<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>manga Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/manga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/manga/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Oct 2024 17:08:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>manga Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/manga/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Saya Memutuskan untuk Mengoleksi Komik Naruto Bind Up Edition</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-naruto-bind-up-edition/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-naruto-bind-up-edition/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Oct 2024 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<category><![CDATA[manga]]></category>
		<category><![CDATA[Naruto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7962</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tak hanya Dragon Ball, Penulis juga tumbuh besar dengan seri Naruto. Bahkan, jumlah komik yang Penulis waktu kecil justru didominasi oleh manga karya Masashi Kishimoto ini, walau sempat berhenti beli karena telah membaca versi digitalnya. Nah, belakangan ini, PT Elex Media Komputindo memutuskan untuk mencetak remake dalam bentuk Bind Up Edition. Singkatnya, ini adalah versi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-naruto-bind-up-edition/">Saya Memutuskan untuk Mengoleksi Komik Naruto Bind Up Edition</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Tak hanya <em>Dragon Ball</em>, Penulis juga tumbuh besar dengan seri <em>Naruto</em>.  Bahkan, jumlah komik yang Penulis waktu kecil justru didominasi oleh<em> </em>manga karya Masashi Kishimoto ini, walau sempat berhenti beli karena telah membaca versi digitalnya.</p>



<p>Nah, belakangan ini, PT Elex Media Komputindo memutuskan untuk mencetak <em>remake </em>dalam bentuk <em><strong>Bind Up Edition</strong></em>. Singkatnya, ini adalah versi di mana dua komik dijadikan satu dan ukurannya pun diperbesar. Harganya per komik adalah Rp99 ribu.</p>



<p>Sempat menimbang-menimbang, akhirnya Penulis pun memutuskan untuk memulai mengoleksinya dari volume 1, terlepas telah memiliki beberapa komik versi aslinya. Penulis akan menjabarkan alasannya di bawah ini.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Harry-Potter-Lucius-Malfoy-300x191.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Harry-Potter-Lucius-Malfoy-300x191.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Harry-Potter-Lucius-Malfoy-356x226.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Harry-Potter-Lucius-Malfoy.jpg 725w " alt="Empat Jenis Kesombongan" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/empat-jenis-kesombongan/">Empat Jenis Kesombongan</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Perkenalan dengan Naruto</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/komik-naruto-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7965" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/komik-naruto-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/komik-naruto-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/komik-naruto-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/komik-naruto-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Komik Naruto Pertama yang Penulis Miliki</figcaption></figure>



<p>Awal Penulis mengenal <em>Naruto</em> sebenarnya cukup telat, yakni ketika duduk di bangku SMP. Penulis tahu karena teman-teman Penulis sering membicarakannya sehingga menjadi tertarik karena dunia ninja terdengar seru untuk diikuti.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis mencoba untuk mulai membeli komiknya. Di dekat rumah Penulis, kebetulan ada yang jual dengan harga murah. Waktu itu, Penulis belum paham kalau komik itu adalah komik bajakan karena kualitas gambarnya yang menyakitkan mata.</p>



<p>Tidak dari volume 1, Penulis langsung<strong> membeli volume 20</strong> karena itu yang tersedia di rak. Tentu Penulis sempat bingung karena tahu-tahu ada <a href="https://whathefan.com/animekomik/dinasti-politik-ala-naruto/">seorang wanita menjadi seorang pemimpin desa</a> dan <a href="https://whathefan.com/animekomik/memaknai-kesepian-ala-naruto-dan-sasuke/">karakter bernama Sasuke mengajak <em>gelud</em> Naruto</a>.</p>



<p>Walau begitu, Penulis merasa kalau komik ini terasa seru dan membaca volume lanjutannya. Penulis masih bisa memahami kalau inti dari konfliknya adalah Sasuke yang ingin keluar desa demi mendapatkan kekuatan dari Orochimaru dan berusaha dicegah oleh Naruto dkk.</p>



<p>Sembari mengikuti <em>arc </em>tersebut, Penulis beberapa kali dijelaskan tentang awal mula cerita Naruto oleh temannya yang lebih dulu mengikutinya. Namun, tetap saja mengetahui ceritanya secara melompat-lompat membuat Penulis cukup kebingungan.</p>



<p>Penulis pun mencoba untuk membeli komik Naruto volume awal-awal. Anehnya, volume yang Penulis miliki terkesan acak, yakni volume 12, 15, 16, dan 17. Penulis tak ingat bagaimana bisa memilikinya, tapi komik-komik tersebut masih ada sampai sekarang. </p>



<p>Tak hanya itu, Penulis juga punya volume 1, 2, dan 4, karena dulu sempat berniat untuk mengoleksi komiknya secara lengkap. Namun, niat tersebut tak pernah kejadian karena waktu itu Penulis merasa lebih seru (dan lebih cepat) untuk mengikuti manga digitalnya saja.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Melengkapi Kepingan yang Hilang</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/komik-naruto-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7966" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/komik-naruto-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/komik-naruto-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/komik-naruto-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/komik-naruto-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Jadi Tahu Cerita yang Belum Pernah Diketahui (<a href="https://x.com/shonenjump/status/1284268441214558209">X</a>)</figcaption></figure>



<p>Mungkin karena memiliki daya ingat yang cukup kuat, Penulis masih mengingat volume berapa saja yang pernah dimiliki. Antara volume 20 hingga 40, Penulis memiliki semua kecuali volume 22. Mulai dari volume 27, Penulis tak pernah lagi membeli komik bajakan.</p>



<p>Setelah volume 40, Penulis lebih sering membaca versi digitalnya. Satu-satunya komik <em>Naruto</em> yang Penulis miliki setelah volume tersebut adalah volume 46 dan 71. Karena konflik yang semakin memanas, Penulis pun semakin melupakan &#8220;masa lalu&#8221; Naruto di volume-volume awal.</p>



<p>Itulah salah satu alasan Penulis memutuskan untuk mengoleksi komik <em>Naruto Bind Up Edition</em>: <strong>karena ada banyak kisah Naruto yang belum pernah Penulis ketahui</strong>. Apalagi, Penulis hampir tidak pernah menonton serial animenya.</p>



<p>Kehadiran <em>Bind Up Edition </em>ini seolah menjadi momentum yang pas untuk melengkapi kepingan yang hilang seputar <em>Naruto</em>. Walau edisi ini benar-benar hanya menggabungkan dua volume menjadi satu, Penulis merasa tidak rugi untuk membelinya.</p>



<p>Apalagi, <strong>cerita-cerita yang dulu Penulis abaikan karena dirasa akan membosankan ternyata seru</strong>. &#8220;Chūnin Exams Arc&#8221; sejak awal ternyata sudah terasa seru. Penulis juga jadi mengetahui secara lengkap bagaimana Orochimaru meninggalkan segel di leher Sasuke.</p>



<p>Selain itu, dengan membaca secara runtun, alasan Sasuke memutuskan untuk meninggalkan desa dan pergi ke tempat Orochimaru menjadi masuk akal. Penulis akan membahas topik ini secara detail di tulisan lain.</p>



<p>Hal lain seputar<em> Naruto</em> yang baru Penulis ketahui setelah mulai mengoleksi <em>Bind Up Edition</em> adalah bagaimana pertemuan pertama Naruto dengan Jiraiya, bagaimana <a href="https://whathefan.com/rasa/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa/">Gaara</a> hampir mengakhiri karier ninja Rock Lee, dan masih banyak lagi lainnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Upaya Penebusan Dosa</h2>



<p>Hingga artikel ini ditulis, sudah ada 10 volume yang dirilis. Artinya, seri ini telah sampai di komik <em>Naruto </em>pertama yang Penulis baca. Berhubung dulu membaca versi bajakannya, membaca versi aslinya dengan kualitas gambar yang bagus jelas memuaskan.</p>



<p>Selain itu, Penulis juga menganggap koleksi ini sebagai <strong>upaya &#8220;penebusan dosa&#8221; karena dulu membaca versi bajakannya</strong>. Waktu itu, dengan polosnya Penulis menganggap kalau memang ada versi murah dari sebuah komik, makanya kualitasnya jelek.</p>



<p>Dengan mulai mengoleksi dari awal, Penulis akan mendapatkan kesempatan untuk membaca komik Naruto tanpa terganggu gambar buram yang terkadang sangat sulit untuk dilihat. Apalagi, ukurang komik edisi <em>Bind Up </em>ini juga lebih besar.</p>



<p>Penulis tidak tahu apakah masih ada banyak komik bajakan yang dijual di pasaran. Semoga saja sudah tidak ada lagi pihak yang membajak komik, setidaknya secara fisik. Kalau secara daring, rasanya akan sangat sulit untuk mengendalikannya.</p>



<p>Sebagai tambahan, Penulis pun jadi merasakan <strong>kembali sensasi yang pernah dirasakan waktu kecil ketika menanti komik volume terbaru dirilis</strong>. Namun, mengingat lamanya <a href="https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-dragon-ball-super/">komik <em>Dragon Ball Super Vol. 20</em> rilis</a>, rasanya Penulis harus benarn-benar ekstra sabar.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 2 Oktober 2024, terinspirasi setelah mengoleksi komik <em>Naruto Bind Up Edition</em></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-naruto-bind-up-edition/">Saya Memutuskan untuk Mengoleksi Komik Naruto Bind Up Edition</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-naruto-bind-up-edition/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah My Hero Academia Tamat</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/setelah-my-hero-academia-tamat/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/setelah-my-hero-academia-tamat/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Sep 2024 15:01:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[manga]]></category>
		<category><![CDATA[My Hero Academia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7779</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tepat satu bulan yang lalu, manga My Hero Academia resmi tamat. Dengan jumlah chapter sekitar 400 lebih sedikit, kita akhirnya mendapatkan konklusi tentang akhir dari perjalanan Deku dan kawan-kawan, setidaknya dari perspektif kita sebagai pembaca. Sejujurnya, Penulis sudah lama berhenti menonton serial animenya karena terlalu banyak dragging dan flashback yang repetitif. Oleh karena itu, Penulis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/setelah-my-hero-academia-tamat/">Setelah My Hero Academia Tamat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Tepat satu bulan yang lalu, manga <em>My Hero Academia </em>resmi tamat. Dengan jumlah <em>chapter </em>sekitar 400 lebih sedikit, kita akhirnya mendapatkan konklusi tentang akhir dari perjalanan Deku dan kawan-kawan, setidaknya dari perspektif kita sebagai pembaca.</p>



<p>Sejujurnya, Penulis sudah lama berhenti menonton serial animenya karena terlalu banyak <em>dragging </em>dan <em>flashback </em>yang repetitif. Oleh karena itu, Penulis memutuskan untuk membaca manganya saja yang tersedia secara gratis dan legal di aplikasi Manga Plus.</p>



<p>Penulis sudah sempat bercerita tentang awal pertemuannya dengan seri ini di tulisan &#8220;<a href="https://whathefan.com/animekomik/sekolah-superhero-ala-my-hero-academia/">Sekolah Superhero Ala My Hero Academia</a>,&#8221; jadi Penulis tidak akan mengulan bagian tersebut di sini. Pada tulisan kali ini, Penulis akan memberikan pendapatnya setelah manga ini tamat. </p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/12/polemik-mengucapkan-selamat-natal-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/12/polemik-mengucapkan-selamat-natal-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/12/polemik-mengucapkan-selamat-natal-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/12/polemik-mengucapkan-selamat-natal-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/12/polemik-mengucapkan-selamat-natal-banner.jpg 1280w " alt="Polemik Mengucapkan Selamat Natal" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/sosial-budaya/polemik-mengucapkan-selamat-natal/">Polemik Mengucapkan Selamat Natal</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Dibuat Bingung Siapa yang Menjadi Final Villain</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/setelah-mha-tamat-1-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7787" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/setelah-mha-tamat-1-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/setelah-mha-tamat-1-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/setelah-mha-tamat-1-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/setelah-mha-tamat-1-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Tomura Shigaraki (<a href="https://www.cbr.com/my-hero-academia-shigaraki-tomura-mbti-personality/">CBR</a>)</figcaption></figure>



<p>Sejujurnya, Penulis merasa lega karena akhirnya <em>My Hero Academia </em>telah tamat, tapi bukan dalam artian yang baik. Menurut Penulis, <em>arc </em>terakhir manga ini terasa terlalu panjang dan menjemukan, sehingga Penulis sempat merasa malas untuk terus membaca.</p>



<p>Ada banyak alasannya, tapi yang utama adalah bagaimana musuh utama di serial ini digambarkan mati bangkit mati bangkit berkali-kali. <em>Final boss </em>di seri ini adalah <strong>All For One (AFO)</strong>, bukan<strong> Tomura Shigaraki</strong> yang hanya dimanfaatkan oleh AFO.</p>



<p>Awalnya, AFO terlihat berhasil dikalahkan oleh <strong>Katsuki Bakugo</strong>, apalagi AFO terus mengalami degenerasi hingga ke wujud bayinya, dan akhirnya menghilang begitu saja. Namun, Penulis sudah lupa mengapa, tapi akhirnya ia berhasil menguasi tubuh Shigaraki.</p>



<p>Bagian ini menyebalkan bagi Penulis, karena Shigaraki lebih pantas untuk menjadi musuh terakhir dari tokoh utama<strong> Izuku Midoriya</strong>. Alasannya, mereka berdua sejauh ini telah hidup dengan meyakini prinsip yang saling bertolak belakang.</p>



<p>Hal ini mirip dengan kisah <em>Naruto</em>, yang justru memunculkan Kaguya Ōtsutsuki sebagai <em>final villain</em>. Madara Uchiha jelas lebih menjadi musuh terakhir Naruto dan kawan-kawan, bukannya sosok yang sebelumnya hampir tidak pernah disebut-sebut.</p>



<p>Namun, setidaknya di <em>Naruto </em>urutannya villain yang muncul jelas. Obito, Madara, baru Kagura keluar. Kalau <em>My Hero Academia</em>, Penulis dibuat bingung untuk mengetahui siapa sebenarnya yang ingin dijadikan sebagai <em>final villain</em>.</p>



