<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>rutinitas Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/rutinitas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/rutinitas/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Jun 2023 13:58:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>rutinitas Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/rutinitas/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Lari Pagi adalah Obat Insomnia Terbaik Versi Saya</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/lari-pagi-adalah-obat-insomnia-terbaik-versi-saya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/lari-pagi-adalah-obat-insomnia-terbaik-versi-saya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jun 2023 13:57:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[insomnia]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[lari pagi]]></category>
		<category><![CDATA[rutinitas]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6566</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam beberapa kesempatan, Penulis menyebutkan bahwa dirinya kerap mengalami insomnia alias sulit tidur di malam hari. Tak heran jika Penulis kerap merasa iri kepada orang-orang yang mampu tidur dengan cepat setelah meletakkan kepalanya di atas bantal. Untuk itu, Penulis pun mulai mencoba berbagai cara agar bisa tidur cepat, mulai dari membaca buku, mengaji, minum susu, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/lari-pagi-adalah-obat-insomnia-terbaik-versi-saya/">Lari Pagi adalah Obat Insomnia Terbaik Versi Saya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dalam beberapa kesempatan, Penulis menyebutkan bahwa dirinya kerap mengalami insomnia alias sulit tidur di malam hari. Tak heran jika Penulis kerap merasa iri kepada orang-orang yang mampu tidur dengan cepat setelah meletakkan kepalanya di atas bantal.</p>



<p>Untuk itu, Penulis pun mulai mencoba berbagai cara agar bisa tidur cepat, mulai dari membaca buku, mengaji, minum susu, meditasi, mendengarkan musik, dan lain sebagainya. Sayangnya, tidak ada yang benar-benar berhasil menghilangkan insomnia.</p>



<p>Namun, ada satu aktivitas yang, anehnya, dilakukan di pagi hari dan mampu memberikan efek yang relatif instan. Ketika melakukannya, maka Penulis bisa tidur dengan cepat dan tidak terlalu larut. Aktivitas tersebut adalah <strong>lari pagi</strong>.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner.jpg 1280w " alt="Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/olahraga/kepingan-puzzle-terakhir-untuk-messi-telah-lengkap/">Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Lari Pagi, Aktivitas Ringan yang Berat untuk Dilakukan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/lari-pagi-adalah-obat-insomnia-terbaik-versi-saya-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6589" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/lari-pagi-adalah-obat-insomnia-terbaik-versi-saya-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/lari-pagi-adalah-obat-insomnia-terbaik-versi-saya-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/lari-pagi-adalah-obat-insomnia-terbaik-versi-saya-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/lari-pagi-adalah-obat-insomnia-terbaik-versi-saya-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Sebenarnya Enteng, tapi Kalah oleh Rasa Malas (<a href="https://www.pexels.com/id-id/@tirachard-kumtanom-112571/">Tirachard Kumtanom</a>)</figcaption></figure>



<p>Sebenarnya, lari pagi bukanlah aktivitas yang baru Penulis lakukan. Dulu, Penulis pernah <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rutinitas-pagi-harian-bagian-1/">rutin selama kurang lebih tiga bulan melakukannya</a>, sebelumnya akhirnya berhenti karena kalah dari rasa malas. Nah, baru akhir-akhir ini Penulis berusaha merutinkannya lagi.</p>



<p>Setelah sholat Shubuh dan mengaji, Penulis biasanya akan langsung siap-siap untuk lari pagi yang tentunya diawali dengan pemanasan. Karena daerah rumahnya cukup dingin, Penulis selalu menggunakan jaket.</p>



<p>Penulis tidak pernah lari pagi dengan jarah yang jauh, cukup tiga-empat kali putaran mengelilingi perumahan ditambah satu putaran untuk pendinginan. Itu pun sudah bisa menghasilkan keringat yang lumayan hingga membasahi kaus yang dikenakan.</p>



<p>Jika melihat aplikasi <em>tracker</em>, setiap pagi Penulis melangkah sebanyak 3.000 hingga 4.000 langkah, yang setara dengan 3-4 kilometer. Penulis memilih untuk lari pagi dengan jarak yang sedikit, tapi rutin.</p>



<p>Sebenarnya aktivitas lari pagi adalah sesuatu yang ringan, apalagi jarak yang ditempuh juga tidak terlalu jauh. Namun, aktivitas ringan tersebut menjadi berat jika kita tidak mampu mengalahkan rasa malas dari dalam diri.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Efek Instan Lari Pagi</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/lari-pagi-adalah-obat-insomnia-terbaik-versi-saya-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6590" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/lari-pagi-adalah-obat-insomnia-terbaik-versi-saya-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/lari-pagi-adalah-obat-insomnia-terbaik-versi-saya-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/lari-pagi-adalah-obat-insomnia-terbaik-versi-saya-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/lari-pagi-adalah-obat-insomnia-terbaik-versi-saya-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Bangun Jadi Lebih Segar (<a href="https://www.pexels.com/id-id/@tirachard-kumtanom-112571/">Tirachard Kumtanom</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis berhasil membuktikan bahwa lari pagi dapat membantu mengatasi insomnia secara instan. Entah bagaimana dari sisi medisnya, tapi yang jelas Penulis jadi bisa tidur cepat sekitar pukul 10:30 setiap malamnya.</p>



<p>Sebagai perbandingan, sebelumnya Penulis baru bisa tidur di atas jam 12 malam. Beberapa minggu terakhir Penulis sempat bolong menjalani rutinitas ini, dan akibatnya Penulis harus tidur lebih malam.</p>



<p>Kualitas tidur Penulis juga jadi meningkat setelah rutin lari pagi. Jika biasanya Penulis justru merasa lelah saat bangun, sekarang Penulis merasa lebih segar. Ini juga berlaku ketika Penulis tidur siang selama beberapa menit di sela-sela jam kerja.</p>



<p>Lari pagi juga memiliki efek positif bagi Penulis. Pertama, Penulis jadi tidak tidur lagi setelah sholat Shubuh, sehingga bisa langsung menjalani rutinitas harian seusai beristirahat. Sekarang, Penulis telah biasa memulai jam kerja mulai pukul 7 pagi.</p>



<p>Selain itu, metabolisme tubuh pun menjadi lebih lancar. Buang air besar Penulis menjadi lebih teratur. Nafsu makan Penulis juga bertambah, sehingga berat badannya bertambah dan mendekati bobot idealnya, yang biasanya di bawah 50 sekarang menjadi 53 kg. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Meskipun sudah tahu sejak lama kalau <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rutinitas-pagi-harian-bagian-2/">rutin lari pagi</a> membawa banyak manfaat, ada saja alasan untuk menunda-nunda dan tidak melakukannya. Padahal, intinya hanya karena rasa malas yang tidak bisa disingkirkan.</p>



<p>Menyadari dirinya butuh pola hidup yang lebih sehat, Penulis pun berusaha untuk terus merutinkan lari pagi beserta rutinitas-rutinitas positif lainnya dalam hidup. Penulis perlu membenahi hidupnya, mengingat sebentar lagi dirinya akan berkepala tiga.</p>



<p>Untuk yang tidak suka atau tidak kuat lari, mungkin bisa diganti dengan berjalan kaki sekitar rumah. Yang penting adalah aktivitas fisik di luar rumah, karena hawa pagi seolah membawa energi positif untuk hidup kita.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 6 Juni 2023, terinspirasi dari pengalaman pribadi yang pola tidurnya membaik setelah (kembali) rutin lari pagi</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.bodyandsoul.com.au/fitness/laura-henshaws-goto-lowimpact-workouts-for-running-towards-your-goals-and-away-from-injury/news-story/15ca825c668b53520019f07491bf12ed">Body+Soul</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/lari-pagi-adalah-obat-insomnia-terbaik-versi-saya/">Lari Pagi adalah Obat Insomnia Terbaik Versi Saya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/lari-pagi-adalah-obat-insomnia-terbaik-versi-saya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kalau Lagi Stres, Jadinya Tidak Produktif</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/kalau-lagi-stres-jadinya-tidak-produktif/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/kalau-lagi-stres-jadinya-tidak-produktif/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Nov 2022 14:47:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[rutinitas]]></category>
		<category><![CDATA[stres]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6120</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah menyadari bahwa waktunya di dunia hanya sebentar, Penulis dalam beberapa waktu terakhir berusaha untuk bisa memaksimalkan waktunya. Rasanya ingin bisa memanfaatkan waktu sebaik dan seproduktif mungkin. Hanya saja, terkadang ada saatnya sangat susah untuk menjadi porduktif. Selain karena kurangnya niat, bagi Penulis pribadi menjadi produktif akan menjadi sulit ketika pikiran kita sedang penuh atau [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/kalau-lagi-stres-jadinya-tidak-produktif/">Kalau Lagi Stres, Jadinya Tidak Produktif</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Setelah menyadari bahwa waktunya di dunia hanya sebentar, Penulis dalam beberapa waktu terakhir berusaha untuk bisa memaksimalkan waktunya. Rasanya ingin bisa memanfaatkan waktu sebaik dan seproduktif mungkin.</p>



<p>Hanya saja, terkadang ada saatnya sangat susah untuk <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/healing-dengan-menjadi-produktif/">menjadi porduktif</a>. Selain karena kurangnya niat, bagi Penulis pribadi <strong>menjadi produktif akan menjadi sulit ketika pikiran kita sedang penuh atau stres</strong>.</p>



