<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>MCU Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/mcu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/mcu/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Sep 2024 22:49:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>MCU Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/mcu/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Langkah Frustasi Marvel dalam Menyelamatkan Semestanya</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/langkah-frustasi-marvel-dalam-menyelamatkan-semestanya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/langkah-frustasi-marvel-dalam-menyelamatkan-semestanya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Aug 2024 16:47:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[Avengers]]></category>
		<category><![CDATA[Doctor Doom]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Marvel]]></category>
		<category><![CDATA[MCU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7704</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada ajang San Diego Comic Con (SDCC) 2024 yang berlangsung pada akhir bulan Juli kemarin, Marvel berhasil membuat geger para penggemarnya di seluruh dunia gara-gara pengumuman yang mengejutkan. Bagaimana tidak, Robert Downey Jr. atau RDJ, yang terkenal karena telah memerankan karakter Tony Stark alias Iron Man selama 11 tahun (dari film Iron Man hingga Avengers: [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/langkah-frustasi-marvel-dalam-menyelamatkan-semestanya/">Langkah Frustasi Marvel dalam Menyelamatkan Semestanya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pada ajang San Diego Comic Con (SDCC) 2024 yang berlangsung pada akhir bulan Juli kemarin, Marvel berhasil membuat geger para penggemarnya di seluruh dunia gara-gara pengumuman yang mengejutkan.</p>



<p>Bagaimana tidak, <strong>Robert Downey Jr.</strong> atau<strong> RDJ</strong>, yang terkenal karena telah memerankan karakter Tony Stark alias Iron Man selama 11 tahun (dari film<em> Iron Man</em> hingga <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-avengers-endgame-bagian-1-adegan-favorit/">Avengers: Endgame</a></em>), ia melakukan <em>comeback </em>dengan menjadi karakter fenomenal lainnya, <strong>Doctor Doom</strong>!</p>



<p>Pengumuman tersebut tentu membuat banyak penggemar Marvel merasa senang karena bisa melihat aktor favorit mereka kembali ke Marvel Cinematic Universe (MCU). Namun, tak sedikit yang justru menyesalkan keputusan tersebut, termasuk Penulis.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-768x566.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-1024x755.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-346x255.jpg 346w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019.jpg 1221w " alt="Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/animekomik/mencari-inspirasi-karakter-melalui-anime/">Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Semua Berawal dari Jonathan Majors</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000039927-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7708" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000039927-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000039927-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000039927-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000039927.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Para Kang yang Menjadi Sia-sia (<a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;url=https%3A%2F%2Fm.youtube.com%2Fwatch%3Fv%3Ds1lTnHDr9zY&amp;psig=AOvVaw0qWQ5_JK9wSFopMGIR5ASq&amp;ust=1723134855957000&amp;source=images&amp;cd=vfe&amp;opi=89978449&amp;ved=0CAMQjB1qFwoTCKiosNmn44cDFQAAAAAdAAAAABAm">YouTube</a>)</figcaption></figure>



<p>Setelah Infinity Saga yang diakhiri dengan<em> epic </em>melalui film <em>Avengers: Endgame</em>, MCU membuka lembaran baru dengan Multiverse Saga. Tema ini digembar-gemborkan akan membuka &#8220;kemungkinan tak terbatas&#8221; di semesta Marvel</p>



<p>Awalnya,<strong> Kang the Conqueror</strong> dipilih menjadi <em>next big bad villain </em>selanjutnya menggantikan Thanos. Sayangnya, sang aktor Jonathan Majors terjerat kasus yang membuatnya dipecat. Ada opsi untuk melakukan <em>recast</em>, tapi Marvel memilih untuk mengganti <em>villain </em>utamanya.</p>



<p>Setelah berbagai spekulasi dan rumor, akhirnya melalui ajang SDCC 2024 Marvel resmi mengumumkan kalau Doctor Doom akan menjadi penggantinya. Hal ini terlihat dari perubahan judul film <em>Avengers: Kang Dynasty</em> menjadi <em><strong>Avengers: Doomsday</strong></em>.</p>



<p>Film ini akan disutradarai kembali oleh sutradara <strong>Russo Brothers</strong>, yang sebelumnya telah menyutradarai empat film Marvel, termasuk dua film Avengers. Sebagai tambahan, mereka juga akan menjadi sutradara film <em><strong>Avengers: Secret Wars</strong>.</em></p>



<p>Kembali ke Doctor Doom. Sebenarnya, Doctor Doom yang terkenal sebagai nemesis dari Fantastic 4 telah lama santer disebut akan menggantikan Kang. Apalagi, di komik ia juga memiliki sejarah panjang dan kerap bersentuhan dengan <em>multiverse</em>.</p>



<p>Nah, yang membuat terkejut adalah pemilihan RDJ yang menimbulkan polemik di antara penggemar. Sebelumnya, nama yang dianggap cocok untuk memerankan Victor von Doom adalah Cillian Murphy. RDJ, setidaknya bagi Penulis, tak pernah terpikirkan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Marvel Sudah Frustasi?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000039930-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7710" style="width:740px;height:auto" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000039930-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000039930-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000039930-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000039930-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Para Tokoh Lama yang Dibawa Kembali (<a href="https://www.indiewire.com/news/breaking-news/marvel-comic-con-2024-announcements-1235030176/">IndieWire</a>)</figcaption></figure>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>&#8220;You could not live with your own failure. Where did that bring you? Back to me.&#8221;</p>
</blockquote>



<p><em>Quote </em>terkenal dari Thanos tersebut tampaknya cocok untuk diucapkan oleh Russo Brothers dan RDJ ke direksi Marvel. Seperti yang kita tahu, MCU <em>pasca-Endgame</em> tampak berantakan dan kerap mendapatkan kritikan tajam.</p>



<p>Dari banyaknya film dan serial yang dirilis dalam rentang waktu 2020-2024, hanya sedikit yang bisa dibilang oke, sedangkan sisanya seolah mengundah hujatan. Banyak menganggap Marvel benar-benar mengalami penurunan kualitas dan berharap MCU cukup berakhir di <em>Endgame</em>. </p>



<p>Marvel pun bukannya tutup telinga atas kritikan-kritikan tersebut. Buktinya, mereka merombak <em>roadmap </em>yang telah disusun untuk meningkatkan kualitas film dan serial mereka. Tahun ini mereka hanya merilis satu film, <em><strong><a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-deadpool-wolverine/">Deadpool &amp; Wolverine</a></strong></em>, walau film tersebut juga tidak bisa dibilang bagus.</p>



<p>Nah, untuk bisa membuat MCU tetap menarik minat penonton, mereka akhirnya memutuskan untuk menggunakan formula lama. RDJ jelas menjadi salah satu aktor terfavorit penggemar, sedangkan Russo Brothers terbukti selama ini selalu menghasilkan film yang berkualitas.</p>



<p>Masalahnya, RDJ sudah terlalu melekat sebagai Iron Man. Apalagi, ia sudah mati dengan heroik di <em>Endgame</em>. Mengembalikannya ke MCU sebagai <em>villain</em>, bagi sebagian penggemar, menjadi hal yang sulit untuk diterima.</p>



<p>Untuk Russo Brothers sendiri, Penulis memiliki kekhawatiran kalau menggunakan mereka kembali justru akan membuat penonton berekspetasi terlalu tinggi ke film Avengers ke-5 dan ke-6. Padahal, sudah banyak kasus di Marvel sutradara yang sama tidak selalu bisa menghasilkan film yang sama bagusnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Siapa Doctor Doom Versi MCU?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000039932-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7711" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000039932-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000039932-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000039932-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000039932.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Mari Kita Lihat Saja Bagaimana RDJ Memerankan Doctor Doom (<a href="https://www.hollywoodreporter.com/movies/movie-features/robert-downey-jr-doctor-doom-1235960445/">The Hollywood Reporter</a>)</figcaption></figure>



<p>Secara teori, ada kemungkinan kalau Doctor Doom versi MCU merupakan varian jahat dari Tony Stark. Karena berpotensi menjadi jahat itulah Doctor Strange &#8220;mengarahkan&#8221; Stark ke kematiannya, mengingat ia telah melihat banyak masa depan alternatif.</p>



<p>Hingga saat ini, sama sekali belum ada petunjuk mengenai Doctor Doom di semua film dan serial MCU di Phase 4 dan 5. Hal ini wajar mengingat pergantian <em>villain </em>utama juga baru dilakukan akhir-akhir ini. Kalau Kang, ia sudah di-<em>tease </em>sejak serial<em> Loki</em>.</p>



<p>Ini juga akan menjadi kelemahan Multiverse Saga. Seperti yang kita tahu, Thanos sudah di-<em>tease</em> sejak film The Avengers tahun 2012 atau enam tahun sebelum penampilannya di film <em><strong><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-avengers-infinity-wars/">Avengers: Infinity Wars</a></strong></em>. Doctor Doom hanya punya waktu dua tahun sebelum tampil sebagai musuh utama.</p>



<p>Kemungkinan besar, Doctor Doom baru diperkenalkan pada film <strong><em>Fantastic Four</em>: <em>First Step</em></strong> yang akan tayang pada tahun 2025 mendatang. Film ini akan berlatar di <em>universe</em> lain, bukan Earth-616 tempat di mana para <em>superhero </em>yang kita kenal selama ini tinggal.</p>



<p>Di film tersebut, harusnya yang menjadi musuh utama adalah Galactus. Doctor Doom mungkin akan muncul, tapi tidak menjadi musuh utama. Dari sana, Penulis memperkirakan kalau entah bagaimana pada akhirnya Doctor Doom akan memicu kejadian yang akan terjadi di film <em>Avengers: Secret Wars</em>.</p>



<p>Kita lihat saja nanti apakah langkah frustasi yang diambil oleh Marvel ini berhasil menyelamatkan semestanya atau justru memperburuk keadaan.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 7 Agustus 2024, terinspirasi setelah diumumkannya Robert Downey Jr. sebagai Doctor Doom</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.gq.com/story/robert-downey-jrs-doctor-doom">GQ</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/langkah-frustasi-marvel-dalam-menyelamatkan-semestanya/">Langkah Frustasi Marvel dalam Menyelamatkan Semestanya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/langkah-frustasi-marvel-dalam-menyelamatkan-semestanya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Menonton Deadpool &#038; Wolverine</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-deadpool-wolverine/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-deadpool-wolverine/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Aug 2024 15:49:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[Deadpool]]></category>
		<category><![CDATA[Marvel]]></category>
		<category><![CDATA[MCU]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[Wolverine]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7696</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada tahun 2024 ini, Marvel Studios hanya merilis satu film, yakni Deadpool &#38; Wolverine. Film ini juga menjadi film Deadpool (dan X-Men) pertama di Marvel Cinematic Universe (MCU) setelah Disney mengakuisisi 20th Century Fox. Seperti biasa, Penulis menonton film ini ketika premiere-nya pada hari Rabu, 24 Juli 2024. Namun, karena setelah menonton Penulis pergi ke [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-deadpool-wolverine/">[REVIEW] Setelah Menonton Deadpool &amp; Wolverine</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pada tahun 2024 ini, Marvel Studios hanya merilis satu film, yakni <em>Deadpool &amp; Wolverine</em>. Film ini juga menjadi film Deadpool (dan X-Men) pertama di Marvel Cinematic Universe (MCU) setelah Disney mengakuisisi 20th Century Fox.</p>



<p>Seperti biasa, Penulis menonton film ini ketika <em>premiere</em>-nya pada hari Rabu, 24 Juli 2024. Namun, karena setelah menonton Penulis pergi ke Jakarta selama beberapa hari (juga sempat tidak <em>mood </em>menulis), baru hari inilah Penulis membuat ulasannya.</p>



<p>Sejujurnya, mengingat kedua film Deadpool sebelumnya bisa dibilang tidak mengecewakan, Penulis menaruh ekspetasi yang cukup tinggi terhadap film ini. Apalagi, film ini juga menjadi <em>comeback</em>-nya Hugh Jackman sebagai Wolverine, yang terakhir kali memerankan karakter tersebut di film <em>Logan </em>(2017).</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner.jpg 1280w " alt="Maskulinitas pada Musik Dewa" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/musik/maskulinitas-pada-musik-dewa/">Maskulinitas pada Musik Dewa</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Jalan Cerita Deadpool &amp; Wolverine</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Deadpool &amp; Wolverine | Official Trailer | In Theaters July 26" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/73_1biulkYk?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Beberapa tahun setelah peristiwa di film <em>Deadpool 2</em>, <strong>Wade Wilson </strong>alias <strong>Deadpool </strong>(Ryan Reynolds) menjalani hidupnya seperti biasa. Namun, kehidupannya saat ini lebih terasa sepi karena ternyata ia telah berpisah dengan kekasihnya, Vanessa (Morena Baccarin).</p>



