Connect with us

Anime & Komik

Dicintai Banyak Wanita Ala Anime

Published

on

Seperti yang sudah pernah penulis sampaikan pada tulisan Dikelilingi Wanita Ala Anime, seringkali karakter utama laki-laki pada anime bisa begitu bahagia dengan dikelilingi oleh banyak wanita.

Tidak hanya dikelilingi, bahkan dicintai (atau setidaknya ditaksir) oleh lebih dari satu dua wanita sekaligus. Di dunia nyata, hal seperti ini sangat jarang terjadi, kecuali kita memiliki “paket lengkap” yang membuat wanita banyak melirik kita.

Utopia dicinta banyak wanita ini kadang membuat penulis kesal, dan dengan seenaknya menuduh sang pembuat anime adalah jomblo akut yang menggunakan anime sebagai pelampiasan ketidaklakuannya.

Anime dengan pola seperti itu disebut sebagai anime harem. Jangan disamakan dengan ecchi yang memiliki unsur seksualitas tinggi. Harem pada dunia anime adalah suatu kondisi di mana sang karakter utama dicintai oleh banyak lawan jenis.

Dari beberapa anime yang sudah penulis tonton, terdapat beberapa yang bisa digolongkan sebagai anime harem. Minimal, karakter utama laki-laki pada anime berikut disukai oleh tiga orang. SPOILER ALERT!

Yahari Ore no Seishun Love Comedy wa Machigatteiru (3 Orang)

Ketika menonton season pertamanya, penulis tanpa ragu menjadikan anime ini sebagai anime terburuk yang pernah penulis tonton. Karakter utamanya menyebalkan dan ada indikasi bahwa dia menyukai sesama jenis, sesuatu yang membuat penulis juga tidak menyukai anime Baka to Test to Shoukanjuu.

Hachiman Hikigaya, sang karakter utama, sama sekali tidak menunjukkan ketertarikan pada dua wanita cantik yang sering bersamanya di klub relawan, yakni Yukino Yukinoshita (tengah) dan Yui Yuigahama (kanan). Untunglah, pada season keduanya, apa yang penulis sangka tidak sepenuhnya benar.

Hachiman, yang pandai membaca pikiran orang dan suka menyelesaikan permasalahan dengan caranya sendiri, menunjukkan ketertarikan pada salah satu dari Yukino yang serius dan Yui yang ceria. Mereka berdua juga menyimpan perasaan untuk Hachiman

Selain mereka berdua, masih terdapat karakter Iroha Isshiki (kiri), adik kelas Hachiman yang ingin menjadi ketua OSIS untuk meningkatkan popularitasnya. Karena kerap dibantu oleh Hachiman, ia juga terlihat sedikit menaksir Hachiman.

Walaupun sedikit merasa lega ketika mengetahui karakter utamanya masih normal, anime ini tetap penulis jadikan sebagai salah satu anime terburuk yang pernah penulis tonton. Hanya masalah selera kok.

Toradora (3 Orang)

Toradora adalah anime yang baru saja penulis tamatkan. Anime ini memiliki keunikan dan jalan cerita yang cukup menyenangkan untuk dinikmati. Setiap karakternya memiliki kepribadian yang kuat.

Toradora (BatchSensei)

Tokoh utama pada anime ini adalah Ryuuji Takasu, seorang laki-laki berwajah sangar namun berhati lembut dan hobi mengerjakan pekerjaan rumah tangga.  Karena suatu peristiwa, ia menjadi dekat dengan Taiga Aisaka (kiri) yang mungil namun bertenaga besar.

Ryuuji naksir kepada sahabat Taiga, Minori Kushieda (kanan) yang selalu ceria. Sebaliknya, Taiga suka kepada sahabat Ryuuji yang bernama Kitamura. Bahkan, Taiga telah menyatakan perasaannya kepada Kitamura, yang berakhir dengan penolakan.

Saling taksir tersebut membuat mereka berdua berusaha membantu satu sama lain, yang pada akhirnya justru membuat mereka jadi saling jatuh cinta. Hal itu menjadi miris karena sebenarnya Minori, yang disukai Ryuuji, sebenarnya juga menyukainya.

