Connect with us

Anime & Komik

Beragam Cerita Penuh Warna Ala Clannad

Published

on

Pada dasarnya, hanya ada dua alasan mengapa penulis menonton anime. Pertama, sebagai hiburan karena penulis tidak suka menonton film ataupun serial TV. Kedua, sebagai sarana untuk mencari inspirasi karakter novel.

Alasan tersebut mendasari keputusan penulis untuk mencari anime-anime yang bergenre komedi dengan latar belakang sekolah, karena novel-novel yang penulis buat menggunakan tokoh yang masih SMA.

Akhir-akhir ini, penulis mencoba untuk merambah ke genre romance-comedy karena merasa kesulitan membuat adegan romatis di novel. Oleh karena itu, penulis bisa berkenalan dengan anime yang berjudul Clannad.

Siapa yang menyangka, anime tersebut membawa beragam cerita yang penuh warna.

Tomoya dan Nagisa

Sewaktu mendownload beberapa anime untuk “stok”, penulis memutuskan untuk menonton Clannad terakhir. Tidak ada alasan khusus, hanya mengikuti feeling semata. Salah satu kebiasaan penulis adalah menyimpan yang terbaik hingga saat-saat terakhir, dan ternyata keputusan itu tepat.

Anime ini berpusat pada kehidupan tokohnya yang bernama Tomoya Okazaki, remaja berandalan yang harus hidup bersama ayahnya yang pemabuk. Di saat hari pertama kelas tiga, ia tanpa sengaja bertemu dengan Nagisa Furukawa, yang terpaksa tinggal kelas karena sakit.

Nagisa & Tomoya (hereisgreenwood.blogspot.com)

Nagisa ingin mendirikan klub teater yang ditutup karena kekurangan anggota. Karena Nagisa sangat pemalu, pada akhirnya Tomoya ikut membantu dengan mengumpulkan teman-teman yang sekiranya bersedia membantu Nagisa.

Setelah itu, mereka hampir selalu bersama ke manapun. Bahkan, ketika Tomoya bertengkar dengan ayahnya, ia memutuskan untuk tinggal di rumah Nagisa (iya, orangtua Nagisa, Akio dan Sanae Furukawa, memberi ijin teman anaknya tinggal bersama mereka).

Bermula dari beragam kejadian itulah, tumbuh perasaan cinta di antara keduanya.

Bumbu Supernatural

Penulis sama sekali tidak menduga bahwa anime ini memiliki unsur supernatural, sesuatu yang sebenarnya tidak penulis sukai karena tidak logis. Akan tetapi, adegan supernatural di awal-awal cerita berhasil membuat penulis merasa penasaran.

Tomoya, yang tipikal baik ke semua wanita, bertemu dengan seorang gadis bernama Fuko Ibuki yang sedang duduk sendirian di sebuah kelas. Meskipun seumuran dengan Tomoya, Fuko sangat kekanakan.

Fuko Ibuki (theshadowsoftheday.wordpress.com)

Akan tetapi, hal yang aneh terjadi sewaktu Tomoya dan Nagisa bertemu dengan kakak Fuko, Kouko Ibuki. Dari kakaknya, mereka berdua mengetahui bahwa Fuko yang asli sedang terbaring di rumah sakit dan telah tidak sadarkan diri dalam jangka waktu yang cukup lama.

Penulis sempat merinding ketika menyaksikan bagian ini. Bahkan, tanpa sadar penulis langsung marathon 7 episode untuk membunuh rasa penasaran. Perlahan-lahan, orang yang mengenal Fuko tidak bisa mengingatnya kembali, termasuk Tomoya dan Nagisa.

Akan tetapi, misinya agar teman-teman sekolahnya hadir di pernikahan kakaknya yang diadakan di sekolah berhasil terkabul. Setelah itu, Fuko seringkali tiba-tiba muncul di waktu yang random, hanya sebagai intermezzo.

Bumbu supernatural yang lain adalah adanya roh kucing bernama Katsuki Shima yang bisa berubah wujud menjadi manusia demi menyatakan perasaan tuannya kepada seorang wanita kepala asrama di mana sahabat Tomoya, Youhei Sunohara, tinggal. Ia bernama Misae Sagara.

