<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>manfaat Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/manfaat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/manfaat/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 17 Oct 2022 13:45:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>manfaat Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/manfaat/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Memperalat Orang Lain ala Classroom of the Elite</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/memperalat-orang-lain-ala-classroom-of-the-elite/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/memperalat-orang-lain-ala-classroom-of-the-elite/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Oct 2022 03:34:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[Classroom of the Elite]]></category>
		<category><![CDATA[kelas]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[memperalat]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5925</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sewaktu anime Classroom of the Elite diumumkan akan memiliki musim keduanya di tahun 2022 ini, teman kerja Penulis tampak begitu bersemangat dan merekomendasikan untuk menontonnya. Kebetulan, Vidio menyediakan anime ini, sehingga Penulis bisa coba maraton dari musim pertama. Karena ada kelas &#8220;classroom&#8221; di judulnya, Penulis mengira kalau anime ini memiliki genre slice of life yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/memperalat-orang-lain-ala-classroom-of-the-elite/">Memperalat Orang Lain ala Classroom of the Elite</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sewaktu anime <em><strong>Classroom of the Elite</strong> </em>diumumkan akan memiliki musim keduanya di tahun 2022 ini, teman kerja Penulis tampak begitu bersemangat dan merekomendasikan untuk menontonnya. </p>



<p>Kebetulan, Vidio menyediakan anime ini, sehingga Penulis bisa coba maraton dari musim pertama. Karena ada kelas &#8220;<em>classroom</em>&#8221; di judulnya, Penulis mengira kalau anime ini memiliki genre <em>slice of life</em> yang ringan, mungkin ada bumbu <em>romance</em>-nya. </p>



<p>Ternyata, anime ini justru lebih mengarah ke genre psikologi, genre yang sangat jarang (kalau tidak pernah) Penulis tonton. Penulis jadi berpikir, apakah ada orang yang sebegitunya memperalat orang lain demi kepentingannya?</p>





<h2 class="wp-block-heading">Sekolah yang Kelasnya Saling&#8230; Menjatuhkan?</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Classroom of the Elite Season 2 - Official Trailer | AniTV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/Bp2nNZPNegE?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><em>Classroom of the Elite </em>merupakan adaptasi dari sebuah <em>light novel</em>. Fokusnya adalah sebuah sekolah elit yang dibangun oleh pemerintah Jepang bernama <strong>Tokyo Metropolitan Advanced Nurturing School</strong>. Di sini, siswanya diberi kebebasan untuk meniru &#8220;kehidupan nyata&#8221;.</p>



<p><em>Main character </em>(MC) dari anime ini adalah <strong>Kiyotaka Ayanokōji</strong>, seorang laki-laki yang pendiam dan sederhana. Di awal anime, ia terlihat lebih suka menyendiri dan menghindari interaksi dengan orang lain. </p>



<p>Meskipun belung diungkap di animenya, tampaknya Kiyotaka adalah seseorang hasil uji lab seperti <a href="https://whathefan.com/animekomik/mencuri-panggung-ala-anya-forger-di-spy-x-family/">Anya dari <em>Spy x Family</em></a>. Untuk itu, ia memiliki sifat yang cenderung dingin, kecerdasan di atas rata-rata, dan kekuatan fisik yang luar biasa.</p>



<p>Kiyotaka masuk ke dalam kelas D, yang di mana dianggap sebagai kelas buangan. Konsep ini mirip dengan <a href="https://whathefan.com/animekomik/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom/">kelas E di anime <em>Assassination Classroom</em></a>. Hanya saja, hingga musim keduanya berakhir Penulis belum menemukan diskriminasi separah yang terjadi di <em>Assassination Classroom</em>.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/memperalat-orang-lain-ala-classroom-of-the-elite-1-1024x576.png" alt="" class="wp-image-6015" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/memperalat-orang-lain-ala-classroom-of-the-elite-1-1024x576.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/memperalat-orang-lain-ala-classroom-of-the-elite-1-300x169.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/memperalat-orang-lain-ala-classroom-of-the-elite-1-768x432.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/memperalat-orang-lain-ala-classroom-of-the-elite-1.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Dari Kiri: Kushida, Kiyotaka, Suzune (<a href="https://www.cbr.com/classroom-of-the-elite-season-2-episode-5-spoilers-sports-festival-struggles/">CBR</a>)</figcaption></figure>