<p>Bahkan, Penulis sering mengalami hal ini dan akan berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Untuk itu, kali ini Penulis ingin berbagi pengalamannya tentang bagaimana dirinya bisa kembali produktif setelah melewati masa-masa stres tersebut.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana Keseharian Jika Sedang Stres dan Tidak Produktif?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Kalau-Lagi-Stres-Jadinya-Tidak-Produktif-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6122" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Kalau-Lagi-Stres-Jadinya-Tidak-Produktif-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Kalau-Lagi-Stres-Jadinya-Tidak-Produktif-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Kalau-Lagi-Stres-Jadinya-Tidak-Produktif-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Kalau-Lagi-Stres-Jadinya-Tidak-Produktif-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Bisa Rebahan Seharian (Photo by <a href="https://www.pexels.com/photo/lazy-asian-woman-using-smartphone-in-bed-4473626/">Ketut Subiyanto</a>)</figcaption></figure>



<p>Bagi orang-orang yang mengenal Penulis, pasti tahu kalau Penulis adalah tipe orang yang teratur dan sistematis. Semua hal yang dilakukan harus berurutan dan rapi. Oleh karena itu, Penulis adalah tipe orang yang suka dengan rutinitas.</p>



<p>Untuk menunjang hal tersebut, Penulis rutin membuat <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/productivity-hacks-1-to-do-list-harian/"><em>to-do list </em>harian</a> agar tahu ada apa saja yang harus dikerjakan. Pada malam harinya, Penulis akan mencatat semacam jurnal harian di aplikasi Google Calendar untuk mengevaluasi hari tersebut. </p>



<p>Nah, ketika sedang stres atau banyak pikiran, <strong>semua kebiasaan tersebut bisa ditinggalkan begitu saja</strong>. Rasanya begitu malas untuk melakukan banyak hal, apalagi yang membutuhkan ketelatenan seperti itu.</p>



<p>Penulis pernah hingga berbulan-bulan berhenti mencatat jurnal harian yang sudah menjadi kebiasaannya sejak zaman kuliah. Google Calendar yang dulu selalu terisi penuh, kini banyak sekali yang bolong-bolong karena tidak diisi.</p>



<p>Akibatnya, Penulis jadi <strong>terkesan menyepelekan waktu</strong>. Banyak pekerjaan yang tertunda atau bahkan tidak selesai sama sekali. Jika Pembaca menyadari ada waktu Penulis berhenti menulis blog selama berbulan-bulan, kemungkinan Penulis sedang berada di fase tersebut.</p>



<p>Lebih parahnya lagi, Penulis akan <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rebahan-terus-kapan-suksesnya/">membuang-buang waktunya dengan rebahan</a> dan menonton YouTube atau bermain media sosial untuk jangka waktu yang kelewat banyak. Terhibur tidak, malah merasa bersalah karena sudah menyia-nyiakan waktu yang ada.</p>



<p>Apalagi, Penulis bukan tipe orang yang &#8220;cepat bangkit dari keterpurukan&#8221; sehingga bisa langsung menyetop dirinya untuk tidak produktif dan mulai kembali menata kehidupannya. Oleh karena itu, ketidakproduktifan ini bisa berlangsung lama dan berputar-putar.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Lalu, Apa yang Harus Dilakukan agar Kembali Produktif?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/2022-11-01_214250-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6123" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/2022-11-01_214250-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/2022-11-01_214250-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/2022-11-01_214250-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/2022-11-01_214250.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Contoh Video-Video di YouTube yang Penulis Tonton untuk Memotivasi Dirinya</figcaption></figure>



<p>Yang namanya masalah, tentu harus dicari akarnya untuk mengetahui solusinya. Untuk itu, cara yang paling utama adalah <strong>bagaimana kita bisa mengatasi stres tersebut</strong>. Karena definisi stres, tentu Penulis tidak bisa menjabarkan secara rinci hal tersebut.</p>



<p>Semua orang memiliki caranya masing-masing dalam mengatasi stres. Ada yang dengan cara makan, nonton film, tidur, liburan, ibadah, main bersama anak, dan lain sebagainya. Lakukan apa yang biasanya membuat kita bisa melepas stres tersebut.</p>



<p>Dalam mengatasi stres, durasi yang dibutuhkan juga berbeda-beda. Ada yang cukup satu hari, ada yang butuh berminggu-minggu. Penulis kebetulan termasuk kategori yang terakhir, dan sadar kalau dirinya harus bisa mengelola stresnya dengan lebih baik lagi.</p>



<p>Jika stres sudah bisa mulai dilepas, <strong>cobalah untuk mulai kembali produktif kembali</strong>. Pakai bantuan dari eksternal juga sangat boleh. Kalau Penulis, biasanya akan memicu dirinya sendiri dengan cara nonton berbagai video YouTube yang memiliki tema produktivitas.</p>



<p>Contohnya adalah video <em>desk tour</em>, <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rutinitas-pagi-harian-bagian-1/">rutinitas pagi</a> orang lain, ataupun sekadar orang yang memberikan tips produktif. Memang tidak semuanya langsung Penulis terapkan dalam kehidupannya, tetapi itu sudah cukup untuk memotivasi Penulis.</p>



<p>Jika kita sudah mulai tergerak untuk kembali produktif, <strong>mulai dari hal-hal kecil terlebih dahulu</strong>. Jangan langsung mulai melakukan hal-hal produktif dengan jumlah yang besar, seperti lari pagi sepuluh kilometer atau belajar hal baru selama satu jam.</p>



<p>Mulai saja setiap aktivitas produktif dari yang terkecil. Kalau mau lari pagi, satu putaran cukup. Kalau mau baca buku, coba niati satu halaman dulu. Kalau mau meditasi, coba lima menit dulu. Kalau mau bersih-bersih, <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/merapikan-kamar-merapikan-diri/">rapikan saja dulu meja kerja atau kamar tidur</a>.</p>



<p>Nah, kalau sudah memulai, nanti seiring berjalannya waktu jumlah atau durasi dari aktivitas-aktivitas tersebut akan bertambah dengan sendirinya. Yang penting mulai aja dulu, karena tubuh biasanya akan menambah porsinya secara otomatis ketika kita sudah memulainya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Apa yang Penulis tuangkan di tulisan ini adalah apa yang Penulis alami sendiri. Untuk itu, belum tentu cara di atas juga bisa dilakukan oleh orang lain. Tentu ada orang yang benci dengan rutinitas, tapi bisa menyelesaikan pekerjaan dengan lebih baik.</p>



<p>Penulis sendiri menyadari bahwa dirinya butuh keteraturan. Dalam masa-masa berhenti mencatat jurnal harian, Penulis benar-benar tidak peduli jika mau melakukan hal-hal yang tidak produktif dalam jangka waktu lama.</p>



<p>Beda dengan ketika Penulis rutin mencatat jurnal harian, di mana Penulis merasa terpacu untuk memanfaatkan waktunya agar merasa puas ketika mencatatkannya di malam hari. Jika seharian merasa produktif, seolah ada dopamin yang dikirimkan ke otak.</p>



<p>Untuk itu, solusi jangka panjang dari permasalahan &#8220;kalau lagi stres jadi tidak produktif&#8221; adalah <strong>belajar mengelola emosi dan stres lebih baik lagi</strong>. Penulis pun hingga saat ini masih belajar karena merasa dirinya sangat kurang.</p>



<p>Ketika kita mampu mengendalikan emosi dan stres kita, yang notabene mengendalikan diri sendiri, hidup produktif akan bisa dilakukan dengan lebih rutin dan baik. Kalaupun ada masalah, itu tidak akan terlalu memengaruhi produktivitas kita.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 1 November 2022, terinspirasi dari pengalamannya sendiri yang bisa benar-benar tidak produktif ketika sedang stres</p>



<p>Foto: <a href="https://www.pexels.com/photo/woman-sitting-on-chair-while-leaning-on-laptop-3791136/">Andrea Piacquadio</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/kalau-lagi-stres-jadinya-tidak-produktif/">Kalau Lagi Stres, Jadinya Tidak Produktif</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/kalau-lagi-stres-jadinya-tidak-produktif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenapa Saya Justru Suka Hari Senin</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/kenapa-saya-justru-suka-hari-senin/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/kenapa-saya-justru-suka-hari-senin/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Aug 2022 15:29:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[awal]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan]]></category>
		<category><![CDATA[minggu]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[mulai]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[rutinitas]]></category>
		<category><![CDATA[Senin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5880</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagi kebanyakan orang, hari Senin kerap menjadi sesuatu yang menakutkan. Hal ini dapat dimaklumi, mengingat Senin adalah hari pertama setelah akhir pekan yang santai dan menyenangkan. Bagi pelajar, langsung terbayang harus masuk kelas dan harus mempelajari mata pelajaran tertentu. Bagi karyawan, rutinitas harian yang monoton dan tumpukan pekerjaan yang harus dituntaskan pun langsung menyapa di [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/kenapa-saya-justru-suka-hari-senin/">Kenapa Saya Justru Suka Hari Senin</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Bagi kebanyakan orang, hari <strong>Senin</strong> kerap menjadi sesuatu yang menakutkan. Hal ini dapat dimaklumi, mengingat Senin adalah hari pertama setelah akhir pekan yang santai dan menyenangkan.</p>



<p>Bagi pelajar, langsung terbayang harus masuk kelas dan harus mempelajari mata pelajaran tertentu. Bagi karyawan, rutinitas harian yang monoton dan tumpukan pekerjaan yang harus dituntaskan pun langsung menyapa di pagi hari.</p>



<p>Agak berbeda dari orang-orang, Penulis justru menyukai hari Senin. Bahkan, terkadang Penulis merasa tidak sabar ingin segera Senin. Pada tulisan kali ini, Penulis akan menjelaskan beberapa alasan yang mendasari hal ini.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Alasan Penulis Menyukai Hari Senin</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/kenapa-saya-justru-suka-hari-senin-1-1024x683.jpeg" alt="" class="wp-image-5882" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/kenapa-saya-justru-suka-hari-senin-1-1024x683.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/kenapa-saya-justru-suka-hari-senin-1-300x200.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/kenapa-saya-justru-suka-hari-senin-1-768x512.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/kenapa-saya-justru-suka-hari-senin-1.jpeg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Anggap Senin Sebagai Awal yang Baru (<a href="https://unsplash.com/@kellysikkema">Kelly Sikkema</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis adalah tipe orang yang menyukai <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rutinitas-pagi-harian-bagian-1/">rutinitas</a> dan keteraturan. Semakin tertata, semakin baik. Oleh karena itu, Penulis menyukai hari kerja yang terjadwal. Bahkan, Penulis terbiasa untuk melakukan <em>time block </em>agar manajemen waktunya jadi lebih baik. </p>



