<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>school Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/school/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/school/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 13 Jul 2022 16:34:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>school Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/school/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menjual Waifu ala My Dress-Up Darling</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/menjual-waifu-ala-my-dress-up-darling/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/menjual-waifu-ala-my-dress-up-darling/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Jul 2022 16:33:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[comedy]]></category>
		<category><![CDATA[hobi]]></category>
		<category><![CDATA[Marin Kitagawa]]></category>
		<category><![CDATA[pinggir]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[romance]]></category>
		<category><![CDATA[school]]></category>
		<category><![CDATA[slice of life]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[waifu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5691</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bekerja di tempat yang sekarang membuat Penulis cukup update dengan berita-berita terbaru tentang dunia anime. Apalagi, kolega-kolega kerja Penulis cukup banyak yang menjadi penggemar anime (Baca: Wibu). Pada awal tahun 2022 ini, salah satu judul anime yang sering disebut adalah Sono Bisque Doll wa Koi wo Suru atau My Dress-Up Darling. Salah satu penyebabnya adalah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/menjual-waifu-ala-my-dress-up-darling/">Menjual Waifu ala My Dress-Up Darling</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Bekerja di tempat yang sekarang membuat Penulis cukup <em>update </em>dengan berita-berita terbaru tentang dunia anime. Apalagi, kolega-kolega kerja Penulis cukup banyak yang menjadi penggemar anime (Baca: <em>Wibu</em>). </p>



<p>Pada awal tahun 2022 ini, salah satu judul anime yang sering disebut adalah <em><strong>Sono Bisque Doll wa Koi wo Suru</strong></em> atau <em><strong>My Dress-Up Darling</strong></em>. Salah satu penyebabnya adalah kehadiran protagonis wanita utamanya yang langsung menjadi <em><a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/wanita-2d-vs-wanita-3d/">waifu</a> </em>sejuta umat.</p>



<p>Berhubung genrenya adalah <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school/">comedy-romance-school</a> </em>yang jadi favorit, Penulis pun mencoba untuk menonton anime yang satu ini. Penulis ingin tahu, mengapa protagonis utama (pria juga, tidak hanya wanita) bisa begitu populer.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Si Cowok Hobi Buat Boneka, Si Cewek Hobi Cosplay</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="My Dress-Up Darling - Official Trailer" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/hbtyjcPaGp4?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><strong>Wakana Gojou </strong>merupakan anak SMA yang tidak terlalu menonjol, bahkan cenderung tertutup dan tidak punya teman. Salah satu penyebabnya adalah ia memiliki hobi yang &#8220;aneh&#8221;, yakni membuat boneka Hina, mengingat keluarganya memang perajin boneka tersebut. </p>



<p>Apalagi, ia memiliki trauma di masa kecilnya, di mana teman perempuannya begitu <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kenapa-sih-harus-judgemental/"><em>judgemental </em>kepada dirinya</a>. Gara-gara kejadian tersebut, ia menutup rapat hobinya tersebut agar tidak diketahui orang lain.</p>



<p>Di sisi lain, <strong>Marin Kitagawa</strong> merupakan seorang perempuan (super) cantik yang sangat populer dan memiliki banyak teman. Bisa dibilang, kehidupannya berbeda 180 derajat dari kehidupan yang dimiliki oleh Wakana.</p>



<p>Pada suatu hari, tanpa sengaja Wakana dan Marin bertemu di ruang jahit sekolah. Dari sana, Marin mengetahui kalau Wakana memiliki hobi membuat boneka Hina. Uniknya, Marin sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut.</p>



<p>Selain itu, Marin mengungkapkan bahwa dirinya juga memiliki hobi <em>cosplay</em>. Namun, kemampuan menjahitnya cukup payah. Karena Wakana memiliki <em>skill </em>menjahit yang cukup mumpuni, Marin pun meminta tolong bantuan Wakana.</p>



<p>Sejak itu, mereka berdua pun sering bersama dan menghargai hobinya mereka masing-masing! </p>



<p>Pada perjalanannya, mereka berdua juga berkenalan dengan <em>cosplayer </em>terkenal bernama <strong>Sajuna Inui</strong>. Selain itu, mereka juga berkenalan adik dari Sajuna, yakni <strong>Shinju Inui</strong> yang sering membantu kakaknya dalam melakukan <em>cosplay</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Jadi Populer Gara-gara Marin Semata?</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="All the Best Marin Outfits and Cosplays from My Dress Up Darling" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/rnFp0SLVNCs?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Bisa dibilang, ini adalah salah satu anime dengan karakter paling sedikit yang pernah Penulis tonton. Selain empat nama yang sudah disebut di atas (dan kakek Wakana), karakter lain yang muncul di anime ini hanyalah karakter sampingan yang tidak punya peran apa-apa.</p>



