<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>fantasi Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/fantasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/fantasi/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 Jun 2024 15:25:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>fantasi Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/fantasi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Membaca Keajaiban Toko Kelontong Namiya</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-keajaiban-toko-kelontong-namiya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-keajaiban-toko-kelontong-namiya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Apr 2024 14:24:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[fantasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Keigo Higashino]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[slice of life]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7176</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejak terpukau dengan seri Funiculi Funicula, Penulis jadi makin tertarik untuk membaca novel-novel buatan penulis Jepang. Oleh karena itu, Penulis memutuskan untuk membeli salah satu novel karya Keigo Higashino, yang namanya sering Penulis temukan di toko buku. Untuk pilihan pertama Penulis jatuhkan kepada novel berjudul Keajaiban Toko Kelontong Namiya. Entah mengapa waktu itu Penulis merasa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-keajaiban-toko-kelontong-namiya/">[REVIEW] Setelah Membaca Keajaiban Toko Kelontong Namiya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sejak terpukau dengan <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-funiculi-funicula-before-the-coffee-gets-cold/">seri <em>Funiculi Funicula</em></a>, Penulis jadi makin tertarik untuk membaca novel-novel buatan penulis Jepang. Oleh karena itu, Penulis memutuskan untuk membeli salah satu novel karya Keigo Higashino, yang namanya sering Penulis temukan di toko buku.</p>



<p>Untuk pilihan pertama Penulis jatuhkan kepada novel berjudul<em><strong> Keajaiban Toko Kelontong Namiya</strong></em>. Entah mengapa waktu itu Penulis merasa terdorong untuk memilih judul ini sebagai &#8220;perkenalan&#8221; dengan karya-karya Keigo. Mungkin karena sinopsisnya yang membuat penasaran.</p>



<p>Untungnya, ternyata pilihan Penulis benar-benar tepat sasaran. Tanpa perlu diragukan, novel ini menjadi salah satu favoritnya. Ada banyak alasan mengapa Penulis menganggap kalau <em>Keajaiban Toko Kelontong Namiya </em>adalah salah satu novel terbaik yang pernah dibaca.</p>



<p class="has-text-align-center"><strong>[SPOILER ALERT!!!]</strong></p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-768x566.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-1024x755.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-346x255.jpg 346w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019.jpg 1221w " alt="Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/animekomik/mencari-inspirasi-karakter-melalui-anime/">Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Buku</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: Keajaiban Toko Kelontong Namiya</li>



<li>Penulis: Keigo Higashino</li>



<li>Penerbit: Gramedia Pustaka Utama</li>



<li>Cetakan: Keenambelas</li>



<li>Tanggal Terbit: Maret 2023</li>



<li>Tebal: 400 halaman</li>



<li>ISBN: 9786020648293</li>



<li>Harga: Rp130.000</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Sinopsis Buku Keajaiban Toko Kelontong Namiya</h2>



<p><em>Ketika tiga pemuda berandal bersembunyi di toko kelontong tak berpenghuni setelah melakukan pencurian, sepucuk surat misterius mendadak diselipkan ke dalam toko melalui lubang surat.</em></p>



<p><em>Surat yang berisi permintaan saran. Sungguh aneh.</em></p>



<p><em>Namun, surat aneh itu ternyata membawa mereka dalam petualangan melintasi waktu, menggantikan peran kakek pemilik toko kelontong yang menghabiskan tahun-tahun terakhirnya memberikan nasihat tulus kepada orang-orang yang meminta bantuan.</em></p>



<p><em>Hanya untuk satu malam.</em></p>



<p><em>Dan saat fajar menjelang, hidup ketiga sahabat itu tidak akan pernah sama lagi..</em></p>



<h2 class="wp-block-heading">Isi Buku Keajaiban Toko Kelontong Namiya</h2>



<p>Sesuai dengan sinopsis yang tertera pada bagian belakang buku, novel ini awalnya mengambil sudut pandang dari tiga pemuda yang baru saja melakukan pencurian. Mereka adalah Atsuya, Shota, dan Kohei. Mereka bersembunyi di sebuah toko kelontong yang sudah tak berpenghuni.</p>



<p>Lantas, tiba-tiba datang sepucuk surat yang masuk ke dalam toko tersebut tanpa ada orang di sekitar. Lebih menegangkannya lagi, toko tersebut ditulis oleh seseorang yang berasal dari masa lalu! Karena penasaran, mereka pun mencoba menulis balasannya.</p>



<p>Atsuya yang tegas dan blak-blakan memiliki gaya menulis surat yang galak seolah sedang memarahi, sedangkan kedua temannya yang lain lebih lembut dan berempati. Ajaibnya, setiap mereka selesai mengirimkan surat balasan, maka balasan selanjutnya akan segera datang.</p>



<p>Kurang lebih seperti itulah ringkasan plot cerita dari bagian pertama yang berjudul <strong>&#8220;Jawaban Ada di Kotak Susu.&#8221;</strong> Novel ini masih memiliki empat bagian lagi, yang masing-masing memiliki kisahnya sendiri, walau pada akhirnya akan ada benang merah di bagian akhir.</p>



<p>Tentu saja masing-masing bagian selalu memiliki kaitan dengan toko kelontong Namiya, entah itu sebagai orang yang meminta saran atau sang pemilik toko itu sendiri ketika masih hidup. Keempat bagian yang lain memiliki judul:</p>



<p><strong>2. Alunan Harmonika di Malam Hari</strong></p>



<p>Berpusat pada seorang pemuda yang dilema mengenai kariernya sebagai musisi. Lantas, ia pun berkonsultasi dengan toko kelontong Namiya yang dekat dengan rumahnya. Menariknya, semua surat yang ia kirimkan dibalas oleh ketiga pemuda yang telah disebutkan sebelumnya.</p>



<p><strong>3. Semalam di Civic</strong></p>



<p>Setelah mendapat gambaran bagaimana ketiga pemuda tersebut mengalami &#8220;perjalanan waktu&#8221; sejak masuk toko kelontong tersebut, kita akan dibawa ke sudut pandang pemilik toko tersebut, yakni Yuji Namiya, dan anaknya, Takayuki.</p>



<p>Pada bagian ini, kita jadi bisa memahami mengapa Yuji di penghujung hidupnya membuka layanan konsultasi gratis. Meskipun banyak yang iseng, Yuji selalu berusaha membalas semuanya dengan serius dan bijak.</p>



<p><strong>4. Mengheningkan Cipta Bersama The Beatles</strong></p>



<p>Pada bagian empat, kita akan dibawa ke cerita baru yang berpusat pada mantan penggemar <em>band </em>The Beatles. Namun, di satu titik ia menjadi membenci <em>band </em>tersebut dan memutuskan untuk menjual semua koleksinya.</p>



<p>Hal tersebut terjadi menjelang kaburnya ia bersama orang tuanya, yang sedang terlilit masalah dan hutang. Bahkan, ia pada akhirnya memutuskan untuk kabur dan meninggalkan orang tuanya karena suatu alasan.</p>



<p><strong>5. Doa dari Langit</strong></p>



<p>Penutup dari novel ini berpusat pada seorang wanita muda yang berkarier sebagai seorang <em>hostess</em>. Karena dilema, ia pun meminta nasehat dari Toko Kelontong Namiya (di mana yang membalasnya adalah ketiga pemuda yang telah disebutkan di atas).</p>



<p>Meskipun terkadang merasa tidak cocok dengan gaya bahasa balasan surat tersebut, ia memutuskan untuk menuruti semua nasehatnya dan akhirnya berhasil menjadi seorang wanita yang sukses.</p>



<p>Yang menarik dari bab ini adalah kita menjadi mendapatkan penjelasan mengenai keajaiban yang terjadi di Toko Kelontong Namiya. Selain itu, seluruh cerita dari bab pertama hingga terakhir pun jadi jelas benang merahnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Membaca Buku Keajaiban Toko Kelontong Namiya</h2>



<p>Dari ratusan novel yang pernah dibaca oleh Penulis, rasanya baru kali ini ada yang berhasil membuat Penulis merasa merinding tak karuan. Tidak hanya karena nuansa supranaturalnya, tapi juga karena plot ceritanya yang<em> </em>kadang terasa getir.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Banyak Kesamaan dengan Funiculi Funicula</h3>



