<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tier list Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/tier-list/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/tier-list/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Dec 2025 16:32:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>tier list Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/tier-list/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tier List Lagu-Lagu IVE Versi Saya (Bagian 1: Single dan EP Jepang)</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-ive-bagian-1-single-dan-ep-jepang/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-ive-bagian-1-single-dan-ep-jepang/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 16:24:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[IVE]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[tier list]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8479</guid>

					<description><![CDATA[<p>Karena sudah di penghujung tahun, maka seperti biasa aplikasi YouTube Music yang Penulis gunakan merilis rekap untuk tahun 2025. Tahun ini, Top 5 artis favorit Penulis adalah IVE, Linkin Park, ONE OK ROCK, NOAH, dan TWICE. Sebuah kombinasi yang unik. Penulis memang merasa tahun ini sangat sering mendengarkan lagu-lagu IVE. Bahkan, Penulis mendengarkan semua lagunya, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-ive-bagian-1-single-dan-ep-jepang/">Tier List Lagu-Lagu IVE Versi Saya (Bagian 1: Single dan EP Jepang)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Karena sudah di penghujung tahun, maka seperti biasa aplikasi <a href="https://whathefan.com/musik/bagaimana-algoritma-youtube-music-membuat-saya-menyelami-k-pop/">YouTube Music</a> yang Penulis gunakan merilis rekap untuk tahun 2025. Tahun ini, Top 5 artis favorit Penulis adalah <a href="https://whathefan.com/musik/i-am-ive/"><strong>IVE</strong></a>, <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/"><strong>Linkin Park</strong></a>, <a href="https://whathefan.com/musik/deeper-deeper-one-ok-rock/"><strong>ONE OK ROCK</strong></a>, <a href="https://whathefan.com/musik/puisi-di-dalam-lirik-peterpan-dan-noah/"><strong>NOAH</strong></a>, dan <a href="https://whathefan.com/musik/feel-special-twice/"><strong>TWICE</strong></a>. Sebuah kombinasi yang unik.</p>



<p>Penulis memang merasa tahun ini sangat sering mendengarkan lagu-lagu IVE. Bahkan, Penulis mendengarkan semua lagunya, bukan hanya judul-judul utama saja. Penulis belum pernah melakukan ini ke genre<em> </em>K-Pop. Kalau <a href="https://whathefan.com/musik/apakah-musik-rock-benar-benar-telah-mati/">genre <em>rock</em></a>, sering.</p>



<p>Alasannya sederhana, Penulis merasa cocok dengan mayoritas lagu IVE. Tidak terlalu imut-imut, tapi juga tidak terlalu <em>badass</em>. Pas di tengah-tengah. Apalagi, IVE sering mengangkat tema <em>self-confidence</em> dan <em>self-love</em>, sehingga banyak lagunya yang membuat Penulis merasa <em>related</em>.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/rawpixel-1065670-unsplash-300x200.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/rawpixel-1065670-unsplash-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/rawpixel-1065670-unsplash-768x513.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/rawpixel-1065670-unsplash-1024x684.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/rawpixel-1065670-unsplash-356x238.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/rawpixel-1065670-unsplash.jpg 1050w " alt="Uang Saya Lari Ke Mana Ya?" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/uang-saya-lari-ke-mana-ya/">Uang Saya Lari Ke Mana Ya?</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Tier List IVE</h2>



<p>Berbeda dengan <em>tier list </em>Linkin Park, tidak ada Tier S di sini karena <em>tier </em>tersebut memang khusus untuk satu lagu saja. Penulis hanya menggunakan Tier A yang terbaik hingga Tier E yang terburuk.</p>



<p>Rinciannya, Tier A adalah lagu-lagu yang masuk ke ke <em>playlist </em>dan sering kali Penulis sengaja dengarkan ketika pertama kali membuka YouTube Music. Lagu-lagu yang masuk ke <em>tier </em>ini juga mendominasi rekap tahun 2025 ini karena sering disetel.</p>



<p>Selanjutnya adalah Tier B, yang masih masuk <em>playlist</em>, tapi jarang Penulis setel duluan. Tier C adalah lagu yang tidak masuk ke dalam <em>playlist</em>, tapi tidak Penulis <em>skip </em>jika kebetulan muncul. Tier D masih bisa Penulis dengarkan, walau peluang buat di-<em>skip</em>-nya cukup besar. Tier E adalah lagu yang pasti Penulis <em>skip</em>.</p>



<p>Sama seperti artikel <em>tier list </em>sebelumnya, Penulis akan memberikan skor sesuai tiap album dan EP dengan Tier A bernilai 4 dan Tier E bernilai 0. Untuk <em>single </em>rasanya tidak perlu Penulis beri nilai secara khusus. </p>



<p>Mengingat ada banyak yang ingin Penulis bicarakan untuk lagu-lagu IVE, Penulis jadi ingin membagi tulisan ini menjadi beberapa bagian. Untuk bagian pertama ini, Penulis ingin membahas terlebih dahulu <em>single-single </em>yang pernah dirilis oleh IVE.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Single</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="IVE, David Guetta - Supernova Love Official Music Video" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/fyk6vjwI3wc?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>A: Supernova Love (2024)</li>



<li>B: After LIKE (2022), I Want (2023)</li>



<li>C: Eleven (2021), Take It (2021), Love Dive (2022), SUMMER FESTA (2024)</li>



<li>D: Royal (2022), My Satisfaction (2022), All Night (2024)</li>



<li>E: &#8211;</li>
</ul>



<p>Sebagaimana grup K-Pop pada umumnya, IVE pun debut lewat <em>single</em>&#8211;<em>single</em> terlebih dulu. Saat pertama kali muncul, mereka merilis <em>single </em><strong>&#8220;Eleven&#8221;</strong>, lantas disusul <strong>&#8220;Love Dive&#8221; </strong>dan <strong>&#8220;After LIKE&#8221;.</strong> Masing-masing <em>single </em>memiliki dua lagu, tapi Penulis kurang menikmati lagu lainnya. </p>



<p>Menariknya, Penulis justru tahu belakangan ketiga <em>single </em>awal ini karena memang Penulis mengenal IVE melalui &#8220;Kitsch&#8221; dan &#8220;I Am&#8221;, yang rilis di tahun 2022. Ketiga lagu utama ini cukup lama bertahan di <em>playlist </em>Penulis, tapi kini tinggal tersisa lagu &#8220;After LIKE&#8221;.</p>