<p>Ini membuat kita dibawa untuk fokus ke karakter utamanya. Bandingkan dengan <em>Spy X Family </em>(artikelnya segera menyusul) yang memiliki seabrek karakter dengan perannya masing-masing. Oleh karena itu, anime ini bisa jadi membosankan jika tidak dikemas secara menarik.</p>



<p>Untungnya, Marin jelas sangat menarik bagi para pecinta wanita 2D. Cantik, ceria, baik hati, selalu optimis, suka <em>cosplay</em>, naif, polos, kadang agresif, agak <em>bitchy</em>, dan tak segan mengekspos tubuhnya di hadapan laki-laki. </p>



<p>Oh ya, anime ini memiliki cukup banyak <em>fans service </em>dan cukup vulgar. Entah mengapa Penulis merasa anime ini, melalui Marin, seolah ingin menjual fantasi kepada laki-laki jomlo yang berharap bisa kedatangan sosok yang mirip Marin di kehidupan nyatanya. </p>



<p>(Penulis ingat pernah menemukan di komentar di Instagram, di mana si orang tersebut mengetikkan fantasinya melakukan seks dengan Marin, Sajuna, dan Shinju. Bagi Penulis, hal tersebut sudah sangat tidak sehat)</p>



<p>Di sisi lain, Wakana terlihat sebagai sosok <em>introvert </em>yang sangat handal dalam menahan hawa nafsunya. Melihat perempuan cantik dan seksi hampir sepenuhnya telanjang di hadapannya, ia bisa tidak melakukan tindakan asusila sama sekali.</p>



<p>Untuk jalan ceritanya sendiri, sejujurnya Penulis tidak terlalu mengerti mengapa ratingnya di situs <em>MyAnimeList </em>begitu tinggi. Bagi Penulis, cerita romansanya cukup standar dan penuh dengan klise khas anime. Mungkin, daya tarik Marin memang begitu tinggi.</p>



<p>Seperti biasa,<em> dragging </em>kedua protagonisnya cukup lama meskipun keduanya sudah saling menyukai. Jika melihat dari anime-anime sejenis yang pernah tayang, rasanya baru menjelang tamatlah mereka akan resmi menjadi sepasang kekasih.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Premis yang ditawarkan oleh <em>My Dress-Up Darling </em>cukup sederhana, sehingga cocok untuk yang mencari tontonan ringan dan menghibur. Seperti biasa, kita akan dibuat gemas dengan perkembangan kisah romansa antara kedua karakter utamanya.</p>



<p>Jika ingin menarik pelajaran dari anime ini, menurut Penulis adalah bagaimana kita seharusnya dapat menghargai hobi orang lain. Selama tidak merugikan orang lain dan dirinya sendiri, rasanya semua insan boleh melakukan apa saja yang ia suka.</p>



<p>Sayangnya, anime ini terkesan hanya menjual Marin untuk mendongkrak popularitasnya. Bukannya munafik, tapi jujur Penulis merasa risih jika sedang berniat menonton anime harus disuguhkan dengan banyaknya <em>fans service</em> seperti yang ada di anime ini.</p>



<p>Bagi orang-orang yang menjadikan Marin sebagai <em>waifu </em>mereka, cepatlah sadar kalau tidak akan ada sosok seperti Marin di kehidupan nyata yang tiba-tiba hadir dan jatuh cinta kepada kalian!</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 13 Juli 2022, terinspirasi setelah menonton <em>My Dress-Up Darling</em></p>



<p>Foto: <a href="https://www.primevideo.com/detail/0PT62INRD6IUXU8JPDCPQHCPN6/ref=atv_nb_lcl_id_ID?language=id_ID&amp;ie=UTF8">Prime Video</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/menjual-waifu-ala-my-dress-up-darling/">Menjual Waifu ala My Dress-Up Darling</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/menjual-waifu-ala-my-dress-up-darling/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kecemasan Sosial ala Komi Can&#8217;t Communicate</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jun 2022 03:43:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[anxiety]]></category>
		<category><![CDATA[comedy-romance]]></category>
		<category><![CDATA[kecemasan]]></category>
		<category><![CDATA[Komi]]></category>
		<category><![CDATA[pinggir]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[romance]]></category>
		<category><![CDATA[school]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[slice of life]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5637</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sudah agak lama tidak menonton anime, Penulis memutuskan mencoba untuk menontonnya lagi untuk mengisi waktu luang. Genre yang Penulis pilih tetap seperti biasa, comedy-romance yang ceritanya santai dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu rekan kantor Penulis pernah memberikan saran sebuah anime yang berjudul Komi-san wa, Comyushou desu atau Komi Can&#8217;t Communicate. Dari premisnya, Penulis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate/">Kecemasan Sosial ala Komi Can&#8217;t Communicate</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sudah agak lama <a href="https://whathefan.com/pengalaman/udah-tua-kok-masih-nonton-anime/">tidak menonton anime</a>, Penulis memutuskan mencoba untuk menontonnya lagi untuk mengisi waktu luang. Genre yang Penulis pilih tetap seperti biasa, <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school/">comedy-romance </a></em>yang ceritanya santai dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.</p>



