Connect with us

Anime & Komik

Kecemasan Sosial ala Komi Can’t Communicate

Published

on

komi can't communicate

Sudah agak lama tidak menonton anime, Penulis memutuskan mencoba untuk menontonnya lagi untuk mengisi waktu luang. Genre yang Penulis pilih tetap seperti biasa, comedy-romance yang ceritanya santai dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Salah satu rekan kantor Penulis pernah memberikan saran sebuah anime yang berjudul Komi-san wa, Comyushou desu atau Komi Can’t Communicate. Dari premisnya, Penulis mengetahui kalau ceritanya berpusat pada seseorang yang mengalami kecemasan sosial.

Karena topiknya beririsan dengan mental health, Penulis pun memutuskan untuk menonton serial anime yang satu ini. Setelah menonton, pendapat Penulis bisa dibilang cukup campur aduk.

Kecemasan Sosial yang … Berlebihan?

komi can't communicate
Komi dan Tadano (Sportskeeda)

Anime ini dibuka melalui sudut pandang main character yang terasa seperti side character, Hitohito Tadano. Ia adalah siswa SMA Itan yang terlihat rata-rata dan tidak menonjol sama sekali, bahkan sering terkesan kalau dia mudah sekali untuk diabaikan.

Sebaliknya, teman sebangkunya Shouko Komi adalah gadis remaja yang begitu populer dan terlihat sempurna. Ia cantik, anggun, dan pintar. Semua teman sekolah begitu kagum padanya, hingga ada yang menganggapnya sebagai dewi.

Namun di balik kesempurnaannya, Komi sebenarnya memiliki masalah¬†kecemasan sosial yang parah hingga tidak mampu berkomunikasi dengan orang lain. Sekadar menyapa “hai” saja tidak sanggup. Nah, hanya Tadano-lah yang menyadari hal ini.

Setelah itu, Tadano pun jadi memahami Komi sebenarnya ingin bisa memiliki 100 teman. Ia pun bertekad untuk membantu Komi meraih impiannya tersebut dan dimulailah “petualangan” mereka!

komi can't communicate
Extreme Social Anxiety (Chapteria)

Plot cerita di atas sebenarnya menarik dan unik karena Penulis belum pernah menemukan anime yang mengangkat masalah anxiety yang ekstrem seperti ini. Bahkan, Penulis belum pernah bertemu seseorang di dunia nyata yang memiliki kecemasan sosial separah itu.

Di animenya, selalu ada narator yang menyebutkan bahwa orang yang mengalami kecemasan sosial seperti Komi sebenarnya bukan tidak ingin bersosialisasi dengan orang lain, melainkan karena memang tidak bisa.

Tidak hanya tidak mampu untuk bercakap, Komi pun kerap gugup dan gemetar ketika berhadapan dengan orang lain. Berkat bantuan Tadano, tabiat ini bisa dikurangi meskipun ia tetap membutuhkan media buku dan alat tulis untuk bisa berkomunikasi dengan temannya.

Oleh karena itu, Penulis pun kadang merasa kalau kecemasan sosial yang dialami Komi sedikit berlebihan. Apalagi, tidak ada (atau setidaknya belum ada) latar yang kuat mengapa Komi bisa seperti itu. Apakah karena trauma di masa lalu?

Apalagi, Komi adalah gadis yang cantik. Jika hidup di dunia nyata, mungkin ia akan mudah viral di TikTok atau diangkat menjadi brand ambassador tim esports. Itu mungkin akan membantunya untuk bisa berkomunikasi lebih baik dengan orang lain.

Beberapa Teman yang Sudah Didapatkan Komi

komi can't communicate
Najimi Osana (CBR)

Berkat bantuan Tadano, Komi pun perlahan bisa menjalin pertemanan dengan orang lain. Teman masa kecil Tadano yang supel, Najimi Osana, menjadi teman lain pertama Komi setelah Tadano. Sayangnya, Penulis merasa risih karena gendernya yang tidak jelas.

Selain itu, ada juga Ren Yamai yang memiliki obsesi berlebihan dan tidak sehat kepada Komi (satu lagi yang membuat Penulis merasa kurang nyaman). Karakter yandere yang dimilikinya terasa menyeramkan dan ia pun tak segan menyakiti orang yang dekat dengan Komi.

