<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>beban Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/beban/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/beban/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Jul 2024 11:30:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>beban Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/beban/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mokondo ala Rent-a-Girlfriend</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/mokondo-ala-rent-a-girlfriend/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/mokondo-ala-rent-a-girlfriend/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2023 15:35:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[beban]]></category>
		<category><![CDATA[harem]]></category>
		<category><![CDATA[komedi]]></category>
		<category><![CDATA[MC]]></category>
		<category><![CDATA[Rent-a-Girlfriend]]></category>
		<category><![CDATA[romance]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6197</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mungkin karena banyak peminatnya, anime dengan genre harem selalu ada di setiap musim. Buat yang belum tahu, genre ini berpusat pada seorang laki-laki yang disukai oleh banyak perempuan dalam satu waktu. Penulis sendiri, walau sebenarnya tidak terlalu nyaman, pernah beberapa kali menonton anime harem seperti Nisekoi. Itu pun karena aslinya tidak tahu kalau ada unsur [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/mokondo-ala-rent-a-girlfriend/">Mokondo ala Rent-a-Girlfriend</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Mungkin karena banyak peminatnya, anime dengan genre harem selalu ada di setiap musim. Buat yang belum tahu, genre ini berpusat pada seorang laki-laki yang <a href="https://whathefan.com/animekomik/dicintai-banyak-wanita-ala-anime/">disukai oleh banyak perempuan</a> dalam satu waktu.</p>



<p>Penulis sendiri, walau sebenarnya tidak terlalu nyaman, pernah beberapa kali menonton anime harem seperti <em>Nisekoi</em>. Itu pun karena aslinya tidak tahu kalau ada unsur harem di dalamnya, Penulis memilihnya karena katanya genrenya <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school/">comedy-romance</a></em>.</p>



<p>Biasanya, anime harem selalu memiliki <em>main character </em>(MC) yang keren, tampan, punya pesona, dan berbagai hal positif lainnya. Namun, ada satu anime harem yang baru Penulis tonton dan MC-nya benar-benar seolah mokondo (modal k****l doang): <em><strong>Rent-a-Girlfriend</strong></em>.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Berawal dari Rental Pacar </h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/mokondo-ala-rent-a-girlfriend-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6200" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/mokondo-ala-rent-a-girlfriend-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/mokondo-ala-rent-a-girlfriend-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/mokondo-ala-rent-a-girlfriend-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/mokondo-ala-rent-a-girlfriend-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Dari Kiri: Mami Nanami, Chizuru Ichinose, Sumi Sakurasawa, Ruka Sarashina (<a href="https://fanart.tv/series/380654/rental-girlfriend/">Fanart.TV</a>)</figcaption></figure>



<p><strong>Kazuya Kinoshita</strong> merupakan seorang mahasiswa biasa yang baru saja putus dari pacarnya, <strong>Mami Nanami</strong>. Sebagai &#8220;pelampiasan&#8221; dan keinginan untuk balas dendam, ia pun akhirnya mencoba untuk mencoba jasa rental pacar.</p>



<p>Melalui aplikasi tersebut, ia pun berkenalan dengan <strong>Chizuru Ichinose</strong>, teman sekampus Kazuya yang menyembunyikan pekerjaannya tersebut. Ia bekerja sebagai pacar rental demi bisa menabung dan melanjutkan studi di sekolah akting.</p>



<p>Chizuru sangat profesional dalam menjalankan pekerjaannya sebagai pacar rental, karena itu juga ia manfaatkan untuk meningkatkan kemampuan aktingnya. Oleh karena itu, ia mau-mau saja ketika Kazuya mengajaknya bertemu neneknya yang sedang sakit.</p>



<p>Ternyata, sang nenek langsung menyukai Chizuru karena kepribadiannya yang &#8220;cerah&#8221;. Maka dari itu, setiap mengunjungi neneknya di rumah sakit, ia selalu menyewa Chizuru demi menyenangkan neneknya tersebut.</p>



<p>Pada satu momen, Kazuya bertemu dengan temannya yang membawa pacar cantik bernama <strong>Ruka Sarashina</strong>. Ternyata, Ruka juga merupakan pacar rental. Menariknya, ternyata Ruka justru jatuh hati kepada Kazuya, bahkan bisa dibilang terlalu terobsesi.</p>



