah salah satu penggerak roda perekomian negara</strong>. Menurunnya jumlah masyarakat kelas menengah biasanya dibarengi dengan penurunan daya beli masyarakat, yang tentunya akan memacetkan roda perekonomian.</p>



<p>Gaji kita dipotong untuk ini itu setiap bulannya, walau memang harus diakui ada yang manfaatnya bisa langsung kita rasakan seperti BPJS Kesehatan. Hampir semua barang yang kita beli dikenai pajak, hingga muncul anekdot kalau suatu saat menghirup oksigen pun akan dikenai pajak.</p>



<p>Masyarakat menengah dianggap tidak berhak untuk mendapatkan subsidi, padahal kita butuh berhemat karena gaji yang pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Masyarakat menengah dianggap mampu berdikari di tengah kebijakan pemerintah yang makin menekan.</p>



<p>Jika kelas menengah terus diperah bagaikan sapi seperti ini, bukan tidak mungkin kalau masalah perekonomian negara kita akan semakin berat dan kesenjangan antara si kaya dan si miskin pun semakin lebar di masa depan. </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 17 September 2024, terinspirasi setelah dirinya merasa makin tergencet dengan berbagai keputusan dari pemerintah</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.thejakartapost.com/opinion/2024/03/28/the-struggling-middle-class.html">The Jakarta Post</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://www.bbc.com/indonesia/articles/c9dy1plgv80o">Kelas Menengah Kian Terimpit Beban Ekonomi &#8211; BBC</a></li>



<li><a href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20240916164607-17-572164/kelas-menengah-ri-hidupnya-makin-susah-buktinya-ada-di-qris#:~:text=Berdasarkan%20catatan%20Badan%20Pusat%20Statistik,kelas%20menengah%20yang%20turun%20kelas.'">Kelas Menengah RI Hidupnya Makin Susah Buktinya Ada di QRIS &#8211; CNBC</a></li>



<li><a href="https://ekonomi.bisnis.com/read/20240917/9/1800165/masyarakat-kelas-menengah-turun-kasta-ketahanan-ekonomi-ri-jadi-taruhan">Masyarakat Kelas Menengah Turun Kasta, Ketahanan Ekonomi RI Jadi Taruhan &#8211; Bisnis.com</a></li>



<li><a href="https://nasional.kontan.co.id/news/jumlah-kelas-menengah-diprediksi-turun-2-pada-2025">Jumlah Kelas Menengah Diprediksi Turun 2% pada 2025 &#8211; Kontan</a></li>



<li><a href="https://malang.viva.co.id/ekonomi/7162-kelas-menengah-di-indonesia-tantangan-ekonomi-dan-upaya-pulihkan-potensinya">Kelas Menengah di Indonesia, Tantangan Ekonomi dan Upaya Pulihkan Potensinya &#8211; VIVA Malang</a></li>



<li><a href="https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-7540379/pakar-unair-buka-bukaan-alasan-jumlah-kelas-menengah-indonesia-turun">Pakar Unair Buka-bukaan Alasan Jumlah Kelas Menengah Indonesia Turun</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/malangnya-jadi-masyarakat-menengah-yang-terus-digencet/">Malangnya Jadi Masyarakat Kelas Menengah yang Terus Digencet</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/malangnya-jadi-masyarakat-menengah-yang-terus-digencet/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berusaha Memahami Situasi Politik yang Sedang Terjadi Saat Ini</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/berusaha-memahami-situasi-politik-yang-sedang-terjadi-saat-ini/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/berusaha-memahami-situasi-politik-yang-sedang-terjadi-saat-ini/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Sep 2024 15:13:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[MK]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[oposisi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Peringatan Darurat]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7751</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selama beberapa minggu terakhir, drama perpolitikan di Indonesia benar-benar dinamis sekaligus panas. Penyebab utamanya tentu saja Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta yang entah mengapa penuh dengan drama. Tidak hanya drama di Jakarta, banyak peristiwa politik lain yang juga terjadi bersamaan. Salah satu yang mencuri perhatian Penulis adalah banyaknya calon kepala daerah yang hanya berhadapan dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/berusaha-memahami-situasi-politik-yang-sedang-terjadi-saat-ini/">Berusaha Memahami Situasi Politik yang Sedang Terjadi Saat Ini</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Selama beberapa minggu terakhir, drama perpolitikan di Indonesia benar-benar dinamis sekaligus panas. Penyebab utamanya tentu saja Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta yang entah mengapa penuh dengan drama.</p>



<p>Tidak hanya drama di Jakarta, banyak peristiwa politik lain yang juga terjadi bersamaan. Salah satu yang mencuri perhatian Penulis adalah banyaknya calon kepala daerah yang hanya berhadapan dengan kotak kosong karena terlalu gemuknya koalisi.</p>



<p>Oleh karena itu, ada banyak hal yang terbesit di pikiran Penulis setelah mengamati dunia politik pada masa-masa ini, sehingga merasa perlu untuk menuangkan pikiran dan opininya melalui tulisan ini. </p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/03/ensiklopedia-anak-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/03/ensiklopedia-anak-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/03/ensiklopedia-anak-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/03/ensiklopedia-anak-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/03/ensiklopedia-anak-banner.jpg 1280w " alt="Bacaan untuk Anakku Kelak" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/buku/bacaan-untuk-anakku-kelak/">Bacaan untuk Anakku Kelak</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Gagal Paham Netizen (atau Buzzer?) Menyikapi Peringatan Darurat</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/memahami-situasi-politik-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7773" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/memahami-situasi-politik-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/memahami-situasi-politik-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/memahami-situasi-politik-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/memahami-situasi-politik-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Reza Rahadian Sampai Turun ke Jalan (<a href="https://voi.id/lifestyle/410405/ikut-orasi-di-demo-ruu-pilkada-reza-rahadian-ternyata-cucu-tokoh-wanita-pergerakan-indonesia">VOI</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis sudah merangkum kejadian Peringatan Darurat pada <a href="https://whathefan.com/politik-negara/peringatan-darurat-apa-memang-sedarurat-itu-situasi-politik-saat-ini/">tulisan sebelumnya</a>. Intinya, pada akhirnya keinginan DPR untuk membuat RUU Pilkada demi membatalkan putusan MK dibatalkan karena desakan dari masyarakat.</p>