Selain mereka berdua, masih terdapat karakter bernama Ami Kawashima (kedua dari kanan) yang memiliki dual personality. Dalam beberapa episode, terlihat bahwa Ami juga menyimpan perasaan untuk Ryuuji, walaupun tak pernah diungkapkan secara langsung.

Nisekoi (4 Orang)

Tiga orang sudah terlalu banyak? Belum, karena karakter utama laki-laki pada anime Nisekoi memiliki LIMA wanita yang mencintainya! Anime yang diangkat dari manga ini mampu membuat penontonnya penasaran, siapa yang akan menjadi pasangan Raku Ichigo.

Nisekoi (Fuwa Fuwa Zone)

Cerita dari anime ini cukup menarik, di mana Raku merupakan anak dari seorang bos Yakuza. Suatu hari, ia bertemu dengan Chitoge Kirisaki (kedua dari kiri) yang baru saja pindah ke sekolahnya. Mereka berkelahi karena Chitoge tanpa sengaja mendaratkan lututnya ke wajah Raku.

Ternyata, ayah dari Chitoge merupakan kepala mafia yang pindah ke Jepang. Demi menghentikan peperangan antara yakuza dan mafia, kedua pemimpin geng ini memutuskan untuk berpura-pura menjodohkan Raku dan Chitoge.

Padahal, Raku sudah menyukai seorang pemalu bernama Kosaki Onodera (kedua dari kanan). Kosaki sendiri sebenarnya juga menyukai Raku, akan tetapi sifat pemalunya menahan dirinya untuk mengungkapkan perasaannya.

Selain mereka berdua, masih terdapat pula Seishiro Tsugumi (kiri), bodyguard pribadi Kosaki yang memiliki ketertarikan terhadap kebaikan yang dimiliki oleh Raku.

Jangan lupakan juga Marika Tachibana (kanan) yang secara terang-terangan mendeklarasikan dirinya sebagai tunangan Raku. Di antara yang lain, Marika lah yang paling agresif dalam mendekati Raku.

Sebenarnya ada satu orang lagi yang menyukai Raku, hanya saja tidak ditampilkan pada versi animenya. Bahkan, adik Kosaki pun sempat terlihat memikirkan Raku walaupun ia berusaha mengusir perasaan tersebut karena merasa tidak ingin merebut Raku dari kakaknya,

Lantas, siapa yang pada akhirnya menjadi pasangan Raku? Penulis tidak ingin membocorkan jawabannya, hanya saja wanita yang terpilih itu berambut kuning.

Clannad (6 Orang)

Apakah anime Nisekoi bisa dianggap anime yang memiliki harem terbanyak? Salah, karena jumlah itu masih kalah dengan Clannad yang di mana karakter utamanya memiliki 6 wanita yang menyukai dirinya.

Penulis sudah banyak bercerita tentang Clannad hingga membaginya menjadi tiga tulisan. Jadi, buat yang penasaran bagaimana enam orang bisa mencintai satu pria yang sama, baca tulisan yang membahas Clannad secara khusus ya!

Penutup

Untuk orang yang menyukai cerita romance yang rumit, anime-anime di atas (kecuali yang pertama) merupakan rekomendasi dari penulis. Meskipun terkadang terlalu berputar-putar, kita akan dibuat penasaran siapa yang pada akhirnya dipilih oleh karakter utama.

Walaupun sulit untuk terjadi di dunia nyata, menonton anime dengan genre seperti ini memberikan sensasi sendiri. Bahkan, bisa jadi obat untuk para jomblo yang bertebaran di luar sana (tidak termasuk penulis).

 

 

Kebayoran Lama, 19 Januari 2019, terinspirasi setelah menamatkan anime Toradora

Foto: GoodFon

Continue Reading
Advertisement
2.106 Comments

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Anime & Komik

Setelah Menonton My Hero Academia The Movie: World Heroes’ Mission

Published

on

By

Akhir-akhir ini, Penulis sudah tidak terlalu sering menonton anime. Entah apa alasannya, mungkin karena sudah merasa jenuh saja. Padahal, aktivitas ini baru Penulis lakukan mulai tahun 2017.

