<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>rebahan Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/rebahan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/rebahan/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 May 2023 14:28:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>rebahan Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/rebahan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rebahan + Main HP = Kombo Maut</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rebahan-main-hp-kombo-maut/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rebahan-main-hp-kombo-maut/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 May 2023 14:27:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[main HP]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[medsos]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[rebahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6530</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika berusaha menerapkan kehidupan yang produktif, Penulis menemukan ada satu &#8220;musuh&#8221; yang cukup tangguh dan sulit dilawan: Rebahan + Main HP. Aktivitas ini seolah memiliki black hole yang membuat kita sulit untuk bangkit dari kasur. Tentu ada kalanya kita ingin bersantai setelah menjalani rutinitas harian yang padat. Kasur menjadi destinasi favorit kita karena gratis dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rebahan-main-hp-kombo-maut/">Rebahan + Main HP = Kombo Maut</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ketika berusaha menerapkan kehidupan yang produktif, Penulis menemukan ada satu &#8220;musuh&#8221; yang cukup tangguh dan sulit dilawan: <strong>Rebahan + Main HP</strong>. Aktivitas ini seolah memiliki <em>black hole </em>yang membuat kita sulit untuk bangkit dari kasur.</p>



<p>Tentu ada kalanya kita ingin bersantai setelah menjalani rutinitas harian yang padat. Kasur menjadi destinasi favorit kita karena gratis dan mudah dijangkau. Ditambah dengan adanya ponsel, makin nyamanlah kita dibuatnya.</p>



<p>Namun, Penulis kerap merasa begitu kita melakukan aktivitas ini, waktu yang terbuang terasa begitu banyak. Apalagi, dengan media sosial (medsos) yang hampir semuanya memiliki <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/alasan-kenapa-mindless-scrolling-adalah-pelarian-yang-buruk/">fitur video pendek tak terbatas</a>, kita jadi semakin sulit untuk berhenti melakukannya. </p>





<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Rebahan + Main HP Itu Kombo Maut?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/rebahan-main-hp-kombo-maut-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6532" width="755" height="503" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/rebahan-main-hp-kombo-maut-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/rebahan-main-hp-kombo-maut-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/rebahan-main-hp-kombo-maut-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/rebahan-main-hp-kombo-maut-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 755px) 100vw, 755px" /><figcaption class="wp-element-caption">Aplikasi-Aplikasi Candu (<a href="https://www.pexels.com/id-id/@magnus-mueller-1398178/">Magnus Mueller</a>)</figcaption></figure>



<p>Media sosial dipenuhi dengan konten menarik yang memang dibuat agar kita sebagai pengguna mau menggunakannya selama mungkin. Dengan adanya <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/dilema-media-sosial-kita/">algoritma candu</a>, konten yang muncul pun sesuai dengan apa yang sering kita lihat.</p>



<p>Maka dari itu, tak heran jika media sosial kerap menjadi pelarian ketika kita sedang gabut. Menunggu orang, cek medsos. Di toilet, cek medsos. Kumpul dengan teman, cek medsos. Seolah otak kita tidak boleh berhenti menerima asupan konten-konten tersebut.</p>



<p>Nah, rebahan di atas kasur adalah termasuk salah satu aktivitas yang membosankan. Otak yang kecanduan konten pun akan secara otomatis membuat kita meraih ponsel dan mulai membuka aplikasi medsos.</p>



<p>Apalagi, dengan adanya konten-konten video pendek <em>random </em>yang muncul tanpa henti, kita tanpa sadar akan terus <em>scroll-scroll </em>karena berharap akan menemukan konten yang menyenangkan, lagi dan lagi, untuk terus memberikan perasaan senang kepada diri. </p>



<p>Terkadang muncul kesadaran diri untuk berhenti cek medsos dengan berkata 5 menit lagi. Setelah 5 menit, menemukan konten yang sangat menarik, sehingga memutuskan untuk lanjut sebentar lagi. Namun, seringnya aktivitas ini tidak pernah berlangsung sebentar.</p>



<p>Apa akibatnya? Selain waktu yang terbuang untuk melihat konten yang sebenarnya tidak terlalu bermanfaat untuk kita, bisa jadi akan muncul perasaan bersalah karena telah membuang-buang waktu. Sekali lagi, hari ini menjadi hari yang tidak produktif. </p>