Katsuki Shima & Misae Sagara (kuranadonodaikazoku.blogspot.com)

Pada akhirnya, roh kucing ini justru jatuh cinta kepada wanita tersebut, walaupun pada akhirnya mereka harus berpisah karena sang kucing tidak bisa terus menerus menjadi sosok manusia. Cerita ini akan diceritakan pada season keduanya.

Namun kesan supernatural yang paling kental adalah adanya semacam adegan tentang seorang gadis yang tinggal sendiri di sebuah dunia, dan hanya ditemani oleh sebuah robot yang bisa bergerak. Adegan ini paling sering membuat penulis jengkel karena tidak paham dengan maksudnya, walaupun misteri ini akan terjawab pada seri keduanya, Clannad After Story.

Dicintai Banyak Wanita

Meskipun pada akhirnya Tomoya memilih Nagisa, sebenarnya banyak sekali wanita di sekelilingnya yang menaruh perasaan kepadanya. Dicintai banyak wanita seperti ini seringkali membuat penulis merasa sebal.

Kotomi Ichinose (nahason-otaku.blogspot.com)

Yang pertama ada Kotomi Ichinose, seorang perempuan jenius yang suka mengurung diri di perpustakaan. Tomoya sering mengunjunginya, mungkin karena merasa kasihan melihat Kotomi yang terlihat kesepian.

Nantinya akan terungkap fakta, bahwa Kotomi adalah teman masa kecil Tomoya dan pernah mengalami peristiwa tragis di masa lalunya.

 

Ryou & Kyou Fujibayashi (reddit.com)

Selanjutnya adalah si kembar Ryou dan Kyou Fujibayashi. Pada awalnya, Kyou yang lebih tua dan lebih pemberani terus berusaha membantu adiknya yang pemalu agar bisa dekat dengan laki-laki yang ia cintai, ya si Tomoya.

Namun saat mereka melihat kenyataan bahwa Tomoya mencintai Nagisa, terungkap bahwa Kyou juga naksir ke Tomoya dan pada akhirnya kedua saudara kembar ini saling menangis dan berpelukan (ha ha ha).

Nanti akan ada episode alternatif di mana Tomoya menjalin hubungan asmara dengan mereka berdua.

Tomoyo Sakagami (theschoolstrees.blogspot.com)

Ada juga adik kelas Tomoya yang bernama Tomoyo Sakagami. Namanya yang mirip sempat membuat bingung penulis.

Ia adalah wanita yang tangguh dan berambisi untuk menjadi ketua OSIS, namun terhalang karena ia telah dicap buruk sebagai mantan anggota sebuah geng berandalan (Youhei sering mendapatkan tendangan maut darinya).

Tomoya sebagai laki-laki yang tidak bisa membiarkan temannya kesusahan (mirip dengan Arata Kaizaki pada anime ReLIFE) tentu membantu Tomoyo agar bisa mendapatkan kepercayaan untuk menjadi ketua OSIS.

Entah ada hubungan romantis di hati Tomoyo, yang jelas ia sering sekali mampir ke rumah Tomoya untuk sekedar membangunkannya karena ia termasuk murid yang paling sering terlambat.

Bahkan, ada episode dunia alternatif di mana Tomoya dan Tomoyo menjadi pasangan. Jika dituliskan pada undangan pernikahan, tentu nama mereka terlihat cocok untuk bersanding.

Yukine Miyazawa (coub.com)

Masih ada beberapa karakter wanita lainnya, seperti adik Youhei yang bernama Mei dan seorang wanita baik hati bernama Yukine Miyazawa. Akan tetapi, peran mereka baru tampak pada sekuelnya.

Penutup

Clannad merupakan anime yang menarik dan penuh warna. Berbagai konflik anak SMA dihadirkan untuk memunculkan rasa penasaran (dan gemas) penontonnya. Tiap tokohnya memiliki karakteristik yang kuat, sehingga penonton tidak akan merasa bingung untuk membedakan mereka.

Komedi yang dihadirkan juga lumayan menggelitik. Untuk kisah romantisnya tidak usah diragukan lagi. Kisah antara Tomoya dan Nagisa benar-benar digambarkan secara kuat, belum lagi perasaan karakter wanita lainnya.

