<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Liga Inggris Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/liga-inggris/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/liga-inggris/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 25 Nov 2024 15:07:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.1</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Liga Inggris Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/liga-inggris/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menatap Masa Depan Manchester United Bersama Ruben Amorim</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/menatap-masa-depan-manchester-united-bersama-ruben-amorim/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/menatap-masa-depan-manchester-united-bersama-ruben-amorim/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Nov 2024 15:07:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Ruben Amorim]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8082</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah jeda internasional, akhirnya para penggemar Manchester United (MU) bisa menyaksikan pertandingan perdana timnya di bawah asuhan pelatih baru, Ruben Amorim. Ia menggantikan Erik Ten Hag yang dipecat beberapa minggu lalu. Hasilnya, sayang sekali tidak terlalu menyenangkan. Bertandang ke Portman Road yang menjadi kandang Ipswich Town, setan merah hanya berhasil meraih imbang 1-1. Bahkan, seandainya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/menatap-masa-depan-manchester-united-bersama-ruben-amorim/">Menatap Masa Depan Manchester United Bersama Ruben Amorim</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Setelah jeda internasional, akhirnya para penggemar Manchester United (MU) bisa menyaksikan pertandingan perdana timnya di bawah asuhan pelatih baru, Ruben Amorim. Ia menggantikan <a href="https://whathefan.com/olahraga/kunci-bahagia-jangan-jadi-fans-manchester-united/">Erik Ten Hag yang dipecat beberapa minggu lalu</a>.</p>



<p>Hasilnya, sayang sekali tidak terlalu menyenangkan. Bertandang ke Portman Road yang menjadi kandang Ipswich Town, setan merah hanya berhasil meraih imbang 1-1. Bahkan, seandainya Andre Onana tidak tampil super, MU sangat berpeluang untuk kalah.</p>



<p>Penulis paham jika semua butuh proses. Tidak mungkin dalam satu laga Amorim langsung bisa mengubah MU kembali ke masa jayanya, apalagi dengan komposisi pemain yang sama. Oleh karena itu, mari kita menatap masa depam MU bersamanya.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/puisi-di-dalam-lirik-peterpan-dan-noah-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/puisi-di-dalam-lirik-peterpan-dan-noah-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/puisi-di-dalam-lirik-peterpan-dan-noah-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/puisi-di-dalam-lirik-peterpan-dan-noah-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/puisi-di-dalam-lirik-peterpan-dan-noah-banner.jpg 1280w " alt="Puisi di Dalam Lirik: Peterpan dan Noah" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/musik/puisi-di-dalam-lirik-peterpan-dan-noah/">Puisi di Dalam Lirik: Peterpan dan Noah</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana Amorim Menerjemahkan Filosofinya ke MU</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/masa-depan-mu-ruben-amorim-1-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8087" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/masa-depan-mu-ruben-amorim-1-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/masa-depan-mu-ruben-amorim-1-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/masa-depan-mu-ruben-amorim-1-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/masa-depan-mu-ruben-amorim-1-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">MU di Bawah Arahan Amorim (<a href="https://sport.optus.com.au/news/premier-league/os83962/manchester-united-insipid-ipswich-ruben-amorim-frustrated-debut">Optus Sport</a>)</figcaption></figure>



<p>Selama Penulis menjadi penggemar MU, tim ini hampir selalu menggunakan formasi empat bek, dari zaman <a href="https://whathefan.com/olahraga/merindukan-sentuhan-sir-alex/">Sir Alex Ferguson</a> hingga Erik Ten Hag. Nah, Amorim ini beda, karena dia terbiasa menggunakan formasi tiga bek, tepatnya <strong>3-4-2-1</strong>.</p>



<p>Hal ini pun langsung ia terapkan pada pertandingan kemarin, meskipun waktu latihan yang ia lakukan bersama tim bisa terbilang cukup singkat. Selain itu, karena ada banyak pemain bertahan yang cedera, ia sedikit melakukan eksperimen.</p>



<p>Pada line-up, awalnya ia memasang Matthijs de Ligt, Johnny Evans, dan Noussair Mazraoui yang notabene merupakan bek sayap. Di babak kedua, ia bahkan mengganti Evans dengan Luke Shaw yang juga merupakan bek sayap dan baru sembuh dari cederanya.</p>



<p>Menggeser posisi sayap menjadi bek tengah sebenarnya bukan hal baru, apalagi pemain MU seperti Shaw juga pernah melakukannya. Tak jarang bek sayap akhirnya malah jadi bek tengah tetap, seperti yang terjadi pada Benjamin Pavard di Inter Milan.</p>



<p>Selain itu, ada yang menarik di babak kedua, di mana Amorim memasukkan Rasmus Hojlund dan Joshua Zirkzee sekaligus, menggantikan Christian Eriksen dan Marcus Rashford. Waktu melihat ini, Penulis benar-benar bingung dengan strategi sang pelatih.</p>



<p>Jika melihat polanya, Bruno Fernandes tampaknya ditarik agak mundur untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Eriksen dan salah satu dari Hojlund atau Zirkzee menempati posisi Bruno di belakang striker bersala Alejandro Garnacho.</p>



<p>Hal menarik lainnya di pertandingan kemarin adalah penempatan Amad Diallo di posisi bek kanan, yang ternyata cukup cocok untuknya. Pada pertandingan kemarin, Diallo berhasil memberikan <em>assist </em>untuk gol yang dicetak oleh Rashford.</p>



<p>Berdasarkan pertandingan kemarin, Penulis menilai kalau Amorim adalah tipikal pelatih yang tidak ragu untuk melakukan banyak eksperimen untuk menyesuaikan para pemainnya dengan sistem yang ia buat. Para pemain tampaknya harus keluar dari zona nyamannya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Jangan Menaruh Terlalu Banyak Ekspetasi kepada Amorim</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/masa-depan-mu-ruben-amorim-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8088" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/masa-depan-mu-ruben-amorim-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/masa-depan-mu-ruben-amorim-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/masa-depan-mu-ruben-amorim-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/masa-depan-mu-ruben-amorim-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Wawancara Ruben Amorim (<a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.youtube.com%2Fwatch%3Fv%3DHqzBJSp1mxY&amp;psig=AOvVaw1mZP8USzRyJ6-xhbAAYugc&amp;ust=1732633401206000&amp;source=images&amp;cd=vfe&amp;opi=89978449&amp;ved=0CAMQjB1qFwoTCNDewcXg94kDFQAAAAAdAAAAABAc">YouTube</a>)</figcaption></figure>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>“Pertandingan yang sulit. Saya melihat para pemain saya terlalu banyak berpikir. Hal-hal baru, dan mereka memikirkan apa yang harus mereka lakukan. Itu tidak normal pada tahap musim ini, tetapi sejak awal sulit bagi mereka untuk mengatasinya. Ini seri dan itu bukan perasaan yang baik ketika Anda berada di Manchester United.”</p>
</blockquote>



<p>Pernyataan di atas terlontar dari mulut Amorim seusai laga. Menurutnya, pemainnya masih ragu-ragu di lapangan, hal yang sebenarnya masih bisa dimaklumi karena strategi yang dibawa Amorim benar-benar baru dan para pemain butuh waktu untuk beradaptasi.</p>



<p>Amorim juga merupakan tipe pelatih yang memperhatikan <em>ball possesion</em>, dan menurutnya pertandingan kemarin MU kurang memegang kendali. Hal ini memang sangat terlihat, terutama di babak pertama di mana MU justru sering tertekan oleh Ipswich Town.</p>



<p>Dengan demikian, dapat disimpulkan kalau para penggemar mau tidak mau harus bersabar (lagi) sembari terus memantau progres yang diperlihatkan oleh Amorim dan pemainnya di lapangan. </p>



<p>Kita para penggemar juga harusnya melakukan interopeksi diri, jangan terlalu berekspetasi kepada pelatih baru. Entah sudah ada berapa pelatih top yang gagal menangani MU. Tim ini sakit bukan hanya di lapangan, tapi sudah menyebar ke berbagai sektor. </p>



<p>Apalagi, Amorim merupakan pelatih muda. Walau ia berhasil mencatatkan prestasi fenomenal, jangan langsung berharap kalau ia akan menjadi The Next Alex Ferguson. Ia hanya lebih tua beberapa hari dari <a href="https://whathefan.com/olahraga/jangan-menangis-ronaldo-anda-tetap-salah-satu-goat/">Cristiano Ronaldo</a>, jelas ia masih butuh banyak tambahan jam terbang. </p>



<p>Jadi, untuk sekarang lebih baik kita nikmati saja proses berubahnya MU di bawah arahan Amorim. </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 25 November 2024, terinspirasi setelah menonton pertandingan perdana Manchester United di bawah asuhan Ruben Amorim</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.france24.com/en/live-news/20241124-man-utd-confused-and-afraid-as-ipswich-hold-amorim-to-debut-draw">France24</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/menatap-masa-depan-manchester-united-bersama-ruben-amorim/">Menatap Masa Depan Manchester United Bersama Ruben Amorim</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/menatap-masa-depan-manchester-united-bersama-ruben-amorim/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manchester United Tidak Sedang Baik-Baik Saja</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/manchester-united-tidak-sedang-baik-baik-saja/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/manchester-united-tidak-sedang-baik-baik-saja/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Sep 2023 15:13:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Erik ten Hag]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[MU]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6851</guid>