Walaupun begitu, masih ada beberapa anime atau manga yang masih diikuti. Salah satunya adalah Boku no Hero Academia atau My Hero Academia. Selain menonton animenya, Penulis juga rutin membaca manganya di internet.

Nah, sewaktu mengetahui movie ketiga dari anime ini tayang di bioskop, Penulis langsung tertarik untuk menontonnya walau dua movie sebelumnya belum ditonton. Karena kebetulan ada teman nonton yang sama-sama suka, jadilah Penulis menonton film My Hero Academia The Movie: World Heroes’ Mission.

SPOILER ALERT!!!

Jalan Cerita My Hero Academia The Movie: World Heroes’ Mission

Dari kiri, Bakugo, Midoriya, Todoroki (Funimation Film)

Cerita berpusat pada aksi terorisme dari kelompok bernama Humarise yang dipimpin oleh Flect Turn. Kelompok ini ingin memusnahkan pemilik quirk dari muka bumi karena percaya bahwa manusia murni alias mereka yang tidak memiliki quirk akan punah gara-gara mereka.

Caranya adalah dengan menggunakan bom yang diisi gas “Trigger” untuk memusnahkan pemilik quirk. Bom tersebut akan membuat pemilik quirk kehilangan kendali. Hal ini tentu memicu berbagai hero dari penjuru dunia untuk menghentikan aksi gila mereka.

Beberapa murid kelas A dari U.A. High School turut membantu para pahlawan profesional dan berpencar ke berbagai negara. Izuku Midoriya, Katsuki Bakugo, dan Shoto Todoroki ditugaskan ke negara bernama Otheon yang menjadi markas utama Humarise.

Belanja di Otheon (Animation World Network)

Sayangnya ketika menyerbu ke sana, tidak ditemukan jejak Humarise sehingga mereka harus stand by di sana untuk sementara waktu. Ketika sedang belanja, mereka mendapati adanya perampokan permata. Midoriya mengejar salah satu kurir penjahat yang bernama Rudy Soul, anak jalanan yang harus menafkahi dua adiknya.

Di sisi lain, ada seorang ilmuwan Humarise bernama Allan Kay yang melarikan diri dengan membawa data penting tentang Humarise di dalam koper, tetapi dihentikan oleh agen Humarise bernama Beros.

Hal ini mengakibatkan koper yang dibawa Rudy tertukar dengan koper penting tersebut. Setelah Midoriya berhasil mengejar Rody, isi dari koper tersebut ternyata barang-barang biasa. Anehnya, mereka justru menjadi diburu polisi dan Midoriya didakwa telah melakukan pembunuhan massal.

Merasa ada yang aneh, Midoriya memutuskan untuk kabur bersama Rody setelah meninggalkan pesan untuk Todoroki. Mereka berdua memutuskan untuk pergi ke negara tetangga Klayd agar tidak bisa ditangkap oleh polisi. Tidak hanya itu, kelompok Humarise juga memburu mereka berdua.

Rudy Soul (Anime2You)

Singkat cerita setelah kejar-kejaran antara kelompok Humarise dan Midoriya dkk, diketahui kalau koper yang dibawa Rody berisikan kunci untuk menghentikan rencana jahat Humarise. Kunci tersebut diciptakan oleh ayah Rody yang bernama Eddy Soul.

Midoriya, Bakugo, Todoroki, dan Rody pun memutuskan untuk pergi ke markas utama Humarise. Terjadi pertempuran-pertempuran seru, termasuk pertempuran terakhir antara Midoriya melawan Flect Turn yang ternyata memiliki quirk mencerminkan apapun yang bersentuhan dengannya.

Setelah pertarungan akhir ala shounen yang khas, akhirnya Midoriya berhasil mengalahkan Flect Turn dan Rody dengan Piconya berhasil memasukkan kunci sehingga serangan bom Humarise berhasil digagalkan.

Setelah Menonton My Hero Academia The Movie: World Heroes’ Mission

Satu hal yang Penulis suka dari film ini adalah ceritanya yang langsung to the point begitu mulai. Tidak ada intro membosankan yang memperkenalkan satu per satu karakter beserta quirk yang dimiliki.

