<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>negara Archives - whathefan</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/negara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/negara/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Mar 2026 14:27:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/logo-kotak-whathefan-2026-v3-80x80.jpg</url>
	<title>negara Archives - whathefan</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/negara/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Apa yang Dilakukan oleh Trump Memang Kebiasaan Amerika Serikat</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/apa-yang-dilakukan-oleh-trump-memang-kebiasaan-amerika-serikat/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/apa-yang-dilakukan-oleh-trump-memang-kebiasaan-amerika-serikat/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 14:13:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Donald Trump]]></category>
		<category><![CDATA[geopolitik]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8588</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahun 2026 ternyata tahun yang jauh dari kedamaian. Pasalnya, ini baru sampai Maret, tapi Amerika Serikat (AS) sudah melakukan dua aksi militer ke negara lain yang berdaulat, yakni Venezuela dan Iran. Dengan berbagai dalih, Presiden Donald Trump membenarkan aksinya tersebut, yang jika kita lihat merupakan bentuk intervensi terhadap urusan negara orang lain. Ya, kita memang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/apa-yang-dilakukan-oleh-trump-memang-kebiasaan-amerika-serikat/">Apa yang Dilakukan oleh Trump Memang Kebiasaan Amerika Serikat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Tahun 2026 ternyata tahun yang jauh dari kedamaian. Pasalnya, ini baru sampai Maret, tapi <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-amerika-serikat-mendapatkan-wilayahnya-bagian-1/">Amerika Serikat (AS)</a> sudah melakukan dua aksi militer ke negara lain yang berdaulat, yakni <strong>Venezuela</strong> dan <strong>Iran</strong>.</p>



<p>Dengan berbagai dalih, Presiden <strong>Donald Trump </strong>membenarkan aksinya tersebut, yang jika kita lihat merupakan bentuk intervensi terhadap urusan negara orang lain. Ya, kita memang tahu kalau di balik itu ada kepentingan mereka sendiri.</p>



<p>Oh, jangan lupa dengan gebrakannya yang ingin mengambil alih <strong>Greenland</strong> dari Denmark, meskipun mereka sama-sama sekutu di bawah bendera NATO. Mungkin wacana tersebut batal, tapi kita bisa melihat &#8220;serakus&#8221; apa AS di bawah Trump.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/j-waye-covington-681023-unsplash-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/j-waye-covington-681023-unsplash-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/j-waye-covington-681023-unsplash-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/j-waye-covington-681023-unsplash-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/j-waye-covington-681023-unsplash-356x178.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/j-waye-covington-681023-unsplash.jpg 1280w " alt="Enaknya Diremehkan" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/enaknya-diremehkan/">Enaknya Diremehkan</a></div></div></div><p></p>


<p>Terbaru, Trump juga berencana untuk menyerang <strong>Kuba</strong> yang berada tepat di selatan wilayah negaranya. United Nations (UN) pun tak terlihat batang hidungnya belakangan ini. Sekadar mengecam pun tidak.</p>



<p>Mungkin kita terkejut dengan keputusan Trump yang terkesan arogan tersebut. Namun, jika menengok sejarah, sebenarnya apa yang dilakukan oleh Trump tersebut memang sudah menjadi semacam &#8220;kebiasaan&#8221; AS.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kebiasaan AS Mengurusi Urusan Negara Lain</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8604" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Pulau Penuh Kotoran Burung (<a href="https://www.atlasobscura.com/articles/when-the-western-world-ran-on-guano">Atlas Obscura</a>)</figcaption></figure>



<p>Jangankan wilayah yang berdaulat, bahkan pulau kecil yang dipenuhi kotoran burung pun sempat menjadi target AS di masa lalu. Ini bukan mengada-ada, karena di tahun 1800-an, mereka berusaha memonopoli pulau-pulau kecil yang merupakan milik Peru.</p>



<p>Penulis mengetahui fakta ini dari video-video dari <strong>Johnny Harris</strong>. Nantinya, banyak contoh yang Penulis sebutkan di sini bersumber dari videonya. Intinya, mereka bahkan sampai mengancam Peru jika menghalangi bisnis kotoran burung untuk pupuk tersebut.</p>



<p>Menariknya, perkara menguasai pulau penuh kotoran burung tersebut adalah langkah awal AS menuju imperialisme. Namun, di artikel ini kita tidak akan membahas hal tersebut. Fokus kita adalah melihat intervensi AS ke negara lain di masa lalu. </p>



<h3 class="wp-block-heading">Guatemala dan Pisang</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8603" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">United Fruit Company di Guatemala (<a href="https://therealnews.com/guatemala-and-the-united-fruit-coup-under-the-shadow-episode-2">The Real News</a>)</figcaption></figure>



<p>Di <strong>Guatemala</strong> misalnya, di mana mereka intervensi karena satu alasan: <strong>pisang</strong>! Yup, demi mengamankan bisnis pisang mereka di sana (karena buah tersebut sangat populer di AS), mereka terlibat dalam penggulingan kekuasaan pemerintah yang ingin AS tidak memonopoli bisnis pisang di sana.</p>



<p>Mengapa AS sampai melangkah sejauh itu? Karena <strong>United Fruit Company,</strong> salah satu perusahaan buah terbesar, memiliki seperlima lahan pertanian di negara tersebut! Mereka juga punya infrastruktur lengkap seperti negara di dalam negara dan dukungan militer AS.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Pencaplokan Hawaii dan Gula</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8605" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Ratu Liliuokalani (<a href="https://www.biography.com/royalty/liliuokalani">Biography</a>)</figcaption></figure>



<p>Tahu <strong>Hawaii</strong>, bukan? Negara bagian AS berupa kepulauan di Samudra Pasifik tersebut dulunya merupakan sebuah kerajaan berdaulat yang tiba-tiba dianeksasi seenak <em>udel </em>oleh AS. Penyebabnya? Bisnis <strong>gula</strong>!</p>



<p>Awalnya, orang-orang kulit putih di sana datang sebagai misionaris untuk menyebarkan agama kristen. Lantas, mereka justru berbisnis dan salah satunya adalah dengan mendirikan industri gula.</p>



<p>Agar lancar, mereka pun membuat gerakan sistematis untuk menggulingkan pemerintahan yang sah (waktu itu dipimpin oleh <strong>Ratu Liliuokalani</strong>) dan digantikan oleh Sanford Dole yang punya bisnis gula.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Terusan Panama dan Kemerdekaan Panama</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8606" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-4.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Pembuatan Terusan Panama (<a href="https://www.chimuadventures.com/en/blog/construction-panama-canal">Chimu Adventure</a>)</figcaption></figure>



<p>Tahu <strong>Terusan Panama</strong>, bukan? Pada saat pembuatannya di awal 1900-an, Panama masih merupakan wilayah dari Kolombia. Nah, Kolombia menolak pembuatan kanal yang awalnya dikerjakan oleh arsitektur Prancis (walau berakhir gagal). </p>



<p>Sudah ketebak bukan apa yang terjadi selanjutnya? AS memberi dukungan kepada orang-orang Panama (Panamian) untuk merdeka dari Kolombia (termasuk senjata dan tentara), dengan syarat mereka boleh meneruskan pengerjaan Terusan Panama.</p>



<p>Singkat cerita, revolusi tersebut berhasil dan Panama pun menjadi negara merdeka. AS secara sigap menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan mereka. Terusan Panama pun jadi milik mereka hingga akhirnya dikembalikan ke Panama pada tahun 1999.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Contoh-Contoh Lainnya</h3>



<p>Di <strong>Indonesia</strong> sendiri, AS disebut menjadi<em> </em>dalang di balik lengsernya Sukarno yang sudah semakin ke kiri. Di <strong>Korea</strong>, hari ini ada dua negara (Utara dan Selatan) juga karena andil mereka bersama Uni Soviet. </p>



<p>Mungkin kalau yang lebih baru, adalah ketika mereka <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/amerika-serikat-dan-serangan-serangannya-ke-islam/">meluluhlantakkan <strong>Irak</strong> dan <strong>Libya</strong></a>, yang waktu itu dipimpin oleh <strong>Saddam Hussein </strong>dan <strong>Muammar Khadafi. </strong>Mereka dicap persis seperti pemimpin Venezuela dan Iran, yakni tiran yang harus disingkirkan demi &#8220;kebaikan rakyatnya&#8221;.</p>



<p>Percayalah, contoh-contoh di atas baru sebagian kecil saja. Negara yang satu ini memang hobi intervensi urusan negara orang lain, bahkan semakin parah di bawah kepresidenan Trump.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Intervensi AS di Iran disebut bisa memicu Perang Dunia III, yang sudah kerap disebut sejak Rusia melakukan invasi ke Ukraina. Tentu banyak orang berharap hal tersebut tidak pernah terjadi, mayoritas dari kita hanya ingin hidup dengan damai.</p>



<p>Namun, memang ada pihak-pihak yang rasanya membenarkan peperangan dengan alasan &#8220;damai&#8221;. Secara ironis, hal ini membuat kita teringat dengan Pain dari serial <em>Naruto Shippuden</em>, yang tujuannya akhirnya memang perdamaian dengan cara kekerasan.</p>



<p>Logika yang digunakan Trump juga sesat. Dengan menggunakan logikanya, negara lain juga berhak menyerang AS dengan alasan Trump telah membuat rakyatnya menderita. Lihat saja kelakuan agen Immigration and Customs Enforcement (ICE) yang beberapa kali membunuh warga sipil.</p>



<p>Mau sampai kapan ia memutuskan untuk <a href="https://whathefan.com/filmserial/ironi-superhero-amerika/">menjadi polisi dunia</a> tanpa dilandasi hukum yang jelas? Penulis benar-benar tidak paham lagi jika sampai ada pemimpin dunia yang memutuskan berada di pihaknya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 11 Maret 2026, terinspirasi setelah teringat bagaimana aksi ikut campur Amerika Serikat sudah dilakukan sejak dahulu kala</p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://youtu.be/W9KFkBvJcR4">How the U.S. Snagged All These Islands</a></li>



<li><a href="https://youtu.be/WWBCl8huNMA">How the US Stole Central America (With Bananas)</a></li>



<li><a href="https://youtu.be/XK2MBnw6RlY">How the US Stole Hawaii</a></li>



<li><a href="https://youtu.be/D_PtYPnKBJs">How The US Stole The Panama Canal, Mapped</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/apa-yang-dilakukan-oleh-trump-memang-kebiasaan-amerika-serikat/">Apa yang Dilakukan oleh Trump Memang Kebiasaan Amerika Serikat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/apa-yang-dilakukan-oleh-trump-memang-kebiasaan-amerika-serikat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polemik Brave Pink Hero Green: Mengapa Kita Mudah Terpolarisasi</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/polemik-brave-pink-hero-green-mengapa-kita-mudah-terpolarisasi/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/polemik-brave-pink-hero-green-mengapa-kita-mudah-terpolarisasi/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2025 16:30:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Brave Pink Green Hero]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[polarisasi]]></category>
		<category><![CDATA[substansi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8323</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah satu &#8220;buah&#8221; yang dihasilkan dari panasnya akhir bulan Agustus hingga awal September adalah munculnya gerakan 17+8, yang intinya adalah tuntutan-tuntutan untuk Presiden, DPR, Kepolisian, dan pihak-pihak lainnya. Sebanyak 17 tuntutan diberi deadline hingga tanggal 5 September kemarin, yang tentu saja pada akhirnya mayoritas yang belum dipenuhi. 8 sisanya diberi deadline satu tahun atau &#8220;dikumpulkan&#8221; [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/polemik-brave-pink-hero-green-mengapa-kita-mudah-terpolarisasi/">Polemik Brave Pink Hero Green: Mengapa Kita Mudah Terpolarisasi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Salah satu &#8220;buah&#8221; yang dihasilkan dari <a href="https://whathefan.com/politik-negara/kepada-tuan-dan-puan-yang-terhormat/">panasnya akhir bulan Agustus hingga awal September</a> adalah munculnya gerakan <strong>17+8</strong>, yang intinya adalah tuntutan-tuntutan untuk Presiden, DPR, Kepolisian, dan pihak-pihak lainnya.</p>



