<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Wanita Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/wanita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/wanita/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Dec 2024 17:22:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.1</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Wanita Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/wanita/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mengapa Tidak Pernah Ada Istilah “Laki-Laki Independen”?</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/mengapa-tidak-pernah-ada-istilah-laki-laki-independen/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/mengapa-tidak-pernah-ada-istilah-laki-laki-independen/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Dec 2024 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[independen]]></category>
		<category><![CDATA[karier]]></category>
		<category><![CDATA[mapan]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8139</guid>

					<description><![CDATA[<p>Belakangan ini, Prilly Latuconsina sering menjadi bahan pembicaraan. Bukan karena judul film baru yang ia bintangi, melainkan karena pernyataannya yang dianggap sedikit kontroversial: wanita independen makin banyak, tapi laki-laki mapan makin sedikit. Tentu pernyataan tersebut berhasil menimbulkan pro dan kontra di antara netizen, bahkan sampai dianggap &#8220;memecah belah&#8221; antara laki-laki dan perempuan. Diskusi panas di [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/mengapa-tidak-pernah-ada-istilah-laki-laki-independen/">Mengapa Tidak Pernah Ada Istilah “Laki-Laki Independen”?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Belakangan ini, Prilly Latuconsina sering menjadi bahan pembicaraan. Bukan karena judul film baru yang ia bintangi, melainkan karena pernyataannya yang dianggap sedikit kontroversial: <strong>wanita independen makin banyak, tapi laki-laki mapan makin sedikit</strong>.</p>



<p>Tentu pernyataan tersebut berhasil menimbulkan pro dan kontra di antara netizen, bahkan sampai dianggap &#8220;memecah belah&#8221; antara laki-laki dan perempuan. Diskusi panas di mana masing-masing pihak merasa paling benar sering Penulis temukan.</p>



<p>Lantas, Penulis masuk ke kubu yang mana? Penulis berusaha untuk berada di posisi netral, walau mungkin Penulis tidak akan bisa benar-benar netral untuk topik yang berhubungan dengan gender. Namun, itu tak menghalangi Penulis untuk memberikan opininya.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/al-khawarizmi-300x157.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/al-khawarizmi-300x157.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/al-khawarizmi-356x186.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/al-khawarizmi.jpg 724w " alt="Ilmuwan Islam dan Pengurangan Perannya" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/tokohsejarah/ilmuwan-islam-dan-pengurangan-perannya/">Ilmuwan Islam dan Pengurangan Perannya</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">&#8220;Independen&#8221; dan &#8220;Mapan&#8221;</h2>



<div class="wp-block-cover"><span aria-hidden="true" class="wp-block-cover__background has-background-dim"></span><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" class="wp-block-cover__image-background wp-image-8143" alt="" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/laki-laki-independen-1-1024x683.jpg" data-object-fit="cover" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/laki-laki-independen-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/laki-laki-independen-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/laki-laki-independen-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/laki-laki-independen-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><div class="wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-block-cover-is-layout-flow">
<p class="has-text-align-center has-large-font-size">Gambaran Wanita Independen (<a href="https://www.pexels.com/photo/laughing-businesswoman-working-in-office-with-laptop-3756679/">Andrea Piacquadio</a>)</p>
</div></div>



<p>Ada dua kata kunci dari pernyataan Prilly, yakni <strong>&#8220;Wanita Independen&#8221;</strong> dan<strong> &#8220;Laki-Laki Mapan&#8221;</strong>. Coba mari kita tengok terlebih dahulu apa arti kata independen dan mapan berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI):</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Independen</strong>: 1) yang berdiri sendiri; yang berjiwa bebas 2) tidak terikat; merdeka; bebas</li>



<li><strong>Mapan</strong>: mantap (baik, tidak goyah, stabil) kedudukannya (kehidupannya)</li>
</ul>



<p>Jika diterjemahkan secara bebas, manusia independen itu berarti mereka yang sudah bisa hidup mandiri untuk menghidupi kebutuhan hidupnya tanpa bergantung kepada orang lain. Caranya bagaimana? Ya, memiliki sumber penghasilan.</p>



<p>Di sisi lain, mapan kerap dikaitkan dengan kondisi ekonomi yang intinya tidak akan membuat kita pusing memikirkan uang. Mau belanja? Ada. Mau sekolahin anak? Ada. Bahasa kerennya, orang bisa disebut mapan kalau sudah mencapai <em>finansial freedom</em>.</p>



<p>Mengukur tingkat independen seseorang mungkin lebih gampang dibandingkan dengan mengukur tingkat kemapanan seseorang. Alasannya, persepsi tentang seberapa jauh orang dianggap mapan bisa berbeda-beda.</p>



<p>Mungkin bagi A, punya penghasilan tetap tiap bulan sudah dianggap mapan. Bagi B, mapan minimal punya rumah dan mobil. Bagi C, mapan berarti bisa berlibur ke luar negeri setidaknya sekali satu tahun. Standarnya masing-masing bisa berbeda.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Antara Realistis dan Matrealistis</h2>



<div class="wp-block-cover"><span aria-hidden="true" class="wp-block-cover__background has-background-dim"></span><img decoding="async" width="1024" height="683" class="wp-block-cover__image-background wp-image-8144" alt="" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/laki-laki-independen-2-1024x683.jpg" data-object-fit="cover" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/laki-laki-independen-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/laki-laki-independen-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/laki-laki-independen-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/laki-laki-independen-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><div class="wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-block-cover-is-layout-flow">
<p class="has-text-align-center has-large-font-size">Prilly Latuconsina (<a href="https://www.wowkeren.com/berita/tampil/00518990.html">WowKeren</a>)</p>
</div></div>



<p>Kalau yang bicara Prilly, bisa jadi standar mapan yang ia miliki ya setidaknya laki-laki memiliki kekayaan di atasnya. Tentu hal tersebut sangat masuk akal karena Prilly memiliki karier yang sangat baik sebagai aktris dan <em>public figure</em>. </p>



<p>Justru aneh bukan, kalau ia menikahi orang dari kaum ekonomi lemah yang tidak memiliki <em>value </em>apa-apa? Mungkin alasan pernyataan Prillly tersebut adalah ungkapan kekesalannya di mana ia kesulitan mencari pasangan yang se-<em>value</em> dengan dirinya.</p>



<p>Bagi Penulis, <strong>Prilly hanya bersikap realistis</strong>. Sebagai orang yang sukses, tentu ia ingin memiliki pasangan yang setara dengan dirinya dan itu sangat wajar. Itu tidak membuatnya terlihat sebagai sosok yang matrealistis alias matre.</p>



<p>Orang baru bisa dianggap matre, menurut Penulis, jika <strong>dirinya berusaha mendapatkan pasangan dengan <em>value </em>tinggi, tapi dirinya sendiri memiliki <em>value</em> yang rendah</strong>. Ingin punya istri kaya, tapi dirinya sendiri masih pengangguran.</p>



<p>Dengan kata lain, orang matre itu adalah ketika dirinya berusaha mencari pasangan kaya demi meningkatkan taraf hidupnya sendiri. Ia ingin mengangkat derajat dirinya (dan mungkin juga keluarganya) dengan &#8220;memanfaatkan&#8221; orang lain.</p>



<p>Teman Penulis yang sering membahas seputar feminisme memiliki pendapat yang berbeda. Menurutnya, matre itu tidak melulu soal <em>value</em>, tapi ke<strong> jenis <em>relantionship</em>-nya</strong>. Kalau secara kasat mata beda <em>value</em> tapi saling mencintai, ya tidak bisa dianggap salah satunya matre.</p>



<p>Ia juga memberikan contoh lain. Anggap ada seorang perempuan pintar yang sedang meneruskan pendidikan S2-nya. Sebenarnya ia mampu bayar biayanya sendiri, tapi ia memanfaatkan pasangannya yang gaji masih UMR untuk membiayainya. Itu matre.</p>



<p>Mungkin yang bisa dikritisi dari pernyataan Prilly adalah bagaimana gaya bicaranya yang seolah merendahkan laki-laki. Tentu ini penilaian subjektif, karena kita tidak akan pernah benar-benar tahu apa intensi Prilly mengeluarkan pernyataan tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Tidak Ada Istilah Laki-Laki Independen?</h2>



<div class="wp-block-cover"><span aria-hidden="true" class="wp-block-cover__background has-background-dim"></span><img decoding="async" width="1024" height="683" class="wp-block-cover__image-background wp-image-8145" alt="" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/laki-laki-independen-3a-1024x683.jpg" data-object-fit="cover" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/laki-laki-independen-3a-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/laki-laki-independen-3a-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/laki-laki-independen-3a-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/laki-laki-independen-3a.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><div class="wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-block-cover-is-layout-flow">
<p class="has-text-align-center has-large-font-size">Independen Secara Default (<a href="https://www.pexels.com/photo/man-carrying-gray-pipe-585419/">Yuri Kim</a>)</p>
</div></div>



<p>Sekarang mari kita kembali lagi ke kata independen. Dalam beberapa dekade terakhir, istilah &#8220;wanita independen&#8221; atau &#8220;wanita karier&#8221; memang sering mencuat seiring berubahnya budaya peradaban manusia, yang dulu kerap mengerdilkan peran perempuan.</p>



<p>Wanita independen dikaitkan dengan wanita yang mampu membiayai dirinya sendiri tanpa perlu bergantung kepada suaminya atau orang lain. Tentu ini hal yang bagus. Namun, ini jadi menimbulkan satu pertanyaan: <strong>mengapa tidak pernah ada istilah laki-laki independen?</strong></p>



<p>Awalnya, Penulis berpikir kalau alasannya adalah karena bagi laki-laki, <strong>independen bukan pilihan, melainkan kewajiban</strong>. Sudah tugas bagi seorang laki-laki untuk bisa bekerja dan mencari nafkah untuk keluarganya. Ini doktrin yang sudah diajarkan sejak kecil.</p>



<p>Tanpa diberi label &#8220;independen&#8221;, laki-laki sudah sewajarnya untuk bisa mandiri. Dari sisi agama pun, kewajiban memberi nafkah jatuh kepada suami. Gimana bisa memberi nafkah, kalau seorang laki-laki tidak bisa independen? Jadi, laki-laki itu sudah otomatis harus bisa independen.</p>



<p>Namun, menurut teman yang sama yang memberikan pendapat di atas, istilah wanita independen atau wanita karier <strong>justru muncul sebagai anomali atas dunia yang begitu patriarki </strong>selama berabad-abad.</p>



