<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Manchester City Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/manchester-city/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/manchester-city/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 14 Sep 2025 23:58:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Manchester City Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/manchester-city/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sudah Tak Tahu Lagi Apa yang Harus Diubah dari Tim Ini</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/sudah-tak-tahu-lagi-apa-yang-harus-diubah-dari-tim-ini/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/sudah-tak-tahu-lagi-apa-yang-harus-diubah-dari-tim-ini/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2025 23:58:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester City]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Ruben Amorim]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8391</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hari Senin telah menjadi momok yang mengerikan bagi penggemar Manchester United (MU). Pasalnya, mood kami ditentukan oleh hasil yang diperoleh tim yang bermain di hari Minggu. Seperti yang kita tahu, hasilnya lebih sering kalahnya. Terbaru, MU baru saja dihancurleburkan oleh tim sekota Manchester City dengan skor telak 0-3 pada hari Minggu (14/9) kemarin yang berlangsung [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/sudah-tak-tahu-lagi-apa-yang-harus-diubah-dari-tim-ini/">Sudah Tak Tahu Lagi Apa yang Harus Diubah dari Tim Ini</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Hari Senin telah menjadi momok yang mengerikan bagi penggemar Manchester United (MU). Pasalnya, <em>mood </em>kami ditentukan oleh hasil yang diperoleh tim yang bermain di hari Minggu. Seperti yang kita tahu, hasilnya lebih sering kalahnya.</p>



<p>Terbaru, MU baru saja dihancurleburkan oleh tim sekota Manchester City dengan skor telak 0-3 pada hari Minggu (14/9) kemarin yang berlangsung di Etihad Stadium. <a href="https://whathefan.com/olahraga/haaland-itu-memang-monster/">Erling Haaland</a> mencetak <em>brace</em>, sedangkan satu gol lagi disumbang Phil Foden.</p>



<p>Dengan hasil tersebut, MU kembali mencetak rekor baru, yakni awal musim terburuk di era Premiere League dengan hanya mencatatkan empat poin dari empat pertandingan awal dan hanya bisa bertengger di peringkat 14. </p>



<p>Pertanyaan pun muncul: <strong>apalagi yang harus diubah dari tim ini?</strong></p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/setelah-membaca-stoik-apadan-bagaimana-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/setelah-membaca-stoik-apadan-bagaimana-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/setelah-membaca-stoik-apadan-bagaimana-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/setelah-membaca-stoik-apadan-bagaimana-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/setelah-membaca-stoik-apadan-bagaimana-banner.jpg 1280w " alt="Setelah Membaca Stoik: Apa dan Bagaimana" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/setelah-membaca-stoik-apa-dan-bagaimana/">Setelah Membaca Stoik: Apa dan Bagaimana</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Padahal Pelatih dan Pemain Sudah Diganti</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Sudah-Tak-Tahu-Lagi-Apa-yang-Harus-Diubah-dari-Tim-Ini-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8392" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Sudah-Tak-Tahu-Lagi-Apa-yang-Harus-Diubah-dari-Tim-Ini-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Sudah-Tak-Tahu-Lagi-Apa-yang-Harus-Diubah-dari-Tim-Ini-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Sudah-Tak-Tahu-Lagi-Apa-yang-Harus-Diubah-dari-Tim-Ini-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Sudah-Tak-Tahu-Lagi-Apa-yang-Harus-Diubah-dari-Tim-Ini-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Benar-Benar Tersungkur (<a href="https://sport.detik.com/sepakbola/liga-inggris/d-8111947/man-city-vs-man-united-brace-haaland-benamkan-setan-merah-3-0">Detik</a>)</figcaption></figure>



<p>Saat <a href="https://whathefan.com/olahraga/menatap-masa-depan-manchester-united-bersama-ruben-amorim/"><strong>Ruben Amorim </strong>masuk menggantikan Erik Ten Hag</a>, banyak optimisme yang muncul dari penggemar, apalagi jika mengingat prestasi menterengnya sewaktu melatih Sporting Lisbon. Sebenarnya ini selalu terjadi setiap ada pelatih baru yang masuk.</p>



<p>Formasi yang digunakan pun berubah drastis, dari 4-2-3-1 menjadi <strong>3-4-2-1</strong> (ada juga yang menganggap<strong> 3-4-3</strong>). MU yang bertahun-tahun menggunakan formasi empat bek pun tentu harus melakukan adaptasi.</p>



<p>Oleh karena itu, ketika masuk di tengah musim dan MU meraih hasil yang sangat buruk di bawah Amorim, penggemar masih bisa memberi toleransi. Berada di peringkat 15 di akhir musim jelas memalukan, tapi Amorim masih baru, sehingga butuh waktu dulu.</p>



<p>Di awal musim 2025/26, optimisme masuk dengan serangkaian hasil positif di pra-musim. Banyak pemain baru didatangkan, mulai dari <strong>Matheus Cunha</strong> (Wolverhampton), <strong>Bryan Mbuemo</strong> (Brentford), <strong>Benjamin Sesko </strong>(RB Leipzig), hingga terbaru kiper <strong>Senne Lammens</strong> (Royal Antwerp).</p>



<p>Sebaliknya, pemain-pemain yang dianggap bermasalah pada dilepas atau dipinjamkan, mulai dari<strong> Marcus Rasford </strong>(<em>loan </em>ke Barcelona), <strong>Antony</strong> (dijual ke Real Betis), <strong>Jadon Sancho</strong> (<em>loan </em>ke<em> </em>Aston Villa), <strong>Alejandro Garnacho </strong>(dijual ke Chelsea), <strong>Rasmus Hojlund</strong> (<em>loan </em>ke Napoli), hingga <strong>Andre Onana</strong> (<em>loan</em> ke Trabzonspor).</p>



<p>Hasilnya? <strong>Ternyata tetap saja kacau</strong>. Saat kalah 0-1 atas Arsenal di laga pembuka, masih banyak pendukung MU yang masih optimis, bahkan mengapresiasi permainan MU yang lebih mengalir daripada musim sebelumnya.</p>



<p>Namun, setelah hasil imbang melawan Fulham (1-1) dan menang susah payah atas tim promosi Burnley (3-2) seolah menyadarkan kami akan realita yang ada. Belum lagi kekalahan memalukan dari tim divisi empat Grimsby di ajang Carabao Cup.</p>



<p>Kekalahan 0-3 dari Manchester City seolah menjadi puncak dari rentetan hasil buruk ini. Pertandingan selanjutnya akan mempertemukan MU dan Chelsea yang masih belum terkalahkan. Penulis sudah pasrah kalau tim ini akan kembali menelan kekalahan. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Rekor Buruk Amorim yang Seolah Tak Kunjung Usai</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Sudah-Tak-Tahu-Lagi-Apa-yang-Harus-Diubah-dari-Tim-Ini-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8396" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Sudah-Tak-Tahu-Lagi-Apa-yang-Harus-Diubah-dari-Tim-Ini-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Sudah-Tak-Tahu-Lagi-Apa-yang-Harus-Diubah-dari-Tim-Ini-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Sudah-Tak-Tahu-Lagi-Apa-yang-Harus-Diubah-dari-Tim-Ini-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Sudah-Tak-Tahu-Lagi-Apa-yang-Harus-Diubah-dari-Tim-Ini-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Terus Memaksakan Filosofinya (<a href="https://www.telegraph.co.uk/football/2025/08/28/ruben-amorim-doubt-man-utd-future-grimsby-penalty-shoot-out/">The Telegraph</a>)</figcaption></figure>



<p>Amorim tentu menjadi pihak yang paling disorot atas performa buruk tim sepanjang 2025. Tak hanya itu, ia seolah tak pernah kehabisan rekor buruk untuk dipecahkan. Bayangkan, ia menjadi pelatih pasca-Alex Ferguson dengan <em>winrate </em>terendah, yakni <strong>36.17%</strong>.</p>



<p>Dari 47 laga yang sudah dijalani Amorim, hanya <strong>17 yang berujung dengan kemenangan</strong>. Itu pun mayoritas saat menghadapi klub-klub yang secara <em>market value </em>berada di bawah MU. Amorim sudah mengalami 18 kekalahan, sedangkan sisanya berakhir seri.</p>



<p>Jika hanya melihat statistik di Premier League, hasilnya lebih mengenaskan. Dari 31 laga, Amorim hanya berhasil mencatatkan <strong>8 kemenangan atau setara 25% <em>winrate</em></strong>. Sekitar 50% pertandingan MU (16 laga) harus berakhir dengan kekalahan.</p>



<p>Lini depan MU yang sudah mendapat suntikan tiga pemain baru pun patut dipertanyakan. <strong>Baru empat gol yang tercipta dalam empat pertandingan awal di Premier League</strong>, itu pun yang dua disumbang dari gol bunuh diri lawan dari satu penalti. </p>



<p>Satu-satunya gol yang tercipta dari <em>open play </em>adalah gol dari Mbuemo saat berjumpa dengan Burnley. Bayangkan, dari empat pertandingan, baru ada satu gol dari <em>open play</em>. Ini sangat menggambarkan betapa buruknya lini depan MU dalam urusan mencetak gol.</p>



<p>Keputusan Amorim yang tetap memaksakan formasi  3-4-2-1 pun dipertanyakan: mengapa tetap memaksakan formasi tersebut ketika hasilnya buruk terus? Mengharapkan hasil yang sama dengan usaha yang berbeda tentu merupakan hal yang konyol.</p>



