Fiksi

[REVIEW] Setelah Membaca A Midsummer’s Equation

Published

on

Penulis memiliki kebiasaan jika sudah menyukai sebuah karya seorang penulis, maka Penulis akan berusaha untuk membaca karya lainnya. Itulah yang terjadi pada Agatha Christie, Dee Lestari, Andrea Hirata, Leila S. Chudori, Seno Gumira Ajidarma, dan masih banyak lainnya.

Nah, itu juga yang ada di pikiran Penulis setelah membaca Keajaiban Toko Kelontong Namiya dan The Devotion of Mr. X karya Keigo Higashino, wajar jika Penulis membeli novelnya yang lain. Pilihan Penulis jatuh ke buku A Midsummer’s Equation atau Rumus Kebenaran Musim Panas.

Salah satu alasan Penulis membeli novel ini adalah karena masih termasuk ke dalam Seri Detektif Galileo. Selain itu, adanya tema kelestarian alam juga menjadi alasan lainnya. Sayangnya, Penulis tidak mendapatkan kepuasan seperti dua novel Keigo sebelumnya.

[SPOILER ALERT!!!]

Detail Buku A Midsummer’s Equation

  • Judul: A Midsummer’s Equation (Rumus Kebenaran Musim Panas
  • Penulis: Keigo Higashino
  • Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
  • Cetakan: Ke-2
  • Tanggal Terbit: Januari 2023
  • Tebal: 440 halaman
  • ISBN: 9786020674858
  • Harga: Rp119.000

Sinopsis Buku A Midsummer’s Equation

Dalam kunjungannya ke Harigaura untuk menghadiri diskusi rencana proyek penggalian sumber daya bawah laut, Profesor Yukawa Manabu menyaksikan panasnya perdebatan di antara warga lokal. Sementara sebagian pihak mendukung rencana itu demi menghidupkan kembali perekonomian, pihak lain mati-matian menentang karena ingin menjaga kelestarian alam.

Namun, bukan hanya proyek tersebut yang meresahkan kota itu. Keesokan paginya, salah satu tamu penginapan yang ditempati Yukawa ditemukan tewas di pantai berbatu-batu. Saat diketahui sang korban merupakan mantan polisi Tokyo dan tewas keracunan karbon monoksida, timbul kecurigaan bahwa ia dibunuh.

Apa yang dilakukan mantan polisi itu di Harigaura? Apakah ada yang ingin membungkamnya? Kenapa? Sekali lagi, Yukawa mendapati dirinya berada di tengah misteri yang harus dipecahkan.

Isi Buku A Midsummer’s Equation

Kita kembali mengikuti perjalanan Profesor Yukawa Manabu, yang kali ini pergi ke Harigaura karena di sana sedang ada konflik yang dipicu oleh proyek penggalian sumber daya bawah laut. Mirip dengan situasi di negara kita sendiri, walau di cerita ini tidak ada kekerasan dari aparat (oops).

Namun, kita memulai kisah novel ini dari sudut pandang Esaki Kyohei, seorang anak kelas 5 SD yang sedang menuju Harigaura untuk menginap di penginapan milik om dan tantenya. Secara kebetulan, ia satu kereta dengan Yukawa.

Secara kebetulan lagi, Yukawa ternyata juga menginap di penginapan milik keluarga Kyohei. Penginapan tersebut terkesan mau bangkrut, karena pariwisata di Harigaura juga mengalami penurunan.

Hanya ada satu orang lain yang menginap di sana selain Yukawa, yakni Tsukahara Masatsugu, seorang mantan polisi. Naas, ia ditemukan tewas di pantai berbatu-batu. Namun, hasil otopsi mengatakan ia juga keracunan karbon monoksida, sehingga ada kemungkinan ia dibunuh.

Pihak kepolisian pun berusaha memecahkan kasus tersebut, sedangkan Yukawa justru menjalin hubungan yang unik dengan Kyohei sembari tetap mengumpulkan fakta-fakta yang ada. Belum lagi masalah penambangan yang jadi alasan Yukawa pergi ke Harigaura.