<p>Tiba-tiba, ia diculik oleh <strong>Time Variance Authority (TVA) </strong>yang telah diperkenalkan di <a href="https://whathefan.com/filmserial/akhirnya-marvel-kembali-ke-jalan-yang-benar-melalui-loki-season-2/">serial <em>Loki</em></a>. Ia lantas berhadapan dengan <strong>Mr. Paradox </strong>(Matthew Macfadyen) yang memberikan kabar bahwa <em>universe </em>yang ditinggali oleh Deadpool akan hancur.</p>



<p>Mengapa bisa hancur? Karena Anchor Being di <em>universe </em>tersebut, <strong>Logan </strong>alias <strong>Wolverine </strong>(Hugh Jackman) telah mati. Ini adalah teori baru yang belum pernah dijelaskan di film ataupun serial Marvel lainnya.</p>



<p>Lantas, Deadpool pun mencuri <em>timepad </em>milik Mr. Paradox dan berusaha mencari Wolverine baru untuk menjadi Anchor Being di <em>universe</em>-nya. Ia pun bertemu dengan berbagai varian Wolverine (termasuk versi Henry Cavill), tapi yang ia berhasil dapatkan justru versi terburuk yang gagal menyelamatkan <em>universe</em>-nya sendiri.</p>



<p>Deadpool dan Wolverine pun di-<em>prune </em>dan memasuki Void, yang juga telah diperkenalkan di serial <em>Loki. </em>Di sana, ia bertemu dengan <strong>Cassandra Nova</strong> (Emma Corrin), saudara kembar Profesor Xavier yang menjadi semacam penguasa di sana.</p>



<p>Cassandra ternyata sangat kuat karena mampu melakukan telekinetik dan membaca pikiran dengan <em>literally </em>memasukkan tangannya ke orang yang ia target. Saat Allioth datang menyerang markas Cassandra, Deadpool dan Wolverine berhasil kabur dari sana.</p>



<p>Sempat bertemu dengan varian Deadpool dan bertengkar seharian, Deadpool dan Wolverine tiba-tiba dibawa ke sebuah tempat yang terlihat seperti sebuah markas. Ada beberapa orang yang ada di sana, yang berhasil membuat para penonton berteriak.</p>



<p>Ada <strong>Elektra </strong>(Jennifer Garner), <strong>Blade </strong>(Wesley Snipes), <strong>Gambit </strong>(Channing Tatum), dan <strong>X-23 </strong>alias <strong>Laura </strong>(Dafne Keen). Setelah ngobrol, mereka memutuskan untuk menyerang markas Cassandra agar bisa keluar dari Void.</p>



<p>Singkat cerita, pertarungan terjadi dan Cassandra berhasil didesak hingga hampir tewas. Wolverine memutuskan untuk menyelamatkannya dan sebagai gantinya Cassandra memberikan <em>tools </em>yang kerap digunakan Doctor Strange dan Wong untuk membuka &#8220;Portal ke Mana Saja.&#8221;</p>



<p>Melalui portal tersebut, Deadpool dan Wolverine berhasil kembali ke <em>universe</em>-nya untuk menghentikan rencana Mr. Paradox. Namun, Cassandra menyusul dan ingin menggunakan alat Mr. Paradox untuk kepentingannya sendiri.</p>



<p>Untuk menghalangi Deadpool dan Wolverine, Cassandra menyewa banyak sekali varian Deadpool, yang untungnya langsung berhenti ketika melihat <strong>Peter </strong>(Tyler Mane). Pada akhirnya, mereka berdua berhasil menghentikan Cassandra sekaligus membuat <em>universe </em>tersebut tidak jadi berakhir. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton Deadpool &amp; Wolverine</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Deadpool &amp; Wolverine | Final Trailer | In Theaters July 26" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/Idh8n5XuYIA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Film ini mengulangi kesalahan terbesar yang dilakukan oleh film <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-doctor-strange-in-the-multiverse-of-madness/">Doctor Strange in the Multiverse of Madness</a></em>: <strong>plot cerita lemah </strong>dan <strong>terlalu mengandalkan <em>cameo</em></strong>. Bahkan, bisa dibilang film ini lebih buruk dari sekuel <em>Doctor Strange </em>tersebut.</p>



<p>Ada banyak sekali catatan buruk dan kritik yang Penulis ketik di <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/saya-menggunakan-notion-untuk-mencatat-progres-artikel-whathefan/">aplikasi Notion</a> setelah selesai menonton film ini. Yang bisa membuat film ini masih layak ditonton adalah humornya yang pecah dan bertaburnya <em>cameo</em> yang tak terduga. Penulis akan membahasnya lebih detail di bawah ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Digendong oleh Para Cameo</h2>



<p>Sama seperti film <em>Doctor Strange in the Multiverse of Madness</em>, kemunculan <em>cameo </em>di film <em>Deadpool &amp; Wolverine </em>memang sangat banyak dan menyenangkan, apalagi bagi penggemar Marvel sejak awal tahun 2000-an.</p>



<p>Selain Henry Cavill yang menjadi varian Wolverine, kembalinya <strong>Chris Evans </strong>menjadi Human Torch juga sangat menyenangkan. Walau kemunculannya cukup sebentar karena <em>budget</em>-nya tinggi, kehadiran karakter ini mampu menyuguhkan humor yang menyenangkan.</p>



<p>Kemunculan Elektra, Blade, Gambit, hingga Laura juga cukup bikin heboh. Kemunculan Gambit versi Channing Tatum seolah mengabulkan keinginan lama penggemar. Seperti yang kita tahu, sebenarnya Tatum sudah akan membintangi film solo Gambit sebelum proyek tersebut dibatalkan.</p>



<p>Mewujudkan keinginan penggemar seperti ini juga dilaukan di film <em>Doctor Strange in the Multiverse of Madness</em>, di mana John Krasinski menjadi Mr. Fantastic. Bedanya, Mr. Fantastic harus mati konyol di tangan Wanda, sedangkan Gambit berhasil bertahan hidup.</p>



<p>Beberapa <em>cameo </em>lain yang muncul di film ini adalah<strong> Happy Hogan </strong>(Jon Favreau) yang mewawancarai Deadpool yang ingin bergabung dengan Avengers, <strong>Lady Deadpool </strong>yang diperankan oleh istri Ryan Reynolds, Blake Lively, dan beberapa anggota karakter lain dari film-film X-Men seperti <strong>Juggernaut </strong>dan <strong>Pyro</strong>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Humor dan Breaking the 4th Wall Seperti Biasa</h2>



<p>Bicara soal humor, seperti biasa film Deadpool memiliki ciri khasnya sendiri: <strong>humor yang kasar </strong>dan <em><strong>breaking the 4th wall</strong></em>. Kedua elemen itu terasa sangat kental di film ini sehingga menjadi kekuatan utama film ini, karena sekali lagi, plot ceritanya terlalu lemah!</p>



<p>Deadpool dengan segala aksi dan ucapan konyolnya selalu berhasil membuat penonton tertawa terbahak-bahak. Salah satu yang membuatnya sangat lucu adalah bagaimana ia kerap menyindir hal-hal yang berhubungan dengan dunia nyata. </p>



<p>Contohnya adalah ketika ia membahas mahalnya <em>budget </em>untuk memasukkan Chris Evans ke dalam film dan bagaimana impian penggemar untuk melihat Cavillrine berhasil terwujud. Tentu hubungan Disney dan 20th Century Fox juga menjadi topik yang sangat sering ia bahas.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Timeline yang Makin Amburadul</h2>



<p>Kita semua tahu kalau <em>timeline </em>film-film X-Men di bawah naungan 20th Century Fox cukup membingungkan. Selain trilogi utama yang tayang di awal tahun 2000-an, ada juga <em>remake </em>sebagai prekuel trilogi tersebut. Belum lagi film-film <em>spin-off</em>.</p>



<p>Nah, awalnya Penulis berharap kalau film ini akan menjelaskan keruwetan tersebut. Ternyata, justru<strong> film ini semakin membuatnya berantakan!</strong> Ada banyak sekali tanda tanya yang muncul setelah Penulis menonton film ini.</p>



<p>Pertama, Logan yang mati di film <em>Logan </em>ternyata satu <em>universe </em>dengan Deadpool. Ini aneh karena film tersebut berlatar tahun 2029 dan diceritakan saat itu sudah tidak ada lagi mutan yang tersisa. Kalau Deadpool (dan beberapa teman mutannya) hidup di dunia yang sama, <strong>maka seharusnya ia juga telah tiada</strong>.</p>



<p>Seharusnya, lebih masuk akal jika Deadpool dan X-Men diceritakan berasal dari <em>universe </em>yang berbeda. Selain menodai film <em>Logan </em>yang fenomenal, keputusan tersebut juga membuat film ini terasa asal nulis.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Banyak Hal Aneh Terjadi di Void</h2>



<p>Konsep Void dan Allioth menjadi beberapa hal yang <em>memorable </em>dari serial <em>Loki</em>. Namun, film ini membuat keduanya seolah tidak memiliki harga diri sama sekali. Lihat saja mudahnya Deadpool dan Wolverine keluar dari sana menggunakan alat seperti milik Doctor Strange.</p>



<p>Jika portal tersebut bisa dengan mudah membuat kita berpindah <em>universe</em>,<strong> mengapa di film <em>Doctor Strange in the Multiverse of Madness</em> Strange tidak menggunakannya? </strong>Ia malah mempelajari Darkhold dan melakukan Dreamwalk. Fakta ini benar-benar membuat Penulis gusar.</p>



<p>Lalu <strong>Allioth juga terlihat cukup di-<em>nerf</em></strong>. Di serial <em>Loki, </em>Allioth bisa memakan segalanya dengan mudah, termasuk ketika salah satu varian Loki membuat semacam ilusi istana. Lantas, mengapa ketika Allioth menyerang markas Cassandra, ada banyak yang selamat?</p>



<p>Jika merujuk pada kekuatan Allioth, harusnya semua isi markas beserta markasnya itu sendiri bisa dilahap dengan mudah olehnya. Namun, entah mengapa seolah Cassandra memiliki kemampuan untuk mengendalikan Allioth agar dirinya tidak ikut termakan. Selain itu, <strong>Cassandra juga tidak pernah di-mention di serial <em>Loki</em></strong>, walau memiliki kekuatan sebesar itu.</p>



<p>Bicara soal Cassandra, karakter yang sebenarnya potensial ini sayangnya <strong>terkesan kurang <em>memorable</em></strong>. Kemunculan dua antagonis (bersama Mr. Paradox) di film ini membuat perannya kurang terlihat dan memiliki motivasi <em>villain </em>yang sangat generik.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Hal-Hal Menyebalkan Lainnya</h2>



<p>Masih banyak hal menyebalkan dari film ini yang ingin Penulis bahas. Pertama, <strong>banyak klise</strong>. Contohnya adalah ketika Wolverine yang awalnya ogah membantu Deadpool akhirnya rela mengorbankan dirinya. Hal semacam ini sudah sering kita temukan di film-film serupa.</p>



<p>Contoh lainnya adalah pengorbanan yang tidak jadi. Wolverine dan Deadpool yang terlihat mengorbankan diri mereka tidak jadi mati setelah sebelumnya dikesankan akan mati. Mungkin karena kemampuan regenerasi mereka, tapi sekali lagi hal semacam ini sudah sangat klise. Apalagi, secara ajaib <em>universe</em>-nya sembuh-sembuh sendiri dan tidak jadi hancur tanpa penjelasan.</p>



<p>Hal lain yang menurut Penulis cukup menyebalkan adalah <strong>putusnya Deadpool dengan Vanessa</strong>. Kalau boleh jujur, Vanessa kan <em>literally </em>dihidupkan kembali oleh Deadpool, kok bisa-bisanya minta putus dengan alasan <em>bullshit </em>seperti itu. Kisah mereka juga tak terlalu berpengaruh di film ini.</p>



<p><strong>Varian Deadpool yang malah jadi anak buah Cassandra juga anti-klimaks</strong>. Mengapa para varian ini mau bekerja untuk Cassandra? Mengapa mereka dengan mudahnya mengabaikan tugas tersebut hanya karena bertemu Peter? Semua terasa tidak masuk akal.</p>



<p>Oh, jangan lupa kalau <strong><em>credit scene </em>film ini juga tidak berguna</strong> dan tidak memberikan <em>tease </em>mengenai masa depan MCU. Sampai film ini selesai, tidak ada kejelasan mengenai bergabungnya <em>universe </em>Deadpool dengan MCU.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Meskipun<em> </em>mampu memberikan tawa dan perasaan nostalgia lewat <em>cameo-cameo</em>-nya, <em>Deadpool &amp; Wolverine</em> pada akhirnya terasa seperti film yang <em>lazy writing</em>, terutama di 1/3 akhir filmnya. Penjelasan panjang Mr. Paradox mengenai mesinnya sangat membosankan.</p>



<p>Hal ini tentu sangat disayangkan, mengingat karakter Deadpool dan Wolverine memiliki basis penggemar yang cukup besar. Kalau sebagai film dengan tujuan menghibur, masih okelah, apalagi <em>sequence </em>aksinya juga cukup seru untuk ditonton.</p>