<p>Sebanyak <a href="https://whathefan.com/politik-negara/peringatan-darurat-apa-memang-sedarurat-itu-situasi-politik-saat-ini/">17 tuntutan diberi <em>deadline</em></a><em> </em>hingga tanggal 5 September kemarin, yang tentu saja pada akhirnya mayoritas yang belum dipenuhi. 8 sisanya diberi <em>deadline </em>satu tahun atau &#8220;dikumpulkan&#8221; pada bulan September 2026. </p>



<p>Gerakan tersebut diprakarsai oleh banyak tokoh anak muda seperti <a href="https://whathefan.com/buku/kisah-jerome-polin-pada-buku-latihan-soal-mantappu-jiwa/">Jerome Polin</a>, Andovi da Lopez, Fathia Izzati, Andhyta ‘Afu’ Utami, Salsa Erwina, dan Abigail Limuria. Isi tuntutannya pun macam-macam, yang intinya merangkum apa yang selama ini menjadi keresahan masyrakat.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-banner.jpg 1200w " alt="Mau Sampai Kapan Kita Dibuat Pusing oleh Negara?" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/politik-negara/mau-sampai-kapan-kita-dibuat-pusing-oleh-negara/">Mau Sampai Kapan Kita Dibuat Pusing oleh Negara?</a></div></div></div><p></p>


<p>Bersamaan dengan adanya tuntutan tersebut, muncul gerakan <strong>Brave Pink Green Hero</strong> sebagai bentuk dukungan dan solidaritas atas tuntutan tersebut. Banyak netizen berlomba-lomba untuk ikut mengubah foto profilnya menjadi <em>duo-tone </em>kombinasi kedua warna tersebut, termasuk Penulis.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Munculnya Gerakan Brave Pink Green Hero</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Polemik-Brave-Pink-Hero-Green-Mengapa-Kita-Mudah-Terpolarisasi-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8326" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Polemik-Brave-Pink-Hero-Green-Mengapa-Kita-Mudah-Terpolarisasi-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Polemik-Brave-Pink-Hero-Green-Mengapa-Kita-Mudah-Terpolarisasi-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Polemik-Brave-Pink-Hero-Green-Mengapa-Kita-Mudah-Terpolarisasi-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Polemik-Brave-Pink-Hero-Green-Mengapa-Kita-Mudah-Terpolarisasi-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Ibu Ana vs Kepolisian (<a href="https://indopop.id/profil-ibu-ana-brave-pink-nekat-halau-aparat-pakai-galah?page=all">Indopop</a>)</figcaption></figure>



<p>Brave Pink dipilih karena keberanian yang ditunjukkan oleh<strong> Ibu Ana</strong>, yang sempat terpotret berani menghadapi barisan kepolisian sendirian hanya dengan membawa bendera. Sementara itu, Green Hero dipilih untuk mengenang almarhum <strong>Affan Kurniawan</strong>.</p>



<p>Masalahnya, pemilihan warna tersebut ternyata justru diributkan oleh netizen. Pasalnya, beredar video Ibu Ana yang berteriak secara kasar &#8220;Prabowo Anjing, Prabowo Turun, Ganti Anies,&#8221; yang diteriakkan di tengah-tengah aksi.</p>



<p>Gara-gara hal tersebut, banyak yang menolak untuk ikut mengganti foto profilnya. Ada yang karena tidak ingin orang bermulut kasar menjadi simbol, ada yang menilai pemilihan warna tersebut bersifat politis, dan lain sebagainya.</p>



<p>Yang membela Ibu Ana pun tak sedikit. Ada yang bilang pemilihan warna pink tersebut karena keberanian yang ditunjukkan Ibu Ana, bukan mewakili pendapat pribadinya. Ada yang bilang pemilihan warna tersebut melambangkan <em>woman empowerment</em> secara keseluruhan.</p>



<p>Penulis menemukan analogi yang menarik di X, di mana ada yang mengomparasi Brave Pink ini dengan slogan &#8220;Just Do It&#8221; dari Nike dan V Sign sebagai tanda damai. Inspirasi dari keduanya juga berasal dari hal yang tidak 100% baik, bahkan cenderung kontroversi.</p>



<p>Selain itu, ada yang membuat analisis kalau video yang beredar tersebut sebenarnya buatan AI. Banyak kejanggalan yang ditemukan pada foto tersebut, yang sering menjadi ciri video buatan AI. Penulis tidak akan mendebat hal tersebut, karena tidak punya kapabilitas juga untuk menilai.</p>



<p>Terlepas dari pro kontra pemilihan Brave Pink Green Hero ini, Penulis justru merasa ini menjadi bukti lain betapa <a href="https://whathefan.com/politik-negara/polarisasi-masyarakat/">kita mudah terpolarisasi</a>, yang ujungnya membuat kita mudah diadu domba dan melupakan hal yang substansial.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Kita Mudah Terpolarisasi dan Melupakan Hal yang Substansi?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Polemik-Brave-Pink-Hero-Green-Mengapa-Kita-Mudah-Terpolarisasi-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8327" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Polemik-Brave-Pink-Hero-Green-Mengapa-Kita-Mudah-Terpolarisasi-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Polemik-Brave-Pink-Hero-Green-Mengapa-Kita-Mudah-Terpolarisasi-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Polemik-Brave-Pink-Hero-Green-Mengapa-Kita-Mudah-Terpolarisasi-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Polemik-Brave-Pink-Hero-Green-Mengapa-Kita-Mudah-Terpolarisasi-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Sederet Public Figure yang Ikut Brave Pink Green Hero (<a href="https://motherandbeyond.id/read/27154/tunjukkan-solidaritas-dan-dukungan-deretan-artis-wanita-ini-ganti-foto-profil-jadi-brave-pink-hero-green">Mother &amp; Beyond</a>)</figcaption></figure>



<p>Secara umum, orang mengganti foto profilnya dengan <em>duo-tone </em>tersebut adalah <strong>bentuk dukungan dan solidaritas</strong> terhadap gerakan 17+8, yang bisa dianggap sebagai aksi nyata dari kita sebagai masyarakat kepada para pemangku kekuasaan yang mengatur negara ini.</p>



<p>Akan tetapi, sebenarnya yang mendukung 17+8 tapi menolak mengganti foto profil juga ada. Yang cuma FOMO ikut mengganti foto padahal tidak mendukung 17+8 juga ada. Yang tidak mendukung 17+8 dan tidak FOMO pun juga ada.</p>



<p>Menariknya, Anies Baswedan yang namanya terseret karena disebut Ibu Ana pun tidak ikut-ikutan mengganti foto profilnya. Mantan capres lainnya, Ganjar Pranowo, juga mengambil langkah yang sama. Tampaknya mereka tidak ingin disangkutpautkan dengan isu ini.</p>



<p>Sebenarnya silakan saja mau memilih yang mana, toh itu hak masing-masing individu. Yang membuat Penulis geram adalah ketika <strong>ada pihak yang merasa lebih baik dari pihak lain karena pilihannya</strong>. Mereka menyalahkan pihak yang berseberangan dengan berbagai alasan.</p>



<p>Kalau memang tidak srek dengan pemilihan Brave Pink karena sosok Ibu Ana, ya enggak perlu ikut ganti foto profil. Masalahnya, ada saja pihak-pihak ini yang menggiring opini kalau orang-orang yang mengganti foto profilnya adalah A B C D blablabla.</p>



<p>Yang memilih untuk mengganti foto profil juga begitu. Jangan mentang-mentang ganti foto profil, terus jadi merasa yang paling nasionalis dan menghakimi yang tidak melakukannya. Jangan-jangan yang ganti foto profil tidak pernah ikut aksi secara langsung, cuma koar-koar di media sosial (seperti Penulis misalnya).</p>



<p>Salah satu alasan utama mengapa kita begitu mudah terpolarisasi adalah karena terkadang kita <strong>menganggap</strong> <strong>Kebenaran Relatif sebagai Kebenaran Absolut</strong>. Penulis akan menjabarkan hal ini lebih detail di tulisan besok.</p>



<p>Lebih parahnya lagi, polarisasi yang terjadi ini justru <strong>membuat kita melupakan substansinya</strong>, yakni tuntutan masyarakat kepada pemerintah. Harusnya kita sebagai sesama rakyat harus bekerja sama untuk memantau agar tuntutan yang telah diajukan telah terlaksana.</p>



<p>Terserah mau pakai warna <em>pink</em>, hijau, biru, cokelat, merah, nggak pakai warna karena buta warna, bebas. Yang penting, di momen-momen penting seperti saat ini kita harus saling jaga agar suara kita didengar oleh mereka.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Jujur, Penulis geram karena ada saja yang meributkan Brave Pink Green Hero ini. Kenapa justru menyorot Ibu Ana-nya, bukan inti dari gerakannya. Ibarat meributkan klub sepak bola bukan karena performa atau permainannya, tapi dari logo klubnya.</p>



<p>Selain itu, Penulis juga merasa heran karena ketika pemimpin negara yang berkata kasar, hal tersebut justru berusaha dinormalisasi. Ketika pemimpin negara <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/napoleon-iii-gak-bisa-jadi-presiden-lagi-ya-tinggal-ubah-aturannya/">mengacak-acak konstitusi agar bisa ikut pemilu</a>, eh malah dipilih. <em>Double standard</em>-nya kok agak kebangetan.</p>



<p>Terlepas dari itu semua, Penulis berharap kejadian yang berlangsung sejak akhir Agustus bisa menjadi momentum kita sebagai bangsa menuju ke arah yang lebih baik lagi. Kita lihat saja tahun depan, apakah tuntutan yang ada di dalam 17+8 ada yang berhasil dikerjakan atau tidak.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 9 September 2025, terinspirasi dari netizen yang meributkan masalah <em>brave pink hero green</em></p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://aceh.tribunnews.com/news/983906/viral-brave-pink-dan-hero-green-di-medsos-warganet-ramai-ubah-foto-profil-begini-caranya">Tribun</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/polemik-brave-pink-hero-green-mengapa-kita-mudah-terpolarisasi/">Polemik Brave Pink Hero Green: Mengapa Kita Mudah Terpolarisasi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/polemik-brave-pink-hero-green-mengapa-kita-mudah-terpolarisasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berusaha Memahami Situasi Politik yang Sedang Terjadi Saat Ini</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/berusaha-memahami-situasi-politik-yang-sedang-terjadi-saat-ini/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/berusaha-memahami-situasi-politik-yang-sedang-terjadi-saat-ini/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Sep 2024 15:13:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[MK]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[oposisi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Peringatan Darurat]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7751</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selama beberapa minggu terakhir, drama perpolitikan di Indonesia benar-benar dinamis sekaligus panas. Penyebab utamanya tentu saja Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta yang entah mengapa penuh dengan drama. Tidak hanya drama di Jakarta, banyak peristiwa politik lain yang juga terjadi bersamaan. Salah satu yang mencuri perhatian Penulis adalah banyaknya calon kepala daerah yang hanya berhadapan dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/berusaha-memahami-situasi-politik-yang-sedang-terjadi-saat-ini/">Berusaha Memahami Situasi Politik yang Sedang Terjadi Saat Ini</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Selama beberapa minggu terakhir, drama perpolitikan di Indonesia benar-benar dinamis sekaligus panas. Penyebab utamanya tentu saja Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta yang entah mengapa penuh dengan drama.</p>



