<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>perasaan Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/perasaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/perasaan/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 Jun 2024 16:08:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>perasaan Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/perasaan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ketika Mencari Pasangan Menggunakan Standar TikTok</title>
		<link>https://whathefan.com/rasa/ketika-mencari-pasangan-menggunakan-standar-tiktok/</link>
					<comments>https://whathefan.com/rasa/ketika-mencari-pasangan-menggunakan-standar-tiktok/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Jun 2024 15:18:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tentang Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[pasangan]]></category>
		<category><![CDATA[pengaruh]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[rasa]]></category>
		<category><![CDATA[tiktok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7324</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis sudah lama tidak membuka TikTok karena berbagai alasan. Namun, ada satu hal yang mendorong Penulis untuk melakukan riset ke TikTok karena ada satu komentar yang kerap muncul di berbagai media sosial lainnya: &#8220;cewek pakai standar TikTok.&#8221; Karena sudah lama tidak membukanya, tentu Penulis sedikit kebingungan apa maksudnya, walau ada asumsi-asumsi. Penulis pun memutuskan untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/ketika-mencari-pasangan-menggunakan-standar-tiktok/">Ketika Mencari Pasangan Menggunakan Standar TikTok</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/kenapa-saya-berhenti-main-tiktok/">Penulis sudah lama tidak membuka TikTok karena berbagai alasan</a>. Namun, ada satu hal yang mendorong Penulis untuk melakukan riset ke TikTok karena ada satu komentar yang kerap muncul di berbagai media sosial lainnya:<strong> &#8220;cewek pakai standar TikTok.&#8221;</strong></p>



<p>Karena sudah lama tidak membukanya, tentu Penulis sedikit kebingungan apa maksudnya, walau ada asumsi-asumsi. Penulis pun memutuskan untuk kembali membuka TikTok untuk melakukan riset dan melakukan wawancara dengan pengguna TikTok.</p>



<p>Ternyata, jika disimpulkan, di TikTok sering ada konten yang membahas mengenai standar-standar yang harus dipenuhi oleh pasangan. Semua konten yang Penulis temukan memiliki <em>point of view </em>(POV) dari sisi wanita yang menetapkan standar tertentu untuk lelakinya.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-768x566.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-1024x755.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-346x255.jpg 346w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019.jpg 1221w " alt="Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/animekomik/mencari-inspirasi-karakter-melalui-anime/">Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana TikTok Berubah Menjadi Standar Pasangan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/standar-pasangan-tiktok-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7343" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/standar-pasangan-tiktok-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/standar-pasangan-tiktok-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/standar-pasangan-tiktok-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/standar-pasangan-tiktok-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Jadi Patokan dalam Menentukan Standar Pasangan (<a href="https://www.searchenginejournal.com/why-is-tiktok-so-popular/424603/">Search Engine Journal</a>)</figcaption></figure>



<p>Berdasarkan hasil riset dan wawancara, Penulis menemukan fakta bahwa banyak standar yang dipasang oleh orang-orang TikTok kadang tidak masuk akal, bahkan terkesan mengada-ada. Bahayanya, standar-standar tersebut ditelan mentah-mentah oleh banyak pengguna.</p>



<p>Penulis menemukan satu contoh standar yang menurut Penulis sangat tidak masuk akal, yakni tentang <em>typing</em> atau mengetik di <em>chat</em>. Bayangkan, ada standar yang menyebutkan <strong>ciri-ciri <em>typing</em> ganteng</strong>. Masalah <em>typing</em> saja bisa dibilang ganteng atau tidak, bahkan bisa jadi <em>red flag</em> kalau tidak cocok!</p>



<p>Jika boleh berandai-andai, mungkin standar lain yang dianggap tidak masuk akal itu seperti berharap punya pasangan dengan sifat sesempurna mungkin, bisa memberikan uang bulanan dengan nominal fantastis, atau bahkan memiliki <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu/">fisik seperit <em>idol </em>K-Po</a>p. Mungkin lho, ya.</p>



<p>Standar ini bisa digunakan baik ketika sedang mencari atau bahkan telah memiliki pasangan. Jika belum punya, mungkin standar ini membuat mereka kesulitan menemukan pasangan. Jika sudah punya, kemungkinan besar pasangan mereka akan dituntut menjadi seperti apa yang muncul di TikTok.</p>



<p>Memiliki standar tertentu untuk pasangan sebenarnya adalah hal yang normal-normal saja. Penulis pun tentu memiliki standarnya sendiri. Namun, hal tersebut menjadi kurang pas apabila kita menggunakan standar orang lain yang belum tentu cocok dengan kita.</p>



<p>Ketika memasang standar yang begitu tinggi dalam mencari pasangan, terkadang kita lupa untuk menengok ke diri sendiri:<strong> apakah aku sudah pantas mendapatkan pasangan yang seperti yang aku standarkan tersebut? </strong></p>



<h2 class="wp-block-heading">Terlalu Demanding sampai Lupa Sadar Diri</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/standar-pasangan-tiktok-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7344" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/standar-pasangan-tiktok-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/standar-pasangan-tiktok-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/standar-pasangan-tiktok-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/standar-pasangan-tiktok-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Terlalu Banyak Menuntut Ini Itu (<a href="https://create.vista.com/unlimited/stock-photos/230188504/stock-photo-selective-focus-angry-girlfriend-screaming-boyfriend-while-man-putting-hands/">Vista Create</a>)</figcaption></figure>



<p>Terkadang kita ini terlalu <em>demanding </em>dalam menentukan standar pasangan, sampai lupa kalau diri <strong>kita sendiri juga butuh terus meningkatkan <em>value </em>diri</strong> agar layak mendapatkan pasangan yang baik. Kita terlalu fokus meminta, sampai lupa kalau ada yang harus diberikan.</p>



<p>Berharap dapat pasangan milyader, tapi dirinya sendiri cuma hobi rebahan, ya enggak layak. Berharap dapat pasangan pekerja keras, tapi dirinya pemalas, ya enggak layak. Berharap dapat pasangan baik hati, tapi dirinya sendiri sifatnya kayak setan, ya enggak layak.</p>



<p>Mungkin akan ada yang berpendapat kalau selama orangnya memiliki paras rupawan, mau pemalas pun pasti bisa mendapatkan pasangan kaya. Namun, perlu diingat kalau orang kaya pasti memiliki standar yang tinggi juga. </p>



<p>Buat apa punya paras yang menarik, kalau <em>value </em>yang lain minus. Pasti ada banyak orang-orang cantik/tampan lain yang <em>value</em>-nya memenuhi standar. Persaingan untuk mendapatkan pasangan di dunia ini keras, jika kita tidak berusaha untuk terus meningkatkan <em>value </em>diri.</p>



<p>Jangan lupa kalau media sosial, termasuk TikTok, adalah platform yang penuh dengan &#8220;kosmetik.&#8221; Jangan langsung percaya apapun yang dilihat di sana, termasuk para kreator konten yang membuat konten tentang standar pasangan.</p>



<p>Jika kita menelan mentah semua apa kata orang TikTok tentang standar pasangan, alhasil standar kita pun akan menjadi tidak realistis. Ingin pasangan seperti ini itu, sampai lupa kalau setiap manusia itu memiliki plus dan minusnya masing-masing, Kok, enak mau plusnya doang?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Laki-Laki Jarang Mendapatkan Unconditional Love</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/standar-tiktok-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7342" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/standar-tiktok-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/standar-tiktok-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/standar-tiktok-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/standar-tiktok.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Karena semua konten yang Penulis temukan membahas tentang bagaimana wanita menggunakan standar TikTok untuk menentukan kriteria pasangan, Penulis jadi ingat <em>quote </em>terkenal dari Chris Rock:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>&#8220;Only women, children, and dogs are loved unconditionally. A man is only loved under the condition that he provide something.&#8221;</p>



<p>“Hanya wanita, anak-anak, dan anjing yang dicintai tanpa syarat. Seorang pria hanya dicintai dengan syarat dia memberikan sesuatu.”</p>
</blockquote>



<p>Berdasarkan pengalaman pribadi dan <em>sharing </em>yang dilakukan orang-orang di media sosial, seringnya memang seperti itu. Seorang pria bisa mencintai seorang wanita tanpa alasan, tapi sulit terjadi sebaliknya. Mungkin ada beberapa anomali, tapi seringnya memang seperti itu.</p>



<p>Contohnya seperti ini. Pria bisa mencintai seorang wanita yang miskin dan menganggur, tapi hal sebaliknya jarang sekali terjadi. Wanita miskin dan <em>nganggur </em>pun mungkin berharap dapat suami mapan untuk mengangkat derajat dirinya dan keluarganya.</p>



<p>Penulis paham kalau sebenarnya tidak bisa digeneralisir seperti itu. <a href="https://whathefan.com/animekomik/mokondo-ala-rent-a-girlfriend/">Pria <em>mokondo</em></a><em> </em>yang tanpa malu meminta uang ke pihak wanita pun banyak. Namun, di sini fokus Penulis adalah bagaimana &#8220;cewek pakai standar TikTok&#8221; memiliki begitu banyak persyaratan untuk pasangannya.</p>



<p>Dari dulu, pria memang seolah selalu dituntut untuk memberikan <em>effort </em>lebih untuk wanita. Hal tersebut tampaknya memang sudah menjadi standar sehingga diwajarkan. Penulis sendiri tidak merasa keberatan karena memang itu salah satu &#8220;risiko&#8221; menjadi seorang pria.</p>



<p>Namun, jika tuntutannya berlebihan, tentu hal tersebut akan memberatkan pihak prianya. Kalau sudah cinta, pria akan seolah rela melakukan apapun untuk wanitanya. Namun, kalau yang dituntut terlalu banyak, lama-lama sang pria pun akan merasa tak mampu untuk memenuhi semuanya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Daripada terus memasang standar yang tidak masuk akal dan mudah memberi <em>red flag </em>untuk hal sepele, ada baiknya kita melakukan interopeksi diri. Daripada cuma menuntut, ada baiknya kita meningkatkan <em>value </em>diri agar sesuai dengan standar yang kita ciptakan sendiri.</p>



<p>Kalau jadi sekadar referensi bagaimana menentukan standar pasangan, TikTok oke, kok. Hanya saja, kalau sampai jadi patokan yang bersifat mutlak, kok, rasanya kurang bijak, ya. Kita tidak pernah tahu bagaimana kehidupan sang pembuat standar, jadi lebih baik kita buat standar kita sendiri saja.</p>