<p>Bisa jadi, Amorim memang <strong>tidak memiliki strategi lain selain filosofi sepak bola yang dianutnya tersebut</strong>. Ia bukan tipe pelatih yang fleksibel dalam menerapkan strategi, sehingga terus memaksa MU yang tak pernah bermain dengan formasi tiga bek sebelumnya.</p>



<p>Xabi Alonso menggunakan formasi tiga bek waktu di Bayer Leverkusen, tapi mengubah taktiknya menjadi empat bek sewaktu pindah ke Real Madrid. Arne Slot pun menggunakan formasi yang menyesuaikan dengan daftar pemainnya, dan berhasil juara Premier League.</p>



<p>Walau begitu, seandainya Amorim akhirnya mencoba strategi baru, Penulis tetap pesimis hasilnya akan berubah. Pasti tim jadi butuh waktu lagi buat beradaptasi dan alhasil rentetan hasil buruk pun akan tetap datang. </p>



<p>Ujung-ujungnya, Penulis merasa Amorim akan dipecat dan diganti pelatih baru lagi. Setelah itu, MU akan kembali butuh proses adaptasi lagi, lalu meraih hasil buruk lagi, hingga akhirnya ganti pelatih lagi. Ini sudah berlangsung selama satu dekade terakhir.</p>



<p>Jujur saja, Penulis (dan rasanya mayoritas pendukung MU) sudah tak merasakan emosi apa-apa ketika melihat tim ini kalah. Kami seolah hanya sedang menanti keajaiban agar tim ini bisa berubah menjadi lebih baik lagi, entah kapan. </p>



<p>Boro-boro tsunami trofi yang selalu digaungkan di awal musim, yang ada trofi-trofinya tersapu tsunami karena buruknya permainan MU. Kalau sudah seperti ini, tidak degradasi pun sudah <em>alhamdulillah </em>buat Penulis.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 15 September 2025, terinspirasi setelah menonton kekalahan Manchester United semalam atas Manchester City</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.liputan6.com/bola/read/6159187/cocoklogi-angka-4-untuk-mu-peringkat-ke-14-meraih-4-poin-dan-baru-cetak-4-gol-usai-dibungkam-manchester-city">Liputan6</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/sudah-tak-tahu-lagi-apa-yang-harus-diubah-dari-tim-ini/">Sudah Tak Tahu Lagi Apa yang Harus Diubah dari Tim Ini</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/sudah-tak-tahu-lagi-apa-yang-harus-diubah-dari-tim-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kok Bisa, ya, Ada Klub Enggak Pernah Menang Sampai 7 Kali</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/kok-bisa-ya-ada-klub-enggak-pernah-menang-sampai-7-kali/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/kok-bisa-ya-ada-klub-enggak-pernah-menang-sampai-7-kali/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Dec 2024 16:45:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester City]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8128</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis mengawali minggu ini dengan indah. Selain Manchester United (MU) berhasil menang secara meyakinkan dengan skor 4-0 atas Everton, klub tetangga harus mengalami kekalahan 0-2 atas Liverpool. Ini menjadi kekalahan empat kali beruntun bagi Manchester City di Premier League, setelah sebelumnya kalah atas Bournemouth (1-2), Brightin and Hove Albion (1-2), dan Tottenham Hotspurs (0-4). Catatan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/kok-bisa-ya-ada-klub-enggak-pernah-menang-sampai-7-kali/">Kok Bisa, ya, Ada Klub Enggak Pernah Menang Sampai 7 Kali</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penulis mengawali minggu ini dengan indah. Selain Manchester United (MU) berhasil menang secara meyakinkan dengan skor 4-0 atas Everton, klub tetangga harus mengalami kekalahan 0-2 atas Liverpool.</p>



<p>Ini menjadi kekalahan empat kali beruntun bagi Manchester City di Premier League, setelah sebelumnya kalah atas Bournemouth (1-2), Brightin and Hove Albion (1-2), dan Tottenham Hotspurs (0-4).</p>



<p>Catatan ini makin diperparah dari hasil pertandingan di kompetisi lain, seperti kekalahan 1-2 atas Spurs di EFL Cup dan 1-4 atas Sporting CP di Liga Champion. Selain itu, mereka juga hanya bisa imbang 3-3 saat berhadapan dengan Feyenoord, walau sempat unggul 3-0. </p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/photo_2018-09-04_21-24-12-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/photo_2018-09-04_21-24-12-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/photo_2018-09-04_21-24-12-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/photo_2018-09-04_21-24-12-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/photo_2018-09-04_21-24-12-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/photo_2018-09-04_21-24-12.jpg 1280w " alt="Pengalaman Menjadi Volunteer Asian Games (Apa yang Saya Lakukan)" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-menjadi-volunteer-asian-games-apa-yang-saya-lakukan/">Pengalaman Menjadi Volunteer Asian Games (Apa yang Saya Lakukan)</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">&#8220;Rekor&#8221; Impresif Pep dan Manchester City</h2>



<div class="wp-block-cover"><span aria-hidden="true" class="wp-block-cover__background has-background-dim"></span><img decoding="async" width="1024" height="683" class="wp-block-cover__image-background wp-image-8134" alt="" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manchester-city-lose-streak-1-1-2-1024x683.jpg" data-object-fit="cover" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manchester-city-lose-streak-1-1-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manchester-city-lose-streak-1-1-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manchester-city-lose-streak-1-1-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manchester-city-lose-streak-1-1-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><div class="wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-block-cover-is-layout-flow">
<p class="has-text-align-center has-large-font-size">Kalah Maning Kalah Maning (<a href="https://www.caughtoffside.com/2024/12/02/steve-nicol-scary-liverpool/">Caught Offside</a>)</p>
</div></div>



<p>Rentetan hasil buruk tersebut membuat City mencatatkan rekor yang impresif, yakni<strong> 6 kali kalah dan 1 kali seri dalam tujuh pertandingan terakhir</strong>. Kemenangan terakhir yang mereka dapatkan adalah ketika berhadapan dengan Southampton dengan skor tipis 1-0.</p>



<p>Menariknya, pertandingan tersebut berlangsung pada tanggal 26 Oktober 2024. Artinya, selama bulan November kemarin City gagal meraih satu kemenangan pun. Tak hanya itu, mereka juga <strong>kebobolan 15 gol </strong>dalam bulan yang sama dan hanya mencetak tujuh gol.</p>



<p>Melansir dari <em>90Min</em>, <strong>pencapaian lima <em>lose streak </em>ini adalah yang pertama bagi Pep Guardiola </strong>sepanjang kariernya. Selama menangani City, <em>lose streak </em>paling panjang yang pernah dialami oleh Pep adalah tiga kali beruntun, yakni pada tahun 2018 dan 2021. </p>



<p>Pep juga pernah menderita tiga kekalahan beruntun ketika masih menangani Bayern Munich pada tahun 2015. Selama menangani Barcelona, rekornya lebih fenomenal lagi, di mana ia tidak pernah kalah beruntun lebih dari dua kali.</p>



<p>Selain itu, melansir dari <em>Goal</em>, <strong>City menjadi klub pemenang Liga Inggris pertama yang menderita lima kekalahan beruntun sejak tahun 1956</strong>. Sebelum City, Chelsea juga pernah mengalami hal yang sama pada bulan Maret 1956.</p>



<p>Rekor menarik lainnya? Ini adalah pertama kalinya<strong> City menderita kekalahan lima kali secara beruntun dalam 18 tahun terakhir</strong>. Erling Haaland juga ikut mencetak rekor, di mana akhirnya <strong>ia mengalami kekalahan ketika berhasil mencetak gol di Premier League</strong>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mari Kita Bandingkan dengan MU</h2>



<div class="wp-block-cover"><span aria-hidden="true" class="wp-block-cover__background has-background-dim"></span><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" class="wp-block-cover__image-background wp-image-8133" alt="" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manchester-city-lose-streak-2-1-1024x683.jpg" data-object-fit="cover" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manchester-city-lose-streak-2-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manchester-city-lose-streak-2-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manchester-city-lose-streak-2-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manchester-city-lose-streak-2-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><div class="wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-block-cover-is-layout-flow">
<p class="has-text-align-center has-large-font-size">Lagi Unbeaten nih, Bos (<a href="https://www.seattletimes.com/sports/ruben-amorims-manchester-united-serenaded-by-fans-after-4-0-win-against-everton/?utm_source=RSS&amp;utm_medium=Referral&amp;utm_campaign=RSS_all">The Seattle Times</a>)</p>
</div></div>



<p>Sebagai perbandingan, <strong>MU justru tak terkalahkan <a href="https://whathefan.com/olahraga/kunci-bahagia-jangan-jadi-fans-manchester-united/">sejak Erik Ten Hag dipecat</a></strong>. Dalam empat pertandingan di bawah asuhan Ruud van Nisterlooy, MU mencatatkan tiga kemenangan dan satu kali seri (5-2 vs Leicester City, 1-2 vs Chelsea, 2-0 vs Paok, 3-0 vs Leicester City. </p>



<p><a href="https://whathefan.com/olahraga/menatap-masa-depan-manchester-united-bersama-ruben-amorim/">Di bawah pelatih baru Ruben Amorim</a> pun MU masih belum terkalahkan dengan dua kemenangan dan satu kali hasil imbang (1-1 vs Ipswich Town, 3-2 vs Bodo/Glimt, 4-0 vs Everton). </p>



<p>Kekalahan terakhir MU terjadi saat bertamu ke West Ham akhir Oktober. Artinya, di saat City harus terus menderita kekalahan, MU justru tak terkalahkan. Sebagai penggemar MU, kebahagiannya jadi <em>double</em>.</p>



