<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>hobi Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/hobi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/hobi/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Sep 2024 06:30:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>hobi Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/hobi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Koleksi Board Game #23: Trekking Through History</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-23-trekking-through-history/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-23-trekking-through-history/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Sep 2024 06:30:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[card drafting]]></category>
		<category><![CDATA[hobi]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7800</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejarah adalah salah satu topik yang Penulis gemari hingga saat ini. Oleh karena itu, jika ada board game bertemakan sejarah, tentu Penulis tertarik. Itulah mengapa akhirnya Penulis memutuskan untuk membeli Trekking Through History. Penulis membeli board game ini di toko langganannya dengan harga Rp800 ribu. Menariknya, saat artikel ini ditulis, harganya sudah naik menjadi Rp875 [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-23-trekking-through-history/">Koleksi Board Game #23: Trekking Through History</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/untuk-apa-belajar-sejarah/">Sejarah adalah salah satu topik yang Penulis gemari</a> hingga saat ini. Oleh karena itu, jika ada <em>board game</em> bertemakan sejarah, tentu Penulis tertarik. Itulah mengapa akhirnya Penulis memutuskan untuk membeli <strong>Trekking Through History</strong>.</p>



<p>Penulis membeli <em>board game </em>ini di toko langganannya dengan harga Rp800 ribu. Menariknya, saat artikel ini ditulis, harganya sudah naik menjadi Rp875 ribu. Bahkan di toko lain di <em>marketplace</em>, harganya sudah di atas satu juta. <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/terlalu-fokus-investasi-sampai-lupa-mengembangkan-diri-sendiri/">Jadi investasi</a>, ya?</p>



<p>Tidak hanya secara tema yang menarik, Penulis juga akan menjelaskan mengenai <em>gameplay </em>dan hal-hal lain yang membuat Trekking Through History masuk ke dalam salah satu <em>board game </em>favoritnya.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner.jpg 1280w " alt="Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/olahraga/kepingan-puzzle-terakhir-untuk-messi-telah-lengkap/">Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Board Game Trekking Through History</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: Trekking Through History</li>



<li>Desainer: Charlie Bink</li>



<li>Publisher: Underdog Games</li>



<li>Tahun Rilis: 2022</li>



<li>Jumlah Pemain: 2-4 pemain</li>



<li>Waktu Bermain: 30-60 menit</li>



<li>Rating BGG: 7,6</li>



<li>Tingkat Kesulitan: 1.73/5</li>



<li>Harga: Rp800.000 (Sekarang Rp875.000)</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Bermain Trekking Through History</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Trekking Through History Review: Time Warp Again?" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/BmZdIk5UgmU?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Konsep utama dari Trekking Through History adalah <strong>perjalanan waktu</strong>, di mana kita sebagai pemain akan berperan sebagai penjelajah waktu yang akan mengunjungi momen-momen penting di masa lalu. Ceritanya, kita memiliki tiga hari untuk melakukan perjalanan tersebut.</p>



<p>Untuk objektifnya sendiri, pemain dengan poin tertinggi di akhir permainan akan menjadi pemenangnya. Cara untuk mendapatkan poin ini ada banyak, yang akan Penulis jelaskan lebih detail di bawah ini.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Setup Trekking Through History</h3>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="768" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-23-trekking-through-history1-1.jpg" alt="" class="wp-image-7804" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-23-trekking-through-history1-1.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-23-trekking-through-history1-1-300x225.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-23-trekking-through-history1-1-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Cara Setup Trekking Through History (<a href="https://www.thefamilygamers.com/trekking-through-history/">The Family Gamers</a>)</figcaption></figure>



<p><em>Setup </em>permainan ini cukup banyak, karena komponen yang dimiliki memang cukup banyak. Pertama, letakkan mat yang panjang di tengah arena. Lalu, letakkan <strong>History Cards </strong>dengan tanda romawi I (Day 1) di atas <em>mat</em>, jangan lupa jejerkan lima kartu teratas di tempat yang telah tersedia. </p>



<p>Kartu History Cards memiliki beberapa detail. Pertama adalah <strong>Hour Cost </strong>untuk mengetahui berapa <em>cost </em>untuk mendapatkan kartu tersebut. Setiap pemain memiliki jatah 12 jam per hari, dan pemain yang kehabisan jatah tidak akan bisa melakukan apapun lagi di hari tersebut.</p>



<p>Lalu, ada juga Benefits yang menandakan <strong>Experiece Token</strong> apa saja yang akan didapatkan pemain jika mengambil kartu tersebut. Yang tak kalah penting adalah <strong>Year </strong>yang menandakan kapan event pada History Card terjadi. Selain itu adalah info-info seputar peristiwa sejarah yang terjadi pada kartu tersebut.</p>



<p>Selain itu, ada juga <strong>Ancestor Cards</strong> yang diletakkan di atas <em>deck </em>kartu Event dengan jumlah yang menyesuaikan jumlah pemain. Ancestor Cards ini bersifat sebagai kartu Joker yang bisa diletakkan di mana saja. Selain itu, letakkan <strong>Point Tracker </strong>di dekat tumpukan Ancestor Cards.</p>



<p>Setelah itu, masing-masing pemain akan mendapatkan empat <strong>Itineraries </strong>yang digunakan untuk meletakkan Experience Token, di man tiap putaran bebas memilih akan mengunakan Iterneraries yang mana. </p>



<p>Ada empat  Experiece Token di sini, yakni <strong>Person </strong>(berlambang kepala), <strong>Event </strong>(berlambang kertas), <strong>Innovation </strong>(berlambang lampu), dan <strong>Progress </strong>(berlambang batang tumbuhan). Ada juga <strong>Wild Experience </strong>(berlambang W) yang bisa diletakkan di mana saja.</p>



<p>Selanjutnya, pemain juga akan mendapatkan <strong>Crystal Tank</strong> untuk menampung <strong>Time Crystal </strong>yang digunakan untuk mengurangi konsumsi waktu ketika mengambil kartu. Penulis akan jelaskan apa itu maksudnya sebentar lagi.</p>



<p>Terakhir, letakkan <strong>Clock </strong>yang sangat besar di dekat <em>mat </em>permainan. Setelah itu. letakkan <strong>Pocket Watch </strong>masing-masing pemain mulai dari angka 12. Kedua komponen ini digunakan untuk <em>tracking</em> seberapa banyak jatah yang telah kita gunakan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Urutan Bermain Trekking Through History</h3>



<p>Setelah <em>setup </em>selesai, pemain secara bergantian akan memilih kartu yang tersedia di <em>mat</em>. Saat memilih kartu, pemain harus membayar <em>cost </em>berupa waktu yang ditandai dengan menggerakkan Pocket Watch di Clock. Konsumsi waktu ini bisa dikurangi dengan menggunakan Time Crystal.</p>



<p>Setelah itu, pemain bisa mengambil Experience Token sesuai dengan yang terdapat di kartu dan lambang Experience Token di <em>mat</em>. Letakkan token-token tersebut di Itineraries dan targetkan untuk memenuhinya agar mendapatkan tambahan poin atau token.</p>



<p>Kartu yang telah diambil bisa kamu susun dalam Trek. Ingat dalam meletakkan kartu di Trek, waktunya harus berurutan dari yang terlama hingga yang terbaru. Jika tidak bisa melakukannya, pemain akan menutup Trek tersebut dan membuat Trek baru. </p>



<p>Jika sudah, maka geser History Card di <em>mat </em>hingga terpenuhi. Proses ini akan terus berulang hingga semua pemain menghabiskan semua jatah waktunya. Setelah itu, pemain akan memasuki Day 2 dan mengulangi proses yang sama. Begitu pula ketika memasuki Day 3.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Menghitung Poin di Trekking Through History</h3>