<p>Selain rutinitas di tempat kerja, Penulis juga sedang <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/membangun-kebiasaan-baik-itu-memang-sangat-sulit/">membangun kebiasaan-kebiasaan yang baik</a>, entah dilakukan di pagi hari maupun malam hari. Nah, Penulis secara pribadi sering mengalami kegagalan dalam melakukan rutinitas ini.</p>



<p>Sebagai contoh, kebiasaan lari pagi. Pada akhir tahun 2021, Penulis sempat rutin lari pagi selama tiga bulan. Hanya saja, setelah <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/productivity-hacks-2-dont-break-the-chain/">rantainya terputus</a> cukup lama, sangat susah untuk membangun lagi kebiasaan tersebut.</p>



<p>Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Penulis sering menggunakan <strong>hari Senin sebagai patokan untuk memulai lagi</strong>. Jika memang kebiasaan tersebut telah terputus, maka mulai Senin depan harus dimulai lagi.</p>



<p>Selain itu, akhir pekan biasanya Penulis gunakan untuk melakukan evaluasi mingguan. Penulis mencari tahu, mana saja yang perlu dibenahi dan mana saja yang patut mendapatkan apresiasi diri. Dengan begitu, Penulis memiliki semacam panduan untuk memulai Seninnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kelemahan dari Berpatokan pada Hari Senin</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/kenapa-saya-justru-suka-hari-senin-2-1024x683.jpeg" alt="" class="wp-image-5883" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/kenapa-saya-justru-suka-hari-senin-2-1024x683.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/kenapa-saya-justru-suka-hari-senin-2-300x200.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/kenapa-saya-justru-suka-hari-senin-2-768x512.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/kenapa-saya-justru-suka-hari-senin-2.jpeg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Kebiasaan Buruk di Atas Sering Penulis Lakukan (<a href="https://unsplash.com/@a_d_s_w">Adrian Swancar</a>)</figcaption></figure>



<p>Apakah cara ini berhasil? Belum tentu. Penulis seringnya berhasil melakukannya tiga hari, lantas terhenti lagi. Ketika di akhir pekan, baru punya semangat untuk memulai lagi ketika hari Senin sudah tiba.</p>



<p>Perlu dicatat kalau hal ini memiliki efek samping. Karena berpatokan pada hari Senin, Penulis jadi <strong>sering menyepelekan hari-hari yang dilewati</strong>. Misal, Penulis merasa hari Rabunya berantakan. Bukannya membenahinya di hari Kamis, Penulis malah menunggu sampai Senin.</p>



<p>Hanya saja, Penulis memang belum bisa sampai ke tahap yang bisa langsung berbenah dalam waktu cepat. Untuk itu, Penulis merasa menggunakan hari Senin sebagai patokan untuk memulai lagi kebiasaan baik yang tertinggal adalah yang paling cocok untuk saat ini.</p>



<p>Selain itu, Penulis sering merasa kalau Senin adalah hari di mana Penulis paling produktif di antara hari lainnya. Mungkin, itu juga karena dipengaruhi oleh <em><a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-mindset/">mindset</a> </em>kalau Penulis sedang membuka lembaran baru di hari pertama dari tujuh hari yang akan dijalani ke depan.</p>



<p>Tentu Penulis harus membuka minggu dengan semangat dan penuh pikiran positif. Kalau di hari pertamanya saja <em>mood </em>dan rutinitasnya sudah kacau, bagaimana akan menjalani keenam hari lainnya?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Jika menyukai hari Senin, lantas hari apa yang kurang disukai oleh Penulis? Sebenarnya tidak ada, tapi jika disuruh memilih, mungkin pertengahan <em>weekday </em>mulai hari Selasa hingga Kamis. Alasannya sederhana, karena semangat Seninnya sudah mulai luntur.</p>



<p>Seperti yang sudah dibahas di atas, jika merasa minggu yang Penulis jalani kurang baik, Penulis akan segera berharap hari Senin akan segera datang agar bisa memulai awal yang baru lagi dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terjadi di minggu ini.</p>



<p><a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/saya-ini-pemalas/">Penulis yang dasarnya pemalas</a> biasanya akan mengulangi kesalahan-kesalahan yang sama, seperti kurang disiplin, susah bangun pagi, hingga <em>time management </em>yang buruk. Belum lagi kebiasaan menonton YouTube atau <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/dilema-media-sosial-kita/">main media sosial berjam-jam</a>.</p>



<p>Namun, menginjak hari Senin seringkali memberikan semangat baru yang positif bagi Penulis. Tidak peduli berapa kali kita gagal, yang penting adalah kita harus mampu bangkit lebih banyak dari kegagalan tersebut. <strong>Hari Senin ada untuk membantu kita memulai lagi</strong>.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 22 Agustus 2022, terinspirasi setelah menyadari kalau dirinya menyukai hari Senin</p>



<p>Foto: <a href="https://www.pexels.com/id-id/@tara-winstead/">Tara Winstead on Pexels</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/kenapa-saya-justru-suka-hari-senin/">Kenapa Saya Justru Suka Hari Senin</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/kenapa-saya-justru-suka-hari-senin/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membangun Kebiasaan Baik Itu Memang Sangat Sulit</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/membangun-kebiasaan-baik-itu-memang-sangat-sulit/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/membangun-kebiasaan-baik-itu-memang-sangat-sulit/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Oct 2021 00:54:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[rutinitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5380</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagi kebanyakan orang, memiliki serangkaian kebiasaan baik adalah salah satu hal yang menjadi impian. Kalau bisa, kebiasaan-kebiasaan baik tersebut menjadi rutinitas dalam keseharian dan kita bisa melakukannya secara otomatis. Sayangnya, memelihara kebiasaan baik itu ternyata sangat sulit. Memulainya mungkin lebih mudah, tapi mempertahankan konsistensinya itu memiliki tantangan tersendiri. Setidaknya, itu yang Penulis alami selama ini. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/membangun-kebiasaan-baik-itu-memang-sangat-sulit/">Membangun Kebiasaan Baik Itu Memang Sangat Sulit</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Bagi kebanyakan orang, memiliki serangkaian kebiasaan baik adalah salah satu hal yang menjadi impian. Kalau bisa, kebiasaan-kebiasaan baik tersebut menjadi rutinitas dalam keseharian dan kita bisa melakukannya secara otomatis.</p>



<p>Sayangnya, memelihara kebiasaan baik itu ternyata sangat sulit. Memulainya mungkin lebih mudah, tapi mempertahankan konsistensinya itu memiliki tantangan tersendiri. Setidaknya, itu yang Penulis alami selama ini.</p>



<p>Pada tulisan kali ini, Penulis ingin berbagi sedikit pengalaman dan pendapatknya mengenai membangun kebiasaan baik. Semoga saja tulisan ini bisa bermanfaat bagi yang membacanya, terlebih lagi bagi Penulis sendiri.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Pengalaman Penulis Membangun Kebiasaan Baik</h2>



<p>Ada banyak sekali kebiasaan-kebiasaan baik yang ingin Penulis lakukan dalam hidupnya. Secara garis besar Penulis membaginya menjadi dua, yakni <strong>rutinitas pagi</strong> dan <strong>rutinitas malam</strong>. Beberapa di antaranya adalah:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Rutinitas Pagi<ul><li>Bangun pagi</li><li>Mengaji setelah sholat Shubuh</li><li>Merapikan tempat tidur</li><li><a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/productivity-hacks-1-to-do-list-harian/">Mencatat <em>to-do list </em>harian</a></li><li>Olahraga/lari pagi</li><li>Mengerjakan soal latihan melalui <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wonder&amp;hl=en&amp;gl=US">aplikasi Elevate</a></li><li>Baca buku</li><li>Menulis artikel blog</li><li>Mandi pagi</li></ul></li><li>Rutinitas Malam<ul><li>Minum vitamin</li><li>Mencatat aktivitas yang telah dilakukan hari itu</li><li>Menulis jurnal harian</li><li>Meditasi</li></ul></li></ul>



<p>Bahkan, Penulis sudah membuat semacam jam berapa saja Penulis harus melakukan aktivitas-aktivitas tersebut. Sebagai orang yang suka hidupnya tertata, Penulis merasa nyaman jika memiliki rutinitas harian seperti ini.</p>



<p>Hanya saja, pada prakteknya <strong>melakukan kebiasaan-kebiasaan tersebut tidaklah mudah</strong>. Seringnya, Penulis akan mencari berjuta alasan untuk tidak melakukannya. Masalahnya jika <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/productivity-hacks-2-dont-break-the-chain/">sudah berhenti sekali dua kali</a>, kita akan kesulitan untuk melanjutkan kebiasaan tersebut.</p>



<p>Kebanyakan kebiasaan di atas hanya berhasil dilakukan secara terus-menerus selama beberapa minggu. Kadang ada yang berhasil dilakukan selama beberapa bulan, tapi ada yang hanya dilakukan beberapa hari.</p>



<p>Ketika gagal melakukan daftar kebiasaan yang ingin dilakukan, perasaan bersalah pun akan muncul. Untuk mengabaikan perasaan tersebut, Penulis akan melakukan pelarian dengan melakukan hal yang tidak produktif.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kenapa Kebiasaan Baik Susah untuk Dilakukan?</h2>