<p>Salah satu alasan yang membuat Penulis cukup menyukai &#8220;After LIKE&#8221; adalah karena gara-gara video konser mereka di kanal YouTube First Take. IVE, yang dulu sempat dicibir karena kurangnya kualitas vokal mereka, telah berevolusi menjadi penyanyi yang solid (terutama Liz).</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="IVE - After LIKE / THE FIRST TAKE" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/BiTEQGmPRfQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Setelah merilis tiga <em>single</em>, IVE rajin merilis EP, bahkan bisa hingga dua kali dalam satu tahun seperti di tahun 2025 ini. Maka dari itu, tidak banyak <em>single </em>yang mereka rilis. Paling lagu kolaborasi dengan Pepsi, yakni <strong>&#8220;I Want&#8221;</strong> dan <strong>&#8220;Summer Festa&#8221;</strong> yang terkesan <em>fun </em>banget.</p>



<p>IVE juga dua kali berkolaborasi dengan artis luar negeri. Pertama ada <strong>&#8220;Supernova Love&#8221; </strong>yang merupakan hasil kolaborasi dengan David Guetta. Ini adalah salah satu yang paling sering Penulis dengarkan di tahun 2025 ini.</p>



<p>Sebagai lagu EDM, lagu ini terasa seru, tapi juga ada sisi melankolisnya. Setelah diselidiki, ternyata lagu ini menggunakan <em>sampling </em>dari lagu &#8220;Merry Christmas, Mr. Lawrence&#8221; karya legenda Jepang, Ryuichi Sakamoto, yang dibuat untuk veteran perang.</p>



<p>Oh iya, IVE memang terkenal karena suka menggunakan <em>sampling </em>dari lagu lain. &#8220;After LIKE&#8221; misalnya, mengambil <em>sample </em>dari &#8220;I Will Survive&#8221; karya Gloria Gaynor. Namun, lagu tersebut memang cukup sering dijadikan <em>sample </em>oleh musisi lain.</p>



<p><em>Single </em>dengan artis internasional kedua adalah<strong> &#8220;All Night&#8221; </strong>bersama Saweetie. Lagu ini mengingatkan Penulis kepada lagu-lagu pop tahun 2010-an. Karena Penulis bukan penggemar lagu pop, maka Penulis tidak terlalu menyukai lagu ini.</p>



<p>Secara lirik, lagu-lagu di atas memiliki tema yang lebih ringan dan seputar percintaan, sehingga tidak ada yang istimewa bagi Penulis dari sisi ini. Beda cerita dengan dua lagu berbahasa Jepang yang akan Penulis bahas di poin berikutnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">EP Jepang (WAVE, Alive, Be Alright)</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="IVE 아이브 &#039;Be Alright&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/gC7cURZsiH8?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>A: Be Alright (2025), DARE ME (2025)</li>



<li>B: Crush (2024)</li>



<li>C: &#8211;</li>



<li>D: WAVE (2022), Classic (2022), Will (2024)</li>



<li>E: &#8211;</li>
</ul>



<p>IVE dikenal karena kerap merilis lagu<em> </em>berbahasa Jepang (mungkin karena ada Rei yang berasal dari Jepang). Bukan hanya menerjemahkan yang sudah ada ke versi Jepang, tapi benar-benar membuat lagu baru dalam format <em>extended play </em>(EP).</p>



<p>Memang ada beberapa lagu hit mereka yang diterjemahkan ke bahasa Jepang, tapi lagu-lagu tersebut menjadi sekadar pelengkap saja untuk lagu orisinalnya. Setiap EP Jepang akan merilis dua lagu baru beserta tiga lagu &#8220;terjemahan&#8221;. </p>



<p>Awalnya, Penulis tidak terlalu memedulikan lagu-lagu Jepang ini karena menurut Penulis memang tidak terlalu enak. Dari dua EP pertama,<em>WAVE</em> (2022) dan <em>Alive</em> (2024), hanya lagu <strong>&#8220;Crush&#8221;</strong> yang masih masuk ke telinga Penulis.</p>



<p>Namun, semua berubah ketika EP <em>Be Alright </em>rilis di tahun ini. Dua <em>single </em>utamanya, <strong>&#8220;Be Alright&#8221; </strong>dan <strong>&#8220;DARE ME&#8221;</strong>, benar-benar menjadi favorit baru Penulis. Bukan hanya karena musiknya enak, tapi juga maknanya yang dalam dan datang di saat Penulis membutuhkannya!</p>



<p>Penulis tidak ingat bagaimana pertama kali mendengarkan lagu &#8220;Be Alright&#8221;, tapi rasanya lagu itu tiba-tiba muncul begitu saja. Kebetulan, waktu itu ada orang dekat Penulis yang sedang khawatir dengan situasi kehidupannya. Lagu ini pun Penulis kirimkan kepadanya.</p>



<p>Sesuai dengan judulnya, lagu ini menjadi semacam penyemangat kalau semua akan baik-baik saja, seberat apa pun rasanya saat ini. Lagu ini juga membuat Penulis teringat lagu &#8220;Three Little Birds&#8221; dari Bob Marley. Penulis akan taruh liriknya di bawah ini:</p>



<p><strong>It&#8217;s gonna be alright<br></strong><em>Ini akan baik-baik saja</em></p>



<p><strong>Don&#8217;t worry about tomorrow 弾ける<strong>(hajikeru)</strong></strong> <strong>emotion</strong> <br><em>Jangan khawatirkan hari esok, emosi yang meluap</em></p>



<p><strong>心配いらない (shinpai iranai</strong>) <strong>it&#8217;s gonna be alright<br></strong><em>Tidak perlu khawatir, ini akan baik-baik saja</em></p>



<p><strong>超えてゆく想像 さあおいでよ (koete yuku souzou</strong> <strong>saa oide yo )</strong> <strong>follow<br></strong><em>Melampaui imajinasi, ayo ikutlah (padaku)</em></p>



<p><strong>I know it&#8217;s gonna be, it&#8217;s gonna be alright<br></strong><em>Aku tahu ini akan jadi, ini akan baik-baik saja</em></p>



<p>Lagu ini sekarang Penulis jadikan &#8220;alat&#8221; ketika mulai merasa khawatir berlebihan terhadap segala sesuatu. Lagu ini jadi pengingat bahwa semua akan baik-baik saja, yang penting fokus dengan apa yang kita lakukan saat ini.</p>



