<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>serial Bumi Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/serial-bumi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/serial-bumi/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Aug 2021 14:06:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>serial Bumi Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/serial-bumi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Setelah Membaca Lumpu</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-lumpu/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-lumpu/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2021 12:59:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[fantasi]]></category>
		<category><![CDATA[Lumpu]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[serial Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Tere Liye]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5022</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sama seperti tahun kemarin, tahun ini Tere Liye kembali merilis dua buku serial Bumi. Bedanya, tahun kemarin Selena dan Nebula memiliki kesinambungan. Kali ini, Si Putih dan Lumpu sama sekali tidak berkaitan. Setidaknya, belum. Berbeda dengan Si Putih yang merupakan spin-off, di novel Lumpu kita akan kembali bertemu dengan trio kesayangan kita, Raib, Seli, dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-lumpu/">Setelah Membaca Lumpu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sama seperti tahun kemarin, tahun ini Tere Liye kembali merilis dua buku serial Bumi. Bedanya, tahun kemarin <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-selena-dan-nebula/"><em>Selena </em>dan <em>Nebula</em></a> memiliki kesinambungan. Kali ini, <em><a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-si-putih/">Si Putih</a></em> dan <em><strong>Lumpu </strong></em>sama sekali tidak berkaitan. Setidaknya, belum.</p>



<p>Berbeda dengan <em>Si Putih </em>yang merupakan <em>spin-off</em>, di novel <em>Lumpu </em>kita akan kembali bertemu dengan trio kesayangan kita, Raib, Seli, dan Ali. Ini merupakan kisah pertama mereka setelah tiga buku terakhir berfokus pada sosok lain.</p>



<p>Novel ini menjadi buku ke-11 dari serial Bumi. Jujur, Penulis tidak menyangka kalau <a href="https://whathefan.com/buku/menjelajah-dunia-paralel/">serial Bumi</a> akan menjadi sepanjang ini. Penulis kira, <em><a href="https://whathefan.com/buku/teknik-marketing-pada-komet-minor/">Komet Minor</a></em> adalah seri terakhir.</p>



<p>Setelah mengungkapkan kekecewaan pada novel <em>Si Putih</em>, bagaimana dengan novel ini?</p>



<p><strong>SPOILER ALERT!!!</strong></p>





<h2 class="wp-block-heading">Apa Isi Buku Ini?</h2>



<p>Setelah mendapatkan kabar Miss Selena ditangkap, Raib, Seli, dan Ali memutuskan untuk menyelamatkannya dan memulai petualangan baru. Dengan berbagai persiapan, mereka kembali ke Klan Bulan.</p>



<p>Tempat pertama yang mereka tuju adalah Akademi Bayangan Tingkat Tinggi (ABTT) untuk bertemu dengan Master Ox. Mereka butuh bertemu dengannya untuk menemukan di mana musuh lama mereka, Tamus, berada.</p>



<p>Ali adalah orang yang memiliki ide gila tersebut. Mengapa? Karena Lumpu mengincar orang-orang yang memiliki kekuatan. Apalagi, Tamus juga termasuk orang yang menerobos ke Klan Nebula untuk mencuri Cawan Keabadian.</p>



<p>Berkat petunjuk dari Master Ox, mereka bertiga menemukan lokasi Tamus. Tentu mereka tidak disambut dengan ramah. Pertarungan pun terjadi dengan sengit sampai Lumpu tiba-tiba muncul.</p>



<p>Singkat cerita Ali memutuskan untuk menyelamatkan Tamus dan pergi dari tempat tersebut. Mereka ingin Tamus memberi tahu mereka di mana kapal peninggalan Klan Aldebaran. Tamus pun menunjukkan tempatnya, lantas ia berkhianat dengan mencuri ILY, kapal buatan Ali.</p>



<p>Raib, Seli, dan Ali pun berusaha menemukan Tamus sekaligus ILY. Kita pun akan dibawa berkeliling ke tempat-tempat di Klan Bulan yang belum pernah kita kunjungi. Mereka harus bersiap jika Lumpu hadir di hadapan mereka untuk mengambil semua kekuatan mereka.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Membaca Buku <em>Lumpu</em></h2>