<p>Meskipun ditulis oleh orang yang berbeda, entah mengapa <em>Keajaiban Toko Kelontong Namiya </em>memiliki kesan yang mirip dengan <a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-funiculi-funicula-before-the-coffee-gets-cold-spoiler-version/">seri <em>Funiculi Funicula</em></a>. Selain ada unsur supranatural, cerita-cerita yang dihadirkan pun cukup <em>heartwarming </em>walau tidak sampai bikin mewek.</p>



<p>Selain itu, ada juga unsur <em>time travel </em>di novel ini, walau yang pergi ke masa lalu hanya surat-surat, bukannya orangnya seperti yang terjadi di <a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-funiculi-funicula-kisah-kisah-yang-baru-terungkap/">kafe Funiculi Funicula</a>. Itu pun sudah cukup karena surat tersebut menjadi salah satu kekuatan utama dari novel ini.</p>



<p>Penokohannya pun juga sama-sama PR karena Penulis kesulitan mengingat nama dalam bahasa Jepang. Apalagi, novel ini juga memiliki banyak karakter. Bayangkan, setiap cerita selalu menghadirkan karakter baru.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Benang Merah dari Kisah-Kisah yang Seolah Tak Berhubungan</h3>



<p>Formula yang dimiliki oleh novel ini mengandung salah satu unsur yang Penulis sukai, yakni bagaimana beberapa kisah yang seolah tidak memiliki keterkaitan ternyata memiliki benang merah yang tak terduga. Padahal, cerita yang dimiliki seolah bisa berdiri sendiri-sendiri. </p>



<p>Begitu menyelesaikan novel ini, rasanya cerita yang terjalin berhasil menjadi <em>full circle</em>, di mana cerita berakhir di mana ia bermula. Novel ini juga memiliki alur waktu yang tidak linier, mirip dengan film-film buatan Christopher Nolan. </p>



<p>Walaupun begitu, alurnya bisa dibilang mengalir dengan mulus tanpa ada <em>plot hole</em>. Cerita dengan latar waktu yang rumit bisa dibuat mudah dipahami. Apalagi, tidak ada adegan yang terasa percuma. Semua memiliki alasan mengapa harus diceritakan.</p>



<p>Mungkin bagi yang mendalami konsep <em>time travel</em> akan mempertanyakan beberapa paradoks yang terjadi karena semua kejadian yang ada berada dalam satu lingkaran yang sama. Ini terutama akan sangat terasa di bab terakhir. </p>



<h3 class="wp-block-heading">Karakter Favorit: Yuji Namiya</h3>



<p>Tanpa memberikan <em>spoiler</em>, karakter favorit Penulis di sini tentu saja adalah Yuji Namiya sang pemilik toko kelontong yang memberikan layanan konsultasi gratis. Di penghujung hidupnya, ia mengabdikan dirinya untuk bisa bermanfaat bagi orang lain. Luar biasa.</p>



<p>Meskipun adegannya lebih banyak <em>flashback </em>karena ia diceritakan telah meninggal di masa kini, kita bisa merasakan kehadirannya sepanjang cerita, terutama setelah membaca bab ketiga. </p>



<p>Salah satu hal yang paling membuat Penulis merasa terharu adalah bagaimana ia bahkan menyempatkan diri untuk membalas sebuah kertas kosong tanpa isi. Balasannya pun tidak main-main, benar-benar membuat merinding!</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Penulis tidak ingin membocorkan banyak cerita atau plot dari novel ini, karena berharap Pembaca akan menemukan keseruannya sendiri ketika membaca novel ini. Tak berlebihan rasanya jika Penulis menyebut ini adalah salah satu novel terbaik yang pernah dibaca.</p>



<p>Yang jelas, rasanya tidak ada pertanyaan yang menggantung setelah menamatkannya, semua tuntas terjawab, termasuk mengapa bisa surat yang dikirimkan puluhan tahun lalu bisa baru sampai hari ini. Sangat direkomendasikan untuk semua kalangan!</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Skor: 11/10</mark></p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 31 Maret 2024, terinspirasi setelah membaca buku Keajaiban Toko Kelontong Namiya</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-keajaiban-toko-kelontong-namiya/">[REVIEW] Setelah Membaca Keajaiban Toko Kelontong Namiya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-keajaiban-toko-kelontong-namiya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Membaca Lumpu</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-lumpu/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-lumpu/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2021 12:59:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[fantasi]]></category>
		<category><![CDATA[Lumpu]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[serial Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Tere Liye]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5022</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sama seperti tahun kemarin, tahun ini Tere Liye kembali merilis dua buku serial Bumi. Bedanya, tahun kemarin Selena dan Nebula memiliki kesinambungan. Kali ini, Si Putih dan Lumpu sama sekali tidak berkaitan. Setidaknya, belum. Berbeda dengan Si Putih yang merupakan spin-off, di novel Lumpu kita akan kembali bertemu dengan trio kesayangan kita, Raib, Seli, dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-lumpu/">Setelah Membaca Lumpu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sama seperti tahun kemarin, tahun ini Tere Liye kembali merilis dua buku serial Bumi. Bedanya, tahun kemarin <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-selena-dan-nebula/"><em>Selena </em>dan <em>Nebula</em></a> memiliki kesinambungan. Kali ini, <em><a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-si-putih/">Si Putih</a></em> dan <em><strong>Lumpu </strong></em>sama sekali tidak berkaitan. Setidaknya, belum.</p>



<p>Berbeda dengan <em>Si Putih </em>yang merupakan <em>spin-off</em>, di novel <em>Lumpu </em>kita akan kembali bertemu dengan trio kesayangan kita, Raib, Seli, dan Ali. Ini merupakan kisah pertama mereka setelah tiga buku terakhir berfokus pada sosok lain.</p>



<p>Novel ini menjadi buku ke-11 dari serial Bumi. Jujur, Penulis tidak menyangka kalau <a href="https://whathefan.com/buku/menjelajah-dunia-paralel/">serial Bumi</a> akan menjadi sepanjang ini. Penulis kira, <em><a href="https://whathefan.com/buku/teknik-marketing-pada-komet-minor/">Komet Minor</a></em> adalah seri terakhir.</p>



<p>Setelah mengungkapkan kekecewaan pada novel <em>Si Putih</em>, bagaimana dengan novel ini?</p>



<p><strong>SPOILER ALERT!!!</strong></p>





<h2 class="wp-block-heading">Apa Isi Buku Ini?</h2>



<p>Setelah mendapatkan kabar Miss Selena ditangkap, Raib, Seli, dan Ali memutuskan untuk menyelamatkannya dan memulai petualangan baru. Dengan berbagai persiapan, mereka kembali ke Klan Bulan.</p>



<p>Tempat pertama yang mereka tuju adalah Akademi Bayangan Tingkat Tinggi (ABTT) untuk bertemu dengan Master Ox. Mereka butuh bertemu dengannya untuk menemukan di mana musuh lama mereka, Tamus, berada.</p>



<p>Ali adalah orang yang memiliki ide gila tersebut. Mengapa? Karena Lumpu mengincar orang-orang yang memiliki kekuatan. Apalagi, Tamus juga termasuk orang yang menerobos ke Klan Nebula untuk mencuri Cawan Keabadian.</p>



<p>Berkat petunjuk dari Master Ox, mereka bertiga menemukan lokasi Tamus. Tentu mereka tidak disambut dengan ramah. Pertarungan pun terjadi dengan sengit sampai Lumpu tiba-tiba muncul.</p>



<p>Singkat cerita Ali memutuskan untuk menyelamatkan Tamus dan pergi dari tempat tersebut. Mereka ingin Tamus memberi tahu mereka di mana kapal peninggalan Klan Aldebaran. Tamus pun menunjukkan tempatnya, lantas ia berkhianat dengan mencuri ILY, kapal buatan Ali.</p>



