<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>aplikasi Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/aplikasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/aplikasi/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Jan 2023 02:00:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>aplikasi Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/aplikasi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Aplikasi Produktivitas yang Saya Gunakan</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/aplikasi-produktivitas-yang-saya-gunakan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/aplikasi-produktivitas-yang-saya-gunakan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2023 15:48:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6299</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sama seperti pisau, smartphone yang kita gunakan sehari-hari juga bermata dua. Di satu sisi bisa menyeret kita ke dalam lingkaran setan dengan berbagai godaannya, tapi di sisi lain bisa digunakan untuk menunjang produktivitas kita. Penulis berusaha untuk mereduksi penggunaannya smartphone-nya untuk kegiatan yang kurang produktif seperti cek media sosial, nonton YouTube, dan lain sebagainya. Salah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/aplikasi-produktivitas-yang-saya-gunakan/">Aplikasi Produktivitas yang Saya Gunakan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sama seperti pisau, <em>smartphone </em>yang kita gunakan sehari-hari juga bermata dua. Di satu sisi bisa menyeret kita ke dalam lingkaran setan dengan berbagai godaannya, tapi di sisi lain bisa digunakan untuk menunjang produktivitas kita.</p>



<p>Penulis berusaha untuk mereduksi penggunaannya <em>smartphone</em>-nya untuk kegiatan yang kurang produktif seperti cek media sosial, nonton YouTube, dan lain sebagainya. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan berbagai aplikasi produktivitas.</p>



<p>Untuk itu, Penulis ingin berbagi sedikit tentang pengalamannya dalam menggunakan<em> </em>aplikasi-aplikasi produktivitas yang pernah (dan masih) digunakan. Semoga saja, rekomendasi aplikasi berikut bisa membantu masalah yang sedang dihadapi oleh Pembaca.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Daftar Aplikasi Produktivitas yang Penulis Gunakan</h2>



<p>Untuk memudahkan para Pembaca yang ingin langsung mencoba menggunakannya, Penulis akan langsung memberikan tautan untuk mengunduhnya. Apalagi, aplikasi yang ada di daftar ini semuanya gratis, walau ada beberapa yang <em>freemium</em>.</p>



<p>Tanpa perlu berpanjang lebar lagi, inilah daftar aplikasi produktivitas yang Penulis gunakan sehari-hari:</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. Google Calendar &#8211; Menulis Agenda Harian</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="513" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-1-1-1024x513.jpg" alt="" class="wp-image-6304" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-1-1-1024x513.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-1-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-1-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-1-1-1536x769.jpg 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-1-1.jpg 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Sejak zaman kuliah, Penulis kerap mencatat agenda harian. Awalnya, Penulis mencatat rencana apa yang akan dilakukan hari itu, atau mungkin bisa disebut juga sebagai <em><a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/productivity-hacks-3-time-blocking/">time blocking</a></em>.</p>



<p>Namun, pada pelaksanaannya ternyata banyak yang meleset, sehingga Penulis memutuskan untuk menggantinya dengan mencatat apa saja yang telah dilakukan hari itu. Ini membantu Penulis mengevaluasi diri apa saja yang sudah dilakukan pada hari tersebut.</p>



<p>Dulu, setiap tahun Penulis akan membeli buku agenda fisik yang tebalnya lumayan. Lantas, Penulis memutuskan untuk beralih ke digital dan <strong>Google Calendar</strong> menjadi pilihan karena kemudahan dan kesederhanannya.</p>



<p>Dalam menulis agenda harian, Penulis membedakan aktivitasnya berdasarkan warna. Misal, warna Blueberry untuk aktivitas produktif, Tomato untuk kegiatan seputar ibadah, dan Tangerine untuk aktivitas blog.</p>



<p>Seringnya Penulis mencatat agenda harian di Google Calendar pada malam hari menjelang tidur, sekitar jam 9-10. Dibutuhkan konsistensi tinggi untuk bisa rutin menulis agenda harian ini.</p>



<div class="wp-block-buttons alignwide is-content-justification-center is-layout-flex wp-block-buttons-is-layout-flex">
<div class="wp-block-button"><a class="wp-block-button__link" href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.google.android.calendar&amp;hl=en&amp;gl=US" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Google Calendar &#8211; Apps on Google Play</a></div>
</div>



<h3 class="wp-block-heading">2. Loop Habit Tracker &#8211; Mencatat dan Melacak Kebiasaan</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="513" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-2-1024x513.jpg" alt="" class="wp-image-6305" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-2-1024x513.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-2-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-2-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-2-1536x769.jpg 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-2.jpg 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Omong-omong soal konsistensi, hal tersebut terkait dengan yang namanya kebiasaan. Untuk membantu <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/membangun-kebiasaan-baik-itu-memang-sangat-sulit/">membangun kebiasaan baik</a>, Penulis pun memutuskan untuk menggunakan aplikasi bernama <strong>Loop Habit Tracker</strong>.</p>



<p>Aplikasi ini memiliki <em>user interface </em>yang sederhana, di mana akan ada daftar baris kebiasaan dan kolom hari. Ketika kebiasaan tersebut terlaksana, kita hanya perlu mencetangnya. Jika tidak terlaksana, biarkan saja.</p>



<p>Sama seperti aplikasi sebelumnya, kita juga bisa mengkategorikan kebiasaan sesuai dengan warna agar lebih mudah mengurutkannya. Penulis menggunakan warna merah untuk kegiatan ibadah, warna biru untuk rutinitas pagi, warna kuning untuk aktivitas belajar, dan lainnya.</p>



<p>Dengan menggunakan aplikasi ini, Penulis jadi merasa ada semacam keterikatan agar tidak <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/productivity-hacks-2-dont-break-the-chain/">memutus rantai kebiasaan</a> yang telah dibentuk. Bisa dibilang, aplikasi ini menjadi semacam <em>to-do list </em>apa saja rutinitas yang harus diselesaikan hari itu.</p>



<p>Selain itu, ketika dalam satu hari ada banyak kebiasaan yang berhasil dilakukan, akan muncul perasaan senang karena merasa hari tersebut sangat produktif. Ini juga akan berdampak positif pada kesehatan mental.</p>



<div class="wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-block-buttons-is-layout-flex">
<div class="wp-block-button"><a class="wp-block-button__link" href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.isoron.uhabits&amp;hl=en&amp;gl=US" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Loop Habit Tracker &#8211; Apps on Google Play</a></div>
</div>



<h3 class="wp-block-heading">3. Wallet &#8211; Mencatat Keuangan</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="513" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-3-1024x513.jpg" alt="" class="wp-image-6306" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-3-1024x513.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-3-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-3-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-3-1536x769.jpg 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-3.jpg 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Mungkin aplikasi ini tidak benar-benar membantu produktivitas kita, tapi setidaknya aplikasi ini membantu mengurangi beban pikiran ketika muncul pertanyaan, &#8220;<a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/uang-saya-lari-ke-mana-ya/">Uang saya lari ke mana, ya</a>?&#8221; </p>



