Permainan
Koleksi Board Game #33: King of Tokyo: Duel
Selain membeli Splendor Duel sewaktu jalan-jalan ke Grand Indonesia (GI), Penulis juga membeli satu lagi board game bertema “duel” untuk dimainkan dua orang, yakni King of Tokyo: Duel. Sebenarnya, Penulis tidak berencana membelinya. Namun, karena terlihat menarik, Penulis memutuskan untuk membelinya sekalian.
Penulis tidak punya King of Tokyo versi besarnya, tapi punya King of New York yang Penulis beli second. Jadi, mekanisme dasarnya pun Penulis sudah mengerti, meskipun di sini ada sedikit perbedaan yang mudah untuk dipelajari.
Jika dibandingkan dengan Splendor Duel yang lebih “damai” karena hanya rebutan resource, King of Tokyo: Duel jelas lebih rusuh dan memang harus saling senggol antarpemain. Apalagi, cara untuk menangnya ada beberapa cara!
Detail Board Game King of Tokyo: Duel
- Judul: King of Tokyo Duel
- Desainer: Richard Garfield
- Publisher: IELLO
- Tahun Rilis: 2024
- Jumlah Pemain: 2 pemain
- Waktu Bermain: 20 menit
- Rating BGG: 7,1
- Tingkat Kesulitan: 2,08/5
- Harga: Rp350.000
Cara Bermain King of Tokyo: Duel
Mengingat King of Tokyo: Duel memiliki cukup banyak komponen permainan, Penulis akan coba bahas satu per satu secara umum. Tidak terlalu mendetail, tapi cukup untuk mendapatkan gambaran bagaimana permainannya berjalan.
Karakter-Karakter di King of Tokyo: Duel
Permainan dimulai dengan memilih karakter yang akan digunakan. Tidak ada cara tertentu untuk menentukan siapa yang memilih karakter duluan. Total, ada 6 karakter yang bisa dipilih oleh pemain, dengan masing-masing memiliki kemampuan yang unik.
Nah, ini salah satu hal yang membedakan King of Tokyo: Duel dengan versi orisinalnya, di mana karakternya tidak memiliki kemampuan spesial. Nyawa tiap karakter pun berbeda-beda. Keenam karakter yang bisa dipilih oleh pemain adalah:
- Gigazaur (Nyawa 14 | Kesulitan 1): Bisa menarik marker Fame maupun Destruction dengan menggunakan setidaknya dua dadu [!]
- Alienoid (Nyawa 14 | Kesulitan 1): Bisa menggunakan 2-3 dadu [!] untuk menjadi simbol dadu apa pun
- Space Penguin (Nyawa 13 | Kesulitan 2): Bisa menghasilkan token dadu untuk mendapatkan dadu tambahan untuk setiap dadu [!]
- Meka Dragon (Nyawa 12 | Kesulitan 2): Bisa mengalikan dadu Smash sebanyak jumlah dadu [!] yang muncul
- Cyber Kitty (Nyawa 13 | Kesulitan 3): Bisa menggunakan dadu [!] untuk mendapatkan cube untuk membeli kartu Power
- The King (Nyawa 15 | Kesulitan 3): Bisa menggunakan dua dadu [!] untuk meletakkan token Buzz yang akan menghambat pergerakan marker Fame maupun Destruction ke area lawan
Penjelasan Dadu King of Tokyo: Duel
Nah, mungkin Pembaca akan kebingungan membaca deskripsi kemampuan di atas, karena Penulis belum menjelaskan dadu yang digunakan di board game ini. Sama seperti versi orisinalnya, ada enam dadu utama yang digunakan tiap ronde, tapi mata dadunya sedikit berbeda.
Berikut penjelasan untuk setiap mata dadunya:
- Smash (bergambar cakar): Mengurangi nyawa lawan (satu serangan per dadu Smash)
- Heal (bergambar hati): Menambah nyawa kita sendiri (satu heal per dadu Heal)
- Energy (bergambar petir): Memberi kita satu cube Power yang bisa digunakan untuk membeli kartu Power (satu cube per dadu Energy)
- Fame (bergambar bintang): Untuk setiap tiga dadu Fame, gerakkan marker Fame di papan permainan sebanyak satu space ke arah kita
- Destruction (bergambar gedung hancur): Untuk setiap tiga dadu Destruction, gerakkan marker Destruction di papan permainan sebanyak satu space ke arah kita
- Special Power (bergambar tanda seru [!]_: Mengaktifkan kemampuan spesial karakter, seperti yang sudah dijelaskan di poin sebelumnya
Peraturan mengocok dadu pun sama seperti versi orisinalnya, di mana pemain memiliki kesempatan untuk melakukan reroll hingga dua kali untuk mengganti mata dadu yang tidak diinginkan. Ada dua dadu tambahan, yang bisa digunakan jika mengaktifkan efek kartu atau karakter tertentu.
