<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Prancis Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/prancis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/prancis/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 06 Jul 2024 17:24:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Prancis Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/prancis/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dua Drama di Dua Pertandingan Euro 2024 yang Membosankan</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/dua-drama-di-dua-pertandingan-euro-2024-yang-membosankan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/dua-drama-di-dua-pertandingan-euro-2024-yang-membosankan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jul 2024 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[EURO 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Jerman]]></category>
		<category><![CDATA[Portugal]]></category>
		<category><![CDATA[Prancis]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<category><![CDATA[Spanyol]]></category>
		<category><![CDATA[Toni Kross]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7614</guid>

					<description><![CDATA[<p>Entah mengapa Penulis tidak terlalu tertarik dengan pagelaran Euro 2024 yang sedang berlangsung saat ini. Bahkan, Penulis baru mulai menonton pertandingannya di babak 8 besar, itu pun karena ada dua big match: Jerman vs. Spanyol dan Portugal vs. Prancis. Setelah menonton pertandingan Euro 2024, rasanya perasaan tak tertarik Penulis jadi memiliki alasan yang kuat karena [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/dua-drama-di-dua-pertandingan-euro-2024-yang-membosankan/">Dua Drama di Dua Pertandingan Euro 2024 yang Membosankan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Entah mengapa Penulis tidak terlalu tertarik dengan pagelaran Euro 2024 yang sedang berlangsung saat ini. Bahkan, Penulis baru mulai menonton pertandingannya di babak 8 besar, itu pun karena ada dua <em>big match</em>: Jerman vs. Spanyol dan Portugal vs. Prancis.</p>



<p>Setelah menonton pertandingan Euro 2024, rasanya perasaan tak tertarik Penulis jadi memiliki alasan yang kuat karena pertandingannya benar-benar terasa membosankan. Bahkan, teman nonton Penulis malah memilih untuk bermain <em>EA Sports FC 24</em> dibandingkan nonton pertandingannya.</p>



<p>Untungnya, kedua pertandingan menyajikan drama di akhir pertandingan, sehingga Penulis pun memiliki bahan untuk dijadikan tulisan. Tidak hanya karena drama pertandingannya, tapi juga karena beberapa legenda yang akan pensiun setelah Euro 2024.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-768x566.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-1024x755.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-346x255.jpg 346w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019.jpg 1221w " alt="Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/animekomik/mencari-inspirasi-karakter-melalui-anime/">Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Drama di Pertandingan Jerman vs. Spanyol dan Portugal vs. Prancis</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/euro-2024-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7616" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/euro-2024-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/euro-2024-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/euro-2024-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/euro-2024-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Gol Cantik dari Merino (<a href="https://english.aawsat.com/sports/5037452-merino-last-gasp-goal-sends-spain-euro-2024-semis-after-dramatic-extra-time-win-over">Asharq Al-Awsat</a>)</figcaption></figure>



<p>Pertandingan pertama yang berlangsung kemarin (5/7) mempertemukan Jerman dan Spanyol, dua tim Eropa yang memiliki reputasi kuat di sepak bola. Anehnya, Penulis merasa asing dengan banyak nama pemain yang ada di lapangan, mungkin karena dirinya sudah tak terlalu mengikuti sepak bola.</p>



<p>Babak pertama, pertandingan terasa cukup monoton. Spanyol lebih banyak memberikan serangan ke gawang Jerman, tapi tetap tak ada gol yang tercipta. Baru di babak kedua Spanyol unggul di menit 51 melalui gol Dani Olmo.</p>



<p>Drama terjadi ketika Jerman berhasil menyamakan kedudukan menjelang akhir pertandingan lewat gol Florian Writz, tepatnya pada menit 89, yang memaksa pertandingan harus lanjut ke babak tambahan waktu. </p>



<p>Sempat berpikir kalau pertandingan akan berakhir dengan babak adu penalti, ternyata Mikel Merino malah membuat drama lagi dengan mencetak gol di menit 119 lewat sundulan yang sangat cantik.</p>



<p>Daniel Carvajal dari Spanyol &#8220;berulah&#8221; di menit 120 dengan melanggar pemain Jerman dan mendapatkan kartu kuning kedua. Namun, Penulis rasa itu di sengaja agar ia bisa bermain di babak final, seandainya Spanyol bisa lolos dari babak semifinal.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/euro-2024-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7617" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/euro-2024-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/euro-2024-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/euro-2024-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/euro-2024-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Joao Felix Gagal Penalti (<a href="https://www.mirror.co.uk/sport/football/news/gary-lineker-joao-felix-portugal-33182019">The Mirror</a>)</figcaption></figure>



<p>Siapa lawan Spanyol di semifinal? Jawabannya adalah Prancis, yang berhasil menang atas Portugal lewat babak adu penalti. Penulis tertidur ketika pertandingannya, dan untung saja tertidur karena skornya 0-0.</p>



<p>Penulis baru terbangun ketika babak adu penalti akan dimulai. Dari semua penendang, hanya Joao Felix yang gagal karena tendangannya mengenai tiang gawang. Alhasil, Portugal pun harus pulang lebih dulu.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pemain Legendaris di Euro Terakhir</h2>



<p>Jerman dan Portugal terkenal sebagai negara yang memiliki banyak legenda hidup sepak bola. Masalahnya, banyak dari legenda tersebut yang akan pensiun dari timnas, sehingga Euro 2024 adalah panggung terakhir mereka.</p>



<p><strong><a href="https://whathefan.com/olahraga/kado-manis-untuk-kroos-kado-pahit-untuk-reus/">Toni Kross</a></strong> yang baru saja mengumumkan pensiun dari Real Madrid dipastikan juga akan pensiun dari timnas. Rekan setimnya sekaligus kapten, <strong>Manuel Neuer</strong>, tampaknya juga tidak akan berlaga di Euro selanjutnya mengingat umurnya sudah 38 tahun.</p>



<p>Kalau dari sisi Portugal,<strong> <a href="https://whathefan.com/olahraga/siapa-yang-menyangka-ronaldo-akan-main-di-al-nassr/">Cristiano Ronaldo</a> </strong>tampaknya juga tidak akan berpartisipasi di Euro selanjutnya. Apalagi, di turnamen kali ini ia gagal mencetak satu pun gol, sama seperti Lionel Messi di Copa America. Ini adalah kali pertama terjadi pada Ronaldo.</p>



<p>Ronaldo bahkan dianggap sebagai &#8220;beban tim&#8221; karena strategi Portugal yang terlalu bertumpu pada pemain setua dirinya. Banyak yang berpendapat kalau timnas Portugal mampu bermain lebih baik jika tidak ada Ronaldo. </p>



<p>Rekan setim Ronaldo, <strong>Pepe</strong>, tampaknya juga tidak akan berlaga di Euro lagi mengingat umurnya saat ini sudah 41 tahun. Bisa menampilkan performa yang luar biasa di umurnya saja sudah merupakan pencapaian bagi bek yang terkenal &#8220;ganas&#8221; ini.</p>



<p>Penulis tumbuh besar dengan melihat mereka mulai dari <em>rookie </em>hingga layak dicap sebagai pemain legendaris. Tentu sedih jika mengingat dirinya tidak akan bisa melihat penampilan mereka lagi di lapangan.  </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 6 Juli 2024, terinspirasi setelah menonton dua pertandingan perempat final Euro 2024</p>