<p>Menghitung poin dilakukan setiap akhir ronde dengan menggerakkan Point Tracker di <em>mat</em>. Dalam setiap ronde, pemain bisa menghitung jumlah poin yang berhasil didapatkan melalui Itenarries-nya. Jangan lupa untuk mengembalikan token yang didapatkan di ronde tersebut.</p>



<p>Sebagai tambahan, di setiap akhir ronde, pemain yang berhasil berhenti tepat di angka 12 akan mendapatkan tiga tambahan poin. Pemain bisa melebihi angka 12, tapi tidak akan mendapatkan tiga tambahan poin.</p>



<p>Di akhir permainan atau setelah tiga ronde, pemain akan menghitung jumlah kartu di setiap Trek yang berhasil dibentuk. Semakin panjang Trek-nya, semakin besar pula poin yang akan didapatkan. Selain itu, Time Crystal yang tidak digunakan juga menambah poin akhir.</p>



<p>Setelah itu, jumlahkan semua poin yang berhasil didapatkan.<strong> Pemain dengan poin tertinggi akan menjadi pemenangnya</strong>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Bermain Trekking Through History</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="642" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-23-trekking-through-history2-1024x642.jpg" alt="" class="wp-image-7805" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-23-trekking-through-history2-1024x642.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-23-trekking-through-history2-300x188.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-23-trekking-through-history2-768x482.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-23-trekking-through-history2.jpg 1070w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Gambaran Ketika Sudah Bermain Beberapa Ronde (<a href="https://unfilteredgamer.com/review-trekking-through-history/">Unfiltered Gamer</a>)</figcaption></figure>



<p>Saat membeli <em>board game </em>ini, Penulis sudah menyadari kalau Trekking Through History tidak akan populer di <em>circle </em>Penulis. Selain cukup mikir karena butuh strategi, <strong>tidak ada unsur senggol-senggolan</strong> selain berebut kartu yang ada di <em>mat</em>.</p>



<p>Walau begitu, Penulis tetap memutuskan untuk membelinya karena menyukai tema sejarahnya. Apalagi, <em>board game </em>dengan tipe seperti ini disukai oleh adik Penulis, sehingga setidaknya Penulis masih memiliki teman bermain. Mirisnya, Penulis hampir selalu kalah dan hanya satu kali menang.</p>



<p>Meskipun bisa dimainkan hingga empat orang, <strong><em>board game </em>ini menurut Penulis cocok-cocok saja untuk dimainkan berdua</strong>. Memang, mayoritas <em>drafting board game</em> seru-seru saja walau hanya dimainkan berdua.</p>



<p>Pemilihan History Card-nya, walau terkesan sepele, ternyata <strong>membutuhkan strategi yang jitu agar efektif dan efisien </strong>karena adanya jatah 12 jam per hari. Tidak hanya itu, kita juga diharuskan mengumpulkan token yang tepat untuk memenuhi Ittenaries kita.</p>



<p>Alhasil, dalam setiap putaran, waktu yang dibutuhkan bisa cukup lama karena pemain membutuhkan waktu untuk mempertimbangkan kartu mana yang paling menguntungkan dengan <em>cost </em>yang serendah mungkin. </p>



<p>Untungnya, sambil menunggu giliran lawan, kita <strong>bisa membaca informasi menarik seputar sejarah</strong> yang ada di belakang kartu. Informasi yang diberikan ringkas dan padat, tapi cukup <em>insightful </em>bagi orang-orang yang suka sejarah seperti Penulis. </p>



<p>Dengan banyaknya History Card yang ada, <em>replaybility</em>-nya terbilang cukup tinggi. Sayangnya, walau setiap <em>game </em>pasti berbeda, ada <strong>perasaan membosankan jika terus memainkannya</strong> karena <em>gameplay</em>-nya memang cukup monoton.</p>



<p>Salah satu poin yang perlu Penulis sorot adalah komponennya. Gila, selain Wingspan, <em>board game </em>ini memiliki <strong>kualitas komponen yang luar biasa</strong>. Mulai dari<em> mat</em>, token, kartu, dan lainnya benar-benar berkualitas ciamik, sehingga wajar jika harganya semakin mahal.</p>



<p>Saat mencari informasi di internet, ternyata salah satu alasan mengapa harganya menjadi lebih mahal karena sekarang yang beredar di pasaran adalah <em>second edition-</em>nya. Tidak banyak perbedaan, hanya di mode yang terbaru memungkinkan pemain untuk bermain sendirian.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Skor: 8/10</mark></p>
</blockquote>



<p>Board game selanjutnya yang akan Penulis bahas sebenarnya merupakan versi lain dari board game yang sudah Penulis miliki. Ini adalah pertama kalinya Penulis melakukan hal tersebut, karena Penulis biasanya memprioritaskan<em> board game </em>yang benar-benar baru.</p>



<p>Board game tersebut adalah <strong>Saboteur: The Dark Cave</strong>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 9 September 2024, terinspirasi setelah ingin melanjutkan seri artikel <em>board game </em>ini</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-23-trekking-through-history/">Koleksi Board Game #23: Trekking Through History</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-23-trekking-through-history/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Koleksi Board Game #17: Unstable Unicorns</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-17-unstable-unicorns/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-17-unstable-unicorns/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Jun 2024 16:51:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[card game]]></category>
		<category><![CDATA[hobi]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Unstable Games]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7382</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saat berlibur ke Jakarta pada tahun 2023, Penulis pergi ke toko board game di Gandaria City. Dulu Penulis sering menemani rekan kerjanya ke sini, tapi waktu itu Penulis belum tertarik untuk mengoleksi board game. Karena di tahun 2023 Penulis sudah mulai mengoleksi board game, maka Penulis pergi ke sana dengan niat membeli sesuatu jika ada [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-17-unstable-unicorns/">Koleksi Board Game #17: Unstable Unicorns</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Saat <a href="https://whathefan.com/pengalaman/saya-berlibur-ke-jakarta-selama-5-hari-bagian-1/">berlibur ke Jakarta pada tahun 2023</a>, Penulis pergi ke toko <em>board game </em>di Gandaria City. Dulu Penulis sering menemani rekan kerjanya ke sini, tapi waktu itu Penulis belum tertarik untuk mengoleksi <em>board game</em>. </p>



<p>Karena di tahun 2023 Penulis sudah mulai mengoleksi <em>board game</em>, maka Penulis pergi ke sana dengan niat membeli sesuatu jika ada yang cocok. Kebetulan, dua mbak yang berjaga di sana cukup ramah dan mau memberikan beberapa rekomendasi yang sekiranya cocok dengan Penulis.</p>



<p>Salah satu <em>board game </em>yang direkomendasikan ke Penulis adalah <strong>Unstable Unicorns</strong>. Di toko tersebut, harganya adalah Rp460 ribu. Meskipun lebih mahal dari harga pasaran, Penulis ingin tetap membelinya mengingat kedua mbak penjaga tersebut sudah &#8220;meladeni&#8221; Penulis cukup lama.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-banner.jpg 1280w " alt="Siapa yang Akhirnya Menang?" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/sosial-budaya/siapa-yang-akhirnya-menang/">Siapa yang Akhirnya Menang?</a></div></div></div><p></p>


<p>Namun, sebelum transaksi dilakukan, tiba-tiba bos toko <em>board game </em>tersebut datang dan mengajak rapat kedua mbak penjaga tersebut. Penulis mencoba untuk menunggu, tetapi setelah lebih dari 15 menit, Penulis memutuskan untuk pergi karena merasa tidak dihargai oleh si bos.</p>



<p>Setelah dari Gandaria City, Penulis menuju Grand Indonesia karena janjian dengan seorang teman. Sambil menunggu, Penulis berjalan-jalan dulu dan menemukan Unstable Unicorns dengan harga yang lebih murah, Rp430 ribu. </p>