Nama-nama lain yang sering muncul dan telah menjadi teman Komi adalah Omoharu Nakanaka yang punya sindrom chuunibyo, Himiko Agari yang masokis, Makeru Yadano yang menganggap Komi sebagai rivalnya, dan masih banyak lagi karakter-karakter unik yang menjadi teman Komi.

Apakah anime ini akan tamat ketika Komi berhasil mendapatkan targetnya mendapatkan 100 teman? Bisa jadi. Pada akhirnya, mungkin Komi bisa mengatasi masalah berkomunikasinya dan akhirnya bisa melakukan percakapan kecil dengan teman-temannya tanpa bantuan alat tulis.

Selain itu, bumbu romansa antara Komi dan Tadano pun perlahan mulai terlihat. Tadano memiliki semacam inferior complex yang membuatnya tidak percaya diri dan merasa tidak pantas untuk memiliki hubungan romantis dengan perempuan secantik Komi. Sebaliknya, Komi sendiri belum yakin dengan perasaannya sendiri ke Tadano.

Apakah mereka akan berakhir menjadi sepasang kekasih? Jika melihat kebiasaan anime-anime yang pernah Penulis tonton dengan genre seperti ini, biasanya akan memiliki akhir yang menggantung dan diserahkan kepada penonton.

Penutup

Komi Can’t Communicate adalah anime yang memiliki premis menarik karena mampu mengemas masalah kecemasan sosial (yang mungkin banyak dialami oleh orang introvert) dengan tidak membosankan dan ringan. Bumbu komedi dan romance yang dimiliki tidak berlebihan dan terasa pas untuk dinikmati dengan santai.

Hanya saja, Penulis merasa risih dengan beberapa karakter yang ada di dalamnya. Anime ini berpotensi untuk memiliki lebih banyak lagi karakter karena Komi memiliki target 100 teman, sehingga Penulis harap tidak ada lagi karakter yang bisa membuat risih.

Untuk penggemar genre slice of life, anime ini jelas layak untuk dicoba. Season keduanya sedang mengudara tahun ini, jadi mungkin waktu yang tepat untuk segera maraton dari season pertamanya.


Lawang, 1 Juni 2022, terinspirasi setelah menonton anime Komi Can’t Communicate

Foto Banner: Gowapos

Anime & Komik

Bagaimana Mr. Satan (Benar-Benar) Menyelamatkan Dunia Dua Kali

Published

on

By

Di antara semua karakter yang ada di waralaba Dragon Ball, bisa dibilang karakter Mr. Satan (Hercule) menjadi salah satu yang paling dianggap tidak berguna, bahkan hingga dibenci. Karakternya yang tidak jujur, halu, dan culas menjadi beberapa faktor utamanya.

Bagaimana tidak, setelah kekalahan Cell di tangan Gohan, justru Mr. Satan yang mendapatkan kreditnya. Penduduk bumi, yang sejujurnya sangat tidak kritis (kalau tidak mau dibilang tolol) percaya saja dengan bualan-bualannya.

Ketidakbergunaan Mr. Satan pun tercermin dalam game Dragon Ball Budokai Tenkaichi 3, di mana karakternya menjadi salah satu yang paling tidak enak untuk digunakan. Bahkan, tak jarang pukulannya tidak menghasilkan damage sama sekali.

Namun, terlepas dari hal negatifnya tersebut, Mr. Satan harus diakui telah setidaknya dua kali membantu menyelamatkan dunia secara tidak langsung. Hal ini membuat statusnya yang dianggap sebagai pahlawan memang layak untuk disematkan.

Penyelamatan Dunia Pertama: Membawa Kepala Android 16 ke Gohan

Mr. Satan Membawa Kepala Android 16 (GameRant)

Kemunculan perdana Mr. Satan di waralaba Dragon Ball adalah ketika Cell Saga, tepatnya saat Cell menggelar turnamen Cell Games. Sebenarnya, invitasi yang disebar oleh Cell ditujukan untuk Goku dan kawan-kawan. Namun, Mr. Satan tiba-tiba muncul dari antah berantah.

