<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Linkin Park Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/linkin-park/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/linkin-park/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 17 Nov 2024 08:37:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.1</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Linkin Park Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/linkin-park/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tier List Lagu-Lagu di Album &#8220;From Zero&#8221; Versi Saya</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-album-from-zero-versi-saya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-album-from-zero-versi-saya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Nov 2024 08:36:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[From Zero]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[rock]]></category>
		<category><![CDATA[tier list]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8066</guid>

					<description><![CDATA[<p>Awalnya, Penulis ingin menggabungkan tier list lagu-lagu di album From Zero di artikel &#8220;Mari Kita Bicarakan Album Baru Linkin Park, From Zero&#8221;. Akan tetapi, ternyata banyak yang ingin Penulis dari album tersebut, sehingga rasanya akan menjadi terlalu panjang jika disatukan. Dalam tulisan ini, Penulis akan mengulas setiap lagu yang ada di From Zero yang total [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-album-from-zero-versi-saya/">Tier List Lagu-Lagu di Album &#8220;From Zero&#8221; Versi Saya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Awalnya, Penulis ingin menggabungkan <em>tier list </em>lagu-lagu di album <em>From Zero </em>di artikel &#8220;Mari Kita Bicarakan Album Baru Linkin Park, From Zero&#8221;. Akan tetapi, ternyata banyak yang ingin Penulis dari album tersebut, sehingga rasanya akan menjadi terlalu panjang jika disatukan.</p>



<p>Dalam tulisan ini, Penulis akan mengulas setiap lagu yang ada di <em>From Zero</em> yang total memiliki 11 lagu. Karena sempat mengatakan bahwa lagu-lagu di album ini bisa masuk ke album lama Linkin Park, Penulis juga akan memberi opininya lagu ini layak masuk ke album mana.</p>



<p>Setelah mengulas semua lagunya, Penulis akan membuat <em>tier list </em>dari album ini lalu membandingkannya dengan album lain yang pernah Penulis bahas di artikel &#8220;Tier List Lagu Linkin Park Versi Saya&#8221;.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/keganasan-netizen-barbar-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/keganasan-netizen-barbar-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/keganasan-netizen-barbar-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/keganasan-netizen-barbar-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/keganasan-netizen-barbar.jpg 1280w " alt="Keganasan Netizen Barbar" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/sosial-budaya/keganasan-netizen-barbar/">Keganasan Netizen Barbar</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Mari Kita Bahas Setiap Lagu di Album From Zero</h2>



<p><strong>1. From Zero (Intro) </strong>&#8211; Ini menjadi pembuka album yang berdurasi singkat, seperti lagu &#8220;Foreword&#8221; di album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-meteora/">Meteora</a></em> dan &#8220;Wake&#8221; di album<em> Minutes to Midnight</em>. Detail kecil ini sangat menarik bagi Penulis karena mengembalikan lagi &#8220;tradisi&#8221;lama yang hilang.</p>



<p>Ada semacam <em>choir </em>yang disambung dialog yang sepertinya terjadi antara Mike dan Emily. Inti dari percakapan tersebut adalah Emily yang menanyakan makna dari judul album ini, yang diakhiri dengan “<em>oh, wait, your fir—</em>”</p>



<p>Pemotongan ini menjadi semacam <em>easter egg </em>yang menarik, karena dipotong begitu saja dan langsung berlanjut ke lagu selanjutnya. Jika bisa menebak, kemungkinan Emily akan berkata&#8221;<em>oh, wait, your first band name is Xero, right?</em>&#8220;</p>



<p>Oleh karena itu, menurut Penulis intro ini sangat cocok untuk masuk ke album <em>Meteora</em>.</p>



<p><strong>2. The Emptiness Machine</strong> &#8211; Ini adalah single pertama yang dirilis Linkin Park untuk memperkenalkan Emily. Ketika pertama kali mendengarkan, Penulis langsung merasa kalau lagu ini &#8220;Linkin Park banget&#8221; sebelum era album <em>One More Light</em>.</p>



<p>Penulis sudah pernah membahas lagu ini cukup panjang pada artikel <a href="https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/">&#8220;Menatap Era Baru Linkin Park Bersama Emily Armstrong&#8221;</a>, sehingga Penulis tidak akan banyak membahas lagu ini di sini.</p>



<p>Sebelumnya, Penulis pernah mengatakan kalau lagu ini cocok untuk masuk ke album <em>The Hunting Party</em>. Namun, setelah didengarkan berkali-kali, rasanya &#8220;The Emptiness Machine&#8221; lebih cocok untuk masuk ke album <em>Living Things.</em></p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="The Emptiness Machine (Official Music Video) - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/SRXH9AbT280?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><strong>3. Cut the Bridge</strong> &#8211; Begitu mendengar lagu ini, entah mengapa bagian intronya membuat Penulis teringat akan lagu &#8220;Arjuna&#8221; dari <a href="https://whathefan.com/musik/maskulinitas-pada-musik-dewa/">Dewa 19</a>. Namun, sebenarnya ada beberapa <em>beat </em>di bagian intro yang membuat lagu ini terdengar seperti &#8220;Bleed It Out&#8221;.</p>



<p>Walaupun begitu, lagu ini bisa dibilang menjadi salah satu yang kurang cocok dengan selera Penulis dan gagal masuk ke dalam &#8220;Liked Music&#8221; di YouTube Music. Jika disuruh memilih, lagu &#8220;Cut the Bridge&#8221; sangat cocok untuk dimasukkan ke dalam album <em>Minutes to Midnight</em>.</p>



<p><strong>4. Heavy is the Crown</strong> &#8211; Setelah mendengarkan keseluruhan album, Penulis tetap menganggap kalau lagu &#8220;Heavy is the Crown&#8221; adalah lagu terbaik dari album <em>From Zero</em>. Apalagi setelah menonton penampilan lagu ini di pembukaan Worlds 2024, <em>beuh</em>, mantap betul.</p>



<p>Lagu ini punya paket komplit dan memiliki nuansa seperti lagu &#8220;Faint&#8221;, mulai dari <em>rap </em>Mike seperti era awal-awal Linkin Park, bagian <em>reff </em>yang <em>catchy</em>, musik <em>rock</em> yang kental, scream belasan detik dari Emily yang membuat Penulis teringat lagu <em>Given Up</em> dari <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-minutes-to-midnight/">Minutes to Midnight</a></em>.</p>



<p>Penulis merasa kalau lagu ini agak sulit untuk dimasukkan ke dalam album Linkin Park mana pun karena walaupun memiliki formula klasik Linkin Park, lagu ini punya warnanya sendiri. Jika harus memilih, <em>Meteora</em> adalah album yang paling cocok untuk album ini.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Linkin Park - Heavy Is The Crown | Worlds 2024 Finals Opening Ceremony Presented by Mastercard" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/R8OqqaBwcl8?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><strong>5. Over Each Other</strong> &#8211; Ini adalah lagu pertama dan satu-satunya yang hanya menampilkan vokal Emily. Selain itu, lagu ini juga terasa paling pop dibandingkan dengan lagu lainnya yang ada di album ini.</p>



<p>Awal mendengarkan, Penulis merasa agak aneh dengan lagu ini. Mungkin karena memang belum terbiasa saja dengan vokal Emily. Namun, lama kelamaan Penulis bisa menikmati lagu ini walaupun tak sampai memasukkannya ke dalam &#8220;Liked Music&#8221; untuk saat ini.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis merasa kalau lagu ini sangat cocok dengan tema dari album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-one-more-light/">One More Light</a> </em>yang menjadi album paling pop dari Linkin Park.</p>



<p><strong>6. Casualty</strong> &#8211; Begitu mendengarkan lagu ini, Penulis langsung merasa kalau album ini harus masuk ke dalam album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-the-hunting-party/">The Hunting Party</a></em> karena terdengar sangat rusuh. Penulis langsung teringat lagu &#8220;Keys to the Kingdom&#8221; ditambah &#8220;QWERTY&#8221;.</p>



<p>Satu hal yang menarik dari lagu ini adalah vokal Mike, yang biasanya terdengar kalem dan menenangkan, berubah menjadi garang dan keras seolah Mike sedang marah-marah. Namun, hal itu cocok dengan lagunya yang terdengar seperti lagu <em>punk rock old school</em>.</p>



<p>&#8220;Casualty&#8221; menjadi satu lagu yang nempel di telinga Penulis karena &#8220;rusuhnya&#8221; dan membuat ingin Penulis terus melakukan <em>headbang</em>. Lagu-lagu rusuh seperti inilah yang sering Penulis rindukan dari Linkin Park, dan hal tersebut akhirnya bisa Penulis dapatkan sekarang.</p>



<p><strong>7. Overflow</strong> &#8211; Selain &#8220;Cut the Bridge&#8221;, lagu &#8220;Overflow&#8221; adalah salah satu lagu lainnya yang kurang nyantol di telinga Penulis. Dibandingkan lagu-lagu lain, lagu ini terasa paling eksperimental dan punya kesan <em>hip-hop</em> yang cukup kental.</p>



<p>Di bagian awal lagu, ada bagian yang membuat Penulis teringat lagu &#8220;PPR:KUT&#8221; alias &#8220;Papercut&#8221; versi album Reanimation. Dengan berbagai ulasan tersebut, Penulis menganggap kalau lagu ini cocok untuk dimasukkan ke dalam album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-a-thousand-suns/">A Thousand Suns</a></em>.</p>



<p><strong>8. Two Faced</strong> &#8211; Lagu ini merupakan <em>single</em> keempat yang dirilis Linkin Park jelang rilis album penuhnya. Saat mendengarkan pertama kali, lagu ini terdengar seperti lagu-lagu <em>pre-demo </em>Linkin Park sebelum debut.</p>



<p>Selain itu, <em>scream </em>yang dilakukan oleh Emily juga terkesan ngawur dan agak urak-urakan. Namun, setelah didengarkan berkali-kali, Penulis akhirnya bisa menikmati lagu ini. Apalagi, banyak yang berpendapat kalau lagu ini merupakan &#8220;One Step Closer 2.0&#8221;.</p>



<p>Apa yang Penulis suka dari lagu ini adalah adanya <em>guitar riff </em>yang berat, seperti yang bisa kita dengarkan dari lagu-lagu seperti &#8220;QWERTY&#8221; dan &#8220;Don&#8217;t Stay&#8221;. Elemen ini adalah salah satu hal yang Penulis sukai dari Linkin Park, dan rasanya sudah lama absen.</p>



<p>Tak hanya itu, salah satu elemen lain yang membuat Penulis menyukai lagu ini adalah kembalinya teknis <em>scratch </em>alias <em>ceket-ceket </em>solo dari Mr. Hahn. Terakhir kali Penulis mendengarkan ini adalah di album <em>A Thousand Suns </em>melalui lagu &#8220;Wretches and Kings&#8221;. </p>



<p>Oleh karena itu, lagu ini bisa disebut terdengar seperti lagu-lagu klasik Linkin Park, genre yang membuat Linkin Park menjadi begitu populer. Lagu &#8220;Two Faced&#8221; sangat cocok untuk masuk ke dalam album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-hybrid-theory/">Hybrid Theory</a></em>.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Two Faced (Official Music Video) - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/kivUsDGWojU?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><strong>9. Stained </strong>&#8211; Biasanya, Penulis kurang menyukai lagu Linkin Park yang terlalu <em>slow</em>. Namun, &#8220;Stained&#8221; bisa menjadi pengecualian karena Penulis menyukainya. Penulis merasa kalau lagu ini cocok untuk masuk ke dalam album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-living-things/">Living Things</a></em> atau <em>One More Light</em>.</p>



<p>Selain itu, Penulis entah mengapa merasa kalau lagu ini terasa seperti lagu-lagu dari Avril Lavigne, terutama dari album <em>Avril Lavigne</em> yang rilis tahun 2013 silam. Karena itu juga lagu ini terdengar seperti lagu lama, bukan lagu yang dirilis di tahun 2024. </p>



<p><strong>10. IGYEIH</strong> &#8211; Sejak daftar lagu <em>From Zero </em>muncul di internet, Penulis sudah penasaran dengan lagu <em>IGYEIH</em>. Penulis sampai harus mencari apa arti dari judul tersebut di Reddit. Ternyata, setelah rilis, judul tersebut merupakan akronim dari <em>I Give You Everything I Have</em>. </p>



<p>Lagu ini juga langsung terdengar asyik ketika pertama kali mendengarkannya. Terkesan rusuh seperti &#8220;Casualty&#8221; dengan lirik yang <em>related </em>dengan Penulis. Ini juga menjadi lagu keras terakhir di album ini setelah &#8220;Heavy is the Crown&#8221;, &#8220;Casualty&#8221;, dan &#8220;Two Faced&#8221;.</p>



<p>Karena kerusuhannya tersebut, Penulis merasa kalau album ini cocok untuk menemani lagu &#8220;Casualty&#8221; di album <em>The Hunting Party</em>.</p>



<p><strong>11. Good Things Go</strong> &#8211; Sebagai lagu penutup album, &#8220;Good Things Go&#8221; terasa pas sebagai penutup. Apalagi, lagu ini juga nyambung dengan lagu pertama di album ini, sehingga efek <em>looping</em>-nya terasa.</p>



<p>Banyak yang menanggap kalau lagu ini menjadi lagu &#8220;terindah&#8221; dari album ini, baik dari komposisi musiknya maupun liriknya.  Penulis merasa kalau lagu ini akan sangat cocok untuk masuk ke album <em>One More Light</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Tier List Album From Zero</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/review-album-from-zero-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8076" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/review-album-from-zero-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/review-album-from-zero-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/review-album-from-zero-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/review-album-from-zero-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Berdasarkan ulasan di atas dan pengalaman mendengar Penulis selama ini, inilah<em> tier list </em>kesebelas lagu yang ada di album <em>From Zero </em>versi Penulis:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>S: &#8211;</li>



<li>A: The Emptiness Machine, Heavy is the Crown</li>



<li>B: Casualty, Two-Faced, Stained, IGYHEIH, Good Things Go</li>



<li>C: Cut the Bridge, Over Each Other, Overflow</li>



<li>D: From Zero (Intro)</li>



<li>E: &#8211;</li>
</ul>



<p>Dari <em>tier list </em>tersebut, mari kita hitung berapa skor dari album <em>From Zero</em> dengan hitungan yang sama dengan sebelumnya (Tier S = 5, Tier A = 4, &#8230;, Tier E=0). Dengan susunan di atas, maka kita akan mendapatkan skor <strong>30</strong> dengan rata-rata <strong>2,73</strong>.</p>