<p>Seperti yang kita tahu, perempuan memang sering dipinggirkan sejak lama. Lihat saja di berbagai sejarah, di mana para ilmuwan dan pemikir mayoritas dari laki-laki, seolah perempuan dianggap tak cukup cakap untuk berpikir.</p>



<p>Tak hanya itu, coba cek sejarah baru kapan perempuan mendapatkan hak untuk melakukan <em>voting</em>. Bayangkan, Selandia Baru adalah negara pertama yang memberikan hak suara untuk perempuan, itu pun baru terjadi di tahun 1893!</p>



<p>Baru di era modern inilah perempuan akhirnya mendapatkan kesempatan yang lebih besar di berbagai bidang. Makin banyak pilihan karier yang bisa dipilih oleh perempuan. Alhasil, makin banyak wanita independen di dunia ini.</p>



<p>Lantas, apakah itu menjadi masalah? <strong>Menurut Penulis tidak</strong>. Perempuan punya hak untuk menjadi independen dan menetapkan standar kemapanan pasangan bagi diri mereka sendiri. Kalau mereka memaksakan keyakinan mereka untuk orang lain, baru itu menjadi salah.</p>



<p>Contoh, ada perempuan yang memutuskan untuk <em>full </em>menjadi ibu rumah tangga. Eh, ternyata perempuan-perempuan yang merasa &#8220;independen&#8221; justru <em>julid</em> kepadanya dan menganggapnya kuno. Ini kan pemaksaan standar ke orang lain.</p>



<p>Sekarang ini kan permasalahannya banyak yang <a href="https://whathefan.com/rasa/ketika-mencari-pasangan-menggunakan-standar-tiktok/">tergiring oleh standar TikTok</a>, sehingga banyak penggunanya menetapkan standar-standar yang tidak masuk akal. Yang repot kan kalau enggan menjadi independen, tapi berharap punya pasangan mapan biar bisa bermalas-malasan sepanjang hari.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 3 Desember 2024, terinspirasi setelah ramai di media sosial membahas pernyataan Prilly Latuconsina</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Lunch_atop_a_Skyscraper">Wikipedia</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/mengapa-tidak-pernah-ada-istilah-laki-laki-independen/">Mengapa Tidak Pernah Ada Istilah “Laki-Laki Independen”?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/mengapa-tidak-pernah-ada-istilah-laki-laki-independen/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Privilege Ala Kartini</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/privilege-ala-kartini/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/privilege-ala-kartini/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Apr 2021 13:25:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[emansipasi]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kartini]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4919</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanggal 21 April selalu identik dengan satu hal: hari Kartini. Tokoh emansipasi wanita tersebut lahir di Jepara pada tanggal tersebut di tahun 1879. Perannya sudah tidak perlu diragukan lagi, ia menjadi inspirasi bagi banyak wanita di Indonesia. Sudah banyak yang bercerita tentang kehidupan beliau. Penulis tertarik untuk mengulik sisi lain dari seorang Raden Adjeng Kartini. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/privilege-ala-kartini/">Privilege Ala Kartini</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Tanggal 21 April selalu identik dengan satu hal: <strong>hari Kartini</strong>. Tokoh emansipasi wanita tersebut lahir di Jepara pada tanggal tersebut di tahun 1879. Perannya sudah tidak perlu diragukan lagi, ia menjadi inspirasi bagi banyak wanita di Indonesia.</p>



<p>Sudah banyak yang bercerita tentang kehidupan beliau. Penulis tertarik untuk mengulik sisi lain dari seorang Raden Adjeng Kartini. Menurut Penulis, Kartini bisa menjadi sedemikian ikonik berkat <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/apa-yang-salah-dengan-privilege/"><em>privilege </em>yang ia miliki</a> sejak lahir. Kok bisa?</p>





<h2 class="wp-block-heading"><em>Privilege </em>Sejak Lahir</h2>



<p><em>Privilege </em>telah dimiliki oleh Kartini sejak lahir karena ia terlahir dari kalangan <em>priyayi </em>alias bangsawan Jawa. Ia merupakan putri dari <strong>Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat</strong>, yang setelah putrinya lahir diangkat mejnadi bupati Jepara.</p>



<p>Jejak darah biru bisa ditelusuri hingga <strong>Hamengkubuwana VI</strong>. Keluarga ibunya sendiri bukan keluarga bangsawan, sehingga ayahnya harus menikah lagi dengan wanita bangsawan sebagai salah satu syarat untuk bisa menjadi seorang bupati.</p>



<p>Sebagai anak seorang bangsawan, Kartini memiliki kesempatan untuk bersekolah di <strong>Europeesche Lagere School (ELS)</strong> walau hanya boleh sampai berusia 12 tahun. Setidaknya, ia lebih beruntung dibandingkan kebanyakan wanita pribumi saat itu.</p>



<p>Berhenti dari sekolah tidak membuat Kartini berhenti belajar. Secara otodidak ia belajar sendiri di rumah dan kerap menulis surat untuk teman-temannya yang berasal dari Belanda. Ia juga bisa mendapatkan buku-buku, koran, dan majalah Eropa (<em>another big privilege</em>).</p>



<p>Nah, dari sanalah Kartini mendapatkan pandangan betapa <strong>majunya cara berpikir wanita Eropa</strong> jika dibandingkan dengan wanita pribumi yang  kerapdipandang rendah. Muncullah keinginan Kartini untuk memajukan harkat wanita pribumi.</p>



<p>Wawasannya yang luas membuatnya mulai menulis dan dimuat dalam berbagai macam surat kabar seperti <em><strong>De Hollandsche Lelie</strong></em>. Kartini sering menulis seputar permasalahan emansipasi wanita, walau terkadang ia membahasi isu sosial lainnya.</p>



<p>Bahkan setelah menikah, ia tetap melakukan perjuangannya. Sang suami yang seorang bupati Rembang memberikan kebebasan dan mendukung Kartini yang ingin mendirikan sekolah wanita di dekat kantor bupati.</p>



<p>Sayangnya, Kartini tidak berumur panjang. Hanya beberapa hari setelah melahirkan anaknya yang pertama, ia harus menghembuskan napas terakhir ketika berusia relatif muda, 25 tahun.</p>



<p>Meskipun begitu, peninggalannya meninggalkan jejak yang luar biasa. Ide-ide yang tertuang di suratnya begitu revolusioner dan dianggap melampaui zamannya. </p>



<p>Surat-surat Kartini diterbitkan di Belanda, yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul <em><strong>Habis Gelap Terbitlah Terang</strong></em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Memanfaatkan <em>Privilege </em>dengan Benar</h2>



<p>Memang benar jika Kartini bisa berpikiran seperti ini karena memilki <em>privilege</em>. Hanya saja, Kartini bisa <strong>menggunakan <em>privilege </em>yang dimiliki dengan benar dan tepat</strong>. Ia <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/yang-salah-dari-privilege/">tidak memanfaatkan <em>privilege </em>untuk dirinya semata</a>, melainkan untuk kesejahteraan semua wanita pribumi di Indonesia.</p>



<p>Di era ketika Kartini hidup, ada berapa banyak wanita yang lahir dari keluarga bangsawan? Penulis tidak tahu berapa jumlah pastinya, tapi Penulis yakin jika jumlahnya cukup banyak. Apalagi, para bangsawan kerap memiliki istri lebih dari satu (Kartini sendiri merupakan istri ketiga).</p>



<p>Dari banyaknya wanita yang memiliki <em>privilege </em>tersebut, mengapa hanya Kartini yang terlihat berusaha memperjuangkan untuk mengangkat harkat martabat wanita pribumi? Mungkin ada, tapi tidak sebesar Kartini atau memang tidak terdokumentasi dalam sejarah.</p>



<p>Kartini sendiri bukan satu-satunya wanita hebat di masa perjuangan kemerdekaan. Ada nama seperti Cut Nyak Dhien, Dewi Sartika, Martha Christina Tiahahu, dan lain-lain. Ada beberapa pihak yang protes, kenapa hanya Kartini saja yang diistimewakan.</p>



<p>Hanya saja, Kartini memang populer atas pemikiran-pemikirannya tentang emansipasi wanita yang kerap diabaikan pada masa itu. <strong>Tidak banyak wanita dapat memanfaatkan <em>privilege </em>yang dimiliki seperti yang dilakukan oleh Kartini.</strong></p>



<p></p>



<p></p>



<p>Lawang, 21 April 2021, terinspirasi karena hari ini hari Kartini</p>



<p>Foto: <a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://jatim.tribunnews.com/2020/04/21/kumpulan-44-quotes-hari-kartini-dalam-bahasa-inggris-dan-indonesia-untuk-peringati-emansipasi-wanita?page=3">Tribun Jatim &#8211; Tribunnews.com</a></p>



<p>Sumber Artikel: <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kartini">Kartini &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia</a>, <a href="https://voi.id/memori/5008/tidak-banyak-orang-yang-mampu-memanfaatkan-hak-istimewanya-sehebat-kartini">Tidak Banyak Orang yang Mampu Memanfaatkan Hak Istimewanya Sehebat Kartini (voi.id)</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/privilege-ala-kartini/">Privilege Ala Kartini</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/privilege-ala-kartini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yang Salah Itu Pelaku, Bukan Korban</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/yang-salah-itu-pelaku-bukan-korban/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/yang-salah-itu-pelaku-bukan-korban/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2020 10:17:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pelecehan]]></category>
		<category><![CDATA[RUU PKS]]></category>
		<category><![CDATA[seksual]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3969</guid>