Sebagai juara ke-24 turnamen bela diri Budokai Tenkaichi, Mr. Satan cukup besar kepala dan merasa mampu mengalahkan Cell dengan mudah. Bahkan, ia menjadi penantang pertama sebelum Goku naik ke atas ring.

Tentu saja pukulan yang diberikan oleh Mr. Satan sama sekali tidak menghasilkan damage ke Cell, yang akhirnya melontarkannya jauh hingga menabrak gunung. Ajaibnya, ia masih berhasil selamat dari serangan tersebut.

Cell Melempar Mr. Satan (Fandom)

Lantas, setelah Goku dan kawan-kawannya mulai bertarung dengan serius melawan Cell, Mr. Satan lebih banyak bersembunyi bersama reporter yang meliput turnamen tersebut dari awal. Mereka hanya menonton dari jauh saja, di mana Mr. Satan lebih bertindak sebagai komentator.

Peran Mr. Satan baru muncul ketika Android 16 gagal meledakkan dirinya bersama Cell. Kepalanya secara kebetulan terlempar ke arah Mr. Satan. Android 16 pun meminta bantuan Mr. Satan untuk membawa kepalanya tersebut ke hadapan Gohan yang terlihat tidak punya motivasi untuk bertarung.

Dengan “gagah berani,” Mr. Satan pun membawa kepala tersebut agar mendekat ke Gohan. Setelah mengucapkan beberapa kalimat ke Gohan, Cell menghancurkan kepala tersebut dan memicu perubahan Gohan menjadi Super Saiyan 2 yang legendaris.

Gohan Tidak akan Berubah Menjadi Super Saiyan 2 Tanpa Mr. Satan (CBR)

Jika Gohan tidak berubah menjadi Super Saiyan 2, mungkin bumi tidak akan pernah selamat. Karakter lain seperti Vegeta dan Trunks pun terlihat tidak berdaya ketika hanya berhadapan dengan Cell Jr.

Oleh karena itu, secara tidak langsung Mr. Satan pun membantu menyelamatkan dunia berkat keberaniannya membawa kepala Android 16 ke dekat Gohan. Hanya saja, ia mengambil semua kredit dan mengaku sebagai orang yang mengalahkan Cell.

Penyelamatan Dunia Kedua: Menyuruh Penduduk Bumi Memberikan Energi ke Goku

Mr. Satan Geram dengan Kelakuan Penduduk Bumi (Tumblr)

Berkat bualannya sebagai sosok yang mengalahkan Cell, Mr. Satan pun dalam sekejap menjadi pahlawan yang dielu-elukan oleh penduduk bumi. Ia menjadi bak selebriti yang popularitasnya begitu tinggi.

Lantas, muncullah turnamen Budokai Tenkaichi ke-25, di mana Mr. Satan adalah juara bertahannya. Bedanya, kali ini para Fighter Z seperti Vegeta dan Gohan akan ikut serta. Bahkan, Goku yang sudah meninggal saat Cell Saga pun akan berpartisipasi.

Namun, jelang turnamen tersebut, muncul Kaio-shin yang mengabarkan kalau penyihir jahat Babidy sedang berada di Bumi untuk membangkitkan monster jahat bernama Majin Buu. Turnamen tersebut pun menjadi kacau balau, tetapi Mr. Satan berhasil mempertahankan gelarnya berkat Android 18 yang berhasil memerasnya.

Mr. Satan yang Bersahabat dengan Majin Buu (CBR)

Pada akhirnya Majin Buu berhasil bangkit dan membuat kerusakan di dunia. Mr. Satan, yang menjadi harapan penduduk bumi, lantas datang ke kediaman Majin Buu untuk berusaha membunuhnya. Apa daya, semua cara yang ia lakukan sama sekali tidak memiliki dampak.

Untungnya, Majin Buu justru terlihat menyukai Mr. Satan dan tidak membunuhnya. Bahkan, ketika Mr. Satan menasehati Majin Buu untuk tidak membunuh lagi, nasehat tersebut dituruti begitu saja. Kedamaian pun seolah benar-benar dibawa oleh Mr. Satan.

Sayangnya, segerombolan penjahat tiba-tiba datang ke tempat Majin Buu dan menembak anjing peliharaannya dan Mr. Satan. Majin Buu yang sangat marah akhirnya melepas energi jahat yang menjadi sisi lain Buu. Majin Buu pun kalah, dan Buu jahat menjadi versi yang lebih sempurna (Super Buu).