<p>Namun, sebagai sebuah film, alur ceritanya benar-benar terasa dangkal. <em>Doctor Strange in the Multiverse </em>masih jauh lebih mending karena selain Scarlet Witch yang berubah menjadi <em>villain </em>utama, motifnya mengacak-acak<em> multiverse </em>cukup kuat. Dari awal, ada kejelasan mengenai apa yang harus dilakukan oleh tokoh utamanya.</p>



<p>Penulis harus keluar dengan mulut mengomel terus karena ada banyak sekali <em>plothole </em>dan hal yang tak masuk akal di film ini, terutama konsistensi teori yang diciptakan oleh Marvel sendiri. Seperti yang pernah Penulis katakan dulu sekali, Marvel terlihat kewalahan dalam mengendalikan semestanya yang semakin membesar.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><strong><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">RATING: 5/10</mark></strong></p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 6 Agustus 2024, terinspirasi setelah menonton film <em>Deadpool &amp; Wolverine</em></p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://fahum.umsu.ac.id/blog/deadpool-wolverine-daftar-aktor-aktris-dan-cameo/">FAHUM UMSU</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-deadpool-wolverine/">[REVIEW] Setelah Menonton Deadpool &amp; Wolverine</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-deadpool-wolverine/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Menonton X-Men ‘97</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-x-men-97/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-x-men-97/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 May 2024 16:41:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[animasi]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Marvel]]></category>
		<category><![CDATA[MCU]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[serial]]></category>
		<category><![CDATA[X-Men '97]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7272</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rasanya sudah semakin jarang Marvel Cinematic Universe (MCU) merilis serial yang berkualitas. Dalam rentang waktu satu tahun terakhir, praktis hanya serial Loki Season 2 yang bisa dinikmati dan mampu menyajikan cerita yang menarik. Untungnya, serial animasi terbaru yang dirilis MCU akhirnya mampu mematahkan hal buruk tersebut, yakni X-Men &#8217;97. Penulis bukan penggemar die hard X-Men, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-x-men-97/">[REVIEW] Setelah Menonton X-Men ‘97</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Rasanya sudah semakin jarang <a href="https://whathefan.com/filmserial/the-future-of-marvel-cinematic-universe/">Marvel Cinematic Universe (MCU)</a> merilis serial yang berkualitas. Dalam rentang waktu satu tahun terakhir, praktis hanya <a href="https://whathefan.com/filmserial/tulisan-ini-merangkum-ulasan-film-dan-serial-mcu-yang-terlewat/">serial <em>Loki Season 2</em></a><em> </em>yang bisa dinikmati dan mampu menyajikan cerita yang menarik.</p>



<p>Untungnya, serial animasi terbaru yang dirilis MCU akhirnya mampu mematahkan hal buruk tersebut, yakni <em><strong>X-Men &#8217;97</strong></em>. Penulis bukan penggemar <em>die hard </em>X-Men, tapi cukup familiar dengan karakter-karakternya karena pernah membacanya di majalah waktu kecil.</p>



<p>Serial asli <em>X-Men </em>yang rilis di tahun 90-an pun Penulis merasa tidak pernah menontonnya, walaupun <em>theme song-</em>nya terasa sangat familiar. Mungkin Penulis pernah menontonnya, tapi tidak bisa mengingatnya.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/pexels-photo-697243-300x200.jpeg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/pexels-photo-697243-300x200.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/pexels-photo-697243-768x512.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/pexels-photo-697243-1024x683.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/pexels-photo-697243-356x237.jpeg 356w " alt="Menggadaikan Persahabatan Demi Cinta" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/rasa/menggadaikan-persahabatan-demi-cinta/">Menggadaikan Persahabatan Demi Cinta</a></div></div></div><p></p>


<p>Yang jelas, Penulis memutuskan untuk menonton serial <em>X-Men &#8217;97 </em>karena merasa penasaran. Penulis sampai harus menonton rekap serial animasi aslinya agar bisa <em>catch up </em>dan memahami konflik apa yang akan dihadapi oleh para X-Men.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Jalan Cerita X-Men &#8217;97</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Marvel Animation&#039;s X-Men &#039;97 | Final Trailer | Disney+" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/mp1Pax-QHlA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Meskipun menggunakan gaya animasi yang berbeda dengan versi aslinya, <em>X-Men &#8217;97 </em>merupakan sekuel langsung dengan gaya animasi yang telah menyesuaikan dengan era modern. Artinya, ceritanya pun <em>nyambung </em>dengan serial aslinya.</p>



<p>Di awal cerita, kita mengetahui bahwa Profesor Xavier telah dibawa ke luar angkasa oleh Lilandra demi menyelamatkan nyawanya. Lantas, X-Men pun secara mengejutkan jadi dipimpin oleh <strong>Magneto</strong>.</p>



<p>Beberapa kejadian pun terjadi selama Magneto menjadi pemimpin, termasuk Storm yang kehilangan kekuatannya. Selain itu, diketahui bahwa Jean Gray yang selama ini bersama X-Men ternyata hanya klon yang dibuat oleh Mister Sinister.</p>



<p>Klimaks konflik dari musim kali ini adalah penyerangan besar-besaran yang menghancurkan Genosha. Kejadian ini membuat karakter X-Men favorit Penulis, <strong>Gambit</strong>, harus tewas. Selain itu, Magneto juga berhasil diculik dan menghilang dalam waktu yang cukup lama.</p>



<p>Siapa dalang di balik penyerangan Genosha? Ternyata dia adalah <strong>Bastion</strong>, humanoid yang merupakan gabungan dari Nimrod dan Master Mold. Ia sangat membenci mutan, mengingat ia berasal dari entitas yang bertujuan untuk memusnahkan semua mutan.</p>



<p>Bastion tidak sendirian, ia dibantu oleh Mister Sinister dalam menjalankan misinya untuk memusnahkan mutan. Masalah makin pelik bagi X-Men, karena Magneto yang diculik berhasil kabur dan mematikan semua listrik di dunia dan menyatakan perang kepada manusia.</p>



<p>Di saat genting tersebut, Profesor Xavier pulang ke Bumi untuk menyelesaikan konflik yang ada. X-Men dibagi menjadi dua tim, satu berusaha menghentikan Magneto dan satu lagi menyerang Bastion yang melepaskan Prime Sentinels ke seluruh dunia.</p>



<p>Singkat cerita, pada akhirnya X-Men berhasil melakukan kedua misi tersebut. Namun, Asteroid M yang menjadi markas Magneto terjun ke Bumi dan berpotensi menyebabkan kiamat. Berbagai upaya dilakukan, tapi akhirnya Magneto-lah yang menghentikan insiden tersebut.</p>



<p>Setelah kejadian tersebut, banyak tokoh X-Men yang hilang dan tidak ditemukan. Pada akhirnya, terkuak kalau para X-Men terlempar ke lini masa yang berbeda, yang akan menjadi premis utama di musim selanjutnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton X-Men &#8217;97</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Marvel Animation&#039;s X-Men &#039;97 | Official Trailer | Disney+" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/pv3Ss8o9gGQ?start=2&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Setelah selesai menonton semua 10 episodenya, Penulis merasa cukup puas dengan serial ini. Gaya animasinya, walaupun tidak unik seperti <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-what-if-bagian-1/">What If&#8230;?</a></em>, cukup memanjakan mata. Dialog-dialog yang dimiliki, terutama yang keluar dari mulut Magneto, juga berkesan.</p>



<p>Meskipun Penulis tidak terlalu mengikuti X-Men, Penulis cukup mudah mengenali karakter-karakter yang ada di serial ini karena Penulis merupakan pemain <em>Marvel Snap</em>. Desain karakter yang ada di <em>game </em>TCG tersebut sama dengan yang ada di serial ini.</p>



<p>Selain karakter yang sudah familiar seperti Wolverine, Cyclops, Storm, Gambit, Beast, dan lainnya, Penulis langsung mengetahui karakter-karakter lainnya yang selama ini kurang ditonjolkan di film-film <em>live-action</em> seperti Jubilee, Morph, Sentinel, hingga Mister Sinister.</p>



<p>Penulis cukup menyayangkan kematian Gambit. Sudah di film <em>live-action </em>jarang muncul, sekalinya muncul di serial animasi malah harus mati. Namun, kematiannya yang heroik menjadi salah satu momen terbaik di serial ini.</p>



<p>Selain itu, ada banyak <em>cameo </em>menarik yang dimunculkan, mulai dari Captain America, Spider-Man, Silver Samurai, Omega Red, hingga Iron Man. Dengan kemunculan mereka, Penulis jadi berharap kalau di musim-musim selanjutkan akan ada tema X-Men vs Avengers.</p>



<p>Untuk konflik ceritanya sendiri bisa dibilang cukup berat, sehingga serial ini rasanya kurang cocok untuk anak-anak. Tema politik<strong> &#8220;manusia vs mutan&#8221;</strong> masih menjadi isu utama, di mana ada pihak yang ingin memusnahkan mutan dari Bumi karena berbagai alasan.</p>



<p>Salah satu poin utama yang membuat serial ini <em>outstanding </em>adalah bagaimana posisi Magneto yang tidak menjadi antagonis. Di serial ini, Magneto justru berusaha memahami apa keinginan Profesor Xavier, sebelum akhirnya merasa kalau usahanya berakhir sia-sia.</p>



<p>Bastion sebagai antagonis utama di serial ini juga terlihat sebagai musuh yang sulit untuk ditakhlukkan. Motivasinya untuk memusnahkan mutan mungkin kurang <em>deep</em>, tapi cukup kuat dan masuk akal. Pemilihannya sebagai <em>villain </em>utama sangat tepat.</p>



<p>Kesimpulannya, serial <em>X-Men &#8217;97 </em>berhasil menjadi oase di tengah gempuran serial Marvel lain yang kurang berkualitas. Walaupun tidak menonton serial aslinya, kita masih akan bisa menikmati jalan ceritanya tanpa perlu pusing.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Rating: 8/10</mark></p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 28 Mei 2024, terinspirasi setelah menonton serial <em>X-Men &#8217;97</em></p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://variety.com/2022/tv/news/x-men-97-release-date-season-2-comic-con-1235319958/">Variety</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-x-men-97/">[REVIEW] Setelah Menonton X-Men ‘97</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-x-men-97/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tulisan Ini Merangkum Ulasan Film dan Serial MCU yang Terlewat</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/tulisan-ini-merangkum-ulasan-film-dan-serial-mcu-yang-terlewat/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/tulisan-ini-merangkum-ulasan-film-dan-serial-mcu-yang-terlewat/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Apr 2024 15:18:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Loki]]></category>
		<category><![CDATA[Marvel]]></category>
		<category><![CDATA[MCU]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[The Marvels]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[What If...?]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7234</guid>

					<description><![CDATA[<p>Biasanya, setiap ada film atau serial Marvel Cinematic Universe (MCU) yang selesai ditonton, Penulis akan membuat artikel ulasannya. Walaupun kadang telat satu bulan, artikel tersebut akan tetap ditulis. Namun, beberapa bulan terakhir, Penulis melewatkan cukup banyak film dan serial MCU karena kesibukan (dan kemalasan) untuk diulas. Padahal, setelah serial Secret Invasion yang mengecewakan, MCU merilis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/tulisan-ini-merangkum-ulasan-film-dan-serial-mcu-yang-terlewat/">Tulisan Ini Merangkum Ulasan Film dan Serial MCU yang Terlewat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Biasanya, setiap ada film atau serial Marvel Cinematic Universe (MCU) yang selesai ditonton, Penulis akan membuat artikel ulasannya. Walaupun kadang telat satu bulan, artikel tersebut akan tetap ditulis.</p>



<p>Namun, beberapa bulan terakhir, Penulis melewatkan cukup banyak film dan serial MCU karena kesibukan (dan kemalasan) untuk diulas. Padahal, setelah <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-secret-invasion/">serial <em>Secret Invasion</em> yang mengecewakan</a>, MCU merilis tiga serial dan satu film layar lebar.</p>



<p>Meskipun sudah telat berbulan-bulan, ada rasa bersalah karena telah melewatkan mereka semua. Oleh karena itu, agar tidak lagi terbebani dengan hutang artikel, Penulis memutuskan untuk merangkum semuanya dalam satu artikel.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/photo_2018-05-12_11-08-45-300x179.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/photo_2018-05-12_11-08-45-300x179.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/photo_2018-05-12_11-08-45-768x459.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/photo_2018-05-12_11-08-45-1024x612.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/photo_2018-05-12_11-08-45-356x213.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/photo_2018-05-12_11-08-45.jpg 1279w " alt="Menemukan Kenangan Lama yang Telah Hilang" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/animekomik/menemukan-kenangan-lama-yang-telah-hilang/">Menemukan Kenangan Lama yang Telah Hilang</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Rangkuman Ulasan Film dan Serial MCU</h2>