<p>Raib, Seli, dan Ali pun berusaha menemukan Tamus sekaligus ILY. Kita pun akan dibawa berkeliling ke tempat-tempat di Klan Bulan yang belum pernah kita kunjungi. Mereka harus bersiap jika Lumpu hadir di hadapan mereka untuk mengambil semua kekuatan mereka.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Membaca Buku <em>Lumpu</em></h2>



<p>Membosankan. Lagi-lagi membosankan. Itulah yang muncul di benak Penulis ketika membaca novel ini. Ketika sudah selesai pun, Penulis hanya berpikir, &#8220;<a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/udah-gitu-aja/">udah, gitu aja?</a>&#8221; Petualangan yang dialami Raib, Seli, dan Ali, walaupun selalu ada rintangan menghadang, akhirnya selalu muluuus begitu saja.</p>



<p>Pertama, petualangan yang dilakukan begitu-begitu saja. Bahkan, formula &#8220;bertemu orang tua yang menyebalkan tapi berguna&#8221; di novel <em>Si Putih </em>kembali terulang di sini. Kasarnya kalau tidak ada sosok tua ini, petualangan akan mengalami jalan buntu.</p>



<p>Selain itu, LAGI-LAGI bantuan datang di saat terdesak muncul lagi. Ketika pertarungan klimaks melawan Lumpu, tiba-tiba datang Lambat dan Kosong yang sempat muncul di novel <em>Nebula</em>. Padahal, katanya penduduk Klan Nebula telah habis (maksudnya <em>plot twist </em>mungkin?).</p>



<p>LAGI-LAGI kekuatan ajaib muncul di saat terdesak. Raib dengan sarung tangan Klan Bulannya ternyata pusaka yang mampu mematahkan kemampuan Lumpu untuk menghilangkan kekuatan orang lain. Raib menggunakannya untuk membuat Lumpu kehilangan kemampuannya sendiri.</p>



<p>Ada beberapa nama yang kehilangan kemampuannya di novel ini dan itu menjadi poin yang cukup positif dari novel ini. Tapi tetap saja, formula yang digunakan selalu sama dan tidak ada perubahan. Pertarungan klimaks? Monoton, rasanya begitu-begitu saja.</p>



<p>Bagian yang cukup menegangkan terjadi di bagian Epilog. Namun, bagian itu pun ada agar kita tertarik untuk membeli lanjutan dari novel ini, yakni <strong><em>SaragaS</em> </strong>yang berpusat pada orangtua Ali. Semoga formulanya berubah, tidak repetitif lagi.</p>



<p>Seolah ingin memastikan pembacanya membaca semua novelnya, entah ada berapa <em>callback </em>yang merujuk ke novel-novel sebelumnya. Untungnya, ada penjelasan singkat sehingga Penulis tidak perlu membuka novel-novel yang lama.</p>



<p>Tidak cukup di situ, Tere Liye kembali marah-marah soal pembajakan buku. Tidak cukup satu buku di <em><a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-selamat-tinggal/">Selamat Tinggal</a></em>, ia menulis amarahnya beberapa halaman di bagian epilog ketika Seli memarahi temannya yang membeli buku bajakan (terkesan dipaksakan untuk diselipkan). </p>



<p>Penulis paham ia merasa kesal dan hampir putus asa karyanya selalu dibajak, tapi Penulis yang selalu membeli buku orisinal jadi merasa tidak dihargai sebagai pembaca. Simpati Penulis kepadanya pun jadi berkurang.</p>



<p>Sungguh, seandainya bukan karena <em>cover </em>buku yang menarik, Penulis akan berhenti membeli serial Bumi. Setidaknya, masih ada 7 buku lagi, termasuk novel <em>Aldebaran </em>yang menjadi puncaknya. Semua buku yang sudah rilis masih masuk <em>phase 1 </em>ala <a href="https://whathefan.com/intermeso/ketika-dc-comics-mengejar-marvel/">Marvel Cinematic Universe</a>. Iya, MASIH <em>PHASE 1.</em></p>



<p>Novel ini jadi penutup untuk <em>Nebula arc</em>, tapi menjadi pembuka untuk novel-novel selanjutnya. Sayang, serial Bumi sebenarnya memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Jarang ada Penulis Indonesia yang bisa membuat cerita fantasi seluas ini. </p>



<p>Penulis sebenarnya juga tidak ingin memberikan <em>feedback </em>yang negatif seperti ini. Tapi apa daya, kenyataannya memang seperti itu. Semoga Tere Liye bisa memberikan formula yang baru dan berani keluar dari zona nyamannya di buku-buku berikutnya. </p>



<figure class="wp-block-pullquote"><blockquote><p>Nilainya: <strong>3.5/5.0</strong></p></blockquote></figure>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 2 Juni 2021, terinspirasi setelah membaca <em>Lumpu </em>karya Tere Liye</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-lumpu/">Setelah Membaca Lumpu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-lumpu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Membaca Si Putih</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-si-putih/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-si-putih/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2021 13:56:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[fantasi]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[serial Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Si Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Tere Liye]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5017</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tere Liye kembali melanjutkan serial Bumi yang kini sudah mencapai jilid ke-10 dan ke-11. Kali ini, Penulis akan membahas tentang buku ke-10, Si Putih, yang berpusat pada kucing milik Raib. Sebagai cerita spin-off, novel ini akan memiliki latar belakang yang jelas berbeda dengan serial Bumi lainnya. Kita akan dibawa ke klan baru bernama Polaris yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-si-putih/">Setelah Membaca Si Putih</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Tere Liye kembali melanjutkan serial Bumi yang kini sudah mencapai jilid ke-10 dan ke-11. Kali ini, Penulis akan membahas tentang buku ke-10, <strong><em>Si Putih</em>,</strong> yang berpusat pada kucing milik Raib.</p>



<p>Sebagai cerita <em>spin-off</em>, novel ini akan memiliki latar belakang yang jelas berbeda dengan serial Bumi lainnya. Kita akan dibawa ke klan baru bernama Polaris yang belum pernah dikunjungi oleh Raib, Seli, dan Ali.</p>



<p>Ketika membeli novel ini, Penulis berharap akan mengetahui bagaimana <em>Si Putih </em>bisa sampai berada di depan rumah Raib dan akhirnya dipelihara. Sayangnya, novel ini akan memiliki sekuel sehingga tidak menjawab pertanyaan tersebut.</p>



<p><strong>SPOILER ALERT!!!</strong></p>





<h2 class="wp-block-heading">Apa Isi Buku Ini?</h2>



<p>Kali ini, kita akan dibawa berpetualang ke <strong>Klan Polaris</strong>, sebuah klan unik yang berada di konstelasi Ursa. Cerita berpusat pada tokoh bernama <strong>N-ou</strong> yang tinggal di kota E-um. </p>



<p>Tempat yang terbagi menjadi dua wilayah, di mana satu wilayah dibiarkan tanpa manusia agar ketika terjadi pandemi atau bencana lainnya, mereka bisa mengungsi ke bagian klan yang lebih aman.</p>



<p>Ketika N-ou berusia 12 tahun, pandemi mematikan tersebut muncul. Ia dan orangtuanya pun bergegas melewati dinding pembatas untuk mengungsi. Sayangnya di detik-detik terakhir, N-ou terpapar virus sehingga harus ditinggalkan di kota E-um.</p>



<p>N-ou yang sekarat tiba-tiba ditolong oleh seekor kucing berwarna putih yang kita kenal dengan nama Si Putih. Keajaiban pun menghampiri N-ou, ia berhasil selamat dari pandemi tersebut dan bertahan hidup. Setelah kondisinya pulih, ia mulai menelusuri tembok pembatas tersebut, berharap bisa menembusnya. </p>



<p>Sayang, lima tahun berlalu ia tidak menemukan celah sekecil apapun. Keinginannya untuk bertemu dengan orangtuanya pupus sudah. Ia pun membulatkan tekad untuk menyusuri area Timur, area yang selama ini terkesan misterius.</p>



<p>Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan Pak Tua yang akan menjadi teman perjalanannya. Keberadaan orang tersebut membantu N-ou memahami dunia yang belum pernah ia dengar. Ia tidak sadar, perjalanannya kali ini akan membuatnya menyadari kekuatan terpendam yang ia miliki.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Membaca Buku <em>Si Putih</em></h2>