					<description><![CDATA[<p>Diundurnya pembahasan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) menimbulkan polemik di masyarakat. Apalagi, alasan yang dikeluarkan oleh DPR bisa dibilang non-sense. Banyak yang menganggap ditariknya RUU PKS dari Program Legislatif Nasional 2020 sebagai bukti kalau pemerintah tidak serius dalam melindungi warga negaranya sendiri. Hal itu membuat banyak orang menyuarakan pengalaman pelecehan seksual yang pernah mereka [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/yang-salah-itu-pelaku-bukan-korban/">Yang Salah Itu Pelaku, Bukan Korban</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Diundurnya pembahasan <strong>RUU Penghapusan Kekerasan Seksual</strong> (RUU PKS) menimbulkan polemik di masyarakat. Apalagi, alasan yang dikeluarkan oleh DPR bisa dibilang <em>non-sense</em>.</p>
<p>Banyak yang menganggap ditariknya RUU PKS dari Program Legislatif Nasional 2020 sebagai bukti kalau pemerintah tidak serius dalam melindungi warga negaranya sendiri.</p>
<p>Hal itu membuat banyak orang menyuarakan pengalaman pelecehan seksual yang pernah mereka alami. Mereka ingin menunjukkan bahwa permasalahan ini bukanlah hal yang sepele.</p>
<h3>Bukan Karena Baju Minim</h3>
<p><div id="attachment_3970" style="width: 587px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3970" class="size-large wp-image-3970" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/07/yang-ngeres-itu-otakmu-1-577x1024.jpg" alt="" width="577" height="1024" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/07/yang-ngeres-itu-otakmu-1-577x1024.jpg 577w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/07/yang-ngeres-itu-otakmu-1-169x300.jpg 169w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/07/yang-ngeres-itu-otakmu-1-768x1364.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/07/yang-ngeres-itu-otakmu-1.jpg 860w" sizes="auto, (max-width: 577px) 100vw, 577px" /><p id="caption-attachment-3970" class="wp-caption-text">Infografis Pelecehan Seksual (<a href="https://tirto.id/pelecehan-bukan-akibat-pakaian-berbaju-longgar-berhijab-pun-kena-eeFQ">Tirto</a>)</p></div></p>
<p>Tirto membuat infografis mengenai kasus pelecehan seksual berdasarkan survei yang dilakukan pada tahun 2018. Data yang ditunjukkan membuat Penulis mengerenyitkan dahi.</p>
<p>Ternyata, kebanyakan <strong>korban tidak mengenakan pakaian yang minim</strong>. Bahkan, 17% korban mengenakan hijab yang notabene tertutup dari atas sampai bawah.</p>
<p>Hal ini diperkuat dengan cerita-cerita yang Penulis baca di Twitter. Ketika membacanya, Penulis baru menyadari betapa gentingnya permasalahan ini.</p>
<p>Seorang wanita dewasa bebas mengenakan apa saja yang mereka inginkan, entah cadar ataupun celana <em>hot pants</em>. Mereka sudah cukup umur untuk menentukan pilihan, termasuk dalam berpakaian.</p>
<p>Yang salah adalah pelaku pelecehan. Titik. Mau lihat wanita telanjang sekalipun, kalau pelaku bisa menahan dirinya, tidak akan terjadi pelecehan seksual.</p>
<p>Konklusi yang bisa diambil adalah pelaku pelecehan melakukan tindakannya <strong>bukan karena pakaian yang dikenakan</strong> oleh korban. Otak mereka saja yang memang <em>ngeres </em>dan cabul.</p>
<p>Jujur saja, Penulis jadi merasa sedikit takut apabila nanti memiliki anak perempuan. Penulis akan sering merasa cemas anaknya nanti akan mendapatkan pelecehan dari orang-orang tersebut.</p>
<h3>Sudah Korban, Disalahkan Pula</h3>
<p><div id="attachment_3971" style="width: 586px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3971" class="size-large wp-image-3971" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/07/yang-ngeres-itu-otakmu-2-576x1024.jpg" alt="" width="576" height="1024" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/07/yang-ngeres-itu-otakmu-2-576x1024.jpg 576w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/07/yang-ngeres-itu-otakmu-2-169x300.jpg 169w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/07/yang-ngeres-itu-otakmu-2-768x1365.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/07/yang-ngeres-itu-otakmu-2.jpg 859w" sizes="auto, (max-width: 576px) 100vw, 576px" /><p id="caption-attachment-3971" class="wp-caption-text">Victim Blamming (<a href="https://tirto.id/2018-jadi-tahun-yang-buruk-bagi-korban-kekerasan-seksual-dcKw">Tirto</a>)</p></div></p>
<p>Apa yang lebih parah? <strong>Para korban pelecehan kerap dituding bersalah</strong> oleh beberapa pihak. Bayangkan, sudah mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan, masih dihakimi orang lain seperti itu.</p>
<p>Contohnya, jika ada kasus pelecehan atau bahkan pemerkosaan, biasanya akan muncul komentar-komentar semacam ini:</p>
<ul>
<li><em>Salah sendiri keluar sendirian</em></li>
<li><em>Salah sendiri malam-malam keluar</em></li>
<li><em>Salah sendiri pakai pakaian yang seksi</em></li>
<li><em>Salah sendiri blablabla&#8230;</em></li>
</ul>
<p>Kita ini memang bisa dengan sangat mudah menghakimi orang lain tanpa merasa perlu melakukan klarifikasi. Bisa saja mereka terpaksa pulang malam karena tuntutan pekerjaan atau pergi sendiri karena memang tidak ada yang bisa mengantar.</p>
<p>Jika Penulis membayangkan ada di posisi mereka, entah apa yang akan Penulis perbuat. Yang jelas, Penulis akan merasa <em>down </em>karena merasa tidak mendapatkan dukungan atas musibah yang menimpanya.</p>
<p>Ketidakadilan hukum bagi sang korban juga semakin menambah luka bagi mereka. Beberapa tahun terakhir, ada banyak sekali kasus pelecehan seksual yang memberatkan pihak korban, seolah tidak ada perlindungan sama sekali.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Penulis tidak mau munafik karena dirinya sendiri belum bisa menjaga pandangan jika melihat seorang wanita cantik. Penulis sendiri masih belajar untuk menjaga dirinya agar tidak mudah terpancing oleh hawa nafsu seperti itu.</p>
<p>Kesadaran kita akan betapa bahayanya pelecehan seksual masih tergolong rendah. Hal ini diperparah dengan adanya <em>victim blaming </em>dari masyarakat.</p>
<p>Kasus-kasus pelecehan ini bahkan kerap terjadi di ruang publik dalam berbagai bentuk, mulai dari verbal hingga tindakan fisik yang kurang ajar.</p>
<p>Dengan ditariknya pembahasan RUU PKS, entah sampai kapan kasus pelecehan seksual, terutama terhadap wanita, akan disepelekan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 5 Juli 2020, terinspirasi dari banyaknya cerita pelecehan seksual yang Penulis baca di Twitter</p>
<p>Foto: <a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@claudiasoraya">Claudia Soraya</a></p>
<p>Sumber Artikel: <a href="https://tirto.id/2018-jadi-tahun-yang-buruk-bagi-korban-kekerasan-seksual-dcKw">Tirto 1</a>, <a href="https://tirto.id/pelecehan-bukan-akibat-pakaian-berbaju-longgar-berhijab-pun-kena-eeFQ">Tirto 2</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/yang-salah-itu-pelaku-bukan-korban/">Yang Salah Itu Pelaku, Bukan Korban</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/yang-salah-itu-pelaku-bukan-korban/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wanita 2D vs Wanita 3D</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/wanita-2d-vs-wanita-3d/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Nov 2019 05:25:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[bias]]></category>
		<category><![CDATA[idola]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[waifu]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3105</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bekerja di tempat yang sekarang membuat penulis banyak berkecimpung di dunia yang berbau anime dan Korea. Tak jarang muncul diskusi antar rekan kantor untuk mendiskusikan hal-hal seputar dua bidang tersebut. Untungnya penulis memiliki &#8220;pengalaman&#8221; di kedua hal tersebut, sehingga tidak menemukan kesulitan yang berarti saat mengerjakan artikel. Oleh karena itu, sekarang penulis tertarik untuk menulis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/wanita-2d-vs-wanita-3d/">Wanita 2D vs Wanita 3D</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bekerja di tempat yang sekarang membuat penulis banyak berkecimpung di dunia yang berbau anime dan Korea. Tak jarang muncul diskusi antar rekan kantor untuk mendiskusikan hal-hal seputar dua bidang tersebut.</p>
<p>Untungnya penulis memiliki &#8220;pengalaman&#8221; di kedua hal tersebut, sehingga tidak menemukan kesulitan yang berarti saat mengerjakan artikel.</p>
<p>Oleh karena itu, sekarang penulis tertarik untuk menulis tentang wanita 2D versus wanita 3D atau lebih tepatnya, <em><strong>waifu vs bias</strong></em>.</p>
<h3><em>Waifu </em>vs<em> Bias</em></h3>
<p><div id="attachment_3108" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3108" class="size-large wp-image-3108" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3108" class="wp-caption-text">Lisa dan Hinata</p></div></p>
<p>Istilah <strong><em>waifu</em></strong> merujuk kepada karakter anime perempuan (kalau laki-laki disebut <em>husbando</em>) yang dijadikan sebagai pasangan fantasinya. Misalnya ada yang menjadikan Hinata Hyuuga dari Naruto sebagai <em>waifu</em>-nya.</p>
<p>Di sisi lain, <strong><em>bias</em></strong> menurut sepengetahuan penulis merupakan pilihan idola dari banyaknya member sebuah <em>girlband </em>ataupun <em>boyband</em> yang kebanyakan berasal dari Korea Selatan.</p>
<p>Perannya pun macam-macam. Ada yang menjadikannya sebagai <em>oppa </em>atau <em>unnie </em>tersayang, ada juga yang menjadikannya sebagai pacar imajinasi, dan lain sebagainya.</p>
<p>Berdasarkan hasil pengamatan penulis, kedua kubu antara penyuka anime dan K-Pop saling tidak menyukai, bahkan cenderung saling meremehkan. Padahal, penulis menemukan beberapa persamaan antara <em>waifu</em> dan <em>bias</em> ini.</p>
<h3>Persamaan <em>Waifu dan Bias</em></h3>
<p>Pertama, <strong>mereka sama-sama tidak mungkin dimiliki oleh kita</strong>. Yang <em>waifu </em>berada di dunia dua dimensi, yang satu ada di negeri seberang. Walaupun mereka datang ke Indonesia, tetap saja mereka tak akan menyadari eksistensi kita.</p>
<p>Kedua, <strong>mereka sama-sama berbentuk nyaris sempurna seolah tanpa celah</strong>. Baik <em>waifu </em>ataupun <em>bias</em>, pasti akan memiliki kecantikan di atas rata-rata atau sifat yang terlihat sempurna.</p>
<p>Ketiga, <strong>penggemarnya bisa ngamuk kalau sampai <em>waifu/bias</em>-nya dilecehkan</strong>. Mereka merasa memiliki tanggung jawab untuk membela harga diri dari <em>waifu/bias</em>-nya.</p>
<p><em>Tapi kan bias manusia asli, beda sama waifu yang cuma kartun gambaran tangan!</em></p>
<p>Menurut penulis, sebenarnya itu hanya masalah selera saja. Ada yang lebih suka dengan manusia sungguhan, ada yang lebih terobsesi dengan karakter anime. Seharusnya, tidak boleh langsung dijustifikasi seperti itu.</p>