<p>Setelah serial <em>Secret Invasion</em>, Marvel merilis tiga serial lagi, yakni<strong> <em>Loki Season 2</em></strong>, <em><strong>What If&#8230;? Season 2</strong></em>, dan <em><strong>Echo</strong></em>. Selain itu, Marvel juga merilis film layar lebar terakhir di tahun 2023, yakni <em><strong>The Marvels</strong></em>.</p>



<p>Lantas, bagaimana pendapat Penulis tentang film dan serial-serial tersebut? Apakah <a href="https://whathefan.com/filmserial/the-fall-of-marvel-cinematic-universe/">semakin memundurkan kualitas MCU</a>, atau <a href="https://whathefan.com/filmserial/the-future-of-marvel-cinematic-universe/">justru berhasil menyelamatkannya</a>? Berikut adalah ulasan Penulis selengkapnya! </p>



<h3 class="wp-block-heading">Review Loki Season 2</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Marvel Studios’ Loki Season 2 | Official Trailer | Disney+" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/dug56u8NN7g?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Singkat kata, <em>Loki Season 2 </em>adalah <strong>serial terbaik yang pernah diproduksi oleh MCU</strong>. Bahkan, lebih bagus dari <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-wandavision-episode-9-bagian-1/"><em>WandaVision</em></a> yang sebelumnya Penulis anggap sebagai serial terbaik. Serial ini, dari episode pertama hingga terakhir, berhasil konsisten menyajikan tontonan yang berkualitas.</p>



<p><a href="https://whathefan.com/filmserial/akhirnya-marvel-kembali-ke-jalan-yang-benar-melalui-loki-season-2/">Setelah menonton episode 4</a>, Penulis sudah menuliskan bahwa serial ini benar-benar terasa menjadi oase di tengah film dan serial Marvel lainnya yang begitu buruk. Hampir mayoritas menganggap kalau serial ini berhasil menyelamatkan muka Marvel yang terus-menerus dikritik.</p>



<p>Apa yang paling Penulis suka dari serial ini adalah pengembangan karakter yang dialami oleh Loki. Dari yang awalnya antagonis narsistik menjadi penyelamat <em>universe </em>dengan mengorbankan egonya. Siapa yang menyangka kalau God of Mischief rela melakukan sejauh itu? </p>



<p>Karakter-karakter pendukungnya pun tak kalah menarik. Apresiasi perlu disematkan ke <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/ke-huy-quan-dan-kisah-luar-biasa-yang-dimilikinya/">Ke Huy Quan</a> yang memerankan karakter OB. Sekali lagi, ia menjadi karakter yang dengan mudah dicintai oleh penontonnya.</p>



<p>Kesimpulannya, serial ini jelas akan menjadi parameter ke depannya kalau sebuah serial Marvel minimal ya memiliki kualitas cerita seperti ini. Standar yang jelas tinggi, sehingga para penonton pun harus bisa mengelola ekspektasinya dengan bijak.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">SKOR: 9/10</mark></p>
</blockquote>



<h3 class="wp-block-heading">Review The Marvels</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Marvel Studios&#039; The Marvels | Official Trailer" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/wS_qbDztgVY?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><em>The Marvels </em>adalah film yang <strong>benar-benar biasa saja</strong>. Plot cerita, biasa, lurus tanpa <em>plot twist</em>. <em>Villain </em>utama biasa saja, tipe yang akan mudah dilupakan. Malah, sepanjang nonton film ini, Penulis merasa kalau film ini benar-benar tipe M-She-U yang sering diungkapkan oleh netizen.</p>



<p>Salah satu hal yang paling membuat Penulis kesal adalah bagaimana Captain Marvel, yang notabene menjadi salah satu <em>superhero </em>terkuat di MCU, terlihat kewalahan melawan <em>villain </em>yang kemampuannya B aja. Sangat terlihat kalau ia cukup di-<em>nerf</em> demi kepentingan cerita.</p>



<p>Dramanya dengan Monica Rambeau juga terasa canggung dan tidak natural. Seperti klise pada umumnya, konflik antara Monica dan Captain Marvel hanya karena miskomunikasi yang selesai ketika mereka akhirnya berbicara dari hati ke hati.</p>



<p>Di sisi lain, mungkin kehadiran Kamala Khan bisa dibilang membuat film ini setidaknya terasa segar dan berwarna. Karakternya yang<em> lovable </em>di serial <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-ms-marvel/">Ms. Marvel</a></em> berhasil dipertahankan di film ini dan seolah menjadi &#8220;anak bontot&#8221; dari tiga bersaudara.</p>



<p>Memang ada sedikit kejutan di bagian akhir, tapi jujur sama sekali tidak mengejutkan karena rumornya sudah santer terdengar sebelum filmnya rilis. Kamala mendatangi Kate Bishop dari serial <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-hawkeye/">Hawkeye</a> </em>untuk bergabung dengan &#8220;Avengers&#8221; baru, sedangkan Monica terlempar ke <em>universe </em>lain di mana ia bertemu dengan Beast dari X-Men.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">SKOR: 6/10</mark></p>
</blockquote>



<h3 class="wp-block-heading">Review What If&#8230;? Season 2</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Marvel Studios’ What If…? Season 2 | Official Trailer | Disney+" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/TiEVqZ2Bc_c?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Mengingat musim pertamanya berhasil menyajikan cerita-cerita yang menarik, Penulis pun berekspektasi kalau musim kedua dari serial <em>What If&#8230;?</em> akan sama bagusnya. Sayangnya, ekspektasi tersebut dipatahkan begitu saja.</p>



<p>Berbeda dengan musim pertamanya, serial ini dirilis setiap hari, bukan setiap minggu. Tentu harusnya hal tersebut membuat penggemar senang, bukan? Iya, jika jalan ceritanya sebagus musim pertamanya. Musim kedua ini<strong> bisa dibilang lumayan mengecewakan</strong>.</p>



<p>Pertama, episode-episodenya tidak terlalu saling terkait seperti musim pertama. Ada beberapa episode yang sama sekali tidak memiliki pengaruh ke <em>finale episode</em>-nya. Kedua, serial ini terlalu berfokus ke Captain Carter, seolah semakin menegaskan MCU itu M-She-U.</p>



<p>Ketika, karakter Supreme Strange yang sudah menjalani <em>character development </em>di musim pertama menjadi <em>villain </em>lagi, bahkan <em>villain </em>utama. Tujuannya pun sama, menghidupkan kembali Christie dengan membuat ulang semestanya yang telah hancur.</p>



<p>Salah satu poin positif dari serial ini adalah adanya karakter Kahhori, yang merupakan karakter orisinal untuk serial <em>What If&#8230;?</em>. Ia pun bekerja sama dengan Captain Carter untuk mengalahkan Supreme Strange dan menyelamatkan <em>multiverse</em>.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">SKOR: 6/10</mark></p>
</blockquote>



<h3 class="wp-block-heading">Review Echo</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Marvel Studios&#039; Echo | Official Trailer | Disney+ and Hulu" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/AFUKnherhuw?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Di awal tahun 2024, Marvel merilis sebuah serial baru berjudul <em>Echo</em>, yang merupakan seri pertama yang masuk ke dalam seri Marvel Spotlight. Serial ini berfokus ke karakter Maya Lopez, yang telah muncul di serial <em>Hawkeye</em>.</p>



<p>Mungkin Marvel sudah punya <em>feeling </em>kalau serial ini tidak akan terlalu berhasil, sehingga mereka memutuskan untuk merilis semua episodenya dalam satu hari. Keputusan tersebut mungkin benar, karena serial ini cukup membuat Penulis garuk-garuk kepala.</p>



<p>Selama beberapa episode awal, Penulis benar-benar dibuat bingung<strong> mau dibawa ke arah mana serial ini</strong>. Apakah ini merupakan perjalanan awal Maya menjadi <em>superhero</em>, pembalasan dendam masa lalu, atau malah cuma jadi pemanasan serial <em>Daredevil Born Again</em>.</p>



<p>Rupanya, serial ini pada akhirnya berfokus bagaimana Maya menyelesaikan konflik dengan Kingpin, yang selama ini sudah dianggap sebagai pamannya sendiri. Namun, penyelesaian konfliknya di episode terakhir pun terasa aneh dan berakhir begitu saja.</p>



<p>Karakter Kingpin di sini jelas berhasil mencuri perhatian berkat akting dari Vincent D&#8217;Onofrio. Sayangnya, karakter Maya terasa kurang berhasil digali potensinya untuk menjadi karakter besar di MCU. Apalagi, tidak jelas bagaimana nasibnya di masa depan MCU.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">SKOR: 5/10</mark></p>
</blockquote>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Dari empat film/serial yang Penulis ulas di atas, hanya<em> Loki Season 2 </em>yang Penulis anggap berhasil. Ini tentu menunjukkan kalau MCU masih harus berbenah jika tidak ingin ditinggalkan oleh penggemarnya.</p>



<p>Sejauh ini, sudah ada banyak upaya untuk menyelamatkan muka MCU, termasuk menunda beberapa proyek untuk memastikan kualitasnya. Di tahun 2024 ini, hanya ada film <em>Deadpool &amp; Wolverine </em>yang akan dirilis oleh Marvel, dan jujur Penulis sangat mengantisipasinya.</p>



<p>Saat artikel ini ditulis, Penulis sedang mengikuti serial animasi <em>X-Men &#8217;97</em>, sebuah lanjutan dari serial klasik Marvel yang dirilis di tahun 90-an. Sejauh ini, serial ini cukup memuaskan dan memiliki jalan cerita yang menarik dan membuat penasaran.</p>



<p>Bisa jadi, film <em>Deadpool &amp; Wolverine</em> dan serial <em>X-Men &#8217;97 </em>tersebut dijadikan patokan oleh Marvel apakah semesta X-Men masih menarik minat penonton. Jika iya, maka kemungkinan besar Mutant Saga akan hadir setelah Multiverse Saga berakhir.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 24 April 2024, terinspirasi setelah menyadari ada banyak serial dan film MCU yang belum dibuatkan ulasannya</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/tulisan-ini-merangkum-ulasan-film-dan-serial-mcu-yang-terlewat/">Tulisan Ini Merangkum Ulasan Film dan Serial MCU yang Terlewat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/tulisan-ini-merangkum-ulasan-film-dan-serial-mcu-yang-terlewat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Akhirnya Marvel Kembali Menarik Gara-gara Loki Season 2</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/akhirnya-marvel-kembali-ke-jalan-yang-benar-melalui-loki-season-2/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/akhirnya-marvel-kembali-ke-jalan-yang-benar-melalui-loki-season-2/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Oct 2023 16:33:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Loki]]></category>
		<category><![CDATA[Marvel]]></category>
		<category><![CDATA[MCU]]></category>
		<category><![CDATA[serial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6945</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sepanjang Multiverse Saga, Marvel kerap meluncurkan serial yang menimbulkan kekecewaan, apalagi Secret Invasion yang bikin geleng-geleng kepala. Penulis jadi semakin pesimis dengan masa depan Marvel Cinematic Universe (MCU). Sejauh ini, hanya ada tiga serial yang Penulis anggap benar-benar bagus dari awal hingga akhir, yakni WandaVision, Loki, dan What If&#8230;?. Sebenarnya serial Moon Knight juga lumayan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/akhirnya-marvel-kembali-ke-jalan-yang-benar-melalui-loki-season-2/">Akhirnya Marvel Kembali Menarik Gara-gara Loki Season 2</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sepanjang Multiverse Saga, Marvel kerap meluncurkan serial yang menimbulkan kekecewaan, apalagi <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-secret-invasion/">Secret Invasion</a> </em>yang bikin geleng-geleng kepala. Penulis jadi semakin pesimis dengan <a href="https://whathefan.com/filmserial/the-future-of-marvel-cinematic-universe/">masa depan Marvel Cinematic Universe (MCU).</a></p>



<p>Sejauh ini, hanya ada tiga serial yang Penulis anggap benar-benar bagus dari awal hingga akhir, yakni <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-wandavision-episode-9-bagian-3/">WandaVision</a></em>, <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-loki-bagian-2/">Loki</a></em>, dan <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-what-if-bagian-2/">What If&#8230;?</a></em>. Sebenarnya serial <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-moon-knight/">Moon Knight</a> </em>juga lumayan bagus, yang sayangnya memiliki episode terakhir yang cukup generik dan terasa kurang.</p>



<p>Di antara tiga serial Marvel yang Penulis sukai, <em>Loki </em>menjadi yang pertama memiliki sekuel. Jujur, Penulis sangat antusias ketika akhirnya serial ini tayang, mengingat akhir dari musim pertamanya sedikit <em>cliff hanging</em>.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/06/foundation-300x172.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/06/foundation-300x172.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/06/foundation-768x441.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/06/foundation-356x204.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/06/foundation.jpg 996w " alt="Membangun Fondasi Organisasi" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengalaman/membangun-fondasi-organisasi/">Membangun Fondasi Organisasi</a></div></div></div><p></p>