<p>Proses Penulis membeli Unstable Unicorns memang terkesan &#8220;drama,&#8221; tapi percayalah kalau permainannya sendiri jauh lebih &#8220;drama&#8221; karena <em>gameplay-</em>nya yang kompetitif dan rusuh. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Detail Board Game Unstable Unicorns</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: Unstable Unicorns</li>



<li>Desainer: Ramy Badie</li>



<li>Publisher: Unstable Games</li>



<li>Tahun Rilis: 2017</li>



<li>Jumlah Pemain: 2-8 pemain</li>



<li>Waktu Bermain: 30-60 menit</li>



<li>Rating BGG: 6,2</li>



<li>Tingkat Kesulitan: 1,51/5</li>



<li>Harga: Rp400.000</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Bermain Unstable Unicorns</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="How to Play UNSTABLE UNICORNS - A Party Card Game of Brutal Unicornicide" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/3T3--vdMs84?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Dalam Unstable Unicorns, misi kita adalah <strong>siapa yang lebih dulu berhasil mengumpulkan 7 Unicorn di Stable-nya</strong> (6 jika 6-8 pemain). Stable di sini adalah istilah untuk menggambarkan arena masing-masing pemain.</p>



<p>Unstable Unicorns hanya terdiri dari beberapa kartu, seperti Exploding Kittens dan <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-14-kakartu-se-kata/">Kakartu: Se-kata</a>. Secara garis besar, ada lima jenis kartu, yakni kartu <strong>Unicorn</strong>, <strong>Magic</strong>, <strong>Upgrade</strong>, <strong>Downgrade</strong>, dan <strong>Neigh</strong>.</p>



<p>Kartu Unicorn, yang disimbolkan dengan tanduk Unicorn, terdiri dari beberapa jenis juga, yakni Baby Unicorn (berwarna ungu), Basic Unicorn (indigo), dan Magical Unicorn (biru). Baby dan Basic tidak memiliki efek khusus seperti Magical.</p>



<p>Magic (bersimbol bintang) merupakan kartu yang memiliki efek tertentu yang aktif secara instan. Kartu Magic memiliki berbagai efek seperti mengembalikan atau menghancurkan kartu lawan. </p>



<p>Upgrade (panah atas) dan Downgrade (panah bawah) merupakan kartu dengan efek permanen yang akan <em>stay </em>di permainan sampai disingkirkan oleh kartu lain. Sesuai dengan namanya, Upgrade akan memberikan efek positif, sedangkan Downgrade berefek negatif.</p>



<p>Terakhir, Neigh, adalah kartu untuk membatalkan kartu yang dimainkan oleh lawan, termasuk kartu Unicorn sekalipun. Neigh bisa dimainkan kapan pun, termasuk di giliran lawan. Jika ada kartu yang kena Neigh, maka kartu tersebut akan langsung otomatis masuk ke Discard Pile.</p>



<p>Setelah mengetahui jenis-jenis kartu yang ada di Unstable Unicorns, sekarang kita masuk ke cara bermainnya. Setiap putaran, ada beberapa <em>step </em>yang harus dilakukan oleh pemain, yaitu:</p>



<p>1. Mengaktifkan semua kartu di Stable yang memiliki kalimat &#8220;<em>If this card is in your Stable at the beginning of your turn</em>&#8220;</p>



<p>2. Menarik kartu dari <em>deck</em></p>



<p>3. Memilih satu dari empat aksi yang bisa dilakukan:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Memainkan kartu Unicorn/Magic/Upgrade/Downgrade dari tangan</li>



<li>Menarik kartu lagi dari <em>deck</em></li>
</ul>



<p>4. Menghitung kartu tangan, jika lebih dari 7, buang hingga kartu tangan mencapai 7</p>



<p>Permainan akan terus selama beberapa putaran hingga ada satu pemain yang berhasil mengumpulkan 7 kartu Unicord di Stable-nya. Apabila kartu <em>deck </em>habis, maka Discard Pile akan dikocok ulang dan menjadi <em>deck </em>baru.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Bermain Unstable Unicorns</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/unstable-unicorns-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7383" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/unstable-unicorns-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/unstable-unicorns-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/unstable-unicorns-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/unstable-unicorns-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Unstable Unicorns (<a href="https://robinsnest.com.au/products/unstable-unicorns-card-game">Robin&#8217;s Nest</a>)</figcaption></figure>



<p>Di antara <em>board game </em>lainnya yang telah dimiliki hingga saat ini, Unstable Unicorns layak dicap s<strong>ebagai yang paling rusuh</strong>! Permainan ini memiliki unsur senggol-senggolan yang sangat kuat, di mana kita seakan dipaksa untuk menjatuhkan lawan.</p>



<p>Meskipun desain kartunya lucu-lucu, bisa dibilang kalau Unstable Unicorns itu<strong> jahat banget</strong>. Di saat kemenangan sudah terlihat di depan mata, maka pemain lain akan bekerja sama untuk segera menjatuhkan kita dengan berbagai cara yang ada.</p>



<p>Di awal permainan, biasanya para pemain akan bermain aman dulu dengan memainkan kartu-kartu Basic Unicorn yang tidak berefek. Kalau sudah ada yang terlihat memiliki Unicorn agak banyak di Stable-nya, kerusuhan pun akan dimulai. </p>



<p>Kartu-kartu Magical Unicorn di sini juga menjadi salah satu daya tarik dengan <strong>kemampuan uniknya masing-masing</strong>. Salah satu yang diincar oleh pemain adalah kartu-kartu yang bisa langsung memunculkan Unicorn lebih dari satu dalam satu putaran.</p>



<p>Keberadaan kartu Downgrade menjadi <strong>kartu yang paling ditakuti </strong>karena efek-efeknya yang memberikan kerugian secara signifikan. Penulis sendiri pernah mengalami mendapatkan lima kartu Downgrade sekaligus, sehingga hampir tidak bisa melakukan apa-apa.</p>



<p>Selain itu, kartu Neigh di sini memiliki peran yang mirip dengan kartu <strong>Nope di Exploding Kittens</strong>, apalagi kartu Neigh juga bisa di-<em>cancel </em>dengan kartu Neigh lainnya. Pengecualian terjadi jika ada yang menggunakan kartu Super Neigh, yang tidak bisa di-<em>cancel </em>sama sekali.</p>



<p>Jika disuruh menyebutkan kekurangan dari Unstable Unicorns, mungkin<strong> durasi permainannya yang terkadang bisa berjam-jam </strong>karena semua ingin menang. Jika sudah terlalu lama bermain, biasanya pemain justru akan membantu pemain lain agar permainan bisa segera berakhir.</p>



<p>Berkat Unstable Unicorns, Penulis jadi tertarik untuk memiliki <em>board game </em>lain yang dibuat oleh Unstable Games. Saat melakukan riset, salah satu ciri khas mereka adalah menghadirkan <em>board game </em>kompetitif dengan desain karakter/kartu yang lucu.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Skor: 9/10</mark></p>
</blockquote>