<h3>Kenapa Punya <em>Waifu/Bias</em>?</h3>
<p><div id="attachment_3110" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3110" class="size-large wp-image-3110" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-3-1024x607.png" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-3-1024x607.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-3-300x178.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-3-768x455.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-3.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3110" class="wp-caption-text">Terobsesi Secara Berlebihan (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.pinterest.com/pin/111534528251061815/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwi3ofaMy__lAhXGdCsKHSXSASUQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Pinterest</span></a>)</p></div></p>
<p>Baik memilih untuk memiliki <em>waifu </em>ataupun <em>bias</em> sebenarnya tidak masalah. Penulis memandangnya seperti kita mengidolakan seseorang. Hanya saja jika sampai taraf yang menakutkan, tentu tidak baik untuk kehidupan kita.</p>
<p>Dari beberapa sumber yang penulis baca dan tonton, alasan yang paling kuat kenapa orang terobsesi secara berlebihan dengan <em>waifu/bias</em>-nya adalah karena memiliki permasalahan di kehidupan nyata.</p>
<p>Penulis pernah membuat artikel di tempat kerja mengenai apa yang membuat para <em>wibu </em>lebih memilih karakter dua dimensi. Ketika riset, penulis menemukan fakta bahwa mereka menganggap wanita asli sebagai makhluk yang mengerikan.</p>
<p>Mereka juga membandingkan kondisi fisik karakter anime yang dianggap sempurna jika dibandingkan dengan manusia sungguhan. Penemuan ini cukup mencengangkan bagi penulis.</p>
<p>Di sisi lain, orang-orang yang terobsesi dengan <em>bias-</em>nya secara berlebihan menganggap <em>oppa-</em>nya tidak akan pernah menyakiti perasaan mereka.</p>
<p>Mungkin mereka pernah disakiti oleh pasangannya di dunia nyata, sehingga merasa trauma dan melarikan diri ke idolanya. <em>Oppa-oppa </em>tersebut memang tidak akan menyakiti kita, <em>mong</em> tahu kita hidup di dunia ini aja enggak.</p>
<p>Orang yang terobsesi dengan karakter anime sering dianggap tidak normal. Menurut penulis, yang tidak normal adalah <strong>terobsesi berlebihan kepada apapun hingga memengaruhi perilakunya sehari-hari</strong>.</p>
<p>Terkadang ada yang bisa menikmati keduanya seperti penulis, tapi rasanya jumlahnya tidak terlalu banyak. Lebih banyak yang memilih salah satu. Lebih banyak lagi yang tidak memilih keduanya.</p>
<h3>Siapa <em>Waifu/Bias</em> Penulis?</h3>
<p><div id="attachment_3109" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3109" class="size-large wp-image-3109" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3109" class="wp-caption-text">Dari Kiri: Kosaki Onodera, Mio Akiyama, Jessica Jung</p></div></p>
<p>Jika disuruh memilih, penulis akan memilih wanita sungguhan yang bisa hadir menemani hari-hari kita. Pasti akan ada momen saling menyakiti, namun itu pasti terjadi di dalam sebuah hubungan antar manusia.</p>
<p>Tapi jika disuruh menyebutkan siapa <em>waifu</em> atau <em>bias</em>-nya, penulis juga sudah menyiapkan jawabannya.</p>
<p>Untuk <em>waifu</em>, penulis suka dengan sifat yang kalem, dewasa, baik hati, ceria, sedikit pemalu, dan penuh dengan energi positif.  Sifat-sifat tersebut dimiliki oleh <strong>Kosaki Onodera</strong> dari anime Nisekoi dan <strong>Mio Akiyama</strong> dari anime K-On!</p>
<p>Bagaimana dengan <strong>Rikka Takanashi </strong>yang sering disebut di blog ini? Penulis suka dengan sifatnya yang polos, ceria, penuh energi dan fantasi, tapi merasa kurang <em>srek</em> dengan sifat kekanakan yang ia miliki.</p>
<p>Bagaimana dengan <em>bias</em>? Seperti pada tulisan sebelumnya, penulis akan memilih <strong><a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/jessica-oh-jessica/">Jessica Jung</a> </strong>mantan personil Girls&#8217; Generation yang tinggal menunggu waktu unuk bubar seutuhnya.</p>
<p>Memang sedikit kontradiktif, mengingat sifat-sifat Jessica (setidaknya yang terlihat dari berbagai videonya) cukup berbeda dengan kritera <em>waifu </em>penulis. Entah mengapa bisa seperti itu.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Penulis tekankan sekali lagi, <strong>tidak ada yang salah jika ingin punya <em>waifu </em>ataupun <em>bias</em></strong>. Yang salah itu jika terlalu terobsesi dengan mereka secara berlebihan hingga mengganggu interaksi sosial kita di dunia nyata.</p>
<p>Kita punya hak untuk menyukai apapun, namun perlu diingat kalau kita tidak hidup sendirian di dunia ini dan tidak akan pernah bisa hidup sendirian.</p>
<p>Jangan sampai kita tenggelam ke dalam obsesi berlebihan terhadap <em>waifu/bias </em>yang ujung-ujungnya malah merugikan diri kita sendiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 23 November 2019, terinspirasi dari perdebatan mana yang lebih baik antara wanita 2D dan 3D</p>
<p>Foto: <a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=imgres&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwi4vuqQvPzlAhVLKo8KHZkKDw8QjB16BAgBEAM&amp;url=http%3A%2F%2Fru.fanpop.com%2Fclubs%2Fmio-akiyama%2Fimages%2F16562095%2Ftitle%2Fmio-akiyama-screencap&amp;psig=AOvVaw1s4KWD8bCbUHyvPotHZwwL&amp;ust=1574465752521775">Fanpop</a> &amp; <a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=imgres&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwiTjozSvPzlAhWCeisKHe6LA0UQjB16BAgBEAM&amp;url=http%3A%2F%2Fadmdub.ru%2F24846-snsd-jessica-jung-wallpaper.html&amp;psig=AOvVaw1d4Uf8HtspsBcdNSxlUn9i&amp;ust=1574465889774878">Wallpapers and backgrounds</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/wanita-2d-vs-wanita-3d/">Wanita 2D vs Wanita 3D</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Muka Tipis vs Muka Tebal</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/muka-tipis-vs-muka-tebal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Jun 2019 04:27:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[cantik]]></category>
		<category><![CDATA[karakter]]></category>
		<category><![CDATA[muka]]></category>
		<category><![CDATA[muka tebal]]></category>
		<category><![CDATA[muka tipis]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[wajah]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2442</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menentukan definisi muka tipis vs muka tebal ini telah lama menjadi polemik di kantor penulis. Susahnya menjelaskan apa yang penulis maksud secara verbal membuat penulis memutuskan untuk menjabarkannya secara rinci pada tulisan ini. Meskipun begitu, penulis sempat kebingungan untuk menentukan kategori tulisan ini. Setelah ditimbang-timbang, penulis memutuskan untuk memasukkannya ke dalam kategori Karakter. Maksudnya, karakter [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/muka-tipis-vs-muka-tebal/">Muka Tipis vs Muka Tebal</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Menentukan definisi <strong>muka tipis</strong> vs <strong>muka tebal</strong> ini telah lama menjadi polemik di kantor penulis. Susahnya menjelaskan apa yang penulis maksud secara verbal membuat penulis memutuskan untuk menjabarkannya secara rinci pada tulisan ini.</p>
<p>Meskipun begitu, penulis sempat kebingungan untuk menentukan kategori tulisan ini. Setelah ditimbang-timbang, penulis memutuskan untuk memasukkannya ke dalam <a href="https://whathefan.com/category/karakter/">kategori Karakter</a>. Maksudnya, karakter wajah gitu.</p>
<p>Penulis akan banyak membicarakan fisik seseorang di sini, dan penulis sama sekali tidak bermaksud untuk melakukan penghinaan.</p>
<h3>Asal Mula Istilah Ini</h3>
<p>Sebenarnya, lawan dari muka tipis adalah <strong>muka pekat</strong>, karena muka tebal sudah identik sebagai idiom untuk menggambarkan orang yang tidak punya malu. Akan tetapi, karena sudah terlanjur maka biarlah penulis menggunakan istilah ini.</p>
<p>Awalnya, penulis mengetahui istilah ini ketika menonton kanal YouTube <strong>Nihonggo Mantappu </strong>yang sedang merekam reaksi orang-orang Jepang terhadap beberapa <em>public figure </em>Indonesia.</p>
<p>Nah, sesekali mereka memberi reaksi dengan mengatakan &#8220;wajahnya pekat banget ya&#8221; dalam bahasa Jepang. Penulis merasa bahwa komentar mereka tersebut sebenarnya sering penulis gunakan juga secara tidak sadar.</p>
<p>Untuk yang penasaran dengan videonya, mungkin bisa tonton videonya secara langsung di bawah ini:</p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/XG4QxRstGFw" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<h3>Muka Tipis vs Muka Tebal</h3>
<p>Penulis akan menjelaskan dulu tentang muka tipis. Karena penulis merupakan seorang laki-laki, maka penulis akan menggunakan wanita sebagai contohnya.</p>
<p>Dalam pemahaman penulis, wanita-wanita Asia timur seperti Jepang, Korea, hingga Cina pada umumnya bermuka tipis. Hal ini dicirikan dengan kecilnya ukuran mata, hidung, dan mulut. Di gambar <em>banner</em>, penulis mencontohkan Jessica Jung.</p>
<p><div id="attachment_2444" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2444" class="size-large wp-image-2444" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/muka-tipis-vs-muka-tebal-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/muka-tipis-vs-muka-tebal-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/muka-tipis-vs-muka-tebal-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/muka-tipis-vs-muka-tebal-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/muka-tipis-vs-muka-tebal-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2444" class="wp-caption-text">Jessica Jung (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.vogue.com/article/jessica-jung-denim-rules-k-pop-star-blanc-and-eclare" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiag8zujO3iAhUaT48KHYOHCjcQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Vogue</span></a>)</p></div></p>
<p>Sebaliknya, wanita bermuka tebal memiliki mata yang cukup besar dan bibir yang cukup tebal. Wanita-wanita India, Arab, hingga Amerika Latin adalah contoh mudahnya.</p>
<p>Jika dilihat secara saksama, &#8220;kepekatan wajahnya&#8221; akan terasa. Di sini, penulis mencontohkan <strong>Isabela Moner</strong>, pemeran karakter Dora.</p>
<p><div id="attachment_2445" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2445" class="size-large wp-image-2445" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/muka-tipis-vs-muka-tebal-2-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/muka-tipis-vs-muka-tebal-2-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/muka-tipis-vs-muka-tebal-2-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/muka-tipis-vs-muka-tebal-2-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/muka-tipis-vs-muka-tebal-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2445" class="wp-caption-text">Isabela Moner (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="http://wap.mi.baca.co.id/21099471?origin=relative&amp;pageId=b9a3f487-7140-4c16-8461-1c7e0e3991de&amp;PageIndex=2" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjes4Tbje3iAhWIKY8KHcBWA2oQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">BACA</span></a>)</p></div></p>