<p>Seperti yang kita tahu, menjelang rapat untuk membahas RUU Pilkada tersebut, masyarakat berkumpul di beberapa kota besar Indonesia untuk melakukan aksi protes. Bahkan, banyak <em>public figure</em> yang turun seperti Reza Rahadian, Andovi, serta banyak komika.</p>



<p>Nah, dengan dikabulkannya permintaan tersebut, tentu kita sebagai masyarakat merasa senang karena berhasil menahan pemerintah untuk berbuat sewenang-wenang dengan mengubah peraturan demi kepentingan tertentu. Iya, kan?</p>



<p>Ternyata, tidak semua berpikiran seperti itu. Ada pihak (kemungkinan <em>buzzer</em>) yang menuduh kalau gerakan Peringatan Darurat tersebut merupakan <strong>gerakan terstruktur yang dikomandoi oleh pihak tertentu untuk tujuan lain</strong>. Siapa? Mereka tidak menyebutkannya. </p>



<p>Lantas, tujuan lainnya itu apa? Nah, di sini Penulis tidak paham. Mayoritas pos yang kontra dengan Peringatan Darurat tidak menjelaskan secara spesifik apa maksud lain dari gerakan tersebut. Kalau yang pro kan jelas, kami tidak ingin peraturan diubah seenak <em>udel</em>-nya.</p>



<p>Anehnya, mereka justru melempar isu lain untuk memperkeruh keadaan. Contoh, mereka menyinggung masalah politik dinasti di Banten. &#8220;Kenapa kalian diam ketika ada dinasti di Banten,&#8221; kurang lebih begitu narasi dari mereka.</p>



<p>Bagi Penulis, mereka yang bernarasi seperti itu tidak paham substansi. Peringatan Darurat bukan muncul semata-mata untuk menolak dinasti, tapi (sekali lagi) <strong>mencegah agar jangan sampai peraturan bisa diubah semena-mena demi kepentingan tertentu</strong>.</p>



<p>Politik dinasti sudah banyak terjadi selama ini, bukan dipelopori oleh keluarga Joko Widodo selaku presiden kita. Tidak ada perarturan yang melarang kalau kita kerabat dari pejabat publik, kita dilarang untuk menjadi pejabat publik juga.</p>



<p>Yang dipermasalahkan adalah kalau <strong>dinasti itu dibangun dengan mengubah peraturan yang sudah ada</strong>. Kedua anak Jokowi, Gibran dan Kaesang, sama-sama terganjal umur. Gibran berhasil diloloskan pamannya, tapi Kaesang tidak.</p>



<p>Nah, waktu meloloskan Gibran, tidak ada yang berdaya untuk mengubah keputusan MK tersebut, bukan? Lantas, mengapa saat MK memutuskan yang terakhir kemarin, tiba-tiba DPR bergerak cepat untuk menganulir keputusan tersebut? Ini kan anomali yang sangat aneh.</p>



<p>Isu lain yang dilempar ke publik adalah mempertanyakan mengapa para orang pro Peringatan Darurat tidak sevokal ini saat membahas RUU Perampasan Aset. Ini kesalahan logika lainnya karena sudah berbeda substansi. <em>Buzzer </em>memang selalu punya caranya sendiri, walau sering tak masuk akal. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Negara Tanpa Oposisi, tapi Lebih Parah</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/memahami-situasi-politik-2-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7775" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/memahami-situasi-politik-2-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/memahami-situasi-politik-2-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/memahami-situasi-politik-2-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/memahami-situasi-politik-2-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Diusung oleh Belasan Partai (<a href="https://www.antarafoto.com/view/2286411/deklarasi-ridwan-kamil-suswono-untuk-pilkada-dki-jakarta">Antara</a>)</figcaption></figure>



<p>Salah satu poin yang diputuskan oleh MK adalah menurunkan batas <em>threshold </em>partai politik untuk bisa mencalonkan orang, dari 20% menjadi 7.5% saja. Tentu ini keputusan yang bagus sekali, karena <em>threshold </em>yang terlalu tinggi menimbulkan sedikitnya calon yang bisa dipilih.</p>



<p>Penulis pernah membahas mengenai bagaimana Jokowi berhasil mengalahkan lawan-lawannya tanpa berperang, yakni dengan cara mengajak koalisi lawan-lawannya. Hal ini tampaknya akan dilanjutkan oleh presiden terpilih Prabowo Subianto.</p>



<p>Dalam satu pernyataan, Prabowo pernah mengatakan kalau oposisi bukanlah budaya Indonesia, karena budaya Indonesia adalah gotong royong. Bagi Penulis, dalam negara yang mengusung demokrasi, ini adalah hal yang cukup berbahaya.</p>



<p>Hal ini bisa dilihat dari peta Pilkada saat ini, di mana <strong>ada begitu banyak satu calon diusung oleh hampir semua partai yang ada  untuk melawan kotak kosong</strong>, atau minimal melawan calon independen. Ada puluhan kasus seperti ini di seluruh Indonesia.</p>



<p>Penulis ambil contoh di Jakarta, di mana Ridwan Kamil diusung oleh 15 partai. Partai Nasdem, PKB, dan PKS, yang awalnya ingin mengusung Anies Baswedan, berbalik arah dan ikut mendukung Ridwan Kamil karena gagal mencapai <em>threshold</em>. </p>



<p>Setelah keputusan MK, PDIP akhirnya maju sendirian dengan mengusung pasangan Pramono Anung dan Rano Karno. Ada pasangan ketiga dari jalur independen, yang juga kontroversial karena mencatut banyak KTP orang dan tetap diloloskan untuk berlaga di Pilkada.</p>



<p>Di Jawa Timur pun begitu, di mana partai-partai yang bergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus mengusung Khofifah. Yang berbeda adalah PDIP yang mengusuk Risma dan PKB yang mengusung Luluk.</p>



<p>Bayangkan, satu orang diusung oleh belasan partai. Jika pun mereka kalah, suara mereka di dewan akan sangat dominan. Lantas, bagaimana pihak Eksekutif dan Legislatif bisa bekerja dengan baik jika tidak seimbang seperti ini?</p>



<p><strong>Negara butuh kontrol</strong>, karena itulah kita menganut trias politika. Tidak boleh ada satu pihak yang terlalu dominan. Kalau Eksekutif dan Legislatif-nya sejalan terus, lantas siapa yang bisa menjamin kalau semua keputusan yang dibuat akan menguntungkan untuk rakyat? </p>