<p>Kalaupun ada orang yang berlandaskan TikTok dalam menentukan kriteria pasangan, ya sudah biarkan saja. Penulis yakin ada lebih banyak orang yang tidak menggunakan TikTok semata untuk menentukan standarnya. </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 5 Juni 2024, terinspirasi setelah menemukan banyak sekali komentar mengenai &#8220;cewek pakai standar TikTok&#8221;</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.wired.com/story/how-to-download-your-tiktok-videos/">WIRED</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/ketika-mencari-pasangan-menggunakan-standar-tiktok/">Ketika Mencari Pasangan Menggunakan Standar TikTok</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/rasa/ketika-mencari-pasangan-menggunakan-standar-tiktok/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perasaan Orang Lain Itu Ada di Luar Kendali Kita</title>
		<link>https://whathefan.com/rasa/perasaan-orang-lain-itu-ada-di-luar-kendali-kita/</link>
					<comments>https://whathefan.com/rasa/perasaan-orang-lain-itu-ada-di-luar-kendali-kita/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Aug 2023 14:26:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tentang Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[berkorban]]></category>
		<category><![CDATA[kendali]]></category>
		<category><![CDATA[PDKT]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[rasa]]></category>
		<category><![CDATA[stoik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6762</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika sedang merasa jatuh cinta ke orang lain, kita seolah memiliki kemampuan untuk melakukan apapun untuknya. Kita rela berkorban banyak hal, dengan harapan semua pemberian dan pengorbanan tersebut akan membuatnya mencintai kita juga. Sayangnya, dalam hidup tak semuanya selalu bisa seperti itu. Terkadang dalam hidup, kita jatuh cinta kepada seseorang yang sama sekali tidak memberikan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/perasaan-orang-lain-itu-ada-di-luar-kendali-kita/">Perasaan Orang Lain Itu Ada di Luar Kendali Kita</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ketika sedang merasa jatuh cinta ke orang lain, kita seolah memiliki kemampuan untuk melakukan apapun untuknya. Kita rela berkorban banyak hal, dengan harapan semua pemberian dan pengorbanan tersebut akan membuatnya mencintai kita juga.</p>



<p>Sayangnya, dalam hidup tak semuanya selalu bisa seperti itu. Terkadang dalam hidup, kita jatuh cinta kepada seseorang yang sama sekali tidak memberikan hatinya untuk kita, meskipun sudah banyak hal yang kita lakukan untuk meluluhkan hatinya.</p>



<p>Tentu rasanya menyedihkan sekaligus menyakitkan untuk mengalami hal tersebut. Rasanya tidak ada manusia yang ingin mengalami cinta bertepuk sebelah tangan. Namun, inilah hidup. Inilah kenyataan yang harus kita terima dan hadapi.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner.jpg 1280w " alt="Maskulinitas pada Musik Dewa" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/musik/maskulinitas-pada-musik-dewa/">Maskulinitas pada Musik Dewa</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Padahal Sudah Banyak Berkorban</h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="800" height="450" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/perasaan-orang-lain-itu-ada-di-luar-kendali-kita-1.jpg" alt="" class="wp-image-6764" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/perasaan-orang-lain-itu-ada-di-luar-kendali-kita-1.jpg 800w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/perasaan-orang-lain-itu-ada-di-luar-kendali-kita-1-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/perasaan-orang-lain-itu-ada-di-luar-kendali-kita-1-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption class="wp-element-caption">Meme Norman Osborn yang Menggambarkan Poin Ini (<a href="https://knowyourmeme.com/memes/you-know-how-much-i-sacrificed">Know Your Meme</a>)</figcaption></figure>



<p>Ketika kita sedang mendekati seseorang, tentu ada banyak hal yang harus dikorbankan. Mungkin uang untuk mentraktir makan atau membelikan hadiah, tenaga untuk mengantarnya ke mana-mana, pikiran untuk membantu mengerjakan pekerjaannya, dan lain sebagainya.</p>



<p>Jika pikiran kita transaksional, tentu kita berharap imbalan dari semua yang sudah dilakukan tersebut. Tentu saja yang diharapkan adalah dia mau menerima perasaan kita. Sayangnya, masalah cinta sangat berbeda dengan matematika.</p>



<p>Meskipun kita sudah melakukan banyak hal untuknya, sebenarnya sama sekali <strong>tidak ada kewajiban untuk membalas</strong> baginya, dalam bentuk apapun. Jika dia memutuskan untuk tidak membalas, ya itu keputusan mereka yang tidak bisa diganggu gugat.</p>



<p>Mungkin kadang kita akan merasa tidak terima, bahkan menganggap dia adalah orang yang tidak tahu berterima kasih dan hanya memanfaatkan kebaikan kita. Lho, ya salah sendiri, kan keputusan untuk melakukan banyak hal untuknya kan keputusan kita sendiri.</p>



<p>Apa yang kita lakukan untuknya dilakukan dengan kesadaran diri, walau kadang memang &#8220;dibodohi&#8221; oleh perasaan cinta. Cinta memang bisa membuat orang tolol luar biasa, sehingga tak heran kita jadi punya celah untuk dimanfaatkan oleh orang lain.</p>



<p>Seperti kata alm. Meggy Z melalui lagu &#8220;Takut Sengsara&#8221;, <strong>percuma saja bercinta kalau kau takut sengsara</strong>. Kalau takut cinta kita tidak berbalas meskipun sudah banyak berkorban, ya jangan jatuh cinta dulu. </p>



<p>Apalagi, kalau kita memang sayang ke orang lain, seharusnya <a href="https://whathefan.com/rasa/cinta-tak-perlu-merasa-berkorban/">kita tidak merasa berkorban seperti kata Sujiwo Tejo</a>. Ketika kita sudah merasa berkorban, mungkin itu artinya kita tidak benar-benar sayang ke orang tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Perasaan Orang Lain Itu Ada di Luar Kendali Kita</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pexels-rdne-stock-project-6670211-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6766" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pexels-rdne-stock-project-6670211-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pexels-rdne-stock-project-6670211-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pexels-rdne-stock-project-6670211-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pexels-rdne-stock-project-6670211.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Harus Menyadari Perasaan Orang Lain Tidak Bisa Kita Kendalikan (<a href="https://www.pexels.com/photo/woman-looking-at-the-stressed-man-6670211/">RDNE Stock project</a>)</figcaption></figure>



<p>Sebenarnya sangat manusiawi jika kita ingin perasaan kita berbalas. Bahkan, rasanya tidak ada orang yang melakukan PDKT tanpa berharap upayanya berhasil. Namun, perlu diingat kalau <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/hasil-itu-ada-di-luar-kendali-kita/"><strong>hasilnya nanti memang ada di luar kendali kita</strong></a>.</p>



<p>Hasil dari PDKT tentu saja bergantung kepada perasaan orang lain, yang tentu saja juga tidak bisa kita kendalikan. Kita bisa melakukan apapun untuk berusaha mengubah perasaan tersebut, tetapi hasil akhirnya tetap di luar kendali kita.</p>



<p>Dengan memahami hal ini, kita pun bisa <strong>meminimalisir perasaan kecewa</strong> ketika perasaan tidak berbalas. Kita jadi menyadari kalau terlepas dari semua hal yang sudah kita lakukan, orang lain berhak untuk menentukan ingin menaruh perasaannya ke siapapun.</p>



<p>Yang bisa kita lakukan adalah mengendalikan diri sendiri, menentukan ingin sampai sejauh apa melakukan sesuatu untuk orang lain yang disayang. Hanya diri kita sendiri yang mampu menentukan sampai sejauh apa batasan ketika sedang memperjuangkan orang lain. </p>



<p>Jika masih mau berjuang mati-matian meskipun sudah mendapatkan respons yang negatif, ya silakan saja. Penulis tidak punya hak untuk melarang siapapun. Hanya saja, melalui tulisan ini Penulis ingin mengingatkan kalau perasaan orang lain itu ada di luar kendali kita.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 8 Agustus 2023, terinspirasi setelah menyadari kalau perasaan orang lain itu memang ada di luar kendali kita</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.pexels.com/photo/woman-sitting-on-floor-3767426/">Andrea Piacquadio</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/perasaan-orang-lain-itu-ada-di-luar-kendali-kita/">Perasaan Orang Lain Itu Ada di Luar Kendali Kita</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/rasa/perasaan-orang-lain-itu-ada-di-luar-kendali-kita/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Dia Sudah Tidak Peduli Lagi</title>
		<link>https://whathefan.com/rasa/ketika-dia-sudah-tidak-peduli-lagi/</link>
					<comments>https://whathefan.com/rasa/ketika-dia-sudah-tidak-peduli-lagi/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Feb 2022 10:50:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tentang Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[acuh]]></category>
		<category><![CDATA[berubah]]></category>
		<category><![CDATA[ditinggalkan]]></category>
		<category><![CDATA[peduli]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[perhatian]]></category>
		<category><![CDATA[rasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5599</guid>

					<description><![CDATA[<p>Memiliki orang-orang yang peduli dan perhatian di sekitar kita adalah sebuah berkah yang tak terkira. Bagi sebagian orang, perasaan yang ditimbulkan membuat kita merasa lebih hidup dan bermakna. Hanya saja, terkadang kita diterpa realita yang begitu menyakitkan ketika dia atau mereka yang dulu begitu peduli telah berubah menjadi acuh. Perasaan ditinggalkan pun menyeruak dari dalam [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/ketika-dia-sudah-tidak-peduli-lagi/">Ketika Dia Sudah Tidak Peduli Lagi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Memiliki orang-orang yang peduli dan perhatian di sekitar kita adalah sebuah berkah yang tak terkira. Bagi sebagian orang, perasaan yang ditimbulkan membuat kita merasa lebih hidup dan bermakna.</p>



<p>Hanya saja, terkadang kita diterpa realita yang begitu menyakitkan ketika dia atau mereka yang dulu begitu peduli telah berubah menjadi acuh. <a href="https://whathefan.com/rasa/perihal-meninggalkan-dan-ditinggalkan/">Perasaan ditinggalkan</a> pun menyeruak dari dalam diri dengan begitu menyakitkan.</p>