<p>Membosankan. Lagi-lagi membosankan. Itulah yang muncul di benak Penulis ketika membaca novel ini. Ketika sudah selesai pun, Penulis hanya berpikir, &#8220;<a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/udah-gitu-aja/">udah, gitu aja?</a>&#8221; Petualangan yang dialami Raib, Seli, dan Ali, walaupun selalu ada rintangan menghadang, akhirnya selalu muluuus begitu saja.</p>



<p>Pertama, petualangan yang dilakukan begitu-begitu saja. Bahkan, formula &#8220;bertemu orang tua yang menyebalkan tapi berguna&#8221; di novel <em>Si Putih </em>kembali terulang di sini. Kasarnya kalau tidak ada sosok tua ini, petualangan akan mengalami jalan buntu.</p>



<p>Selain itu, LAGI-LAGI bantuan datang di saat terdesak muncul lagi. Ketika pertarungan klimaks melawan Lumpu, tiba-tiba datang Lambat dan Kosong yang sempat muncul di novel <em>Nebula</em>. Padahal, katanya penduduk Klan Nebula telah habis (maksudnya <em>plot twist </em>mungkin?).</p>



<p>LAGI-LAGI kekuatan ajaib muncul di saat terdesak. Raib dengan sarung tangan Klan Bulannya ternyata pusaka yang mampu mematahkan kemampuan Lumpu untuk menghilangkan kekuatan orang lain. Raib menggunakannya untuk membuat Lumpu kehilangan kemampuannya sendiri.</p>



<p>Ada beberapa nama yang kehilangan kemampuannya di novel ini dan itu menjadi poin yang cukup positif dari novel ini. Tapi tetap saja, formula yang digunakan selalu sama dan tidak ada perubahan. Pertarungan klimaks? Monoton, rasanya begitu-begitu saja.</p>



<p>Bagian yang cukup menegangkan terjadi di bagian Epilog. Namun, bagian itu pun ada agar kita tertarik untuk membeli lanjutan dari novel ini, yakni <strong><em>SaragaS</em> </strong>yang berpusat pada orangtua Ali. Semoga formulanya berubah, tidak repetitif lagi.</p>



<p>Seolah ingin memastikan pembacanya membaca semua novelnya, entah ada berapa <em>callback </em>yang merujuk ke novel-novel sebelumnya. Untungnya, ada penjelasan singkat sehingga Penulis tidak perlu membuka novel-novel yang lama.</p>



<p>Tidak cukup di situ, Tere Liye kembali marah-marah soal pembajakan buku. Tidak cukup satu buku di <em><a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-selamat-tinggal/">Selamat Tinggal</a></em>, ia menulis amarahnya beberapa halaman di bagian epilog ketika Seli memarahi temannya yang membeli buku bajakan (terkesan dipaksakan untuk diselipkan). </p>



<p>Penulis paham ia merasa kesal dan hampir putus asa karyanya selalu dibajak, tapi Penulis yang selalu membeli buku orisinal jadi merasa tidak dihargai sebagai pembaca. Simpati Penulis kepadanya pun jadi berkurang.</p>



<p>Sungguh, seandainya bukan karena <em>cover </em>buku yang menarik, Penulis akan berhenti membeli serial Bumi. Setidaknya, masih ada 7 buku lagi, termasuk novel <em>Aldebaran </em>yang menjadi puncaknya. Semua buku yang sudah rilis masih masuk <em>phase 1 </em>ala <a href="https://whathefan.com/intermeso/ketika-dc-comics-mengejar-marvel/">Marvel Cinematic Universe</a>. Iya, MASIH <em>PHASE 1.</em></p>



<p>Novel ini jadi penutup untuk <em>Nebula arc</em>, tapi menjadi pembuka untuk novel-novel selanjutnya. Sayang, serial Bumi sebenarnya memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Jarang ada Penulis Indonesia yang bisa membuat cerita fantasi seluas ini. </p>