Majin Buu vs Evil Buu (CBR)

Singkat cerita, banyak pihak yang berhadapan dengan Super Buu ini, mulai dari Gotenks (fusion dari Goten dan Trunks) hingga Ultimate Gohan. Namun, semua berhasil diserap oleh Buu dan membuatnya makin kuat.

Pada akhirnya, Goku dan Vegeta (yang dibangkitkan setelah kematiannya dalam upaya membunuh Majin Buu) melakukan fusion dan menjadi Vegito. Dengan mudah, Vegito mampu mengalahkan Super Buu, bahkan menyelamatkan mereka yang telah dihisap.

Tidak hanya itu, Vegeta yang melihat ada sosok Majin Buu di dalam tubuh Super Buu pun mencopotnya dari tubuh Buu. Hal tersebut membuat Super Buu kehilangan dirinya dan bertransformasi menjadi Kid Buu, varian Buu paling kuat.

Kid Buu (CBR)

Kid Buu yang tidak berperasaan tersebut pun langsung ingin menghancurkan bumi. Goku, yang ingin mengambil tubuh Gohan, Goten, Trunks, dan Picollo, melihat Mr. Satan dan Dende yang berada di dekat mereka. Tanpa pikir panjang, Goku pun menyelamatkan mereka berdua, tapi Gohan dan lainnya jadi tertinggal.

Pertarungan pun berpindah ke Dunia Kaio. Ada yang menarik di tengah-tengah pertarungan, di mana Kid Buu yang terlihat akan menyerang Mr. Satan tiba-tiba menghentikan serangannya. Ternyata, itu dikarenakan Majin Buu yang masih ada di dalam dirinya. Setelah itu, Kid Buu pun mengeluarkan Majin Buu dari dalam dirinya.

Pertarungan sengit pun terus terjadi. Vegeta sadar bahwa satu-satunya cara mengalahkan Kid Buu adalah dengan menggunakan Spirit Bomb dengan meminta bantuan energi dari seluruh penduduk bumi. King Kai yang mendengar ide ini pun menghubungkan Vegeta dengan penduduk bumi melalui telepati.

Super Spirit Bomb Berkat Bantuan Mr. Satan (YouTube)

Hanya saja, karena dasarnya Vegeta payah dalam hal public relation, hanya sedikit penduduk bumi yang memberikan energinya. Ketika Goku yang memohon pun masih sedikit yang berkenan memberikan energinya.

Geram dengan hal tersebut, Mr. Satan yang juga berada di Dunia Kaio pun berteriak dan memerintahkan semua penduduk bumi untuk memberikan energinya. Sontak saja, semua memercayai Mr. Satan dan memberikan energinya.

Goku pun berhasil memusnahkan Kid Buu berkat bantuan Mr. Satan. Sebagai tambahan, Mr. Satan juga dengan berani menggendong Vegeta agar tidak terkena serangan Spirit Bomb dari Goku. Bahkan, Goku pun mengakui kalau Mr. Satan benar-benar penyelamat dunia.

Penutup

Terlepas dari “jasanya” dalam menyelamatkan bumi dan sisi negatifnya yang membohongi hampir seluruh penduduk bumi, pada dasarnya Mr. Satan memang lebih kuat di atas rata-rata manusia biasa.

Selain memegang titel sebagai juara dunia Budokai Tenkaichi ke-24 (juara dunia ke-23 adalah Son Goku), Mr. Satan juga terbukti berhasil bertahan dari pukulan Cell dan Kid Buu tanpa mati. Ini menunjukkan daya tahannya yang luar biasa.

Mungkin jika dibandingkan dengan Krilin, Tien Shinhan, bahkan Yamcha sekalipun, kekuatan Mr. Satan tetap jauh di bawah mereka. Namun, harus diakui kalau peran Mr. Satan bisa jadi lebih besar dibandingkan karakter lain, terutama di “Cell Saga” dan “Buu Saga.”

Yang jelas, di balik sikapnya yang pandai membual, suka halu, dan tebal muka, Mr. Satan tetap harus diberi kredit sebagai sosok yang mampu diandalkan di saat-saat genting. Tanpa kehadirannya, cerita Dragon Ball mungkin tidak akan seperti yang kita ketahui sekarang.