<p>Kita seolah semakin bertransformasi menjadi negara tanpa oposisi yang makin parah. Siapa yang tidak mau ikut, entah baik atau buruk, akan ditinggal. Memang benar kalau tidak semua orang tahan untuk menjadi oposisi dan berada di luar kekuasaan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Situasi politik di Indonesia saat ini, setidaknya bagi Penulis, sudah berada di tahap yang membuat geleng-geleng kepala. Konsep bernegara yang kita kenal selama ini perlahan digeser, sehingga tak terasa kita akan dibawa kembali ke era otoriter seperti dulu.</p>



<p>Mungkin kita masih bisa bersuara, mungkin kita masih bisa melempar kritik. Akan tetapi, negara ini seolah sedang diatur oleh sekelompok orang dengan kepentingannya masing-masing alias oligarki. Negara ini mau maju mau mundur, suka-suka mereka.</p>



<p>Kalau mau sarkas, sudah tidak perlu adakan Pemilu saja sekalian. Silakan pilih suka-suka kalian. Apakah namanya masih bebas, jika pilihan yang ada diatur-atur oleh pemilik kekuasaan, baik dengan cara halus maupun kasar?</p>



<p>Penulis yang ilmunya rendah ini berusaha memahami situasi politik saat ini, dan kesimpulannya, ini hanya tentang<strong> bagaimana meraih kekuasaan dan mempertahankannya selama mungkin</strong>. Nasib kita sebagai rakyat tak menjadi pertimbangan sama sekali.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 4 September, terinspirasi setelah melihat komentar-komentar netizen (atau <em>buzzer</em>?) terkait peringatan darurat yang ramai beberapa minggu lalu</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.merdeka.com/trending/demo-besar-sukses-gagalkan-dpr-sahkan-ruu-pilkada-disorot-media-internasional-nama-jokowi-kaesang-disebut-sebut-185245-mvk.html">Merdeka</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/berusaha-memahami-situasi-politik-yang-sedang-terjadi-saat-ini/">Berusaha Memahami Situasi Politik yang Sedang Terjadi Saat Ini</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/berusaha-memahami-situasi-politik-yang-sedang-terjadi-saat-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peringatan Darurat: Apa Memang Sedarurat Itu Situasi Politik Saat Ini?</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/peringatan-darurat-apa-memang-sedarurat-itu-situasi-politik-saat-ini/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/peringatan-darurat-apa-memang-sedarurat-itu-situasi-politik-saat-ini/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Aug 2024 19:10:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[MK]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[undang-undang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7726</guid>

					<description><![CDATA[<p>Media sosial berhasil dibirugelapkan oleh netizen. Bukan karena sedang mendukung Chelsea, melainkan karena mereka semua sedang memberikan Peringatan Darurat beserta lambang Garuda dengan latar belakang biru gelap. Melansir dari CNN, foto itu sendiri sebenarnya diambil dari video EAS Indonesia Concept di YouTube. Entah siapa yang pertama kali memiliki ide menggunakan footage dari video tersebut, yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/peringatan-darurat-apa-memang-sedarurat-itu-situasi-politik-saat-ini/">Peringatan Darurat: Apa Memang Sedarurat Itu Situasi Politik Saat Ini?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Media sosial berhasil dibirugelapkan oleh netizen. Bukan karena sedang mendukung Chelsea, melainkan karena mereka semua sedang memberikan <strong>Peringatan Darurat </strong>beserta lambang Garuda dengan latar belakang biru gelap.</p>



<p>Melansir dari CNN, foto itu sendiri sebenarnya diambil dari video EAS Indonesia Concept di YouTube. Entah siapa yang pertama kali memiliki ide menggunakan <em>footage </em>dari video tersebut, yang jelas hal tersebut berhasil menjadi viral di media sosial.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-4-3 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="EAS Indonesia Concept (24/10/1991), ANM-021 (Mesem) - First Encounter" width="740" height="555" src="https://www.youtube.com/embed/JTcOy3bJ4p4?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Berhubung sudah lama tidak menulis tentang politik dan kebetukan sedang memperhatikan &#8220;drama&#8221; yang terjadi menjelang Pilkada Jakarta, Penulis memutuskan untuk menuangkan opininya terkait hal ini, mumpung ada momentum yang tepat dengan adanya Peringatan Darurat.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa-banner.jpg 1280w " alt="Tidak Ada Darahnya, tapi Sakitnya Luar Biasa" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/rasa/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa/">Tidak Ada Darahnya, tapi Sakitnya Luar Biasa</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Latar Belakang Terjadinya Peringatan Darurat</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-twitter wp-block-embed-twitter"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true"><p lang="in" dir="ltr">Buat yang mau ikut ngurus negara dibanding ngurus selangkangan selebgram, ini ringkasan isunya:<br><br>1) PKS awalnya mau calonin Anies-Sohibul Iman, Jakarta &quot;Aman&quot;. Elektabilitasnya paling tinggi. Problemnya: perlu threshold 20% biar bisa calonin gubernur. Jadi perlu cari partai…</p>&mdash; Ardianto Satriawan (@ardisatriawan) <a href="https://twitter.com/ardisatriawan/status/1826054580813312397?ref_src=twsrc%5Etfw">August 21, 2024</a></blockquote><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>
</div></figure>



<p>Mungkin para Pembaca sudah banyak membaca kronologinya di media sosial. Oleh karena itu, Penulis hanya akan merangkumnya untuk memahami mengapa Peringatan Darurat ini bisa menjadi viral, bahkan memicu aksi demo oleh pihak-pihak tertentu.</p>



<p>Kita tarik dari kejadian pada tanggal 4 Juni 2024, ketika Mahkamah Agung mengubah peraturan KPU dari <strong>calon gubernur minimal berusia 30 tahun saat pemilihan menjadi berusia 30 tahun saat pelantikan</strong>. Ini ditenggarai untuk memuluskan anak dari Jokowi, Kaesang Pengarep, untuk melanggeng ke pemilihan.</p>



<p>Lalu di Jakarta, awalnya Koalisi Perubahan di pilpres sepakat ingin mengusung Anies Baswedan sebagai Cagub. Bahkan, PKS sudah menyodorkan nama Sohibul Iman sebagai wakilnya. Masalahnya, ketiga suara partai ini belum menyentuh angka 20% sebagai ambang batas.</p>



<p>Alhasil, <strong>satu per satu partai meninggalkan Anies </strong>dan bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) dan menjadi KIM Plus yang mengusung Ridwan Kamil. Anies, yang secara survei elektabilitas sebenarnya masih yang tertinggi, ditinggal begitu saja.</p>