<p>Sementara itu, Penulis jatuh cinta dengan lagu &#8220;DARE ME&#8221; karena IVE membawakan lagu ini di kanal First Take juga. Jika &#8220;Be Alright&#8221; mengingatkan kita untuk tidak <em>overthinking </em>berlebihan, maka lagu ini jadi pengingat untuk percaya ke diri sendiri. </p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="IVE - DARE ME / THE FIRST TAKE" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/8k0Myd9F8to?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Coba saja lihat liriknya di bawah ini pada bagian <em>chorus </em>dan<em> post chorus-</em>nya berikut ini:</p>



<p><strong>[CHORUS]</strong></p>



<p><strong>Dare me, dare me!<br></strong><em>Tantang aku, tantang aku!</em></p>



<p><strong>Believe myself<br></strong><em>Percayai diriku sendiri</em></p>



<p><strong>ダメな自分も愛して (Dame na jibun mo aishite)<br></strong><em>Cintai juga dirimu yang tidak sempurna</em></p>



<p><strong>I know that I can shine again<br></strong><em>Aku tahu bahwa aku bisa bersinar lagi</em></p>



<p><strong>さぁ羽を広げて (Saa hane o hirogete)<br></strong><em>Ayo, rentangkan sayapmu</em></p>



<p><strong>Don&#8217;t be afraid to make mistakes<br></strong><em>Jangan takut membuat kesalahan</em></p>



<p><strong>Keep trying, trying daily<br></strong><em>Teruslah mencoba, mencoba setiap hari</em></p>



<p><strong>Just keep moving toward your dream, yeah<br></strong><em>Teruslah bergerak menuju impianmu, yeah</em></p>



<p><strong>[POST-CHORUS]</strong></p>



<p><strong>Believe me, believe me, believe myself<br></strong><em>Percayalah padaku, percayalah padaku, percayai diriku sendiri</em></p>



<p><strong>誰に何を言われたって yeah (Dare ni nani o iwaretatte yeah)<br></strong><em>Tidak peduli orang akan mengatakan apa pun (padaku) yeah</em></p>



<p><strong>I L-O-V-E M-E, yes<br></strong><em>Aku C-I-N-T-A D-I-R-I-K-U, ya</em></p>



<p><strong>Believe me, believe me, just be myself<br></strong><em>Percayalah padaku, percayalah padaku, jadilah diriku sendiri saja</em></p>



<p><strong>ありのままの私でいいの yeah (Ari no mama no watashi de ii no yeah)<br></strong><em>Tidak apa-apa menjadi diriku apa adanya, yeah</em></p>



<p><strong>I L-O-V-E M-E, yes<br></strong><em>Aku C-I-N-T-A D-I-R-I-K-U, ya</em></p>



<p>Karena liriknya yang mendalam dan kebetulan secara musik juga enak, tak heran kalau kedua lagu masuk ke Tier A dan belakangan begitu sering Penulis dengarkan. Apalagi harmonisasi suara Yujin dan Liz di lagu &#8220;DARE ME&#8221;, pantas mendapatkan apresiasi.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Setelah bertahun-tahun mendengarkan lagu K-Pop, baru kali ini Penulis merasa begitu memperhatikan liriknya. Penulis tidak bahasa Korea, tapi ketika mendengarkan lagu IVE, Penulis punya <em>feeling </em>lagunya ingin menyampaikan pesan penting dan ternyata memang terbukti.</p>



<p>Padahal, baru dua lagu dari EP Jepang yang Penulis jadikan contoh. Masih ada banyak lagi lagu lain yang bertema <em>self-love</em>, <em>self-confidence</em>, bahkan <em>self-acceptance </em>di lagu-lagu utama mereka, yang akan Penulis bahas di artikel selanjutnya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 11 Desember 2025, terinspirasi setelah IVE menjadi artis yang paling sering Penulis dengarkan di tahun 2025 melalui aplikasi YouTube Music</p>



<p>Foto Featured Image: YouTube</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-ive-bagian-1-single-dan-ep-jepang/">Tier List Lagu-Lagu IVE Versi Saya (Bagian 1: Single dan EP Jepang)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-ive-bagian-1-single-dan-ep-jepang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tier List Lagu-Lagu di Album &#8220;From Zero&#8221; Versi Saya</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-album-from-zero-versi-saya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-album-from-zero-versi-saya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Nov 2024 08:36:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[From Zero]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[rock]]></category>
		<category><![CDATA[tier list]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8066</guid>

					<description><![CDATA[<p>Awalnya, Penulis ingin menggabungkan tier list lagu-lagu di album From Zero di artikel &#8220;Mari Kita Bicarakan Album Baru Linkin Park, From Zero&#8221;. Akan tetapi, ternyata banyak yang ingin Penulis dari album tersebut, sehingga rasanya akan menjadi terlalu panjang jika disatukan. Dalam tulisan ini, Penulis akan mengulas setiap lagu yang ada di From Zero yang total [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-album-from-zero-versi-saya/">Tier List Lagu-Lagu di Album &#8220;From Zero&#8221; Versi Saya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Awalnya, Penulis ingin menggabungkan <em>tier list </em>lagu-lagu di album <em>From Zero </em>di artikel &#8220;Mari Kita Bicarakan Album Baru Linkin Park, From Zero&#8221;. Akan tetapi, ternyata banyak yang ingin Penulis dari album tersebut, sehingga rasanya akan menjadi terlalu panjang jika disatukan.</p>



<p>Dalam tulisan ini, Penulis akan mengulas setiap lagu yang ada di <em>From Zero</em> yang total memiliki 11 lagu. Karena sempat mengatakan bahwa lagu-lagu di album ini bisa masuk ke album lama Linkin Park, Penulis juga akan memberi opininya lagu ini layak masuk ke album mana.</p>



<p>Setelah mengulas semua lagunya, Penulis akan membuat <em>tier list </em>dari album ini lalu membandingkannya dengan album lain yang pernah Penulis bahas di artikel &#8220;Tier List Lagu Linkin Park Versi Saya&#8221;.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/setelah-membaca-a-happy-life-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/setelah-membaca-a-happy-life-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/setelah-membaca-a-happy-life-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/setelah-membaca-a-happy-life-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/setelah-membaca-a-happy-life-banner.jpg 1200w " alt="[REVIEW] Setelah Membaca A Happy Life: Sebuah Perenungan" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-a-happy-life-sebuah-perenungan/">[REVIEW] Setelah Membaca A Happy Life: Sebuah Perenungan</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Mari Kita Bahas Setiap Lagu di Album From Zero</h2>