<p>Saat di Jakarta, Penulis tidak hanya membeli Unstable Unicorns. Ada satu lagi <em>board game </em>yang Penulis beli di Arcanum, Kuningan City. Sesuai dengan namanya, <strong>King of the Dice </strong>akan membuat kita berharap bisa <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu/">bermain dadu sejago Sengkuni</a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 9 Juni 2024, terinspirasi karena ingin melanjutkan seri artikel <em>board game </em>ini</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-17-unstable-unicorns/">Koleksi Board Game #17: Unstable Unicorns</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-17-unstable-unicorns/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menjual Waifu ala My Dress-Up Darling</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/menjual-waifu-ala-my-dress-up-darling/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/menjual-waifu-ala-my-dress-up-darling/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Jul 2022 16:33:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[comedy]]></category>
		<category><![CDATA[hobi]]></category>
		<category><![CDATA[Marin Kitagawa]]></category>
		<category><![CDATA[pinggir]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[romance]]></category>
		<category><![CDATA[school]]></category>
		<category><![CDATA[slice of life]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[waifu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5691</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bekerja di tempat yang sekarang membuat Penulis cukup update dengan berita-berita terbaru tentang dunia anime. Apalagi, kolega-kolega kerja Penulis cukup banyak yang menjadi penggemar anime (Baca: Wibu). Pada awal tahun 2022 ini, salah satu judul anime yang sering disebut adalah Sono Bisque Doll wa Koi wo Suru atau My Dress-Up Darling. Salah satu penyebabnya adalah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/menjual-waifu-ala-my-dress-up-darling/">Menjual Waifu ala My Dress-Up Darling</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Bekerja di tempat yang sekarang membuat Penulis cukup <em>update </em>dengan berita-berita terbaru tentang dunia anime. Apalagi, kolega-kolega kerja Penulis cukup banyak yang menjadi penggemar anime (Baca: <em>Wibu</em>). </p>



<p>Pada awal tahun 2022 ini, salah satu judul anime yang sering disebut adalah <em><strong>Sono Bisque Doll wa Koi wo Suru</strong></em> atau <em><strong>My Dress-Up Darling</strong></em>. Salah satu penyebabnya adalah kehadiran protagonis wanita utamanya yang langsung menjadi <em><a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/wanita-2d-vs-wanita-3d/">waifu</a> </em>sejuta umat.</p>



<p>Berhubung genrenya adalah <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school/">comedy-romance-school</a> </em>yang jadi favorit, Penulis pun mencoba untuk menonton anime yang satu ini. Penulis ingin tahu, mengapa protagonis utama (pria juga, tidak hanya wanita) bisa begitu populer.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Si Cowok Hobi Buat Boneka, Si Cewek Hobi Cosplay</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="My Dress-Up Darling - Official Trailer" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/hbtyjcPaGp4?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><strong>Wakana Gojou </strong>merupakan anak SMA yang tidak terlalu menonjol, bahkan cenderung tertutup dan tidak punya teman. Salah satu penyebabnya adalah ia memiliki hobi yang &#8220;aneh&#8221;, yakni membuat boneka Hina, mengingat keluarganya memang perajin boneka tersebut. </p>



<p>Apalagi, ia memiliki trauma di masa kecilnya, di mana teman perempuannya begitu <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kenapa-sih-harus-judgemental/"><em>judgemental </em>kepada dirinya</a>. Gara-gara kejadian tersebut, ia menutup rapat hobinya tersebut agar tidak diketahui orang lain.</p>



<p>Di sisi lain, <strong>Marin Kitagawa</strong> merupakan seorang perempuan (super) cantik yang sangat populer dan memiliki banyak teman. Bisa dibilang, kehidupannya berbeda 180 derajat dari kehidupan yang dimiliki oleh Wakana.</p>



<p>Pada suatu hari, tanpa sengaja Wakana dan Marin bertemu di ruang jahit sekolah. Dari sana, Marin mengetahui kalau Wakana memiliki hobi membuat boneka Hina. Uniknya, Marin sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut.</p>



<p>Selain itu, Marin mengungkapkan bahwa dirinya juga memiliki hobi <em>cosplay</em>. Namun, kemampuan menjahitnya cukup payah. Karena Wakana memiliki <em>skill </em>menjahit yang cukup mumpuni, Marin pun meminta tolong bantuan Wakana.</p>



<p>Sejak itu, mereka berdua pun sering bersama dan menghargai hobinya mereka masing-masing! </p>



<p>Pada perjalanannya, mereka berdua juga berkenalan dengan <em>cosplayer </em>terkenal bernama <strong>Sajuna Inui</strong>. Selain itu, mereka juga berkenalan adik dari Sajuna, yakni <strong>Shinju Inui</strong> yang sering membantu kakaknya dalam melakukan <em>cosplay</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Jadi Populer Gara-gara Marin Semata?</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="All the Best Marin Outfits and Cosplays from My Dress Up Darling" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/rnFp0SLVNCs?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Bisa dibilang, ini adalah salah satu anime dengan karakter paling sedikit yang pernah Penulis tonton. Selain empat nama yang sudah disebut di atas (dan kakek Wakana), karakter lain yang muncul di anime ini hanyalah karakter sampingan yang tidak punya peran apa-apa.</p>



<p>Ini membuat kita dibawa untuk fokus ke karakter utamanya. Bandingkan dengan <em>Spy X Family </em>(artikelnya segera menyusul) yang memiliki seabrek karakter dengan perannya masing-masing. Oleh karena itu, anime ini bisa jadi membosankan jika tidak dikemas secara menarik.</p>



<p>Untungnya, Marin jelas sangat menarik bagi para pecinta wanita 2D. Cantik, ceria, baik hati, selalu optimis, suka <em>cosplay</em>, naif, polos, kadang agresif, agak <em>bitchy</em>, dan tak segan mengekspos tubuhnya di hadapan laki-laki. </p>



<p>Oh ya, anime ini memiliki cukup banyak <em>fans service </em>dan cukup vulgar. Entah mengapa Penulis merasa anime ini, melalui Marin, seolah ingin menjual fantasi kepada laki-laki jomlo yang berharap bisa kedatangan sosok yang mirip Marin di kehidupan nyatanya. </p>



<p>(Penulis ingat pernah menemukan di komentar di Instagram, di mana si orang tersebut mengetikkan fantasinya melakukan seks dengan Marin, Sajuna, dan Shinju. Bagi Penulis, hal tersebut sudah sangat tidak sehat)</p>



<p>Di sisi lain, Wakana terlihat sebagai sosok <em>introvert </em>yang sangat handal dalam menahan hawa nafsunya. Melihat perempuan cantik dan seksi hampir sepenuhnya telanjang di hadapannya, ia bisa tidak melakukan tindakan asusila sama sekali.</p>



<p>Untuk jalan ceritanya sendiri, sejujurnya Penulis tidak terlalu mengerti mengapa ratingnya di situs <em>MyAnimeList </em>begitu tinggi. Bagi Penulis, cerita romansanya cukup standar dan penuh dengan klise khas anime. Mungkin, daya tarik Marin memang begitu tinggi.</p>



<p>Seperti biasa,<em> dragging </em>kedua protagonisnya cukup lama meskipun keduanya sudah saling menyukai. Jika melihat dari anime-anime sejenis yang pernah tayang, rasanya baru menjelang tamatlah mereka akan resmi menjadi sepasang kekasih.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Premis yang ditawarkan oleh <em>My Dress-Up Darling </em>cukup sederhana, sehingga cocok untuk yang mencari tontonan ringan dan menghibur. Seperti biasa, kita akan dibuat gemas dengan perkembangan kisah romansa antara kedua karakter utamanya.</p>



<p>Jika ingin menarik pelajaran dari anime ini, menurut Penulis adalah bagaimana kita seharusnya dapat menghargai hobi orang lain. Selama tidak merugikan orang lain dan dirinya sendiri, rasanya semua insan boleh melakukan apa saja yang ia suka.</p>



<p>Sayangnya, anime ini terkesan hanya menjual Marin untuk mendongkrak popularitasnya. Bukannya munafik, tapi jujur Penulis merasa risih jika sedang berniat menonton anime harus disuguhkan dengan banyaknya <em>fans service</em> seperti yang ada di anime ini.</p>



<p>Bagi orang-orang yang menjadikan Marin sebagai <em>waifu </em>mereka, cepatlah sadar kalau tidak akan ada sosok seperti Marin di kehidupan nyata yang tiba-tiba hadir dan jatuh cinta kepada kalian!</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 13 Juli 2022, terinspirasi setelah menonton <em>My Dress-Up Darling</em></p>