<p>Dari banyaknya aplikasi manajemen keuangan yang ada, Penulis memilih <strong>Wallet</strong>. Bahkan, Penulis memutuskan untuk membeli versi premiumnya ketika sedang ada promo. Namun, versi yang gratis saja seharusnya sudah lebih dari cukup.</p>



<p>Dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran, Penulis merasa lebih bisa mengendalikan keuangannya secara lebih baik. Selain itu, Penulis juga jadi bisa melakukan evaluasi terkait pengeluaran mana yang bisa dikurang alokasinya agar tabungan jadi lebih banyak.</p>



<p>Penulis memiliki empat &#8220;rekening&#8221; dalam aplikasi ini, yakni uang <em>cash</em>, tabungan di dua bank, dan <em>e-wallet</em>. Meskipun ada fitur tersambung dengan bank secara langsung, Penulis lebih memilih untuk mencatat manual agar lebih terkontrol.</p>



<p>Sudah sejak tahun 2015 Penulis menggunakan aplikasi ini, di mana sebelumnya Penulis mencatat secara manual di buku. Penulis menyarankan, jangan pernah menunda-nunda dalam mencatat di aplikasi ini. Kalau sudah menumpuk, jadi malas untuk mencatatnya.</p>



<div class="wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-block-buttons-is-layout-flex">
<div class="wp-block-button"><a class="wp-block-button__link" href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.droid4you.application.wallet&amp;hl=en&amp;gl=US" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wallet: Budget Expense Tracker &#8211; Apps on Google Play</a></div>
</div>



<h3 class="wp-block-heading">4. Microsoft To-Do List &#8211; Mencatat To-Do List Harian</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="513" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-4-1024x513.jpg" alt="" class="wp-image-6307" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-4-1024x513.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-4-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-4-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-4-1536x769.jpg 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-4.jpg 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Meskipun sudah ada aplikasi Habits, Penulis merasa kalau aplikasi tersebut hanya berfungsi sebagai <em>to-do list </em>yang bersifat rutinitas dan umum. Padahal, Penulis butuh <em>to-do list </em>yang bisa di-<em>breakdown </em>agar memperjelas apa saja yang butuh dikerjakan.</p>



<p>Penulis sempat <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/productivity-hacks-1-to-do-list-harian/">menulis <em>to-do list </em>harian secara manual</a>, karena Penulis sendiri juga menyukai kegiatan menulis tangan. Namun, pada akhirnya Penulis (lagi-lagi) memutuskan untuk berpindah ke digital demi alasan efisensi waktu.</p>



<p>Pilihan Penulis jatuh ke <strong>Microsoft To-Do List</strong>. Ketika mencobanya karena aplikasi ini tersedia secara <em>default </em>di laptop, Penulis langsung merasa aplikasi ini sangat cocok untuk kebutuhan dirinya. Apalagi, aplikasi ini <em>cross-platform </em>dan tersedia di Android serta iOS.</p>



<p>Apa yang membuat aplikasi ini cocok untuk Penulis adalah kita bisa melakukan <em>breakdown </em>dari semua aktivitas yang direncakana. Contohnya, Penulis bisa mem-<em>breakdown</em> apa saja aktivitas pekerjaan kantor yang harus diselesaikan.</p>



<p>Penulis juga bisa menjadwalkan pekerjaan apa saja yang akan dikerjakan di waktu yang akan datang agar tidak terlupa. Biasanya, Penulis akan mencatat <em>to-do list </em>di aplikasi ini di pagi hari menjelang jam masuk kantor.</p>



<div class="wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-block-buttons-is-layout-flex">
<div class="wp-block-button"><a class="wp-block-button__link" href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.microsoft.todos&amp;hl=en&amp;gl=US" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Microsoft To Do: Lists &amp; Tasks &#8211; Apps on Google Play</a></div>
</div>



<h3 class="wp-block-heading">5. AppBlock &#8211; Memblokir Distraksi</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="513" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-5-1024x513.jpg" alt="" class="wp-image-6308" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-5-1024x513.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-5-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-5-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-5-1536x769.jpg 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-5.jpg 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Salah satu musuk terbesar produktivitas adalah distraksi yang sangat menggoda, seperti media sosial. Apalagi, hampir semua konten di media sosial sekarang memiliki konsep <em><a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/alasan-kenapa-mindless-scrolling-adalah-pelarian-yang-buruk/">infinity scrolling</a> </em>yang bisa membuat kita lupa waktu.</p>



<p>Selain itu, bermain media sosial, nonton YouTube, hingga main <em>game </em>di jam kerja juga berpotensi untuk menimbulkan rasa malas dan tertundanya pekerjaan. Untuk itu, distraksi-distraksi ini harus segera dihilangkan.</p>



<p>Jika imannya kuat, menjauhkan <em>smartphone </em>dari jangkauan ketika jam kerja sebenarnya sudah cukup. Namun, kalau imannya lemah (seperti Penulis), butuh aplikasi bantuan. Untuk itu, Penulis menggunakan aplikasi<strong> AppBlock</strong>.</p>



<p>Penulis akan memblokir penggunaan media sosial dan <em>game </em>di <em>smartphone </em>mulai jam 9 pagi hingga 6 sore. Selain itu, Penulis juga memblokir di jam malam agar dirinya bisa jauh dari <em>smartphone </em>ketika menjelang tidur.</p>



<p>Dengan aplikasi ini, upaya untuk membuka aplikasi yang diblokir akan menjadi sia-sia. Tentu ada cara dengan menonaktifkan di dalam aplikasinya, sehingga kembali lagi segalanya adalah tentang niat dari diri sendiri.</p>



<div class="wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-block-buttons-is-layout-flex">
<div class="wp-block-button"><a class="wp-block-button__link" href="https://play.google.com/store/apps/details?id=cz.mobilesoft.appblock&amp;hl=en&amp;gl=US" target="_blank" rel="noreferrer noopener">AppBlock &#8211; Block Apps &amp; Sites &#8211; Apps on Google Play</a></div>
</div>



<h3 class="wp-block-heading">6. Elevate &#8211; Melatih Otak</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="513" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-6-1024x513.jpg" alt="" class="wp-image-6309" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-6-1024x513.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-6-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-6-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-6-1536x769.jpg 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-6.jpg 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Setiap pagi setelah menyelesaikan ibadah, Penulis akan meluangkan waktu 15 menit untuk menggunakan aplikasi <strong>Elevate</strong>. Penulis sudah menggunakan aplikasi ini selama bertahun-tahun, bahkan hingga berlangganan tahunan untuk menikmati fitur premiumnya.</p>