<p>Bahkan, ketika akhirnya Midoriya berhasil mengalahkan AFO untuk selamanya, sempat ada perasaan was-was kalau ternyata tiba-tiba Shigaraki masih hidup entah bagaimana caranya. Untungnya, hal tersebut tidak pernah terjadi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pertarungan Lain di Peperangan Akhir</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/setelah-mha-tamat-2-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7786" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/setelah-mha-tamat-2-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/setelah-mha-tamat-2-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/setelah-mha-tamat-2-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/setelah-mha-tamat-2-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Ochaco vs Toga (<a href="https://comicbook.com/anime/news/my-hero-academia-himiko-toga-vs-ochacho-uraraka-ending-explained-friendship-death/">ComicBook</a>)</figcaption></figure>



<p>Sekarang mari kita bicarakan pertarungan lain. Sama seperti <em>arc </em>Perang Dunia Ninja Keempat di <em>Naruto</em>, wajar jika ada banyak adegan pertarungan yang akan meng-<em>highlight </em>karakter-karakternya. Itu pun terjadi di <em>final arc My Hero Academia</em>. </p>



<p>Awalnya masih oke, tapi makin lama makin menjemukan. Mungkin pertarungan yang benar-benar Penulis bisa nikmati adalah pertarungan antara <strong>Ochaco Uraraka </strong>dan <strong>Himiko Toga</strong>. Keduanya seperti sepasang sahabat yang harus bertarung karena perbedaan ideologi.</p>



<p>Mungkin ada bias karena Toga adalah salah satu karakter favorit Penulis di serial ini, tapi pertarungan mereka terasa bermakna untuk satu sama lain. Bagaimana akhirnya Toga mati pun cukup membekas bagi Penulis, di mana ia memberikan darahnya sendiri untuk menyelamatkan nyawa Ochaco.</p>



<p>Pertarungan antara <strong>Dabi </strong>dan <strong>Shoto Todoroki </strong>juga <em>literally </em>&#8220;panas,&#8221; apalagi ditambah dengan bumbu drama keluarga antara keduanya. Namun, kesan yang ditinggalkan kurang kuat, hingga Penulis sudah lupa bagaimana pertarungan antara mereka berakhir.</p>



<p>Pertarungan antara baik vs buruk di <em>final arc </em>pun menjadi terkesan membosankan. Durasi pertarungannya terlalu panjang, <em>villain </em>seolah tak mati-mati. Yang lebih menyebalkan, setelah pertarungan sepanjang itu, sedikit sekali pahlawan yang mati di dalam perang.</p>



<p>Awalnya, Bakugo sempat terlihat akan tewas karena menerima luka yang sangat parah dari Shigaraki. Namun, ia berhasil diselamatkan oleh Edgeshot yang mengorbankan dirinya, walau ujung-ujungnya ia juga berhasil selamat meskipun harus menjadi versi mini.</p>



<p>Padahal, kematian Bakugo akan menjadi sangat heroik jika benar-benar terjadi. Midoriya akan menjadi movitasi lebih untuk mengalahkan musuhnya karena &#8220;Uncle Ben Situation.&#8221; Sayang, tampaknya sang mangaka memang sesayang itu dengan para karakternya.</p>



<p>Sebagai perbandingan, di <em>Naruto </em>meskipun juga banyak yang selamat, setidaknya masih ada beberapa karakter utama yang dimatikan seperti Neji Hyuga, Shikaku Nara, hingga Inoichi Yamanaka. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Akhir yang Kurang Memuaskan, Padahal Sudah Lama Dinanti</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/setelah-mha-tamat-3-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7785" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/setelah-mha-tamat-3-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/setelah-mha-tamat-3-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/setelah-mha-tamat-3-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/setelah-mha-tamat-3-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Malah Jadi Guru (<a href="https://screenrant.com/mha-hero-academia-ending-explained-manga-finale/">Screen Rant</a>)</figcaption></figure>



<p>Anime <em>shounen </em>biasanya bercerita bagaimana <a href="https://whathefan.com/animekomik/kenapa-protagonis-anime-shounen-pantang-menyerah/">protagonis utamanya berjuang untuk meraih apa yang ia impikan</a> sejak awal cerita. Hal ini bisa dilihat dari <a href="https://whathefan.com/animekomik/dinasti-politik-ala-naruto/">Naruto yang ingin menjadi Hokage</a> dan Luffy yang ingin menjadi Raja Bajak Laut.</p>



<p>Nah, hal tersebut tidak terjadi di My Hero Academia. Setelah pertarungan yang begitu hebat, tentu kita penasaran dengan masa depan para karakter favorit kita. Intinya, Midoriya kehilangan semua <em>quirk-</em>nya dan menjadi guru di U.A. High School. </p>



<p>Namun, di akhir cerita diceritakan ia mendapatkan semacam perangkat yang membuatnya tetap bisa menjadi <em>superhero</em>, mungkin seperti Iron Man. Jadi, Midoriya tetap bisa menjadi <em>superhero</em>, meskipun tidak menjadi nomor satu seperti impiannya di awal cerita.</p>



<p>Konklusi My Hero Academia yang seperti itu jelas membuat kesal banyak orang. Pada akhirnya, Midoriya gagal mendapatkan apa yang ia impikan dan justru &#8220;hanya&#8221; menjadi guru setelah kehilangan <em>quirk</em>. <strong>Mirio Togata</strong>-lah yang menjadi <em>superhero </em>nomor satu di akhir cerita.</p>



<p>Selain itu, kisah cinta Midoriya pun tidak memiliki kesimpulan sama sekali apakah akhirnya ia bersanding dengan Ochaco. Banyak yang berseloroh kalau &#8220;gaji sebagai guru&#8221; membuat Midoriya tidak menarik bagi Ochaco.</p>



<p>Biasanya, memang karakter utama anime <em>shounen </em>bersanding dengan orang yang selama ini dijodoh-jodohkan dengan penggemar. Contohnya adalah Naruto dengan Hinata Hyuga atau Tanjiro Kamado dengan Kanao Tsuyuri.</p>



<p>Karena banyaknya masalah yang muncul mulai dari <em>final arc </em>hingga konklusi cerita, tak heran jika banyak penggemar yang merasa tidak puas dengan akhir cerita <em>My Hero Academia</em>, mirip dengan fenomena yang terjadi pada <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/setelah-attack-on-titan-tamat/">Attack on Titan</a></em>.</p>



<p>Akhir kata, Penulis bisa mengatakan kalau dirinya bukan merasa puas karena sudah <em>My Hero Academia </em>sudah tamat, tapi justru merasa lega dan berpikir &#8220;akhirnya tamat juga ini manga.&#8221; Tentu ini agak disayangkan, mengingat <em>My Hero Academia </em>adalah salah satu manga <em>shounen </em>favorit Penulis. </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 5 September 2024, terinspirasi setelah tamatnya<em> My Hero Academia </em>setelah sekian lama dinanti</p>



<p>Sumber Featured Image: <a href="about:blank">ComicBook</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/setelah-my-hero-academia-tamat/">Setelah My Hero Academia Tamat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/setelah-my-hero-academia-tamat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terima Kasih, Akira Toriyama, Selamat Jalan</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/terima-kasih-akira-toriyama-selamat-jalan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/terima-kasih-akira-toriyama-selamat-jalan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Mar 2024 14:39:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[Akira Toriyama]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[Dragon Ball]]></category>
		<category><![CDATA[Goku]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<category><![CDATA[manga]]></category>
		<category><![CDATA[Vegeta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7064</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jumat (8/3) kemarin, mangaka yang menciptakan Dragon Ball, Akira Toriyama, menghembuskan napas terakhirnya di usia 68 tahun. Ia meninggal dunia akibat acute subdural hematoma, sejenis pendarahan di otak. Hal ini tentu mengejutkan banyak pihak, apalagi Toriyama kerap disebut sebagai inspirasi dari banyak mangaka shounen modern seperti Masashi Kishimoto (Naruto) dan Eiichiro Oda (One Piece). Tentu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/terima-kasih-akira-toriyama-selamat-jalan/">Terima Kasih, Akira Toriyama, Selamat Jalan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Jumat (8/3) kemarin, mangaka yang menciptakan <em>Dragon Ball</em>, <strong>Akira Toriyama</strong>, menghembuskan napas terakhirnya di usia 68 tahun. Ia meninggal dunia akibat <em>acute subdural hematoma</em>, sejenis pendarahan di otak.</p>



<p>Hal ini tentu mengejutkan banyak pihak, apalagi Toriyama kerap disebut sebagai inspirasi dari banyak mangaka <em>shounen</em> modern seperti Masashi Kishimoto (<em>Naruto</em>) dan Eiichiro Oda (<em>One Piece</em>). Tentu saja, penggemar <em>Dragon Ball </em>seperti Penulis pun juga turut terkejut.</p>



<p>Oleh karena itu, dalam rangka mengenang Akira Toriyama yang karyanya Penulis begitu nikmati, Penulis ingin berbagi sedikit mengenai <em>Dragon Ball</em>, mulai dari awal pertemuannya hingga mengapa Penulis begitu menyukainya. </p>



<p>NB: Penulis akan lebih banyak membahas hingga Dragon Ball Z saja.<em> Dragon Ball GT</em>, <em>Dragon Ball Super</em>, <em>Dragon Ball Heroes</em>, hingga<em> Dragon Ball Daima</em> yang akan datang tidak akan banyak Penulis bahas</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/filosofi-minimalisme-pada-goodbye-things-banner-1-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/filosofi-minimalisme-pada-goodbye-things-banner-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/filosofi-minimalisme-pada-goodbye-things-banner-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/filosofi-minimalisme-pada-goodbye-things-banner-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/filosofi-minimalisme-pada-goodbye-things-banner-1.jpg 1280w " alt="Filosofi Minimalisme Pada Goodbye, Things" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/buku/filosofi-minimalisme-pada-goodbye-things/">Filosofi Minimalisme Pada Goodbye, Things</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Dari Mana Penulis Mengenal Dragon Ball?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/1000023478-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7069" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/1000023478-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/1000023478-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/1000023478-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/1000023478.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Salah Satu Adegan Awal di Dragon Ball (Rolling Stones)</figcaption></figure>



<p>Sejujurnya, Penulis sendiri tidak terlalu ingat dari mana dirinya bisa berkenalan dengan <em>Dragon Ball.</em> Bisa jadi awal mulanya dari tayangnya anime ini di Indosiar dan Animax, tapi bisa juga Penulis mengetahuinya dari komik, khususnya volume 17 yang dimiliki.</p>



<p>Penulis juga sempat bermain <em>game Dragon Ball </em>bergenre RPG yang sampai sekarang tidak pernah menemukannya lagi. <em>Game </em>tersebut hanya menceritakan &#8220;Saiyan Saga&#8221;, yang menjadi saga favorit Penulis, dan menyelipkan beberapa potongan animenya.</p>



<p>Penulis sempat mengikuti serinya secara rutin ketika tayang di Animax, itu pun hanya seri <em>Dragon Ball </em>saja. Baru ketika ada <em>Dragon Ball Z Kai </em>di Animax, Penulis mengikuti ceritanya, itu pun hanya sampai &#8220;Cell Saga&#8221; dan tidak nonton yang benar-benar lengkap. </p>



<p>Untuk skala yang lebih besar, Penulis mengetahui kisah-kisah <em>Dragon Ball </em>justru dari seri <em>game <strong>Dragon Ball Z: Budokai Tenkaichi</strong></em>. Kebetulan, Penulis memainkan seri kedua dan ketiganya, bahkan terkadang masih main hingga sekarang melalui emulator. </p>



<p>Gara-gara <em>game </em>tersebut, Penulis juga jadi mengetahui kisah-kisah <em>non-canon </em>yang hanya muncul di filmnya, karena Penulis tidak pernah menonton film-filmnya. Kisah di <em>Dragon Ball GT </em>pun juga Penulis ketahui dari <em>game </em>ini.</p>



<p>Tidak hanya dari seri <em>Budokai Tenkaichi</em>, Penulis juga bermain <em>Dragon Ball Sagas </em>yang juga kerap menyelipkan potongan-potongan dari animenya. Apalagi, <em>game </em>ini juga lebih runtun dan jelas dalam menceritakan kisah <em>Dragon Ball </em>dibandingkan <em>Budokai Tenkaichi</em>.   </p>



<p>Namun, dari semua penjabaran di atas, Penulis benar-benar tidak tahu media mana yang pertama dikonsumsi hingga membuatnya menjadi begitu suka Dragon Ball. Tahu-tahu sudah suka hingga sekarang, bahkan hingga mengoleksi <em>action figure</em>-nya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Suka Dragon Ball?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/1000023481-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7070" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/1000023481-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/1000023481-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/1000023481-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/1000023481.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Penuh Adegan Fighting yang Seru (Pinterest)</figcaption></figure>



<p>Sebagai &#8220;sepuhnya&#8221; anime dan manga <em>shounen</em>, plot cerita yang dimiliki oleh<em> Dragon Ball</em> bisa dibilang<strong> lurus-lurus saja tanpa banyak<em> plot twist</em></strong>, tidak seperti <em>Naruto </em>atau <em>One Piece</em> yang terkadang bisa membuat penggemarnya tercengang karena <em>twist </em>ceritanya.</p>



<p>Pada awalnya, <em>Dragon Ball </em>hanya berpusat pada pencarian ketujuh Dragon Ball yang bisa mengabulkan permintaan apapun. Dalam perjalanannya, musuh yang dihadapi pun bermacam-macam, mulai Emperor Pilaf hingga King Piccolo.</p>



<p>Lalu ketika berpindah ke <em>Dragon Ball Z</em>,<em> </em>cerita sudah tidak berkutat pada petualangan mencari Dragon Ball. Kali ini, Goku dan kawan-kawan harus menghadapi ancaman yang mengintai bumi, dan nantinya, alam semesta.</p>



<p>Tentu mereka selalu bertemu dengan lawan yang kuat, hingga para karakter utamanya akhirnya berhasil membuka kekuatan baru dan melampaui musuhnya tersebut sehingga dunia kembali aman.</p>



<p>Lawan yang muncul pun, secara kebetulan, tingkat kekuatannya secara bertahap. Diawali dari Raditz dan Vegeta, lalu bertemu dengan Frieza dan pasukannya, para Android dan Cell, hingga kebangkitan Buu di akhir cerita <em>Dragon Ball Z</em>.</p>