					<description><![CDATA[<p>Minggu kemarin jelas bukan minggu yang menyenangkan bagi penggemar klub sepak bola Manchester United (MU). Pasalnya, ada begitu banyak masalah yang datang bertubi-tubi di awal musim 2023/2024 ini. Selain banyak pemain inti yang cedera, MU juga dipusingkan dengan perseteruan yang terjadi antara pelatih Erik ten Hag dan Jadon Sancho. Tidak hanya itu, Anthony pun terlibat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/manchester-united-tidak-sedang-baik-baik-saja/">Manchester United Tidak Sedang Baik-Baik Saja</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Minggu kemarin jelas bukan minggu yang menyenangkan bagi penggemar klub sepak bola <a href="https://whathefan.com/olahraga/nasib-manchester-united-setelah-ditinggal-ronaldo/">Manchester United (MU)</a>. Pasalnya, ada begitu banyak masalah yang datang bertubi-tubi di awal musim 2023/2024 ini.</p>



<p>Selain banyak pemain inti yang cedera, MU juga dipusingkan dengan perseteruan yang terjadi antara pelatih Erik ten Hag dan Jadon Sancho. Tidak hanya itu, Anthony pun terlibat kasus kekerasan terhadap perempuan yang mirip dengan <a href="https://whathefan.com/olahraga/mason-greenwood-bukti-pentingnya-educate-your-son/">kasus Mason Greenwood</a>.</p>



<p>Puncaknya adalah MU harus mengalami kekalahan yang memalukan atas Brighton &amp; Hove Albion dengan skor 1-3 di kandang pada hari Sabtu (16/9). Ini menjadi kekalahan ketiga secara berturut-turut MU di Liga Inggris dalam lima pertandingan.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">BACA JUGA: <a href="https://whathefan.com/olahraga/ketika-messi-memporak-porandakan-amerika-serikat/">Ketika Messi Memporak-porandakan Amerika Serikat</a></mark></p>
</blockquote>



<h2 class="wp-block-heading">Tidak Ada Lagi Kambing Hitam di Skuad</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/je2trnpcbD6czWqK6yyFCf_copy_1080x720-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6853" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/je2trnpcbD6czWqK6yyFCf_copy_1080x720-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/je2trnpcbD6czWqK6yyFCf_copy_1080x720-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/je2trnpcbD6czWqK6yyFCf_copy_1080x720-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/je2trnpcbD6czWqK6yyFCf_copy_1080x720.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">David De Gea (Kiri) dan Harry Maguire di Musim Kemarin (FourFourTwo)</figcaption></figure>



<p>Dulu ketika MU menderita hasil yang kurang baik, publik (terutama penggemar) akan dengan mudah mengambinghitamkan dua nama pemain, yakni <strong>Harry Maguire</strong> dan <strong><a href="https://whathefan.com/olahraga/david-de-gea-bukti-bahwa-kita-harus-beradaptasi-dengan-zaman/">David De Gea</a></strong>. Alasannya sederhana, keduanya kerap melakukan blunder yang fatal.</p>



<p>Namun, musim ini berbeda karena De Gea tidak mendapatkan perpanjangan kontrak, sedangkan Maguire sudah resmi menjadi <a href="https://whathefan.com/olahraga/inilah-alasan-kenapa-maguire-sebaiknya-di-bangku-cadangan-saja/">penghangat bangku cadangan</a>. Alhasil, kini yang menjadi sasaran, berdasarkan media sosial, adalah <a href="https://whathefan.com/olahraga/kadang-fans-sepak-bola-itu-merasa-lebih-pintar-dari-sang-pelatih/">sang pelatih <strong>Erik ten Hag</strong></a>.</p>



<p>Musim yang lalu, ten Hag dianggap sebagai sosok yang tepat untuk menukangi MU. Filosofi bermain sepak bolanya banyak dipuji, apalagi jika dibandingkan dengan era Ole Gunnar Solkjaer yang dianggap tidak punya filosofi.</p>



<p>Bahkan, banyak <em>fans </em>yang mendukung keputusannya yang <a href="https://whathefan.com/olahraga/ya-udah-sana-pergi/">membuang Cristiano Ronaldo</a> karena dianggap tidak cocok dengan gaya bermainnya. Sang mega bintang pun ngambek dan akhirnya memutuskan untuk cabut ke <a href="https://whathefan.com/olahraga/benarkah-arab-saudi-merusak-sepak-bola/">Liga Arab Saudi</a>.</p>



<p>Namun, hal yang berbeda terlihat di musim ini, di mana publik justru berbalik menghujat ten Hag. Ketidakmampuannya menangani Sancho dianggap sebagai bukti kalau ia memiliki <em>people management </em>yang buruk. Padahal, MU sedang krisis pemain terutama di lini depan.</p>



<p>Dengan keterbatasan pilihan pemain yang dapat dimainkan, ten Hag juga terlihat kurang solutif. Apalagi, penyakit lama para pemain yakni mental juga terlihat kambuh. Dalam beberapa pertandingan, Penulis sama sekali tidak melihat daya juang dari para pemainnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pemain Baru Justru Menjadi Masalah?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/73995087-0-image-m-115_1691237982533_copy_1080x720-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6854" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/73995087-0-image-m-115_1691237982533_copy_1080x720-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/73995087-0-image-m-115_1691237982533_copy_1080x720-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/73995087-0-image-m-115_1691237982533_copy_1080x720-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/73995087-0-image-m-115_1691237982533_copy_1080x720.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Andre Onana (Daily Mail)</figcaption></figure>



<p>Padahal, MU lumayan aktif di bursa transfer kemarin. Sayangnya, tampaknya belum semua <em>nyetel </em>dengan pola permainan MU. <strong>Andre Onana</strong>, kiper baru MU yang jago <em>build up </em>serangan, nyatanya sudah kebobolan 10 gol dari 5 pertandingan.</p>



<p>Penulis menemukan komentar yang menyebutkan bahwa baru sekarang lah terlihat betapa vital peran De Gea di bawah mistar gawang. Meskipun tidak mampu melakukan <em>build up </em>dan kadang melakukan blunder, harus diakui kemampuannya menghalau bola memang luar biasa. </p>



<p><strong>Rasmus Højlund</strong> yang diharapkan menjadi ujung tombak baru juga belum terlihat tajinya, meskipun memang ia baru satu kali dimainkan secara penuh saat berhadapan dengan Brighton. Ia sempat membuat gol, walau akhirnya dianulir.</p>



<p>Namun, untuk kasus Højlund banyak yang justru menyalahkan Marcus Rashford yang dianggap terlalu egois. Dalam beberapa pertandingan, terlihat ia terlalu bernafsu untuk mencatatkan namanya di papan skor, sehingga Højlund tidak mendapatkan suplai bola.</p>



<p>Pemain baru MU lainnya justru harus menepi karena cedera, seperti<strong> Mason Mount</strong> dan <strong>Sofyan Amrabat</strong>. Untuk<strong> Sergio Reguilón</strong> sendiri, menurut Penulis setidaknya ia mampu mem-<em>back up </em>posisi bek kiri yang ditinggal Luke Shaw dan Tyrell Malacia.</p>



<p>Oleh karena itu, tak heran jika ten Hag mau tidak mau jadi harus mengandalkan para pemain muda seperti <strong>Alejandro Garnacho</strong>, <strong>Facundo Pellistri</strong>, hingga<strong> Hanibal Mejbri</strong> yang baru mencatatkan gol perdananya untuk MU pada pertandingan melawan Brighton kemarin.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Melihat tren permainan MU dalam beberapa <em>match </em>terakhir, jujur Penulis benar-benar merasa pesimis ata perjalanan klub setan merah ini di musim ini. Permainan mereka benar-benar tidak enak dipandang dan memang layak untuk menderita kekalahan.</p>



<p>Banyaknya pemain yang cedera memang berpengaruh besar, tetapi seharusnya klub sebesar MU mampu memiliki solusi untuk mengatasinya. Mau dilihat dari kacamata mana pun, skuad yang dimiliki oleh MU jelas lebih bagus dari klub sekelas Brighton.</p>



<p>Erik ten Hag sebagai pelatih pun patut dievaluasi atas rentetan buruk yang terjadi baik di dalam maupun luar lapangan. Apalagi, ten Hag beberapa kali terekam justru menyalahkan ini itu, bukannya interopeksi diri mengapa klub yang ia latih bisa seberantakan ini.</p>



<p>Jika permasalahan MU adalah mental dan ego dari pemainnya, maka sudah menjadi tugas ten Hag untuk mencari solusinya. Sebagai pelatih klub yang memiliki nama besar, ia harus bisa melakukannya dalam waktu yang singkat.</p>