<p>Elevate merupakan aplikasi &#8220;belajar&#8221; yang membantu melatih otak di berbagai bidang. Ada lima bidang utama di aplikasi ini, yaitu Writing, Speaking, Reading, Math, dan Memory, di mana semuanya menggunakan bahasa Inggris.</p>



<p>Penulis merasa sangat terbantu dengan aplikasi ini karena mampu mengasah kemampuan otak Penulis di berbagai bidang, terutama bahasa Inggris-nya. Kemampuan <em>listening </em>Penulis yang dirasa kurang juga jadi ada perbaikan. </p>



<div class="wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-block-buttons-is-layout-flex">
<div class="wp-block-button"><a class="wp-block-button__link" href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wonder&amp;hl=en&amp;gl=US" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Elevate &#8211; Brain Training Games &#8211; Apps on Google Play</a></div>
</div>



<h3 class="wp-block-heading">7. Blinklist &#8211; Bacaan Ringan untuk Asupan Otak</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="513" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-7-1024x513.jpg" alt="" class="wp-image-6310" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-7-1024x513.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-7-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-7-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-7-1536x769.jpg 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/aplikasi-produktivitas-7.jpg 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Aplikasi terakhir yang ada di daftar ini baru Penulis gunakan dalam beberapa minggu terakhir. <strong>Blinklist </strong>merupakan aplikasi rangkuman buku di mana kita bisa membaca sembari dibacakan oleh narator. </p>



<p>Untuk versi gratisnya, kita hanya bisa membaca satu buku pilihan aplikasi. Satu buku kira-kira membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 menit. Jadi, aplikasi ini cocok untuk dibaca seperti saat sedang di toilet.</p>



<p>Buku-buku yang ada cukup menarik, dan pembawaan naratornya juga enak. Sama sekali tidak terasa kalau sang narator adalah robot seperti suara asisten Google. Ringkasan yang ada juga cukup jelas dalam menjelaskan apa inti dari buku tersebut.</p>



<div class="wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-block-buttons-is-layout-flex">
<div class="wp-block-button"><a class="wp-block-button__link" href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.blinkslabs.blinkist.android&amp;hl=en&amp;gl=US" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Blinkist: Big Ideas in 15 Min &#8211; Apps on Google Play</a></div>
</div>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Dalam kesehariannya, ada momen-momen di mana Penulis tidak menggunakan aplikasi-aplikasi di atas. Biasanya ketika <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/kalau-lagi-stres-jadinya-tidak-produktif/">sedang <em>hectic </em>atau stres</a>, Penulis tidak akan memiliki gairah untuk menggunakannya.</p>



<p>Namun, Penulis selalu berusaha untuk kembali ke rutinitasnya dan hidup produktif dengan bantuan aplikasi-aplikasi di atas. Seperti kata orang, kalau jatuh 1.000 kali, kita harus bangkit 1.001 kali. </p>



<p>Semoga saja rekomendasi aplikasi produktivitas yang Penulis gunakan dalam kesehariannya juga dapat membantu keseharian Pembaca yang ingin menjalani hidupnya dengan lebih produktif.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 16 Januari 2023, terinspirasi setelah dirinya berusaha untuk memulai lagi rutinitas pagi yang telah lama ditinggalkan</p>



<p>Foto: <a href="https://unsplash.com/@priscilladupreez">Twitter</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/aplikasi-produktivitas-yang-saya-gunakan/">Aplikasi Produktivitas yang Saya Gunakan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/aplikasi-produktivitas-yang-saya-gunakan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kadang Mental Gratisan Kita Itu Terlalu Parah</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/kadang-mental-gratisan-kita-itu-terlalu-parah/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/kadang-mental-gratisan-kita-itu-terlalu-parah/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2022 14:02:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[bajakan]]></category>
		<category><![CDATA[developer]]></category>
		<category><![CDATA[Elevate]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[mental]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[rating]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6134</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setiap pagi, Penulis (berusaha) membangun satu rutinitas: Mengasah otak menggunakan aplikasi Elevate. Aplikasi ini memiliki fitur yang sangat menarik dan sangat membantu dalam melatih kemampuan bahasa Inggris, matematika, hingga memori kita. Penulis sudah cukup lama menggunakan aplikasi, bahkan selama dua tahun terakhir sudah berlangganan layanan premiumnya. Alasannya, karena versi gratisnya tidak membuka semua jenis latihannya. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kadang-mental-gratisan-kita-itu-terlalu-parah/">Kadang Mental Gratisan Kita Itu Terlalu Parah</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Setiap pagi, Penulis (berusaha) <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rutinitas-pagi-harian-bagian-1/">membangun satu rutinitas</a>: Mengasah otak menggunakan aplikasi <strong>Elevate</strong>. Aplikasi ini memiliki fitur yang sangat menarik dan sangat membantu dalam melatih kemampuan bahasa Inggris, matematika, hingga memori kita.</p>



<p>Penulis sudah cukup lama menggunakan aplikasi, bahkan selama dua tahun terakhir sudah berlangganan layanan premiumnya. Alasannya, karena versi gratisnya tidak membuka semua jenis latihannya. Selain itu, Penulis juga merasa sangat puas dengan aplikasi ini.</p>



<p>Tadi pagi, setelah merekomendasikan aplikasi ini ke seorang kawan, Penulis iseng mengecek kolom komentar di ulasannya. Rating aplikasi ini cukup tinggi, 4,6 dari sekitar 460 ribu pengguna (di App Store bahkan mencapai 4,8 dari sekitar 340 ribu pengguna).</p>





<p>Nah, menariknya ada beberapa (kalau bukan banyak) <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/logika-sesat-bintang-satu/">ulasan bintang satu</a> untuk aplikasi ini, dengan alasan yang menurut Penulis cukup konyol. Salah satunya adalah &#8220;tolong ditambahkan bahasa Indonesia&#8221;. Penulis hanya mengangkat satu alisnya ketika membaca ini.</p>



<p>Namun, ada satu lagi yang membuat Penulis merasa gemas dan mengelus dada: <strong>Mereka memberikan bintang satu karena protes aplikasi ini harus langganan jika ingin membuka semua fiturnya.</strong> Mereka ingin menikmati semua fiturnya secara gratis.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Empati Kita ke Developer Itu Sepertinya Kurang</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Elevate - App Preview" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/djjyk8DVioo?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Sejatinya, aplikasi Elevate bisa digunakan secara gratis, walaupun memang ada limitasinya. Istilahnya, <em>freemium</em>. Namun, dari pengalaman Penulis pribadi, yang gratis saja sebenarnya sudah cukup, apalagi aplikasi ini tidak memiliki iklan yang menganggu.</p>



<p>Dalam membuat suatu aplikasi atau gim, tentu developer (terlepas dari <em>passion </em>dan sejenisnya) berharap bisa mendapatkan untung. Dengan begitu, mereka bisa terus mengembangkan apa yang telah mereka kerjakan.</p>