<p><em>People come and go</em>. Tak perlu heran ataupun sedih berlebihan jika itu sampai terjadi. Kita cuma perlu menyadari satu hal, kalau satu-satunya hal yang bisa kita kendalikan dalam situasi ini adalah respon kita.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Apa yang Menyebabkan Dia Berhenti Peduli?</h2>



<p>Secara naluriah, respon pertama kita ketika melihat ada yang berubah dari orang lain adalah menanyakan apa penyebabnya. Termasuk jika dia berhenti peduli, apa yang menyebabkan ketidakpeduliannya tersebut?</p>



<p>Jawabannya mungkin akan bermacam-macam. Ada yang karena jengah melihat kesalahan kita, ada yang karena punya teman atau pasangan baru, <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/menghargai-prioritas-orang-lain/">ada yang punya prioritas lain</a>, ada yang karena tiba-tiba berubah saja tanpa alasan yang pasti, dan lain sebagainya.</p>



<p>Jika beruntung, kita akan mendapatkan penjelasan. Kita bisa memilih untuk menerima atau berusaha untuk meng-<em>counter </em>penjelasan tersebut. Biasanya, orang yang masih ingin dipedulikan oleh orang tersebut akan melakukan cara yang kedua.</p>



<p>Hanya saja, perlu diingat kalau <strong>orang lain memang tidak memiliki kewajiban untuk peduli dan perhatian ke kita</strong>. Kalau mereka melakukannya, itu hak mereka, tapi tidak akan pernah menjadi kewajiban.</p>



<p>Terkadang karena tidak menyadari hal inilah kita menjadi kecewa terhadap ekspektasi kita sendiri akan kepedulian dan perhatian orang lain. Artinya, ada yang harus kita ubah dari diri kita sendiri.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengelola Respon Terhadap Dia yang Berhenti Peduli</h2>



<p>Berkali-kali Penulis mengingatkan dirinya sendiri kalau <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/apa-yang-bisa-kita-kendalikan/">manusia tidak akan bisa mengendalikan apa yang ada di luar kita</a>. Apa yang benar-benar bisa kita kendalikan adalah diri sendiri, atau respon kita terhadap sebuah kejadian apapun bentuknya.</p>



<p>Jika ada orang yang dulu begitu peduli dan perhatian kepada kita, lantas berhenti melakukannya, <strong>fokus pada respon yang akan kita berikan</strong> terhadap perubahan tersebut. Tak perlu capek-capek berusaha mengubahnya untuk kembali peduli kepada kita.</p>



<p>Bertanya mengapa ia berubah masih dalam koridor yang bisa kita kendalikan, tapi jawaban yang akan ia berikan tidak bisa kita kendalikan. Yang bisa kita kendalikan adalah respon terhadap jawaban tersebut.</p>



<p>Seandainya sikapnya sudah sangat batu dan tak bisa diubah, ya sudah, kita dituntut untuk menerima kondisi tersebut tanpa syarat. Kita harus bisa menerima keputusannya tersebut dengan ikhlas dan legawa.</p>



<p>Terkait apakah kita harus ikut berhenti peduli kepadanya, Penulis serahkan ke Pembaca. Menurut Penulis, tidak ada yang salah. Mau tetap peduli walau makan hati terus silakan, mau ikut berhenti peduli juga silakan. Bebas.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Berhenti dipedulikan dan diperhatikan oleh keluarga, teman, kekasih, memang terasa pedih dan menyakitkan. Bagi orang yang memiliki <em>inferior complex</em>, pasti akan cenderung menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi.</p>



<p>Hanya saja, menyalahkan diri sendiri juga tidak akan membuat dia kembali peduli ke kita. Tidak ada gunanya. Lebih baik, curahkan energi kita untuk memberi respon terhadap kondisi tersebut sebaik dan sepositif mungkin. </p>



<p>Pilih respon yang sekiranya membuat diri kita bisa merasa lebih baik lagi. Kalau nyamannya berhenti berhubungan secara total, silakan saja, walau dalam keyakinan Penulis sebenarnya tidak diperbolehkan memutus tali silaturahmi dengan siapapun.</p>



<p>Jika alasan berhentinya kepeduliannya karena hubungan yang memburuk, coba cari cara bersama-sama untuk memperbaiki kesalahan masing-masing. Tak perlu berharap dia akan kembali peduli, cukupkan untuk kembali memiliki hubungan yang baik.</p>



<p>Yang paling penting, kita perlu ingat kalau respon yang kita berikan adalah satu-satunya hal yang bisa kendalikan atas dia yang berhenti peduli. Kita tidak akan pernah bisa memaksa orang lain untuk peduli ke kita. Tidak akan pernah.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 7 Februari 2021, terinspirasi dari&#8230;</p>



<p>Foto: <a href="https://unsplash.com/@entersge">Vladislav Muslakov</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/ketika-dia-sudah-tidak-peduli-lagi/">Ketika Dia Sudah Tidak Peduli Lagi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/rasa/ketika-dia-sudah-tidak-peduli-lagi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Untuk Kamu yang Merasa Kesepian</title>
		<link>https://whathefan.com/rasa/untuk-kamu-yang-merasa-kesepian/</link>
					<comments>https://whathefan.com/rasa/untuk-kamu-yang-merasa-kesepian/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Oct 2021 12:15:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tentang Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[depresi]]></category>
		<category><![CDATA[kesepian]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[rasa]]></category>
		<category><![CDATA[sepi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5360</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan interaksi dengan manusia lain. Mau mengaku sebagai introver sekalipun, tidak mungkin manusia bisa bertahan hidup sendirian tanpa orang lain. Seorang introver sekalipun membutuhkan rasa hangat yang bisa muncul dari keluarga maupun lingkaran pertemanan. Memiliki orang-orang dekat adalah sebuah anugerah yang perlu kita syukuri. Sayangnya, terkadang perasaan kesepian tetap datang meskipun [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/untuk-kamu-yang-merasa-kesepian/">Untuk Kamu yang Merasa Kesepian</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan interaksi dengan manusia lain. Mau mengaku sebagai introver sekalipun, tidak mungkin manusia bisa bertahan hidup sendirian tanpa orang lain.</p>



<p>Seorang introver sekalipun membutuhkan rasa hangat yang bisa muncul dari keluarga maupun lingkaran pertemanan. Memiliki orang-orang dekat adalah sebuah anugerah yang perlu kita syukuri.</p>



<p>Sayangnya, terkadang perasaan kesepian tetap datang meskipun kita bersama orang-orang di sekitar kita. Bahayanya, perasaan kesepian tersebut bisa menimbulkan dampak yang serius bagi kesehatan fisik dan mental kita.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Beberapa Ciri Kita Merasa Kesepian</h2>



<p>Ketika sedang membuka Instagram, Penulis menemukan sebuah postingan dari akun <a href="https://www.instagram.com/petualanganmenujusesuatu/">@petualanganmenujusatu</a> yang menunjukkan beberapa ciri orang yang merasa kesepian:</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-instagram wp-block-embed-instagram"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/CVSqxmNPrmP/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CVSqxmNPrmP/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> <div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;"> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div></div></div><div style="padding: 19% 0;"></div> <div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div><div style="padding-top: 8px;"> <div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;">View this post on Instagram</div></div><div style="padding: 12.5% 0;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;"><div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div></div><div style="margin-left: 8px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div></div><div style="margin-left: auto;"> <div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div></div></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div></div></a><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/p/CVSqxmNPrmP/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank">A post shared by KOMIK KESEHATAN MENTAL🔎 (@petualanganmenujusesuatu)</a></p></div></blockquote><script async src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script>
</div></figure>



<p>Jika dirangkum, setidaknya ada lima ciri merasa kesepian, yakni:</p>



<ol class="wp-block-list"><li>&#8220;Bercerita terlalu banyak&#8221; ketika ada yang mau mendengarkan</li><li>Merasa sendirian dan terisolasi meski dikelilingi orang banyak</li><li>Merasa sebagai &#8220;orang yang paling tidak dibutuhkan&#8221; dalam lingkar pertemanan</li><li>Merasa butuh untuk selalu menyenangkan orang lain</li><li>Kesulitan untuk membangun pertemanan yang berarti</li></ol>



<p>Mungkin ada beberapa ciri lain, seperti suka merasa sedih ketika sendirian, merasa hidupnya &#8220;hampa&#8221;, gaya hidup menjadi tidak sehat, merasa tidak diinginkan, <em>mood </em>yang berubah-ubah, dan lain sebagainya. Ciri ini bisa berbeda tergantung orangnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Dampak dari Merasa Kesepian</h2>



<p>Kesepian adalah salah satu bentuk perasaan yang paling buruk. Dilansir dari <em>HelloSehat</em>, merasa kesepian dapat <strong>menimbulkan depresi</strong> bahkan <strong>menimbulkan <a href="https://whathefan.com/renungan/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri/">keinginan untuk bunuh diri</a></strong>.</p>



<p>Merasa kesepian juga bisa <strong>memengaruhi kesehatan fisik </strong>karena dapat memicu stres dan gangguan tidur. Seperti yang telah kita ketahui karena adanya pandemi Covid-19, stres dapat menurunkan imun tubuh sehingga penyakit mudah masuk.</p>



<p>Memang perasaan kesepian terlihat sepele, tetapi dampak yang diakibatkan tidak bisa dianggap remeh. Tidak perlu mendengarkan kata orang kalau kita merasa kesepian hanya demi mendapatkan perhatian dari orang lain.</p>



<p>Merasa kesepian itu nyata. Merasa kesepian itu berdampak buruk untuk diri kita sendiri. Oleh karena itu, kita harus melakukan sesuatu untuk mengatasinya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Mengatasi Rasa Kesepian</h2>



<p>Ada banyak hal yang bisa kita coba untuk mengusir rasa kesepian. Yang paling &#8220;mudah&#8221; dilakukan adalah dengan <strong>melakukan interaksi dengan orang lain</strong>. Tidak usah pedulikan mereka akan berpikir apa, coba saja hubungi mereka dan jalin komunikasi.</p>



<p>Selain itu, kita bisa <strong>menyibukkan diri entah dengan pekerjaan maupun hobi</strong>. Cari aktivitas positif yang bisa menambah nilai diri. Ketika waktu kita padat, kita hampir tidak punya waktu untuk <em>overthinking </em>atas perasaan kesepian tersebut.</p>