<p>Tidak hanya drama di Jakarta, banyak peristiwa politik lain yang juga terjadi bersamaan. Salah satu yang mencuri perhatian Penulis adalah banyaknya calon kepala daerah yang hanya berhadapan dengan kotak kosong karena terlalu gemuknya koalisi.</p>



<p>Oleh karena itu, ada banyak hal yang terbesit di pikiran Penulis setelah mengamati dunia politik pada masa-masa ini, sehingga merasa perlu untuk menuangkan pikiran dan opininya melalui tulisan ini. </p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/lewis-hamilton-belum-habis-banner-300x169.webp" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/lewis-hamilton-belum-habis-banner-300x169.webp 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/lewis-hamilton-belum-habis-banner-1024x576.webp 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/lewis-hamilton-belum-habis-banner-768x432.webp 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/lewis-hamilton-belum-habis-banner.webp 1200w " alt="Lewis Hamilton Buktikan Bahwa Dirinya Belum Habis" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/olahraga/lewis-hamilton-buktikan-bahwa-dirinya-belum-habis/">Lewis Hamilton Buktikan Bahwa Dirinya Belum Habis</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Gagal Paham Netizen (atau Buzzer?) Menyikapi Peringatan Darurat</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/memahami-situasi-politik-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7773" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/memahami-situasi-politik-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/memahami-situasi-politik-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/memahami-situasi-politik-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/memahami-situasi-politik-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Reza Rahadian Sampai Turun ke Jalan (<a href="https://voi.id/lifestyle/410405/ikut-orasi-di-demo-ruu-pilkada-reza-rahadian-ternyata-cucu-tokoh-wanita-pergerakan-indonesia">VOI</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis sudah merangkum kejadian Peringatan Darurat pada <a href="https://whathefan.com/politik-negara/peringatan-darurat-apa-memang-sedarurat-itu-situasi-politik-saat-ini/">tulisan sebelumnya</a>. Intinya, pada akhirnya keinginan DPR untuk membuat RUU Pilkada demi membatalkan putusan MK dibatalkan karena desakan dari masyarakat.</p>



<p>Seperti yang kita tahu, menjelang rapat untuk membahas RUU Pilkada tersebut, masyarakat berkumpul di beberapa kota besar Indonesia untuk melakukan aksi protes. Bahkan, banyak <em>public figure</em> yang turun seperti Reza Rahadian, Andovi, serta banyak komika.</p>



<p>Nah, dengan dikabulkannya permintaan tersebut, tentu kita sebagai masyarakat merasa senang karena berhasil menahan pemerintah untuk berbuat sewenang-wenang dengan mengubah peraturan demi kepentingan tertentu. Iya, kan?</p>



<p>Ternyata, tidak semua berpikiran seperti itu. Ada pihak (kemungkinan <em>buzzer</em>) yang menuduh kalau gerakan Peringatan Darurat tersebut merupakan <strong>gerakan terstruktur yang dikomandoi oleh pihak tertentu untuk tujuan lain</strong>. Siapa? Mereka tidak menyebutkannya. </p>



<p>Lantas, tujuan lainnya itu apa? Nah, di sini Penulis tidak paham. Mayoritas pos yang kontra dengan Peringatan Darurat tidak menjelaskan secara spesifik apa maksud lain dari gerakan tersebut. Kalau yang pro kan jelas, kami tidak ingin peraturan diubah seenak <em>udel</em>-nya.</p>



<p>Anehnya, mereka justru melempar isu lain untuk memperkeruh keadaan. Contoh, mereka menyinggung masalah politik dinasti di Banten. &#8220;Kenapa kalian diam ketika ada dinasti di Banten,&#8221; kurang lebih begitu narasi dari mereka.</p>



<p>Bagi Penulis, mereka yang bernarasi seperti itu tidak paham substansi. Peringatan Darurat bukan muncul semata-mata untuk menolak dinasti, tapi (sekali lagi) <strong>mencegah agar jangan sampai peraturan bisa diubah semena-mena demi kepentingan tertentu</strong>.</p>



<p>Politik dinasti sudah banyak terjadi selama ini, bukan dipelopori oleh keluarga Joko Widodo selaku presiden kita. Tidak ada perarturan yang melarang kalau kita kerabat dari pejabat publik, kita dilarang untuk menjadi pejabat publik juga.</p>



<p>Yang dipermasalahkan adalah kalau <strong>dinasti itu dibangun dengan mengubah peraturan yang sudah ada</strong>. Kedua anak Jokowi, Gibran dan Kaesang, sama-sama terganjal umur. Gibran berhasil diloloskan pamannya, tapi Kaesang tidak.</p>



<p>Nah, waktu meloloskan Gibran, tidak ada yang berdaya untuk mengubah keputusan MK tersebut, bukan? Lantas, mengapa saat MK memutuskan yang terakhir kemarin, tiba-tiba DPR bergerak cepat untuk menganulir keputusan tersebut? Ini kan anomali yang sangat aneh.</p>



<p>Isu lain yang dilempar ke publik adalah mempertanyakan mengapa para orang pro Peringatan Darurat tidak sevokal ini saat membahas RUU Perampasan Aset. Ini kesalahan logika lainnya karena sudah berbeda substansi. <em>Buzzer </em>memang selalu punya caranya sendiri, walau sering tak masuk akal. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Negara Tanpa Oposisi, tapi Lebih Parah</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/memahami-situasi-politik-2-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7775" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/memahami-situasi-politik-2-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/memahami-situasi-politik-2-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/memahami-situasi-politik-2-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/memahami-situasi-politik-2-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Diusung oleh Belasan Partai (<a href="https://www.antarafoto.com/view/2286411/deklarasi-ridwan-kamil-suswono-untuk-pilkada-dki-jakarta">Antara</a>)</figcaption></figure>



<p>Salah satu poin yang diputuskan oleh MK adalah menurunkan batas <em>threshold </em>partai politik untuk bisa mencalonkan orang, dari 20% menjadi 7.5% saja. Tentu ini keputusan yang bagus sekali, karena <em>threshold </em>yang terlalu tinggi menimbulkan sedikitnya calon yang bisa dipilih.</p>



<p>Penulis pernah membahas mengenai bagaimana Jokowi berhasil mengalahkan lawan-lawannya tanpa berperang, yakni dengan cara mengajak koalisi lawan-lawannya. Hal ini tampaknya akan dilanjutkan oleh presiden terpilih Prabowo Subianto.</p>



<p>Dalam satu pernyataan, Prabowo pernah mengatakan kalau oposisi bukanlah budaya Indonesia, karena budaya Indonesia adalah gotong royong. Bagi Penulis, dalam negara yang mengusung demokrasi, ini adalah hal yang cukup berbahaya.</p>



<p>Hal ini bisa dilihat dari peta Pilkada saat ini, di mana <strong>ada begitu banyak satu calon diusung oleh hampir semua partai yang ada  untuk melawan kotak kosong</strong>, atau minimal melawan calon independen. Ada puluhan kasus seperti ini di seluruh Indonesia.</p>



<p>Penulis ambil contoh di Jakarta, di mana Ridwan Kamil diusung oleh 15 partai. Partai Nasdem, PKB, dan PKS, yang awalnya ingin mengusung Anies Baswedan, berbalik arah dan ikut mendukung Ridwan Kamil karena gagal mencapai <em>threshold</em>. </p>



<p>Setelah keputusan MK, PDIP akhirnya maju sendirian dengan mengusung pasangan Pramono Anung dan Rano Karno. Ada pasangan ketiga dari jalur independen, yang juga kontroversial karena mencatut banyak KTP orang dan tetap diloloskan untuk berlaga di Pilkada.</p>



<p>Di Jawa Timur pun begitu, di mana partai-partai yang bergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus mengusung Khofifah. Yang berbeda adalah PDIP yang mengusuk Risma dan PKB yang mengusung Luluk.</p>



<p>Bayangkan, satu orang diusung oleh belasan partai. Jika pun mereka kalah, suara mereka di dewan akan sangat dominan. Lantas, bagaimana pihak Eksekutif dan Legislatif bisa bekerja dengan baik jika tidak seimbang seperti ini?</p>



<p><strong>Negara butuh kontrol</strong>, karena itulah kita menganut trias politika. Tidak boleh ada satu pihak yang terlalu dominan. Kalau Eksekutif dan Legislatif-nya sejalan terus, lantas siapa yang bisa menjamin kalau semua keputusan yang dibuat akan menguntungkan untuk rakyat? </p>



<p>Kita seolah semakin bertransformasi menjadi negara tanpa oposisi yang makin parah. Siapa yang tidak mau ikut, entah baik atau buruk, akan ditinggal. Memang benar kalau tidak semua orang tahan untuk menjadi oposisi dan berada di luar kekuasaan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Situasi politik di Indonesia saat ini, setidaknya bagi Penulis, sudah berada di tahap yang membuat geleng-geleng kepala. Konsep bernegara yang kita kenal selama ini perlahan digeser, sehingga tak terasa kita akan dibawa kembali ke era otoriter seperti dulu.</p>



<p>Mungkin kita masih bisa bersuara, mungkin kita masih bisa melempar kritik. Akan tetapi, negara ini seolah sedang diatur oleh sekelompok orang dengan kepentingannya masing-masing alias oligarki. Negara ini mau maju mau mundur, suka-suka mereka.</p>



<p>Kalau mau sarkas, sudah tidak perlu adakan Pemilu saja sekalian. Silakan pilih suka-suka kalian. Apakah namanya masih bebas, jika pilihan yang ada diatur-atur oleh pemilik kekuasaan, baik dengan cara halus maupun kasar?</p>



<p>Penulis yang ilmunya rendah ini berusaha memahami situasi politik saat ini, dan kesimpulannya, ini hanya tentang<strong> bagaimana meraih kekuasaan dan mempertahankannya selama mungkin</strong>. Nasib kita sebagai rakyat tak menjadi pertimbangan sama sekali.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 4 September, terinspirasi setelah melihat komentar-komentar netizen (atau <em>buzzer</em>?) terkait peringatan darurat yang ramai beberapa minggu lalu</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.merdeka.com/trending/demo-besar-sukses-gagalkan-dpr-sahkan-ruu-pilkada-disorot-media-internasional-nama-jokowi-kaesang-disebut-sebut-185245-mvk.html">Merdeka</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/berusaha-memahami-situasi-politik-yang-sedang-terjadi-saat-ini/">Berusaha Memahami Situasi Politik yang Sedang Terjadi Saat Ini</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/berusaha-memahami-situasi-politik-yang-sedang-terjadi-saat-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Standar Ganda ala Barat</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/standar-ganda-ala-barat/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/standar-ganda-ala-barat/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Mar 2022 03:35:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[barat]]></category>
		<category><![CDATA[konflik]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[Rusia]]></category>
		<category><![CDATA[standar ganda]]></category>
		<category><![CDATA[Ukraina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5617</guid>