<p>Sumber Artikel: </p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/dua-drama-di-dua-pertandingan-euro-2024-yang-membosankan/">Dua Drama di Dua Pertandingan Euro 2024 yang Membosankan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/dua-drama-di-dua-pertandingan-euro-2024-yang-membosankan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Napoleon III: “Gak Bisa Jadi Presiden Lagi? Ya, Tinggal Ubah Aturannya!”</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/napoleon-iii-gak-bisa-jadi-presiden-lagi-ya-tinggal-ubah-aturannya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/napoleon-iii-gak-bisa-jadi-presiden-lagi-ya-tinggal-ubah-aturannya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jun 2024 15:03:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[aturan]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[kaisar]]></category>
		<category><![CDATA[kekuasaan]]></category>
		<category><![CDATA[Napoleon III]]></category>
		<category><![CDATA[Prancis]]></category>
		<category><![CDATA[presiden]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7339</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gara-gara menulis tentang nepotisme yang dilakukan oleh Napoleon Bonaparte (selanjutnya akan Penulis sebut Napoleon I) secara kebablasan, Penulis jadi penasaran dengan sosok Louis-Napoleon Bonaparte, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Napoleon III. Meskipun bukan keturunan langsung dari Napoleon I (karena Napoleon II meninggal di usia muda), Napoleon III merupakan keponakan langsungnya. Ia merupakan anak dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/napoleon-iii-gak-bisa-jadi-presiden-lagi-ya-tinggal-ubah-aturannya/">Napoleon III: “Gak Bisa Jadi Presiden Lagi? Ya, Tinggal Ubah Aturannya!”</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Gara-gara menulis tentang <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/nepotisme-kebablasan-ala-napoleon-bonaparte/">nepotisme yang dilakukan oleh Napoleon Bonaparte</a> (selanjutnya akan Penulis sebut Napoleon I) secara kebablasan, Penulis jadi penasaran dengan sosok <strong>Louis-Napoleon Bonaparte</strong>, atau yang lebih dikenal dengan sebutan <strong>Napoleon III</strong>.</p>



<p>Meskipun bukan keturunan langsung dari Napoleon I (karena Napoleon II meninggal di usia muda), Napoleon III merupakan keponakan langsungnya. Ia merupakan anak dari Louis Bonaparte, adik Napoleon I yang pernah menjadi raja Belanda.</p>



<p>Napoleon III pertama kali menjadi presiden pada periode 1848-1852. Saat itu, Prancis baru saja melakukan reformasi (lagi) dengan menggulingkan raja terakhir Prancis, Louis Philippe I. Naas, Napoleon III justru membangkitkan lagi kekaisaran Prancis seperti zaman pamannya dulu.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner.jpg 1280w " alt="Maskulinitas pada Musik Dewa" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/musik/maskulinitas-pada-musik-dewa/">Maskulinitas pada Musik Dewa</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Napoleon III Sebelum Menjadi Presiden Prancis</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-1-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7371" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-1-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-1-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-1-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-1-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Revolusi Prancis Kedua pada Tahun 1948 (<a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Revolutions_of_1848">Wikipedia</a>)</figcaption></figure>



<p>Pada tahun 1808, Charles-Louis Napoléon Bonaparte lahir dari pasangan <strong>Louis Bonaparte </strong>dan <strong>Hortense de Beauharnis</strong>, yang merupakan merupakan anak tgiri Napoleon I alias anak dari Josephine dari pernikahan sebelumnya. </p>



<p><em>(Fun fact: Tanggal lahir Napoleon III sama dengan Penulis, yakni 20 April)</em></p>



<p>Ketika semua keluarga Bonaparte diasingkan setelah lengsernya Napoleon I, ia pun harus berpindah-pindah tempat tinggal hingga akhirnya lebih banyak menetap di Swiss. Semasa remaja hingga beranjak dewasa, Napoleon III menyadari kalau simpatisan Bonaparte di Prancis ternyata masih cukup besar. </p>



<p>Hal tersebut memotivasi Napoleon III untuk melakukan kudeta pada tahun 1836 terhadap raja yang saat itu sedang berkuasa, <strong>Louis-Philippe</strong>. Sayangnya, kudeta tersebut gagal total dan ia pun melarikan diri kembali ke Swiss.</p>



<p>Kegagalan kudeta tidak mematahkan semangatnya untuk menjadi pemimpin Prancis. Pada tahun 1840, ketika ia hidup di London, Napoleon III merencanakan untuk melakukan kudeta kedua. Sekali lagi, kudeta tersebut gagal total dan membuatnya dipenjara seumur hidup.</p>



<p>Pada tahun 1848, Prancis kembali mengalami revolusi yang membuat Raja Louis Phillippe turun tahta. Napoleon III, yang sebelumnya berhasil kabur dari penjara dan kembali ke Inggris, mengambil kesempatan tersebut untuk kembali ke Prancis.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Napoleon III Sebagai Presiden Prancis</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-III-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7372" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-III-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-III-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-III-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-III-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Napoleon III (<a href="https://art.thewalters.org/detail/597/portrait-of-napoleon-iii/">The Walters</a>)</figcaption></figure>



<p>Setelah revolusi tersebut, diadakanlah pemilu untuk memilih presiden, di mana Napoleon III mencalonkan diri dan berhasil menang dengan jumlah suara yang mencapai 74,2%. Setelah puluhan tahun berlalu, seorang Bonaparte kembali menjadi pemimpin Prancis. </p>



<p>Napoleon III mulai menjabat sebagai presiden Prancis pada tahun <strong>1848</strong>. Pada saat itu, masa jabatan presiden hanya e<strong>mpat tahun dan tidak boleh mencalonkan lagi untuk kedua kalinya</strong>. </p>



<p>Ketika mengajukan amandemen ke Majelis Nasional agar ia bisa mencalonkan diri lagi, ternyata suara yang dibutuhkan kurang, sehingga upayanya gagal. Itulah alasan mengapa Napoleon III merebut kekuasaan secara paksa dengan melakukan kudeta ke Majelis Nasional. </p>



<p>Napoleon III juga melakukan pemungutan suara untuk mengetahui pendapat publik tentang kudeta yang ia lakukan kepada Majelis Nasional, di mana ada banyak manipulasi dan ancaman agar publik banyak yang menyetujuinya.</p>



<p>Berbekal hal tersebut, Napoleon III pun mengubah konstitusi untuk memuluskan langkahnya tetap menjadi penguasa Prancis. Tidak main-main, ia membuat peraturan di mana presiden dapat menjabat selama 10 tahun tanpa batas waktu. Untuk memuluskan langkah-langkahnya, ia juga kerap menangkap para oposisinya.</p>



<p>Ternyata, menjadi presiden dengan jangka waktu panjang tidak memuaskan Napoleon III. Pada tahun 1952, ia menobatkan dirinya sendiri menjadi kaisar Prancis. Referendum diadakan, di mana 97% suara mendukung kekaisaran Napoleon III.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Napoleon III Sebagai Kaisar Prancis</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7373" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Perang Prancis vs Prussia pada Tahun 1870 (<a href="https://www.cheminsdememoire.gouv.fr/en/franco-prussian-war-1870-71">Chemins de Memoire</a>)</figcaption></figure>



<p>Meskipun menghabiskan oposisinya, ada banyak hal positif yang berhasil Napoleon III raih selama ia menjadi kaisar. Salah satu yang paling terasa hingga saat ini adalah ia memutuskan untuk melakukan rekonstruksi besar-besaran terhadap Paris yang saat itu sangat kumuh. </p>