Memiliki durasi sekitar 1 jam 45 menit, film ini terasa padat dengan pace yang cukup cepat. Tidak banyak adegan yang terasa bertele-tele untuk sekadar memanjangkan cerita. Kalau mengikuti anime dan manganya, pasti tahu siapa saja karakter-karakter yang ada di film ini selain beberapa karakter baru seperti Rudy Soul.

Karakter baru ini cukup menarik karena memiliki quirk yang unik (burung kecilnya Pico merupakan quirk miliknya) dan kepribadian yang membuatnya mudah diingat. Keadaan memaksanya berbuat kriminal, walau sebenarnya dirinya memiliki hati yang baik.

Menonton di bioskop artinya kita akan menonton dengan suara yang menggelegar. Itulah yang Penulis rasakan ketika menyaksikan adegan-adegan pertarungan yang ada di dalamnya. Bahkan, kadang terasa terlalu keras sehingga membuat telinga sakit.

Animasi yang dimiliki juga sangat bisa dinikmati, Penulis hampir tidak menemukan keanehan animasi di film ini. Ada beberapa adegan yang menggunakan teknik one shot keren, seperti ketika Rody berusaha kabur dari kejaran Midoriya dengan lincahnya.

Walaupun begitu, film ini tetap memiliki klise ala anime shounen. Terdesak sampai rasanya tidak ada harapan, lantas ada pemicu yang membuat karakter utama mendapatkan kekuatan tiba-tiba sampai bisa mengalahkan lawannya yang kuat.

Selain itu, adegan koper tertukar juga rasanya menjadi formula yang cukup banyak dipakai, sehingga orisinalitas filmnya terasa berkurang. Villain utama di film ini juga tipe villain yang akan mudah dilupakan begitu saja. Entah mengapa motivasinya terasa kurang.

Secara overall, Penulis masih bisa menikmati film ini dan jadi penasaran dengan dua film sebelumnya. Kata teman nonton Penulis, film yang kedua masih lebih bagus dari yang satu ini.

Peringkat: 7 dari 10.

Lawang, 28 November 2021, terinspirasi setelah menonton My Hero Academia The Movie: World Heroes’ Mission

Foto: Viu

Continue Reading

Anime & Komik

Memaknai Kesepian Ala Naruto dan Sasuke

Published

on

By

Jika bicara tentang rivalitas antara karakter anime, nama Naruto Uzumaki dan Sasuke Uchiha jelas perlu disebut. Dua tokoh utama dari serial Naruto ini memiliki sejarah persaingan yang panjang.

Sewaktu masih di akademi, Naruto adalah murid yang nilainya paling buruk, sedangkan Sasuke adalah yang paling tertinggi. Jika Naruto kerap dianggap konyol, maka Sasuke begitu dikagumi oleh para perempuan karena dianggap cool.

Terlepas dari perbedaan yang dimiliki oleh keduanya, ada satu kemiripan yang mungkin membuat mereka memiliki ikatan yang begitu kuat. Ketika masih kecil, mereka sama-sama merasakan kesepian.

Kesepian Ala Naruto

Naruto Suka Berbuat Jahil (Wallpaper Cave)

Naruto Uzumaki lahir dari pasangan Minato Namikaze alias Hokage Keempat dan Kushina Uzumaki. Sayangnya, Naruto tidak pernah bertemu dengan orang tuanya sejak lahir karena harus tewas melindungi desa Konoha dari serangan monster berekor sembilan.

Di manga tidak pernah dijelaskan secara rinci bagaimana Naruto hidup di masa kecil. Kemungkinan, ia diasuh oleh Hokage Ketiga hingga usia tertentu sebelum “dibiarkan” hidup sendirian tanpa tahu siapa orang tuanya.

Anak kecil yang hidup sendirian tentu akan merasakan kesepian tanpa tahu mengapa ia kesepian. Selain itu, penduduk desa juga menjauhinya karena dianggap sebagai reinkarnasi dari rubah ekor 9 yang menghancurkan desa.