<p>Di tengah drama partai politik ini, tiba-tiba ada <strong>calon independen yang berhasil mendapatkan ratusan ribu KTP</strong>: Dharma Pongrekun &#8211; Kun Wardana. Ternyata, banyak orang yang merasa KTP-nya dicatut begitu saja, padahal mereka merasa tidak pernah memberikan dukungan, termasuk anak dari Anies.</p>



<p>Kasus ini pun sempat ramai karena pihak kepolisian menghentikan penyelidikan dengan alasan itu adalah wewenagn Bawaslu. Padahal, pencurian data tersebut bisa dimasukkan ke dalam tindak pidana umum. Lebih parahnya lagi, KPU tetap menetapkan calon independen ini.</p>



<p>Pada tanggal 19 Agustus 2024, dengan sisa hanya dua bulan lagi, <strong>Jokowi melakukan <em>reshuffle </em>kabinet</strong>, termasuk Menter Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly yang berasal dari PDIP dengan Supratman Andi Agtas. </p>



<p>Keputusan dadakan ini banyak dianggap, selain membersihkan kabinet dari orang PDIP, juga menempatkan orangnya Jokowi di posisi penting tersebut. Ada yang menyebutkan kalau Jokowi sedang menyiapkan &#8220;sesuatu&#8221; hingga perlu melakukan <em>reshuffle</em>.</p>



<p>Keesokan harinya, pada tanggal 20 Agustus 2024, <strong>Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonan dari Partai Gelora dan Partai Buruh</strong> yang telah diajukan sejak tanggal 20 Mei 2024 untuk mengubah peraturan Pilkada. Keputusan tersebut adalah:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Penurunan ambang batas atas dari 20% di DPRD atau 25% suara sah menjadi 7,5% suara sah</li>



<li>Batas usia calon kepala daerah dihitung saat penetapan pasangan calon, bukan saat pelantikan</li>
</ol>



<p>Putusan pertama dianggap menguntungkan PDIP, yang saat ini <em>solo player </em>dan hanya memiliki 14% suara. Dengan peraturan ini, maka mereka memiliki tiket untuk maju ke Pilkada. Sedangkan putusan yang kedua akan menjegal Kaesang untuk maju ke Pilkada.</p>



<p>Namun, keesokan harinya pada 21 Agustus 2024, DPR melakukan rapat dan membahas RUU Pilkada. Singkat cerita, <strong>semua keputusan MK berusaha dibatalkan oleh mereka</strong>! Yang lebih bikin geram lagi, RUU untuk merespons putusan tersebut dibuat dengan sangat kilat. </p>



<p>Seperti yang kita tahu, selama ini DPR kerap bergerak lambat kalau menyangkut masalah rakyat, seperti RUU Masyarakat Adat dan RUU Perampasan Aset. Akan tetapi, kalau kebijakannya berkaitan dengan kepentingan kelompok tertentu, buset, cepatnya mengalahkan <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-the-flash/">The Flash</a> sekalipun.</p>



<p>Keputusan ini <strong>akan dibahas di rapat paripurna DPR </strong>yang kemungkinan diadakan pada hari Kamis, 22 Agustus 2024. Mengingat hampir semua partai berada di satu kubu, kemungkinan RUU tersebut akan disahkan dan akan membuat putusan MK tidak berlaku.</p>



<p>Menurut Hasan Nasbi selaku Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, pemerintah bakal mengikuti revisi UU Pilkada yang baru dibahas di DPR. Artinya, seandainya DPR tetap mengesahkan RUU ini, maka putusan MK seolah tidak dianggap.</p>



<p>Masyarakat yang sudah geram dengan kebobrokan ini pun memutuskan untuk turun ke jalan dan menggelar aksi demo. Semoga saja tidak terjadi kerusuhan, apalagi sampai menimbukan korban jiwa.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apakah Memang Sedarurat Itu?</h2>



<p>Menurut Penulis, drama yang tersaji jelang Pilkada Jakarta ini lebih parah dibandingkan waktu <a href="https://whathefan.com/politik-negara/mengamati-pilpres-2024-bagian-1-antara-perubahan-dan-keberlanjutan/">Pilpres</a> kemarin. Banyak kejadian &#8220;kebetulan&#8221; yang terjadi, seolah menyudutkan salah satu bakal calon agar tidak sampai maju ke pemilu.</p>



<p>Awalnya, terlihat ada upaya kalau calon dari KIM Plus harus dihadapkan dengan calon independen. Jika melawan Anies yang elektabilitasnya masih tinggi, mereka akan sulit menang Kalau melawan kotak kosong, bisa jadi kemungkinan kotak kosong yang akan menang dan Pilkada harus diulang. </p>



<p>Lantas, apakah memang sedarurat itu? Menurut Penulis, <strong>iya</strong>, sedarurat itu. Mengapa demikian?<strong> Karena hukum dalam beberapa waktu terakhir seolah bisa terus diubah oleh penguasa, menyesuaikan kebutuhan dan kepentingan mereka</strong>.</p>



<p><em>Dulu menghujat MK, kok sekarang malah bela MK? Karena keputusan yang sekarang menguntungkan Anies, ya?</em></p>



<p>Karena kasusnya berbeda. Saat pencalonan Gibran kemarin, hakim MK sekaligus pamannya terbukti melakukan pelanggaran etik. Anehnya, keputusan pencalonan Gibran tetap sah hingga akhirnya terpilih.</p>



<p>Pada kasus MK yang sekarang, putusan mereka memang terlihat menguntungkan Anies dan PDIP. Namun, <strong>keputusan tersebut langsung dibegal oleh DPR dan upaya untuk membatalkannya sangat masif</strong>.</p>



<p>Pertanyaannya Penulis balik: mengapa dulu DPR diam saja melihat putusan MK yang kontroversial tersebut? Mengapa baru sekarang, dengan kecepatan cahaya, mereka bisa membatalkan keputusan MK?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Para Influencer Telah Bersuara</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-twitter wp-block-embed-twitter"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true"><p lang="in" dir="ltr">Disclaimer: Video ini banyak disclaimer. Sampai ketemu besok. <a href="https://t.co/LuhqxMXmXP">pic.twitter.com/LuhqxMXmXP</a></p>&mdash; Andovi da Lopez (@AndovidaLopez) <a href="https://twitter.com/AndovidaLopez/status/1826245045248499906?ref_src=twsrc%5Etfw">August 21, 2024</a></blockquote><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>
</div></figure>