<p>Nah, untungnya tingginya ekspektasi Penulis tidak sia-sia karena sejauh ini serial <em>Loki </em>benar-benar memuaskan! <em>Pace-</em>nya cepat dan tidak terasa <em>dragging </em>sama sekali, penuh kejutan, alur cerita yang rapi, serta ada beberapa teknik <em>shoot </em>yang menarik.</p>



<p>Selain itu, tensi dari serial ini juga sangat menarik. Kita seolah ikut dibuat tegang dengan konflik <em>multiverse </em>yang dihadapi oleh Loki (Tom Hiddleston) bersama teman-temannya. Kesan <em>clock is ticking </em>benar-benar terasa, hingga akhirnya <strong>DUUUAAAARRRR!!! </strong>di episode 4.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Ketika Marvel Kembali Menarik</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Marvel Studios’ Loki Season 2 | Official Trailer | Disney+" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/dug56u8NN7g?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Untuk yang awam, <em>Loki Season 2 </em>bercerita tentang kekacauan yang terjadi di Time Variance Authority (TVA) setelah kematian He Who Remains (Jonathan Majors) yang dibunuh oleh varian Loki, Sylvie (Sophia Di Martino). </p>



<p>Hingga artikel ini ditulis (27/10), <em>Loki Season 2 </em>telah memasuki episode 4. Dibandingkan dengan episode-episode sebelumnya (yang sebenarnya <em>so far so good</em>), episode kali ini benar-benar <em>mindblowing </em>dan mengejutkan.</p>



<p>Demi menghindari <em>spoiler </em>pada artikel ini, Penulis hanya bisa menggambarkan kalau episode ini benar-benar tidak tertebak. <em>Build up </em>yang rapi dari episode pertama hingga ketiga ternyata tidak mengubah apa-apa. Apa yang dikhawatirkan akhirnya benar-benar terjadi.</p>



<p>Akhir yang sangat menggantung di episode ini juga memberikan kesan yang mirip dengan <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-avengers-infinity-wars/">Avengers: Infinity Wars</a></em>, di mana Thanos berhasil melenyapkan setengah populasi alam semesta. </p>



<p>Sekali lagi, kita disajikan misi yang dilakukan oleh protagonis kita gagal dilakukan. Namun, seperti yang sudah Penulis jelaskan di tulisan lain, <a href="https://whathefan.com/filmserial/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos/">tingkat destruktif di serial ini benar-benar beda level</a>. Penulis benar-benar tidak sabar untuk menonton episode ke-5 mendatang.</p>



<p>Yang jelas, sejauh ini serial <em>Loki Season 2 </em>berhasil membuat Penulis berpikir kalau Marvel mulai menarik lagi dan kembali ke jalan yang benar. Kekacauan demi kekacauan yang terjadi di serial-serial sebelumnya seolah tertebus dengan kemunculan serial ini.</p>



<p>Penulis berusaha untuk mencari celah untuk mengkritik serial ini. Hanya saja, Penulis benar-benar tidak menemukan apa yang kurang dari <em>Loki Season 2 </em>sejauh ini. Meskipun tentu tidak sempurna, Penulis berhasil dibuat puas olehnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Episode 4 Selalu Jadi yang Paling Mengejutkan?</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="LOKI Episode 4 BREAKDOWN - Ending Explained, MCU Easter Eggs, and Time Travel EXPLAINED!" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/vB8yjbQblxk?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Ada fakta menarik tentang episode 4 serial <em>Loki Season 2</em>. Pada musim pertamanya, episode keempatnya juga sangat mengejutkan ketika sosok di balik TVA terkuak hanya robot dan di-<em>prune</em>-nya Mobius dan Loki.</p>



<p>Jika diingat-ingat lagi, sebenarnya banyak kejadian yang mengejutkan terjadi di episode keempat dari semua serial Marvel. Penulis akan coba bahas beberapa untuk membuktikan pernyataan tersebut.</p>



<p>Di <em>WandaVision</em>, akhirnya terkuak apa yang sebenarnya terjadi pada Wanda dan penduduk kota Westview. Di <em>The Falcon and the Winter Soldier</em>, kita bisa melihat bagaimana Captain America baru melakukan pembuhan dengan menggunakan perisainya.</p>



<p>Episode 4 favorit Penulis, selain <em>Loki Season 2</em>, adalah <em>What If&#8230;? </em>yang menceritakan tentang Supreme Doctor Strange yang sangat <em>dark</em>. Di serial <em>Hawkeye</em>, kita bisa melihat kemunculan karakter Yelena Belova (Florence Pugh).</p>



<p><em>Moon Knight </em>pun cukup mengejutkan, di mana karakter utama Steven Grant (Oscar Isaac) ditembak tepat di dada oleh antagonisnya. Kejadian yang mirip juga terjadi di serial <em>Secret Invasion</em>, di mana Talos (Ben Mendelsohn) dibunuh oleh Gravik (Kingsley Ben-Adir).</p>



<p>Mengingat kebanyakan serial Marvel hanya memiliki enam episode (kecuali<em> WandaVision</em>, <em>What If&#8230;?</em>, dan <em>She-Hulk: Attorney at Law</em> yang punya sembilang episode), wajar jika episode 4 menampilkan adegan mengejutkan karena sudah mendekati klimaks.</p>



<p>Selain itu, episode 5 seringnya dimanfaatkan sebagai momen <em>cooldown </em>sebelum <em>finale episode</em>, sehingga terasa <em>boring </em>dan <em>dragging</em>. Apalagi, tak jarang Marvel mengecewakan penggemarnya dengan buruknya konklusi serial di episode terakhir.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Masih ada dua episode lagi sebelum serial <em>Loki Season 2 </em>tamat. Namun, sejauh ini serial ini mampu memuaskan Penulis yang telah dikecewakan berkali-kali, baik karena film maupun serialnya.</p>



<p>Memang film <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-guardians-of-the-galaxy-vol-3/">Guardians of the Galaxy Vol. 3 </a></em>adalah film yang bagus, tetapi dampaknya secara keseluruhan untuk Multiverse Saga sangat kecil. <em>Loki Season 2 </em>bersentuhan langsung dengan konsep <em>multiverse</em> beserta bahayanya.</p>



<p>Penulis bahkan meyakini kalau apa yang terjadi di serial <em>Loki </em>ini akan memiliki pengaruh besar kepada keseluruhan saga. <em>Event</em> yang akan terjadi di film-film selanjutnya, termasuk <em>Avengers: Kang Dynasty </em>dan <em>Avengers: Secret Wars</em>, bisa bermula dari serial ini.</p>



<p>Semoga saja di dua episode terakhir, serial ini bisa konsisten menjaga kualitas ceritanya, sehingga Penulis bisa berpikir kalau MCU masih menyenangkan untuk ditonton. </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 27 Oktober 2023, terinspirasi setelah menonton<em> Loki Season 2 Episode 4</em> yang cukup <em>mindblowing</em> </p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/akhirnya-marvel-kembali-ke-jalan-yang-benar-melalui-loki-season-2/">Akhirnya Marvel Kembali Menarik Gara-gara Loki Season 2</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/akhirnya-marvel-kembali-ke-jalan-yang-benar-melalui-loki-season-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Serial Loki Mengerdilkan Peran Thanos di MCU</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Oct 2023 23:58:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Loki]]></category>
		<category><![CDATA[Marvel]]></category>
		<category><![CDATA[MCU]]></category>
		<category><![CDATA[multiverse]]></category>
		<category><![CDATA[Thanos]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6907</guid>

					<description><![CDATA[<p>Suka atau tidak suka, harus diakui kalau Marvel Studios berhasil melakukan pekerjaan dengan baik dalam membangun Marvel Cinematic Universe (MCU), khususnya Infinity Saga yang memuncak di film Avengers: Endgame. Salah satu alasan mengapa Infinity Saga begitu sukses (terlepas dari beberapa judul filmnya yang flop) adalah karena adanya sosok big bad villain pada sosok Thanos. Ia [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos/">Bagaimana Serial Loki Mengerdilkan Peran Thanos di MCU</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Suka atau tidak suka, harus diakui kalau Marvel Studios berhasil melakukan pekerjaan dengan baik dalam membangun <a href="https://whathefan.com/filmserial/the-fall-of-marvel-cinematic-universe/">Marvel Cinematic Universe (MCU)</a>, khususnya Infinity Saga yang memuncak di film <em>Avengers: Endgame</em>.</p>



<p>Salah satu alasan mengapa Infinity Saga begitu sukses (terlepas dari beberapa judul filmnya yang flop) adalah karena adanya sosok <em>big bad villain </em>pada sosok <strong>Thanos</strong>. Ia mengumpulkan enam Infinity Stones untuk <a href="https://whathefan.com/animekomik/antara-eren-thanos-dan-hitler/">melenyapkan separuh populasi alam semesta</a>. </p>



<p>Meskipun <a href="https://whathefan.com/filmserial/genosida-ala-thanos/">ia melakukan genosida</a>, banyak yang bersimpati (bahkan setuju) dengannya karena tujuannya masuk akal: agar alam semesta yang sumber dayanya terbatas menjadi lebih seimbang. Ia tidak pernah berambisi menguasai semesta seperti kebanyakan <em>supervillain.</em></p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/terlalu-fokus-investasi-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/terlalu-fokus-investasi-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/terlalu-fokus-investasi-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/terlalu-fokus-investasi-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/terlalu-fokus-investasi-banner.jpg 1200w " alt="Terlalu Fokus Investasi Sampai Lupa Mengembangkan Diri Sendiri" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/terlalu-fokus-investasi-sampai-lupa-mengembangkan-diri-sendiri/">Terlalu Fokus Investasi Sampai Lupa Mengembangkan Diri Sendiri</a></div></div></div><p></p>


<p>Sayangnya, peran dan tindakan Thanos tersebut seolah telah dikerdilkan oleh pihak Marvel itu sendiri melalui <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-loki-bagian-1/">serial <em>Loki</em>.</a> Bahkan, hal tersebut lebih ditekankan lagi melalui musim kedua <em>Loki</em>, di mana genosida seolah menjadi hal yang lumrah saja.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Genosida di Serial Loki</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-1-1024x683.png" alt="" class="wp-image-6910" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-1-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-1-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-1-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-1.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Yang Bercabang yang Dipangkas (ScreenRant)</figcaption></figure>



<p>Pada musim pertama <em>Loki</em>, sebenarnya sudah diperlihatkan bagaimana sepelenya semua kejadian yang terjadi sepanjang Infinity Saga. Tentu kita ingat bagaimana Infinity Stones yang menjadi pusat cerita hanya menjadi pemberat kertas di <strong>Time Variance Authority (TVA)</strong>.</p>



<p>Selain itu, kita bisa melihat bagaimana TVA bekerja dalam memangkas cabang-cabang <em>timeline </em>yang dianggap berpotensi membahayakan <em>sacred timeline</em> menggunakan semacam bom yang akan membuat seluruh isi cabang tersebut masuk ke dalam Void. </p>



<p>Nah, di dalam Void sendiri, ada makhluk bernama Allioth yang akan melenyapkan segala sesuatu yang ada di hadapannya. Makhluk inilah yang membuat He Who Remains berhasil mengalahkan varian Kang lainnya.</p>



<p>Dengan kata lain, seluruh semesta yang di-<em>prune</em> oleh pasukan TVA akan masuk ke dalam Void hanya untuk dimusnahkan oleh Allioth. Skala genosida yang dilakukan oleh Thanos jelas bukan apa-apa dibandingkan dengan yang dilakukan oleh TVA.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6912" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">General Dox (Hocmarketing)</figcaption></figure>



<p>Nah, pada episode 2 musim kedua serial <em>Loki</em>, kita bisa melihat bagaimana pasukan TVA loyalis dari <strong>General Dox</strong> memangkas banyak sekali cabang <em>timeline</em> secara massal demi menjaga <em>sacred timeline</em>, meskipun TVA sedang goyang karena terkuaknya siapa dalang di baliknya. </p>



<p>Dox melakukan hal tersebut juga dengan alasan yang ia anggap mulia: untuk membereskan kekacauan <em>multiverse </em>yang diakibatkan oleh kematian He Who Remains. Ia dengan tegar mengambil keputusan tersebut, menodai tangannya untuk kepentingan yang lebih besar.</p>



<p>Bayangkan, seluruh populasi (bukan setengah) yang hidup di semesta-semesta tersebut dimusnahkan oleh TVA. Artinya, tidak ada makhluk yang selamat dari genosida tersebut, termasuk para <em>superhero </em>dan <em>supervillain</em>, bahkan Thanos sekalipun.</p>



<p>Penulis jadi teringat bagaimana Zeno dari serial <em>Dragon Ball Super</em> dengan mudahnya melenyapkan semesta hanya karena merasa sedikit kesal. Bedanya, Zeno memang &#8220;dewa&#8221; di serial tersebut, berbeda dengan TVA yang <em>playing god</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Meningkatnya Level Ancaman di MCU</h2>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-2-1024x683.png" alt="" class="wp-image-6911" style="aspect-ratio:1.499267935578331;width:740px;height:auto" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-2-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-2-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-2-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-2.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Semua Baru Awalnya Saja (Fandom)</figcaption></figure>