<p><strong>1. From Zero (Intro) </strong>&#8211; Ini menjadi pembuka album yang berdurasi singkat, seperti lagu &#8220;Foreword&#8221; di album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-meteora/">Meteora</a></em> dan &#8220;Wake&#8221; di album<em> Minutes to Midnight</em>. Detail kecil ini sangat menarik bagi Penulis karena mengembalikan lagi &#8220;tradisi&#8221;lama yang hilang.</p>



<p>Ada semacam <em>choir </em>yang disambung dialog yang sepertinya terjadi antara Mike dan Emily. Inti dari percakapan tersebut adalah Emily yang menanyakan makna dari judul album ini, yang diakhiri dengan “<em>oh, wait, your fir—</em>”</p>



<p>Pemotongan ini menjadi semacam <em>easter egg </em>yang menarik, karena dipotong begitu saja dan langsung berlanjut ke lagu selanjutnya. Jika bisa menebak, kemungkinan Emily akan berkata&#8221;<em>oh, wait, your first band name is Xero, right?</em>&#8220;</p>



<p>Oleh karena itu, menurut Penulis intro ini sangat cocok untuk masuk ke album <em>Meteora</em>.</p>



<p><strong>2. The Emptiness Machine</strong> &#8211; Ini adalah single pertama yang dirilis Linkin Park untuk memperkenalkan Emily. Ketika pertama kali mendengarkan, Penulis langsung merasa kalau lagu ini &#8220;Linkin Park banget&#8221; sebelum era album <em>One More Light</em>.</p>



<p>Penulis sudah pernah membahas lagu ini cukup panjang pada artikel <a href="https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/">&#8220;Menatap Era Baru Linkin Park Bersama Emily Armstrong&#8221;</a>, sehingga Penulis tidak akan banyak membahas lagu ini di sini.</p>



<p>Sebelumnya, Penulis pernah mengatakan kalau lagu ini cocok untuk masuk ke album <em>The Hunting Party</em>. Namun, setelah didengarkan berkali-kali, rasanya &#8220;The Emptiness Machine&#8221; lebih cocok untuk masuk ke album <em>Living Things.</em></p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="The Emptiness Machine (Official Music Video) - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/SRXH9AbT280?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><strong>3. Cut the Bridge</strong> &#8211; Begitu mendengar lagu ini, entah mengapa bagian intronya membuat Penulis teringat akan lagu &#8220;Arjuna&#8221; dari <a href="https://whathefan.com/musik/maskulinitas-pada-musik-dewa/">Dewa 19</a>. Namun, sebenarnya ada beberapa <em>beat </em>di bagian intro yang membuat lagu ini terdengar seperti &#8220;Bleed It Out&#8221;.</p>



<p>Walaupun begitu, lagu ini bisa dibilang menjadi salah satu yang kurang cocok dengan selera Penulis dan gagal masuk ke dalam &#8220;Liked Music&#8221; di YouTube Music. Jika disuruh memilih, lagu &#8220;Cut the Bridge&#8221; sangat cocok untuk dimasukkan ke dalam album <em>Minutes to Midnight</em>.</p>



<p><strong>4. Heavy is the Crown</strong> &#8211; Setelah mendengarkan keseluruhan album, Penulis tetap menganggap kalau lagu &#8220;Heavy is the Crown&#8221; adalah lagu terbaik dari album <em>From Zero</em>. Apalagi setelah menonton penampilan lagu ini di pembukaan Worlds 2024, <em>beuh</em>, mantap betul.</p>



<p>Lagu ini punya paket komplit dan memiliki nuansa seperti lagu &#8220;Faint&#8221;, mulai dari <em>rap </em>Mike seperti era awal-awal Linkin Park, bagian <em>reff </em>yang <em>catchy</em>, musik <em>rock</em> yang kental, scream belasan detik dari Emily yang membuat Penulis teringat lagu <em>Given Up</em> dari <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-minutes-to-midnight/">Minutes to Midnight</a></em>.</p>



<p>Penulis merasa kalau lagu ini agak sulit untuk dimasukkan ke dalam album Linkin Park mana pun karena walaupun memiliki formula klasik Linkin Park, lagu ini punya warnanya sendiri. Jika harus memilih, <em>Meteora</em> adalah album yang paling cocok untuk album ini.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Linkin Park - Heavy Is The Crown | Worlds 2024 Finals Opening Ceremony Presented by Mastercard" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/R8OqqaBwcl8?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><strong>5. Over Each Other</strong> &#8211; Ini adalah lagu pertama dan satu-satunya yang hanya menampilkan vokal Emily. Selain itu, lagu ini juga terasa paling pop dibandingkan dengan lagu lainnya yang ada di album ini.</p>



<p>Awal mendengarkan, Penulis merasa agak aneh dengan lagu ini. Mungkin karena memang belum terbiasa saja dengan vokal Emily. Namun, lama kelamaan Penulis bisa menikmati lagu ini walaupun tak sampai memasukkannya ke dalam &#8220;Liked Music&#8221; untuk saat ini.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis merasa kalau lagu ini sangat cocok dengan tema dari album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-one-more-light/">One More Light</a> </em>yang menjadi album paling pop dari Linkin Park.</p>



<p><strong>6. Casualty</strong> &#8211; Begitu mendengarkan lagu ini, Penulis langsung merasa kalau album ini harus masuk ke dalam album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-the-hunting-party/">The Hunting Party</a></em> karena terdengar sangat rusuh. Penulis langsung teringat lagu &#8220;Keys to the Kingdom&#8221; ditambah &#8220;QWERTY&#8221;.</p>



<p>Satu hal yang menarik dari lagu ini adalah vokal Mike, yang biasanya terdengar kalem dan menenangkan, berubah menjadi garang dan keras seolah Mike sedang marah-marah. Namun, hal itu cocok dengan lagunya yang terdengar seperti lagu <em>punk rock old school</em>.</p>



<p>&#8220;Casualty&#8221; menjadi satu lagu yang nempel di telinga Penulis karena &#8220;rusuhnya&#8221; dan membuat ingin Penulis terus melakukan <em>headbang</em>. Lagu-lagu rusuh seperti inilah yang sering Penulis rindukan dari Linkin Park, dan hal tersebut akhirnya bisa Penulis dapatkan sekarang.</p>