<p>Foto: <a href="https://www.primevideo.com/detail/0PT62INRD6IUXU8JPDCPQHCPN6/ref=atv_nb_lcl_id_ID?language=id_ID&amp;ie=UTF8">Prime Video</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/menjual-waifu-ala-my-dress-up-darling/">Menjual Waifu ala My Dress-Up Darling</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/menjual-waifu-ala-my-dress-up-darling/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>100 Aktivitas untuk #dirumahaja (Bagian 2)</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/100-aktivitas-untuk-dirumahaja-bagian-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2020 04:21:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[bosan]]></category>
		<category><![CDATA[Corona]]></category>
		<category><![CDATA[dirumahaja]]></category>
		<category><![CDATA[hobi]]></category>
		<category><![CDATA[kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3679</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan 100 Aktivitas untuk #dirumahaja (Bagian 1). Penulis memutuskan untuk membaginya menjadi dua bagian agar jatah menulis berkurang tidak terlalu panjang. Setelah 50 aktivitas di tulisan sebelumnya, apa saja 50 aktivitas lainnya? Melakukan Ibadah, karena tempat ibadah pada ditutup. Kalau muslim mungkin bisa membaca Alquran ataupun menonton ceramah agama di [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/100-aktivitas-untuk-dirumahaja-bagian-2/">100 Aktivitas untuk #dirumahaja (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini merupakan lanjutan dari <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/100-aktivitas-untuk-dirumahaja-bagian-1/">tulisan 100 Aktivitas untuk #dirumahaja (Bagian 1)</a>. Penulis memutuskan untuk membaginya menjadi dua bagian agar <del>jatah menulis berkurang</del> tidak terlalu panjang.</p>
<p>Setelah 50 aktivitas di tulisan sebelumnya, apa saja 50 aktivitas lainnya?</p>
<ol>
<li><strong>Melakukan Ibadah</strong>, karena tempat ibadah pada ditutup. Kalau muslim mungkin bisa membaca Alquran ataupun menonton ceramah agama di Youtube, begitupun penganut agama lain.</li>
<li><strong>Makan dan <em>nyamil</em></strong>, jangan sampai lupa mengisi perut.</li>
<li><strong>Menulis Buku Harian atau Jurnal</strong>, catat aja apa yang dilakukan hari ini. Siapa tahu suatu saat bisa diterbitkan.</li>
<li><strong>Membuat <em>Time Capsule</em></strong>, isi dengan barang-barang yang paling membuat sentimentil. Membuat pesan untuk diri di masa depan juga boleh. Jangan dibuka hingga puluhan tahun ke depan.</li>
<li><strong>Melihat Album Keluarga</strong>, melihat betapa lucu dan polosnya kita dulu.</li>
<li><strong>Membuat Pohon Keluarga</strong>, jangan-jangan ada teman kita yang ternyata masih memiliki hubungan saudara.</li>
<li><strong><em>Scan </em>Foto-Foto Lama</strong>, supaya kita punya file digitalnya.</li>
<li><strong>Main Game</strong>, main apapun tergantung perangkat yang dimiliki. Kalau punya laptop ya main game Steam, kalau punya HP ya main game HP.</li>
<li><strong>Main Media Sosial</strong>, walaupun Penulis yakin banyak yang sudah bosan melakukannya.</li>
<li><strong>Jadi Youtuber</strong>, bikin aja <em>daily vlog </em>atau konten lainnya tanpa peduli jumlah penontonnya.</li>
<li><strong>Membuat Video Dokumenter</strong>, misal merekam ibu yang sedang memasak atau kucing yang sedang bermain dengan bola.</li>
<li><strong>Membuat Film</strong>, minimal membuat <em>script </em>dan alur ceritanya. Kalau bisa, ajak orang rumah untuk melakukan akting di depan kamera.</li>
<li><strong>Karaoke</strong>, pakai aplikasi Smule dan sejenisnya. Bisa juga dilakukan di kamar mandi.</li>
<li><strong>Menghafal Lirik Lagu</strong>, jadi kalau nonton konser artis favorit bisa ikutan nyanyi.</li>
<li><strong>Menerjemahkan Lirik Lagu Asing Favorit</strong>, supaya paham makna lagunya sekaligus menambah <em>vocabulary</em>.</li>
<li><strong>Cover Dance K-Pop</strong>, misal cover dance-nya <a href="https://whathefan.com/musikfilm/forever-young-blackpink/">Blackpink</a>. Joget-joget enggak jelas juga boleh.</li>
<li><strong>Jadi Artis TikTok</strong>, biar nge-<em>hits</em> dan melatih kreativitas.</li>
<li><strong>Bermain Teater</strong>, bisa membuat sendiri atau mengambil kisah klasik seperti karya-karya Shakespeare.</li>
<li><strong>Latihan Membaca Puisi</strong>, siapa tahu waktu 17-an dilombakan.</li>
<li><strong>Main Werewolf via Telegram</strong>, dijamin seru karena ada interaksi dengan orang lain.</li>
<li><strong>Main Board Game dengan Keluarga</strong>, apalagi kalau <a href="https://whathefan.com/pengalaman/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya/">koleksi seperti Mas Pandu</a>.</li>
<li><strong>Buat Board Game Baru</strong>, sekarang Penulis sedang membuat <em>board game </em>ketiganya yang terinspirasi dari <em>Exploding Kittens. </em>Bahannya dari kartu Yugioh dan kertas label.</li>
<li><strong>Main Kuis Ala <em>Tonight Show</em></strong>, mulai Tebak Gambar, Tebak Satu Kata, Tebak Bibir, dan lain sebagainya.</li>
<li><strong>Mencoba Fitur HP yang Belum Pernah Digunakan</strong>, seperti aplikasi <em>Stocks</em> di iPhone.</li>
<li><strong>Kustomisasi Tampilan HP</strong>, ganti tema biar enggak gitu-gitu aja tampilannya.</li>
<li><strong>Menghapus Aplikasi HP yang Sudah Lama Tidak Terpakai</strong>, lumayan untuk mengurangi beban HP.</li>
<li><strong>Menghapus Gambar Enggak Jelas di Galeri HP</strong>, daripada nunggu memori penuh. Yang kapasitas memori internalnya besar rasanya tidak akan memusingkan hal ini.</li>
<li><strong>Memeriksa Email</strong>, pasti ada ratusan email enggak jelas yang masuk ke Inbox. Tapi, siapa tahu ada email penting yang terselip.</li>
<li><strong>Mencari Nada Dering Telepon</strong>, biasanya kita akan memainkannya satu per satu hingga menemukan yang cocok.</li>
<li><strong>Nonton Televisi, </strong>kalau masih ada stasiun televisi yang bener.</li>
<li><strong>Nonton Film</strong>, tonton film baru ataupun film-film yang sudah lama tidak ditonton. Coba deh tonton ulang semua film Marvel.</li>
<li><strong>Nonton Serial atau Anime</strong>, kalau perlu marathon sampai tamat. Bisa di Netflix, YouTube, dan lain sebagainya. Tapi awas, kalau kelamaan bisa pusing sendiri.</li>
<li><strong>Nonton Ulang Pertandingan Olahraga</strong>, karena hampir semua jenis olahraga berhenti sementara hingga waktu yang tidak ditentukan. Kasihan Liverpool.</li>
<li><strong>Mendengarkan Musik Favorit</strong>, kalau perlu sambil menghayati liriknya.</li>
<li><strong>Membuat <em>Playlist </em>Spotify Baru</strong>, kalau yang <em>follow </em>banyak lumayan bisa jadi duit (katanya).</li>
<li><strong>Bermain Alat Musik</strong>, kalau punya instrumennya dan bisa memainkannya. Kalau enggak bisa, coba mulai belajar.</li>
<li><strong>Membuat Lagu</strong>, teruntuk yang pandai memainkan intrumen musik dan menulis lirik.</li>
<li><strong>Mendengarkan Podcast</strong>, lumayan dapat wawasan baru. Melatih kemampuan <em>listening </em>Bahasa Inggris juga.</li>
<li><strong>Mencoba Aplikasi <em>Dating</em></strong>, siapa tahu akhirnya menemukan jodoh yang telah lama diidam-idamkan.</li>
<li><strong>Liburan Virtual</strong>, buka YouTube dan tentukan destinasi ingin liburan ke mana. Disarankan menggunakan VR.</li>
<li><strong>Perang Bantal</strong>, asal jangan sampai perang beneran.</li>
<li><strong>Baca Komik</strong>, apalagi kalau punya koleksi yang sudah tidak dibaca. Baca komik online semacam Webtoon juga disarankan.</li>
<li><strong>Belanja Online</strong>, dengan syarat langsung cuci tangan setelah menerima paketnya.</li>
<li><strong>Merakit Gundam</strong>, dijamin waktu akan bergulir hingga tak terasa waktu berlalu.</li>
<li><strong>Refleksi Diri</strong>, agar diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi.</li>
<li><strong>Merenungi Kehidupan</strong>, seperti yang sering Penulis lakukan ketika insomnia.</li>
<li><a href="https://whathefan.com/renungan/perlukah-hidup-memiliki-tujuan/"><strong>Mencari Tujuan Hidup</strong></a>, supaya diri tidak terombang-ambiing tanpa arah yang jelas. Kalau Pembaca tipe orang yang mengalir begitu saja ya tidak apa-apa.</li>
<li><strong>Memikirkan Masalah Bangsa</strong>, walau sepertinya kita tidak akan menemukan solusinya.</li>
<li><strong>Mencatat Kegiatan Apa Saja yang Dilakukan Setelah Isolasi Berakhir</strong>, biar enggak bingung nantinya.</li>
<li><strong>Mencatat 100 Aktivitas yang Bisa Dilakukan Ketika #dirumahaja Seperti yang Penulis Lakukan Sekarang.</strong></li>
</ol>
<p>Itulah 100 aktivitas yang bisa kita lakukan selama di rumah. Beberapa bisa dilakukan dengan mudah, beberapa lagi membutuhkan peralatan yang belum tentu semua punya.</p>
<p>Selain itu, Penulis juga tidak memasukkan aktivitas yang sifatnya 17+. Kalau ikut dimasukkan, daftarnya bisa bertambah menjadi 200.</p>
<p>Semoga saja tulisan ini dapat membantu Pembaca sekalian yang merasa bingung harus melakukan apa di rumah. <em>Stay health everyone!</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>NB: Beberapa aktivitas diambil dari berbagai sumber, baik lokal maupun internasional</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 21 Maret 2020, terinspirasi setelah membaca banyaknya keluhan bosan di masa-masa sulit ini.</p>
<p>Foto: <a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@joshrh19">Joshua Rawson-Harris</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/100-aktivitas-untuk-dirumahaja-bagian-2/">100 Aktivitas untuk #dirumahaja (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>100 Aktivitas untuk #dirumahaja (Bagian 1)</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/100-aktivitas-untuk-dirumahaja-bagian-1/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2020 02:47:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[bosan]]></category>
		<category><![CDATA[Corona]]></category>
		<category><![CDATA[dirumahaja]]></category>
		<category><![CDATA[hobi]]></category>
		<category><![CDATA[kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3675</guid>