Lawang, 24 Maret 2024, terinspirasi setelah menyadari betapa pentingnya peran Mr. Satan dalam anime Dragon Ball

Foto Featured Image: GameRant

Continue Reading

Anime & Komik

Terima Kasih, Akira Toriyama, Selamat Jalan

Published

on

By

Jumat (8/3) kemarin, mangaka yang menciptakan Dragon Ball, Akira Toriyama, menghembuskan napas terakhirnya di usia 68 tahun. Ia meninggal dunia akibat acute subdural hematoma, sejenis pendarahan di otak.

Hal ini tentu mengejutkan banyak pihak, apalagi Toriyama kerap disebut sebagai inspirasi dari banyak mangaka shounen modern seperti Masashi Kishimoto (Naruto) dan Eiichiro Oda (One Piece). Tentu saja, penggemar Dragon Ball seperti Penulis pun juga turut terkejut.

Oleh karena itu, dalam rangka mengenang Akira Toriyama yang karyanya Penulis begitu nikmati, Penulis ingin berbagi sedikit mengenai Dragon Ball, mulai dari awal pertemuannya hingga mengapa Penulis begitu menyukainya.

NB: Penulis akan lebih banyak membahas hingga Dragon Ball Z saja. Dragon Ball GT, Dragon Ball Super, Dragon Ball Heroes, hingga Dragon Ball Daima yang akan datang tidak akan banyak Penulis bahas

Dari Mana Penulis Mengenal Dragon Ball?

Salah Satu Adegan Awal di Dragon Ball (Rolling Stones)

Sejujurnya, Penulis sendiri tidak terlalu ingat dari mana dirinya bisa berkenalan dengan Dragon Ball. Bisa jadi awal mulanya dari tayangnya anime ini di Indosiar dan Animax, tapi bisa juga Penulis mengetahuinya dari komik, khususnya volume 17 yang dimiliki.

Penulis juga sempat bermain game Dragon Ball bergenre RPG yang sampai sekarang tidak pernah menemukannya lagi. Game tersebut hanya menceritakan “Saiyan Saga”, yang menjadi saga favorit Penulis, dan menyelipkan beberapa potongan animenya.

Penulis sempat mengikuti serinya secara rutin ketika tayang di Animax, itu pun hanya seri Dragon Ball saja. Baru ketika ada Dragon Ball Z Kai di Animax, Penulis mengikuti ceritanya, itu pun hanya sampai “Cell Saga” dan tidak nonton yang benar-benar lengkap.

Untuk skala yang lebih besar, Penulis mengetahui kisah-kisah Dragon Ball justru dari seri game Dragon Ball Z: Budokai Tenkaichi. Kebetulan, Penulis memainkan seri kedua dan ketiganya, bahkan terkadang masih main hingga sekarang melalui emulator.

Gara-gara game tersebut, Penulis juga jadi mengetahui kisah-kisah non-canon yang hanya muncul di filmnya, karena Penulis tidak pernah menonton film-filmnya. Kisah di Dragon Ball GT pun juga Penulis ketahui dari game ini.

Tidak hanya dari seri Budokai Tenkaichi, Penulis juga bermain Dragon Ball Sagas yang juga kerap menyelipkan potongan-potongan dari animenya. Apalagi, game ini juga lebih runtun dan jelas dalam menceritakan kisah Dragon Ball dibandingkan Budokai Tenkaichi.

Namun, dari semua penjabaran di atas, Penulis benar-benar tidak tahu media mana yang pertama dikonsumsi hingga membuatnya menjadi begitu suka Dragon Ball. Tahu-tahu sudah suka hingga sekarang, bahkan hingga mengoleksi action figure-nya.

Mengapa Suka Dragon Ball?

Penuh Adegan Fighting yang Seru (Pinterest)

Sebagai “sepuhnya” anime dan manga shounen, plot cerita yang dimiliki oleh Dragon Ball bisa dibilang lurus-lurus saja tanpa banyak plot twist, tidak seperti Naruto atau One Piece yang terkadang bisa membuat penggemarnya tercengang karena twist ceritanya.