<p>Banyak yang menasihatkan kalau perasaan sepi itu datang karena kita lupa akan keberadaan Tuhan yang sejatinya selalu ada untuk kita. Oleh karena itu, <strong>mendekatkan diri ke Tuhan</strong> bisa menjadi solusi yang baik.</p>



<p>Beberapa cara lain yang bisa dicoba adalah berjalan-jalan untuk ganti suasana, perbanyak bersykur, memelihara hewan peliharaan, hingga berkonsultasi ke ahli. Ada banyak cara untuk bisa membantu kita mengusir perasaan kesepian.</p>



<p>Namun perlu dicatat,<strong> merasa kesepian adalah tanggung jawab kita, bukan tanggung jawab orang lain</strong>. </p>



<p>Artinya, kita tidak boleh berharap akan ada orang yang hadir untuk bisa membantu kita mengusir rasa kesepian tersebut, sekalipun mereka adalah keluarga maupun sahabat terdekat kita.</p>



<p>Mereka memang bisa membantu kita untuk mengusir perasaan kesepian, tetapi jangan sampai kita menggantungkan diri ke mereka. Memang berat, sangat berat, tapi harus dan wajib dilakukan. Kita yang punya kendali terhadap diri ini, <strong>kita sendiri yang harus bisa mengendalikan pikiran dan perasaan kita</strong>.</p>



<p>Jika kita punya masalah dengan diri sendiri, <strong>cobalah untuk berdamai dengan diri sendiri</strong>. Jangan menyalahkan diri sendiri atas perasaan kesepian yang kita alami, berusahalah untuk menerima kekurangan diri sembari berusaha untuk menjadi lebih baik lagi. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Memiliki perasaan kesepian memang benar-benar tidak enak. Sayangnya, kita hanya bisa bergantung kepada diri sendiri untuk bisa mengusir perasaan tersebut. Tidak mudah, tapi bisa dilakukan jika kita bersungguh-sungguh.</p>



<p>Semoga kita semua bisa mengusir perasaan kesepian yang kerap menghantui diri kita. </p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 23 Oktober 2021, terinspirasi setelah melihat postingan Instagram dari petualanganmenujusatu</p>



<p>Foto: <a href="https://www.pexels.com/@pixabay">Pixabay · Photography (pexels.com)</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><a href="https://hellosehat.com/mental/gangguan-mood/galau-dan-merasa-kesepian-berdampak-buruk-bagi-kesehatan/">Efek Kesepian dan Galau Bagi Kesehatan • Hello Sehat</a></li><li><a href="https://hellosehat.com/mental/gangguan-mood/merasa-kesepian-depresi/">Ini Bedanya Merasa Kesepian yang Wajar dan Akibat Depresi (hellosehat.com)</a></li><li><a href="https://www.alodokter.com/jangan-merasa-sendiri-terlalu-lama-usir-dengan-cara-ini">Jangan Merasa Sendiri Terlalu Lama, Usir Segera dengan Cara Ini &#8211; Alodokter</a></li></ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/untuk-kamu-yang-merasa-kesepian/">Untuk Kamu yang Merasa Kesepian</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/rasa/untuk-kamu-yang-merasa-kesepian/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kadang Waktu pun Tak Bisa Mengobati Sakit Hati</title>
		<link>https://whathefan.com/rasa/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati/</link>
					<comments>https://whathefan.com/rasa/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Sep 2021 14:16:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tentang Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[luka]]></category>
		<category><![CDATA[obat]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[rasa]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>
		<category><![CDATA[sakit hati]]></category>
		<category><![CDATA[terluka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5284</guid>

					<description><![CDATA[<p>So they say that timeTakes away the pain&#8230;but I&#8217;m still the same Heartache (35XXXVV) &#8211; One OK Rock Rasanya semua manusia pernah mengalami sakit hati. Walaupun seringkali disebabkan oleh masalah percintaan, banyak hal lain yang bisa menyebabkan kita merasa sakit hati seperti omongan orang lain. Memang, sakit hati paling lekat maknanya dengan cinta. Perasaan tak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati/">Kadang Waktu pun Tak Bisa Mengobati Sakit Hati</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote has-text-align-right is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>So they say that time<br>Takes away the pain<br>&#8230;but I&#8217;m still the same</p><cite>Heartache (35XXXVV) &#8211; One OK Rock</cite></blockquote>



<p></p>



<p>Rasanya semua manusia pernah mengalami sakit hati. Walaupun seringkali disebabkan oleh masalah percintaan, banyak hal lain yang bisa menyebabkan kita merasa sakit hati seperti omongan orang lain.</p>



<p>Memang, sakit hati paling lekat maknanya dengan cinta. Perasaan tak berbalas, dikhianati dengan kejam, hubungan yang berakhir begitu saja, ditikung, ada banyak peristiwa yang bisa kita ambil sebagai contoh.</p>



<p>Orang-orang sering bilang kalau sakit hati juga akan sembuh seiring dengan berjalannya waktu. <em><strong>Time will heals</strong></em>. Benarkah begitu?</p>





<h2 class="wp-block-heading">Berbagai Cara Obati Sakit Hati</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5286" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Apa Obat Sakit Hati? (<a href="https://unsplash.com/@diana_pole">Diana Polekhina</a>)</figcaption></figure>



<p>Sama seperti penyakit lain, sakit hati pun tentu ada obatnya. Setiap orang memiliki obatnya masing-masing sesuai dengan kepribadian, lingkungan, pengalaman, tingkat sakit hati, dan lain sebagainya. Penulis akan coba jabarkan beberapa di antaranya. </p>



<p>Secara logika, manusia akan<strong> berusaha membenci orang yang membuatnya merasa saki</strong>t hati. Bahkan, tak jarang orang yang memiliki sifat pendendam akan berusaha untuk membuat orang tersebut merasakan sakit yang lebih parah lagi.</p>



<p>Selain itu, kadang kita membutuhkan orang lain untuk bisa melupakan si penyebab sakit hati. <strong>Mencurahkan perhatian dan kasih sayang ke orang lain</strong> bisa menjadi obat yang cukup ampuh. Dengan kata lain, mencari orang lain sebagai &#8220;pelampiasan&#8221;.</p>



<p>Kadang tempat di mana kita berada bisa menjadi penyebab sakit hati. Oleh karena itu, &#8220;kabur&#8221; dan <strong>pindah ke tempat baru</strong> bisa membantu kita untuk melupakan sakit hati tersebut. Hanya saja, kondisi pandemi seperti sekarang membuat aktivitas ini cukup sulit dilakukan.</p>



<p>Ada juga yang memutuskan untuk <strong>fokus memperbaiki diri sendiri</strong>, menemukan versi dirinya yang lebih baik lagi. Kejadian kelam yang telah terjadi dijadikan titik balik dalam hidupnya. Ia berusaha melakukan interopeksi demi menemukan apa yang bisa diperbaiki dari dirinya.</p>



<p><strong>Menyibukkan diri</strong> dengan banyak hal juga menjadi salah satu alternatif untuk mengalihkan sakit hati kita. Ada yang sibuk dengan berbagai aktivitas produktif, namun tidak sedikit yang terjebak dalam kegiatan kurang bermanfaat dengan dalih &#8220;pelarian&#8221;.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mana Pilihan Penulis?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5288" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Fokus Memperbaiki Diri Sendiri (<a href="https://unsplash.com/@jonathanborba">Jonathan Borba</a>)</figcaption></figure>



<p>Kalau Penulis harus sampai mengalami sakit hati yang menyakitkan, pilihan membenci orang dan mencari orang baru sebagai &#8220;pelampiasan&#8221; sepertinya akan dikesampingkan. </p>



<p>Mau sesakit apapun luka yang diberi oleh orang lain, Penulis akan <strong>berusaha untuk tidak membalas sakit tersebut</strong>. Memang susah, tapi bisa dilakukan jika kita bisa berusaha untuk menerimanya dengan ikhlas dan mau memaafkannya.</p>



<p>Mencari orang lain sebagai &#8220;pelampiasan&#8221; juga bukan <em>style </em>Penulis. Jika harus membuka hati untuk orang baru, Penulis harus bisa mengobati sakit hatinya terlebih dahulu. <strong>Jangan sampai orang lain terkena getah dari sakit yang kita alami</strong>.</p>



<p>Penulis pernah &#8220;kabur&#8221; untuk jangka waktu yang cukup panjang dan cukup efektif. Hanya saja, sekali lagi kondisi pandemi seperti ini membuat mobilitas kita sangat terhambat.</p>



<p>Obat yang Penulis pilih secara pribadi adalah fokus memperbaiki diri dan menyibukkan diri dengan kegiatan yang positif. Bisa dibilang, ini obat yang susahnya bukan main karena perasaan kita sendiri masih kacau.</p>



<p>Dibutuhkan<strong> tekad dan keinginan yang kuat </strong>demi mengalahkan rasa sakit yang ada di dalam hati. Terkadang kita harus memaksa diri untuk terus melangkah maju, walau perih kadang masih terasa begitu mengiris.</p>



<p>Hanya saja, meskipun terkadang sudah melakukan banyak hal, sakit hati masih saja terus terasa.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Berdampingan dengan Luka</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati-banner-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5290" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati-banner-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati-banner-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati-banner-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati-banner-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Sabar, Kadang Sakit Hati Memang Susah Hilangnya (<a href="https://unsplash.com/@bernard_">Bernard</a>)</figcaption></figure>



<p>Kembali ke paragraf awal, di mana Penulis sempat menyebut <em>time will heals</em>. Selain mencoba berbagai obat yang tersedia, kita juga berpikir kalau waktu pada akhirnya akan pelan-pelan mengobati luka tersebut.</p>



<p>Sayangnya, bahkan <strong>waktu pun terkadang tidak bisa berbuat apa-apa untuk menangani sakit hati kita</strong>.</p>



<p>Ada yang masih merasakan sakit hati walau waktu telah berlalu selama satu bulan, tiga bulan, enam bulan, satu tahun, dua tahun, bahkan seumur hidupnya. Kita seolah tidak bisa berdamai dengan sakit hati ini.</p>



<p>Berbagai obat sudah dicoba dan tidak ada yang berhasil. Kegagalan ini yang kadang menyebabkan orang terjerumus ke jalan yang salah ketika sedang sakit hati. Mabuk, narkoba, seks bebas, dan lain-lain.</p>