<p>Inilah posisi<em> From Zero j</em>ika dibandingkan dengan album Linkin Park lainnya:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Meteora&nbsp;</strong>– Bobot Akhir: 42 (Rata-Rata: 3,23)</li>



<li><strong>From Zero</strong> &#8211; Bobot Akhir: 30 (Rata-Rata: 2,73)</li>



<li><strong>Hybrid Theory</strong>&nbsp;– Bobot Akhir: 30 (Rata-Rata: 2,5)</li>



<li><strong>Living Things&nbsp;</strong>– Bobot Akhir: 29 (Rata-Rata:2,42)</li>



<li><strong>One More Light</strong>&nbsp;– Bobot Akhir: 22 (Rata-Rata: 2,2)</li>



<li><strong>Minutes to Midnight</strong>&nbsp;– Bobot Akhir: 26 (Rata-Rata: 2,17)</li>



<li><strong>The Hunting Party</strong>&nbsp;– Bobot Akhir: 23 (Rata-Rata: 1,92)</li>



<li><strong>A Thousand Suns</strong>&nbsp;– Bobot Akhir: 27 (Rata-Rata: 1,8)</li>
</ol>



<p>Ya, Penulis sendiri terkejut album ini bisa berada di ata <em>Hybrid Theory </em>dan hanya kalah dari Meteora yang memang menjadi album favorit Penulis sepanjang masa. Namun, memang Penulis bisa menikmati semua lagu yang ada di album ini, sehingga rasanya wajar bisa mendapatkan skor setinggi itu.</p>



<p>Untuk beberapa waktu ke depan, Penulis akan terus mengulang album <em>From Zero</em>, terutama ketika sedang lari pagi dan bekerja. K-Pop, untuk sementara waktu rasanya harus minggir dulu meskipun <a href="https://whathefan.com/musik/i-am-ive/">IVE</a> baru merilis <em>single</em> baru yang sangat <em>catchy</em> hasil kolaborasi dengan David Guetta.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 16 November 2024, terinspirasi setelah mendengarkan semua lagu di album <em>From Zero </em>berkali-kali</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://music.apple.com/id/album/from-zero/1766137049?l=id">Apple Music</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-album-from-zero-versi-saya/">Tier List Lagu-Lagu di Album &#8220;From Zero&#8221; Versi Saya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-album-from-zero-versi-saya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mari Kita Bicarakan Album Baru Linkin Park, From Zero</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/mari-kita-bicarakan-album-baru-linkin-park-from-zero/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/mari-kita-bicarakan-album-baru-linkin-park-from-zero/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Nov 2024 16:09:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[From Zero]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[rock]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8061</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hari ini adalah hari paling membahagiakan bagi fans Linkin Park. Bagaimana tidak, setelah tujuh tahun, akhirnya Linkin Park merilis album baru berjudul From Zero. Ini adalah album perdana bersama anggota baru, yakni Emily Armstrong dan Colin Brittain. Sebelum merilis album ini, Linkin Park sudah merilis empat single dalam waktu yang cukup berdekatan, yakni &#8220;The Emptiness [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/mari-kita-bicarakan-album-baru-linkin-park-from-zero/">Mari Kita Bicarakan Album Baru Linkin Park, From Zero</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Hari ini adalah hari paling membahagiakan bagi <em>fans </em>Linkin Park. Bagaimana tidak, setelah tujuh tahun, akhirnya Linkin Park merilis album baru berjudul <em><strong>From Zero</strong></em>. Ini adalah <a href="https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/">album perdana bersama anggota baru</a>, yakni Emily Armstrong dan Colin Brittain.</p>



<p>Sebelum merilis album ini, Linkin Park sudah merilis empat <em>single </em>dalam waktu yang cukup berdekatan, yakni &#8220;The Emptiness Machine&#8221;, &#8220;Heavy is the Crown&#8221;, &#8220;Over Each Other&#8221;, dan &#8220;Two Faced&#8221;.</p>



<p>Secara keseluruhan, Penulis bisa menikmati keempat <em>single </em>tersebut, terutama dua judul pertama. Oleh karena itu, Penulis tak sabar untuk mendengarkan tujuh lagu lainnya yang ada di dalam lagu <em>From Zero</em>.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/sebuah-rindu-yang-hanya-milikmu-seorang-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/sebuah-rindu-yang-hanya-milikmu-seorang-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/sebuah-rindu-yang-hanya-milikmu-seorang-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/sebuah-rindu-yang-hanya-milikmu-seorang-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/sebuah-rindu-yang-hanya-milikmu-seorang-banner.jpg 1280w " alt="Ketika Rindu Hanya Milikmu Seorang" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/sajak/ketika-rindu-hanya-milikmu-seorang/">Ketika Rindu Hanya Milikmu Seorang</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">First Impression Saya Mendengarkan From Zero</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/review-album-from-zero-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8070" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/review-album-from-zero-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/review-album-from-zero-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/review-album-from-zero-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/review-album-from-zero.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Cover Album From Zero (<a href="https://music.apple.com/id/album/from-zero/1766137049?l=id">Apple Music</a>)</figcaption></figure>



<p>Sejak pagi, Penulis sudah dihubungi oleh temannya yang sesama penggemar Linkin Park untuk mendiskusikan album ini. Namun, Penulis baru mulai mendengarkannya siang setelah Sholat Jumat dan terus mengulangnya hingga menulis artikel ini. Berikut adalah daftar lagu di album <em>From Zero</em>:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>From Zero (Intro)</li>



<li>The Emptiness Machine</li>



<li>Cut the Bridge</li>



<li>Heavy is the Crown</li>



<li>Over Each Other</li>



<li>Casualty</li>



<li>Overflow</li>



<li>Two Faced</li>



<li>Stained</li>



<li>IGYEIH</li>



<li>Good Things Go</li>
</ol>



<p>Saat mendengarkannya pertama kali, Penulis merasa kalau album ini terasa &#8220;kompilasi&#8221; dari ketujuh album Linkin Park sebelumnya bersama Chester. Jika disebar, semua lagu yang ada di album ini bisa dengan mudah masuk ke dalam album-album lama Linkin Park.</p>



<p>Menurut Penulis, album ini merupakan<strong> kombinasi antara &#8220;The Old LP&#8221; dan &#8220;The New LP&#8221;.</strong> Mereka berusaha mempertahankan identitas mereka, tapi tetap menyesuaikan diri dengan zaman. Apalagi, mereka hadir dengan vokalis baru dengan jenis vokal yang berbeda.</p>



<p>Hal kecil lain yang menarik dari album ini adalah <strong>kembalinya efek &#8220;bersambung&#8221; </strong>dari tiap lagunya. Efek ini sempat hilang di album<em> <a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-one-more-light/">One More Light</a></em>, sehingga Penulis merasa senang ketika mendengar ada beberapa lagu yang saling bersambung, apalagi tiga lagu terakhirnya.</p>



<p>Sebagai tambahan, menurut teman Penulis album ini terasa &#8220;<em>not depressing</em>&#8220;, berbeda dengan beberapa tema lagu lama Linkin Park. Album ini seolah menjadi katarsis Mike setelah merilis album <em>Post Traumatic</em> beberapa tahun lalu.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pamer Kemampuan Vokal Emily</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/emily-armstrong-vokal-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8069" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/emily-armstrong-vokal-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/emily-armstrong-vokal-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/emily-armstrong-vokal-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/emily-armstrong-vokal.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Emily Armstrong (<a href="https://www.standard.co.uk/culture/music/emily-armstrong-linkin-park-singer-b1180471.html">Evening Standard</a>)</figcaption></figure>



<p>Sejak rilisnya lagu &#8220;The Emptiness Machine&#8221;, kita secara bertahap diperkenalkan dengan vokal Emily. Jika lagu tersebut adalah perkenalan, maka &#8220;Heavy is the Crown&#8221; adalah pertunjukkan kalau Emily adalah seorang <em>rockstar</em> yang mampu melakukan <em>scream</em> panjang.</p>



<p>Selanjutnya di &#8220;Over Each Other&#8221;, kita diperdengarkan vokal Emily menyanyi lagu <em>pop-rock </em>yang lebih <em>slow</em> . Di &#8220;Two Faced&#8221;, kita kembali mendengar bagaimana Emily <em>bengak-bengok</em> dengan keras dan <em>aur-auran</em>.</p>



<p>Nah, berbagai perbedaan itu semakin terasa di album <em>From Zero</em>. <strong>Linkin Park seolah ingin <a href="https://whathefan.com/musik/cara-linkin-park-membiasakan-vokal-emily-kepada-penggemarnya/">pamer kemampuan vokal Emily</a></strong> yang bisa bernyanyi di berbagai genre. Mau nyanyi <em>slow</em>, gas. Mau nyanyi agak pop, boleh. Mau teriak-teriak, hajar.</p>



<p>Kalau mau di-<em>oversimplified</em>, lagu-lagu di album ini bisa dibagi tiga kategori: Soft (S), Neutral (N), dan Hard (H). Seperti inilah pembagiannya versi Penulis (dengan mengecualikan <em>track </em>pertama), yang menariknya ternyata cukup seimbang:</p>



<p>S: Over Each Other, Stained, Good Things Go</p>



<p>N: The Emptiness Machine, Cut the Bridge, Overflow</p>



<p>H: Heavy is the Crown, Casualty, Two Faced, IGYEIH</p>



<p>Penulis sejujurnya sudah semakin terbiasa dengan vokal Emily dan menyukainya. Keputusan Mike dan Linkin Park untuk menunjukkan terbukti merupakan keputusan yang benar sekaligus membuktikan para <em>hater </em>Emily salah.</p>



<p>Apalagi setelah melihat penampilan Emily di pembukaan turnamen Worlds 2024, rasanya ia terus berusaha untuk <em>improve</em> dan membuktikan bahwa ia penerus yang layak dari mendiang Chester.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Versi Baru dari Lagu-Lagu Lama Linkin Park</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Two Faced (Official Music Video) - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/kivUsDGWojU?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Ketika membaca kolom komentar di kanal YouTube Linkin Park, banyak penggemar yang mengaku menangis ketika mendengarkan album ini. Perasaan sentimental tersebut juga hinggap di diri Penulis, karena bagaimanapun ini adalah penantian yang cukup panjang.</p>



<p>Selain itu, ada banyak penggemar yang merasa kalau <strong>lagu-lagu di album ini menjadi versi 2.0 dari lagu lama Linkin Park</strong>. Yang paling sering disebut adalah lagu &#8220;Two Faced&#8221; yang dianggap versi baru dari &#8220;One Step Closer&#8221; dari album <em>Hybrid Theory</em>.</p>



<p>Ada banyak hal yang mengejutkan dari album ini bagi Penulis. Contohnya, di lagu <em>Casualty</em>, kita bisa <strong>mendengarkan <em>rap </em>dari Mike dengan cara yang berbeda</strong>. Selain itu, di beberapa lagu ia juga bisa melakukan <em>rap </em>yang lebih cepat dari biasanya, padahal ia sudah berusia 47 tahun.</p>



<p>Menurut teman Penulis, album ini membuktikan bahwa Mike adalah seorang <em>rapper </em>yang <em>decent</em>, apalagi jika dibandingkan <em>rapper-rapper </em>baru yang menurutnya &#8220;alay&#8221; dengan hit-hit baru yang mungkin tidak cocok untuk telinga milenial.</p>



<p>Contoh lainnya, siapa yang menyangka bisa <strong>mendengar <em>scratch </em>alias <em>ceket-ceket </em>ala Mr. Hahn di tahun 2024</strong>? Padahal, teknik tersebut sudah dianggap <em>jadul</em> sejak bertahun-tahun lalu. Namun, bagi Penulis yang selalu menyukai permainan Mr. Hahn, hal ini menjadi semacam nostalgia sekaligus obat kangen.</p>



<p>Terakhir, Penulis terkejut karena ternyata <strong>hanya &#8220;Over Each Other&#8221; yang menjadi lagu <em>full</em> Emily di album ini</strong>. Selain itu, selalu ada vokal dari Mike, baik nge-<em>rap</em> maupun tidak. Mungkin Linkin Park belum terlalu percaya diri mengeluarkan <em>single</em> full Emily lebih banyak?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Secara keseluruhan, Penulis menganggap kalau <strong><em>From Zero </em>merupakan album <em>comeback</em> yang memuaskan</strong>.  Bisa tetap merasakan Linkin Park yang Penulis kenal sembari mendapatkan sesuatu yang <em>fresh</em> merupakan ha menyenangkan.</p>



<p>Namun, album ini seolah membantah pernyataan Mike dalam satu wawancara kalau mereka <em>start from scratch</em>. Tidak, mereka tidak benar-benar memulai dari nol. Mereka memasukkan apa yang mereka kerjakan selama ini dan memberikan sentuhan baru.</p>



<p>Setelah membahas album ini secara keseluruhan, selanjutnya Penulis akan membahas tiap lagu di dalam album ini satu per satu, lalu membuat tier list-nya. Setelah itu, kira-kira akan ada di posisi mana album<em> From Zero</em> jika dibandingkan album Linkin Park yang lain? </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 15 November 2024, terinspirasi setelah mendengarkan album <em>From Zero</em> yang baru rilis hari ini</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://music.apple.com/id/album/from-zero/1766137049?l=id">Apple Music</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/mari-kita-bicarakan-album-baru-linkin-park-from-zero/">Mari Kita Bicarakan Album Baru Linkin Park, From Zero</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/mari-kita-bicarakan-album-baru-linkin-park-from-zero/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Pengalaman Saya Menonton Video Klip “The Catalyst”</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/ini-pengalaman-saya-menonton-video-klip-the-catalyst/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/ini-pengalaman-saya-menonton-video-klip-the-catalyst/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Oct 2024 15:59:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[A Thousand Suns]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[instan]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[televisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8047</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sensasi menantikan sebuah album musik akan rilis sudah lama tidak Penulis rasakan. Terakhir kali itu terjadi adalah tujuh tahun yang lalu, ketika album One More Light mengumumkan akan rilis pada 19 Mei 2017. Setelah itu, meskipun musisi lain akan mengumumkan akan merilis album (katakanlah, One Ok Rock), Penulis tidak akan terlalu antusias menunggunya. Ketika rilis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/ini-pengalaman-saya-menonton-video-klip-the-catalyst/">Ini Pengalaman Saya Menonton Video Klip “The Catalyst”</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sensasi menantikan sebuah album musik akan rilis sudah lama tidak Penulis rasakan. Terakhir kali itu terjadi adalah tujuh tahun yang lalu, ketika album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-one-more-light/">One More Light</a> </em>mengumumkan akan rilis pada 19 Mei 2017.</p>



