<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>penngalaman Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/penngalaman/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/penngalaman/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Jul 2024 11:29:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>penngalaman Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/penngalaman/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kok Mainnya Sama Anak Kecil?</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/kok-mainnya-sama-anak-kecil/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Aug 2019 14:15:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[penngalaman]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2627</guid>

					<description><![CDATA[<p>FANANDI MAINNYA SAMA ANAK KECIL! Tidak jarang penulis mendengarkan kalimat seperti itu. Tentu, anak kecil yang dimaksudkan adalah kawan-kawan di Karang Taruna yang memang rentang usianya cukup jauh di bawah penulis, sekitar 5 hingga 10 tahun. Mau dianggap seperti itu sebenarnya juga tidak masalah. Toh, penulis juga tidak mungkin menjelaskan mengapa penulis bisa dekat dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/kok-mainnya-sama-anak-kecil/">Kok Mainnya Sama Anak Kecil?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>FANANDI MAINNYA SAMA ANAK KECIL!</strong></p>
<p>Tidak jarang penulis mendengarkan kalimat seperti itu. Tentu, anak kecil yang dimaksudkan adalah kawan-kawan di Karang Taruna yang memang rentang usianya cukup jauh di bawah penulis, sekitar 5 hingga 10 tahun.</p>
<p>Mau dianggap seperti itu sebenarnya juga tidak masalah. Toh, penulis juga tidak mungkin menjelaskan mengapa penulis bisa dekat dengan mereka semua semenjak <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/kelahiran-gen-x-swi/">Karang Taruna berdiri</a> di lingkungan RW.</p>
<h3><strong><em>Jadi, kenapa penulis sering bermain bersama mereka?</em></strong></h3>
<p>Ya, karena sering kumpul sama mereka aja. Semenjak <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/menghayati-kemerdekaan-melalui-karang-taruna/">rangkaian acara kemerdekaan Indonesia</a> pada tahun 2016, kami semua sering bekerja sama dalam menyukseskan acara.</p>
<p>Mulanya pada rapat pendahuluan, penulis dan teman yang seumuran sempat gusar karena oleh salah satu pihak dari pengurus RW. Alasannya, semua konsep yang sudah kami siapkan ditolak mentah-mentah.</p>
<p>Beliau justru mengajukan <strong>Ekky</strong>, teman baik adik penulis yang waktu itu masih kelas 2 SMK. Yang membuat terkejut, banyak sekali anak-anak remaja (SMP dan SMA) yang sebelumnya tidak terlalu penulis kenal ketika rapat perdana tersebut.</p>
<p>Singkat cerita, penulis pun berusaha membantu mereka dari belakang dan membuat kami sering berinteraksi. Eh, berawal dari kegusaran, kami jadi dekat satu sama lain hingga sekarang.</p>
<p>Selang beberapa hari setelah pembubaran panitia, Karang Taruna pun resmi dibentuk pada tanggal <strong>3 September 2016</strong>. Kami pun jadi semakin dekat satu sama lain, lengkap dengan sekelumit permasalahannya.</p>
<p>Waktu itu, penulis yang terpilih sebagai ketua pertama paham apa tugas terberatnya: <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/membangun-fondasi-organisasi/">membangun fondasi organisasi</a>. Salah satu caranya adalah dengan membuat banyak program kerja seperti <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/swi-mengajar/">SWI Mengajar</a>, <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/swi-barang-bekas/">SWI Barang Bekas</a>, dan lain sebagainya.</p>
<p>Kalau hanya mengerjakan program kerja tentu akan menjenuhkan. Maka dari itu, biasanya setiap malam minggu kami berkumpul untuk meningkatkan <em>chemistry </em>antar anggota (bahkan ada yang menumbuhkan perasaan suka antar anggota).</p>
<p>Bahkan, dengan alasan agar ketika kumpul tidak sibuk dengan HP-nya sendiri-sendiri, penulis berinisiatif untuk membuat berbagai permainan, mulai dari <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/werewolf-ala-sumber-wuni-indah/">Werewolf dengan penambahan karakter</a>, <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/permainan-perekat-kebersamaan-tebak-satu-kata-dan-hexagon-war/">tebak satu kata</a>, hingga merancang <em>board game <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/stars-and-rabbits-sebuah-permainan/">Stars &amp; Rabbits</a>.</em></p>
<h3><strong><em>Dengan demikian, sudah jelas bukan kenapa penulis begitu dekat dan sayang ke mereka? </em></strong></h3>
<p>Penulis berusaha memosisikan diri sebagai kakak sekaligus teman bagi mereka semua. Jika ada yang membutuhkan saran atau sekadar ingin bercerita, penulis berusaha untuk menjadi <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/bukan-pendengar-yang-baik/">pendengar yang baik</a>.</p>
<p>Penulis mengakui mungkin sedikit lebih dekat dengan anggota-anggota perempuan yang ada di Karang Taruna. Obsesi ingin memiliki adik perempuan bisa menjadi salah satu alasannya. Belum punya pacar menjadi alasan lainnya.</p>
<p>Kedekatan dengan orang lain seperti ini baru penulis rasakan ketika sudah berkepala dua. Seperti yang sudah penulis curhatkan panjang lebar di tulisan <a href="https://whathefan.com/pengalaman/rasa-takut-akan-sendirian-emotional-dependency-disorder/"><em>Rasa Takut Akan Sendirian</em></a>, penulis tidak punya banyak teman sewaktu sekolah.</p>
<p>Kehadiran mereka di kehidupan penulis membuat penulis merasa menemukan kepingan <em>puzzle </em>yang hilang. Berkumpul dengan mereka mungkin membuat penulis menjadi <em>childish</em>, tapi semoga penulis bisa mengubahnya dengan <a href="https://whathefan.com/pengalaman/keluar-dari-zona-nyaman/">keluar dari zona nyaman</a>.</p>
<p>Yang jelas, penulis menyayangi mereka semua. Maka dari itu, penulis rela menghabiskan jatah cutinya demi pulang dan berkumpul dengan mereka pada acara peringatan kemerdekaan Indonesia yang ke-74.</p>
<p><em>Dan itu sangat menyenangkan, walaupun ketika kembali ke Jakarta harus menambah beban rindu yang berat.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 25 Agustus 2019, terinspirasi setelah pulang ke Lawang selama 9 hari</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/kok-mainnya-sama-anak-kecil/">Kok Mainnya Sama Anak Kecil?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