<p>Selain itu, Napoleon III juga berhasil melakukan modernisasi perekonomian Prancis, memperluas jaringan kereta, dan memperluas wilayah kolonial Prancis di luar benua Eropa. Ia juga menjalin kerja sama dengan negara-negara Eropa lainnya untuk memperkuat perekonomian negaranya.</p>



<p>Napoleon III juga banyak membuat kebijakan yang terkesan pro rakyat, seperti memberikan para pekerja untuk mogok dan berorganisasi. Yang lebih menarik adalah bagaimana ia memberikan hak agar kaum perempuan bisa kuliah di universitas-universitas Prancis.</p>



<p>Dari sisi militer, walaupun <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kekalahan-terburuk-napoleon-bonaparte/">tak sedahsyat pamannya</a>, Napoleon III juga mencatatkan beberapa upaya untuk membuat pengaruh Prancis menjadi kuat lagi, seperti ketika Prancis bersekutu dengan Inggris dalam melawan Rusi di Perang Krimea (1853-1856).</p>



<p>Masa kekaisaran Napoleon III harus berakhir ketika perang antara Prancis dan Prussia berlangsung. Prussia, yang dipimpin oleh Otto von Bismarck, berhasil menang dengan cepat dan telak. Setelah tak lagi menjadi kaisar, Napoleon III diasingkan sama seperti Napoleon I, dan meninggal dunia tiga tahun kemudian.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Mungkin karena menyandang nama besar Napoleon, Napoleon III merasa bahwa dirinya bisa sehebat pamannya tersebut. <em>Mindset </em>tersebut yang membuatnya memutuskan untuk membuat Kekaisaran Prancis Jilid II. Menariknya, ia menjadi kaisar lebih lama dari Napoleon I.</p>



<p>Jika ditotal dengan masa jabatannya ketika menjadi presiden, Napoleon III memimpin Prancis selama 22 tahun lamanya. Sebagai perbandingan, masa jabatan Napoleon I menjadi kaisar hanya setengahnya saja (walau begitu, Napoleon berhasil menguasai setengah Eropa).</p>



<p>Namun, tak ada yang abadi, apalagi cuma sekadar kekuasaan yang direbut paksa dengan berbagai pembenaran. Kekalahan atas Prussia di bawah komando Otto von Bismarck menghabiskan kekaisarannya dan juga <a href="https://whathefan.com/politik-negara/dinasti-politik-di-kursi-kekuasaan-boleh-atau-tidak/">dinasti Bonaparte di kursi kekuasaan Prancis</a>.</p>



<p>Prancis sendiri akhirnya kembali menjadi negara demokrasi yang dipimpin oleh seorang presiden hingga saat ini. Walaupun begitu, pengaruh dua kekaisaran Napoleon yang berlangsung ratusan tahun lalu masih terasa hingga saat ini.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 7 Juni 2024, terinspirasi setelah banyak menonton video seputar Napoleon III</p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://youtu.be/cn7Bxsqhcps">Napoleon III: The Forgotten Bonaparte &#8211; YouTube</a></li>



<li><a href="https://youtu.be/xmym8lyWzmQ">The Other Napoleon | The Life &amp; Times of Napoleon III &#8211; YouTube</a></li>



<li><a href="https://youtu.be/G9fHdYEu-WQ">In The Shadow of Napoleon &#8211; The 2nd French Empire Before 1870 I GLORY &amp; DEFEAT &#8211; YouTube</a></li>



<li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Napoleon_III">Napoleon III &#8211; Wikipedia</a></li>



<li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_heads_of_state_of_France">List of heads of state of France &#8211; Wikipedia</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/napoleon-iii-gak-bisa-jadi-presiden-lagi-ya-tinggal-ubah-aturannya/">Napoleon III: “Gak Bisa Jadi Presiden Lagi? Ya, Tinggal Ubah Aturannya!”</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/napoleon-iii-gak-bisa-jadi-presiden-lagi-ya-tinggal-ubah-aturannya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nepotisme Kebablasan ala Napoleon Bonaparte</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/nepotisme-kebablasan-ala-napoleon-bonaparte/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/nepotisme-kebablasan-ala-napoleon-bonaparte/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 May 2024 04:59:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[kekuasaan]]></category>
		<category><![CDATA[Napoleon Bonaparte]]></category>
		<category><![CDATA[nepotisme]]></category>
		<category><![CDATA[Prancis]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7172</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu, Penulis memutuskan untuk menonton film Napoleon yang dibintangi oleh Joaquin Phoenix. Sayangnya, Penulis kurang menyukai film tersebut karena terlalu menonjolkan sisi drama percintaannya dengan Josephine. Salah satu alasan Penulis lumayan mengagumi sosok Napoleon adalah karena kejeniusannya dalam berperang. Hal tersebut justru kurang ditonjolkan di film ini, sehingga Penulis berpendapat kalau film ini [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/nepotisme-kebablasan-ala-napoleon-bonaparte/">Nepotisme Kebablasan ala Napoleon Bonaparte</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Beberapa waktu lalu, Penulis memutuskan untuk menonton film <em>Napoleon </em>yang dibintangi oleh Joaquin Phoenix. Sayangnya, Penulis kurang menyukai film tersebut karena terlalu menonjolkan sisi drama percintaannya dengan Josephine.</p>



<p>Salah satu alasan Penulis lumayan mengagumi sosok Napoleon adalah karena kejeniusannya dalam berperang. Hal tersebut justru kurang ditonjolkan di film ini, sehingga Penulis berpendapat kalau film ini lebih cocok untuk diberi judul <em>Napoleon &amp; Josephine</em>.</p>



<p>Selain itu, perjalanannya dari seorang <em>nobody </em>menjadi penguasa benua Eropa juga sangat menarik. Namun, dalam perjalanannya menjadi <em>somebody </em>tersebut, ia justru melakukan sesuatu yang kurang terpuji: <strong>nepotisme</strong>.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/pexels-photo-697243-300x200.jpeg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/pexels-photo-697243-300x200.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/pexels-photo-697243-768x512.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/pexels-photo-697243-1024x683.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/pexels-photo-697243-356x237.jpeg 356w " alt="Menggadaikan Persahabatan Demi Cinta" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/rasa/menggadaikan-persahabatan-demi-cinta/">Menggadaikan Persahabatan Demi Cinta</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Perjalanan Singkat Napoleon Menjadi Kaisar Prancis</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-0-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7300" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-0-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-0-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-0-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-0.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Jenderal Perang yang Jenius (<a href="https://historiamundum.com/napoleonic-era">Historia Mundum</a>)</figcaption></figure>



<p><a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-discovery-napoleon/">Napoleon Bonaparte</a> berawal dari pulau kecil bernama Corsica, yang dijual Republik Genoa ke Prancis pada tahun 1768 atau satu tahun sebelum Napoleon lahir. Penjualan tersebut menyebabkan munculkan gerakan kemerdekaan Corsica, walau tak pernah berhasil.</p>



<p>Napoleon pun mulai menapaki karier di militer Prancis. Karena kemampuannya di bidang militer memang mumpuni, ia cepat naik pangkat. Ketika Prancis dalam keadaan kacau setelah <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/revolusi-karena-pajak/">revolusi Prancis</a> pada tahun 1789, bisa dibilang Napoleon berhasil &#8220;berperan&#8221; dengan baik.</p>



