<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pengalaman Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/pengalaman/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/pengalaman/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Jul 2024 11:29:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>pengalaman Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/pengalaman/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Terlalu Fokus Investasi Sampai Lupa Mengembangkan Diri Sendiri</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/terlalu-fokus-investasi-sampai-lupa-mengembangkan-diri-sendiri/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/terlalu-fokus-investasi-sampai-lupa-mengembangkan-diri-sendiri/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jun 2024 08:39:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[skill]]></category>
		<category><![CDATA[value]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7462</guid>

					<description><![CDATA[<p>Belakangan ini, tren investasi di kalangan generasi muda semakin naik. Bukan lagi instrumen &#8220;lawas&#8221; seperti emas dan properti, melainkan berbagai instrumen yang menggunakan platform digital seperti reksadana, saham, hinggai cryptocurrency. Di satu sisi, investasi itu menjadi hal yang sangat penting dengan banyak tujuan, entah memutar uang agar menjadi lebih banyak, tabungan masa tua, dan lain [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/terlalu-fokus-investasi-sampai-lupa-mengembangkan-diri-sendiri/">Terlalu Fokus Investasi Sampai Lupa Mengembangkan Diri Sendiri</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Belakangan ini, tren investasi di kalangan generasi muda semakin naik. Bukan lagi instrumen &#8220;lawas&#8221; seperti emas dan properti, melainkan berbagai instrumen yang menggunakan platform digital seperti reksadana, saham, hinggai <em>cryptocurrency</em>.</p>



<p>Di satu sisi, investasi itu menjadi hal yang sangat penting dengan banyak tujuan, entah memutar uang agar menjadi lebih banyak, tabungan masa tua, dan lain sebagainya. Penulis sendiri telah mencoba beberapa instrumen investasi.</p>



<p>Di sisi lain, banyak yang salah kaprah tentang investasi dan meniatkannya hanya sebagai cara untuk kaya dengan instan. Banyak orang-orang yang hanya FOMO dan ikut-ikutan tanpa benar-benar memahami instrumen yang mereka investasikan. </p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner.jpg 1280w " alt="Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/olahraga/kepingan-puzzle-terakhir-untuk-messi-telah-lengkap/">Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Pengalaman Investasi Penulis</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/terlalu-fokus-investasi-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7471" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/terlalu-fokus-investasi-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/terlalu-fokus-investasi-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/terlalu-fokus-investasi-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/terlalu-fokus-investasi-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Tren Saham META Lima Tahun Terakhir </figcaption></figure>



<p>Penulis ingin berbagi sedikit tentang investasi yang pernah dicoba, meskipun tidak banyak. Cerita ini bukan rekomendasi ataupun anjuran, hanya berbagi pengalaman saja mana yang berhasil cuan mana yang boncos.</p>



<p>Investasi pertama yang pernah Penulis coba adalah<strong> emas digital </strong>menggunakan platform <strong>Tokopedia</strong>. Emas adalah instrumen yang relatif aman, sehingga Penulis berhasil cuan setelah &#8220;menyimpannya&#8221; cukup lama.</p>



<p>Setelah itu, Penulis berusaha merambah ke investasi lain karena merasa pergerakan emas cukup lambat. Ada dua instrumen yang Penulis pilih, yakni <strong>reksadana </strong>dan <strong>saham</strong>. Untuk reksadana Penulis memilih <strong>Bibit</strong>, sedangkan saham memilih <strong>Ajaib</strong>.</p>



<p>Untuk yang belum tahu, secara sederhana beda dari saham dan reksadana adalah jika di saham kita memilih sendiri saham apa yang dibeli dan kapan membelinya, maka di reksadana kita akan menyerahkan dana kita ke manajer investasi untuk dikelola. </p>



<p>Di Bibit, ada tiga jenis reksadana, yakni <strong>Reksadana Pasar Uang</strong>, <strong>Obligasi</strong>, dan <strong>Saham</strong>. Untuk alokasinya, Penulis saat ini membaginya 38% di Pasar Uang, 47% di Obligasi, dan 15% di Saham. Selain Saham yang boncos, dua jenis lainnya berhasil mendatangkan cuan.</p>



<p>Untuk saham di Ajaib, Penulis memiliki empat jenis saham yang semuanya BUMN, yakni <strong>ANTM (Aneka Tambang)</strong>,<strong> PTBA (Bukit Asam)</strong>, <strong>TLKM (Telkom Indonesia)</strong>, dan <strong>WIKA (Wijaya Karya)</strong>. Keempat-empatnya minus hingga ke tahap yang bikin sakit mata.</p>



<p>Selain saham Indonesia, Penulis juga mencoba investasi saham perusahaan luar menggunakan platform <strong>GoTrade</strong>. Ada lima perusahaan yang Penulis miliki sahamnya, yakni <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kelihaian-apple-dalam-menutupi-kekurangannya/"><strong>Apple</strong></a>, <strong>Advanced Micro Devices (AMD)</strong>, <strong>Google</strong>, <a href="https://whathefan.com/olahraga/daftar-pemain-manchester-united-yang-ingin-saya-jual-musim-depan/"><strong>Manchester United (MU)</strong></a>, dan <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/threads-the-right-thing-at-the-right-time/"><strong>Meta (Facebook)</strong>.</a> </p>



<p>Hanya AMD dan MU yang minus karena Penulis membelinya tidak di waktu yang tepat, sedangkan tiga lainnya berhasil mendatangkan cuan. Bahkan, kenaikannya bisa sampai ratusan kali lipat karena Penulis membelinya ketika banyak saham teknologi turun di masa pandemi.</p>



<p>Penulis tidak pernah mencoba <em><strong>cryptocurrency </strong></em>karena beberapa hal alasan, seperti merasa konsep <em>crypto </em>yang wujud barangnya tidak jelas, kenaikan dan penurunan harganya yang tergantung <em>demand</em>, hingga status halal-haramnya yang masih simpang-siur. </p>



<p>Selain itu, Penulis juga pernah mendengar dari temannya yang mencoba Deposito (konsep menabung di bank di mana nasabah tidak boleh mengambil uangnya untuk jangka waktu tertentu), di mana akhirnya ia harus penalti karena harus mengambil uangnya sebelum waktunya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Investasi Bukan Sarana untuk Kaya Instan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/terlalu-fokus-investasi-2-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7472" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/terlalu-fokus-investasi-2-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/terlalu-fokus-investasi-2-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/terlalu-fokus-investasi-2-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/terlalu-fokus-investasi-2-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Kasus Anjloknya Nilai LUNA (<a href="https://www.coolwallet.io/blog/terra-luna-and-ust-crypto-crash-what-happened/">CoolWallet</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis mulai berinvestasi ketika mulai bekerja, tepatnya ketika masa pandemi. Saat itu, tren investasi memang mulai naik dengan narasi &#8220;persiapan masa tua&#8221; dan &#8220;membiarkan uang yang bekerja untuk kita.&#8221; Bisa dibilang, mungkin waktu itu Penulis juga FOMO.</p>



<p>Uang yang Penulis investasikan pun uang dingin alias tabungan, bukan <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas/">uang panas</a>. Jumlah yang Penulis investasikan pun tidak banyak karena niatnya memang bukan untuk cepat kaya, melainkan lebih untuk menabung. Kalau nabung di bank, kan, uangnya tidak bertambah.</p>



<p>Nah, ketika Penulis mengamati tren investasi sekarang terutama di generasi muda, kebanyakan niatnya<strong> memang ingin kaya dengan cepat dan instan</strong>. Hal ini terbukti dari banyaknya jargon bernada seperti &#8220;McLaren lu warna apa, bos?&#8221; yang menunjukkan materialisme.</p>



<p>Teman Penulis ada yang mengikuti kelas investasi seharga 17 juta dari seorang <em>influencer </em>terkenal. Ia mengatakan kalau isi kelas tersebut memang daging dan bermanfaat untuk orang tepat. Saat Penulis tanya berapa persen orang yang tepat tersebut, ia menjawab hanya 5%.</p>



<p>Inilah yang Penulis khawatirkan: <strong>investasi karena FOMO dan ingin kaya secara instan</strong>. Akibatnya, bisa jadi uang yang diinvestasikan tersebut merupakan uang hasil hutang ataupun memanfaatkan pinjaman <em>online</em>, dengan harapan uang yang diputar akan berkembang biak secara cepat.</p>



<p>Mungkin Pembaca masih ingat kasus pembunuhan yang dilakukan masalah UI akibat terlilit hutang hingga 80 juta yang ia gunakan untuk berinvestasi di <em>cryptocurrency</em>. Contoh lain adalah ketika banyak orang kehilangan uang begitu saja ketika nilai LUNA anjlok.</p>



<p>Sampai sekarang, Penulis masih meyakini tidak ada cara instan yang benar untuk menjadi kaya. Kalau kita bukan anak konglomerat, butuh proses yang panjang dan terjal untuk bisa menjadi kaya. <strong>Jangan berharap bisa kaya instan dari investasi</strong>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Investasi Itu Butuh Income</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/terlalu-fokus-investasi-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7473" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/terlalu-fokus-investasi-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/terlalu-fokus-investasi-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/terlalu-fokus-investasi-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/terlalu-fokus-investasi-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">&#8220;McLaren lu warna apa, bos?&#8221; (<a href="https://www.roadandtrack.com/car-culture/a60514821/mclaren-f1-greatest-cars/">Road &amp; Track</a>)</figcaption></figure>



<p>Satu hal lain yang membuat Penulis merasa miris adalah ada beberapa generasi muda yang masih duduk di bangku sekolah atau kuliah merasa ingin fokus ke investasi hingga merasa pendidikan itu tidak penting sama sekali. Bahkan, tak sedikit yang sampai memutuskan untuk berhenti sekolah/kuliah.</p>



<p>Bukan hanya karena masalah pendidikan itu penting, tapi Penulis merasa miris betapa salahnya <em>mindset </em>mereka dengan menjadikan <strong>kekayaan sebagai tujuan utama</strong> <strong>hidup</strong> dan seolah-olah hal lainnya (termasuk pendidikan) menjadi tidak penting. </p>



<p>Selain itu, banyak yang lupa kalau investasi itu butuh dana untuk diinvestasikan. Penulis tadi sudah menyinggung betapa bahayanya jika kita menggunakan uang panas untuk diinvestasikan, apalagi ke instrumen yang risikonya tinggi seperti <em>crypto</em>.</p>



<p>Kecuali kalau kita anak konglomerat yang diam saja dapat uang, mungkin masih bisa. Akan tetapi, tentu hal tersebut hanya terjadi pada sebagian kecil orang. Mayoritas ya harus berjuang dan bekerja dulu untuk bisa mendapatkan dana yang bisa diinvestasikan. Tidak mungkin, kan, mengandalkan uang saku dari orang tua terus?</p>



<p>Oleh karena itu, kita butuh bekerja. Untuk bisa bekerja, kita butuh <em>skill</em> yang bisa didapatkan dari mana saja, tidak hanya dari jalur pendidikan. Nah, inilah yang sering diabaikan oleh generasi muda, di mana mereka <strong>terlalu fokus investasi hingga lupa mengembangkan diri</strong>. </p>



<p>Mereka ingin kaya dengan cepat sampai lupa kalau punya <em>skill </em>untuk meningkatkan <em>value </em>diri itu sangat penting. Mereka ingin kaya secara instan, tapi tidak ada pemasukan dana yang stabil untuk bisa diinvestasikan.</p>



<p><em>Skill </em>tidak hanya didapatkan dari bangku sekolah atau universitas, ada banyak sarana untuk bisa meningkatkan <em>skill</em>, entah dari YouTube, mengikuti kelas <em>online</em>, ikut orang untuk menyerap ilmunya, dan lain sebagainya. Apalagi, sekarang serba mudah dan bisa diakses setiap saat.</p>



<p>Kalau menurut Penulis, cara paling ideal untuk berinvestasi adalah kita<strong> fokus mengembangkan dulu diri kita agar memiliki <em>skill </em>dan <em>value </em>yang tinggi</strong>. Setelah itu, kita bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang layak dan <strong>sebagian dari gaji tersebut bisa kita investasikan</strong>.   </p>