<p>Selain itu, Chizuru juga meminta tolong kepada Kazuya agar mau menyewa temannya yang mudah gugup, <strong>Sumi Sakurasawa</strong>. Niatnya, agar Sumi bisa belajar untuk lebih percaya diri, tetapi tampaknya Sumi juga sedikit tertarik dengan Kazuya.</p>



<p>Masih belum cukup? Mami, mantan Kazuya, juga mengisyaratkan kalau dirinya masih memiliki perasaan kepada Kazuya. Hal ini aneh, karena yang memutuskan hubungan adalah Mami. Mungkin, ada sebuah alasan yang belum terkuak.</p>



<h2 class="wp-block-heading">MC yang Benar-Benar Tidak Menarik</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/mokondo-ala-rent-a-girlfriend-1-1024x683.png" alt="" class="wp-image-6199" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/mokondo-ala-rent-a-girlfriend-1-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/mokondo-ala-rent-a-girlfriend-1-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/mokondo-ala-rent-a-girlfriend-1-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/mokondo-ala-rent-a-girlfriend-1.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>MC yang Mokondo (<a href="https://kiritonarukami.blog/2020/07/12/kanojo-okarishimasu-first-impression/">KiritoNarukumi</a>)</figcaption></figure>



<p>Logikanya, seorang MC bisa disukai banyak perempuan karena punya banyak kelebihan seperti yang sudah disebutkan di atas. Biasanya, penonton akan ikut dibuat bingung dalam memilih mana yang pada akhirnya pantas menjadi pasangan, bahkan bisa menjadi <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/menjual-waifu-ala-my-dress-up-darling/">waifu war</a></em>.</p>



<p>Namun,  MC di anime <em>Rent-a-Girlfriend </em>atau <em>Kanojo, Okarishimasu</em> ini rasanya benar-benar tidak memiliki apapun yang layak membuatnya <a href="https://whathefan.com/animekomik/dikelilingi-wanita-ala-anime/">dicintai oleh banyak perempuan sekaligus</a>. Ia lebih terlihat sebagai beban yang harusnya dijauhi oleh para perempuan.</p>



<p>Kazuya, menurut Penulis, bukan tipe protagonis yang <em>good-looking</em>. Ia juga merupakan mahasiswa yang tinggal di sebuah &#8220;kos&#8221; biasa tanpa pernah menunjukkan kelebihan, dengan latar keluarga yang juga biasa.</p>



<p>Apakah karena sifatnya yang baik? Tidak sama sekali. Dia bukan orang yang tegas, mampu berbohong dengan mudah, mesum karena kerap membayangkan hal kotor. Bahkan, ia bisa dibilang boros karena mengeluarkan uang hanya demi merental pacar.</p>



<p>Lantas, apa yang membuat karakter ini disukai oleh banyak perempuan? Hingga menonton dua musimnya, Penulis masih belum menemukan jawabannya. Bisa dibilang, ini adalah <em>plot hole </em>terbesar anime ini.</p>



<p>Dibandingkan dengan anime <em>Nisekoi</em>, sang MC Raku Ichijou bisa dibilang cukup tampan, sikapnya baik, dan ia merupakan anak dari kepala Yakuza. Perbedaan antara kedua karakter ini cukup jomplang.</p>



<p>Jika dibandingkan dengan MC dari anime harem lain pun, si Kazuya ini benar-benar terlihat tidak punya kelebihan sehingga terkesan mokondo. Apalagi, ia sangat hobi memuaskan hasrat seksualnya seorang diri menggunakan fantasinya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Konsep yang Sebenarnya Cukup Menarik</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/mokondo-ala-rent-a-girlfriend-3-1024x683.png" alt="" class="wp-image-6201" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/mokondo-ala-rent-a-girlfriend-3-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/mokondo-ala-rent-a-girlfriend-3-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/mokondo-ala-rent-a-girlfriend-3-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/mokondo-ala-rent-a-girlfriend-3.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Paling Sering Kencan dengan Chizuru (<a href="https://megajosh.medium.com/rent-a-girlfriend-review-another-show-so-much-more-than-its-name-48f17cfba627">Medium</a>)</figcaption></figure>



<p>Secara konsep, anime ini sebenarnya cukup menarik karena mengangkat tema rental pacar yang rasanya belum pernah ada sebelumnya. Fenomena rental pacar ini juga ada di kehidupan nyata. Tidak hanya di Jepang, di Indonesia pun sudah ada.</p>



<p>Namun, eksekusinya terasa kurang karena MC yang kurang menarik. Bagi Penulis, rasanya akan lebih menarik jika<em> </em>perspektif utama yang diambil dari sang pacar rental dalam menjalani pekerjaannya tersebut.</p>