<p>Penulis sering membayangkan, bagaimana jadinya jika Buu bangkit ketika Goku baru saja menikah dan memiliki anak Gohan. Tentu Goku dan alam semesta tidak akan selamat, bahkan Frieza pun akan dengan mudah dikalahkan. Yah, namanya juga kebutuhan cerita.</p>



<p>Lantas, jika ceritanya monoton dan repetitif, mengapa Penulis begitu menyukainya? Ada beberapa alasannya, seperti memang telah mengikuti serialnya dari kecil, kerap memainkan <em>game</em>-nya, adegan <em>fighting </em>yang seru, karakter (dan transformasi) yang keren, dan lainnya.</p>



<p>Namun, rasanya yang paling berkesan dari Dragon Ball adalah bagaimana serial tersebut mampu <strong>menjadi pionir sebagai anime <em>shounen</em></strong> dan bagaimana ia <strong>bisa bertahan selama puluhan tahun</strong>. Hingga saat ini, masih banyak penggemarnya di seluruh dunia, termasuk Penulis.</p>



<p><em>Dragon Ball </em>kerap menjadi inspirasi banyak kreator lain. Selain yang sudah Penulis sebutkan di atas, coba saja tonton serial <em>Gintama</em>. Ada banyak adegan komedi yang terinspirasi dari <em>Dragon Ball</em>. Ingat, ini hanya contoh kecil dari seberapa besar pengaruh serial ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Siapa yang Menjadi Karakter Favorit?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/1000023483-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7071" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/1000023483-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/1000023483-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/1000023483-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/1000023483.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Super Vegeta (<a href="https://www.deviantart.com/peculiardoc/art/I-am-SUPER-VEGETA-759353996">Devianart</a>)</figcaption></figure>



<p>Dalam <a href="https://whathefan.com/animekomik/tulisan-kurang-penting-tentang-karakter-anime-favorit/">tulisan lama di blog ini</a>, Penulis telah menyebutkan kalau karakter favoritnya di <em>Dragon Ball </em>adalah <strong>Vegeta</strong>. Pangeran Saiyan ini adalah tipikal <em>tsundere </em>yang harga dirinya selangit. Ambisinya hanya berkutat pada ingin menjadi yang paling kuat di alam semesta. Hal tersebut bisa terlihat dari Saga utama <em>Dragon Ball</em>. </p>



<p>Di &#8220;Saiyan Saga&#8221; dan &#8220;Frieza Saga&#8221;, ia berambisi untuk menjadi abadi agar bisa terus bertarung. Di &#8220;Cell Saga&#8221;, ia membiarkan Cell untuk masuk ke mode Perfect-nya. Di &#8220;Buu Saga&#8221;, ia sengaja berubah menjadi Majin agar bisa mendapatkan kekuatan besar untuk mengalahkan Goku.</p>



<p><em>Character development</em>-nya bisa dibilang salah satu yang terbaik di sepanjang serial. Berawal dari musuh yang menyerang bumi, Vegeta berubah sepanjang seri, dari sekutu hingga akhirnya menjadi <em>family man </em>di serial <em>Dragon Ball Super</em>.</p>



<p>Nama jurusnya pun bisa dibilang salah satu yang paling keren di antara karakter lainnya, mulai dari Big Bang Attack, Final Flash, hingga Final Shine Attack. Semua adalah tipikal serangan jarak jauh yang melontarkan energi.</p>



<p>Penulis bisa mengetahui banyak jurus Vegeta juga dari <em>Budokai Tenkaichi 3. </em>Kebetulan, Vegeta adalah salah satu karakter favoritnya untuk digunakan, terutama Super Vegeta dan Super Saiyan 4 Vegeta. Penulis sampai memiliki <em>action figure</em> keduanya dengan pose Final Flash.</p>



<p>Karakter lain yang kerap Penulis pilih dalam <em>game </em>tersebut adalah Burter yang lincah, Super Trunks yang <em>bulky</em>, Super Saiyan 4 Gogeta yang <em>overpowered</em>, dan Kid Buu yang juga sangat enak untuk digunakan. </p>



<p>Kalau ditanya tentang <em>scene </em>favoritnya, mungkin <strong>pertarungan perdana antara Goku dan Vegeta </strong>menjadi jawabannya. Selain melekat karena <em>game Dragon Ball RPG </em>yang sudah Penulis sebutkan di atas (karena menjadi klimaksnya), pertarungan tersebut juga bisa dibilang sangat ikonik.</p>



<p>Untuk adegan pertarungan lain, tentu saja <strong>Goku vs Frieza</strong> harus disebutkan karena itu adalah kali pertama Goku berubah menjadi Super Saiyan. Pertarungan final melawan Cell dan Buu juga seru, tapi tidak akan bisa mengalahkan pertarungan tersebut.</p>



<p>Selain itu, ada beberapa adegan minor yang juga Penulis suka, mulai dari Picollo yang mengorbankan diri untuk melindungi Gohan di &#8220;Saiyan Saga&#8221;, Tien Shinhan yang menahan Cell agar tidak bisa menangkap Android 18, hingga Vegeta yang akhirnya mengakui kalau Goku lebih kuat dari dirinya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Akira Toriyama memang sudah meninggalkan kita. Namun, legasinya Penulis yakin masih akan bertahan hingga nanti. Penulis pun kemungkinan besar akan mengenalkan serial ini ke anaknya nanti, memperlihatkan sebuah serial legendaris yang menginspirasi banyak orang.</p>



<p><em>Dragon Ball</em> bukan hanya sekadar serial anime, bukan juga hanya sekadar tumpukan komik. <em>Dragon Ball </em>telah menjadi sebuah fenomena yang tidak bisa disamai oleh serial sejenis. Waralaba ini akan selalu punya tempat spesial di hati para penggemarnya.</p>



<p>Selamat jalan Akira Toriyama, terima kasih atas karyamu yang sudah menghibur dan menginspirasi Penulis.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 10 Maret 2024, terinspirasi setelah mendengar berita kematian Akira Toriyama</p>



<p>Sumber Artikel: <a href="https://www.bbc.com/news/world-asia-68444060">BBC</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/terima-kasih-akira-toriyama-selamat-jalan/">Terima Kasih, Akira Toriyama, Selamat Jalan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/terima-kasih-akira-toriyama-selamat-jalan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemimpin Boneka ala Mizukage Keempat</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Aug 2023 16:49:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[boneka]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[manga]]></category>
		<category><![CDATA[Mizukage]]></category>
		<category><![CDATA[Naruto]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[Yagura]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6796</guid>

					<description><![CDATA[<p>Serial Naruto memiliki banyak karakter dengan kisah yang tragis dan memilukan. Contoh paling mudah adalah Itachi Uchiha, yang menanggung beban berat dengan membantai seluruh anggota klannya (termasuk orang tuanya) demi kepentingan desanya. Karakter utamanya, Naruto Uzumaki, juga memiliki masa lalu yang kelam di mana dirinya tinggal sebatang kara dan dimusuhi oleh semua orang karena menjadi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat/">Pemimpin Boneka ala Mizukage Keempat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Serial <em>Naruto </em>memiliki banyak karakter dengan kisah yang tragis dan memilukan. Contoh paling mudah adalah Itachi Uchiha, yang menanggung beban berat dengan membantai seluruh anggota klannya (termasuk orang tuanya) demi kepentingan desanya.</p>



<p>Karakter utamanya, <a href="https://whathefan.com/animekomik/memaknai-kesepian-ala-naruto-dan-sasuke/">Naruto Uzumaki</a>, juga memiliki masa lalu yang kelam di mana dirinya tinggal sebatang kara dan dimusuhi oleh semua orang karena menjadi <em>jinchuriki </em>(wadah) dari monster yang menyerang desa Konoha, Kyuubi.</p>



<p>Namun, Penulis menemukan ada satu tokoh yang kehidupannya juga lumayan tragis, tapi jarang disorot karena memang di manga hanya muncul sebentar. Ia adalah <strong>Yagura Karatachi</strong>, <strong>Mizukage Keempat Kirigakure</strong>.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Kehidupan Awal Yagura Sebagai Seorang Jinchuriki</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat-1-1024x683.png" alt="" class="wp-image-6800" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat-1-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat-1-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat-1-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat-1.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Saat Berhadapan dengan Itachi (<a href="https://naruto.fandom.com/wiki/Yagura_Karatachi">Fandom</a>)</figcaption></figure>



<p>Seperti banyak <em>jinchuriki </em>lainnya, Yagura juga terpilih sejak usia muda. Setelah kematian Rin Nohara di tangan Kakashi, Kirigakure berhasil memiliki Sanbi atau Ekor Tiga, yang di manga kita pernah melihatnya dikalahkan oleh Deidara dan Tobi (Obito). </p>



<p>Berdasarkan cerita dari Zabuza Momochi, kita mengetahui kalau Kirigakure menerapkan sistem yang kejam pada sistem akademinya, di mana mereka harus saling membunuh satu sama lain agar bisa lulus. Itulah yang juga terjadi pada Yagura.</p>



<p>Yagura adalah <em>shinobi </em>yang berbakat, bahkan ia bisa mengendalikan <em>bijuu </em>yang disegel di dalam dirinya dan mampu menggunakan kekuatannya dengan kendali penuh. Ini jarang yang terjadi, bahkan Gaara ketika berhadapan dengan Naruto harus menghilangkan kesadarannya.</p>



<p>Dengan kemampuannya tersebut, tak heran jika ia berhasil menjadi Mizukage Keempat di Kirigakure. Ia memiliki misi mulia untuk mengubah citra kejam desanya dan menyatukan pulau-pulau yang ada di Negeri Air. </p>



<p>Ia juga berhasil menangkap bahkan membunuh <em>shinobi </em>jahat seperti Juzo dari Akatsuki, bahkan sempat menyudutkan Itachi. Dalam pertarungan, Yagura termasuk tipe yang <em>straight to the point </em>dan tak segan untuk membunuh lawannya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Niat Merevolusi, Malah Jadi Boneka</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6799" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Dikendalikan oleh Obito (<a href="https://id.pinterest.com/pin/523191681682370260/">Pinterest</a>)</figcaption></figure>



<p>Sayangnya, revolusinya tersebut terhenti ketika ia bertemu dengan anggota Akatsuki lainnya, termasuk Obito Uchiha yang saat itu mengaku sebagai Madara Uchiha. Yagura pun dikendalikan oleh Obito menggunakan <em>genjutsu </em>dan menjadikannya sebagai boneka.</p>



<p>Alhasil, Obito pun secara tidak resmi memimpin Kirigakure dengan tubuh Yagura. Revolusi yang dicanangkan Yagura dihapuskan, dan kebijakan-kebijakan kejam kembali diberlakukan di desa tersebut. </p>



<p>Di bawah pengaruh Obito, Yagura justru jadi diingat karena mengeksploitasi uang dari kaum lemah dan tidak menerima adanya perbedaan pendapat (baca: otoriter). Istilah &#8220;Bloddy Mist&#8221; pun menjadi populer dan tersebar ke seluruh negara dan desa.</p>



<p>Obito juga membubarkan Tujuh Pendekar Ninja dari desa Kabut, yang membuat Zabuza melakukan kudeta yang sayangnya bisa digagalkan. Zabuza pun berhasil kabur, dan ditakdirkan untuk menjadi lawan pertama Naruto dan tim 7.</p>



<p>Selain sistem akademi yang telah disebutkan di atas, Obito juga mengeluarkan kebijakan untuk membantai siapapun yang membelot. Kisame Hoshikagi sangat mematuhi kebijakan ini, sehingga ia membunuh semua rekan timnya yang membelot. </p>



<p>Obito sangat memuji tindakan Kisame ini, hingga akhirnya ia menunjukkan jati dirinya. Kisame yang begitu terkesima melihat sosok di balik pemimpin boneka tersebut pun langsung bergabung dengan Akatsuki dan menjadi salah satu anggota yang paling loyal</p>



<h2 class="wp-block-heading">Akhir Hidup Yagura</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat-3-1024x683.png" alt="" class="wp-image-6798" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat-3-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat-3-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat-3-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat-3.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Yagura Saat Dibangkitkan di Perang Dunia Ninja Keempat (<a href="https://naruto.fandom.com/wiki/Yagura_Karatachi">Fandom</a>)</figcaption></figure>



<p>Berbagai kebijakan kejam yang keluar di era kepemimpinan Yagura membuat penduduk desa membuat kesimpulan kalau ada sosok yang memengaruhinya. Setelah bertahun-tahun dikuasai oleh Akatsuki, ia akhirnya terbebas dari <em>genjutsu </em>Obito setelah Ao menggunakan mata Byakugan-nya.</p>



<p>Sayangnya, efek <em>genjutsu </em>yang terlalu lama ternyata berdampak buruk bagi Yagura. Begitu terbebas, ia langsung merenggang nyawa. Ada juga kemungkinan karena Ekor Tiga diambil dari tubuhnya. Yang jelas, kematiannya terjadi tak lama sebelum ujian <em>chunin </em>gabungan di desa Konoha dimulai.</p>



<p>Namun, Yagura berhasil menyadarkan penduduk Kirigakure untuk meninggalkan segala legasi buruk dari pemimpin sebelumnya. Mizukage Kelima, Mei Terumi, menjadi sosok pertama yang berusaha melanjutkan usaha Yagura dan bisa dianggap lumayan berhasil. </p>



<p>Yagura memiliki seorang cucu bernama Kagura, yang menjadi penasehat Mizukage Keenam, Chojuro, di serial <em>Boruto</em>. Sayangnya, sisi kelam Yagura masih begitu menempel pada penduduk desa, sehingga Kagura kerap menerima kebencian atas apa yang tidak dilakukan oleh kakeknya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Kehidupan kelam yang harus dialami Yagura hingga harus menjadi pemimpin boneka memang tragis. Niat baiknya terhalang oleh kemunculan sosok yang ingin mengendalikan Kirigakure dengan tangan besi demi keuntungannya sendiri.</p>



<p>Citra Yagura pun menjadi buruk hingga akhir hayatnya, bahkan dampaknya hingga dirasakan oleh anak cucunya. Mungkin, tak semua penduduk desa mengetahui kisah sebenarnya, atau memang memilih untuk tidak peduli karena kebencian yang begitu kuat terhadap Kagura.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 23 Agustus 2023, setelah membaca artikel mengenai tragisnya kehidupan seorang Mizukage Keempat </p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://naruto.fandom.com/wiki/Yagura_Karatachi">Fandom</a></p>