<p>Semua orang ingin menjadi kaya, tapi jangan sampai itu yang menjadi tujuan hidup, melainkan apa yang ingin dilakukan ketika berhasil menjadi kaya. Misal, ingin kaya karena banyak ingin bersedekah dan bermanfaat untuk sekitarnya, bukan untuk pamer McLaren.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Sebagai <em>disclaimer</em>, Penulis tidak melarang siapapun untuk melakukan investasi. Silakan saja, toh uang yang dipakai bukan uang Penulis. Di sini, Penulis hanya ingin saling mengingatkan kalau jangan sampai kita terlalu fokus investasi sampai lupa mengembangkan diri sendiri. </p>



<p>Penulis sendiri sebenarnya belum rutin melakukan investasi setiap bulan karena uangnya kepakai untuk keperluan lain (seperti membeli <em>board game</em>, ehem). Berinvestasi dalam hidup Penulis hanya sebagai <em>compliment </em>saja, bukan menjadi aktivitas utama.</p>



<p>Berinvestasi itu penting, dan Penulis bersyukur di era digital seperti sekarang sangat mudah untuk melakukan investasi. Hanya saja, jangan sampai kita terlalu fokus investasi sampai lupa mengembangkan aset terbesar kita, yaitu diri kita sendiri.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 18 Juni 2024, terinspirasi setelah melihat fenomena di mana banyak orang FOMO investasi sampai lupa mengembangkan skill diri</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://prosper-ifa.co.uk/why-are-fewer-people-investing-in-the-markets/">Prosper Wealth Management</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/terlalu-fokus-investasi-sampai-lupa-mengembangkan-diri-sendiri/">Terlalu Fokus Investasi Sampai Lupa Mengembangkan Diri Sendiri</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/terlalu-fokus-investasi-sampai-lupa-mengembangkan-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini adalah Tulisan Whathefan yang ke-1000</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-whathefan-yang-ke-1000/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-whathefan-yang-ke-1000/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Jun 2024 14:34:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[whathefan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7408</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejak Whathefan dibuat pada tanggal 2 Januari 2018, akhirnya sampai juga pada tulisan ke-1000. Butuh waktu kurang lebih 6,5 tahun untuk bisa mencapai milestone ini, atau jika dirinci setara dengan 2.354 hari. Ketika awal membuat blog ini, target Penulis adalah memproduksi setidaknya 5 tulisan setiap minggunya, yang lantas Penulis tingkatkan menjadi 1 tulisan per hari. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-whathefan-yang-ke-1000/">Ini adalah Tulisan Whathefan yang ke-1000</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sejak Whathefan dibuat pada tanggal 2 Januari 2018, akhirnya sampai juga pada<strong> tulisan ke-1000</strong>. Butuh waktu kurang lebih 6,5 tahun untuk bisa mencapai <em>milestone </em>ini, atau jika dirinci setara dengan <strong>2.354 hari</strong>.</p>



<p>Ketika awal membuat blog ini, target Penulis adalah memproduksi setidaknya 5 tulisan setiap minggunya, yang lantas Penulis tingkatkan menjadi 1 tulisan per hari. Namun, pada kenyataannya Penulis banyak bolongnya karena berbagai alasan, tapi yang paling utama tentu saja rasa malas.</p>



<p>Melihat jumlah hari yang telah blog ini lewati, artinya rata-rata Penulis membutuhkan waktu sekitar 2-3 hari sekali untuk membuat artikel baru, atau jika mau dirinci lagi menjadi setiap 56,5 jam sekali. Apakah itu termasuk cukup produktif untuk seorang penulis, Penulis tidak tahu.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-banner.jpg 1280w " alt="Siapa yang Akhirnya Menang?" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/sosial-budaya/siapa-yang-akhirnya-menang/">Siapa yang Akhirnya Menang?</a></div></div></div><p></p>


<p>Apapun itu, Penulis tetap berusaha bangga dengan dirinya sendiri karena bisa memproduksi hingga 1.000 artikel. Tentu Penulis tidak akan berhenti menulis di sini dan semoga saja tulisan ke-2000 tidak membutuhkan waktu 6,5 tahun. </p>



<p>Jika Penulis bisa konsisten menulis seperti belakangan ini (sampai artikel ini, Penulis sudah <em>streak </em>sepanjang 19 hari), maka artikel ke-2000 akan tercapai pada tanggal 10 Maret 2027. Permasalahan utama Penulis untuk hal tersebut adalah <strong>masalah konsistensi</strong>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Berusaha untuk Bisa Menulis Konsisten Setiap Hari</h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="609" height="351" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-211201.png" alt="" class="wp-image-7419" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-211201.png 609w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-211201-300x173.png 300w" sizes="(max-width: 609px) 100vw, 609px" /></figure>



<p>Dalam tabel distribusi per bulan di atas, bisa dilihat kalau jumlahnya naik turun secara signifikan. Bahkan, total dalam tahun pun trennya menurun terus. Membuat 100 artikel dalam satu tahun pun tak sanggup dalam dua tahun terakhir.</p>



<p>Karena hal tersebut, Penulis bisa dibilang sebagai penulis yang kurang konsisten. Ada saat-saat di mana Penulis seolah <strong>kehilangan semangat dan gairah untuk menulis </strong>terutama beberapa bulan ke belakang ini, yang sejatinya merupakan hobinya.</p>



<p>Bayangkan saja, jumlah artikel yang Penulis produksi dalam 19 hari terakhir lebih banyak dibandingkan periode November 2023 hingga Februari 2024 (empat bulan), di mana di periode tersebut Penulis hanya berhasil membuat 8 tulisan saja.</p>



<p>Pernah ada dalam satu bulan, Penulis hanya bisa menulis 2-3 artikel (seperti di awal tahun ini), bahkan sempat tidak menulis sama sekali (terjadi dua kali pada bulan Oktober 2020 dan Desember 2023). </p>



<p>Ketika direnungkan, tentu ada faktor-faktor lain yang membuat Penulis jadi tidak bersemangat menulis untuk blog ini. Namun, faktor utamanya tetap saja <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/saya-ini-pemalas/">rasa malas</a> dan kalah dari keinginan <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rebahan-main-hp-kombo-maut/">bermalas-malasan di atas kasur sambil main ponsel</a>.</p>



<p>Menyadari hal ini, Penulis pun berusaha untuk mencari solusi bagaimana agar dirinya bisa tetap konsisten menulis. Salah satu caranya adalah dengan <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/saya-menggunakan-notion-untuk-mencatat-progres-artikel-whathefan/">memanfaatkan Notion yang telah Penulis bahas secara terpisah sebelumnya</a>, yang terbukti sangat membantu Penulis.</p>



<p>Jika dikatakan terkadang ada buntu saat menulis, memang benar. Namun, ide terkadang memang harus dikejar, bukan ditunggu. Seringnya sepanjang pengalaman Penulis, selama dirinya berada di depan layar dan mulai mengetik, nanti jari-jari ini akan mengalir dengan sendirinya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Saja yang Telah Ditulis di Whathefan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="518" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-213516-1024x518.png" alt="" class="wp-image-7422" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-213516-1024x518.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-213516-300x152.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-213516-768x389.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-213516-1536x778.png 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-213516.png 1667w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Sesuai dengan <em>tagline</em>-nya, Penulis benar-benar menulis apapun yang sedang terpikirkan dan diinginkan. Apa yang Penulis suka, akan Penulis tulis. Alhasil, jumlah rubrik dari blog ini pun terus bertambah menyesuaikan dengan apa yang ingin Penulis tulis.</p>



<p>Penulis tak punya catatan pasti tentang &#8220;sejarah rubrik&#8221; di blog ini, tapi yang jelas dua rubrik terbaru di blog ini adalah <strong><a href="https://whathefan.com/category/permainan/">Permainan</a></strong> dan <a href="https://whathefan.com/category/olahraga/">Olahraga</a>. Permainan Penulis buat karena sedang menekuni hobi baru di dunia <em>board game</em>, sedangkan olahrga karena Penulis merupakan penggemar sepak bola dan Formula 1.</p>



<p>Beberapa rubrik lain yang bukan rubrik &#8220;orisinal&#8221; adalah <strong><a href="https://whathefan.com/category/musik/">Musik</a></strong>, <strong><a href="https://whathefan.com/category/pengembangan-diri/produktivitas/">Produktivitas</a> </strong>(yang merupakan sempalan dari Pengembangan Diri), dan <strong><a href="https://whathefan.com/category/rasa/">Tentang Rasa</a></strong>. Buku pun dulu tidak Penulis pisah antara <strong>Fiksi</strong> dan <strong>Non-Fiksi</strong>.</p>



<p>Selama 6,5 tahun, tentu ada rubrik atau kategori yang paling sering Penulis isi. Yang paling banyak adalah kategori <strong><a href="https://whathefan.com/category/buku/">Buku</a> </strong>(Fiksi dan Non-Fiksi) dengan 94 tulisan, disusul <strong><a href="https://whathefan.com/category/filmserial/">Film &amp; Serial</a></strong> (86), <strong><a href="https://whathefan.com/category/sosial-budaya/">Sosial Budaya</a></strong> (83), dan <strong><a href="https://whathefan.com/category/pengembangan-diri/">Pengembangan Diri</a></strong> (82).</p>



<p>Selain itu, Penulis juga berencana untuk menghilangkan kategori <a href="https://whathefan.com/category/karang-taruna/">Karang Taruna</a> karena sudah tidak pernah diisi lagi, mengingat Penulis sudah pensiun. Kemungkinan, Penulis akan menggabungkannya dengan rubrik <a href="https://whathefan.com/category/pengalaman/">Pengalaman</a> saja.</p>



<p>Selain itu, selama beberapa tahun terakhir Penulis tidak pernah membuat karya sastra satu pun, baik itu novel, cerpen, maupun sajak. Entah mengapa Penulis menjadi seperti miskin imajinasi. Mungkin faktor usia membuat Penulis menjadi pribadi yang semakin realistis.</p>



<p>Apakah ke depannya Penulis akan menambah kategori baru? Bisa saja, jika ada hal baru yang ingin Penulis tulis. Mungkin Penulis akan banyak menulis tentang <em>game</em>, walau rasanya topik tersebut bisa dimasukkan ke dalam kategori Permainan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Whathefan adalah Blog Gado-Gado yang Belum Profit</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="496" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-213541-1024x496.png" alt="" class="wp-image-7423" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-213541-1024x496.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-213541-300x145.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-213541-768x372.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-213541-1536x744.png 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-213541.png 1851w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Banyak yang bilang blog yang baik adalah yang memiliki <em>niche</em> tertentu. Nah, kalau Whathefan kan beda karena gado-gado. Seninnya bisa membahas tentang politik, Selasanya nulis K-Pop, terus Rabunya nulis sepak bola. Benar-benar <em>semau gue</em>.</p>



<p>Sejak awal Penulis memang tidak menjadikan blog ini sebagai sumber pemasukan. Memang Penulis memasang AdSense, tapi tidak pernah dikelola dengan benar sehingga sampai hari ini pun uang AdSense-nya belum bisa dicairkan karena jumlahnya kecil sekali.</p>



<p>Padahal dalam setahun, biaya yang harus Penulis keluarkan untuk blog (biaya <em>domain </em>dan <em>hosting</em>) ini mencapai sekitar Rp900 ribu. Karena blog ini telah berusia 6 tahun, maka kurang lebih Penulis sudah mengeluarkan sekitar Rp5,4 juta.</p>



<p>Namun, Penulis sama sekali tidak pernah merasa rugi karena bagi Penulis hal tersebut <a href="https://whathefan.com/pengalaman/whathefan-adalah-investasi-saya/">merupakan sebuah investasi</a>. Tanpa berniat sombong, salah satu faktor Penulis diterima di dua tempat kerja adalah karena kehadiran blog ini yang menjadi semacam portofolio Penulis.</p>