<p>Penulis sebenarnya juga tidak ingin memberikan <em>feedback </em>yang negatif seperti ini. Tapi apa daya, kenyataannya memang seperti itu. Semoga Tere Liye bisa memberikan formula yang baru dan berani keluar dari zona nyamannya di buku-buku berikutnya. </p>



<figure class="wp-block-pullquote"><blockquote><p>Nilainya: <strong>3.5/5.0</strong></p></blockquote></figure>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 2 Juni 2021, terinspirasi setelah membaca <em>Lumpu </em>karya Tere Liye</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-lumpu/">Setelah Membaca Lumpu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-lumpu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Membaca Si Putih</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-si-putih/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-si-putih/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2021 13:56:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[fantasi]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[serial Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Si Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Tere Liye]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5017</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tere Liye kembali melanjutkan serial Bumi yang kini sudah mencapai jilid ke-10 dan ke-11. Kali ini, Penulis akan membahas tentang buku ke-10, Si Putih, yang berpusat pada kucing milik Raib. Sebagai cerita spin-off, novel ini akan memiliki latar belakang yang jelas berbeda dengan serial Bumi lainnya. Kita akan dibawa ke klan baru bernama Polaris yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-si-putih/">Setelah Membaca Si Putih</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Tere Liye kembali melanjutkan serial Bumi yang kini sudah mencapai jilid ke-10 dan ke-11. Kali ini, Penulis akan membahas tentang buku ke-10, <strong><em>Si Putih</em>,</strong> yang berpusat pada kucing milik Raib.</p>



<p>Sebagai cerita <em>spin-off</em>, novel ini akan memiliki latar belakang yang jelas berbeda dengan serial Bumi lainnya. Kita akan dibawa ke klan baru bernama Polaris yang belum pernah dikunjungi oleh Raib, Seli, dan Ali.</p>



<p>Ketika membeli novel ini, Penulis berharap akan mengetahui bagaimana <em>Si Putih </em>bisa sampai berada di depan rumah Raib dan akhirnya dipelihara. Sayangnya, novel ini akan memiliki sekuel sehingga tidak menjawab pertanyaan tersebut.</p>



<p><strong>SPOILER ALERT!!!</strong></p>





<h2 class="wp-block-heading">Apa Isi Buku Ini?</h2>



<p>Kali ini, kita akan dibawa berpetualang ke <strong>Klan Polaris</strong>, sebuah klan unik yang berada di konstelasi Ursa. Cerita berpusat pada tokoh bernama <strong>N-ou</strong> yang tinggal di kota E-um. </p>



<p>Tempat yang terbagi menjadi dua wilayah, di mana satu wilayah dibiarkan tanpa manusia agar ketika terjadi pandemi atau bencana lainnya, mereka bisa mengungsi ke bagian klan yang lebih aman.</p>



<p>Ketika N-ou berusia 12 tahun, pandemi mematikan tersebut muncul. Ia dan orangtuanya pun bergegas melewati dinding pembatas untuk mengungsi. Sayangnya di detik-detik terakhir, N-ou terpapar virus sehingga harus ditinggalkan di kota E-um.</p>



<p>N-ou yang sekarat tiba-tiba ditolong oleh seekor kucing berwarna putih yang kita kenal dengan nama Si Putih. Keajaiban pun menghampiri N-ou, ia berhasil selamat dari pandemi tersebut dan bertahan hidup. Setelah kondisinya pulih, ia mulai menelusuri tembok pembatas tersebut, berharap bisa menembusnya. </p>



<p>Sayang, lima tahun berlalu ia tidak menemukan celah sekecil apapun. Keinginannya untuk bertemu dengan orangtuanya pupus sudah. Ia pun membulatkan tekad untuk menyusuri area Timur, area yang selama ini terkesan misterius.</p>



<p>Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan Pak Tua yang akan menjadi teman perjalanannya. Keberadaan orang tersebut membantu N-ou memahami dunia yang belum pernah ia dengar. Ia tidak sadar, perjalanannya kali ini akan membuatnya menyadari kekuatan terpendam yang ia miliki.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Membaca Buku <em>Si Putih</em></h2>