					<description><![CDATA[<p>Publik tengah dibuat khawatir dengan penyerangan Rusia ke Ukraina. Bahkan, tak sedikit yang berpendapat kalau konflik ini dapat memicu Perang Dunia Ketiga dengan mengandalkan senjata nuklir yang mematikan. Dunia pun langsung merespon hal ini dengan mengecam serangan Rusia tersebut. Mayoritas negara, terutama negara barat, membela Ukraina dengan cara memberikan berbagai jenis sanksi kepada Rusia. Public [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/standar-ganda-ala-barat/">Standar Ganda ala Barat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Publik tengah dibuat khawatir dengan penyerangan Rusia ke Ukraina. Bahkan, tak sedikit yang berpendapat kalau konflik ini dapat memicu Perang Dunia Ketiga dengan mengandalkan senjata nuklir yang mematikan.</p>



<p>Dunia pun langsung merespon hal ini dengan mengecam serangan Rusia tersebut. Mayoritas negara, terutama negara barat, membela Ukraina dengan cara memberikan berbagai jenis sanksi kepada Rusia. <em>Public figure </em>juga ramai-ramai menyuarakan perdamaian.</p>



<p>Menurut Penulis, melakukan invasi ke wilayah berdaulat dengan alasan apa pun memang tidak bisa dibenarkan. Hanya saja, Penulis merasa geram dengan standar ganda yang ditunjukkan oleh pihak barat.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Kenapa Hanya Rusia yang Dikecam?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5619" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Presiden Rusia, Vladimir Putin (<a href="https://www.reuters.com/markets/asia/vladimir-putin-tests-even-wall-streets-values-2022-03-02/">Reuters</a>)</figcaption></figure>



<p>Semua pihak yang memiliki afiliasi dengan barat mengutuk serangan Rusia ke Ukraina, termasuk ke Vladimir Putin selaku Presiden Rusia. Pemerintah, Hollywood, <em>public figure</em>, badan olahraga, beramai-ramai mengecam perang yang tengah terjadi ini.</p>



<p>Oke, itu adalah hal yang bagus karena mayoritas dari kita jelas lebih memilih hidup damai tanpa perasaan takut rumah kita akan dihujani rudal. Peperangan adalah hal yang sebisa mungkin dihindari.</p>



<p>Namun, ke mana mereka semua ketika <a href="https://whathefan.com/politik-negara/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel/">peperangan antara Israel dan Palestina terus bergejolak</a>? Ke mana mereka semua ketika banyak nyawa-nyawa tak berdosa di sana yang harus merenggang nyawa?</p>



<p>Ke mana mereka semua ketika Amerika Serikat melakukan invasi ke Afganistan dan Irak dengan alasan negara-negara tersebut memiliki senjata pemusnah massal yang hingga kini tidak terbukti?</p>



<p>Dua contoh di atas hanya sedikit contoh dari betapa bermuka duanya politik dunia barat. Selama menguntungkan bagi mereka, perang tidak masalah. Yang jadi masalah kalau perang tersebut sampai mengganggu kepentingan mereka.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Semua Terkena Imbasnya</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5620" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Roman Abramovic (<a href="https://www.thetimes.co.uk/article/roman-abramovich-confirms-he-is-selling-chelsea-w30x30ngf">The Times</a>)</figcaption></figure>



<p>Konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina bahkan merembet ke banyak hal, termasuk sepak bola dan Formula 1. Dampak yang terasa tidak hanya dirasakan oleh Rusia, tapi juga orang-orang yang berasal dari sana.</p>



<p>Roman Abramovic yang merupakan <em>owner </em>klub Chelsea bahkan langsung menjual klub kesayangannya tersebut. Padahal kita tahu, seberapa besar kontribusinya terhadap klub dan <em>passion</em>-nya untuk sepak bola. Jarang ada <em>owner </em>bola yang begitu peduli dengan klubnya.</p>



<p>Di ajang Formula 1, pembalap Haas Nikita Mazepin langsung diputus kontraknya. Meskipun ia sering menjadi ejekan karena bisa masuk ke ajang ini lewat bantuan &#8220;orang dalam&#8221;, perlakuan ini dianggap tidak adil.</p>



<p>Hanya karena mereka orang Rusia, mereka harus menelan pil pahit akibat sanksi yang diberikan oleh negara barat. Padahal, mereka belum tentu mendukung penyerangan yang dilakukan oleh Rusia.</p>



<p>Kenapa sanksi yang serupa tidak pernah diberikan kepada orang-orang yang berasal dari Amerika Serikat atau Israel yang sama-sama melakukan invasi ke negara lain? Atau memang dunia ini sudah berada di genggaman mereka sehingga bisa berbuat apa saja?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Peran Media dan Perlawanan Publik di Media Sosial</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5621" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>“Whoever controls the media, controls the mind”</p><cite>Jim Morrison</cite></blockquote>



<p><em>Quote </em>di atas sangat terkenal, di mana pihak yang bisa menguasai dunia akan bisa menguasai pikiran. Logikanya sederhana, publik mengetahui informasi dari media massa, sehingga opini mereka bisa digiring ke arah tertentu.</p>



<p>Media, termasuk media sosial, menjadi &#8220;senjata&#8221; yang ampuh untuk membuat propaganda tertentu yang menguntungkan pihak tertentu. Maka dari itu, tak heran jika berita-berita isinya kebanyakan menyudutkan Rusia. Setiap hari, selalu ada saja berita tentang konflik tersebut.</p>



<p>Akan tetapi, kemunculan media sosial juga bisa menjadi media alternatif sehingga publik bisa mendapatkan sudut pandang lain dari berita yang diedarkan media barat. Mereka pun tidak menelan bulat-bulat apa yang diberikan oleh barat.</p>



<p>Oleh karena itu, opini yang beredar di media sosial pun beraneka macam. Tidak hanya menyuarakan perdamaian, mereka (termasuk Penulis melalui tulisan ini) mempertanyakan ke mana semua pihak ini ketika terjadi konflik di daerah lain.</p>



<p>Bahkan di akun Instagram <a href="https://www.instagram.com/p/Cao8RMxo8fV/">@bundesliga</a>, mereka sampai menghapus komentar yang mempertanyakan hal ini. Untungnya, ada pihak yang sudah menyalin komentar tersebut dan kembali memostingnya.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>What about other countries being invaded before and recently? Their life does not matter? Vietnam, Syria, Iraq, Libya, Yemen, Afghanistan and Palestine etc&#8230; Majority of this country invaded by Western Powers and some ethnic cleansing. Their life does not matter because of their skin color or religion? Yes what is happening in Ukraine is wrong. But i was told there&#8217;s no room for politics in sports. Sadly today the western media and football organizations are being so hypocrite. <a href="https://www.instagram.com/explore/tags/alllifematters/">#alllifematters</a></p></blockquote>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Perdamaian adalah hal yang diidamkan oleh mayoritas masyarakat yang tinggal di bumi. Sebisa mungkin, peperangan yang akan membunuh insan-insan tak bersalah dihindari, jangan sampai kiamat terjadi lebih cepat karena serangan nuklir yang mematikan.</p>



<p>Penulis dengan tegas tidak mendukung serangan Rusia ke Ukraina. Namun, Penulis merasa muak dengan standar ganda yang ditunjukkan oleh negara barat. Media pun sudah dikendalikan sedemikian rupa untuk menggiring opini tertentu.</p>



<p>Olahraga yang katanya bebas dari politik nyatanya tetap terpengaruh. Para penggemar banyak menghujat di kolom komentar media sosial, mencibir standar ganda yang mereka tunjukkan secara nyata.</p>



<p>Semoga saja konflik Rusia-Ukraina segera berakhir dan kedua belah pihak menemukan <em>win-win solution</em>. Semoga dengan adanya konflik ini, kita jadi menyadari betapa memuakkannya standar ganda yang ditunjukkan oleh pihak barat.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 6 Maret 2022, terinspirasi dengan standar ganda yang ditunjukkan oleh barat.</p>



<p>Foto: <a href="https://www.brown.edu/news/2022-02-16/ukraine">Brown University</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/standar-ganda-ala-barat/">Standar Ganda ala Barat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/standar-ganda-ala-barat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cancel Culture untuk Para Koruptor</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/cancel-culture-untuk-para-koruptor/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/cancel-culture-untuk-para-koruptor/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Nov 2021 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[cancel culture]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[koruptor]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5391</guid>

					<description><![CDATA[<p>Belakangan ini, isu cancel culture kerap terdengar dan muncul di linimasa media sosial. Penyebabnya, ada beberapa public figure yang melakukan sebuah perbuatan tidak terpuji dan mereka dianggap layak untuk mendapatkan pengucilan dari masyarakat. Tentu cancel culture mendapatkan pro-kontra di antara masyarakat. Yang pro mengatakan hal tersebut perlu dilakukan untuk menimbulkan efek jera dan tidak akan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/cancel-culture-untuk-para-koruptor/">Cancel Culture untuk Para Koruptor</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Belakangan ini, isu <em><strong>cancel culture </strong></em>kerap terdengar dan muncul di linimasa media sosial. Penyebabnya, ada beberapa <em>public figure</em> yang melakukan sebuah perbuatan tidak terpuji dan mereka dianggap layak untuk mendapatkan pengucilan dari masyarakat.</p>



<p>Tentu <em>cancel culture </em>mendapatkan pro-kontra di antara masyarakat. Yang pro mengatakan hal tersebut perlu dilakukan untuk menimbulkan efek jera dan tidak akan dilakukan oleh pihak lain. Yang kontra menyebutkan kalau semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua.</p>



<p>Penulis sendiri belum bisa memutuskan lebih condong ke arah yang mana. Akan tetapi, Penulis sangat menyetujui jika <em>cancel culture </em>ini diterapkan kepada para koruptor yang sudah merugikan negara demi nafsunya semata.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Apa Itu <em>Cancel Culture?</em></h2>



<p>Dilansir dari <em>Merriam-Webster</em>, <em>cancel culture </em>adalah:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>&#8220;The practice or tendency of engaging in mass canceling as a way of expressing disapproval and exerting social pressure.&#8221;</p><p>&#8220;Praktik atau kecenderungan terlibat dalam pembatalan massal sebagai cara untuk mengungkapkan ketidaksetujuan dan memberikan tekanan sosial.&#8221;</p></blockquote>



<p>Contoh mudah dari penerapan <em>cancel culture </em>adalah melalui kasus Saiful Jamil setelah ia keluar penjara. Banyak masyarakat yang melayangkan protes dan memboikot saluran televisi yang membuat acara khusus untuknya.</p>



<p>Dari beberapa berita yang Penulis baca, intinya beberapa masyarakat tersebut menganggap kejahatan seksual yang dilakukan olehnya tidak termaafkan dan tidak layak untuk memiliki acara sendiri setelah bebas.</p>



<p>Hal ini kerap dianggap mematikan rezeki orang, tetapi ada juga yang menganggap bahwa itu adalah konsekuensi dari perbuatan buruknya di masa lalu. Perkembangan kasus ini sendiri tidak Penulis ketahui karena memang tidak terlalu tertarik.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><em>Cancel Culture </em>untuk Para Koruptor</h2>



<p>(Sebelumnya Penulis minta maaf jika ternyata pendapat di bawah ini sudah diterapkan oleh hukum negara kita. Penulis tidak bisa menemukan data pendukung yang menyebutkan jika pendapat ini sudah diterapkan.)</p>