<p>Oleh karena itu, sebisa mungkin Penulis akan mempertahankan blog ini selama mungkin, bahkan kalau bisa sampai Penulis tidak mampu lagi menulis. Meskipun sering terhalang masalah inkonsistensi, Penulis akan terus berusaha untuk bisa menghasilkan tulisan di blog ini.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 13 Juni 2024, terinspirasi setelah mencapai <em>milestone </em>1.000 artikel di blog ini</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-whathefan-yang-ke-1000/">Ini adalah Tulisan Whathefan yang ke-1000</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-whathefan-yang-ke-1000/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Rasanya Berpuasa di Tanah Rantau?</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/bagaimana-rasanya-puasa-di-tanah-rantau/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/bagaimana-rasanya-puasa-di-tanah-rantau/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Mar 2024 09:31:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[merantau]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7075</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahun 2024 ini menjadi tahun keempat di mana Penulis (alhadulillah) bisa berpuasa di rumah. Sebelumnya pada rentang tahun 2019-2020, Penulis mengalami yang namanya berpuasa di tanah rantau, di mana untuk sahur dan buka puasa harus dilakukan sendirian. Meskipun tergolong sebentar (karena hanya sekitar dua tahun), Penulis merasa kalau berpuasa di tanah rantau memiliki sensasinya sendiri. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/bagaimana-rasanya-puasa-di-tanah-rantau/">Bagaimana Rasanya Berpuasa di Tanah Rantau?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Tahun 2024 ini menjadi tahun keempat di mana Penulis (<em>alhadulillah</em>) bisa berpuasa di rumah. Sebelumnya pada rentang tahun 2019-2020, Penulis mengalami yang namanya berpuasa di tanah rantau, di mana untuk sahur dan buka puasa harus dilakukan sendirian.</p>



<p>Meskipun tergolong sebentar (karena hanya sekitar dua tahun), Penulis merasa kalau berpuasa di tanah rantau memiliki sensasinya sendiri. Yang biasanya kita dibangunkan dan makanan telah disiapkan oleh ibu, kini harus tergantung dengan diri sendiri.</p>



<p>Oleh karena itu, pada tulisan kali ini Penulis ingin berbagi sedikit mengenai bagaimana rasanya <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/pemanasan-menjelang-ramadhan/">berpuasa di tanah rantau</a>. Semoga saja tulisan ini bisa bermanfaat untuk sesama kaum muslimin yang baru merasakan bagaimana puasa di tanah rantau tahun ini.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/02/ketika-sedang-suntuk-coba-keluar-sejenak-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/02/ketika-sedang-suntuk-coba-keluar-sejenak-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/02/ketika-sedang-suntuk-coba-keluar-sejenak-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/02/ketika-sedang-suntuk-coba-keluar-sejenak-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/02/ketika-sedang-suntuk-coba-keluar-sejenak-banner.jpg 1280w " alt="Ketika Suntuk, Coba Keluar dan Berjalan Sejenak" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/ketika-suntuk-coba-keluar-dan-berjalan-sejenak/">Ketika Suntuk, Coba Keluar dan Berjalan Sejenak</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Sahur di Tanah Rantau</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161818-1024x683.png" alt="" class="wp-image-7077" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161818-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161818-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161818-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161818.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Warteg Andalan (Google Maps)</figcaption></figure>



<p>Di sekitar kos Penulis di Jakarta, bisa dibilang ada berbagai jenis makanan yang dijual, mulai dari warteg hingga masakan padang. Hal ini memudahkan Penulis untuk mencari makan ketika jam sahur. </p>



<p>Yang menjadi andalan Penulis tentu saja warteg dengan lauk tempe orek ditambah sayur singkong. Menu yang murah meriah ini tentu menjadi berkah untuk anak rantau yang harus serba menghemat.</p>



<p>Namun, yang menjadi permasalahan utama ketika sahur sebenarnya bukan menu makanannya, melainkan rasa malas untuk keluar kos. Bangun dini hari untuk keluar kos terkadang terasa berat, walau tempat membeli makanannya sebenarnya sangat dekat.</p>



<p>Jika sudah mager tingkat maksimal, biasanya mi instan menjadi solusi utama, ditemani dengan secangkir teh panas yang dibuat menggunakan Heater. Solusi lainnya adalah memesan makanan secara <em>online</em>, yang secara biaya jelas lebih mahal.</p>



<p>Penulis bukan tipe orang yang bisa memasak dan kurang minat memelajarinya. Penulis baru mulai memasak kecil-kecilan ketika pandemi, di mana Penulis tidak bisa pulang ke Malang. Berbagai peralatan masak pun dibeli, mulai dari Magic Jar, panci, hingga saringan. </p>



<p>Yang dimasak pun hanya makanan instan yang tinggal digoreng, seperti nugget dan sosis. Kalau makanan organik, paling mentok ya tempe dan telur, yang sama-sama tinggal digoreng. Jangan harap ada sayur karena tidak ada satupun menu yang bisa Penulis masak.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Buka Puasa di Tanah Rantau</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161904-1024x683.png" alt="" class="wp-image-7078" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161904-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161904-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161904-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161904.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Dulu Hampir Buka Puasa Setiap Hari di Sini (Google Maps)</figcaption></figure>



<p>Untuk masalah buka puasa, Penulis merasa bersyukur karena mendapatkan &#8220;jatah&#8221; dari kantor. Ini terjadi di tahun 2019, karena di tahun 2020 <a href="https://whathefan.com/politik-negara/jam-malam-corona/">pandemi COVID-19</a> terjadi sehingga Penulis harus buka puasa di kos.</p>



<p>Jatah menu buka puasa dari kantor bisa dibilang cukup bervariasi, karena setiap harinya akan mendapatkan menu yang berbeda. Biaya makan per karyawan pun bisa dipastikan lebih dari 15 ribu per kepala, karena makanan yang dihidangkan berasal dari walaraba populer.</p>



<p>Barulah ketika akhir pekan Penulis harus mencari menu buka puasa sendiri. Namun, Penulis jarang membeli makan sebelum jam buka. Biasanya, Penulis justru baru mencari makan selepas Isya karena biasanya tempat makan sudah mulai sepi pembeli.</p>



<p>Menu buka puasanya pun berkisar di tempat-tempat makan di sekitar kos. Namun, jika sedang senggang, maka Penulis akan berbuka puasa di mal untuk menikmati menu yang lebih lezat atau memesannya melalui layanan <em>online </em>jika sedang mager.</p>



<p>Ketika memesan makanan <em>online</em>, sesekali Penulis akan memesan dua porsi, di mana satunya diperuntukkan untuk abang yang mengantarkannya. Selain berbagi di bulan puasa, biasanya potongan di aplikasi baru bisa dipakai ketika mencapai nominal tertentu. </p>



<p>Selama merantau, Penulis bisa dibilang jarang mengikuti buka bersama (bukber), lha mong tiap hari memang bukber bareng teman-teman kantor. Ketika akhir pekan, tentu mereka lebih memilih berbuka bersama orang-orang rumah.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Jika dibandingkan dengan puasa di tanah rantau, memang berpuasa di rumah terkesan lebih &#8220;membosankan&#8221; karena cukup monoton. Kalau tidak makan masakan ibu atau beli makanan di sekitar rumah. Kalau mau beda, paling menunggu momen bukber.</p>



<p>Namun, tentu Penulis tetap bersyukur bisa berpuasa di rumah bersama keluarga dan orang-orang yang dicintai. Ini bukan tentang apa yang dimakan, melainkan<a href="https://whathefan.com/renungan/setelah-berpisah-dengan-ramadhan/"> momen berharga yang dihabiskan dengan siapa</a>.</p>



<p>Berpuasa di tanah rantau mengajari Penulis untuk bersyukur karena selama ini mendapatkan <em>privilege </em>sehingga bisa berpuasa dengan &#8220;mudah.&#8221; Semua sudah tersedia, kita tinggal makan saja tanpa perlu keluar rumah. </p>



<p>Suasana sahur dan buka bersama keluarga juga menjadi hal yang membuat kita baru merasa kehilangan ketika merantau sendirian. Meskipun ada teknologi <em>video call</em>, hal tersebut tidak akan bisa menggantikan pertemuan fisik.</p>



<p>Berada di tanah rantau membuat kita menyadari hal tersebut, yang mungkin selama ini terabaikan. Bisa berpuasa di rumah bersama keluarga rasanya jauh lebih menyenangkan, terutama setelah sempat berpuasa sendiri di tanah rantau.</p>



<p>Untuk para Pembaca yang baru berpuasa sendiri di tanah rantau, semangat! Puasa di tanah rantau itu seru kok, walaupun kita harus bisa melawan rasa malas untuk keluar rumah ataupun memasak sendiri. </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 12 Maret 2024, terinspirasi karena menyadari dirinya sudah empat tahun mendapatkan kesempatan untuk berpuasa di rumah</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://chatelaine.com/food/ramadan-eating-well-faq/">Chatelaine</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/bagaimana-rasanya-puasa-di-tanah-rantau/">Bagaimana Rasanya Berpuasa di Tanah Rantau?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/bagaimana-rasanya-puasa-di-tanah-rantau/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini adalah Tulisan Pertama Whathefan di Tahun 2024</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-pertama-whathefan-di-tahun-2024/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-pertama-whathefan-di-tahun-2024/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jan 2024 15:22:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[2023]]></category>
		<category><![CDATA[2024]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[whathefan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6988</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah &#8220;menghilang&#8221; selama satu bulan, akhirnya Penulis bisa menyempatkan (dan membulatkan tekad) untuk kembali menulis di blog ini. Mumpung momennya pergantian tahun, biar menjadi awal yang baru juga. Selama beberapa waktu terakhir, Penulis cukup disibukkan dengan pekerjaan dan bootcamp Digital Marketing yang diikuti selama dua bulan. Berhubung bootcamp tersebut sudah selesai pada tanggal 30 Desember [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-pertama-whathefan-di-tahun-2024/">Ini adalah Tulisan Pertama Whathefan di Tahun 2024</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Setelah &#8220;menghilang&#8221; selama satu bulan, akhirnya Penulis bisa menyempatkan (dan membulatkan tekad) untuk kembali menulis di blog ini. Mumpung momennya pergantian tahun, biar menjadi awal yang baru juga.</p>



<p>Selama beberapa waktu terakhir, Penulis cukup disibukkan dengan pekerjaan dan <em>bootcamp </em>Digital Marketing yang diikuti selama dua bulan. Berhubung <em>bootcamp </em>tersebut sudah selesai pada tanggal 30 Desember kemarin, waktu Penulis pun menjadi lebih kosong sekarang.</p>



<p>Selain itu, tulisan ini akan menjadi tulisan pertama di tahun 2024, dan semoga bisa menjadi awal yang baik untuk bisa menulis secara lebih konsisten lagi. Melalui tulisan ini, Penulis akan sedikit melakukan refleksi apa saja yang sudah terjadi pada tahun 2023 kemarin.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/sajak/salah-siapa/">Salah Siapa</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Apa yang Sudah Terjadi di Tahun 2023?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/tulisan-pertama-2024-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6991" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/tulisan-pertama-2024-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/tulisan-pertama-2024-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/tulisan-pertama-2024-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/tulisan-pertama-2024-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Tahun 2023 Telah Berlalu (<a href="https://hardrockfm.com/rekomendasi-pemilihan-tanggal-cuti-di-tahun-2023/">Hard Rock FM</a>)</figcaption></figure>



<p>Sejujurnya tidak banyak hal menarik dalam hidup Penulis yang terjadi selama 2023 kemarin. Penulis hanya menjalani rutinitas harian seperti biasanya yang berkutat pada pekerjaan dan melakukan aktivitas-aktivitas yang disukainya.</p>



<p>Penulis juga tidak banyak berpergian, kecuali pada bulan Februari di mana <a href="https://whathefan.com/pengalaman/saya-berlibur-ke-jakarta-selama-5-hari-bagian-1/">Penulis ke Jakarta</a> untuk bertemu dengan teman-teman lama setelah lebih dari dua tahun tidak bersua. Penulis juga mengunjungi beberapa tempat yang dulu sering dikunjungi.</p>



<p>Saat lebaran, Penulis juga pergi ke Yogyakarta untuk pertemuan keluarga tahunan. Namun karena sempitnya waktu, tidak banyak tempat yang Penulis eksplor. Padahal, masih banyak tempat di Yogyakarta yang belum sempat Penulis kunjungi.</p>



<p>Ketika bulan Agustus, seperti biasa Karang Taruna di tempat Penulis <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan/">menggelar acara peringatan hari kemerdekaan</a> Indonesia. Pada edisi kali ini, rangkaian acara berlangsung begitu meriah dan warga yang datang di acara puncak begitu banyak.</p>



<p>Yang spesial tidak hanya itu, karena pembubarannya pun begitu spesial. Jika biasanya &#8220;hanya&#8221; berlibur ke pantai, maka kali ini <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/pembubaran-panitia-tahun-ini-sedikit-berbeda/">pembubarannya adalah <em>camping</em></a>! Bisa jadi, ini akan menjadi agenda rutin untuk Karang Taruna ke depannya.</p>