Pada awalnya, Dragon Ball hanya berpusat pada pencarian ketujuh Dragon Ball yang bisa mengabulkan permintaan apapun. Dalam perjalanannya, musuh yang dihadapi pun bermacam-macam, mulai Emperor Pilaf hingga King Piccolo.

Lalu ketika berpindah ke Dragon Ball Z, cerita sudah tidak berkutat pada petualangan mencari Dragon Ball. Kali ini, Goku dan kawan-kawan harus menghadapi ancaman yang mengintai bumi, dan nantinya, alam semesta.

Tentu mereka selalu bertemu dengan lawan yang kuat, hingga para karakter utamanya akhirnya berhasil membuka kekuatan baru dan melampaui musuhnya tersebut sehingga dunia kembali aman.

Lawan yang muncul pun, secara kebetulan, tingkat kekuatannya secara bertahap. Diawali dari Raditz dan Vegeta, lalu bertemu dengan Frieza dan pasukannya, para Android dan Cell, hingga kebangkitan Buu di akhir cerita Dragon Ball Z.

Penulis sering membayangkan, bagaimana jadinya jika Buu bangkit ketika Goku baru saja menikah dan memiliki anak Gohan. Tentu Goku dan alam semesta tidak akan selamat, bahkan Frieza pun akan dengan mudah dikalahkan. Yah, namanya juga kebutuhan cerita.

Lantas, jika ceritanya monoton dan repetitif, mengapa Penulis begitu menyukainya? Ada beberapa alasannya, seperti memang telah mengikuti serialnya dari kecil, kerap memainkan game-nya, adegan fighting yang seru, karakter (dan transformasi) yang keren, dan lainnya.

Namun, rasanya yang paling berkesan dari Dragon Ball adalah bagaimana serial tersebut mampu menjadi pionir sebagai anime shounen dan bagaimana ia bisa bertahan selama puluhan tahun. Hingga saat ini, masih banyak penggemarnya di seluruh dunia, termasuk Penulis.

Dragon Ball kerap menjadi inspirasi banyak kreator lain. Selain yang sudah Penulis sebutkan di atas, coba saja tonton serial Gintama. Ada banyak adegan komedi yang terinspirasi dari Dragon Ball. Ingat, ini hanya contoh kecil dari seberapa besar pengaruh serial ini.

Siapa yang Menjadi Karakter Favorit?

Super Vegeta (Devianart)

Dalam tulisan lama di blog ini, Penulis telah menyebutkan kalau karakter favoritnya di Dragon Ball adalah Vegeta. Pangeran Saiyan ini adalah tipikal tsundere yang harga dirinya selangit. Ambisinya hanya berkutat pada ingin menjadi yang paling kuat di alam semesta. Hal tersebut bisa terlihat dari Saga utama Dragon Ball.

Di “Saiyan Saga” dan “Frieza Saga”, ia berambisi untuk menjadi abadi agar bisa terus bertarung. Di “Cell Saga”, ia membiarkan Cell untuk masuk ke mode Perfect-nya. Di “Buu Saga”, ia sengaja berubah menjadi Majin agar bisa mendapatkan kekuatan besar untuk mengalahkan Goku.

Character development-nya bisa dibilang salah satu yang terbaik di sepanjang serial. Berawal dari musuh yang menyerang bumi, Vegeta berubah sepanjang seri, dari sekutu hingga akhirnya menjadi family man di serial Dragon Ball Super.

Nama jurusnya pun bisa dibilang salah satu yang paling keren di antara karakter lainnya, mulai dari Big Bang Attack, Final Flash, hingga Final Shine Attack. Semua adalah tipikal serangan jarak jauh yang melontarkan energi.

Penulis bisa mengetahui banyak jurus Vegeta juga dari Budokai Tenkaichi 3. Kebetulan, Vegeta adalah salah satu karakter favoritnya untuk digunakan, terutama Super Vegeta dan Super Saiyan 4 Vegeta. Penulis sampai memiliki action figure keduanya dengan pose Final Flash.

Karakter lain yang kerap Penulis pilih dalam game tersebut adalah Burter yang lincah, Super Trunks yang bulky, Super Saiyan 4 Gogeta yang overpowered, dan Kid Buu yang juga sangat enak untuk digunakan.

