Dikelilingi Wanita Ala Anime

Salah satu hal yang sering membuat saya kesal ketika melihat anime adalah ketika tokoh utamanya (laki-laki) disenangi oleh banyak wanita. Hal ini, menurut saya, adalah sesuatu yang susah terjadi di kehidupan nyata, apalagi jika bermodal tampang yang standar.

Baka to Test to Shoukanju dan Sakurasou no Pet na Kanojo menjadi contoh yang bagus dalam hal ini. Kedua karakter utama pada anime ini (Akihisa Yoshii pada Baka to Test; Sorata Kanda pada Sakurasou) sama-sama disukai oleh dua wanita (Mizuki Himaji dan Minami Shimada pada Baka to Test; Mashiro Shiina dan Nanami Aoyama pada Sakurasou).

Baka to Test (https://aminoapps.com/c/anime/page/item/baka-and-test/JJtM_Il3VgpkLW6eGrNjPX5zPWdg4N)

Pola lain adalah ketika tokoh utama dikelilingi oleh banyak wanita bukan dalam konteks percintaan. Amagi Brilliant Park dan Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku o menunjukkan hal tersebut, di mana banyaknya karakter pendukung wanita yang berada disekitar karakter laki-lakinya. Anime-anime seperti ini biasa dikategorikan sebagai anime harem, yang bisa membuat iri penontonnya.

Bahaya dari pola seperti ini menurut kacamata saya adalah membuat penontonnya terobsesi untuk dikelilingi wanita di kehidupan nyata. Mereka mungkin hanya bisa berfantasi bagaimana seandainya itu benar-benar terjadi karena memang sangat susah untuk merealisasikannya.

Lah, saya kan juga penonton anime, jomblo pula. Berarti saya juga berpikiran seperti itu?

Tidak, karena saya sudah dikeliling oleh banyak wanita. Tapi anak kecil, sama seperti Handa pada anime Barakamon yang dikelilingi Naru dan kawan-kawannya.

Barakamon (http://fuwafuwazone.blogspot.co.id/2015/01/review-anime-barakamon.html)

Sering menjadi panitia 17an membuat saya cukup dekat dengan anak-anak kecil di kampung saya. Baik laki-laki maupun perempuan akrab dengan saya, namun yang sering menempel pada saya adalah yang perempuan. Entah mengapa, tapi mungkin inilah penyebab saya sering disebut pedofil, padahal saya memang suka dengan anak-anak (bukan secara seksual).

Oleh karena itulah saya tidak pernah terobsesi untuk dikelilingi oleh banyak wanita hanya karena menonton anime. Justru saya merasa sebal karena anime-anime tersebut seolah-olah menjual mimpi. Bisa jadi, si pembuat anime tersebut hanya melampiaskan ketidaklakuannya di dunia nyata.

 

 

Lawang, 31 Januari 2018, setelah membantu tetangga yang baru saja berpulang ke Rahmatullah

Sumber Foto: https://wall.alphacoders.com/big.php?i=713508

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.