					<description><![CDATA[<p>Merasa bosan karena enggak bisa ke mana-mana? Jika iya, maka kita patut bersyukur karena masih bisa merasa bosan. Banyak orang yang masih harus keluar rumah demi sesuap nasi. Jika merasa bosan, coba ingat para korban kegananas virus Corona yang harus diisolasi di rumah sakit. Ingatlah para tim medis yang harus berjuang menyembuhkan para korban dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/100-aktivitas-untuk-dirumahaja-bagian-1/">100 Aktivitas untuk #dirumahaja (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Merasa bosan karena enggak bisa ke mana-mana? Jika iya, maka kita patut bersyukur karena masih bisa merasa bosan. Banyak orang yang masih harus keluar rumah demi sesuap nasi.</p>
<p>Jika merasa bosan, coba ingat para korban kegananas virus Corona yang harus diisolasi di rumah sakit. Ingatlah para tim medis yang harus berjuang menyembuhkan para korban dengan mempertaruhkan nyawa mereka.</p>
<p>Walaupun begitu, merasa bosan bahkan stres di saat seperti ini adlaah hal yang manusiawi. Penulis sendiri terkadang masih merasakan seperti itu, apalagi tempat tinggal Penulis berada di daerah yang memiliki <em>suspect </em>Corona.</p>
<p>Oleh karena itu, Penulis memutuskan untuk memberikan tips seputar <strong>100 aktivitas yang bisa dilakukan ketika #dirumahaja!</strong></p>
<ol>
<li><strong>Membaca Buku</strong>, aktivitas yang bagi sebagian orang mungkin terasa membosankan. Mumpung #dirumahaja, coba mulai baca buku-buku yang ringan terlebih dahulu. <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/mengapa-kita-harus-gemar-membaca/">Membaca memiliki banyak manfaat</a>, kok.</li>
<li><strong>Menulis Blog</strong>, karena aktivitas menulis telah terbukti banyak membantu kinerja otak kita. Menulis juga bisa dijadikan sebagai pelampiasan emosi yang tak tersalurkan. Blog hanya menjadi salah satu media yang bisa digunakan.</li>
<li><strong>Mengarang Cerita</strong>, seperti yang sudah sering Penulis lakukan melalui novel dan cerpennya. Membiarkan imajinasi berlari liar merupakan kegiatan yang cukup menyenangkan.</li>
<li><strong>Menulis Puisi</strong>, penikmat musik <em>indie </em>biasanya jago, nih. Yang sedang galau juga bisa disalurkan melalui puisi.</li>
<li><strong>Belajar Skill Baru</strong>, misal Penulis yang tertarik dengan dunia <em>digital marketing </em>dan <em>social media </em>akan memanfaatkan waktunya untuk mendalami bidang tersebut. Pembaca bisa menyesuaikan <em>skill </em>apa yang diinginkan.</li>
<li><strong>Belajar Bahasa Baru</strong>, karena mempelajari bahasa baru memiliki banyak keuntungan. Kalau ingin mendalami Bahasa Inggris ataupun Jepang, ada banyak sekali kursus online yang bisa diakses secara gratis.</li>
<li><strong><em>Quality Time </em>Bersama Keluarga</strong>, yang bisa kumpul sama keluarga coba dimanfaatkan waktunya untuk punya waktu berkualitas.</li>
<li><strong>Bermesraan dengan Pasangan</strong>, tidak berlaku untuk <a href="https://whathefan.com/pengalaman/kenapa-saya-jomblo/">kaum jomblo</a> dan pasangan LDR.</li>
<li><strong>Diskusi dengan Orang Rumah</strong>, pasti ada saja topik diskusi yang bisa dicomot. Hindari pertanyaan &#8220;kapan nikah&#8221; sebisa mungkin.</li>
<li><strong>Berbakti Kepada Orangtua</strong>, misal dengan memijat kakinya tanpa berharap imbalan uang saku.</li>
<li><strong><em>Chatting </em>Bersama Pacar, Sahabat, atau siapapun</strong>, mau telepon atau <em>video call </em>juga boleh.</li>
<li><strong>Mengerjakan Tugas</strong>, berlaku untuk pelajar ataupun mahasiswa yang sekolah/kampusnya sedang mode online.</li>
<li><strong>Menyelesaikan Pekerjaan Kantor</strong>, khusus yang mendapatkan kesempatan <em>work from home</em>.</li>
<li><strong>Membuat atau Memperbaiki CV</strong>, buat yang sedang mencari pekerjaan baru.</li>
<li><strong>Mencari Pekerjaan <em>Freelance</em></strong><em>, </em>dengan syarat memiliki pengalaman dan <em>skill </em>yang mumpuni.</li>
<li><strong>Belajar Fotografi</strong>, dengan memanfaatkan obyek-obyek yang ada di rumah.</li>
<li><strong>Belajar Bikin Kopi</strong>, siapa tahu bisa jadi bisnis.</li>
<li><strong>Merajut Syal atau Sweater</strong>, seperti yang sering dilakukan oleh nenek kita.</li>
<li><strong>Menemukan Bakat atau <em>Passion</em></strong>, coba aja semua hal yang membuat kita penasaran. Kalau sudah tahu coba diasah lebih dalam.</li>
<li><strong>Mempelajari Virus Corona Secara Mendalam</strong>, siapa tahu kita bisa membuat obat penangkalnya.</li>
<li><strong>Melakukan Eksperimen Sains</strong>, seperti Penulis yang pernah membuat roket air bersama teman-temannya.</li>
<li><strong>Mencari Negara-Negara yang Belum Pernah Didengar</strong>, seperti St. Kitts &amp; Nevis, South Sudan, Nauru, São Tomé and Príncipe, dan lain sebagainya.</li>
<li><strong>Menghafal <em>Army Alphabeth</em></strong>, mulai <em>Alpha, Bravo, Charlie, Delta, Echo,</em> hingga <em>Zulu</em>.</li>
<li><strong>Menggambar atau Mewarnai</strong>, terlepas kita punya bakat atau tidak. Kalau bisa melukis ya <em>monggo</em>.</li>
<li><strong>Belajar Membuat Tulisan Indah</strong>, siapa tahu kegiatan mencatat materi pelajaran menjadi lebih menyenangkan.</li>
<li><strong>Membuat Origami</strong>, lumayan bisa jadi hiasan kamar.</li>
<li><strong>Olahraga</strong>, bisa dilakukan di kamar ataupun teras rumah. Siapa tahu setelah situasi kembali normal, perut kita berubah menjadi <em>six-pack</em>.</li>
<li><strong>Meditasi dan Yoga</strong>, supaya hidup lebih tenang dan tidak gampang merasa <em>insecure</em>.</li>
<li><strong>Melakukan Perawatan Diri</strong>, biar punya kulit yang <em>glowing </em>atau kuku cantik yang indah dipandang.</li>
<li><strong>Eksperimen <em>Make-Up</em></strong>, jadi kalau gagal enggak bakal malu karena enggak bakal keluar rumah.</li>