<p>Jika memang kita kesulitan untuk mengobati sakit hati tersebut, cobalah untuk <strong>hidup berdampingan rasa sakit</strong> tersebut. </p>



<p>Ketika sakit tersebut teringat atau terasa secara tiba-tiba, coba disenyumi saja, yang sabar, sembari menyugesti diri untuk ikhlas. Memang masih akan terasa sakit, tapi setidaknya kita bisa mengendalikan respon kita terhadap rasa sakit tersebut.</p>



<p>Kalaupun waktu tidak bisa mengobati sakit kita, setidaknya kita <strong>bisa hidup dengan rasa sakit</strong> tersebut tanpa mengganggu kehidupan kita sehari-hari. Memang terdengar utopis dan belum teruji, tapi tidak ada ruginya untuk dicoba.</p>



<p>Jadikan rasa sakit yang seolah tak ada habisnya tersebut untuk menyusun kehidupan menjadi lebih baik lagi. Jadikan pelajaran agar kesalahan yang membuat kita merasa sakit tidak terulang lagi di masa depan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Pada akhirnya, kita semua hanya manusia biasa yang memiliki perasaan. Kita memiliki tingkat daya tahan dalam menerima sakit yang berbeda-beda. Ada yang bisa pulih dengan cepat, ada yang kesulitan untuk bisa menerima rasa sakit tersebut.</p>



<p>Apa yang bisa kita lakukan adalah respon terhadap rasa sakit tersebut. Apakah rasa sakit itu akan menjadi <em>turning table </em>kita atau justru malah menjerumuskan kita, semua pilihan ada di tangan kita.</p>



<p>Jika Pembaca ingin mencari inspirasi yang terkait dengan masalah perasaan, silakan mampir ke rubrik <a href="https://whathefan.com/category/rasa/">Tentang Rasa</a>, rubrik terbaru dari <strong>Whathefan</strong>.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 23 September 2021, terinspirasi dari&#8230;</p>



<p>Foto: <a href="https://unsplash.com/@bernard_"><a href="https://unsplash.com/@aronvisuals">Aron Visuals on <em>Unsplash</em></a></a> </p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati/">Kadang Waktu pun Tak Bisa Mengobati Sakit Hati</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/rasa/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa yang Kau Lakukan di Belakangku?</title>
		<link>https://whathefan.com/rasa/apa-yang-kau-lakukan-di-belakangku/</link>
					<comments>https://whathefan.com/rasa/apa-yang-kau-lakukan-di-belakangku/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Sep 2021 13:01:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tentang Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[bohong]]></category>
		<category><![CDATA[Di Belakangku]]></category>
		<category><![CDATA[jujur]]></category>
		<category><![CDATA[kebohongan]]></category>
		<category><![CDATA[keterbukaan]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[Peterpan]]></category>
		<category><![CDATA[rasa]]></category>
		<category><![CDATA[terbuka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5273</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apa yang kau lakukan, di belakangkuMengapa tak kau tunjukkan, di hadapanku Untuk penggemar musik pop tahun 2000-an, lirik lagu di atas pasti tidak terasa asing. Lirik lagu tersebut Penulis ambil dari lagu Peterpan yang berjudul Di Belakangku dari album Bintang di Surga. Karena liriknya cukup puitis, Penulis butuh beberapa waktu untuk bisa memahaminya. Tafsiran Penulis, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/apa-yang-kau-lakukan-di-belakangku/">Apa yang Kau Lakukan di Belakangku?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Apa yang kau lakukan, di belakangku<br>Mengapa tak kau tunjukkan, di hadapanku</p></blockquote>



<p>Untuk penggemar musik pop tahun 2000-an, lirik lagu di atas pasti tidak terasa asing. Lirik lagu tersebut Penulis ambil dari lagu Peterpan yang berjudul <em><strong>Di Belakangku</strong></em> dari album <em>Bintang di Surga</em>.</p>



<p>Karena <a href="https://whathefan.com/musik/puisi-di-dalam-lirik-peterpan-dan-noah/">liriknya cukup puitis</a>, Penulis butuh beberapa waktu untuk bisa memahaminya. Tafsiran Penulis, lagu ini menceritakan tentang ketidakjujuran yang dilakukan kekasih kepada kita.</p>



<p>Untuk artikel <em>Tentang Rasa </em>kali ini, Penulis akan sedikit mengulik masalah ketidakjujuran dalam hubungan ini, sebuah sikap yang bisa merusak sebuah hubungan menjadi titik terendahnya.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Keterbukaan dalam Hubungan</h2>



<p>Penulis pernah membaca bahwa salah dua kunci sebuah hubungan berhasil adalah <strong>saling terbuka</strong> dan <strong>komunikasi yang baik</strong>. Kunci yang pertama jelas membutuhkan sebuah kejujuran dari kedua belah pihak, bukan hanya satu pihak semata.</p>



<p>Dengan saling terbuka, kita bisa saling tahu kondisi satu sama lain tanpa perlu menerka-nerka. Dengan saling terbuka, meskipun terkadang bisa menyakitkan, seharusnya masalah-masalah kesalahpahaman bisa terhindarkan.</p>



<p>Yang jadi masalah adalah jika salah satu memutuskan untuk tertutup dan berpura-pura bahwa semua baik-baik saja. Kalau pihak satunya tidak peka, maka <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/apakah-saya-toxic/">hubungan yang <em>toxic</em></a><em> </em>bisa saja terjalin dari sana.</p>



<p>Sesuatu yang dipendam begitu lama, bisa saja tiba-tiba meletus selayaknya gumpalan magma di perut gunung berapi. BOOM. Hubungan yang selama ini terlihat baik-baik saja ternyata menyimpan segudang permasalahan hanya karena tidak adanya keterbukaan.</p>



<p>Ada hal lain yang lebih berbahaya dari bersikap tertutup. Sudah tertutup, ia menunjukkan sikap yang berbeda di depan dan di belakang kita.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa yang Kau Lakukan di Belakangku?</h2>



<p>Frasa yang digunakan pada <em>header </em>di atas bisa diidentikkan dengan banyak hal, seperti pengkhianatan yang dilakukan oleh teman atau perselingkuhan yang dilakukan oleh pacar.</p>



<p>Dalam tulisan ini, Penulis mengonotasikan sebagai <strong>perbedaan sikap yang dilakukan oleh seseorang kepada kita</strong>, apapun bentuk hubungannya. Di hadapan kita, ia terlihat begitu manis. Di belakang kita, ia menyemburkan kata-kata yang menyakitkan kita.</p>



<p>Di hadapan kita, ia berkata tidak ada apa-apa, semuanya baik-baik saja. Di belakang kita, ia menceritakan semua kemarahan dan sumpah serapahnya tentang kita kepada orang lain.</p>



<p>Bisa saja ia beralasan melakukan hal tersebut karena (klisenya) tidak ingin menyakiti kita, tapi sudah tidak mampu untuk menahannya sendirian. Bisa saja ia beralasan kalau dirinya tidak terbiasa untuk terbuka ke orang lain.</p>



<p>Bersikap <em>fake </em>atau berpura-pura lekat dengan yang namanya kebohongan. Mau apapun alasannya, kebohongan jarang sekali menjadi pilihan yang benar. Apalagi dalam sebuah hubungan, kebohongan bisa menjadi duri yang menyakitkan.</p>



<p>Penulis selalu berprinsip sepahit-pahitnya kejujuran, lebih pahit lagi kebohongan. Alasannya, kita harus menerima dua hal buruk sekaligus: <strong>Pahitnya kebohongan</strong> dan <strong>pahitnya kenyataan yang ia sembunyikan</strong>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Tak Kau Tunjukkan di Hadapanku?</h2>



<p>Memang, Penulis menyadari tidak semua orang bisa jujur apa adanya. Penulis menyadari bahwa terkadang <a href="https://whathefan.com/rasa/ternyata-tidak-semua-yang-dirasa-harus-diungkapkan/"><strong>ada hal-hal yang tidak bisa diungkapkan</strong></a> dan lebih baik disimpan untuk diri sendiri.</p>



<p>Minta solusi atau pendapat ke pihak ketiga memang sah-sah saja, dan kadang memang dibutuhkan. Mungkin, masalah yang dihadapi memang terlalu pelik sehingga dibutuhkan seorang mediator.</p>



<p>Hanya saja, sikap yang seperti itu bisa mencederai hubungan tersebut, apalagi kalau sampai menceritakan masalah ke pihak ketiga tanpa pernah berusaha menyelesaikannya sendiri terlebih dahulu.  </p>



<p>Mungkin, ada yang ragu untuk terbuka karena pihak satunya bukan tipe orang yang bisa berlapang dada mendengarkan keterbukaan kita. Ketika kita coba terbuka, dianya malah marah-marah dan tidak bisa mendengarkan omongan kita.</p>



<p>Namun, setidaknya berdasarkan pengalaman Penulis, kebohongan seperti itu sangat menyakitkan, seolah ada yang menusuk dari belakang. Sakitnya datang secara tiba-tiba tanpa pernah bisa kita antisipasi.</p>



<p>Yang jelas, ada banyak alasan mengapa yang disembunyikan di belakang tersebut tidak pernah ditunjukkan di hadapan kita. Seringnya, kita tidak akan pernah tahu alasan mana yang menjadi penyebabnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana Merespon Ketidakterbukaan</h2>



<p>Seperti yang banyak diajarkan pada aliran filsafat stoikisme, <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/apa-yang-bisa-kita-kendalikan/">sifat orang tidak bisa kita kendalikan</a>. Satu-satunya yang bisa kita kendalikan adalah <strong>bagaimana kita merespon sikap ketidakterbukaan atau kebohongan orang lain tersebut</strong>.</p>



<p>Ada yang merasa kecewa, ada yang merasa dikhianati, ada yang merasa sedih, ada yang merasa marah. Ada yang langsung memutuskan hubungan, ada yang mengulik kesalahan-kesalahannya, ada yang ingin balas dendam atas sakit yang diterima.</p>



<p>Yang hebat jika bisa meresponnya dengan ikhlas dan tidak memperpanjang masalah tersebut. Yang hebat jika bisa memaklumi dan menerima kenyataan bahwa ia tidak bisa jujur dan terbuka apa adanya, lalu menjadikannya sebagai bahan interopeksi diri.</p>