<p>Setelah itu, meskipun musisi lain akan mengumumkan akan merilis album (katakanlah, One Ok Rock), Penulis tidak akan terlalu antusias menunggunya. Ketika rilis memang langsung mendengarkan, tapi tak memberikan sensasi yang sama dengan Linkin Park.</p>



<p>Nah, pada tanggal 15 November mendatang, <a href="https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/">Linkin Park dengan formasi baru</a> akan merilis album pertamanya yang berjudul <em><strong>From Zero</strong></em>. Sensasi ini pun datang lagi dan membuat Penulis merasa tidak sabar ingin segera mendengarkan semua lagu dalam albumnya.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-300x200.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-356x237.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1.jpg 2048w " alt="Chapter 37 Cerita yang Susah untuk Dipercaya" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/leon-dan-kenji-buku-1/chapter-37-cerita-yang-susah-untuk-dipercaya/">Chapter 37 Cerita yang Susah untuk Dipercaya</a></div></div></div><p></p>


<p>Jelang rilisnya album tersebut, Linkin Park secara bertahap telah merilis tiga <em>single </em>di waktu yang berbeda: &#8220;The Emptiness Machine&#8221;, <a href="https://whathefan.com/musik/cara-linkin-park-membiasakan-vokal-emily-kepada-penggemarnya/">&#8220;Heavy Is The Crown&#8221;</a>, dan &#8220;Over Each Other&#8221;. Penulis berharap lagu-lagu lainnya di album ini akan mirip dengan dua <em>single</em> pertama.</p>



<p>Berbicara tentang sensasi menunggu tanggal rilis album Linkin Park, Penulis mau tidak mau jadi teringat bagaimana dulu dirinya menantikan <em>single </em>pertama dari album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-a-thousand-suns/">A Thousand Suns</a></em>, <strong>&#8220;The Catalyst&#8221;</strong>. Itulah yang ingin Penulis bagikan pada tulisan kali ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Menonton Video Klip &#8220;The Catalyst&#8221; dari Televisi</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="The Catalyst [Official Music Video] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/51iquRYKPbs?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Ketika Penulis menjadi penggemar Linkin Park saat SMP, <em>band </em>ini telah memiliki tiga album: <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-hybrid-theory/">Hybrid Theory</a></em>, <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-meteora/">Meteora</a></em>, dan <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-minutes-to-midnight/">Minutes to Midnight</a></em>. Oleh karena itu, begitu mengetahui Linkin Park akan merilis album baru pada tanggal 13 September 2010, Penulis begitu bersemangat.</p>



<p>Waktu itu, internet belum semudah sekarang. Minimal, kita harus pergi ke warnet untuk bisa terkoneksi dengan internet, termasuk YouTube. Bahkan, untuk berita terbaru seputar musik, Penulis masih mengandalkan televisi.</p>



<p>Nah, melalui acara <em>Breakout </em>di NET TV yang dipandu oleh Boy William, Penulis jadi mengetahui kalau Linkin Park akan merilis <em>single </em>terbaru mereka berjudul &#8220;The Catalyst&#8221; dan mereka akan menayangkan video klipnya secara perdana.</p>



<p>Penulis masih ingat betul acara tersebut mulai jam tiga sore. Boy bercerita sedikit tentang perjalanan Linkin Park sebagai <em>band </em>sebagai selingan video-video klip lama Linkin Park. Barulah menjelang akhir acara, video klip &#8220;The Catalyst&#8221; ditayangkan.</p>



<p>Kesan pertama ketika menonton video klip, keren, baik dari sisi lagu maupun sinematografinya. Memang lagu ini sekarang tidak lagi masuk <em>tier </em>atas bagi Penulis, tapi pada waktu itu, Penulis sangat menyukainya.</p>



<p>Penulis juga ingat ketika itu langsung mengirim SMS ke sohibnya yang juga menonton acara tersebut, dan ia mengatakan sentuhan dari Mr. Han sebagai sutradaralah yang membuat video klip &#8220;The Catalyst&#8221; menjadi begitu keren.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana Pengalaman Tersebut akan Sulit Terulang</h2>



<p>Mungkin bagi sebagian orang, pengalaman menantikan album atau lagu dari musisi favoritnya masih bisa dirasakan sekarang. Namun, pengalaman menonton video klip dari <em>single </em>terbaru di televisi rasanya tidak akan pernah dirasakan lagi.</p>



<p>Dengan adanya platform YouTube dan media sosial, semua bisa menontonnya tanpa kesulitan di detik ketika video klipnya rilis. Tak perlu lagi mendengarkan Boy William menjelaskan perjalanan musisi yang sedang merilis <em>single </em>terbaru.</p>



<p>Bahkan, kita tak perlu takut lagi ketinggalan karena kita bisa mengaktifkan notifikasi apabila video klip tersebut telah rilis. Apalagi, di YouTube biasanya para musisi akan memasang <em>countdown</em> untuk meningkatkan <em>hype</em>.</p>



<p>Sensasi ini rasanya tidak akan pernah terjadi di era instan seperti sekarang. Lantas, apakah hal tersebut buruk? Penulis tidak tahu. Namun, karena pernah mengalami era yang tidak serba instan, Penulis jadi belajar tentang kesabaran dan menikmati proses. </p>



<p>Semoga generasi kini bisa mempelajari itu di era yang serba instan seperti sekarang</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 31 Oktober 2024, terinspirasi setelah teringat bagaimana dulu dirinya menonton video klip &#8220;The Catalyst&#8221;</p>



<p>Foto Featured Image: </p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/ini-pengalaman-saya-menonton-video-klip-the-catalyst/">Ini Pengalaman Saya Menonton Video Klip “The Catalyst”</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/ini-pengalaman-saya-menonton-video-klip-the-catalyst/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa BTS Lagu “A Light That Never Comes” Begitu Saya Sukai</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/mengapa-bts-lagu-a-light-that-never-comes-begitu-saya-sukai/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/mengapa-bts-lagu-a-light-that-never-comes-begitu-saya-sukai/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Oct 2024 14:36:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[BTS]]></category>
		<category><![CDATA[Chester Bennington]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[Mike Shinoda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8040</guid>

					<description><![CDATA[<p>Linkin Park baru saja merilis single ketiga mereka minggu kemarin yang berjudul &#8220;Over Each Other&#8221;. Sesuai prediksi Penulis, kali ini lagunya full suara Emily. Sayangnya, Penulis kurang menyukai lagu ini karena cukup &#8220;terbanting&#8221; jika dibandingkan dua lagu sebelumnya. Nah, entah mengapa setelah mendengarkan lagu tersebut, Penulis jadi teringat salah satu behind the scene (BTS) dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/mengapa-bts-lagu-a-light-that-never-comes-begitu-saya-sukai/">Mengapa BTS Lagu “A Light That Never Comes” Begitu Saya Sukai</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Linkin Park baru saja merilis <em>single </em>ketiga mereka minggu kemarin yang berjudul &#8220;Over Each Other&#8221;. Sesuai prediksi Penulis, kali ini <a href="https://whathefan.com/musik/cara-linkin-park-membiasakan-vokal-emily-kepada-penggemarnya/">lagunya <em>full </em>suara Emily</a>. Sayangnya, Penulis kurang menyukai lagu ini karena cukup &#8220;terbanting&#8221; jika dibandingkan dua lagu sebelumnya.</p>



<p>Nah, entah mengapa setelah mendengarkan lagu tersebut, Penulis jadi teringat salah satu <em>behind the scene </em>(BTS) dari salah satu lagu kolaborasi antara Linkin Park dan Steve Aoki,<strong> &#8220;A Light That Never Comes&#8221;</strong>.</p>



<p>Video BTS ini telah berulang kali Penulis tonton tanpa pernah merasa bosan. Setelah dipikir-pikir, ternyata memang ada banyak alasan mengapa Penulis begitu menyukai video BTS yang berdurasi sekitar 8 menit ini.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/pexels-photo-167964-300x150.jpeg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/pexels-photo-167964-300x150.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/pexels-photo-167964-768x384.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/pexels-photo-167964-1024x512.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/pexels-photo-167964.jpeg 1280w " alt="Menolong Orang Secara Berlebihan" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/menolong-orang-secara-berlebihan/">Menolong Orang Secara Berlebihan</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Isi Video BTS &#8221; A Light That Never Comes&#8221;</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Just Getting Started - A LIGHT THAT NEVER COMES (Part 1 of 3) | LPTV #98 | Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/LKlf14qnOxM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Penulis akan menceritakan secara singkat apa isi video BTS &#8220;A Light That Never Come&#8221;. Dalam video tersebut, Mike berkata kepada Chester bahwa ia telah menerima dan menggubah musik yang dikirimkan oleh Steve Aoki. Musik tersebut akan digunakan untuk bagian <em>chorus</em>.</p>



<p>Hari itu, jadwalnya adalah pembuatan lirik dan perekaman vokal yang akan dilakukan oleh mereka berdua. Awalnya, mereka hanya melakukan <em>humming </em>karena belum mengetahui lirik seperti apa yang akan cocok untuk mengisi musiknya.</p>



<p>Setelah itu, pada satu titik Mike menemukan ide bahwa <em>beat </em>musiknya pas untuk lirik <em><strong>waiting for nanana that never comes</strong>.</em> Ia pun berdiskusi dengan Chester untuk menemukan kata apa yang pas untuk dimasukkan ke dalam lirik tersebut.</p>



<p>Mike juga mengingatkan kalau kalimat <em>waiting for the end </em>tidak boleh dipakai, karena itu adalah judul salah satu lagu mereka dari album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-a-thousand-suns/">A Thousand Suns</a></em>. Chester sempat berseloroh sebaiknya mereka menggunakan lirik<strong> <em>waiting for the other end</em></strong>.</p>



<p>Meskipun belum menemukan lirik yang pas, mereka mulai mencoba untuk melakukan proses perekaman. Saat itulah, Chester secara spontan menggunakan kata <em><strong>the light </strong></em>yang akhirnya digunakan di dalam lagu.</p>



<p>Setelah melengkapi lirik untuk bagian <em>chorus</em>, Mike pun langsung melakukan <em>editing </em>dan menggabungkan musik dengan <a href="https://whathefan.com/musik/vokal-chester-bennington-ternyata-memang-seistimewa-itu/">vokal Chester yang baru saja direkam</a>. Hasilnya, seperti yang bisa kita dengarkan saat lagunya rilis, fenomenal.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Penulis Sangat Menyukai BTS &#8220;A Light That Never Comes&#8221;</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/bts-a-light-that-never-comes-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8041" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/bts-a-light-that-never-comes-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/bts-a-light-that-never-comes-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/bts-a-light-that-never-comes-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/bts-a-light-that-never-comes-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Ada banyak hal yang membuat Penulis sangat menyukai BTS lagu &#8220;A Light That Never Comes&#8221;. Pertama, Penulis sangat <strong>menyukai desain interior ruang rekaman Linkin Park</strong>, baik dari posisi meja kerja, berbagai hiasan seni yang terpajang di dinding, dan lainnya.</p>



<p>Obsesi Penulis terhadap meja kerjanya sangat terinspirasi dari video ini, bagaimana meja kerja harus dibuat serapi dan senyaman mungkin untuk memicu kreativitas lahir dari kepala. Jika Penulis musisi, pasti sudah membuat <em>setup </em>seperti meja kerja Mike.</p>



<p>Lalu, tentu saja Penulis menyukai BTS ini karena bisa melihat bagaimana <strong>proses kreatif yang dilakukan oleh Linkin Park dalam membuat lagu</strong>. Pada video ini, kita bisa melihat kejeniusan Mike dalam mengaransemen lagu sekaligus memasukkan lirik yang pas.</p>



<p>Sepanjang proses pembuatan lagu, Mike dan Chester sering bertukar ide dan pikiran dengan akrabnya, mendiskusikan seperti apa lagunya akan dinyanyikan. Kekompakan yang terlihat di video tersebut membuat mereka berdua terlihat seperti saudara.</p>



<p>Terakhir, yang agak menyedihkan, pada BTS ini kita bisa melihat <strong>bagaimana humorisnya seorang Chester</strong>. Ada saja kelakuannya yang mengundang tawa. Siapa sangka, orang seperti itu memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Penulis memang selalu menyukai proses kreatif di balik suatu karya, entah itu musik, film, lukisan, dan lain sebagainya. Bahkan, proses pembuatan gawai atau perakitan Gundam pun juga Penulis sukai. </p>



<p>Namun, setidaknya dari sisi musik, BTS &#8220;A Light That Never Comes&#8221; selalu di hati. Saking sukanya, Penulis pernah mengambil <em>screenshot </em>yang menjadi <em>featured image </em>artikel ini sebagai <em>wallpaper </em>laptopnya.</p>



<p>Linkin Park tetap mempertahankan &#8220;tradisinya&#8221; untuk mengunggah BTS di kanal YouTube mereka, termasuk persiapan pembuatan album <em>From Zero </em>yang akan datang. Mari kita lihat apa perbedaannya jika dibandingkan dengan BTS era Chester.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 30 Oktober 2024, terinspirasi setelah menonton kembali <em>behind the scene </em>lagu &#8220;A Light That Never Come&#8221; untuk yang ke sekian kalinya</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://youtu.be/LKlf14qnOxM">YouTube</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/mengapa-bts-lagu-a-light-that-never-comes-begitu-saya-sukai/">Mengapa BTS Lagu “A Light That Never Comes” Begitu Saya Sukai</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/mengapa-bts-lagu-a-light-that-never-comes-begitu-saya-sukai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Linkin Park Membiasakan Vokal Emily kepada Penggemarnya</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/cara-linkin-park-membiasakan-vokal-emily-kepada-penggemarnya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/cara-linkin-park-membiasakan-vokal-emily-kepada-penggemarnya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Sep 2024 22:56:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Emily Armstrong]]></category>
		<category><![CDATA[From Zero]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[rap]]></category>
		<category><![CDATA[rock]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7925</guid>