<p>Kehidupan Kiyotaka sedikit berubah ketika berkenalan dengan teman kelasnya, yakni <strong>Suzune Horikita</strong> yang berambisi untuk menaikkan kelasnya dan <strong>Kikyō Kushida </strong>yang bermuka dua. Akan ada banyak intrik dari masing-masing individunya, baik dari kelas D sendiri maupun melawan kelas lainnya. </p>



<p>Walaupun judulnya saling bersaing, pada akhirnya terjalin aliansi antarkelas. Kelas D sohib dengan kelas B, sedangkan kelas C sempat menjalin hubungan dengan kelas A. Nah, di musim 1 dan 2, persaingan antara kelas C dan D sangat terasa.</p>



<p>Berbagai ujian (bukan ujian sekolah seperti pada umumnya) pun dilakukan oleh para siswa sekolah tersebut, di mana ujian tersebut bisa memengaruhi peringkat kelas. Perlu diingat, anggota kelas tidak bisa berubah, jadi semua murid satu kelas harus naik bersama-sama.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Jadilah Orang yang Bermanfaat, Bukan Memanfaatkan Orang</h2>



<p>Beberapa tahun yang lalu, Penulis sempat menulis sebuah artikel mengenai bisa <strong>bermanfaat untuk orang lain</strong> adalah salah satu definisi kesuksesan yang ingin didapatkan. Pembaca bisa membacanya melalui tautan di bawah ini:</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-whathefan wp-block-embed-whathefan"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="Nb4PIOUZzc"><a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/definisi-sukses-nomer-1-bermanfaat-bagi-orang-lain/">Definisi Sukses Nomer 1: Bermanfaat Bagi Orang Lain</a></blockquote><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted"  title="&#8220;Definisi Sukses Nomer 1: Bermanfaat Bagi Orang Lain&#8221; &#8212; Whathefan!" src="https://whathefan.com/pengembangan-diri/definisi-sukses-nomer-1-bermanfaat-bagi-orang-lain/embed/#?secret=Nb4PIOUZzc" data-secret="Nb4PIOUZzc" width="600" height="338" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe>
</div></figure>



<p>Selain itu, di dalam agama Islam pun ada sebuah hadis yang menyebutkan kalau <strong>sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain</strong>. Caranya pun tentu beragam, tergantung latar belakang, kemampuan, hingga kondisi kita masing-masing.</p>



<p>Oleh karena itu, meskipun <em>Classroom of the Elite </em>hanya sebuah karya fiksi, Penulis merasa tidak suka bagaimana karakter-karakter di anime ini memanfaatkan/memperalat orang lain hanya demi tujuan tertentu, yang kebanyakan demi dirinya sendiri atau kelompoknya.</p>



<p><strong>Ryuen Kakeru </strong>dari kelas C memperalat semua teman kelasnya demi ambisinya. Bahkan Kiyotaka yang jadi MC juga banyak memperalat orang seperti Horikita, dan yang paling parah, <strong>Kei Karuizawa</strong> yang harus mendapatkan siksaan dari kelas C demi rencana Kiyotaka (meskipun pada akhirnya Kiyotaka datang untuk menyelamatkannya). </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/memperalat-orang-lain-ala-classroom-of-the-elite-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6016" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/memperalat-orang-lain-ala-classroom-of-the-elite-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/memperalat-orang-lain-ala-classroom-of-the-elite-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/memperalat-orang-lain-ala-classroom-of-the-elite-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/memperalat-orang-lain-ala-classroom-of-the-elite-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Kei Diperalat Sampai Sebegininya (<a href="https://youtu.be/zhMHe40pJr4">YouTube</a>)</figcaption></figure>



<p>Manusia jelas tidak bisa hidup sendirian dan membutuhkan orang lain, sehingga konsep &#8220;memanfaatkan&#8221; orang lain sebenarnya lumrah dilakukan. Memanfaatkan kenalan untuk membantu kita itu boleh dan wajar untuk dilakukan, karena relasi memang penting.</p>



<p>Hanya saja, seperti yang tergambarkan di anime ini, terkadang ada beberapa kasus yang <strong>menyusahkan orang yang dimanfaatkan</strong> karena dilakukan dengan berlebihan. Jika kita dimanfaatkan dengan begitu buruknya, tentu kita juga akan merasa kesal, bukan? (Kecuali kalau <a href="https://whathefan.com/rasa/jangan-jadi-bucin/">lagi bucin</a> seperti karakter Kei di sini).</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Bagi Penulis, <em>Classroom of the Elite </em>adalah anime yang <em>so-so</em>. Bagus enggak, jelek juga enggak. Kualitas animasinya standar. Kiyotaka yang bergerak dalam diam membuat ceritanya terkadang memiliki <em>plot twist</em>, walaupun tidak sampai membuat terkejut.</p>