<p>Sepertinya sudah kodrat manusia untuk susah membangun<strong> kebiasaan baik karena cenderung susah dan membutuhkan <em>effort </em>lebih</strong> untuk dilakukan. Berbeda dengan kebiasaan buruk yang menyenangkan dan sangat mudah untuk dilakukan.</p>



<p>Sebagai contoh, kebiasaan lari pagi. Upaya yang harus kita lakukan adalah bangun pagi, melawan dinginnya pagi, menyiapkan sepatu, lalu mengeluarkan energi yang tidak sedikit ketika berlari.</p>



<p>Bandingkan dengan kebiasaan buruk seperti <em>scrolling </em>media sosial. Kita hanya butuh rebahan di atas kasur dan sebuah <em>smartphone </em>beserta internet untuk melakukannya. Sama sekali tidak susah, bukan?</p>



<p>Menulis artikel blog membutuhkan ide dan <em>mood </em>agar tulisan bisa mengalir. Penulis juga harus melakukan riset kecil-kecilan dan mencari gambar ilustrasi yang cocok untuk artikel tersebut. Berbeda jika Penulis ingin bermain <em>game</em>, tinggal buka Steam dalam hitungan detik.</p>



<p>Bukan berarti <em>scrolling </em>media sosial dan bermain <em>game </em>termasuk kebiasaan buruk, kecuali jika dilakukan secara berlebihan tanpa mengenal batas waktu. Hanya saja, kedua aktivitas tersebut kerap menjadi lawan terberat produktivitas karena lebih mudah dilakukan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Terus Berusaha Membangun Kebiasaan Juga Termasuk Kebiasaan</h2>



<p>Penulis sedang membaca buku berjudul <em>Hello, Habits</em> karya Fumio Sasaki. Menjelang akhir bagian buku, sang penulis menyebutkan kalau &#8220;<strong>tindakan untuk terus membentuk kebiasaan adalah kebiasaan juga</strong>&#8220;.</p>



<p>Artinya, tidak masalah jika kita sering gagal dalam membangun kebiasaan. Yang lebih penting adalah <strong>kita terus berusaha untuk membangun kebiasaan </strong>tersebut, tak peduli berapa kali harus terhenti karena berbagai alasan.</p>



<p>Entah sudah berapa kali Penulis mengalami &#8220;kegagalan&#8221; dalam mempertahankan kebiasaan-kebiasaan baik yang ingin dilakukan. Buku <em>to-do list </em>milik Penulis sudah entah berapa kali lompat-lompat karena tidak diisi secara rutin.</p>



<p>Akan tetapi, Penulis terus berusaha untuk memulai lagi dan lagi, tak peduli sudah gagal berapa kali pun. Kadang butuh waktu satu minggu untuk mulai lagi, kadang butuh waktu hingga satu bulan lamanya. Yang penting, Penulis terus berusaha membangun kebiasaan baik tersebut.</p>



<p>Ketika memulai ulang, Penulis menerapkan ilmu yang dibaca di buku <strong><em>Atomic Habits</em>:</strong> Mulai dari sedikit dulu. Waktu rutin lari pagi, Penulis sanggup hingga 5-6 putaran. Karena sudah lama berhenti, Penulis mulai dari 2-3 putaran dulu, nanti akan ditambah secara bertahap.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Kadang terbesit pikiran, &#8220;Halah, ngapain juga usaha punya kebiasaan baik, nanti juga ujung-ujungnya berhenti lagi.&#8221; <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/satu-hari-untuk-pikiran-negatif/">Pikiran-pikiran negatif</a> seperti ini harus segera dihalau sejauh mungkin karena hanya menghambat kita untuk berkembang.</p>



<p><strong>Melakukannya dan gagal jauh lebih baik dibandingkan tidak melakukannya sama sekali</strong>. Apa yang akan terjadi nanti biarlah terjadi nanti, yang penting saat ini kita berusaha untuk melakukannya. Kalaupun memang gagal, kita hanya perlu mencobanya lagi.</p>



<p>Membangun kebiasaan baik memang susah, sangat susah. Namun, yang lebih penting adalah kita terus berusaha untuk membangun kebiasaan-kebiasaan baik tersebut, tak peduli mau gagal berapa kali pun.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 27 Oktober 2021, terinspirasi setelah merasa menjaga konsistensi melakukan kebiasaan baik itu sangat susah</p>



<p>Foto: <a href="https://unsplash.com/@the5th">THE 5TH (@the5th) on Unsplash</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/membangun-kebiasaan-baik-itu-memang-sangat-sulit/">Membangun Kebiasaan Baik Itu Memang Sangat Sulit</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/membangun-kebiasaan-baik-itu-memang-sangat-sulit/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Productivity Hacks #2: Don&#8217;t Break the Chain</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/productivity-hacks-2-dont-break-the-chain/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/productivity-hacks-2-dont-break-the-chain/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2021 15:09:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[#ProductivityHacks]]></category>
		<category><![CDATA[gaya hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[rutinitas]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[to-do list]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5231</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bisa menjadi manusia yang produktif adalah impian banyak orang. Kalau bisa, waktu kita di dunia yang sebentar ini digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat. Tapi yang namanya manusia, terkadang (atau sering?) ada rasa malas. Tak jarang kita memutuskan untuk menunda pekerjaan, hingga ada &#8220;pepatah&#8221; mengatakan kalau bisa dikerjakan besok kenapa sekarang? Penulis berusaha mendorong dirinya untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/productivity-hacks-2-dont-break-the-chain/">Productivity Hacks #2: Don&#8217;t Break the Chain</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Bisa menjadi manusia yang produktif adalah impian banyak orang. Kalau bisa, waktu kita di dunia yang sebentar ini digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat.</p>



<p>Tapi yang namanya manusia, terkadang (atau sering?) ada rasa malas. Tak jarang kita memutuskan untuk menunda pekerjaan, hingga ada &#8220;pepatah&#8221; mengatakan <em>kalau bisa dikerjakan besok kenapa sekarang?</em></p>



<p>Penulis berusaha mendorong dirinya untuk bisa menjadi manusia yang produktif. Salah satu caranya adalah dengan memiliki <a href="https://whathefan.com/produktivitas/rutinitas-pagi-harian-bagian-1/">rutinitas harian</a>, yang pernah Penulis bahas beberapa waktu lalu.</p>



<p>Bisa dibilang, praktiknya susah luar biasa. Apalagi jika sudah berhenti lama melakukan kebiasaan baik, untuk memulainya lagi sangatlah sulit.</p>



<p>Akhir-akhir ini karena situasi hatinya yang sedang buruk, Penulis sedang gencar memulai hidup produktif lagi. Berbagai cara Penulis lakukan agar bisa seperti dulu lagi, ketika mampu konsisten melakukan rutinitas pagi.</p>



<p>Dari pengalamannya, Penulis menemukan satu kunci untuk bisa konsiten melakukan kebiasaan baik: <em><strong>don&#8217;t break the chain</strong></em><strong>. </strong>Jangan putuskan rantainya.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Berhenti Menulis <em>To-Do List</em></h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/dont-break-the-chain-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5233" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/dont-break-the-chain-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/dont-break-the-chain-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/dont-break-the-chain-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/dont-break-the-chain-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Susah Melawan Rasa Malas (<a href="https://unsplash.com/@cathrynlavery">Cathryn Lavery</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis kebetulan adalah tipe orang yang suka dengan rutinitas. Penulis tidak menyukai sesuatu yang sifatnya spontan dan mendadak. Kalau bisa, semua tertata rapi dan terorganisir dengan baik.</p>



<p>Oleh karena itu, salah satu metode untuk produktif yang cocok untuk Penulis adalah <strong><a href="https://whathefan.com/produktivitas/productivity-hacks-1-to-do-list-harian/">memiliki <em>to-do list</em> harian</a></strong>. Penulis rutin melakukannya mulai awal tahun ini, namun tersendat di bulan Juli karena berbagai macam alasan.</p>



<p>Salah satu hal yang membuat Penulis merasa malas menulis <em>to-do list </em>belakangan ini adalah karena merasa tidak banyak yang harus dikerjakan selain pekerjaan kantor dan menulis artikel blog. Akhirnya, buku <em>to-do list </em>Penulis pun terbengkalai beberapa minggu.</p>



<p>Penulis pun memutuskan untuk mengubah format buku <em>to-do list </em>miliknya. Anggap saja <em>to-do list </em>harian versi 2. Mungkin Penulis akan membuat artikel terpisah tentangnya karena Penulis sangat menyukai format baru ini.</p>



<p>Pada buku <em>to-do list </em>v2 ini, Penulis akan mencatat <em>morning routine </em>dan <em>evening routine </em>di sini. Setiap Penulis berhasil melakukan rutinitas atau kebiasaan ini, Penulis akan memberi tanda merah di kotaknya.</p>



<p>Ketika melihat daftar rutinitas yang berhasil dikerjakan hari ini, Penulis jadi terpacu untuk bisa melakukannya lagi keesokan harinya. Akhirnya,<strong> terbentuk semacam &#8220;rantai&#8221; kebiasaan</strong> yang membuat Penulis berusaha agar jangan sampai rantai itu putus.</p>



<p>Nah, inilah salah satu kunci keberhasilan untuk bisa konsisten melakukan kebiasaan dan menjadi lebih produktif.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Rantai yang Tampak Mata</h2>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/dont-break-the-chain-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5234" width="740" height="493" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/dont-break-the-chain-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/dont-break-the-chain-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/dont-break-the-chain-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/dont-break-the-chain-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption>Harus Kelihatan Mata (<a href="https://unsplash.com/@epicantus">Daria Nepriakhina</a>)</figcaption></figure>