<p>Sumber Artikel: <a href="https://gamerant.com/naruto-the-tragic-life-of-the-fourth-mizukage/">GameRant</a>, <a href="https://naruto.fandom.com/wiki/Yagura_Karatachi">Fandom</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat/">Pemimpin Boneka ala Mizukage Keempat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Alasan Saya Tidak Suka One Piece</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/alasan-saya-tidak-suka-one-piece/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/alasan-saya-tidak-suka-one-piece/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 May 2023 13:26:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[Eiichiro Oda]]></category>
		<category><![CDATA[game]]></category>
		<category><![CDATA[manga]]></category>
		<category><![CDATA[One Piece]]></category>
		<category><![CDATA[shounen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6551</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejak kecil, Penulis hidup dengan berbagai tayangan anime yang kerap muncul di televisi. Sebagaimana anak laki-laki pada umumnya, tentu Penulis menyukai anime-anime shounen yang memiliki banyak karakter keren untuk diidolakan. Anime shounen yang paling Penulis sukai tentu saja Dragon Ball, di mana Penulis menonton animenya dan membaca komiknya mulai SD. Beranjak remaja, Penulis juga mulai [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/alasan-saya-tidak-suka-one-piece/">Alasan Saya Tidak Suka One Piece</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sejak kecil, Penulis hidup dengan berbagai tayangan anime yang kerap muncul di televisi. Sebagaimana anak laki-laki pada umumnya, tentu Penulis menyukai <a href="https://whathefan.com/animekomik/kenapa-protagonis-anime-shounen-pantang-menyerah/">anime-anime <em>shounen</em> </a>yang memiliki banyak karakter keren untuk diidolakan.</p>



<p>Anime <em>shounen </em>yang paling Penulis sukai tentu saja <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/tulisan-kurang-penting-tentang-karakter-anime-favorit/">Dragon Ball</a></em>, di mana Penulis menonton animenya dan membaca komiknya mulai SD. Beranjak remaja, Penulis juga mulai mengikuti <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/memaknai-kesepian-ala-naruto-dan-sasuke/">Naruto</a> </em>yang tamat ketika Penulis kuliah.</p>



<p>Biasanya, jika seseorang menyukai genre <em>shounen</em> seperti <em>Dragon Ball </em>dan <em>Naruto</em>, otomatis akan menyukai <em><strong>One Piece</strong> </em>juga. Sayangnya, hal tersebut tidak berlaku untuk Penulis yang merasa biasa saja dengan anime yang diangkat dari manga karya Eiichiro Oda tersebut.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/artikel-di-atas-kereta-api-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/artikel-di-atas-kereta-api-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/artikel-di-atas-kereta-api-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/artikel-di-atas-kereta-api-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/artikel-di-atas-kereta-api-banner.jpg 1280w " alt="Artikel Ini Ditulis di Atas Kereta Api Sembrani" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengalaman/artikel-ini-ditulis-di-atas-kereta-api-sembrani/">Artikel Ini Ditulis di Atas Kereta Api Sembrani</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">&#8220;Hubungan&#8221; Penulis dengan One Piece</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/alasan-saya-tidak-suka-one-piece-1-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-6553" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/alasan-saya-tidak-suka-one-piece-1-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/alasan-saya-tidak-suka-one-piece-1-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/alasan-saya-tidak-suka-one-piece-1-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/alasan-saya-tidak-suka-one-piece-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">One Piece: Pirates&#8217; Carnival (<a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.youtube.com%2Fwatch%3Fv%3Dst4tfjAwxoc&amp;psig=AOvVaw3i-_BVLACYArqR-NyA45gq&amp;ust=1685193329906000&amp;source=images&amp;cd=vfe&amp;ved=0CAQQjB1qFwoTCMjE1sCIk_8CFQAAAAAdAAAAABAc">YouTube</a>)</figcaption></figure>



<p>Salah satu alasan mengapa Penulis menyukai <em>Dragon Ball </em>dan <em>Naruto </em>adalah karena telah &#8220;bersentuhan&#8221; dengan anime tersebut, seperti yang sudah disebutkan di atas. Lantas, apakah Penulis tidak pernah bersentuhan dengan <em>One Piece</em>?</p>



<p>Jawabannya adalah pernah, bahkan cukup sering, terutama lewat media <em>game</em>. Ketika baru membeli PS2 dari hasil sunat, salah satu <em>game </em>yang Penulis mainkan adalah <em><strong>Battle Stadium D.O.N.</strong></em>, yang mempertemukan karakter-karakter dari <em>Dragon Ball</em>,<em> One Piece</em>, dan <em>Naruto.</em> </p>



<p>Selain itu, Penulis juga memainkan <em><strong>One Piece: Pirates&#8217; Carnival </strong></em>yang menjadi salah satu favoritnya. Berkat <em>game </em>ini, Penulis jadi tahu cukup banyak karakter <em>One Piece</em>, setidaknya sampai <em>arc </em>&#8220;Sky Island Saga&#8221;. Penulis juga main <em><strong>One Piece: Pirate Warriors 3</strong>.</em></p>



<p>Untuk komiknya, Penulis memang hampir tidak pernah membacanya waktu kecil. Ketika ke tempat persewaan komik, Penulis lebih sering menyewa <em>Dragon Ball</em>, <em>Naruto</em>, <em>Doraemon</em>, <em>Detective Conan</em>, <em>Kobo-chan</em>, <em>Paman Gober</em>, dan lain-lain. Entah apa alasannya waktu itu.</p>



<p>Penulis juga tidak jarang sekali menonton animenya yang kalau tidak salah pernah tayang di televisi. Namun, Penulis pun tidak menonton anime <em>Naruto</em>, hanya membaca manganya saja. Hanya <em>Dragon Ball </em>yang sering Penulis tonton hingga hafal alur ceritanya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Alasan Tidak Menyukai One Piece?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/alasan-saya-tidak-suka-one-piece-2-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-6554" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/alasan-saya-tidak-suka-one-piece-2-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/alasan-saya-tidak-suka-one-piece-2-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/alasan-saya-tidak-suka-one-piece-2-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/alasan-saya-tidak-suka-one-piece-2.jpg 1472w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Para Kru Topi Jerami (<a href="https://en.as.com/meristation/news/how-to-watch-one-piece-in-order-all-episodes-and-movies-n/">AS USA</a>)</figcaption></figure>



<p>Dari paparan di atas, bisa diketahui kalau hubungan Penulis dengan <em>One Piece </em>hanya sekadar memainkan <em>game</em>-nya saja. Itu pun memainkan <strong><em>game </em>yang kurang menceritakan alur utama </strong>dari animenya, berbeda dengan <em>game Dragon Ball </em>dan <em>Naruto </em>yang Penulis mainkan<em>.</em></p>



<p>Kemungkinan besar, itulah alasan utama mengapa Penulis tidak <em>related </em>dengan <em>One Piece</em>. Anehnya, tidak ada keinginan untuk mengetahui lebih dalam mengenai ceritanya. Selain itu, teman-teman sekolah Penulis dulu juga lebih sering membicarakan <em>Naruto</em>.</p>



<p><strong>Panjangnya cerita <em>One Piece </em></strong>juga menjadi alasan lainnya. Sebagai perbandingan, Penulis tidak keberatan untuk mengikuti anime atau manga <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/berempati-ke-villain-ala-demon-slayer/">Demon Slayer</a></em>. Padahal, Penulis juga termasuk telat untuk mengikutinya ketika manganya sudah tamat bertahun-tahun.</p>



<p>Padahal <em>One Piece </em>punya semua elemen <em>shounen </em>yang membuatnya menarik, seperti protagonis yang <em>lovable</em>, adegan <em>action </em>yang seru, selipan komedi yang menggelitik, hingga adanya <em>fans service </em>yang memanjakan mata (walau <em>One Piece </em>agak cukup berlebihan).</p>



<p>Mungkin memang <strong><em>One Piece </em>tidak sesuai dengan selera Penulis</strong> saja, bukan karena anime atau manganya jelek. Buktinya, anime ini bisa dianggap sebagai salah satu <em>franchise </em>paling sukses di dunia dengan jumlah <em>fanbase </em>yang luar biasa besar.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Cukup Tahu Sekadarnya Saja&#8230; untuk Sekarang</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1040" height="780" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/alasan-saya-tidak-suka-one-piece-3-edited.jpg" alt="" class="wp-image-6556" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/alasan-saya-tidak-suka-one-piece-3-edited.jpg 1040w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/alasan-saya-tidak-suka-one-piece-3-edited-300x225.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/alasan-saya-tidak-suka-one-piece-3-edited-1024x768.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/alasan-saya-tidak-suka-one-piece-3-edited-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 1040px) 100vw, 1040px" /><figcaption class="wp-element-caption">Manganya Mendekati Akhir (<a href="https://www.theanimedaily.com/one-piece-chapter-1054-release-date-3/">The Anime Daily</a>)</figcaption></figure>



<p>Ketika beranjak dewasa, rasanya sudah terlalu malas untuk mengikuti <em>One Piece </em>yang memiliki ribuan <em>chapter </em>komik. Penulis sempat membaca manganya secara <em>online</em>, tetapi hanya sampai <em>arc </em>&#8220;Fish-Man Island Saga&#8221;.</p>



<p>Berhubung di tempat kerja sekarang mayoritas merupakan penggemar <em>One Piece</em>, Penulis berusaha <em>catch up </em>dengan menonton berbagai video rekap di YouTube. Sayangnya, Penulis menyerah ketika akan masuk <em>arc </em>&#8220;Wano Country Saga&#8221; karena sangat panjang.</p>



<p>Mungkin karena kesibukan juga yang membuat Penulis malas untuk mengikuti semua cerita <em>One Piece</em>. Rasanya cukup mengetahui hal-hal yang general saja, kalau butuh yang mendetail bisa ditanyakan kepada teman yang lebih ahli.</p>



<p>Namun, bukan tidak mungkin kalau <strong>pada akhirnya Penulis akan menjadi menyukai <em>One Piece</em></strong>, apalagi ketika mengetahui kalau manganya akan tamat. Seperti biasa, Penulis kerap &#8220;mengejar ketertinggalan&#8221; ketika ada sesuatu yang sangat <em>hype</em>.</p>



<p>Nah, jika dipikir-pikir lagi, mumpung tamatnya masih sekitar 5 tahun lagi (berdasarkan pernyataan Oda), mungkin sekarang waktu yang tepat untuk mulai mengikuti <em>One Piece</em>, walau harus menggunakan jalur rekap seperti biasa?</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 26 Mei 2023, terinspirasi karena ingin menulis sesuatu tentang One Piece</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.sportskeeda.com/anime/one-piece-will-luffy-die-end">Sportskeeda</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/alasan-saya-tidak-suka-one-piece/">Alasan Saya Tidak Suka One Piece</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/alasan-saya-tidak-suka-one-piece/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kejahatan Terbesar Serial Boruto</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/kejahatan-terbesar-serial-boruto/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/kejahatan-terbesar-serial-boruto/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Oct 2022 14:30:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[Boruto]]></category>
		<category><![CDATA[manga]]></category>
		<category><![CDATA[Naruto]]></category>
		<category><![CDATA[ninja]]></category>
		<category><![CDATA[shinobi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6101</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa hari kemarin, tiba-tiba rekan kerja Penulis mengirimkan sebuah meme tentang manga Boruto. Pada meme tersebut, terlihat kalau Shikamaru sedang terperangah dan heran melihat ada karakter yang bisa melayang. Sontak saja hal ini langsung menjadi bahan tertawaan oleh penggemar Naruto. Herannya Shikamaru benar-benar tidak masuk akal. Kan, pada era-era Perang Dunia Ninja Keempat, ada Ōnoki [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/kejahatan-terbesar-serial-boruto/">Kejahatan Terbesar Serial Boruto</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Beberapa hari kemarin, tiba-tiba rekan kerja Penulis mengirimkan sebuah meme tentang manga <em>Boruto</em>. Pada meme tersebut, terlihat kalau Shikamaru sedang terperangah dan heran melihat ada karakter yang bisa melayang.</p>



<p>Sontak saja hal ini langsung menjadi bahan tertawaan oleh penggemar <em>Naruto</em>. Herannya Shikamaru benar-benar tidak masuk akal. Kan, pada era-era Perang Dunia Ninja Keempat, ada <strong>Ōnoki</strong> yang ke mana-mana melayang bahkan terbang!</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kejahatan-terbesar-boruto-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6103" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kejahatan-terbesar-boruto-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kejahatan-terbesar-boruto-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kejahatan-terbesar-boruto-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kejahatan-terbesar-boruto-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Apakah Shikamaru Bakal Kaget Liat Ōnoki? (<a href="https://www.fandomspot.com/anime-characters-that-can-fly/">FandomSpot</a>)</figcaption></figure>



<p>Tidak cuma Ōnoki, ada bejibun karakter di <em>Naruto </em>yang bisa melayang dan bertarung di udara. <strong>Konan</strong>, <strong>Pain</strong>, <strong>Mu</strong>, <strong>Madara</strong>, <strong>Obito</strong>, hingga <strong>Chouji</strong> juga bisa terbang. <strong><a href="https://whathefan.com/animekomik/sukses-tanpa-privilege-ala-maito-gai/">Gai Maito</a></strong> yang tidak punya kemampuan <em>ninjutsu</em> saja bisa &#8220;melayang&#8221; dengan menginjak udara secara bertubi-tubi.</p>





<p>Sebenarnya, masih banyak sekali hal yang mengganjal dari <em>Boruto</em>, sehingga kerap dijadikan sebagai meme dan dihujat sana-sini. Namun, bagi Penulis, ada satu &#8220;kejahatan&#8221; terbesar yang dilakukan oleh serial ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mendiskreditkan Para &#8220;Pahlawan&#8221; Kita</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kejahatan-terbesar-serial-boruto-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6106" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kejahatan-terbesar-serial-boruto-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kejahatan-terbesar-serial-boruto-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kejahatan-terbesar-serial-boruto-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kejahatan-terbesar-serial-boruto-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Di-<em>nerf </em>Habis-Habisan (<a href="https://dafunda.com/otaku/alasan-naruto-dan-sasuke-kalah-dari-isshiki/">Dafunda</a>)</figcaption></figure>