<p>Mungkin sang mangaka dari <em>Rent-a-Girlfriend </em>memang sengaja membuat MC yang <em>clumsy </em>dan membuat penontonnya gregetan. Selain itu, penonton pun mau tidak mau jadi harus menonton hingga akhir untuk mengetahui pada akhirnya si MC akan memilih siapa.</p>



<p>Sejauh ini, Kazuya memang paling sering berkencan dengan Chizuru, walaupun Chizuru menjadi satu-satunya perempuan di anime ini yang belum menunjukkan ketertarikan ke Kazuya. </p>



<p>Namun, sepertinya anime ini akan berakhir <em>mainstream</em>, mereka berdua akan menjadi pasangan sungguhan. Penulis tidak membaca manganya karena memang kurang tertarik. Bahkan jika anime ini merilis <em>season </em>baru, entah Penulis akan menontonnya atau tidak. </p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 25 November 2022, terinspirasi setelah menonton <em>Rent-a-Girlfriend</em></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/mokondo-ala-rent-a-girlfriend/">Mokondo ala Rent-a-Girlfriend</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/mokondo-ala-rent-a-girlfriend/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hidup untuk Hari Ini</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/hidup-untuk-hari-ini/</link>
					<comments>https://whathefan.com/renungan/hidup-untuk-hari-ini/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2020 13:10:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[beban]]></category>
		<category><![CDATA[cemas]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[masa depan]]></category>
		<category><![CDATA[masa kini]]></category>
		<category><![CDATA[masa lalu]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[saat ini]]></category>
		<category><![CDATA[trauma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4134</guid>