<p>Kedaruratan ini, salah satu parameter kecil lainnya, juga bisa dilihat dari <strong>banyaknya tokoh atau <em>influencer </em>yang menunjukkan dukungannya terhadap gerakan ini</strong>. Jika di Pilpres kemarin banyak yang tidak menunjukkan keberpihakannya, maka kali ini banyak sekali tokoh maupun <em>influencer </em>yang bersuara.</p>



<p>Di Instagram pun begitu, mulai Najwa Shihab melalui Narasi-nya hingga para komikus favorit Penulis. Juki dan Mice Cartoon membuat ilustrasi Darurat, sedangkan komikus lain seperti Komikkamvret membuat pesan implisit melalui komiknya.</p>



<p>Di linimasa X (Twitter) lebih ramai lagi, di antaranya ada Andovi da Lopez, Panji Pragiwaksono, dan Ernest Prakasa. Bahkan, akun parfum HMNS, Habis Nonton Film, hingga F1 Speed Indonesia pun ikut bersuara. Banyak yang merangkum kronologi kejadiannya untuk memudahkan orang yang tidak terlalu mengikuti.</p>



<p>Menariknya (atau mirisnya), ada beberapa akun yang mengaku mendapatkan tawaran bombastis. Akun Neo Historia Indonesia mengaku kalau mereka diminta untuk mengadu domba pendukung Anies dan PDIP atas kasus penistaan agama yang pernah dilakukan oleh Ahok pada tahun 2017.</p>



<p>Penulis merasa, banyak pihak yang sudah kehabisan kesabaran dengan kelakuan elit politik kita yang bisa dengan seenak <em>udelnya </em>bisa memainkan hukum sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itu, tak heran pada akhirnya banyak public figure, yang sebelumnya terkesan diam, mulai bersuara.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Ini sudah bukan masalah siapa yang akan menang pemilu, tapi<strong> ini sudah menyangkut masalah keadilan</strong>. Seperti yang dikatakan oleh Andovi, yang masyarakat inginkan adalah proses pemilu yang <em>fair </em>dan adil. Hanya itu.</p>



<p><em>Deadline </em>pendaftaran akan ditutup pada tanggal 27 Agustus 2024 atau sekitar tujuh hari kerja lagi. PDIP telah menyatakan mereka akan tetap mengusung Anies pada tanggal tersebut, terlepas dari hasil rapat paripurna DPR yang sangat instan. </p>



<p>Bagaimana akhirnya? Mari kita nantikan bersama, dan semoga apa yang telah terjadi di Bangladesh tidak terjadi di sini.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 21 Agustus 2024, terinspirasi setelah ramainya Peringatan Darurat di media sosial</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/peringatan-darurat-apa-memang-sedarurat-itu-situasi-politik-saat-ini/">Peringatan Darurat: Apa Memang Sedarurat Itu Situasi Politik Saat Ini?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/peringatan-darurat-apa-memang-sedarurat-itu-situasi-politik-saat-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pusat Data Nasional kok Bisa-Bisanya Dirasuki Ransomware…</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/pusat-data-nasional-kok-bisa-bisanya-dibobol/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/pusat-data-nasional-kok-bisa-bisanya-dibobol/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Jun 2024 16:12:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[hacker]]></category>
		<category><![CDATA[Kominfo]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[ransomware]]></category>
		<category><![CDATA[server]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7538</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam beberapa hari terakhir, di berita heboh dengan kebocoran data yang dialami oleh Pusat Data Nasional Siber (PDNS) 2 di Surabaya gara-gara terkena ransomware. Adanya penyanderaan data ini membuat banyak sektor menjadi lumpuh, termasuk keiimigrasian. Tak main-main, biaya tebus yang diminta oleh sang pembobol mencapai 8 juta dolar atau setara Rp131 miliar. Dari berita terakhir [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/pusat-data-nasional-kok-bisa-bisanya-dibobol/">Pusat Data Nasional kok Bisa-Bisanya Dirasuki Ransomware…</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dalam beberapa hari terakhir, di berita heboh dengan kebocoran data yang dialami oleh Pusat Data Nasional Siber (PDNS) 2 di Surabaya gara-gara terkena <em>ransomware</em>. Adanya penyanderaan data ini membuat banyak sektor menjadi lumpuh, termasuk keiimigrasian. </p>



<p>Tak main-main, biaya tebus yang diminta oleh sang pembobol mencapai<strong> 8 juta dolar</strong> atau setara<strong> Rp131 miliar</strong>. Dari berita terakhir yang Penulis baca, pihak pemerintah memutuskan untuk menyerah dan merelakan data yang dibobol hilang begitu saja.</p>



<p>Kejadian ini tentu saja membuat geram banyak netizen dan menganggap Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) yang menaungi PDNS tidak becus dalam menjaga data masyarakatnya. Kita yang cuma masyarakat biasa ini khawatir karena data yang kita serahkan ke pemerintah tidak bisa dijaga dengan baik.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo-1520525388072-cd9e991a5e41-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo-1520525388072-cd9e991a5e41-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo-1520525388072-cd9e991a5e41-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo-1520525388072-cd9e991a5e41-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo-1520525388072-cd9e991a5e41-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo-1520525388072-cd9e991a5e41.jpg 1189w " alt="Keterasingan dari Dunia" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/sajak/keterasingan-dari-dunia/">Keterasingan dari Dunia</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Apa Itu Ransomware?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/pusat-data-nasional-ransomaware-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7543" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/pusat-data-nasional-ransomaware-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/pusat-data-nasional-ransomaware-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/pusat-data-nasional-ransomaware-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/pusat-data-nasional-ransomaware-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Memahami Apa Itu Ransomware (<a href="https://www.pcworld.com/article/2341313/what-is-ransomware-7-things-you-must-know-before-its-too-late.html">PC World</a>)</figcaption></figure>



<p>Sebelum membahas tentang bobolnya PSNS, ada baiknya kita memahami dulu apa itu <em>ransomware</em>. Melansir dari Oxford Dictionary, <em>ransomware </em>adalah <em><strong>jenis perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk memblokir akses ke sistem komputer sampai sejumlah uang dibayarkan</strong></em>.</p>



<p>Dengan kata lain, <em>ransomware </em>akan menyandera data kita dengan memblokir aksesnya. Biasanya, persebarannya melalui virus yang akan masuk ke dalam komputer kita. Begitu virusnya hinggap, maka akses akan dikuasai oleh pihak <em>hacker</em>.</p>