<p>Tampaknya, Penulis sebagai <em>fans </em>MU harus menerima kenyataan kalau dirinya akan (kembali) menjadi bulan-bulanan karena klub yang didukung sedang <em>ambyar</em>. Entah sampai kapan MU yang sedang tidak baik-baik saja ini akan berubah menjadi lebih baik.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Sumber Featured Image: <a href="https://thepeoplesperson.com/2023/09/18/assessing-the-difficulty-of-manchester-uniteds-start-to-the-season-269799/">The People Person</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/manchester-united-tidak-sedang-baik-baik-saja/">Manchester United Tidak Sedang Baik-Baik Saja</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/manchester-united-tidak-sedang-baik-baik-saja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Haaland Itu Memang Monster</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/haaland-itu-memang-monster/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/haaland-itu-memang-monster/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Oct 2022 15:43:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Haaland]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Machester United]]></category>
		<category><![CDATA[pinggir]]></category>
		<category><![CDATA[Premier League]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<category><![CDATA[striker]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5952</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah kejadian duka akibat ratusan orang meninggal dunia setelah menonton pertandingan Arema vs Persebaya, Penulis kembali &#8220;berduka&#8221; setelah melihat kekalahan memalukan Manchester United (MU) dalam derby Manchester. Tidak tanggung-tanggung, Manchester City mampu membabat MU dengan skor yang cukup unik, 6-3. Angka ini tampaknya akan menjadi angka keramat baru di kanal YouTube Suara Chinoll. Gol City [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/haaland-itu-memang-monster/">Haaland Itu Memang Monster</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Setelah kejadian duka akibat <a href="https://whathefan.com/olahraga/satu-nyawa-untuk-sepak-bola-itu-terlalu-banyak/">ratusan orang meninggal dunia setelah menonton pertandingan Arema vs Persebaya</a>, Penulis kembali &#8220;berduka&#8221; setelah melihat kekalahan memalukan <a href="https://whathefan.com/olahraga/jadi-pendukung-manchester-united-itu-harus-ekstra-sabar/">Manchester United (MU)</a> dalam <em>derby </em>Manchester.</p>



<p>Tidak tanggung-tanggung, Manchester City mampu membabat MU dengan skor yang cukup unik, <strong>6-3</strong>. Angka ini tampaknya akan menjadi angka keramat baru di kanal YouTube Suara Chinoll.</p>



<p>Gol City dicetak oleh <strong>Erling Haaland</strong> dan <strong>Phil Foden</strong>, di mana masing-masing mencetak 3 gol. MU hanya mampu memperkecil keadaan melalui <em>brace </em>Antony Martial dan Anthony. Ini sangat membuktikan kalau Haaland memang seorang monster.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Haaland Layak Disebut Sebagai Monster</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/haaland-itu-memang-monster-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5956" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/haaland-itu-memang-monster-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/haaland-itu-memang-monster-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/haaland-itu-memang-monster-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/haaland-itu-memang-monster-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Paket Striker Lengkap (<a href="https://futbol.si.com/features/erling-haaland-records-just-16-touches-in-community-shield">Futbol on FanNation</a>)</figcaption></figure>



<p>Haaland jelas menjadi sorotan utama. Selain mencetak <em>hat-trick </em>di debut <em>derby</em>-nya, ia juga mencatatkan dua <em>assist</em> yang berhasil diselesaikan dengan baik oleh Foden. Penampilannya malam itu membuatnya menjadi Man of the Match.</p>



<p>Setelah pertandingan tersebut, Haaland berhasil menorehkan total 14 gol hanya dari 8 pertandingan saja di Premier League. Sebagai perbandingan, saingan terdekatnya Harry Kane dari Tottenham baru menorehkan 7 gol saja. Bayangkan, dua kali lipat!</p>



<p>Moncernya Haaland tidak hanya di Liga Inggris saja. Di Liga Champion, Haaland sudah mencetak 3 gol dari dua pertandingan yang sudah dijalani. Artinya, dalam 11 pertandingan bersama Manchester City, total <strong>Haaland sudah mencetak 17 gol</strong>!</p>



<p>Di mata Penulis sebagai penggemar sepak bola, Haaland memang seorang <strong>striker dengan paket lengkap</strong>. <em>Finishing </em>dan <em>positioning</em>-nya sangat luar biasa. Kemampuan fisiknya juga bagaikan &#8220;badak&#8221; sehingga bek lawan kewalahan dalam menghalaunya.</p>



<p>Badannya yang besar (tinggi 194 meter, berat 88 kg) tidak membuat mobilitasnya lambat. Ia mampu melakukan <em>sprint </em>dengan cukup kencang dan lihai berlari dari belakang bek untuk menghindari jebakan <em>offside</em>. Haaland juga tak ragu turun untuk menjemput bola.</p>



<p>Sebagai orang kidal, Haaland mampu menyelesaikan peluang sama baiknya dengan kedua kakinya. Tentu tak jarang ia menggunakan kepalanya dengan memanfaatkan postur tubuhnya yang tinggi.</p>



<p>Kemampuan Haaland sebagai seorang <em>finisher </em>di City ditunjang dengan gelandang-gelandang hebat yang kerap memanjakannya dengan umpan manja. Tak terhitung berapa banyak <em>assist </em>cantik yang mampu diselesaikan oleh Haaland dengan baik.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pemain No. 9 Generasi Baru</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/haaland-itu-memang-monster-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5957" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/haaland-itu-memang-monster-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/haaland-itu-memang-monster-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/haaland-itu-memang-monster-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/haaland-itu-memang-monster-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption> The Next Ibrahimovi? (<a href="https://www.theguardian.com/football/2022/sep/14/manchester-city-borussia-dortmund-champions-league-match-report">The Guardians</a>)</figcaption></figure>



<p>Di era sepak bola modern, <strong>peran striker murni seolah makin tergerus</strong>. Pemain, selain penjaga gawang tentunya, dituntut untuk bisa bermain lebih dari satu posisi. Tipikal striker yang menunggu bola manis sudah jarang digunakan.</p>



<p>Bagi Penulis, striker murni pada 10 tahun terakhir yang benar-benar berhasil adalah Robert Lewandoski dan Zlatan Ibrahimovic. Mereka berdua sama-sama diakui sebagai striker yang haus gol dan berbahaya di depan gawang lawan.</p>



<p>Nah, menurut Penulis Haaland ini akan menjadi pemain nomor 9 baru yang juga akan berhasil. Bisa dibilang, ia adalah striker yang sangat lengkap dan memiliki kemampuan yang luar biasa, seperti yang sudah dibahas di poin sebelumnya. </p>



<p>Posturnya yang tinggi besar membuat kita teringat dengan Ibrahimovic. Apalagi, Haaland juga beberapa kali berhasil mencetak gol akrobatik seperti yang sering dilakukan oleh Ibrahimovic, seperti yang terlihat ketika ia membobol gawang mantan klubnya, Borussia Dortmund.</p>



<p>Penulis tidak akan heran jika dalam beberapa tahun ke depan, ia akan mampu meraih Ballon d&#8217;Or. Saingan terberatnya adalah Kylian Mbappe, yang juga mampu bermain baik bersama Paris Saint Germain.</p>



<p>Apalagi, Haaland masih berusia 22 tahun. Jalan karir yang dimiliki masih akan sangat panjang. Entah dia akan bertahan berapa lama di City. Bukan tidak mungkin, suatu saat ia ingin mencoba tantangan baru dengan bermain di klub lain seperti Real Madrid atau Barcelona.</p>



<p>Mungkin ujian sesungguhnya bagi Haaland adalah ketika berhadapan di pertandingan krusial seperti final Liga Champion. Di saat menghadapi lawan yang berat pada sebuah <em>match </em>penentuan, apakah seorang Haaland mampu tetap gacor?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Kalah <a href="https://whathefan.com/olahraga/gatau-harus-ngomong-apalagi/">bahas kekalahan MU</a>, Penulis sudah cukup bosan. Permainan MU sendiri di pertandingan <em>derby </em>tersebut tidak buruk amat-amat, hanya saja penampilan City bersama Haaland sudah berada di level yang lain.</p>



<p>Bahkan ketika membaca kolom komentar posting skor pertandingan ini, suporter MU yang biasanya mencaci-maki admin terlihat legowo dan mengajak untuk fokus ke <em>match </em>berikutnya. Kekalahan ini seolah dimaklumi karena memang level MU yang sekarang belum setinggi City.</p>



<p>Haaland tak bisa dipungkiri adalah salah satu pemain terbaik di dunia saat ini. Tinggal menunggu waktu saja kapan ia akan meraih gelar Ballon d&#8217;Or, apalagi kalau ia berhasil membawa City juara Liga Champion, sesuatu yang sangat didambakan oleh mereka.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 3 Oktober 2022, terinspirasi setelah menonton pertandingan antara Manchester United vs Manchester City</p>