<p>Kalau kata teman Penulis, adaptasi animenya terlalu menonjolkan dada para karakter perempuannya. Padahal, di versi <em>light novel</em>-nya tidak sebegitunya. Mungkin para kreator animenya ingin memberikan sedikit <em>fans service </em>untuk para penonton.</p>



<p>Selain itu, Penulis juga memiliki kekhawatiran kalau sosok Kiyotaka akan jadi &#8220;panutan&#8221; para penontonnya dan ingin memperalat orang lain demi kepentingannya sendiri. Bagi Penulis, dalam kehidupan nyata seharusnya kita yang bermanfaat untuk orang lain.</p>



<p><em>Classroom of the Elite </em>akan memiliki musim ketiganya yang akan tayang pada tahun 2023. Apakah Penulis akan menontonnya? Mengingat Penulis adalah tipe yang &#8220;tuntaskan apa yang sudah kau mulai&#8221;, kemungkinan jawabannya adalah iya.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 15 September 2022, terinspirasi setelah merasa pentingnya untuk bisa menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain</p>



<p>Foto: <a href="https://www.kaorinusantara.or.id/newsline/182096/ayo-nonton-classroom-of-the-elite-versi-dubbing-indonesia">KAORI Nusantara</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/memperalat-orang-lain-ala-classroom-of-the-elite/">Memperalat Orang Lain ala Classroom of the Elite</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/memperalat-orang-lain-ala-classroom-of-the-elite/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menjadi Keberadaan yang Dibutuhkan Orang Lain</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/menjadi-keberadaan-yang-dibutuhkan-orang-lain/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 May 2019 15:40:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[ada]]></category>
		<category><![CDATA[berubah]]></category>
		<category><![CDATA[butuh]]></category>
		<category><![CDATA[keberadaan]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[tiada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2377</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis kerap berbagi seputar Karang Taruna yang pernah dipimpin. Melalui tulisan-tulisan tersebut, penulis ingin menyebarkan semangat untuk membangun lingkungan kita tinggal dimulai dari hal yang terkecil. Pada tulisan Kenapa Menghabiskan Waktu untuk Karang Taruna? penulis sudah menjabarkan beberapa alasan mengapa penulis melakukannya. Tapi ketika direnungi sekali lagi, ada satu alasan lain. Penulis merasa keberadaannya dibutuhkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/menjadi-keberadaan-yang-dibutuhkan-orang-lain/">Menjadi Keberadaan yang Dibutuhkan Orang Lain</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis kerap berbagi seputar Karang Taruna yang pernah dipimpin. Melalui tulisan-tulisan tersebut, penulis ingin menyebarkan semangat untuk membangun lingkungan kita tinggal dimulai dari hal yang terkecil.</p>
<p>Pada tulisan <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/kenapa-menghabiskan-waktu-untuk-karang-taruna/">Kenapa Menghabiskan Waktu untuk Karang Taruna?</a> penulis sudah menjabarkan beberapa alasan mengapa penulis melakukannya.</p>
<p>Tapi ketika direnungi sekali lagi, ada satu alasan lain. Penulis merasa <strong>keberadaannya dibutuhkan oleh orang lain</strong>.</p>
<h3>Ada yang Sama dengan Tiada</h3>
<p><div id="attachment_2382" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2382" class="size-large wp-image-2382" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/05/pribadi-yang-dibutuhkan-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/05/pribadi-yang-dibutuhkan-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/05/pribadi-yang-dibutuhkan-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/05/pribadi-yang-dibutuhkan-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/05/pribadi-yang-dibutuhkan-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2382" class="wp-caption-text">Rindu Sekolah? (<a href="https://unsplash.com/@flpschi">Feliphe Schiarolli</a>)</p></div></p>
<p>Penulis termasuk orang yang masa sekolahnya biasa saja. Bisa dibilang, penulis tidak pernah merasa rindu dengan masa-masa sekolah seperti kebanyakan orang.</p>
<p>Mungkin, salah satu alasannya adalah karena tidak memiliki teman yang benar-benar dekat. Ada sih teman SMP yang dekat, tapi itupun karena kami tinggal di satu kompleks yang sama. Untunglah seperti itu.</p>
<p>Ketika insomnia, penulis sering teringat ke masa lalu. Sedihnya, lebih banyak hal buruk yang melintas di ingatan penulis. Salah satu yang paling sering adalah betapa <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/untuk-kamu-yang-merasa-terbuang/"><strong>tidak dianggapnya keberadaan penulis</strong></a>.</p>