<p>Biasanya, <em>hacker </em>akan meminta sejumlah uang tebusan jika <em>user </em>komputer mau data yang telah ia sandera dikembalikan. Masalahnya, belum tentu data kita akan kembali setelah kita mengirim sejumlah uang ke mereka.</p>



<p>Melansir dari Trellix, <em>ransomware </em>biasanya ditargetkan untuk menyerang ke seluruh jaringan dan menargetkan basis data serta server <em>file</em> dengan tujuan untuk melumpuhkan yang diserang, seperti yang bisa kita lihat pada kasus PDNS.</p>



<p>Untuk mencegah <em>ransomware</em>, salah satu kunci utamanya selain memperkuat keamanan siber, ya <strong>rajin melakukan <em>back up data </em></strong>agar seandainya terkena serangan, masih ada data cadangannya. Dalam kasus PDNS, ternyata banyak yang belum melakukan <em>backup</em>. </p>



<p>Dari sekitar 282 <em>tenant </em>yang terdampak dari serangan ini, diketahui hanya ada 44 <em>tenant </em>yang memiliki cadangan data. Penulis sampai heran, kok bisa data-data sepenting itu tidak di-<em>backup</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kronologi Bobolnya PDNS</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/pusat-data-nasional-ransomaware-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7544" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/pusat-data-nasional-ransomaware-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/pusat-data-nasional-ransomaware-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/pusat-data-nasional-ransomaware-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/pusat-data-nasional-ransomaware-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Kok, Bisa Bobol, ya? (<a href="https://www.bssn.go.id/bssn-identifikasi-pusat-data-nasional-sementara-diserang-ransomware/">BSSN</a>)</figcaption></figure>



<p>Dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi I DPR dengan Kominfo serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pada hari ini, sempat terungkap bahwa kebobolan PDNS bermula adanya upaya menonaktifkan Windows Defender sejak 17 Juni, hingga akhirnya benar-benar lumpuh pada tanggal 20 Juni.</p>



<p>Hal itu terbukti berdasarkan hasil forensik, di mana tahap pertama serangan terjadi pada tanggal 18 hingga 19 Juni 2024. Setelah itu, Directory Backup tiba-tiba dinonaktifkan pada tanggal 20 Juni dan sejak tanggal tersebutlah <em>ransomware </em>bernama Brain Cipher Ransomware berhasil dieksekusi.</p>



<p>Sejak datanya disandera, pihak pemerintah mengatakan bahwa mereka tidak akan membayar uang tebusan sebesar Rp131 miliar. Dari berita terbaru, pihak pemerintah mengatakan bahwa mereka malah sudah pasrah kehilangan data-data yang disandera karena servernya sudah tidak terselamatkan lagi.</p>



<p>Direktur Network dan IT Solution Telkom, <strong>Herlan Wijanarko</strong>, mengatakan walaupun data di PDNS 2 tersandera, kebocoran data bisa dibilang aman karena hanya terenkripsi di dalam sistem PDN. Apalagi, sistem PDNS 2 juga sudah diisolasi dan diputus aksesnya dengan luar.</p>



<p>Menurut <strong>Usman Kansong</strong> selaku Dirjen IKKP Kementerian Kominfo, hingga hari ini sudah ada beberapa <em>tenant </em>pemerintah yang terdampak telah pulih, yakni Imigrasi, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Kemenkomarves, Kota Kediri, dan Kemenag. </p>



<p>Masalahnya, masih ada banyak <em>tenant </em>yang terdampak dan tampaknya akan butuh waktu lama untuk pulih total. Setidaknya hingga akhir bulan Juni ini, pemerintah menargetkan setidaknya ada 18 <em>tenant </em>yang berhasil dipulihkan. Padahal, ada 200 lebih <em>tenant </em>yang terdampak.</p>



<p>Selama PDNS di Surabaya lumpuh, untuk sementara PDNS dipindahkan ke Batam dan Serpong, Tangerang. Proses isolasi juga telah dilakukan untuk mencegah <em>ransomware </em>menyebar ke jaringan lain. Tentu langkah-langkah untuk memperkuat pertahanan siber juga telah dilakukan.</p>



<p><strong>Budi Arie Setiadi</strong> selaku Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) berusaha membela diri kalau serangan <em>ransomware </em>menyerang berbagai negara. Ya memang, tapi dari banyaknya serangan ke negara-negera tersebut, berapa banyak yang bisa bobol dengan mudah seperti kita?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Dalam <a href="https://whathefan.com/politik-negara/mengamati-pilpres-2024-bagian-2-menyelami-paslon-lebih-dalam/">debat pilpres kemarin</a>, masalah pertahanan siber menjadi salah satu yang sempat dibahas dan dianggap rawan oleh salah satu pasangan calon. Waktu itu, banyak yang tidak percaya, hingga akhirnya terbukti dengan kejadian bobolnya PDSN ini.</p>



<p>Apalagi, masalah kebocoran data di negara kita ini seolah sudah menjadi hal yang biasa. Kita seolah tidak pernah belajar dari kasus yang sudah-sudah. <strong>Pertahanan siber kita jelas butuh banyak dibenahi </strong>untuk menghindari kasus serupa terulang di masa depan.</p>



<p>Seharusnya, kita itu melakukan yang namanya antisipasi, jangan menunggu diretas baru melakukan tindakan. Kalau datanya sudah sampai dibobol, yang rugi jelas kita sebagai masyarakat yang mempercayakan datanya untuk diberikan kepada pemerintah.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 27 Juni 2024, terinspirasi setelah membaca banyak berita tentang bobolnya Pusat Data Nasional (PDN)</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.pexels.com/photo/technology-computer-desktop-programming-113850/">Markus Spiske</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://www.trellix.com/security-awareness/ransomware/what-is-ransomware/">What Is Ransomware? | Trellix</a></li>



<li><a href="https://nasional.tempo.co/read/1884904/bssn-kritik-kominfo-yang-tak-back-up-data-pdn?tracking_page_direct">BSSN Kritik Kominfo Yang Tak Back Up Data PDN &#8211; Nasional Tempo.co</a></li>



<li><a href="https://nasional.tempo.co/read/1884752/menkopolhukam-dalami-serangan-ransomware-ke-pdns-sebut-bssn-selidiki-dampak-lanjutan?page_num=2">Menkopolhukam Dalami Serangan Ransomware ke PDNS, Sebut BSSN Selidiki Dampak Lanjutan &#8211; Nasional Tempo.co</a></li>