<p>Sayangnya, melalui contoh yang Penulis temukan pagi ini, sepertinya kesadaran kita akan hal ini masih kurang. Tampaknya <strong>mental gratisan yang kita miliki terlalu parah</strong>, hingga berharap banyak hal yang kita nikmati sudah seharusnya gratis.</p>



<p>Mungkin karena memiliki latar belakang sebagai lulusan IT, Penulis <strong>merasa berempati dengan para developer</strong> di balik sebuah aplikasi maupun gim, terutama akhir-akhir ini. Penulis paham rumitnya <em>coding</em>, terlebih jika aplikasinya cukup <em>complicated </em>seperti Elevate.</p>



<p>Untuk itu, jika merasa puas Penulis biasanya tidak ragu mengeluarkan uang (yang jumlahnya tidak seberapa) untuk memberi <em>support </em>kepada para developer dari aplikasi atau gim yang Penulis gunakan, terutama jika mereka masih kecil atau <em>indie</em>. </p>



<p>Kembali lagi ke Elevate. Bagi yang enggan mengeluarkan biaya langganan tahunan untuk bisa menikmati semua fitur yang dimiliki Elevate, mungkin mencari <em>mod </em>adalah jalan keluarnya. Namun, sekali lagi, itu menunjukkan kalau empati kita ke developer masih sangat kurang.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bajakan, Nikmat tapi Menimbulkan Perasaan Bersalah</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Kadang-Mental-Gratisan-Kita-Itu-Terlalu-Parah-2-1024x683.png" alt="" class="wp-image-6139" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Kadang-Mental-Gratisan-Kita-Itu-Terlalu-Parah-2-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Kadang-Mental-Gratisan-Kita-Itu-Terlalu-Parah-2-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Kadang-Mental-Gratisan-Kita-Itu-Terlalu-Parah-2-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Kadang-Mental-Gratisan-Kita-Itu-Terlalu-Parah-2.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Sebenarnya Pakai Sesuatu yang Bajakan Itu Mengambil Hak Orang Lain (<a href="https://www.rws.com/blog/how-video-game-piracy-influences-localization/">RWS</a>)</figcaption></figure>



<p>Tidak hanya aplikasi atau gim bajakan banyak beredar, media lain seperti film dan lagu pun banyak sekali yang bajakan. Bahkan, kalau tidak mau menggunakan yang bajakan, malah kadang akan dilihat aneh. Kalau ada gratis, ngapain yang berbayar?</p>



<p>Penulis belakangan ini menyadari dan sedang belajar tentang menghargai orang lain, bahkan ke orang-orang yang tidak kita kenal sekalipun. Para developer di balik aplikasi atau sineas di balik sebuah film adalah beberapa di antaranya.</p>



<p>Untuk itu, Penulis benar-benar berusaha untuk <strong>tidak lagi menikmati sesuatu yang bersifat bajakan</strong>. Memang nikmat karena yang berbau bajakan selalu gratis dan kita tidak perlu mengeluarkan uang, tapi Penulis merasakan perasaan bersalah ketika menggunakannya.</p>



<p>Mungkin ada Pembaca yang menganggap Penulis munafik, karena pasti ada saja sesuatu yang berbau bajakan yang pernah digunakannya. Jujur, Penulis pun masih pelan-pelan menyingkirkan semua yang berbau bajakan dari hidupnya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="505" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Screenshot_20221105_210928_Edge-1024x505.jpg" alt="" class="wp-image-6138" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Screenshot_20221105_210928_Edge-1024x505.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Screenshot_20221105_210928_Edge-300x148.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Screenshot_20221105_210928_Edge-768x379.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Screenshot_20221105_210928_Edge-1536x757.jpg 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Screenshot_20221105_210928_Edge-2048x1010.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Nonton Anime Legal dan Gratis di Bilibili</figcaption></figure>



<p>Dulu Penulis merasa kesulitan untuk menemukan layanan legal untuk menonton anime dan membaca manga. Lalu, Penulis menemukan situs <strong>Bilibili (Bstation)</strong> dan <strong>MangaPlus</strong> yang legal, sehingga sekarang bisa meninggalkan yang bajakan .</p>



<p>Untuk film, Penulis setidaknya berusaha untuk tidak mencari <em>link </em>ilegal. Kalau tidak ada di Disney+ yang memang Penulis berlangganan, lebih baik tidak usah menonton sekalian, bahkan jika filmnya benar-benar ingin Penulis tonton sekalipun.</p>



<p>Penulis dulu banyak mendengarkan lagu bajakan dan menaruhnya dengan rapi di iTunes. Sekarang, semuanya telah hilang dan Penulis beralih menggunakan <strong>YouTube Music</strong>. Gim <em>FIFA 18 </em>yang bajakan telah diganti dengan <strong><em>FIFA 22 </em></strong>yang Penulis beli di Steam dengan harga diskon.</p>



<p>Untungnya sekarang kalau beli laptop sudah <em>include </em>Windows dan Office gratis, sehingga tidak perlu lagi menggunakan bajakannya. Kalaupun ada aplikasi bajakan yang masih digunakan, mungkin Adobe Photoshop. Itupun jarang karena Penulis lebih sering menggunakan Canva.</p>



<p>Memang Penulis belum bisa sepenuhnya meninggalkan segala sesuatu yang berbau bajakan. Namun, Penulis akan benar-benar berusaha untuk segera meninggalkannya. Jujur, <strong>Penulis merasa bersalah dan berdosa karena sudah mengambil hak orang lain</strong>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Walau terkadang masih bolong-bolong bahkan berhenti selama berminggu-minggu, Penulis sama sekali tidak merasa rugi telah berlangganan Elevate selama dua tahun. Dengan biaya sekitar Rp20 ribu per bulan, bagi Penulis rasanya sangat <em>worth it.</em></p>



<p>Mungkin mental gratis yang kita miliki terkadang agak keterlaluan, hingga kita melupakan tentang orang-orang yang ada di balik suatu aplikasi maupun gim. Ide, tenaga, waktu mereka yang sudah dikeluarkan untuk memberikan layanan terbaik sudah seharusnya diapresiasi.</p>



<p>Penulis memang tidak bisa mengendalikan orang lain untuk bisa lebih menghargai para developer. Namun, setidaknya Penulis bisa saling mengingatkan untuk lebih menghargai developer melalui tulisan ini. Semoga saja bisa diterima oleh para Pembaca sekalian.</p>



<p>Bagi Pembaca yang tertarik untuk mengunduh aplikasi Elevate, silakan klik tautan di bawah ini:</p>



<div class="wp-block-buttons is-layout-flex wp-block-buttons-is-layout-flex">
<div class="wp-block-button is-style-fill"><a class="wp-block-button__link" href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wonder&amp;hl=en&amp;gl=US">DOwnload Elevate di Play Store</a></div>