<p>Puncaknya tentu saja ketika Napoleon mengangkat dirinya sendiri menjadi kaisar pada tahun 1804, di mana ia meletakkan mahkotanya dengan tangannya sendiri, bukan dimahkotai oleh tokoh gereja seperti kebanyakan kerajaan atau kekaisaran lain.</p>



<p>Setelah itu, ia mengangkat Josephine, istrinya saat itu, untuk menjadi <em>empress </em>atau permaisuri. Tidak cukup menjadi kaisar Prancis, Napoelon juga mengangkat dirinya sebagai raja Italia pada tahun 1805. </p>



<p>Mungkin kisah yang paling kita ketahui tentang Napoleon setelah berhasil menjadi kaisar adalah tentang bagaimana ia bisa menguasai benua Eropa dengan cepatnya. Dalam perjalanannya, ia menjadikan saudara-saudaranya untuk menjadi raja di negara lain.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana Napoleon Bernepotisme</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7301" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Louis Napoleon, Raja Belanda (<a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Louis_Bonaparte">Wikipedia</a>)</figcaption></figure>



<p>Dengan status kaisar yang berhasil menakhlukkan banyak negara lain, Napoleon jelas punya kesempatan untuk menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingannya sendiri. Hal tersebut jelas ia manfaatkan dengan baik: ia jadikan saudara-saudaranya menjadi raja juga.</p>



<p><strong>Louis </strong>ia jadikan raja di Belanda (1806–1810), <strong>Joseph </strong>menjadi raja di Naples atau Napoli (1806–1808), <strong>Jérôme </strong>menjadi raja Westphalia (1807–1813, sekarang wilayah Jerman), hingga <strong>Joseph </strong>menjadi raja Spanyol (1808–1813).</p>



<p>Namun, bisa dilihat kalau waktu kekuasaan saudara-saudara Napoleon tersebut tidak berlangsung lama. Salah satu penyebabnya tentu saja karena penduduk asli negara tersebut tidak berkenan untuk dipimpin oleh orang asing.</p>



<p>Contoh yang paling terkenal adalah pemberontakan yang dilakukan oleh rakyat Spanyol. Secara memalukan, pasukan Napoleon berhasil dikalahkan oleh pasukan gerilya. Kabar ini tersebar ke seluruh Eropa, memantik semangat negara lain untuk memukul balik Prancis.</p>



<p>Selain itu, demi melanggengkan kekuasaannya, tentu ia harus memiliki keturunan, sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh Josephine. Oleh karena itu, Napoleon memutuskan untuk bercerai dengannya dan menikahi Marie Louise, putri kerajaan Austria.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/nepotisme-napoleon-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7302" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/nepotisme-napoleon-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/nepotisme-napoleon-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/nepotisme-napoleon-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/nepotisme-napoleon-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Napoleon II (<a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Louis_Bonaparte">Wikipedia</a>)</figcaption></figure>



<p>Melalui pernikahan tersebut, Napoleon dikarunia seorang anak yang dikenal dengan nama <strong>Napoleon II</strong>. Saat Napoleon lengser dari kursi kekaisarannya pada tahun 1814 dan dibuang ke pulau Elba, Napoleon II yang baru berusia tiga tahun ditampuk menjadi pengganti.</p>



<p>Namun, Napoleon II hanya beberapa minggu berkuasa, sebelum akhirnya digantikan oleh Louis XVIII. Selain itu, Napoleon II juga berumur pendek. Ia meninggal ketika berusia 21 tahun karena penyakit <em>tuberculosis</em>.</p>



<p>Kembali ke Napoleon, ia sempat kembali menjadi kaisar pada tahun 1815 untuk jangka waktu yang pendek. Namun, <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kekalahan-terburuk-napoleon-bonaparte/">setelah ia mengalami kekalahan terakhirnya</a>, ia dibuang jauh-jauh ke pulau St. Helena.</p>



<p>Lantas, apakah nepotisme Napoleon berhenti ketika ia turun takhta sebagai kaisar? Jika melihat tahun berakhirnya kekuasaan saudara-saudaranya, bisa dikatakan begitu. Tidak ada Napoleon, maka tidak ada yang menjadi &#8220;pelindung&#8221; bagi saudara-saudaranya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7299" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Napoleon III (<a href="https://www.britannica.com/biography/Napoleon-III-emperor-of-France">Britannica</a>)</figcaption></figure>



<p>Bertahun-tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1842, <strong>Louis Napoleon Bonaparte </strong>atau <strong>Napoleon III </strong>yang merupakan keponakan Napoleon dan anak dari Louis berhasil menjadi presiden Republik Prancis pertama. </p>



<p>Namun, mungkin karena terinspirasi dari pamannya, Napoleon III mengubah statusnya dari presiden menjadi kaisar pada tahun 1852. Artinya, ia mengubah status republik negaranya kembali menjadi kekaisaran. </p>



<p>Napoleon III berkuasa lebih lama dari pamannya, di mana ia menjadi kaisar hingga tahun 1870 atau sekitar 18 tahun (total 22 tahun jika dihitung sejak ia menjadi presiden) setelah mengalami kekalahan atas Prusia. Ia meninggal pada tahun 1873, </p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Nepotisme bisa dilakukan dengan mudah oleh <a href="https://whathefan.com/buku/biografi-singkat-napoleon-pada-misteri-napoleon/">Napoleon Bonaparte</a> karena statusnya sebagai kaisar di sebuah negara monarki. Mungkin karena takut kekuasaannya bisa hilang, ia pun berusaha melanggengkan kekuasaannya dengan menempatkan saudara-saudaranya sendiri di posisi-posisi penting. </p>



<p>Namun, kita bisa melihat kalau nepotisme yang Napoleon lakukan tidak berakhir dengan baik. Kekaisarannya berakhir dalam waktu kurang dari 10 tahun, kekuasaan saudara-saudaranya bahkan lebih pendek, bahkan berakhir sebelum Napoleon turun takhta.</p>



<p>Kalau di negara demokrasi seperti Indonesia, nepotisme seperti itu seharusnya tidak mungkin dilakukan, bukan? Atau justru sedang terjadi, dengan cara yang lebih halus sehingga orang menjadi tidak sadar kalau nepotisme sedang berlangsung?</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 31 Mei 2024, terinspirasi setelah menonton film <em>Napoleon </em></p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://editions.covecollective.org/content/coronation-napoleon-bonaparte">COVE</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/House_of_Bonaparte">House of Bonaparte &#8211; Wikipedia</a></li>



<li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Napoleon_II">Napoleon II &#8211; Wikipedia</a></li>