					<description><![CDATA[<p>Linkin Park baru saja merilis single terbaru mereka yang berjudul &#8220;Heavy is the Crown.&#8221; Lagu ini akan menjadi anthem untuk ajang League of Legends World Championship 2024, salah satu turnamen esports terbesar di dunia. Ini adalah lagu kedua yang dirilis oleh Linkin Park setelah mengumumkan comeback dengan personel baru, Sebelumnya, mereka telah merilis lagu &#8220;The [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/cara-linkin-park-membiasakan-vokal-emily-kepada-penggemarnya/">Cara Linkin Park Membiasakan Vokal Emily kepada Penggemarnya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Linkin Park baru saja merilis <em>single </em>terbaru mereka yang berjudul &#8220;<strong>Heavy is the Crown</strong>.&#8221; Lagu ini akan menjadi <em>anthem</em> untuk ajang League of Legends World Championship 2024, salah satu turnamen <em>esports</em> terbesar di dunia.</p>



<p>Ini adalah lagu kedua yang dirilis oleh Linkin Park setelah <a href="https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/">mengumumkan <em>comeback</em> dengan personel baru</a>, Sebelumnya, mereka telah merilis lagu &#8220;The Emptiness Machine.&#8221; Sejujurnya, Penulis sama sekali tidak berekspetasi kalau mereka akan merilis lagu secepat ini.</p>



<p>Ketika mendengarkan kedua lagu ini secara berulang-ulang, Penulis jadi menyadari satu hal. Ini bisa jadi merupakan cara Linkin Park untuk membiasakan vokal Emily Armstorng kepada para pendengar setianya,</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/setelah-membaca-a-happy-life-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/setelah-membaca-a-happy-life-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/setelah-membaca-a-happy-life-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/setelah-membaca-a-happy-life-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/setelah-membaca-a-happy-life-banner.jpg 1200w " alt="[REVIEW] Setelah Membaca A Happy Life: Sebuah Perenungan" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-a-happy-life-sebuah-perenungan/">[REVIEW] Setelah Membaca A Happy Life: Sebuah Perenungan</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Memulai Semua dari Nol</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Mike Shinoda Talks Linkin Park&#039;s Return and His On-Stage Microphone Mishap (Extended)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/siyzPSEnUTo?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Ketika menjadi bintang tamu di acara <em>The Tonight Show</em> <em>Starring Jimmy Fallon</em>, Mike Shinoda bercerita mengenai alasan penamaan album <em><strong>From Zero</strong></em>, yang akan menjadi album pertama Linkin Park dengan personel baru. </p>



<p>Menurutnya, ada dua alasan dari penamaan tersebut. Pertama, karena <strong>nama <em>band</em>-nya sebelum menjadi Linkin Park adalah Xero</strong>, yang jika diucapkan akan terdengar seperti kata <em>zero</em> dengan huruf x di depannya.</p>



<p>Alasan kedua, adalah karena nama tersebut menggambarkan <strong>posisi Linkin Park saat ini yang ingin memulai semuanya dari nol</strong>, memulai semunya dari kanvas kosong. Ucapannya ini mungkin bisa tidak diterima, mengingat sejatinya Linkin Park tidak benar-benar memulai lagi dari nol karena telah memiliki nama besar di industri musik.</p>



<p>Namun, di sisi lain, melakukan <em>comeback</em> dengan vokalis baru jelas bukan hal yang mudah untuk sebuah <em>band</em>, apalagi jika vokalis lamanya sudah terlalu melekat. Seperti yang kita tahu, masih <a href="http://Musik2 minggu agoVokal Chester Bennington Ternyata Memang Seistimewa ItuTelah satu minggu berlalu sejak Linkin Park mengumumkan vokalis baru yang menjadi penerus dari Chester Bennington. Sejak itu, penggemar terbagi menjadi dua kubu, antara yang menerima...">banyak penggemar yang belum terima posisi Chester digantikan oleh Emily</a>.</p>



<p>Oleh karena itu, bisa dipahami juga kalau Mike mengatakan hal tersebut dan sah-sah saja. Apalagi, seperti yang sudah pernah Penulis bahas sebelumnya, Chester dan Emily memiliki tipe vokal yang berbeda, sehingga musik-musik Linkin Park ke depannya pun rasanya akan menyesuaikan dengan tipe vokal Emily.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana Suara Emily Mulai Terbiasa di Telinga </h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Heavy Is The Crown ft. Linkin Park (Official Music Video) | League of Legends Worlds 2024 Anthem" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/5FrhtahQiRc?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Sejak debut, Linkin Park dikenal dengan konsep uniknya yang menggabungkan unsur hip-hop, <em>rock</em>, dan elektronik. Mike kerap ikut bernyanyi untuk mengisi lirik <em>rap </em>dan Chester akan bernyanyi di bagian <em>reff</em>. Namun, tak jarang lagu-lagu Linkin Park hanya memperdengarkan suara Chester.</p>



<p>Pada <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/">dua <em>single </em>pertama mereka</a> dari album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-hybrid-theory/">Hybrid Theory</a></em>, &#8220;One Step Closer&#8221; dan &#8220;Crawling,&#8221; <em>part </em>Mike sangat sedikit sekali dan sangat menonjolkan vokal Chester. Baru di lagu &#8220;Papercut&#8221; dan &#8220;In the End&#8221; kita bisa mendengar Mike nge-<em>rap</em> dengan cukup panjang. </p>



<p>Nah, cara tersebut dibalik ketika Linkin Park merilis dua <em>single </em>terbaru mereka dari album <em>From Zero</em>, &#8220;The Emptiness Machine&#8221; dan &#8220;Heavy is the Crown.&#8221; Alih-alih langsung merilis lagu yang dominan suara Emily, mereka memutuskan untuk <strong>merilis lagu yang dominan suara Mike</strong>.</p>



<p>Hal ini, menurut Penulis, merupakan langkah cerdik mereka untuk <strong>membiasakan pendengarnya dengan suara Emily </strong>secara setahap demi setahap. Jika langsung merilis lagu yang menonjolkan suara Emily, bisa-bisa pendengar ogah mendengarkannya.</p>



<p>Di lagu &#8220;The Emptiness Machine,&#8221; Mike bahkan bernyanyi hampir 3/4 lagu, di mana <em>reff </em>pertama ia nyanyikan sendiri. Di konser perdana setelah mereka <em>comeback</em> kemarin, kita bisa melihat kalau Emily baru muncul di atas panggung ketika lagu telah berjalan setengah.</p>



<p>Nah, di lagu terbaru mereka, &#8220;Heavy is the Crown,&#8221; mereka menggunakan &#8220;formula klasik&#8221; yang mirip dengan awal-awal Linkin Park di awal tahun 2000-an. Mike nge-<em>rap</em>, lalu Emily mengisi bagian <em>reff</em> dan <em>bridging</em> menuju <em>reff</em> terakhir.</p>



<p>Selain itu, lagu tersebut juga menarik karena Emily melakukan <em>screaming</em> cukup panjang, yang tentu saja akan mengingatkan <em>screaming </em>yang dilakukan oleh Chester pada lagu &#8220;Given Up&#8221; dari album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-minutes-to-midnight/">Minutes to Midnight</a></em>.</p>



<p>Dari sisi musikalitas, <strong>Linkin Park tidak melakukan eksperimen yang aneh-aneh</strong> seperti yang mereka lakukan pada album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-one-more-light/">One More Light</a></em>. Seandainya mereka mengeluarkan lagu pop seperti album tersebut, bisa-bisa penggemar tak akan tertarik untuk mendengarkan mereka lagi.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis merasa senang ketika Linkin Park kembali ke jati diri mereka sebagai <em>rock band</em>. Walau di atas mengatakan kalau mereka menggunakan formula klasik, menurut Penulis lagu-lagu baru mereka setipe dengan lagu-lagu di album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-the-hunting-party/">The Hunting Party</a></em>.</p>



<p>Mungkin, keputusan ini juga diambil agar sejalan dengan tema <em>From Zero</em>, yang juga bisa dimaknai kembali ke akar. Linkin Park bersama Emily ingin kembali ke akar mereka sebagai salah satu <em>rock band </em>terbesar di dunia.</p>



<p>Sebagai penutup, Penulis mendapatkan bocoran daftar lagu yang akan ada di album From Zero dari platform Apple Music. Penulis yakin, akan ada lagu yang hanya memperdengarkan vokal Emily saja tanpa ada suara Mike. Berikut daftar lagunya:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>From Zero (Intro)</li>



<li>The Emptiness Machine</li>



<li>Cut the Bridge</li>



<li>Over Each Other</li>



<li>Casualty</li>



<li>Overflow</li>



<li>Two Faced</li>



<li>Stained</li>



<li>IGYEIH</li>



<li>Good Things Go</li>
</ol>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 26 September 2024, terinspirasi setelah mendengarkan single terbaru dari Linkin Park, &#8220;Heavy is the Crown&#8221;</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://loudwire.com/linkin-park-new-singer-emily-armstrong-facts/">Loudwire</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/cara-linkin-park-membiasakan-vokal-emily-kepada-penggemarnya/">Cara Linkin Park Membiasakan Vokal Emily kepada Penggemarnya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/cara-linkin-park-membiasakan-vokal-emily-kepada-penggemarnya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Vokal Chester Bennington Ternyata Memang Seistimewa Itu</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/vokal-chester-bennington-ternyata-memang-seistimewa-itu/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/vokal-chester-bennington-ternyata-memang-seistimewa-itu/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Sep 2024 16:38:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Chester Bennington]]></category>
		<category><![CDATA[Emily Armstrong]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[vokal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7847</guid>

					<description><![CDATA[<p>Telah satu minggu berlalu sejak Linkin Park mengumumkan vokalis baru yang menjadi penerus dari Chester Bennington. Sejak itu, penggemar terbagi menjadi dua kubu, antara yang menerima dan yang menolak. Pihak yang menerima menganggap kalau Chester memang tak akan pernah tak tergantikan. Emily Armstrong adalah penerusnya dengan kekuatan dan ciri khas vokalnya sendiri untuk era baru [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/vokal-chester-bennington-ternyata-memang-seistimewa-itu/">Vokal Chester Bennington Ternyata Memang Seistimewa Itu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Telah satu minggu berlalu sejak <a href="https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/">Linkin Park mengumumkan vokalis baru</a> yang menjadi penerus dari Chester Bennington. Sejak itu, penggemar terbagi menjadi dua kubu, antara yang menerima dan yang menolak.</p>



<p>Pihak yang menerima menganggap kalau Chester memang tak akan pernah tak tergantikan. Emily Armstrong adalah penerusnya dengan kekuatan dan ciri khas vokalnya sendiri untuk era baru Linkin Park. Penulis secara pribadi masuk ke dalam kubu ini.</p>



<p>Pihak yang menolak menganggap kalau Emily tidak layak untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Chester. Kalau mau menggandeng vokalis baru, mending ganti nama jangan pakai nama Linkin Park. Apalagi, Rob Bourdon juga telah keluar.</p>



<p>Belum lagi banyaknya skandal yang membayangi Emily di masa lalu, terutama terkait dengan Scientology dan dukungannya terhadap pemerkosa bernama Danny Masterson. Masalah ini terus-menerus dibahas oleh mereka yang kontra dengan keberadaan Emily di Linkin Park.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/pexels-photo-697243-300x200.jpeg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/pexels-photo-697243-300x200.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/pexels-photo-697243-768x512.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/pexels-photo-697243-1024x683.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/pexels-photo-697243-356x237.jpeg 356w " alt="Menggadaikan Persahabatan Demi Cinta" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/rasa/menggadaikan-persahabatan-demi-cinta/">Menggadaikan Persahabatan Demi Cinta</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana Kualitas Vokal Emily Armstrong di Linkin Park?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7849" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Emily Armstrong (<a href="https://www.dbklik.co.id/blogv2/emily-armstrong-vokalis-linkin-park-baru-comeback-linkin-park">DB Klik</a>)</figcaption></figure>



<p>Dalam tulisan sebelumnya, Penulis telah mengeluarkan pendapatnya tentang kualitas vokal yang dimiliki oleh Emily. Untuk lagu baru, &#8220;The Emptiness Machine,&#8221; suaranya masuk banget dan Penulis benar-benar menikmatinya.</p>



<p>Suara Emily adalah suara <em>rocker </em>yang serak-serak basah. Ia juga memiliki kemampuan untuk <em>screaming</em> yang lumayan. Namun, memang ketika menyanyikan lagu-lagu Linkin Park yang lama, suaranya tampak kurang dan nadanya tak bisa sampai.</p>



<p>Penulis menemukan sebuah twit yang menjelaskan hal ini. Lagu &#8220;Numb&#8221; yang dibawakan bersama Emily dinaikkan tiga nada, dan itu pun Emily masih kewalahan. Tahu naik berapa nada ketika Chester yang nyanyi? Enam.</p>



<p>Menurut Penulis, yang paling parah adalah waktu ia menyanyikan lagu &#8220;The Catalyst.&#8221; Bukan hanya nadanya tidak sampai, ia sampai harus kehilangan suaranya berkali-kali dan melemparkan <em>mic</em>-nya ke penonton untuk menutupi hal tersebut.</p>



<p>Ini bukan berarti Emily penyanyi yang jelek, tapi memang <strong>standarnya Chester saja yang ketinggian</strong>. Vokal Chester memang diakui secara luas istimewa, dan tak banyak yang mampu bernyanyi lagu-lagu Linkin Park seperti dirinya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penyanyi Lain pun Kewalahan Menyanyikan Lagu Linkin Park</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7850" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Taka dari One Ok Rock (<a href="https://x.com/rocksound/status/924111199796711424">X</a>)</figcaption></figure>



<p>Sulitnya meniru kemampuan vokal Chester juga terlihat dari konser Linkin Park &amp; Friends Celebrate Life in Honor of Chester Bennington yang tayang sekitar tujuh tahun lalu. Konser tersebut merupakan <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/chester-2-tahun-yang-lalu/">peringatan akan kematian Chester</a>, dan banyak penyanyi yang menyumbangkan suaranya.</p>



<p>Lantas, adakah yang bisa bernyanyi sebaik Chester? Menurut Penulis, <strong>tidak</strong>. Meskipun ada banyak nama-nama besar pada konser tersebut, benar-benar tidak ada yang bisa mengisi peran Chester sesempurna itu. </p>