<p>Anggap saja <em>cancel culture </em>sah untuk dilakukan, Penulis sangat berharap jika <em>cancel culture </em>juga bisa diterapkan untuk para koruptor. Dengan kata lain, <strong>semua hak politiknya akan dicabut seumur hidup</strong>.</p>



<p>Misal seorang bupati terlibat dalam kasus korupsi, artinya seumur hidup dia tidak akan boleh lagi mencalonkan diri sebagai pemimpin daerah di mana pun dan dalam tingkat apapun. Dia juga tidak boleh berafiliasi dengan partai politik mana pun. Menjadi anggota dewan pun tidak boleh.</p>



<p>Anggota dewan yang terlibat kasus suap pun tidak boleh mencalonkan diri untuk kembali setelah menyelesaikan masa tahanannya (yang seringnya sangat singkat). Mau DPR hingga DPRD, ia tidak boleh lagi menjadi perwakilan rakyat dari fraksi partai mana pun.</p>



<p>Sayangnya, setahu Penulis hal tersebut tidak pernah menjadi kenyataan. Penulis pernah membaca di suatu media kalau banyak calon kepala daerah yang merupakan mantan narapidana kasus korupsi.</p>



<p>Artinya, seorang koruptor tetap memiliki hak politiknya dan boleh berpolitik. Para mantan koruptor ini pun kembali punya &#8220;peluang&#8221; untuk mengulangi kesalahan yang sama. </p>



<p>Karena itulah, Penulis menginginkan adanya penerapan <em>cancel culture </em>bagi para koruptor dengan cara dicabut hak politiknya seumur hidup. Mau dibilang menghalangi rezeki orang ya biar, <em>mong </em>mereka juga sudah duluan menghalangi rezeki orang lain.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Meskipun terdengar bagus dan bisa menimbulkan efek jera, Penulis ragu jika <em>cancel culture </em>untuk koruptor ini bisa diterapkan di Indonesia. Kok menambah berat hukuman mereka, berita terbaru malah menyebutkan remisi untuk mereka akan semakin mudah.</p>



<p>Entah bagaimana cara mengatasi permasalahan korupsi bangsa ini. Rasanya meskipun yang menjadi presiden adalah Naruto Uzumaki sekalipun, sulit untuk memberantas korupsi dari akarnya.</p>



<p>Akan tetapi, semoga saja pada akhirnya kita akan memiliki pemerintah yang berani tegas menangani masalah korupsi dan tercipta peraturan yang akan mencabut semua hak politik koruptor seumur hidup.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 1 November 2021, terinspirasi setelah merasa kalau <em>cancel culture </em>bisa menjadi hukuman yang cocok untuk para koruptor</p>



<p>Foto: <a href="https://radiowest.kuer.org/post/bari-weiss-cancel-culture">Radiowest &#8211; KUER</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/cancel-culture-untuk-para-koruptor/">Cancel Culture untuk Para Koruptor</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/cancel-culture-untuk-para-koruptor/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berburu Pembuat &#8220;Mural&#8221; yang Seharusnya Dilakukan</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/berburu-pembuat-mural-yang-seharusnya-dilakukan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/berburu-pembuat-mural-yang-seharusnya-dilakukan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Aug 2021 14:48:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[Greenpeace]]></category>
		<category><![CDATA[hutan]]></category>
		<category><![CDATA[kerusakan hutan]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[prioritas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5243</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu, sempat heboh sebuah berita yang mengabarkan bahwa pihak kepolisian sendang memburu pembuat mural yang menggambarkan sosok Jokowi dengan disertai tulisan 404: Not Found. Sontak hal ini menimbulkan beragam reaksi dari masyarakat. Kebanyakan menganggap bahwa hal tersebut menunjukkan kalau pemerintah anti kritik dan &#8220;takut&#8221; dengan mural. Sebelumnya, ada juga mural bertulisan &#8220;Tuhan aku [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/berburu-pembuat-mural-yang-seharusnya-dilakukan/">Berburu Pembuat &#8220;Mural&#8221; yang Seharusnya Dilakukan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Beberapa waktu lalu, sempat heboh sebuah berita yang mengabarkan bahwa pihak kepolisian sendang memburu pembuat mural yang menggambarkan sosok Jokowi dengan disertai tulisan 404: Not Found.</p>



<p>Sontak hal ini menimbulkan beragam reaksi dari masyarakat. Kebanyakan menganggap bahwa hal tersebut menunjukkan kalau pemerintah anti kritik dan &#8220;takut&#8221; dengan mural.</p>



<p>Sebelumnya, ada juga mural bertulisan &#8220;Tuhan aku lapar&#8221; dan &#8220;Wabah sesungguhnya adalah lapar&#8221; yang akhirnya dihapuskan oleh pihak kepolisian, meskipun alasannya adalah permintaan dari warga.</p>



<p>Begitu cepatnya reaksi kepolisian terhadap mural jalanan yang mengekspresikan pendapat menjadi berbanding terbalik dengan lambatnya reaksi pihak yang berwajib terhadap &#8220;mural&#8221; yang sebenarnya lebih berbahaya.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Mural di Alam Indonesia</h2>



<p>Jika biasanya mural menggunakan tembok sebagai media, maka &#8220;mural&#8221; yang satu ini menggunakan bentang alam Indonesia. Jika mural biasanya hanya berukuran meter, &#8220;mural&#8221; yang satu ini butuh berhektar-hektar tanah.</p>



<p>&#8220;Mural&#8221; yang dimaksud adalah hutan-hutan gundul yang dilakukan secara ilegal oleh perusahaan. <em>Illegal logging </em>yang dilakukan meninggalkan semacam &#8220;karya seni&#8221; di mana bekas hutan membentuk semacam pola yang, ironinya, indah.</p>



<p>Penulis mendapatkan ide artikel ini dari sebuah pos milik Greenpeace Indonesia. Pembaca bisa melihatnya di bawah ini:</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-instagram wp-block-embed-instagram"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/CSybOpfhEU8/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="13" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CSybOpfhEU8/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> <div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;"> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div></div></div><div style="padding: 19% 0;"></div> <div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div><div style="padding-top: 8px;"> <div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div></div><div style="padding: 12.5% 0;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;"><div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div></div><div style="margin-left: 8px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div></div><div style="margin-left: auto;"> <div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div></div></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div></div></a><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/p/CSybOpfhEU8/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank">A post shared by Greenpeace Indonesia (@greenpeaceid)</a></p></div></blockquote><script async src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script>
</div></figure>



<p>Daripada berburu orang yang menyuarakan kritik, mengapa tidak berburu para perusak hutan Indonesia? Dampak negatif yang dihasilkan jauh lebih besar dari sekadar mural di tembok yang mungkin bagi sebagian orang justru memperindah lingkungan.</p>



<p>Para pelakunya seolah tak tersentuh hukum dan bebas beroperasi selama bertahun-tahun. Apakah karena mereka membayarkan semacam &#8220;upeti&#8221; kepada yang berwajib? Rasanya ini sudah menjadi semacam rahasia umum.</p>



<p>Faktanya, data menunjukkan bahwa kerusakan hutan di Indonesia berada di taraf yang cukup mengkhawatirkan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Data Kerusakan Hutan di Indonesia</h2>



<p>Dilansir dari data yang dilaporkan oleh <em>WRI Indonesia</em> pada tahun 2020, kerusakan hutan di Indonesia menempati posisi keempat di dunia setelah Brazil, Kongo, dan Bolivia. </p>



<p>Kita berhasil mencatatkan &#8220;prestasi dengan turun satu peringkat jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, data menunjukkan bahwa sejak tahun 2017, kerusakan hutan di Indonesia mengalami penurunan yang cukup drastis.</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://content.globalforestwatch.org/wp-content/uploads/2021/03/Indonesian_GFW-Tree-Loss-v1_Indonesia-Primary-Forest-Loss.png" alt="Indonesia tropical primary forest loss 2020"/><figcaption>Data Diambil dari WRI Indonesia</figcaption></figure>



<p>Salah satu penyebab penurunan ini adalah kebakaran hutan dan gambut skala besar yang terjadi pada tahun 2015 silam. Semenjak bencana tersebut, ada pemantauan dan pencegahan kebakaran hutan secara ketat dari Pemerintah Indonesia.</p>



<p>Untuk sementara waktu, penerbitan izin baru untuk perkebunan kelapa sawit dihentikan oleh pemerintah. Moratoium izin perkebunan kelapa sawit juga diberlakukan, meskipun akan berakhir pada tahun 2021 ini. Apakah akan diperpanjang atau tidak, belum ada informasinya.</p>



<p>Berdasarkan data WRI di atas, kerusakan hutan di Indonesia selama 4 tahun terakhir berkisar di angka 200 hingga 400 ribu hektar per tahunnya. Sebagai perbandingan, ada beberapa data kerusakan hutan Indonesia alternatif:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>World Bank</strong>: Kerusakah hutan antara 700 ribu hingga 1.2 juta hektar per tahun</li><li><strong>Food and Agriculture Organization (FAO)</strong>: Kerusakan hutan mencapai 1.315.000 hektar yang setara berkurangnya 1% area hutan setiap tahunnya.</li><li><strong>Greenpeace</strong>: 3.8 juta hektar per tahun, di mana mayoritas disebabkan oleh penebangan liar</li></ul>



<p>Mana data yang benar? Entahlah, tidak ada yang tahun secara pasti. Yang jelas., kerusakan hutan di Indonesia benar-benar terjadi dan pelakunya masih melenggang dengan bebas, mungkin dengan tumpukan uang.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Salah Prioritas Ala Pemerintah</h2>



<p>Berhubung yang membuat pos adalah Greenpeace, wajar jika yang disorot adalah masalah kerusakan hutan. Viralnya pemburuan pembuat mural mereka jadikan kesempatan untuk menyadarkan masyarakat mengenai tingginya kerusakan hutan di Indonesia.</p>



<p>Di mata Penulis, contoh dari Greenpeace tersebut menjadi salah satu indikator kalau pemerintah kita <strong>kerap salah menentukan prioritas mereka</strong>. Yang sepele diseriusin, yang serius disepelekan.</p>



<p>Pembuat mural bernada kritik yang sepele diburu, tapi pembuat &#8220;mural&#8221; berhektar-hektar dilepas begitu saja. Yang mencuri karena lapar dihukum panjang, yang korupsi demi nafsu duniawi diberi potongan masa tahanan.</p>



<p>Di saat butuh kekuatan untuk memberantas korupsi, <a href="https://whathefan.com/politik-negara/kpk-dan-upaya-untuk-menggembosinya/">KPK malah terkesan dilemahkan</a>. Di saat butuh kesigapan pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19, <a href="https://whathefan.com/politik-negara/terlalu-fokus-dengan-istilah-lupa-esensinya/">pemerintah malah terkesan sibuk dengan istilah yang kerap berubah-ubah</a>.</p>



<p>Semoga saja, ke depannya pemerintah bisa lebih bijak dalam menentukan prioritas mereka. Kami ingin ada perubahan dalam tubuh pemerintah di mana yang jelas-jelas bersalah mendapatkan hukuman yang setimpal.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 23 Agustus 2021, terinspirasi dari pos Instagram Greenpeace Indonesia</p>



<p>Foto: <a href="https://www.greenpeace.org.au/what-we-do/protecting-forests/threats/">Greenpeace Australia Pacific</a></p>