<li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Napoleon_III">Napoleon III &#8211; Wikipedia</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/nepotisme-kebablasan-ala-napoleon-bonaparte/">Nepotisme Kebablasan ala Napoleon Bonaparte</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/nepotisme-kebablasan-ala-napoleon-bonaparte/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Revolusi karena Pajak</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/revolusi-karena-pajak/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/revolusi-karena-pajak/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2021 09:21:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[pajak]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[Prancis]]></category>
		<category><![CDATA[revolusi]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4738</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika mendengar kata pajak, apa yang akan terbesit pertama kali di pikiran kita? Jawabannya bisa yang standar seperti kewajiban hingga yang anti mainstream seperti dikorupsi. Sebagai orang awam, kita diberi tahu kalau pajak merupakan salah satu pemasukan negara agar memiliki anggaran. Pajak juga banyak sekali macamnya, setidaknya di negara kita. Pajak penghasilan, pajak makan, pajak mendirikan bangunan, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/revolusi-karena-pajak/">Revolusi karena Pajak</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jika mendengar kata pajak, apa yang akan terbesit pertama kali di pikiran kita? Jawabannya bisa yang standar seperti kewajiban hingga yang anti <em>mainstream </em>seperti dikorupsi.</p>
<p>Sebagai orang awam, kita diberi tahu kalau pajak merupakan <strong>salah satu pemasukan negara</strong> agar memiliki anggaran.</p>
<p>Pajak juga banyak sekali macamnya, setidaknya di negara kita. Pajak penghasilan, pajak makan, pajak mendirikan bangunan, dan lain sebagainya.</p>
<p>Akhir-akhir ini, pemerintah kerap disorot karena terlihat memungut pajak hampir di segala sektor yang dulunya tidak tersentuh pajak.</p>
<p>Pemerintah pasti punya pertimbangannya sendiri. Hanya saja, jika dilakukan berlebihan juga akan membuat masyarakat merasa gerah.</p>
<p>Di dalam sejarah, setidaknya <strong>ada dua revolusi yang dimulai akibat adanya pajak yang menyengsarakan rakyat</strong>.</p>
<h1>Revolusi Prancis, 1789-1799</h1>
<p><div id="attachment_4739" style="width: 750px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4739" class="size-large wp-image-4739" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/revolusi-karena-pajak-1-1024x607.jpeg" alt="" width="740" height="439" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/revolusi-karena-pajak-1-1024x607.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/revolusi-karena-pajak-1-300x178.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/revolusi-karena-pajak-1-768x455.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/revolusi-karena-pajak-1.jpeg 1080w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><p id="caption-attachment-4739" class="wp-caption-text">Revolusi Prancis (<a href="https://time.com/4402553/bastille-day-history-july-14/">Time Magazine</a>)</p></div></p>
<p>Selama berabad-abad, <strong>Prancis telah dipimpin oleh Monarki absolut</strong>. Sesuatu yang berlangsung secara absolut biasanya akan runtuh, apalagi jika pemimpinnya tidak bisa mengatasi krisis yang sedang melanda negerinya.</p>
<p>Itulah yang terjadi pada Prancis ketika <strong>Louis XVI</strong> naik takhta. Dari komik biografi Napoleon Bonaparte yang pernah Penulis baca, ia adalah raja yang gemar menggelar pesta dan hidup bermewah-mewahan.</p>
<p>Istrinya, <strong>Ratu Marie Antoinette</strong> yang terkenal karena kecantikannya, juga merupakan tipe orang yang pemboros dan sama sekali tidak memperhatikan kesejahteraan rakyatnya.</p>
<p>Perang melawan Inggris dan upaya membantu Amerika Serikat meraih kemerderkaan sangat merugikan Prancis dari sisi finansial. Apalagi, gaya hidup istana sangat berbanding terbalik dengan kehidupan rakyatnya yang begitu sengsara.</p>
<p>Solusi apa yang ditawarkan? <strong>Menaikkan pajak masyarakat kelas bawah</strong>.</p>
<p>Padahal, penerapan pajak di Prancis sudah begitu timpang di mana tekanan terbesar justru diberikan kepada masyarakat miskin. Kaum bangsawan justru mendapatkan banyak keringanan.</p>
<p>Revolusi pun akhirnya dimulai, ditandai dengan <strong>penyerbuan penjara Bastille</strong>. Rakyat yang sudah muak dengan monarki yang memimpin mereka mulai bertindak, termasuk memenggal kepala orang-orang istana. Louis XVI dan istrinya yang cantik pun berakhir di <em>guillotine.</em></p>
<p>Tentu ada banyak penyebab lain yang membuat revolusi ini terjadi, tapi penerapan pajak ke masyarakat kelas bawah menjadi salah satu yang paling utama.</p>
<h1>Revolusi Kemerdekaan Amerika Serikat, 1775-1783</h1>
<p><div id="attachment_4740" style="width: 750px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4740" class="size-large wp-image-4740" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/revolusi-karena-pajak-2-1024x607.jpg" alt="" width="740" height="439" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/revolusi-karena-pajak-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/revolusi-karena-pajak-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/revolusi-karena-pajak-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/revolusi-karena-pajak-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><p id="caption-attachment-4740" class="wp-caption-text">Revolusi Amerika Serikat (<a href="https://www.history.com/news/american-revolution-french-role-help">History</a>)</p></div></p>
<p>Tanah Amerika terlihat begitu menjanjikan semenjak <strong>Christopher Colombus</strong> mendaratkan kakinya di benua ini. Upaya untuk menemukan jalan ke Asia lewat Barat justru membuat bangsa Eropa menemukan dunia baru.</p>
<p>Sayangnya, <strong>dampaknya begitu destruktif terhadap penduduk asli Amerika</strong>. Perlahan tapi pasti, mereka mulai tergusur oleh bangsa kulit putih yang membawa persenjataan lengkap dan pasukan yang terlatih.</p>
<p>Benua Amerika yang begitu luas menjadi rebutan negara-negara kuat seperti <strong>Inggris</strong>, <strong>Prancis</strong>, hingga <strong>Spanyol</strong>. Mereka mengklaim berbagai wilayah sebagai milik mereka, merebut dari pemilik aslinya dengan berbagai macam cara.</p>
<p>Inggris adalah salah satu negara yang menguasai benua Amerika bagian utara. Mereka kerap berebutan dengan Prancis. Biaya ekspedisi dan perang membuat Inggris mengeluarkan banyak uang dan otomatis membuat mereka mengalami krisis keuangan.</p>
<p>Solusi apa yang dikeluarkan oleh pemerintah Inggris? <strong>Menarik pajak rakyat mereka sendiri yang hidup di daerah koloni</strong>. Orang Inggris yang berada di Amerika pun tidak menyukai keputusan ini dan mengganggapnya inkonstitusional.</p>
<p>Perlawanan dimulai dari peristiwa <em><strong>Boston Tea Party</strong> </em>yang terjadi pada tahun 1773. Peristiwa ini dipicu adanya pajak terhadap teh Britania dan membuat orang-orang koloni membuang semua muatan teh pada kapal Inggris.</p>
<p>Ketegangan semakin berlanjut hingga akhirnya muncul <strong>deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat</strong> yang terjadi pada tanggal <strong>4 Juli 1776</strong>. Setelah itu, perang pun ters berkecamuk hingga akhirnya Inggris mengakui kedaulatan Amerika Serikat.</p>
<h1>Penutup</h1>
<p>Penulis jelas tidak berharap kalau di Indonesia akan muncul semacam revolusi karena pemerintah menerapkan kebijakan pajak yang berlebihan. Sampai sekarang semua regulasi masih terlihat masuk akal dan dapat diterima.</p>
<p>Tulisan ini bertujuan untuk mengingatkan kita semua kalau kebijakan pajak yang kurang bijak bisa memicu pergolakan di masyarakat. Mungkin tidak seekstrem Revolusi Prancis dan Amerika Serikat, tapi bisa saja terjadi dalam skala yang lebih kecil.</p>
<p>Sejauh kita merdeka, upaya rakyat terbesar untuk menumbangkan rezim otoriter terjadi pada tahun 1998. Setelah itu, kita memasuki era demokrasi yang cenderung lebih aman dan tidak dipimpin oleh pemerintah yang sewenang-wenang.</p>
<p>Atau, benarkah seperti itu?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 10 Maret 2021, terinspirasi dari berita-berita seputar pajak</p>
<p>Foto: <a href="https://theculturetrip.com/europe/france/articles/10-facts-about-the-french-revolution-you-need-to-know/">Culture Trip</a></p>
<p>Sumber Artikel:</p>
<p><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Revolusi_Prancis">Revolusi Prancis &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas</a><br />
<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Revolusi_Amerika_Serikat">Perang Revolusi Amerika Serikat &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/revolusi-karena-pajak/">Revolusi karena Pajak</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/revolusi-karena-pajak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Membaca Discovery: Napoleon</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-discovery-napoleon/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-discovery-napoleon/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2020 23:24:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Big Bad Wolf]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Napoleon Bonaparte]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[Prancis]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3850</guid>