<p>Salah satu rekan kantor Penulis pernah memberikan saran sebuah anime yang berjudul <em><strong>Komi-san wa, Comyushou desu</strong></em> atau <em><strong>Komi Can&#8217;t Communicate</strong></em>. Dari premisnya, Penulis mengetahui kalau ceritanya berpusat pada seseorang yang mengalami kecemasan sosial.</p>



<p>Karena topiknya beririsan dengan <em>mental health</em>, Penulis pun memutuskan untuk menonton serial anime yang satu ini. Setelah menonton, pendapat Penulis bisa dibilang cukup campur aduk.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Kecemasan Sosial yang &#8230; Berlebihan?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate-1-1024x683.jpg" alt="komi can't communicate" class="wp-image-5728" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Komi dan Tadano (<a href="https://www.sportskeeda.com/anime/10-likable-characters-komi-can-t-communicate-anime">Sportskeeda</a>)</figcaption></figure>



<p>Anime ini dibuka melalui sudut pandang <em>main character </em>yang terasa seperti <em>side character</em>, <strong>Hitohito Tadano</strong>. Ia adalah siswa SMA Itan yang terlihat rata-rata dan tidak menonjol sama sekali, bahkan sering terkesan kalau dia mudah sekali untuk diabaikan.</p>



<p>Sebaliknya, teman sebangkunya <strong>Shouko Komi</strong> adalah gadis remaja yang begitu populer dan terlihat sempurna. Ia cantik, anggun, dan pintar. Semua teman sekolah begitu kagum padanya, hingga ada yang menganggapnya sebagai dewi.</p>



<p>Namun di balik kesempurnaannya, Komi sebenarnya memiliki masalah kecemasan sosial yang parah hingga tidak mampu berkomunikasi dengan orang lain. Sekadar menyapa &#8220;hai&#8221; saja tidak sanggup. Nah, hanya Tadano-lah yang menyadari hal ini.</p>



<p>Setelah itu, Tadano pun jadi memahami Komi sebenarnya ingin bisa memiliki 100 teman. Ia pun bertekad untuk membantu Komi meraih impiannya tersebut dan dimulailah &#8220;petualangan&#8221; mereka!</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate-3-1024x683.jpg" alt="komi can't communicate" class="wp-image-5730" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Extreme Social Anxiety (<a href="https://www.chapteria.com/2022/04/komi-san-kodok.html">Chapteria</a>)</figcaption></figure>



<p>Plot cerita di atas sebenarnya menarik dan unik karena Penulis belum pernah menemukan anime yang mengangkat masalah <em>anxiety </em>yang ekstrem seperti ini. Bahkan, Penulis belum pernah bertemu seseorang di dunia nyata yang memiliki kecemasan sosial separah itu.</p>



<p>Di animenya, selalu ada narator yang menyebutkan bahwa orang yang mengalami kecemasan sosial seperti Komi sebenarnya bukan tidak ingin bersosialisasi dengan orang lain, melainkan karena memang tidak bisa.</p>



<p>Tidak hanya tidak mampu untuk bercakap, Komi pun kerap gugup dan gemetar ketika berhadapan dengan orang lain. Berkat bantuan Tadano, tabiat ini bisa dikurangi meskipun ia tetap membutuhkan media buku dan alat tulis untuk bisa berkomunikasi dengan temannya.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis pun kadang merasa kalau kecemasan sosial yang dialami Komi sedikit berlebihan. Apalagi, tidak ada (atau setidaknya belum ada) latar yang kuat mengapa Komi bisa seperti itu. Apakah karena trauma di masa lalu?</p>



<p>Apalagi, Komi adalah gadis yang cantik. Jika hidup di dunia nyata, mungkin ia akan mudah <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/kenapa-saya-berhenti-main-tiktok/">viral di TikTok</a> atau diangkat menjadi <em>brand ambassador</em> tim <em>esports</em>. Itu mungkin akan membantunya untuk bisa berkomunikasi lebih baik dengan orang lain.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Beberapa Teman yang Sudah Didapatkan Komi</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate-2-1024x683.jpg" alt="komi can't communicate" class="wp-image-5729" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Najimi Osana (<a href="https://www.cbr.com/komi-cant-communicate-najimi-true-friend-count/">CBR</a>)</figcaption></figure>