<p>Sebelumnya, Penulis sering mencatat kebiasaan-kebiasaan melalui aplikasi <em>Loop Habit Tracker</em> di smartphone-nya. Ada banyak kebiasaan yang Penulis tuliskan di sana, termasuk kewajiban sholat lima waktu.</p>



<p>Hanya saja karena tidak tampak fisik, Penulis menjadi tidak bersemangat untuk mengerjakan semuanya. Penulis seolah merasa tidak punya motivasi untuk mengerjakan daftar kebiasaan yang seharusnya dilakukan.</p>



<p>Setelah menonton beberapa video di YouTube, ternyata memang sebaiknya catatan kebiasaan itu ditulis dalam buku fisik yang selalu kelihatan mata. Kalau di smarpthone, kita harus buka aplikasinya terlebih dahulu.</p>



<p>Selain itu, kita pun jadi menuliskan daftar kebiasaan secara fisik setiap hari. Hal tersebut mampu memberikan sugesti kepada diri agar melakukan hal-hal yang sudah dicatat.</p>



<p>Maka dari itu, Penulis memutuskan untuk menuliskannya di buku catatan dan meletakkannya di atas meja sepanjang hari, berhubung Penulis menghabiskan sebagian besar waktunya di depan meja kerja.</p>



<p>Sebagai orang yang perfeksionis, Penulis akan merasa gatal apabila ada kotak-kotak yang masih kosong. Penulis pun jadi terdorong untuk segera melakukan kegiatan yang kotaknya masih kosong tersebut.</p>



<p>Berdasarkan pengalaman tersebut, Penulis jadi meyakini kalau <strong>rantai kebiasaan yang ingin kita lakukan haruslah tampak mata</strong>. Salah satu caranya adalah dengan menuliskannya secara fisik dan meletakannya di tempat yang selalu terlihat.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kenapa Mempertahankan Rantai Itu Penting</h2>



<p>Bagi orang yang ingin hidup produktif, memiliki rutinitas harian bisa menjadi salah satu hal yang sangat membantu. Namun, perlu dicatat bahwa yang susah adalah <a href="https://whathefan.com/produktivitas/menjaga-konsistensi/">mempertahankan konsistensi</a>.</p>



<p>Sekali rantai kebiasaan tersebut putus, dorongan untuk meninggalkan kebiasaan tersebut sangat besar. Rasanya begitu berat untuk memulai lagi dari awal. Ada juga perasaan kecewa karena rantai tersebut harus terputus.</p>



<p>Untuk menghindari hal tersebut, coba saja dimulai sedikit demi sedikit saja. Mungkin dari satu kebiasaan dulu. Jika sudah berhasil konsisten, tambah lagi kebiasaan baru dan begitu seterusnya.</p>



<p>Penulis sendiri sekarang sedang merutinkan delapan rutinitas, empat di pagi hari dan empat di malam hari. Walaupun terdengar banyak, sebenarnya kebiasaan yang Penulis catatkan tidak membutuhkan waktu panjang.</p>



<p>Ada beragam cara untuk mempertahankan rantai tersebut untuk tetap tersambung. Cara yang sedang Penulis terapkan adalah salah satunya. </p>



<p>Berhubung baru jalan tiga hari, Penulis belum bisa menyimpulkan kalau metode ini berhasil. Walaupun begitu, caranya layak untuk dicoba agar hidup ini menjadi lebih produktif.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 19 Agustus 2021, terinspirasi dari usahanya sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih produktif</p>