					<description><![CDATA[<p>Terkadang dalam hidup ini, kita terlalu fokus pada dua hal: Masa lalu Masa depan Tak jarang masa lalu membebani kita di masa kini. Kejadian yang sudah berlalu ternyata bisa memengaruhi aktivitas kita sehari-hari. Beberapa contohnya antara lain: &#8220;Duh, aku dulu sering di-bully sama teman-teman sekolah, makanya sekarang jadi takut mau kenalan sama orang baru.&#8221; &#8220;Duh, aku [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/hidup-untuk-hari-ini/">Hidup untuk Hari Ini</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Terkadang dalam hidup ini, kita terlalu fokus pada dua hal:</p>
<ol>
<li>Masa lalu</li>
<li>Masa depan</li>
</ol>
<p>Tak jarang masa lalu membebani kita di masa kini. Kejadian yang sudah berlalu ternyata bisa memengaruhi aktivitas kita sehari-hari. Beberapa contohnya antara lain:</p>
<ul>
<li>&#8220;Duh, aku dulu sering di-<em>bully </em>sama teman-teman sekolah, makanya sekarang jadi takut mau kenalan sama orang baru.&#8221;</li>
<li>&#8220;Duh, aku dulu sering dipukul sama orangtua, makanya takut mau nikah karena takut anakku mengalami hal yang sama.&#8221;</li>
<li>&#8220;Duh, aku trauma karena dulu pernah diperkosa sama paman sendiri, makanya aku takut sama laki-laki.&#8221;</li>
</ul>
<p>Sebaliknya, masa depan kerap membuat kita merasa cemas. Seringkali, secara berlebihan. Kita taku akan sesuatu yang belum tentu akan terjadi di masa mendatang. Contohnya:</p>
<ul>
<li>&#8220;Duh, kalo aku sakit terus mati gimana, ya?&#8221;</li>
<li>&#8220;Duh, negara kok gini-gini amat ya, gimana caranya hidup ya?&#8221;</li>
<li>&#8220;Duh, kalo besok hasil tesku jelek gimana, ya?&#8221;</li>
</ul>
<p>Memikirkan dua hal ini sangat manusiawi. Penulis sampai detik ini juga masih sering melakukannya. Hanya saja, kalau terlalu berlebihan efeknya bisa berbahaya.</p>
<p><strong>Kita jadi lupa untuk menjalani hidup saat ini.</strong></p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Beban-beban di masa lalu (kerap bersifat traumatis) memang susah untuk diobati. Bahkan, seringkali membutuhkan uluran tangan profesional.</p>
<p>Hanya saja, sebisa mungkin jangan sampai kejadian-kejadian di masa lalu <strong>menghambat langkah kita untuk maju</strong>.</p>
<p>Jangan karena pernah diselingkuhi berkali-kali, kita jadi takut untuk jatuh cinta karena tidak mau tersakiti lagi.</p>
<p>Di sisi lain, mencemaskan masa depan sebenarnya bagus sebagai peringatan di sendiri agar diri kita lebih siap menghadapi situasi terburuk.</p>
<p>Hanya saja, <strong>kecemasan itu akan menjadi percuma</strong> kita kitanya malah rebahan sepanjang hari di saat sekarang.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Untuk itu, cobalah untuk <strong>menikmati hari ini</strong>, saat ini, detik ini. Rasakan bergulirnya waktu secara konsisten, menyadari bahwa kehadiran kita adalah sesuatu yang nyata.</p>
<p>Coba lupakan sejenak beban masa lalu dan kecemasan yang kerap menggantung di pikiran. Coba renungkan, apa yang bisa kita lakukan sekaran agar hari ini menjadi bermakna.</p>
<p>Coba tingkatkan kesadaran diri (<em>self-awareness</em>), selami batin demi lebih mengenal diri sendiri. Coba syukuri apapun yang selama ini terlewat dan terabaikan.</p>
<p>Coba lakukan itu semua, karena beban masa lalu dan kecemasan masa depan akan menjadi percuma, <strong>jika kita tidak hadir untuk saat ini.</strong></p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Kita semua berbeda. Ada yang hidupnya gitu-gitu aja, ada yang naik turun sekali, ada yang kerap mengalami kejadian luar biasa, ada yang sering merasa jenuh, dan lain sebagainya.</p>
<p>Kemampuan kita untuk menghadapi masalah pun berbeda-beda. Ada yang tangguh bagaikan karang di pantai, ada juga yang kurang bisa menghadapi masalah.</p>
<p>Yang manapun kita, tidak ada salahnya untuk menikmati hari ini, sepahit apapun. Pasti ada sisi positif dari suatu kejadian yang pernah, sedang, atau akan menimpa kita.</p>
<p>Berat? Pasti. Tapi bisa kok. Yuk, jalani hidup hari ini dengan semangat dan <a href="https://whathefan.com/karakter/jangan-lupa-bahagia/">jangan lupa bahagia</a>!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang,  17 November 2020, terinspirasi setelah membaca Bab 4 buku filsafat ringan yang judulnya panjang sekali itu.</p>
<p>Foto: <a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@seteph">Allef Vinicius</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/hidup-untuk-hari-ini/">Hidup untuk Hari Ini</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/renungan/hidup-untuk-hari-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Gitu Doang? Besaran Masalah Gue!&#8221;</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/gitu-doang-besaran-masalah-gue/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2020 04:26:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[beban]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[judgemental]]></category>
		<category><![CDATA[keluh]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[mengeluh]]></category>