<p>Foto: <a href="https://headtopics.com/id/man-of-the-match-manchester-city-vs-manchester-united-erling-haaland-bola-net-30370583">Head Topics</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/haaland-itu-memang-monster/">Haaland Itu Memang Monster</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/haaland-itu-memang-monster/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Inilah Alasan Kenapa Mereka Sebaiknya di Bangku Cadangan Saja</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/inilah-alasan-kenapa-maguire-sebaiknya-di-bangku-cadangan-saja/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/inilah-alasan-kenapa-maguire-sebaiknya-di-bangku-cadangan-saja/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Aug 2022 21:45:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[cadangan]]></category>
		<category><![CDATA[Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Harry Maguire]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Lisandro Martinez]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[MU]]></category>
		<category><![CDATA[pinggir]]></category>
		<category><![CDATA[Raphael Varane]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5885</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah memulai liga dengan dua kali kekalahan yang memalukan, akhirnya Manchester United (MU) mulai menunjukkan progres setelah mengalahkan Liverpool dengan skor 2-1 di Old Trafford. Dibandingkan dua pertandingan sebelumnya, permainan MU jelas terlihat jauh lebih baik. Pertahanan yang solid, aliran bola yang cukup lancar, serangan ketika masa trasisi lawan yang cepat, serta kepercayaan diri pemain [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/inilah-alasan-kenapa-maguire-sebaiknya-di-bangku-cadangan-saja/">Inilah Alasan Kenapa Mereka Sebaiknya di Bangku Cadangan Saja</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Setelah memulai liga dengan <a href="https://whathefan.com/olahraga/gatau-harus-ngomong-apalagi/">dua kali kekalahan yang me</a>malukan, akhirnya Manchester United (MU) mulai menunjukkan progres setelah mengalahkan Liverpool dengan skor 2-1 di Old Trafford.</p>



<p>Dibandingkan dua pertandingan sebelumnya, permainan MU jelas terlihat jauh lebih baik. Pertahanan yang solid, aliran bola yang cukup lancar, serangan ketika masa trasisi lawan yang cepat, serta kepercayaan diri pemain bisa disaksikan oleh para penonton.</p>



<p>Salah satu hal yang paling menonjol dari pertandingan ini adalah dirotasinya beberapa pemain yang sudah lama diserukan penggemar untuk dicadangkan. Apalagi, terbukti kalau para pemain pengganti mampu menampilkan performa yang, untuk saat ini, lebih baik.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Duet Solid Varane-Martinez (Plus Malacia)</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="WHAT A WIN! ❤️‍🔥 | Man Utd 2-1 Liverpool | Highlights" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/E9kFEjArR0c?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Ten Hag tampaknya membaca kolom komentar di pos media sosial yang membahas MU, di mana banyak penggemar yang meminta untuk mencadangkan <strong>Harry Maguire</strong>. Sebagai gantinya, duetkan <strong>Raphael Varane </strong>dan<strong> Lisandro Martinez</strong>.</p>



<p>Alhasil, duet tersebut pun dimainkan dalam laga krusial melawan rival abadi mereka, Liverpool. Hasilnya, mereka menunjukkan kesolidan yang luar biasa dalam bertahan. Permainan yang mereka tunjukkan <a href="https://whathefan.com/olahraga/jadi-pendukung-manchester-united-itu-harus-ekstra-sabar/">benar-benar menggembirakan penggemar</a>.</p>



<p>Berdasarkan data dari Sofascore, Varane berhasil membuang bola sebanyak 9 kali dan <em>tackle </em>4 kali. Selain itu, ia juga berhasil memenangkan 4 dari 6 duel di lapangan serta 2 kali memenangkan duel udara.</p>



<p>Martinez, meskipun hampir membuat gol bunuh diri, juga patut diapresiasi. Meskipun tidak terlalu banyak memenangkan duel di lapangan, ia berhasil membuang bola 7 kali dan melakukan blok sebanyak 3 kali. Penulis melihat ada banyak potensi dari duet kedua pemain.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/inilah-alasan-kenapa-maguire-sebaiknya-di-bangku-cadangan-saja-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5890" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/inilah-alasan-kenapa-maguire-sebaiknya-di-bangku-cadangan-saja-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/inilah-alasan-kenapa-maguire-sebaiknya-di-bangku-cadangan-saja-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/inilah-alasan-kenapa-maguire-sebaiknya-di-bangku-cadangan-saja-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/inilah-alasan-kenapa-maguire-sebaiknya-di-bangku-cadangan-saja-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Tyrell Malacia (<a href="https://strettynews.com/2022/07/12/tyrell-malacia-reacts-to-manchester-united-debut/">Stretty News</a>)</figcaption></figure>



<p>Selain itu, <strong>Luke Shaw</strong> juga menjadi cadangan dan digantikan oleh <strong>Tyrell Malacia</strong>. Performanya juga cukup luar biasa, hingga banyak yang menganggap Mohammad Salah jadi tidak bisa berkutik karena keberadaannya. Selain itu, ia juga terlihat bermain ngotot.</p>



<p>Keberadaan pemain lain juga tentu patut diapresiasi, seperti David De Gea yang melakukan beberapa penyelamatan, Bruno Fernandes yang terlihat <em>on fire </em>dan jadi pemimpin di lapangan, serta Jadon Sancho dan Marcus Rashford yang masing-masing menyumbang satu gol.</p>



<p>Namun, Penulis lebih menyoroti lini pertahanan karena dalam dua laga awal telah kebobolan 6 gol. Melihat performa pertahanan di pertandingan ini memberikan rasa lega. Semoga saja performa ini bisa dipertahankan, serta Maguire dan Shaw lebih baik di bangku cadangan saja.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Ronaldo Harus Belajar Terima Kenyataan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/inilah-alasan-kenapa-maguire-sebaiknya-di-bangku-cadangan-saja-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5888" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/inilah-alasan-kenapa-maguire-sebaiknya-di-bangku-cadangan-saja-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/inilah-alasan-kenapa-maguire-sebaiknya-di-bangku-cadangan-saja-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/inilah-alasan-kenapa-maguire-sebaiknya-di-bangku-cadangan-saja-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/inilah-alasan-kenapa-maguire-sebaiknya-di-bangku-cadangan-saja-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Ronaldo di Bangku Cadangan (<a href="https://germany.detailzero.com/sports/69114/Cristiano-Ronaldo-isolated-on-the-bench-in-United%E2%80%99s-win-over-Liverpool--Sports.html">Germany Detail Zero</a>)</figcaption></figure>



<p>Salah satu sorotan lain dari pertandingan ini adalah dicadangkannya <strong>Cristiano Ronaldo</strong>. Sebagai gantinya, ten Hag menurunkan <strong>Anthony Elanga </strong>untuk menemani Sancho dan Rashford di lini depan.</p>



<p>Meskipun banyak penggemar Ronaldo yang memprotes keputusan ini, Penulis melihatnya sebagai keputusan yang rasional. Dalam skema permainan ten Hag yang menuntut pemain bergerak aktif, Ronaldo yang sudah berusia 38 kurang cocok.</p>



<p>Bisa dilihat dalam pertandingan ini, ketiga pemain depan yang menjadi <em>starting line-up </em>mampu menunjukkan kecepatan dan <em>finishing </em>yang baik, meskipun Penulis merasa Rashford masih cukup malas untuk bergerak.</p>



<p>Ketika dimainkan di 10 menit terakhir pun Ronaldo sudah tidak bisa berbuat banyak. Bahkan, pergerakannya masih kalah banyak dari Fernandes yang telah bermain selama 80 menit secara ngotot dan tetap ngotot hingga akhir pertandingan.</p>



<p>Bisa jadi, Ronaldo juga masih kurang fit karena tidak ikut pramusim MU. Apalagi, sang pemain berkali-kali dikabarkan ingin hengkang dari MU, yang sayangnya tidak ada klub yang ingin menampungnya. Itu membuatnya terlihat bermain dengan setengah hati.</p>



<p>Menurut Penulis, Ronaldo perlu <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/belajar-menerima-keadaan-dari-peter-parker/">menerima kenyataan</a> kalau masa kejayaannya sudah akan berakhir. Dirinya sudah tidak bisa lagi <em>ambis</em> seperti ketika dirinya masih di Real Madrid atau Juventus.</p>



<p>Alangkah baiknya jika Ronaldo memosisikan dirinya seperti Ibrahimovic di Milan, yang bagi Penulis lebih berperan sebagai pengangkat moral di ruang ganti sekaligus menjadi panutan bagi para pemain muda. Lagipula, apalagi sih yang masih ingin dikejar oleh Ronaldo?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Duet Varane-Martinez memang terlihat menjanjikan dan cukup tangguh, sehingga memberikan asa kalau pertahanan MU yang kerap jeblok setelah ditinggal Ferdinand-Vidic bisa membaik. Apalagi, setelah ini di depan mereka akan ada <a href="https://whathefan.com/olahraga/laki-laki-harus-berani-cari-tantangan-seperti-casemiro-shap/">Casemiro</a>.</p>