<p>Gimana ya, memang sih novel ini menghadirkan tokoh dan klan baru. Akan tetapi, formula petualangan yang digunakan tetap begitu-begitu saja. Tidak ada sesuatu yang bisa membuat pembaca merasa berdebar. Alurnya pun mudah ditebak dan tidak ada <em>suprise </em>sama sekali.</p>



<p>Kondisi pandemi yang menjadi konflik awal di novel ini nampaknya terinspirasi dari <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/corona-dan-dampak-sosial-ekonominya/">pandemi Corona </a>yang terjadi di dunia nyata. Penulis berusaha untuk tidak <em>spoiler </em>terlalu banyak, tapi petualangan yang dihadapi N-ou bisa dibilang tidak ada yang baru. </p>



<p>Mungkin, hal yang baru di novel ini adalah adanya klan yang bisa mengendalikan hewan. Area Timur Klan Polaris ternyata dikuasai oleh Pengendali Hewan. </p>



<p>N-ou dan kucingnya ternyata bisa bersinergi dan menjadi petarung yang handal. Mereka berusaha untuk menggulingkan kekuasaan raja yang merupakan pengendali naga.</p>



<p>Karena ini bukunya Tere Liye, tanpa Penulis beritahu pun Pembaca mungkin sudah menebak kalau pada akhirnya N-ou berhasil mengalahkan sang raja. &#8220;Anak kemarin&#8221; bisa mengalahkan raja yang sudah berkuasa selama bertahun-tahun.</p>



<p>Bagaimana caranya? Tentu saja &#8220;bantuan dan kekuatan yang tiba-tiba muncul ketika keadaan terdesak&#8221;. Formula <em>ending</em>-nya sedikit mirip dengan <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-pulang-pergi/">novel <em>Pulang-Pergi</em></a><em> </em>yang sudah Penulis ulas beberapa waktu lalu. </p>



<p>Ada beberapa bagian yang cukup membosankan di novel ini. Adegan Si Putih minta makan terlalu banyak diulang-ulang hingga rasanya sedikit memuakkan. </p>



<p><em>Character development</em>-nya? Rasanya juga begitu-begitu saja. N-ou berhasil menjadi remaja yang dewasa karena keadaan. Pak Tua tipe orang <em>tsundere </em>yang rasanya beberapa kali muncul di novel-novel Tere Liye.</p>



<p>Petualangan yang disajikan juga tidak bisa dibilang seru, hingga Penulis berpikir apakah karena faktor usia sehingga Penulis tidak bisa menikmati keseruan fantasi remaja ini?</p>



<p>Selain itu, akhir dari novel ini memiliki <em>ending </em>yang sangat menggantung. <em>Ending </em>tersebut seolah memaksa kita untuk membeli lanjutan dari novel ini yang berjudul <em>Bibi Gil</em>. Oh iya, Bibi Gil yang menjadi guru Miss Selena muncul di novel ini.</p>



<p>Sejujurnya, serial Bumi mulai membosankan. Penulis sempat memuji <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-selena-dan-nebula/">novel Selena dan Nebula</a> yang memiliki alur cerita menarik serta penuh dengan intrik dan sedikit <em>plot twist</em>. Sayangnya, hal tersebut tidak Penulis temukan di sini.</p>



<p>Penulis akan tetap membeli <a href="https://whathefan.com/buku/menjelajah-dunia-paralel/">serial Bumi</a>. Bukan karena penasaran atau ceritanya menarik, melainkan karena <em>cover </em>dari buku-bukunya sangat <em>collectible</em> dan bagus untuk dipajang di rak buku.</p>