<p>Apa yang kau lakukan di belakangku? Entahlah, mungkin kita tidak akan pernah tahu. Mengapa tak kau tunjukkan di hadapanku? Ada berjuta alasan dan mungkin kita tidak perlu tahu.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 5 September 2021, terinspirasi dari lagu Peterpan yang berjudul <em>Di Belakangku</em></p>



<p>Foto: <a href="https://bugfox.net/fun/2016/01/25/erased-anime-early-impressions/">FunBlog</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/apa-yang-kau-lakukan-di-belakangku/">Apa yang Kau Lakukan di Belakangku?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/rasa/apa-yang-kau-lakukan-di-belakangku/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sayang ya, Akhir Kisah Kita Kurang Baik&#8230;</title>
		<link>https://whathefan.com/rasa/sayang-ya-akhir-kisah-kita-kurang-baik/</link>
					<comments>https://whathefan.com/rasa/sayang-ya-akhir-kisah-kita-kurang-baik/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2021 14:57:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tentang Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[akhir]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[perpisahan]]></category>
		<category><![CDATA[rasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5222</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hubungan antar manusia, apapun bentuknya, pasti memiliki akhirnya masing-masing. Mau hubungan keluarga, pertemanan, percintaan, semua akan berakhir dengan berbagai alasan. Ada yang karena kematian, berbeda pandangan, ada yang pisah baik-baik karena merasa itu yang terbaik untuk kedua belah pihak, pertengkaran hebat, renggang tanpa sebab, macam-macam alasannya. Karena perpisahan pasti akan terjadi, tentu kebanyakan manusia akan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/sayang-ya-akhir-kisah-kita-kurang-baik/">Sayang ya, Akhir Kisah Kita Kurang Baik&#8230;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Hubungan antar manusia, apapun bentuknya, pasti memiliki akhirnya masing-masing. Mau hubungan keluarga, pertemanan, percintaan, semua akan berakhir dengan berbagai alasan.</p>



<p>Ada yang karena kematian, berbeda pandangan, ada yang pisah baik-baik karena merasa itu yang terbaik untuk kedua belah pihak, pertengkaran hebat, renggang tanpa sebab, macam-macam alasannya. </p>



<p>Karena perpisahan pasti akan terjadi, tentu kebanyakan manusia akan memilih untuk memiliki akhir yang baik. Sayangnya, kadang realita bisa menjadi sangat kejam.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>





<p>Bayangkan kita memiliki seorang sahabat yang begitu dekat. Hampir setiap hari kita menghabiskan waktu bersama dengan mereka dengan menyenangkan.</p>



<p>Lantas, seiring dengan bertambahnya usia, kita mulai memiliki kesibukan masing-masing hingga intensitas pertemuan menjadi jauh berkurang. Kadang masih sering bertukar kabar, sekadar ingin tahu sedang apa sekarang.</p>



<p>Pada akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri masa lajangnya, menikahi pujaan hati. Kita pun menjadi senang sekaligus sedih dalam waktu bersamaan. Senang karena mereka akan punya bahagia, sedih karena menyadari kalau mereka akan punya prioritas lain.</p>



<p>Walaupun begitu, perasaan senangnya pasti akan lebih mendominasi daripada perasaan sedihnya. Melihat orang yang kita sayangi bahagia, tentu akan membuat kita merasa bahagia juga.</p>



<p>Perpisahan atau akhir seperti itu, menurut Penulis adalah akhir yang baik. Kita hanya berpisah jalan karena telah menemukan jalan hidupnya masing-masing. Walau tak bisa lagi bersama seperti dulu, kita bisa merelakannya dengan senyum karena ikut bahagia.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Penulis pernah mendengar cerita dari seorang teman. Katanya, hubungannya dengan sahabat dekatnya harus merenggang karena ia memacari mantan pacar sahabatnya. Mereka mencintai, atau setidaknya pernah mencintai orang yang sama.</p>



<p>Ada juga cerita di mana sepasang kekasih yang sudah menjalin hubungan selama bertahun-tahun harus berpisah dengan berbagai alasan. Lamanya waktu kenal bukan menjadi alasan untuk bertahan.</p>



<p>Kisah yang tak kalah pahit adalah bagaimana hubungan harus tiba-tiba berakhir tanpa alasan yang jelas. Tiba-tiba semuanya berubah dan kita merasa tidak siap dengan hal tersebut.</p>



<p>Penulis yakin ada banyak contoh bagaimana sebuah hubungan manusia harus berakhir dengan kurang baik. Tiga contoh di atas hanya sebagian kecil. Masih banyak perpisahan yang lebih pahit dari cerita-cerita tersebut.</p>



<p>Penulis akan menyayangkan apabila harus mengalami akhir hubungan atau perpisahan dengan buruk. Rasanya benar-benar tidak enak, seolah tidak rela untuk memutuskan hubungan yang selama ini sudah terjalin dengan baik.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Biasanya, akhir yang kurang baik dialami oleh dua insan yang menjalin hubungan dengan status pacaran. Alasannya, jika berakhir dengan baik maka mereka akan melenggang ke pelaminan.</p>



<p>Pacaran kerap digunakan sebagai sarana perkenalan dan mengenal satu sama lain secara dekat. Ada yang butuh bertahun-tahun untuk merasa yakin, ada yang hanya hitungan bulan.</p>



<p>Penulis sendiri tidak terlalu berpengalaman dalam hal pacaran, sehingga kurang bisa memberikan contoh. Namun, dari cerita-cerita yang Penulis dengar, banyak sekali akhir hubungan yang berakhir dengan menyedihkan, jika tidak tragis.</p>



<p>Ada yang diselingkuhi, ada yang capek dengan sifat buruk pasangannya, ada yang tiba-tiba kehilangan keyakinan, ada yang dihalangi perbedaan keyakinan, macam-macam alasan untuk berpisah.</p>



<p>Walaupun begitu, bukan berarti akhir yang buruk tidak dialami oleh bentuk hubungan lain. Bahkan keluarga yang terikat darah pun bisa mengalami akhir yang kurang baik.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Bagaimana dengan perpisahan karena kematian? Hal tersebut memang menyedihkan karena kita akan berpisah dengan orang yang berharga bagi kita untuk selamanya. Terpisah secara jiwa dan raga pasti menyakitkan.</p>



<p>Hanya saja, bagi Penulis kematian adalah bentuk perpisahan yang tidak bisa dihindari karena sudah ditakdirkan. Mau melawan seperti apapun, kita tidak akan bisa mengubah kenyataan tersebut.</p>



<p>Bahkan, kita perlu menanamkan pikiran bahwa orang yang dipisahkan dari kita akan segera melanjutkan kehidupannya di alam lain. Yang bisa kita lakukan adalah menerimanya dan mendoakan agar segala amalnya diterima dan dosanya diampuni.</p>



<p>Selain itu, kematian juga bisa menjadi pengingat kita yang masih hidup di dunia. Ketika waktunya kita sudah tiba, sebisa mungkin kita ingin memberikan akhir yang seindah mungkin untuk yang akan kita tinggalkan.</p>



<p>Berbeda dengan perpisahan yang terjadi karena sebab-sebab yang buruk seperti pertengkaran, pengkhianatan, perselisihan, dan hal-hal buruk lainnya. Bisa jadi, luka yang ditinggalkan lebih mengiris daripada perpisahan karena kematian.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Perpisahan yang pahit pasti rasanya tidak menyenangkan. Perasaan kecewa, marah, sedih, merasa ditinggalkan, frustasi, menyalahkan diri sendiri, semua seolah bercampur aduk menjadi satu.</p>



<p>Oleh karena itu, sebisa mungkin Penulis menghindari bentuk perpisahan yang seperti itu. Penulis sadar setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. Hanya saja, kalau bisa berpisahnya secara baik-baik atau terjadi secara alami karena waktu.</p>



<p>Jika harus mengalami akhir yang buruk, terkadang kita berharap untuk memiliki <em>alternative ending </em>yang lebih baik. Andai saja waktu bisa diputar kembali, pasti kita ingin memperbaiki kesalahan-kesalahan kita agar memiliki akhir yang lebih baik.</p>



<p>Sayang, kenyataan memang kadang tak seindah angan-angan. Yang sudah terjadi, biasanya susah untuk diulang kembali dan kita dituntut untuk menerimanya (kalau bisa) secara ikhlas.</p>



<p>Waktu memang akan memisahkan kita. Pasti. Sampai waktu itu datang, Penulis ingin terus membuat kenangan-kenangan indah bersama orang-orang yang Penulis sayangi.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 18 Agustus 2021, terinspirasi dari pengalamannya sendiri</p>



<p>Foto: <a href="https://edit.sundayriley.com/breakup-apps/">Sunday Edit</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/sayang-ya-akhir-kisah-kita-kurang-baik/">Sayang ya, Akhir Kisah Kita Kurang Baik&#8230;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/rasa/sayang-ya-akhir-kisah-kita-kurang-baik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tidak Ada Darahnya, tapi Sakitnya Luar Biasa</title>
		<link>https://whathefan.com/rasa/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa/</link>
					<comments>https://whathefan.com/rasa/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Aug 2021 15:15:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tentang Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[Gaara]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[luka]]></category>
		<category><![CDATA[luka hati]]></category>
		<category><![CDATA[Naruto]]></category>
		<category><![CDATA[obat]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[pulih]]></category>
		<category><![CDATA[rasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5170</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gaara adalah salah satu karakter favorit di serial Naruto. Character development-nya bisa dibilang salah satu yang terbaik dan akhirnya menjadi teman dekat Naruto. Sebagai seorang Jinchūriki dari monster ekor satu, sejak kecil ia dijauhi oleh orang-orang di sekitarnya. Mereka takut dengan kekuatan yang dimiliki oleh Gaara. Akibatnya, ia kerap merasa kesepian dan sendiri. Padahal, ia [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa/">Tidak Ada Darahnya, tapi Sakitnya Luar Biasa</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Gaara </strong>adalah salah satu karakter favorit di serial <em>Naruto</em>. <em>Character development</em>-nya bisa dibilang salah satu yang terbaik dan akhirnya menjadi teman dekat Naruto.</p>



<p>Sebagai seorang <em>Jinchūriki</em> dari monster ekor satu, sejak kecil ia dijauhi oleh orang-orang di sekitarnya. Mereka takut dengan kekuatan yang dimiliki oleh Gaara.</p>