<p><a href="https://whathefan.com/olahraga/kenapa-fans-manchester-united-banyak-yang-sombong/">Walau <em>fans </em>MU memang terkenal karena kesombongannya ketika berada di atas angin</a>, menurut Penulis ujian sebenarnya MU akan terlihat ketika berhadapan dengan Arsenal beberapa hari lagi. Jika berhasil menang, artinya MU berada di jalur yang benar.</p>



<p>Menariknya, meskipun menderita hasil buruk secara bertubi-tubi, kok r<strong>asanya media sosial sepi-sepi saja seolah tidak ada yang peduli</strong>. Coba bayangkan hal yang sama terjadi pada MU, pasti sudah menjadi gorengan media dan <em>content creator </em>selama berbulan-bulan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa yang Terjadi dengan Manchester City?</h2>



<div class="wp-block-cover"><span aria-hidden="true" class="wp-block-cover__background has-background-dim"></span><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" class="wp-block-cover__image-background wp-image-8135" alt="" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manchester-city-lose-streak-3-1024x683.jpg" data-object-fit="cover" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manchester-city-lose-streak-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manchester-city-lose-streak-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manchester-city-lose-streak-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manchester-city-lose-streak-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><div class="wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-block-cover-is-layout-flow">
<p class="has-text-align-center has-large-font-size">Jadi Penyebab Utama? (<a href="https://www.reuters.com/sports/soccer/man-citys-rodri-suffers-knee-ligament-injury-2024-09-25/">Reuters</a>)</p>
</div></div>



<p>Sebagai klub yang mendominasi Premier League beberapa tahun terakhir, tentu kejatuhan City menimbulkan banyak pertanyaan bagi penggemar sepak bola. Apa yang menyebabkan City seolah lupa dengan caranya menang?</p>



<p>Banyak yang mengatakan kalau <strong>cederanya Rodri menjadi biang keroknya</strong>. Pep tidak memiliki pengganti sepadan yang bisa mengisi posisi tersebut, sehingga strategi yang ia terapkan tak bisa berjalan dengan optimal.</p>



<p>Namun, alasan cedera rasanya terlalu klise. <a href="https://whathefan.com/olahraga/badai-cedera-manchester-united-yang-tak-kunjung-berlalu/">MU pernah mengalami badai cedera yang lebih parah musim kemarin</a>, dengan total kasus cedera lebih dari 60. Namun, MU tak sampai mengalami apa yang dialami City sekarang.</p>



<p>Alasan lain yang lebih masuk akal adalah <strong>kedalaman skuad City yang seolah hilang begitu saja</strong>. Cederanya Rodri menjadi bukti nyata bagaimana tidak ada pemain pelapis yang setidaknya memiliki kualitas mendekatinya.</p>



<p>Lucunya, jika membuka situs resmi City bagian daftar pemain, bagian Forwards hanya memiliki Erling Haaland seorang. Amit-amit seandainya Haaland cedera, siapa yang akan mengisi posisinya? </p>



<p>Tak hanya itu, <strong>pemain-pemain inti City banyak yang sudah berusia di atas kepala tiga</strong>, seperti Ilkay Gundogan (34), Kyle Walker (34), Kevin De Bruyne (33), Ederson (31), Mateo Kovacic (30), John Stones (30), hingga Bernardo Silva (30).</p>



<p>Sebagai perbandingan (lagi), pemain inti MU yang berkepala tiga hanya Bruno Fernandes (30) dan Casemiro (32). MU bahkan tak segan untuk mengorbitkan pemain muda, seperti Alejandro Garnacho (20), Amad Diallo (22), hingga Kobbie Mainoo (19).</p>



<p>Ini seolah menunjukkan bahwa <strong>Pep tidak melakukan regenerasi kepada skuad City</strong>. Masa jaya City sudah mulai habis dan Pep tidak melakukan tindakan antisipasi. Memang sesekali ia memainkan pemain akademi, tapi tak ada yang benar-benar bersinar.</p>



<p>Tentu menarik untuk melihat apakah akhirnya Pep dan City berhasil bangkit dan memutus rentetan hasil buruk yang diderita. Penulis sebagai penggemar MU tentu berharap kalau hasil buruk ini akan terus berlanjut selama mungkin.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 2 Desember 2024, terinspirasi setelah menonton kekalahan Manchester City atas Liverpool</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://bitterandblue.sbnation.com/2022/7/31/23285231/manchester-citys-loss-to-liverpool-could-be-a-blessing-in-disguise">Bitter and Blue</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://www.mancity.com/results">Man City Match Results 2024/25 &#8211; Manchester City F.C.</a></li>
</ul>



<p><a href="https://www.manutd.com/en/matches/fixtures-results">Fixtures &amp; Results | Man Utd Men&#8217;s First Team | Manchester United</a></p>



<p><a href="https://www.goal.com/en/lists/man-city-worst-form-18-years-pep-guardiola-suffers-yet-another-defeat-4-0-thrashing-against-tottenham/blt2d6b87ac30cf8e04#:~:text=Guardiola%20made%20unwanted%20history%20on,after%20suffering%20five%20straight%20defeats.">Man City plummet to worst form in 18 years as Pep Guardiola suffers unprecedented fifth straight defeat in 4-0 thrashing against Tottenham | Goal.com</a></p>



<p><a href="https://www.90min.com/pep-guardiola-worst-losing-streaks">Pep Guardiola&#8217;s worst losing streaks</a></p>



<p><a href="https://www.transfermarkt.com/manchester-city/kader/verein/281/saison_id/2024">Manchester City &#8211; Detailed squad 24/25 | Transfermarkt</a></p>



<p><a href="https://www.transfermarkt.com/manchester-united/kader/verein/985">Manchester United &#8211; Detailed squad 24/25 | Transfermarkt</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/kok-bisa-ya-ada-klub-enggak-pernah-menang-sampai-7-kali/">Kok Bisa, ya, Ada Klub Enggak Pernah Menang Sampai 7 Kali</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/kok-bisa-ya-ada-klub-enggak-pernah-menang-sampai-7-kali/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Badai Cedera Manchester United yang Tak Kunjung Berlalu</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/badai-cedera-manchester-united-yang-tak-kunjung-berlalu/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/badai-cedera-manchester-united-yang-tak-kunjung-berlalu/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Apr 2024 14:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[cedera]]></category>
		<category><![CDATA[Coventry City]]></category>
		<category><![CDATA[FA Cup]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester City]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7213</guid>

					<description><![CDATA[<p>Merasa frustasi karena melihat Manchester United (MU) sudah menjadi hal yang biasa bagi para penggemarnya. Namun, melihat MU begitu kesulitan melawan sebuah klub dari EFL Championship merupakan another level of pain. Dalam laga semifinal FA Cup yang berlangsung kemarin malam (21/4), sebenarnya MU cukup diuntungkan karena tidak langsung berhadapan dengan Chelsea ataupun Manchester City. Lawan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/badai-cedera-manchester-united-yang-tak-kunjung-berlalu/">Badai Cedera Manchester United yang Tak Kunjung Berlalu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Merasa frustasi karena melihat Manchester United (MU) sudah menjadi hal yang biasa bagi para penggemarnya. Namun, melihat MU begitu kesulitan melawan sebuah klub dari EFL Championship merupakan <em>another level of pain</em>.</p>



<p>Dalam laga semifinal FA Cup yang berlangsung kemarin malam (21/4), sebenarnya MU cukup diuntungkan karena tidak langsung berhadapan dengan Chelsea ataupun Manchester City. Lawan MU cukup mudah, yakni Coventry City.</p>



<p>Walaupun sebenarnya tidak terlalu kaget jika MU melawak, Penulis tidak menyangka kalau mereka benar-benar terlihat memalukan ketika berhadapan dengan tim yang berada di peringkat 8 EFL Championship.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/setelah-membaca-memulihkan-pendidikan-memulihkan-manusia-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/setelah-membaca-memulihkan-pendidikan-memulihkan-manusia-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/setelah-membaca-memulihkan-pendidikan-memulihkan-manusia-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/setelah-membaca-memulihkan-pendidikan-memulihkan-manusia-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/setelah-membaca-memulihkan-pendidikan-memulihkan-manusia-banner.jpg 1280w " alt="Setelah Membaca Memulihkan Sekolah Memulihkan Manusia" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-memulihkan-sekolah-memulihkan-manusia/">Setelah Membaca Memulihkan Sekolah Memulihkan Manusia</a></div></div></div><p></p>


<p>Meskipun lolos ke final, Penulis merasa malu sebagai penggemar. Namun, di sisi lain, Penulis berusaha mewajarkan hal tersebut mengingat MU sedang diterpa badai cedera yang begitu mengerikan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Jalan Pertandingan Manchester United vs Coventry City</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Coventry City v Manchester United | Key Moments | Semi-Final | Emirates FA Cup 2023-24" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/NwR7k75shwc?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Sejak awal pertandingan, MU sebenarnya terlihat cukup mendominasi lawannya. Di babak pertama, MU telah unggul 2-0 lewat gol <strong>Scott McTominay</strong> dan <strong>Harry Maguire</strong>. Di menit 58, MU memperlebar jarak melalui sontekan <strong>Bruno Fernandes</strong>.</p>