Lantas, siapa ternyata yang menjadi pelaku pembunuhan tersebut? Tentu tidak akan Penulis ungkap di sini karena di sanalah letak keseruan novel detektif.

Setelah Membaca A Midsummer’s Equation

Pada ulasan novel The Devotion of Suspect X, Penulis sudah mengeluhkan betapa bertele-telenya jalan cerita karena proses penyelidikan kepolisian yang kelewat lengkap dan panjang sekali. Rasanya seperti semua orang yang muncu di benak polisi harus dimintai keterangan.

Nah, “formula” tersebut diulang lagi di novel ini dengan lebih panjang lagi. Hal tersebut sempat membuat Penulis berhenti membaca novel ini cukup lama, padahal dua novel sebelumnya bisa Penulis tandaskan dengan cepat.

Penulis bahkan tak ingat siapa saja nama karakter yang ada di novel ini karena ada banyak banget, pakai nama Jepang pula.Dari pihak kepolisian saja (yang melibatkan banyak sekali instansi), mungkin ada sekitar 10 nama, belum nama-nama warga Harigaura.

Menariknya, banyaknya karakter yang ada di novel ini somehow pada akhirnya memiliki benang merahnya masing-masing. Jadi, karakter A ternyata memiliki hubungan dengan karakter B, karena itulah karakter A melakukan hal tersebut. Kurang lebih begitu.

Nah, salah satu momen yang menyenangkan untuk dibaca adalah bromance antara Yukawa dan Kyohei. Yukawa merupakan seorang dosen berotak cerdas, dan ia sering mengajak Kyohei melakukan eksperimen-eksperimen kecil yang menarik.

Satu nama yang menonjol di sini adalah Kawahata Narumi, yang merupakan anak dari pemilik penginapan yang ditinggali oleh Yukawa. Jadi, Narumi masih terhitung saudara sepupu dari Kyohei. Perannya di novel ini cukup menonjol, jadi Penulis menyarankan untuk selalu memperhatikannya.

Tema eksploitasi alam yang dihadirkan sebagai premis cerita pun jadi terasa tidak memiliki dampak apa-apa. Awalnya, Penulis mengira kalau kasus pembunuhan yang terjadi memiliki keterkaitan dengan konflik tersebut. Ternyata, motifnya benar-benar jauh dari sana.

Selain itu, plot twist yang dihadirkan di akhir cerita pun bukan yang benar-benar membuat tercengang. Memang masih mengejutkan, tapi efeknya tidak sedahsyat The Devotion of Suspect X. Kayak cuma “oh gitu” setelah mengetahui pelakunya, walau motifnya sendiri cukup mengejutkan.

Ending yang seolah “melindungi” pelaku karena alasan tertentu juga sedikit mengganjal bagi Penulis. Mungkin Yukawa melakukannya karena merasa memiliki ikatan khusus dengannya, berbeda dengan Hercule Poirot yang pernah secara tidak langsung menyuruh pembunuhnya membunuh dirinya sendiri.

Walau terbilang lambat (bahkan sangat lambat) di paruh pertama novel, tentu saja semakin ke belakang ceritanya semakin membuat penasaran sebagaimana novel misteri pada umumnya. Karena itulah Penulis pada akhirnya bisa menamatkan novel ini.

Apakah novel ini akan membuat Penulis kapok untuk membeli novel Keigo Higashino yang lain? Entahlah, yang jelas untuk sekarang Penulis memilih untuk membaca novel-novel yang telah dibeli, seperti Teka-Teki Rumah Aneh dari Uketsu misalnya.

Skor: 6/10


Lawang, 12 September 2025, terinspirasi setelah membaca buku A Midsummer’s Equation karya Keigo Higashino

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Batalkan balasan

Fanandi's Choice

Exit mobile version