<p>Mungkin terlalu cepat untuk menyimpulkan karena ini baru satu pertandingan. Namun, duet pertahanan ditambah Malacia di sisi bek kiri perlu dimainkan lebih banyak lagi. Jika terbukti performa mereka konsisten, maka Maguire dan Shaw memang cukup di bangku cadangan.</p>



<p>Bagaimana dengan Ronaldo? Abang kambing kita yang satu ini memang cukup membawa dilema bagi para penggemar. Kami masih ingin melihat aksinya, tetapi usia memang tidak bisa membohongi. Karakter bermainnya agak kurang cocok untuk skema permainan ten Hag.</p>



<p>Semoga saja ini menjadi awal yang lebih baik bagi MU dan berhenti menjadi pelawak merah. Semua memang butuh proses, sehingga Penulis akan terus menyaksikan pertandingan-pertandingan MU yang akan datang.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 23 Agustus 2022, terinspirasi setelah menonton pertandingan antara Manchester United melawan Liverpool</p>



<p>Foto: <a href="https://guardian.ng/sport/ronaldo-maguire-dropped-by-man-utd-boss-ten-hag-for-liverpool-clash/">The Guardian Nigeria</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/inilah-alasan-kenapa-maguire-sebaiknya-di-bangku-cadangan-saja/">Inilah Alasan Kenapa Mereka Sebaiknya di Bangku Cadangan Saja</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/inilah-alasan-kenapa-maguire-sebaiknya-di-bangku-cadangan-saja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Laki-Laki Harus Berani Cari Tantangan Seperti Casemiro (SHAP!)</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/laki-laki-harus-berani-cari-tantangan-seperti-casemiro-shap/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/laki-laki-harus-berani-cari-tantangan-seperti-casemiro-shap/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Aug 2022 04:59:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Casemiro]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[MU]]></category>
		<category><![CDATA[Pemain]]></category>
		<category><![CDATA[pinggir]]></category>
		<category><![CDATA[Real Madrid]]></category>
		<category><![CDATA[Transfer]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5877</guid>

					<description><![CDATA[<p>Secara mengejutkan, Manchester United (MU) mendatangkan gelandang berkualitas yang sudah meraih banyak gelar juara: Casemiro. Gelandang asal Brazil tersebut dibeli dari Real Madrid dengan nominal 60 juta euro dan tambahan 10 juta euro. Disodori kontrak empat tahun, Casemiro akan menjadi rekrutan MU keempat setelah Tyrell Malacia, Lisandro Martinez, dan Christian Eriksen. Bagi penggemar MU, Casemiro [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/laki-laki-harus-berani-cari-tantangan-seperti-casemiro-shap/">Laki-Laki Harus Berani Cari Tantangan Seperti Casemiro (SHAP!)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Secara mengejutkan, Manchester United (MU) mendatangkan gelandang berkualitas yang sudah meraih banyak gelar juara: <strong>Casemiro</strong>. Gelandang asal Brazil tersebut dibeli dari Real Madrid dengan nominal 60 juta euro dan tambahan 10 juta euro.</p>



<p>Disodori kontrak empat tahun, Casemiro akan menjadi rekrutan MU keempat setelah Tyrell Malacia, Lisandro Martinez, dan Christian Eriksen. Bagi penggemar MU, Casemiro adalah rekrutan yang luar biasa, mengingat MU sangat kekurangan di posisi gelandang bertahan.</p>



<p>Pertanyaannya, mengapa Casemiro yang masih menjadi pilihan utama di Real Madrid (yang notabene salah satu klub terbaik di dunia saat ini) mau pindah ke <a href="https://whathefan.com/olahraga/jadi-pendukung-manchester-united-itu-harus-ekstra-sabar/">MU yang sedang berusaha keluar dari zona degradasi</a>?</p>





<h2 class="wp-block-heading">Alasan Casemiro Mau Pindah ke Manchester United</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="THANK YOU, CASEMIRO | Real Madrid LEGEND" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/nnaYsRDJ7YM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Selama sekitar 10 tahun, lini tengah Madrid sangat kokoh dengan kehadiran tiga pemain, yakni Luka Modric, Toni Kross, dan Casemiro. Bayangkan saja, 10 final yang melibatkan ketiganya berhasil dimenangkan semua.</p>



<p>Total ada 18 trofi bergengsi yang pernah diraih oleh Casemiro bersama Real Madrid, yakni 5 trofi Liga Champion, 3 trofi La Liga, 1 trofi Copa del Rey, 3 trofi Supercopa del Espana, 3 trofi Super Cup, hingga 3 trofi FIFA Club World Cup.</p>



<p>Deretan prestasi tersebut pun menimbulkan banyak tanda tanya, terutama dari penggemar MU sendiri, kok mau pindah ke MU dan meninggalkan segala kejayaan yang telah diraih di Real Madrid?</p>



<p>Berdasarkan pernyataan pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, salah satu alasan kepindahan Casemiro ke MU adalah karena sang pemain ingin mencari tantangan baru. Selain itu, gaji yang lebih tinggi juga jelas menjadi salah satu pertimbangannya.</p>



<p>Nah, Penulis ingin lebih menyoroti tentang alasan yang dikemukakan oleh Ancelotti: Mencari tantangan. Kalau memang itu tujuan utamanya, maka pindah ke Manchester United sekarang adalah tantangan yang benar-benar menantang.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pindah ke Manchester United = Tantangan Berat</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Brentford 4-0 Manchester United | The Bees THRASH The Red Devils!" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/B8L51PxSO7s?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Seperti yang semua kita ketahui, Manchester United tengah berada di masa-masa tersulitnya. Selain nirgelar selama bertahun-tahun, performa tim pun sedang anjlok. Terbaru, MU sedang berada di dasar klasemen Liga Inggris setelah <a href="https://whathefan.com/olahraga/gatau-harus-ngomong-apalagi/">dua kekalahannya di awal musim</a>.</p>



<p>Padahal jika dilihat di atas kertas, komposisi pemain MU sudah cukup baik. Setidaknya jika dibandingkan dengan Brighton dan Brentford, jelas masih banyak pemain bintang yang memenuhi <em>line-up </em>MU di setiap pertandingannya.</p>



<p>Dengan kondisi seperti itu (ditambah tidak akan bermain di Liga Champion), wajar jika <a href="https://whathefan.com/olahraga/drama-ala-cristiano-ronaldo/">Cristiano Ronaldo</a> terdengar <em>ngebet </em>untuk keluar dari Old Trafford. Sayangnya, belum ada klub yang memiliki niat untuk merekrutnya.</p>



<p>Kedatangan ten Hag sebagai pelatih baru pun belum terlihat tuahnya. Bahkan, kondisi ruang ganti pemain menjadi tidak kondusif berkat sederet hasil buruk yang hasil diraih oleh klub. Mungkin inikah tantangan yang dicari oleh Casemiro?</p>



<p>Jelas penggemar menaruh asa yang sangat tinggi kepadanya. Posisi gelandang bertahan yang selama ini diisi oleh Fred dan McTominay akhirnya mendapatkan pengganti sekelas dirinya. Setidaknya, penggemar berharap permasalahan di lini tengah selama ini akan teratasi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apakah Casemiro akan Berhasil di MU?</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Casemiro 2022 ► Defensive Skills, Assists &amp; Goals - Real Madrid | HD" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/6sjHnl-1ex8?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Apakah Casemiro akan jadi jaminan permasalahan lini tengah MU akan teratasi? Tentu tidak. Kita masih ingat bagaimana Claude Makelele, yang bersinar di Real Madrid, harus menjadi pemain <em>flop </em>ketika pindah ke Chelsea.</p>



<p>Apalagi, usia Casemiro tidak lagi muda, sudah 30 tahun. Gaya bermain di Liga Inggris juga belum tentu cocok dengan gaya bermainnya. Peluang untuk menjadi &#8220;badut&#8221; menggantikan Fred dan McTominay terbuka lebar.</p>



<p>Namun, Penulis sebagai fan MU tentu berharap kalau Casemiro adalah pembelian yang berhasil. Selama ini Penulis telah sering melihat betapa kuatnya kemampuan defensif gelandang yang satu ini.</p>



<p>Ia adalah tipe pemain yang kuat, pekerja keras, agresif, bahkan mampu berperan sebagai gelandang <em>box-to-box</em>. Reaksinya tergolong cepat, antisipasinya bagus, serta memiliki <em>positioning </em>yang cukup cerdas. Dalam melakukan distribusi bola ke depan pun ia cukup oke.</p>



<p>Kehadirannya diharapkan mampu menyeimbangkan lini depan dan lini belakang MU yang selama ini sering terlihat berantakan. Semoga saja ia mampu menjawab berbagai ekspektasi dari penggemar dan membantu MU keluar dari masalahnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Jika Casemiro pindah ke PSG, Bayern Munich, atau Manchester City, alasan mencari tantangan akan terdengar <em>bullshit</em>. Klub-klub tersebut sudah sangat digdaya di liga, sehingga tanpa kehadirannya pun sudah seperti <em>auto </em>juara.</p>