<p>Sampai menit ke-70, Penulis mengira kalau posisi MU sudah cukup aman untuk mengunci tempat di babak final. Masa iya melawan tim sekelas Coventry City bisa di-<em>comeback</em> dalam waktu 20 menit. Penulis lupa, yang sedang Penulis lihat adalah MU.</p>



<p>Seperti yang sudah pernah Penulis bahas dalam tulisan <a href="https://whathefan.com/olahraga/biasakan-nonton-mu-sampai-habis-lol/">&#8220;Biasakan Nonton MU Sampai Habis, LOL,&#8221;</a> Penulis sudah mengutarakan kalau sekarang <em>injury time </em>adalah momen yang mengerikan bagi penggemar MU, berbeda dengan <a href="https://whathefan.com/olahraga/merindukan-sentuhan-sir-alex/">era Fergie</a> ketika <em>injury time </em>menjadi hal yang menakutkan bagi lawan MU.</p>



<p>Hanya dalam rentang waktu 8 menit, Coventry City berhasil mengejar ketertinggalan lewat gol <strong>Ellis Simms</strong> dan <strong>Callum O&#8217;Hare</strong>, nama-nama yang jelas belum pernah Penulis dengar sebelumnya. Sejak itu, Penulis benar-benar cemas hingga rasanya ingin berhenti menonton pertandingan.</p>



<p>Benar saja, pada <em>injury time</em>, Coventry berhasil mendapatkan penalti setelah Aaron Wan-Bissaka melakukan <em>handball </em>di kotak terlarang.<strong> Haji Wright </strong>berhasil mengeksekusinya dengan baik dan memaksa MU bermain di babak tambahan waktu.</p>



<p>Mental Penulis terasa benar-benar hancur ketika Victor Torp mencetak gol pada menit 120+3 memanfaatkan <em>counter attack</em>. Untungnya, gol tersebut dianulir melalui VAR karena berbau <em>offside</em>. Pertandingan pun dilanjutkan ke babak adu penalti.</p>



<p>Sekali lagi, mental Penulis dibuat anjlok karena Casemiro sebagai penendang pertama MU gagal mencetak gol. Bau-bau kekalahan pun semakin tercium. Untungnya, Andre Onana juga berhasil menepis tendangan Callum O&#8217;Hare dengan sangat baik.</p>



<p>Penulis mulai bisa bernapas lega ketika tendangan Ben Sheaf tidak menemui titik sasaran. Rasmun Hojlund sebagai penentu berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik dan membawa MU berhasil lolos ke final FA Cup untuk yang kedua kalinya secara berturut-turut.</p>



<p>Di babak final, MU akan menghadapi <strong>Manchester City</strong> yang sebelumnya berhasil mengalahkan Chelsea juga melalui babak adu penalti. Ini akan menjadi ulangan final musim 2022/2023, di mana <a href="https://whathefan.com/olahraga/manchester-city-memang-terlalu-tangguh-musim-ini/">City berhasil keluar menjadi juara dan mengunci <em>treble winners </em>di musim tersebut</a>.</p>



<p>Tentu Penulis merasa was-was karena mau tidak mau harus diakui kalau klub tetangga tersebut lebih superior dibandingkan MU. Melawan City yang Coventry saja kesulitan, apalagi yang Manchester? Apalagi, MU seolah sedang &#8220;dikutuk&#8221; karena banyaknya pemain yang cedera.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Manchester United Seolah Dikutuk dengan Badai Cedera</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/04/mu-vs-coventry-artikel-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7216" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/04/mu-vs-coventry-artikel-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/04/mu-vs-coventry-artikel-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/04/mu-vs-coventry-artikel-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/04/mu-vs-coventry-artikel.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Rashford Alami Cedera pada Pertandingan Kemarin (<a href="https://www.manchestereveningnews.co.uk/sport/football/football-news/breaking-manchester-united-rashford-injury-29035191">Manchester Evening News</a>)</figcaption></figure>



<p>Alasan selalu bisa dicari-cari, termasuk mengapa MU bisa terlihat kewalahan ketika menghadapi tim sekelas Coventry City. Seperti sebelumnya, alasan yang paling mudah adalah banyaknya pemain MU yang cedera dan tidak bisa dimainkan.</p>



<p>Hal ini bisa dilihat dari <em>line up </em>kemarin, di mana Casemiro sampai dipasang menjadi bek karena setidaknya ada 5 bek MU yang cedera, yakni <strong>Lisandro Martinez</strong>, <strong>Victor Lindelof</strong>, <strong>Raphael Varane</strong>, <strong>Jonny Evans</strong>, hingga bek muda<strong> Willy Kambwala</strong>.</p>



<p>Jangan lupa, dua bek kiri MU yakni <strong>Luke Shaw </strong>dan <strong>Tyrell Malacia</strong> (yang tak pernah kelihatan hingga penggemar mencurigai kalau ia telah &#8220;meninggal&#8221;) juga sudah lama cedera, hingga MU harus menggunakan Wan-Bissaka untuk mengisi posisi tersebut. </p>



<p>Di posisi gelandang ada <strong>Mason Mount </strong>dan <strong>Sofyan Amrabat </strong>yang juga cedera. Di posisi striker, <strong>Anthony Martial </strong>juga tak terlihat fit untuk dimainkan, walaupun para penggemar pun tak terlalu mengharapkan keberadaannya. </p>



<p>Entah mengapa klub ini seperti dikutuk dengan jumlah cedera yang begitu banyak di musim ini dengan lebih dari 60 kasus cedera yang berbeda. Praktis, hanya tersisa Antony, Christian Eriksen, Amad Dialo, dan kiper Altay Bayindir di bangku cadangan yang berasal dari skuad senior.</p>



<p>Apalagi, di pertandingan kemarin <strong>Marcus Rashford </strong>dan<strong> Scott McTominay </strong>juga terlihat harus meninggalkan lapangan karena mengalami cedera. Seumur hidup menjadi penggemar MU, baru kali ini Penulis melihat tim ini dihantam badai cedera yang begitu masif.</p>



<p>Jika tidak ada pemain yang sembuh, maka di pertandingan selanjutnya kemungkinan besar MU akan menggunakan susunan pemain: <strong>Onana; Dalot, Casemiro, Maguire, Wan-Bissaka; Eriksen, Mainoo; Antony, Fernandes, Garnacho; Hojlund.</strong> </p>



<p>Bisa dilihat, pemain MU benar-benar habis! Jika prediksi formasi tersebut benar, maka bisa dipastikan kalau di pertandingan selanjutnya pemain cadangan MU akan diambil dari pemain akademi seperti yang sudah terjadi pada pertandingan kemarin. </p>



<p>Tim medis yang dimiliki MU pun sampai dipertanyakan oleh penggemar. Mengapa bisa para pemain begitu mudah cedera? Apalagi, tak jarang cedera tersebut berlangsung untuk jangka waktu yang sangat panjang. Lihat saja kasus Malacia yang tak terlihat rimbanya.</p>



<p>Di tengah badai cedera ini, Penulis masih bisa sedikit bersimpati kepada Erik ten Hag selaku pelatih. Rasanya siapapun pelatihnya, kalau dihadapkan situasi sulit seperti sekarang, tentu saja akan sulit untuk meraih hasil yang maksimal.</p>



<p>Namun, <a href="https://whathefan.com/olahraga/kadang-fans-sepak-bola-itu-merasa-lebih-pintar-dari-sang-pelatih/">keputusan-keputusan ten Hag di lapangan</a> sendiri kadang menimbulkan pertanyaan. Keputusannya untuk menarik Garnacho dan Mainoo di pertandingan kemarin dianggap blunder, apalagi ternyata Rashford dan McTominay alami cedera.</p>



<p>Entah sampai kapan badai cedera ini akan berlalu. Meskipun kembalinya semua pemain tidak menjamin akan membuat permainan MU membaik, setidaknya ten Hag jadi memiliki lebih banyak opsi dalam menjalankan strateginya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 22 April 2024, terinspirasi setelah merasa malu dengan pertandingan yang dijalani MU ketika berhadapan dengan Coventry City di semifinal FA Cup</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://sport.detik.com/sepakbola/liga-inggris/d-7303431/mu-buang-keunggulan-3-gol-lawan-coventry-lanjut-ke-extra-time">Detik</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/badai-cedera-manchester-united-yang-tak-kunjung-berlalu/">Badai Cedera Manchester United yang Tak Kunjung Berlalu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/badai-cedera-manchester-united-yang-tak-kunjung-berlalu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manchester City Memang Terlalu Tangguh Musim Ini</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/manchester-city-memang-terlalu-tangguh-musim-ini/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/manchester-city-memang-terlalu-tangguh-musim-ini/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Jun 2023 12:26:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Erling Haaland]]></category>
		<category><![CDATA[Inter Milan]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champion]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester City]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Pep Guardiola]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6592</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apa yang Penulis (dan mungkin semua penggemar Manchester United) khawatirkan benar-benar terjadi, setelah Manchester City berhasil meraih gelar Liga Champion untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka setelah berhasil mengalahkan Inter Milan dengan skor 1-0. Dengan gelar ini, City pun resmi meraih treble winners musim ini, setelah sebelumnya berhasil menjuarai Premier League dan Piala FA. City [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/manchester-city-memang-terlalu-tangguh-musim-ini/">Manchester City Memang Terlalu Tangguh Musim Ini</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Apa yang Penulis (dan mungkin semua <a href="https://whathefan.com/olahraga/jadi-pendukung-manchester-united-itu-harus-ekstra-sabar/">penggemar Manchester United</a>) khawatirkan benar-benar terjadi, setelah Manchester City berhasil meraih gelar Liga Champion untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka setelah berhasil mengalahkan Inter Milan dengan skor 1-0.</p>