<p>Mungkin, apa yang sedikit berbeda di 2023 adalah Penulis mengikuti <em>bootcamp </em>Digital Marketing yang diselenggarakan oleh BelajarLagi. Untuk detailnya, mungkin akan Penulis ceritakan di tulisan terpisah.</p>



<p>Berlangsung selama dua bulan dengan beragam kelas, Penulis merasa sedikit kewalahan dalam mengatur jadwal. Bukan karena kelasnya yang banyak, melainkan karena tugas-tugasnya yang cukup bikin kewalahan! </p>



<p>Bagi Penulis yang tidak pernah belajar <em>marketing </em>secara khusus, tugas-tugas yang diberikan cukup banyak dan cukup menguras otak dan tenaga. Walaupun sambil mengeluh, Penulis berhasil mengejarkan semua tugas yang diberikan, termasuk Final Project.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa yang Diharapkan di Tahun 2024?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/tulisan-pertama-2024-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6992" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/tulisan-pertama-2024-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/tulisan-pertama-2024-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/tulisan-pertama-2024-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/tulisan-pertama-2024-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Tahun 2024 Telah Tiba (<a href="https://www.thecable.ng/what-you-might-expect-in-2024">The Cable</a>)</figcaption></figure>



<p>Salah satu yang cukup Penulis merasa bersalah di tahun 2023 kemarin adalah sulitnya untuk menjaga konsistensi dari rutinitas-rutinitas yang ingin dibangun. Bahkan, rutinitas yang dulu jarang bolong seperti menulis agenda harian dan mencatat keuangan sering luput.</p>



<p>Menulis artikel blog pun jumlahnya berbeda jauh dibandingkan dengan tahun 2022. Jika di tahun 2022 Penulis menulis 91 artikel, maka di tahun 2023 kemarin Penulis menulis 98 artikel. Jauh dari target yang ingin mencapai setidaknya 200 artikel dalam satu tahun.</p>



<p>Nah, dua hal inilah yang menjadi target utama Penulis agar bisa diperbaiki di tahun 2024 ini. Meskipun rasanya hampir setiap tahun gagal , Penulis tidak akan berhenti berusaha untuk menjadi selalu lebih baik lagi. </p>



<p>Penulis juga ingin memiliki <em>time management </em>yang lebih baik di tahun ini, sehingga target di atas juga bisa lebih mudah untuk dicapai. Berhubung Penulis masih <em>work from home </em>sampai sekarang, tentu Penulis harus bisa bekerja seefisien mungkin secara bertanggung jawab. </p>



<p>Sejujurnya ada sedikit perasaan takut dalam menyongsong tahun 2024 ini karena Penulis akan menginjak kepala tiga. Ada perasaan inferior karena dirinya belum bisa mencapai <em>achivement </em>dalam hidupnya yang bisa membanggakan diri.</p>



<p>Namun, hanya menuruti perasaan takut pun tidak akan membawa apa-apa. Justru, dengan kesadaran bahwa dirinya akan menginjak kepala tiga, Penulis harus bisa terdorong untuk menjadi jauh lebih baik lagi dari hari kemarin.</p>



<p>Jadi, jika diminta untuk membuat resolusi tahun ini, Penulis tidak ingin hal yang muluk-muluk. Penulis hanya ingin bisa menjadi lebih baik lagi dari segala sisi. Perjalanan hidup selama tiga dekade seharusnya bisa menjadi modal yang baik untuk itu.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 1 Januari 2024, terinspirasi setelah (akhirnya) bisa menulis blog lagi setelah vakum selama satu bulan</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-pertama-whathefan-di-tahun-2024/">Ini adalah Tulisan Pertama Whathefan di Tahun 2024</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-pertama-whathefan-di-tahun-2024/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saya Berlibur ke Jakarta Selama 5 Hari (Bagian 2)</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/saya-berlibur-ke-jakarta-selama-5-hari-bagian-2/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/saya-berlibur-ke-jakarta-selama-5-hari-bagian-2/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Oct 2023 16:24:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[liburan]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6636</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sudah tiga bulan berlalu sejak Penulis menulis bagian pertama dari tulisan ini, jeda yang sangat panjang. Padahal, Penulis berlibur ke Jakartanya saja sudah mulai Februari. Entah mengapa seolah tidak ada niatan untuk menyelesaikan tulisan ini. Namun, hari ini Penulis membulatkan tekad untuk menyelesaikan artikel ini, untuk mengurangi tanggungan tulisan yang belum selesai. Apalagi, ada kekhawatiran [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/saya-berlibur-ke-jakarta-selama-5-hari-bagian-2/">Saya Berlibur ke Jakarta Selama 5 Hari (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sudah tiga bulan berlalu sejak Penulis menulis <a href="https://whathefan.com/pengalaman/saya-berlibur-ke-jakarta-selama-5-hari-bagian-1/">bagian pertama dari tulisan ini</a>, jeda yang sangat panjang. Padahal, Penulis berlibur ke Jakartanya saja sudah mulai Februari. Entah mengapa seolah tidak ada niatan untuk menyelesaikan tulisan ini.</p>



<p>Namun, hari ini Penulis membulatkan tekad untuk menyelesaikan artikel ini, untuk mengurangi tanggungan tulisan yang belum selesai. Apalagi, ada kekhawatiran Penulis keburu lupa jika tidak segera menuliskannya.</p>



<p>Oleh karena itu, berikut adalah lanjutan dari cerita Penulis ketika berlibur ke Jakarta pada hari ketiga, keempat, dan kelima. Jika dibandingkan dengan hari pertama dan kedua, jadwal yang Penulis miliki tidaklah terlalu padat.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color"><strong>BACA JUGA</strong>: <a href="https://whathefan.com/pengalaman/apa-yang-perlu-dipersiapkan-sebelum-merantau-ke-jakarta/">Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Merantau ke Jakarta</a></mark></p>
</blockquote>



<h2 class="wp-block-heading">Hari Ketiga, Jumat, 17 Februari 2023</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/berlibur-ke-jakarta-bagian-2-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6900" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/berlibur-ke-jakarta-bagian-2-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/berlibur-ke-jakarta-bagian-2-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/berlibur-ke-jakarta-bagian-2-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/berlibur-ke-jakarta-bagian-2-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Suasana Bekerja di Kantor</figcaption></figure>



<p>Pada hari ketiga, untuk pertama kalinya dalam dua tahun bekerja, akhirnya Penulis berkesempatan untuk <em>ngantor</em>. Penulis berangkat dari rumah Dika setelah Jumatan menggunakan GoJek, dan itu perjalanan yang lumayan panjang.</p>



<p>Tentu menyenangkan karena akhirnya Penulis bisa menjejakkan kakinya di kantor setelah dua tahun <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/agar-wfh-tetap-produktif/"><em>full </em>WFH</a>. Selain itu, Penulis juga bertemu dengan rekan-rekan kerja yang belum sempat bertemu di Central Park.</p>



<p>Selepas jam kantor, sebenarnya Penulis diajak untuk makan malam. Hanya saja, Penulis sudah janjian dengan mantan teman kantornya yang sudah lama tidak berjumpa, Daniel. Kebetulan, kantornya dekat dengan kantor Penulis. </p>



<p>Awalnya kami hanya janjian makan malam bersama, tapi pada akhirnya Penulis mengajaknya untuk ikut ke rumah Dika. Cukup lama kami ngobrol dan bermain PS bersama, sebelum akhirnya Daniel undur diri karena sudah terlalu malam.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Hari Keempat, Sabtu, 18 Februari 2023</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/berlibur-ke-jakarta-bagian-2-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6901" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/berlibur-ke-jakarta-bagian-2-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/berlibur-ke-jakarta-bagian-2-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/berlibur-ke-jakarta-bagian-2-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/berlibur-ke-jakarta-bagian-2-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Beberapa Barang yang Penulis Beli Selama di Jakarta</figcaption></figure>



<p>Pada hari Sabtu, sebenarnya Penulis tidak berniat untuk ke mana-mana dan ingin main PS sepuasnya bersama Dika. Namun, pada akhirnya Penulis justru pergi ke <strong>Kuningan City</strong> bersama <a href="https://whathefan.com/permainan/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya/">Pandu</a>.</p>



<p>Alasan utama mengapa kami berdua pergi ke sana adalah karena ada sebuah tempat yang menarik untuk <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-saya-bagian-1/">penggemar <em>board game</em>,</a> yakni <strong>Arkanum</strong>. Sebelumnya Penulis pernah ke sana karena pernah tes kerja untuk salah satu statiun TV, tapi waktu itu tidak membeli apa-apa.</p>



<p>Beda cerita dengan edisi kali ini. Niat hati hanya membeli <em>board game </em>King of the Dice, Penulis khilaf dan membeli cukup banyak mainan seperti <em>action figure</em> dan <em>die-cast</em>. Butuh waktu berjam-jam untuk menyeleksi mana yang akhirnya dibeli.</p>



<p>Sebelum balik ke tempat Dika, Penulis mampir ke kos adik yang terletak dekat dengan kos Penulis dulu. Setelah itu, Penulis juga mengunjungi apartemen Pandu untuk melihat-lihat. Barulah setelah itu kami pulang ke rumah Dika, di mana Pandu ikut menginap.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Hari Kelima, Minggu, 19 Februari 2023</h2>



<p>Niat untuk main PS sepuasnya akhirnya dilakukan pada hari terakhir Penulis di Jakarta. Penulis juga berhasil membantai Dika di <em>game FIFA 23 </em>sebelum abang rentalnya mengambil PS tersebut. Setelah itu, Penulis pun bersiap untuk <em>packing</em>. </p>



<p>Kebetulan, jam keberangkatan Penulis berdekatan dengan jam kedatangan istri Dika dari Bali, sehingga Penulis mendapatkan tumpangan gratis. Dengan begitu, berakhirlah liburan Penulis ke Jakarta selama lima hari.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Jakarta selalu memiliki tempat istimewa di hati Penulis, karena di kota inilah Penulis pertama kali merantau cukup jauh dari rumah, sekaligus menjadi tempat bekerja pertama. Maka dari itu, setiap ada kesempatan, Penulis pasti akan mampir ke Jakarta.</p>



<p>Mungkin akan ada peluang kalau pada akhirnya tempat kerja Penulis memutuskan untuk <em>Work from Office </em>(WFO), sehingga Penulis harus kembali ke Jakarta. Namun, sampai hal tersebut benar-benar terjadi, Penulis akan menikmati waktunya di rumah.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 3 Oktober 2023, terinsirasi karena terdorong ingin segera menyelesaikan artikel liburan ini</p>



<p>Foto Featured Image: X</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/saya-berlibur-ke-jakarta-selama-5-hari-bagian-2/">Saya Berlibur ke Jakarta Selama 5 Hari (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/saya-berlibur-ke-jakarta-selama-5-hari-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pembubaran Panitia Tahun Ini Sedikit Berbeda</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/pembubaran-panitia-tahun-ini-sedikit-berbeda/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/pembubaran-panitia-tahun-ini-sedikit-berbeda/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Sep 2023 15:46:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[17-an]]></category>
		<category><![CDATA[Agustusan]]></category>
		<category><![CDATA[camping]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[pembubaran]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6836</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setiap tahun, di tempat tinggal Penulis selalu ada perayaan hari kemerdekaan Indonesia, yang sering disebut sebagai Agustusan atau 17-an. Berbeda dengan tempat lain, perayaan di tempat Penulis bisa dibilang telah dimulai bahkan sebelum masuk ke bulan Agustus. Jika di tempat lain hanya mengadakan lomba di sekitar tanggal 17, maka di tempat Penulis telah dimulai sejak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pembubaran-panitia-tahun-ini-sedikit-berbeda/">Pembubaran Panitia Tahun Ini Sedikit Berbeda</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Setiap tahun, di tempat tinggal Penulis selalu ada <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan/">perayaan hari kemerdekaan Indonesia</a>, yang sering disebut sebagai <strong>Agustusan </strong>atau<strong> 17-an</strong>. Berbeda dengan tempat lain, perayaan di tempat Penulis bisa dibilang telah dimulai bahkan sebelum masuk ke bulan Agustus.</p>