<p>Besarnya skala genosida yang dilakukan pada serial <em>Loki </em>memang dibutuhkan oleh MCU karena mereka membutuhkan sosok <em>villain </em>yang jelas lebih berbahaya dari Thanos. Bahkan, Penulis merasa kalau ini semua baru permulaan saja.</p>



<p>Kita tahu kalau <em>the next big bad villain </em>MCU di Multiverse Saga adalah <strong>Kang the Conqueror</strong>. Meskipun muncul secara agak mengecewakan di film <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-ant-man-and-the-wasp-quantumania/">Ant-Man and the Wasp: Quantumania</a></em>, kita bisa melihat kalau masih ada banyak sekali varian Kang yang siap menjadi ancaman.</p>



<p>Kekosongan kepemimpinan yang terjadi di TVA saat ini bisa saja memicu para varian Kang tersebut untuk mulai bergerak secara lebih aktif. Bagaimana tidak, sosok yang mengalahkan mereka telah tewas di tangan Sylvie.</p>



<p>Belum banyak <em>superhero </em>yang <em>notice </em>dengan keberadaan varian-varian Kang ini. Sekadar tahu<em> </em>kalau <em>multiverse </em>itu ada saja belum banyak yang tahu, kecuali Scott Lang (Ant-Man) dan keluarga, <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-doctor-strange-in-the-multiverse-of-madness/">Doctor Strange</a>, Scarlet Witch, Peter Parker (Spider-Man), dan Loki tentunya. </p>



<p>Apakah ada kemungkinan kalau Spider Society yang muncul di film <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-spider-man-across-the-spider-verse/">Spider-Man: Across the Spider-Verse</a> </em>juga akan menjadi &#8220;benteng&#8221; yang menghalau para Kang? Penulis sedikit meragukan hal ini, mengingat hak penayangan mereka masih ada di tangan Sony.</p>



<p>Hanya saja, dengan adanya rumor kalau film-film Sony&#8217;s Spider-Man Universe (SSU) akan segera <em>canon </em>dengan MCU, bukan tidak mungkin hal itu terjadi di masa depan. Varian-varian Kang dilawan oleh varian-varian Spider-Man jelas terasa masuk akal.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-4-1024x683.webp" alt="" class="wp-image-6913" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-4-1024x683.webp 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-4-300x200.webp 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-4-768x512.webp 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-4.webp 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Iron Lad a.k.a. Nathaniel Richard (We Got This Covered)</figcaption></figure>



<p>Penulis juga berharap (dan menebak) kalau nantinya akan ada varian Kang versi baik yang akan muncul untuk membantu para <em>superhero </em>kita dalam <em>multiversal war </em>yang akan datang. <strong>Nathaniel Richard</strong> alias <strong>Iron Lad</strong> adalah favorit Penulis untuk dimunculkan nanti.</p>



<p>Yang jelas, genosida yang dilakukan oleh Dox dan pasukan TVA-nya jelas untuk menunjukkan bahwa level ancaman di Multiverse Saga ini akan jauh lebih berbahaya daripada yang telah dilakukan oleh Thanos, membuat apa yang telah dilakukan olehnya terlihat kerdil. </p>



<p>Konsekuensinya, Marvel harus lebih berhati-hati dalam <a href="https://whathefan.com/filmserial/the-future-of-marvel-cinematic-universe/">menyusun cerita ke depannya</a>. Multiverse Saga sejauh ini sudah mendapatkan banyak kritikan dan ulasan negatif. Semakin luas skala yang ingin diceritakan, semakin besar peluang untuk adanya kesalahan.</p>



<p>Lantas, setelah Multiverse Saga ini berakhir, ancaman lebih besar seperti apa yang akan terjadi? Jelas masih ada banyak nama yang bisa menjadi kandidat, dengan Galactus menjadi kandidat utamanya.</p>



<p>Namun, dengan adanya rencana <em>soft reboot </em>setelah film <em>Avengers: Secret Wars</em>, bisa saja level ancaman yang ada di MCU justru akan ter-<em>reset</em> dan kita akan disuguhkan dengan <em>villain </em>yang lebih ecek-ecek.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Jika Penulis berada di dalam TVA, mungkin dirinya pun akan bingung bagaimana cara mengatasi kekacauan <em>multiverse </em>yang telah terjadi. Skala kekacauannya jelas sudah di luar nalar dan berpotensi memicu hal yang lebih buruk untuk terjadi.</p>



<p>Bisa jadi, memangkas cabang-cabang <em>timeline </em>dan melakukan genosida memang harus dilakukan. Namun, apakah <em>sacred timeline </em>memang menjadi satu-satunya aliran waktu yang paling benar? Bagaimana kalau ini adalah aliran waktu yang benar versi He Who Remains?</p>



<p>Untuk mengetahuinya, kita harus menonton <em>Loki Season 2 </em>sampai selesai. Sejauh ini dari dua episode yang telah tayang, serial ini memang cukup menjanjikan. Semoga saja serial ini bisa berakhir dengan baik, tidak seperti beberapa <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-secret-invasion/">serial Marvel yang terakhir</a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 17 Oktober 2023, terinspirasi setelah melihat genosida besar-besaran yang dilakukan oleh Dox dan loyalis TVA</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos/">Bagaimana Serial Loki Mengerdilkan Peran Thanos di MCU</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Menonton Secret Invasion</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-secret-invasion/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-secret-invasion/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Jul 2023 14:50:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Marvel]]></category>
		<category><![CDATA[MCU]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[Secret Invasion]]></category>
		<category><![CDATA[serial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6730</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah lama menanti, akhirnya Penulis bisa melihat serial Marvel lagi setelah Secret Invasion rilis. Terakhir kali Marvel merilis serial adalah She-Hulk: Attorney at Law yang Penulis beri nilai sangat buruk karena banyak alasan. Mengingat banyaknya serial Marvel yang sudah mengecewakan akhir-akhir ini, Penulis pun berusaha untuk menurunkan ekspektasinya terhadap serial ini. Hal ini cukup berat, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-secret-invasion/">[REVIEW] Setelah Menonton Secret Invasion</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Setelah lama menanti, akhirnya Penulis bisa melihat serial Marvel lagi setelah <em>Secret Invasion </em>rilis. Terakhir kali Marvel merilis serial adalah <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-she-hulk-attorney-at-law/">She-Hulk: Attorney at Law</a></em> yang Penulis beri nilai sangat buruk karena banyak alasan.</p>



<p>Mengingat banyaknya serial Marvel yang sudah mengecewakan akhir-akhir ini, Penulis pun berusaha untuk menurunkan ekspektasinya terhadap serial ini. Hal ini cukup berat, mengingat <em>Secret Invasion </em>memiliki premis yang sangat menarik.</p>



<p>Untuk Pembaca yang awam, <em>Secret Invasion </em>merupakan salah satu kisah Marvel yang menceritakan tentang invasi bangsa Skrull ke bumi. Di komik, ini adalah salah satu cerita yang paling menarik. Lantas, apakah adaptasinya berhasil, atau justru <em>flop </em>lagi?<strong><em> SPOILER ALERT!!!</em></strong></p>





<h2 class="wp-block-heading">Jalan Cerita Secret Invasion</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Marvel Studios’ Secret Invasion | Official Trailer | Disney+" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/qZVTkn2NjS0?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Seperti yang terlihat pada adegan <em>post-credit </em>film <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-spider-man-far-from-home/">Spider-Man: Far From Home</a></em>,<strong> Nick Fury </strong>(Samuel L. Jackson) ternyata sudah lama tidak berada di bumi. Nah, pada akhirnya ia memutuskan untuk pulang karena tercium aroma pemberontakan dari bangsa Skrull.</p>



<p>Pemberontakan ini dipimpin oleh <strong>Gravik</strong> (Kingsley Ben-Adir) yang merasa kalau Fury telah melanggar janjinya untuk memberi mereka rumah baru. Strategi mereka adalah dengan memicu Perang Dunia 3 antara Amerika Serikat dan Rusia.</p>



<p>Fury pun bekerja sama dengan kawan-kawan lamanya, yakni <strong>Maria Hill</strong> (Cobie Smulders) dan <strong>Talos </strong>(Ben Mendelsohn). Sayangnya, ketika dalam misi menghentikan rencana Gravik, Hill tewas karena tertembak.</p>



<p>Konfrontasi antara kedua pihak pun semakin panas. Apalagi, anak dari Talos yang bernama <strong>G&#8217;iah</strong> (Emilia Clarke) berada di kubu Gravik. Tidak hanya itu, ternyata bangsa Skrull sudah menyelinap masuk ke berbagai posisi penting dengan kemampuan berubah wujudnya.</p>



<p>Ada beberapa karakter penting di Marvel yang ternyata merupakan Skrull yang menyamar, yakni <strong>Agen Everett Ross </strong>(Martin Freeman) dan <strong>James Rhodey </strong>(Don Cheadle). Para petinggi dunia pun banyak yang disekap dan digantikan oleh Skrull.</p>



<p>Di tengah konflik tersebut, ada satu fakta yang mengejutkan, yakni ternyata Fury memiliki seorang istri Skrull bernama <strong>Varra </strong>atau <strong>Priscilla Davis</strong> (Charlayne Woodard). Namun, ternyata Varra sempat berada di kubu Gravik, sebelumnya akhirnya berpindah haluan.</p>



<p>Terkuak juga rencana besar Gravik yang ingin membuat dirinya menjadi Super Skrull dengan memanfaatkan berbagai DNA <em>superhero </em>dan <em>supervillain</em>. Untuk itu, ia mengincar Harvest, sebuah kumpulan DNA para manusia super yang telah dikumpulkan oleh Fury. </p>



<p>Dibantu oleh <strong>Sonya Falsworth</strong> (Olivia Coleman), Fury pun menyelesaikan konflik dengan Gravik, atau lebih tepatnya mengirimkan G&#8217;iah yang memihaknya untuk berhadapan dengan Gravik.</p>



<p>G&#8217;iah menyamar menjadi Fury untuk memberikan Harvest. Ketika mengaktifkannya, ternyata G&#8217;iah pun mendapatkan kekuatan yang sama. Ada banyak kekuatan <em>superhero </em>dan <em>supervillain </em>yang berhasil mereka dapatkan.</p>



<p>Singkat cerita (karena pertarungannya benar-benar singkat), G&#8217;iah berhasil membunuh Gravik dan menyelamatkan bumi. Setelah itu, ia direkrut oleh Sonya untuk melindungi bumi. Sementara itu, Fury dan Varra kembali ke markas SWORD.<em> </em> </p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton Secret Invasion</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Marvel Studios’ Secret Invasion | Official Trailer | Disney+" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/Tp_YZNqNBhw?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Dari enam episode yang ada, bisa dibilang hanya episode pertama yang benar-benar bagus. Ceritanya padat, langsung menjelaskan konflik yang akan terjadi, serta kematian Maria Hill yang sayangnya menjadi salah satu favorit Penulis di Marvel Cinematic Universe (MCU).</p>



<p>Setelah itu, ratingnya dari episode ke episode semakin menurun, hingga puncaknya di episode <em>finale </em>yang bagi Penulis benar-benar ampas. Ada beberapa adegan yang Penulis apresiasi seperti kematian Talos, tapi secara keseluruhan serial ini cukup mengecewakan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Betapa Mudahnya Gravik (dan G&#8217;iah) Menjadi Overpowered</h3>



<p>Satu hal yang paling mengesalkan dari serial ini adalah betapa mudahnya Gravik (dan G&#8217;iah) mendapatkan dan menguasai kekuatan para <em>superhero </em>dan <em>supervillain</em>. Secara <em>effortless</em>, mereka mampu menguasai semua kekuatan tersebut.</p>



<p>Proses untuk mendapatkan semua kekuatan tersebut juga terlihat terlalu mudah. Hanya disinari beberapa menit, semua kekuatan tersebut langsung masuk ke dalam tubuh dan lucunya langsung berhasil dikuasai seenak <em>udel </em>mereka.</p>



<p>Selama ini, kita menganggap karakter paling <em>powerful </em>di MCU adalah <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-captain-marvel/">Captain Marvel</a> atau Scarlet Witch. Nah, sekarang bayangkan kalau kekuatan Captain Marvel ditambah dengan kekuatan puluhan karakter lainnya seperti Hulk dan Thor, apa tidak makin <em>overpowered</em>?</p>



<p>Hal ini tentu akan menimbulkan ketidakseimbangan di semesta Marvel. Logikanya, jika ada karakter sekuat G&#8217;iah, maka tidak akan ada pihak yang berani macam-macam mengusik bumi. Bayangkan, kekuatan dari puluhan karakter terkumpul menjadi satu.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Konklusi Fury vs Gravik yang Mengecewakan</h3>