<p>Akibatnya, ia kerap merasa kesepian dan sendiri. Padahal, ia memiliki keluarga di mana ayahnya adalah seorang Kazekage (pemimpin desa Sunagakure) dan memiliki dua saudara (Kankurou dan Temari). </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5187" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Yashamaru (<a href="https://www.wattpad.com/272718938-naruto-no-imouto-slow-up-sepuluh/page/5">Wattpad</a>)</figcaption></figure>



<p>Ibunya sendiri telah meninggal ketika melahirkannya. Gaara diasuh oleh adik ibunya, <strong>Yashamura</strong>. Bisa dibilang, ia lah orang yang berusaha menjaga dan merawat Gaara dengan baik. </p>



<p>Suatu ketika, Gaara bertanya kepada Yashamura apa itu luka. Sebagai informasi, Gaara tidak bisa terluka berkat pasir yang melindunginya. Ia pun berkata sambil memegang dadanya:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>&#8220;Ini tidak berdarah tapi .. sangat sakit .. di sini &#8230;&#8221;</p></blockquote>



<p>Hal ini menunjukkan bahwa hidupnya terasa sangat menyesakkan. Yashamura pun berkata kalau luka fisik (sambil mengiris jarinya) bisa diobati dengan mudah, tapi luka hati akan susah untuk disembuhkan.</p>



<p>Teringat oleh adegan ini, Penulis pun ingin menulis artikel tentang luka hati yang susah untuk disembuhkan.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Luka Hati</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5185" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Luka Hati (<a href="https://www.wired.co.uk/article/ptsd-and-heartbreak">Wired UK</a>)</figcaption></figure>



<p>Penyebab terlukanya hati jelas ada banyak macamnya. Dikhianati, trauma masa lalu, patah hati, dilecehkan, merasa gagal, <em>bullying</em>, dijauhi, merasa kesepian, hanya beberapa contoh di antaranya.</p>



<p>Terkadang, ada saja kejadian yang membuat kita sangat terpukul hingga memicu kita merasa <em>down </em>dan depresi. Kita memandang hidup secara gelap seolah tak ada masa depan yang menanti di sana.</p>



<p>Terkadang, ada saja hal yang membuat perasaan kita tergores dengan begitu perihnya. Begitu sakitnya goresan tersebut hingga membuat kita berpikir untuk <a href="https://whathefan.com/renungan/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri/">mengakhiri hidup saja</a>.</p>



<p>Terkadang, apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan kenyataan. Realita menampar begitu kerasnya hingga rasanya tidak ingin bangkit lagi dan membiarkan diri terpuruk.</p>



<p>Menurut Yashamura, luka hati bisa disembuhkan dengan yang namanya cinta. Akan tetapi, dalam praktiknya jelas tidak semudah itu.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengobati Luka Hati</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5184" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Adakah Dokter Hati? (<a href="https://doctortoyou.com.au/best-cardiologist-in-sydney/">Doctor to You</a>)</figcaption></figure>



<p>Masing-masing orang punya caranya sendiri untuk mengobati luka hati. Tidak ada cara pasti untuk bisa membuatnya pulih seperti semula, tapi setidaknya ada beberapa cara yang bisa dilakukan.</p>



<p>Sama seperti luka fisik, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mencari tahu apa penyebab dari luka hati. Coba renungkan, apa yang menjadi akar permasalahannya. Ketika penyebabnya sudah ditemukan, barulah kita mencari obat yang tepat untuknya. </p>



<p>Mungkin yang paling penting dan bisa diterapkan di semua jenis luka hati adalah <em>mindset</em>. Kita harus berpikir kalau pasti ada sesuatu di balik luka ini yang akan membuat kita menjadi lebih tangguh. <em>Every cloud has a silver lining</em>.</p>



<p>Beberapa langkah pengobatan yang kerap dilakukan adalah pergi ke psikolog, mendekatkan diri kepada Tuhan, berdamai dengan masa lalu, minta tolong orang lain, menyibukkan diri dengan berbagai aktivitas, dan lain sebagainya.</p>



<p>Ada yang mampu pulih dengan cepat, tapi ada yang butuh bertahun-tahun. Tidak masalah, masing-masing orang punya kemampuan yang berbeda dalam menghadapi luka.</p>



<p>Berbeda dengan luka fisik, kebanyakan luka hati tidak bisa disembuhkan orang lain. Kita sendiri yang harus bisa menemukan obatnya sendiri untuk menyembuhkan diri. Yakinlah kalau hati yang terluka ini suatu saat akan sembuh.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Penulis adalah tipe orang yang perasa dan sensitif, sehingga perasaan atau hatinya mudah terluka. Penulis pun melakukan interopeksi, mungkin memang Penulis saja yang <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/kelewat-baper-vs-bercanda-kelewatan/">terlalu <em>baperan</em></a>.</p>



<p>Yang jelas, kita tidak bisa menggantungkan diri ke orang lain untuk bisa mengobati luka hati. Butuh bantuan orang lain iya, tapi yang paling penting adalah dari kitanya sendiri, dari <em>mindset </em>kita sendiri yang ingin sembuh dari luka tersebut.</p>



<p>Memang tidak mudah. Penulis sendiri merasakan betapa susahnya mengobati luka hati yang berkelanjutan. Hanya saja, kita harus melanjutkan hidup. Jangan sampai luka hati menahan langkah kita ke depan.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 6 Agustus 2021, terinspirasi setelah teringat salah satu adegan di serial <em>Naruto</em></p>



<p>Foto: <a href="https://www.youtube.com/watch?v=iozA4dM3Jf0">YouTube</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa/">Tidak Ada Darahnya, tapi Sakitnya Luar Biasa</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/rasa/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sayang Itu Tentang Keikhlasan, Katanya&#8230;</title>
		<link>https://whathefan.com/rasa/sayang-itu-tentang-keikhlasan-katanya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/rasa/sayang-itu-tentang-keikhlasan-katanya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Aug 2021 05:10:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tentang Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[keikhlasan]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[rasa]]></category>
		<category><![CDATA[sayang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5149</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banyak yang mengatakan kalau rasa sayang itu tentang keikhlasan. Menurut Penulis, istilah ini begitu ambigu dan bisa disalahartikan dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu. Contoh kasih sayang yang ikhlas itu mudah, seperti kasih sayang yang diberikan orangtua kepada anak-anaknya. Hanya memberi, tak harap kembali. Bahkan, ada peribahasanya khusus: &#8220;Kasih Sayang Ibu Sepanjang Masa, Kasih Sayang Anak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/sayang-itu-tentang-keikhlasan-katanya/">Sayang Itu Tentang Keikhlasan, Katanya&#8230;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Banyak yang mengatakan kalau rasa sayang itu tentang keikhlasan. Menurut Penulis, istilah ini begitu ambigu dan bisa disalahartikan dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu.</p>



<p>Contoh kasih sayang yang ikhlas itu mudah, seperti kasih sayang yang diberikan orangtua kepada anak-anaknya. <em>Hanya memberi, tak harap kembali</em>. Bahkan, ada peribahasanya khusus:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>&#8220;Kasih Sayang Ibu Sepanjang Masa, Kasih Sayang Anak Sepanjang Galah&#8221;</p></blockquote>



<p>Nah, bagaimana dengan rasa sayang kepada pasangan. Apakah bisa sepenuhnya ikhlas?</p>





<h2 class="wp-block-heading">Menyayangi dengan Ikhlas</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/sayang-itu-tentang-keikhlasan-tapi-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5154" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/sayang-itu-tentang-keikhlasan-tapi-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/sayang-itu-tentang-keikhlasan-tapi-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/sayang-itu-tentang-keikhlasan-tapi-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/sayang-itu-tentang-keikhlasan-tapi-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Sayang dengan Ikhlas (<a href="https://unsplash.com/@ozgomz">Oziel Gómez</a>)</figcaption></figure>



<p>Menurut KBBI, kata ikhlas memiliki arti <em><strong>bersih hati</strong> </em>atau<em> <strong>tulus hati</strong></em>. Jika diartikan secara bebas, ikhlas memiliki keterkaitan yang erat dengan kerelaan kita melakukan sesuatu tanpa berharap apapun sebagai timbal baliknya.</p>



<p>Menyayangi seseorang dengan ikhlas artinya kita <strong>menyayangi tanpa berharap yang disayangi melakukan hal yang sama kepada kita</strong>. Kita hanya berusaha menunjukkan perasaan sayang kita tanpa menginginkan apapun.</p>



<p>Pertanyaannya, apakah benar kita bisa seperti itu? Benarkah kita bisa menyayangi pasangan atau siapapun dengan ikhlas?</p>



<p>Pada kenyataannya, sangat jarang ada manusia yang bisa menyayangi seseorang dengan ikhlas. Di dalam hati kita, pasti ada keinginan agar perasaan kita berbalas, sekecil apapun itu.</p>



<p>Ketika kita menyayangi teman-teman kita, pasti kita juga berharap kalau mereka akan menyayangi kita. Ketika kita jatuh cinta kepada seseorang, kita akan berharap ia mau menerima perasaan kita.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Tingkat Sayang Tertinggi Itu Keikhlasan, tapi&#8230;</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/sayang-itu-tentang-keikhlasan-tapi-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5153" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/sayang-itu-tentang-keikhlasan-tapi-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/sayang-itu-tentang-keikhlasan-tapi-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/sayang-itu-tentang-keikhlasan-tapi-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/sayang-itu-tentang-keikhlasan-tapi-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Tingkat Sayang Tertinggi? (<a href="https://unsplash.com/@estherann">Esther Ann</a>)</figcaption></figure>



<p>Kalau kita bisa menyayangi seseorang dengan ikhlas, berarti tingkat sayangnya sudah berada di level yang berbeda seperti yang sudah dilakukan oleh orangtua kita. Jika Pembaca ada yang seperti itu, Penulis berikan apresiasi yang setinggi-tingginya.</p>



<p>Ada juga yang bilang kalau <strong>tingkat sayang tertinggi itu ketika kita ikut bahagia dengan kebahagiaannya</strong>, walaupun hal tersebut harus <a href="https://whathefan.com/rasa/mengorbankan-kebahagiaan-diri-sendiri/">mengorbankan kebahagiaan diri sendiri</a>.</p>