					<description><![CDATA[<p>Biasanya ketika berkunjung ke acara Big Bad Wolf (BBW), Penulis akan berburu buku anak-anak yang bahasa Inggrisnya mudah dipahami. Kalaupun beli buku berat, biasanya hanya dijadikan sebagai koleksi semata. Hal yang berbeda terjadi pada BBW tahun ini karena Penulis memberanikan diri untuk membaca buku-buku berbahasa Inggris yang cukup tebal, bukan sekadar ensiklopedia anak. Salah satu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-discovery-napoleon/">Setelah Membaca Discovery: Napoleon</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Biasanya ketika berkunjung ke acara <a href="https://whathefan.com/pengalaman/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-1/"><em>Big Bad Wolf</em> (BBW)</a>, Penulis akan berburu buku anak-anak yang bahasa Inggrisnya mudah dipahami. Kalaupun beli buku berat, biasanya hanya dijadikan sebagai koleksi semata.</p>
<p>Hal yang berbeda terjadi pada BBW tahun ini karena Penulis memberanikan diri untuk membaca buku-buku berbahasa Inggris yang cukup tebal, bukan sekadar ensiklopedia anak.</p>
<p>Salah satu yang Penulis beli adalah <strong><em>Discovery: Napoleon </em></strong>yang memiliki subjudul <em>My ambition was great. </em>Entah mengapa Penulis merasa subjudul ini sedikit <em>creepy </em>dan aneh.</p>
<p>Lantas, bisakah Penulis memahami isi buku ini?</p>
<h3>Apa Isi Buku Ini?</h3>
<p>Pada tulisan <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kekalahan-terburuk-napoleon-bonaparte/"><em>Kekalahan Terburuk Napoleon Bonaparte</em></a>, Penulis sudah memberitahu kalau dirinya merupakan penggemar kaisar Prancis tersebut. Penulis juga membaca buku <a href="https://whathefan.com/buku/biografi-singkat-napoleon-pada-misteri-napoleon/"><em>Misteri Napoleon</em></a> yang cukup menarik.</p>
<p>Penulis memutuskan untuk membeli buku ini karena sudah mengetahui sebagian besar kisah hidupnya, sehingga setidaknya punya semacam dasar ilmu untuk memahami buku ini.</p>
<p>Apalagi, buku ini dilengkapi dengan berbagai ilustrasi yang sangat menarik dan berhasil membuat Penulis merasa sedang berada di era-era <em>Napoleonic Wars</em>.</p>
<p>Buku ini dibagi menjadi lima bab, yakni:</p>
<ol>
<li><strong><em>Son of the Revolution</em></strong>, bercerita tentang masa kecil Napoleon di pulau kecil bernama Corsica hingga ia bergabung dengan militer Prancis. Bab ini berakhir dengan kekalahan Napoleon di Mesir melawan pasukan Inggris.</li>
<li><strong><em>The Conquest of Power</em></strong>, menceritakan bagaimana pengaruh Napoleon dalam sistem pemerintahan Prancis yang baru saja menyingkirkan sistem monarki. Pada akhirnya, Napoleon malah menjadi kaisar baru Prancis.</li>
<li><strong><em>The Founder of Contemporary France</em></strong>, ada banyak inovasi yang dilakukan oleh Napoleon semenjak menjabat sebagai kaisar.</li>
<li><strong><em>The God of War</em></strong>, tidak hanya membuat berbagai terobosan baru, Napoleon juga ingin memperluas wilayan kekuasaannya dengan melakukan invasi ke berbagai wilayah.</li>
<li><strong><em>The Fall</em></strong>, menceritakan tentang kejatuhan Napoleon yang diawali dengan pemberontakan di Spanyol, kekalahan memalukan dari Rusia, hingga akhirnya harus dibuang ke Pulau St. Helena.</li>
</ol>
<p>Di bagian akhir, ada beberapa salinan dokumen yang berkaitan dengan kehidupan Napoleon. Hanya saja, Penulis memutuskan untuk tidak membacanya karena kurang menarik.</p>
<p>Selain itu, ada juga kronologi kehidupan Napoleon dari awal hingga akhir serta beberapa informasi menarik lainnya seputar Napoleon.</p>
<h3>Setelah Membaca Buku Discovery: Napoleon</h3>
<p>Sebagai penggemar Napoleon, buku ini benar-benar bisa memuaskan Penulis melalui visual-visual yang ada di dalamnya. Apalagi, buku ini <em>full color </em>sehingga sangat memanjakan mata.</p>
<p>Meskipun tergolong buku sejarah-biografi, bahasanya tidak berat-berat amat. Mengetahui sedikit latar belakangnya mungkin membuat Penulis bisa memahami sebagian besar isi bukunya.</p>
<p>Kejadian tiap kejadiannya dituliskan sesuai dengan urutan kronologi yang rapi. Banyak kutipan-kutipan dari Napoleon (atau mungkin juga dari orang-orang yang ada di sekitarnya) yang akan Pembaca temukan.</p>
<p>Hanya saja, buku ini terlihat sedikit ringkih dan mudah tertekuk. Mungkin karena jenis kertas yang digunakan. Penulis harus ekstra hati-hati ketika menamatkannya.</p>
<p>Di bagian kover belakang, tertera harga aslinya adalah $12.95 atau setara dengan Rp190 ribuan jika menggunakan kurs sekarang. Penulis mendapatkannya seharga tujuh puluh ribu rupiah dan merasa sangat sangat <em>worth it</em>.</p>
<p>Kalau pembaca adalah seorang penggemar Napoleon atau setidaknya penggemar sejarah, buku ini sangat Penulis rekomendasikan untuk menemani waktu-waktu sengang.</p>
<p>Nilainya: <strong>4.2/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 15 Mei 2020, terinspirasi setelah membaca buku <em>Discovery: Napoleon </em>karya Thiery Lentz</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-discovery-napoleon/">Setelah Membaca Discovery: Napoleon</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-discovery-napoleon/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Membaca Le Petit Prince</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-le-petit-prince/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Oct 2019 08:31:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[klasik]]></category>
		<category><![CDATA[Le Petit Prince]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[Prancis]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2933</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis telah mengetahui novel The Little Prince karangan Antoine de Saint-Exupery ini sejak lama sebagai salah satu karya klasik asal Prancis yang terbit pada tahun 1940-an. Ketika menemukan novel ini di Gramedia Pondok Indah Mall, penulis memutuskan untuk membelinya. Apalagi, bukunya tipis sehingga yakin dapat menghabiskannya dalam waktu beberapa jam. Benar saja, penulis hanya membutuhkan waktu kurang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-le-petit-prince/">Setelah Membaca Le Petit Prince</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis telah mengetahui novel <em><strong>The Little Prince </strong></em>karangan <strong>Antoine de Saint-Exupery</strong> ini sejak lama sebagai salah satu karya klasik asal Prancis yang terbit pada tahun 1940-an.</p>