<p>Di komik, kejadian Secret Invasion adalah pertarungan para pahlawan bumi melawan bangsa Skrull. Sayangnya, konklusi di versi serialnya justru Skrull vs Skrull, aliash G&#8217;iah vs Gravik. Fury berada di bagian bumi lain untuk menyelamatkan presiden.</p>



<p>Salah satu teman kerja Penulis benar-benar menyoroti hal ini dan merasa kecewa. Esensi dari Secret Invasion justru hilang di episode <em>finale</em>. Padahal, dari awal yang berkonflik adalah Fury vs Gravik. Namun, justru G&#8217;iah yang muncul untuk menyelesaikan masalah tersebut.</p>



<p>Karakter Gravik sendiri sebenarnya cukup bagus di serial ini. Pengembangan karakter dan motivasinya benar-benar terasa kuat, tidak seperti <em>villain </em>di <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-ms-marvel/">Ms. Marvel</a></em> maupun <em>She-Hulk</em>. Sayanngya, kematiannya harus terjadi dengan cara yang mengecewakan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Rhodey Telah Diculik Sejak Captain America: Civil War?</h3>



<p>Sejak awal serial, sosok Rhodey telah dicurigai merupakan seorang Skrull. Hal tersebut akhirnya terkonfirmasi di episode 4. Pertanyaannya, sejak kapan bangsa Skrull menyandera Rhodey? Tidak ada keterangan resmi, tapi ada beberapa teori yang masuk akal.</p>



<p>Setelah G&#8217;iah mengalahkan Gravik, ia pun segera menyelamatkan orang-orang yang disekap oleh bangsa Skrull (entah bagaimana mereka bisa bertahan dalam waktu lama tanpa makan dan minum). Nah, salah satunya tentu ada sosok Rhodey.</p>



<p>Menariknya, ia menggunakan pakaian rumah sakit dan terlihat kesulitan berjalan. Ini seolah mengindikasikan kalau ia telah diculik sejak peristiwa <em>Captain America: Civil War</em>, yang membuatnya lumpuh karena jatuh dari ketinggian.</p>



<p>Jika teori tersebut benar, maka Rhodey telah disekap selama 9 &#8211; 10 tahun dan telah melewatkan banyak peristiwa, termasuk pertempuran melawan Thanos di Bumi dan kematian sahabatnya, Tony Stark. Jujur saja, ini benar-benar sulit untuk diterima.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Drama yang Menjemukan</h3>



<p>Satu lagi hal yang tidak Penulis sukai dari serial ini adalah bumbu drama percintaan antara Nick Fury dan Varra. Penulis paham awalnya kisah mereka dibuat untuk membuat kejutan, di mana ternyata selama ini Fury memiliki seorang istri yang dirahasiakan dari publik.</p>



<p>Mengingat Clint Barton memiliki rahasia yang sama, sebenarnya hal ini bisa dimaklumi. Hanya saja, dosis kisah romansa mereka di film menurut Penulis terlalu overdosis hingga terasa menjemukan. </p>



<p>Memang seolah ada konflik batin pada Varra yang harus memilih cintanya atau bangsanya. Namun, dengan klisenya ia memilih untuk mengkhianati Gravik. Ia pun pada akhirnya ikut Fury ke markas SWORD dan mengupayakan diplomasi dengan bangsa Kree.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Jujur saja dengan banyaknya film dan serial Marvel yang mengecewakan akhir-akhir ini, Penulis jadi tidak sabar untuk menantikan datangnya era DC bersama James Gunn. Film perdananya, <em>Superman: Legacy</em>, masih baru tayang sekitar 2 &#8211; 3 tahun lagi.</p>



<p>Jika Marvel begini-begini terus dengan membuat film/serial dengan kualitas apa adanya, lama kelamaan para penggemar pun akan merasa muak dan memilih untuk pindah kubu, atau bahkan benar-benar berhenti menonton film <em>superhero</em>.</p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 27 Juli 2023, terinspirasi setelah menonton <em>Secret Invasion</em></p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.comicsuniverse.it/secret-invasion-eroi-e-villain-al-completo-nel-nuovo-banner-promozionale-della-serie-marvel/secret-invasion-banner-fyb9swwxwae0zmc-jpeg/">Comics Universe</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-secret-invasion/">[REVIEW] Setelah Menonton Secret Invasion</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-secret-invasion/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Menonton Guardians of the Galaxy Vol. 3</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-guardians-of-the-galaxy-vol-3/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-guardians-of-the-galaxy-vol-3/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 May 2023 04:21:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[GOTG]]></category>
		<category><![CDATA[Guardians of the Galaxy]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[James Gunn]]></category>
		<category><![CDATA[Marvel]]></category>
		<category><![CDATA[MCU]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6471</guid>

					<description><![CDATA[<p>Marvel Cinematic Universe (MCU) Phase 5 dibuka dengan kurang memuaskan karena film Ant-Man and the Wasp: Quantumania yang menurut Penulis banyak memiliki kekurangan. Oleh karena itu, Penulis pun menurunkan ekspektasinya untuk film-film Marvel selanjutnya. Nah, film Marvel selanjutnya yang tayang adalah Guardians of the Galaxy Vol. 3. Kembali disutradarai oleh James Gunn sebelum ia pindah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-guardians-of-the-galaxy-vol-3/">[REVIEW] Setelah Menonton Guardians of the Galaxy Vol. 3</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Marvel Cinematic Universe (MCU) Phase 5 dibuka dengan kurang memuaskan karena film <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-ant-man-and-the-wasp-quantumania/">Ant-Man and the Wasp: Quantumania</a> </em>yang menurut Penulis banyak memiliki kekurangan. Oleh karena itu, Penulis pun menurunkan ekspektasinya untuk film-film Marvel selanjutnya.</p>



<p>Nah, film Marvel selanjutnya yang tayang adalah<strong> <em>Guardians of the Galaxy Vol. 3</em></strong>. Kembali disutradarai oleh James Gunn sebelum ia pindah ke DC, film ini akan menjadi penutup trilogi dari para Guardians, setidaknya untuk komposisi tim yang telah kita kenal selama ini.</p>



<p>Ekspektasi Penulis yang semula sudah diturunkan, menjadi sedikit naik lagi berkat rating kritikus di situs <em>Rotten Tomatoes </em>yang berada di angka 81%. Setidaknya, film ini memiliki rating yang jauh lebih baik dari beberapa film terakhir.</p>





<p>Seperti biasa untuk menghindari <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/azab-apa-yang-cocok-untuk-tukang-spoiler/">tukang <em>spoiler</em></a>, Penulis pun menonton di hari perdana penayangannya pada Rabu (3/5/23) kemarin. Hasilnya, Penulis merasa film ini adalah yang terbaik di antara semua film Marvel yang telah rilis di Multiverse Saga.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Jalan Cerita Guardians of the Galaxy Vol. 3</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Marvel Studios’ Guardians of the Galaxy Vol. 3 | New Trailer" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/JqcncLPi9zw?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Pada adegan pembuka film, kita bisa melihat sekilas mengenai masa lalu <strong>Rocket Raccoon </strong>(Bradley Cooper) di kandang bersama sekumpulan rakun lainnya. Penulis akan ceritakan kisah Rocket secara lengkap setelah<em> </em>menceritakan <em>timeline </em>utamanya</p>



<p>Lantas, seperti yang sudah terlihat di <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menoton-the-guardians-of-the-galaxy-holiday-special/">Guardians of the Galaxy Vol. 3 Holiday Special</a></em>, para Guardians masih terlihat sedang membangun peradaban baru di Knowhere. Para Guardians kesayangan kita pun terlihat lengkap. </p>



<p>Kita juga bisa melihat kalau <strong>Peter Quill</strong> (Chris Pratt) masih merasa depresi karena kehilangan <strong>Gamora</strong> (Zoe Saldana) hingga mabuk. Tiba-tiba, Knowhere diserang oleh <strong>Adam Warlock</strong> (Will Pouter) yang punya misi menculik Rocket sekaligus balas dendam.</p>



<p>Ternyata, Adam adalah makhluk yang sempat disebut dalam akhir <em>Guardians of the Galaxy Vol. 2</em>, di mana ia adalah makluk paling sempurna dari bangsa Sovereign. Terkuak juga fakta kalau bangsa tersebut (termasuk Adam) adalah buatan <strong>High Evolutionary </strong>(Chukwudi Iwuji).</p>



<p>High Evolutionary adalah <em>villain </em>utama di film ini, yang memiliki ambisi untuk membangun peradaban sempurna dengan makhluk yang juga sempurna. Rocket adalah salah satu makhluk ciptaannya, dan ia ingin menculik Rocket karena tertarik dengan kecerdasan otaknya.</p>



<p>Untungnya, upaya Adam bisa digagalkan setelah <strong>Nebula </strong>(Karen Gillan) menusuk Adam, tetapi Rocket terluka parah dan terancam mati.. Ketika mencoba untuk menyelamatkannya, diketahui ada sebuah sistem yang membutuhkan <em>passcode </em>agar Rocket bisa selamat.</p>



<p>Sepanjang film, kita akan dibawa maju mundur untuk mengetahui <em>backstory </em>Rocket yang memilukan. Diketahui juga ia memiliki teman-teman sesama kelinci percobaan dari High Evolutionary, yaitu <strong>Lylla</strong>, <strong>Teefs</strong>, dan <strong>Floor</strong>.</p>



<p>Petualangan para Guardians untuk menyelamatkan hidup Rocket pun dimulai. Mereka menuju ke Orgocorp dengan harapan bisa mendapatkan data tentang Rocket. Menariknya, mereka dibantu oleh Gamora versi masa lalu yang muncul dari film <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-avengers-endgame-bagian-1-adegan-favorit/">Avengers: Endgame</a></em>.</p>



<p>Sayangnya, <em>passcode</em>-nya gagal mereka temukan. Namun, mereka menemukan fakta kalau <em>passcode </em>tersebut terdapat pada salah satu anak buah High Evolutionary. Mereka pun memutuskan untuk pergi ke Counter-Earth, planet buatan High Evolutionary.</p>



<p>Para Guardians pun terbagi menjadi dua tim, di mana Peter, Nebula, dan <strong>Groot </strong>(Vin Diesel) pergi menemui High Evolutionary, sedangkan <strong>Drax </strong>(Dave Bautista), <strong>Mantis </strong>(Pom Klementieff), dan Gamor berjaga di pesawat untuk menjaga Rocket yang sekarat.</p>



<p>Ternyata, High Evolutionary berencana menghancurkan Counter-Earth karena merasa tidak puas dengan ciptaannya. Di sisi lain, Drax dan Mantis justru menyusul Peter. Untungnya, Rocket yang diincar berhasil dilindungi oleh Gamora.</p>



<p>Peter berhasil mendapatkan <em>passcode </em>yang dibutuhkan dan Rocket hampir saja tidak selamat. Setelah itu, mereka pun memiliki misi baru untuk menyelamatkan anak-anak yang hendak dijadikan kelinci percobaan berikutnya oleh High Evolutionary.</p>



<p>Klimaks pun akhirnya terjadi. Setelah berhasil menyerang kapal induk High Evolutionary dan menyelamatkan anak-anak yang diculik, Rocket menemukan fakta bahwa ternyata dirinya adalah rakun. Setelah itu, ia dan para Guardians pun berhasil mengalahkan High Evolutionary.</p>



<p>Seusai konflik berakhir, ternyata para Guardians berpencar dengan tujuannya masing-masing. Peter ingin kembali ke Bumi dan hidup bersama kakeknya, sedangkan Mantis ingin mencari jadi dirinya sendiri.</p>



<p>Nebula ingin memimpin peradaban baru di Knowhere, di mana ia meminta tolong kepada Drax untuk membantunya karena ia telah melihat sosok ayah yang akan mampu membantunya membimbing anak-anak yang berhasil mereka selamatkan.</p>



<p>Guardians of the Galaxy akan dipimpin oleh Rocket, bersama Alpha-Groot, Kraglin (Sean Gunn), dan Cosmo (Maria Bakalova). Selain itu di adegan <em>post credit</em>, diketahui kalau Adam Warlock dan salah satu anak kecil yang tadi juga bergabung ke dalam tim.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Origins Story dari Rocket Raccoon</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Rocket | Marvel Studios&#039; Legends" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/gAbpKX3Ch04?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Rocket ditangkap oleh High Evolutionary untuk dijadikan sebagai kelinci percobaan dalam membuat makhluk yang sempurna. Menariknya, ketika ada adegan tangan di awal film, Rocket menjadi satu-satunya rakun yang tidak terlihat takut, bahkan terkesan penasaran.</p>



<p>Ia dikurung di kandang bersama teman-temannya sesama Batch 89, yaitu berang-berang bernama <strong>Lylla</strong>, walrus bernama <strong>Teefs</strong>, dan kelinci bernama <strong>Floor</strong>. Mereka berempat sama-sama tidak memiliki tubuh normal karena telah dimodifikasi oleh High Evolutionary.</p>