<div class="wp-block-button"><a class="wp-block-button__link" href="https://apps.apple.com/us/app/elevate-brain-training/id875063456">Download Elevate di App Store</a></div>
</div>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 5 November 2022, terinspirasi setelah membaca kolom ulasan aplikasi Elevate</p>



<p>Foto: <a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.tapsmart.com%2Fapps%2Freview-elevate-award-winning-brain-training-app%2F&amp;psig=AOvVaw1mK18kPowlbWvqLnocmEUF&amp;ust=1667744890496000&amp;source=images&amp;cd=vfe&amp;ved=0CA4QjhxqFwoTCKiwwoCgl_sCFQAAAAAdAAAAABAD">Tapsmart</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kadang-mental-gratisan-kita-itu-terlalu-parah/">Kadang Mental Gratisan Kita Itu Terlalu Parah</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/kadang-mental-gratisan-kita-itu-terlalu-parah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenapa Saya Berhenti Main TikTok</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/kenapa-saya-berhenti-main-tiktok/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/kenapa-saya-berhenti-main-tiktok/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Apr 2021 22:50:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[tiktok]]></category>
		<category><![CDATA[viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4901</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika ditanya apa aplikasi paling populer saat ini di Indonesia, mungkin jawabannya adalah TikTok. Aplikasi yang pernah dijuluki sebagai &#8220;aplikasi goblok&#8221; ini rasanya hampir terpasang di semua gawai generasi milenial. Penulis pun sempat mengunduhnya dan memakainya selama beberapa bulan. Ternyata, TikTok bukan sekadar aplikasi buat joget-joget. Ada banyak ilmu dan inspirasi yang bisa kita dapatkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/kenapa-saya-berhenti-main-tiktok/">Kenapa Saya Berhenti Main TikTok</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Jika ditanya apa aplikasi paling populer saat ini di Indonesia, mungkin jawabannya adalah <strong>TikTok</strong>. Aplikasi yang pernah dijuluki sebagai &#8220;aplikasi goblok&#8221; ini rasanya hampir terpasang di semua gawai <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/mempengaruhi-generasi-milenial/">generasi milenial</a>.</p>



<p>Penulis pun sempat mengunduhnya dan memakainya selama beberapa bulan. Ternyata, TikTok bukan sekadar aplikasi buat joget-joget. Ada banyak ilmu dan inspirasi yang bisa kita dapatkan dari sini.</p>



<p>Hanya saja, pada akhirnya Penulis memutuskan untuk berhenti main TikTok dan menghapusnya dari ponsel. Apa alasannya?</p>





<h2 class="wp-block-heading">Algoritma Candu</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/kenapa-saya-berhenti-main-tiktok-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4903" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/kenapa-saya-berhenti-main-tiktok-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/kenapa-saya-berhenti-main-tiktok-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/kenapa-saya-berhenti-main-tiktok-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/kenapa-saya-berhenti-main-tiktok-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Dibuat Sebagai Candu (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://prototypr.io/news/how-the-tiktok-algorithm-works/">Prototypr</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis pernah membuat artikel berjudul <em><a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/dilema-media-sosial-kita/">Dilema (Media) Sosial Kita</a> </em>yang terinspirasi dari film dokumenter berjudul <em>The Social Dilemma</em>. Pada film tersebut, kita akan melihat pengakuan orang-orang yang pernah terlibat dengan pembuatan media sosial.</p>



<p>Salah satu hal yang mengerikan adalah bagaimana semua <em>platform </em>tersebut berlomba-lomba untuk membuat kita betah menggunakannya selama berjam-jam. Istilahnya adalah <strong>algoritma candu</strong>.</p>



<p>Berbeda dengan <em>timeline </em>Instagram dan Twitter yang hanya menampilkan akun yang kita <em>follow</em>, TikTok akan terus menunjukkan video-video yang sesuai dengan preferensi kita tanpa perlu mem-<em>follow </em>akun yang membuat video tersebut. </p>



<p>Apalagi, fitur <em>unlimited scroll</em>-nya benar-benar membuat kita tidak merasa sudah menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar. Dengan algoritma candu yang dimiliki, TikTok menjadi aplikasi yang cocok untuk menghabiskan waktu.</p>



<p>Penulis juga salah satunya. Meskipun sudah menggunakan aplikasi yang membatasi waktu penggunaan, tetap saja terkadang Penulis melanggar dan memainkan aplikasi TikTok melebih jatah waktu harian. </p>



<p>Dulu Penulis membela diri dengan berkata kepada diri sendiri kalau ada banyak manfaat dari TikTok. Bahkan, Penulis mencatat beberapa ilmu yang tanpa sengaja Penulis temukan di buku catatannya.</p>



<p>Akan tetapi, sekarang Penulis sadar kalau itu semua hanya alibi semata untuk bisa bermain TikTok lebih lama. Semakin lama kita menggunakan TikTok, semakin mereka mendapatkan keuntungan dari &#8220;menjual&#8221; preferensi kita ke klien mereka.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Banyak Manfaatnya <em>sih, </em>tapi&#8230;</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/kenapa-saya-berhenti-main-tiktok-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4904" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/kenapa-saya-berhenti-main-tiktok-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/kenapa-saya-berhenti-main-tiktok-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/kenapa-saya-berhenti-main-tiktok-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/kenapa-saya-berhenti-main-tiktok-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Banyak Baik atau Buruknya? (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://www.thejakartapost.com/life/2020/02/20/banned-and-adored-tiktok-in-a-nutshell.html">The Jakarta Post</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis mengakui ada banyak ilmu yang bisa didapatkan di TikTok. Banyak <em>content creator </em>yang lihai membuat konten edukasi dengan format yang menyenangkan atau konten motivasi yang sangat menginspirasi.</p>



<p>Pertanyaannya, <strong>apakah kita membutuhkan semua informasi tersebut?</strong></p>



<p>Dari pengalaman Penulis sendiri yang mencatat berbagai ilmu di TikTok, mayoritas apa yang sudah dicatat tidak pernah dibutuhkan sampai sekarang. Semua inspirasi dan motivasi yang lewat pun sekarang sudah terlupa begitu saja.</p>



<p>Jika kita membutuhkan bantuan dalam mengerjakan sesuatu, bukankah ada Google? Misal ada orang yang <em>sharing </em>tentang <em>Digital Marketing</em>, bukankah banyak situs yang menjelaskan tentang hal tersebut bahkan secara lebih terperinci?</p>



<p>Misal ada orang yang <em>sharing </em>tentang penggunaan bahasa Inggris yang benar, bukankah Google juga sudah menyediakan banyak jawaban dari berbagai sumber? Seberapa banyak informasi yang kita lihat selintas di TikTok bertahan di pikiran kita?</p>



<p>TikTok memang memiliki banyak manfaat, terutama kalau kita suka menonton video-video yang memiliki <em>value</em> sehingga kita terus diberikan rekomendasi video serupa.</p>