<p><strong>Taka </strong>dari <a href="https://whathefan.com/musik/deeper-deeper-one-ok-rock/">One Ok Rock</a> menyumbang suara untuk lagu &#8220;Somewhere I Belong,&#8221; di mana ia sempat lupa lirik di bagian <em>bridging</em>. Tak hanya itu, di beberapa lirik juga terlihat suaranya yang terkenal tinggi pun tak mampu menjangkaunya.</p>



<p>Vokalis Bring Me the Horizon,<strong> Oliver Sykes</strong>, kebagian lagu Crawling yang dikenal sebagai salah satu lagu tersulit Linkin Park yang bahkan Chester mengatakan kalau lagu tersebut termasuk sulit. Hasilnya? Vokal Oliver sering tak kuat ketika menyanyikan bagian <em>reff</em>-nya.</p>



<p>Selanjutnya, ada <strong>Deryck Whibley</strong> yang merupakan vokalis dari Sum 41. Ia kebagian lagu &#8220;The Catalyst&#8221; yang di mana Emily kesulitan untuk menyanyikannya. Namun, Deryck cukup mampu membawakannya, meskipun di beberapa kesempatannya terdengarnya napasnya habis. </p>



<p><strong>M. Shadow </strong>sebagai vokalis Avenged Sevenfold juga menyumbang suaranya untuk dua lagu, &#8220;Burn It Down&#8221; dan &#8220;Faint.&#8221; Bisa dibilang di antara semua, ia masih yang termasuk lumayan walau <em>style</em>-nya jadi berubah Avenged banget.</p>



<p>Masih ada banyak penyanyi dan vokalis lain yang berkontribusi pada konser tersebut. Namun, rasanya empat contoh di atas sudah cukup untuk membuktikan bahwa vokal yang dimiliki oleh Chester memang benar-benar istimewa.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Vokal Chester Bennington Seistimewa Itu?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7851" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Chester Bennington (<a href="https://www.nbcnews.com/pop-culture/music/linkin-park-reuniting-rcna169897">NBC News</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis tidak bermaksud menganggap bahwa Chester adalah vokalis terbaik sepanjang masa. Namun, pada lagu-lagu Linkin Park, memang terbukti beberapa kali <strong>lagunya cukup sulit untuk dinyanyikan</strong>. Sulit untuk meniru kemampuan vokal Chester.</p>



<p>Tadi sudah disinggung tentang lagu &#8220;Crawling&#8221; yang menjadi salah satu lagu tersulit. Ada juga lagu &#8220;The Catalyst&#8221; yang membuat siapa pun yang mencoba menyanyikannya kehabisan napas. Menariknya, masih ada banyak lagu Linkin Park yang juga cukup sulit untuk dinyanyikan.</p>



<p>Contohnya adalah &#8220;Given Up&#8221; karena ada bagian <em>screaming </em>sepanjang 17 detik non-stop. Lalu, ada lagu &#8220;Breaking the Habit&#8221; yang walaupun terkesan <em>ngepop</em>, ternyata susah sekali untuk menggapai nada setinggi yang dikeluarkan oleh Chester. Masih banyak lagi, tapi contoh-contoh tersebut sudah cukup.</p>



<p>Apa yang membuat vokal Chester menjadi istimewa adalah <strong>kemampuannya bernyanyi baik pada nada rendah maupun nada tinggi</strong>. Dari yang Penulis baca di Twitter, Chester memiliki <em>range </em>vokal Alto-Soprano, sehingga wajar nadanya kerap tinggi.</p>



<p>Dalam salah satu video <em>footage </em>di belakang panggung, ada sebuah rekaman di mana Chester sedang melakukan pemanasan suara. Pada satu titik, ia bisa melengkingkan suaranya tinggi sekali seperti Freddy Mercury dari Queen.</p>



<p>Tidak hanya dari sisi nada, dari <strong>sisi lembut-kerasnya pun Chester cukup fleksibel</strong>. Ia bisa bernyanyi selembut &#8220;<a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-one-more-light/">One More Light,</a>&#8221; tapi bisa teriak-teriak seperti di lagu &#8220;Lying From You.&#8221; Suaranya juga selalu stabil di atas panggung, bahkan setelah melakukan <em>screaming </em>sekali pun.</p>



<p>Satu hal lagi yang membuat vokal Chester istimewa adalah <strong>bagaimana ia terlihat <em>effortless </em>dalam membawakan lagu-lagu Linkin Park</strong>, sehingga kita sebagai penggemar percaya bahwa kita bisa menyanyikannya juga. Saat mencobanya di karaoke, baru kita sadar betapa mustahilnya hal tersebut.</p>



<p>Setelah kehilangan Chester dan melihat banyaknya penyanyi dan vokalis yang mencoba menyanyikan bagiannya, Penulis baru sadar betapa istimewa vokal yang dimilikinya. Memang, terkadang kita baru menyadari sesuatu setelah kehilangannya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 13 September 2024, teinspirasi setelah menyadari banyak lagu Linkin Park yang terlalu sulit untuk dinyanyikan</p>



<p>Sumber Featured Image: <a href="https://www.nbcnews.com/pop-culture/pop-culture-news/chester-benningtons-son-slams-linkin-park-replacing-late-father-emily-rcna170423">NBC News</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/vokal-chester-bennington-ternyata-memang-seistimewa-itu/">Vokal Chester Bennington Ternyata Memang Seistimewa Itu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/vokal-chester-bennington-ternyata-memang-seistimewa-itu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menatap Era Baru Linkin Park Bersama Emily Armstrong</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Sep 2024 14:56:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Chester Bennington]]></category>
		<category><![CDATA[Emily Armstrong]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[rock]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7790</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu, Linkin Park dan beberapa anggota band mengunggah sebuah pos misterius. Penggemar, termasuk Penulis, tentu bertanya-tanya proyek apa yang akan diumumkan kali ini. Penulis sendiri berusaha untuk tidak berharap apa-apa, takutnya kecewa kalau ternyata pengumumannya nggeletek. Oleh karena itu, Penulis benar-benar terkejut ketika mengetahui kalau ternyata pengumumannya adalah Linkin Park akan segera comeback! [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/">Menatap Era Baru Linkin Park Bersama Emily Armstrong</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Beberapa waktu lalu, <strong><a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/">Linkin Park</a></strong> dan beberapa anggota <em>band </em>mengunggah sebuah pos misterius. Penggemar, termasuk Penulis, tentu bertanya-tanya proyek apa yang akan diumumkan kali ini. </p>



<p>Penulis sendiri berusaha untuk tidak berharap apa-apa, takutnya kecewa kalau ternyata pengumumannya <em>nggeletek</em>. Oleh karena itu, Penulis benar-benar terkejut ketika mengetahui kalau ternyata pengumumannya adalah Linkin Park akan segera <em>comeback</em>!</p>



<p>Linkin Park juga akan memiliki vokalis baru<strong> Emily Armstrong </strong>dan <em>drummer </em>baru <strong>Colin Brittain</strong>. Mereka juga merilis <em>single </em>baru berjudul &#8220;<strong>The Emptiness Machine</strong>&#8221; dan akan merilis album baru berjudul <em><strong>From Zero</strong> </em>pada tanggal 15 November 2024. BOOM!!!</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1-356x178.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1.jpg 1280w " alt="Bagian 24 Pulang" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/distopia-bagi-kia/bagian-24-pulang/">Bagian 24 Pulang</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Linkin Park&#8217;s Surprising Comeback</h2>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park-0-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7793" style="width:740px;height:auto" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park-0-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park-0-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park-0-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park-0.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Linkin Park dengan Formasi Baru (<a href="https://www.billboard.com/music/rock/linkin-park-singer-tour-album-cover-story-interview-1235766805/">Billboard</a>)</figcaption></figure>



<p><a href="https://whathefan.com/musik/saya-dan-linkin-park-tentang-kematian-chester-dan-perjumpaan-pertama/">Sudah lebih dari tujuh tahun sejak kepergian Chester Bennington</a>. Penulis sejatinya sudah berusaha berhenti berharap kalau Linkin Park akan kembali dengan personel baru. Apalagi, Mike Shinoda juga sibuk dengan proyek solonya.</p>



<p>Oleh karena itu, kembalinya <a href="https://whathefan.com/musik/20-lagu-terbaik-linkin-park-versi-saya/">Linkin Park</a> dengan personel baru merupakan hal yang benar-benar mengejutkan bagi Penulis. Tentu ini menjadi kejutan yang menyenangkan sekaligus menyentuh, karena mau tidak mau Penulis jadi teringat akan sosok Chester.</p>



<p>Dalam <em>livestreaming </em>yang dilakukan tadi pagi, Linkin Park langsung membawakan lagu barunya yang berjudul &#8220;The Emptiness Machine.&#8221; Lagu ini rupanya menjadi lagu pertama Linkin Park dengan vokalis baru, <strong>Emily Armstrong</strong>.</p>



<p>Penulis sendiri baru mendengar namanya kali ini. Namun, berdasarkan berbagai sumber, ia adalah vokalis dari sebuah <em>band </em>bernama Dead Sara. Suaranya memang nge-<em>rock</em>, mungkin analoginya sedikit mirip dengan tipe vokal Tantri dari Kotak.</p>



<p>Di lagu baru Linkin Park, bisa dibilang kualitas suara Emily cukup gokil dengan <em>scream-scream </em>yang ia lakukan. Sayangnya, ketika menyanyikan lagu-lagu lama Linkin Park, ia tampak kewalahan dan beberapa kali kehilangan suara. Vokal Chester memang seistimewa itu.</p>



<p>Selain Emily, ada produser One Ok Rock, <strong>Colin Brittain</strong>, yang akan menggantikan Rob Bourdon sebagai <em>drummer</em>. Penulis benar-benar terkejut ketika mengetahui Rob memutuskan untuk keluar dari <em>band</em>.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>&#8220;Rob pernah berkata kepada kami pada suatu saat, saya kira beberapa tahun yang lalu, bahwa dia ingin memberi jarak antara dirinya dan band. Dan kami memahami hal itu &#8211; hal itu sudah terlihat jelas. Dia mulai jarang muncul, jarang berhubungan, dan saya tahu para penggemar juga menyadarinya,&#8221; ungkap Mike dalam satu wawancara.</p>
</blockquote>



<p>Banyak spekulasi yang beredar di antara penggemar mengenai alasan sebenarnya mengapa Rob memutuskan untuk meninggalkan <em>band </em>sebesar Linkin Park. Alasan paling populer adalah ia tak ingin bermain sebagai Linkin Park tanpa sosok Chester.</p>



<p>Terlepas dari bergabungnya dua anggota baru, anggota lama lainnya tetap sama. Mike Shinoda sebagai gitaris/vokalis/pianis, Brad Delson sebagai gitaris, Dave &#8220;Phoenix&#8221; Farrel sebagai <em>bassist</em>, dan Joe Hahn sebagai <em>turntablist</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Menatap Era Baru Linkin Park Bersama Emily Armstrong</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="The Emptiness Machine (Official Music Video) - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/SRXH9AbT280?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Mungkin ini bias karena Penulis merupakan penggemar berat Linkin Park. Namun, bagi Penulis Linkin Park adalah salah satu band <em>rock </em>terbesar di dunia. Kembali mengorbitnya <em>band </em>ini di dunia musik tentu menjadi hal yang telah lama diidam-idamkan oleh penggemarnya.</p>



<p>Namun, Penulis dan para penggemar tentu harus menyadari bahwa kehadiran <strong>Emily bukan sebagai pengganti Chester</strong>, <strong>melainkan sebagai penerusnya</strong>. Posisi Chester jelas tak tergantikan, sehingga yang bisa Linkin Park lakukan adalah meneruskan legasinya.</p>



<p>Kalau mau dianalogikan, mungkin mirip dengan kasus <a href="https://whathefan.com/musik/maskulinitas-pada-musik-dewa/">Dewa</a> yang sempat berganti vokalis dari Ari Lasso ke Once. Secara vokal, keduanya memiliki nuansa yang berbeda, di mana suara Once lebih nge-<em>rock </em>dibandingkan Ari Lasso. Namun, Dewa tetap bisa sukses siapapun vokalisnya, dan rasanya Linkin Park juga bisa seperti itu.</p>



<p>Jujur, Penulis tidak terlalu terkejut apabila Emily tak mampu bernyanyi seperti Chester. Akan tetapi, Penulis tak mengira kalau ia sampai kehilangan suaranya di beberapa lagu karena suaranya tidak sampai. Entah berapa kali ia arahkan <em>mic</em>-nya ke penonton karena hal ini.</p>



<p>Sebenarnya ini sudah sempat terlihat di konser peringatan kematian Chester beberapa tahun lalu. Konser tersebut mengundang banyak vokalis <em>band rock</em> untuk mengisi posisi Chester, mulai dari M. Shadow (Avenged Sevenfold), Taka (<a href="https://whathefan.com/musik/shout-it-out-now-one-ok-rock/">One Ok Rock</a>), hingga Deryck Whibley (Sum 41). </p>



<p>Namun, mau sehebat apa pun kualitas orang lain, benar-benar tidak ada yang bisa bernyanyi untuk Linkin Park sehebat Chester. Bisa jadi, keputusan Linkin Park menggandeng vokalis perempuan adalah karena ingin menghindari perbandingan-perbandingan seperti ini. </p>



<p>Dengan menggandeng vokalis perempuan, yang sebelumnya tak pernah terpikirkan oleh Penulis, Linkin Park seolah ingin menegaskan kalau mereka akan memasuki era baru. Sekali lagi, <strong>Emily bukanlah pengganti Chester, melainkan penerusnya</strong>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mau Dibawa ke Mana Linkin Park?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7792" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Album From Zero dari Linkin Park (<a href="https://en.wikipedia.org/wiki/From_Zero_%28album%29">Wikipedia</a>)</figcaption></figure>



<p>Mendengarkan lagu &#8220;The Emptiness Machine,&#8221; tampaknya Linkin Park akan mengambil jalur <em>rock </em>seperti di album-album sebelum <em><a href="http://Mendengarkan lagu &quot;The Emptiness Machine,&quot; tampaknya Linkin Park akan mengambil jalur rock seperti di album-album sebelum https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-one-more-light/. Bagi Penulis, lagu tersebut akan cocok jika dimasukan ke dalam album The Hunting Party.">One More Light</a></em>. Bagi Penulis, lagu tersebut akan cocok jika dimasukan ke dalam album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-the-hunting-party/">The Hunting Party</a></em>. </p>