<p>Dengan gelar ini, City pun resmi meraih <em>treble winners</em> musim ini, setelah sebelumnya berhasil menjuarai Premier League dan Piala FA. City menjadi tim Inggris kedua yang melakukannya, setelah Manchester United (MU) meraihnya pada musim 1998/1999.</p>



<p>Jika mau jujur, City memang terlalu tangguh musim ini, baik dari segi performa, konsistensi, strategi, kedalaman skuad, hingga mentalitas. Dengan berat hati, Penulis akui kalau City memang sangat layak untuk mendapatkankan semua gelar yang mereka raih.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Manchester City Pecahkan Berbagai Rekor</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/manchester-city-memang-terlalu-tangguh-musim-ini-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6594" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/manchester-city-memang-terlalu-tangguh-musim-ini-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/manchester-city-memang-terlalu-tangguh-musim-ini-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/manchester-city-memang-terlalu-tangguh-musim-ini-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/manchester-city-memang-terlalu-tangguh-musim-ini-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Erling Haaland Cetak Rekor Impresif di Musim Debutnya Bersama City (<a href="https://pt.uefa.com/uefachampionsleague/news/0268-11f9321e7599-fde3dd4a7bd0-1000--erling-haaland-in-the-champions-league-records-stats-who-he-has/">UEFA</a>)</figcaption></figure>



<p>Keberhasilan City memenangkan Liga Champion disertai dengan berbagai rekor yang menakjubkan dan akan sulit untuk disamai oleh tim lain. Mungkin butuh waktu bertahun-tahun lagi hingga ada perwakilan Liga Inggris lain yang bisa meraih <em>treble winners</em>.</p>



<p>Mari kita bicarakan dulu pelatih City, <strong>Pep Guardiola</strong>. Ia berhasil masuk ke deretan nama pelatih yang mampu meraih tiga trofi Liga Champion bersama Zinedine Zidane (Real Madrid) dan Bob Paisley (Liverpool).</p>



<p>Pep hanya kalah dari Carlo Ancelotti, yang memiliki empat gelar Liga Champion bersama AC Milan dan Real Madrid (masing-masing 2 gelar). Namun, yang membuat Pep istimewa adalah ia menjadi pelatih pertama yang meraih dua <em>treble winners </em>bersama Barcelona dan kini City.</p>



<p>Musim ini, Pep kerap menggunakan formasi <strong>3-2-4-1 </strong>di mana ia mendorong John Stones sejajar dengan Rodri sebagai <em>double pivot</em>. Formasi ini membuat skuad City terlihat cukup <em>liquid</em>, baik ketika menyerang maupun bertahan.</p>



<p>Hasilnya, penampilan City di Liga Champion musim ini memang luar biasa. Dari total 13 pertandingan yang dilakoni, City berhasil melewatinya tanpa kekalahan satu kali pun dan hanya kebobolan 7 gol hingga babak final.</p>



<p><strong><a href="https://whathefan.com/olahraga/haaland-itu-memang-monster/">Erling Haaland</a></strong> juga berhasil mencetak rekor impresif di debutnya bersama City. Selain menjadi pemenang Champions League Golden Boot, Haaland juga berhasil menjadi <em>top score </em>Premier League. Dari 53 penampilan musim ini, ia mencatatkan 52 gol dan 9 <em>assist</em>.</p>



<p>Selain itu, Haaland juga terpilih sebagai Premier League Player of the Season, Premier League Young Player of the Season, dan FWA Footballer of the Year. Penulis tidak akan kaget jika Haaland akan meraih gelar Ballon d&#8217;Or di usianya yang baru 22 tahun!  </p>



<h2 class="wp-block-heading">Siapa Bisa Patahkan Dominasi Manchester City?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/manchester-city-memang-terlalu-tangguh-musim-ini-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6595" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/manchester-city-memang-terlalu-tangguh-musim-ini-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/manchester-city-memang-terlalu-tangguh-musim-ini-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/manchester-city-memang-terlalu-tangguh-musim-ini-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/manchester-city-memang-terlalu-tangguh-musim-ini-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Siap Mendominasi Sepak Bola Dunia (<a href="https://www.eurosport.co.uk/football/champions-league/2022-2023/live-manchester-city-internazionale_mtc1351247/live-commentary.shtml">Eurosport</a>)</figcaption></figure>



<p>Kekalahan Inter Milan di final Liga Champion menambah duka publik Italia. Bayangkan dari tiga final turnamen Eropa,tiga-tiganya mengalami kekalahan. Sebelumnya, AS Roma kalah dari Sevilla di <a href="https://whathefan.com/olahraga/liga-malam-jumat-rasa-liga-champion/">Europe League</a>, sedangkan Fiorentina kalah dari West Ham United di UCL Mini.</p>



<p>Namun, menurut Penulis kekalahan Inter di final bukan karena mereka adalah tim yang buruk. Apalagi, Inter sebenarnya cukup bermain baik kemarin. Hanya saja, lawan mereka memang terlalu tangguh. Manchester City seolah tak punya <em>counter </em>musim ini.</p>



<p>Jika berhasil mempertahankan performa impresif seperti ini, Penulis tidak akan terkejut jika beberapa tahun mendatang City akan mampu mendominasi sepak bola Inggris dan Eropa, bahkan dunia. Pertanyaannya sekarang, siapa yang mampu mengganggu dominasi tersebut?</p>



<p>Di Liga Inggris, bisa dibilang belum ada tim yang mampu menjadi pesaing berat City. Nama-nama seperti<strong> Arsenal</strong>, <strong>Manchester United</strong>, <strong>Liverpool</strong>, atau<strong> Chelsea</strong> sekali pun belum ada yang mampu menyamai level permainan City.</p>



<p>Kalau bicara Eropa, tentu ada beberapa tim yang mampu menjadi pesaing City. Namun, kita perlu menantikan dulu bursa transfer musim ini untuk bisa menakar kekuatan tim-tim kuat Eropa. Hanya saja, di atas kertas tidak ada tim yang benar-benar stabil.</p>



<p><strong>Real Madrid</strong> dan <strong>Barcelona</strong> sama-sama sedang dalam proses regenerasi skuad, yang tentu membutuhkan waktu untuk &#8220;matang&#8221;. <strong>Bayern Muenchen</strong> sedang berada dalam kondisi yang kurang stabil, sedangkan <strong>PSG </strong>baru saja ditinggal <a href="https://whathefan.com/olahraga/balada-lionel-messi/">Lionel Messi</a>.</p>



<p>Jika disimpulkan, di atas kertas, rasanya belum ada yang bisa menyaingi City setidaknya untuk musim depan. Musuh terberat City adalah diri mereka sendiri, apakah mereka mampu mempertahankan performa luar biasa ini atau tidak.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Sebagai penggemar MU, tentu rasanya berat untuk mengakui kalau City telah bertransformasi menjadi tim yang benar-benar tangguh. Mereka seolah telah belajar dari kekalahan di final Liga Champion 2021, dan hasilnya telah mereka petik sekarang.</p>



<p>City memang terkesan tak punya kelemahan saat ini. Pelatih mereka salah satu yang terbaik sepanjang masa, kedalaman skuad sangat dalam, kualitas pemain top di semua lini, hingga guyuran uang seolah tak ada habisnya.</p>



<p>Penulis hanya bisa berharap kalau suatu saat, entah berapa tahun lagi, MU bisa setidaknya menyamai level dari City yang sekarang. Untuk bisa mencapai hal tersebut, rasanya hal pertama yang harus dilakukan adalah <strong>#GlazerOut</strong>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 11 Juni 2023, terinspirasi setelah melihat Manchester City keluar sebagai juara Liga Champion untuk melengkapi <em>treble winners </em>musim ini</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://timesofindia.indiatimes.com/sports/football/manchester-city-vs-inter-milan-uefa-champions-league-live-score-updates-turkey/liveblog/100903737.cms">Times of India</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/manchester-city-memang-terlalu-tangguh-musim-ini/">Manchester City Memang Terlalu Tangguh Musim Ini</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/manchester-city-memang-terlalu-tangguh-musim-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika &#8220;Hala Madrid&#8221; Menjadi &#8220;Halah, Madrid&#8230;&#8221;</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/ketika-hala-madrid-menjadi-halah-madrid/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/ketika-hala-madrid-menjadi-halah-madrid/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 May 2023 08:17:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Champion League]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champion]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester City]]></category>
		<category><![CDATA[Real Madrid]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6510</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebuah hal mengejutkan terjadi dalam pertandingan semifinal leg 2 yang mempertemukan Real Madrid melawan Manchester City. Bertandang ke Etihad Stadium, Real Madrid harus menanggung malu karena kalah dengan skor yang cukup telak, 0-4. Meskipun Penulis sudah tidak mendukung Madrid sejak ditendangnya Iker Casillas dari tim, tentu Penulis memilih untuk memihak ke tim ini daripada ke [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/ketika-hala-madrid-menjadi-halah-madrid/">Ketika &#8220;Hala Madrid&#8221; Menjadi &#8220;Halah, Madrid&#8230;&#8221;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sebuah hal mengejutkan terjadi dalam pertandingan semifinal <em>leg </em>2 yang mempertemukan Real Madrid melawan Manchester City. Bertandang ke Etihad Stadium, Real Madrid harus menanggung malu karena kalah dengan skor yang cukup telak, 0-4.</p>



