Buku
Setelah Membaca Bising
Penulis baru sekali membaca buku karya Kurniawan Gunadi. Judulnya adalah Arah Musim.
Waktu itu Penulis sempat kaget dengan format bukunya. Setiap cerita hanya terdiri dari beberapa halaman dan tidak memiliki kesinambungan satu sama lain.
Nah, ketika Penulis mengetahui kalau ia akan merilis buku baru, Penulis sudah tahu akan membaca buku seperti apa.
Berjudul Bising, buku ini bisa membuat kita takut untuk beranjak dewasa yang penuh dengan kebisingan!
Apa Isi Buku Ini?
Dari judul dan sinopsisnya, buku ini jelas berfokus pada “kebisingan” yang sering terjadi di sekitar kita.
Dalam menjalani hidup, ada begitu banyak suara yang mempengaruhi setiap langkah kita. Nadanya pun bermacam-macam.
Ada yang sini, ada yang menuntut, ada yang meremehkan, dan lain sebagainya. Begitu riuh hingga suara kita sendiri tak terdengar.
Sama seperti buku sebelumnya, buku ini juga terdiri dari puluhan cerita (super) pendek yang berbeda sudut pandang.
Buku ini seperti kumpulan curhat orang-orang yang menjalani kehidupannya, kebanyakan bernada negatif dan lelah.
Hanya saja, bagi Penulis buku ini bisa menciptakan semacam ketakutan. Kita dipaksa melihat realita kehidupan yang mungkin begitu dekat atau bahkan tak pernah terlintas.
Penulis sendiri sempat merasa getir ketika membaca cerita demi ceritanya, membayangkan kalau masa depan memang terlihat begitu mengerikan.
Setelah Membaca Buku Bising
Penulis merasa kalau buku ini sebenarnya ditulis dengan tujuan untuk memberi semangat kepada orang-orang yang kehidupannya penuh dengan “kebisingan”.
Sayangnya, Penulis merasa kalau buku ini menjadi semacam teror kalau kehidupan itu sebegini mengerikan. Emosi kita akan dibuat naik-turun.
Tuntutan, cercaan, nyinyiran dari orang lain akan terus menemani hidup kita hingga rasanya ingin menutup telinga selamanya.
Sisi positif dari buku ini adalah membuat kita merasa siap karena telah diperlihatkan kalau beginilah yang bisa terjadi pada kita di masa depan.
Kita tidak akan merasa kaget jika (amit-amit) ada kejadian di kehidupan kita yang mirip dengan cerita di buku ini.
Rasanya Penulis hampir tidak menemukan bagaimana solusi menghadapi “kebisingan” yang dihadapi oleh karakter-karakter di buku ini.
Kebanyakan memutuskan untuk pasrah dan menerima keadaannya dengan ikhlas, tapi mungkin hanya Penulis saja yang lupa.
Mungkin sang penulis buku ini berharap kalau pembaca lah yang akan menemukan solusi untuk “kebisingan” yang mereka hadapi.
Buku ini hanya menjabarkan realita yang ada, bukan memberikan jalan keluar dari masalah yang ada.
Dari segi bahasa, buku ini jelas mudah dipahami. Rasanya buku ini menyasar orang-orang yang akan beranjak dewasa.
Hanya saja, jika berencana untuk membaca buku ini, bersiaplah untuk merasa takut karena bisa jadi cerita-cerita yang ada di buku ini akan terjadi di masa depan kita.
Nilainya: 4.0/5.0
You must be logged in to post a comment Login