<p>Karena berfokus pada para <em>next generation</em>, Penulis masih bisa memaklumi kalau <em>author </em>dari <em>Boruto </em>melakukan <em>nerf </em>habis-habisan kepada karakter-karakter <em>old generation</em>. Naruto kehilangan Kurama, Sasuke kehilangan mata Rinnegan-nya.</p>



<p>(Walau <em>feeling </em>Penulis, bisa jadi di masa depan mereka berdua akan bisa kembali mendapatkan kekuatan tersebut, entah cara khayal apa yang akan digunakan nanti)</p>



<p>Justru, jika hal tersebut tidak dilakukan, tentu <strong>peran Boruto dan kawan-kawannya akan tenggelam</strong> karena karakter-karakter <em>old generation </em>terlalu <em>overpowered</em>. Kalau tidak di-<em>nerf</em>, semua masalah tentu bisa diselesaikan dengan cepat.</p>



<p>Hanya saja, terkadang <em>nerf </em>yang diberikan juga sedikit tidak masuk akal demi mendukung bersinarnya Boruto. Kemampuan-kemampuan <a href="https://whathefan.com/animekomik/memaknai-kesepian-ala-naruto-dan-sasuke/">Naruto, Sasuke</a>, dan karakter lainnya seolah diredam demi kebutuhan plot cerita. Namun, bukan itu kejahatan terbesar <em>Boruto</em>.</p>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kejahatan-terbesar-serial-boruto-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6107" width="740" height="493" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kejahatan-terbesar-serial-boruto-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kejahatan-terbesar-serial-boruto-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kejahatan-terbesar-serial-boruto-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kejahatan-terbesar-serial-boruto-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption>Shikamaru Jadi Gak Pintar-Pintar Amat (<a href="https://www.cbr.com/boruto-chapter-69-spoilers-shikamaru-deadly-offer-eida-konoha/">CBR</a>)</figcaption></figure>



<p>&#8220;Kejahatan&#8221; atau &#8220;dosa&#8221; terbesar dari serial <em>Boruto </em>adalah <strong>bagaimana mereka memperlakukan para karakter favorit kita dari serial <em>Naruto</em></strong>. Mereka yang dulunya terlihat keren, kini terlihat cukup konyol. Penulis akan berikan beberapa contohnya.</p>



<p>Shikamaru, salah satu orang paling cerdas di Konoha, terlihat tidak lagi cerdas dan kerap membuat blunder. Memang masih ada beberapa <em>scene </em>di mana ia terlihat ahli strategi, tapi tidak se-<em>badass </em>di <em>Naruto</em>.</p>



<p>Anko, salah satu hasil labotarium Orochimaru yang dulu terlihat keren, sekarang digambarkan berbadan besar dan hobi makan makanan manis. Yamato, yang menjadi salah satu mentor Naruto, terlihat punya obsesi tidak sehat ke Orochimaru.</p>



<p>Guru Gai yang menjadi salah satu pahlawan Konoha dan hampir membunuh Madara seolah hanya menjadi &#8220;badut&#8221; yang tidak bisa berjalan. Memang ia aslinya adalah sosok yang konyol dan kocak, tapi seharusnya ia bisa diperlakukan lebih baik lagi di <em>Boruto</em>.</p>



<p>Konohamaru, <a href="https://whathefan.com/animekomik/dinasti-politik-ala-naruto/">cucu Hokage Ketiga</a> yang sempat mengalahkan salah satu tubuh Pain, juga terlihat sebagai ninja yang biasa-biasa saja. Penulis ragu kalau ia bisa menjadi <em>hokage </em>selanjutnya setelah Naruto.</p>



<p>Bahkan beberapa ninja yang ikut berperang di era Perang Dunia Ninja Keempat diubah menjadi <em>villain</em>, seperti Ao dari Kirigakure dan Ōnoki yang sempat disebutkan di atas. Mungkin niatnya membuat <em>plot twist</em>, tapi banyak yang merasa kecewa dengan keputusan tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mungkin Harusnya Dihentikan Saja</h2>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kejahatan-terbesar-serial-boruto-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6108" width="740" height="493" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kejahatan-terbesar-serial-boruto-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kejahatan-terbesar-serial-boruto-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kejahatan-terbesar-serial-boruto-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kejahatan-terbesar-serial-boruto-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption>Dibuat Hanya Demi Cuan? (<a href="https://www.cbr.com/boruto-closest-friends-ranked/">CBR</a>)</figcaption></figure>



<p>Dalam industri hiburan seperti film dan anime, <em><strong>milking</strong> </em>atau <strong>memerah <em>franchise </em>tertentu demi keuntungan</strong> adalah hal yang biasa. Selama bisa terus menghasilkan <em>cuan</em>, kenapa harus berhenti? Dipanjang-panjangkan saja ceritanya, pasti masih banyak yang nonton.</p>



<p>Ini biasanya berlaku untuk <em>franchise </em>yang sangat populer. <a href="https://whathefan.com/filmserial/the-fall-of-marvel-cinematic-universe/">Marvel belakangan ini terlihat seperti itu</a>. <em>Francise </em>Fast &amp; Furious juga melakukannya, hingga ceritanya semakin tidak masuk akan dan terus menambah karakter baru.</p>



<p>Anime klasik seperti <em>Dragon Ball </em>pun terkesan melakukan <em>milking </em>dengan merilis seri <em>Dragon Ball Super </em>dan lainnya, yang sayangnya secara kualitas terasa kurang. Semoga saja <em>One Piece </em>tidak akan melakukan hal yang sama.</p>



<p>Penulis melihat <em>Boruto </em>hanya sebagai <em>milking </em>saja dari <em>francise </em>Naruto yang sangat populer. Jika serial itu benar-benar berhenti, dari mana mereka akan mendapatkan uang? Untuk itu, dibuatlah cerita baru yang sayangnya kurang Penulis sukai.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Kara_copy_1080x720-1024x683.png" alt="" class="wp-image-6109" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Kara_copy_1080x720-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Kara_copy_1080x720-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Kara_copy_1080x720-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Kara_copy_1080x720.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Musuh yang Kurang Menarik (<a href="https://naruto.fandom.com/wiki/Kara">Fandom</a>)</figcaption></figure>



<p>Sejauh ini, dari manga yang Penulis baca, <em>Boruto </em>memiliki alur cerita yang kompleks, <em>villain </em>yang kurang <em>memorable</em> dan kurang menarik, banyak informasi teknis yang susah untuk dimengerti, dan tentu &#8220;kejahatan&#8221; yang telah Penulis sebutkan di atas.</p>



<p><em>Naruto </em>memiliki alur cerita yang jelas, di mana Naruto yang memiliki Siluman Rubah Ekor Sembilan di tubuhnya diincar oleh Akatsuki, yang ternyata orang di baliknya adalah Madara Uchiha (dan di baliknya lagi masih ada Kaguya Ōtsutsuki lagi).</p>



<p>Dari awal sampai akhir, ceritanya runtut dan jelas meskipun siklusnya hanya berputar. <em>Boruto</em>, di sisi lain, sampai sekarang belum jelas mau dibawa ke mana. Kita hanya punya satu <em>clue </em>di awal cerita, di mana Boruto bertarung mati-matian melawan Kawaki.</p>



<p>Sama seperti Mick Schumacher di Formula 1 yang terlihat terbebani dengan nama besar ayahnya, tampaknya Boruto pun mengalami hal yang sama. <em>Naruto </em>adalah salah satu serial yang paling populer di dunia, itu tak bisa dipungkiri. <em>Boruto </em>tampak kesulitan meneruskan tongkat estafet tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Jika disuruh memilih, Penulis jelas lebih ingin mengetahui kisah Naruto dkk. setelah Perang Dunia Ninja Keempat berakhir. Apa saja yang dilakukan oleh para ninja-ninja kesukaan kita, bagaimana Kakashi memimpin desa, sepertinya lebih menarik dibandingkan <em>Boruto.</em></p>



<p>Penulis sampai sekarang masih (berusaha bertahan) untuk tetap membaca manga <em>Boruto</em>. Hanya saja, semakin ke sini rasanya semakin malas saja karena <em>villain </em>yang terlalu &#8220;imajinatif&#8221; dan benar-benar jauh jika dibandingkan dengan era Akatsuki</p>



<p>Semoga saja setelah serial <em>Boruto </em>berakhir, cerita tidak akan berlanjut ke anak Boruto dan keturunannya. Biarlah <em>Naruto </em>tetap menjadi sebuah <em>masterpiece </em>yang akan terus dikenang oleh para penggemarnya.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 28 Oktober 2022, terinspirasi setelah melihat &#8220;<em>jokes</em>&#8221; di manga <em>Boruto</em></p>



<p>Foto: <a href="https://wallpaperaccess.com/boruto">Wallpaper Access</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/kejahatan-terbesar-serial-boruto/">Kejahatan Terbesar Serial Boruto</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/kejahatan-terbesar-serial-boruto/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berempati ke Villain ala Demon Slayer</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/berempati-ke-villain-ala-demon-slayer/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/berempati-ke-villain-ala-demon-slayer/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Aug 2022 14:32:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[Demon Slayer]]></category>
		<category><![CDATA[Dragon Ball]]></category>
		<category><![CDATA[empati]]></category>
		<category><![CDATA[manga]]></category>
		<category><![CDATA[pinggir]]></category>
		<category><![CDATA[villain]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5904</guid>

					<description><![CDATA[<p>Meskipun sudah populer mulai tahun 2019-an, baru akhir-akhir ini Penulis menonton anime dan membaca manga Demon Slayer atau Kimetsu no Yaiba. Alasannya pun sederhana, karena tersedia di Disney+, sehingga Penulis tertarik untuk menontonnya. Salah satu alasan mengapa Penulis tidak dari dulu menontonnya adalah karena dirinya bukan tipe penonton yang suka dengan anime serius. Penulis lebih [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/berempati-ke-villain-ala-demon-slayer/">Berempati ke Villain ala Demon Slayer</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Meskipun sudah populer mulai tahun 2019-an, baru akhir-akhir ini Penulis menonton anime dan membaca manga <em><strong>Demon Slayer</strong> </em>atau <em><strong>Kimetsu no Yaiba</strong></em>. Alasannya pun sederhana, karena tersedia di Disney+, sehingga Penulis tertarik untuk menontonnya.</p>



<p>Salah satu alasan mengapa Penulis tidak dari dulu menontonnya adalah karena dirinya bukan tipe penonton yang suka dengan anime serius. Penulis lebih suka anime yang santai dan <em>slice of life</em>. Itu juga yang menjadi alasan mengapa dulu Penulis tidak menonton <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/setelah-attack-on-titan-tamat/">Attack on Titan</a></em>.</p>



<p>Namun, setelah menontonnya, Penulis malah merasa ketagihan. Hanya dalam waktu singkat, Penulis berhasil melibas semua episode anime dan <em>chapter </em>manganya. Melihat animasi pertarungan dan jalan ceritanya benar-benar menimbulkan kepuasan tersendiri.</p>



<p>Setelah menamatkannya, ada satu hal menarik dari anime ini yang ingin Penulis bahas pada tulisan ini: Bagaimana setiap <em>villain </em>memiliki latar belakang cerita yang seolah bertujuan untuk menimbulkan empati pada penontonnya. <em><strong>SPOILER ALERT!!!</strong></em></p>





<h2 class="wp-block-heading">Menengok Anime Shounen Zaman Dulu</h2>



<p>Setahu Penulis, <em>Demon Slayer </em>termasuk anime/manga bergenre <em>shounen </em>yang ditujukan untuk penonton/pembaca laki-laki. Oleh karena itu, Penulis ingin membandingkan anime ini dengan &#8220;sesepuhnya&#8221; anime <em>shounen</em>, <em><strong><a href="https://whathefan.com/animekomik/tulisan-kurang-penting-tentang-karakter-anime-favorit/">Dragon Ball</a></strong></em>, terutama dari segi <em>villain </em>yang dimiliki.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5907" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption><em>Villain </em>yang Benar-Benar Jahat (<a href="https://pagelagi.com/dragon-ball-z-all-of-friezas-fights-from-worst-to-best-ranked/">PageLagi</a>)</figcaption></figure>



<p>Coba urutkan <em>villain </em>Goku mulai kecil hingga dewasa. Seingat Penulis, ada Emperor Pilaf, King Piccolo, bangsa Saiyan (Raditz, Nappa, Vegeta), Frieza, Cell, hingga Buu.<em> </em>Dari nama-nama tersebut, mayoritas pada akhirnya akan mampu dikalahkan oleh Goku dan kawan-kawan.</p>



<p>Pertanyaannya, apakah kita pernah berempati kepada <em>villain-villain </em>tersebut? Apakah kita pernah, misalnya, berempati kepada <strong>Cell</strong> karena ia punya masa lalu yang memilukan sebagai makhluk labotarium? Jawabannya hampir bisa dipastikan tidak ada.</p>



<p>Semua nama tersebut digambarkan sebagai sosok yang ingin menguasai dunia atau memang hanya ingin membuat kehancuran saja. Karakter hitam yang benar-benar hitam. Mereka benar-benar murni jahat sehingga harus dikalahkan oleh jagoan-jagoan kita.</p>



<p>Para <em>villain </em>tersebut juga hampir tidak pernah memiliki adegan <em>flashback</em> yang menceritakan masa lalunya. Kita tidak pernah melihat bagaimana masa kecil <strong>Frieza</strong> hingga ia menjadi pemimpin pasukan antariksa yang begitu ditakuti.</p>



<p>Bahkan, <strong>Raditz</strong> yang notebene kakak kandung Goku juga tidak memilikinya, walau seharusnya bisa disisipkan seperti teringat orang tuanya. Alur ceritanya benar-benar lurus dan karakter <em>villain</em>-nya dibuat sejahat dan sebengis mungkin, seolah mereka tak punya hati.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-2-1024x683.png" alt="" class="wp-image-5908" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-2-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-2-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-2-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-2.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Masa Lalu Madara (<a href="https://fishtank-sandbox-n.fandom.com/wiki/Madara_Uchiha">Fandom</a>)</figcaption></figure>