<p>Akan tetapi, tingkat sayang tertinggi itu akan membuat kita tidak akan merasa berkorban, seperti kata Sujiwo Tejo yang sering Penulis kutip di dalam blog ini.</p>



<p>Penulis setuju jika tingkat tertinggi dari perasaan sayang itu tentang keikhlasan, seperti yang sudah dibuktikan oleh orangtua Penulis. </p>



<p>Hanya saja, terkadang usaha kita untuk ikhlas ini justru menjadi bumerang bagi kita. Ada saja orang-orang yang memanfaatkan usaha kita untuk ikhlas menyayangi demi kepetingannya sendiri.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Ketika Keikhlasan Dituntut</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/sayang-itu-tentang-keikhlasan-tapi-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5152" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/sayang-itu-tentang-keikhlasan-tapi-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/sayang-itu-tentang-keikhlasan-tapi-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/sayang-itu-tentang-keikhlasan-tapi-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/sayang-itu-tentang-keikhlasan-tapi-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Dituntut Membuktikan Keikhlasan (<a href="https://unsplash.com/@belart84">Artem Beliaikin</a>)</figcaption></figure>



<p>&#8220;<em>Kalau kamu enggak mau nuruti mauku, berarti kamu gak ikhlas sayang sama aku!</em>&#8220;</p>



<p>Pernah mendengarkan kalimat seperti di atas? Menurut Penulis, itulah contoh ketika keikhlasan rasa sayang kita diuji sekaligus dituntut oleh orang lain demi kepentingannya sendiri.</p>



<p>Terkadang, ada orang-orang yang<strong> menuntut kita untuk menunjukkan keikhlasan</strong> kita. Padahal, keikhlasan itu bukan sesuatu yang dapat ditunjukkan kepada orang lain. Yang bisa mengukur hanya diri sendiri dan Tuhan.</p>



<p>Menurut Penulis, orang yang menuntut kita seperti itu patut dipertanyakan karena artinya mereka tidak percaya kalau kita sayang mereka dengan ikhlas. Selain itu, kenapa hanya kita yang dituntut memberikan bukti?</p>



<p>Jika Pembaca pernah menghadapi situasi seperti, coba direnungkan kembali hubungan kalian. Bisa jadi, tanpa disadari selama ini kalian sedang menjalani <a href="https://whathefan.com/karakter/apakah-saya-toxic/">hubungan yang <em>toxic</em></a><em> </em>di mana satu pihak (atau dua-duanya) kerap menjadi seorang yang sangat penuntut. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Ikhlas Ketika Diperlakukan Buruk, Bisa, kah?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/sayang-itu-tentang-keikhlasan-tapi-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5151" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/sayang-itu-tentang-keikhlasan-tapi-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/sayang-itu-tentang-keikhlasan-tapi-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/sayang-itu-tentang-keikhlasan-tapi-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/sayang-itu-tentang-keikhlasan-tapi-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Bisa Tetap Ikhlas? (<a href="https://unsplash.com/@julienlphoto">Julien L</a>)</figcaption></figure>



<p>Keikhlasan juga bisa <strong>menjadi &#8220;senjata&#8221; ketika</strong> <strong>kita mendapatkan perlakuan buruk</strong> dari seseorang. Dijahati, dilukai, diselingkuhi, dihina, disakiti oleh orang yang kita sayangi, semua harus bisa kita hadapi dengan ikhlas.</p>



<p>Kalau memang beneran sayang, beneran ikhlas, seharusnya kita bisa menerima semuanya dengan ikhlas. Petik saja hikmahnya, kan katanya <em>every cloud has a silver lining</em>. </p>



<p>Kalau levelnya sudah seperti nabi mungkin bisa menghadapi semuanya dengan senyuman. Lah, Penulis kan (dan mungkin para Pembaca juga) masih jadi manusia biasa yang penuh dengan kekurangan.</p>



<p>Mungkin bisa menerima semua perlakukan buruk itu dengan ikhlas, seringnya butuh waktu yang cukup lama. Pasti ada pelajaran yang bisa kita ambil dari kejadian tersebut.</p>



<p>Hanya saja, jangan sampai dibodohi seperti itu. Jangan sampai rasa sayang kita kepada seseorang justru menyiksa kita. Ini bukan tentang keikhlasan, melainkan melindungi diri dari orang yang tidak bisa menghargai perasaan kita.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Sayang itu katanya tentang keikhlasan. Memang ada benarnya, tapi jangan diterjemahkan secara mentah begitu saja. Kita juga punya perasaan yang harus kita jaga.</p>



<p>Menyayangi seseorang dengan ikhlas itu berat, setidaknya Penulis merasa begitu. Ada sisi manusiawi yang masih mengharapkan timbal balik, apalagi kalau kita merasa sudah memberikan begitu banyak.</p>



<p>Untuk sekarang, Penulis masih berada di tahap mencari cara menyayangi yang membuat Penulis dan orang yang disayang sama-sama merasa nyaman, tanpa perlu merasa terpaksa dan dipaksa, sehingga tidak ada yang menuntut untuk membuktikan keikhlasan rasa sayangnya.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 1 Agustus 2021, terinspirasi dari&#8230;</p>



<p>Foto: <a href="https://unsplash.com/@evertonvila">Everton Vila</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/sayang-itu-tentang-keikhlasan-katanya/">Sayang Itu Tentang Keikhlasan, Katanya&#8230;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/rasa/sayang-itu-tentang-keikhlasan-katanya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Untuk Hati yang Terluka&#8230;</title>
		<link>https://whathefan.com/sajak/untuk-hati-yang-terluka/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sajak/untuk-hati-yang-terluka/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2021 13:39:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajak]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[luka]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[pulih]]></category>
		<category><![CDATA[rasa]]></category>
		<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5112</guid>

					<description><![CDATA[<p>Untuk hati yang terluka&#8230;Perasaan ini memang menyakitkanMencengkeram begitu kuatnyaMenyiksa seolah mencekik napasMembuat hati terasa gelap Untuk hati yang terluka&#8230;Pedih jadi makanan sehari-hariRasa seolah matiNadi seolah tak berdenyutRaga seolah tak berdaya Untuk hati yang terluka&#8230;Kenyataan memang kadang terasa pahitBanyak hal terbaik yang terlewatiBanyak yang terhenti tanpa diakhiriBanyak kejadian yang tak dimengerti *** Untuk hati yang terluka&#8230;Entah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/untuk-hati-yang-terluka/">Untuk Hati yang Terluka&#8230;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Untuk hati yang terluka&#8230;<br>Perasaan ini memang menyakitkan<br>Mencengkeram begitu kuatnya<br>Menyiksa seolah mencekik napas<br>Membuat hati terasa gelap</p>



<p>Untuk hati yang terluka&#8230;<br>Pedih jadi makanan sehari-hari<br>Rasa seolah mati<br>Nadi seolah tak berdenyut<br>Raga seolah tak berdaya</p>



<p>Untuk hati yang terluka&#8230;<br>Kenyataan memang kadang terasa pahit<br>Banyak hal terbaik yang terlewati<br>Banyak yang terhenti tanpa diakhiri<br>Banyak kejadian yang tak dimengerti</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Untuk hati yang terluka&#8230;<br>Entah berapa kali kau harus merasa kecewa<br>Dikecewakan oleh ekspetasi <br>Dikecewakan oleh angan-angan<br>Dikecewakan oleh diri sendiri</p>



<p>Untuk hati yang terluka&#8230;<br>Tak akan pernah mudah untuk sembuh<br>Meskipun waktu terus bergulir<br>Meskipun lelah sudah mencapai batas<br>Meskipun diri ingin berhenti</p>



<p>Untuk hati yang terluka&#8230;<br>Mungkin ini akan membuatmu trauma<br>Takut mengalami hal yang sama<br>Takut mengulangi kesalahan yang sama<br>Takut memulai lembaran hidup baru</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Untuk hati yang terluka&#8230;<br>Kau tak sendirian dan tak akan pernah sendirian<br>Bersama kita coba lewati<br>Bersama kita coba untuk obati<br>Bersama kita coba menerima</p>



<p>Untuk hati yang terluka&#8230;<br>Kau akan pulih dan pasti akan pulih<br>Tak peduli berapa detik yang harus dilalui<br>Tak peduli berapa bab yang harus dibaca<br>Tak peduli berapa kenyataan yang harus diterima</p>



<p>Untuk hati yang terluka&#8230;<br>Apa yang tidak membunuhmu akan membuatmu lebih kuat<br>Kau akan lebih tegar menjalani hidup<br>Kau akan lebih sabar menerima ujian<br>Kau akan lebih ikhlas menerima takdir</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Untuk hati yang terluka. Apa yang menimpamu sekarang akan membuktikan kalau kau mampu melewati ujian ini.</p>



<p>Untuk hati yang terluka. Apa yang kau alami sekarang akan membuatmu bertemu dengan versi dirimu yang lebih baik.</p>



<p>Untuk hati yang terluka. Apa yang kau derita sekarang akan mengajarkanmu apa itu kasih sayang dan perasaan cinta yang sejati.</p>



<p>Untuk hati yang terluka. Apa yang kau tangisi sekarang akan membuatmu menjadi lebih tegar dan mampu berjalan dengan kepala tegak.</p>



<p>Untuk hati yang terluka. Apa yang kau benci sekarang akan kau tinggalkan di belakang dan hanya menjadi histori semata.</p>



<p>Untuk hati yang terluka. Apa yang kau sesali sekarang akan memberimu pelajaran berharga yang tidak akan kau lupakan.</p>



<p>Untuk hati yang terluka. Apa yang kau renungkan sekarang akan membuatmu menjadi pribadi yang lebih dewasa dalam menyikapi segala sesuatu.</p>



<p>Untuk hati yang terluka. Kau akan pulih. Kita akan pulih.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>NB: Bagian ketiga dari sajak ini terinspirasi dari lagu Peterpan yang berjudul <em>Kukatakan dengan Indah</em></p>



<p>Lawang, 26 Juli 2021, terinspirasi dari lagu Isyana Sarasvati yang berjudul sama</p>



<p>Foto: <a href="https://unsplash.com/@dannyg">DANNY G</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/untuk-hati-yang-terluka/">Untuk Hati yang Terluka&#8230;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sajak/untuk-hati-yang-terluka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