<p><strong>7. Overflow</strong> &#8211; Selain &#8220;Cut the Bridge&#8221;, lagu &#8220;Overflow&#8221; adalah salah satu lagu lainnya yang kurang nyantol di telinga Penulis. Dibandingkan lagu-lagu lain, lagu ini terasa paling eksperimental dan punya kesan <em>hip-hop</em> yang cukup kental.</p>



<p>Di bagian awal lagu, ada bagian yang membuat Penulis teringat lagu &#8220;PPR:KUT&#8221; alias &#8220;Papercut&#8221; versi album Reanimation. Dengan berbagai ulasan tersebut, Penulis menganggap kalau lagu ini cocok untuk dimasukkan ke dalam album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-a-thousand-suns/">A Thousand Suns</a></em>.</p>



<p><strong>8. Two Faced</strong> &#8211; Lagu ini merupakan <em>single</em> keempat yang dirilis Linkin Park jelang rilis album penuhnya. Saat mendengarkan pertama kali, lagu ini terdengar seperti lagu-lagu <em>pre-demo </em>Linkin Park sebelum debut.</p>



<p>Selain itu, <em>scream </em>yang dilakukan oleh Emily juga terkesan ngawur dan agak urak-urakan. Namun, setelah didengarkan berkali-kali, Penulis akhirnya bisa menikmati lagu ini. Apalagi, banyak yang berpendapat kalau lagu ini merupakan &#8220;One Step Closer 2.0&#8221;.</p>



<p>Apa yang Penulis suka dari lagu ini adalah adanya <em>guitar riff </em>yang berat, seperti yang bisa kita dengarkan dari lagu-lagu seperti &#8220;QWERTY&#8221; dan &#8220;Don&#8217;t Stay&#8221;. Elemen ini adalah salah satu hal yang Penulis sukai dari Linkin Park, dan rasanya sudah lama absen.</p>



<p>Tak hanya itu, salah satu elemen lain yang membuat Penulis menyukai lagu ini adalah kembalinya teknis <em>scratch </em>alias <em>ceket-ceket </em>solo dari Mr. Hahn. Terakhir kali Penulis mendengarkan ini adalah di album <em>A Thousand Suns </em>melalui lagu &#8220;Wretches and Kings&#8221;. </p>



<p>Oleh karena itu, lagu ini bisa disebut terdengar seperti lagu-lagu klasik Linkin Park, genre yang membuat Linkin Park menjadi begitu populer. Lagu &#8220;Two Faced&#8221; sangat cocok untuk masuk ke dalam album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-hybrid-theory/">Hybrid Theory</a></em>.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Two Faced (Official Music Video) - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/kivUsDGWojU?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><strong>9. Stained </strong>&#8211; Biasanya, Penulis kurang menyukai lagu Linkin Park yang terlalu <em>slow</em>. Namun, &#8220;Stained&#8221; bisa menjadi pengecualian karena Penulis menyukainya. Penulis merasa kalau lagu ini cocok untuk masuk ke dalam album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-living-things/">Living Things</a></em> atau <em>One More Light</em>.</p>



<p>Selain itu, Penulis entah mengapa merasa kalau lagu ini terasa seperti lagu-lagu dari Avril Lavigne, terutama dari album <em>Avril Lavigne</em> yang rilis tahun 2013 silam. Karena itu juga lagu ini terdengar seperti lagu lama, bukan lagu yang dirilis di tahun 2024. </p>



<p><strong>10. IGYEIH</strong> &#8211; Sejak daftar lagu <em>From Zero </em>muncul di internet, Penulis sudah penasaran dengan lagu <em>IGYEIH</em>. Penulis sampai harus mencari apa arti dari judul tersebut di Reddit. Ternyata, setelah rilis, judul tersebut merupakan akronim dari <em>I Give You Everything I Have</em>. </p>



<p>Lagu ini juga langsung terdengar asyik ketika pertama kali mendengarkannya. Terkesan rusuh seperti &#8220;Casualty&#8221; dengan lirik yang <em>related </em>dengan Penulis. Ini juga menjadi lagu keras terakhir di album ini setelah &#8220;Heavy is the Crown&#8221;, &#8220;Casualty&#8221;, dan &#8220;Two Faced&#8221;.</p>



<p>Karena kerusuhannya tersebut, Penulis merasa kalau album ini cocok untuk menemani lagu &#8220;Casualty&#8221; di album <em>The Hunting Party</em>.</p>



<p><strong>11. Good Things Go</strong> &#8211; Sebagai lagu penutup album, &#8220;Good Things Go&#8221; terasa pas sebagai penutup. Apalagi, lagu ini juga nyambung dengan lagu pertama di album ini, sehingga efek <em>looping</em>-nya terasa.</p>



<p>Banyak yang menanggap kalau lagu ini menjadi lagu &#8220;terindah&#8221; dari album ini, baik dari komposisi musiknya maupun liriknya.  Penulis merasa kalau lagu ini akan sangat cocok untuk masuk ke album <em>One More Light</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Tier List Album From Zero</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/review-album-from-zero-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8076" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/review-album-from-zero-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/review-album-from-zero-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/review-album-from-zero-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/review-album-from-zero-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Berdasarkan ulasan di atas dan pengalaman mendengar Penulis selama ini, inilah<em> tier list </em>kesebelas lagu yang ada di album <em>From Zero </em>versi Penulis:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>S: &#8211;</li>



<li>A: The Emptiness Machine, Heavy is the Crown</li>



<li>B: Casualty, Two-Faced, Stained, IGYHEIH, Good Things Go</li>



<li>C: Cut the Bridge, Over Each Other, Overflow</li>



<li>D: From Zero (Intro)</li>



<li>E: &#8211;</li>
</ul>



<p>Dari <em>tier list </em>tersebut, mari kita hitung berapa skor dari album <em>From Zero</em> dengan hitungan yang sama dengan sebelumnya (Tier S = 5, Tier A = 4, &#8230;, Tier E=0). Dengan susunan di atas, maka kita akan mendapatkan skor <strong>30</strong> dengan rata-rata <strong>2,73</strong>.</p>



<p>Inilah posisi<em> From Zero j</em>ika dibandingkan dengan album Linkin Park lainnya:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Meteora&nbsp;</strong>– Bobot Akhir: 42 (Rata-Rata: 3,23)</li>