<p>Dengan kata lain, penulis merasa <strong>ada dan tidak adanya</strong> diri penulis di suatu lingkungan itu <strong>sama saja</strong>. Teman-teman sekolah penulis tidak akan menyadari ketiadaan penulis. Istilah lainnya, penulis hanyalah <strong>pelengkap </strong>kelas.</p>
<p>Pada waktu itu, penulis tidak terlalu mempedulikan hal tersebut karena pada dasarnya penulis merupakan orang introvert yang lebih betah sendirian di rumah. Bahkan, termasuk yang susah untuk diajak main.</p>
<p>Akan tetapi, ketika beranjak dewasa, penulis merasakan adanya sedikit penyesalan, terutama ketika melihat teman-teman sekolah bisa berkumpul di antara mereka untuk reuni kecil-kecilan.</p>
<p>Berkumpul dengan teman-teman lama seperti itu nampaknya hampir mustahil terjadi kepada diri penulis, kecuali ada <strong>perubahan</strong>.</p>
<h3>Berubah Dimulai dari Diri Sendiri</h3>
<p><div id="attachment_2381" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2381" class="size-large wp-image-2381" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/05/pribadi-yang-dibutuhkan-2-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/05/pribadi-yang-dibutuhkan-2-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/05/pribadi-yang-dibutuhkan-2-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/05/pribadi-yang-dibutuhkan-2-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/05/pribadi-yang-dibutuhkan-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2381" class="wp-caption-text">Berubah (<a href="https://unsplash.com/@rossf">Ross Findon</a>)</p></div></p>
<p>Pada waktu kuliah, penulis mencoba untuk lebih membuka diri. Hasilnya, penulis bisa berteman dengan lebih baik, setidaknya dari kacamata penulis sendiri.</p>
<p>Penulis berusaha menjaga relasi baik dengan mereka, sesuatu yang tidak penulis lakukan di masa sekolah. Hal ini membuktikan, bahwa <strong>perubahan</strong> memang harus dilakukan <strong>dari diri sendiri terlebih dahulu</strong>.</p>
<p>Selain itu, penulis percaya dengan yang namanya hukum kasualitas, <strong>semua akibat berawal dari sebuah atau beberapa sebab</strong>. Segala hal yang terjadi memiliki pemicunya, bukan terjadi karena secara acak.</p>
<p>Bisa jadi, penulis mendapatkan perlakukan buruk karena penulis <strong>pernah memperlakukan orang lain secara buruk pula</strong>. Bisa jadi, penulis merasa tidak dianggap keberadaannya karena pernah <strong>tidak menganggap keberadaan orang lain juga</strong>.</p>
<p>Hanya merutuk diri sendiri dan menyesali masa lalu tidak akan membawa dampak apa-apa. Lebih baik, berfokus dengan apa yang bisa kita perbaiki saat ini agar kejadian-kejadian tersebut tidak terulang di masa depan.</p>
<p>Salah satu cara yang bisa menopang perubahan tersebut adalah dengan membuang segala <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/satu-hari-untuk-pikiran-negatif/"><strong>pikiran negatif</strong></a> yang tidak diperlukan dan hanya berdasarkan asumsi semata.</p>
<p>Contoh, melihat foto teman-teman lama sedang berkumpul, tak perlu berpikir &#8220;kok aku enggak diajak ya, apa mereka benci sama aku&#8221;. Mungkin kita memang tidak terlalu dekat dengan mereka, sehingga lebih baik tidak usah terlalu dipikirkan.</p>
<p>Alangkah lebih baik jika kita memiliki inisiatif untuk membuat acara sendiri dengan teman-teman dekat tanpa diiringi perasaan ingin balas dendam. Kalau niatnya buruk seperti itu, kita hanya akan menambah dosa yang tidak perlu.</p>
<h3>Menjadi Keberadaan yang Dibutuhkan Orang Lain</h3>
<p>Mungkin penulis merasa senang menjadi <strong>keberadaan yang dibutuhkan orang lain</strong> karena pernah merasakan pahitnya tidak dianggap oleh orang lain.</p>
<p>Ketika merasa dibutuhkan, penulis akan berusaha untuk memberikan yang terbaik, entah menjadi <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/bukan-pendengar-yang-baik/">pendengar dengan penuh empati</a>, entah menyisihkan tenaga untuk membantu semaksimal mungkin, atau hal-hal lain yang bisa bermanfaat untuk orang lain.</p>
<p>Daripada memikirkan orang-orang yang tidak peduli dengan kita, lebih baik kita mencurahkan diri untuk orang-orang yang berarti dalam hidup ini, yang menyayangi kita, dan mungkin membutuhkan bantuan kita.</p>
<p>Dengan demikian, kita bisa menjadi <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/definisi-sukses-nomer-1-bermanfaat-bagi-orang-lain/">pribadi yang bermanfaat untuk orang lain</a>, bahkan bagi lingkungan sekitar kita. Kita bisa menjadi keberadaan yang dibutuhkan oleh orang lain.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 18 Mei 2019, terinspirasi setelah merenungi masa-masa lalu yang penuh dengan kesuraman</p>