<p>Apakah hanya cek medsos yang bisa dilakukan sambil rebahan? Tentu tidak. Membaca web novel, komik daring, hingga bermain <em>game</em> juga bisa sama adiktifnya dengan cek medsos. Ada begitu godaan yang membuat kita betah rebahan seharian selama ada ponsel di tangan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Agar Bisa Mengurangi Rebahan + Main HP</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/rebahan-main-hp-kombo-maut-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6533" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/rebahan-main-hp-kombo-maut-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/rebahan-main-hp-kombo-maut-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/rebahan-main-hp-kombo-maut-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/rebahan-main-hp-kombo-maut-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Waktu untuk Rebahan + Main HP Bisa Digunakan untuk Aktivitas Lain (<a href="https://www.pexels.com/id-id/@thirdman/">Thirdman</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis kerap merasa dirinya terjebak dalam kombo maut rebahan + main HP ini. Apalagi kalau sudah melihat Instagram Reels atau YouTube Shorts, rasanya sangat susah untuk berhenti, terutama ketika memang tidak ada hal <em>urgent </em>yang harus diselesaikan.</p>



<p>Kalau sedang hari libur atau tidak ada pekerjaan, hal tersebut masih oke untuk dilakukan. Masalahnya, tak jarang di hari kerja pun Penulis melakukan kombo ini. Produktivitas harian yang dikejar pun menjadi tidak terlaksana.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis pun berusaha mencari cara agar bisa melepaskan diri dari jeratan ini. Tentu saja boleh rebahan sambil main HP, apalagi setelah lelah bekerja. Namun, jelas tidak boleh dilakukan secara berlebihan.</p>



<p>Di hari kerja, Penulis sedang mendisiplinkan diri langsung membereskan tempat tidur begitu bangun di pagi hari. Dengan adanya kasur yang rapi, kecil kemungkinan Penulis akan rebahan di sana selama jam kerja, kecuali jika benar-benar mengantuk.</p>



<p>Lalu, Penulis juga membatasi penggunaan media sosial dan aplikasi adiktif lainnya. Untungnya, ponsel sekarang memiliki fitur yang akan langsung memblokir jika kita sudah melewati batas penggunaan.</p>



<p>Tidak cukup di situ, Penulis juga akan memblokir media sosial dan <em>game</em> selama jam kerja menggunakan aplikasi AppBlock, salah satu <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/aplikasi-produktivitas-yang-saya-gunakan/">aplikasi produktivitas andalan Penulis</a>. Ini hanyalah aplikasi yang membantu, karena pada dasarnya semua kembali pada niat kita.</p>



<p>Melalui buku <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-atomic-habits/"><em>Atomic Habit </em>karya James Clear</a>, salah satu tahap untuk menghilangkan kebiasaan buruk adalah dengan mempersulitnya. Cara-cara yang Penulis lakukan di atas bertujuan untuk mempersulit kombo rebahan + main HP dilakukan, terutama di hari kerja.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Jadikan Rebahan + Main HP Sebagai Reward</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/rebahan-main-hp-kombo-maut-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6534" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/rebahan-main-hp-kombo-maut-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/rebahan-main-hp-kombo-maut-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/rebahan-main-hp-kombo-maut-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/rebahan-main-hp-kombo-maut-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Jadikan Reward, Bukan Sarana Refreshing (<a href="https://www.pexels.com/id-id/@rdne/">RDNE Stock project</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis bukan anti-rebahan atau anti-main HP. Penulis hanya menyadari dirinya kerap membuang waktu karena aktivitas tersebut, sehingga banyak pekerjaan yang harusnya diselesaikan jadi terabaikan atau minimal terlambat.</p>



<p>Apalagi, Penulis sampai sekarang masih <em><a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/agar-wfh-tetap-produktif/">Work from Home</a></em>, sehingga harus bisa mengatur dirinya sendiri dengan baik. Karena tidak ada yang mengawasi langsung seperti jika bekerja di kantor, Penulis harus bisa menjadi pengawas untuk dirinya sendiri.</p>



<p>Ada pembelaan kalau HP menjadi sarana <em>refreshing </em>agar tidak merasa penat ketika bekerja. Itu ada benarnya, tapi Penulis merasa tidak cocok karena kerap terbuai HP. Maka dari itu, selama jam kerja, Penulis sering menjauhkan HP dari jangkauannya.</p>



<p>Lantas, apa yang biasanya Penulis lakukan untuk <em>refreshing </em>di jam kerja? Biasanya Penulis akan memilih aktivitas seperti membaca buku/komik atau sekadar bermain dengan kucing. Penulis berusaha mencari aktivitas yang jauh dari benda elektronik.</p>



<p>Harus diakui kalau rebahan sambil main HP, apapun aktivitasnya, memang menyenangkan. Aktivitas santai yang menghibur tanpa perlu mengeluarkan uang sepeser pun. Namun, jika menjadi berlebihan tentu akibatnya tidak baik untuk diri kita, apalagi dilakukan di jam kerja.</p>