<p>Nah, bagaimana dengan wanita-wanita di negara Barat seperti Amerika Serikat dan Inggris Raya? Tidak seperti negara-negara Asia, orang-orang kulit putih tersebut sudah bercampur aduk sehingga ada yang masuk ke dalam muka tipis maupun tebal.</p>
<p><strong>Anna Hattheway </strong>dan <strong>Elizabeth Olsen</strong><strong> </strong>menurut penulis bermuka tebal, sedangkan <strong>Keira Knightley</strong> dan<strong> Gal Gadot</strong><strong> </strong>bermuka tipis. Harap diingat, ini semua hanya persepsi penulis sehingga jika pembaca tidak sependapat sangat dipersilahkan.</p>
<p>Bagaimana dengan wanita Indonesia? Sama saja, ada yang termasuk ke dalam muka tipis ada yang muka tebal. <strong>Melodi</strong> eks-JKT48 termasuk muka tipis, sedangkan <strong>Nabilla</strong> eks-JKT48 termasuk muka tebal.</p>
<p>Sebagai tambahan, <strong>Chelsea Islan</strong> menurut penulis bermuka tipis, bagaimana dengan pembaca sekalian?</p>
<p><div id="attachment_2446" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2446" class="size-large wp-image-2446" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/muka-tipis-vs-muka-tebal-3-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/muka-tipis-vs-muka-tebal-3-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/muka-tipis-vs-muka-tebal-3-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/muka-tipis-vs-muka-tebal-3-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/muka-tipis-vs-muka-tebal-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2446" class="wp-caption-text">Chelsea Islan (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.buset-online.com/chelsea-islan-selalu-menantang-diri/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjtw_7qj-3iAhUJqo8KHW0dBtAQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">BUSET Indonesian Magazine in Australia</span></a>)</p></div></p>
<h3>Muka Hybrid</h3>
<p>Tentu penulis tidak bisa membaginya hanya secara bipolar seperti itu. Selalu ada jalan tengah, dan penulis memberikan istilah <strong>muka hybrid</strong>, kombinasi antara keduanya atau yang susah dikategorikan bertipe tipis atau tebal.</p>
<p>Contohnya adalah <strong>Emilia Clarke</strong>. Ia memiliki mata yang kecil sehingga ketika tersenyum -hal yang sangat sering ia lakukan- matanya terlihat seperti mata orang-orang Asia, tapi senyumnya sangat lebar (dan sangat menyenangkan untuk dilihat)</p>
<p><div id="attachment_2447" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2447" class="size-large wp-image-2447" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/muka-tipis-vs-muka-tebal-4-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/muka-tipis-vs-muka-tebal-4-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/muka-tipis-vs-muka-tebal-4-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/muka-tipis-vs-muka-tebal-4-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/muka-tipis-vs-muka-tebal-4.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2447" class="wp-caption-text">Emilia Clarke (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="http://popcarpet.com/videos/p-emilia-clarke-officially-joins-star-wars-franchise" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwi5svLnkO3iAhVTk3AKHbw2DZkQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Pop Carpet</span></a>)</p></div></p>
<p>Artis Indonesia tentu juga banyak yang masuk ke dalam kategori ini. Salah satu penyanyi favorit penulis, <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-bertemu-isyana-sarasvati/"><strong>Isyana Sarasvati</strong></a>, adalah salah satu artis yang bagi penulis sangat susah untuk ditentukan masuk ke dalam kategori mana.</p>
<p><div id="attachment_2448" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2448" class="size-large wp-image-2448" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/muka-tipis-vs-muka-tebal-5-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/muka-tipis-vs-muka-tebal-5-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/muka-tipis-vs-muka-tebal-5-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/muka-tipis-vs-muka-tebal-5-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/muka-tipis-vs-muka-tebal-5.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2448" class="wp-caption-text">Isyana Sarasvati (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://beritagar.id/artikel/bincang/isyana-sarasvati-prinsip-hukum-10-ribu-jam-sang-introvert" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwim3s7hku3iAhUOi3AKHWlBAzYQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Beritagar</span></a>)</p></div></p>
<p>Ada contoh lain wanita-wanita bertipe muka <em>hybrid</em>? Pasti banyak, penulis yakin itu.</p>
<h3>Kesimpulan</h3>
<p>Jika ditanya lebih suka yang mana, penulis akan menjawab wanita bermuka tipis. Meskipun begitu, jika ditakdirkan untuk berjodoh dengan wanita bermuka tebal, mengapa tidak?</p>
<p>Sedikit keluar dari topik, sebenarnya hal pertama yang penulis lihat dari seorang wanita adalah alisnya. Penulis menyukai wanita beralis (asli) tebal seperti yang dimiliki oleh Isyana.</p>
<p>Dengan tulisan ini, penulis berharap polemik dalam menentukan definisi <strong>muka tipis vs muka tebal</strong> bisa diakhiri. Walaupun, nampaknya hal ini akan masih menjadi perdebatan panjang ketika makan siang bersama.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 16 Juni 2019, terinspirasi dari perdebatan yang terjadi antara teman-teman kantor</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/muka-tipis-vs-muka-tebal/">Muka Tipis vs Muka Tebal</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ada Lovelace dan Pemikirannya Tentang Komputer</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/ada-lovelace-dan-pemikirannya-tentang-komputer/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Mar 2019 16:17:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[ada lovelace]]></category>
		<category><![CDATA[charles babbage]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2241</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mungkin namanya terdengar asing bagi sebagian orang. Padahal, ia memiliki peran yang cukup berarti dalam perkembangan dunia teknologi, khususnya komputer. Augusta Ada King atau lebih dikenal sebagai Ada Lovelace adalah seorang putri dari seorang penyair terkenal. Hal tersebut tidak membuatnya terjun ke dunia seni, melainkan mendalami ilmu matematika. Meskipun begitu, Ada juga suka menulis puisi untuk mengungkapkan perasaannya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/ada-lovelace-dan-pemikirannya-tentang-komputer/">Ada Lovelace dan Pemikirannya Tentang Komputer</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin namanya terdengar asing bagi sebagian orang. Padahal, ia memiliki peran yang cukup berarti dalam perkembangan dunia teknologi, khususnya komputer.</p>
<p><strong>Augusta Ada King </strong>atau lebih dikenal sebagai <strong>Ada Lovelace </strong>adalah seorang putri dari seorang penyair terkenal. Hal tersebut tidak membuatnya terjun ke dunia seni, melainkan mendalami ilmu matematika.</p>
<p>Meskipun begitu, Ada juga suka menulis puisi untuk mengungkapkan perasaannya yang tak bisa dideskripsikan dengan angka dan simbol.</p>
<h3>Kisah Hidup Ada</h3>
<p>Penulis pertama kali mengetahui sosok Ada adalah ketika membaca buku <em>The Innovators </em>karya Walter Isaacson. Buku tersebut membahas sejarah komputer secara rinci, termasuk ketika masih berupa konsep pemikiran Ada.</p>
<p>Lahir di Inggris pada tahun 1815, Ada termasuk anak yang kurang mendapatkan kasih sayang. Orang tuanya bercerai semenjak ia kecil. Ditambah lagi kondisi fisiknya yang lemah membuat ia sering sakit-sakitan.</p>
<p>Sama seperti kisah motivasi umum lainnya, Ada berhasil melewati itu semua. Gurunya menganggap Ada memiliki bakat di bidang matematika, sehingga ia didorong untuk terus mengasah kemampuannya.</p>
<p><div id="attachment_2243" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2243" class="size-large wp-image-2243" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/03/Alamy-charles-babbage-xlarge-1024x640.jpg" alt="" width="800" height="500" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/03/Alamy-charles-babbage-xlarge-1024x640.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/03/Alamy-charles-babbage-xlarge-300x188.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/03/Alamy-charles-babbage-xlarge-768x480.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/03/Alamy-charles-babbage-xlarge.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2243" class="wp-caption-text">Charles Babbage (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=images&amp;cd=&amp;ved=2ahUKEwiFnoWilpvhAhUIKo8KHR_IBRsQjB16BAgBEAQ&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.telegraph.co.uk%2Fonly-in-britain%2Fcharles-babbage-engineer-and-mathematician%2F&amp;psig=AOvVaw1eQpNogul9_Tv2KjkbjRhG&amp;ust=1553530506274069" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiFnoWilpvhAhUIKo8KHR_IBRsQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">The Telegraph</span></a>)</p></div></p>
<p>Lalu ia bertemu dengan <strong>Charles Babbage</strong>, salah seorang matematikawan yang sering dianggap sebagai bapak komputer berkat program <em>Difference Engine</em> yang dapat menyelesaikan permasalahan matematika.</p>
<p>Ada banyak membantu Charles dalam menyelesaikan mesinnya yang lain, yakni <em>Analytical Engine</em>. Banyak yang menobatkan Ada sebagai <em>programmer </em>pertama di dunia berkat program yang ia rancang untuk mesin tersebut.</p>
<p>Konsep yang Ada buat ini telah ia tulis kurang lebih 100 tahun sebelum era komputer modern dimulai, jauh sebelum Alan Turing berhasil membuat mesin untuk memecahkan kode rahasia Nazi.</p>
<p>Sayang, Ada hanya berusia pendek. Pada usia 36 tahun ia harus menghembuskan nafas terakhir karena kanker rahim. Semua pemikirannya di bidang komputer baru ditemukan pada tahun 1950an.</p>
<h3>Pemikiran Ada yang Revolusioner</h3>
<p>Salah satu konstribusi Ada adalah menerjemahkan artikel karya insinyur Italia, <strong>Luigi Federico Menabrea</strong>. Pada tahun 1843, hasil terjemahan tersebut dipublikasikan, lengkap dengan beberapa pemikiran Ada sendiri.</p>
<p>Ia mendeskripsikan beberapa hal, seperti bagaimana huruf dan simbol bisa diproses bersamaan dengan angka. Ada juga proses iterasi sebuah instruksi pada mesin yang kini sering disebut sebagai <em>loop</em>. Selain itu, Ada juga membuat sebuah konsep berpikir di mana:</p>