<p>Berkat bantuan Tadano, Komi pun perlahan bisa menjalin pertemanan dengan orang lain. Teman masa kecil Tadano yang supel, <strong>Najimi Osana</strong>, menjadi teman lain pertama Komi setelah Tadano. Sayangnya, Penulis merasa risih karena gendernya yang tidak jelas.</p>



<p>Selain itu, ada juga <strong>Ren Yamai</strong> yang memiliki obsesi berlebihan dan tidak sehat kepada Komi (satu lagi yang membuat Penulis merasa kurang nyaman). Karakter <em>yandere </em>yang dimilikinya terasa menyeramkan dan ia pun tak segan menyakiti orang yang dekat dengan Komi.</p>



<p>Nama-nama lain yang sering muncul dan telah menjadi teman Komi adalah <strong>Omoharu Nakanaka</strong> yang punya sindrom <em>chuunibyo</em>, <strong>Himiko Agari</strong> yang masokis, <strong>Makeru Yadano</strong> yang menganggap Komi sebagai rivalnya, dan masih banyak lagi karakter-karakter unik yang menjadi teman Komi.</p>



<p>Apakah anime ini akan tamat ketika Komi berhasil mendapatkan targetnya mendapatkan 100 teman? Bisa jadi. Pada akhirnya, mungkin Komi bisa mengatasi masalah berkomunikasinya dan akhirnya bisa melakukan percakapan kecil dengan teman-temannya tanpa bantuan alat tulis.</p>



<p>Selain itu, bumbu romansa antara Komi dan Tadano pun perlahan mulai terlihat. Tadano memiliki semacam <em>inferior complex </em>yang membuatnya tidak percaya diri dan merasa tidak pantas untuk memiliki hubungan romantis dengan perempuan secantik Komi. Sebaliknya, Komi sendiri belum yakin dengan perasaannya sendiri ke Tadano.</p>



<p>Apakah mereka akan berakhir menjadi sepasang kekasih? Jika melihat kebiasaan anime-anime yang pernah Penulis tonton dengan genre seperti ini, biasanya akan memiliki akhir yang menggantung dan diserahkan kepada penonton. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p><em>Komi Can&#8217;t Communicate </em>adalah anime yang memiliki premis menarik karena mampu mengemas masalah kecemasan sosial (yang mungkin banyak dialami oleh orang <em>introvert</em>) dengan tidak membosankan dan ringan. Bumbu komedi dan <em>romance </em>yang dimiliki tidak berlebihan dan terasa pas untuk dinikmati dengan santai.</p>



<p>Hanya saja, Penulis merasa risih dengan beberapa karakter yang ada di dalamnya. Anime ini berpotensi untuk memiliki lebih banyak lagi karakter karena Komi memiliki target 100 teman, sehingga Penulis harap tidak ada lagi karakter yang bisa membuat risih.</p>



<p>Untuk penggemar genre <em>slice of life</em>, anime ini jelas layak untuk dicoba. <em>Season </em>keduanya sedang mengudara tahun ini, jadi mungkin waktu yang tepat untuk segera maraton dari <em>season </em>pertamanya.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 1 Juni 2022, terinspirasi setelah menonton anime <em>Komi Can&#8217;t Communicate</em></p>



