Permainan

Koleksi Board Game #35: Camel Up: The Card Game

Published

on

Dulu waktu masih kerja di tempat lama, teman Penulis yang bernama Pandu berhasil memperkenalkan Penulis ke dunia board game. Namun, waktu itu Penulis masih belum tergerak untuk mulai membeli board game karena harganya yang lumayan mahal.

Sewaktu pindah ke tempat kerja yang baru, kok ternyata atasan Penulis juga merupakan kolektor board game. Meskipun work from home (WFH) hingga hari ini, Penulis pernah beberapa kali datang ke kantor yang terletak di daerah Tangerang.

Nah, atasan Penulis ini sering membawa board game-nya untuk dimainkan ketika waktu istirahat kerja. Salah satu yang pernah dibawa dan berhasil membuat Penulis tertarik untuk memilikinya adalah Camel Up: The Card Game, yang akan Penulis bahas kali ini.

Detail Board Game Camel Up: The Card Game

  • Judul: Camel Up: The Card Game
  • Desainer: Steffen Bogen
  • Publisher: Pretzel Games
  • Tahun Rilis: 2023
  • Jumlah Pemain: 2 – 6 pemain
  • Waktu Bermain: 30 – 45 menit
  • Rating BGG: 6,8
  • Tingkat Kesulitan: 2,06/5
  • Harga: Rp250.000

Cara Bermain Camel Up: The Card Game

(Board Game Geek)

Di antara board game Penulis lain yang berukuran serupa, Camel Up: The Card Game bisa dianggap yang persiapannya paling ribet karena komponennya lumayan banyak. Yang jelas, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menata kartu arena balapannya secara berurutan, yang tergantung jumlah pemain.

Setiap pemain akan mendapatkan 3 Egyptian Pound, 1 token Fennec, dan 1 token Shortcut. Setelah itu, jejerkan kartu bidding di dekat semua pemain. Ada beberapa jenis kartu bidding yang bisa diambil pemain setiap putaran, yakni:

  • Final Betting Overall Winner Card: Memilih unta yang akan finis pertama ketika Race berakhir
  • Final Betting Overall Loser Card: Memilih unta yang akan finis terakhir ketika Race berakhir
  • Leg Betting Winner Card: Memilih unta yang unggul di tiap Leg dengan jumlah koin yang berbeda-beda, termasuk juga Leg Betting Midfield Cards yang memilih unta yang berada di posisi ke-3

Akan ada 5 unta yang turut serta dalam balapan dan akan mulai dari belakang garis Start (kartu arena nomor 1), serta 1 unta gila yang berwarna hitam yang akan diletakkan pada kartu arena nomor 7. Di awal balapan, buka lima kartu untuk menentukan posisi awal unta.

Setiap pemain nanti akan mendapatkan kartu unta secara acak (baik warna maupun berapa langkah ia akan melangkah), lantas memilih beberapa untuk dimasukkan ke dalam Racing Deck dan satu kartu untuk diletakkan di depan.

Tergantung jumlah pemain, ada juga beberapa kartu tambahan secara acak yang akan ditambahkan ke Racing Deck. Tak hanya itu, kita juga akan memilih dua kartu unta yang berwarna hitam untuk dimasukkan ke dalam Racing Deck.

Setelah itu, permainan pun bisa dimulai. Dimulai dari pemain pertama, ia bisa memilih beberapa aksi untuk dilakukan, yakni:

  1. Memainkan token Fennec atau Shortcut
  2. Membuka kartu teratas dari Racing Deck
  3. Memainkan kartu yang ada di depan kita atau membeli kartu pemain lain seharga 1 koin

Setelah memilih salah satu aksi di atas, pemain bisa mengambil satu kartu Betting, baik Leg Betting Card maupun Final Betting Card. Untuk kartu Final Betting, baik Winner maupun Loser, pemain hanya bisa mengambil satu per jenisnya. Jadi, kita tidak boleh menjagokan dua unta untuk menjadi juaranya.

Leg akan berakhir ketika Racing Deck habis. Jika Leg berakhir, maka setup akan diulang lagi dari awal dan Leg berikutnya pun dimulai. Permainan pun akan terus berlangsung hingga salah satu unta berhasil melintasi garis finis.

Ada beberapa detail peraturan lain yang belum Penulis sebutkan, tapi secara garis besar seperti itulah cara bermain Camel Up: The Card Game. Pemenangnya adalah pemain yang memiliki koin terbanyak di akhir permainan.

Setelah Bermain Camel Up: The Card Game

(ComicBook)

Camel Up adalah salah satu board game yang menarik perhatian Penulis karena konsep “taruhan” yang diusung. Penulis bahkan pernah memainkan versi aslinya yang seharga Rp700 ribu-an dan memang seseru itu.

Nah, Camel Up: The Card Game adalah versi budget yang lebih ramah kantong. Meskipun mekanismenya jauh berbeda, inti dari permainannya berhasil dipertahankan dengan baik, sama-sama push your luck.

Namun, tingkat ke-random-an versi kartunya bisa dibilang lebih rendah jika dibandingkan dengan aslinya yang menggunakan dadu. Pasalnya, pemain bisa memilih kartu apa yang akan muncul di racing deck, sehingga setidaknya bisa menebak beberapa unta yang akan keluar.

Dengan demikian, kita bisa memilih strategi apa untuk bisa mendapatkan uang terbanyak. Misal, kita ingin unta ungu kalah, maka kita tidak akan memainkan kartu unta ungu. Contoh lain, kita tidak ingin unta kuning menang, maka kita akan membuang kartu unta ungu.

Strategi ini terasa makin deep karena kartu bidding-nya sangat bervariasi. Kita tidak hanya memilih mana unta yang akan menang, tapi juga bisa memilih unta yang akan kalah maupun berada di urutan 2 hingga 4, walau uang yang didapat relatif lebih sedikit.

Hanya saja, Penulis merasa dua token Fennec dan Shortcut terasa kurang berguna. Selain karena pemain terlalu fokus dengan unta yang sedang balapan, token yang sudah dipasang justru jarang kena ke untanya. Setidaknya, itu yang Penulis rasakan selama bermain board game ini.

Tidak hanya itu, peran unta gila di sini juga terasa kurang signifikan. Mungkin, karena ia naik ke atas unta (bukan ke bawahnya), jadinya jarang ada unta yang berada di atasnya. Ini berbeda dengan versi aslinya yang entah mengapa lebih mudah berada di atas unta hitam.

Untuk kualitas komponennya, unta-untanya terasa sangat solid dan begitu enak ketika digerakkan. Koinnya juga terasa cukup solid, mirip dengan kualitas koin dari Machi Koro 2. Kartunya standar saja, tapi cukup tebal agar tidak mudah tertekuk.

Yang jelas, Camel Up: The Card Game adalah versi singkat dari Camel Up yang cocok untuk dibawa ke tongkrongan karena ukurannya yang mungil. Hanya saja, board game ini butuh meja yang cukup luas karena arena balapannya cukup memakan ruang.

SKOR: 7/10

Seingat Penulis, ada jeda cukup panjang untuk membeli board game lagi setelah Penulis membeli Camel UP: The Card Game. Pilihan Penulis jatuh kepada board game lokal yang sebelumnya telah Penulis pernah mainkan: Waroong Wars!


Lawang, 7 September 2026, terinspirasi setelah ingin melanjutkan seri board game ini

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Batalkan balasan

Fanandi's Choice

Exit mobile version