<figure class="wp-block-pullquote"><blockquote><p>Nilainya: <strong>3.5/5.0</strong></p></blockquote></figure>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 1 Juni 2021, terinspirasi setelah membaca novel <em>Si Putih </em>karya Tere Liye</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-si-putih/">Setelah Membaca Si Putih</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-si-putih/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Membaca Selena dan Nebula</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-selena-dan-nebula/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2020 21:49:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[fantasi]]></category>
		<category><![CDATA[Nebula]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[Selena]]></category>
		<category><![CDATA[serial Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3758</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa buku terakhir karangan Tere Liye sangat mengecewakan Penulis, mulai dari Pergi, Si Anak Badai, hingga terakhir Si Anak Cahaya. Hal tersebut membuat Penulis mulai mempertimbangkan untuk berhenti koleksi novel-novelnya. Hanya saja, sewaktu melihat pengumuman kalau ia akan merilis dua novel baru berjudul Selena dan Nebula, Penulis merasa ingin mencoba sekali lagi. Apalagi, kedua novel tersebut merupakan rangkaian dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-selena-dan-nebula/">Setelah Membaca Selena dan Nebula</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa buku terakhir karangan Tere Liye sangat mengecewakan Penulis, mulai dari <em><a href="https://whathefan.com/buku/antara-pulang-dan-pergi/">Pergi</a>,</em> <a href="https://whathefan.com/buku/anak-anak-muara-pada-si-anak-badai/"><em>Si Anak Badai</em></a>, hingga terakhir <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-si-anak-cahaya/"><em>Si Anak Cahaya</em></a>. Hal tersebut membuat Penulis mulai mempertimbangkan untuk berhenti koleksi novel-novelnya.</p>
<p>Hanya saja, sewaktu melihat pengumuman kalau ia akan merilis dua novel baru berjudul <em><strong>Selena</strong> </em>dan <em><strong>Nebula</strong>, </em>Penulis merasa ingin mencoba sekali lagi.</p>
<p>Apalagi, kedua novel tersebut merupakan rangkaian dari <a href="https://whathefan.com/buku/menjelajah-dunia-paralel/">serial <em>Bumi</em></a> yang sudah Penulis koleksi. Untunglah, kedua novel ini cukup berhasil memuaskan Penulis.</p>
<p><strong><em>Spoiler Alert!</em></strong></p>
<h3>Apa Isi Buku Ini?</h3>
<p>Setelah petualangan menghadapi Si Tanpa Mahkota berakhir, akhirnya Raib, Seli, dan Ali bisa hidup di Bumi dengan tenang. Bercanda, kalau masih bisa menghasilkan uang dari serial ini, mengapa tidak dilanjutkan?</p>
<p>Kali ini, kita akan melihat sebuah <em>flashback </em>dari guru mereka bertiga, <strong>Miss Selena</strong>, mulai ketika ia dilahirkan di sebuah tempat terpencil di Klan Bulan hingga akhirnya diasuh oleh pamannya yang super pelit.</p>
<p>Ia tidak berbakat menguasai teknik-teknik bertempur yang biasanya dimiliki oleh Klan Bulan. Salah satu kelebihannya hanyalah pengamatannya yang super tajam.</p>
<p>Walaupun begitu, Selena tidak putus asa. Ia tetap bercita-cita suatu saat bisa bergabung dengan <strong>Akademi Bayangan Tingkat Tinggi (ABTT), </strong>sekolah terbaik di seluruh klan bulan<strong>,</strong> agar bisa menjadi seorang prajurit.</p>
<p>Sayang, kemampuannya benar-benar payah dan ia pun tak lolos tes keterampilan. Di saat ia mulai merasa putus asa, tiba-tiba muncul sebuah sosok bernama <strong>Tamus</strong> di hadapannya, sosok yang sama dengan muncul di cermin milik Raib di buku pertama.</p>
<p>Ia berjanji akan membuat Selena memiliki kekuatan-kekuatan super sehingga bisa mengambil studi di tempat impiannya. Sebagai gantinya, Selena harus mengabdi kepadanya dan mematuhi perintah-perintahnya.</p>
<p>Singkat cerita Selena akhirnya memiliki kekuatan yang besar dan menyabotase upacara penerimaan murid baru di ABTT. Setelah membuat kehebohan, akhirnya sang kepala sekolah memutuskan untuk menerimanya sebagai murid ke-101.</p>
<p>Ketika membuat kerusuhan, ia dibantu oleh dua murid bernama <strong>Mata</strong> dan <strong>Tazk</strong>. Mereka akhirnya menjadi bersahabat dan sangat dekat satu sama lain.</p>
<p>Kehidupan sekolah pun berjalan seperti biasa, para siswa ABTT mengambil kelas-kelas yang wajib dan yang mereka minati. Selena mengambil kelas tambahan <em>Malam dan Misterinya</em> untuk mengasah kemampuan mengintainya.</p>
<p>Di tengah-tengah kehidupan sekolahnya, Selena kerap mendapatkan misi dari Tamus yang hebatnya selalu berhasil ia tuntaskan. Ia pun menyadari kalau ada sebuah klan misterius yang memiliki sebuah benda pusaka yang diincar oleh Tamus.</p>
<p>Cerita pun berlanjut ke novel <em>Nebula</em>, yang diambil dari nama klan misterius tersebut. Di sini, mulai tersulut cinta segitiga antara Selena, Mata, dan Tazk. Mereka bertiga juga memutuskan untuk mencari Klan Nebula.</p>
<p>Rasanya Penulis akan berhenti sampai di sini agar <em>spoiler</em>-nya tidak <em>kebablasan</em>. Berhasilkan mereka bertiga menemukan Klan Nebula? Bagaimana dengan kisah cinta segitiga mereka?</p>
<p>Karena yang menulis Tere Liye, pasti berhasil. Hanya bagaimana caranya berhasil pembaca harus mengetahuinya sendiri. Kisah cinta segitiganya juga gampang sekali tertebak, tapi Penulis tidak akan memberi bocoran di sini.</p>
<h3>Setelah Membaca Selena dan Nebula</h3>
<p>Dua novel ini tamat dalam dua hari, jika ditotal mungkin sekitar 8-9 jam. Karena kisah fantasinya yang ringan, Penulis sama sekali tidak merasa berat ketika membacanya.</p>
<p>Membaca novel ini serasa membaca novel Harry Potter. Kita akan melihat petualangan Selena dan dua sahabatnya menjalani kehidupan akademi dengan berbagai mata pelajaran unik.</p>
<p>Alurnya berjalan cepat dan hampir semua bagiannya terasa penting, berbeda dengan <em>Si Anak Badai </em>dan <em>Si Anak Cahaya </em>yang cukup membosankan karena menyisipkan cerita yang tidak memengaruhi alur.</p>
<p>Meskipun berfokus pada karakter Selena, kita juga akan mengetahui siapa orangtua Raib sebenarnya. Sejujurnya pembaca akan langsung mengetahuinya sejak perkenalan tokoh tersebut.</p>
<p>Selain itu, kita juga akan melihat Raib, Seli, dan Ali di buku ini sehingga bisa melihat koneksi antara <em>Selena </em>dan <em>Nebula </em>dengan novel-novel <em>Bumi </em>lainnya.</p>
<p>Yang jelas, epilog dari novel <em>Nebula </em>cukup memuaskan. Tere Liye berhasil membuat Penulis merasa penasaran, apa yang akan terjadi di buku selanjutnya. Oh iya, masih banyak buku yang serial <em>Bumi </em>yang akan rilis. Sangat banyak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Nilainya:<strong> 4.0/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 19 April 2020, terinspirasi setelah membaca buku <em>Selena </em>dan <em>Nebula</em></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-selena-dan-nebula/">Setelah Membaca Selena dan Nebula</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Membaca Bliss dan A Dash of Magic</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-bliss-dan-a-dash-of-magic/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jan 2020 04:40:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[A Dash of Magic]]></category>