<p>Ini tentu kabar gembira untuk Penulis, yang memang menyukai Linkin Park karena lagu-lagu <em>rock </em>yang dipenuhi dengan <em>scream</em>. Emily rasanya mampu menghadirkan hal tersebut dengan kemampuan <em>scream</em>-nya yang cukup oke.</p>



<p>Penulis tidak akan protes apabila musikalitas Linkin Park sedikit bergeser untuk menyesuaikan vokal Emily. Seperti kata Mike pada acara React di YouTube, musik Linkin Park selalu berevolusi dan mereka tak takut untuk melakukan eksperimen.</p>



<p>Meskipun &#8220;The Emptiness Machine&#8221; tak terdengar sebagai sebuah eksperimen baru, bagi Penulis hal itu wajar mengingat mereka sudah lama vakum. Sebagai langkah pertama, mungkin mereka ingin mencoba formula-formula lama, tapi dengan vokal yang benar-benar baru.</p>



<p>Selain itu, dari <em>single </em>tersebut, Penulis bisa sedikit merasa tenang karena Linkin Park masih berada di &#8220;jalurnya&#8221; sebagai <em><a href="https://whathefan.com/musik/apakah-musik-rock-benar-benar-telah-mati/">band rock</a></em>. Penulis sempat khawatir mereka akan beralih genre seperti yang terjadi pada 30 Seconds to Mars atau bahkan berubah menjadi seperti <a href="https://whathefan.com/musik/fort-minor-the-rising-tied-dan-kenji/">Fort Minor</a>.</p>



<p>Tentu kita tidak bisa menilai arah era baru Linkin Park hanya dari satu lagu yang baru dirilis. Oleh karena itu, Penulis tak sabar untuk mendengarkan album <em>From Zero </em>yang akan rilis pada tanggal 15 November 2024 mendatang, yang menjadi penanda bahwa <strong>era baru Linkin Park telah dimulai</strong>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 6 September 2024, teinspirasi setelah mengetahui Linkin Park telah memilih penerus Chester Bennington</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.latimes.com/entertainment-arts/music/story/2024-09-05/linkin-park-reunited-new-singer-emily-armstrong-new-album-from-zero">Los Angeles Times</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://www.latimes.com/entertainment-arts/music/story/2024-09-05/linkin-park-reunited-new-singer-emily-armstrong-new-album-from-zero">Linkin Park has a new singer and a new album on the way &#8211; Los Angeles Times (latimes.com)</a></li>



<li><a href="https://www.theprp.com/2024/09/05/news/mike-shinoda-explains-why-drummer-rob-bourdon-is-no-longer-in-linkin-park/">Mike Shinoda Explains Why Drummer Rob Bourdon Is No Longer In Linkin Park &#8211; Theprp.com</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/">Menatap Era Baru Linkin Park Bersama Emily Armstrong</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tier List Lagu-Lagu Linkin Park Versi Saya</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Jun 2024 16:51:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[tier list]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7551</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika membuka rubrik Musik di blog ini, mayoritas artikelnya membahas seputar K-Pop, karena memang genre tersebut yang sedang Penulis sering dengarkan selama satu setengah tahun terakhir. Karena masih baru, makanya Penulis banyak melakukan eksplorasi. Namun, mau sebanyak apapun Penulis &#8220;berkenalan&#8221; dengan girlband Korea atau mendengarkan lagu K-Pop, tetap saja genre favorit Penulis tetap rock, dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/">Tier List Lagu-Lagu Linkin Park Versi Saya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Jika membuka rubrik Musik di blog ini, <a href="https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-1/">mayoritas artikelnya membahas seputar K-Pop</a>, karena memang genre tersebut yang sedang Penulis sering dengarkan selama satu setengah tahun terakhir. Karena masih baru, makanya Penulis banyak melakukan eksplorasi.</p>



<p>Namun, mau sebanyak apapun Penulis &#8220;berkenalan&#8221; dengan <em>girlband </em>Korea atau <a href="https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-2/">mendengarkan lagu K-Pop</a>, tetap saja <a href="https://whathefan.com/musik/apakah-musik-rock-benar-benar-telah-mati/">genre favorit Penulis tetap <em>rock</em></a>, dan <strong>Linkin Park</strong> tetap menjadi musisi favorit meskipun sudah ditinggalkan oleh <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/chester-2-tahun-yang-lalu/">Chester Bennington</a>. </p>



<p>Sebelumnya, Penulis sudah pernah menulis artikel <em><a href="https://whathefan.com/musik/20-lagu-terbaik-linkin-park-versi-saya/">20 Lagu Terbaik Linkin Park Versi Saya</a></em>. Namun, Penulis merasa kalau dirinya perlu membuat semacam <em>tier list </em>untuk menilai semua lagu Linkin Park.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/minta-gaji-8-juta-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/minta-gaji-8-juta-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/minta-gaji-8-juta-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/minta-gaji-8-juta-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/minta-gaji-8-juta-banner.jpg 1280w " alt="Minta Gaji 8 Juta" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/sosial-budaya/minta-gaji-8-juta/">Minta Gaji 8 Juta</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Tier List Lagu Linkin Park</h2>



<p>Dalam membuat <em>tier list </em>ini, Penulis akan membuatnya per album, dari <em>Hybrid Theory </em>(2000) hingga <em>One More Light </em>(2017). Setelah itu, Penulis akan menghitung skor tiap album untuk menentukan mana urutannya dari yang terabik hingga terburuk.</p>



<p>Dalam membuat <em>tier list</em>, Penulis membuat Tier S hingga Tier E. Hanya ada satu lagu yang ke Tier S, yang menandakan kalau lagu itu menjadi lagu favorit Penulis seumur hidup. Untuk lagu yang selalu masuk ke <em>playlist</em>, akan Penulis masukkan ke dalam Tier A.</p>



<p>Tier B akan berisikan lagu-lagu yang sebenarnya juga masuk ke <em>playlist</em>, tapi terkadang ada perasaan bosan mendengarkannya. Tier C berisi lagu yang sebenarnya cukup favorit, tapi tidak sampai masuk ke dalam <em>playlist.</em></p>



<p>Tier D adalah lagu-lagu yang cukup Penulis hindari, tapi masih oke untuk didengarkan. Tier E atau yang paling rendah berisi lagu yang akan Penulis <em>skip</em>. Ya, walaupun ini Linkin Park, tetap saja ada lagu yang masuk ke dalam kategori tersebut.</p>



<p>Selain itu, Penulis juga akan memberikan skor untuk setiap Tier, di mana Tier S memiliki skor 5 dan Tier E memiliki skor 0. Dengan demikian, nanti akan jadi ketahuan album mana yang memiliki skor tertinggi (berdasarkan skor akhir dibagi jumlah lagu di album tersebut) versi Penulis.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Tier List Hybrid Theory (2000)</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Papercut [Official HD Music Video] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/vjVkXlxsO8Q?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>S: &#8211;</li>



<li>A: Papercut, Pushing Me Away</li>



<li>B: In the End, A Place for My Head</li>



<li>C: One Step Closer, With You, Crawling, Points of Authority, Runaway, By Myself, Forgotten, Cure for the Itch</li>



<li>D: &#8211; </li>



<li>E: &#8211;</li>
</ul>



<p>Di album pertama, <em><strong><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-hybrid-theory/">Hybrid Theory</a></strong></em>, bisa dibilang tidak ada lagu yang tidak bisa didengarkan. Meskipun kebanyakan masuk ke Tier C, album ini mau bagaimanapun menjadi &#8220;perkenalan&#8221; Linkin Park kepada para penggemarnya.</p>



<p>Meskipun hanya dua lagu yang berhasil masuk ke Tier A, Penulis harus menyebutkan kalau lagu &#8220;Papercut&#8221; adalah lagu favoritnya nomor dua dari Linkin Park. Jika ada Tier di antara S dan A, Penulis akan memasukkan lagu ini ke Tier tersebut.</p>



<p><strong>Skor Akhir: 30</strong> <strong>(Rata-Rata: 2,5)</strong></p>



<h3 class="wp-block-heading">Tier List Meteora (2003)</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Numb (Official Music Video) [4K UPGRADE] – Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/kXYiU_JCYtU?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>S: Numb</li>



<li>A: Don&#8217;t Stay, Somewhere I Belong, Lying from You, Easier to Run, Breaking the Habit, From the Inside</li>



<li>B: Faint, Session</li>



<li>C: Hit the Floor, Figure, Nobody Listening</li>



<li>D: Foreword</li>



<li>E: &#8211;</li>
</ul>



<p>Seperti yang sudah Penulis singgung beberapa kali, <em><strong><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-meteora/">Meteora</a> </strong></em>adalah album favorit Penulis dan menganggapnya sebagai album terbaik sepanjang masa. Album ini juga menjadi satu-satunya yang menyumbangkan lagu dengan Tier S melalui lagu &#8220;Numb.&#8221;</p>



<p>Selain itu, bisa dilihat jika album ini memiliki banyak sekali lagu yang masuk ke dalam Tier A. Sama seperti <em>Hybrid Theory</em>, tidak ada lagu yang tidak enak dari album ini, kecuali &#8220;Foreword&#8221; yang suaranya memang cuma begitu saja.</p>



<p>Hal tersebut membuat skor dari album ini sangat tinggi dibandingkan dengan album-album Linkin Park lainnya.</p>



<p><strong><strong>Skor </strong>Akhir: 42</strong> <strong>(Rata-Rata: 3,23)</strong></p>



<h3 class="wp-block-heading">Tier List Minutes to Midnight (2007)</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Leave Out All The Rest (Official Music Video) [4K Upgrade] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/yZIummTz9mM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>S: &#8211;</li>



<li>A: Leave Out All the Rest, Shadow of the Day</li>



<li>B: Given Up, Bleed It Out</li>



<li>C: Wake, What I’ve Done, Hands Held High, No More Sorrow</li>



<li>D: Valentine’s Day, In Between, In Pieces, The Little Things Give You Away</li>



<li>E: &#8211;</li>
</ul>



<p>Sejujurnya, <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-minutes-to-midnight/">Minutes to Midnight</a> </em>adalah album yang kurang Penulis sukai. Akan tetapi, ternyata setelah dihitung skornya berdasarkan <em>tier list </em>di atas, skornya masih lumayan tinggi dan di luar ekspektasi.</p>



<p>Pada artikel <em>20 Lagu Terbaik Linkin Park Versi Saya</em>, Penulis hanya meletakkan lagu &#8220;Leave Out All the Rest&#8221; di peringkat 10, di bawah lagu-lagu dari enam album lainnya. Ini menunjukkan kalau sebenarnya album ini memang kurang Penulis sukai, meskipun tidak sampai ada yang masuk ke Tier E.  </p>



<p><strong><strong>Skor </strong>Akhir: 26 (Rata-Rata: 2,17)</strong></p>



<h3 class="wp-block-heading">Tier List A Thousand Suns (2010)</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Waiting For The End (Official Music Video) [4K Upgrade] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/5qF_qbaWt3Q?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>S: &#8211;</li>



<li>A: Waiting for the End</li>



<li>B: The Requiem, Burning in the Skies</li>



<li>C: The Radiance, When They Come for Me, Jornada Del Muerto, Blackout, Iridescent, The Catalyst</li>



<li>D: Empty Space, Robot Boy, Wretches and Kings, Wisdom, Justice, and Love, The Fallout</li>



<li>E: The Messenger</li>
</ul>



<p>Penulis sudah pernah menyebutkan kalau album <em><strong><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-a-thousand-suns/">A Thousand Suns</a> </strong></em>menjadi album favoritnya secara konsep, yang nyambung dari depan hingga belakang. Sayangnya, hal tersebut membuat skor album ini cukup jatuh dan menjadi yang terburuk di antara yang lain.</p>



<p>Alasannya, banyak lagu-lagu di album ini yang hanya berfungsi sebagai <em>bridging</em>, bukan sebagai lagu utuh. Memang Penulis suka &#8220;The Requiem,&#8221; tapi yang lain kurang suka. Belum lagi lagu &#8220;The Messenger&#8221; yang benar-benar tidak Penulis sukai.</p>



<p><strong><strong>Skor </strong>Akhir: 27 (Rata-Rata: 1,8)</strong></p>



<h3 class="wp-block-heading">Tier List Living Things (2012)</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="CASTLE OF GLASS (Official Music Video) [4K Upgrade] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/ScNNfyq3d_w?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>S: &#8211;</li>



<li>A: In My Remains, Lies Greed Misery, Castle of Glass, Road Untraveled, Powerless</li>



<li>B: Until It Breaks</li>



<li>C: Lost in the Echo, Tinfoil</li>



<li>D: Burn It Down, I’ll Be Gone</li>



<li>E: Skin to Bone</li>
</ul>



<p><em><strong><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-living-things/">Living Things</a> </strong></em>menjadi album yang menyumbangkan lagu di Tier A terbanyak setelah <em>Meteora</em> dengan lima lagu. Hal tersebut membuat album ini memiliki skor yang cukup tinggi, hanya kalah dari dua album pertama Linkin Park.</p>



<p>&#8220;Castle of Glass&#8221; yang menjadi lagu urutan keenam di album ini menjadi lagu favorit Penulis nomor 3. Namun, album ini juga memiliki lagu yang sangat Penulis hindari, yakni &#8220;Skin to Bone.&#8221; </p>



<p><strong><strong>Skor </strong>Akhir: 29</strong> <strong>(Rata-Rata:2,42)</strong></p>



<h3 class="wp-block-heading">Tier List The Hunting Party (2014)</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Final Masquerade [Official Music Video] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/i8q8fFs3kTM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>S: &#8211;</li>



<li>A: Rebellion, Final Masquerade</li>



<li>B: Keys to the Kingdom, Wasteland</li>



<li>C: All for Nothing, Guilty All the Same, War, Until It’s Gone.</li>



<li>D: The Summoning</li>



<li>E: Mark the Graves, Drawbar, A Line in the Sand</li>
</ul>



<p>Di antara semua album Linkin Park, <em><strong><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-the-hunting-party/">The Hunting Party</a></strong> </em>menjadi penyumbang Tier List E terbanyak. Tiga lagu yang Penulis masukkan ke <em>tier </em>ini benar-benar tidak Penulis sukai dan selalu di-<em>skip </em>jika tiba-tiba muncul di pemutar musiknya.</p>