<p>Gimana ya, memang sih novel ini menghadirkan tokoh dan klan baru. Akan tetapi, formula petualangan yang digunakan tetap begitu-begitu saja. Tidak ada sesuatu yang bisa membuat pembaca merasa berdebar. Alurnya pun mudah ditebak dan tidak ada <em>suprise </em>sama sekali.</p>



<p>Kondisi pandemi yang menjadi konflik awal di novel ini nampaknya terinspirasi dari <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/corona-dan-dampak-sosial-ekonominya/">pandemi Corona </a>yang terjadi di dunia nyata. Penulis berusaha untuk tidak <em>spoiler </em>terlalu banyak, tapi petualangan yang dihadapi N-ou bisa dibilang tidak ada yang baru. </p>



<p>Mungkin, hal yang baru di novel ini adalah adanya klan yang bisa mengendalikan hewan. Area Timur Klan Polaris ternyata dikuasai oleh Pengendali Hewan. </p>



<p>N-ou dan kucingnya ternyata bisa bersinergi dan menjadi petarung yang handal. Mereka berusaha untuk menggulingkan kekuasaan raja yang merupakan pengendali naga.</p>



<p>Karena ini bukunya Tere Liye, tanpa Penulis beritahu pun Pembaca mungkin sudah menebak kalau pada akhirnya N-ou berhasil mengalahkan sang raja. &#8220;Anak kemarin&#8221; bisa mengalahkan raja yang sudah berkuasa selama bertahun-tahun.</p>



<p>Bagaimana caranya? Tentu saja &#8220;bantuan dan kekuatan yang tiba-tiba muncul ketika keadaan terdesak&#8221;. Formula <em>ending</em>-nya sedikit mirip dengan <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-pulang-pergi/">novel <em>Pulang-Pergi</em></a><em> </em>yang sudah Penulis ulas beberapa waktu lalu. </p>



<p>Ada beberapa bagian yang cukup membosankan di novel ini. Adegan Si Putih minta makan terlalu banyak diulang-ulang hingga rasanya sedikit memuakkan. </p>



<p><em>Character development</em>-nya? Rasanya juga begitu-begitu saja. N-ou berhasil menjadi remaja yang dewasa karena keadaan. Pak Tua tipe orang <em>tsundere </em>yang rasanya beberapa kali muncul di novel-novel Tere Liye.</p>



<p>Petualangan yang disajikan juga tidak bisa dibilang seru, hingga Penulis berpikir apakah karena faktor usia sehingga Penulis tidak bisa menikmati keseruan fantasi remaja ini?</p>



<p>Selain itu, akhir dari novel ini memiliki <em>ending </em>yang sangat menggantung. <em>Ending </em>tersebut seolah memaksa kita untuk membeli lanjutan dari novel ini yang berjudul <em>Bibi Gil</em>. Oh iya, Bibi Gil yang menjadi guru Miss Selena muncul di novel ini.</p>



<p>Sejujurnya, serial Bumi mulai membosankan. Penulis sempat memuji <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-selena-dan-nebula/">novel Selena dan Nebula</a> yang memiliki alur cerita menarik serta penuh dengan intrik dan sedikit <em>plot twist</em>. Sayangnya, hal tersebut tidak Penulis temukan di sini.</p>



<p>Penulis akan tetap membeli <a href="https://whathefan.com/buku/menjelajah-dunia-paralel/">serial Bumi</a>. Bukan karena penasaran atau ceritanya menarik, melainkan karena <em>cover </em>dari buku-bukunya sangat <em>collectible</em> dan bagus untuk dipajang di rak buku.</p>