<p>Foto Banner: <a href="https://gowapos.pikiran-rakyat.com/entertainment/pr-033870249/anime-komi-cant-communicate-umumkan-tanggal-tayang-perdana-untuk-season-keduanya-ada-karakter-baru">Gowapos</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate/">Kecemasan Sosial ala Komi Can&#8217;t Communicate</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenapa Suka Anime Bergenre Comedy-Romance-School?</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Oct 2019 14:44:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[comedy]]></category>
		<category><![CDATA[komedi]]></category>
		<category><![CDATA[romance]]></category>
		<category><![CDATA[romansa]]></category>
		<category><![CDATA[school]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2858</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dulu jika ditanya apa genre anime favoritnya, pasti akan menjawab komedi. Alasannya sederhana, penulis baru menonton anime setelah lulus kuliah dan membutuhkan hiburan yang mampu mengundang tawa. Akan tetapi jika bertanya sekarang, maka jawaban penulis akan berubah. Penulis suka menonton anime dengan kombinasi genre comedy-romance-school. Mengapa? Daftar Anime Comedy-Romance-School yang Pernah Ditonton Sebelum menjabarkan mengapa penulis menyukai genre [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school/">Kenapa Suka Anime Bergenre Comedy-Romance-School?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dulu jika ditanya apa genre anime favoritnya, pasti akan menjawab komedi. Alasannya sederhana, <a href="https://whathefan.com/pengalaman/udah-tua-kok-masih-nonton-anime/">penulis baru menonton anime setelah lulus kuliah</a> dan membutuhkan hiburan yang mampu mengundang tawa.</p>
<p>Akan tetapi jika bertanya sekarang, maka jawaban penulis akan berubah. Penulis suka menonton anime dengan kombinasi genre <em>comedy-romance-school</em>. Mengapa?</p>
<h3>Daftar Anime <em>Comedy-Romance-School </em>yang Pernah Ditonton</h3>
<p>Sebelum menjabarkan mengapa penulis menyukai genre ini, penulis ingin memberi daftar anime <em>comedy-romance-school </em>apa saja yang pernah penulis tonton. Siapa tahu, ada yang pernah menonton juga.</p>
<p><div id="attachment_2860" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2860" class="size-large wp-image-2860" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2860" class="wp-caption-text">Chūnibyō Demo Koi ga Shitai! (<a href="http://www.fanpop.com/clubs/chuunibyou-demo-koi-ga-shitai/images/34840486/title/chuunibyou-demo-koi-ga-shitai-photo">Fanpop</a>)</p></div></p>
<ul>
<li><em>Ano Natsu de Matteru</em>, tidak terlalu berkesan ke penulis</li>
<li><em>Ao Haru Ride</em>, karena <a href="https://whathefan.com/animekomik/digantung-ala-anime-bagian-1/">akhir ceritanya yang menggantung</a>, penulis membeli komiknya, lumayan menarik</li>
<li><em>Baka to Test to Shoukanjuu, </em>banyak yang menganggap anime ini sangat lucu, tapi penulis tidak terlalu suka</li>
<li><em>Bokura wa Minna Kawaisou</em>, rekomendasi dari seorang teman karena karakter utama wanitanya bikin gemes</li>
<li><em>Chuunibyou demo Koi ga Shitai!, </em>salah satu anime favorit, <a href="https://whathefan.com/leon-dan-kenji-buku-1/tentang-sica-sarah-dan-rika/">karakter Rikka Takahashi penulis jadikan inspirasi novel</a></li>
</ul>
<p><div id="attachment_2861" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2861" class="size-large wp-image-2861" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-2-1024x512.png" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-2-1024x512.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-2-300x150.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-2-768x384.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-2.png 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2861" class="wp-caption-text">Isshuukan Friends (<a href="https://www.akibanation.com/live-action-isshuukan-friends-hadirkan-aktor-populer-lainnya/">Akiba Nation</a>)</p></div></p>
<ul>
<li><a href="https://whathefan.com/animekomik/beragam-cerita-penuh-warna-ala-clannad/"><em>Clannad</em></a>, anime yang paling membuat penulis baper hingga saat ini</li>
<li><em>D-frag, </em>biasa saja</li>
<li><em>Gekkan Shojo Nozaki-kun</em>, anime favorit juga karena kekocakan para karakternya</li>
<li><a href="https://whathefan.com/animekomik/membuat-kenangan-ala-isshuukan-friends/"><em>Isshuukan Friends</em></a>, pertama kali tahu gara-gara nonton <em>live-action-</em>nya sewaktu liputan, sangat berkesan</li>
<li><em>Kaichou wa Maid-sama!</em>, awalnya membosankan, namun pengembangan kisah cinta kedua karakter utamanya sangat menarik</li>
</ul>
<p><div id="attachment_2862" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2862" class="size-large wp-image-2862" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-3-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-3-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-3-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-3-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2862" class="wp-caption-text">Kimi Ni Todoke (<a href="https://shinmaru.wordpress.com/2011/03/23/kimi-ni-todoke-35-finally/">Shinmaru</a>)</p></div></p>
<ul>
<li><a href="https://whathefan.com/animekomik/mengungkapkan-isi-hati-ala-kimi-ni-todoke/"><em>Kimi ni Todoke</em></a>, salah satu favorit lainnya!</li>
<li><em>Kokoro Connect</em>, anime terakhir yang ditonton, jalan ceritanya susah ditebak hingga membuat penulis marathon 5 jam karena penasaran dengan akhirnya</li>
<li><em>Lovely Complex</em>, ketika wanita jangkung jatuh cinta ke pria pendek, lumayan membosankan</li>
<li><em>Masamune-kun no Revenge</em>, penuh dengan <em>plot twist</em>, sayang akhir dari <a href="https://whathefan.com/animekomik/digantung-ala-anime-bagian-2/">animenya sendiri menggantung</a></li>