(Bisa dibilang, ini salah satu plot hole yang dimiliki oleh Naruto: Bagaimana bisa anak dari seorang pahlawan desa mendapatkan perlakukan sedemikian buruk dan seolah ditelantarkan begitu saja)

Untuk melawan rasa kesepian tersebut, Naruto pun kerap berbuat konyol dan jahil demi mendapatkan perhatian dari penduduk desa. Meskipun konotasinya negatif, setidaknya bagi Naruto itu lebih baik daripada merasa kesepian.

Kesepian Ala Sasuke

Itachi dan Sasuke (Pinterest)

Sasuke Uchiha memiliki kisah yang lebih tragis. Lahir dari klan Uchiha yang terkenal karena mata Sharingan-nya, ia merupakan anak dari Fugaku dan Mikoto Uchiha. Ia juga memiliki seorang kakak jenius yang bernama Itachi Uchiha.

Sasuke sejak kecil selalu dibayang-bayangi oleh kehebatan kakaknya, hingga ia berusaha keras untuk mendapatkan pengakuan dari ayahnya. Walaupun begitu, Sasuke tidak pernah membenci kakaknya. Sebaliknya, ia sangat menyayanginya.

Semua berubah ketika Itachi harus membantai seluruh klan Uchiha, sebuah misi rahasia yang diberikan kepadanya demi menghindari kudeta yang hendak dilakukan oleh mereka. Itachi menyanggupi misi tersebut dengan syarat Sasuke harus tetap hidup.

Semenjak itu, Sasuke pun menjadi satu-satunya klan Uchiha yang tersisa di desa Konoha dan hidup sendirian. Secara mendadak, ia harus merasakan kesepian yang belum pernah ia alami sebelumnya.

Ketika Naruto hendak menghentikan Sasuke yang pergi ke tempat Orochimaru, Sasuke berkata bahwa Naruto tidak pernah merasakan kehilangan seperti dirinya karena sejak awal tidak punya siapa-siapa, sehingga ia menganggap Naruto tidak akan pernah paham apa yang ia rasakan.

Cara Naruto dan Sasuke Merespon Kesepian

Sasuke dan Naruto (MyAnimeList)

Selain berusaha mendapatkan perhatian dari tindakan konyolnya, Naruto sejak kecil juga bercita-cita untuk menjadi seorang Hokage agar mendapatkan pengakuan dari penduduk desa. Hal ini terasa mustahil untuk anak yang dikucilkan sejak kecil.

Di sisi lain, Sasuke merespon tragedi yang ia alami dengan cara berusaha keras untuk menjadi ninja yang hebat sehingga bisa membunuh kakaknya dan membalaskan dendam klan Uchiha. Tak heran ia selalu jadi yang nomor satu sewaktu di akademi.

Nasib (dan campur tangan orang dalam) membuat mereka berdua berada dalam satu tim bersama Sakura Haruno di bawah bimbingan Kakashi Hatake. Dua orang yang masa kecilnya sendiri akhirnya menemukan keluarga baru.

Bedanya, Naruto selalu berusaha melindungi “keluarga baru” tersebut dan Sasuke dibutakan oleh balas dendam sehingga sempat meninggalkan keluarganya tersebut. Bahkan, ada di satu titik kalau Sasuke ingin membunuh Naruto, Sakura, hingga Kakashi.

Pada perjalanannya, Naruto perlahan mendapatkan apa yang ia inginkan: Pengakuan dari warga desa. Ia telah dianggap sebagai pahlawan setelah berhasil mengalakan Pain, ketua organigasi Akatsuki.

Di sisi lain, Sasuke tak pernah habis dengan dendamnya. Setelah Itachi mati, ia ingin menghancurkan desa Konoha. Setelah itu berubah lagi ia ingin membuat revolusi dan menjadi seorang Hokage. Kebencian telah mengonsumsi Sasuke secara buruk.

Penutup

“Kita adalah bocah-bocah kesepian yang mendambakan cinta… tapi, malah menuai kebencian.”

Sasuke Uchiha di komik naruto Vol. 71

Meskipun melalui masa kecil yang kesepian, pada akhirnya Naruto dan Sasuke berhasil keluar dari neraka tersebut. Mereka sama-sama memiliki keluarga kecil yang relatif bahagia dan kekuatannya diakui oleh semua orang.