<p>Hal yang berbeda Penulis temui di anime-anime <em>shounen</em> baru. Di <em><strong><a href="https://whathefan.com/animekomik/memaknai-kesepian-ala-naruto-dan-sasuke/">Naruto</a></strong> </em>misalnya, di mana adegan <em>flashback-</em>nya memiliki adegan <em>flashback</em>, <em>villain </em>seperti <strong>Madara Uchiha</strong> pun memiliki <em>backstory </em>yang menjadi alasan mengapa ia menjadi <em>villain</em>.</p>



<p>Ketika ada karakter <em>villain </em>yang akan tewas seperti <strong>Kisame</strong> atau <strong>Konan</strong>, kita akan diperlihatkan bagaimana masa lalu mereka. Ada beberapa <em>villain </em>yang tidak diperlihatkan bagaimana kisah masa lalunya, tapi kebanyakan memilikinya.</p>



<p>Dari anime <em><strong><a href="https://whathefan.com/animekomik/sekolah-superhero-ala-my-hero-academia/">My Hero Academia</a></strong></em>, kita pernah melihat bagaimana masa lalu yang pilu dari para <em>villain</em>-nya, mulai dari <strong>Tomura Shigaraki</strong>, <strong>Himiko Toga</strong>, hingga <strong>Dabi</strong>. Nah, di anime <em>Demon Slayer </em>malah Penulis merasa hal tersebut jauh lebih parah lagi. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Asal Mula Iblis Tercipta di Demon Slayer</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5909" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Nenek Moyang Bangsa Ibis (<a href="https://www.imdb.com/title/tt9913030/">IMDb</a>)</figcaption></figure>



<p><em>Demon Slayer </em>adalah anime yang mengangkat tema manusia melawan iblis. Para manusia harus bisa bertahan dari bangsa iblis pimpinan <strong>Muzan Kibutsuji</strong> yang memakan manusia. Untuk itu, dibuatlah korps bernama Hashira untuk memusnahkan bangsa iblis tersebut.</p>



<p>Iblis di anime ini bukanlah makhluk yang berasal dari neraka. Muzan adalah iblis pertama yang ada di dunia, hasil dari memakan Spider Blue Lily ketika ia sakit parah. Semenjak itu, ia jadi memakan manusia dan akan hangus jika terpapar matahari.</p>



<p>Muzan juga memiliki kemampuan mengubah manusia menjadi iblis melalui darahnya. Jadi, seluruh iblis yang ada di anime ini berasal darinya, termasuk Nezuko Kamado yang merupakan adik dari protagonis utama, Tanjiro Kamado.</p>



<p>Kemampuan mengubah manusia menjadi iblis ia manfaatkan demi menemukan cara untuk bisa bertahan hidup di bawah matahari atau menemukan lagi bunga Spider Blue Lily . Untuk itu, ia memiliki pasukan elit yang terdiri dari iblis-iblis terkuat. </p>



<p>Mereka disebut sebagai <em><strong>Jūnikizuki</strong></em> atau <em><strong>Twelve Demon Moons</strong></em>, yang terbagi menjadi peringkat atas dan peringkat bawah sesuai dengan tingkat kekuatannya. Menariknya, mayoritas dari mereka selalu memiliki masa lalu yang akan menimbulkan empati.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Memahami Mengapa Mereka Menjadi Jahat</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5910" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Daki, Salah Satu Iblis Peringkat Atas (<a href="https://www.cbr.com/demon-slayer-daki-name-origins-meaning/">CBR</a>)</figcaption></figure>



<p>Saat Tanjiro kita mulai berhadapan dengan iblis-iblis tingkat atas seperti <strong>Kyogai</strong> (mantan peringkat bawah enam) dan <strong>Rui</strong> (peringkat bawah lima), di situlah kita mulai diperlihatkan masa lalu para <em>villain </em>yang cukup panjang.</p>



<p>Setelah keduanya kalah, Muzan membunuh semua iblis peringkat bawah kecuali satu iblis, yaitu <strong>Enmu</strong> yang menjadi <em>villain </em>utama dalam <em>arc </em>Mugen Train. Kita tidak akan diperlihatkan masa lalu para iblis peringkat bawah yang dibunuh Muzan tersebut.</p>



<p>Nah, sejak itulah satu per satu kita akan melihat semua masa lalu para <em>villain </em>tersebut sesuai dengan urutan kematiannya. Setelah Enmu, ada <strong>Daki</strong> (dan <strong>Gyutaro</strong>) yang merupakan iblis peringkat atas enam dan menjadi <em>villain </em>utama di <em>arc </em>Entertainment District.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-5-1024x683.png" alt="" class="wp-image-5911" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-5-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-5-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-5-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-5.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Berhasil Menimbulkan Empati (<a href="https://www.technadu.com/demon-slayer-season-2-ending-and-post-credit-explained/329561/">TechNadu</a>)</figcaption></figure>



<p>Sebagai contoh adegan yang bisa menimbulkan empati, kita bisa melihat masa lalu Daki yang mengenaskan, di mana kakaknya yang buruk rupa sering mendapatkan perlakukan buruk, sedangkan dirinya sendiri sempat dibakar hidup-hidup yang membuatnya trauma dengan api.</p>



<p>Saat berada di <em>limbo</em>, Daki menunjukkan sisi manusianya yang begitu menyayangi kakaknya. Ia bahkan rela untuk masuk ke dalam neraka, asalkan dirinya tetap bisa bersama kakaknya tersebut.</p>



<p>Pada akhirnya, semua iblis kuat yang tersisa (termasuk Muzan sendiri) akan selalu mengulangi pola tersebut -kita akan diperlihatkan masa lalunya ketika mereka masih belum menjadi iblis sebelum kematiannya. </p>



<p>Ini seolah menyiratkan kalau mereka menjadi jahat karena sesuatu, bukan murni jahat seperti <em>villain </em>di <em>Dragon Ball.</em> Ada sesuatu yang tragis, yang mengubah para iblis yang dulunya manusia tersebut, memilih jalan kegelapan. Empati pun muncul dari penonton.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apakah Boleh Berempati ke Villain?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-6-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-5913" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-6-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-6-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-6-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-6.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Villain yang Menumbuhkan Empati (<a href="https://wechoiceblogger.com/how-old-wenwu-is-in-shangchi/">Wechoiceblogger</a>)</figcaption></figure>



<p><em>Villain </em>yang memiliki latar belakang kompleks jelas memiliki daya tarik tersendiri bagi penonton, karena apa yang ditonton tidak sekadar hitam putih yang sangat jelas. Tidak hanya di anime, di film pun sering menggunakan &#8220;teknik&#8221; ini.</p>



<p>Contoh di Marvel, di mana ada sebagian penonton yang berempati kepada <a href="https://whathefan.com/animekomik/antara-eren-thanos-dan-hitler/"><strong>Thanos</strong></a> yang hanya ingin menyelamatkan alam semesta atau <strong>Wenwu</strong> yang hanya ingin bertemu istrinya. Motivasi atau latar belakang perbuatan mereka didasari oleh sesuatu yang jelas.</p>



<p>Bandingkan dengan <strong>Steppenwolf</strong> dari film <em>Justice League</em>. Motivasinya yang &#8220;ingin mengusai dunia&#8221; terasa membosankan, sehingga ia pun mudah terlupakan. Hal yang sama juga terjadi pada <em>villain-villain </em>Marvel yang memiliki motif serupa.</p>



<p>Untuk itu, Penulis menganggap apa yang dilakukan oleh <em>Demon Slayer </em>kepada para <em>villain </em>adalah upaya untuk meningkatkan daya tarik sekaligus meninggalkan kesan yang mendalam kepada penontonnya, walau kadang Penulis merasa porsinya agak berlebihan.</p>



<p>Meskipun perbuatan kejam yang para <em>villain </em>lakukan tidak bisa dibenarkan, setidaknya kita bisa melihat sisi lain dari mereka yang membuat kita tidak mudah menghakimi mereka sebagai karakter yang mutlak jahat.</p>



<p>Tampaknya, hal ini akan semakin dikembangkan lagi, terutama untuk anime yang bergenre <em>shounen</em>, demi menambah bumbu cerita yang mengena di hati penonton. Empati kepada para <em>villain </em>seolah mengingatkan kita, kalau tidak ada orang yang benar-benar jahat. Ataukah ada?</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 25 Agustus 2022, terinspirasi setelah menyadari betapa banyaknya adegan masa lalu para <em>villain </em>di anime <em>Demon Slayer</em></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/berempati-ke-villain-ala-demon-slayer/">Berempati ke Villain ala Demon Slayer</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/berempati-ke-villain-ala-demon-slayer/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sekolah Superhero Ala My Hero Academia</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/sekolah-superhero-ala-my-hero-academia/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/sekolah-superhero-ala-my-hero-academia/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jul 2021 14:06:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[Boku no Hero Academia]]></category>
		<category><![CDATA[manga]]></category>
		<category><![CDATA[My Hero Academia]]></category>
		<category><![CDATA[pinggir]]></category>
		<category><![CDATA[shounen]]></category>
		<category><![CDATA[superhero]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5128</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebagai anak laki-laki, wajar jika Penulis menyukai manga atau anime shounen yang identik dengan adegan action dan kekuatan-kekuatan super. Buat yang belum tahu, shounen merupakan istilah untuk menggambarkan genre manga/anime yang ditujukan untuk pasar remaja laki-laki, walau pada kenyataannya orang dewasa pun masih banyak yang mengikutinya. Dragon Ball menjadi anime shounen pertama yang disukai karena [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/sekolah-superhero-ala-my-hero-academia/">Sekolah Superhero Ala My Hero Academia</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sebagai anak laki-laki, wajar jika Penulis menyukai manga atau anime <em>shounen</em> yang identik dengan adegan <em>action </em>dan kekuatan-kekuatan super. </p>



<p>Buat yang belum tahu, <em><strong>shounen </strong></em>merupakan istilah untuk menggambarkan genre manga/anime yang ditujukan untuk pasar remaja laki-laki, walau pada kenyataannya orang dewasa pun masih banyak yang mengikutinya.</p>



<p><em><strong>Dragon Ball</strong> </em>menjadi anime <em>shounen </em>pertama yang disukai karena sewaktu kecil suka membaca komiknya dan menonton animenya di Indosiar dan Animax. Setelah itu, Penulis juga menyukai <strong><em>Naruto</em> </strong>dan membaca manganya hingga tamat.</p>



<p>Keduanya sudah lama tamat. Lanjutannya (<em>Dragon Ball Super </em>dan <em>Boruto</em>) Penulis anggap tidak terlalu menarik sehingga hanya mengikuti ala kadarnya.</p>



<p>Untungnya, Penulis memiliki pilihan anime <em>shounen </em>yang tidak kalah menarik sekarang: <em><strong>My Hero Academia</strong>.</em></p>





<h2 class="wp-block-heading">Awal Pertemuan dengan <em>My Hero Academia</em></h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/sekolah-superhero-ala-my-hero-academia-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5133" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/sekolah-superhero-ala-my-hero-academia-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/sekolah-superhero-ala-my-hero-academia-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/sekolah-superhero-ala-my-hero-academia-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/sekolah-superhero-ala-my-hero-academia-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Midoriya dan All Might (<a href="https://id.pinterest.com/pin/856035841658239609/">Pinterest</a>)</figcaption></figure>



<p>Pertemuan pertama Penulis dengan anime <em>My Hero Academia </em>(<em>僕のヒーローアカデミア/Boku no Hero Academia</em>) terjadi setelah saran dari mantan teman kantor di tempat lama.</p>



<p>Pada tahun 2017, Penulis baru memulai untuk menonton serial anime untuk mengisi waktu luang setelah pulang bekerja. Oleh karena itu, Penulis meminta beberapa rekomendasi. Salah satunya ya <em>My Hero Academia</em> (MHA) ini.</p>



<p>Setelah Penulis tonton, ternyata temanya sangat cocok dengan Penulis. Sebagai penggemar film-film superhero, MHA bagi Penulis mampu memberikan <em>angle </em>yang menarik di tengah gempuran Marvel dan DC Comics.</p>



<p>Apalagi sang tokoh utama, <strong>Izuku Midoriya</strong>, digambarkan sebagai tokoh yang sama sekali tidak memiliki kekuatan (<em>quirk</em>). Padahal, ia selalu memiliki cita-cita menjadi superhero seperti idolanya, <strong>All Might</strong>.</p>



<p>Untungnya, Midoriya dipilih oleh All Might untuk mewarisi kekuatannya yang bernama <em>One for All</em>. Ia pun berlatih untuk bisa mengendalikan kekuatan tersebut. Tema <em>zero to hero </em>ini Penulis sukai karena bisa memotivasi kita sebagai penonton.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Sekolah Superhero</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/sekolah-superhero-ala-my-hero-academia-2-1024x683.png" alt="" class="wp-image-5132" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/sekolah-superhero-ala-my-hero-academia-2-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/sekolah-superhero-ala-my-hero-academia-2-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/sekolah-superhero-ala-my-hero-academia-2-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/sekolah-superhero-ala-my-hero-academia-2.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>U.A. High School (<a href="https://myheroacademia.fandom.com/wiki/U.A._High_School">My Hero Academia &#8211; Fandom</a>)</figcaption></figure>



<p>Goku hanya pernah melakukan latihan bersama guru-gurunya, mulai Master Roshi hingga Whis. Naruto masuk ke akademi ninja, namun tidak diceritakan bagaimana kehidupannya selama menempuh pendidikan di sana.</p>



<p>Baru kali inilah, setidaknya sepengetahuan Penulis, kita akan melihat bagaimana superhero dilatih dan ditempa di sebuah institusi khusus. Konsepnya terlihat mirip dengan <em>X-Men </em>dari Marvel.</p>



<p>Sang tokoh utama kita, Midoriya, bersekolah di <strong>U.A. High School</strong>. Sekolah ini menjadi salah satu sekolah superhero terbaik di Jepang. All Might juga menjadi pengajar di sini.</p>



<p>Setiap tingkat, ada 11 kelas yang dibagi berdasarkan departemennya menjadi seperti berikut:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Kelas A-B: Department of Heroes</li><li>Kelas C-E: Department of General Education</li><li>Kelas F-H: Department of Support</li><li>Kelas I-K: Department of Management</li></ul>