<li><em>Nijiiro Days</em>, kisahnya manis, akhirnya yang gantung membuat penulis membeli komiknya hingga tamat</li>
</ul>
<p><div id="attachment_2863" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2863" class="size-large wp-image-2863" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-4-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-4-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-4-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-4-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2863" class="wp-caption-text">Sakurasou no Pet na Kanojo (<a href="http://jurnalotaku.com/2017/07/26/waifu-wednesday-shiina-mashiro/">Jurnal Otaku</a>)</p></div></p>
<ul>
<li><em>Nisekoi</em>, salah satu anime yang penuh dengan misteri dan bikin penasaran, akhirnya juga gantung sehingga penulis harus membaca komiknya secara online</li>
<li><a href="https://whathefan.com/animekomik/mengulang-masa-sekolah-ala-relife/"><em>ReLife</em></a>, salah satu anime terbaik yang pernah penulis tonton</li>
<li><em>Sakurasou no Pet na Kanojo, </em><a href="https://whathefan.com/animekomik/di-balik-wanita-tanpa-ekspresi/">Mashiro Shiina</a>nya terbaik</li>
<li><em>Seiren</em>, biasa saja, tapi penulis jadi mendapatkan gambaran bagaimana seorang wanita yang bersifat <em>bitchy</em></li>
<li><em>Toradora!</em>, salah satu anime <em>comedy-romance </em>yang formulanya pas</li>
<li><em>Yahari Ore no Seishun Love Comedy wa Machigatteiru</em>, salah satu anime yang tidak penulis sukai</li>
</ul>
<p>Padahal belum genap dua tahun penulis menjadi penonton anime, tapi ternyata sudah ada banyak sekali. Itu belum termasuk anime-anime genre lain seperti <em>My Hero Academia </em>atau <em>Barakamon</em>.</p>
<p>Tapi dari anime-anime yang sudah disebutkan di atas, penulis mendapatkan inspirasi untuk novelnya.</p>
<h3>Inspirasi Novel</h3>
<p>Salah satu hobi penulis adalah menulis novel. Setidaknya, sudah dua novel yang penulis buat dan sudah diunggah di blog ini maupun di Wattpad.</p>
<p>Dalam proses pengerjaannya, penulis kerap kesulitan dalam membayangkan adegan romantis karena minimnya pengalaman yang dimiliki. Penulis jarang membaca novel dengan genre <em>romance</em>. Penulis juga tidak berhasrat untuk menyaksikan sinetron.</p>
<p>Oleh karena itu, penulis memutuskan untuk mencari referensi melalui anime. Apalagi, penulis banyak <a href="https://whathefan.com/animekomik/mencari-inspirasi-karakter-melalui-anime/">mendapatkan inspirasi pembentukan karakter</a> dari sana.</p>
<p>Anime <em>romance </em>yang penulis tonton harus memiliki unsur <em>comedy </em>di dalamnya agar tidak terlalu <em>mellow</em>. <a href="https://whathefan.com/karakter/dilarang-baper-di-jakarta/">Penulis yang mudah baper</a> ini tidak kuat melihat sesuatu yang seperti itu.</p>
<p>Nah, penulis suka membuat cerita dengan latar belakang anak sekolah. Maka dari itu, anime <em>comedy-romance </em>yang ditonton harus berlatar belakang sekolah.</p>
<p>Selain itu, ada sedikit alasan sedih mengapa penulis menyukai genre ini.</p>
<h3>Masa-Masa Sekolah yang&#8230;</h3>
<p>Ketika sekolah dulu, penulis termasuk murid yang biasa-biasa saja. Pinter banget enggak, nakal juga enggak. Tipe murid yang enggak bakal diinget sama guru lah, hahaha.</p>
<p>Penulis termasuk tipe orang yang susah punya teman karena beberapa alasan, sehingga lebih sering sendiri. Mungkin teman dekat penulis semasa sekolah hanya dua. Itu pun karena rumah kami bersebelahan.</p>
<p>Akibatnya, kehidupan sekolah penulis cenderung datar dan begitu-begitu saja. Jika disuruh mengingat masa-masa indah di sekolah, penulis akan merasa kesulitan.</p>
<p>Penulis tidak pernah memiliki pemikiran &#8220;<em>duh, kangen nih sama masa-masa sekolah dulu&#8221;. </em>Rasanya tak pernah sekalipun terbesit keinginan untuk mengulang kembali masa-masa tersebut, kecuali untuk memperbaiki kesalahan yang pernah dibuat.</p>
<p>Ketika melihat anime-anime dengan genre ini, penulis sedikit merasa iri karena kehidupan para siswa-siswa di sana terlihat berwarna. Penulis tahu itu semua cuma fiksi, tapi tetap saja perasaan tersebut muncul.</p>
<p>Jadi, salah satu alasan mengapa penulis menyukai genre <i>comedy-romance-school </i>adalah sebagai pelengkap kepingan puzzle di masa lalu penulis, walau sejatinya tak akan pernah lengkap dengan cara apapun.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Karena baru beberapa tahun terakhir ini menonton anime, kebanyakan yang penulis tonton adalah anime-anime lama. Itu pun dapat setelah membaca beberapa rekomendasi dari internet.</p>
<p>Penulis tidak tahu sampai kapan dirinya akan menonton anime, apalagi dengan genre yang mungkin kurang cowok. Setidaknya, penulis akan tetap menontonnya selama penulis merasa membutuhkannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 12 Oktober 2019, terinspirasi setelah sadar bahwa banyak anime genre <em>comedy-romance-school </em>yang sudah ditontonnya</p>
<p>Foto: <a href="https://anime.goodfon.com/other-anime/wallpaper-anime-kokoro-connect-iori-4508.html">Anime Goodfon</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school/">Kenapa Suka Anime Bergenre Comedy-Romance-School?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengungkapkan Isi Hati Ala Kimi Ni Todoke</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/mengungkapkan-isi-hati-ala-kimi-ni-todoke/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Sep 2019 12:42:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[comedy]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Kimi Ni Todoke]]></category>
		<category><![CDATA[romance]]></category>
		<category><![CDATA[school]]></category>
		<category><![CDATA[slice of life]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2725</guid>

