Rutinitas Pagi Harian (Bagian 1)

Pada tulisan sebelumnya, Penulis telah mengatakan bahwa dirinya ingin melakukan recovery diri selama di Malang. Salah satu hal yang ingin dilakukan adalah memiliki hidup yang lebih produktif.

Mulai awal November, Penulis berusaha menjaga rutinitas pagi harian (daily morning routine) yang sedang dibangun hingga hari ini. Dari banyak sumber, kebiasaan baik ini akan memberikan banyak dampak positif untuk diri kita.

Agar lebih termotivasi untuk konsisten melakukannya, Penulis memutuskan untuk menuliskan dan membagikannya di sini.

Diawali dengan Bangun Pagi dan Ibadah

Salah satu hal yang ingin Penulis ubah dalam hidup adalah kebiasaan buruknya bangun siang. Sewaktu di Jakarta, Penulis kerap bangun mepet dengan jam masuk kantor.

Akibatnya, beberapa kali waktu Shubuh Penulis terlewat. Badan pun rasanya sering lesu dan kurang berenergi. Hal ini diperparah dengan pola tidur yang berantakan dan insomnia yang kerap melanda.

Mumpung di Malang, Penulis ingin rutin bangun pagi ketika Shubuh dan tidak tidur lagi. Apalagi, ada orangtua yang kerap membangunkan jika Penulis tidur lagi setelah mematikan alarm.

Biasanya Penulis bangun pukul 4.45. Selain alarm HP, ada pula alarm dari jam meja. Alhamdulillah sekarang begitu terbangun, rasa kantuk tiba-tiba lenyap seketika. Setelah sholat Shubuh, Penulis menyempatkan diri untuk mengaji.

Awalnya Penulis ingin membaca buku setelah sholat, namun jika dipikir-pikir lagi lebih baik membaca Alquran sebelum memulai hari. Kurang lebih 15 menit Penulis mengaji.

Latihan Otak dan Berbagai Pencatatan

Aktivitas selanjutnya adalah “latihan otak” menggunakan aplikasi Elevate yang bisa didownload secara gratis di Play Store. Aplikasi ini menyediakan berbagai latihan soal dalam empat kategori, yakni Writing, Listening, Reading, dan Math.

Penulis sudah lama memiliki aplikasi ini. Hanya saja, dulu belum rutin dan kerap berhenti untuk jangka waktu yang lama. Kadang bisa berbulan-bulan Penulis tidak membuka aplikasi ini.

Setelah itu, Penulis akan mencatat beberapa hal seperti mencatat kegiatan kemarin (dengan aplikasi Google Calendar), mencatat kebiasaan apa saja yang berhasil dilakukan (dengan aplikasi Loop Habit Tracker), dan mencatat pemasukan dan pengeluaran keuangan (dengan aplikasi Wallet).

Sebenarnya kebiasaan ini telah Penulis lakukan selama bertahun-tahun. Hanya saja, kebiasaan ini sempat berhenti lama (kurang lebih 4 bulan) tahun ini karena suatu hal. Oleh karena itu, Penulis berusaha mengembalikan kebiasaan ini.

Olahraga Pagi dan Membaca Buku

Selain susah bangun pagi, apa yang ingin Penulis perbaiki adalah kurangnya Penulis berolahraga. Badan ini rasanya sangat malas jika disuruh bergerak, apalagi di pagi hari yang dinginnya menggigit.

Ketika akan memulai, rasanya berat sekali. Untunglah ada tetangga Penulis bernama Paskah yang sangat rajin mengajak Penulis untuk lari pagi. Akhirnya, sekarang Penulis mulai rutin lari pagi setiap hari.

(Sekarang Paskah sudah masuk bintara, sehingga sekarang Penulis lari pagi sendirian)

Tidak jauh jarak yang Penulis tempuh, hanya tiga putaran lari dan satu putaran jalan kaki sebagai pendinginan. Jarak totalnya kurang lebih 2.5 kilometer. Lumayan untuk orang yang jarang berolahraga.

Aktivitas membaca buku Penulis lakukan setelah selesai berolahraga dan menyapu halaman. Sekalian meluruskan kaki yang baru saja digunakan untuk berlari. Biasanya, Penulis akan membaca sekitar 30 sampai 45 menit.

Setelah itu, barulah Penulis melakukan aktivitas lainnya seperti beres-beres rumah, kerja, ataupun membuat materi Whathefan. Jika diringkas, maka rutinitas pagi harian Penulis akan terlihat seperti ini:

04:45-05:00 Sholat Shubuh
05:00-05:15 Mengaji
05:15-05:30 Latihan Otak + Berbagai Pencatatan
05:30-06:00 Lari Pagi + Sapu Halaman
06:00-06:30 Baca Buku

Hal Penting Lainnya

Dalam menjaga rutinitas harian, ada beberapa hal yang perlu diingat seperti jangan memulai kebiasaan baru dengan porsi yang langsung besar, mengurangi distraksi, hingga menjaga konsistensi.

Untuk poin-poin ini, akan Penulis bahas pada tulisan berikutnya agar tulisan ini agar mengurangi jatah menulis untuk minggu ini tidak menjadi terlalu panjang dan membuat Pembaca merasa jenuh.

 

 

Lawang, 23 November 2020, terinspirasi dari upaya dirinya sendiri agar memiliki rutinitas pagi harian

Foto: Gervyn Louis

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.