<li><strong>From Zero</strong> &#8211; Bobot Akhir: 30 (Rata-Rata: 2,73)</li>



<li><strong>Hybrid Theory</strong>&nbsp;– Bobot Akhir: 30 (Rata-Rata: 2,5)</li>



<li><strong>Living Things&nbsp;</strong>– Bobot Akhir: 29 (Rata-Rata:2,42)</li>



<li><strong>One More Light</strong>&nbsp;– Bobot Akhir: 22 (Rata-Rata: 2,2)</li>



<li><strong>Minutes to Midnight</strong>&nbsp;– Bobot Akhir: 26 (Rata-Rata: 2,17)</li>



<li><strong>The Hunting Party</strong>&nbsp;– Bobot Akhir: 23 (Rata-Rata: 1,92)</li>



<li><strong>A Thousand Suns</strong>&nbsp;– Bobot Akhir: 27 (Rata-Rata: 1,8)</li>
</ol>



<p>Ya, Penulis sendiri terkejut album ini bisa berada di ata <em>Hybrid Theory </em>dan hanya kalah dari Meteora yang memang menjadi album favorit Penulis sepanjang masa. Namun, memang Penulis bisa menikmati semua lagu yang ada di album ini, sehingga rasanya wajar bisa mendapatkan skor setinggi itu.</p>



<p>Untuk beberapa waktu ke depan, Penulis akan terus mengulang album <em>From Zero</em>, terutama ketika sedang lari pagi dan bekerja. K-Pop, untuk sementara waktu rasanya harus minggir dulu meskipun <a href="https://whathefan.com/musik/i-am-ive/">IVE</a> baru merilis <em>single</em> baru yang sangat <em>catchy</em> hasil kolaborasi dengan David Guetta.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 16 November 2024, terinspirasi setelah mendengarkan semua lagu di album <em>From Zero </em>berkali-kali</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://music.apple.com/id/album/from-zero/1766137049?l=id">Apple Music</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-album-from-zero-versi-saya/">Tier List Lagu-Lagu di Album &#8220;From Zero&#8221; Versi Saya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-album-from-zero-versi-saya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tier List Lagu-Lagu Linkin Park Versi Saya</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Jun 2024 16:51:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[tier list]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7551</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika membuka rubrik Musik di blog ini, mayoritas artikelnya membahas seputar K-Pop, karena memang genre tersebut yang sedang Penulis sering dengarkan selama satu setengah tahun terakhir. Karena masih baru, makanya Penulis banyak melakukan eksplorasi. Namun, mau sebanyak apapun Penulis &#8220;berkenalan&#8221; dengan girlband Korea atau mendengarkan lagu K-Pop, tetap saja genre favorit Penulis tetap rock, dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/">Tier List Lagu-Lagu Linkin Park Versi Saya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Jika membuka rubrik Musik di blog ini, <a href="https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-1/">mayoritas artikelnya membahas seputar K-Pop</a>, karena memang genre tersebut yang sedang Penulis sering dengarkan selama satu setengah tahun terakhir. Karena masih baru, makanya Penulis banyak melakukan eksplorasi.</p>



<p>Namun, mau sebanyak apapun Penulis &#8220;berkenalan&#8221; dengan <em>girlband </em>Korea atau <a href="https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-2/">mendengarkan lagu K-Pop</a>, tetap saja <a href="https://whathefan.com/musik/apakah-musik-rock-benar-benar-telah-mati/">genre favorit Penulis tetap <em>rock</em></a>, dan <strong>Linkin Park</strong> tetap menjadi musisi favorit meskipun sudah ditinggalkan oleh <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/chester-2-tahun-yang-lalu/">Chester Bennington</a>. </p>



<p>Sebelumnya, Penulis sudah pernah menulis artikel <em><a href="https://whathefan.com/musik/20-lagu-terbaik-linkin-park-versi-saya/">20 Lagu Terbaik Linkin Park Versi Saya</a></em>. Namun, Penulis merasa kalau dirinya perlu membuat semacam <em>tier list </em>untuk menilai semua lagu Linkin Park.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-300x200.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-356x237.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1.jpg 2048w " alt="Chapter 10 Perjanjian Damai" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/leon-dan-kenji-buku-1/chapter-10-perjanjian-damai/">Chapter 10 Perjanjian Damai</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Tier List Lagu Linkin Park</h2>



<p>Dalam membuat <em>tier list </em>ini, Penulis akan membuatnya per album, dari <em>Hybrid Theory </em>(2000) hingga <em>One More Light </em>(2017). Setelah itu, Penulis akan menghitung skor tiap album untuk menentukan mana urutannya dari yang terabik hingga terburuk.</p>



<p>Dalam membuat <em>tier list</em>, Penulis membuat Tier S hingga Tier E. Hanya ada satu lagu yang ke Tier S, yang menandakan kalau lagu itu menjadi lagu favorit Penulis seumur hidup. Untuk lagu yang selalu masuk ke <em>playlist</em>, akan Penulis masukkan ke dalam Tier A.</p>



<p>Tier B akan berisikan lagu-lagu yang sebenarnya juga masuk ke <em>playlist</em>, tapi terkadang ada perasaan bosan mendengarkannya. Tier C berisi lagu yang sebenarnya cukup favorit, tapi tidak sampai masuk ke dalam <em>playlist.</em></p>



<p>Tier D adalah lagu-lagu yang cukup Penulis hindari, tapi masih oke untuk didengarkan. Tier E atau yang paling rendah berisi lagu yang akan Penulis <em>skip</em>. Ya, walaupun ini Linkin Park, tetap saja ada lagu yang masuk ke dalam kategori tersebut.</p>



<p>Selain itu, Penulis juga akan memberikan skor untuk setiap Tier, di mana Tier S memiliki skor 5 dan Tier E memiliki skor 0. Dengan demikian, nanti akan jadi ketahuan album mana yang memiliki skor tertinggi (berdasarkan skor akhir dibagi jumlah lagu di album tersebut) versi Penulis.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Tier List Hybrid Theory (2000)</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Papercut [Official HD Music Video] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/vjVkXlxsO8Q?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>S: &#8211;</li>



<li>A: Papercut, Pushing Me Away</li>



<li>B: In the End, A Place for My Head</li>



<li>C: One Step Closer, With You, Crawling, Points of Authority, Runaway, By Myself, Forgotten, Cure for the Itch</li>