<p>Foto: <a href="https://unsplash.com/@jjying">JJ Ying</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/productivity-hacks-2-dont-break-the-chain/">Productivity Hacks #2: Don&#8217;t Break the Chain</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/productivity-hacks-2-dont-break-the-chain/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menjaga Konsistensi</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/menjaga-konsistensi/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/menjaga-konsistensi/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2021 14:05:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[konsistensi]]></category>
		<category><![CDATA[malas]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[positif]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[rutinitas]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4259</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sir Alex Ferguson melalui buku autobiografinya pernah menyatakan bahwa mempertahankan gelar lebih susah dibandingkan meraihnya. Jika diaplikasikan melalui kehidupan sehari-hari, kutipan tersebut dapat diterjemahkan sebagai: Memulai kebiasaan baik baru jauh lebih mudah daripada mempertahankannya Menjaga konsistensi dalam melakukan sesuatu, terutama hal baik, merupakan hal yang susah. Apakah memang benar demikian? Berdasarkan pengalaman pribadi, hal tersebut benar [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/menjaga-konsistensi/">Menjaga Konsistensi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/merindukan-sentuhan-sir-alex/"><strong>Sir Alex Ferguson</strong></a> melalui buku autobiografinya pernah menyatakan bahwa <strong>mempertahankan gelar lebih susah dibandingkan meraihnya</strong>.</p>
<p>Jika diaplikasikan melalui kehidupan sehari-hari, kutipan tersebut dapat diterjemahkan sebagai:</p>
<blockquote><p>Memulai kebiasaan baik baru jauh lebih mudah daripada mempertahankannya</p></blockquote>
<p>Menjaga konsistensi dalam melakukan sesuatu, terutama hal baik, merupakan hal yang susah. Apakah memang benar demikian? Berdasarkan pengalaman pribadi, hal tersebut benar adanya.</p>
<h3>Susah Memulai Lagi</h3>
<p><div id="attachment_4261" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4261" class="size-large wp-image-4261" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/menjaga-konsistensi-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/menjaga-konsistensi-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/menjaga-konsistensi-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/menjaga-konsistensi-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/menjaga-konsistensi-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4261" class="wp-caption-text">Susah Memulai Lagi Jika Berakhir (<a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@bradencollum">Braden Collum</a>)</p></div></p>
<blockquote><p><em>The hardest part of ending is starting again</em></p></blockquote>
<p>Kalimat di atas merupakan lirik dari lagu <em><a href="https://whathefan.com/musikfilm/linkin-park-dan-a-thousand-suns/">Waiting for the End</a> </em>dari band favorit Penulis, Linkin Park. Dalam bahasa Indonesia artinya <strong>bagian tersulit dari akhir adalah memulainya kembali</strong>.</p>
<p>Itulah yang Penulis alami saat ini. Pada tulisan <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/rutinitas-pagi-harian-bagian-1/"><em>Rutinitas Pagi Harian</em></a>, Penulis menjelaskan bagaimana dirinya memiliki rutinitas yang dilakukan setiap pagi.</p>
<p>Rutinitas tersebut berlangsung kurang lebih dua bulan. Menjelang pergantian tahun, semangat Penulis justru turun. Ketika tulisan ini dibuat, Penulis sudah satu minggu berhenti lari pagi.</p>
<p>Kenapa? <strong>Karena sudah terlalu lama berhenti. </strong></p>
<p>Padahal di tulisan sebelumnya Penulis sudah menuliskan salah satu pantangan membuat rutinitas pagi adalah berhenti lebih dari dua hari. Ironis memang, Penulis melanggar pantangannya sendiri.</p>
<p>Sekarang, rasanya begitu berat untuk mengambil jaket dan menggunakan sepatu, lantas melakukan pemanasan dan lari keliling perumahan. Padahal Shubuh bangun, tapi rasanya begitu malas keluar rumah.</p>
<p>Dengan kata lain,<strong> kurangnya niat</strong> juga menjadi musuh terbesar dalam menjaga konsistensi.</p>
<h3>Buruknya <em>Time Management</em></h3>
<p><div id="attachment_4262" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4262" class="size-large wp-image-4262" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/menjaga-konsistensi-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/menjaga-konsistensi-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/menjaga-konsistensi-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/menjaga-konsistensi-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/menjaga-konsistensi-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4262" class="wp-caption-text">Gunakan Waktu dengan Bijak (<a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@nate_dumlao">Nathan Dumlao</a>)</p></div></p>
<p>Contoh lain dari susahnya menjaga konsistensi adalah blog ini. Pada awal tahun 2020, Penulis berhasil rutin menulis setiap hari. Akhir tahun? Sedikit sekali tulisan yang Penulis produksi.</p>
<p>Apakah Penulis sibuk hingga tidak punya waktu untuk menulis blog? Apakah Penulis mengalami <em>creative block</em> karena padatnya pekerjaan?</p>
<p>Jika Penulis renungkan kembali, itu semua hanya alasan sebagai pembenaran. Alasan sebenarnya adalah Penulis <strong>terlalu malas</strong> dan <strong><em>time management </em>yang buruk</strong>.</p>
<p>Penulis rutin menulis agenda harian (salah satu rutinitas yang berhasil Penulis pertahankan dari zaman kuliah, walaupun sempat berhenti beberapa bulan di tahun 2020 kemarin).</p>
<p>Dari sana Penulis tahu dalam satu hari apa saja yang Penulis lakukan. Setelah dievaluasi, memang Penulis <strong>terlalu banyak membuang-buang waktunya</strong>.</p>
<p>Dibuang seperti apa? <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/melepaskan-diri-dari-cengkeraman-smartphone/">Terlalu banyak main media sosial</a> (medsos), terlalu banyak main game, terlalu banyak tidur menjadi contoh yang paling mudah.</p>
<p>Ambil contoh Penulis menghabiskan waktu di medsos sebanyak 2 jam satu hari. Menulis artikel blog paling lama satu jam, tapi biasanya 30 menit sudah selesai.</p>
<p>Jika Penulis mengambil waktu di medsos 1 jam, mau sesibuk apapun Penulis bisa mengalokasikannya untuk menulis artikel blog. Apalagi, ada aplikasi <em>WordPress </em>di ponsel sehingga aktivitas <em>ngeblog</em> tidak melulu harus di layar laptop.</p>
<h3>Apa yang Harus Dilakukan?</h3>
<p><div id="attachment_4263" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4263" class="size-large wp-image-4263" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/menjaga-konsistensi-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/menjaga-konsistensi-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/menjaga-konsistensi-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/menjaga-konsistensi-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/menjaga-konsistensi-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4263" class="wp-caption-text">Memanfaatkan To-Do-List (<a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@cathrynlavery">Cathryn Lavery</a>)</p></div></p>
<p>Lantas, apa yang harus dilakukan untuk menjaga konsistensi? Jawabannya klasik dan klise, <strong>semuanya berawal dari niat!</strong></p>
<p>Setiap orang mungkin akan memiliki metode yang berbeda, tapi ini cara Penulis. Sebagai awal, Penulis harus memaksa dirinya untuk membuat <strong><em>to-do-list </em>harian</strong>.</p>
<p>Penulis adalah tipe orang yang suka menetapkan target-target untuk dicapai karena dengan demikian Penulis jadi memiliki titik fokus dalam menjalani harinya.</p>
<p><strong>Jika Penulis tidak tahu apa yang akan dilakukan hari ini, Penulis akan terdorong untuk menyia-nyiakan waktu yang ada.</strong></p>
<p>Di <em>to-do-list </em>harian tersebut, bisa dibilang isinya hampir sama setiap hari. Jika ada yang beda mungkin hanya satu dua, tapi selebihnya sama.</p>
<p>Walaupun begitu, hal tersebut <strong>melatih konsistensi Penulis</strong>. Dari sisi psikologi, akan muncul perasaan senang apabila berhasil menyelesaikan target-target yang telah dibuat.</p>
<p>Penulis juga memanfaatkan aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.isoron.uhabits&amp;hl=en&amp;gl=US#:~:text=Loop%20helps%20you%20create%20and,and%20it%20respects%20your%20privacy."><strong><em>Loop Habit Tracker</em></strong></a><em> </em>yang bisa diunduh gratis di Play Store. Kalau lihat daftar kebiasaan yang kita buat tercentang semua, rasanya puas sekali!</p>
<p>Kadang Penulis juga berusaha memunculkan kembali semangat menjalani rutinitas dengan <strong>mencari motivasi</strong>, entah dari buku ataupun video YouTube.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Memulai kebiasaan baik yang baru merupakan hal yang sulit. <strong>Mempertahankannya jauh lebih sulit lagi. </strong></p>
<p>Pembaca mungkin punya kesulitan menjaga konsistensi di bidang lain, mungkin ibadahnya, diet makannya, belajarnya, dan lain sebagainya.</p>
<p>Penulis tidak memiliki kapabilitas untuk memberikan jawaban untuk permasalahan tersebut. Hanya saja, Penulis berharap tulisan ini dapat menginspirasi Pembaca untuk menemukan solusinya sendiri.</p>
<p>Yang perlu diingat adalah musuh terbesar dari konsistensi adalah <strong>berhenti untuk jangka waktu tertentu</strong>, <strong>kurangnya niat</strong>, <strong>rasa malas</strong>, dan <strong><em>time management </em>yang buruk</strong>.</p>
<p>Kalau kita berhasil mengalahkan empat hal ini, kemungkinan besar kita bisa menjaga konsistensi kita dalam hal apapun.</p>
<p>Yuk, teguhkan niat untuk menjaga konsistensi. Serap sebanyak mungkin motivasi dari mana pun agar kita semangat untuk menjaga konsistensi tersebut!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 12 Januari 2021, terinspirasi dari dirinya sendiri yang kesulitan menjaga konsistensi diri</p>
<p>Foto: <a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@siora18">Siora Photography</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/menjaga-konsistensi/">Menjaga Konsistensi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/menjaga-konsistensi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rutinitas Pagi Harian (Bagian 2)</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rutinitas-pagi-harian-bagian-2/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rutinitas-pagi-harian-bagian-2/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2020 11:28:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[daily routine]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[pagi]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[rutinitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4143</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menyadari bahwa kita harus memiliki kebiasaan baik sudah sering muncul sejak dulu. Hanya saja pada praktiknya, niat tersebut sering pudar karena berbagai alasan. Agar tidak lengah dan bisa konsisten menjalani rutinitas, ada beberapa poin yang harus kita perhatikan. Sedikit Demi Sedikit Keinginan untuk berubah lebih baik sering muncul dari dalam diri Penulis. Sayangnya, selama ini [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rutinitas-pagi-harian-bagian-2/">Rutinitas Pagi Harian (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Menyadari bahwa kita harus memiliki kebiasaan baik sudah sering muncul sejak dulu. Hanya saja pada praktiknya, niat tersebut sering pudar karena berbagai alasan. Agar tidak lengah dan bisa konsisten menjalani rutinitas, ada beberapa poin yang harus kita perhatikan.</p>
<h3>Sedikit Demi Sedikit</h3>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Keinginan untuk berubah lebih baik sering muncul dari dalam diri Penulis. Sayangnya, selama ini keinginan untuk berubah itu hanya bertahan sebentar. Setelah beberapa hari, Penulis kembali ke kebiasaan lama.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Setelah dipikir-pikir, hal itu terjadi karena dua hal. Satu, <strong>kurangnya tekad</strong>. Dua, <strong>perubahan yang terlalu mendadak</strong>.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Ada sebuah buku yang berjudul <em>Atomic Habit</em>. Penulis belum membacanya, tapi Penulis menangkap maksud buku tersebut. Perubahan kebiasaan itu dilakukan secara sedikit demi sedikit, tidak langsung banyak.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Untuk masalah bangun pagi misalnya. Kalau Penulis memaksakan diri untuk bangun jam 4 pagi, mungkin tubuh Penulis akan merasa kaget sehingga ujung-ujungnya akan kembali bangun siang.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Daripada seperti itu, Penulis memilih untuk bangun jam 4.45. Nanti secara perlahan, waktu bangunnya akan dimajukan secara pelan-pelan.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Begitu pula dengan kebiasaan olahraga. Penulis tidak memaksakan diri untuk langsung lari sepuluh putaran. Lebih baik hanya tiga putaran, tapi rutin setiap pagi. Nanti perlahan-lahan jumlahnya ditambah.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph --><!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Seperti kata peribahasa yang sering kita dengar ketika SD, <em>sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit</em>.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<h3>Menghilangkan Distraksi</h3>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Salah satu hal yang mendukung Penulis untuk melakukan rutinitas paginya adalah <strong>tidak membuka media sosial dan game</strong> hingga pukul tujuh pagi.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Kebanyakan dari kita memiliki kebiasaan buruk untuk mengecek HP setelah bangun tidur. Akhirnya, kita malah terlena dan baru beraktivitas beberapa jam setelah bangun.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Penulis termasuk salah satu di antaranya. Biasanya kalo weekend, Penulis bisa menghabiskan waktu berjam-jam di atas kasur setelah bangun. Tak jarang selepas Dhuhur baru beraktivitas yang lain.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Untuk mendisplinkan diri, Penulis menggunakan aplikasi bantuan bernama <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=cz.mobilesoft.appblock"><strong>AppBlock</strong></a>. Dengan ini, aplikasi-aplikasi yang Penulis pilih tidak akan bisa dibuka dalam jangka waktu tertentu.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Sebagai tambahan, Samsung memiliki fitur untuk membatasi penggunaan aplikasi (AppBlock sebenarnya juga memiliki fitur ini). Dengan fitur ini, Penulis bisa membatasi penggunaan media sosial sehingga harinya bisa menjadi lebih produktif.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Aplikasi yang Penulis batasi adalah media sosial seperti Instagram, Twitter, Pinterest, dan Quora. Masing-masing Penulis beri jatah <strong>15 menit</strong>. Untuk YouTube dan TikTok, Penulis batasi <strong>30 menit</strong> per hari.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p><a href="https://whathefan.com/pengalaman/istirahat-dari-media-sosial/">Jauh dari hingar bingar media sosial</a> sebenarnya memberikan banyak manfaat. Penulis sudah pernah membahas ini di tulisannya yang lain.</p>
<h3>Menjaga Konsistensi</h3>
<p>Hingga kini, rutinitas pagi ini telah berlangsung selama kurang lebih 20 hari. Ada yang mengatakan, rutinitas akan menempel pada diri kita setelah <strong>dilakukan 40 hari berturut-turut</strong>. Harapannya, Penulis bisa menjaga rutinitas ini hingga hari ke-40 dan seterusnya.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Apakah selama 20 hari itu Penulis melakukan rutinitasnya tanpa terputus? Tentu tidak. Ketika sakit, Penulis tidak akan melakukan lari pagi ataupun mengaji. Anggaplah hari itu sebagai <em>cheat day</em>, tapi jangan sampai lebih dari dua hari.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Ada teori yang mengatakan<strong> kebiasaan akan terhenti jika rutinitas tidak dilakukan selama dua hari berturut-turut</strong>. Dibutuhkan upaya yang besar agar kita bisa memulai lagi kebiasaan yang ditinggalkan. Penulis sudah sering mengalaminya, sehingga kali ini berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<h3>Penutup</h3>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Dengan menerapkan kebiasaan pagi ini, Penulis merasakan banyak dampak positif. Sekarang, Penulis <strong>bisa tidur cepat</strong> dan <strong>jarang mengalami insomnia</strong>. Selain itu, Penulis juga<strong> rutin buang air besar</strong> setiap hari. Padahal, dulu bisa 3-4 hari sekali.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Walaupun begitu, masih banyak hal yang perlu Penulis tingkatkan. Penulis masih sering tidur lagi setelah melakukan rutinitas pagi. Targetnya, tidur bisa dilakukan setelah Dhuhur saja.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Selain itu, memiliki rutinitas pagi seharusnya bisa meningkatkan produktivitas hari itu. Penulis masih sering tidak menggunakan waktunya secara bijaksana.</p>
<!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph --><!-- /wp:paragraph -->