					<description><![CDATA[<p>Akhir-akhir ini, penulis sudah agak jarang menonton anime dengan berbagai alasan. Mungkin, karena tujuan untuk menonton anime itu sendiri sudah tercapai, yakni menemukan inspirasi untuk novel penulis. Walaupun begitu, penulis berusaha menghabiskan daftar anime yang sudah diunduh. Yang terbaru adalah Kimi Ni Todoke atau dalam bahasa Indonesia berarti Menggapaimu. Genre anime ini sendiri merupakan favorit penulis, kombinasi antara slice [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/mengungkapkan-isi-hati-ala-kimi-ni-todoke/">Mengungkapkan Isi Hati Ala Kimi Ni Todoke</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir-akhir ini, penulis sudah agak jarang menonton anime dengan berbagai alasan. Mungkin, karena tujuan untuk menonton anime itu sendiri sudah tercapai, yakni menemukan inspirasi untuk novel penulis.</p>
<p>Walaupun begitu, penulis berusaha menghabiskan daftar anime yang sudah diunduh. Yang terbaru adalah <strong>Kimi Ni Todoke </strong>atau dalam bahasa Indonesia berarti <em>Menggapaimu</em>.</p>
<p>Genre anime ini sendiri merupakan favorit penulis, kombinasi antara <em>slice of life, comedy. school, </em>dan <em>romance</em>. Oleh karena itu, penulis termasuk cepat dalam menamatkan anime yang memiliki dua <em>season </em>ini.</p>
<h3>Ketika Kita Disalahartikan</h3>
<p><div id="attachment_2727" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2727" class="size-large wp-image-2727" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengungkap-isi-hati-ala-kimi-ni-todoke-2-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengungkap-isi-hati-ala-kimi-ni-todoke-2-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengungkap-isi-hati-ala-kimi-ni-todoke-2-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengungkap-isi-hati-ala-kimi-ni-todoke-2-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengungkap-isi-hati-ala-kimi-ni-todoke-2.jpg 1280w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2727" class="wp-caption-text">Sawako dan Teman-Teman (<a href="http://www.anditrisia.com/2014/02/anime-review-kimi-ni-todoke.html">Anditrisia</a>)</p></div></p>
<p><strong>Kuronuma Sawako </strong>merupakan anak SMA yang sebenarnya polos, baik hati, dan rajin. Hanya saja, sikapnya yang pendiam dan misterius membuatnya disalah mengerti oleh teman-temannya.</p>
<p>Apalagi, Sawako mengurai rambut panjang hitamnya yang membuat ia terlihat seperti hantu <strong>Sadako</strong> dari film <em>The Ring</em>. Oleh karena itu, ia sering dipanggil Sadako oleh teman-teman kelasnya.</p>
<p>Tidak hanya sampai di situ, muncul gosip-gosip tentang dirinya yang memiliki kutukan dan mampu melihat hantu. Hal ini semakin membuat Sawako susah menjalin hubungan pertemanan dengan orang lain.</p>
<p>Akan tetapi, ada seorang remaja laki-laki populer (iya, klise) bernama <strong>Kazehaya Shōta </strong>yang memperlakukan Sawako sama dengan teman-teman lainnya. Hal ini membuat Sawako begitu kagum dengan Shota.</p>
<p>Berkat bantuan Shota pula, Sawako mulai memiliki teman dekat seperti <strong>Ayane </strong>dan <strong>Chizu</strong>. Salah satu yang membuat penulis menyukai anime ini adalah unsur persahabatannya yang kental, tidak melulu seputar cinta.</p>
<p>Semenjak itu, Sawako menjadi orang yang lebih terbuka dan berani mengungkapkan isi hatinya kepada orang lain. Ia pun menjalani kehidupan dengan lebih bahagia.</p>