<p>Midoriya berhasil masuk ke kelas A, yang mungkin bisa dianggap sebagai kelas unggulan untuk para calon superhero. Ia pun bertemu dengan teman-teman kelasnya yang juga memiliki kemampuan unik (gambar <em>banner </em>adalah murid-murid kelas A).</p>



<p>Penulis hanya heran karena 1 hal. Ada beberapa murid kelas B yang lebih kuat dari murid kelas A dengan kekuatan yang lebih berguna di pertarungan. Penulis kurang tahu apa standar yang digunakan oleh  U.A. dalam pembagian kelas.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Hitam Putih antara <em>Supervillain </em>dan <em>Superhero</em></h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/sekolah-superhero-ala-my-hero-academia-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5131" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/sekolah-superhero-ala-my-hero-academia-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/sekolah-superhero-ala-my-hero-academia-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/sekolah-superhero-ala-my-hero-academia-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/sekolah-superhero-ala-my-hero-academia-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Tomura Shigaraki (<a href="https://www.cbr.com/my-hero-academia-tomura-best-villain/">CBR</a>)</figcaption></figure>



<p>Dengan latar dunia di mana mayoritas manusianya memiliki <em>quirk</em>, wajar jika ada sekolah superhero untuk melatih anak-anak berbakat mengendalikan kemampuannya demi melawan kejahatan.</p>



<p>Tentu saja ada pihak-pihak yang menyalahgunakan kekuatannya untuk berbuat jahat. Ada yang skala kecil, tapi ada juga tingkat kejahatan yang melampaui batas.</p>



<p>Seperti kebanyakan anime <em>shounen</em>, MHA pun terlihat memiliki klise di mana yang baik dan yang jahat digambarkan dengan begitu hitam putih. Sang tokoh utama pun digambarkan sebagai orang yang sangat bermoral, seperti Goku dan Naruto.</p>



<p>Musuh utama dari para pahlawan kita adalah <em>League of Villains</em> yang dipimpin oleh <strong>All for One</strong>, yang sekarang nampaknya dipimpin oleh <strong>Tomura Shigaraki</strong>. </p>



<p>Tentu di perjalanannya ada banyak musuh dari kubu lain, yang menurut Penulis menjadi salah satu kekurangan anime MHA yang terlihat sering mengulur waktu agar ceritanya semakin panjang.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Siapa Karakter Favorit Penulis?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/sekolah-superhero-ala-my-hero-academia-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5130" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/sekolah-superhero-ala-my-hero-academia-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/sekolah-superhero-ala-my-hero-academia-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/sekolah-superhero-ala-my-hero-academia-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/sekolah-superhero-ala-my-hero-academia-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Himiko Toga (<a href="https://screenrant.com/my-hero-academia-show-toga-how-old/">Screen Rant</a>)</figcaption></figure>



<p>Sebagai anime yang memiliki <em>buanyak </em>karakter karena tema sekolah superheronya, siapa yang menjadi <a href="https://whathefan.com/animekomik/tulisan-kurang-penting-tentang-karakter-anime-favorit/">favorit Penulis</a>? Anehnya, Penulis lebih memilih <strong>Himiko Toga</strong> yang sepintas mengingatkan kita kepada karakter Harley Quinn dari <em>Suicide Squad.</em></p>



<p>Tidak ada alasan spesifik, suka saja dengan karakternya. Padahal, ia adalah anggota dari <em>League of Villain </em>walau rasanya ia tidak benar-benar jahat. </p>



<p>Kalau dari sisi superhero-nya, mungkin Penulis akan lebih memilih <strong>Ochaco Uraraka</strong>. Gemas saja melihat karakternya yang imut dan suka <em>salting </em>ketika berhadapan dengan Midoriya.</p>



<p><strong>Mirio Togata</strong> yang mirip <a href="https://whathefan.com/animekomik/kenapa-suka-tintin/">Tintin</a> juga karakter yang Penulis sukai. Dulu Penulis sempat memilih <strong>Fumikage Tokoyami</strong> dan <strong>Shoto Todoroki</strong> sebelum akhirnya memutuskan untuk berpindah haluan. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p><em>My Hero Academia </em>layak menjadi anime <em>shounen </em>favorit Penulis yang ketiga setelah <em>Dragon Ball </em>dan <em>Naruto</em>. Alur ceritanya, komedinya, adegan aksinya, semua benar-benar sesuai dengan selera Penulis.</p>



<p>Karena pada dasarnya lebih suka membaca manga, Penulis sudah tahu bagaimana cerita dari MHA ke depannya. Maklum, animenya masih <em>season </em>5 dan cerita manganya sudah berjalan begitu jauh.</p>



<p>Salah satu kekhawatiran Penulis adalah animenya tidak akan tamat mengikuti serial manga. Bisa saja <a href="https://whathefan.com/animekomik/ketika-adaptasi-anime-berbeda-dengan-manga/"><em>ending</em>-nya diubah seperti <em>The Promised Neverland</em></a> sehingga menimbulkan kekecewaan.</p>



<p>Jika jumlah episode setiap <em>season</em>-nya sama seperti sekarang (sekitar 20-an), bisa jadi MHA akan tamat pada <em>season </em>yang jumlahnya puluhan. Sudahlah, nikmati saja anime yang bertema sekolah superhero ini!</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 30 Juli 2021, terinspirasi karena ingin menulis tentang <em>My Hero Academia</em></p>



<p>Foto: <a href="https://www.deviantart.com/midnightshadow1238/art/My-Hero-Academia-Opening-1-The-Day-839188660">DevianArt</a></p>



<p>Sumber Artikel: <a href="https://myheroacademia.fandom.com/wiki/My_Hero_Academia_Wiki">My Hero Academia Wiki | Fandom</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/sekolah-superhero-ala-my-hero-academia/">Sekolah Superhero Ala My Hero Academia</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/sekolah-superhero-ala-my-hero-academia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sistem Pendidikan Ala Assassination Classroom</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 May 2021 14:42:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[Assassination Classroom]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[manga]]></category>
		<category><![CDATA[murid]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pinggir]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4989</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pertama kali Penulis mendengar tentang manga Assassination Classroom adalah ketika ada semacam acara &#8220;lomba presentasi&#8221; di Karang Taruna. Salah satu anggota menceritakan tentangnya. Ketika mendengar penjelasannya, Penulis langsung merasa tertarik dengan premisnya. Ada seorang guru berbentuk gurita kuning yang miliki kekuatan super dan kecepatan hingga 20 Mach. Dengan kemampuannya, ia justru memilih untuk menjadi seorang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom/">Sistem Pendidikan Ala Assassination Classroom</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pertama kali Penulis mendengar tentang manga <em><strong>Assassination Classroom</strong> </em>adalah ketika ada semacam acara &#8220;lomba presentasi&#8221; di Karang Taruna. Salah satu anggota menceritakan tentangnya.</p>



<p>Ketika mendengar penjelasannya, Penulis langsung merasa tertarik dengan premisnya. Ada seorang guru berbentuk gurita kuning yang miliki kekuatan super dan kecepatan hingga 20 Mach. Dengan kemampuannya, ia justru memilih untuk menjadi seorang guru di kelas bermasalah.</p>



<p>Anehnya, Penulis justru tertarik untuk membaca manganya daripada menonton animenya. Oleh karena itu, Penulis pun memutuskan untuk membeli semua serinya, dari volume 1 sampai 21.</p>



<p>Beberapa hari yang lalu, Penulis tiba-tiba tergerak untuk membaca ulang semua volumenya. Oleh karena itu, Penulis ingin menulis artikel tentang <em>Assassination Classroom</em>.</p>



<p>Karena ini merupakan manga lama (rilis perdana pada tahun 2012), rasanya Penulis tidak perlu menulis panjang lebar tentang alur ceritanya. Penulis ingin berfokus pada sesuatu yang unik tentang manga ini, yakni tentang sistem pendidikannya.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Sistem Sekolah SMP Kunugigaoka</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom-1-1024x683.png" alt="" class="wp-image-5010" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom-1-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom-1-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom-1-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom-1.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>SMP Kunugigaoka (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://ansatsukyoshitsu.fandom.com/wiki/Kunugigaoka_Magic_Academy">Assassination Classroom Wiki &#8211; Fandom</a>)</figcaption></figure>



<p>Hal unik yang ingin Penulis bahas di tulisan ini adalah tentang sistem pendidikan yang diterapkan di <strong>SMP Kunugigaoka</strong>. Setiap tingkat memiliki lima kelas, di mana kelas E menjadi tempat murid bermasalah dan kurang berprestasi.</p>



<p>Hal ini dilakukan oleh sang kepala sekolah,<strong> Gakuho Asano</strong>, untuk menciptakan ekosistem pendidikan dengan daya saing yang tinggi. Para murid didoktrin agar jangan sampai mereka masuk ke kelas E yang dianggap singkatan dari <em>End </em>tersebut.</p>



<p>Waktu Penulis SMP, yang ada justru kebalikannya. Kelas A menjadi kelas unggulan yang berisikan murid-murid yang berhasil mendapatkan peringkat teratas ketika ujian masuk. Sebaliknya, kelas paling bawah (kelas G) menjadi kelas yang peringkatnya paling bawah.</p>



<p>Sistem seperti ini Penulis jalani selama 2 tahun, karena ketika kelas 9 semua kelas diacak agar sama rata. Tidak ada lagi kelas unggulan, tidak ada lagi kelas yang dibuat berdasarkan urutan nilai murid.</p>



<p>Bagi Penulis, kelas dengan sistem diskriminasi yang diterapkan oleh Asano di sekolahnya jelas tidak ideal. Impiannya untuk membuat 95% muridnya menjadi lebih superior dibandingkan yang 5% murid di kelas E jelas merusak mental.</p>



<p>Selain itu, bukan tidak mungkin para murid akan saling senggol karena yang ada di pikiran mereka hanyalah menyelamatkan diri sendiri agar tidak sampai masuk ke kelas E.</p>



<p>Jika saja Koro sensei tidak masuk ke kelas tersebut, bisa saja murid-murid kelas E akan merasa tidak berguna sepanjang hidupnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengembangkan Bakat dan Minat Murid</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom-2-1024x683.png" alt="" class="wp-image-5009" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom-2-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom-2-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom-2-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom-2.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Setiap Murid Berbeda (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://ansatsukyoshitsu.fandom.com/wiki/Class_3-E">Assassination Classroom Wiki &#8211; Fandom</a>)</figcaption></figure>



<p>Nah, salah satu nilai jual dari manga ini adalah hubungan unik antara guru dan muridnya. Di dunia ini, tidak ada satupun murid yang diperintahkan untuk menghabisi gurunya. Bahkan tidak ada sekolah yang diajar oleh makhluk berbentuk gurita berwarna kuning.</p>



<p>Anehnya, hubungan unik ini justru berhasil <strong>mengeluarkan potensi setiap murid</strong> yang ada di sana. Karena memiliki misi menyelamatkan dunia, perasaan tidak berguna perlahan-lahan hilang dari diri mereka.</p>



<p>Kelas ini awalnya memiliki 26 murid, sebelum akhirnya bertambah 2 murid tambahan yang bertujuan untuk membunuh Koro sensei. Mereka semua ternyata memiliki bakat masing-masing dan Koro sensei membantu mereka mengasah bakat tersebut.</p>



<p>Pendekatan yang dilakukan oleh Koro sensei inilah yang kurang dari pendidikan kita. <strong>Semua murid diperlakukan sama tanpa mempedulikan apa bakat dan minat mereka</strong>. </p>



<p>Jika dianalogikan sebagai hewan, semua murid diperintah untuk terbang, tidak peduli kita ikan, kucing, dan hewan lain yang memang tidak memiliki kemampuan untuk terbang. Semua menggunakan standar penilaian yang sama.</p>



<p>Ideologi yang dianut oleh Koro sensei jelas berbeda dengan yang dianut oleh kepala sekolah. Hal inilah yang membuat mereka kerap berseberangan dalam menentukan sikap bagaimana membina murid.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Guru yang Serba Bisa</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5008" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Guru Idaman (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://wallpaperaccess.com/koro-sensei">WallpaperAccess</a>)</figcaption></figure>



<p>Sebagai seorang guru, Koro sensei memiliki pengetahuan yang begitu luas. Ia menguasai semua mata pelajaran sehingga dapat <strong>menyampaikan ilmunya dengan baik</strong> ke murid-muridnya.</p>



<p>Tidak hanya itu, ia juga bisa menentukan<strong> metode mana yang paling cocok untuk tiap murid</strong> sehingga mereka bisa mencerna pelajaran secara efektif. Latar belakangnya sebagai pembunuh nomor satu membuatnya menguasai banyak hal.</p>



<p>Jika menengok ke sistem pendidikan kita, rata-rata guru di SMP dan SMA hanya menguasai satu mata pelajaran. Kalaupun bisa lebih dari satu, biasanya masih berkaitan dengan mata pelajaran utama yang ia kuasai.</p>



<p>Hal ini sebenarnya tidak masalah. Guru-guru kita pun ketika kuliah memang hanya mengambil satu konsentrasi untuk bisa menjadi <em>expert </em>di mata pelajaran tersebut.</p>



<p>Hanya saja, metode yang digunakan terkadang kurang efektif. Memang banyak guru kreatif yang menemukan banyak cara agar mata pelajarannya menarik, tapi kebanyakan menggunakan cara konservatif yang kuno dan membosankan.</p>



<p>Di sisi lain, murid pun rata-rata kurang proaktif sehingga belajar di kelas terasa kurang interaktif dan tidak menyenangkan. Belajar di kelas menjadi rutinitas yang membosankan. Ilmu yang didapatkan pun menjadi tidak efektif. </p>



<p>Tidak hanya itu, guru seolah lepas tangan untuk masalah masa depan murid mereka. Pekerjaan yang berkaitan dengan pengembangan murid setelah lulus seolah dibebankan ke guru BK, itu pun jarang dimaksimalkan oleh murid.</p>



<p>Memang hal ini tidak bisa digeneralisir seperti itu, tapi pada umumnya yang terjadi di lapangan seperti itu.</p>