Penjelasan Kartu Power King of Tokyo: Duel
Sekarang Penulis akan membahas tentang kartu Power. Di King of New York yang Penulis miliki, salah satu kesulitan dalam membeli kartu adalah harganya yang mahal. Apalagi kalau mau membuang semua pilihan kartu yang ada, harus membuang dua cube Power.
Mekanik tersebut sedikit diperbaiki di King of Tokyo: Duel. Pertama, jika tidak melakukan pembelian, kita otomatis mendapatkan satu tambahan cube. Kedua, kartu yang terletak di sebelah paling kanan (total 3 kartu yang bisa dibeli pemain) selalu lebih murah 1 cube.
Jenis kartunya pun masih sama, di mana dibagi menjadi Keep (aktif terus selama permainan berlangsung) dan Discard (hanya aktif sekali). Beberapa kartu memiliki simbol tertentu, yang akan mengaktifkan token untuk ditempatkan di papan permainan.
Cara Menang di King of Tokyo: Duel
Di King of New York, cara memenangkan permainan adalah dengan mengurangi semua nyawa pemain lain atau mencetak skor Fame hingga 20. Nah, kalau di King of Tokyo: Duel, ada tiga cara untuk menang, yakni:
- Nyawa lawan mencapai angka 0
- Kedua marker Fame maupun Destruction berada di Spotlight Zone kita (di papan akan ada bagian yang terlihat seperti disorot lampu)
- Salah satu antara marker Fame maupun Destruction berada di space Victory kita (space paling dekat dengan kita)
Jadi, pemain akan memulai permainan dengan memilih karakter, lalu mengocok dadu setiap giliran mereka, dengan kesempatan reroll hingga dua kali. Setelah itu, masing-masing akan mengandalkan strategi (dan tentunya keberuntungan) untuk bisa meraih kemenangan dengan salah satu cara di atas.
Setelah Bermain King of Tokyo: Duel
Bisa dibilang, King of Tokyo: Duel adalah board game yang mengusung mekanisme tug-of-war alias tarik tambang. Kedua pemain akan saling berusaha menarik marker untuk berada di wilayahnya, baik Fame maupun Destruction.
Tentu, ada sentuhan keberuntungan lemparan dadu yang sudah jadi ciri khas waralaba ini. Meskipun ada kesempatan reroll hingga dua kali, tetap saja kita tidak selalu berhasil mendapatkan mata dadu yang kita butuhkan.
Jika dibandingkan dengan King of New York maupun King of Tokyo versi aslinya, jelas King of Tokyo: Duel memiliki durasi bermain yang relatif cepat. Satu kali duel mungkin hanya butuh waktu 15 hingga 20 menit, sehingga pas dimainkan sembari menanti giliran main EA Sports FC 26.
Adanya cube Power gratisan dan pengurangan cost membuat pembelian kartu Power lebih terjangkau. Walau begitu, bisa dibilang kartu-kartu ini tidak memberikan dampak yang terlalu signifikan. Masalah serupa juga Penulis temukan di King of New York.
Satu hal yang sangat Penulis sukai dari King of Tokyo: Duel adalah karakternya yang masing-masing memiliki kemampuan unik. Apalagi, skill mereka juga cukup overpowered sehingga pemilihan karakter bisa menentukan pemenang permainan.
Untuk harganya yang 300 ribuan, komponen-komponen yang dimiliki oleh board game ini terbilang solid. Baik papan permainan, token, papan karakter, piringan yang mengindikasikan nyawa kita, hingga dadu memiliki kualitas yang sepadan dengan harganya. Mungkin ketebalan kartunya saja yang menurut Penulis terlalu tipis.
Desain kartu, papan permainan, dan karakter-karakter yang bisa kita gunakan juga mempertahankan ciri khas dari waralaba ini. Penulis sendiri menyukai desain rulebook-nya yang mirip desain cover majalah.
Sepanjang permainan, Penulis merasakan tekanan dalam menentukan jalur strategi mana yang harus diambil untuk meraih kemenangan. Menarik marker ke wilayah kita tak semudah yang terlihat. Mau menghabisi nyawa lawan juga ada dadu Heal.
Namun, itulah salah satu faktor yang membuat board game ini terasa seru dan intens seperti bermain catur. Langkah demi langkah harus dipikirkan secara matang, sembari memantau strategi yang dipilih oleh lawan.
Sama seperti Splendor Duel, entah mengapa Penulis justru jarang menang ketika bermain King of Tokyo: Duel. Padahal, kan Penulis yang menjelaskan peraturannya kepada teman-teman Penulis.
Skor: 8/10
Setelah ini, rasanya board game yang satu ini akan jadi tulisan terpendek dalam seri Koleksi Board Game. Pasalnya, ini adalah permainan yang paling gampang penjelasannya dan semua orang bisa memainkannya dengan mudah. Kebetulan, Penulis juga membelinya di GI. Board game tersebut adalah Vendespil Memory Game.
Lawang, 2 Juni 2026, terinspirasi setelah ingin melanjutkan seri board game ini
You must be logged in to post a comment Login