<li><strong>Mencoba Masak Resep Baru</strong>, kalau punya dapur serta berbagai bahan masakan.</li>
<li><strong>Membuat Kue</strong>, lumayan buat camilan di kamar.</li>
<li><strong>Piknik <em>Indoor</em></strong>, gelar tikar dan hidangkan makanan di atasnya.</li>
<li><strong>Mendirikan Tenda di Dalam Rumah</strong>, tapi jangan bikin api unggun.</li>
<li><strong>Bermain Bersama Hewan Peliharaan</strong>, kalau punya.</li>
<li><strong>Melatih Hewan Peliharaan</strong>, siapa tahu bisa jadi anggota sirkus. Jangan <em>ding</em>, banyak sisi kelamnya.</li>
<li><strong>Berkebun</strong>, kalau punya halaman.</li>
<li><strong>Merawat Tanaman</strong>, biar enggak susah coba tanam kaktus di pot.</li>
<li><strong>Melakukan Aktivitas Rumah Tangga</strong>, mulai mengepel, menyapu, cuci baju, setrika, dan lain-lain. Lumayan sebagai pengganti olahraga.</li>
<li><strong>Beres-Beres Kamar</strong>, mumpung punya waktu cukup panjang untuk melakukannya.</li>
<li><strong>Dekorasi Kamar</strong>, buat ganti suasana hati. Kalau mau dekorasi ruangan lain juga boleh.</li>
<li><strong>Merapikan Isi Lemari</strong>, kalau ada pakaian yang sudah dipakai bisa disumbangkan.</li>
<li><strong><em>Mix and Match</em> Pakaian</strong>, siapa tahu dapat inspirasi gaya <em>fashion </em>yang baru dan anti <em>mainstream</em>.</li>
<li><strong><em>Cosplay Low-Budget</em></strong>, manfaatkan barang-barang yang ada di sekitar.</li>
<li><strong>Beres-Beres Gudang</strong>, siapa tahu nemu harta karun yang telah terpendam selama bertahun-tahun.</li>
<li><strong>Membuang Barang-Barang yang Sudah Tidak Diinginkan</strong>, seperti kata <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/merapikan-kamar-merapikan-diri/">Marie Kondo</a>, hanya sisakan barang-barang yang membawa kebahagiaan.</li>
<li><strong>Buat Kerajinan dari Barang Bekas</strong>, demi perut penyu yang terbebas dari sampah plastik!</li>
<li><strong>Rebahan</strong>, karena kapan lagi kita bisa memiliki waktu rebahan sepuasnya?</li>
<li><strong>Tidur</strong>, kalau ngantuk. Jangan terlalu lama.</li>
<li><strong>Baca WHATHEFAN! </strong>biar <em>adsense </em>dan <em>traffic-</em>nya nambah</li>
</ol>
<p><em>Bersambung ke Bagian 2&#8230;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>NB: Beberapa aktivitas diambil dari berbagai sumber, baik lokal maupun internasional</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 21 Maret 2020, terinspirasi setelah membaca banyaknya keluhan bosan di masa-masa sulit ini.</p>
<p>Foto: <a href="https://www.pexels.com/@minan1398">Min An</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/100-aktivitas-untuk-dirumahaja-bagian-1/">100 Aktivitas untuk #dirumahaja (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kebahagiaan Seorang Penulis</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/kebahagiaan-seorang-penulis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Feb 2020 04:11:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[hobi]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<category><![CDATA[passion]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[penulis]]></category>
		<category><![CDATA[tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[whathefan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3487</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika ditanya tentang hobi, biasanya Penulis akan menjawab Calistung alias Baca, Tulis, Hitung. Kalau baca, Penulis sudah lama menjadi kutu buku, kalau menghitung juga suka selama cuma aritmatika dasar. Nah, untuk aktivitas menulis, sebenarnya baru Penulis lakukan secara intens sejak awal tahun 2018 ketika blog ini lahir. Inspirasinya datang dari teman-teman Penulis di Kampung Inggris [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/kebahagiaan-seorang-penulis/">Kebahagiaan Seorang Penulis</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jika ditanya tentang hobi, biasanya Penulis akan menjawab Calistung alias Baca, Tulis, Hitung. Kalau baca, Penulis sudah lama menjadi kutu buku, kalau menghitung juga suka selama cuma aritmatika dasar.</p>
<p>Nah, untuk aktivitas menulis, sebenarnya baru Penulis lakukan secara intens sejak awal tahun 2018 ketika <a href="https://whathefan.com/pengalaman/satu-tahun-whathefan/">blog ini lahir</a>. Inspirasinya datang dari teman-teman Penulis di Kampung Inggris yang juga suka menulis.</p>
<p>Semenjak itu, menulis menjadi salah satu <em>passion </em>Penulis. Bahkan pada akhirnya <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-melamar-kerja-di-mainspring-technology/">Penulis bisa bekerja sebagai </a><em><a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-melamar-kerja-di-mainspring-technology/">Content Writer</a> </em>di salah satu website teknologi terbesar di Indonesia.</p>
<h3><em>Passion</em> Menulis Cerita Sejak Kecil</h3>
<p>Jika dirunut ke belakang, Penulis sudah menyukai kegiatan menulis sejak SD. Penulis ingat betul membuat beberapa judul cerita yang sayangnya sudah raib entah ke mana. Sempat juga membuat beberapa komik.</p>
<p>Bahkan konsep novel <a href="https://whathefan.com/category/leon-dan-kenji-buku-1/">Leon dan Kenji</a> sudah Penulis susun sejak kelas 9 dan hingga kini belum tamat-tamat. Alasannya, ada banyak sekali perubahan materi. Maklum, anak SMP suka membuat imajinasi yang kurang realistis.</p>
<p>Kalau boleh <em>sharing sedikit, </em>awalnya novel tersebut akan terdiri dari tujuh buku. Waktu itu, nama karakter Leon masih bernama Black karena terinspirasi dari anime <em>Blackjack</em>.</p>
<p>Ceritanya masih seputar anak yang membenci kehidupannya dan masuk ke dalam kelas akselerasi dan bertemu dengan Kenji (kalau Kenji dari dulu namanya seperti itu, diambil dari nama tengah Mike Shinoda) yang pada akhirnya mengubah kehidupannya.</p>