<p>Sumber Artikel: </p>



<ul class="wp-block-list"><li><a href="https://www.google.com/url?sa=t&amp;rct=j&amp;q=&amp;esrc=s&amp;source=web&amp;cd=&amp;ved=2ahUKEwjk8Yn2rMfyAhUzqksFHeekCFQQFnoECBoQAw&amp;url=https%3A%2F%2Fdlhk.bantenprov.go.id%2Fupload%2Farticle%2FKerusakan_Hutan_dan_dampaknya_bagi_%2520kehidupan.pdf&amp;usg=AOvVaw2ipO27MrAdiIvY_hMm4E6p">DLHK Pemprov Banten</a></li><li><a href="https://wri-indonesia.org/id/blog/kerusakan-hutan-hujan-primer-meningkat-sebesar-12-dari-tahun-2019-hingga-tahun-2020">Kerusakan Hutan Hujan Primer Meningkat Sebesar 12% dari Tahun 2019 hingga Tahun 2020 | WRI Indonesia (wri-indonesia.org)</a></li></ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/berburu-pembuat-mural-yang-seharusnya-dilakukan/">Berburu Pembuat &#8220;Mural&#8221; yang Seharusnya Dilakukan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/berburu-pembuat-mural-yang-seharusnya-dilakukan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yakin Kita Sudah Merdeka?</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/yakin-kita-sudah-merdeka/</link>
					<comments>https://whathefan.com/renungan/yakin-kita-sudah-merdeka/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Aug 2021 15:45:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[kedaulatan]]></category>
		<category><![CDATA[kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[makna]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5225</guid>

					<description><![CDATA[<p>Untuk kali kedua, kita harus melewati hari kemerdekaan Indonesia di tengah keprihatinan. Penyebabnya apalagi kalau bukan belum meredanya pandemi Covid-19. Bulan yang biasanya diisi oleh lomba-lomba untuk menyemarakkan kemerdekaan harus ditiadakan. Acara malam tasyakuran untuk mengenang para pahlawan juga harus ditunda. Walaupun begitu, bukan berarti kita tidak bisa menghayati makna kemerdekaan itu sendiri. Setidaknya, muncul [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/yakin-kita-sudah-merdeka/">Yakin Kita Sudah Merdeka?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Untuk kali kedua, kita harus melewati hari kemerdekaan Indonesia di tengah keprihatinan. Penyebabnya apalagi kalau bukan belum meredanya pandemi Covid-19.</p>



<p>Bulan yang biasanya diisi oleh <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/menghayati-kemerdekaan-melalui-karang-taruna/">lomba-lomba untuk menyemarakkan kemerdekaan </a>harus ditiadakan. Acara malam tasyakuran untuk mengenang para pahlawan juga harus ditunda.</p>



<p>Walaupun begitu, bukan berarti kita tidak bisa menghayati makna kemerdekaan itu sendiri. Setidaknya, muncul satu pertanyaan di benak Penulis: <strong>yakin kita sudah merdeka?</strong></p>





<h2 class="wp-block-heading">Definisi Kemerdekaan</h2>



<p>Di dalam <em>KBBI</em>, merdeka memiliki tiga arti, yakni:</p>



<ol class="wp-block-list"><li>bebas (dari perhambaan, penjajahan, dan sebagainya); berdiri sendiri</li><li>tidak terkena atau lepas dari tuntutan</li><li>tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu; leluasa</li></ol>



<p>Mari kita coba urai satu per satu, apakah kemerdekaan yang sudah kita rasakan sekarang benar-benar kemerdekaan yang sesungguhnya. </p>



<h3 class="wp-block-heading">Makna Pertama</h3>



<p>Makna pertama, bebas dari penjajahan. Secara fisik, kita memang sudah tidak dijajah oleh Belanda atau Jepang. Kita memiliki kedaulatan dan diakui oleh negara lain.</p>



<p>Akan tetapi, apakah kita telah merdeka dari penjajahan dalam bentuk lain? Penjajahan sumber daya, penjajahan budaya, penjajahan ideologi, rasa-rasanya masih terjadi hingga sekarang bahkan lebih berbahaya dan mengerikan.</p>



<p>Tidak percaya? Dulu, penjajahan wilayah terlihat bentuk fisiknya. Nah, penjajahan mode baru yang disebutkan di atas kan tidak kelihatan secara fisik. Karena tidak kelihatan, kita pun tidak merasa sedang dijajah oleh bangsa lain.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Makna Kedua</h3>



<p>Makna kedua, lepas dari tuntutan. Makna yang satu ini memang lebih pas jika diidentikkan dengan pengadilan hukum. Apakah sebuah negara bisa dituntut oleh pihak lain? Bisa saja.</p>



<p>Meskipun sudah berdaulat, ada banyak negara lain yang memiliki kepentingan di negara kita. Efek sampingnya, akan muncul banyak tuntutan untuk kepentingannya sendiri.</p>



<p>Misal, menuntut kita untuk menandatangani kontrak tambang dengan dibayang-bayangi ancaman berskala global. Contoh lain, menuntut kita untuk menerima tenaga kerja asing dari negaranya. </p>



<h3 class="wp-block-heading">Makna Ketiga</h3>



<p>Makna ketiga, tidak bergantung ke pihak tertentu. Rasanya kita semua telah menyadari bahwa negara kita masih begitu bergantung kepada negara lain hingga rasanya begitu mengkhawatirkan.</p>



<p>Tengok saja kepada banyaknya produk impor yang harus kita datangkan demi memenuhi kebutuhan. Sesuatu seperti produk pertanian yang bisa kita hasilkan sendiri pun harus meminta pasokan dari negara lain.</p>



<p>Jelas masih ada sektor-sektor lain yang menunjukkan kalau kita masih terlalu bergantung kepada pihak lain. Istilah <em>berdikari </em>seolah tinggal slogan semata tanpa bisa dieksekusi oleh kita.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apakah Kita Sudah Merdeka?</h2>



<p>Jika mau melihat dari diri sendiri, sebenarnya kita memang bisa merasakan kemerdekaan. Penulis bisa sekolah dan bekerja tanpa harus takut akan ada bom yang jatuh dari langit. Penulis juga, syukurnya, tidak pernah merasa kelaparan hingga tidak bisa makan.</p>



<p>Hanya saja, kemerdekaan yang Penulis rasakan tersebut hanya dalam skala kecil. Jika melihat gambaran besarnya, ada banyak sisi yang menunjukkan bahwa Indonesia belum sepenuhnya merdeka.</p>



<p>Saat para pahlawan kita meneriakkan kata merdeka, mereka ingin kita memiliki sebuah negara yang utuh dan berdaulat. Mereka ingin kita menjadi raja di tanahnya sendiri. Kenyataannya sekarang?</p>



<p>Sumber daya kita masih banyak yang dikuasai asing, ketergantungan terhadap produk impor, lilitan hutang ribuan triliun, menjadi beberapa contoh menakutkan yang membuat kita meragukan apakah kita sudah benar-benar merdeka.</p>



<p>Semoga saja di ulang tahun yang ke-76 ini, Indonesia mampu segera bangkit dan sembuh dari berbagai penyakitnya. Semoga bangsa Indonesia bisa benar-benar merasakan kemerdekaan yang sejati, bukan kemerdekaan yang semu.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 17 Agustus 2021, terinspirasi setelah <em>chatting </em>dengan salah satu teman</p>



<p>Foto: <a href="https://publicholidays.co.id/independence-day/">Public Holidays</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/yakin-kita-sudah-merdeka/">Yakin Kita Sudah Merdeka?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/renungan/yakin-kita-sudah-merdeka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sedikit Opini tentang Konflik Palestina-Israel</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 May 2021 14:55:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[konflik]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[penjajahan]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4983</guid>

					<description><![CDATA[<p> “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa, oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.” Pembukaan Undang-undang dasar 1945 Sebelumnya, Penulis sudah menuliskan sedikit tentang Sejarah Singkat Konflik Palestina-Israel. Walaupun tidak bisa 100%, Penulis berusaha semaksimal mungkin untuk bersikap obyektif pada tulisan tersebut. Nah, kalau tulisan yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel/">Sedikit Opini tentang Konflik Palestina-Israel</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p> “Bahwa sesungguhnya <strong>kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa</strong>, oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”</p><cite>Pembukaan Undang-undang dasar 1945</cite></blockquote>



<p>Sebelumnya, Penulis sudah menuliskan sedikit tentang <em><a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel/">Sejarah Singkat Konflik Palestina-Israel</a></em>.  Walaupun tidak bisa 100%, Penulis berusaha semaksimal mungkin untuk bersikap obyektif pada tulisan tersebut.</p>



<p>Nah, kalau tulisan yang satu ini bisa dipastikan 100% bersifat subyektif. Penulis akan mengungkapkan opini pribadinya tentang konflik Palestina-Israel sejujur mungkin.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Dalih Israel Mengambil Tanah Palestina</h2>



<p>Di awal tulisan, Penulis mengutip pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang selalu kita dengarkan ketika upacara bendera di hari Senin. Kalaupun tidak bisa menghafal seluruh pembukaan, setidaknya kita akan ingat kalimat pertamanya.</p>



<p>Kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Penjajahan, dalam bentuk apapun, harus dilenyapkan dari muka bumi ini. Dalam kasus Palestina-Israel, menurut Penulis Israel telah berperan sebagai penjajah yang datang ke tanah orang.</p>



<p>Penulis telah menonton satu video di YouTube, di mana orang Israel diberi satu pertanyaan sederhana: Mengapa mereka mencuri tanah dari orang Palestina.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Jewish Settlers: Why do you steal Palestinian land?" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/yHRuULJ97vQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Jawabannya mereka seragam. Semua menolak disebut mencuri tanah orang dan berdalih bahwa tanah tersebut merupakan <strong>&#8220;Tanah Perjanjian&#8221;</strong> yang diberikan kepada Tuhan untuk mereka.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Analogi Tanah Pemberian Tuhan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4985" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Orang Indian (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="http://thegrandmalogbook.blogspot.com/2019/02/geronimo-one-who-yawns-apache-tribe.html">&#8212; THE GRANDMA&#8217;S LOGBOOK &#8212;</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis menghargai keyakinan bangsa Israel tentang Tanah Perjanjian tersebut. Hanya saja, Penulis menganggap di dalam hukum internasional yang serba plural, kita tidak bisa memaksakan keyakinan kita kepada bangsa lain, apalagi sampai mengusir mereka dari rumahnya sendiri.</p>



<p>Seandainya bangsa Indian meminta tanah di California karena menurut keyakinan mereka itu adalah tanah leluhur yang dijanjikan Tuhan mereka, apakah Amerika Serikat akan secara sukarela memberikan tanah tersebut kepada mereka?</p>



<p>Atau seandainya bangsa Aborigin meminta tanah di Sydney karena itu adalah tanah suci mereka, apakah Australia dan Inggris rela melepas kota tersebut hanya karena keyakinan sebuah kelompok?</p>



<p>Padahal, nyatanya mereka jelas-jelas penduduk asli sana. Mereka yang diusir dari kampung halamannya sendiri ketika orang-orang Barat memulai masa-masa ekspedisi mereka. Akan tetapi, tidak ada satupun dari mereka yang mendapatkan keistimewaan yang didapatkan oleh Israel.</p>



<p>Dunia ini penuh dengan konspirasi. Kita secara tidak sadar dikendalikan oleh orang-orang yang memiliki ambisi dunia dan ingin kita bergerak sesuai dengan keinginan mereka. Israel bisa lahir karena mereka memang ingin Israel lahir di Timur Tengah.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Tamu yang Tidak Tahu Diri</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4986" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Holocaust (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://www.bbc.com/news/world-europe-50743973">BBC</a>)</figcaption></figure>