<p>Jika di tempat lain hanya mengadakan lomba di sekitar tanggal 17, maka di tempat Penulis telah dimulai sejak bulan Juli dan akan terus berlangsung hingga mendekati tanggal 17. Sebegitu semangatnya memang di tempat Penulis dalam merayakan kemerdekaan.</p>



<p><p>Tidak hanya mengadakan lomba-lomba, ada juga acara lain seperti Jalan Sehat, Bazaar, dan puncaknya adalah Malam Tasyakuran yang selalu diadakan pada tanggal 16 Agustus. Semua rangkaian acara ini diatur dan dikelola oleh <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/karang-taruna-junior/">Karang Taruna</a>.</p></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color"><strong>BACA JUGA</strong>: <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/swi-mengajar-2-0/">SWI Mengajar 2.0</a></mark></p>
</blockquote>



<p>Setelah menjalani kurang lebih satu bulan yang padat dan melelahkan, maka sudah menjadi sebuah tradisi kalau ada <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/pembubaran-panitia-agustusan/">acara pembubaran panitia</a> sebagai bentuk <em>reward </em>atas kerja keras mereka. Selama ini, destinasi pembubaran selalu pantai.</p>



<p>Nah, gebrakan baru dibuat oleh panitia tahun ini, yang memutuskan untuk memilih tempat dan acara yang benar-benar baru. Kali ini bukan ke pantai, melainkan <em>camping </em>di gunung selama dua hari! </p>



<p>Maka dari itu, Penulis ingin membahas sedikit tentang pembubaran panitia tahun ini yang diadakan pada tanggal<strong> 26 &#8211; 27 Agustus 2023</strong> kemarin.</p>



<p><h2>Persiapan yang Jauh Lebih Ribet dan Melelahkan&#8230;</h2></p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230826_171544-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6865" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230826_171544-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230826_171544-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230826_171544-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230826_171544.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Ketika pembubaran ke pantai, bisa dibilang tidak ada persiapan yang istimewa. Yang penting adalah menentukan destinasi pantai yang mana, memastikan sewa kendaraan, lalu masing-masing panitia diminta untuk membawa keperluannya masing-masing.</p>



<p>Untuk <em>camping</em> tentu tidak bisa sesantai itu karena persiapannya jauh lebih ribet. Saking ribetnya, sampai harus dibuat panitia pembubaran tersendiri (yang terdiri dari lima anggota) karena memang sebanyak itu yang harus disiapkan.</p>



<p>Pertama, melakukan survei tempat <em>camping</em>-nya, yang setelah melalui berbagai seleksi akhirnya dipilih <strong>Bedengan Camping Ground</strong>. Awalnya ada niatan untur reservasi lokasi, tetapi ternyata tidak bisa dan dipersilakan untuk langsung datang saja.</p>



<p>Kedua, mencari sumber dana acara pembubaran, yang biasanya didapatkan dari donasi. Dana yang dibutuhkan cukup besar untuk masuk ke lokasi, menyewa peralatan <em>camping</em>, makan, dan lain sebagainya.</p>



<p>Ketiga, menyewa berbagai peralatan <em>camping </em>mulai dari tenda, kompor, tikar, kayu bakar, <em>sleeping bag</em>, dan lain sebagainya. Keempat, menentukan <em>rundown </em>karena acara <em>camping </em>ini sampai menginap, sehingga harus diatur apa saja kegiatannya nanti.</p>



<p><h2>&#8230;tapi Worth It!</h2></p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230827_093153-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6866" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230827_093153-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230827_093153-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230827_093153-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230827_093153.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Semua upaya dan persiapan yang dilakukan oleh panitia &#8220;mini&#8221; pada dasarnya hanya ingin membuat acara pembubaran yang berhasil dan meriah, juga sebagai bentuk apresiasi kepada panitia 17-an yang telah memberikan tenaga dan waktu mereka untuk menyukseskan rangkaian acara.<span style="font-size: 1.1rem;"> </span></p>



<p>Untunglah selama acara pembubaran di Bedengan, acara bisa berlangsung dengan lancar dan semua terlihat bahagia. Berbagai kegiatan yang telah dipersiapkan diikuti dengan gembira dan bersemangat. Dinginnya tempat <em>camping </em>seolah kalah dengan kehangatan yang muncul dari acara ini.</p>



<p>Pada hari Sabtu, acara yang dilakukan antara lain adalah membangun tenda, menyalakan api unggun, diskusi sekaligus pemberian motivasi dari ayah Penulis, bermain<em> </em>Werewolf, hingga sesi curhat yang bisa berlangsung hingga pagi hari.</p>



<p>Penulis sendiri memutuskan untuk tidak tidur di dalam tenda karena memprioritaskan panitia terlebih dahulu. Penulis memilih untuk tidur di dekat api unggun hanya dengan bermodalkan <em>sleeping bag</em> di tengah dinginnya gunung. <em>Alhamdulillah </em>tidak sampai kena flu.</p>



<p>Di hari Minggunya, ada acara lomba masak, permainan lagi, hingga jelajah sungai. Pada akhirnya kami &#8220;turun gunung&#8221; menjelang sore, sehingga total waktu yang dihabiskan di Bedengan kurang lebih satu hari penuh. Benar-benar pengalaman yang <em>worth it</em>!</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230827_120230-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6867" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230827_120230-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230827_120230-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230827_120230-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230827_120230.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Penulis sendiri sebenarnya bukan termasuk panitia karena sudah &#8220;pensiun&#8221;. Namun, Penulis mendapatkan &#8220;undangan khusus&#8221; sebagai senior yang sesekali memberikan masukan, baik dalam acara 17-an maupun pembubaran ini. Penulis juga mengisi acara tersebut dengan menjadi moderator <a href="https://whathefan.com/permainan/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-bagian-1/">permainan Werewolf</a>. </p>



<p>Melihat keceriaan dan semangat para panitia 17-an, baik dalam rangkaian acara maupun pembubaran, membuat Penulis merasa senang karena Karang Taruna di kampung Penulis masih berjalan hingga saat ini, bahkan menjadi lebih baik lagi.</p>



<p>Mereka adalah wujud dari kepedulian generasi muda, yang kerap dicap apatis dan acuh, terhadap lingkungan di mana mereka tinggal. Semoga saja semangat mereka ini akan terus bertahan hingga seterusnya dan regenerasi akan terus berjalan.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Rungkut, 19 September 2023, terinspirasi setelah mengikuti acara pembubaran panitia 17-an tahun 2023 </p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pembubaran-panitia-tahun-ini-sedikit-berbeda/">Pembubaran Panitia Tahun Ini Sedikit Berbeda</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/pembubaran-panitia-tahun-ini-sedikit-berbeda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Berinvestasi dengan Uang Panas</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Aug 2023 16:00:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[crypto]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[kripto]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6811</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu, muncul berita mengejutkan di mana ada seorang mahasiswa dari salah satu universitas negeri ternama melakukan pembunuhan kepada adik tingkatnya. Ketika diusut, penyebabnya adalah karena ia terlilit hutang karena berinvestasi di kripto. Tak tanggung-tanggung, hutang yang dimiliki mencapai 80 juta rupiah. Setelah membunuh adik tingkatnya, ia berencana untuk menjual barang-barang milik orang yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas/">Ketika Berinvestasi dengan Uang Panas</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Beberapa waktu lalu, muncul berita mengejutkan di mana ada seorang mahasiswa dari salah satu universitas negeri ternama melakukan pembunuhan kepada adik tingkatnya. Ketika diusut, penyebabnya adalah karena ia terlilit hutang karena berinvestasi di kripto.</p>



<p>Tak tanggung-tanggung, hutang yang dimiliki mencapai 80 juta rupiah. Setelah membunuh adik tingkatnya, ia berencana untuk menjual barang-barang milik orang yang ia bunuh tersebut untuk membayar hutang yang dimilikinya.</p>



<p>Apalagi, kabar beredar kalau adik tingkat tersebut memiliki portofolio investasi yang lebih berhasil, sehingga mungkin menimbulkan rasa iri pada pelaku. Kasus ini pun mengajari kita, kalau jangan berinvestasi menggunakan uang panas seperti hutang.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Investasi Itu Memang Penting, tapi&#8230;</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6814" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Apa Pilihan Investasi Pembaca? (<a href="https://www.pexels.com/@pixabay/">Pixabay</a>)</figcaption></figure>



<p>Kita semua tentu mendengar tentang pentingnya berinvestasi, tapi rasanya baru belakangan ini fenomenanya menjadi begitu ramai, terutama <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/corona-dan-dampak-sosial-ekonominya/">sejak adanya pandemi</a>. Apalagi, sekarang ada banyak pilihan investasi yang bisa dipilih.</p>



<p>Jika orang dulu akan memilih investasi dengan membeli tanah, emas, atau properti, maka generasi sekarang cenderung memilih aset seperti saham, reksadana, <em>cryptocurrency</em>, hingga <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/nft-oh-nft/">NFT yang sempat heboh beberapa waktu lalu walaupun kini telah meredup</a>.</p>



<p>Penulis sendiri juga masih belajar sedikit-sedikit tentang investasi. Sebagian tabungan Penulis sisihkan untuk ditaruh di berbagai instrumen. Ada saham lokal, saham luar negeri, reksadana, hingga emas digital. Ada yang sudah profit, ada yang merah terus dan terasa <em>hopeless</em>.</p>



<p>Kenapa Penulis tidak berinvestasi di kripto? Ada banyak alasannya, mulai dari faktor boleh tidaknya di keyakinan Penulis, sifatnya yang sangat fluktuatif dan spekulatif, tidak ada bentuk riilnya, dan karena minimnya pengetahuan yang dimiliki.</p>



<p>Pada dasarnya, Penulis adalah orang yang mudah skeptis dan tidak mudah tergiur sesuatu yang sifatnya &#8220;kaya dengan mudah&#8221;. Meskipun kerap mendengar bagaimana orang mendadak kaya karena kripto, Penulis sama sekali tidak tertarik.</p>



<p>Nah, kasus pembunuhan yang sudah Penulis singgung di atas kemungkinan besar adalah contoh bagaimana manusia bisa tergiur dengan iming-iming &#8220;kaya dengan mudah&#8221; melalui investasi kripto. Padahal, risikonya sangat besar, apalagi jika menggunakan uang panas.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Tidak Boleh Menggunakan Uang Panas untuk Berinvestasi?</h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="829" height="641" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas-2.png" alt="" class="wp-image-6815" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas-2.png 829w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas-2-300x232.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas-2-768x594.png 768w" sizes="(max-width: 829px) 100vw, 829px" /><figcaption class="wp-element-caption">Luna, Contoh Investasi Kripto yang Crash (<a href="https://boldergroup.com/news/terra-luna-crash/">Bolder Group</a>)</figcaption></figure>



<p>Menurut pengertian Penulis pribadi, uang panas adalah sebuah istilah untuk merujuk kepada <strong>uang yang jika hilang akan menimbulkan masalah berat</strong>. Tentu semua uang yang hilang akan menjadi gawat, tapi uang panas ini sifatnya super duper gawat.</p>



<p>Contohnya adalah uang dari gaji yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jika uang tersebut kita gunakan untuk investasi dan raib, maka kita tidak bisa memenuhi kebutuhan kita dan berpotensi membahayakan hidup kita.</p>



<p>Hutang adalah contoh lain dari uang panas. Biasanya, ketika orang berinvestasi dengan uang hutang, mereka berharap akan mendapatkan untung yang bisa ia simpan sekaligus mengembalikan hutang yang ia pinjam.</p>



<p>Sayangnya, kenyataan tidak pernah semanis itu. Boro-boro cuan, yang ada investasinya buntung karena kurangnya edukasi. Tergoda dengan <em>easy money</em>, yang ada ia justru tidak bisa mengembalikan hutang tersebut.</p>



<p>Apalagi, sekarang ada banyak sekali pilihan investasi yang terkesan <em>high risk high value</em>. Kalau mau cuan banyak, ya harus berani ambil risiko tinggi. Bahkan, banyak yang sengaja <em>ngompor-ngomporin </em>agar banyak orang terpikat, seperti yang dilakukan para <em>crazy rich </em>palsu itu.</p>



<p>Tidak hanya kripto, aplikasi <em>trading </em>pun sempat ramai karena banyak yang merasa tertipu. Bahkan yang lebih parah, ada yang menggunakan uang panas untuk judi <em>online </em>atau main slot. Sudah dosa, pakai uang hutang pula.</p>