<p>Pertanyaannya, <strong>lebih banyak mana video yang seperti itu dibandingkan video yang kurang bermanfaat?</strong></p>



<p>Entah itu video yang pamer kemolekan tubuhnya, pertunjukkan kecantikan/ketampanan paras wajah, pamer kekayaan ala sultan, drama tidak penting, dan lain sebagainya. Ada saja &#8220;racun&#8221; yang muncul di linimasa dan bisa memengaruhi pola pikir kita.</p>



<p>Belum lagi kemungkinan <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kenapa-orang-suka-membuat-hoax/">tersebarnya berita hoax</a> yang bisa menimbulkan ketakutan. Penulis ingat ketika ada informasi kalau Jawa akan terkena tsunami. Padahal, berita aslinya hanya menyebutkan potensinya, bukan akan benar-benar terjadi dalam waktu dekat.</p>



<h2 class="wp-block-heading">TikTok dan Cepatnya Hal Menjadi Viral</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/kenapa-saya-berhenti-main-tiktok-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4905" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/kenapa-saya-berhenti-main-tiktok-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/kenapa-saya-berhenti-main-tiktok-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/kenapa-saya-berhenti-main-tiktok-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/kenapa-saya-berhenti-main-tiktok-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Kenapa Harus Viral? (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://teknodila.com/sosmed/408/filter-ig-chika-yang-viral-dengan-goyangan-asik-di-tiktok.html">TEKNO DILA</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis paling sering mengkhawatirkan besarnya pengaruh aplikasi ini ke penggunanya, terutama generasi milenial. Coba dihitung sudah berapa kali <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/untuk-apa-viral/"><strong>apa yang viral di TikTok</strong></a> menjadi begitu populer bahkan sampai diundang ke berbagai stasiun televisi.</p>



<p>Masalahnya, seringkali hal yang viral adalah hal yang tidak jelas dan kurang berfaedah. Kita juga seolah ikut arus begitu saja tanpa berpikir kenapa hal remeh seperti itu bisa menjadi sedemikian populer.</p>



<p>Hal ini benar-benar menjadi perhatian bagi Penulis. Kenapa jarang sekali ada orang yang kritis terhadap sesuatu yang viral? Kenapa seolah yang viral itu otomatis dianggap wajar dan seolah yang ketinggalan dianggap ketinggalan zaman?</p>



<p>Dulu, Penulis sempat merasa <em><strong>FOMO (Fear Out Missing Out)</strong> </em>jika tidak menggunakan TikTok. Takut tidak paham jika diajak bicara sama seseorang tentang apa yang <em>trending </em>saat ini.</p>



<p>Sekarang, Penulis tidak memusingkan hal tersebut sama sekali. Mau tidak paham sekalipun Penulis bisa bodo amat. Biarlah yang viral menjadi viral tanpa perlu Penulis ikut memviralkannya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Awalnya, Penulis mencoba untuk tidak membuka aplikasi TikTok selama beberapa hari. Ternyata, Penulis bisa berhenti total selama 2 bulan dan tidak merasa kehilangan apa-apa. Akhirnya, Penulis memutuskan untuk menghapus aplikasi tersebut.</p>



<p>Penulis tidak mengajak orang-orang untuk berhenti menggunakan aplikasi TikTok. Mungkin Pembaca bisa lebih bijak dalam menggunakan TikTok dibandingkan Penulis. Apalagi, TikTok bisa menjadi media hiburan yang berkualitas dengan kehadiran <em>content creator </em>yang kreatif.</p>



<p>Hanya saja, Penulis merasa TikTok lebih banyak buruknya dibandingkan manfaatnya bagi dirinya sendiri. Aplikasi ini terasa sebagai aplikasi kontra-produktif yang membuat Penulis membuang-buang waktunya.</p>



<p>Tidak hanya TikTok, Penulis hampir mengurangi semua aktivitasnya di media sosial. Penulis menghapus Twitter di ponselnya dan menggunakan Instagram hanya untuk membaca komik dari <em>author </em>favoritnya.</p>



<p>Harapannya, Penulis menjadi lebih produktif dan bisa memanfaatkan waktunya untuk melakukan hal yang lebih bermanfaat seperti menulis artikel blog ataupun baca buku. </p>