<p>Foto: <a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@emotional_discord">J W</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/menjadi-keberadaan-yang-dibutuhkan-orang-lain/">Menjadi Keberadaan yang Dibutuhkan Orang Lain</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa Kita Harus Gemar Membaca?</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/mengapa-kita-harus-gemar-membaca/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/mengapa-kita-harus-gemar-membaca/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Oct 2018 10:12:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[membaca]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1506</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis tak pernah mengingkari bahwa dirinya adalah seorang kutu buku yang betah membaca selama berjam-jam, terutama jika bertemu dengan buku yang cocok. Sejak kecil, penulis sudah gemar membaca buku-buku ilmu pengetahuan seperti seri Aku Ingin Tahu dan komik biografi tokoh-tokoh terkenal. Penulis juga suka membaca buku-buku tentang luar angkasa dan bumi, termasuk atlas dan menghafal ibukota negara. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/mengapa-kita-harus-gemar-membaca/">Mengapa Kita Harus Gemar Membaca?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis tak pernah mengingkari bahwa dirinya adalah seorang kutu buku yang betah membaca selama berjam-jam, terutama jika bertemu dengan buku yang cocok.</p>
<p>Sejak kecil, penulis sudah gemar membaca buku-buku ilmu pengetahuan seperti seri <strong>Aku Ingin Tahu</strong> dan komik biografi tokoh-tokoh terkenal. Penulis juga suka membaca buku-buku tentang <a href="http://whathefan.com/tokohsejarah/stephen-hawking-dan-perenungan-alam-semesta/">luar angkasa</a> dan bumi, termasuk atlas dan menghafal ibukota negara.</p>
<p>Karena merasa mendapatkan banyak manfaat, penulis pun mendorong orang-orang di sekitar penulis untuk rajin membaca. Tak apa mulai dari yang ringan-ringan, asalkan mulai membiasakan diri untuk membaca.</p>
<p>Untuk lebih menyemangati para pembaca untuk membiasakan budaya membaca, penulis akan memberikan setidaknya lima manfaat yang didapat dengan membaca. Semua manfaat ini sudah penulis alami sendiri.</p>
<ol>
<li><strong>Memperluas Cakrawala Pengetahuan Kita</strong></li>
</ol>
<p>Apakah semua buku bisa menambah wawasan kita sebagai pembaca? Penulis rasa hampir semua genre buku memberikan manfaat dengan cara yang berbeda-beda.</p>
<p>Ambil contoh novel. Setidaknya, kita bisa mempelajari bagaimana penulisan cerita, pembuatan karakter tokoh dan menyusun alur cerita dari novel yang kita baca.</p>
<p><div id="attachment_1508" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1508" class="size-large wp-image-1508" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Wawasan-1024x694.jpeg" alt="" width="1024" height="694" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Wawasan-1024x694.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Wawasan-300x203.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Wawasan-768x521.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Wawasan-356x241.jpeg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Wawasan.jpeg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1508" class="wp-caption-text">via wearefuturegov.com</p></div></p>
<p>Penulis banyak mempelajari gaya penulisan penulis lain sebelum menulis novel karangan sendiri (<a href="http://whathefan.com/category/leon-dan-kenji-buku-1/">Leon dan Kenji</a> dan <a href="http://whathefan.com/category/distopia-bagi-kia/">Distopia Bagi Kia</a>). Inspirasi juga bisa datang dari novel-novel tersebut.</p>
<p>Bagaimana dengan buku non-fiksi? Jangan ditanya. Buku pengembangan diri, motivasi, hingga sejarah selalu memiliki poin-poin yang akan menambah pengetahuan kita.</p>
<p>Dengan luasnya wawasan, kita pun menjadi punya topik pembicaraan untuk didiskusikan dengan orang lain.</p>
<ol start="2">
<li><strong>Pemanfaatan Waktu yang Lebih Baik</strong></li>
</ol>
<p>Daripada <em>scroll </em>media sosial (medsos) terus menerus padahal sudah merasa bosan, mengapa tidak mengalokasikannya untuk membaca buku?</p>
<p><div id="attachment_1512" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1512" class="wp-image-1512 size-large" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Waktu-1024x683.jpg" alt="" width="1024" height="683" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Waktu-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Waktu-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Waktu-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Waktu-356x237.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Waktu.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1512" class="wp-caption-text">via martinamcgowan.com</p></div></p>