<p>Kita bisa berkaca pada kasus <em>crash</em>-nya kripto Luna hingga menjadi tidak bernilai sama sekali. Seandainya kita menginvestasikan uang kita di sana dengan uang hutang lalu nilainya <em>drop </em>sedemikian rupa, bagaimana kita bisa mengembalikan hutang tersebut?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Penulis sepakat bahwa investasi itu sangat penting untuk kehidupan kita. Daripada uangnya dibuat membeli sesuatu yang tidak terlalu penting (seperti <em><a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-saya-bagian-1/">board game</a></em>, uhuk), lebih baik diinvestasikan agar bisa &#8220;beranak-pinak&#8221; dan menambah aset kita.</p>



<p>Dengan berinvestasi, kita akan memiliki dana darurat jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Selain itu, investasi juga digunakan sebagai dana pensiun (untuk non-PNS tentunya) agar kita tidak memberatkan anak cucu kita kelak.</p>



<p>Namun, jangan sampai juga memaksakan diri untuk berinvestasi, bahkan sampai berhutang. Jika memang belum ada kemampuan untuk berinvestasi, coba untuk belajar mengelola keuangan lebih baik lagi atau belajar <em>skill </em>baru agar <em>value </em>kita bertambah.</p>



<p>Gunakanlah uang dingin untuk berinvestasi, yakni uang yang tidak berputar dan tidak digunakan untuk berbagai keperluan. Contoh, kita memiliki gaji 15 juta dengan kebutuhan bulanan 10 juta, maka 5 jutanya adalah uang dingin yang bisa digunakan untuk berinvestasi.</p>



<p>Semoga saja kasus pembunuhan karena kripto yang terjadi baru-baru ini bisa memberi kita pelajaran yang penting tentang berinvestasi. Selain jangan menggunakan uang panas, jangan suka pamer portofolio ke orang lain yang bisa bikin mereka iri!</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 25 Agustus 2023, terinspirasi setelah membaca berita tentang mahasiswa UI yang membunuh adik tingkat karena <em>Crypto</em></p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://m.imdb.com/title/tt0468569/mediaviewer/rm3929589505/">IMDb</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas/">Ketika Berinvestasi dengan Uang Panas</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Merantau ke Jakarta</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/apa-yang-perlu-dipersiapkan-sebelum-merantau-ke-jakarta/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/apa-yang-perlu-dipersiapkan-sebelum-merantau-ke-jakarta/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Aug 2023 16:24:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[merantau]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6780</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mungkin jika dibandingkan dengan orang lain, pengalaman merantau Penulis tidak terlalu banyak. Setelah 4 bulan merantau di Kampung Inggris, Kediri, Penulis sempat merantau ke Jakarta selama kurang lebih 2 tahun. Jakarta memang telah lama menjadi destinasi Penulis yang sejak kecil bercita-cita untuk bekerja di kota besar. Oleh karena itu, Penulis &#8220;nekad&#8221; untuk merantau ke sana [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/apa-yang-perlu-dipersiapkan-sebelum-merantau-ke-jakarta/">Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Merantau ke Jakarta</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Mungkin jika dibandingkan dengan orang lain, pengalaman merantau Penulis tidak terlalu banyak. Setelah 4 bulan merantau di Kampung Inggris, Kediri, Penulis sempat merantau ke Jakarta selama kurang lebih 2 tahun.</p>



<p><a href="https://whathefan.com/sajak/jakarta/">Jakarta</a> memang telah lama menjadi destinasi Penulis yang sejak kecil bercita-cita untuk bekerja di kota besar. Oleh karena itu, Penulis &#8220;nekad&#8221; untuk merantau ke sana ketika sedang mencari pekerjaan dan <em>alhamdulillah </em>datang.</p>



<p>Walaupun hanya sebentar, tentu ada pengalaman pribadi Penulis yang bisa dibagikan untuk para Pembaca yang mungkin baru akan merantau ke Jakarta. Pada tulisan kali ini, Penulis ingin sedikit berbagai mengenai apa yang perlu dipersiapkan sebelum merantau ke Jakarta. </p>





<h2 class="wp-block-heading">Mempersiapkan Barang yang akan Dibawa ke Jakarta</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6786" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Pilih Barang Bawaan dengan Bijak (Foto oleh <a href="https://www.pexels.com/id-id/foto/tas-kulit-coklat-pakaian-dan-macbook-57750/">OVAN</a>)</figcaption></figure>



<p>Berdasarkan pengalaman Penulis, pastikan hanya <strong>membawa barang yang penting-penting saja</strong> ketika merantau. Hal ini untuk memudahkan mobilitas kita di Jakarta, terutama jika kita akan berpindah tempat tinggal.</p>



<p>Kalau Penulis sendiri, dulu membawa satu tas ransel untuk laptop dan barang-barang penting lainnya, serta satu koper untuk pakaian-pakaian. Barang yang sekiranya bisa dibeli di Jakarta, sebaiknya ditinggal di rumah.</p>



<p>Barang yang menurut Penulis wajib dibawa adalah pakaian, alat mandi, alat sholat, obat-obatan, ponsel beserta aksesorisnya, dan laptop jika ada. Tentu saja dompet beserta kartu-kartunya juga wajib dibawa. </p>



<p>Sewaktu di Jakarta, Penulis membeli cukup banyak barang seperti rak, hanger, toples, setrika, <em>magic jar</em>, dan lain-lain. Alhasil, <a href="https://whathefan.com/pengalaman/meninggalkan-jakarta-untuk-sementara/">sewaktu meninggalkan Jakarta,</a> Penulis harus dijemput menggunakan mobil karena barangnya menjadi sangat banyak. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Menentukan di Mana Kita akan Tinggal di Jakarta</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6787" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Mau Pilih Tinggal di Mana? (Foto oleh <a href="https://www.pexels.com/id-id/foto/pemandangan-udara-kota-2116719/">Tom Fisk</a>) </figcaption></figure>



<p>Awal dari Penulis merantau ke Jakarta adalah karena menjadi <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-menjadi-volunteer-asian-games-awal-dari-segalanya/"><em>volunteer </em>Asian Games 2018</a>. Karena ditempatkan di Bekasi, Penulis pun ngekos di sana selama satu bulan. Setelah itu, Penulis tinggal sementara di rumah tante di daerah Grogol, sebelum akhirnya kos sendiri.</p>



<p>Nah, <strong>penentuan tempat tinggal</strong> ini menjadi salah satu hal yang perlu disiapkan sebelum merantau. Pilih tempat yang dekat dengan tujuan kita merantau untuk menghemat biaya akomodasi selama merantau.</p>



<p>Selain itu, kita juga harus memastikan kalau tempat tersebut dekat dengan berbagai tempat seperti tempat makan, <em>laundry</em>, apotek, sarana transportasi umum, tempat ibadah, dan lain sebagainya. </p>



<p>Sewaktu kos di daerah Kebayoran Lama, Penulis sangat bersyukur karena mendapatkan tempat yang dekat dengan segala macam, bahkan termasuk mal. Jika butuh apa-apa, Penulis tinggal berjalan kaki dan tidak perlu mengeluarkan uang untuk transportasi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Memahami Alur Transportasi di Jakarta</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="817" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/Transjakarta_Route_per_2016-1024x817.jpg" alt="" class="wp-image-6788" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/Transjakarta_Route_per_2016-1024x817.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/Transjakarta_Route_per_2016-300x240.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/Transjakarta_Route_per_2016-768x613.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/Transjakarta_Route_per_2016.jpg 1200w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Awalnya Memang Terlihat Mengerikan (<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_koridor_Transjakarta">Wikipedia</a>)</figcaption></figure>



<p>Sebagai anak rantau,<strong> transportasi umum jelas menjadi senjata utama ketika akan berpergian</strong> mengelilingi Jakarta. Apalagi, Jakarta juga memiliki banyak pilihan transportasi umum yang relatif terjangkau dan bisa menjangkau hampir semua lokasi strategis.</p>



<p>Masalahnya, alur transportasi Jakarta bisa terlihat &#8220;mengerikan&#8221; bagi pendatang, baik itu TransJakarta (TJ) maupun Kereta Rel Listrik (KRL). Untuk memahami peta rutenya, kita perlu <strong>memahami nama-nama daerah di Jakarta yang ada di peta rutenya</strong>.</p>



<p>Sederhananya, satu rute pasti memiliki warna yang sama. Jika tempat tujuan kita tidak dilewati oleh warna tersebut, artinya kita perlu transit dan berpindah rute. Tempat transit biasanya memiliki lambang khusus atau dilewati oleh beberapa warna.</p>



<p>Jangan segan bertanya ke petugas untuk memastikan halte/lajur yang kita ambil benar, mereka pasti dengan senang hati akan membantu kita. Selain itu, pastikan untuk<strong> memiliki <em>e-money</em></strong><em> </em>karena semua transportasi Jakarta menggunakan kartu ini.   </p>



<p>Kalau mau cara yang praktis, memang bisa naik ojek atau taksi <em>online</em>. Namun, biaya yang dikeluarkan akan membengkak dan kita pun jadi harus merasakan bagaimana macet dan panasnya Jakarta.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengetahui Bagaimana Mengelola Keuangan di Jakarta</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6789" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Harus Pandai Berhemat (Foto oleh <a href="https://www.pexels.com/id-id/foto/pemandangan-udara-kota-2116719/">Ahsanjaya</a>)</figcaption></figure>



<p>Biaya hidup di Jakarta jelas lebih tinggi dibandingkan di daerah. Oleh karena itu, kita harus benar-benar<strong> bijak dalam mengelola keuangan</strong> kita. Gaji pertama Penulis di Jakarta hanyalah 4 juta, dan itu cukup untuk sebulan, bahkan masih bisa disisihkan.</p>



<p>Salah satu &#8220;sumber&#8221; utama yang menguras uang adalah makanan. <strong>Jangan terlalu sering membeli makanan yang mahal</strong>, termasuk ngopi di kafe elit. Penulis merasa tertolong dengan adanya warteg di mana-mana, karena dengan 7 ribu saja sudah bisa kenyang.</p>



<p>Jika punya waktu (dan tidak malas), lebih baik<strong> mencuci baju sendiri</strong> dibandingkan <em>laundry </em>yang biayanya sekitar 8 ribu per kg. Penulis sendiri selama di Jakarta benar-benar tergantung <em>laundry </em>karena pada dasarnya malas mencuci.</p>



<p>Seperti yang sudah Penulis singgung di atas, <strong>murah dan lengkapnya transportasi umum</strong> di Jakarta juga sangat memudahkan Penulis untuk menghemat uang. Sebisa mungkin, hindari naik ojek/taksi karena biayanya lebih mahal.</p>



<p>Untuk barang-barang komplementer, sebisa mungkin jangan beli jika tidak kepepet. Jakarta memiliki banyak mal, sehingga godaan untuk belanja jelas sangat tinggi. Untuk itu, kita harus <strong>pandai menahan godaan belanja </strong>tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Merencanakan Eksplorasi Jakarta Sejauh Mungkin</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-5-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6790" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-5-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-5-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-5-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-5.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Destinasi Wajib Dikunjungi (<a href="https://www.jawapos.com/image/detail/189/wisata-di-kota-tua">JawaPos</a>)</figcaption></figure>



<p>Ketika sudah berhemat dan masih ada sisa uang, Penulis sarankan digunakan untuk <strong>eksplorasi Jakarta!</strong> Ada banyak tempat menarik yang wajib dikunjungi di Jakarta, seperti kawasan Kota Tua, berbagai museum, mal untuk cuci mata, dan lain sebagainya.</p>



<p>Penulis bahkan pernah dengan sengaja naik TJ untuk <em>literally </em>keliling Jakarta. Selama perjalanan, Penulis mengamati apa saja yang terlintas. Melakukan eksplorasi seperti ini juga membantu kita bisa <em>nyambung </em>ketika ngobrol dengan teman-teman Jakarta. </p>



<p>Bahkan setelah 2 tahun di sana, masih ada banyak tempat menarik yang belum sempat Penulis kunjungi. Salah satu cita-citanya yang belum tercapai adalah mengunjungi Sea World untuk melihat ikan-ikan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mencari Kawan Baru, Tetap Terkoneksi dengan Kawan Lama</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-6-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6791" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-6-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-6-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-6-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-6.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Cari Teman Baru Sebanyak Mungkin (Foto oleh <a href="https://www.pexels.com/id-id/foto/teman-teman-muda-yang-beragam-yang-bersemangat-merayakan-ulang-tahun-wanita-ceria-di-teras-5935249/">Kampus Production</a>)</figcaption></figure>