<p>Karena menyenangkan, jadikanlah kombo maut ini sebagai &#8220;hadiah&#8221; apabila kita berhasil menyelesaikan hari dengan baik dan produktif. Setelah semua pekerjaan atau <em>to-do-list </em>terselesaikan, diri kita berhak untuk menikmati enaknya rebahan sambil main HP.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 22 Mei 2023, terinspirasi dari pengalaman pribadinya yang kerap sulit meninggalkan kombo rebahan + main HP</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.pexels.com/id-id/@olly/">Andrea Piacquadio</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rebahan-main-hp-kombo-maut/">Rebahan + Main HP = Kombo Maut</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rebahan-main-hp-kombo-maut/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rebahan Terus, Kapan Suksesnya?</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rebahan-terus-kapan-suksesnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Feb 2020 04:29:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[istirahat]]></category>
		<category><![CDATA[kerja]]></category>
		<category><![CDATA[malas]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[rebahan]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3438</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernah mendengar atau membaca kata rebahan? Rebahan menjadi salah satu kata yang paling populer saat ini dan kerap diidentikkan dengan angkatan milenial. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan kegiatan bersantai di atas kasur untuk jangka waktu yang cukup lama, sering kali diiringi dengan kegiatan bermain HP. Para &#8220;pengikutnya&#8221; disebut sebagai kaum rebahan yang terdiri dari orang-orang yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rebahan-terus-kapan-suksesnya/">Rebahan Terus, Kapan Suksesnya?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah mendengar atau membaca kata <em><strong>rebahan</strong>? </em>Rebahan menjadi salah satu kata yang paling populer saat ini dan kerap diidentikkan dengan angkatan milenial.</p>
<p>Istilah ini digunakan untuk menggambarkan kegiatan bersantai di atas kasur untuk jangka waktu yang cukup lama, sering kali diiringi dengan kegiatan bermain HP.</p>
<p>Para &#8220;pengikutnya&#8221; disebut sebagai <strong><em>kaum rebahan</em></strong> yang terdiri dari orang-orang yang malas beraktivitas demi mencicipi nikmatnya bersantai di atas kasur.</p>
<p>Sebenarnya tidak ada yang salah dengan rebahan, apalagi dilakukan ketika <em>weekend </em>setelah menjalani hari-hari sekolah atau kerja yang sangat padat.</p>
<p>Akan tetapi, terlalu banyak rebahan juga akan memberikan efek negatif yang akan merugikan diri sendiri.</p>
<h3>Stereotipe Masyarakat Terhadap Rebahan</h3>
<p>Di tengah tuntuntan hidup yang makin membuat kepala pening, rebahan (atau dalam Bahasa Jawa disebut <em>leyeh-leyeh</em>) sebenarnya penting digunakan untuk mengistirahatkan tubuh kita dari rutinitas sehari-hari.</p>
<p><div id="attachment_3440" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3440" class="size-large wp-image-3440" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/rebahan-terus-kapan-suksesnya-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/rebahan-terus-kapan-suksesnya-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/rebahan-terus-kapan-suksesnya-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/rebahan-terus-kapan-suksesnya-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/rebahan-terus-kapan-suksesnya-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3440" class="wp-caption-text">Rebahan dan Kasur (<a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@elizabethlies">elizabeth lies</a>)</p></div></p>
<p>Tidak harus dilakukan ketika <em>weekend</em>, rebahan juga dilakukan pulang kantor ataupun beberapa menit sebelum berangkat kerja. Hal yang sama juga berlaku untuk usia anak sekolah.</p>
<p>Hanya saja, muncul stereotipe dari masyarakat kita yang menganggap kaum rebahan adalah sekumpulan orang pemalas yang menyia-nyiakan waktunya demi hal yang kontraproduktif.</p>
<p>Hal ini diperparah dengan berbagai label yang melekat pada generasi milenial yang dianggap serba instan, cenderung apatis terhadap sekitarnya, tidak punya tujuan hidup, egosentris, dan lain sebagainya.</p>
<p>Sebenarnya, stereotipe ini juga kurang pas jika digunakan untuk mengecap semua generasi milenial. Ada banyak hal yang membuat generasi milenial membutuhkan rebahan, sehingga rebahan tidak selalu identik dengan kemalasan.</p>