<figure class="wp-block-pullquote"><blockquote><p>Nilainya: <strong>3.5/5.0</strong></p></blockquote></figure>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 1 Juni 2021, terinspirasi setelah membaca novel <em>Si Putih </em>karya Tere Liye</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-si-putih/">Setelah Membaca Si Putih</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-si-putih/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Membaca Selena dan Nebula</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-selena-dan-nebula/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2020 21:49:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[fantasi]]></category>
		<category><![CDATA[Nebula]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[Selena]]></category>
		<category><![CDATA[serial Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3758</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa buku terakhir karangan Tere Liye sangat mengecewakan Penulis, mulai dari Pergi, Si Anak Badai, hingga terakhir Si Anak Cahaya. Hal tersebut membuat Penulis mulai mempertimbangkan untuk berhenti koleksi novel-novelnya. Hanya saja, sewaktu melihat pengumuman kalau ia akan merilis dua novel baru berjudul Selena dan Nebula, Penulis merasa ingin mencoba sekali lagi. Apalagi, kedua novel tersebut merupakan rangkaian dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-selena-dan-nebula/">Setelah Membaca Selena dan Nebula</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa buku terakhir karangan Tere Liye sangat mengecewakan Penulis, mulai dari <em><a href="https://whathefan.com/buku/antara-pulang-dan-pergi/">Pergi</a>,</em> <a href="https://whathefan.com/buku/anak-anak-muara-pada-si-anak-badai/"><em>Si Anak Badai</em></a>, hingga terakhir <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-si-anak-cahaya/"><em>Si Anak Cahaya</em></a>. Hal tersebut membuat Penulis mulai mempertimbangkan untuk berhenti koleksi novel-novelnya.</p>
<p>Hanya saja, sewaktu melihat pengumuman kalau ia akan merilis dua novel baru berjudul <em><strong>Selena</strong> </em>dan <em><strong>Nebula</strong>, </em>Penulis merasa ingin mencoba sekali lagi.</p>
<p>Apalagi, kedua novel tersebut merupakan rangkaian dari <a href="https://whathefan.com/buku/menjelajah-dunia-paralel/">serial <em>Bumi</em></a> yang sudah Penulis koleksi. Untunglah, kedua novel ini cukup berhasil memuaskan Penulis.</p>
<p><strong><em>Spoiler Alert!</em></strong></p>
<h3>Apa Isi Buku Ini?</h3>
<p>Setelah petualangan menghadapi Si Tanpa Mahkota berakhir, akhirnya Raib, Seli, dan Ali bisa hidup di Bumi dengan tenang. Bercanda, kalau masih bisa menghasilkan uang dari serial ini, mengapa tidak dilanjutkan?</p>
<p>Kali ini, kita akan melihat sebuah <em>flashback </em>dari guru mereka bertiga, <strong>Miss Selena</strong>, mulai ketika ia dilahirkan di sebuah tempat terpencil di Klan Bulan hingga akhirnya diasuh oleh pamannya yang super pelit.</p>
<p>Ia tidak berbakat menguasai teknik-teknik bertempur yang biasanya dimiliki oleh Klan Bulan. Salah satu kelebihannya hanyalah pengamatannya yang super tajam.</p>
<p>Walaupun begitu, Selena tidak putus asa. Ia tetap bercita-cita suatu saat bisa bergabung dengan <strong>Akademi Bayangan Tingkat Tinggi (ABTT), </strong>sekolah terbaik di seluruh klan bulan<strong>,</strong> agar bisa menjadi seorang prajurit.</p>
<p>Sayang, kemampuannya benar-benar payah dan ia pun tak lolos tes keterampilan. Di saat ia mulai merasa putus asa, tiba-tiba muncul sebuah sosok bernama <strong>Tamus</strong> di hadapannya, sosok yang sama dengan muncul di cermin milik Raib di buku pertama.</p>
<p>Ia berjanji akan membuat Selena memiliki kekuatan-kekuatan super sehingga bisa mengambil studi di tempat impiannya. Sebagai gantinya, Selena harus mengabdi kepadanya dan mematuhi perintah-perintahnya.</p>