<!-- wp:paragraph -->
<p>Semoga dengan menuliskan artikel ini, Penulis bisa lebih konsisten dalam menjalankan rutinitasnya sembari memperbaiki apa yang masih kurang.    </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 23 November 2020, terinspirasi dari upaya dirinya sendiri agar memiliki rutinitas pagi harian</p>
<p>Foto: <a href="https://unsplash.com/@dsmacinnes">Danielle MacInnes</a></p><p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rutinitas-pagi-harian-bagian-2/">Rutinitas Pagi Harian (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rutinitas-pagi-harian-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rutinitas Pagi Harian (Bagian 1)</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rutinitas-pagi-harian-bagian-1/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rutinitas-pagi-harian-bagian-1/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2020 13:42:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[daily routine]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[pagi]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[rutinitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4141</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada tulisan sebelumnya, Penulis telah mengatakan bahwa dirinya ingin melakukan recovery diri selama di Malang. Salah satu hal yang ingin dilakukan adalah memiliki hidup yang lebih produktif. Mulai awal November, Penulis berusaha menjaga rutinitas pagi harian (daily morning routine) yang sedang dibangun hingga hari ini. Dari banyak sumber, kebiasaan baik ini akan memberikan banyak dampak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rutinitas-pagi-harian-bagian-1/">Rutinitas Pagi Harian (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pada tulisan sebelumnya, Penulis telah mengatakan bahwa dirinya ingin melakukan <strong><em>recovery </em>diri</strong> selama di Malang. Salah satu hal yang ingin dilakukan adalah memiliki hidup yang lebih produktif.</p>



<p>Mulai awal November, Penulis berusaha menjaga <strong>rutinitas pagi harian</strong> (<em>daily morning routine</em>) yang sedang dibangun hingga hari ini. Dari banyak sumber, kebiasaan baik ini akan memberikan banyak dampak positif untuk diri kita.</p>
<p>Agar lebih termotivasi untuk konsisten melakukannya, Penulis memutuskan untuk menuliskan dan membagikannya di sini.</p>



<h3>Diawali dengan Bangun Pagi dan Ibadah</h3>



<p>Salah satu hal yang ingin Penulis ubah dalam hidup adalah kebiasaan buruknya bangun siang. Sewaktu di Jakarta, Penulis kerap bangun mepet dengan jam masuk kantor.</p>



<p>Akibatnya, beberapa kali waktu Shubuh Penulis terlewat. Badan pun rasanya sering lesu dan kurang berenergi. Hal ini diperparah dengan pola tidur yang berantakan dan insomnia yang kerap melanda.</p>



<p>Mumpung di Malang, Penulis ingin rutin bangun pagi ketika Shubuh dan tidak tidur lagi. Apalagi, ada orangtua yang kerap membangunkan jika Penulis tidur lagi setelah mematikan alarm.</p>
<p>Biasanya Penulis <strong>bangun pukul 4.45</strong>. Selain alarm HP, ada pula alarm dari jam meja. Alhamdulillah sekarang begitu terbangun, rasa kantuk tiba-tiba lenyap seketika. Setelah sholat Shubuh, Penulis menyempatkan diri untuk <strong>mengaji</strong>.</p>
<p>Awalnya Penulis ingin membaca buku setelah sholat, namun jika dipikir-pikir lagi lebih baik membaca Alquran sebelum memulai hari. Kurang lebih 15 menit Penulis mengaji.</p>



<h3>Latihan Otak dan Berbagai Pencatatan</h3>
<p>Aktivitas selanjutnya adalah &#8220;<strong>latihan otak</strong>&#8221; menggunakan aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wonder&amp;hl=en&amp;gl=US"><strong>Elevate</strong></a> yang bisa didownload secara gratis di Play Store. Aplikasi ini menyediakan berbagai latihan soal dalam empat kategori, yakni <em>Writing</em>, <em>Listening</em>, <em>Reading</em>, dan <em>Math</em>.</p>
<p>Penulis sudah lama memiliki aplikasi ini. Hanya saja, dulu belum rutin dan kerap berhenti untuk jangka waktu yang lama. Kadang bisa berbulan-bulan Penulis tidak membuka aplikasi ini.</p>







<p>Setelah itu, Penulis akan mencatat beberapa hal seperti <strong>mencatat kegiatan</strong> kemarin (dengan aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.google.android.calendar"><strong>Google Calendar</strong></a>), <strong>mencatat kebiasaan</strong> apa saja yang berhasil dilakukan (dengan aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.isoron.uhabits"><strong>Loop Habit Tracker</strong></a>), dan <strong>mencatat pemasukan dan pengeluaran keuangan</strong> (dengan aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.droid4you.application.wallet"><strong>Wallet</strong></a>).</p>



<p>Sebenarnya kebiasaan ini telah Penulis lakukan selama bertahun-tahun. Hanya saja, kebiasaan ini sempat berhenti lama (kurang lebih 4 bulan) tahun ini karena suatu hal. Oleh karena itu, Penulis berusaha mengembalikan kebiasaan ini.</p>



<h3>Olahraga Pagi dan Membaca Buku</h3>



<p>Selain susah bangun pagi, apa yang ingin Penulis perbaiki adalah kurangnya Penulis berolahraga. Badan ini rasanya sangat malas jika disuruh bergerak, apalagi di pagi hari yang dinginnya menggigit.</p>
<p>Ketika akan memulai, rasanya berat sekali. Untunglah ada tetangga Penulis bernama Paskah yang sangat rajin mengajak Penulis untuk lari pagi. Akhirnya, sekarang Penulis mulai <strong>rutin lari pagi </strong>setiap hari.</p>



<p>(Sekarang Paskah sudah masuk bintara, sehingga sekarang Penulis lari pagi sendirian)</p>



<p>Tidak jauh jarak yang Penulis tempuh, hanya tiga putaran lari dan satu putaran jalan kaki sebagai pendinginan. Jarak totalnya kurang lebih 2.5 kilometer. Lumayan untuk orang yang jarang berolahraga.</p>



<p>Aktivitas <strong>membaca buku</strong> Penulis lakukan setelah selesai berolahraga dan menyapu halaman. Sekalian meluruskan kaki yang baru saja digunakan untuk berlari. Biasanya, Penulis akan membaca sekitar 30 sampai 45 menit.</p>



<p>Setelah itu, barulah Penulis melakukan aktivitas lainnya seperti beres-beres rumah, kerja, ataupun membuat materi Whathefan. Jika diringkas, maka rutinitas pagi harian Penulis akan terlihat seperti ini:</p>
<p>04:45-05:00 Sholat Shubuh<br />05:00-05:15 Mengaji<br />05:15-05:30 Latihan Otak + Berbagai Pencatatan<br />05:30-06:00 Lari Pagi + Sapu Halaman<br />06:00-06:30 Baca Buku</p>
<h3>Hal Penting Lainnya</h3>
<p>Dalam menjaga rutinitas harian, ada beberapa hal yang perlu diingat seperti jangan memulai kebiasaan baru dengan porsi yang langsung besar, mengurangi distraksi, hingga menjaga konsistensi.</p>
<p>Untuk poin-poin ini, akan Penulis bahas pada tulisan berikutnya agar tulisan ini agar <del>mengurangi jatah menulis untuk minggu ini</del> tidak menjadi terlalu panjang dan membuat Pembaca merasa jenuh.</p>