<p>Ketika menemukan novel ini di Gramedia Pondok Indah Mall, penulis memutuskan untuk membelinya. Apalagi, bukunya tipis sehingga yakin dapat menghabiskannya dalam waktu beberapa jam.</p>
<p>Benar saja, penulis hanya membutuhkan waktu kurang lebih satu jam untuk mengandaskan novel ini. Dalam waktu yang singkat tersebut, penulis bisa menangkap sesuatu yang luar biasa dari novel ini.</p>
<h3>Apa Isi Buku Ini?</h3>
<p>Novel ini dimulai dari <em>tokoh aku</em> yang menceritakan bagaimana sudut pandang anak kecil di mata orang dewasa. Ketika usia enam tahun, ia membuat seekor ular yang memakan gajah. Namun para orang dewasa selalu melihatnya sebagai sebuah topi.</p>
<p>Dari kejadian tersebut, <em>tokoh aku </em>menyadari bahwa orang dewasa hanya bisa melihat hal realistis daripada hal yang berbau fantasi, sesuatu yang melekat pada anak.</p>
<p>Lantas, <em>tokoh aku</em> pun menjalani kehidupan dan berhasil menjadi seorang pilot. Suatu hari, ia terdampar di sebuah gurun pasir dengan stok air untuk delapan hari.</p>
<p>Secara mengejutkan, muncul seorang anak kecil yang menghampirinya. Ia dipanggil sebagai <em>pangeran kecil</em>. Ketika <em>tokoh aku </em>memperbaiki pesawatnya, sang <em>pangeran kecil </em>menceritakan tentang kehidupannya.</p>
<p><em>Pangeran kecil</em> berasal dari sebuah planet kecil seukuran asteroid yang memiliki tiga gunung berapi dan beberapa tanaman, termasuk setangkai mawar yang cerewet. Sang pangeran menghabiskan waktunya untuk merawat planet kecilnya tersebut.</p>
<p>Suatu ketika, pangeran memutuskan untuk pergi dari planetnya untuk menjelajahi semesta. Ia berkunjung ke planet lain yang masing-masing dihuni oleh orang dewasa yang irasional dan berpikiran sempit.</p>
<p>(<em>Pada bagian inilah sang penulis buku ini memberikan kritikan tajam terhadap berbagai elemen masyarakat</em>)</p>
<p>Sebelum mencapai Bumi, sang pangeran sempat mampir ke enam planet. Di planet pertama, ia bertemu dengan seorang raja yang tak memiliki satu pun rakyat.</p>
<p>Di planet kedua ia bertemu dengan pria narsis yang selalu mendambakan pujian walaupun ia tinggal sendirian. Di planet ketiga ia bertemu dengan seorang pemabuk yang gemar minum demi melupakan perasaan bersalahnya karena telah mabuk (<em>brilliant!</em>).</p>
<p>Di planet keempat ia bertemu dengan seorang pebisnis yang terus bekerja tanpa tahu untuk apa ia bekerja. Bagaimana tidak, ia menghitung jumlah bintang di langit dan mengklaim sebagai miliknya (materialisme!).</p>
<p>Di planet kelima ia bertemu dengan seorang <em>lamplighter </em>yang bertugas untuk mematikan dan menyalakan lampu. Padahal, satu hari di sana hanya berlangsung selama satu menit, sehingga ia terlihat membabi buta mengikuti perintah begitu saja.</p>
<p>Di planet keenam, ia bertemu dengan seorang ahli geografi tua yang sejatinya belum pernah pergi ke mana pun! Orang inilah yang merekomendasikan <em>pangeran kecil </em>untuk berkunjung ke sebuah planet bernama Bumi.</p>
<p>Di Bumi, <em>pangeran kecil </em>mendarat di gurun pasir dan bertemu dengan sejumlah spesies yang hidup di sana. Ia juga melakukan perjalanan ke sana ke mari dan mengalami petualangan yang berarti untuk hidupnya.</p>
<p>Setelah bercerita tentang petualangannya, kita akan kembali ke <em>tokoh aku </em>di hari kedelapan. Untunglah, mereka menemukan sumur sehingga bisa bertahan hidup lebih lama.</p>
<p>Pesawat <em>tokoh aku </em>telah berhasil diperbaiki, namun <em>pangeran kecil </em>ingin kembali ke planetnya. Maka, kedua tokoh ini pun harus berpisah dengan diiringi kesedihan.</p>
<h3>Setelah Membaca <em>The Little Prince</em></h3>
<p>Jika dilihat sekilas, novel ini memang seolah ditujukan untuk anak-anak. Apalagi, di dalamnya penuh dengan ilustrasi gambar. Padahal jika dicerna dengan baik, novel ini menyasar pembaca dewasa.</p>
<p>Menurut <em>tokoh aku</em>, karakterisitik yang diceritakan oleh <em>pangeran kecil </em>dimiliki oleh hampir semua orang dewasa di dunia ini. Hal tersebut ada benarnya, bahkan masih relevan untuk saat sekarang.</p>
<p>Ada yang berambisi menjadi raja walau tak ada yang mengakui, ada yang narsis luar biasa, ada yang terjebak dalam lingkaran setan, ada yang sangat matre, ada yang hanya menjadi robot dengan mematuhi perintah, dan lain sebagainya.</p>
<p>Bentuk kritikan implisit yang ada di novel ini patut dijadikan bahan renungan untuk kita yang sudah dewasa. Buku ini seolah menjadi oase ketika kita menghadapi rutinitas yang membosankan.</p>
<p>Karena terjebak oleh realita dan tuntutan hidup di dunia modern, kita banyak melupakan hal penting lainnya. Kita hanya mengejar materi seolah itulah yang paling penting di dunia ini.</p>
<p>Ketika berada di Bumi, <em>pangeran kecil </em>bertemu dengan seekor rubah. Rubah tersebut berkata kepada sang pangeran:</p>
<blockquote><p>Hal-hal penting hanya dapat dilihat dengan hati, bukan mata.</p></blockquote>
<p>Buku ini penulis rekomendasikan untuk semua kalangan, baik anak-anak maupun orang dewasa. Gaya bahasanya yang renyah menjadi daya tarik tersendiri.</p>
<p>Kekurangan buku ini mungkin adalah tingkat ketipisan novelnya sehingga kurang memuaskan. Selain itu, akhir dari novel ini juga diserahkan kepada pembaca.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Nilainya: <strong>4.2/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 27 Oktober 2019, terinspirasi setelah menamatkan buku <em>The Little Prince </em>karya Antoine de Saint-Exupery</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-le-petit-prince/">Setelah Membaca Le Petit Prince</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Biografi Singkat Napoleon Pada Misteri Napoleon</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/biografi-singkat-napoleon-pada-misteri-napoleon/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2019 08:33:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[kaisar]]></category>
		<category><![CDATA[Napoleon]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[Prancis]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2352</guid>