<p>Nah, pemain-pemain yang berani pindah ke MU dalam kondisi berat seperti sekarang, bisa dibilang sebagai laki-laki sejati yang tidak takut dengan tantangan berat dari berbagai penjuru. Tidak semua pemain berani pindah ke MU karena beratnya ekspektasi ke mereka.</p>



<p>Bisa jadi, Frankie de Jong urung pindah ke MU juga karena takut dengan tantangan yang akan dihadapi oleh klub. Mungkin ia butuh belajar dari Casemiro, kalau laki-laki seharusnya tidak takut menghadapi tantangan seberat apapun, termasuk pindah ke MU.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 21 Agustus 2022, terinspirasi dengan kepindah Casemiro (yang sangat berani) ke Manchester United</p>



<p>Foto: <a href="https://news.trenddetail.com/trends/68633.html">Trend Detail News</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/laki-laki-harus-berani-cari-tantangan-seperti-casemiro-shap/">Laki-Laki Harus Berani Cari Tantangan Seperti Casemiro (SHAP!)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/laki-laki-harus-berani-cari-tantangan-seperti-casemiro-shap/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gatau Harus Ngomong Apalagi</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/gatau-harus-ngomong-apalagi/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/gatau-harus-ngomong-apalagi/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Aug 2022 10:00:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[MU]]></category>
		<category><![CDATA[pinggir]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5870</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejujurnya Penulis tidak tahu harus menulis apa setelah menonton performa buruk dari Manchester United (MU) akhir pekan kemarin ketika bersua dengan Brentford. Bayangkan, kalah telak 0-4 dari sebuah tim yang baru promosi beberapa musim lalu. Dua kekalahan di dua laga awal melawan klub yang (seharusnya) bisa dikalahkan jelas sangat kacau, bahkan ini yang pertama kali [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/gatau-harus-ngomong-apalagi/">Gatau Harus Ngomong Apalagi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sejujurnya Penulis tidak tahu harus menulis apa setelah menonton performa buruk dari Manchester United (MU) akhir pekan kemarin ketika bersua dengan Brentford. Bayangkan, kalah telak 0-4 dari sebuah tim yang baru promosi beberapa musim lalu.</p>



<p>Dua kekalahan di dua laga awal melawan klub yang (seharusnya) bisa dikalahkan jelas sangat kacau, bahkan ini yang pertama kali dalam 100 tahun sejarah klub. Jelas ini membuktikan kalau MU tidak sedang baik-baik saja. </p>



<p>Pasti ada yang salah dari tim ini, sehingga ganti pelatih maupun mendatangkan pemain tidak cukup untuk memperbaikinya. Entah apalagi yang harus dilakukan agar klub ini bisa kembali ke masa jayanya seperti dulu lagi.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Apa yang Salah dari Klub Ini?</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Dihajar Brentford 4 Gol Tanpa Balas | Naifnya Taktik Manchester United" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/4YnzGYtuB0s?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Dari video Ruang Taktik di atas, Pembaca bisa mendalami apa yang salah dari hasil pertandingan kemarin. Kalau ditarik kesimpulan, apa yang diinginkan ten Hag belum bisa diimplementasikan dengan baik oleh para pemain.</p>



<p>Jelas masih terlalu dini untuk menilai ten Hag adalah <a href="https://whathefan.com/olahraga/haruskah-ole-out-iya-ole-harus-out/">pelatih gagal</a>. Salah satu mantan pemain MU, Javier &#8220;Chicarito&#8221; Hernandez, menyebutkan kalau penggemar harus berhenti berharap pelatih baru MU akan membawa klub kembali berjaya seperti di era <a href="https://whathefan.com/olahraga/merindukan-sentuhan-sir-alex/">Sir Alex Ferguson</a>.</p>



<p>Untuk bisa bangkit dari keterpurukan, MU perlu proses yang mungkin butuh bertahun-tahun. Akan ada banyak hal yang butuh dilakukan untuk itu, dan pendukung klub pun harus bersabar dan tidak mudah menendang pelatih keluar karena serangkaian hal buruk.</p>



<p>Berdasarkan analisis sederhana yang Penulis lakukan, ada beberapa hal yang harus dibenahin oleh MU untuk bisa menjadi lebih baik lagi.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Masalah dari Sisi Pemain</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/gatau-harus-ngomong-apalagi-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5872" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/gatau-harus-ngomong-apalagi-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/gatau-harus-ngomong-apalagi-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/gatau-harus-ngomong-apalagi-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/gatau-harus-ngomong-apalagi-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>De Gea Tak Terbiasa Ikut dalam Membangun Serangan (<a href="https://futbol.si.com/news/david-de-gea-blame-me-for-man-uniteds-4-0-loss-to-brentford">Futbol on FanNation</a>)</figcaption></figure>



<p>De Gea melakukan dua kali blunder fatal yang berujung ke gol, karena dirinya bukan tipe kiper yang terbiasa membangun serangan dari belakang. Hal ini diperparah dengan koordinasi antar lini yang terasa kurang terhubung, sehingga distribusi serangan pun menjadi buntu.</p>



<p>Mental para pemain juga patut menjadi sorotan. Jika dibandingkan klub dengan tradisi kuat seperti Real Madrid, Penulis merasa semangat juang untuk meraih kemenangan yang dimiliki skuad sekarang benar-benar rendah. Kalau sudah tertinggal, malah jadi makin <em>bapuk</em>.</p>



<p>Apakah memang para <em>starting eleven </em>dari MU perlu diganti? Tidak semuanya, tapi memang butuh banyak penambahan pemain baru, terutama dari sektor gelandang bertahan. Fred dan McTominay sudah sering digaungkan untuk diganti karena kurang bisa menjalankan perannya dengan baik.</p>



<p>Sayangnya, sampai saat ini belum ada realisasi pemain baru yang akan didatangkan oleh MU. Padahal, klub ini baru melepas banyak pemain senornya seperti Matic, Mata, Lingard, dan Pogba. Para pendukung klub sudah banyak yang gregetan dengan lambatnya klub mencari pemain baru.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Masalah dari Segi Strategi</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/gatau-harus-ngomong-apalagi-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5873" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/gatau-harus-ngomong-apalagi-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/gatau-harus-ngomong-apalagi-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/gatau-harus-ngomong-apalagi-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/gatau-harus-ngomong-apalagi-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Perlu Pengganti yang Lebih Baik (<a href="https://thepeoplesperson.com/2022/07/16/fred-or-scott-mctominay-who-loses-out-to-christian-eriksen-249465/">The Peoples Person</a>)</figcaption></figure>



<p>Bagaimana dengan formasi? Ten Hag selama dua pertandingan <a href="https://whathefan.com/olahraga/menerka-formasi-mu-dengan-kedatangan-pemain-baru/">menggunakan formasi empat bek</a>, di mana menurut banyak orang (termasuk Penulis) melihat kalau MU yang sekarang lebih cocok menggunakan formasi tiga bek.</p>



<p>Selama ini, MU menjadi klub yang cenderung reaktif dengan memanfaatkan masa trasisi sebagai awal dari serangan balik yang cepat. Masalahnya, ini akan susah untuk diterapkan jika lawan adalah klub yang sama-sama reaktif.</p>



<p>Brighton dan Brentford di atas kertas memiliki skuad di bawah MU, sehingga wajar mereka lebih bermain bertahan dan menunggu blunder dari MU. Strategi ini berhasil, karena MU sendiri terlihat belum terbiasa membangun serangan dari belakang dan membongkar pertahan lawan yang menggunakan strategi <em>low block</em>.</p>



<p>Untuk itu, tak salah jika Ruang Taktik menyebutkan strategi yang dimiliki oleh ten Hag dianggap naif. Tampaknya butuh beberapa laga (dan mungkin, kekalahan) agar ten Hag menemukan formula yang lebih cocok untuk diterapkan di Premier League.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Masalah dari Sisi Lain</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/gatau-harus-ngomong-apalagi-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5874" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/gatau-harus-ngomong-apalagi-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/gatau-harus-ngomong-apalagi-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/gatau-harus-ngomong-apalagi-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/gatau-harus-ngomong-apalagi-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Didesak untuk Segera Keluar (<a href="https://www.latestuk.news/glazers-take-18m-out-of-man-utd-with-another-5m-going-to-other-shareholders/?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=glazers-take-18m-out-of-man-utd-with-another-5m-going-to-other-shareholders">Latest UK News</a>)</figcaption></figure>



<p>Dua kekalahan di dua laga awal membuat tagar #GlazerOut kembali berkumandang. Sudah lama sekali para pendukung klub menginginkan keluarga tersebut keluar dari direksi MU dan sebisa mungkin mendapatkan pengganti yang lebih peduli dengan sepakbola.</p>