		<category><![CDATA[Bliss]]></category>
		<category><![CDATA[fantasi]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[roti]]></category>
		<category><![CDATA[sihir]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3335</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kata orang, don&#8217;t judge a book by its cover. Jangan menilai sebuah buku hanya dari sampulnya saja. Walaupun begitu, Penulis tetap mempertimbangkan sampul buku sebelum membelinya, selain melihat sinopsis, penulis, dan penerbitnya. Oleh karena itu, Penulis merasa penasaran dengan trilogi novel The Bliss Bakery karya Kathryn Littlewood karena warna bukunya yang serba biru (termasuk pinggirannya) dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-bliss-dan-a-dash-of-magic/">Setelah Membaca Bliss dan A Dash of Magic</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kata orang, <em>don&#8217;t judge a book by its cover</em>. Jangan menilai sebuah buku hanya dari sampulnya saja. Walaupun begitu, Penulis tetap mempertimbangkan sampul buku sebelum membelinya, selain melihat sinopsis, penulis, dan penerbitnya.</p>
<p>Oleh karena itu, Penulis merasa penasaran dengan trilogi novel <strong><em>The</em> <em>Bliss Bakery </em></strong>karya Kathryn Littlewood karena warna bukunya yang serba biru (termasuk pinggirannya) dan menarik perhatian.</p>
<p>Penulis sudah lama ingin membeli novel-novel tersebut sejak zaman kuliah, namun baru terealiasi ketika sudah bekerja di Jakarta. Dari tiga buku yang dimiliki, Penulis sudah membaca dua buku: <em><strong>Bliss</strong> </em>dan <strong><em>A Dash of Magic</em></strong>.</p>
<p>Pada tulisan kali ini, Penulis ingin membahas keduanya sekaligus karena pada dasarnya tidak banyak yang bisa diceritakan. <strong>SPOILER ALERT</strong></p>
<h3>Apa Isi Kedua Buku Ini?</h3>
<p>Novel ini berpusat pada keluarga Bliss yang terkenal karena memiliki toko roti lezat. Pasangan suami istri Albert dan Purdy Bliss memiliki empat orang anak, di mana yang menjadi tokoh utama adalah anak kedua yang bernama <strong>Rosemary Bliss</strong>.</p>
<p>Rose memiliki seorang kakak bernama Ty dan dua orang adik, yakni Sage dan Leigh. Secara umum, mereka semua hidup harmonis meskipun Rose tidak akur-akur amat dengan saudara-saudaranya.</p>
<p>Mereka sekeluarga memiliki rahasia besar: roti-roti mereka dibuat dengan kekuatan sihir yang diwariskan secara turun-temurun! Setiap resep bahkan memiliki sebuah efek yang bisa menyelesaikan berbagai masalah.</p>
<p>Bahan-bahan yang harus dikumpulkan pun sangat ajaib, bukan sesuatu yang bisa ditemukan di kebun belakang rumah. Contohnya? Menangkap petir.</p>
<p>Sayangnya, Rose sama sekali tidak diizinkan untuk mengutak-atik buku resep tersebut karena orangtuanya khawatir akan terjadi masalah jika sampai mereka salah resep. Padahal, Rose ingin mendapatkan pengakuan sebagai pembuat roti yang handal.</p>
<p>Suatu hari, suami istri Bliss dimintai oleh walikota dari kota tetangga untuk menyembuhkan sebuah penyakit aneh. Mereka berdua pun harus meninggalkan anak-anak mereka dan menyerahkan kunci buku resep rahasia ke Rose.</p>
<p>Di saat yang bersamaan, datanglah bibi mereka yang bernama Lily. Ia terlihat begitu anggun dan bersikap manis seperti selayaknya seorang bibi yang baik.</p>
<p>Ternyata, ada udang di balik batu. Bibi Lily sejak awal mengincar buku resep rahasia Bliss dan ia berhasil melakukannya di bagian akhir buku sehingga Rose dan keluarganya pun harus mampu merebut kembali buku resep tersebut.</p>
<p>Cerita pun bersambung ke buku kedua, <em>A Dash of Magic, </em>yang bercerita tentang perjuangan Rose merebut kembali buku resep keluarga dengan mengikuti sebuah kompetisi. Ia harus bisa mengalahkan bibinya dalam kompetisi membuat roti di Eropa.</p>
<p>Karena buku resep berada di tangan Bibi Lily, keluarga Bliss pun harus sampai meminta tolong kerabat mereka yang berada jauh di selatan. Alasannya, ia memiliki salinan resep tersebut walaupun belum selesai.</p>
<p>Setelah itu, mereka sekeluarga pun harus mengumpulkan berbagai bahan unik bin ajaib di Eropa agar bisa membuat roti yang mampu mengalahkan Bibi Lily.</p>
<p>Banyak sekali kejadian unik di petualangan mereka, mulai hewan yang bisa berbicara hingga pertemuan dengan makhluk dari dunia lain. Singkat cerita, mereka pun berhasil mengalahkan Bibi Lily dan merebut kembali buku resep keluarga.</p>
<p>Udah, gitu aja ceritanya.</p>
<h3>Setelah Membaca <em>Bliss </em>dan <em>A Dash of Magic</em></h3>
<p>Trilogi novel ini jelas bergenre fantasi. Bedanya, novel ini tidak mengambil tema &#8220;isekai&#8221; seperti Harry Potter. Novel ini berfokus pada seorang remaja yang tinggal di sebuah kota kecil dan berkeinginan untuk menjadi pembuat roti yang hebat.</p>
<p>Hanya saja, Penulis merasa trilogi ini menargetkan remaja usia SMP sampai SMA sebagai pembacanya karena cerita dan konfliknya yang sangat-sangat ringan.</p>
<p>Petualangan yang dilakukan Rose bersama keluarganya mudah ditebak dan selalu bisa keluar dari permasalahan yang menghadang, sesulit apapun masalahnya.</p>
<p>Penulis hampir tidak merasakan ketegangan yang dialami tokoh utama. Sewaktu membaca novel ini, rasanya datar saja. Tidak ada perasaan ingin segera menamatkan novel ini cepat-cepat.</p>
<p>Penulis juga tidak menemukan adanya <em>plot twist </em>yang membuat kita terkejut. Rasanya semua lurus begitu saja, seolah permasalahan dan solusinya sudah terlihat sejak kita mulai membaca novel ini.</p>
<p>Selain itu, konflik utama di buku pertama (hilangnya buku resep rahasia) juga terselesaikan di buku kedua. Lantas, kenapa harus ada buku ketiga? Untuk alasan inilah Penulis belum akan membaca bukunya yang ketiga dalam waktu dekat ini.</p>
<p>Tempo buku ini juga berjalan cukup lambat sehingga akan membuat kita merasa bosan. Penulis memaksakan diri untuk menamatkan novel ini demi konten blog.</p>
<p>Buku ini Penulis rekomendasikan untuk pembaca pemula yang sedang menginginkan bacaan segar. Seri novel ini kurang cocok untuk pembaca dewasa seperti Penulis yang terbiasa dengan buku-buku berat.</p>
<p>Nilainya: <strong>3.2/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Note: Foto sampul hanya menggunakan buku <em>A Dash of Magic </em>karena buku pertama berada di Malang</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 25 Januari 2020, terinspirasi setelah membaca buku <em>Bliss </em>dan <em>A Dash of Magic </em>karya Kathryn Littlewood</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-bliss-dan-a-dash-of-magic/">Setelah Membaca Bliss dan A Dash of Magic</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Teknik Marketing Pada Komet Minor</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/teknik-marketing-pada-komet-minor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Apr 2019 16:32:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[fantasi]]></category>
		<category><![CDATA[Komet Minor]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[petualangan]]></category>
		<category><![CDATA[serial Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Tere Liye]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2257</guid>