Kalau ditanya tentang scene favoritnya, mungkin pertarungan perdana antara Goku dan Vegeta menjadi jawabannya. Selain melekat karena game Dragon Ball RPG yang sudah Penulis sebutkan di atas (karena menjadi klimaksnya), pertarungan tersebut juga bisa dibilang sangat ikonik.

Untuk adegan pertarungan lain, tentu saja Goku vs Frieza harus disebutkan karena itu adalah kali pertama Goku berubah menjadi Super Saiyan. Pertarungan final melawan Cell dan Buu juga seru, tapi tidak akan bisa mengalahkan pertarungan tersebut.

Selain itu, ada beberapa adegan minor yang juga Penulis suka, mulai dari Picollo yang mengorbankan diri untuk melindungi Gohan di “Saiyan Saga”, Tien Shinhan yang menahan Cell agar tidak bisa menangkap Android 18, hingga Vegeta yang akhirnya mengakui kalau Goku lebih kuat dari dirinya.

Penutup

Akira Toriyama memang sudah meninggalkan kita. Namun, legasinya Penulis yakin masih akan bertahan hingga nanti. Penulis pun kemungkinan besar akan mengenalkan serial ini ke anaknya nanti, memperlihatkan sebuah serial legendaris yang menginspirasi banyak orang.

Dragon Ball bukan hanya sekadar serial anime, bukan juga hanya sekadar tumpukan komik. Dragon Ball telah menjadi sebuah fenomena yang tidak bisa disamai oleh serial sejenis. Waralaba ini akan selalu punya tempat spesial di hati para penggemarnya.

Selamat jalan Akira Toriyama, terima kasih atas karyamu yang sudah menghibur dan menginspirasi Penulis.


Lawang, 10 Maret 2024, terinspirasi setelah mendengar berita kematian Akira Toriyama

Sumber Artikel: BBC

Continue Reading

Anime & Komik

Pemimpin Boneka ala Mizukage Keempat

Published

on

By

Serial Naruto memiliki banyak karakter dengan kisah yang tragis dan memilukan. Contoh paling mudah adalah Itachi Uchiha, yang menanggung beban berat dengan membantai seluruh anggota klannya (termasuk orang tuanya) demi kepentingan desanya.

Karakter utamanya, Naruto Uzumaki, juga memiliki masa lalu yang kelam di mana dirinya tinggal sebatang kara dan dimusuhi oleh semua orang karena menjadi jinchuriki (wadah) dari monster yang menyerang desa Konoha, Kyuubi.

Namun, Penulis menemukan ada satu tokoh yang kehidupannya juga lumayan tragis, tapi jarang disorot karena memang di manga hanya muncul sebentar. Ia adalah Yagura Karatachi, Mizukage Keempat Kirigakure.

Kehidupan Awal Yagura Sebagai Seorang Jinchuriki

Saat Berhadapan dengan Itachi (Fandom)

Seperti banyak jinchuriki lainnya, Yagura juga terpilih sejak usia muda. Setelah kematian Rin Nohara di tangan Kakashi, Kirigakure berhasil memiliki Sanbi atau Ekor Tiga, yang di manga kita pernah melihatnya dikalahkan oleh Deidara dan Tobi (Obito).

Berdasarkan cerita dari Zabuza Momochi, kita mengetahui kalau Kirigakure menerapkan sistem yang kejam pada sistem akademinya, di mana mereka harus saling membunuh satu sama lain agar bisa lulus. Itulah yang juga terjadi pada Yagura.

Yagura adalah shinobi yang berbakat, bahkan ia bisa mengendalikan bijuu yang disegel di dalam dirinya dan mampu menggunakan kekuatannya dengan kendali penuh. Ini jarang yang terjadi, bahkan Gaara ketika berhadapan dengan Naruto harus menghilangkan kesadarannya.

Dengan kemampuannya tersebut, tak heran jika ia berhasil menjadi Mizukage Keempat di Kirigakure. Ia memiliki misi mulia untuk mengubah citra kejam desanya dan menyatukan pulau-pulau yang ada di Negeri Air.

Ia juga berhasil menangkap bahkan membunuh shinobi jahat seperti Juzo dari Akatsuki, bahkan sempat menyudutkan Itachi. Dalam pertarungan, Yagura termasuk tipe yang straight to the point dan tak segan untuk membunuh lawannya.