<p>Seandainya kita memiliki guru sehebat Koro sensei, mungkin kita semua bisa mengenali potensi yang ada di dalam diri. Bukan hanya sebagai pengajar, tapi juga sebagai pembimbing murid-muridnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Meskipun secara ide cerita manga ini sangat khayal dan tidak realistis, nyatanya ada nilai-nilai yang bisa dijadikan sebagai bahan renungan kita, terutama untuk dunia pendidikan. Tiga poin yang Penulis sampaikan di atas adalah contohnya.</p>



<p>Ada banyak celah di dunia pendidikan kita yang butuh ditingkatkan lagi agar murid tidak hanya mendapatkan ilmu, tapi juga mampu mengembangkan dirinya menjadi versi terbaiknya. Mungkin, kita bisa belajar hal tersebut melalui manga ini.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 26 Maret 2021, terinspirasi setelah membaca ulang manga <em>Assassination Classroom</em></p>



<p>Foto: <a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://www.netflix.com/bd/title/80045948">Netflix</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom/">Sistem Pendidikan Ala Assassination Classroom</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Adaptasi Anime Berbeda dengan Manga</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/ketika-adaptasi-anime-berbeda-dengan-manga/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/ketika-adaptasi-anime-berbeda-dengan-manga/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Apr 2021 08:06:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<category><![CDATA[manga]]></category>
		<category><![CDATA[pinggir]]></category>
		<category><![CDATA[season 2]]></category>
		<category><![CDATA[The Promised Neverland]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4889</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kebanyakan anime yang kita tonton merupakan adaptasi dari sebuah manga. Otomatis, cerita di manga akan selalu lebih cepat dari animenya. Maka dari itu, pembaca manga akan lebih tahu dulu daripada penonton animenya. Contoh yang paling mudah adalah Attack on Titan (AoT). Animenya baru menyelesaikan part pertama dari season keempatnya ketika manganya tamat di chapter 139 [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/ketika-adaptasi-anime-berbeda-dengan-manga/">Ketika Adaptasi Anime Berbeda dengan Manga</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Kebanyakan anime yang kita tonton merupakan adaptasi dari sebuah manga. Otomatis, cerita di manga akan selalu lebih cepat dari animenya. Maka dari itu, pembaca manga akan lebih tahu dulu daripada penonton animenya.</p>



<p>Contoh yang paling mudah adalah <a href="https://whathefan.com/animekomik/setelah-attack-on-titan-tamat/"><em>Attack on Titan</em> (AoT)</a>. Animenya baru menyelesaikan <em>part </em>pertama dari <em>season </em>keempatnya ketika <a href="https://whathefan.com/animekomik/setelah-attack-on-titan-tamat/">manganya tamat di <em>chapter </em>139</a> pada awal bulan ini. Mungkin butuh waktu satu tahun lagi agar penonton animenya tahu bagaimana cerita AoT berakhir.</p>



<p>Dalam membuat adaptasi, biasanya ada sedikit perubahan seperti pengurangan atau penambahan cerita. Di anime populer seperti <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/dinasti-politik-ala-naruto/">Naruto</a> </em>dan <em>Dragon Ball</em>, ada banyak sekali episode <em>filler </em>yang tidak ada di komik dan tidak berhubungan dengan alur utama cerita.</p>



<p>Adaptasi manga juga ada yang memiliki <a href="https://whathefan.com/animekomik/digantung-ala-anime-bagian-1/">akhir menggantung</a> karena diakhiri di tengah jalan. Biasanya, <a href="https://whathefan.com/animekomik/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school/">anime bergenre <em>comedy-romance</em></a><em> </em>yang seperti ini. Contohnya adalah <em>Nisekoi </em>yang seolah berakhir begitu saja ketika manganya masih berlangsung.</p>



<p>Nah, ada juga kasus di mana animenya memiliki alur cerita yang benar-benar berbeda dari manganya. Parahnya, perubahan tersebut dianggap merusak cerita hingga membuat fans marah besar. Contohnya adalah anime <strong><em>The Promised Neverland season </em>2</strong> yang baru saja Penulis tamatkan.</p>



<p><strong>SPOILER ALERT!!!</strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><em>The Promised Neverland Season</em> 2</h2>



<p>Penulis sudah banyak mendengar kalau <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/ternak-manusia-ala-the-promised-neverland/">The Promised Neverland</a> season </em>2 memiliki alur cerita yang <em>nyelentang </em>dari manganya hingga harus rela mendapatkan <em>rating </em>buruk. Oleh karena itu, Penulis sudah tidak berharap banyak ketika memutuskan untuk menontonnya.</p>



<p>Hasilnya, Penulis tetap kecewa.</p>



<p>Mengubah cerita dari versi aslinya sebenarnya tidak masalah, asal masih bagus. <em>Lha </em>ini rasanya dieksekusi secara asal-asalan hingga membuat Penulis geram setengah mati. Tidak hanya itu, banyak <em>plot </em>cerita dan karakter penting yang dihilangkan begitu saja.</p>



<p>Ada beberapa perubahan fatal yang menurut Penulis susah untuk diterima.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Sonju dan Mujika</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/ketika-adaptasi-anime-berbeda-dengan-manga-1-1024x683.png" alt="" class="wp-image-4893" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/ketika-adaptasi-anime-berbeda-dengan-manga-1-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/ketika-adaptasi-anime-berbeda-dengan-manga-1-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/ketika-adaptasi-anime-berbeda-dengan-manga-1-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/ketika-adaptasi-anime-berbeda-dengan-manga-1.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Sonju dan Mujika (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://www.aniradioplus.com/post/the-promised-neverland-season-2-episode-3-ep-review">www.aniradioplus.com</a>)</figcaption></figure>



<p>Sampai episode empat, Penulis masih merasa baik-baik saja. Sama seperti manga, Emma dan kawan-kawan bisa bertahan hidup di hutan belantara karena bertemu dengan <strong>Sonju </strong>dan <strong>Mujika </strong>yang merupakan iblis. Bedanya, mereka tidak memakan manusia.</p>



<p>Hanya saja, peran mereka seolah dikerdilkan. Memang Mujika masih memiliki darah yang membuat iblis tidak akan mengalami degenerasi walaupun tidak memakan manusia. Hanya saja, perannya berhenti sampai di sana saja.</p>



<p>Kalau di manganya, Sonju dan Mujika harus berjibaku untuk menyadarkan para iblis kalau mereka bisa mempertahankan bentuk manusianya tanpa perlu memakan manusia. Mereka dikejar waktu karena sedang dikejar pasukan kerajaan yang menganggap mereka melakukan kudeta.</p>



<p>Untuk itu, mereka menghidupkan leluhur mereka yang mati suri untuk membantu mereka. Bahkan, mereka sempat tertangkap dan akan dieksekusi mati sebelum diselamatkan oleh salah seorang keluarga bangsawan yang selamat dan mendukung mereka.</p>



<p>Mujika juga pada akhirnya diangkat menjadi seorang ratu yang baru untuk bangsa iblis, sama seperti versi animenya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Yugo dan Goldy Pond Arc</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/ketika-adaptasi-anime-berbeda-dengan-manga-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4894" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/ketika-adaptasi-anime-berbeda-dengan-manga-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/ketika-adaptasi-anime-berbeda-dengan-manga-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/ketika-adaptasi-anime-berbeda-dengan-manga-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/ketika-adaptasi-anime-berbeda-dengan-manga-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Yugo dan Goldy Pond (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://www.pinterest.com/pin/602919468858473633/">Pinterest</a>)</figcaption></figure>



<p>Mulai episode 5, cerita animenya sudah berubah total, setelah mereka menemukan <em>shelter </em>yang dibangun oleh William Minerva. Karakter <strong>Yugo </strong>yang tinggal di sana dihilangkan sama sekali! Padahal di manga, ia memiliki peran penting untuk<em> </em>dan memiliki <em>character development </em>yang menarik.</p>



<p>Tidak adanya Yugo secara otomatis membuat <strong>Goldy Pond arc</strong> juga hilang sama sekali. Padahal, di arc tersebutlah Emma pertama kali berhadapan dengan bangsawan iblis yang akan menjadi musuh terakhir mereka.</p>



<p>Oke, anggaplah penghilangan tersebut dilakukan agar anime ini tidak terlalu panjang dan bisa ditamatkan di <em>season 2</em>. Akan tetapi, masih banyak hal yang membuat emosi dari anime ini.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Kemunculan Norman</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/ketika-adaptasi-anime-berbeda-dengan-manga-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4895" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/ketika-adaptasi-anime-berbeda-dengan-manga-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/ketika-adaptasi-anime-berbeda-dengan-manga-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/ketika-adaptasi-anime-berbeda-dengan-manga-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/ketika-adaptasi-anime-berbeda-dengan-manga-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Norman? (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://www.gamenguides.com/articles/the-promised-neverland-season-2-episode-5-67781">Game N Guides</a>)</figcaption></figure>



<p>Yang paling menjengkelkan adalah kemunculan kembali <strong>Norman</strong>! Di manganya, Emma baru bertemu Norman setelah melakukan berbagai macam petualangan yang berbahaya. Eh, <em>lha </em>kok di sini ketemunya cepat sekali.</p>



<p>Inti ceritanya memang sama, di mana Norman berhasil kabur dari labotarium Lambda bersama beberapa temannya. Namun, ada banyak sekali hal yang dihilangkan, termasuk beberapa teman Norman yang ikut kabur bersamanya.</p>



<p>Selain itu, di manga Norman berhasil membangun semacam tempat perlindungan yang berisi banyak manusia. Di animenya, Norman terlihat hanya memiliki kelompok kecil yang bersembunyi di semacam kuil.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Penyerbuan Grace Field</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/ketika-adaptasi-anime-berbeda-dengan-manga-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4896" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/ketika-adaptasi-anime-berbeda-dengan-manga-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/ketika-adaptasi-anime-berbeda-dengan-manga-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/ketika-adaptasi-anime-berbeda-dengan-manga-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/ketika-adaptasi-anime-berbeda-dengan-manga-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Isabella Tetap Hidup (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://www.animenewsnetwork.com/review/the-promised-neverland-season-2/episode-11/.171113">Anime News Network</a>)</figcaption></figure>



<p><strong>Penyerbuan ke Grace Field</strong> oleh Emma juga terkesan terburu-buru dan memaksakan. Penyerbuan menggunakan balon udara benar-benar <em>non-sense</em>. Darimana mereka bisa mendapatkan balon udara sebanyak itu?</p>



<p>Kalau di manganya, anak-anak yang ada di <em>shelter </em>milik Norman diculik oleh Peter Ratri. Untungnya, sebagian anak-anak tengah berperang melawan bangsawan iblis sehingga bisa menyelinap masuk menggunakan peta peninggalan William Minerva.</p>



<p>Selain itu, penyerbuan dilakukan setelah mengalahkan bangsawan iblis dengan pertarungan yang epik, bukannya menakhlukkan peternakan baru menyerang mereka. </p>



<p>Yang menjengkelkan lagi, <strong>Isabella selamat dan ikut pergi ke dunia manusia!</strong> Di manganya, Isabella mati karena mengorbankan dirinya demi melindungi anak-anaknya. <em>Ending </em>seperti itu lebih cocok untuknya.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><em>Ending </em>Ala Presentasi Powerpoint</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/ketika-adaptasi-anime-berbeda-dengan-manga-5-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4897" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/ketika-adaptasi-anime-berbeda-dengan-manga-5-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/ketika-adaptasi-anime-berbeda-dengan-manga-5-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/ketika-adaptasi-anime-berbeda-dengan-manga-5-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/ketika-adaptasi-anime-berbeda-dengan-manga-5.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Ending Ala PPT (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://comicbook.com/anime/news/the-promised-neverland-anime-ending-bad-problems-explained-spoilers-manga/">Comic Book</a>)</figcaption></figure>



<p>Emma membuat perjanjian baru dengan iblis untuk mengirim keluarganya ke dunia manusia. Sebagai bayarannya, ia akan kehilangan semua ingatan tentang mereka dan akan terpisah dari mereka. Butuh 2 tahun untuk Norman, Ray, dan lainnya untuk menemukan Emma yang tidak tahu siapa mereka.</p>



<p>Itu versi manganya. Walau agak terlalu bahagia, <em>ending </em>tersebut masih bisa diterima dan cukup memuaskan. Beda sama versi animenya.</p>



<p>Setelah menerobos Grace Field yang kesannya sangat mudah ditembus, Emma dan kawan-kawan berhasil mencapai gerbang perbatasan antara dunia manusia dan dunia iblis. Saat semua masuk, beberapa di antara mereka memutuskan tinggal untuk <strong>&#8220;mengubah dunia iblis&#8221;</strong>.</p>



<p>Penulis sempat mengira kalau ini akan menjadi premis <em>season </em>ketiga. Ternyata, tidak ada yang namanya <em>season </em>ketiga. &#8220;Mengubah dunia iblis&#8221; hanya ditampilkan melalui potongan-potongan gambar ala presentasi Powerpoint.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Di situs MyAnimeList, <em>rating </em>anime <em>The Promised Neverland season </em>2 hanya <strong>5.7</strong>. Bandingkan dengan <em>season </em>pertamanya yang memiliki <em>rating </em><strong>8.63</strong>.</p>



<p>Penulis tidak tahu apa alasan mereka yang membuat anime ini merombak sedemikian rupa ceritanya dan tidak tertarik untuk mencarinya di berita. Yang jelas, Penulis merasa kecewa dengan anime ini.</p>



<p>Sekali lagi, tidak masalah jika adaptasi anime memiliki alur cerita yang berbeda dari manga. Tapi kalau lebih jelek, buat apa?</p>



<p></p>



<p></p>



<p>Lawang, 17 April 2021, terinpirasi setelah menonton anime <em>The Promised Neverland season </em>2</p>



<p>Foto: <a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.cbr.com%2Fpromised-neverland-season-2-episode-10-no-writing-credit%2F&amp;psig=AOvVaw3yYQKwxNB8ZMj0J_uZ9q9P&amp;ust=1618732425134000&amp;source=images&amp;cd=vfe&amp;ved=0CAMQjB1qFwoTCIj5yLLmhPACFQAAAAAdAAAAABAJ">CBR</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/ketika-adaptasi-anime-berbeda-dengan-manga/">Ketika Adaptasi Anime Berbeda dengan Manga</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/ketika-adaptasi-anime-berbeda-dengan-manga/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