<p>Agar kerasan di Jakarta, tentu kita <strong>membutuhkan kawan-kawan baru</strong>. Penulis sangat merasa bersyukur karena selama di Jakarta, Penulis menemukan banyak teman yang satu frekuensi di kantor dan masih tetap terhubung hingga sekarang.</p>



<p>Selama masih positif, kita juga perlu untuk ikut segala kegiatan bersama kawan-kawan baru tersebut. Ini juga bisa menjadi kesempatan untuk bisa eksplor Jakarta lebih luas dan jauh lagi. Kita juga jadi bisa belajar <em>culture </em>Jakarta lebih baik lagi. </p>



<p>Selain itu, kita juga harus tetap<strong> terkoneksi dengan kawan-kawan lama dan keluarga</strong> melalui berbagai aplikasi yang ada di ponsel. Jujur, ini menjadi hal yang sangat membantu Penulis ketika merasa<em> </em>kangen rumah dan kesepian.</p>



<h2 class="wp-block-heading">EKSTRA: Menjaga Prinsip Selama Hidup di Jakarta</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-7-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6792" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-7-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-7-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-7-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-7.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Penulis Cuma Ikut Lihat, Tidak Ikut Minum (Foto oleh <a href="https://www.pexels.com/id-id/foto/teman-yang-beragam-dan-gembira-bersulang-dengan-botol-bir-di-atap-5935189/">Kampus Production</a>)</figcaption></figure>



<p>Sebagai orang yang baru merantau, jelas ada banyak <em>culture shock </em>ketika Penulis di Jakarta. Botol anggur merah (amer) dan vodka di meja kerja seolah menjadi hal yang biasa. Jam makan siang digunakan untuk <em>wik-wik </em>di kos pacar juga dianggap lumrah.</p>



<p><a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kenapa-sih-harus-judgemental/">Tanpa bermaksud <em>judgemental</em></a>, hal-hal semacam itu bertentangan dengan prinsip hidup Penulis. Untuk itu, <strong>menjaga prinsip hidup</strong> selama di Jakarta juga menjadi hal yang sangat penting agar kita bisa bertahan hidup di Jakarta.</p>



<p>Jika tidak bisa menjaga prinsipnya, mungkin Penulis akan dengan mudahnya &#8220;terjerumus&#8221;. Mong, tempat pijat++ tinggal menyeberang dari tempat kos Penulis. Mong, tempat jualan berbagai minuman keras Penulis lewati setiap pulang kantor.</p>



<p>Penulis juga merasa bersyukur karena tidak dijerumuskan oleh teman-temannya, malah dirinya merasa &#8220;dilindungi&#8221; karena mereka mampu menghargai prinsip hidup Penulis. Kami saling menghargai keputusan satu sama lain.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Kurang lebih seperti itulah yang butuh dipersiapkan sebelum merantau ke Jakarta. Penulis sendiri masih menyimpan harap kalau suatu saat bisa kembali merantau ke ibu kota, walaupun tidak dalam waktu dekat.</p>



<p>Semoga tulisan ini bisa membantu para Pembaca sekalian yang memang berencana atau sudah merantau ke Jakarta. Jika ada yang ingin didiskusikan lebih lanjut, <em>feel free </em>untuk menghubungi Penulis.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 22 Agustus 2023, terinspirasi untukmu</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.pexels.com/id-id/foto/dua-orang-membawa-ransel-dan-ransel-1986996/">Dids</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/apa-yang-perlu-dipersiapkan-sebelum-merantau-ke-jakarta/">Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Merantau ke Jakarta</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/apa-yang-perlu-dipersiapkan-sebelum-merantau-ke-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saya Berlibur ke Jakarta Selama 5 Hari (Bagian 1)</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/saya-berlibur-ke-jakarta-selama-5-hari-bagian-1/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/saya-berlibur-ke-jakarta-selama-5-hari-bagian-1/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Jul 2023 14:00:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[liburan]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6559</guid>

					<description><![CDATA[<p>Semenjak meninggalkan Jakarta pada bulan Oktober 2021, Penulis belum pernah ke Jakarta lagi karena memang tidak ada urgensi yang mewajibkan kembali. Apalagi, pekerjaan Penulis yang sekarang masih Work from Home (WFH). Banyak teman Penulis di Jakarta yang kerap menanyakan &#8220;Kapan ke Jakarta, Fan?&#8221;, sehingga muncul keinginan untuk ke Jakarta demi bisa bertemu dengan mereka. Namun, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/saya-berlibur-ke-jakarta-selama-5-hari-bagian-1/">Saya Berlibur ke Jakarta Selama 5 Hari (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Semenjak<a href="https://whathefan.com/pengalaman/meninggalkan-jakarta-untuk-sementara/"> meninggalkan Jakarta pada bulan Oktober 2021</a>, Penulis belum pernah ke Jakarta lagi karena memang tidak ada urgensi yang mewajibkan kembali. Apalagi, pekerjaan Penulis yang sekarang masih <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/agar-wfh-tetap-produktif/"><em>Work from Home</em> (WFH)</a>.</p>



<p>Banyak teman Penulis di Jakarta yang kerap menanyakan &#8220;Kapan ke Jakarta, Fan?&#8221;, sehingga muncul keinginan untuk ke Jakarta demi bisa bertemu dengan mereka. Namun, besarnya biaya yang harus dikeluarkan membuat Penulis belum bisa merealisasikannya.</p>



<p>Nah, pada bulan Februari 2023 kemarin, ketika sedang ngobrol di <em>chat </em>dengan salah satu teman bernama <strong>Dika</strong>, Penulis mendapatkan tawaran untuk tidur di rumahnya karena istrinya sedang ada acara di Bali selama 5 hari.</p>





<p>Karena ada kesempatan tersebut, Penulis pun langsung mengambilnya dan memutuskan untuk liburan ke Jakarta. Tidak hanya bertemu dengan teman-teman lama, akhirnya Penulis juga bertemu dengan teman-teman kantor barunya untuk pertama kalinya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Hari Pertama, Rabu, 15 Februari 2023</h2>



<p>Dengan alasan efisiensi, Penulis memutuskan untuk berangkat (dan pulang ) menggunakan pesawat terbang. Untuk alasan yang sama, Penulis juga menggunakan GoCar dari bandara Soekarno-Hatta ke rumah Dika dibandingkan naik kendaraan umum.</p>



<p>Rumah Dika yang berlantai dua ada di daerah Bintaro, di sebuah kluster mini yang konsepnya baru bagi Penulis. Ketika sampai di rumahnya, Penulis mendapatkan <em>house tour </em>dan waktu untuk istirahat sejenak.</p>



<p>Sorenya, Penulis pergi ke rumah tante yang ada di daerah Grogol, Jakarta Barat. Tidak lama, hanya sekitar dua jam karena malamnya Penulis udah punya janji untuk nonton <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-ant-man-and-the-wasp-quantumania/">Ant-Man and the Wasp: Quantumania</a></em> bersama teman-teman kantornya di Central Park.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Banyak Cerita di Central Park</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6639" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Central Park (<a href="https://www.pullmanjakartacentralpark.com/the-hotel/central-park-malls/">Pullman Jakarta Central Park</a>)</figcaption></figure>



<p>Nah, pertemuan ini adalah pertemuan perdana Penulis dengan teman-teman kantornya setelah dua tahun. Rasanya sedikit aneh karena selama ini Penulis hanya bersua secara digital, tapi tentu menyenangkan akhirnya bisa bertemu dengan mereka secara langsung.</p>



<p>Seusai nonton, Penulis terpaksa harus <em>skip </em>dari makan malam bersama teman-teman kantor karena teman Penulis bernama <strong>Kevin </strong>telah menanti di Starbucks Central Park. Setelah membicarakan beberapa hal, Penulis membeli makan di Indomaret sebelum memesan GoJek.</p>



<p>Nah, ada yang menarik dari abang GoJek-nya. Jadi, sebenarnya ia akan menyusul istrinya yang bekerja di Sushi Tei, tapi karena ada <em>order</em>-an masuk, akhirnya tetap ia ambil. Sepanjang perjalanan, ia bercerita tentang pelanggan-pelanggan nakal yang pernah ditemui istrinya.</p>



<p>Beberapa yang Penulis ingat adalah adanya serombongan pelanggan yang tidak membayar dengan modus keluar satu per satu. Selain itu, ada pelanggan yang dengan sengaja menaruh sesuatu di makanannya agar tidak membayar. Penulis hanya bisa geleng-geleng kepala.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Hari Kedua, Kamis, 16 Februari 2023</h2>



<p>Awalnya, Penulis hanya ingin mengambil cuti satu hari di Rabu. Namun, setelah dipikir-pikir, rasanya sayang jika menggunakan harinya di Jakarta hanya untuk bekerja. Untuk itu, Penulis pun memilih menambah cutinya keesokan harinya.</p>



<p>Cuti tersebut Penulis manfaatkan sebaik-baiknya untuk berjalan-jalan, yang sayangnya hanya ke <em>mall-mall </em>yang dulu sering Penulis kunjungi: <strong>Pondok Indah Mall (PIM)</strong>, <strong>Gandaria City (Gancit)</strong>, dan <strong>Grand Indonesia (GI)</strong>.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Pondok Indah Mall</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6640" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Pondok Indah Mall (<a href="https://davysukamta.com/portfolio/pondok-indah-mall-3-and-office-tower/">Davy Sukamta Partners</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis nebeng Dika ketika ia akan berangkat ke kantornya. Karena yang searah adalah PIM, maka Penulis menuju ke sana terlebih dahulu. Apalagi, sekarang ada PIM baru yang dulu belum ada sewaktu Penulis masih berdomisili di Jakarta.</p>



<p>Ketika menjelajahi PIM baru, Penulis berhenti cukup lama di Kidz Station karena ada banyak mainan menarik. Salah satunya adalah <em>model kit </em>dari Batmobile film <em>The Dark Knight</em>. Namun, Penulis mengurungkan niatnya dan hanya membelikan mainan Pokemon utuk adik Penulis.</p>



<p>Penulis juga mampir ke Toys Station dan membeli <em>die-cast </em>Lamborghini. Penulis hampir membeli <em>board game </em>di sini, tapi masih bisa menahan diri. Penulis juga berputar-putar sebentar di Gramedia dan Periplus, di mana Penulis hampir membeli <em>puzzle </em>Sherlock Holmes.</p>



<p>Tujuan utama Penulis ke PIM adalah mengunjungi Multitoys, toko mainan favorit Penulis waktu di Jakarta. Sayangnya, ternyata tokonya sudah pindah. Merasa sedikit kecewa, Penulis pun melanjutkan perjalanan ke Gancit.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Gandaria City</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6641" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Gandaria City (<a href="https://www.pakuwon.com/properties/detail/Gandaria+City+Mall">Properties &#8211; Pakuwon</a>)</figcaption></figure>



<p>Apa yang Penulis lakukan di Gancit adalah murni ingin bernostalgia, karena dulu Penulis hampir setiap hari ke sana berhubung kantornya memang nempel dengan <em>mall</em>-nya. Penulis juga makan di tempat ramen favoritnya, RamenYa!.</p>



<p>Penulis menyempatkan diri mampir ke Group Play, toko <em>board game </em>di Gancit di mana dulu Penuls sering menemani temannya ke sini. Penulis dilayani dengan baik oleh dua mbak-mbak yang menjaga tempatnya, bahkan hampir membeli <em>board game </em><strong>Unstable Unicorn</strong>.</p>



<p>Namun, tiba-tiba seseorang yang tampaknya bos dari Group Play datang dan mengajak rapat pegawainya. Dari yang Penulis dengar, tampaknya mereka akan pindah dari Gancir. Rapat itu cukup lama dan Penulis merasa &#8220;dikacangi&#8221;, sehingga akhirnya memutuskan untuk pergi.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Grand Indonesia dan Chillax Sudirman</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6642" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Chillax Sudirman (<a href="https://jakarta.bisnis.com/read/20221202/77/1604127/viral-tempat-hangout-baru-di-jakarta-chillax-sudirman-resmi-diperkenalkan">Jakarta &#8211; Bisnis.com</a>)</figcaption></figure>