<blockquote><p>. . . mesin yang dapat berpikir selayaknya manusia . . .</p></blockquote>
<p>Ada juga orang pertama yang menyadari bahwa seharusnya mesin dapat melakukan apapun selama diberi data dan instruksi yang benar.</p>
<p>Bisa dibayangkan betapa revolusionernya pemikiran Ada pada saat itu. Padahal di era ia hidup, sekadar radio maupun telepon masih belum ditemukan.</p>
<p>Ia bisa mengimajinasikan bagaimana peranan mesin di masa depan, masa di mana kita tinggal sekarang. Hampir semua gawai yang ada di sekitar kita memiliki kemampuan untuk berpikir sendiri dan hampir bisa melakukan apapun yang kita inginkan.</p>
<p>Sayangnya, namanya tidak terlalu populer jika dibandingkan dengan <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/bill-gates-dan-sumpah-pemuda/">Bill Gates</a> ataupun <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/andai-steve-jobs-masih-hidup/">Steve Jobs</a>. Oleh karena itu, penulis merasa memiliki kewajiban untuk berbagi pengetahuan tentang sosok bernama Ada Lovelace ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 24 Maret 2019, terinspirasi setelah melihat nama Ada Lovelace muncul di linimasa Twitter</p>
<p>Foto: <a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://en.wikipedia.org/wiki/Ada_Lovelace" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjN66DElpvhAhVbeysKHW8VAmAQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Wikipedia</span></a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/ada-lovelace-dan-pemikirannya-tentang-komputer/">Ada Lovelace dan Pemikirannya Tentang Komputer</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dicintai Banyak Wanita Ala Anime</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/dicintai-banyak-wanita-ala-anime/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/dicintai-banyak-wanita-ala-anime/?noamp=mobile#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jan 2019 11:31:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[Clannad]]></category>
		<category><![CDATA[harem]]></category>
		<category><![CDATA[Nisekoi]]></category>
		<category><![CDATA[oregairu]]></category>
		<category><![CDATA[toradora]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=2051</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seperti yang sudah pernah penulis sampaikan pada tulisan Dikelilingi Wanita Ala Anime, seringkali karakter utama laki-laki pada anime bisa begitu bahagia dengan dikelilingi oleh banyak wanita. Tidak hanya dikelilingi, bahkan dicintai (atau setidaknya ditaksir) oleh lebih dari satu dua wanita sekaligus. Di dunia nyata, hal seperti ini sangat jarang terjadi, kecuali kita memiliki &#8220;paket lengkap&#8221; [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/dicintai-banyak-wanita-ala-anime/">Dicintai Banyak Wanita Ala Anime</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti yang sudah pernah penulis sampaikan pada tulisan <a href="http://whathefan.com/animekomik/dikelilingi-wanita-ala-anime/">Dikelilingi Wanita Ala Anime</a>, seringkali karakter utama laki-laki pada anime bisa begitu bahagia dengan dikelilingi oleh banyak wanita.</p>
<p>Tidak hanya dikelilingi, bahkan dicintai (atau setidaknya ditaksir) oleh lebih dari <del>satu</del> dua wanita sekaligus. Di dunia nyata, hal seperti ini sangat jarang terjadi, kecuali kita memiliki &#8220;paket lengkap&#8221; yang membuat wanita banyak melirik kita.</p>
<p>Utopia dicinta banyak wanita ini kadang membuat penulis kesal, dan dengan seenaknya menuduh sang pembuat anime adalah jomblo akut yang menggunakan anime sebagai pelampiasan ketidaklakuannya.</p>
<p>Anime dengan pola seperti itu disebut sebagai <strong>anime harem</strong>. Jangan disamakan dengan <strong>ecchi</strong> yang memiliki unsur seksualitas tinggi. Harem pada dunia anime adalah suatu kondisi di mana sang karakter utama dicintai oleh banyak lawan jenis.</p>
<p>Dari beberapa anime yang sudah penulis tonton, terdapat beberapa yang bisa digolongkan sebagai anime harem. Minimal, karakter utama laki-laki pada anime berikut disukai oleh tiga orang. <strong>SPOILER ALERT!</strong></p>
<h3>Yahari Ore no Seishun Love Comedy wa Machigatteiru (3 Orang)</h3>
<p>Ketika menonton <em>season</em> pertamanya, penulis tanpa ragu menjadikan anime ini sebagai <strong>anime terburuk </strong>yang pernah penulis tonton. Karakter utamanya menyebalkan dan ada indikasi bahwa dia menyukai sesama jenis, sesuatu yang membuat penulis juga tidak menyukai anime <strong>Baka to Test to Shoukanjuu</strong>.</p>
<p><div id="attachment_2052" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2052" class="size-large wp-image-2052" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/685406-1024x576.jpg" alt="" width="800" height="450" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/685406-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/685406-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/685406-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/685406.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2052" class="wp-caption-text">Oregairu (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://overlordanimehub.wordpress.com/2018/02/15/oregairu-2-my-teen-romantic-comedy-snafu-too-review/" target="_blank" rel="noopener" data-noload="" data-ved="2ahUKEwig1J213_nfAhWKwI8KHZL6A_0QjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Anime Overlord &#8211; WordPress.com</span></a>)</p></div></p>
<p><strong>Hachiman Hikigaya</strong>, sang karakter utama, sama sekali tidak menunjukkan ketertarikan pada dua wanita cantik yang sering bersamanya di klub relawan, yakni <b>Yukino Yukinoshita </b>(tengah) dan <b>Yui Yuigahama </b>(kanan). Untunglah, pada <em>season </em>keduanya, apa yang penulis sangka tidak sepenuhnya benar.</p>
<p>Hachiman, yang pandai membaca pikiran orang dan suka menyelesaikan permasalahan dengan caranya sendiri, menunjukkan ketertarikan pada salah satu dari Yukino yang serius dan Yui yang ceria. Mereka berdua juga menyimpan perasaan untuk Hachiman</p>
<p>Selain mereka berdua, masih terdapat karakter <strong>Iroha Isshiki </strong>(kiri), adik kelas Hachiman yang ingin menjadi ketua OSIS untuk meningkatkan popularitasnya. Karena kerap dibantu oleh Hachiman, ia juga terlihat sedikit menaksir Hachiman.</p>
<p>Walaupun sedikit merasa lega ketika mengetahui karakter utamanya masih normal, anime ini tetap penulis jadikan sebagai salah satu anime terburuk yang pernah penulis tonton. Hanya masalah selera kok.</p>
<h3>Toradora (3 Orang)</h3>
<p>Toradora adalah anime yang baru saja penulis tamatkan. Anime ini memiliki keunikan dan jalan cerita yang cukup menyenangkan untuk dinikmati. Setiap karakternya memiliki kepribadian yang kuat.</p>
<p><div id="attachment_2053" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2053" class="size-large wp-image-2053" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/Toradora-BD-Subtitle-Indonesia-1024x781.jpg" alt="" width="800" height="610" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/Toradora-BD-Subtitle-Indonesia-1024x781.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/Toradora-BD-Subtitle-Indonesia-300x229.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/Toradora-BD-Subtitle-Indonesia-768x586.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/Toradora-BD-Subtitle-Indonesia.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2053" class="wp-caption-text">Toradora (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="http://batchsensei.com/toradora-bd-subtitle-indonesia/" target="_blank" rel="noopener" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjfiZqu3_nfAhUSaI8KHaZzA4oQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">BatchSensei</span></a>)</p></div></p>
<p>Tokoh utama pada anime ini adalah <strong>Ryuuji Takasu</strong>, seorang laki-laki berwajah <em>sangar </em>namun berhati lembut dan hobi mengerjakan pekerjaan rumah tangga.  Karena suatu peristiwa, ia menjadi dekat dengan <strong>Taiga Aisaka </strong>(kiri) yang mungil namun bertenaga besar.</p>
<p>Ryuuji naksir kepada sahabat Taiga, <strong>Minori Kushieda </strong>(kanan) yang selalu ceria. Sebaliknya, Taiga suka kepada sahabat Ryuuji yang bernama <strong>Kitamura</strong>. Bahkan, Taiga telah menyatakan perasaannya kepada Kitamura, yang berakhir dengan penolakan.</p>
<p>Saling taksir tersebut membuat mereka berdua berusaha membantu satu sama lain, yang pada akhirnya justru membuat mereka jadi saling jatuh cinta. Hal itu menjadi miris karena sebenarnya Minori, yang disukai Ryuuji, sebenarnya juga menyukainya.</p>
<p>Selain mereka berdua, masih terdapat karakter bernama <strong>Ami Kawashima </strong>(kedua dari kanan) yang memiliki <em>dual personality</em>. Dalam beberapa episode, terlihat bahwa Ami juga menyimpan perasaan untuk Ryuuji, walaupun tak pernah diungkapkan secara langsung.</p>
<h3>Nisekoi (4 Orang)</h3>
<p>Tiga orang sudah terlalu banyak? Belum, karena karakter utama laki-laki pada anime <strong>Nisekoi </strong>memiliki LIMA wanita yang mencintainya! Anime yang diangkat dari <em>manga</em> ini mampu membuat penontonnya penasaran, siapa yang akan menjadi pasangan <strong>Raku Ichigo</strong>.</p>
<p><div id="attachment_2054" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2054" class="size-large wp-image-2054" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/nisekoi_wallpaper_by_scooterlights-d7ch7h5-1024x669.jpg" alt="" width="800" height="523" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/nisekoi_wallpaper_by_scooterlights-d7ch7h5-1024x669.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/nisekoi_wallpaper_by_scooterlights-d7ch7h5-300x196.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/nisekoi_wallpaper_by_scooterlights-d7ch7h5-768x502.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/nisekoi_wallpaper_by_scooterlights-d7ch7h5.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2054" class="wp-caption-text">Nisekoi (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="http://fuwafuwazone.blogspot.com/2014/07/review-anime-nisekoi.html" target="_blank" rel="noopener" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjHpaqZ3_nfAhXBMo8KHYaCDx4QjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Fuwa Fuwa Zone</span></a>)</p></div></p>
<p>Cerita dari anime ini cukup menarik, di mana Raku merupakan anak dari seorang bos Yakuza. Suatu hari, ia bertemu dengan <strong>Chitoge Kirisaki</strong> (kedua dari kiri) yang baru saja pindah ke sekolahnya. Mereka berkelahi karena Chitoge tanpa sengaja mendaratkan lututnya ke wajah Raku.</p>
<p>Ternyata, ayah dari Chitoge merupakan kepala mafia yang pindah ke Jepang. Demi menghentikan peperangan antara yakuza dan mafia, kedua pemimpin geng ini memutuskan untuk berpura-pura menjodohkan Raku dan Chitoge.</p>