<p>Sesekali memang perlu melihat apa yang sedang ramai dibicarakan, dan medsos menyedikan informasi tersebut. Akan tetapi, coba dibandingkan, lebih banyak mana yang kita lihat ketika sedang berselancar di dunia nyata? Informasi penting atau receh?</p>
<p>Membaca buku penulis anggap sebagai aktivitas produktif dengan alasan-alasan yang penulis bahas di sini. Kecuali kita memiliki aktivitas lain yang tak kalah produktif, penulis sangat menyarankan untuk banyak-banyak membaca di kala senggang.</p>
<ol start="3">
<li><strong>Meningkatkan Kemampuan Menulis</strong></li>
</ol>
<p>Mayoritas penulis buku kemungkinan besar juga memiliki hobi membaca. Karya orang lain yang ia baca mendorongnya untuk melakukan hal yang sama.</p>
<p>Contoh kecilnya, ketika anggota <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/kelahiran-gen-x-swi/">Gen X SWI</a> membaca novel buatan penulis, mereka berkata jadi ingin ikut menulis cerita. Ya, walaupun nampaknya hal tersebut hanya menjadi wacana semata.</p>
<p><div id="attachment_1511" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1511" class="size-large wp-image-1511" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Tulis-1024x692.jpg" alt="" width="1024" height="692" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Tulis-1024x692.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Tulis-300x203.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Tulis-768x519.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Tulis-356x241.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Tulis.jpg 1750w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1511" class="wp-caption-text">via thesaleslion.com</p></div></p>
<p>Kalau ingin melihat contoh dalam skala yang lebih besar, tengoklah para pendiri bangsa ini. Mulai Soekarno, Bung Hatta, hingga Tan Malaka merupakan kutu buku yang bisa menghasilkan banyak buku.</p>
<p>Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, membaca dapat merangsang otak kita untuk mempelajari bagaimana cara menulis yang baik dan dapat memikat pembaca.</p>
<ol start="4">
<li><strong>Mengembangkan Daya Imajinasi</strong></li>
</ol>
<p>Apa perbedaan terbesar antara menonton film dan membaca buku? Orang yang menonton film akan menyaksikan imajinasi sang sutradara, sedangkan orang yang membaca buku akan menafsirkan apa yang ia baca sesuai dengan imajinasinya.</p>
<p><div id="attachment_1509" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1509" class="wp-image-1509 size-large" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Imajinasi-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Imajinasi-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Imajinasi-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Imajinasi-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Imajinasi-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Imajinasi.jpg 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1509" class="wp-caption-text">via trustmeilie.files.wordpress.com</p></div></p>
<p>Terbiasa berimajinasi tentu mengasah kemampuan kita melakukan hal yang sama. Lantas apa gunanya memiliki daya imajinasi yang luas?</p>
<p>Ia akan membuat kita menjadi insan yang kreatif. Menurut studi, imajinasi juga bisa meningkatkan kemampuan memori otak.</p>
<ol start="5">
<li><strong>Termotivasi</strong></li>
</ol>
<p>Ini yang paling sering penulis alami. Terkadang baru membaca judulnya saja sudah membuat penulis merasa bersemangat untuk segera melakukan hal-hal yang baik.</p>
<p><div id="attachment_1510" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1510" class="size-large wp-image-1510" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Motivasi-1024x681.jpg" alt="" width="1024" height="681" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Motivasi-1024x681.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Motivasi-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Motivasi-768x511.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Motivasi-356x237.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Motivasi.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1510" class="wp-caption-text">via rockmyrun.files.wordpress.com</p></div></p>
<p>Motivasi dalam diri itu seperti baterai pada <em>smartphone</em>, ia harus dicas agar kembali terisi penuh. Salah satu caranya adalah dengan membaca buku, terutama buku yang memberi banyak hal-hal bermanfaat seperti buku-buku pengembangan diri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 20 Oktober 2018, terinspirasi setelah melihat manfaat dari membaca</p>