<p>Hal tersebut sebenarnya cukup Penulis sayangkan, mengingat Penulis sangat menyukai lagu &#8220;Rebellion&#8221; dan &#8220;Final Masquerade.&#8221; Namun, bisa dibilang hanya dua lagu tersebut yang benar-benar Penulis suka dari album ini.</p>



<p><strong><strong>Skor </strong>Akhir: 23</strong> <strong>(Rata-Rata: 1,92)</strong></p>



<h3 class="wp-block-heading">Tier List One More Light (2017)</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Heavy [Official Music Video] - Linkin Park (feat. Kiiara)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/5dmQ3QWpy1Q?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>S: &#8211;</li>



<li>A: Heavy</li>



<li>B: One More Light</li>



<li>C: Nobody Can Save Me, Good Goodbye, Talking to Myself, Battle Symphony, Invisible, Sorry for Now, Halfway Right</li>



<li>D: Sharp Edges</li>



<li>E: &#8211;</li>
</ul>



<p>Album terakhir Linkin Park, <em><strong><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-one-more-light/">One More Light</a></strong></em>, bisa dibilang sebagai album paling medioker. Sama seperti <em>Hybrid Theory</em>, mayoritas lagu di album ini masuk ke Tier C. Suka enggak, tapi seenggaknya masih oke untuk didengarkan.</p>



<p>Selain itu, sama seperti album <em>A Thousand Suns</em>, hanya ada satu lagu dari album ini yang berhasil masuk ke dalam 20 lagu favorit Linkin Park versi Penulis. Setidaknya, album ini tidak memiliki lagu yang layak untuk masuk ke Tier List E. </p>



<p><strong><strong>Skor </strong>Akhir: 22</strong> (Rata-Rata: 2,2)</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Berdasarkan perhitungan skor dari <em>tier list </em>di atas, maka bisa disimpulkan kalau menurut Penulis album terbaik dari Linkin Park adalah <em>Meteora</em>, dan yang paling buruk adalah <em>A Thousand Suns</em>. Pembaca bisa melihat daftar lengkapnya di bawah ini (diurutkan berdasarkan rata-rata skornya):</p>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Meteora </strong>&#8211; Bobot Akhir: 42 (Rata-Rata: 3,23)</li>



<li><strong>Hybrid Theory</strong> &#8211; Bobot Akhir: 30 (Rata-Rata: 2,5)</li>



<li><strong>Living Things </strong>&#8211; Bobot Akhir: 29 (Rata-Rata:2,42)</li>



<li><strong>One More Light</strong> &#8211; Bobot Akhir: 22 (Rata-Rata: 2,2)</li>



<li><strong>Minutes to Midnight</strong> &#8211; Bobot Akhir: 26 (Rata-Rata: 2,17)</li>



<li><strong>The Hunting Party</strong> &#8211; Bobot Akhir: 23 (Rata-Rata: 1,92)</li>



<li><strong>A Thousand Suns</strong> &#8211; Bobot Akhir: 27 (Rata-Rata: 1,8)</li>
</ol>



<p>Jika ditotal, maka ada Tier S memiliki 1 lagu, Tier A memiliki 19 lagu, Tier B memiliki 12 lagu, Tier C memiliki 34 lagu, Tier D memiliki 14 lagu, dan Tier E memiliki 5 lagu. Pembaca bisa melihat rekap lengkapnya di bawah ini:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>S: Numb</li>



<li>A: Papercut, Pushing Me Away, Don&#8217;t Stay, Somewhere I Belong, Lying from You, Easier to Run, Breaking the Habit, From the Inside, Leave Out All the Rest, Shadow of the Day, Waiting for the End, In My Remains, Lies Greed Misery, Castle of Glass, Road Untraveled, Powerless, Rebellion, Final Masquerade, Heavy</li>



<li>B: In the End, A Place for My Head, Faint, Session, Given Up, Bleed It Out,  The Requiem, Burning in the Skies, Until It Breaks, Keys to the Kingdom, Wasteland, One More Light</li>



<li>C: One Step Closer, With You, Crawling, Points of Authority, Runaway, By Myself, Forgotten, Cure for the Itch, Hit the Floor, Figure, Nobody Listening, Wake, What I’ve Done, Hands Held High, No More Sorrow, The Radiance, When They Come for Me, Jornada Del Muerto, Blackout, Iridescent, The Catalyst, Lost in the Echo, Tinfoil, All for Nothing, Guilty All the Same, War, Until It’s Gone, Nobody Can Save Me, Good Goodbye, Talking to Myself, Battle Symphony, Invisible, Sorry for Now, Halfway Right</li>



<li>D: Foreword, Valentine’s Day, In Between, In Pieces, The Little Things Give You Away, Empty Space, Robot Boy, Wretches and Kings, Wisdom, Justice, and Love, The Fallout, Burn It Down, I’ll Be Gone, The Summoning, Sharp Edges</li>



<li>E: The Messenger, Skin to Bone, Mark the Graves, Drawbar, A Line in the Sand</li>
</ul>



<ul class="wp-block-list"></ul>



<ul class="wp-block-list"></ul>



<p>Kurang lebih seperti itu <em>tier list </em>lagu Linkin Park versi Penulis. Sebenarnya Penulis ingin memasukkan beberapa lagu non-album, tapi ini saja sudah cukup banyak. Mungkin nanti Penulis akan membuat artikel yang khusus membahas lagu-lagu tersebut.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 28 Juni 2024, terinspirasi setelah ingin menulis artikel tentang Linkin Park lagi</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.billboard.com/music/rock/chester-bennington-grey-daze-whats-in-the-eye-8548274/">Billboard</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/">Tier List Lagu-Lagu Linkin Park Versi Saya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Jika Perang Nuklir Benar-Benar Terjadi?</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/bagaimana-jika-perang-nuklir-benar-benar-terjadi/</link>
					<comments>https://whathefan.com/renungan/bagaimana-jika-perang-nuklir-benar-benar-terjadi/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Jul 2023 10:22:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[nuklir]]></category>
		<category><![CDATA[Oppenheimer]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[perang nuklir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6723</guid>

					<description><![CDATA[<p>Meskipun tidak ditampilkan di dalam film Oppenheimer, Penulis bisa membayangkan betapa dahsyatnya ledakan bom atom yang dijatuhkan di dua kota Jepang, Hiroshima dan Nagasaki. Selain hancurnya kota, banyaknya korban jiwa juga menjadi bukti nyata. Penulis pun jadi berpikir, ledakan sedahsyat tersebut terjadi hampir 80 tahun yang lalu. Pasca-Perang Dunia 2, banyak negara yang tetap mengembangkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/bagaimana-jika-perang-nuklir-benar-benar-terjadi/">Bagaimana Jika Perang Nuklir Benar-Benar Terjadi?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Meskipun tidak ditampilkan di dalam film <em>Oppenheimer</em>, Penulis bisa membayangkan betapa dahsyatnya ledakan bom atom yang dijatuhkan di dua kota Jepang, Hiroshima dan Nagasaki. Selain hancurnya kota, banyaknya korban jiwa juga menjadi bukti nyata.</p>



<p>Penulis pun jadi berpikir, ledakan sedahsyat tersebut terjadi hampir 80 tahun yang lalu. Pasca-Perang Dunia 2, banyak negara yang tetap mengembangkan bom mereka yang jauh lebih dahsyat. Beberapa yang pernah terdengar adalah <strong>Hydrogen Bomb</strong> dan <strong>Tsar Bomba</strong>.</p>



<p>Itu yang ketahuan dan diketahui oleh publik. Bagaimana dengan senjata-senjata rahasia yang lebih mematikan? Bagaimana dengan bom yang daya ledaknya jauh lebih eksplosif? Bagaimana dengan penggunaan senjata nuklir dan biologis?</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Prayers-A-Special-Connection-with-God-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Prayers-A-Special-Connection-with-God-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Prayers-A-Special-Connection-with-God-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Prayers-A-Special-Connection-with-God-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Prayers-A-Special-Connection-with-God-356x178.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Prayers-A-Special-Connection-with-God.jpg 1280w " alt="Memaknai Keimanan" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/renungan/memaknai-keimanan/">Memaknai Keimanan</a></div></div></div><p></p>


<p>Sama seperti kekhawatiran banyak pihak, Penulis pun jadi merasa was-was seandainya dunia kembali saling melempar senjata nuklir ke lawan mereka. Jika hal buruk tersebut benar-benar terjadi, akan seperti apa dampaknya ke kita?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Linkin Park dan Peringatannya akan Perang Nuklir</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="What I&#039;ve Done [Official Music Video] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/8sgycukafqQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Peringatan akan potensi terjadinya perang nuklir (ataupun jenis perang lainnya yang juga destruktif) bukan Penulis temukan pertama kali <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-oppenheimer/">setelah menonton <em>Oppenheimer</em></a>. Jauh sebelumnya, Penulis telah mengetahuinya dari album-album <strong>Linkin Park</strong>.</p>



<p>Sebagai informasi, nama album <em><strong><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-minutes-to-midnight/">Minutes to Midnight</a> </strong></em>yang dirilis pada tahun 2007 tersebut diambil dari sebuah istilah metafora, yang merujuk kepada betapa dekatnya kita akan kehancuran gara-gara apa yang kita buat sendiri.</p>



<p>Beberapa <em>track </em>yang ada di dalamnya pun penuh dengan pesan perdamaian sekaligus pengingat betapa besar kerusakan yang telah kita buat. Tengok saja video klip dari lagu &#8220;What I&#8217;ve Done&#8221; yang terkenal.</p>



<p>Selang tiga tahun kemudian, Linkin Park merilis album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-a-thousand-suns/"><strong>A Thousand Suns</strong></a></em>. Nama album ini diambil dari kutipan Bhagavad Gita yang diucapkan oleh J. Robert Oppenheimer, yang menggambarkan ledakan nuklir akan seterang seribu matahari.</p>



<p>Linkin Park juga menyisipkan pidato Oppenheimer yang paling terkenal, di mana ia sekali lagi mengutip Bhagavad Gita dan mengatakan, &#8220;<em>Now I am death, destroyer of the world</em>.&#8221; Banyak yang mengintepretasikan kalau ini menjadi penyesalannya karena telah membuat bom atom.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Perang Dunia Berakhir, Pengembangan Senjata Terus Berlangsung</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="5 Recently Declassified Nuclear Test Videos" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/aTGNPiBGzpE?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Bom atom yang dibuat melalui Manhattan Project awalnya ditujukan ke Jerman. Namun, berhubung Jerman sudah menyerah duluan, alhasil bom atom tersebut dialihkan ke Jepang dengan tujuan membuat mereka menyerah dan mengakhiri perang.</p>



<p>Beberapa ilmuwan yang terlibat dalam Manhattan Project <strong>mengajukan petisi agar bom atom tidak perlu dijatuhkan</strong>. Namun, pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Harry Truman bersikeras dengan alasan Jepang tidak menghiraukan ultimatum mereka.</p>



<p>Alhasil, dengan dalih agar jumlah korban yang jatuh tidak lebih banyak lagi, bom atom pun dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki. Perang Dunia 2 pun resmi berakhir. Namun, pengembangan senjata nuklir tidak menunjukkan tanda-tanda berhenti.</p>



<p><a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-oppenheimer-secara-tidak-langsung-membantu-indonesia-merdeka/">Oppenheimer selaku kepala Manhattan Project</a> mendesak agar <strong>pemerintah AS berhenti mengembangkan senjata nuklir</strong>, yang kini hendak membuat Hydrogen Bomb dengan daya hancur yang berkali-kali lipat. Sayang, pendapatnya tidak digubris dan ia pun &#8220;dikucilkan&#8221;.</p>



<p>Pada masa-masa Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet, banyak kekhawatiran kalau perang nuklir akan benar-benar terjadi, mengingat kedua kubu memang sama-sama gencar dalam mengembangkan arsenal tempur mereka.</p>



<p>Untungnya hingga Uni Soviet bubar, hal tersebut tidak pernah terjadi. Memang masih ada banyak perang di mana-mana, termasuk akibat perang ideologi antara kapitalisme melawan komunisme. Setidaknya, tidak ada kejadian seperti Hiroshima dan Nagasaki lagi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Senjata Tak akan Pernah Menghentikan Perang</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/bagaimana-jika-perang-nuklir-benar-benar-terjadi-banner-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6726" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/bagaimana-jika-perang-nuklir-benar-benar-terjadi-banner-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/bagaimana-jika-perang-nuklir-benar-benar-terjadi-banner-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/bagaimana-jika-perang-nuklir-benar-benar-terjadi-banner-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/bagaimana-jika-perang-nuklir-benar-benar-terjadi-banner-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Perlombaan Senjata Tak Pernah Usai (<a href="https://www.sipri.org/commentary/topical-backgrounder/2018/how-much-does-russia-spend-nuclear-weapons">SIPRI</a>)</figcaption></figure>



<p>Terus berlangsungnya perang di berbagai belahan dunia seolah mematahkan harapan Oppenheimer dan ilmuwan lainnya. Mereka sebenarnya berharap kalau <strong>senjata yang mereka buat akan menghentikan perang</strong>, karena lawan terlalu takut untuk menyerang.</p>



<p>Kenyataannya, justru lawan jadi <strong>terdorong untuk menciptakan senjata yang jauh lebih hebat</strong>. Alhasil, masing-masing negara justru saling berlomba untuk membuat senjata terhebat yang akan membuat mereka ditakuti oleh lawan.</p>



<p>Contoh nyata bisa kita lihat di era Perang Dingin. Jika Amerika Serikat ditanya mengapa mereka membuat senjata nuklir, mereka akan menjawab karena Uni Soviet. Sebaliknya pun begitu,<em> </em>Uni Soviet membuat senjata nuklir karena Amerika Serikat. </p>



<p>Ketegangan dunia pun seolah berada di titik yang konstan. Seolah-olah ada bom waktu yang bisa meledak kapan saja. Ketika <a href="https://whathefan.com/politik-negara/standar-ganda-ala-barat/">Rusia tiba-tiba menginvasi Ukraina</a>, siapa yang menyangka? Mungkin segelintir orang, tapi orang pada umumnya tidak akan mengira.</p>