					<description><![CDATA[<p>Wait, what? Kok judulnya gitu amat? Ini kan petualangan terakhir Raib, Seli, dan Ali, kenapa judulnya menjadi &#8220;Teknik Marketing&#8221;? Mabuk makan Kintan nih penulisnya! Hehehe, enggak kok. Penulis menulis dengan penuh kesadaran dan bertanggungjawab. Akan penulis jelaskan mengapa penulis memilih kata tersebut sebagai judul. SPOILER ALERT! Apa Isi Buku Ini? Penulis tahu buku Komet Minor ini rilis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/teknik-marketing-pada-komet-minor/">Teknik Marketing Pada Komet Minor</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Wait, what? </em>Kok judulnya gitu amat? Ini kan petualangan terakhir <strong>Raib</strong>, <strong>Seli</strong>, dan <strong>Ali</strong>, kenapa judulnya menjadi &#8220;Teknik Marketing&#8221;? Mabuk makan Kintan nih penulisnya!</p>
<p>Hehehe, enggak kok. Penulis menulis dengan penuh kesadaran dan bertanggungjawab. Akan penulis jelaskan mengapa penulis memilih kata tersebut sebagai judul. SPOILER ALERT!</p>
<h3>Apa Isi Buku Ini?</h3>
<p>Penulis tahu buku <strong><em>Komet Minor</em> </strong>ini rilis pada Maret kemarin ketika diberitahu oleh Ayu. Kami berdua memang sama-sama mengikuti <a href="https://whathefan.com/buku/menjelajah-dunia-paralel/">serial <em>Bumi</em></a> karena dia sering pinjam buku penulis.</p>
<p>Penulis yang sebenarnya sedang menunggu buku terbaru Andrea Hirata <strong>Orang-Orang Biasa </strong>tentu kaget, sehingga langsung memutuskan untuk membeli kedua buku melalui <em>mizanstore.com</em>. Lumayan, ada potongan harga.</p>
<p>Seperti buku-buku Tere Liye lainnya, buku yang satu ini juga penulis habiskan dengan lumayan cepat. Lantas, seperti apa isi buku yang satu ini?</p>
<p>Pada akhir buku <em>Komet</em>, ternyata musuh utama <strong>si Tanpa Mahkota</strong> menyamar menjadi Max dan berhasil mengelabuhi Raib dan kawan-kawan.</p>
<p>Buku ini langsung melanjutkan adegan tersebut. Ternyata, portal menuju klan Komet Minor adalah melalui mulut seekor ikan raksasa yang melahap pulau di mana mereka berada.</p>
<p>Dalam kondisi terjepit, bagaimana mereka berhasil lolos dari cengkeraman si Tanpa Mahkota? Ternyata Ali membawa potongan kaca yang tersambung dengan Batozar (pembaca harus membaca novel <em>Ceros dan Batozar</em>).</p>
<p>Keajaiban datang (seperti biasa). Hebatnya, Batozar mampu mengimbangi kekuatan si Tanpa Mahkota, bahkan membuatnya lumpuh. Padahal, si Tanpa Mahkota adalah musuh terkuat yang telah hidup ribuan tahun lamanya.</p>
<p>Batozar membawa Raib, Seli, dan Ali pergi sebelum si Tanpa Mahkota kembali sadar. Mereka ingin mendahului si Tanpa Mahkota menemukan senjata terkuat yang akan membuatnya menjadi makhluk paling kuat.</p>
<p>Selama perjalanan, Batozar melatih trio tersebut agar menjadi lebih tangguh. Tentu mereka juga mengumpulkan informasi tentang senjata tersebut.</p>
<p>Ternyata, senjata tersebut dibagi menjadi tiga bagian dan dipegang oleh tiga penduduk klan Komet Minor. Mereka pun harus mencari ketiga orang tersebut di berbagai penjuru klan.</p>
<p>Pada akhirnya mereka berhasil menemukan potongan pertama, tapi berhasil direbut oleh si Tanpa Mahkota. Begitu pula potongan kedua. Tentu saja potongan terakhir juga.</p>
<p>Akan tetapi, tentu saja kejahatan tidak akan pernah menang, setidaknya di novel buatan Tere Liye. Potongan yang diambil oleh si Tanpa Mahkota ternyata palsu. Yang asli berhasil disembunyikan oleh Ali dan ia pun berhasil mengalahkan si Tanpa Mahkota.</p>
<p>Alih-alih membunuh si Tanpa Mahkota, mereka memutuskan untuk mengurungnya di tempat si Ceros, <strong>Nggalanggeran</strong> dan <strong>Nggalanggeran</strong>, berada, yakni di Bor-O-Bdur. Selesai? Tidak semudah itu, Ferguso!</p>
<h3>Teknik Marketing yang Berlebihan</h3>
<p>Kalau boleh jujur, banyak hal yang membuat penulis kesal dengan novel ini. Pertama, tidak ada <strong>satu pun </strong>tokoh yang mati pada petualangan ini. Padahal, penulis mengira setidaknya Seli akan tewas (hampir sih).</p>
<p>Kedua, walaupun akhirnya lumayan mengejutkan dan masuk akal (jika dibandingkan dengan <a href="https://whathefan.com/buku/antara-pulang-dan-pergi/">novel <em>Pergi</em></a>), tetap banyak &#8220;keajaiban datang di saat terakhir&#8221;, sesuatu yang sudah sangat biasa.</p>
<p>Dari semua itu, yang paling menyebalkan adalah bagian terakhir dari novel ini. Masih ada <strong>3 novel </strong>yang akan rilis setelah novel <em>Komet Minor.</em></p>
<p>Lah, bagus dong kalau begitu? Iya, masalahnya, Tere Liye berusaha menyisipkan cerita-cerita novel baru tersebut di novel ini untuk membuat pembacanya penasaran dan membeli novel barunya.</p>
<p>Contohnya tentang klan <em>Proxima Centauri </em>yang muncul sebentar, yang seandainya tidak dituliskan di sini pun tidak mempengaruhi jalan cerita (jika mempengaruhi jalan cerita, penulis bisa memakluminya).</p>
<p>Lantas, Ali sempat berbicara bahwa kucing milik Raib, <strong>si Putih</strong>, ternyata bukan kucing biasa. Kucing tersebut juga akan memiliki novelnya sendiri!</p>
<p>Terakhir, akan ada novel tentang orangtua Raib yang berjudul <strong>Nebula</strong>. Kalau yang satu ini, masih oke lah. Tentu banyak pembaca yang penasaran dengan sosok orangtua kandung Nebula.</p>
<p>Belum lagi munculnya Batozar dan Ceros yang membuat pembaca harus membaca novel sebelumnya agar benar-benar memahami cerita novel ini secara utuh.</p>
<p>Penulis belum pernah menemukan teknik marketing seperti novel ini. Menyisipkan cerita-cerita novel terbaru memang membuat pembaca penasaran, akan tetapi jika sampai berjumlah empat buku rasanya juga berlebihan.</p>
<p>Sebagai buku (yang seharusnya) menjadi pamungkas, sebenarnya penulis berharap lebih. Pertarungan yang seru, pengorbanan yang tak terelakkan, dilema yang harus dihadapi, seharusnya terjadi pada buku ini.</p>
<p>Akan tetapi, mungkin memang buku ini ditujukan untuk usia pembaca remaja yang belum bisa mencerna bacaan berat. Jika memang seperti itu, penulis memaklumi.</p>
<h3>Kesimpulan</h3>
<p>Sebenarnya, serial <em>Bumi</em> adalah novel yang akan mengajarkan makna persahabatan dengan demikian indah. Hubungan antara Raib, Seli, dan Ali sangatlah erat meskipun Raib dan Ali sangat sering bertengkar.</p>
<p>Buku <em>Komet Minor </em>ini hanya penulis rekomendasikan bagi pembaca yang sudah mengikuti serial <em>Bumi</em> sejak awal. Petualangan antar klan yang disajikan memang seru, hanya saja terasa monoton.</p>
<p>Menurut penulis, Tere Liye lebih cocok menuliskan novel-novel bertemakan kehidupan seperti novel <em>Rindu </em>ataupun serial <em>Anak-Anak Mamak</em>. Penulis sangat menyukai novel-novel Tere Liye yang seperti itu dibandingkan novel fantasinya.</p>
<p>Nilainya: <strong>3.5/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 3 April 2019, terinspirasi setelah menamatkan novel Komet Minor</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/teknik-marketing-pada-komet-minor/">Teknik Marketing Pada Komet Minor</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Racun Literasi Pada Platform Digital</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/racun-literasi-pada-platform-digital/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/racun-literasi-pada-platform-digital/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Dec 2018 00:57:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[anak muda]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[fantasi]]></category>
		<category><![CDATA[literasi]]></category>
		<category><![CDATA[pembaca]]></category>
		<category><![CDATA[racun]]></category>
		<category><![CDATA[vulgar]]></category>
		<category><![CDATA[wattpad]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1830</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selain lewat blog ini, penulis juga menerbitkan novel penulis (Leon dan Kenji &#38; Distopia Bagi Kia) di platform digital seperti Wattpad dan Storial. Walaupun belum mendapat pembaca di Storial, novel penulis sudah lumayan banyak dibaca di Wattpad (sekitar 500 kali). Akan tetapi, penulis memiliki keprihatinan mendalam terhadap konten-konten yang ada di Wattpad. Bukannya iri, tapi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/racun-literasi-pada-platform-digital/">Racun Literasi Pada Platform Digital</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Selain lewat blog ini, penulis juga menerbitkan novel penulis (<a href="http://whathefan.com/category/leon-dan-kenji-buku-1/">Leon dan Kenji</a> &amp; <a href="http://whathefan.com/category/distopia-bagi-kia/">Distopia Bagi Kia</a>) di platform digital seperti <strong>Wattpad</strong> dan <strong>Storial</strong>. Walaupun belum mendapat pembaca di Storial, novel penulis sudah lumayan banyak dibaca di Wattpad (sekitar 500 kali).</p>
<p>Akan tetapi, penulis memiliki keprihatinan mendalam terhadap konten-konten yang ada di Wattpad. Bukannya iri, tapi penulis merasa miris melihat genre novel yang banyak dibaca dan mendapat banyak like adalah genre yang berbau <strong>seks</strong> dan <strong><em>fan fiction</em></strong>.</p>
<h3>Novel Vulgar untuk Semua</h3>
<p>Menurut teman penulis, sejak dulu memang banyak sekali novel-novel seperti itu. Yang membuat penulis merasa kaget, pembuat novel-novel itu adalah usia anak sekolah, bahkan masih duduk di bangku SMP!</p>
<p>Pantas saja, tanpa bermaksud sombong, sewaktu penulis mencoba membaca salah satu cerita tersebut, penulisannya masih carut-marut. Salah meletakkan tanda baca, <a href="http://whathefan.com/sosialpolitik/perang-diksi-tanpa-makna/">penggunaan diksi</a> yang kurang tepat, serta alur cerita yang terkesan tidak beraturan.</p>