		<category><![CDATA[menghakimi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3742</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika sedang ada masalah, apa yang biasa kita lakukan? Selain berusaha mencari solusi terbaiknya, kita juga kerap mencari teman curhat yang mau mendengarkan keluh kesah kita. Entah mengapa dengan bercerita, perasaan kita terasa lebih plong, seolah beban yang menggantung di pundak rasanya lumayan berkurang. Hanya saja, tidak mudah menemukan teman bercerita yang pas. Penulis sendiri merasa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/gitu-doang-besaran-masalah-gue/">&#8220;Gitu Doang? Besaran Masalah Gue!&#8221;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jika sedang ada masalah, apa yang biasa kita lakukan? Selain berusaha mencari solusi terbaiknya, kita juga kerap mencari teman curhat yang mau mendengarkan keluh kesah kita.</p>
<p>Entah mengapa dengan bercerita, perasaan kita terasa lebih <em>plong</em>, seolah beban yang menggantung di pundak rasanya lumayan berkurang.</p>
<p>Hanya saja, tidak mudah menemukan teman bercerita yang pas. Penulis sendiri merasa dirinya adalah <a href="https://whathefan.com/karakter/teman-cerita-yang-buruk/">teman bercerita yang buruk</a> karena beberapa hal.</p>
<p>Tapi Penulis meyakini satu hal. Teman bercerita yang baik adalah yang mau mendengarkan kita tanpa nge-<em>judge, </em>yang tidak pernah membandingkan masalah kita dengan masalahnya sendiri.</p>
<h3>Menghakimi Masalah Orang Lain</h3>
<p>Kita hidup di era di mana orang dengan mudahnya <a href="https://whathefan.com/karakter/kenapa-sih-harus-judgemental/">menghakimi orang lain</a> hanya berdasarkan satu pos di media sosial tanpa benar-benar tahu latar di belakangnya.</p>
<p>Padahal, kita tidak pernah benar-benar tahu kehidupan orang lain. Mereka punya sifat yang berbeda-beda, lingkungan yang beda, ketahanan mental yang beda, dan lain sebagainya.</p>
<p><div id="attachment_3743" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3743" class="size-large wp-image-3743" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/gitu-doang-besaran-masalah-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/gitu-doang-besaran-masalah-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/gitu-doang-besaran-masalah-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/gitu-doang-besaran-masalah-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/gitu-doang-besaran-masalah-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3743" class="wp-caption-text">Mendengar Masalah Orang Lain (<a class="o5rIVb irc_hol irc_lth" tabindex="0" href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=imgres&amp;cd=&amp;ved=2ahUKEwi_26-jj_HoAhVNXSsKHTevAHoQjB16BAgBEAM&amp;url=https%3A%2F%2Fnews.yahoo.com%2Fnews%2Fchris-matthews-kamala-harris-062616087.html&amp;psig=AOvVaw1ZYQtoJWdMoBQd5gSre3hj&amp;ust=1587269894826191" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwi_26-jj_HoAhVNXSsKHTevAHoQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Yahoo News</span></a>)</p></div></p>
<p>Begitupun ketika ada orang lain yang menceritakan masalahnya ke kita. Jangan sampai kita terlihat <strong>menyepelekan atau menggampangkan masalahnya</strong>, sesederhana apapun masalahnya.</p>
<p>Batas kemampuan orang untuk menghadapi masalah berbeda-beda. Ada yang sangat tangguh, ada yang lemah. Banyak faktor yang memengaruhi hal tersebut.</p>
<p>Selain itu, jangan diperparah dengan <strong>membandingkan masalah orang lain dengan masalah sendiri</strong> yang kita anggap jauh lebih berat. Contoh:</p>
<p><strong>A</strong>: <em>Gue stres berat nih sama kerjaan kantor, numpuk banget. Mana cicilan kredit belum bayar lagi.</em></p>
<p><strong>B</strong>: <em>Halah lebay lu, gitu doang ngeluh. Gue kemarin pulang kantor jam 2 pagi gara-gara disemprot sama si bos. Mana pacar gue lagi ngambek lagi.</em></p>
<p>Jika dihadapkan pada situasi seperti itu, jelas mental A yang sedang terpuruk akan semakin <em>down</em>. Ia pun akan malas untuk bercerita lagi dan memilih untuk memendam bebannya.</p>
<p>Bandingkan dengan contoh yang ada di bawah ini:</p>
<p><strong>A</strong>: <em>Gue stres berat nih sama kerjaan kantor, numpuk banget. Mana cicilan kredit belum bayar lagi.</em></p>
<p><strong>B</strong>: <em>Iya, kantor memang emang lagi berat nih. Kalau ada yang bisa gue bantu kabarin aja ya, asal gak pas gue repot pasti gue bantu kok!</em></p>
<p>Beda, bukan? Pada contoh kedua, terasa empati dari si pendengar tanpa perlu membandingkan masalahnya.</p>
<p>Bahkan, si pendengar menawarkan bantuan walau mungkin hanya sekadar basa-basi. Setidaknya, yang bersangkutan akan merasa dihargai.</p>
<p>Ilmu ini Penulis dapatkan melalui buku-buku seputar <em>mental health </em>yang akhir-akhir ini sering dibaca. Di Twitter juga sering muncul <em>tweet </em>yang senada.</p>
<p>Jangan sampai kita jadi orang yang terlalu over kompetitif hingga permasalahan hidup pun ingin lebih unggul.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Setiap orang pasti akan menghadapi masalahnya masing-masing dan terkadang harus mengeluhkan permasalahannya tersebut. Beda <em>privilege</em>, beda level permasalahannya.</p>