Di sini kita bisa melihat kalau Naruto merespon rasa kesepian tersebut dengan cara berusaha mendapatkan atensi dari pihak luar. Dengan memiliki hubungan dengan orang lain, Naruto bisa menghilangkan rasa kesepian yang ia rasakan.

Sasuke merespon rasa kesepiannya dengan mengembangkan dirinya sendiri agar menjadi kuat. Ia seolah tidak peduli dengan orang lain dan hanya berfokus pada dirinya agar bisa meraih tujuan yang ia inginkan.

Mana cara yang benar? Tidak ada benar dan salah di sini. Semua orang punya caranya masing-masing untuk mengatasi masalah kesepian yang dialami. Kisah Naruto dan Sasuke hanyalah beberapa contoh yang bisa dilakukan untuk mengatasi kesepian.

Ada banyak cara untuk mengatasi kesepian dan setiap individu pasti memiliki cara yang berbeda-beda. Mana yang paling cocok untuk kita, hanya kita yang tahu.


Lawang, 7 November 2021, terinspirasi setelah membaca komik Naruto vol. 71

Foto: Wallpaper Access

Continue Reading

Anime & Komik

Sekolah Superhero Ala My Hero Academia

Published

on

By

Sebagai anak laki-laki, wajar jika Penulis menyukai manga atau anime shounen yang identik dengan adegan action dan kekuatan-kekuatan super.

Buat yang belum tahu, shounen merupakan istilah untuk menggambarkan genre manga/anime yang ditujukan untuk pasar remaja laki-laki, walau pada kenyataannya orang dewasa pun masih banyak yang mengikutinya.

Dragon Ball menjadi anime shounen pertama yang disukai karena sewaktu kecil suka membaca komiknya dan menonton animenya di Indosiar dan Animax. Setelah itu, Penulis juga menyukai Naruto dan membaca manganya hingga tamat.

Keduanya sudah lama tamat. Lanjutannya (Dragon Ball Super dan Boruto) Penulis anggap tidak terlalu menarik sehingga hanya mengikuti ala kadarnya.

Untungnya, Penulis memiliki pilihan anime shounen yang tidak kalah menarik sekarang: My Hero Academia.

Awal Pertemuan dengan My Hero Academia

Midoriya dan All Might (Pinterest)

Pertemuan pertama Penulis dengan anime My Hero Academia (僕のヒーローアカデミア/Boku no Hero Academia) terjadi setelah saran dari mantan teman kantor di tempat lama.

Pada tahun 2017, Penulis baru memulai untuk menonton serial anime untuk mengisi waktu luang setelah pulang bekerja. Oleh karena itu, Penulis meminta beberapa rekomendasi. Salah satunya ya My Hero Academia (MHA) ini.

Setelah Penulis tonton, ternyata temanya sangat cocok dengan Penulis. Sebagai penggemar film-film superhero, MHA bagi Penulis mampu memberikan angle yang menarik di tengah gempuran Marvel dan DC Comics.

Apalagi sang tokoh utama, Izuku Midoriya, digambarkan sebagai tokoh yang sama sekali tidak memiliki kekuatan (quirk). Padahal, ia selalu memiliki cita-cita menjadi superhero seperti idolanya, All Might.

Untungnya, Midoriya dipilih oleh All Might untuk mewarisi kekuatannya yang bernama One for All. Ia pun berlatih untuk bisa mengendalikan kekuatan tersebut. Tema zero to hero ini Penulis sukai karena bisa memotivasi kita sebagai penonton.

Sekolah Superhero

U.A. High School (My Hero Academia – Fandom)

Goku hanya pernah melakukan latihan bersama guru-gurunya, mulai Master Roshi hingga Whis. Naruto masuk ke akademi ninja, namun tidak diceritakan bagaimana kehidupannya selama menempuh pendidikan di sana.

Baru kali inilah, setidaknya sepengetahuan Penulis, kita akan melihat bagaimana superhero dilatih dan ditempa di sebuah institusi khusus. Konsepnya terlihat mirip dengan X-Men dari Marvel.

Sang tokoh utama kita, Midoriya, bersekolah di U.A. High School. Sekolah ini menjadi salah satu sekolah superhero terbaik di Jepang. All Might juga menjadi pengajar di sini.