<p>Meskipun Penulis sudah tidak mendukung Madrid sejak <a href="https://whathefan.com/olahraga/iker-casillas-kapten-yang-terbuang/">ditendangnya Iker Casillas dari tim</a>, tentu Penulis memilih untuk memihak ke tim ini daripada ke City, yang notabene merupakan rival satu kota dari <a href="https://whathefan.com/olahraga/nasib-manchester-united-setelah-ditinggal-ronaldo/">Manchester United</a>.</p>



<p>Bagi sebuah tim yang dijuluki sebagai &#8220;King of UCL&#8221; berkat raihan 14 trofinya, hasil ini jelas sulit untuk diterima oleh penggemarnya. Tersingkir mungkin hal yang biasa, tapi tersingkir dengan memalukan sangat jarang terjadi.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Jalannya Pertandingan Real Madrid vs Manchester City</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="HIGHLIGHTS! Man City 4-0 Real Madrid | CITY SECURE UCL FINAL SPOT WITH STUNNING WIN OVER REAL MADRID" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/AbP2_pXLkFE?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Penulis mengadakan acara nobar (nonton bareng) di rumah karena memprediksi pertandingan antara kedua tim akan berlangsung seru dan berimbang. Meskipun Madrid terkenal sebagai King of UCL, City harus diakui sedang berada di performa yang sangat baik.</p>



<p>Namun, babak pertama baru berjalan beberapa menit, Penulis sudah langsung memprediksi kalau Madrid akan kalah. Permainan City benar-benar baik dan mampu menciptakan peluang-peluang yang berbahaya.</p>



<p>Tercatat ada dua kali peluang emas yang didapatkan oleh <a href="https://whathefan.com/olahraga/haaland-itu-memang-monster/">Erling Haaland</a>, yang secara luar biasa masih mampu ditepis oleh kiper Madrid, Thibaut Courtois. Jika kipernya bukan dia, kemungkinan besar Madrid akan menderita kekalahan yang lebih buruk lagi.</p>



<p>Karena digempur habis-habisan, maka tinggal menunggu waktu saja sampai Madrid akhirnya kebobolan. Benar saja, di menit ke-23 Bernardo Silva mencetak gol perdananya setelah mendapatkan umpan cantik dari Kevin De Bruyne.</p>



<p>Tak berselang lama, Silva mencetak gol keduanya di pertandingan ini pada menit ke-37 setelah memanfaatkan bola muntah yang berhasil ia sundul. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.</p>



<p>Tentu penggemar Madrid berharap ada perubahan di babak kedua. Memang, permainan Madrid menjadi lebih agresif dan mampu memberikan ancaman-ancaman ke gawang City. Sayangnya, tidak ada satu pun yang berbuah gol.</p>



<p>Petaka datang di menit ke-76 (walau jujur Penulis tertidur ketika gol ini terjadi) ketika Manuel Akanji berhasil mencetak gol ketiga untuk City. Pertandingan pun berakhir dengan skor 4-0, setelah Julian Alvarez berhasil mencetak gol memanfaatkan <em>assist </em>dari Phil Foden.</p>



<h2 class="wp-block-heading">City yang Semakin Dekat dengan Treble Winners</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/ketika-hala-madrid-menjadi-halah-madrid-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6513" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/ketika-hala-madrid-menjadi-halah-madrid-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/ketika-hala-madrid-menjadi-halah-madrid-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/ketika-hala-madrid-menjadi-halah-madrid-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/ketika-hala-madrid-menjadi-halah-madrid-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Tinggal Tunggu Waktu untuk Melihat Adegan Ini Lagi (<a href="Gallery: The 2021/22 Premier League trophy lift! (mancity.com)">ManCity</a>)</figcaption></figure>



<p>Seandainya lawannya Barcelona, Penulis tentu tidak terlalu terkejut jika Madrid harus menelan kekalahan sebesar itu. Masalahnya, lawannya kali ini adalah Manchester City yang seharusnya tidak punya DNA UCL sebagus Madrid.</p>



<p>Namun, harus diakui kalau City sedang kuat-kuatnya. Mental, kedalaman skuad, dan permainan mereka patut diacungi jempol. Pep Guardiola yang duduk di kursi kepelatihan pun harus diapresiasi karena kelihaiannya dalam meracik strategi timnya.</p>



<p>Ini terbukti dari bertahannya mereka di tiga kompetisi <em>major </em>yang diikuti, memperbesar mereka mendapatkan <em>treble winners </em>untuk pertama kalinya. Tim Inggris terakhir yang berhasil melakukannya adalah Manchester United pada tahun 1998/1999.</p>



<p>Arsenal yang lama bertengger di puncak klasemen Liga Inggris pun rasanya wajar sampai akhirnya digeser oleh City. Ditekan terus dari bawah membuat mental tim dengan skuad yang relatif muda ini cukup terkuras. Bahkan, mereka baru saja kalah 0-3 dari Brighton.</p>



<p>FA Cup sendiri akan mempertemukan<em> </em>Manchester City melawan Manchester United (MU). Meskipun <a href="https://whathefan.com/olahraga/akhirnya-buka-puasa-gelar/">pendukung MU</a>, Penulis merasa pesimis karena performa MU juga sedang menurun akhir-akhir ini, di kala City justru sedang kuat-kuatnya.</p>



<p>Di final Liga Champion sendiri, City akan berhadapan dengan Inter Milan yang berhasil menang atas rival sekotanya AC Milan dengan agregat 3-0. Karena Penulis juga pendukung Inter (sekaligus &#8220;pembenci&#8221; City), tentu Penulis mendukung Inter untuk juara.</p>



<p>Namun, melihat performa Inter yang juga angin-anginan, rasanya City berpeluang juara untuk memenangkan UCL pertamanya. Tentu akan menjadi sebuah keajaiban jika hasil di final nanti justru memperlihatkan hal sebaliknya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Meskipun telah berhasil menjuarai Copa del Rey, performa Real Madrid musim ini bisa dibilang kurang baik. Selain kalah dari City di semifinal Liga Champion, mereka juga terseok-seok di liga dan kerap mengalami kekalahan yang cukup krusial.</p>



<p>Jika melihat barisan skuad Madrid, memang rasanya sudah waktunya tim ini melakukan regenerasi untuk mengganti pemain-pemain tua seperti Luka Modrid, Toni Kross, hingga Karim Benzema.</p>



<p>Memang Madrid telah melakukan investasi dengan mendatangkan pemain-pemain muda, seperti Eduardo Camavinga, Aurélien Tchouaméni, hingga yang terbaru Jude Bellingham. Namun, rasanya butuh waktu agar mereka bisa menggantikan peran seniornya.</p>



<p>Di sisi lain, Manchester City memang terlalu superior musim ini. Kedatangan Haaland di awal musim langsung memberikan dampak signifikan ke tim. Apalagi, pemain-pemain lama pun semakin gacor sehingga mereka bisa memiliki performa yang luar biasa.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis pun tak heran jika yel-yel <em>Hala Madrid </em>berubah menjadi <em>Halah, Madrid&#8230; </em>ketika mereka bertemu dengan City. Mong, mereka calon kuat untuk meraih <em>treble winners </em>musim ini.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 18 Mei 2023, terinspirasi setelah melihat kekalahan telak Real Madrid atas Manchester City di semifinal Liga Champion 22/23</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.goal.com/id/daftar/rating-real-madrid-vs-man-city-luka-modric-liga-champions/blt1216dee86dcb1a12">Goal</a></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/ketika-hala-madrid-menjadi-halah-madrid/">Ketika &#8220;Hala Madrid&#8221; Menjadi &#8220;Halah, Madrid&#8230;&#8221;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/ketika-hala-madrid-menjadi-halah-madrid/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nasib Manchester United Setelah Ditinggal Ronaldo</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/nasib-manchester-united-setelah-ditinggal-ronaldo/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/nasib-manchester-united-setelah-ditinggal-ronaldo/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2023 12:00:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Casemiro]]></category>
		<category><![CDATA[Erling Haaland]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester City]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Marcus Rashford]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6288</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis (dan seluruh penggemar Manchester United/MU) sedang full senyum. Pasalnya, tim setan merah yang beberapa tahun terakhir seolah terpuruk dan menjadi tim badut ini tengan on fire dengan mencatatkan 9 win streak. Kemenangan terakhir baru saja diraih kemarin (14/1) saat derby Manchester di Old Trafford. Terlepas dari kontroversi gol pertama, anak buah Erik ten Hag [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/nasib-manchester-united-setelah-ditinggal-ronaldo/">Nasib Manchester United Setelah Ditinggal Ronaldo</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penulis (dan seluruh penggemar Manchester United/MU) sedang <em>full </em>senyum. Pasalnya, tim setan merah yang beberapa tahun terakhir seolah terpuruk dan <a href="https://whathefan.com/olahraga/jadi-pendukung-manchester-united-itu-harus-ekstra-sabar/">menjadi tim badut</a> ini tengan <em>on fire</em> dengan mencatatkan 9 <em>win streak</em>.</p>



<p>Kemenangan terakhir baru saja diraih kemarin (14/1) saat <em>derby </em>Manchester di Old Trafford. Terlepas dari kontroversi gol pertama, anak buah Erik ten Hag (ETH) berhasil menang 2-1 atas Manchester City.</p>



<p>Bisa dibilang, nasib MU mulai membaik dan menunjukkan tren positif setelah <a href="https://whathefan.com/olahraga/ya-udah-sana-pergi/">Cristiano Ronaldo meninggalkan klub karena kontraknya diputus</a>. Lantas, apakah ini membuktikan kalau MU memang jadi lebih baik setelah ditinggal sang legenda?</p>