Meskipun berhasil membuat penulis terkesan, tingkatannya masih di tahap biasa saja. Terkadang anime ini juga terasa membosankan dengan adegan-adegan yang seolah diulur-ulur agar durasinya panjang.

Akan tetapi, di sekuelnya yang berjudul Clannad After Story, perasaan dan emosi penulis dicampur aduk sedemikian rupa. Penulis merasakan kesedihan mendalam yang dirasakan oleh karakter-karakternya.

Sekuelnya adalah anime pertama yang berhasil membuat penulis menitikkan air mata.

Bersambung…

 

 

Kebayoran Lama, 20 November 2018, terinspirasi setelah menamatkan anime Clannad

Sumber Foto: moviewnews.blogspot.com

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Anime & Komik

Setelah Attack on Titan Tamat

Published

on

By

Manga yang hype-nya akhir-akhir ini tinggi, Attack on Titan (AoT), akhirnya menyelesaikan chapter terakhirnya di nomor 139. Meskipun sudah banyak beredar bocoran sebelum rilis, fans tetap saja menantikan bagaimana kisah Eren dan kawan-kawan berakhir.

Singkat cerita, manga ini harus berakhir dengan kematian Eren setelah Mikasa memenggal kepalanya. Peristiwa rumbling berhenti total dan para Titan hilang menjadi debu karena Ymir telah terbebas dari penderitaan cintanya ke Raja Fritz.

Fans sendiri terbagi menjadi kedua golongan: yang merasa puas dengan ending-nya dan yang merasa tidak puas dengan ending-nya. Penulis sendiri sebenarnya merasa biasa karena dirinya termasuk fans karbitan. Tapi jika disuruh memilih, mungkin Penulis akan lebih memilih opsi kedua.

HEAVY SPOILER ALERT!!!

Karakter-Karakter yang Selamat

Levi Dipastikan Hidup (Comic Book)

AoT terkenal karena ceritanya yang cukup kelam dan tidak ragu untuk membunuh tokoh-tokoh utamanya. Entah sudah berapa karakter yang membuat fans merasa kehilangan, mulai Erwin hingga Sasha.

Sayangnya, tokoh-tokoh utama (selain Eren) berhasil bertahan hidup. Mikasa, Armin, Levi (walau harus menjadi cacat seumur hidup) bertahan hidup hingga time jump tiga tahun di akhir manganya. Anak kesayangan Isayama, Reiner, juga masih hidup.

Penulis sendiri dari awal berharap Levi akan mati secara heroik di manga ini, mengingat gaya bertarungnya yang kerap mengabaikan keselamatannya sendiri. Sayangnya, hal tersebut tidak terjadi.

Selain itu, Jean, Connie, hingga Gabi yang sempat menjadi Titan pun kembali menjalani hidup seperti biasa. Bahkan, ada adegan di mana Gabi bersama Falco menemani Levi yang duduk di atas kursi roda, menandakan kalau mereka telah berdamai dengan keadaan.

Tentu yang membaca manga maupun menonton anime tahu betapa bencinya Gabi terhadap bangsa Eldian di Pulau Paradis. Penyusupannya ke pulau tersebut hingga melihat bagaimana bangsa yang ia benci berjuang mati-matian melindungi warga dunia nampaknya mengubah persepsinya.

Selain itu, kita bisa melihat beberapa karakter melihat bayangan teman-temannya yang sudah tewas. Levi melihat Hange, Erwin, dan beberapa pasukan pengintai lainnya. Jean dan Connie melihat Sasha tersenyum kepada mereka.

Setelah Rumbling

Rumbling (Otakuverse)

Berbeda dengan Armin yang bertahan di benua utama, Mikasa menghilang dari peristiwa rumbling agar bisa memakamkan Eren dengan layak di tempat favoritnya. Armin pun mengaku kalau dirinya lah yang telah membunuh Eren demi melindungi Mikasa dan Eren.

Setelah itu, Pulau Paradis yang telah mendengar peristiwa rumbling berakhir merasa takut akan ada balas dendam ke mereka. Dengan nama Jaeger Faction, mereka pun mempersiapkan diri untuk menghadapi perang lanjutan.

Hanya saja, Eren telah menghabisi 80% populasi sehingga umat manusia di luar pulau yang tersisa tidak memiliki kekuatan tempur yang memadai. Setelah tiga tahun berlangsung, tidak ada peperangan yang terjadi.