<p>Contoh, Jennie Blackpink mengeluh konsernya batal, sedangkan ojek online mengeluh karena pendapatannya berkurang drastis. Keduanya disebabkan oleh hal yang sama, virus Corona.</p>
<p>Oleh karena itu, jangan mudah menghakimi permasalahan orang lain dan menganggap masalah kita jauh lebih berat karena kita tidak pernah benar-benar mengetahui kondisi yang dialami oleh orang lain.</p>
<p>Kalau kita diminta menjadi pendengar, kita dengarkan ceritanya. Kalau diminta memberi saran, beri sesuai dengan kapasitas kita. Sesederhana itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>NB</strong>: Mengapa contoh menggunakan <em>gue lo</em>? Karena artikel berikutnya Penulis ingin membahas hal ini. <em>Stay tuned!</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 18 April 2020, terinspirasi karena merasa dirinya terkadang masih seperti itu</p>
<p>Foto: <a href="https://menwit.com/things-girls-hate-about-guys">Men Wit</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/gitu-doang-besaran-masalah-gue/">&#8220;Gitu Doang? Besaran Masalah Gue!&#8221;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Satu Kesalahan Saya Sebagai Pemimpin&#8230;</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/satu-kesalahan-saya-sebagai-pemimpin/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/satu-kesalahan-saya-sebagai-pemimpin/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Aug 2018 14:58:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[beban]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[kesalahan]]></category>
		<category><![CDATA[ketua]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>
		<category><![CDATA[sendiri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1080</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis masih belajar agar dapat menjadi pemimpin yang baik, setidaknya bagi diri penulis sendiri. Dulu, ketika masih menjabat sebagai ketua Karang Taruna, terdapat satu kesalahan di antara kesalahan-kesalahan lainnya yang menurut penulis paling fatal, dan itu menjadi pembelajaran yang baik untuk penulis. Apa itu? Memikul beban sendirian. Karena sifat perfeksionis yang dimiliki, penulis seringkali merasa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/satu-kesalahan-saya-sebagai-pemimpin/">Satu Kesalahan Saya Sebagai Pemimpin&#8230;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis masih belajar agar dapat menjadi pemimpin yang baik, setidaknya bagi diri penulis sendiri. Dulu, ketika masih menjabat sebagai ketua Karang Taruna, terdapat satu kesalahan di antara kesalahan-kesalahan lainnya yang menurut penulis paling fatal, dan itu menjadi pembelajaran yang baik untuk penulis. Apa itu?</p>
<p>Memikul beban sendirian.</p>
<p>Karena sifat perfeksionis yang dimiliki, penulis seringkali merasa tidak puas dengan kinerja anggota penulis. Selain itu, karena kurang telaten, penulis kerap mengerjakan tugas-tugas organisasi sendirian.</p>
<p>Jelas ini tidak sehat bagi organisasi. Oke, tugas organisasi memang selesai, tapi bagaimana dengan pengembangan anggota? Jika yang berpikir dan mengerjakan hanya ketua, lantas bagaimana anggotanya bisa belajar?</p>
<p>Ya, itu merupakan salah satu hal yang penulis sesali selama menjadi ketua Karang Taruna, dan penulis berusaha agar hal tersebut tidak terulang di kepengurusan selanjutnya. Caranya, ya mewanti-wanti agar jangan sampai ketua yang baru mengulangi kesalahan yang sama.</p>
<p>Akibat menanggung beban sendirian, penulis beberapa kali merasa kebingungan sendiri, merasa stres sendiri. Selain itu, teman-teman seangkatan penulis banyak yang sudah merintis karir di luar lingkungan, sehingga penulis merasa tidak ada tempat untuk melakukan <em>sharing</em>. Padahal, hal tersebut juga bisa dilakukan dengan angkatan yang lebih muda.</p>
<p>Memang, ada anggota yang pasif, ada yang aktif. Penulis rasa semua organisasi seperti itu. Yang seharusnya penulis lakukan adalah membagi apa yang penulis pikirkan tentang organisasi, terlepas apakah mereka memberikan respon atau tidak. Setidaknya, mereka akan memahami apa yang terjadi di organisasi.</p>
<p>Kesuksesan seorang pemimpin tidak hanya dilihat ketika mereka menjabat, tetapi apakah organisasi yang mereka pimpin bisa menjadi lebih baik ketika berganti kepemimpinan.</p>
<p>Semoga saja kesalahan yang penulis buat bisa diatasi oleh ketua yang baru. Tentu, dengan pendampingan dari penulis sendiri sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kesalahan yang pernah dibuat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 2 Agustus 2018, terinspirasi ketika melihat kepanitian 17an yang baru</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/satu-kesalahan-saya-sebagai-pemimpin/">Satu Kesalahan Saya Sebagai Pemimpin&#8230;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/satu-kesalahan-saya-sebagai-pemimpin/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