<p>Penulis sangat menyayangkan fenomena ini harus terjadi di ranah dunia literasi. Memang bagus, dengan hadirnya platform digital tingkat literasi kita meningkat. Tapi jika jenis bacaan yang dibaca seperti itu, jelas hal tersebut menjadi racun yang berbahaya.</p>
<p>Apalagi penulis kemarin mendapatkan pesan WhatsApp dari ibu, tentang seorang pemilik penerbit kecil merasa terkejut ketika ada dua anak SMP yang menerbitkan novel dewasa dengan kata-kata tidak seronok! Apalagi, mereka dengan bangga mengakui bahwa mereka adalah seorang <strong>fujoshi</strong>!</p>
<p>Apa itu fujoshi? Fujoshi (<strong>腐女子</strong>) adalah sebutan dari bahasa Jepang untuk perempuan yang menyukai cerita di mana laki-laki menyukai laki-laki atau sering disingkat <strong>BxB</strong>. Mengerikan bukan jika sejak usia sekolah mereka sudah melihat sesuatu yang secara norma dan agama tidak benar?</p>
<h3>Pengaruh Novel Vulgar terhadap Pola Pikir</h3>
<p>Mau mengakui atau tidak, apa yang kita baca dan tonton akan mempengaruhi pola pikir kita. Apabila sejak remaja kita menonton hal-hal yang berbau vulgar, tentu lama kelamaan kita akan terbawa dan terpengaruh dengan hal tersebut dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Apalagi mereka menggunakan <em>oppa </em>favorit mereka untuk menyalurkan fantasi liar mereka. Penulis menjadi merasa prihatin terhadap para <em>oppa </em>tersebut karena dijadikan obyek untuk novel vulgar.</p>
<p>Mereka terkadang menggunakan alasan &#8220;<a href="http://whathefan.com/karakter/batasan-kebebasan-berekspresi/">kebebasan berekspresi</a>&#8221; atau dalih &#8220;jangan fokus pada kevulgarannya, tapi pada ceritanya&#8221;. Mereka mungkin tidak sadar bahwa tulisan mereka akan membawa dampak yang buruk kepada para pembacanya.</p>
<p>Sayangnya, Wattpad tidak bisa melakukan penyaringan terhadap konten-konten seperti itu. Mungkin karena mereka mengusung konsep <em>free for all</em>, sehingga siapapun bisa menerbitkan apapun, sama seperti di media sosial (ya walaupun di Facebook dan Instagram lebih ketat proses penyaringannya).</p>
<p>Tentu kita tidak ingin generasi muda terpengaruh hal-hal seperti itu. Yang bisa kita lakukan hanya bisa berusaha mengingatkan orang-orang terdekat kita untuk menjauhi hal-hal seperti itu. Kalaupun mereka tetap membandel dengan alasan &#8220;Hak Asasi&#8221;, setidaknya kita sudah berusaha.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, terinspirasi setelah melihat novel-novel di Wattpad yang begitu vulgar</p>
<p>Foto: <a href="https://picjumbo.com/young-woman-reading-a-book-on-her-ipad/">picjumbo.com</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/racun-literasi-pada-platform-digital/">Racun Literasi Pada Platform Digital</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/racun-literasi-pada-platform-digital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menjelajah Dunia Paralel</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/menjelajah-dunia-paralel/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/menjelajah-dunia-paralel/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Jun 2018 00:32:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Bintang]]></category>
		<category><![CDATA[Bulan]]></category>
		<category><![CDATA[bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Ceros dan Batozar]]></category>
		<category><![CDATA[fantasi]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Komet]]></category>
		<category><![CDATA[Matahari]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[serial]]></category>
		<category><![CDATA[Tere Liye]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=908</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah novel Pergi, buku yang dijadwalkan untuk dirilis adalah Komet yang merupakan lanjutan serial Bumi. Namun siapa yang menyangka, ternyata Komet tidak sendirian. Kali ini Tere Liye menerbitkan dua novel sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Ceros dan Batozar merupakan spin-off dari petualangan Raib, Seli dan Ali menjelakah dunia Paralel. Bumi dan Bulan Ketika membeli novel Bumi dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/menjelajah-dunia-paralel/">Menjelajah Dunia Paralel</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah novel Pergi, buku yang dijadwalkan untuk dirilis adalah <em>Komet</em> yang merupakan lanjutan serial <em>Bumi</em>. Namun siapa yang menyangka, ternyata <em>Komet</em> tidak sendirian. Kali ini Tere Liye menerbitkan dua novel sekaligus dalam waktu yang bersamaan. <em>Ceros dan Batozar </em>merupakan <em>spin-off </em>dari petualangan Raib, Seli dan Ali menjelakah dunia Paralel.</p>
<p><strong>Bumi dan Bulan</strong></p>
<p>Ketika membeli novel Bumi dan Bulan pada tanggal 4 Januari 2016, penulis belum bisa meraba apa tema dari novel ini. Di sinopsis hanya tertulis tokoh utama memiliki kemampuan untuk menghilang, yang artinya novel ini mengarah ke <i>genre </i>fantasi.</p>
<p>Setelah menghabiskan waktu sekitar lima jam per novelnya, penulis memahami bahwa serial ini bertemakan dunia lain, lebih tepatnya dunia paralel, tema yang kurang lebih sama dengan serial Supernova milik Dee.</p>
<p>Pada novel Bumi, trio Raib baru menyadari kehadiran dunia paralel dan menjelajah ke klan Bulan, klan di mana Raib sebenarnya berasal. Raib juga baru menyadari bahwa Seli, sahabat karibnya, ternyata merupakan keturunan klan Matahari dan bisa mengeluarkan petir. Ali sang manusia Bumi tulen (untuk saat ini) ternyata bisa berubah menjadi seekor beruang.</p>
<p>Pada novel Bulan, mereka menjelajah klan Matahari untuk mengikuti sebuah kompetisi yang mungkin mirip-mirip dengan <em>The Hunger Games</em>. Kesamaan dari kedua novel awal ini adalah kesamaan nasib musuh utamanya yang memasuki semacam portal untuk memenjarakan mereka.</p>
<p>Dari sini penulis menduga, bahwa kelak kedua musuh tersebut akan bergabung dengan musuh utama serial ini, Si Tanpa Mahkota, yang telah dikurung pada tempat yang sama.</p>
<p><strong>Matahari dan Bintang</strong></p>
<p>Kover dari novel Matahari berbeda dari pendahulunya, terlihat lebih terasa nuansa fantasinya. Sialnya, novel Bumi dan Bulan juga di cetak ulang dengan motif yang sama. Alhasil, terbesit di pikiran penulis untuk membeli ulang kedua novel tersebut, hal yang belum penulis realisasikan hingga sekarang.</p>
<p>Akhir dari novel kedua adalah adanya informasi mengenai klan keempat, klan Bintang. Ali, yang diceritakan sebagai anak yang super jenius hingga susah dibayangkan di kehidupan nyata, berhasil menemukan fakta bahwa klan tersebut tinggal di dalam perut Bumi. Lagi-lagi akhir novel ini merupakan petunjuk untuk novel berikutnya, Bintang.</p>
<p>Diceritakan bahwa ada sebuah proyek yang telah direncanakan beribu-ribu tahun untuk memusnahkan klan permukaan. Maka dari itu, Raib dan kawan-kawan pun kembali berpetualang untuk mencegah rencana tersebut. Siapa yang menyangka, mereka justru melepaskan musuh utama mereka yang telah lama terkurung, Si Tanpa Mahkota beserta dua musuh utama dari dua serial awal.</p>
<p>Tebakan penulis terbukti.</p>
<p><strong>Ceros &amp; Batozar</strong></p>
<p>Penulis belum pernah membaca sebuah novel <em>spin-off</em>, oleh karena itu penulis penasaran dengan novel <em>Ceros dan Batozar.</em> Ternyata, <em>spin-off </em>merupakan bagian cerita yang tidak terlalu mempengaruhi alur utama, namun menyimpan detail-detail kecil yang cukup berguna dalam memahami keseluruhan cerita.</p>
<p>Sebagai contoh, ternyata perubahan dan kejeniusan Ali besar kemungkinan dapat terjadi karena ia merupakan keturunan dari klan Aldebaran, klan kuno yang hanya menyisakan dua orang yang dapat berubah menjadi dua ekor monster badak.</p>
<p><strong>Komet</strong></p>
<p>Di antara enam novel serial Bumi, Komet merupakan novel yang paling sulit ditebak alurnya. Berbeda dari judul-judul sebelumnya, Komet bukanlah nama klan, melainkan sebuah tempat, lebih tepatnya sebuah kepulauan yang dinamai berdasarkan nama hari.</p>
<p>Perjalanan melintas dari pulau ke pulau membuat penulis terbayang serial <em>One Piece. </em>Walaupun demikian, tetap saja banyak hal yang dapat ditebak ketika membacanya. Akan lebih baik jika pembaca mengetahuinya sendiri :).</p>
<p>Sayangnya, harapan penulis yang berharap Komet merupakan seri terakhir tidak terkabul. Petualangan Raib, Seli dan Ali menjelajahi dunia paralel masih berlanjut.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Novel-novel fantasi seperti ini sangat sesuai jika dibaca pembaca pemula yang masih duduk di bangku sekolah. Tidak seperti Dee yang lihat bermain kata, Tere Liye menggunakan kata-kata yang sederhana untuk memudahkan pembaca dalam menangkap isi cerita.</p>
<p>Bagi penggemar serial fantasi yang berat seperti <em>A Game of Throne</em>, sepertinya tidak akan terlalu menikmati serial Bumi karena keringanan ceritanya tersebut. Mereka kemungkinan akan selalu membandingkan imajinasi penulis lokal dengan penulis Barat.</p>
<p><em>Overall</em>, serial ini cukup membuat dahaga pembaca akan novel fantasi lokal berkurang. Serial ini menjadi ajang pembuktian, bahwa penulis lokal pun bisa menelurkan karya-karya fantasi yang sebenarnya tidak kalah dari penulis luar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 22 Juni 2018, terinspirasi setelah menamatkan novel Ceros &amp; Batozar dan Komet</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/menjelajah-dunia-paralel/">Menjelajah Dunia Paralel</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/menjelajah-dunia-paralel/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