Armin dan kawan-kawan bahkan menjadi duta perdamaian antara kedua belah pihak. Dunia damai yang diharapkan oleh Eren pun (kemungkinan besar) telah tercapai.

Eren yang Tetap Abu-Abu

Tetap Abu-Abu (OKEGUYS.COM)

Penulis pernah menulis artikel Antara Eren, Thanos, dan Hitler yang membahas kesamaan genosida yang dilakukan oleh mereka bertiga. Waktu itu, Penulis mengatakan kalau Eren melakukan rumbling karena ingin melindungi orang-orang yang ada di dalam Pulau Paradis.

Waktu mengetahui Eren melakukan hal yang keji tersebut, banyak yang bertanya-tanya apa yang membuat Eren berubah menjadi tokoh antagonis di season terakhirnya? Jawaban pertanyaan tersebut terjawab di chapter terakhir.

Ternyata, Eren sempat berbicara dengan teman-teman baiknya sebelum mereka berperang melalui Path. Eren menghapus memori tersebut dari mereka dan mengembalikannya setelah kematian dirinya.

Dari sana, kita mengetahui kalau Eren mengambil langkah drastis dengan menghabisi 80% populasi dunia karena telah melihat masa depan ketika menyentuh tangan Historia.

Ia menyakiti perasaan Mikasa dan membuat dirinya dimusuhi oleh rekan-rekannya sendiri demi membuat mereka terlihat sebagai pahlawan. Eren menanggung beban dan dosa itu sendirian. Hal ini tentu saja membuat fans yang mendukung rumbling semakin mengidolakan Eren.

Bagi Penulis, apapun alasannya perbuatan genosida tetap tidak bisa dibenarkan. Oleh karena itu, Penulis menganggap Eren tetap abu-abu hingga akhir hayatnya.

Eren sempat mengatakan kalau dirinya sebenarnya tidak ingin mati dan hidup bahagia bersama teman-temannya. Sayang, penglihatannya di masa depan membuatnya harus mengubur impiannya tersebut.

Ymir yang Terlalu Bucin

Terlalu Bucin (Pinterest)

Alasan kenapa kekuatan Titan masih ada selama 2000 tahun terungkap di sini. Ymir selalu pemilik kekuatan Titan pertama ternyata masih terbelenggu dengan penderitaan cinta.

Ymir ternyata sangat mencintai Raja Fritz, orang yang telah menjadikannya budak dan membuat hidupnya menderita.

What?

Cerita perjuangan manusia bertahan hidup melawan Titan ternyata hanya dikarenakan satu orang yang begitu bucin ke satu orang? Dan bagaimana ia bisa cinta mati kepada orang yang membuatnya dikejar warga satu kampung hingga membuatnya memiliki kekuatan Titan?

Penulis sedikit merasa kesal dengan hal ini, sama seperti ketika Obito mengatakan kalau ia memulai Perang Dunia Ninja Keempat karena Kakashi gagal melindungi Rin. Hanya saja, kisah cinta Ymir dan Raja Fritz lebih susah diterima.

Lantas, Ymir bisa terbebas dari penderitaan tersebut setelah dua tahun ketika melihat Mikasa (yang bucin ke Eren) menebas leher orang yang dicintainya.

What?

Bahkan Eren sendiri tidak tahu mengapa hal tersebut bisa membebaskan Ymir. Apa jangan-jangan Isayama sendiri tidak tahu alasannya sehingga membuat fans berspekulasi sendiri?

Entah ya, Penulis memang fans karbitan, tapi rasanya roman picisan seperti ini kurang cocok untuk dijadikan konklusi cerita.

Akhir yang Terlalu Bahagia

Tetap Jadi Salah Satu Anime Terbaik (Aniraw! – We Share what we got)

Ada banyak teori fans yang terbantahkan, seperti Eren adalah ayah dari anak Historia, cerita AoT adalah looping yang tak terputus, bangsa Eldian di Pulau Paradis akan menjelajah keluar pulau, dan masih banyak lainnya. Di mana ada teori yang terbantahkan, di situ ada penggemar yang kecewa.