<li>D: &#8211; </li>



<li>E: &#8211;</li>
</ul>



<p>Di album pertama, <em><strong><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-hybrid-theory/">Hybrid Theory</a></strong></em>, bisa dibilang tidak ada lagu yang tidak bisa didengarkan. Meskipun kebanyakan masuk ke Tier C, album ini mau bagaimanapun menjadi &#8220;perkenalan&#8221; Linkin Park kepada para penggemarnya.</p>



<p>Meskipun hanya dua lagu yang berhasil masuk ke Tier A, Penulis harus menyebutkan kalau lagu &#8220;Papercut&#8221; adalah lagu favoritnya nomor dua dari Linkin Park. Jika ada Tier di antara S dan A, Penulis akan memasukkan lagu ini ke Tier tersebut.</p>



<p><strong>Skor Akhir: 30</strong> <strong>(Rata-Rata: 2,5)</strong></p>



<h3 class="wp-block-heading">Tier List Meteora (2003)</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Numb (Official Music Video) [4K UPGRADE] – Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/kXYiU_JCYtU?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>S: Numb</li>



<li>A: Don&#8217;t Stay, Somewhere I Belong, Lying from You, Easier to Run, Breaking the Habit, From the Inside</li>



<li>B: Faint, Session</li>



<li>C: Hit the Floor, Figure, Nobody Listening</li>



<li>D: Foreword</li>



<li>E: &#8211;</li>
</ul>



<p>Seperti yang sudah Penulis singgung beberapa kali, <em><strong><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-meteora/">Meteora</a> </strong></em>adalah album favorit Penulis dan menganggapnya sebagai album terbaik sepanjang masa. Album ini juga menjadi satu-satunya yang menyumbangkan lagu dengan Tier S melalui lagu &#8220;Numb.&#8221;</p>



<p>Selain itu, bisa dilihat jika album ini memiliki banyak sekali lagu yang masuk ke dalam Tier A. Sama seperti <em>Hybrid Theory</em>, tidak ada lagu yang tidak enak dari album ini, kecuali &#8220;Foreword&#8221; yang suaranya memang cuma begitu saja.</p>



<p>Hal tersebut membuat skor dari album ini sangat tinggi dibandingkan dengan album-album Linkin Park lainnya.</p>



<p><strong><strong>Skor </strong>Akhir: 42</strong> <strong>(Rata-Rata: 3,23)</strong></p>



<h3 class="wp-block-heading">Tier List Minutes to Midnight (2007)</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Leave Out All The Rest (Official Music Video) [4K Upgrade] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/yZIummTz9mM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>S: &#8211;</li>



<li>A: Leave Out All the Rest, Shadow of the Day</li>



<li>B: Given Up, Bleed It Out</li>



<li>C: Wake, What I’ve Done, Hands Held High, No More Sorrow</li>



<li>D: Valentine’s Day, In Between, In Pieces, The Little Things Give You Away</li>



<li>E: &#8211;</li>
</ul>



<p>Sejujurnya, <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-minutes-to-midnight/">Minutes to Midnight</a> </em>adalah album yang kurang Penulis sukai. Akan tetapi, ternyata setelah dihitung skornya berdasarkan <em>tier list </em>di atas, skornya masih lumayan tinggi dan di luar ekspektasi.</p>



<p>Pada artikel <em>20 Lagu Terbaik Linkin Park Versi Saya</em>, Penulis hanya meletakkan lagu &#8220;Leave Out All the Rest&#8221; di peringkat 10, di bawah lagu-lagu dari enam album lainnya. Ini menunjukkan kalau sebenarnya album ini memang kurang Penulis sukai, meskipun tidak sampai ada yang masuk ke Tier E.  </p>



<p><strong><strong>Skor </strong>Akhir: 26 (Rata-Rata: 2,17)</strong></p>



<h3 class="wp-block-heading">Tier List A Thousand Suns (2010)</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Waiting For The End (Official Music Video) [4K Upgrade] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/5qF_qbaWt3Q?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>S: &#8211;</li>



<li>A: Waiting for the End</li>



<li>B: The Requiem, Burning in the Skies</li>



<li>C: The Radiance, When They Come for Me, Jornada Del Muerto, Blackout, Iridescent, The Catalyst</li>



<li>D: Empty Space, Robot Boy, Wretches and Kings, Wisdom, Justice, and Love, The Fallout</li>



<li>E: The Messenger</li>
</ul>



<p>Penulis sudah pernah menyebutkan kalau album <em><strong><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-a-thousand-suns/">A Thousand Suns</a> </strong></em>menjadi album favoritnya secara konsep, yang nyambung dari depan hingga belakang. Sayangnya, hal tersebut membuat skor album ini cukup jatuh dan menjadi yang terburuk di antara yang lain.</p>



<p>Alasannya, banyak lagu-lagu di album ini yang hanya berfungsi sebagai <em>bridging</em>, bukan sebagai lagu utuh. Memang Penulis suka &#8220;The Requiem,&#8221; tapi yang lain kurang suka. Belum lagi lagu &#8220;The Messenger&#8221; yang benar-benar tidak Penulis sukai.</p>



<p><strong><strong>Skor </strong>Akhir: 27 (Rata-Rata: 1,8)</strong></p>



<h3 class="wp-block-heading">Tier List Living Things (2012)</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="CASTLE OF GLASS (Official Music Video) [4K Upgrade] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/ScNNfyq3d_w?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>S: &#8211;</li>



<li>A: In My Remains, Lies Greed Misery, Castle of Glass, Road Untraveled, Powerless</li>



<li>B: Until It Breaks</li>



<li>C: Lost in the Echo, Tinfoil</li>



<li>D: Burn It Down, I’ll Be Gone</li>



<li>E: Skin to Bone</li>
</ul>



<p><em><strong><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-living-things/">Living Things</a> </strong></em>menjadi album yang menyumbangkan lagu di Tier A terbanyak setelah <em>Meteora</em> dengan lima lagu. Hal tersebut membuat album ini memiliki skor yang cukup tinggi, hanya kalah dari dua album pertama Linkin Park.</p>



<p>&#8220;Castle of Glass&#8221; yang menjadi lagu urutan keenam di album ini menjadi lagu favorit Penulis nomor 3. Namun, album ini juga memiliki lagu yang sangat Penulis hindari, yakni &#8220;Skin to Bone.&#8221; </p>



<p><strong><strong>Skor </strong>Akhir: 29</strong> <strong>(Rata-Rata:2,42)</strong></p>



<h3 class="wp-block-heading">Tier List The Hunting Party (2014)</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Final Masquerade [Official Music Video] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/i8q8fFs3kTM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>S: &#8211;</li>