<p>Singkat cerita Selena akhirnya memiliki kekuatan yang besar dan menyabotase upacara penerimaan murid baru di ABTT. Setelah membuat kehebohan, akhirnya sang kepala sekolah memutuskan untuk menerimanya sebagai murid ke-101.</p>
<p>Ketika membuat kerusuhan, ia dibantu oleh dua murid bernama <strong>Mata</strong> dan <strong>Tazk</strong>. Mereka akhirnya menjadi bersahabat dan sangat dekat satu sama lain.</p>
<p>Kehidupan sekolah pun berjalan seperti biasa, para siswa ABTT mengambil kelas-kelas yang wajib dan yang mereka minati. Selena mengambil kelas tambahan <em>Malam dan Misterinya</em> untuk mengasah kemampuan mengintainya.</p>
<p>Di tengah-tengah kehidupan sekolahnya, Selena kerap mendapatkan misi dari Tamus yang hebatnya selalu berhasil ia tuntaskan. Ia pun menyadari kalau ada sebuah klan misterius yang memiliki sebuah benda pusaka yang diincar oleh Tamus.</p>
<p>Cerita pun berlanjut ke novel <em>Nebula</em>, yang diambil dari nama klan misterius tersebut. Di sini, mulai tersulut cinta segitiga antara Selena, Mata, dan Tazk. Mereka bertiga juga memutuskan untuk mencari Klan Nebula.</p>
<p>Rasanya Penulis akan berhenti sampai di sini agar <em>spoiler</em>-nya tidak <em>kebablasan</em>. Berhasilkan mereka bertiga menemukan Klan Nebula? Bagaimana dengan kisah cinta segitiga mereka?</p>
<p>Karena yang menulis Tere Liye, pasti berhasil. Hanya bagaimana caranya berhasil pembaca harus mengetahuinya sendiri. Kisah cinta segitiganya juga gampang sekali tertebak, tapi Penulis tidak akan memberi bocoran di sini.</p>
<h3>Setelah Membaca Selena dan Nebula</h3>
<p>Dua novel ini tamat dalam dua hari, jika ditotal mungkin sekitar 8-9 jam. Karena kisah fantasinya yang ringan, Penulis sama sekali tidak merasa berat ketika membacanya.</p>
<p>Membaca novel ini serasa membaca novel Harry Potter. Kita akan melihat petualangan Selena dan dua sahabatnya menjalani kehidupan akademi dengan berbagai mata pelajaran unik.</p>
<p>Alurnya berjalan cepat dan hampir semua bagiannya terasa penting, berbeda dengan <em>Si Anak Badai </em>dan <em>Si Anak Cahaya </em>yang cukup membosankan karena menyisipkan cerita yang tidak memengaruhi alur.</p>
<p>Meskipun berfokus pada karakter Selena, kita juga akan mengetahui siapa orangtua Raib sebenarnya. Sejujurnya pembaca akan langsung mengetahuinya sejak perkenalan tokoh tersebut.</p>
<p>Selain itu, kita juga akan melihat Raib, Seli, dan Ali di buku ini sehingga bisa melihat koneksi antara <em>Selena </em>dan <em>Nebula </em>dengan novel-novel <em>Bumi </em>lainnya.</p>
<p>Yang jelas, epilog dari novel <em>Nebula </em>cukup memuaskan. Tere Liye berhasil membuat Penulis merasa penasaran, apa yang akan terjadi di buku selanjutnya. Oh iya, masih banyak buku yang serial <em>Bumi </em>yang akan rilis. Sangat banyak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Nilainya:<strong> 4.0/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 19 April 2020, terinspirasi setelah membaca buku <em>Selena </em>dan <em>Nebula</em></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-selena-dan-nebula/">Setelah Membaca Selena dan Nebula</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Teknik Marketing Pada Komet Minor</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/teknik-marketing-pada-komet-minor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Apr 2019 16:32:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[fantasi]]></category>
		<category><![CDATA[Komet Minor]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[petualangan]]></category>
		<category><![CDATA[serial Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Tere Liye]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2257</guid>