					<description><![CDATA[<p>Meskipun terkenal sebagai seorang diktaktor yang kejam, entah mengapa penulis sangat suka membaca buku tentang Napoleon Bonaparte. Bahkan, tokoh utama di novel penulis bernama Napoleon. Mungkin, karena waktu kecil sudah sering membaca komik biografinya. Di komik tersebut, kekejaman Napoleon tidak terlalu digambarkan secara mendetail. Di komik tersebut, Napoleon digambarkan sebagai seorang pemimpin yang baik (walau gemar [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/biografi-singkat-napoleon-pada-misteri-napoleon/">Biografi Singkat Napoleon Pada Misteri Napoleon</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Meskipun terkenal sebagai seorang diktaktor yang kejam, entah mengapa penulis sangat suka membaca buku tentang <strong>Napoleon Bonaparte</strong>. Bahkan, <a href="https://whathefan.com/leon-dan-kenji-buku-1/tentang-leon-kenji-dan-gisel/">tokoh utama di novel penulis bernama Napoleon</a>.</p>
<p>Mungkin, karena waktu kecil sudah sering membaca komik biografinya. Di komik tersebut, kekejaman Napoleon tidak terlalu digambarkan secara mendetail.</p>
<p>Di komik tersebut, Napoleon digambarkan sebagai seorang pemimpin yang baik (walau gemar berperang), mengutamakan tentara dan rakyatnya, bahkan sempat menolak ketika ditunjuk sebagai kaisar. Penulis merasa ada fakta yang salah.</p>
<p>Oleh karena itu, waktu berjalan-jalan di Gramedia Pondok Indah Mall, penulis tanpa berpikir panjang langsung mengambil buku berjudul <strong><em>Misteri Napoleon</em> </strong>karangan <strong>Jean Rocher </strong>ini.</p>
<h3><strong>Apa Isi Buku Ini?</strong></h3>
<p>Seperti yang tertera pada judul, buku ini menjelaskan perjalanan sosok Napoleon Bonaparte secara ringkas, mulai dari ia lahir di pulai kecil bernama <strong>Corsica</strong> sampai pembuangannya terkahir di pulau <strong>Saint Helena</strong>.</p>
<p>Buku ini terbagi menjadi lima bab, yakni:</p>
<ul>
<li><strong>Bagian Satu, Pekerja Keras dan Ambisius (1769-1793)</strong></li>
</ul>
<p>Pada bagian ini, kita akan membaca awal mula bagaimana seorang Napoleon bisa menjadi penguasa Eropa. Terlahir di pulau kecil Corsica, ia sering dirundung kawan satu akademi militer karena logat bicaranya yang aneh.</p>
<p>Napoleon bukanlah murid yang cemerlang. Ia bukan orang yang menduduki peringkat pertama di akademi. Walaupun begitu, ia memang seorang ahli taktik yang jenius.</p>
<p>Banyak peperangan yang ia menangkan di awal karir militernya, walaupun ekspedisi Mesirnya menjadi kekalahan pertamanya.</p>
<ul>
<li><strong>Bagian Dua, Naik ke Tampuk Kekuasaan (1799-1804)</strong></li>
</ul>
<p>Berkat banyaknya kemenangan yang ia raih, popularitas Napoleon melonjak drastis di mata rakyat Prancis. Ia dianggap sebagai orang yang tepat untuk memimpin bangsa sejak revolusi Prancis yang bergulir mulai tahun 1989.</p>
<p>Setelah beberapa sistem dianggap gagal dalam mengelola negara, akhirnya Napoleon mendaulat dirinya sendiri sebagai kaisar Prancis, bukan raja maupun presiden.</p>
<p>Di rentang waktu inilah, ambisi Napoleon untuk menguasai seluruh Eropa dimulai.</p>
<ul>
<li><strong>Bagian Tiga, Master Perang (1805-1809)</strong></li>
</ul>
<p>Pada periode ini, Napoleon banyak sekali meraih kemenangan di berbagai wilayah. Hal ini membuat banyak negara seperti Rusia terpaksa menandatangani perjanjian damai agar wilayahnya tidak diinvasi.</p>
<p>Bisa dibilang, Napoleon berhasil menguasai hampir seluruh daratan Eropa kecuali wilayah Balkan, Rusia, dan Skandinavia. Akan tetapi, kejayaan tersebut tidak berlangsung terlalu lama.</p>
<ul>
<li><strong>Bagian Empat, Spiral Kegagalan dan Kejatuhan yang Spektakuler (1808-1815)</strong></li>
</ul>
<p>Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya akan jatuh juga. Itulah yang terjadi pada Napoleon. Setelah rentetan kemenangan, ia harus mengalami beberapa kekalahan yang pahit.</p>
<p>Pertama adalah kekalahan dari pemberontak Spanyol, di mana Napoleon menempatkan kakaknya, <strong>Joseph</strong>, sebagai raja di wilayah tersebut.</p>
<p>Napoleon memang melakukan nepotisme demi melanggengkan kekuasannya. Buktinya, ia menempatkan adiknya, <strong>Louis</strong>, sebagai raja di Belanda.</p>
<p>Tapi, kekalahan terburuk adalah perang melawan Rusia yang menjadi<a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kekalahan-terburuk-napoleon-bonaparte/"> kekalahan terburuk Napoleon</a> sepanjang karirnya. Setelah itu, ia dibuang ke <strong>pulau Elba</strong>, dekat Italia.</p>
<p>Pembuangan Napoleon tidak lama. Ia kembali satu tahun kemudian dan memimpin Prancis pada peperangan terakhirnya di Waterloo.</p>
<ul>
<li><strong>Bagian Lima, Legenda Abadi (1815-1821)</strong></li>
</ul>
<p>Peperangan di Waterloo menghasilkan kekalahan terakhir, dan kali ini Napoleon dibuang lebih jauh, ke pulau <strong>Saint Helena </strong>yang terletak di Samudera Atlantik. Ia tinggal di sana hingga menghembuskan napas terakhirnya.</p>
<h3>Kesimpulan</h3>
<p>Buku ini ditulis dengan gaya bahasa akademis yang tidak terlalu berat. Penulis bisa memahami buku ini karena telah membaca komik biografinya di masa kecil.</p>
<p>Yang tidak penulis pahami adalah pemilihan judul. Jujur, penulis tidak menemukan misteri apa yang diungkap oleh Rocher selaku penulis buku ini. Bagi penulis, informasi yang dipaparkan sudah menjadi rahasia umum</p>
<p>Ditulis secara kronologis, buku ini mungkin akan membuat bingung karena banyak sekali nama tokoh yang muncul. Selain itu, banyak sekali tanda <strong>[&#8230;] </strong>yang penulis sendiri tidak tahu apa maknanya.</p>
<p>Kalau pembaca sekalian suka sejarah dan ingin mengetahui tentang sosok Napoleon Bonaparte, penulis merekomendasikan buku ini karena cocok dijadikan sebagai awalan untuk mempelajari sang kaisar Prancis tersebut.</p>
<p>Nilainya: <strong>3.8/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayorang Lama, 12 Mei 2019, terinspirasi setelah menamatkan buku <em><strong>Misteri Napoleon </strong></em>karya<strong> Jean Rocher</strong></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/biografi-singkat-napoleon-pada-misteri-napoleon/">Biografi Singkat Napoleon Pada Misteri Napoleon</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