<li>A: Rebellion, Final Masquerade</li>



<li>B: Keys to the Kingdom, Wasteland</li>



<li>C: All for Nothing, Guilty All the Same, War, Until It’s Gone.</li>



<li>D: The Summoning</li>



<li>E: Mark the Graves, Drawbar, A Line in the Sand</li>
</ul>



<p>Di antara semua album Linkin Park, <em><strong><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-the-hunting-party/">The Hunting Party</a></strong> </em>menjadi penyumbang Tier List E terbanyak. Tiga lagu yang Penulis masukkan ke <em>tier </em>ini benar-benar tidak Penulis sukai dan selalu di-<em>skip </em>jika tiba-tiba muncul di pemutar musiknya.</p>



<p>Hal tersebut sebenarnya cukup Penulis sayangkan, mengingat Penulis sangat menyukai lagu &#8220;Rebellion&#8221; dan &#8220;Final Masquerade.&#8221; Namun, bisa dibilang hanya dua lagu tersebut yang benar-benar Penulis suka dari album ini.</p>



<p><strong><strong>Skor </strong>Akhir: 23</strong> <strong>(Rata-Rata: 1,92)</strong></p>



<h3 class="wp-block-heading">Tier List One More Light (2017)</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Heavy [Official Music Video] - Linkin Park (feat. Kiiara)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/5dmQ3QWpy1Q?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>S: &#8211;</li>



<li>A: Heavy</li>



<li>B: One More Light</li>



<li>C: Nobody Can Save Me, Good Goodbye, Talking to Myself, Battle Symphony, Invisible, Sorry for Now, Halfway Right</li>



<li>D: Sharp Edges</li>



<li>E: &#8211;</li>
</ul>



<p>Album terakhir Linkin Park, <em><strong><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-one-more-light/">One More Light</a></strong></em>, bisa dibilang sebagai album paling medioker. Sama seperti <em>Hybrid Theory</em>, mayoritas lagu di album ini masuk ke Tier C. Suka enggak, tapi seenggaknya masih oke untuk didengarkan.</p>



<p>Selain itu, sama seperti album <em>A Thousand Suns</em>, hanya ada satu lagu dari album ini yang berhasil masuk ke dalam 20 lagu favorit Linkin Park versi Penulis. Setidaknya, album ini tidak memiliki lagu yang layak untuk masuk ke Tier List E. </p>



<p><strong><strong>Skor </strong>Akhir: 22</strong> (Rata-Rata: 2,2)</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Berdasarkan perhitungan skor dari <em>tier list </em>di atas, maka bisa disimpulkan kalau menurut Penulis album terbaik dari Linkin Park adalah <em>Meteora</em>, dan yang paling buruk adalah <em>A Thousand Suns</em>. Pembaca bisa melihat daftar lengkapnya di bawah ini (diurutkan berdasarkan rata-rata skornya):</p>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Meteora </strong>&#8211; Bobot Akhir: 42 (Rata-Rata: 3,23)</li>



<li><strong>Hybrid Theory</strong> &#8211; Bobot Akhir: 30 (Rata-Rata: 2,5)</li>



<li><strong>Living Things </strong>&#8211; Bobot Akhir: 29 (Rata-Rata:2,42)</li>



<li><strong>One More Light</strong> &#8211; Bobot Akhir: 22 (Rata-Rata: 2,2)</li>



<li><strong>Minutes to Midnight</strong> &#8211; Bobot Akhir: 26 (Rata-Rata: 2,17)</li>



<li><strong>The Hunting Party</strong> &#8211; Bobot Akhir: 23 (Rata-Rata: 1,92)</li>



<li><strong>A Thousand Suns</strong> &#8211; Bobot Akhir: 27 (Rata-Rata: 1,8)</li>
</ol>



<p>Jika ditotal, maka ada Tier S memiliki 1 lagu, Tier A memiliki 19 lagu, Tier B memiliki 12 lagu, Tier C memiliki 34 lagu, Tier D memiliki 14 lagu, dan Tier E memiliki 5 lagu. Pembaca bisa melihat rekap lengkapnya di bawah ini:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>S: Numb</li>



<li>A: Papercut, Pushing Me Away, Don&#8217;t Stay, Somewhere I Belong, Lying from You, Easier to Run, Breaking the Habit, From the Inside, Leave Out All the Rest, Shadow of the Day, Waiting for the End, In My Remains, Lies Greed Misery, Castle of Glass, Road Untraveled, Powerless, Rebellion, Final Masquerade, Heavy</li>



<li>B: In the End, A Place for My Head, Faint, Session, Given Up, Bleed It Out,  The Requiem, Burning in the Skies, Until It Breaks, Keys to the Kingdom, Wasteland, One More Light</li>



<li>C: One Step Closer, With You, Crawling, Points of Authority, Runaway, By Myself, Forgotten, Cure for the Itch, Hit the Floor, Figure, Nobody Listening, Wake, What I’ve Done, Hands Held High, No More Sorrow, The Radiance, When They Come for Me, Jornada Del Muerto, Blackout, Iridescent, The Catalyst, Lost in the Echo, Tinfoil, All for Nothing, Guilty All the Same, War, Until It’s Gone, Nobody Can Save Me, Good Goodbye, Talking to Myself, Battle Symphony, Invisible, Sorry for Now, Halfway Right</li>



<li>D: Foreword, Valentine’s Day, In Between, In Pieces, The Little Things Give You Away, Empty Space, Robot Boy, Wretches and Kings, Wisdom, Justice, and Love, The Fallout, Burn It Down, I’ll Be Gone, The Summoning, Sharp Edges</li>



<li>E: The Messenger, Skin to Bone, Mark the Graves, Drawbar, A Line in the Sand</li>
</ul>



<ul class="wp-block-list"></ul>



<ul class="wp-block-list"></ul>



<p>Kurang lebih seperti itu <em>tier list </em>lagu Linkin Park versi Penulis. Sebenarnya Penulis ingin memasukkan beberapa lagu non-album, tapi ini saja sudah cukup banyak. Mungkin nanti Penulis akan membuat artikel yang khusus membahas lagu-lagu tersebut.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 28 Juni 2024, terinspirasi setelah ingin menulis artikel tentang Linkin Park lagi</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.billboard.com/music/rock/chester-bennington-grey-daze-whats-in-the-eye-8548274/">Billboard</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/">Tier List Lagu-Lagu Linkin Park Versi Saya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