Setiap tingkat, ada 11 kelas yang dibagi berdasarkan departemennya menjadi seperti berikut:

  • Kelas A-B: Department of Heroes
  • Kelas C-E: Department of General Education
  • Kelas F-H: Department of Support
  • Kelas I-K: Department of Management

Midoriya berhasil masuk ke kelas A, yang mungkin bisa dianggap sebagai kelas unggulan untuk para calon superhero. Ia pun bertemu dengan teman-teman kelasnya yang juga memiliki kemampuan unik (gambar banner adalah murid-murid kelas A).

Penulis hanya heran karena 1 hal. Ada beberapa murid kelas B yang lebih kuat dari murid kelas A dengan kekuatan yang lebih berguna di pertarungan. Penulis kurang tahu apa standar yang digunakan oleh U.A. dalam pembagian kelas.

Hitam Putih antara Supervillain dan Superhero

Tomura Shigaraki (CBR)

Dengan latar dunia di mana mayoritas manusianya memiliki quirk, wajar jika ada sekolah superhero untuk melatih anak-anak berbakat mengendalikan kemampuannya demi melawan kejahatan.

Tentu saja ada pihak-pihak yang menyalahgunakan kekuatannya untuk berbuat jahat. Ada yang skala kecil, tapi ada juga tingkat kejahatan yang melampaui batas.

Seperti kebanyakan anime shounen, MHA pun terlihat memiliki klise di mana yang baik dan yang jahat digambarkan dengan begitu hitam putih. Sang tokoh utama pun digambarkan sebagai orang yang sangat bermoral, seperti Goku dan Naruto.

Musuh utama dari para pahlawan kita adalah League of Villains yang dipimpin oleh All for One, yang sekarang nampaknya dipimpin oleh Tomura Shigaraki.

Tentu di perjalanannya ada banyak musuh dari kubu lain, yang menurut Penulis menjadi salah satu kekurangan anime MHA yang terlihat sering mengulur waktu agar ceritanya semakin panjang.

Siapa Karakter Favorit Penulis?

Himiko Toga (Screen Rant)

Sebagai anime yang memiliki buanyak karakter karena tema sekolah superheronya, siapa yang menjadi favorit Penulis? Anehnya, Penulis lebih memilih Himiko Toga yang sepintas mengingatkan kita kepada karakter Harley Quinn dari Suicide Squad.

Tidak ada alasan spesifik, suka saja dengan karakternya. Padahal, ia adalah anggota dari League of Villain walau rasanya ia tidak benar-benar jahat.

Kalau dari sisi superhero-nya, mungkin Penulis akan lebih memilih Ochaco Uraraka. Gemas saja melihat karakternya yang imut dan suka salting ketika berhadapan dengan Midoriya.

Mirio Togata yang mirip Tintin juga karakter yang Penulis sukai. Dulu Penulis sempat memilih Fumikage Tokoyami dan Shoto Todoroki sebelum akhirnya memutuskan untuk berpindah haluan.

Penutup

My Hero Academia layak menjadi anime shounen favorit Penulis yang ketiga setelah Dragon Ball dan Naruto. Alur ceritanya, komedinya, adegan aksinya, semua benar-benar sesuai dengan selera Penulis.

Karena pada dasarnya lebih suka membaca manga, Penulis sudah tahu bagaimana cerita dari MHA ke depannya. Maklum, animenya masih season 5 dan cerita manganya sudah berjalan begitu jauh.

Salah satu kekhawatiran Penulis adalah animenya tidak akan tamat mengikuti serial manga. Bisa saja ending-nya diubah seperti The Promised Neverland sehingga menimbulkan kekecewaan.

Jika jumlah episode setiap season-nya sama seperti sekarang (sekitar 20-an), bisa jadi MHA akan tamat pada season yang jumlahnya puluhan. Sudahlah, nikmati saja anime yang bertema sekolah superhero ini!


Lawang, 30 Juli 2021, terinspirasi karena ingin menulis tentang My Hero Academia

Foto: DevianArt

Sumber Artikel: My Hero Academia Wiki | Fandom

Continue Reading

Fanandi's Choice

Copyright © 2021 Whathefan