Penulis sepakat dengan beberapa fans yang menganggap ending dari AoT terlalu bahagia. Banyak yang berharap kalau manga ini akan memiliki sad ending yang menguras emosi. Memang benar Eren mati, tapi kematiannya diperlukan demi akhir yang bahagia.

Kekecewaan ini sama seperti ketika menamatkan manga The Promised Neverland. Cerita yang penuh perjuangan dan kelam harus berakhir dengan bahagia. Bukannya tidak senang karena karakter-karakter tersebut menjadi bahagia, tapi rasanya kurang pas dengan perjalanan ceritanya.

Banyak yang mengatakan kalau pengorbanan Eren menjadi sia-sia karena ending-nya. Meskipun kurang suka, Penulis merasa kalau pengorbanan Eren masih ada artinya. Ia membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik untuk teman-teman berharganya. Ia membuat dunia terbebas dari kekuatan Titan.

Walaupun begitu, Attack on Titan tetap patut diapresiasi sebagai manga yang memiliki cerita luar biasa. Hajime Isayama selaku pengarangnya telah menyuguhkan kisah yang penuh plot twist dan tidak tertebak.

Setelah Attack on Titan tamat, manga apalagi yang akan membuat kehebohan seperti ini?

Lawang, 10 April 2021, terinspirasi setelah membaca manga Attack on Titan chapter 139

Foto: Wallpaper Cave

Continue Reading

Anime & Komik

Sukses Tanpa Privilege Ala Maito Gai

Published

on

By

Anime shounen (anime yang ditujukan untuk penonton remaja laki-laki) kerap mengangkat tema from zero to hero. Contoh yang paling gampang adalah Naruto.

Karakter utamanya, Naruto Uzumaki, digambarkan ketika kecil hidup sebatang kara dan tidak bisa apa-apa. Ia juga berkali-kali gagal dalam ujian kelulusan akademi.

Walaupun begitu, Naruto tidak menyerah. Singkat cerita, ia terus berlatih untuk mendapatkan kekuatan demi bisa meraih impian terbesarnya: menjadi seorang Hokage.

Apakah ia berhasil? Iya, Naruto berhasil menjadi seorang Hokage berkat kerja kerasnya.

Atau, apakah benar demikian?

Daftar Privilege Naruto Uzumaki

Punya Banyak Privilege (Medium)

Jika ditelisik lebih dalam, sebenarnya Naruto tidak 100% from zero to hero. Ia punya banyak sekali privilege untuk membuatnya bisa sehebat sekarang.

Tidak percaya? Coba saja lihat daftar keistimewaan yang dimiliki Naruto:

  • Anak dari Namikaze Minato, Hokage Keempat
  • Keturunan klan Uzumaki dari ibunya, klan yang terkenal karena memiliki cakra yang melimpah
  • Memiliki Kyuubi di dalam tubuhnya, meskipun butuh waktu untuk bisa menguasai kekuatannya
  • Diajar oleh guru dan murid ayahnya, Jiraiya dan Hatake Kakashi, yang merupakan ninja top markotop
  • Mendapatkan kekuatan dari Rikudou Sennin

Jika benar-benar mencari karakter di anime Naruto yang benar-benar from zero to hero, Penulis lebih memilih Maito Gai yang sangat menginspirasi.

Sukses Tanpa Privilege

Kuat Tanpa Usaha Keras Tanpa Privilege (Naruto Fandom)

Awalnya Maito Gai (atau Might Guy) merupakan salah satu karakter yang kerap diremehkan karena tingkah norak dan konyolnya. Apalagi, model rambutnya mirip anggota band The Changcuters.

Bisa dibilang, sejak lahir Gai tidak punya bakat menjadi seorang ninja. Bagaimana tidak, ia sama sekali tidak bisa menguasai ninjutsu maupun genjutsu.

Sama seperti Naruto, sewaktu kecil ia sering diremehkan dan beberapa kali ditolak masuk ke dalam akademi. Di-bully? Sering sekali.

Walaupun begitu, Gai tidak pernah menyerah. Ia ingin membuktikan bahwa seseorang bisa menjadi ninja meskipun tidak bisa menguasai ninjutsu dan genjutsu.

Berkat dorongan ayahnya yang juga kerap dicap sebagai ninja gagal, ia terus berusaha dan berlatih mati-matian demi menguasai taijutsu.