					<description><![CDATA[<p>Wait, what? Kok judulnya gitu amat? Ini kan petualangan terakhir Raib, Seli, dan Ali, kenapa judulnya menjadi &#8220;Teknik Marketing&#8221;? Mabuk makan Kintan nih penulisnya! Hehehe, enggak kok. Penulis menulis dengan penuh kesadaran dan bertanggungjawab. Akan penulis jelaskan mengapa penulis memilih kata tersebut sebagai judul. SPOILER ALERT! Apa Isi Buku Ini? Penulis tahu buku Komet Minor ini rilis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/teknik-marketing-pada-komet-minor/">Teknik Marketing Pada Komet Minor</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Wait, what? </em>Kok judulnya gitu amat? Ini kan petualangan terakhir <strong>Raib</strong>, <strong>Seli</strong>, dan <strong>Ali</strong>, kenapa judulnya menjadi &#8220;Teknik Marketing&#8221;? Mabuk makan Kintan nih penulisnya!</p>
<p>Hehehe, enggak kok. Penulis menulis dengan penuh kesadaran dan bertanggungjawab. Akan penulis jelaskan mengapa penulis memilih kata tersebut sebagai judul. SPOILER ALERT!</p>
<h3>Apa Isi Buku Ini?</h3>
<p>Penulis tahu buku <strong><em>Komet Minor</em> </strong>ini rilis pada Maret kemarin ketika diberitahu oleh Ayu. Kami berdua memang sama-sama mengikuti <a href="https://whathefan.com/buku/menjelajah-dunia-paralel/">serial <em>Bumi</em></a> karena dia sering pinjam buku penulis.</p>
<p>Penulis yang sebenarnya sedang menunggu buku terbaru Andrea Hirata <strong>Orang-Orang Biasa </strong>tentu kaget, sehingga langsung memutuskan untuk membeli kedua buku melalui <em>mizanstore.com</em>. Lumayan, ada potongan harga.</p>
<p>Seperti buku-buku Tere Liye lainnya, buku yang satu ini juga penulis habiskan dengan lumayan cepat. Lantas, seperti apa isi buku yang satu ini?</p>
<p>Pada akhir buku <em>Komet</em>, ternyata musuh utama <strong>si Tanpa Mahkota</strong> menyamar menjadi Max dan berhasil mengelabuhi Raib dan kawan-kawan.</p>
<p>Buku ini langsung melanjutkan adegan tersebut. Ternyata, portal menuju klan Komet Minor adalah melalui mulut seekor ikan raksasa yang melahap pulau di mana mereka berada.</p>
<p>Dalam kondisi terjepit, bagaimana mereka berhasil lolos dari cengkeraman si Tanpa Mahkota? Ternyata Ali membawa potongan kaca yang tersambung dengan Batozar (pembaca harus membaca novel <em>Ceros dan Batozar</em>).</p>
<p>Keajaiban datang (seperti biasa). Hebatnya, Batozar mampu mengimbangi kekuatan si Tanpa Mahkota, bahkan membuatnya lumpuh. Padahal, si Tanpa Mahkota adalah musuh terkuat yang telah hidup ribuan tahun lamanya.</p>
<p>Batozar membawa Raib, Seli, dan Ali pergi sebelum si Tanpa Mahkota kembali sadar. Mereka ingin mendahului si Tanpa Mahkota menemukan senjata terkuat yang akan membuatnya menjadi makhluk paling kuat.</p>
<p>Selama perjalanan, Batozar melatih trio tersebut agar menjadi lebih tangguh. Tentu mereka juga mengumpulkan informasi tentang senjata tersebut.</p>
<p>Ternyata, senjata tersebut dibagi menjadi tiga bagian dan dipegang oleh tiga penduduk klan Komet Minor. Mereka pun harus mencari ketiga orang tersebut di berbagai penjuru klan.</p>
<p>Pada akhirnya mereka berhasil menemukan potongan pertama, tapi berhasil direbut oleh si Tanpa Mahkota. Begitu pula potongan kedua. Tentu saja potongan terakhir juga.</p>
<p>Akan tetapi, tentu saja kejahatan tidak akan pernah menang, setidaknya di novel buatan Tere Liye. Potongan yang diambil oleh si Tanpa Mahkota ternyata palsu. Yang asli berhasil disembunyikan oleh Ali dan ia pun berhasil mengalahkan si Tanpa Mahkota.</p>
