Olahraga
Anomali Antonelli
Ketika menonton GP Monako, ekspektasi Penulis selalu diturunkan mengingat balapan di sana relatif membosankan. Seringnya, urutan posisi pembalap akan tetap sama dengan posisi ketika start, kecuali ada insiden yang sebenarnya juga jarang terjadi.
Untunglah ekspektasi tersebut telah Penulis turunkan, karena kita justru mendapatkan tontonan yang menarik dan chaos di Monako tahun ini! Kita seolah mendapatkan segalanya, kecuali balapan itu sendiri!
Terlepas dari semua yang terjadi pada balapan pada hari Minggu (7/6) kemarin, Penulis ingin fokus ke satu “anomali” pada sosok Kimi Andrea Antonelli, yang kini berhasil mencatatkan lima kemenangan beruntun di musim 2026!
Menjawab Segala Keraguan
Kimi Andrea Antonelli merupakan pembalap asal Italia kelahiran tahun 2006, jadi seumuran dengan Carmen dan Jiwoo dari Hearts2Hearts. Ia menjalani musim debutnya bersama Mercedes pada tahun 2025 kemarin, menggantikan posisi Sir Lewis Hamilton yang hijrah ke Ferrari.
Waktu itu, keputusan Toto Wolff selaku CEO dan Team Principal untuk mendebutkan Antonelli di Mercedes banyak dipertanyakan, mengingat usianya yang masih muda. Sebagai perbandingan, George Russell yang merupakan rekan setimnya “disekolahkan” dulu di William selama tiga tahun sebelum akhirnya menjadi pembalap Mercedes.
Ada yang menyebut kalau keputusan ini didasarkan adanya kekhawatiran kalau potensi Antonelli akan “menguap” jika harus bermain untuk tim lain dulu, seperti yang terjadi pada Russell yang terlalu lama menghabiskan waktu untuk William.
Di musim debutnya, performa Antonelli bisa dibilang cukup solid, meskipun tidak langsung luar biasa. Di akhir musim, ia bertengger di posisi ke-7 dengan raihan 150 poin dan tiga kali podium. Tidak ada kemenangan di musim perdananya.
Ketika musim ini akan dimulai, Mercedes langsung menunjukkan kalau mereka menjadi tim yang berpotensi mendominasi musim 2026. Hal ini langsung terbukti dari balapan pertama GP Australia, di mana George Russell berhasil meraih kemenangan.
Namun, setelah itu, angin seolah mengarah ke Antonelli karena ia terus memecahkan rekor baru di usianya yang belum genap 20 tahun! Kemenangan di GP Monako kemarin merupakan kemenangan lima kali beruntunnya di musim ini!
Daftar Rekor yang Dipecahkan Antonelli
Di GP China, ia berhasil mencatatkan kemenangan perdananya di F1 dan menjadi yang termuda kedua sepanjang sejarah setelah Max Verstappen. Ia juga menjadi pembalap asal Italia termuda yang meraih Pole Position dan kemenangan di F1.
Selanjutnya, ia kembali menang di GP Jepang. Kemenangan tersebut juga membawanya menjadi pemimpin klasemen termuda di F1, mengalahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh Hamilton.
Anomali berlanjut di GP Miami, ketika ia menjadi pembalap termuda yang meraih tiga pole position dan kemenangan secara berturut-turut. Ia juga menjadi pembalap pertama yang berhasil mengonversi tiga pole position pertamanya menjadi kemenangan.
Rekor selanjutnya yang dipecahkan terjadi di GP Kanada, setelah ia menjadi pembalap termuda dengan memenangkan empat balapan F1 dan mengalahkan rekor Verstappen. Rentetan kemenangan ini pun tetap berlanjut di GP Monako.
Ada beberapa rekor yang ia raih di GP Monako. Selain menjadi peraih Grand Slam termuda (dan pembalap kelima yang meraihnya), ia juga menjadi pembalap termuda yang berhasil menang di sana (sebelumnya dipegang oleh Hamilton).
Tidak banyak pembalap yang berhasil mencatatkan lima kemenangan beruntun, apalagi berurutan sejak kemenangan perdananya. Kemenangan ini pun membuatnya semakin kokoh di puncak klasemen, meninggalkan rekan setimnya yang justru turun ke peringkat 3.
Sekarang Mari Kita Bicarakan GP Monako
Selain berbagai rekor “termuda” yang berhasil dipecahkan oleh Antonelli, masih banyak hal menarik yang terjadi sepanjang balapan GP Monako kemarin. Dari lap pertama saja, langsung ada insiden yang membuat Verstappen harus DNF sejak start.
Selain Verstappen, total ada enam pembalap lain yang juga gagal finis. Mereka adalah Valteri Bottas (Cadillac), Oliver Bearman (Haas), Lando Norris (McLaren), Lance Stroll (Aston Martin), Charles Leclerc (Ferrari), dan Carlos Sainz (William).
Mungkin yang paling nyesek adalah Leclerc, mengingat sepanjang balapan ia berhasil mempertahankan posisi 3-nya. Sayangnya, masalah rem dan aspal di tikungan terakhir membuat akamsi yang satu ini harus gagal finis.
Setelah insiden yang dialami Leclerc, Red Flag pun dikibarkan untuk dilakukan investigasi dan artinya balapan pun mengalami restart. Sebelum Red Flag, sudah dua kali Yellow Flag dikibarkan. Ini menggambarkan betapa chaos balapan kemarin.
Hal lain yang disorot adalah “hujan” penalti yang diberikan kepada para pembalap. Mayoritas penyebabnya adalah speeding in the pit lane. Salah satu yang paling nyesek terjadi pada Pierre Gasly dari Alpine, yang sempat merayakan ketika tahu ia finis di peringkat 3.
Russell juga bisa dibilang mengalami balapan yang menyebalkan. Keputusan tim yang kurang tepat ditambah penalti yang ia dapatkan membuat posisinya di klasemen disalip oleh Hamilton. Kini, ia tertinggal 68 poin dari Antonelli di puncak klasemen.
Isack Hadjar juga patut diapresiasi di balapan kemarin. Meskipun mengalami berbagai masalah pada mobilnya, ia menolak menyerah dan berhasil meraih podium perdananya bersama Red Bull.
Menarik untuk menanti seperti apa akhir dari musim ini. Apakah Antonelli mampu melanjutkan anomalinya? Apakah Russell mampu bangkit dan merebut gelar dari “juniornya” tersebut? Atau ada pembalap lain yang bisa memanfaatkan persaingan antarpembalap Mercedes?
Lawang, 8 Juni 2026, setelah menonton “anomali: yang dilakukan oleh Antonelli di musim 2026
You must be logged in to post a comment Login