<p>Padahal, Raku sudah menyukai <a href="http://whathefan.com/animekomik/daya-tarik-wanita-pemalu/">seorang pemalu</a> bernama <strong>Kosaki Onodera </strong>(kedua dari kanan). Kosaki sendiri sebenarnya juga menyukai Raku, akan tetapi sifat pemalunya menahan dirinya untuk mengungkapkan perasaannya.</p>
<p>Selain mereka berdua, masih terdapat pula <strong>Seishiro Tsugumi </strong>(kiri), <em>bodyguard </em>pribadi Kosaki yang memiliki ketertarikan terhadap kebaikan yang dimiliki oleh Raku.</p>
<p>Jangan lupakan juga <strong>Marika Tachibana </strong>(kanan) yang secara terang-terangan mendeklarasikan dirinya sebagai tunangan Raku. Di antara yang lain, Marika lah yang paling agresif dalam mendekati Raku.</p>
<p>Sebenarnya ada satu orang lagi yang menyukai Raku, hanya saja tidak ditampilkan pada versi animenya. Bahkan, adik Kosaki pun sempat terlihat memikirkan Raku walaupun ia berusaha mengusir perasaan tersebut karena merasa tidak ingin merebut Raku dari kakaknya,</p>
<p>Lantas, siapa yang pada akhirnya menjadi pasangan Raku? Penulis tidak ingin membocorkan jawabannya, hanya saja wanita yang terpilih itu berambut kuning.</p>
<h3>Clannad (6 Orang)</h3>
<p>Apakah anime Nisekoi bisa dianggap anime yang memiliki <em>harem </em>terbanyak? Salah, karena jumlah itu masih kalah dengan <strong>Clannad </strong>yang di mana karakter utamanya memiliki <strong>6 wanita </strong>yang menyukai dirinya.</p>
<p><div id="attachment_2055" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2055" class="size-large wp-image-2055" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/3560701-1024x680.jpg" alt="" width="800" height="531" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/3560701-1024x680.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/3560701-300x199.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/3560701-768x510.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2055" class="wp-caption-text">Clannad (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://ohayouanime.wordpress.com/tag/clannad/" target="_blank" rel="noopener" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiX3YWl3_nfAhUPTI8KHYDdBnEQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Anime Express &#8211; WordPress.com</span></a>)</p></div></p>
<p>Penulis sudah banyak bercerita tentang Clannad hingga membaginya menjadi tiga tulisan. Jadi, buat yang penasaran bagaimana enam orang bisa mencintai satu pria yang sama, baca tulisan yang membahas <a href="http://whathefan.com/animekomik/beragam-cerita-penuh-warna-ala-clannad/">Clannad</a> secara khusus ya!</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Untuk orang yang menyukai cerita <em>romance </em>yang rumit, anime-anime di atas (kecuali yang pertama) merupakan rekomendasi dari penulis. Meskipun terkadang terlalu berputar-putar, kita akan dibuat penasaran siapa yang pada akhirnya dipilih oleh karakter utama.</p>
<p>Walaupun sulit untuk terjadi di dunia nyata, menonton anime dengan <em>genre </em>seperti ini memberikan sensasi sendiri. Bahkan, bisa jadi obat untuk para jomblo yang bertebaran di luar sana (tidak termasuk penulis).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 19 Januari 2019, terinspirasi setelah menamatkan anime Toradora</p>
<p>Foto: <a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://anime.goodfon.com/other-anime/wallpaper-anime-art-nisekoi-chitoge.html" target="_blank" rel="noopener" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjCxZih3vnfAhXOknAKHVb-CPcQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">GoodFon</span></a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/dicintai-banyak-wanita-ala-anime/">Dicintai Banyak Wanita Ala Anime</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/dicintai-banyak-wanita-ala-anime/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2106</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Di Balik Wanita Tanpa Ekspresi</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/di-balik-wanita-tanpa-ekspresi/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/di-balik-wanita-tanpa-ekspresi/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Oct 2018 09:00:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[Chizuru Hishiro]]></category>
		<category><![CDATA[datar]]></category>
		<category><![CDATA[ekspresi]]></category>
		<category><![CDATA[karakter]]></category>
		<category><![CDATA[Mashiro Shiine]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Ritsu Kawai]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1548</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika melihat perempuan yang jarang menunjukkan ekspresinya di hadapan umum, apa yang muncul pada benak kita? Kalau penulis akan merasa penasaran, apa kira-kira yang menyebabkan ia begitu datar. Biasanya, wanita-wanita seperti itu identik dengan beberapa karakteristik lainnya seperti pemurung, cenderung penyendiri, susah menjalin hubungan dengan orang lain. Hal tersebut tentu menimbulkan empati padahati penulis. Rasanya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/di-balik-wanita-tanpa-ekspresi/">Di Balik Wanita Tanpa Ekspresi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jika melihat perempuan yang jarang menunjukkan ekspresinya di hadapan umum, apa yang muncul pada benak kita? Kalau penulis akan merasa penasaran, apa kira-kira yang menyebabkan ia begitu datar.</p>
<p>Biasanya, wanita-wanita seperti itu identik dengan beberapa karakteristik lainnya seperti pemurung, cenderung penyendiri, susah menjalin hubungan dengan orang lain.</p>
<p>Hal tersebut tentu menimbulkan empati padahati penulis. Rasanya ingin membantu mereka untuk memecahkan persoalan yang mereka hadapi, walaupun mereka tidak pernah memintanya.</p>
<p>Penulis bukannya menyukai wanita yang kurang ekspresif. Jika disuruh memilih, penulis akan memilih wanita yang ceria dengan sedikit <a href="http://whathefan.com/animekomik/daya-tarik-wanita-pemalu/">sifat pemalu</a> untuk mengimbangi sifat penulis yang kerap kali terlalu serius.</p>
<p>Karena susah untuk mencari contoh wanita dalam dunia nyata, penulis akan mengambil contoh dari dunia yang tak nyata.</p>
<p><strong>Mashiro Shiina (Sakurasou no Pet na Kanojo)</strong></p>
<p><span style="font-size: 16px;">Yang pertama ada </span><strong style="font-size: 16px;">Mashiro Shiina</strong><span style="font-size: 16px;"> dari anime </span><strong style="font-size: 16px;">Sakurasou no Pet na Kanojo</strong><span style="font-size: 16px;"> yang menceritakan tentang kehidupan suatu asrama. Pada asrama tersebut, tinggal beberapa orang yang bisa dibilang unik, termasuk Shiina sendiri.</span></p>
<p><div id="attachment_1549" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1549" class="wp-image-1549 size-large" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/mashiro-shiina-the-pet-girl-of-sakurasou-kc-2048x1152-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/mashiro-shiina-the-pet-girl-of-sakurasou-kc-2048x1152-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/mashiro-shiina-the-pet-girl-of-sakurasou-kc-2048x1152-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/mashiro-shiina-the-pet-girl-of-sakurasou-kc-2048x1152-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/mashiro-shiina-the-pet-girl-of-sakurasou-kc-2048x1152-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/mashiro-shiina-the-pet-girl-of-sakurasou-kc-2048x1152.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1549" class="wp-caption-text">via hdqwalls.com</p></div></p>
<p>Ia adalah seorang seniman lukis yang sedang belajar untuk membuat manga, alasan mengapa ia pindah dari Inggris ke Jepang. Sayang, selain bakat melukisnya, ia bisa dibilang tidak bisa berbuat apa-apa termasuk mengurus dirinya sendiri.</p>
<p>Shiina lebih sering terlihat tanpa muncul sedikitpun ekpresi pada paras cantiknya tersebut. Ia dianggap eksentrik, mungkin karena jiwa seni yang mengalir pada tubuhnya.</p>
<p>Meskipun begitu, Shiina tetap mempedulikan teman-temannya yang sudah memberinya perhatian. Terkadang, memang hanya itu yang dibutuhkan oleh orang-orang yang kurang ekspresif.</p>
<p><strong>Chizuru Hishiro (ReLIFE)</strong></p>
<p>Selanjutnya adalah salah satu subyek <strong>ReLIFE</strong> yang harus menjalani tahun keduanya, <strong>Chizuru Hishiro</strong>. Pengulangan terjadi karena pada tahun pertamanya ia dianggap gagal karena ia tetap susah berinteraksi dengan orang lain.</p>
<p><div id="attachment_1550" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1550" class="size-large wp-image-1550" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/big_1484999850_image-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/big_1484999850_image-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/big_1484999850_image-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/big_1484999850_image-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/big_1484999850_image-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/big_1484999850_image.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1550" class="wp-caption-text">via coub.com</p></div></p>
<p>Untunglah pada tahun keduanya, ia bertemu dengan Kaizaki Arata yang sangat membantunya untuk menjalin hubungan dengan teman-teman lainnya.</p>
<p>Kaizaki mengajari Hishiro bagaimana cara tersenyum, bagaimana cara menolong teman, dan lain sebagainya. Kaizaki benar-benar membantunya agar berhasil pada masa <a href="http://whathefan.com/animekomik/mengulang-masa-sekolah-ala-relife/">ReLIFE</a> yang keduanya.</p>
<p>Berawal dari sanalah, Hishiro yang kerap tidak berekspresi perlahan-lahan mulai bisa tersenyum secara natural. Bahkan, pada akhirnya ikatan yang ia buat dengan Kaizaki tidak bisa dihilangkan oleh pengaruh obat sekalipun.</p>
<p><strong>Ritsu Kawai (Bokura wa Minna Kawai-sou)</strong></p>
<p>Wanita terakhir yang sering terlihat memasang wajah datar adalah <strong>Ritsu Kawai </strong>dari anime <strong>Bokura wa Minna Kawai-sou</strong>. Hampir mirip seperti Sakurasou, anime ini menceritakan tentang kehidupan sebuah kos-kosan.</p>
<p><div id="attachment_1551" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1551" class="size-large wp-image-1551" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/wallhaven-354701-1024x576.png" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/wallhaven-354701-1024x576.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/wallhaven-354701-300x169.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/wallhaven-354701-768x432.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/wallhaven-354701-356x200.png 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/wallhaven-354701.png 1920w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1551" class="wp-caption-text">via alpha.wallhaven.cc</p></div></p>