<li><a href="https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20240627205634-192-1115089/telkomsigma-jawab-alasan-penggunaan-windows-di-pdns-2">Telkomsigma Jawab Alasan Penggunaan Windows di PDNS 2 (cnnindonesia.com)</a></li>



<li><a href="https://nasional.kompas.com/read/2024/06/27/05363191/gagal-lawan-peretas-pdn-pemerintah-pasrah-kehilangan-data-berharga?page=all">Gagal Lawan Peretas PDN, Pemerintah Pasrah Kehilangan Data Berharga Halaman all &#8211; Kompas.com</a></li>



<li><a href="https://nasional.tempo.co/read/1884218/pusat-data-nasional-jebol-hingga-permintaan-tebusan-rp-131-miliar-ini-kilas-balik-kasusnya">Pusat Data Nasional Jebol hingga Permintaan Tebusan Rp 131 Miliar, Ini Kilas Balik Kasusnya &#8211; Nasional Tempo.co</a></li>



<li><a href="https://www.cnbcindonesia.com/tech/20240627170323-37-549971/kronologi-hacker-rebut-kendali-pusat-data-nasional-diungkap-bssn">Kronologi Hacker Rebut Kendali Pusat Data Nasional Diungkap BSSN (cnbcindonesia.com)</a></li>



<li><a href="https://www.suara.com/news/2024/06/27/175359/virus-ransomware-acak-acak-pusat-dana-nasional-menkominfo-curhat-di-dpr-virus-ini-melanda-dunia">Virus Ransomware Acak-acak Pusat Data Nasional, Menkominfo Curhat di DPR: Virus Ini Melanda Dunia (suara.com)</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/pusat-data-nasional-kok-bisa-bisanya-dibobol/">Pusat Data Nasional kok Bisa-Bisanya Dirasuki Ransomware…</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/pusat-data-nasional-kok-bisa-bisanya-dibobol/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Layakkah Pemain Judi Online Dianggap Korban dan Mendapatkan Bansos?</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/layakkah-pemain-judi-online-dianggap-sebagai-korban/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/layakkah-pemain-judi-online-dianggap-sebagai-korban/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Jun 2024 14:38:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[bansos]]></category>
		<category><![CDATA[judi]]></category>
		<category><![CDATA[judi online]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7450</guid>

					<description><![CDATA[<p>Belakangan ini masyrakat heboh dengan pernyataan dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy. Pasalnya, ia menyebutkan kalau korban judi online (judol) akan mendapatkan bantuan sosial (bansos)! Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyetujui wacana tersebut. Di sisi lain, Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartanto, mengatakan bahwa para korban judol tidak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/layakkah-pemain-judi-online-dianggap-sebagai-korban/">Layakkah Pemain Judi Online Dianggap Korban dan Mendapatkan Bansos?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Belakangan ini masyrakat heboh dengan pernyataan dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), <strong>Muhadjir Effendy</strong>. Pasalnya, ia menyebutkan kalau korban judi <em>online </em>(judol) akan mendapatkan bantuan sosial (bansos)!</p>



<p>Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyetujui wacana tersebut. Di sisi lain, Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartanto, mengatakan bahwa para korban judol tidak akan mendapatkan fasilitas bantuan dari pemerintah.</p>



<p>Yang jelas, hal ini memicu emosi dari sebagian masyarakat yang menganggap kalau korban judol tidak layak untuk mendapatkan bansos. Muhadjir sendiri akhirnya merevisi ucapannya dengan mengatakan bansos yang dimaksud diperuntukkan untuk keluarga korban judol.</p>



<p>Pertanyaannya, <strong>apakah pantas pemain judol (yang kalah, tentu saja) pantas dianggap sebagai korban?</strong></p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/apa-yang-bisa-kita-kendalikan-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/apa-yang-bisa-kita-kendalikan-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/apa-yang-bisa-kita-kendalikan-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/apa-yang-bisa-kita-kendalikan-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/apa-yang-bisa-kita-kendalikan-banner.jpg 1280w " alt="Apa yang Bisa Kita Kendalikan?" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/apa-yang-bisa-kita-kendalikan/">Apa yang Bisa Kita Kendalikan?</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Pemain Judol yang Tak Sadar sedang Diakali Sistem</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/korban-judol-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7455" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/korban-judol-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/korban-judol-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/korban-judol-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/korban-judol-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Bisa Dimanipulasi dengan Teknik Tertentu (<a href="https://napoleons-casinos.co.uk/journal/how-to-play-roulette-beginners-guide/">Napoleons Casinos</a>)</figcaption></figure>



<p>Sewaktu kecil, Penulis pernah membaca komik (lupa judulnya) yang bercerita tentang seorang pebisnis besar yang ingin mewariskan perusahaannya secara terbuka. Siapapun yang merasa layak, boleh mencoba mendaftar dan nanti akan mengikuti beberapa ujian.</p>



<p>Menariknya, salah satu ujiannya adalah bermain judi berbagai jenis, mulai poker sampai <em>roulette</em>. Dari komik tersebut, Penulis baru tahu kalau hasil dari judi tersebut sudah diatur sedemikian rupa untuk menguntungkan bandar.</p>



<p>Awalnya logika Penulis menganggap kalau hal tersebut hanya terjadi di komik untuk memberikan kesan dramatis. Ternyata, setelah melihat beberapa konten di media sosial, di dunia asli pun ada banyak manipulasi seperti yang diceritakan di komik tersebut.</p>



<p>Nah, <strong>kalau yang <em>offline </em>dan dilihat banyak orang saja manipulasi banyak dilakukan, apalagi judi <em>online </em>yang menggunakan sistem komputer yang tak terlihat</strong>? Ada banyak sekali celah untuk memanipulasi pemain agar terus bermain.</p>



<p>Di <em>game Borderlands 3 </em>yang sedang Penulis mainkan, ada fitur permainan slot yang menggunakan uang <em>in-game </em>(bukan uang asli) untuk mendapatkan <em>item-item </em>tertentu seperti senjata. Itu saja lebih sering <em>zonk-</em>nya, sangat jarang ada <em>item </em>bagus yang bisa didapatkan.</p>



<p>Mirip dengan judi di Casino, tentu pemain baru akan dikasih menang dulu agar memberikan efek dopamin dan membuat mereka terus melakukan deposit. Setelah itu, kekalahan demi kekalahan akan mereka terima. Kalaupun menang, tentu hasilnya sedikit.</p>