<p></p>



<p></p>



<p>Lawang, 19 April 2021, terinspirasi setelah menghapus aplikasi TikTok</p>



<p>Foto: <a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://www.thejakartapost.com/news/2020/08/28/tiktok-booms-in-southeast-asia-as-it-picks-path-through-political-minefields.html">The Jakarta Post</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/kenapa-saya-berhenti-main-tiktok/">Kenapa Saya Berhenti Main TikTok</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/kenapa-saya-berhenti-main-tiktok/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Agar WFH Tetap Produktif</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/agar-wfh-tetap-produktif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2020 10:32:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[AppBlock]]></category>
		<category><![CDATA[Corona]]></category>
		<category><![CDATA[Forest]]></category>
		<category><![CDATA[HP]]></category>
		<category><![CDATA[kerja]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[Quality Time]]></category>
		<category><![CDATA[WFH]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3710</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis merasa bersyukur karena bisa mendapatkan privilege berupa kesempatan untuk Work From Home (WFH). Tidak banyak orang yang bisa mendapatkan kesempatan seperti ini, terutama orang-orang yang bergantung pada pendapatan harian. Hingga hari ini, sudah dua minggu ini Penulis bekerja dari kos. Selama dua minggu itu, Penulis ternyata mengalami kesulitan untuk menemukan ritme kerja yang tepat. Akibatnya, pola hidup Penulis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/agar-wfh-tetap-produktif/">Agar WFH Tetap Produktif</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis merasa bersyukur karena bisa mendapatkan <em>privilege </em>berupa kesempatan untuk <em>Work From Home </em>(WFH). Tidak banyak orang yang bisa mendapatkan kesempatan seperti ini, terutama orang-orang yang <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/corona-dan-dampak-sosial-ekonominya/">bergantung pada pendapatan harian</a>.</p>
<p>Hingga hari ini, sudah dua minggu ini Penulis bekerja dari kos. Selama dua minggu itu, Penulis ternyata mengalami kesulitan untuk menemukan ritme kerja yang tepat. Akibatnya, pola hidup Penulis jadi berantakan.</p>
<p>Bangun jadi siang, kerja sampai dini hari (terkadang sampai pagi), makan sering terlambat, banyak sekali yang mejadi kacau dalam keseharian Penulis.  Oleh karena itu, Penulis berusaha mencari solusi dari permasalahan ini.</p>
<h3>Mencari Akar Permasalahan</h3>
<p>Karena tidak ingin terus berlarut-larut dalam perasaan bersalah karena kacaunya pola hidup, Penulis mencoba mencari akar permasalahannya. Setelah direnungkan, ada dua penyebab utama:</p>
<ol>
<li>HP</li>
<li>Tidur siang</li>
</ol>
<p>Menjadi tiga jika niat dimasukkan, tapi Penulis putuskan untuk mengabaikan variabel tersebut. Penulis akan berfokus kepada dua penyebab permasalahan yang ada di atas.</p>
<p>[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=iBxM5Nq3UyI[/embedyt]</p>
<p>Melalui aplikasi <strong>Quality Time</strong>, Penulis menyadari kalau penggunaan HP selama WFH benar-benar melonjak tinggi. Dalam sehari, Penulis bisa menghabiskan waktu lebih dari 10 jam.</p>
<p>Karena terlalu banyak bermain HP (entah <a href="https://whathefan.com/renungan/untuk-apa-main-game/">main game</a> ataupun <a href="https://whathefan.com/pengalaman/istirahat-dari-media-sosial/"><em>scroll </em>media sosial</a>), pekerjaan pun menjadi tertunda. Pekerjaan tertunda menyebabkan Penulis kurang tidur yang pada akhirnya membuat Penulis tidur siang.</p>
<p>Sampai di titik ini, Penulis sadar bahwa musuh terbesarnya adalah HP-nya sendiri.</p>
<h3>Aplikasi-Aplikasi Penyita Waktu</h3>
<p>Sebenarnya, Penulis bisa memanfaatkan aplikasi seperti <strong>Forest</strong> yang akan membantu kita fokus tanpa melirik HP. Sayangnya, aplikasi tersebut belum cukup untuk menjaga konsentrasi Penulis.</p>
<p>Melalui aplikasi <strong>Quality Time</strong> yang sudah disinggung sebelumnya, Penulis menemukan ada aplikasi-aplikasi yang paling menguras waktu Penulis. Data minggu kemarin menunjukkan angka seperti berikut:</p>
<ol>
<li><strong>WhatsApp</strong> (19 jam 44 menit)</li>
<li><strong>Chess Rush</strong> (8 jam 34 menit)</li>
<li><strong>Instagram</strong> (4 jam 47 menit)</li>
<li><strong>YouTube</strong> (4 jam 28 menit)</li>
<li><strong>Twitter</strong> (3 jam 57 menit)</li>
<li><strong>Zoom</strong> (2 jam 41 menit)</li>
<li><strong>Samsung Internet</strong> (2 jam 26 menit)</li>
<li><strong>Catan Universe</strong> (1 jam 49 menit)</li>
<li><strong>Skype</strong> (1 jam 42 menit)</li>
</ol>
<p>Total waktu yang Penulis habiskan dalam satu minggu adalah <strong>58 jam 57 menit</strong> atau setara dengan 9 jam/hari. Minggu ini, jumlahnya sudah menyentuh angka <strong>61 jam 40 menit</strong>. Padahal, masih ada hari Minggu besok dan hari Sabtu ini belum berakhir.</p>
<p>Dari 60 jam tersebut, Penulis banyak menghabiskan waktu pada aplikasi:</p>
<ol>
<li><strong>WhatsApp</strong> (16 jam 8 menit)</li>
<li><strong>YouTube</strong> (9 jam 14 menit)</li>
<li><strong>Instagram</strong> (4 jam 59 menit)</li>
<li><strong>Twitter</strong> (4 jam 46 menit)</li>
<li><strong>Chess Rush</strong> (4 jam 20 menit)</li>
<li><strong>Risk</strong> (4 jam 6 menit)</li>
<li><strong>Zoom</strong> (2 jam 36 menit)</li>
<li><strong>WormsZone.io</strong> (1 jam 52 menit)</li>
<li><strong>Samsung Internet</strong> (1 jam 45 menit)</li>
</ol>
<p>Jumlahnya, bagi Penulis, sudah terlampau tinggi. Padahal, Penulis memberi target kepada dirinya sendiri agar penggunaan HP maksimal 5 jam setiap harinya. Untungnya, Penulis menemukan sebuah aplikasi bernama <strong>AppBlock</strong>.</p>
<h3>Sang Penyelamat</h3>
<p>Penulis menemukan aplikasi <strong>AppBlock</strong> ini tanpa sengaja pada hari Jumat. Waktu dicoba, ternyata aplikasi ini sangat berguna untuk membatasi penggunaan aplikasi-aplikasi tertentu dalam jangka waktu tertentu.</p>
<p>[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=_cHC6CLnUBc[/embedyt]</p>
<p>Pada hari pertama, Penulis mencoba untuk memblokir lima aplikasi:<strong> YouTube, Instagram, Twitter, Chess Rush, Risk</strong>. Penulis tidak bisa memblokir WhatsApp karena itu merupakan jalur komunikasi yang vital.</p>
<p>Rentang waktu yang Penulis pilih adalah pukul 09:00-18:00, sama seperti jam kantor. Hasilnya? Penggunaan HP memang berkurang walau Penulis masih membuka game dan aplikasi lain sebagai alternatif.</p>
<p>Masalahnya setelah jam blokir berakhir, Penulis kembali menghabiskan waktunya di depan layar. Oleh karena itu, Penulis memutuskan untuk melakukan penambahan jam menjadi:</p>
<ul>
<li>Jam Pertama:<strong> 09:00-19:00</strong></li>
<li>Jam Kedua: <strong>23:00-06:00</strong></li>
</ul>
<p>Penambahan jam kedua dilakukan agar Penulis tidak bermain HP menjelang tidur. Sudah sering terjadi kalau hendak tidur bermain HP terlebih dahulu, waktu tidur kita menjadi terus mundur.</p>
<p>Selain itu, Penulis juga memperketat penggunaan Instagram, Twitter, dan YouTube menjadi <strong>30 menit tiap harinya</strong>. Bukan tiap aplikasinya, melainkan total dari ketiganya. Butuh langkah ekstrem seperti ini untuk mengubah kebiasaan buruk.</p>
<p>Jika Penulis bisa mengurangi penggunaan HP secara drastis, harapannya WFH minggu ketiga bisa menjadi lebih produktif dan pola hidup Penulis pun menjadi lebih baik.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Dampak lain dari berantakannya WFH dua minggu pertama adalah terbengkalainya blog ini. Sudah hampir dua minggu Penulis tidak menulis di blog. Selain itu, aktivitas mencatat aktivitas dan uang harian juga tersendat.</p>