<p>Kawai adalah seorang <a href="http://whathefan.com/tips-motivasi/mengapa-kita-harus-gemar-membaca/">kutu buku</a> yang tidak memiliki teman. Ia lebih memilih untuk berkutat dengan kalimat demi kalimat dari buku yang tengah ia baca. Bahkan ia membaca sepanjang perjalanannya ke sekolah.</p>
<p>Sampai suatu ketika, terdapat seorang laki-laki bernama Kazunari Usa yang menaruh hati padanya dan tanpa sengaja berada satu kos dengannya.</p>
<p>Walaupun sering diacuhkan, Usa tidak lelah berjuang untuk mendapatkan perhatian dari Kawai. Sama seperti pada kasus di anime ReLIFE, Usa membantu Kawai agar bisa lebih berinteraksi dengan orang-orang yang ada di sekitarnya.</p>
<p>Lama-kelamaan, wajahnya mulai sering mengeluarkan apa yang ada di dalam hatinya, termasuk tersipu malu ketika terjadi sesuatu antara dirinya dan Usa.</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Tentu tidak semua wanita yang tidak berekspresi seperti itu. Ada juga wanita yang sengaja tidak menunjukkannya untuk menyembunyikan isi hatinya atau memang sudah pembawaannya.</p>
<p>Yang jelas, seorang laki-laki sejati harus bisa menerbitkan senyum untuk semua perempuan, termasuk yang jarang berekspresi sekalipun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 27 Oktober 2018, terinspirasi setelah menamatkan anime Bokura wa Minna Kawai-sou</p>
<p>Foto: <a href="http://wall.alphacoders.com">wall.alphacoders.com</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/di-balik-wanita-tanpa-ekspresi/">Di Balik Wanita Tanpa Ekspresi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/di-balik-wanita-tanpa-ekspresi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>(Bukan) Pendengar yang Baik</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/bukan-pendengar-yang-baik/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/bukan-pendengar-yang-baik/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jul 2018 17:46:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[empati]]></category>
		<category><![CDATA[mendengar]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>
		<category><![CDATA[solusi]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=962</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selama ini penulis sering menganggap dirinya seorang pendengar yang baik. Ketika ada orang yang bercerita kepada penulis, penulis akan berusaha mendengarkannya sepenuh hati dan memberikan masukan-masukan yang penulis anggap cocok. Apalagi setelah membaca buku tulisan John C. Maxwell yang memaparkan beberapa tips agar bisa menjadi pendengar yang baik, penulis semakin besar kepala. Dalam buku yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/bukan-pendengar-yang-baik/">(Bukan) Pendengar yang Baik</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Selama ini penulis sering menganggap dirinya seorang pendengar yang baik. Ketika ada orang yang bercerita kepada penulis, penulis akan berusaha mendengarkannya sepenuh hati dan memberikan masukan-masukan yang penulis anggap cocok.</p>
<p>Apalagi setelah membaca buku tulisan John C. Maxwell yang memaparkan beberapa tips agar bisa menjadi pendengar yang baik, penulis semakin besar kepala. Dalam buku yang penulis lupa judulnya, ada empat hal yang membantu kita menjadi pendengar yang baik:</p>
<ol>
<li><strong>Berfokus Pada</strong> <strong>Orangnya</strong>, dan tunggu hingga ia selesai bercerita</li>
<li><strong>Jangan Tutupi Telinga Anda</strong></li>
<li><strong>Dengarkan dengan Agresif</strong>, dengarkan dengan penuh perhatian</li>
<li><strong>Simaklah dengan Tujuan untuk Memahami</strong></li>
</ol>
<p>Ternyata itu semua salah besar! Setidaknya, ada yang salah dari cara penulis mendengar. Ini baru penulis sadari ketika membaca buku <em>Men are from Mars, Women are from Venus</em> karangan John Gray,terutama di bab 2.</p>
<p>Ketika ada wanita yang menceritakan permasalahannya, mereka <strong>tidak menginginkan</strong> <strong>solusi</strong><em>.</em> Mereka <strong>hanya ingin didengar</strong> dan mendapatkan<strong> empati yang tulus</strong> dari pendengarnya.</p>
<p><div id="attachment_964" style="width: 910px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-964" class="size-full wp-image-964" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/1.-Tunggulah-Hingga-Ia-Selesai-Bicara-via-www.huffingtonpost.com_.jpg" alt="" width="900" height="450" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/1.-Tunggulah-Hingga-Ia-Selesai-Bicara-via-www.huffingtonpost.com_.jpg 900w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/1.-Tunggulah-Hingga-Ia-Selesai-Bicara-via-www.huffingtonpost.com_-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/1.-Tunggulah-Hingga-Ia-Selesai-Bicara-via-www.huffingtonpost.com_-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/1.-Tunggulah-Hingga-Ia-Selesai-Bicara-via-www.huffingtonpost.com_-356x178.jpg 356w" sizes="auto, (max-width: 900px) 100vw, 900px" /><p id="caption-attachment-964" class="wp-caption-text">Beda Perlakuan (via www.huffingtonpost.com)</p></div></p>
<p>Pantas saja sewaktu ada teman perempuan penulis bercerita dan penulis berusaha menghadirkan solusi, ia justru semakin cemberut. Tentu penulis merasa bingung karena merasa tidak ada yang salah dengan solusi penulis.</p>
<p>Lain halnya jika yang bercerita pria. Karena berlandaskan logika, mereka bercerita dengan berharap akan adanya jawaban dari masalah yang sedang mereka hadapi. Mereka ingin bertukarpikiran untuk membuka cakrawala pikiran mereka. Wanita tidak membutuhkan itu, kecuali jika mereka memang memintanya di awal sebelum bercerita.</p>
<p>Masalahnya, pria memang cenderung berorientasi pada penyelesaian masalah, sehingga setiap cerita yang ia dengar dianggap sedang mencari penyelesaian. Perbedaan inilah yang sering kali mengakibatkan pertikaian antara pria dan wanita.</p>
<p>Setelah mengetahui fakta ini, penulis berusaha menata ulang pola pikir penulis dalam mendengarkan orang lain berdasarkan gendernya. Menghadirkan solusi untuk pria, mendengarkan penuh empati untuk wanita.</p>
<p>Semoga saja tidak ada lagi perasaan sombong dalam diri penulis yang merasa dirinya pendengar yang baik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 5 Juni 2018, terinspirasi setelah membaca buku <em>Men are from Mars, Women are from Venus</em></p>
<p>Sumber Foto: <a href="http://www.theguardian.com">www.theguardian.com</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/bukan-pendengar-yang-baik/">(Bukan) Pendengar yang Baik</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/bukan-pendengar-yang-baik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cinta Tak Boleh Dipaksakan</title>
		<link>https://whathefan.com/rasa/cinta-tak-boleh-dipaksakan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/rasa/cinta-tak-boleh-dipaksakan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Jun 2018 02:01:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tentang Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan]]></category>
		<category><![CDATA[keterpaksaan]]></category>
		<category><![CDATA[minta]]></category>
		<category><![CDATA[paksa]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>
		<category><![CDATA[tulus]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=923</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Kalau dipaksakan, namanya bukan cinta, tapi minta.&#8221; Gara-gara tamat membaca komik Nisekoi yang berjumlah 229 chapter, penulis jadi banyak merenungi kembali hakikat cinta. Apa itu cinta, kepada siapa ia layak diberikan, dan pertanyaan lainnya sering menjadi bahan pemikiran menjelang tidur. Salah satu yang mengganjal di pikiran penulis adalah cinta yang dipaksakan. Contohnya, ketika kita dipaksa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/cinta-tak-boleh-dipaksakan/">Cinta Tak Boleh Dipaksakan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em>&#8220;Kalau dipaksakan, namanya bukan cinta, tapi minta.&#8221;</em></p>
<p>Gara-gara tamat membaca komik Nisekoi yang berjumlah 229 chapter, penulis jadi banyak merenungi kembali hakikat cinta. Apa itu cinta, kepada siapa ia layak diberikan, dan pertanyaan lainnya sering menjadi bahan pemikiran menjelang tidur.</p>
<p>Salah satu yang mengganjal di pikiran penulis adalah cinta yang dipaksakan. Contohnya, ketika kita dipaksa oleh pihak keluarga untuk menikahi calon yang telah mereka pilihkan. Latar belakang keluarga yang bersahaja bisa menjadi salah satu faktornya.</p>
<p>Apakah yang demikian selalu disebut pemaksaan? Belum tentu. Bisa jadi kita merasa srek dengan calon yang dipilihkan dan sama sekali tidak merasa dipaksakan oleh orangtua.</p>
<p>Yang namanya dipaksakan, berarti membutukan pihak yang merasa terpaksa. Entah salah satu atau malah kedua-duanya. Hubungan yang dipaksakan jarang sekali yang langgeng. Kalaupun langgeng, belum tentu mereka bahagia menjalani kehidupan yang seperti demikian.</p>
<p>Selain dari faktor eksternal, seperti contoh orangtua di atas, ada pula faktor internal yang dapat menimbulkan keterpaksaan dalam hubungan. Contoh, karena rasa iba ketika melihat seseorang jomblo mulai lahir menyatakan perasaannya, membuat kita terpaksa menerimanya. Atau contoh lain, karena butuh uang kita terpaksa menikah dengan kakek-kakek kaya.</p>
<p>Alasan-alasan yang menyebabkan keterpaksaan ini, apabila telah hilang, membuat hubungan pun akan terasa hampa. Bagaimana tidak, kita sudah tidak memiliki lagi alasan untuk membalas perasaan orang tersebut. Yang ada, hanya akan saling menyakiti diri satu sama lain.</p>
<p>Cinta memiliki keterkaitan yang erat dengan ketulusan. Penulis meyakini bahwa dalam mencintai seseorang, terutama lawan jenis, kita harus mencintainya karena Tuhan. Kita mencintainya karena ingin menjalankan perintah-Nya, menyempurnakan agama. Dengan niat yang demikian, insyaAllah ketulusan akan hadir dalam hubungan kita.</p>
<p>Oleh karena itu, cinta tak dapat dipaksakan. Ia mengalir begitu saja karena cinta hadir berkat petunjuk-Nya bagi yang meyakini. Cinta tak pernah dan tak akan hadir karena keterpaksaan. Ia bukan benda mati yang dapat diminta begitu saja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 26 Juni 2018, terinspirasi setelah membaca komik Nisekoi</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://www.huffingtonpost.com/alicia-armeli-msed-msn-rdn-chlc/relief-for-depression-the_b_9595340.html">https://www.huffingtonpost.com/alicia-armeli-msed-msn-rdn-chlc/relief-for-depression-the_b_9595340.html</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/cinta-tak-boleh-dipaksakan/">Cinta Tak Boleh Dipaksakan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/rasa/cinta-tak-boleh-dipaksakan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