<h2 class="wp-block-heading">Berhasil Catat 8 Win Streak</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/nasib-manchester-united-setelah-ditinggal-ronaldo-1-1024x683.jpeg" alt="" class="wp-image-6295" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/nasib-manchester-united-setelah-ditinggal-ronaldo-1-1024x683.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/nasib-manchester-united-setelah-ditinggal-ronaldo-1-300x200.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/nasib-manchester-united-setelah-ditinggal-ronaldo-1-768x512.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/nasib-manchester-united-setelah-ditinggal-ronaldo-1.jpeg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Terlihat Sebuah Progres yang Nyata (<a href="https://www.telegraph.co.uk/football/2023/01/14/manchester-united-vs-manchester-city-player-ratings-bruno-fernandes/">The Telegraph</a>)</figcaption></figure>



<p>Jadi, bagaimana nasib sang &#8220;mantan&#8221; Manchester United&#8221;? Apakah perkataan penggemar Ronaldo yang menyatakan <a href="https://whathefan.com/olahraga/siapa-yang-menyangka-ronaldo-akan-main-di-al-nassr/">MU akan menyesal setelah melepas Ronaldo terbukti benar</a>? Sejauh ini, tampaknya tidak.</p>



<p>Setelah kekalahan terakhir ketika bersua dengan Aston Villa, MU justru tancap gas dan berhasil meraih <em>win streak </em>hingga 9 pertandingan! Ini di luar pertandingan persahabatan melawan Cadiz dan Real Betis, di mana MU menurunkan skuad lapis duanya.</p>



<p>Sebagai penggemar klub Setan Merah ini, jelas ini adalah raihan yang sangat mengharukan karena sudah lama tidak melihat MU sebaik ini. Berikut adalah daftar <em>win streak </em>MU yang dimulai dari bulan November 2022: </p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Manchester United (4) </strong>vs (2) Aston Villa &#8211; EFL Cup (11/11/22)</li><li>Fulham (1) vs <strong>(2) Manchester United</strong> &#8211; Premier League (13/11/22)</li><li><strong>Manchester United (2)</strong> vs (0) Burnley &#8211; EFL Cup (22/12/22)</li><li><strong>Manchster United (3)</strong> vs (0) Nottingham Forest &#8211; Premier League (28/12/22)</li><li>Wolverhampton (0) vs <strong>(1) Manchester United</strong> &#8211; Premier League (31/12/22)</li><li><strong>Manchester United (3) </strong>vs (0) AFC Bournemouth &#8211; Premier League (4/1/23)</li><li><strong>Manchester United (3)</strong> vs (1) Everton &#8211; FA Cup (7/1/23)</li><li><strong>Manchester United (3)</strong> vs (0) Charlton Athletic (11/1/23)</li><li><strong>Manchster United (2) </strong>vs (1) Manchester City (14/1/23)</li></ul>



<p>Meskipun <em>win streak</em>, Penulis tidak boleh merasa jumawa sedikit pun. Memang progres perbaikan itu benar-benar terlihat, tetapi untuk bisa kembali ke era kejayaan seperti di bawah asuhan <a href="https://whathefan.com/olahraga/merindukan-sentuhan-sir-alex/">Sir Alex Ferguson</a> masih jauh.</p>



<p>ETH, sejauh ini, tampaknya menjadi jawaban setelah bertahun-tahun klub tidak menemukan pelatih yang tepat. Metode kepelatihan ETH yang hingga mengawasi tim U-23 seolah menandakan bahwa ia siap mengukir sejarah baru di klub ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kenapa Manchester United Bisa Jadi Lebih Baik Tanpa Ronaldo?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/siapa-yang-menyangka-ronaldo-akan-bermain-di-al-nasssr-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6286" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/siapa-yang-menyangka-ronaldo-akan-bermain-di-al-nasssr-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/siapa-yang-menyangka-ronaldo-akan-bermain-di-al-nasssr-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/siapa-yang-menyangka-ronaldo-akan-bermain-di-al-nasssr-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/siapa-yang-menyangka-ronaldo-akan-bermain-di-al-nasssr-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Win Streak 8 Pertandingan (<a href="https://pledgetimes.com/manchester-united-vs-charlton-athletic-schedule-tv-channel-online-streaming-possible-lineups-and-more/">Pledge Times</a>)</figcaption></figure>



<p>Mengapa MU bisa seolah terlihat lebih baik setelah ditinggal oleh Cristiano Ronaldo? Penulis sendiri kurang tahu pasti, tapi mungkin salah satu alasannya adalah para pemain bisa bermain lebih lepas.</p>



<p>Selama di MU di bawah kepemimpinan Erik ten Hag, Ronaldo yang sudah cukup berusia terlihat jarang melakukan <em>pressure </em>ke lawan dan memosisikan diri sebagai pemain nomor 9. Masalahnya, pergerakan sudah melambat dan <em>finishing</em>-nya tidak sebaik dulu.</p>



<p>Dengan perginya Ronaldo, posisi ujung tombak sering diserahkan kepada<strong> </strong>Marcus Rashford atau Antonio Martial. Nah, kedua pemain terkenal karena pergerakannya yang lebih cepat dan kerap membantu melakukan <em>pressure </em>kepada lawan.</p>



<p><strong>Rashford </strong>juga seolah kembali menemukan performa terbaiknya. Dalam 7 pertandingan terakhir, ia telah mencatatkan 6 gol dan 3 <em>assist</em>. Total, di seluruh ajang ia telah mengumpulkan 15 gol dan 6 <em>assist</em>.</p>



<p>Pertahanan MU juga terlihat lebih solid belakangan ini. Meskipun tanpa Lisandro Martinez yang masih rehat pasca-Piala Dunia, lini belakang MU mampu bertahan dengan baik dan hanya kebobolan 4 gol di pertandingan terakhir.</p>



<p>Erik ten Hag sempat beberapa kali melakukan beberapa uji coba seperti menjadikan Casemiro dan Luke Shaw menjadi bek tengah untuk diduetkan dengan Raphael Varane. Hasilnya pun tidak mengecewakan, mereka bermain dengan baik di posisi tersebut.</p>



<p>Namun, bagi Penulis dan beberapa pengamat sepak bola yang Penulis lihat, ada satu nama yang benar-benar menjadi pembeda bagi MU musim ini: <strong>Casemiro</strong>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Sang Keping Puzzle yang Selama Ini Hilang</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/bagaimana-nasib-manchester-united-setelah-ditinggal-ronaldo-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6290" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/bagaimana-nasib-manchester-united-setelah-ditinggal-ronaldo-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/bagaimana-nasib-manchester-united-setelah-ditinggal-ronaldo-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/bagaimana-nasib-manchester-united-setelah-ditinggal-ronaldo-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/bagaimana-nasib-manchester-united-setelah-ditinggal-ronaldo-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Kepingan Puzzle yang Hilang (<a href="https://www.goal.com/id/berita/casemiro-sebut-empat-teman-dekatnya-di-manchester-united-siapa-saja/bltb3acf59b04933463">Goal</a>)</figcaption></figure>



<p>Selama beberapa tahun terakhir, MU selalu kekurangan satu posisi yang dianggap sangat lemah: Gelandang tengah. Dalam beberapa tahun terakhir, posisi tersebut kerap diisi oleh Fred dan Scott McTominay karena MU menggunakan <em>double pivot</em>.</p>



<p>Masalahnya, kedua pemain sering bermain buruk dan banyak dikritik oleh penggemar. Selain kerap melakukan blunder ketika bertahan dan menyebabkan tim kebobolan, penyaluran bola ke depan juga kerap tersendat.</p>



<p>Awal musim ini, MU secara mengejutkan mendatangkan Christian Eriksen untuk menambal kekurangan tersebut. Masalahnya, Eriksen bukanlah tipe gelandang bertahan sejati. Ia lebih cocok untuk melakukan suplai bola ke depan.</p>



<p>Nah, kejutan yang lebih besar datang <a href="https://whathefan.com/olahraga/laki-laki-harus-berani-cari-tantangan-seperti-casemiro-shap/">ketika MU mendatangkan <strong>Casemiro </strong>dari Real Madrid</a>. Sempat tampil meragukan di awal kedatangannya, Casemiro bertransformasi menjadi keping <em>puzzle </em>terakhir yang selama ini telah lama hilang.</p>



<p>Diduetkan dengan Eriksen sebagai <em>double pivot</em>, Casemiro mampu menjalankan perannya dengan baik. Kemampuan bertahannya yang kokoh mampu ia padukan dengan umpan akuratnya ke depan untuk menciptakan peluang.</p>



<p>Selain itu, kemampuannya untuk melakukan <em>scanning </em>membuatnya cepat dalam membuat keputusan ketika mendapatkan bola. Entah sudah berapa gol yang dihasilkan MU berkat kematangan permainannya tersebut.</p>



<p>Banyak yang mencibir ketika Casemiro datang ke Old Trafford karena usianya yang sudah mencapai 30 tahun. Namun, melihat permainannya beberapa pertandingan terakhir, Penulis merasa bersyukur karen MU telah mendatangkannya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Dalam pertandingan melawan City kemarin, permainan MU menurut Penulis cukup baik dan taktik yang dikeluarkan ETH terbukti efektif. Meskipun kalah jauh dari segi penguasaan bola, City benar-benar kesulitan menembus pertahanan MU.</p>