<p>Karena merasa yakin permainan berikutnya akan menang, maka mereka akan terus melakukan deposit. Tak jarang jika mereka menggunakan uang dari berbagai sumber, termasuk memanfaatkan jasa pinjam <em>online </em>(pinjol) yang tentu akan menimbulkan masalah baru. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Pemain Judol Dikasih Bansos, Layak atau Tidak?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/korban-judol-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7456" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/korban-judol-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/korban-judol-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/korban-judol-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/korban-judol-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Dapat Bansos, Pemain Judol Full Senyum (<a href="https://www.vecteezy.com/photo/35345676-ai-generated-handsome-young-man-playing-poker-at-casino-casino-concept-a-happy-man-winning-poker-in-casino-and-money-flying-around-him-ai-generated">Vecteezy</a>)</figcaption></figure>



<p>Mungkin akan ada yang berargumen kalau mereka bermain judol untuk sekadar <em>have fun</em>, bukan untuk meraih kekayaan instan. Nah, dari sini pola pikirnya sudah salah karena <strong>judinya sendiri adalah perbuatan yang dilarang oleh agama mana pun</strong>.</p>



<p>Mau sedikit, mau banyak, kalau salah ya tetap salah. Apapun alasannya, kalau hal buruk ya jangan dilakukan. Begal yang melakukan pencurian motor (hal buruk) demi menghidupi keluarganya (niat baik) juga tidak akan kita benarkan, bukan?</p>



<p>Apalagi, banyak pemain judol yang sampai habis miliaran. Bayangkan dari Perwira TNI hingga anggota DPR pun ada yang terseret judol. Ini menunjukkan kalau pemainnya bukan dari kalangan miskin saja. Masa iya main judol miliaran layak dapat bansos?</p>



<p>Penulis kerap mendapatkan cerita dari teman-temannya bagaimana para pemain judol ini sudah begitu kecanduan sehingga sama sekali tidak bisa dinasehati, entah itu untuk <em>have fun </em>atapun mau dapat uang instan.</p>



<p>Mereka tidak sadar kalau dirinya sedang diakali dan dibodohi oleh sistem. Logikanya, mana ada bandar judi yang mau rugi? Pasti mereka mau meraup keuntungan sebesar-besarnya dari hasil deposit para pemain. Apalagi, manipulasi di judol lebih mudah dan tak terlihat.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis sama sekali <strong>tidak setuju jika para pemain judol dianggap sebagai &#8220;korban&#8221; dan butuh mendapatkan bansos</strong>. Mereka adalah korban dari kelakukan buruk mereka sendiri dan harus menanggung konsekuensinya. Mereka tidak layak mendapatkan bansos.</p>



<p>Penulis justru khawatir kalau bansos yang diberikan, jika berupa uang, akan digunakan untuk deposit. Meskipun diberi ke keluarganya sekalipun, potensi untuk salah digunakan sangat besar mengingat tabiat mayoritas dari pemain judol.</p>



<p>Pemberian bansos juga membuat mereka tidak akan merasa jera bermain judol. Pikir mereka, &#8220;Tenang aja, walau boncos tetap dapet bansos.&#8221; Tentu hal ini terasa tidak adil bagi masyarakat yang mungkin pas-pasan tapi tidak kebagian jatah bansos karena dianggap kurang miskin.</p>



<p>Jika pemerintah memang mau memberikan bantuan kepada pemain judol, lakukan saja <strong>rehabilitasi untuk menghilangkan kecanduan judol</strong>. Walau belum tentu berhasil, setidaknya itu lebih baik dibandingkan memberi mereka &#8220;insentif.&#8221;</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Judol adalah salah satu permasalahan terbesar yang sedang dihadapi oleh Indonesia. Bayangkan saja, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat trasaksi judol mencapai <strong>Rp600 triliun</strong>.</p>



<p>Pemerintah Indonesia sendiri sebenarnya tidak diam saja melihat hal ini. Presiden Joko Widodo telah membentuk satuan tugas (satgas) untuk memberantas judol yang dipimpin oleh Menko Polhukam Hadi Tjahjanto.</p>



<p>Selain itu, pemerintah juga mengklaim telah menutup jutaan situs judol, walaupun situs judol ini mati satu tumbuh seribu. Menkominfo juga melakukan SMS Blast yang efeknya sebenarnya sama dengan peringatan kematian di bungkus rokok, alias <em>ga ngefek</em>.</p>



<p>Masyarakat jelas menuntut pemerintah untuk menghadirkan solusi-solusi lain yang lebih konkrit untuk memberantas judol yang kian meresahkan ini, bukan justru memberi bansos kepada para pemainnya. Penulis rasa semua yang masih waras akan menentang ide ini.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 17 Juni 2024, setelah muncul wacana mengenai pemain judol yang akan mendapatkan bansos</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.linkedin.com/pulse/check-out-important-guide-choose-best-free-online-slots-ankit-ahirwar">LinkedIn</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://www.detik.com/sumbagsel/berita/d-7394812/muhadjir-luruskan-korban-judol-dapat-bansos-yang-terima-keluarganya">Muhadjir Luruskan &#8216;Korban Judol Dapat Bansos&#8217;: Yang Terima Keluarganya (detik.com)</a></li>



<li><a href="https://www.kedaipena.com/menko-airlangga-tegaskan-bansos-untuk-korban-judol-tak-ada-di-apbn/">Menko Airlangga Tegaskan, Bansos Untuk Korban Judol Tak Ada di APBN &#8211; Kedai Pena</a></li>



<li><a href="https://www.tvonenews.com/berita/nasional/219467-jadi-miskin-karena-main-judi-online-bisa-dapat-bansos-begini-penjelasannya-kata-dpr">Jadi Miskin karena Main Judi Online Bisa Dapat Bansos, Begini Penjelasannya kata DPR (tvonenews.com)</a></li>



<li><a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20240616104537-12-1110516/7-fakta-terbaru-judi-online-ri-transaksi-rp600-t-bakal-dapat-bansos">7 Fakta Terbaru Judi Online RI: Transaksi Rp600 T-Bakal Dapat Bansos (cnnindonesia.com)</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/layakkah-pemain-judi-online-dianggap-sebagai-korban/">Layakkah Pemain Judi Online Dianggap Korban dan Mendapatkan Bansos?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/layakkah-pemain-judi-online-dianggap-sebagai-korban/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