<p>Generasi milenial hidup di era kemajuan teknologi yang begitu pesat sehingga apapun bisa dilakukan dengan cepat, bahkan dilakukan sambil rebahan. Kerja pun bisa dilakukan di atas kasur tanpa perlu berangkat ke kantor setiap pagi.</p>
<p>Hal ini berbeda dengan zaman dulu, zamannya generasi <em>boomer. </em>Belum ada smartphone dan teknologi lainnya, sehingga rebahan bisa menjadi aktivitas yang sangat membosankan.</p>
<h3>Akan Tetapi&#8230;</h3>
<p>Rebahan dibutuhkan mereka yang sudah menjalani hari-hari padat dengan jumlah istirahat yang relatif sedikit. Tubuh ini memiliki energi yang terbatas, sehingga perlu diisi ulang.</p>
<p><div id="attachment_3441" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3441" class="size-large wp-image-3441" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/rebahan-terus-kapan-suksesnya-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/rebahan-terus-kapan-suksesnya-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/rebahan-terus-kapan-suksesnya-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/rebahan-terus-kapan-suksesnya-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/rebahan-terus-kapan-suksesnya-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3441" class="wp-caption-text">Padatnya Rutinitas (<a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@helloquence">Helloquence</a>)</p></div></p>
<p>Hanya saja untuk orang-orang dengan jumlah aktivitas yang tidak terlalu padat, rebahan tidak terlalu dibutuhkan. Mereka murni rebahan karena memang pemalas (terkadang, Penulis juga menjadi salah satu bagian dari mereka).</p>
<p>Contoh, seorang karyawan di kantor kerjaannya ghibah dan tidur, pulang kantor rebahan main game sampai ngantuk, besoknya kesiangan sehingga di kantor tidur lagi. Kerjanya enggak seberapa, rebahannya banyak banget.</p>
<p>Terlalu banyak rebahan akan membawa beberapa dampak negatif, seperti rentan terkena penyakit, menurunkan daya konsentrasi, hingga membuat diri kita jauh dari kesuksesan.</p>
<p>Kasarnya, gimana mau dapat gaji besar kalau kerjaannya cuma rebahan mulu? Gimana mau ketemu jodoh kalau kerjaannya cuma rebahan mulu? Gimana mau sukses kalau kerjaannya cuma rebahan mulu?</p>
<p>Sebagai <a href="https://whathefan.com/karakter/suka-duka-seorang-pemikir/">orang yang pemikir</a>, Penulis kerap berpikir <em><a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/mau-kayak-gini-sampai-kapan/">mau kayak gini sampai kapan?</a> </em>ketika dirinya lebih sering bermalas-malasan daripada melakukan sesuatu yang produktif.</p>
<p>Jika sudah demikian, Penulis akan merasa bersalah karena telah membuang-buang waktunya. Penulis pun mulai beraktivitas yang lebih produktif, biasanya dimulai dengan membersihkan kamar.</p>
<p>Hidup ini singkat, sayang jika digunakan untuk melakukan sesuatu yang kurang berarti.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Rebahan di atas kasur sambil <em>scrolling </em>media sosial, main game HP, atau nonton YouTube berjam-jam memang terlihat sangat nikmat. Saking nikmatnya, rebahan bisa berubah menjadi sesuatu yang bersifat candu.</p>
<p>Rebahan memang menggiurkan, tapi kalau dilakukan secara berlebihan hingga melupakan aktivitas yang lain juga kurang baik. Penulis sering seperti itu, membuang waktunya dengan rebahan sambil melakukan aktivitas konsumtif yang minim manfaat.</p>
<p>Oleh karena itu, tulisan kali ini sebenarnya bertujuan untuk mengingatkan diri sendiri agar tidak menyia-nyiakan waktu yang dimilikinya.</p>
<p>Orang bisa sukses (terlepas dari <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/yang-salah-dari-privilege/">segala <em>privilege</em> yang dimiliki</a>) karena bangun dari tempat tidur dan mulai melakukan sesuatu untuk menggapai mimpinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 8 Februari 2020, terinspirasi dari diri sendiri yang merasa dirinya terlalu banyak rebahan</p>
<p>Foto: <a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=imgres&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwiHkprKi8HnAhUIXSsKHdKnAFAQjB16BAgBEAM&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.independent.co.uk%2Flife-style%2Fhealth-and-families%2Fdepression-loneliness-mobile-phone-use-10pm-instagram-twitter-mood-disorder-a8353851.html&amp;psig=AOvVaw3SGsm2FuGtwrrjUayIKnUS&amp;ust=1581221588365101">The Independent</a></p>
<p>Sumber Artikel: <a href="https://news.detik.com/kolom/d-4826065/menepis-stereotip-generasi-milenial-sebagai-kaum-rebahan">Detik</a>, <a href="https://kumparan.com/karjaid/dampak-negatif-menjadi-kaum-rebahan-1scXFdAkBFv">Kumparan</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rebahan-terus-kapan-suksesnya/">Rebahan Terus, Kapan Suksesnya?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