<p>Photo by <a href="https://unsplash.com/photos/k2Kcwkandwg?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Christin Hume</a> on <a href="https://unsplash.com/search/photos/books?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/mengapa-kita-harus-gemar-membaca/">Mengapa Kita Harus Gemar Membaca?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/mengapa-kita-harus-gemar-membaca/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Untuk Apa Viral?</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/untuk-apa-viral/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/untuk-apa-viral/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Aug 2018 14:47:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[challenge]]></category>
		<category><![CDATA[kebaikan]]></category>
		<category><![CDATA[konyol]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[unfaedah]]></category>
		<category><![CDATA[viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1108</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ya biar terkenal mas. Ya biar ikut apa yang lagi tren mas. Ya ikut-ikutan aja mas. Ya biar enggak dibilang ketinggalan jaman mas. Ya biar keren mas. Ya biar gaul mas. Ya biar nyambung kalau diajak ngobrol sama temen mas. Mari tarik nafas sejenak, membuang segala keruwetan yang ada di dalam benak kita. Isu ini [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/untuk-apa-viral/">Untuk Apa Viral?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ya biar terkenal mas. Ya biar ikut apa yang lagi tren mas. Ya ikut-ikutan aja mas. Ya biar enggak dibilang ketinggalan jaman mas. Ya biar keren mas. Ya biar gaul mas. Ya biar nyambung kalau diajak ngobrol sama temen mas.</p>
<p>Mari tarik nafas sejenak, membuang segala keruwetan yang ada di dalam benak kita. Isu ini seringkali diangkat oleh beberapa orang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan karakter terutama terhadap generasi muda.</p>
<p>Menjadi viral tidaklah salah sama sekali. Yang menjadi masalah adalah bagaimana kita menjadi viral. Yang salah bukan <strong>tujuan</strong> untuk menjadi viralnya, melainkan <strong>bagaimana</strong> kita menjadi viral. Prosesnya, bukan hasilnya.</p>
<p><strong>Challenge Unfaedah</strong></p>
<p>Coba kita perhatikan di sekitar kita dan media sosial. Salah satu yang sering menjadi viral adalah dengan mengikuti tantangan atau <em>challenge</em> yang sedang viral. Dengan kata lain, kita (berusaha) menjadi viral dengan mengikuti apa yang menjadi viral.</p>
<p>Apa salahnya dengan mengikuti berbagai <em>challenge </em>yang tengah populer? Menurut penulis, bukan salah, melainkan kurang bermanfaat alias unfaedah. Ada yang menyiram diri dengan air es/air panas, ada yang menari-nari, dan lain sebagainya. Tak jarang aksi viral ini memakan korban, termasuk nyawa.</p>
<p><div id="attachment_1111" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1111" class="size-large wp-image-1111" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/hot-water-challenge-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/hot-water-challenge-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/hot-water-challenge-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/hot-water-challenge-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/hot-water-challenge-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/hot-water-challenge.jpg 1832w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1111" class="wp-caption-text">Korban Viral (https://www.health.com/condition/skin-conditions/hot-water-challenge)</p></div></p>
<p>Andai saja gerakan seperti #satuminggusatubukuchallenge bisa seviral itu, tentu lebih banyak membawa kebaikan terlebih kepada yang menjalankan. Bayangkan #bersedekahchallenge bisa menjadi tren, tentu banyak orang yang merasakan manfaatnya.</p>
<p>Seandainya saja hal-hal yang memiliki manfaat bisa seviral hal-hal yang unfaedah, tentu menjadi viral akan banyak memberikan kebaikan bagi kita semua</p>
<p><strong>Bertindak Konyol</strong></p>
<p>Apakah ada anak yang berprestasi menjadi viral? Ada, tapi <em>hype</em>-nya cuma sebentar. Mereka kalah dengan anak-anak yang melakukan hal-hal konyol dan lucu bagi beberapa orang.</p>
<p>Deddy Corbuzier, ketika diundang Boy William ke channel YouTubenya, mengatakan bahwa acara Hitam Putih miliknya tidak akan mengundang anak-anak seperti itu. Deddy sadar bahwa mereka tidak pantas untuk diviralkan.</p>
<p>Sebagai bukti anak berprestasi kalah dengan anak yang bertindak konyol, coba adakan survei kecil-kecilan, siapa yang diketahui orang, terutama generasi muda, lebih banyak, Joey Alexander atau Nurrani. Pembaca mungkin sudah bisa menduga jawabannya.</p>