Waktu itu, ayah Kakashi yang bernama Hatake Sakumo berkata jangan pernah meremehkan Gai. Dengan ketekunan yang dimiliki, ia bisa saja menjadi ninja terhebat mengalahkan Kakashi.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=GU_RiAHR9aY[/embedyt]

Hhal tersebut terbukti dalam pertarungannya melawan Madara Uchiha. Bahkan, Madara yang kerap dijuluki dewa shinobi mengakui kehebatan Gai dengan melabelinya sebagai ninja pengguna taijutsu terkuat.

Penulis selalu merinding ketika menonton ulang pertarungan Gai melawan Madara tersebut. Walaupun lawannya setengah dewa, Gai berhasil membuat Madara kewalahan dan hampir saja memenangkan pertarungan.

Menurut Penulis, Gai Maito adalah contoh sempurna bagaimana kerja keras seseorang bisa membuat kita sukses meskipun minim privilege.

Penutup

Memang, Naruto pun juga memiliki jalan yang panjang dan latihan yang keras. Namun jika dibandingkan dengan Gai, Penulis jelas memilih perjuangan Gai yang benar-benar from zero to hero.

Karakter lain yang juga seperti Gai adalah muridnya sendiri, Rock Lee. Lee juga tidak bisa menguasai ninjutsu maupun genjutsu, hanya bisa berlatih mati-matian untuk menguasai taijutsu.

Dalam kehidupan nyata, sukses tanpa privilege memang susah, lebih susah dari orang yang sejak lahir telah memiliki privilege.

Hanya saja, jangan sampai hal tersebut menjadi alasan agar kita tidak berusaha mati-matian. Apapun hasilnya nanti, yang penting kita sudah berusaha keras untuk mencapainya.

Kita tidak bisa mengendalikan orang lain yang memiliki privilege, tapi kita bisa mengendalikan diri untuk bekerja keras seperti Maito Gai untuk meraih kesuksesan.

Lalu mana yang akan kita pilih, menyerah dengan keadaan atau berusaha sekeras mungkin?

 

NB: Mungkin karena kuatnya Gai inilah ia diceritakan sedang keluar desa ketika Pain menyerang desa Konoha

 

 

 

Lawang, 14 Desember 2020, terinspirasi setelah menonton banyak video pertarungan Gai melawan Madara di YouTube

Foto: Twitter

Continue Reading

Anime & Komik

Antara Eren, Thanos, dan Hitler

Published

on

By

Jika ditanya, siapakah karakter favorit Penulis di anime Attack on Titan? Jawabannya adalah tidak ada. Mungkin karena Penulis termasuk fans karbitan yang mulai mengikuti AoT ketika mau tamat.

Mikasa? Tidak, meskipun banyak yang menjadikannya sebagai waifu, menurut Penulis Mikasa terlalu bucin walau itu ada kaitan dengan klan Ackerman yang disandangnya.

Levi? Tidak juga, walau karakternya yang badass telah menjadi favorit banyak orang. Kekuatannya kerap dianggap overpowered karena mampu menghabisi banyak titan sendirian.

Armin? Tidak juga, walau Penulis kagum dengan kecerdasan yang dimiliki. Jika benar-benar harus memilih, mungkin Penulis justru akan memilih Sasha Braus yang polos dan menggemaskan.

Walaupun begitu, pada tulisan ini Penulis ingin menyoroti sang karakter utama, Eren Yeager, dan korelasinya dengan Thanos dan Hitler.

Genosida Demi Tujuan Baik

Zeke Yeager (Animehunch)

Pada awalnya Eren bekerja sama dengan kakak tirinya, Zeke Yeager, yang berencana untuk memandulkan semua keturunan Ymir Fritz. Rencana ini sering disebut sebagai euthanasia plan.

Sayangnya, Eren berkhianat karena ia punya rencana sendiri: memusnahkan semua umat manusia yang ada di luar Pulau Paradis.

Caranya adalah dengan mengaktifkan kekuatan Founding Titan untuk membangkitkan para Titan raksasa yang selama ini tersembunyi di dinding Pulau Paradis.

Para titan raksasa ini akan berjalan untuk menginjak-injak semua manusia yang ada di luar pulau (disebut sebagai rumbling).