<p>Selain itu, pemain-pemain cepat yang dimiliki MU di barisan depan juga membuat serangan balik yang dibuat bisa membuahkan gol. Alejandro Garnacho yang masuk sebagai pengganti perlu mendapatkan kredit untuk kontribusinya di pertandingan ini.</p>



<p>Tampaknya Ronaldo, yang walaupun berkontribusi di musim lalu, memang menjadi salah satu <a href="https://whathefan.com/olahraga/mungkin-ronaldo-benar-benar-sudah-habis/">sumber masalah di dalam tim</a>. Hal ini terbukti dengan <em>win streak </em>yang dicatatkan oleh MU. Serangan MU jadi lebih bervariasi, tidak bergantung pada satu orang saja.</p>



<p>Semoga saja tren positif yang dimiliki MU ini bisa bertahan lama dan ETH mampu membawa timnya kembali ke jalur yang sebenarnya. Pendukung MU sudah lama &#8220;tersakiti&#8221;, dan mungkin sekarang adalah awal dari kembalinya MU yang dulu.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 14 Januari 2023, terinspirasi setelah melihat Manchester United mencatatkan 9 <em>win streak</em></p>



<p>Foto: <a href="https://thebusbybabe.sbnation.com/2023/1/14/23554883/manchester-united-2-1-manchester-city-ratings-player-epl-premier-league-casemiro-fernandes-rashford">The Busby Babe</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/nasib-manchester-united-setelah-ditinggal-ronaldo/">Nasib Manchester United Setelah Ditinggal Ronaldo</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/nasib-manchester-united-setelah-ditinggal-ronaldo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hiperinflasi Pada Sepak Bola</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/hiperinflasi-pada-sepakbola/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/hiperinflasi-pada-sepakbola/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Feb 2018 17:51:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Christiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Dana]]></category>
		<category><![CDATA[Gareth Bale]]></category>
		<category><![CDATA[Hiperinflasi]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester City]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Neymar]]></category>
		<category><![CDATA[Paul Pogba]]></category>
		<category><![CDATA[Pemain]]></category>
		<category><![CDATA[PSG]]></category>
		<category><![CDATA[Real Madrid]]></category>
		<category><![CDATA[Ricardo Kaka]]></category>
		<category><![CDATA[ronaldinho]]></category>
		<category><![CDATA[sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Transfer]]></category>
		<category><![CDATA[Zinedine Zidane]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=312</guid>

					<description><![CDATA[<p>Transfer pemain sepakbola selalu menjadi topik yang sering dibicarakan oleh penggemar sepakbola. Berbagai rumor selalu menjadi headline tatkala memasuki pergantian ataupun pertengahan musim. Yang paling hangat tentu pertukaran striker antara Arsenal-Chelsea-Dortmund ketika transfer musim dingin 2018. Yang ingin saya tulis tentang transfer pemain ini adalah terkait dengan harga pemain sepakbola telah mengalami hiperinflasi. Untuk memudahkan, saya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/hiperinflasi-pada-sepakbola/">Hiperinflasi Pada Sepak Bola</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Transfer pemain sepakbola selalu menjadi topik yang sering dibicarakan oleh penggemar sepakbola. Berbagai rumor selalu menjadi <em>headline </em>tatkala memasuki pergantian ataupun pertengahan musim. Yang paling hangat tentu pertukaran striker antara Arsenal-Chelsea-Dortmund ketika transfer musim dingin 2018. Yang ingin saya tulis tentang transfer pemain ini adalah terkait dengan harga pemain sepakbola telah mengalami hiperinflasi.</p>
<p>Untuk memudahkan, saya akan menggunakan contoh transfer-transfer superstar dulu dan sekarang. Pada tahun 2003, Barcelona membeli Ronaldinho seharga 28 juta pounds atau setara dengan 550 miliar rupiah. Dengan jumlah yang sama, di tahun 2018 klub asal Spanyol Atletico Bilbao membeli Inigo Martinez dari Real Sociedad.</p>
<p><div id="attachment_314" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-314" class="size-large wp-image-314" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/inigo-martinez-real-sociedad_10dk8xtecngz1z4qfapi404td-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/inigo-martinez-real-sociedad_10dk8xtecngz1z4qfapi404td-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/inigo-martinez-real-sociedad_10dk8xtecngz1z4qfapi404td-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/inigo-martinez-real-sociedad_10dk8xtecngz1z4qfapi404td-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/inigo-martinez-real-sociedad_10dk8xtecngz1z4qfapi404td-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/inigo-martinez-real-sociedad_10dk8xtecngz1z4qfapi404td.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-314" class="wp-caption-text">Inigo Martinez, Pemain Bilbao Seharga Ronaldinho (via goal.com)</p></div></p>
<p>Contoh lain, mantan pemain termahal di dunia yang kini menukangi Real Madrid, Zinadine Zidane, dibanderol seharga 53 juta pounds atau sama dengan 1,2 triliun rupiah. Lebih mahal sedikit, Liverpool mendapatkan seorang bek, Virgil Van Dijk, dari Southampton.</p>
<p>Pada tahun 2001, Zidane menjadi pemain termahal di dunia ketika Real Madrid membelinya dari Juventus. Rekor ini cukup bertahan lama hingga tahun 2009, ketika Real Madrid membeli Ricardo Kaka dari AC Milan dengan selisih harga yang tidak terlalu beda, 56 juta pounds. Rekor ini hanya bertahan sebentar karena di tahun yang sama Christiano Ronaldo juga diangkut dari Manchester United dengan harga 80 juta pounds.</p>
<p>Selang empat tahun, Gareth Bale mejadi pemain termahal di dunia dengan harga 85,3 juta pounds. Setelah didominasi Real Madrid, Manchester United membeli kembali Paul Pogba dari Juventus dengan harga 89 juta pounds pada tahun 2016. Sayang, pada tahun berikutnya, rekor tersebut langsung dipecahkan oleh Neymar yang dipinang PSG dari Barcelona seharga 200,6 juta pounds.</p>
<p>Jika digambarkan dalam bentuk grafis, seperti inilah rekor pemain termahal di dunia sejak 2001:</p>
<p><div id="attachment_313" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-313" class="wp-image-313 size-large" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/Grafik-Rekor-Transfer-1024x454.png" alt="" width="1024" height="454" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/Grafik-Rekor-Transfer-1024x454.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/Grafik-Rekor-Transfer-300x133.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/Grafik-Rekor-Transfer-768x341.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/Grafik-Rekor-Transfer-356x158.png 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/Grafik-Rekor-Transfer.png 1843w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-313" class="wp-caption-text">Grafik Rekor Transfer Pemain Sepakbola (Foto Istimewa)</p></div></p>
<p>Apa yang menyebabkan hiperinflasi ini bisa terjadi? Jelas banyak parameter yang bisa memengaruhi kondisi ini, namun yang jelas terlihat adalah masuknya investor-investor -terutama dari Timur Tengah- yang menggelontorkan dana yang hampir tak terhingga. Tengok saja Manchester City dan Paris Saint-Germain. Sebelumnya, ada Chelsea yang dibeli milyader asal Rusia, Roman Abramovich, walaupun dana yang disuntikkan tidak terlalu <em>jor-joran </em>seperti City dan PSG.</p>
<p>Sebelum dibeli pengusaha minyak, mereka bukanlah tim dengan prestasi yang mentereng jika dibandingkan dengan Real Madrid dan Barcelona. Setelah fulus masuk ke kantong mereka, datanglah para pemain-pemain bintang yang membuat mereka bisa menyaingi klub-klub yang telah memiliki tradisi panjang.</p>
<p><div id="attachment_315" style="width: 1037px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-315" class=" wp-image-315" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/team-group-1999-to-00.jpg" alt="" width="1027" height="637" /><p id="caption-attachment-315" class="wp-caption-text">Skuad Manchester City Tahun 1999 (via http://www.citytilidie.com)</p></div></p>
<p>Pengaruh dari sisi positifnya, mereka membuat pertandingan semakin seru, terutama di Liga Champion. Dampak negatifnya, mereka membuat sepakbola terlihat sebagai olahraga yang mata duitan. Ujung-ujungnya, terjadinya kenaikan harga pemain yang ugal-ugalan.</p>
<p>Meskipun FIFA sudah berusaha menyeimbangkan kekuatan tim di masing-masing liga dengan FIFA Financial Fair, toh tetap saja klub-klub berduit masih bisa membeli pemain-pemain yang mereka inginkan. Teknik yang sedang populer adalah <em>pinjan no jutsu</em>, seperti yang dilakukan PSG terhadap Kylian Mbappe.</p>
<p>Sebagai penonton, yang bisa saya lakukan adalah menikmati pertandingan dan berharap banyak perpindahan pemain yang mengejutkan terjadi ketika bursa transfer dibuka, meskipun dalam hati kecil berandai-andai berapa banyak orang miskin yang terselamatkan dengan dana yang digunakan untuk membeli seorang Neymar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 1 Februari 2018, setelah bermain game Tropico 4</p>
<p>Sumber Foto: <a class="_ZR irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="http://www.sumberbola.com/ceo-bali-united-kami-bisa-datangkan-neymar-dan-van-persie/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiFiIDSo4XZAhWLro8KHRgeAhQQjB16BAgAEAU"><span class="irc_ho" dir="ltr">Sumberbola.com</span></a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/hiperinflasi-pada-sepakbola/">Hiperinflasi Pada Sepak Bola</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/hiperinflasi-pada-sepakbola/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