<p><div id="attachment_1109" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1109" class="size-large wp-image-1109" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/ef5ead6c24bf79ac3417b3c7a10b4c08594e2bcc_2880x1620-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/ef5ead6c24bf79ac3417b3c7a10b4c08594e2bcc_2880x1620-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/ef5ead6c24bf79ac3417b3c7a10b4c08594e2bcc_2880x1620-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/ef5ead6c24bf79ac3417b3c7a10b4c08594e2bcc_2880x1620-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/ef5ead6c24bf79ac3417b3c7a10b4c08594e2bcc_2880x1620-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/ef5ead6c24bf79ac3417b3c7a10b4c08594e2bcc_2880x1620.jpg 1200w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1109" class="wp-caption-text">Anak Berpresentasi (https://www.ted.com/talks/joey_alexander_an_11_year_old_prodigy_performs_old_school_jazz?language=id)</p></div></p>
<p>Mungkin sudah sifat alamiah manusia tidak terlalu menggemari <em>good news</em>. Bahkan di kalangan jurnalistik sudah terkenal istilah <em>bad news is a good news,</em> walaupun beberapa kalangan menganggap idiom tersebut sudah tidak berlaku lagi.</p>
<p>Apakah benar? Yang bisa menjawab hanyalah kita yang menentukan kabar atau berita mana yang menjadi viral, karena media pun harus mengikuti pasar.</p>
<p><strong>Apa yang Bisa Kita Lakukan</strong></p>
<p>Sekali lagi, tidak ada yang salah jika kita ingin viral. Yang salah adalah bagaimana kita menjadi viral. Semisal pembaca ingin viral berkat prestasinya, tentu hal tersebut akan penulis dukung 100%.</p>
<p>Jika kita tidak ingin menjadi viral namun prihatin dengan kondisi yang ada sekarang, terdapat beberapa hal kecil yang dapat kita lakukan, dimulai dari lingkungan kita.</p>
<p>Pertama, tidak ikut-ikutan <em>challenge </em>yang unfaedah. Biarlah mereka yang ingin terkenal dengan cepat melakukannya. Toh, selama ini yang viral-viral juga cepat hilang. Apa yang mudah didapatkan bisanya mudah terlepas.</p>
<p>Kedua, saling mengingatkan. Jika ada teman yang berlebihan demi menjadi viral, ingatkanlah bahwa banyak hal yang lebih berguna daripada menjadi terkenal dengan melakukan hal-hal konyol. Jika ia tidak menghiraukan teguran kita, ya sudah, yang penting kita sudah berusaha.</p>
<p>Ketiga, berusaha menyebarkan kebaikan sekecil apapun bentuknya. Penulis dengan blog ini berusaha melakukan itu. Meskipun <em>view</em>-nya hanya sekitar 100 per hari, penulis tetap bersemangat untuk menyebarkan kebaikan dengan pikiran-pikiran penulis.</p>
<p><div id="attachment_1112" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1112" class="size-large wp-image-1112" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/photo-1528588641076-3fe42e01df36-edit-1024x700.jpg" alt="" width="1024" height="700" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/photo-1528588641076-3fe42e01df36-edit-1024x700.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/photo-1528588641076-3fe42e01df36-edit-300x205.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/photo-1528588641076-3fe42e01df36-edit-768x525.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/photo-1528588641076-3fe42e01df36-edit-356x243.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/photo-1528588641076-3fe42e01df36-edit.jpg 1031w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1112" class="wp-caption-text">Sebar Kebaikan (https://unsplash.com/photos/JYiADe-xsDw)</p></div></p>
<p>Salah satu anggota Karang Taruna Gen X SWI bernama Ekky memiliki ide seperti ini:</p>
<p style="text-align: center;"><em>&#8220;Bagaimana jika kita bikin konten-konten yang positif, terus kita sebarkan kebaikan tersebut lewat media sosial? Tidak perlu lewat media sosialnya Karang Taruna, tapi melalu masing-masing media sosial milik anggota.&#8221;</em></p>
<p>Semangat menggunakan media sosial sebagai wadah untuk menyebarkan kebaikan patut diapresiasi dan didukung. Semoga saja makin banyak generasi muda yang memiliki pola pikir seperti ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 5 Agustus 2018, terinspirasi dari kiriman Nia dan ajakan Ekky di grup Kelompok Bermain</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://unsplash.com/photos/Eb40vRVVifQ">https://unsplash.com/photos/Eb40vRVVifQ</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/untuk-apa-viral/">Untuk Apa Viral?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/untuk-apa-viral/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