<p>Salah satu alasan mengapa Theodor Herzl menyebarkan Zionisme adalah karena tingginya sikap anti-semitisme masyarakat dunia. <a href="https://whathefan.com/animekomik/antara-eren-thanos-dan-hitler/">Genosida yang dilancarkan oleh Hitler</a> makin meyakinkan mereka untuk membuat negara Yahudi sendiri.</p>



<p>Hanya saja, tanah yang mereka inginkan adalah tanah yang sudah dihuni oleh bangsa lain. Setelah kejatuhan Kesultanan Ottoman dan wilayah mereka dikuasai oleh Inggris, bangsa Palestina sudah ingin menjadi negara merdeka dan berdaulat.</p>



<p>Bangsa Yahudi yang sudah pernah mengalami bagaimana rasanya diusir dari rumah sendiri harusnya tahu bagaimana sakitnya diperlakukan secara demikian. Peristiwa genosida yang menghabisi 6 juta orang Yahudi seharusnya membuat mereka memiliki empati yang tinggi.</p>



<p>Ternyata tidak. Mereka bersikukuh dengan konsep Zionisme dari Herzl dan ingin mendirikan negara Yahudi di tanah Palestina. Mereka melobi Inggris dan bantuan pun datang. Jalan mereka untuk memiliki negara Yahudi semakin mulus setelah Perang Dunia II berakhir.</p>



<p>Migrasi orang Yahudi ke daerah Palestina makin lama makin tinggi. Ibarat tamu yang tidak tahu diri, mereka membawa serombongan keluarga besar untuk bertamu dan menghabiskan makanan milik tuan rumah.</p>



<p>Israel kerap protes serangan bangsa Palestina (seringnya lewat Hamas) ke negaranya. Jika dianalogikan, ini seperti Belanda memprotes tentara Indonesia yang menyerang benteng mereka. Padahal, keberadaan mereka di sana saja sudah menyalahi banyak aturan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apakah Konflik Palestina-Israel akan Berakhir?</h2>



<p>Penulis tidak tahu bagaimana konflik antara Palestina dan Israel akan berakhir. Perundingan damai telah dilakukan setidaknya lima kali. Penawaran konsep dua negara juga selalu ditolak oleh Palestina dan itu wajar. Kita juga tidak ingin berbagi wilayah dengan Belanda.</p>



<p>Rasanya, hanya kiamat yang bisa menghentikan konflik ini. Palestina hanya ingin diakui sebagai negara dan Israel angkat kaki dari wilayah mereka. Israel bersikukuh ingin menjadi negara Yahudi di tanah yang dijanjikan oleh Tuhan mereka.</p>



<p><em>Negaranya sendiri aja belum beres kok sok-sokan mau ngurus negara lain!</em></p>



<p>Ya, negara kita memang memiliki masalah yang tidak kalah kompleks. Walaupun begitu, bukan berarti kita harus tutup mata atas kejadian yang menimpa bangsa lain. Kalau tidak bisa membantu dengan mengangkat senjata, setidaknya doakan lah yang terbaik untuk mereka.</p>



<p>Penulis membuat ringkasan konflik Palestina-Israel juga sebagai bentuk kepeduliannya, walau memang efeknya hampir tidak ada sama sekali. Harapannya, tulisan Penulis bisa sedikit memberi pengetahuan tentang akar permasalahan dari konflik ini.</p>



<p>Setidaknya, Penulis melakukan apa yang bisa Penulis lakukan. Penulis berbuat sesuatu sesuai dengan kapasitasnya.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 21 Mei 2021, terinspirasi setelah mempelajari konflik Palestina-Israel</p>



<p>Foto: <a href="https://www.reuters.com/world/middle-east/reactions-israeli-palestinian-fighting-2021-05-12/">Reuters</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel/">Sedikit Opini tentang Konflik Palestina-Israel</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejarah Singkat Konflik Palestina-Israel</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 May 2021 13:59:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[konflik]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4976</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa minggu terakhir, konflik antara Palestina dan Israel kembali memanas. Ada banyak penyebabnya, Penulis sendiri tidak begitu tahu mana yang jadi pemantik utamanya. Kemungkinan besar adalah adanya sabotease Israel terhadap masjid Al-Aqsa. Hanya saja, Penulis jadi merasa penasaran atas konflik yang telah berlangsung puluhan tahun ini. Apa sebenarnya akar permasalahannya? Mengapa Israel menduduki tanah Palestina? [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel/">Sejarah Singkat Konflik Palestina-Israel</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Beberapa minggu terakhir, konflik antara Palestina dan Israel kembali memanas. Ada banyak penyebabnya, Penulis sendiri tidak begitu tahu mana yang jadi pemantik utamanya. Kemungkinan besar adalah adanya sabotease Israel terhadap masjid Al-Aqsa.</p>



<p>Hanya saja, Penulis jadi merasa penasaran atas konflik yang telah berlangsung puluhan tahun ini. Apa sebenarnya akar permasalahannya? Mengapa Israel menduduki tanah Palestina? Apa yang menjadi dasar Israel bisa menjadi sebuah negara dan diakui dunia?</p>



<p>Atas dasar itulah Penulis melakukan riset kecil-kecilan dengan menonton beberapa video di YouTube. Video-video tersebut menjadi sumber utama artikel kali ini, artikel tentang sejarah singkat konflik Palestina-Israel.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Theodor Herzl dan Zionisme</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4981" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Theodor Herzl (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://www.myjewishlearning.com/article/theodor-herzl/">My Jewish Learning</a>)</figcaption></figure>



<p>Jika ditarik ke belakang, bangsa Yahudi memiliki sejarah yang begitu panjang hingga ke zaman para nabi. Singkat cerita, banyak orang Yahudi yang harus meninggalkan tanah Palestina dan tersebar ke berbagai penjuru dunia karena berbagai konflik yang terjadi.</p>



<p>Di akhir tahun 1800-an, tanah Palestina secara <em>de jure </em>berada di wilayah kekuasaan Kesultanan Ottoman. Di wilayah tersebut, orang Muslim, Nasrani, dan Yahudi hidup berdampingan secara relatif damai.</p>



<p>Lantas, seorang tokoh Austria-Hungarian bernama <strong>Theodor Herzl</strong> memperkenalkan ide <strong>Zionisme</strong>, sebuah konsep negara Yahudi di tanah leluhur mereka, Palestina. </p>



<p>Alasannya, menurut kitab kepercayaan mereka tanah tersebut adalah tanah yang dijanjikan Tuhan untuk mereka. Nenek moyang mereka berasal dari sana dan pernah tinggal di sana.</p>



<p>Salah satu latar belakang ideologi ini adalah rasisme dan tingginya sikap antisemitisme masyarakat dunia terhadap orang-orang keturunan bangsa Yahudi. Mereka merasa harus memiliki negara sendiri agar merasa aman dan terlindungi.</p>



<p>Inilah cikal bakal dari berdirinya negara Israel dan mengapa mereka memilih wilayah Palestina di Timur Tengah.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kejatuhan Kesultanan Ottoman</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarang-singkat-konflik-palestina-israel-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4978" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarang-singkat-konflik-palestina-israel-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarang-singkat-konflik-palestina-israel-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarang-singkat-konflik-palestina-israel-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarang-singkat-konflik-palestina-israel-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Wilayah Kekuasaan Ottoman (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://quizizz.com/admin/quiz/6066e2f1d9f9b7001bce20ce/the-golden-era">Quizizz</a>)</figcaption></figure>



<p>Beberapa tahun berselang setelah Herzl mengungkapkan teorinya, Perang Dunia I. <strong>Kesultanan Ottoman </strong>ternyata bersatu dengan Jerman dan Austro-Hungaria sebagai Blok Sentral. Mereka melawan Blok Sekutu yang beranggotakan Inggris, Prancis, dan lainnya.</p>



<p>Setelah perang berkecamuk, Blok Sentral harus menderita kekalahan. Kesultanan Ottoman hancur hampir tak bersisa. Wilayahnya dicaplok pemenang perang, termasuk Palestina yang saat itu dikuasai oleh Inggris.</p>



<p>Orang-orang Yahudi pun bernegosiasi, meminta agar impian mereka mendirikan negara Yahudi di Palestina dapat terwujud dengan bantuan Inggris. Permintaan tersebut dikabulkan, sehingga setelah Perang Dunia I banyak orang-orang Yahudi yang bermigrasi ke Palestina.</p>



<p>Bangsa Palestina saat itu juga tengah berusaha mengusir Inggris dari tanah mereka. Sama seperti bangsa terjajah lainnya, mereka menginginkan kemerdekaan dan berdiri di atas kaki mereka sendiri.</p>



<p>Sayangnya hingga Perang Dunia II berakhir, kemerdekaan itu tak kunjung mereka dapatkan. Justru, mereka harus rela ada bangsa lain yang &#8220;baru datang&#8221; langsung diakui sebagai negara.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kelahiran Negara Israel</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4980" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Wilayah Israel dan Palestina (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://voi.id/en/memori/21331/the-history-of-the-division-of-palestinian-territories-that-israel-continues-to-violate">VOI</a>)</figcaption></figure>



<p><em>United Nations </em>alias Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) lahir di tahun 1945 setelah organisasi sebelumnya, <em>League of Nation</em> (Liga Bangsa-Bangsa), dianggap gagal menjalankan salah satu fungsinya sebagai penjaga kedamaian dunia.</p>



<p>Nah, salah satu hal pertama yang dilakukan oleh PBB adalah menyelesaikan konflik di tanah Palestina antara bangsa Arab dan Yahudi sebagai pendatang. </p>



<p>Pada tahun 1947, mereka memutuskan untuk membagi wilayah Palestina menjadi dua bagian, satu untuk orang-orang Yahudi dan satu untuk bangsa Arab. Satu tahun kemudian pada tahun 1948, <strong>Israel </strong>memproklamasikan kemerdekaannya dan diakui oleh PBB.</p>



<p>Nah, proklamasi inilah yang memantik emosi bangsa Palestina dan bangsa Arab lainnya. Perang pun tak terhindarkan yang berhasil dimenangkan oleh Israel. Wilayah Palestina yang sudah dibagi oleh PBB seolah menjadi tak berlaku, Israel memperluas wilayahnya dengan memakan &#8220;jatah&#8221; bangsa Palestina.</p>



<p>Semenjak itu, perang seolah menjadi sesuatu yang tak terhindarkan. Negara-negara tetangga seperti Mesir dan Suriah sempat memerangi Israel (dikenal dengan nama Perang Enam Hari), tetapi lagi-lagi Israel berhasil memenangkan peperangan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Perlawanan Palestina</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4979" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-4.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Yasser Arafat (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://www.gettyimages.fi/detail/news-photo/palestinian-leader-yasser-arafat-waves-15-october-2001-upon-news-photo/51391303">Getty Images</a>)</figcaption></figure>



<p>Semenjak pemisahan wilayah yang dilakukan oleh PBB pada tahun 1947, bangsa Palestina terbagi menjadi ke dua wilayah: Jalur Gaza dan Tepi Barat (<em>West Bank</em>). Hanya saja, wilayah ini pun makin ke sini makin dicaplok oleh Israel yang ingin memperluas wilayahnya.</p>