<p>Cobaan menghampiri kehidupan Sawako ketika ada gosip yang membuat persahabatannya dengan Ayane dan Chizu sempat goyah. Penyebar gosip tersebut adalah <strong>Kurumi</strong>, yang merasa cemburu dengan kedekatan Shota dan Sawako.</p>
<p>Pada akhirnya, Kurumi menjadi saingan Sawako untuk mendapatkan Shota. Padahal, waktu itu Sawako belum memahami perasaannya sendiri. Kurumi sendiri telah menyatakan perasaannya ke Shota dan mendapatkan penolakan.</p>
<p>Pada <em>season </em>satu ini, alur cerita lebih mengarah ke bagaimana transformasi Sawako menjadi lebih bisa mengutarakan isi hatinya berkat bantuan Shota dan teman-teman yang lain. Unsur <em>romance-</em>nya bisa dibilang sangat sedikit.</p>
<h3>Salah Paham karena Minim Pengalaman</h3>
<p><div id="attachment_2726" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2726" class="size-large wp-image-2726" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengungkap-isi-hati-ala-kimi-ni-todoke-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengungkap-isi-hati-ala-kimi-ni-todoke-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengungkap-isi-hati-ala-kimi-ni-todoke-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengungkap-isi-hati-ala-kimi-ni-todoke-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengungkap-isi-hati-ala-kimi-ni-todoke-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2726" class="wp-caption-text">Sawako dan Shota (<a href="https://worldwithouthorizons.com/review/manga-review/2011/12/09/kimi-ni-todoke-review/attachment/kimi-ni-todoke-01/">World Without Horizon</a>)</p></div></p>
<p>Nuansa <em>romance </em>baru terasa di <em>season </em>dua, di mana Sawako dan Shota mulai merasa jatuh cinta satu sama lain. Hanya saja, Sawako yang belum pernah mengalami cinta sebelumnya merasa kebingungan.</p>
<p>Hal ini diperparah dengan kehadiran murid baru bernama <strong>Miura </strong>yang suka ikut campur permasalahan orang. Ia membuat Sawako dan Shota salah paham dan merenggangkan hubungan mereka.</p>
<p>Lebih dari setengah dari keseluruhan episode pada anime ini akan membuat penontonnya merasa <em>gregetan</em>. Rasanya ingin masuk ke dalam dunia anime, mempertemukan mereka berdua, dan menjelaskan apa yang sebenarnya tengah terjadi.</p>
<p>Untungnya pada akhirnya, Sawako membulatkan tekad untuk mengungkapkan perasaannya kepada Shota. Pada akhirnya, mereka mengetahui apa yang sama-sama mereka rasakan. <em>Happy Ending!</em></p>
<h3>Belajar Mengungkapkan Isi Hati</h3>
<p>Penulis bisa <em>related </em>ke anime ini karena dirinya juga tipe orang yang susah mengungkapkan isi hatinya. Penulis cenderung memendam segala sesuatunya sendiri.</p>
<p>Walaupun begitu, sebelum menonton anime ini, penulis sudah mulai berusaha untuk lebih terbuka dan mudah bercerita walau baru hanya ke beberapa orang saja.</p>
<p>Itulah pesan yang penulis tangkap dari anime ini, bagaimana kita harus bisa mengungkapkan isi hati kita secara jujur, bukannya ngomel di belakang yang ujung-ujungnya bisa menimbulkan masalah lebih besar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 22 September 2019, terinspirasi setelah menamatkan anime <strong>Kimi Ni Todoke</strong></p>
<p>Foto: <a href="https://www.zerochan.net/415757">Zerochan</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/mengungkapkan-isi-hati-ala-kimi-ni-todoke/">Mengungkapkan Isi Hati Ala Kimi Ni Todoke</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