<p>Ada sebuah anggapan kalau keluarga Glazer selama ini lebih memprioritaskan sisi bisnisnya dibandingkan sisi prestasi, sehingga penggemar pun kerap merasa jengah dan menginginkan adanya perubahan di dalam tubuh klub.</p>



<p>Jika kondisinya begini terus, tentu akan sulit melihat MU bisa bersaing lagi di papan atas. Tidak mungkin jika kita berharap akan ada Class of &#8217;92 lainnya yang bisa membawa klub kembali berjaya setelah melewati masa-masa sulit. Harapan tersebut tampaknya terlalu tinggi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Berkaca dari Kebangkitan Liverpool dan AC Milan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/gatau-harus-ngomong-apalagi-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5875" width="737" height="491" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/gatau-harus-ngomong-apalagi-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/gatau-harus-ngomong-apalagi-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/gatau-harus-ngomong-apalagi-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/gatau-harus-ngomong-apalagi-4.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 737px) 100vw, 737px" /><figcaption>Skuad <em>Bapuk </em>Liverpool (<a href="https://www.90min.com/posts/6487764-5-of-liverpool-s-scariest-lineups-for-their-own-fans-of-recent-times-this-halloween">90Min</a>)</figcaption></figure>



<p>Ketika MU terpuruk, di situ banyak pihak-pihak yang akan melakukan <em>bully </em>terhadap penggemar MU. Hal ini sangat lumrah, mengingat penggemar MU juga banyak yang <em>songong </em>ketika sedang berada di atas angin, bahkan sempat berujar musim ini akan tsunami trofi.</p>



<p>Salah seorang kawan karib Penulis yang pendukung Liverpool garis keras justru melakukan hal sebaliknya. Alih-alih melakukan <em>bully </em>seperti yang dilakukan penggemar klub lain yang sedang naik, ia justru memberi &#8220;semangat&#8221; dengan mengatakan klubnya dulu juga seperti itu.</p>



<p>Memang dalam beberapa tahun lalu, antara kepergian Rafael Benitez dan kedatangan Jurgen Klopp, performa Liverpool di liga cukup buruk. Boro-boro bersaing di Liga Champion, mereka cukup <em>struggle </em>bersaing di papan tengah.</p>



<p>Kasus yang sama terjadi pada AC Milan. Semenjak meraih <em>scudeto</em> pada musim 2010/2011, performa Milan langsung terjun bebas. Butuh lebih dari satu dekade (dan mungkin kembalinya Ibrahimovic) agar Milan bisa kembali ke papan atas dan meraih <em>scudeto </em>lagi.</p>



<p>Berkaca dari kebangkitan dua tim tersebut, mungkin MU pun butuh bertahun-tahun untuk bisa mengembalikan masa kejayaannya. Mungkin memang MU butuh reformasi di dalam organisasinya, termasuk mengganti kepemilikan ke orang yang lebih punya <em>passion </em>di sepakbola.</p>



<p>Sampai waktu itu telah tiba, <a href="https://whathefan.com/olahraga/jadi-pendukung-manchester-united-itu-harus-ekstra-sabar/">Penulis harus bisa belajar tegar</a> dan setia untuk menjadi pendukung Manchester United.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 16 Agustus 2022, terinspirasi setelah merasa frustasi dengan kekalahan Manchester United di dua laga awal Premier League</p>