<p>Bangsa Palestina jelas tidak diam saja melihat wilayahnya makin lama makin habis. <em>Palestine Liberation Organization</em> (PLO) berdiri pada tahun 1964. Salah satu tokohnya yang paling terkenal adalah <strong>Yasser Arafat</strong>, yang nantinya juga menjadi pemimpin PLO. </p>



<p>Organisasi ini mengupayakan kemerdekaan mutlak untuk bangsa Palestina, termasuk melakukan penyerangan terhadap Israel. Gelombang serangan masif yang pertama adalah <strong>Intifada pertama</strong> yang terjadi pada tahun 1987 sampai 1993. <strong>Intifada kedua</strong> terjadi pada tahun 2000 sampai 2005. </p>



<p>Selain kedua penyerangan tersebut, masih ada banyak perlawanan yang dilakukan oleh Palestina demi mendapatkan hak mereka yang direbut secara paksa. Hanya saja, sampai saat ini Israel masih berdiri kukuh di atas tanah mereka.</p>



<p>Ada upaya damai yang berusaha dilakukan, seperti <strong>Perjanjian Camp David</strong> pada tahun 1978 dan <strong>Perjanjian Oslo</strong> yang dilakukan pada tahun 1993. Hanya saja, efek damai yang diharapkan tidak pernah muncul.</p>



<p>Israel beberapa kali menawarkan &#8220;kemerdekaan&#8221; untuk Palestina, namun selalu ditolak karena mereka ingin kedaulatan penuh di seluruh wilayah mereka. Bangsa Palestina tidak pernah setuju dengan konsep dua negara yang ditawarkan oleh Israel.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kesimpulan</h2>



<p>Sejarah singkat yang Penulis rangkum di atas jelas tidak cukup untuk menjelaskan semua akar permasalahan konflik Palestina-Israel. Oleh karena itu, Penulis menyantumkan video-video yang dapat menjelaskan konflik ini secara lebih rinci.</p>



<p>Jika mau diringkas lagi, awal masalahnya adalah ketika Inggris menguasai wilayah Palestina setelah kejatuhan Kesultanan Ottoman. Mereka mengizinkan bangsa Yahudi untuk masuk ke wilayah tersebut, upaya pertama agar Zionisme bisa terlaksana.</p>



<p>Orang-orang Palestina yang sudah ada di sana sejak lama jelas tidak ingin wilayahnya diambil alih secara paksa, apalagi sampai dijadikan sebagai satu-satunya negara Yahudi di dunia. Akhirnya, konflik berdarah pun terus berlangsung hingga saat ini.</p>



<p>Lantas, bagaimana pendapat Penulis atas konflik ini? Apakah ada solusi untuk mengatasi pertikaian ini? Bagaimana pandangan generasi muda terhadap permasalahan ini? Semua akan Penulis jelaskan pada tulisan selanjutnya.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 19 Mei 2021, terinspirasi setelah mempelajari banyak sejarah seputar konflik Palestina-Israel</p>



<p>Foto: <a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://www.euneighbours.eu/en/south/stay-informed/news/palestinian-and-israeli-presidents-address-meps">| EU Neighbours</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=Gl2uR-FfDes">Sejarah Baitul Maqdis &#8211; Akar Krisis Palestina (1/2) &#8211; YouTube</a></li><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=Urc7hXeIKlk">Sejarah Baitul Maqdis &#8211; Solusi Krisis Palestina (2/2) &#8211; YouTube</a></li><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=AWKmazrRIwA">Geography Now! ISRAEL &#8211; YouTube</a></li><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=iRYZjOuUnlU">The Israel-Palestine conflict: a brief, simple history &#8211; YouTube</a></li><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=1wo2TLlMhiw">Conflict in Israel and Palestine: Crash Course World History 223 &#8211; YouTube</a></li></ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel/">Sejarah Singkat Konflik Palestina-Israel</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KPK dan Upaya untuk Menggembosinya</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/kpk-dan-upaya-untuk-menggembosinya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/kpk-dan-upaya-untuk-menggembosinya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 May 2021 10:11:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[ASN]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[TWK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4969</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa minggu terakhir, kerap muncul berita tentang KPK. Alasannya, ada 75 anggota KPK yang dinonaktifkan karena tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebagai syarat diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk Novel Baswedan. Soal-soal tes ASN tersebut juga disorot oleh masyarakat. Ada banyak pertanyaan &#8220;aneh&#8221; yang muncul dan dianggap tidak relevan dengan KPK. Salah satu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/kpk-dan-upaya-untuk-menggembosinya/">KPK dan Upaya untuk Menggembosinya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Beberapa minggu terakhir, kerap muncul berita tentang KPK. Alasannya, ada 75 anggota KPK yang dinonaktifkan karena tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebagai syarat diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk Novel Baswedan.</p>



<p>Soal-soal tes ASN tersebut juga disorot oleh masyarakat. Ada banyak pertanyaan &#8220;aneh&#8221; yang muncul dan dianggap tidak relevan dengan KPK. Salah satu anggota KPK, <strong>Tata Khoiriyah</strong>, menceritakan serangkaian TWK yang telah dijalani.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Dilansir dari <em>Sindonews</em>, ujian pertama yang harus dilakukan adalah tes tulis yang berisi 200 soal berbentuk <em>closed question </em>dengan skala pilihan 1-5, di mana semakin besar angka yang dipilih menunjukkan kita semakin setuju dengan pertanyaan tersebut.</p>



<p>Salah satu pertanyaan absurd yang muncul adalah &#8220;apakah semua orang China itu sama&#8221;. Entah mengapa seolah ada penggiringan opini dengan munculnya pertanyaan-pertanyaan seperti ini.</p>



<p>Tes tulis selanjutnya adalah sesi esai, di mana peserta tes diminta memberikan pandangannya dari berbagai hal seperti FPI, Rizieq Shihab, HTI, paham komunis, dan lain sebagainya.</p>



<p>Di keesokan harinya, ada sesi wawancara selama satu jam. Pertanyaan yang diajukan seputar implementasi pancasila. Ada juga pertanyaan yang tidak memiliki relevansi dengan pekerjaan.</p>



<p>Contoh pertanyaan yang dianggap tidak relevan adalah &#8220;apakah peserta mengucapkan selamat hari raya pada agama lain&#8221;, &#8220;apakah sudah menikah/punya pacar&#8221;, &#8220;apa aliran agama keluarga&#8221;, &#8220;apa yang dilakukan ketika menemukan konten radikalisme&#8221;, dan lain sebagainya.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Sebelumnya, telah beredar kabar dari peserta tes lain tentang pertanyaan-pertanyaan absurd di soal TWK. Contohnya adalah &#8220;apakah bersedia lepas hijab&#8221;, &#8220;apakah membaca doa qunut&#8221;, &#8220;sikap tentang LGBT&#8221;, dan lainnya.</p>



<p>Untuk soal esai, ada beberapa pertanyaan seperti &#8220;UU ITE mengancam kebebasan berpendapat&#8221;, &#8220;agama adalah hasil pemikiran manusia&#8221;, &#8220;penista agama harus dihukum mati&#8221;, dan lain sebagainya.</p>



<p>Masyarakat yang kritis pun menilai kejanggalan TWK ini sebagai upaya menggembosi KPK dari dalam dan dipimpin sendiri oleh ketua KPK. Beberapa tokoh juga mengeluarkan opini yang senada.</p>



<p>Tidak main-main, yang memberikan kecaman terhadap keputusan ini adalah tokoh-tokoh besar seperti <strong>Faisal Basri</strong>, <strong>Prof. Emil Salim</strong>, <strong>Busyro Muqoddas</strong>, hingga <strong>Alissa Wahid</strong>. </p>



<p><strong>Indonesia Corruption Watch (ICW)</strong> juga mengeluarkan pendapatnya dengan mengatakan penonaktifan anggota ini dilakukan untuk menghambat kasus korupsi skala besar yang tengah diusut seperti dari dugaan korupsi bansos, suap benih lobster, KTP elektronik, dan lainnya.</p>



<p>Hal lain yang disorot adalah masalah transparasi dari TWK. Tidak diumumkan berapa skor peserta, apa kesimpulanya, dan lain-lain. Hanya ada daftar nama yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).</p>



<p>KPK tentu membela diri. Melalui juru bicaranya, TWK dibuat oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Soal-soal yang ada di dalamnya pun dibuat bersama badan-badan terkait. Selain itu, pengangkatan anggota KPK sebagai ASN sudah sesuai Undang-Undang yang berlaku.</p>



<p>Di kalangan tokoh dan masyarakat pun ada yang mendukung hasil TWK tersebut, walau orang yang mendukung tetap itu-itu saja. Seperti biasa, <a href="https://whathefan.com/politik-negara/polarisasi-masyarakat/">masyarakat terpolarisasi</a> menjadi dua kutub yang berseberangan.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Pelemahan KPK sebenarnya bukan barang baru. Sejak dulu, selalu ada upaya-upaya yang membuat kekuatan KPK tidak lagi garang. Mungkin Pembaca ingat banyaknya kasus yang tiba-tiba muncul dan menjerat jajaran ketua KPK.</p>



<p>Hanya saja, penonaktifan anggota KPK sebanyak 75 orang (dari sekitar 1.200 orang lebih) rasanya baru terjadi kali ini. Walaupun diamanatkan Undang-Undang hasil revisi yang sempat menjadi kontroversi juga, keputusan ini terasa sarat dengan kepentingan pihak-pihak tertentu.</p>



<p>Sampai artikel ini ditulis, KPK masih bergeming dari desakan masyarakat untuk membatalkan keputusan penonaktifan tersebut. Yang jelas, Penulis semakin khawatir dengan integritas KPK dalam memberantas korupsi, permasalahan terbesar yang selalu menjadi musuh utama kita.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 16 Mei 2021, terinspirasi setelah membaca banyak berita seputar KPK</p>



<p>Foto: <a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://harianmomentum.com/read/32843/kpk-geledah-pt-gmp-lampung">Harian Momentum</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list"><li> <a href="https://www.kompas.com/tren/read/2021/05/08/191347565/3-soal-tes-pegawai-kpk-yang-undang-kontroversi?page=all">3 Soal Tes Pegawai KPK yang Undang Kontroversi Halaman all &#8211; Kompas.com</a></li><li><a href="https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-011873191/daftar-pertanyaan-aneh-tes-asn-kpk-ada-habib-rizieq-islam-apa-hak-homoseksual-hingga-hal-gaib?page=4">Daftar &#8216;Pertanyaan Aneh&#8217; Tes ASN KPK, Ada Habib Rizieq, Islam Apa, Hak Homoseksual, hingga Hal Gaib &#8211; Pikiran-Rakyat.com &#8211; Halaman 4</a></li><li><a href="https://nasional.sindonews.com/read/427964/13/pegawai-kpk-ungkap-sejumlah-pertanyaan-aneh-dalam-tes-wawasan-kebangsaan-1621087504/15">Pegawai KPK Ungkap Sejumlah Pertanyaan Aneh dalam Tes Wawasan Kebangsaan | Halaman 2 (sindonews.com)</a></li><li><a href="https://www.bbc.com/indonesia/majalah-56979604">&#8216;Perang narasi&#8217; warganet atas pembebastugasan 75 pegawai KPK, mulai dari puisi, ajakan boikot hingga isu Taliban &#8211; BBC News Indonesia</a></li></ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/kpk-dan-upaya-untuk-menggembosinya/">KPK dan Upaya untuk Menggembosinya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/kpk-dan-upaya-untuk-menggembosinya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