<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 23 November 2020, terinspirasi dari upaya dirinya sendiri agar memiliki rutinitas pagi harian</p>
<p>Foto: <a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@gervynlouis">Gervyn Louis</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rutinitas-pagi-harian-bagian-1/">Rutinitas Pagi Harian (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rutinitas-pagi-harian-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ritual untuk Bangun Pagi</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/ritual-untuk-bangun-pagi/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/ritual-untuk-bangun-pagi/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Apr 2018 05:12:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[bangun pagi]]></category>
		<category><![CDATA[begadang]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[ritual]]></category>
		<category><![CDATA[rutinitas]]></category>
		<category><![CDATA[sehat]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=600</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tulisan ini tidak bermaksud menyindir siapapun, melainkan menyadarkan penulis sendiri yang akhir-akhir ini susah bangun pagi. Harapannya dengan menulis ide ini, penulis bisa semangat untuk istiqomah bangun pagi. Jadi menurut penulis, ada beberapa langkah yang harus dilakukan agar bangun pagi bukan menjadi hal yang susah untuk dilakukan. Jangan Begadang &#8220;Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya. Begadang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/ritual-untuk-bangun-pagi/">Ritual untuk Bangun Pagi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini tidak bermaksud menyindir siapapun, melainkan menyadarkan penulis sendiri yang akhir-akhir ini susah bangun pagi. Harapannya dengan menulis ide ini, penulis bisa semangat untuk istiqomah bangun pagi.</p>
<p>Jadi menurut penulis, ada beberapa langkah yang harus dilakukan agar bangun pagi bukan menjadi hal yang susah untuk dilakukan.</p>
<ul>
<li><strong>Jangan Begadang</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: center;"><em><span id="line_1" class="lirik_line hover">&#8220;Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya. </span><span id="line_2" class="lirik_line hover">Begadang boleh saja, kalau ada perlunya.&#8221;</span></em></p>
<p><div id="attachment_602" style="width: 910px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-602" class="wp-image-602 size-full" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/1.-Melihat-TV-Merupakan-Salah-Satu-Penyebeb-Tidur-Larut-via-www.psychologytoday.com_.jpg" alt="" width="900" height="540" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/1.-Melihat-TV-Merupakan-Salah-Satu-Penyebeb-Tidur-Larut-via-www.psychologytoday.com_.jpg 900w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/1.-Melihat-TV-Merupakan-Salah-Satu-Penyebeb-Tidur-Larut-via-www.psychologytoday.com_-300x180.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/1.-Melihat-TV-Merupakan-Salah-Satu-Penyebeb-Tidur-Larut-via-www.psychologytoday.com_-768x461.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/1.-Melihat-TV-Merupakan-Salah-Satu-Penyebeb-Tidur-Larut-via-www.psychologytoday.com_-356x214.jpg 356w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /><p id="caption-attachment-602" class="wp-caption-text">Contoh Begadang (www.psychologytoday.com)</p></div></p>
<p>Yups, begadang adalah salah satu musuh yang membuat pola hidup kita menjadi tidak sehat. Banyak aktivitas yang memicu begadang, seperti lihat YouTube, cek Instagram, main game online hingga <em>chatting. </em>Hal-hal yang kurang produktif inilah yang membuat kita menjadi tidak sadar akan waktu.</p>
<p>Terkadang, begadang menjadi keterpaksaan. Sebagai contoh, menyelesaikan pekerjaan kantor maupun tugas sekolah. Apabila masih ada cukup waktu, lebih baik tugas-tugas tersebut dikerjakan pagi hari. Agar bisa melakukan hal tersebut, kerjakanlah tugas/pekerjaan jauh hari sebelum <em>deadline</em>.</p>
<p>Bagaimana jika insomnia? Membaca atau mengaji bisa menjadi solusi agar mata merasa lelah. Jangan memegang perangkat elektronik.</p>
<ul>
<li><strong>Sebelum Tidur, Katakan Kepada Otakmu Jam Berapa Kamu Ingin Bangun</strong></li>
</ul>
<p><div id="attachment_603" style="width: 910px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-603" class="wp-image-603 size-full" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/2.-Katakan-Kepada-Otakmu-Jam-Berapa-Kamu-Akan-Bangun-via-www.nlppowertraining.com_.au_.jpg" alt="" width="900" height="509" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/2.-Katakan-Kepada-Otakmu-Jam-Berapa-Kamu-Akan-Bangun-via-www.nlppowertraining.com_.au_.jpg 900w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/2.-Katakan-Kepada-Otakmu-Jam-Berapa-Kamu-Akan-Bangun-via-www.nlppowertraining.com_.au_-300x170.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/2.-Katakan-Kepada-Otakmu-Jam-Berapa-Kamu-Akan-Bangun-via-www.nlppowertraining.com_.au_-768x434.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/2.-Katakan-Kepada-Otakmu-Jam-Berapa-Kamu-Akan-Bangun-via-www.nlppowertraining.com_.au_-356x201.jpg 356w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /><p id="caption-attachment-603" class="wp-caption-text">Kuncinya Satu, Focus (www.nlppowertraining.com.au)</p></div></p>
<p>Percaya atau tidak, kekuatan pikiran memang menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Dengan berpikir “jam 5 pagi aku harus bangun”, kita (kemungkinan besar) akan benar-benar terbangun pada jam tersebut. Tentu, ini harus diiringi niat yang kuat, sehingga ketika bangun kita tidak akan tergoda untuk tidur lagi.</p>
<ul>
<li><strong>Nyalakan Alarm dan Letakkan Jauh dari Tempat Tidurmu</strong></li>
</ul>
<p><div id="attachment_604" style="width: 910px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-604" class="size-full wp-image-604" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/3.-Jangan-Letakkan-Alarm-Di-Tempat-yang-Mudah-Dijangkau-via-blog.doctoroz.com_.jpg" alt="" width="900" height="561" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/3.-Jangan-Letakkan-Alarm-Di-Tempat-yang-Mudah-Dijangkau-via-blog.doctoroz.com_.jpg 900w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/3.-Jangan-Letakkan-Alarm-Di-Tempat-yang-Mudah-Dijangkau-via-blog.doctoroz.com_-300x187.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/3.-Jangan-Letakkan-Alarm-Di-Tempat-yang-Mudah-Dijangkau-via-blog.doctoroz.com_-768x479.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/3.-Jangan-Letakkan-Alarm-Di-Tempat-yang-Mudah-Dijangkau-via-blog.doctoroz.com_-356x222.jpg 356w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /><p id="caption-attachment-604" class="wp-caption-text">Jangan Dekat-Dekat (blog.doctoroz.com)</p></div></p>
<p>Apabila merasa kesusahan menerapkan tips di atas, pasanglah alarm. Letakkan alarm agak jauh dari tempat tidurmu, namun masih dalam radius di mana suaranya masih terdengar. Jangan sampai alarmnya diletakkan di rumah tetangga, bisa marah mereka.</p>
<p>Berjalan sedikit ketika akan mematikan alarm akan membuat kantuk kita hilang, semoga.</p>
<ul>
<li><strong>Duduk Sejenak Setelah Bangun</strong></li>
</ul>
<p><div id="attachment_605" style="width: 910px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-605" class="size-full wp-image-605" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/4.-Duduk-Sejenak-Ketika-Bangun-via-chadhowsefitness.com_.jpg" alt="" width="900" height="535" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/4.-Duduk-Sejenak-Ketika-Bangun-via-chadhowsefitness.com_.jpg 900w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/4.-Duduk-Sejenak-Ketika-Bangun-via-chadhowsefitness.com_-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/4.-Duduk-Sejenak-Ketika-Bangun-via-chadhowsefitness.com_-768x457.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/4.-Duduk-Sejenak-Ketika-Bangun-via-chadhowsefitness.com_-356x212.jpg 356w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /><p id="caption-attachment-605" class="wp-caption-text">Menunggu Nyawa Terkumpul (chadhowsefitness.com)</p></div></p>
<p>Ketika terbangun, baik karena niat maupun alarm, usahakan untuk duduk sejenak di tempat tidurmu sekitar 1-2 menit. Tunggu nyawa kita berkumpul terlebih dahulu, baru beranjak dari tempat tidur.</p>
<p>Gerakan yang tiba-tiba ketika bangun tidur dapat membahayakan kesehatan (datanya cari sendiri).</p>
<ul>
<li><strong>Minum Segelas Air Putih Sebelum dan Sesudah Bangun</strong></li>
</ul>
<p><div id="attachment_606" style="width: 910px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-606" class="size-full wp-image-606" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/5.-Biasakan-Minum-Sebelum-dan-Sesudah-Tidur-via-genstick.com_.jpg" alt="" width="900" height="548" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/5.-Biasakan-Minum-Sebelum-dan-Sesudah-Tidur-via-genstick.com_.jpg 900w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/5.-Biasakan-Minum-Sebelum-dan-Sesudah-Tidur-via-genstick.com_-300x183.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/5.-Biasakan-Minum-Sebelum-dan-Sesudah-Tidur-via-genstick.com_-768x468.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/5.-Biasakan-Minum-Sebelum-dan-Sesudah-Tidur-via-genstick.com_-356x217.jpg 356w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /><p id="caption-attachment-606" class="wp-caption-text">Minum Air Putih (genstick.com)</p></div></p>
<p>Agar ketika bangun kita merasa lebih bugar, biasakan minum segelas air putih ketika sebelum dan sesudah tidur. Hal ini dilakukan untuk menghindari dehidrasi ketika tidur.</p>
<p>Jangan minum kopi, nanti kamu malah tidak bisa tidur.</p>
<ul>
<li><strong>Basuh Muka dengan Air Dingin</strong></li>
</ul>
<p><div id="attachment_608" style="width: 910px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-608" class="size-full wp-image-608" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/7.-Langsung-Basuh-Muka-Ketika-Kesadaran-Sudah-Penuh-via-girlterest.com_.jpg" alt="" width="900" height="516" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/7.-Langsung-Basuh-Muka-Ketika-Kesadaran-Sudah-Penuh-via-girlterest.com_.jpg 900w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/7.-Langsung-Basuh-Muka-Ketika-Kesadaran-Sudah-Penuh-via-girlterest.com_-300x172.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/7.-Langsung-Basuh-Muka-Ketika-Kesadaran-Sudah-Penuh-via-girlterest.com_-768x440.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/7.-Langsung-Basuh-Muka-Ketika-Kesadaran-Sudah-Penuh-via-girlterest.com_-356x204.jpg 356w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /><p id="caption-attachment-608" class="wp-caption-text">Basuh Wajah (girlterest.com)</p></div></p>
<p>Begitu kesadaranmu sudah terkumpul dan air putih telah diminum, segera basuh wajah kita dengan air dingin agar setan yang menggoda kita lari. Bagi yang muslim, ambil air wudhu lalu sholat Shubuh.</p>
<p>Kalau perlu, mandi pagi sekalian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mandi pagi sangat baik untuk kesehatan tubuh.</p>
<ul>
<li><strong>Cari Aktivitas Fisik</strong></li>
</ul>
<p><div id="attachment_609" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-609" class="size-large wp-image-609" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/maxresdefault-1-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/maxresdefault-1-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/maxresdefault-1-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/maxresdefault-1-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/maxresdefault-1-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/maxresdefault-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-609" class="wp-caption-text">Cuci Mobil Pagi Hari (youtube.com)</p></div></p>
<p>Semua langkah-langkah di atas akan menjadi percuma jika kita kembali ke tempat tidur. Cari aktivitas yang membuat tubuh bergerak. Penulis sendiri (terkadang) memilih untuk menyapu halaman atau mencuci mobil. Selain mendapatkan hawa pagi yang segar dan menyehatkan, udara dingin di pagi hari cukup ampuh untuk menghilangkan beratnya mata yang ingin menutup kembali.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 8 April 2018, pernah dimuat di oyibanget.com dengan judul &#8220;7 Kebiasaan yang Harus Dilakukan Agar Kamu Bangun Pagi&#8221;</p>
<p>Sumber Foto: <a href="http://pakistyles.com">pakistyles.com</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/ritual-untuk-bangun-pagi/">Ritual untuk Bangun Pagi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/ritual-untuk-bangun-pagi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