<p>Foto: <a href="https://www.fcbarcelonanoticias.com/en/signings/the-manchester-united-could-undo-of-cristiano_283245_102.html">FC Barcelona Noticias</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/gatau-harus-ngomong-apalagi/">Gatau Harus Ngomong Apalagi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/gatau-harus-ngomong-apalagi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Merindukan Sentuhan Sir Alex</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/merindukan-sentuhan-sir-alex/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Nov 2019 05:08:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Sir Alex Ferguson]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3035</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa tahun terakhir ini, menjadi seorang penggemar Manchester United (MU) terasa sangat berat. Semenjak kepergian Sir Alex, rasanya tidak ada pelatih yang mampu menggantikan sentuhan midasnya. Akibatnya, banyak fans (termasuk penulis) berusaha mengobati luka tersebut dengan mengingat kembali prestasi-prestasi yang pernah diraih di masa lalu, terutama ketika Sir Alex masih menukangi Setan Merah. Kenapa Suka [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/merindukan-sentuhan-sir-alex/">Merindukan Sentuhan Sir Alex</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa tahun terakhir ini, menjadi seorang penggemar <strong>Manchester United</strong> (MU) terasa sangat berat. Semenjak kepergian <strong>Sir Alex</strong>, rasanya tidak ada pelatih yang mampu menggantikan sentuhan midasnya.</p>
<p>Akibatnya, banyak fans (termasuk penulis) berusaha mengobati luka tersebut dengan mengingat kembali prestasi-prestasi yang pernah diraih di masa lalu, terutama ketika Sir Alex masih menukangi Setan Merah.</p>
<h3>Kenapa Suka dengan Manchester United?</h3>
<p>Penulis menyukai sepakbola sejak <strong>Piala Dunia 2002</strong>. Kalau tidak salah, pertandingan pertama yang penulis tonton adalah Brazil melawan Kosta Rika yang berakhir dengan skor 5-2.</p>
<p>Gara-gara itu, penulis mulai mencari klub sepakbola yang akan disukai. Untungnya, adalah tabloid <em>Bola</em> dan <em>Soccer</em> sebagai referensi. Apalagi, terkadang ayah membawakan majalah <em>Bolavaganza</em> bekas.</p>
<p>Penulis pun melihat masing-masing liga dan memilih klub yang sedang bertengger di posisi pertama. Ketika melihat klasemen Liga Inggris, <strong>Manchester United</strong> sedang menjadi pemuncak klasemen. Karena itulah penulis menjadikan klub tersebut sebagai klub favorit.</p>
<p>Cara yang sama penulis gunakan untuk menjadi pendukung <strong>Real Madrid</strong> (Spanyol) dan <strong>Inter Milan</strong> (Italia), walau yang disebut pertama sudah tidak terlalu didukung karena kejadian <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/iker-casillas-kapten-yang-terbuang/">pengusiran Iker Casillas</a> secara kurang ajar.</p>
<p>Mengamati sepak terjang MU selama belasan tahun tentu membuat penulis jadi ikut memperhatikan sang pelatih, <strong>Sir Alex Ferguson</strong>.</p>
<h3>Awal Kelam Sir Alex</h3>
<p><div id="attachment_3037" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3037" class="size-large wp-image-3037" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/merindukan-sentuhan-sir-alex-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/merindukan-sentuhan-sir-alex-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/merindukan-sentuhan-sir-alex-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/merindukan-sentuhan-sir-alex-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/merindukan-sentuhan-sir-alex-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3037" class="wp-caption-text">Awal Bergabung (<a href="https://bleacherreport.com/articles/2673531-30-years-on-sir-alexs-fergusons-first-manchester-united-season">Bleach Reporter</a>)</p></div></p>
<p><b>Sir Alexander Chapman &#8220;Alex&#8221; Ferguson </b>menukangi Manchester United sejak tahun 1986. Debut pertandingannya tidak mulus karena harus mengalami kekalahan 0-2 dari klub Oxford United.</p>
<p>Salah satu tudingan kekalahan tersebut adalah kondisi klub yang sedang tidak sehat. Banyak pemain andalannya mengalami masalah kebugaran karena kegemarannya menenggak minuman keras.</p>
<p>Sir Alex pun langsung menerapkan disiplin ketat yang akan ia pertahankan di tahun-tahun berikutnya. Walaupun begitu, ia tak mampu mengangkat klubnya dan hanya berhasil <em>finish </em>di posisi 11 pada tahun tersebut.</p>
<p>Sempat menjadi <em>runner-up </em>di bawah Liverpool pada musim berikutnya, MU kembali harus berada di peringkat 11 pada musim 1988-1989.</p>
<p>Bahkan di musim 1989-1990, klub ini terancam degradasi hingga muncul tuntutan untuk memecat sang pelatih. Untungnya pada musim tersebut, MU berhasil mendapatkan trofi Piala FA, trofi pertama yang berhasil didapatkan oleh Sir Alex.</p>
<p>Sir Alex pun menyadari bahwa ia harus membeli pemain yang tepat. Beberapa legenda pun direkrut seperti <strong>Mark Hughes</strong>, <strong>Paul Ince</strong>, hingga <strong>Peter Schmeichel</strong>. Perlahan tapi pasti, Sir Alex sedang membawa MU menuju era keemasannya.</p>
<h3>Era Premier League dan <em>Class of &#8217;92</em></h3>
<p><div id="attachment_3038" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3038" class="size-large wp-image-3038" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/merindukan-sentuhan-sir-alex-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/merindukan-sentuhan-sir-alex-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/merindukan-sentuhan-sir-alex-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/merindukan-sentuhan-sir-alex-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/merindukan-sentuhan-sir-alex-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3038" class="wp-caption-text">Class of &#8217;92 (<a href="https://www.irishtimes.com/sport/soccer/english-soccer/man-united-s-class-of-92-coach-eric-harrison-dies-aged-81-1.3793627">Irish Times</a>)</p></div></p>
<p>Mulai musim 1992-1993, format liga Inggris berubah menjadi Premier League. Manchester United dan Sir Alex berhasil menjadi pemenang di edisi perdana setelah musim-musim buruk yang sudah mereka lalui.</p>
<p>Musim inilah Manchester United mulai menunjukkan dominasinya di Liga Inggris. Trofi perdana di bawah asuhan Sir Alex adalah trofi Liga Inggris kedelapan yang berhasil didapatkan. Ketika Sir Alex pensiun, jumlahnya sudah berubah menjadi 20!</p>
<p>Salah satu penyebab kebangkitan MU adalah munculnya <em><strong>Class of &#8217;92</strong> </em>yang diisi oleh pemain akademi berbakat seperti <strong>Paul Scholes</strong>, <strong>Gary Neville</strong>, <strong>Nicky Butt</strong>, dan <strong>David Beckham</strong> setelah sebelumnya <strong>Ryan Giggs</strong> melakukan debut terlebih dahulu.</p>
<p>Mereka inilah yang menjadi tulang punggung klub bersama dengan pemain-pemain senior seperti <strong>Eric Cantona</strong>, <strong>Roy Keane</strong>, hingga <strong>Bryan Robson</strong>. Pada saat yang sama, mereka juga mulai melepas pemain-pemain senior lainnya seperti Mark Hughes dan Paul Ince.</p>
<p>Kedalaman klub di tahun 90-an juga cukup menjanjikan, di mana Sir Alex merekrut beberapa pemain seperti <strong>Ole Gunnar Solskjaer</strong>, <strong>Teddy Sheringham</strong>, <strong>Jaap Stam</strong>, hingga <strong>Dwight Yorke</strong>.</p>
<p>Puncak keberhasilan MU adalah ketika berhasil meraih <em>treble winners </em>pada musim 1998-1999, setelah kemenangan dramatis melawan Bayern Munich di mana mereka mencetak dua gol saat <em>injury time.</em></p>
<p><em>Treble winners</em> inilah yang membuat Alex Ferguson mendapatkan gelar <em>Sir </em>sekaligus menjadi penanda MU akan menjadi salah satu kekuatan sepakbola terbesar yang pernah ada.</p>
<h3>Dominasi Premier League dan Pensiunnya Sir Alex</h3>
<p><div id="attachment_3039" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3039" class="size-large wp-image-3039" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/merindukan-sentuhan-sir-alex-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/merindukan-sentuhan-sir-alex-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/merindukan-sentuhan-sir-alex-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/merindukan-sentuhan-sir-alex-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/merindukan-sentuhan-sir-alex-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3039" class="wp-caption-text">Salah Satu Skuad Terbaik (<a href="https://id.pinterest.com/pin/469992911082147551/?autologin=true">Pinterest</a>)</p></div></p>
<p>Karena baru mengenal sepakbola sejak tahun 2002, baru pada periode 2000-an lah penulis benar-benar mengetahui pemain-pemain Manchester United.</p>
<p>Setelah mendapatkan <em>treble</em>, MU mendatangkan sejumlah pemain seperti <strong>Ruud van Nisterlooy</strong> dan <strong>Fabien Barthez</strong>. Sempat mengalami musim buruk karena kepergian Jaap Stam, Sir Alex mendapatkan <strong>Rio Ferdinand</strong> dari Leeds United.</p>
<p>Sir Alex juga sempat dikabarkan akan pensiun karena klub mengalami penurunan prestasi. Untungnya, niat tersebut dibatalkan dan Sir Alex masih menjadi pelatih MU hingga musim 2012/2013.</p>
<p>Banyak kontroversi yang terjadi pada tahun 2000-an. Yang paling heboh tentu tendangan sepatu Sir Alex yang mengenai pelipis Beckham. Insiden ini yang ditenggarai sebagai penyebab kepergian sang legenda ke Real Madrid.</p>
<p>Untuk menggantikan peran Beckham, Sir Alex merekrut pemain muda yang bermain untuk Sporting Lisbon, <strong>Christiano Ronaldo</strong>. Sir Alex juga mendatangkan pemain muda berbakat dari Everton, <strong>Wayne Rooney</strong>.</p>
<p>Bisa dibilang, tahun 2003 hingga 2006 merupakan musim yang sulit bagi MU karena gagal mendapatkan gelar Premier League. Salah satu alasannya adalah tahun-tahun tersebut merupakan tahun-tahun transisi dari generasi emas ke generasi baru.</p>
<p>Sir Alex berusaha mencari pemain-pemain pengganti yang tepat. Oleh karena itu, ia mendatangkan <strong>Edwin van der Saar</strong>, <strong>Patrick Evra</strong>, <strong>Park Ji Sung</strong>, <strong>Nemanja Vidic</strong>, hingga <strong>Michael Carrick</strong>.</p>
<p>Setelah itu, MU berhasil memenangkan beberapa trofi Premier League lagi dan trofi Liga Champion yang kedua. Pada musim 2012/2013, Sir Alex mengumumkan keputusan pensiunnya.</p>
<h3>Manchester United Pasca Sir Alex</h3>
<p><div id="attachment_3040" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3040" class="size-large wp-image-3040" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/merindukan-sentuhan-sir-alex-4-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/merindukan-sentuhan-sir-alex-4-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/merindukan-sentuhan-sir-alex-4-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/merindukan-sentuhan-sir-alex-4-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/merindukan-sentuhan-sir-alex-4.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3040" class="wp-caption-text">David Moyes (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=imgres&amp;cd=&amp;ved=2ahUKEwiBkJzZ7d7lAhXDNo8KHe69BJMQjB16BAgBEAM&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.premierleague.com%2Fmanagers%2F2067%2FDavid-Moyes%2Foverview&amp;psig=AOvVaw1McXbm9uAAyhhcXaquoa37&amp;ust=1573448264742681" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiBkJzZ7d7lAhXDNo8KHe69BJMQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Premier League</span></a>)</p></div></p>
<p>Pengganti pertama Sir Alex adalah <strong>David Moyes </strong>yang mendapat julukan <em>The Choosen One </em>karena Sir Alex sendiri yang memberikan rekomendasi.</p>
<p>Sayang, ia gagal menunjukkan penampilan yang impresif sehingga diganti pada tengah musim dan digantikan oleh <strong>Ryan Giggs<em> </em></strong>untuk sementara waktu.</p>
<p>Selanjutnya MU merekrut <strong>Louis van Gaal</strong> dan Ryan Giggs menjadi asisten pelatih. Sekali lagi, van Gaal gagal menunjukkan MU seperti zaman Sir Alex sehingga posisinya digantikan oleh <strong>Jose Mourinho</strong>.</p>
<p>Nama besar Mourinho tidak cukup membawa MU meraih masa kejayaannya kembali sehingga ia pada akhirnya juga diberhentikan di tengah musim dan digantikan oleh Ole Gunnar Solkjaer hingga sekarang.</p>
<p>Setelah Sir Alex pensiun, MU hanya berhasil meraih 2 Piala <em>Community Shield </em>(David Moyes dan Jose Mourinho), 1 Piala FA (Louis van Gaal), 1 Piala <em>Europe League</em> (Jose Mourinho), dan 1 <em>League</em> <em>Cup</em> (Jose Mourinho). Belum ada trofi Premier League lagi hingga sekarang.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Jika ditanya pemain favorit, mungkin penulis akan menyebutkan nama David Beckham, Ruud van Nisterlooy, Park Ji Sung, hingga Edwin van der Saar.</p>
<p>Pemain-pemain tersebut menjadi bukti kejeniusan Sir Alex dalam menemukan pemain yang tepat untuk klubnya, sesuatu yang rasanya sukar dilakukan sekarang.</p>
<p>MU juga kerap menjadi bahan <em>bully </em>akibat performanya yang jeblok sehingga dianggap sebagai klub dagelan. Menjadi fans MU merupakan sesuatu yang berat di masa-masa sulit ini.</p>
<p>Salah satu penyebab utama dari kejatuhan ini adalah belum adanya pengganti Sir Alex yang tepat. Tidak ada lagi <em>Fergie Time </em>ataupun teriakan yang begitu keras hingga seperti <em>hair dryer</em>.</p>
<p>Entah sampai kapan MU akan seperti ini. Penulis, sebagai penggemar MU, berharap akan datang pelatih yang setidaknya mampu mendekati sentuhan ajaib Sir Alex dalam membawa timnya menuju kejayaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 10 November 2019, terinpsirasi dari performa MU yang makin lama makin mengecewakan.</p>
<p>Foto: <a href="https://bleacherreport.com/articles/1560996-man-utd-vs-chelsea-sir-alex-ferguson-the-loser-in-tale-of-three-managers">Bleacher Report</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/merindukan-sentuhan-sir-alex/">Merindukan Sentuhan Sir Alex</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