<p>Alih-alih membunuh si Tanpa Mahkota, mereka memutuskan untuk mengurungnya di tempat si Ceros, <strong>Nggalanggeran</strong> dan <strong>Nggalanggeran</strong>, berada, yakni di Bor-O-Bdur. Selesai? Tidak semudah itu, Ferguso!</p>
<h3>Teknik Marketing yang Berlebihan</h3>
<p>Kalau boleh jujur, banyak hal yang membuat penulis kesal dengan novel ini. Pertama, tidak ada <strong>satu pun </strong>tokoh yang mati pada petualangan ini. Padahal, penulis mengira setidaknya Seli akan tewas (hampir sih).</p>
<p>Kedua, walaupun akhirnya lumayan mengejutkan dan masuk akal (jika dibandingkan dengan <a href="https://whathefan.com/buku/antara-pulang-dan-pergi/">novel <em>Pergi</em></a>), tetap banyak &#8220;keajaiban datang di saat terakhir&#8221;, sesuatu yang sudah sangat biasa.</p>
<p>Dari semua itu, yang paling menyebalkan adalah bagian terakhir dari novel ini. Masih ada <strong>3 novel </strong>yang akan rilis setelah novel <em>Komet Minor.</em></p>
<p>Lah, bagus dong kalau begitu? Iya, masalahnya, Tere Liye berusaha menyisipkan cerita-cerita novel baru tersebut di novel ini untuk membuat pembacanya penasaran dan membeli novel barunya.</p>
<p>Contohnya tentang klan <em>Proxima Centauri </em>yang muncul sebentar, yang seandainya tidak dituliskan di sini pun tidak mempengaruhi jalan cerita (jika mempengaruhi jalan cerita, penulis bisa memakluminya).</p>
<p>Lantas, Ali sempat berbicara bahwa kucing milik Raib, <strong>si Putih</strong>, ternyata bukan kucing biasa. Kucing tersebut juga akan memiliki novelnya sendiri!</p>
<p>Terakhir, akan ada novel tentang orangtua Raib yang berjudul <strong>Nebula</strong>. Kalau yang satu ini, masih oke lah. Tentu banyak pembaca yang penasaran dengan sosok orangtua kandung Nebula.</p>
<p>Belum lagi munculnya Batozar dan Ceros yang membuat pembaca harus membaca novel sebelumnya agar benar-benar memahami cerita novel ini secara utuh.</p>
<p>Penulis belum pernah menemukan teknik marketing seperti novel ini. Menyisipkan cerita-cerita novel terbaru memang membuat pembaca penasaran, akan tetapi jika sampai berjumlah empat buku rasanya juga berlebihan.</p>
<p>Sebagai buku (yang seharusnya) menjadi pamungkas, sebenarnya penulis berharap lebih. Pertarungan yang seru, pengorbanan yang tak terelakkan, dilema yang harus dihadapi, seharusnya terjadi pada buku ini.</p>
<p>Akan tetapi, mungkin memang buku ini ditujukan untuk usia pembaca remaja yang belum bisa mencerna bacaan berat. Jika memang seperti itu, penulis memaklumi.</p>
<h3>Kesimpulan</h3>
<p>Sebenarnya, serial <em>Bumi</em> adalah novel yang akan mengajarkan makna persahabatan dengan demikian indah. Hubungan antara Raib, Seli, dan Ali sangatlah erat meskipun Raib dan Ali sangat sering bertengkar.</p>
<p>Buku <em>Komet Minor </em>ini hanya penulis rekomendasikan bagi pembaca yang sudah mengikuti serial <em>Bumi</em> sejak awal. Petualangan antar klan yang disajikan memang seru, hanya saja terasa monoton.</p>
<p>Menurut penulis, Tere Liye lebih cocok menuliskan novel-novel bertemakan kehidupan seperti novel <em>Rindu </em>ataupun serial <em>Anak-Anak Mamak</em>. Penulis sangat menyukai novel-novel Tere Liye yang seperti itu dibandingkan novel fantasinya.</p>
<p>Nilainya: <strong>3.5/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 3 April 2019, terinspirasi setelah menamatkan novel Komet Minor</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/teknik-marketing-pada-komet-minor/">Teknik Marketing Pada Komet Minor</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