<p>Dari Gancit, Penulis naik GoJek menuju ke Stasiun MRT Blok M karena destinasi selanjutnya adalah GI. Alasan utama mengapa Penulis pergi ke sana adalah karena sudah janjian dengan Sofri, teman kuliahnya dulu yang kini menjadi seorang tentara dan ditempatkan di Jakarta.</p>



<p>Penulis akhirnya membeli <em>board game </em>Unstable Unicorn di GI (kebetulan ada) dengan harga Rp430 ribu. Setelah itu, Penulis menunggu Sofri di Koi, lantas ditraktir makan di <em>food court</em>. Sayangnya pertemuan tersebut hanya sebentar, karena Penulis sudah memiliki janji lainnya.</p>



<p>Setelah dari GI, Penulis menuju Chillax Sudirman untuk bertemu dengan teman-teman lamanya, yang terdiri dari <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-menjadi-tour-guide-di-malang/"><strong>Naufal</strong>, <strong>Ka Dini</strong>, <strong>Ka Tania</strong></a>, <strong>Agung</strong>, dan <strong>Eky</strong>. Dika pun bergabung karena kantornya juga berada di daerah yang sama. Kami pun mengobrol santai cukup lama.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Dua hari pertama Penulis di Jakarta terasa sangat padat karena Penulis memang ingin memaksimalkan waktunya dengan sebaik mungkin. Ada banyak tempat yang ingin dikunjungi, ada banyak teman yang ingin ditemui.</p>



<p>Di tiga hari yang tersisa di Jakarta, Penulis memutuskan untuk agak <em>selow </em>karena merasa harus menjaga fisiknya dengan baik. Namun, bukan berarti tidak ada kejadian menarik. Penulis akan membahasnya di tulisan berikutnya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 1 Juli 2023, terinspirasi karena ingin menyelesaikan artikel mengenai liburannya ke Jakarta yang telah tertunda berbulan-bulan</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://usindo.org/home-slider/five-key-facts-about-indonesia/attachment/jakarta-night-city-skyscrapers-roundabout-at-night-239823/">USINDO</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/saya-berlibur-ke-jakarta-selama-5-hari-bagian-1/">Saya Berlibur ke Jakarta Selama 5 Hari (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/saya-berlibur-ke-jakarta-selama-5-hari-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa Makin ke Sini Makin Jarang Nulis Blog?</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/mengapa-makin-ke-sini-makin-jarang-nulis-blog/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/mengapa-makin-ke-sini-makin-jarang-nulis-blog/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Apr 2023 15:11:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[malas]]></category>
		<category><![CDATA[mood]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5652</guid>

					<description><![CDATA[<p>Akhir-akhir ini, Penulis menyadari kalau secara kuantitas, jumlah artikel yang bisa diproduksi untuk blog ini semakin berkurang. Apakah karena Penulis sekarang lebih mengutamakan kualitas? Tidak juga. Hal ini Penulis sadari ketika membuat daftar berapa jumlah artikel yang diproduksi setiap bulannya. Sebagai contoh, di tahun 2022 kemarin Penulis hanya bisa membuat 91 tulisan, di mana ada [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/mengapa-makin-ke-sini-makin-jarang-nulis-blog/">Mengapa Makin ke Sini Makin Jarang Nulis Blog?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Akhir-akhir ini, Penulis menyadari kalau secara kuantitas, jumlah artikel yang bisa diproduksi untuk blog ini semakin berkurang. Apakah karena Penulis sekarang lebih mengutamakan kualitas? Tidak juga.</p>



<p>Hal ini Penulis sadari ketika membuat daftar berapa jumlah artikel yang diproduksi setiap bulannya. Sebagai contoh, di tahun 2022 kemarin Penulis hanya bisa membuat <strong>91 tulisan</strong>, di mana ada bulan Penulis hanya menulis dua artikel saja.</p>



<p>Sebagai perbandingan, di tahun 2021 Penulis bisa menghasilkan 131 tulisan. Jika ditarik makin ke belakang, maka jumlahnya akan makin banyak: 2020 &#8211; 141 tulisan, 2019 &#8211; 191 tulisan, 2018 &#8211; 299 tulisan.</p>





<p>Di awal tahun, <a href="https://whathefan.com/renungan/1-365/">Penulis bertekad untuk memperbaiki hal ini dan kembali menulis rutin</a>. Hasilnya, semangat tersebut hanya bertahan 5 hari saja, sehingga Penulis hanya bisa menghasilkan 11 tulisan di bulan Januari tahun ini.</p>



<p>Di bulan Februari, hasilnya lebih parah karena Penulis hanya menghasilkan 2 tulisan, di mana &#8220;tren&#8221; ini berlanjut ke bulan Maret dengan hanya 7 tulisan. Artinya, dalam waktu 3 bulan, Penulis hanya bisa menghasilkan 20 tulisan.</p>



<p>Jika dibuat rata-rata, maka Penulis menulis sekitar 4,5 hari sekali. Tentu ini menjadi salah satu hal yang mengganggu pikirannya, mengapa cukup sulit untuk bisa konsisten dalam membuat tulisan, sesuatu yang dulu bisa dilakukan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Makin Jarang Menulis Blog?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/mengapa-makin-ke-sini-makin-jarang-menulis-blog-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6443" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/mengapa-makin-ke-sini-makin-jarang-menulis-blog-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/mengapa-makin-ke-sini-makin-jarang-menulis-blog-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/mengapa-makin-ke-sini-makin-jarang-menulis-blog-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/mengapa-makin-ke-sini-makin-jarang-menulis-blog-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Malas Menjadi Musuh Utama (<a href="https://www.pexels.com/id-id/foto/wanita-melankolis-menonton-video-di-laptop-di-rumah-3808012/">Andrea Piacquadio</a>)</figcaption></figure>



<p>Apakah karena kesibukan pekerjaan? Tidak juga, dulu di awal-awal blog ini ada, Penulis juga sudah bekerja dan seolah selalu punya waktu untuk menulis blog. Hal ini pun mendorong Penulis untuk melakukan interopeksi diri.</p>



<p>Penulis pun muncul dengan dua kesimpulan, yaitu <strong>malas</strong> dan <strong>jenuh</strong>. Rasanya kedua hal tersebut yang menjadi faktor utama mengapa Penulis menjadi semakin jarang menulis di blog ini. </p>



<h3 class="wp-block-heading">Alasan Nomor 1: Malas</h3>



<p><a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/saya-ini-pemalas/"><strong>Malas</strong> adalah musuh besar Penulis</a>, dan tak jarang menjadi penghambat Penulis untuk bisa produktif seharian. Jika melihat <em>pattern </em>tanggal tayang artikel di tahun 2023, sebenarnya Penulis beberapa kali berusaha &#8220;bangkit&#8221; dan menulis secara konsisten.</p>



<p>Namun, memang <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/menjaga-konsistensi/">menjaga konsistensi tersebut sangat sulit</a>. Ada saja godaan dan alasan untuk mulai menulis, entah dari <em>game</em>, media sosial, YouTube, dan alasan &#8220;sudah capek&#8221;. Padahal, aktivitas menulis blog bisa dilakukan sambil berbaring dan tidak butuh waktu banyak.</p>



<p>Selain itu, Penulis terkadang juga ingin menulis sesuatu yang membutuhkan riset yang cukup banyak. Jujur saja, membayangkan harus melakukan riset kerap menjadi alasan mengapa Penulis merasa malas untuk mulai menulis.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Alasan Nomor 2: Jenuh</h3>



<p>Alasan kedua adalah <strong>jenuh</strong>. Sebagai orang yang berkutat di bidang media, menulis dan mengetik adalah rutinitas harian yang wajib dilakukan, bahkan di saat <em>weekend </em>ketika seharusnya digunakan untuk bersantai dan beristirahat.</p>



<p>Menulis blog, yang dulu menjadi hobi, seakan telah berubah menjadi sebuah kewajiban yang pada akhirnya menimbulkan perasaan malas. Penulis menyadari hal ini, apalagi Penulis berambisi untuk bisa menulis setidaknya satu artikel setiap hari.</p>



<p>Selain itu, Penulis juga merupakan orang yang <em>moody</em>. Penulis mudah saja mengikuti <em>mood </em>yang kerap menjadi pembenaran untuk tidak menulis blog. Padahal, Penulis sudah sengaja membeli tablet agar aktivitas menulis blog bisa lebih fleksibel dan bisa di mana saja.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Lantas, Bagaimana Caranya agar Bisa Menjadi Lebih Sering Menulis Blog?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/mengapa-makin-ke-sini-makin-jarang-menulis-blog-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6444" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/mengapa-makin-ke-sini-makin-jarang-menulis-blog-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/mengapa-makin-ke-sini-makin-jarang-menulis-blog-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/mengapa-makin-ke-sini-makin-jarang-menulis-blog-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/mengapa-makin-ke-sini-makin-jarang-menulis-blog-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Harus Semangat untuk Rajin Nulis Lagi (<a href="https://www.pexels.com/id-id/@buro-millennial-636760/">Buro Millennial</a>)</figcaption></figure>



<p>Menyadari permasalahan ini, Penulis tentu berusaha mencari solusinya agar aktivitas menulis blog bisa kembali menjadi kegiatan yang menyenangkan. Beberapa cara sudah berusaha Penulis lakukan, bagaimana hasilnya harus dilihat beberapa waktu ke depan.</p>



<p>Pertama, tentu Penulis harus <strong>mencari topik-topik yang menyenangkan untuk ditulis</strong>. Ketika menulis sesuatu yang membuat bersemangat, tentu kita tidak akan menunda-nundanya. </p>



<p>Untuk itu, Penulis akan mencoba mencari topik-topik ringan untuk ditulis ketika <em>weekday</em>. Kalau yang agak berat dan butuh riset panjang, biar ditulis ketika <em>weekend </em>karena waktunya cukup panjang.</p>



<p>Jika diperhatikan, akhir-akhir ini Penulis memang lebih sering menulis artikel-artikel yang tergolong ke kategori &#8220;Ruang Pinggir&#8221;, kategori yang memang Penulis gunakan untuk mewadahi hal-hal yang bersifat remeh, karena memang lebih mudah membuatnya.</p>



<p>Selanjutnya adalah berusaha untuk <strong>menjaga konsistensi dalam hidup produktif</strong>. Penulis sudah banyak membaca buku dan menonton video tentang produktivitas, tetapi efeknya jarang bisa bertahan lama. </p>



<p>Namun, setidaknya Penulis akan terus berusaha bangkit setiap kali gagal menjaga konsistensinya. Kadang butuh satu minggu, kadang butuh berbulan-bulan. Penulis akan berusaha agar waktu yang dibutuhkan untuk bangkit tidak terlalu lama.</p>



<p>Hobi menulis Penulis telah menjadi sebuah pekerjaan, sehingga logikanya <strong>Penulis memang membutuhkan hobi baru</strong>. Karena membaca juga berdekatan dengan aktivitas ini, makanya Penulis beralih ke <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-saya-bagian-1/">hobi <em>board game</em></a><em> </em>dan mainan agar bisa mengatasi perasaan jenuh.</p>



<p>Tentu saja yang paling utama adalah <strong>niat </strong>untuk konsisten menulis blog. Jika sesekali tidak menulis karena ada kesibukan lain tentu tidak masalah, yang jadi masalah adalah ketika tidak menulis blog karena alasan malas, tidak <em>mood</em>, dan lain sebagainya.</p>



<p>Blog ini, <a href="http://whathefan.com">whathefan.com</a>, telah <a href="https://whathefan.com/pengalaman/whathefan-adalah-investasi-saya/">memberikan banyak hal kepada Penulis</a>, termasuk kesempatan untuk memiliki karir yang dimilikinya sekarang. Oleh karena itu, Penulis akan terus berusaha menjaga blog ini, dengan terus berusaha menulis di dalamnya secara konsisten.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 10 April 2023, terinspirasi setelah menyadari beberapa waktu terakhir semakin jarang menulis blog</p>



<p>Foto: <a href="https://www.pexels.com/photo/a-tired-man-rubbing-his-eyes-while-sitting-in-front-of-his-laptop-5198264/">Tima Miroshnichenko</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/mengapa-makin-ke-sini-makin-jarang-nulis-blog/">Mengapa Makin ke Sini Makin Jarang Nulis Blog?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/mengapa-makin-ke-sini-makin-jarang-nulis-blog/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