Keputusan ini ia ambil demi kebebasan yang selama ini ia idamkan. Genosida umat manusia yang ada di luar Pulau Paradis ia anggap sebagai satu-satunya cara untuk meraih impian tersebut.

Thanos (Syfy)

Berbicara tentang genosida, tentu kita tidak akan bisa melupakan musuh utama di Marvel Cinematic Universe, Thanos. Ia berambisi untuk mengumpulkan keenam Infinity Stones untuk melenyapkan separuh makhluk hidup di alam semesta.

Tujuannya? Apakah demi kekuasaan? Tidak, ia ingin agar semesta selamat karena jumlah makhluk yang ada telah melebih kapasitas ketika sumber daya yang tersedia begitu terbatas.

Genosida yang dilakukan Thanos dilakukan secara acak tanpa memandang latar belakang korban. Harapannya, separuh makhluk hidup yang selamat akan menjalani hidup yang lebih baik lagi.

Adolf Hitler (Military.com)

Siapa lagi tokoh yang identik dengan genosida? Tentu saja diktaktor Jerman di era Perang Dunia II, Adolf Hitler. Selain melakukan invasi ke berbagai penjuru Eropa, ia juga melakukan pembunuhan massal ke orang-orang yahudi yang dikenal dengan sebutan holocaust.

Kali ini, Penulis tidak menemukan alasan “baik” dari genosida yang dilakukan oleh Hitler selain karena merasa ras Yahudi adalah ras rendahan dan tidak berguna. Selain itu, mereka juga dianggap sebagai biang keladi dari krisis yang dialami oleh Jerman setelah Perang Dunia I.

Mungkin sama seperti Eren, Hitler melakukan itu demi kebaikan bangsa asli Jerman untuk mendapatkan hidup yang lebih baik lagi.

Satu-Satunya Solusi?

Jika bicara tentang kemanusiaan dan hak asasi paling dasar, jelas genosida adalah tindakan biadab yang tidak akan diterima oleh siapapun yang masih memiliki hati nurani.

Menghilangkan satu nyawa saja dosanya sudah tidak terbayangkan, bagaimana dengan genosida yang begitu kejam? Bagaimana dengan pihak keluarga yang ditinggalkan, pasti akan meninggalkan bekas luka yang akan sulit hilang.

Walaupun begitu, hal ini tidak dirasakan oleh Eren, Thanos, dan Hitler. Genosida dianggap menjadi satu-satunya solusi untuk masalah yang mereka hadapi.

Jika mengesampingkan masalah kemanusiaan, sebenarnya apa yang ditawarkan Thanos masuk akal. Manusia dan makhluk hidup lainnya terus berkembang biak tanpa batas ketika sumber daya serba terbatas.

Ambil contoh Indonesia. Jumlah penduduknya sekitar 250 juta. Bayangkan jika separuhnya hilang, sumber daya yang digunakan dan beban negara berkurang setengahnya.

Bisa jadi tidak akan ada lagi orang yang kelaparan dan tidak punya tempat tinggal. Semua bisa hidup sejahtera selama tidak ada orang yang serakah.

Bagaimana jika genosida diberlakukan untuk orang-orang brengsek yang menyusahkan banyak orang? Koruptor misalnya, siapapun yang mencuri rakyat masuk ke dalam daftar orang yang akan dihabisi.

Imajinasi yang liar ini nampaknya disudahi sampai sini saja…

Penutup

Mau apapun alasannya, menurut Penulis, genosida yang dilakukan oleh Eren, Thanos, dan Hitler tidak bisa dibenarkan. Nyawa manusia bukan sesuatu yang bisa dilenyapkan begitu saja.

Untunglah genosida yang dilakukan oleh Eren dan Thanos hanya terjadi di dunia anime dan film, sedangkan kekejian Hitler telah terjadi di masa lampau.

Semoga saja di masa depan tidak ada tokoh yang ingin melakukan genosida demi “kebaikan bersama”.

 

 

Lawang, 30 Desember 2020, terinspirasi setelah mengetahui rencana Eren untuk melakukan rumbling

Foto: Amino Apps

Sumber Artikel: Voi

Continue Reading

Sedang Trending

Copyright © 2021 Whathefan