<p>Oleh karena itu, Penulis harus bisa memaksa diri untuk berubah. Selain memaksimalkan aplikasi yang sudah disebutkan di atas, Penulis juga harus lebih tegas dalam mendisiplinkan diri. Jujur, Penulis sering <em>nyambi </em>bekerja dengan bermain game seperti Risk dan Chess Rush.</p>
<p>Penulis juga akan membuat semacam daftar rutinitas harian untuk <em>weekday </em>dan benar-benar berkomitmen dengan daftar yang sudah dibuat. Kalau pola hidup Penulis menjadi lebih baik, yang memetik hasilnya juga diri Penulis sendiri.</p>
<p>Memang masih ada godaan lain seperti laptop yang membuat Penulis bisa mengakses semua yang sudah diblokir di HP. Untungnya, laptop tidak bisa diakses sambil rebahan sehingga risiko gangguannya lebih kecil.</p>
<p>Semoga saja dengan keras kepada diri sendiri seperti ini, Penulis bisa menjalani WFH secara lebih baik dan produktif. Kalau ada yang mau meniru metode ini, sangat boleh kok.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 4 April 2020, terinspirasi dari pengalaman diri sendiri yang sering kacau ketika WFH</p>
<p>Foto: <a href="https://blog.privy.id/3-cara-efisiensi/happy-young-entrepreneur-teenager-business-owner-work-at-home/">Privy</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/agar-wfh-tetap-produktif/">Agar WFH Tetap Produktif</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Uang Saya Lari Ke Mana Ya?</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/uang-saya-lari-ke-mana-ya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/uang-saya-lari-ke-mana-ya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Oct 2018 08:00:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[transaksi]]></category>
		<category><![CDATA[Wallet]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1406</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sering pusing karena rekening tiba-tiba tinggal sedikit? Sering merasa penasaran ke mana uang kita dibelanjakan? Sering lupa siapa yang telah meminjam uang kita? Tenang, penulis punya solusinya. Ada aplikasi yang dapat membantu kita untuk mengatur keuangan. Nama aplikasi tersebut adalah Wallet, aplikasi manajemen keuangan dari BudgetBakers.com. Wallet dapat membantu kita mencatat pemasukan dan pengeluaran secara [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/uang-saya-lari-ke-mana-ya/">Uang Saya Lari Ke Mana Ya?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sering pusing karena rekening tiba-tiba tinggal sedikit? Sering merasa penasaran ke mana uang kita dibelanjakan? Sering lupa siapa yang telah meminjam uang kita? Tenang, penulis punya solusinya. Ada aplikasi yang dapat membantu kita untuk mengatur keuangan.</p>
<p>Nama aplikasi tersebut adalah Wallet, aplikasi manajemen keuangan dari BudgetBakers.com. Wallet dapat membantu kita mencatat pemasukan dan pengeluaran secara fleksibel. Selain itu, kita juga bisa membuat rancangan anggaran agar memiliki target yang jelas dalam mengalokasikan keuangan kita.</p>
<p><div id="attachment_1409" style="width: 760px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1409" class="size-full wp-image-1409" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/BudgetBakers-Wallet-Featured.jpg" alt="" width="750" height="500" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/BudgetBakers-Wallet-Featured.jpg 750w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/BudgetBakers-Wallet-Featured-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/BudgetBakers-Wallet-Featured-356x237.jpg 356w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /><p id="caption-attachment-1409" class="wp-caption-text">Wallet (https://beebom.com/wallet-app-by-budgetbakers-review/)</p></div></p>
<p>Penulis menggunakan Wallet semenjak April 2015 hingga detik ini. Sebelumnya, penulis melakukan pencatatan manual di buku tulis. Karena dirasa kurang efisien dan memakan cukup banyak waktu, penulis mencoba aplikasi ini dan ternyata cocok sampai sekarang.</p>
<p>Penggunaan Wallet termasuk mudah. Kita cukup memasukkan nominal pemasukan/pengeluaran yang telah kita lakukan, lantas memberinya kategori yang sesuai. Kita juga bisa memberikan <em>tag </em>tertentu untuk memudahkan kita. Untuk pengeluran rutin, kita bisa membuat <em>template </em>tertentu sehingga memudahkan dan mempercepat kita melakukan pencatatan.</p>
<p>Jika ingin melakukan evaluasi terhadap keuangan kita, aplkasi ini juga menyediakan berbagai grafik yang menyimpulkan pemasukan dan pengeluaran kita. Akan terlihat pada grafik laporan dan presentase pengeluaran kategori apa yang paling banyak kita lakukan. Lebih lanjut, aplikasi ini bisa menunjukkan arus keuangan kita dengan berbagai <em>range</em>, mulai harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan.</p>
<p>Aplikasi ini juga memiliki fitur yang membuat kita bisa memiliki lebih dari satu akun. Fitur ini akan memudahkan kita apabila bertanggungjawab sebagai pemegang keuangan kelompok, misalnya bendahara Karang Taruna. Kita juga bisa memilih mau menggunakan mata uang apa.</p>
<p><div id="attachment_1408" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1408" class="size-large wp-image-1408" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/budgetbakers-1024x395.png" alt="" width="1024" height="395" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/budgetbakers-1024x395.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/budgetbakers-300x116.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/budgetbakers-768x296.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/budgetbakers-356x137.png 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/budgetbakers.png 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1408" class="wp-caption-text">Fitur-Fitur Wallet (http://wheniwork.co.uk/blog/uk/productivity/best-productivity-tools-for-work-2016/)</p></div></p>
<p>Coba tebak, kira-kira apa pengeluaran terbesar penulis? Jika menjawab untuk membeli buku, maka jawaban Anda benar sekali! Hampir tiap bulan pengeluaran terbesar penulis diperuntukkan untuk membeli buku, bahkan melebihi uang makan. Kategori ini selalu melampaui budget yang sudah penulis buat.</p>
<p>Sebenarnya masih banyak fitur-fitur yang disediakan oleh Wallet, namun untuk pengguna umum tidak perlu menguasai fitur-fitur lainnya. Cukup menguasai fitur-fitur dasar yang telah disebutkan penulis di atas.</p>
<p>Tentu aplikasi ini akan menjadi percuma apabila kita malas mencatat segala aktivitas keuangan kita. Maka dari itu, kesadaran untuk segera mencatat transaksi keuangan sebelum terlupa harus ditanamkan ke dalam diri.</p>
<p>Penulis kerap kali menunda-nunda mencatat pengeluaran yang sudah penulis lakukan. Alhasil, ada beberapa rupiah yang tidak jelas lari ke mana. Jika penulis menemui jalan buntu untuk mengingat hal tersebut, penulis akan memasukkannya ke kategori lain-lain dengan deskripsi LUPA.</p>
<p>Dengan mengetahui pengeluaran-pengeluran kita, tentu kita bisa mengatur keuangan kita lebih baik ke depannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 29 September 2018, terinspirasi dari pengalaman menggunakan aplikasi Wallet</p>
<p>Photo by <a href="https://unsplash.com/photos/7rcssjxTTUI?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">rawpixel</a> on <a href="https://unsplash.com/search/photos/empty-wallet?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/uang-saya-lari-ke-mana-ya/">Uang Saya Lari Ke Mana Ya?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/uang-saya-lari-ke-mana-ya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