<p>Nah, yang menjadi masalah adalah cerita lanjutannya. Kala itu Penulis membayangkan Leon dan teman-teman kelasnya harus melawan sebuah organisasi kejahatan dunia. Benar-benar <em>lebay</em>, bukan?</p>
<p>Bahkan Penulis sudah membuat adegan akhirnya yang mirip dengan adegan film <em>I&#8217;m Legend</em> yang dibintangi oleh Will Smith. Sekali lagi mohon dimaklumi, Penulis belum menyadari apa artinya orisinalitas waktu itu.</p>
<p>Penulis sempat berhenti cukup lama, sebelum mulai lagi menulis novel pada akhir tahun 2017 di sela-sela persiapan tes IELTS di Kampung Inggris.</p>
<p>Tentu saja imajinasi dan kemampuan menulis yang dimiliki telah berkembang setelah sekian tahun berlalu, sehingga bisa menyusun cerita yang lebih rasional.</p>
<p>Setelah mengalami beberapa revisi, akhirnya Penulis memutuskan untuk membuat novel tersebut terbagi menjadi dua buku saja, tidak terlalu ambisius hingga menjadi tujuh buku seperti Harry Potter.</p>
<p>Konflik utamanya juga bukan seperti Detective Conan yang melawan organisasi misterius. Kali ini, konfliknya memiliki keterkaitan dengan Orde Baru. Maka dari itu, Penulis sedang membaca banyak referensi seputar zaman itu.</p>
<p>Di sela-sela menyusun novel ini, Penulis juga membuat novel lainnya yang berjudul <em><a href="https://whathefan.com/category/distopia-bagi-kia/">Distopia Bagi Kia</a>. </em>Inspirasinya datang dari Ayu. Kalau sering membaca artikel di Whathefan, pasti tahu siapa Ayu.</p>
<h3>Artikel-Artikel di Whathefan</h3>
<p>Selain membuat cerita, Penulis juga mulai mendorong dirinya untuk menulis apapun, mulai dari opini, renungan, artikel <em>feature</em>, dan lain sebagainya. Sebagai <a href="https://whathefan.com/karakter/suka-duka-seorang-pemikir/">orang yang pemikir</a>, sayang jika pikiran tersebut dibiarkan menguap tanpa jejak.</p>
<p>Ketika membuat Whathefan, Penulis bertekad untuk menulis lima artikel dalam satu minggu. Jumlah tersebut bertambah menjadi enam demi tampilan <em>feed </em>Instagram yang lebih rapi dan tertata.</p>
<p>Tahun 2018, tahun pertama Whathefan, Penulis berhasil menulis blog tanpa bolong. Maklum, waktu itu Penulis masih memiliki banyak waktu luang untuk menulis.</p>
<p>Pada tahun 2019, untuk pertama kalinya Penulis bekerja formal selama satu tahun penuh. Banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan <del>dan rasa malas yang sering menghampiri</del> membuat tahun kemarin banyak sekali hari-hari yang bolong.</p>
<p>Dari 52 minggu yang tersedia, 19 minggu harus bolong. Itu sama dengan 114 artikel (19&#215;6). Penulis sempat menganggapnya sebagai hutang. Karena jumlahnya yang sudah mencapai ratusan, Penulis memutuskan untuk mengikhlaskannya.</p>
<p>Nah, di tahun 2020 ini, Penulis berusaha untuk meminimalisir bolong-bolong yang seperti itu. Alhamdulillah, sampai hari ini masih belum ada yang bolong meskipun akhir pekan selalu digunakan untuk mengerjakan artikel yang seharusnya dikerjakan ketika <em>weekday</em>.</p>
<p>Ah, mungkin ada yang penasaran kenapa Penulis menggunakan kata &#8220;Penulis&#8221;, bukannya aku atau saya. Jawabannya sederhana, agar berbeda dan mengurangi kesan personal.</p>
<h3>Kebahagiaan Seorang Penulis</h3>
<p>Karena <em>passion</em>, menulis akan membuat Penulis merasa bahagia. Akan tetapi, ada hal lain yang membuat seorang penulis merasa lebih bahagia: <strong>ketika tulisannya dibaca oleh orang lain</strong>.</p>
<p>Sebagai contoh, Penulis mengunggah novel-novelnya di Wattpad. Hingga kini, Penulis memiliki <strong>satu </strong>pembaca setia (dulu ada dua, yang satu mungkin merasa bosan) yang membuat Penulis bersemangat untuk segera menyelesaikan novelnya.</p>
<p>Begitu pula dengan artikel-artikel yang ada di Whathefan. Terlepas dari keakuratan <em>counter </em>yang Penulis pasang, senang melihat angka-angka yang berada di belakang kata <em>views</em>.</p>
<p>Hingga saat ini, artikel dengan jumlah <em>views </em>tertinggi adalah <em><a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-melamar-kerja-di-net-tv-tahap-pertama/">Pengalaman Melamar Kerja di NET TV (Tahap Pertama)</a></em> dengan jumlah lebih dari 10 ribu. Mungkin banyak netizen yang berkeinginan kerja di sana.</p>
<p>Sebenarnya ada artikel lain yang <em>views-</em>nya mencapai angka 30 ribu, tapi itu terjadi karena adanya serangan D-DOS yang sempat membuat blog Penulis <em>down.</em></p>
<p>Kok 10 ribu, dibaca sekali saja sudah membuat Penulis senang. Ditelepon ibu dan cerita sudah baca artikel Penulis juga bikin senang. Tidak dibaca namun memberi komentar di media sosial juga sudah membuat Penulis merasa senang. Sesederhana itu.</p>
<h3>Mau Sampai Kapan Nulis Blog?</h3>
<p>Jika ada pertanyaan <em>mau sampai kapan nulis blog</em>, mungkin Penulis menjawab sampai akhir hayat. Sebisa mungkin Penulis akan mempertahankan blog ini dan tetap konsisten dalam menulis, entah yang berbobot ataupun yang ringan-ringan saja.</p>
<p>Whathefan ini sudah menjadi bagian hidup Penulis yang cukup penting. Penulis merasa seperti memiliki koneksi spesial dengannya, seperti hubungan partner (salah satu kebiasaan Penulis adalah mempersonifikasi benda mati).</p>
<p>Harapan Penulis, selain sebagai penyalur hobi dan <em>passion</em>, Whathefan bisa memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi yang membaca. Salah satu amal yang tak akan terputus adalah ilmu yang bermanfaat, bukan?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 16 Februari 2020, terinspirasi karena ingin menulis sesuatu yang ringan-ringan saja</p>
<p>Foto: <a href="https://unsplash.com/@nordwood?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">NordWood Themes</a> on <a href="https://unsplash.com/s/photos/typing?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/kebahagiaan-seorang-penulis/">Kebahagiaan Seorang Penulis</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