Niat Merevolusi, Malah Jadi Boneka

Dikendalikan oleh Obito (Pinterest)

Sayangnya, revolusinya tersebut terhenti ketika ia bertemu dengan anggota Akatsuki lainnya, termasuk Obito Uchiha yang saat itu mengaku sebagai Madara Uchiha. Yagura pun dikendalikan oleh Obito menggunakan genjutsu dan menjadikannya sebagai boneka.

Alhasil, Obito pun secara tidak resmi memimpin Kirigakure dengan tubuh Yagura. Revolusi yang dicanangkan Yagura dihapuskan, dan kebijakan-kebijakan kejam kembali diberlakukan di desa tersebut.

Di bawah pengaruh Obito, Yagura justru jadi diingat karena mengeksploitasi uang dari kaum lemah dan tidak menerima adanya perbedaan pendapat (baca: otoriter). Istilah “Bloddy Mist” pun menjadi populer dan tersebar ke seluruh negara dan desa.

Obito juga membubarkan Tujuh Pendekar Ninja dari desa Kabut, yang membuat Zabuza melakukan kudeta yang sayangnya bisa digagalkan. Zabuza pun berhasil kabur, dan ditakdirkan untuk menjadi lawan pertama Naruto dan tim 7.

Selain sistem akademi yang telah disebutkan di atas, Obito juga mengeluarkan kebijakan untuk membantai siapapun yang membelot. Kisame Hoshikagi sangat mematuhi kebijakan ini, sehingga ia membunuh semua rekan timnya yang membelot.

Obito sangat memuji tindakan Kisame ini, hingga akhirnya ia menunjukkan jati dirinya. Kisame yang begitu terkesima melihat sosok di balik pemimpin boneka tersebut pun langsung bergabung dengan Akatsuki dan menjadi salah satu anggota yang paling loyal

Akhir Hidup Yagura

Yagura Saat Dibangkitkan di Perang Dunia Ninja Keempat (Fandom)

Berbagai kebijakan kejam yang keluar di era kepemimpinan Yagura membuat penduduk desa membuat kesimpulan kalau ada sosok yang memengaruhinya. Setelah bertahun-tahun dikuasai oleh Akatsuki, ia akhirnya terbebas dari genjutsu Obito setelah Ao menggunakan mata Byakugan-nya.

Sayangnya, efek genjutsu yang terlalu lama ternyata berdampak buruk bagi Yagura. Begitu terbebas, ia langsung merenggang nyawa. Ada juga kemungkinan karena Ekor Tiga diambil dari tubuhnya. Yang jelas, kematiannya terjadi tak lama sebelum ujian chunin gabungan di desa Konoha dimulai.

Namun, Yagura berhasil menyadarkan penduduk Kirigakure untuk meninggalkan segala legasi buruk dari pemimpin sebelumnya. Mizukage Kelima, Mei Terumi, menjadi sosok pertama yang berusaha melanjutkan usaha Yagura dan bisa dianggap lumayan berhasil.

Yagura memiliki seorang cucu bernama Kagura, yang menjadi penasehat Mizukage Keenam, Chojuro, di serial Boruto. Sayangnya, sisi kelam Yagura masih begitu menempel pada penduduk desa, sehingga Kagura kerap menerima kebencian atas apa yang tidak dilakukan oleh kakeknya.

Penutup

Kehidupan kelam yang harus dialami Yagura hingga harus menjadi pemimpin boneka memang tragis. Niat baiknya terhalang oleh kemunculan sosok yang ingin mengendalikan Kirigakure dengan tangan besi demi keuntungannya sendiri.

Citra Yagura pun menjadi buruk hingga akhir hayatnya, bahkan dampaknya hingga dirasakan oleh anak cucunya. Mungkin, tak semua penduduk desa mengetahui kisah sebenarnya, atau memang memilih untuk tidak peduli karena kebencian yang begitu kuat terhadap Kagura.


Lawang, 23 Agustus 2023, setelah membaca artikel mengenai tragisnya kehidupan seorang Mizukage Keempat

Foto Featured Image: Fandom

Sumber Artikel: GameRant, Fandom

Continue Reading

Facebook

Tag

Fanandi's Choice

Copyright © 2018 Whathefan