<p>Kekhawatiran akan diluncurkannya senjata nuklir pun kembali mencuat. Sama seperti ketika Amerika Serikat menjatuhkan Fat Man dan Little Boy, bukan tidak mungkin ada negara lain yang ingin <em>show off</em> kepada dunia kalau mereka memiliki senjata yang pantas untuk ditakuti.</p>



<p>Pada akhirnya, <strong>pembuatan senjata tidak akan pernah menghentikan perang</strong>. Yang ada, justru akan melanggengkan perang. Saling curiga antarnegara akan terus terjadi, karena selalu ada kemungkinan kalau negara lain menyimpan senjata yang sangat berbahaya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana Jika Perang Nuklir Benar-Benar Terjadi?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/bagaimana-jika-perang-nuklir-benar-benar-terjadi-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6727" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/bagaimana-jika-perang-nuklir-benar-benar-terjadi-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/bagaimana-jika-perang-nuklir-benar-benar-terjadi-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/bagaimana-jika-perang-nuklir-benar-benar-terjadi-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/bagaimana-jika-perang-nuklir-benar-benar-terjadi-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Ilustrasi Ledakan Bom Nuklir (<a href="https://www.colorado.edu/today/2022/08/15/nuclear-war-would-cause-global-famine-and-kill-billions-study-finds">University of Colorado Boulder</a>)</figcaption></figure>



<p>Lantas, bagaimana jika (amit-amit) perang nuklir benar-benar terjadi? Bagaimana jika para negara adidaya memutuskan untuk meluncurkan senjata pemusnah massal yang sama sekali tidak berperikemanusiaan tersebut?</p>



<p><strong>Ya sudah, terima takdir apa adanya.</strong> Tidak banyak hal yang bisa dilakukan orang biasa seperti kita. Tidak mungkin juga kita tiba-tiba terjun ke medan perang dan menghentikan semua aktivitas perang atau membatalkan peluncuran senjata nuklir.</p>



<p>Jika perang nuklir benar-benar terjadi, maka artinya tengah malam (<em>midnight</em>) telah tiba. Apa yang diperingatkan oleh Linkin Park melalui albumnya benar-benar terjadi, dan kita harus menerima kenyataan kalau tidak ada yang bisa kita lakukan untuk menghentikannya.</p>



<p>Paling banter, yang bisa kita lakukan adalah menjadi aktivis dan kerap menyerukan perdamaian. Namun, seberapa lantang suara kita hingga akan didengar oleh para pemangku kekuasaan di dunia? Memang ada peluangnya, tapi sangat kecil.</p>



<p>Untuk sekarang, yang bisa kita lakukan hanyalah berharap perang nuklir tidak pernah terjadi. Sampai detik ini, terhitung baru Amerika Serikat saja yang pernah menjatuhkan senjata nuklir berupa bom atom ke negara lain. Semoga saja itu juga menjadi yang terakhir kalinya.</p>



<p>Kita hanya bisa berharap (dan berdoa) negara-negara besar yang membuat senjata-senjata berbahaya tersebut punya kesadaran untuk tidak memusnahkan kehidupan manusia sebelum hari kiamat tiba.  </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 25 Juli 2023, terinspirasi setelah menonton film <em>Oppenheimer</em></p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.nj.com/opinion/2022/12/even-a-very-limited-nuclear-war-could-kill-more-than-2-billion-people-opinion.html">NJ.com</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="http://www.immortalreviews.com/home/2017/5/11/how-linkin-parks-urgent-message-in-minutes-to-midnight-is-still-relevant-today">Immortal Reviews</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/bagaimana-jika-perang-nuklir-benar-benar-terjadi/">Bagaimana Jika Perang Nuklir Benar-Benar Terjadi?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/renungan/bagaimana-jika-perang-nuklir-benar-benar-terjadi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mario Savio dan Pidatonya akan Bahaya Mesin (AI)</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/mario-savio-dan-pidatonya-akan-bahaya-mesin-ai/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/mario-savio-dan-pidatonya-akan-bahaya-mesin-ai/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Jul 2023 15:00:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[AI]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[Mario Savio]]></category>
		<category><![CDATA[mesin]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6345</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Ketika pengoperasian mesin menjadi sangat menjijikkan, membuat Anda sangat sakit hati, sehingga Anda tidak dapat mengambil bagian. Anda bahkan tidak dapat berpartisipasi secara pasif, dan Anda harus meletakkan tubuh Anda di atas persneling dan di atas roda, di tuas, di semua peralatan, dan Anda harus menghentikannya!&#8221; Kutipan di atas merupakan kutipan dari Mario Savio, seorang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/mario-savio-dan-pidatonya-akan-bahaya-mesin-ai/">Mario Savio dan Pidatonya akan Bahaya Mesin (AI)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>&#8220;Ketika pengoperasian mesin menjadi sangat menjijikkan, membuat Anda sangat sakit hati, sehingga Anda tidak dapat mengambil bagian. Anda bahkan tidak dapat berpartisipasi secara pasif, dan Anda harus meletakkan tubuh Anda di atas persneling dan di atas roda, di tuas, di semua peralatan, dan Anda harus menghentikannya!&#8221;</p>
</blockquote>



<p>Kutipan di atas merupakan kutipan dari <strong>Mario Savio</strong>, seorang aktivis yang menjadi bagian dari Berkerley Free Speech Moment. Penulis mengetahuinya karena <a href="https://whathefan.com/musik/20-lagu-terbaik-linkin-park-versi-saya/">Linkin Park</a> menggunakan pidato tersebut untuk lagunya yang berjudul &#8220;Wretches and Kings&#8221; di album <a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-a-thousand-suns/"><em>A Thousand Suns</em></a>.</p>



<p>Yang Penulis tangkap dari pidato Savio tersebut adalah kekhawatirannya Savio mengenai keberadaan mesin yang semakin mengkhawatirkan dan bisa menggantikan peran manusia. Menariknya, pidato tersebut dilakukan pada tanggal <strong>2 Desember 1964</strong>. </p>



<p>Penulis melihat ini menjadi hal yang sangat menarik, karena bagaimana bisa pidato yang diucapkan 60 tahun lalu masih relevan hingga saat ini, ketika keberadaan <em>Artificial Intelegence</em> (AI) di dunia untuk menggantikan manusia semakin mengerikan dan mengkhawatirkan.</p>





<h2 class="wp-block-heading">AI yang Semakin Merajarela</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Mario-Savio-dan-Pidatonya-akan-Bahaya-Mesin-AI-1-1024x683.png" alt="" class="wp-image-6660" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Mario-Savio-dan-Pidatonya-akan-Bahaya-Mesin-AI-1-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Mario-Savio-dan-Pidatonya-akan-Bahaya-Mesin-AI-1-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Mario-Savio-dan-Pidatonya-akan-Bahaya-Mesin-AI-1-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Mario-Savio-dan-Pidatonya-akan-Bahaya-Mesin-AI-1.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Steve Wozniak (<a href="https://dext.com/uk/resources/accounting-news/3-reasons-why-ai-will-not-replace-your-job-by-steve-wozniak">Dext</a>)</figcaption></figure>



<p>Seperti yang kita ketahui, belakangan ini isu AI semakin ramai. Dimulai dari ChatGPT yang bisa membuat tulisan hingga AI yang bisa membuat desain sendiri hanya dengan memasukkan kata-kata, kekhawatiran publik langsung mencuat.</p>



<p>Bahkan, beberapa tokoh terkenal di bidang teknologi pun ikut menyuarakan ketakutannya, seperti <strong>Elon Musk</strong> (CEO Tesla dan SpaceX),<strong> Steve Wozniak</strong> (salah satu <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi/">pendiri Apple</a>), hingga <strong>Evan Sharp </strong>(pendiri Pinterest).</p>



<p>Bagaimana tidak, pekerjaan-pekerjaan yang dulu dianggap &#8220;aman&#8221; dan tidak akan digantikan mesin ternyata bisa digantikan. Contoh yang paling nyata dan dekat dengan kehidupan Penulis adalah pekerjaan sebagai penulis dan desainer.</p>



<p>Hampir semua pekerjaan-pekerjaan &#8220;di balik meja&#8221; bisa digantikan, bahkan pembawa berita acara dan bintang iklan pun bisa dilakukan oleh AI. Rasanya, saat ini hanya pekerjaan fisik seperti pemain sepak bola, supir, hingga kuli bangunan yang benar-benar aman.</p>



<p>Di tengah susahnya bagi sebagian orang untuk menemukan pekerjaan, tentu kabar ini semakin membuat ketar-ketir. Jika dulu hanya bersaing dengan sesama manusia saja sudah sulit,  sekarang harus sudah ditambah dengan bersaing melawan AI.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Perang Lawan AI, Kita Harus Apa?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Mario-Savio-dan-Pidatonya-akan-Bahaya-Mesin-AI-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6659" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Mario-Savio-dan-Pidatonya-akan-Bahaya-Mesin-AI-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Mario-Savio-dan-Pidatonya-akan-Bahaya-Mesin-AI-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Mario-Savio-dan-Pidatonya-akan-Bahaya-Mesin-AI-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Mario-Savio-dan-Pidatonya-akan-Bahaya-Mesin-AI-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">ChatGPT (<a href="https://www.zdnet.com/article/what-is-chatgpt-and-why-does-it-matter-heres-everything-you-need-to-know/">ZDNET</a>)</figcaption></figure>



<p>Kalau dari sisi perusahaan atau korporat, tentu penggunaan AI sangat membantu dalam menghemat anggaran. Apalagi, AI terbukti mampu bekerja lebih cepat, walau terkadang hasilnya masih belum benar-benar sempurna.</p>



<p>Hal ini semakin diperparah karena AI disokong oleh perusahaan-perusahaan teknologi raksasa seperti Microsoft dan Google. Semua seolah berlomba untuk menghadirkan AI terbaik, dengan dalih ingin membantu pekerjaan manusia menjadi lebih ringan.</p>



<p>Lantas, di tengah &#8220;perang&#8221; antara manusia dan AI ini, apa yang harus kita lakukan? Menurut Penulis, satu langkah konkrit yang bisa diambil adalah <strong>berusaha untuk memiliki <em>skill </em>yang tidak akan bisa digantikan oleh AI</strong>.</p>



<p>Tentu tidak mudah untuk menemukannya. Seperti yang sudah Penulis singgung di atas, banyak pekerjaan yang awalnya dianggap aman ternyata bisa-bisa saja digantikan Ai. Beberapa tahun ke depan, Penulis tidak bisa membayangkan akan secanggaih apa AI nanti.</p>



<p>Kondisi ini tentu membuat kita teringat akan film-film bertema <em>sci-fi</em> di mana manusia tak berdaya berkat ciptaannya sendiri. Keberadaan AI yang semakin canggih tentu membuat masa-masa distopia seperti itu sangat mungkin untuk terjadi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apakah Pekerjaan Penulis Juga Terancam?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Mario-Savio-dan-Pidatonya-akan-Bahaya-Mesin-AI-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6661" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Mario-Savio-dan-Pidatonya-akan-Bahaya-Mesin-AI-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Mario-Savio-dan-Pidatonya-akan-Bahaya-Mesin-AI-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Mario-Savio-dan-Pidatonya-akan-Bahaya-Mesin-AI-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Mario-Savio-dan-Pidatonya-akan-Bahaya-Mesin-AI-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Sampai Saat Ini, Masih Aman (<a href="https://www.canbuyornot.com/roundup/5-mechanical-keyboards-for-better-typing/">Can Buy or Not</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis telah berkarir di bidang media selama kurang lebih 8 tahun, dimulai dari seorang penulis hingga sekarang sebagai editor. Dengan kehadiran AI terutama ChatGPT, apakah pekerjaan di bidang ini akan terancam?</p>



<p>Seperti yang kita ketahui, ChatGPT (dan AI lainnya) belum benar-benar sempurna. Meskipun mampu merangkai kalimat dengan sangat baik, Penulis masih merasakan kalau tulisan tersebut dibuat oleh mesin, bukan tangan manusia.</p>



<p>Tidak percaya? Beberapa waktu lalu, salah satu kontributor di tempat kerja Penulis menyetorkan artikel yang terasa &#8220;terlalu sempurna&#8221;. Apalagi, dia mampu membuatnya dalam waktu yang begitu cepat. Hal ini ganjil, mengingat yang bersangkutan kurang berpengalaman.</p>



<p>Benar saja, kecurigaan Penulis terbukti benar. Di salah satu artikel yang ia buat, ada informasi yang benar-benar kacau dan ia tidak menyadarinya. Setelah Penulis desak, ternyata terbukti kalau ia menggunakan ChatGPT untuk menyelesaikan artikel.</p>



<p>Belajar dari kasus ini, Penulis menyimpulkan kalau AI belum bisa menggantikan peran penulis betulan, setidaknya untuk saat ini. Manusia jelas masih lebih hebat dalam menyusun kalimat yang menarik. Terasa kok, mana tulisan buatan manusia mana buatan mesin.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Siapa yang menyangka kekhawatiran Mario Savio berpuluh-puluh tahun yang lalu masih relevan hingga hari ini, bahkan dalam skala yang lebih mengerikan. Jika dulu mesin yang menggantikan manusia bisa terlihat secara fisik, maka AI seolah tak terlihat.</p>



<p>Mau berharap pengembangan AI dihentikan juga susah, karena para korporat raksasa justru berlomba menciptakan yang terbaik. Tampaknya percuma saja kita mengajukan protes, pengembangan AI tidak menunjukkan tanda-tanda akan melambat.</p>



<p>Namun, daripada memusingkan kemunculan AI, lebih kita fokus dengan apa yang bisa dilakukan. Anggap saja kemunculan AI mendorong dan memaksa kita keluar dari zona nyaman. Kehadiran AI menjadi pengingat, kita harus selalu mengembangkan diri.</p>



<hr class="wp-block-separator has-css-opacity"/>



<p>Lawang, 2 Juli 2023, terinspirasi setelah ada banyak sekali AI yang semakin mengkhawatirkan</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.thenation.com/article/archive/what-might-mario-savio-have-said-about-the-milo-protest-at-berkeley/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">The Nation</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://www.michigandaily.com/opinion/the-future-of-ai-might-be-scary-but-lets-focus-on-why-its-scary-today/">The Michigan Daily</a></li>



<li></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/mario-savio-dan-pidatonya-akan-bahaya-mesin-ai/">Mario Savio dan Pidatonya akan Bahaya Mesin (AI)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/mario-savio-dan-pidatonya-akan-bahaya-mesin-ai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