<p>Ternyata, Rocket memang spesial. Bahkan, ia bisa mengerjakan rumus atau formula tingkat tinggi dengan mudah. Tak heran jika High Evolutionary begitu tertarik dengan Rocket, hingga terkesan sedikit menganggapnya spesial.</p>



<p>Apalagi, Rocket berhasil memecahkan masalah dari Batch 90, di mana makhluk-makhluk yang berevolusi menjadi sangat buas. Sayangnya, ketika telah memecahkan masalah ini, High Evolutionary justru berencana menghabisi semua anggota Batch 89.</p>



<p>Rocket yang cerdik pun ternyata diam-diam telah mengumpulkan peralatan untuk bisa kabur dari markas High Evolutionary. Naas, rencana tersebut telah diendus oleh High Evolutionary dan ia menembak mati semua teman-teman Rocket.</p>



<p>Dikuasai oleh amarah, Rocket pun mencabik-cabik muka High Evolutionary, hingga di masa sekarang kita bisa melihat kalau wajahnya hanya topeng. Setelah itu, ia berhasil kabur dengan menggunakan salah satu pesawat yang ada di sana.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton Guardians of the Galaxy Vol. 3</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Marvel Studios’ Guardians of the Galaxy Vol. 3 | Official Trailer" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/u3V5KDHRQvk?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Sudah lama Marvel tidak merilis film yang bagus seperti ini. Film ini dengan mudah akan masuk ke dalam <a href="https://whathefan.com/filmserial/the-fall-of-marvel-cinematic-universe/">Tier S versi Penulis</a>. Hampir semua elemen yang diharapkan ada benar-benar muncul di film ini. Penulis akan melakukan <em>breakdown </em>untuk mengulasnya lebih dalam.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Cerita Sederhana, tapi Ngena</h3>



<p>Jika dilihat dari kacamata <em>storytelling</em>, sebenarnya premis yang dimiliki oleh <em>Guardians of the Galaxy Vol. 3 </em>cukup sederhana. Ceritanya adalah tentang bagaimana menyelamatkan nyawa Rocket Raccoon sekaligus mengakhiri kegilaan dari High Evolutionary.</p>



<p>Hanya saja, James Gunn berhasil meramu film ini dengan baik, sehingga di balik kesederhanaannya, penonton mampu menangkap esensi film ini dari masing-masing karakternya. </p>



<p>Tentu saja Rocket menjadi pusat utama dari film ini dengan <em>origin story</em>-nya yang menurut Nebula lebih buruk dari dirinya. Namun, semua karakter mendapatkan porsi yang pas dan seolah mendapatkan <em>redemption-</em>nya masing-masing.</p>



<p>Mari kita bandingkan dengan kedua film sebelumnya. Film pertama adalah tentang Peter dan ibunya, sedangkan film kedua tentang Peter dan ayahnya. Kedua film sebelumnya terlalu berfokus ke Peter, dan itu sangat berbeda dengan film ketiga ini.</p>



<p>Sebagai sosok sentral para Guardians selama ini, Peter pada akhirnya memutuskan untuk <em>step away </em>dan memilih untuk pulang ke Bumi untuk tinggal bersama kakeknya, keluarganya yang masih hidup. Dari adegan <em>post credit</em>, tampaknya kita masih akan melihatnya di MCU.</p>



<p>Rocket pada akhirnya mengetahui dan menerima siapa dirinya. Bahkan, ia pada akhirnya menjadi kapten dari Guardians of the Galaxy. Groot terasa kurang mendapatkan <em>spotlight </em>di film ini, berbeda dengan ketika ia masih remaja dengan berbagai problematikanya.</p>



<p>Nebula sah menjadi salah satu <em>character development </em>terbaik di MCU. Dari awalnya seorang karakter keras yang hanya berambisi mengalahkan Gamora, ia berubah menjadi orang yang lebih peduli ke orang lain, hingga akhirnya memutuskan untuk memimpin Knowhere.</p>



<p>Drax berhasil membuktikan bahwa dirinya bukan hanya karakter yang bodoh dan sekadar <em>joke</em>. Seperti kata Nebula, ia bukanlah seorang <em>destroyer</em>, melainkan seorang <em>dad</em> atau ayah. Masa lalunya yang kehilangan anaknya mungkin berperan besar dalam hal ini. </p>



<p>Mantis memilih untuk mencari dirinya sendiri, setelah selama ini ia selalu hidup menuruti Ego dan Guardians. Ia ingin memiliki <em>free will </em>yang selama ini belum ia miliki. Kraglin pun akhirnya berhasil berhenti menjadi Yondu dan menjadi dirinya sendiri.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Rollercoster Emosi</h3>



<p>Dari semua film dan serial MCU yang telah Penulis tonton, jujur saja <em>Guardians of the Galaxy Vol. 3 </em>menjadi film yang paling mampu menaikturunkan emosi Penulis. Tidak hanya itu, film ini juga menjadi yang paling menyentuh dan hampir membuat Penulis menangis.</p>



<p>Sebagaimana dua film <em>Guardians of the Galaxy </em>sebelumnya, film ini memiliki komedi yang khas. Hampir semua leluconnya terasa natural dan tidak maksa. Penulis yang selera humornya agak rendah berhasil dibuat tertawa beberapa kali.</p>



<p>Adegan yang membuat hati pilu pun tak kalah banyak, terutama jika terkait dengan masa lalu Rocket. Ketika Rocket berteriak pilu saat Lylla mati benar-benar mengiris hati. Saat Rocket memasuki Limbo dan Peter merasa gagal menyelamatnya, itu juga menyayat hati.</p>



<p>Namun, ada satu adegan yang sebentar saja, tapi mampu membuat Penulis merinding. Adegan tersebut adalah ketika Kraglin tiba-tiba melihat sosok Yondu yang pada akhirnya membuatnya berhasil mengendalikan panah peninggalannya.</p>



<p>Bagi Penulis, kematian Yondu adalah yang paling menyedihkan dari seluruh film dan serial MCU, bahkan melebihi kematian Tony Stark dan Natasha Romanoff. Sosoknya yang cukup <em>plot twist </em>berhasil membuat Penulis merasa kehilangan atas kematiannya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Adam Warlock Kurang Memuaskan, tapi Termaafkan</h3>



<p>Tentu tidak ada film yang sempurna. Bagi Penulis, ada beberapa kekurangan dari film ini, seperti bagaimana Adam Warlock yang Penulis harapkan akan jadi karakter OP, justru terlihat hanya menjadi &#8220;tempelan&#8221; saja di film ini.</p>



<p>Memang di film ini, Adam baru saja lahir sehingga masih banyak hal yang belum ia pahami. Hanya saja, awalnya Penulis membayangkan ia akan berperan penting dalam mengalahkan High Evolutionary. Ternyata, tidak, ia hanya menjadi penyelamat Peter di akhir film.</p>



<p>Namun, jika dipikir-pikir lagi, film ini memang hanya menjadi ajang perkenalan karakter ini di MCU. Jika porsinya diperbanyak, justru akan membuat alur cerita film ini terasa tumpang tindih. Oleh karena itu, kekurangan tersebut menjadi termaafkan.</p>



<p>Selain itu, High Evolutionary di film ini juga terasa sedikit kurang di bagian akhirnya. Sama seperti Gorr di film <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-thor-love-and-thunder/">Thor: Love and Thunder</a></em>, <em>villain </em>yang satu ini terasa kurang dieksplorasi lebih dalam sehingga terasa sia-sia.</p>



<p>Padahal, akting dari Chukwudi Iwuji terlihat meyakinkan dan membuat kita benar-benar membenci High Evolutionary yang begitu kejam. Satu lagi yang disayangkan, karakter ini ternyata cukup lemah dan bisa dikalahkan dengan mudah.</p>



<p>Selain itu, rasanya tidak ada hal yang Penulis keluhkan dari film ini. <em>Guardians of the Galaxy Vol. 3 </em>menjadi kado perpisahan yang manis dari James Gunn, karena setelah ini ia akan memimpin DC Universe memasuki era baru.</p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 6 Mei 2023, terinspirasi setelah menonton <em>Guardians of the Galaxy Vol. 3</em></p>



<p>Featured Image: <a href="https://www.ign.com/articles/guardians-of-the-galaxy-vol-3-big-game-trailer-shows-more-baby-rocket-and-teases-one-last-ride-super-bowl">IGN</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-guardians-of-the-galaxy-vol-3/">[REVIEW] Setelah Menonton Guardians of the Galaxy Vol. 3</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-guardians-of-the-galaxy-vol-3/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>The Future of Marvel Cinematic Universe</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/the-future-of-marvel-cinematic-universe/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/the-future-of-marvel-cinematic-universe/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Apr 2023 02:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[Marvel]]></category>
		<category><![CDATA[MCU]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[Phase 5]]></category>
		<category><![CDATA[superhero]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6348</guid>

					<description><![CDATA[<p>Phase 4 dari Marvel Cinematic Universe (MCU) resmi berakhir dengan dirilisnya Black Panther: Wakanda Forever, digantikan dengan Phase 5 yang telah diawali dengan film Ant-Man and the Wasp: Quantumania. Pada tulisan The Fall of Marvel Cinematic Universe, Penulis sudah mencurahkan isi hati dan kekecewaannya terhadap Phase 4 dari MCU. Jika dibandingkan dengan Infinity Saga yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/the-future-of-marvel-cinematic-universe/">The Future of Marvel Cinematic Universe</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><em>Phase 4 </em>dari Marvel Cinematic Universe (MCU) resmi berakhir dengan dirilisnya <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-black-panther-wakanda-forever/">Black Panther: Wakanda Forever</a></em>, digantikan dengan <em>Phase 5 </em>yang telah diawali dengan film <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-ant-man-and-the-wasp-quantumania/">Ant-Man and the Wasp: Quantumania.</a></em></p>



<p>Pada tulisan <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/the-fall-of-marvel-cinematic-universe/">The Fall of Marvel Cinematic Universe</a></em>, Penulis sudah mencurahkan isi hati dan kekecewaannya terhadap <em>Phase 4 </em>dari MCU. Jika dibandingkan dengan <em>Infinity Saga </em>yang bisa dianggap solid, <em>Multiverse Saga </em>diawali dengan kurang baik dan cukup berantakan.</p>



<p>Beberapa film yang Penulis beri ekspektasi tinggi, berakhir dengan mengecewakan. Yang paling parah tentu saja <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-doctor-strange-in-the-multiverse-of-madness/">Doctor Strange in the Multiverse of Madness</a></em>. Sebenarnya salah Penulis sendiri juga yang berharap terlalu tinggi.</p>





<p>Penulis tidak sendirian, karena banyak penggemar Marvel pun yang menyuarakan keresahan yang sama. Marvel pun tampaknya mendengarkan keluhan ini, sehingga memutuskan untuk lebih memprioritaskan kualitas di proyek-proyek selanjutnya.</p>



<p>Lantas, apakah <em>Phase 5 </em>yang sedang berlangsung sudah menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Sayangnya, belum. Film Ant-Man ketiga yang rilis di awal 2023 juga cukup mengecewakan, walau berhasil meningkatkan <em>awareness </em>terhadap <em>main villain </em>di saga ini.</p>



<p>Pada tulisan kali ini, Penulis akan membahas sedikit mengenai masa depan MCU. Dengan segudang proyek yang terlihat menjanjikan, mampukah Marvel memperbaiki kekurangan yang terjadi di <em>Phase 4 </em>dan mampu memberikan akhir yang manis di <em>Phase 6 </em>nanti?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Menengok Film dan Serial Marvel yang akan Keluar di 2023</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Marvel Studios’ The Marvels | Teaser Trailer" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/iuk77TjvfmE?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Di tahun 2023 ini, tahun pertama <em>Phase 5</em>, Marvel akan merilis tiga film dan dua serial. Satu film telah rilis, tinggal dua lagi, yaitu <em>Guardians of the Galaxy Vol. 3 </em>dan <em>The Marvels</em>. Untuk serialnya sendiri, akan ada <em>Secret Invasion </em>dan <em>Loki Season 2</em>.</p>



<p>Apakah Penulis masih bersemangat menonton film dan serial Marvel tersebut? Tergantung judulnya. <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-loki-bagian-1/">Loki Season 2 </a></em>adalah yang paling Penulis nantikan, mengingat ia telah muncul di adegan <em>post credit </em>film <em>Ant-Man and the Wasp: Quantumania</em>.</p>



<p><em>GotG Vol. 3 </em>jelas menarik karena selama ini sang sutradara James Gunn belum pernah membuat film yang buruk. Apalagi, ini adalah kado perpisahannya karena ia bergabung dengan DC.</p>



<p>Sisanya, <em>The Marvels </em>dan <em>Secret Invasion </em>yang baru-baru ini merilis trailer terbarunya, bisa dianggap biasa saja. Penulis tidak terlalu berekspektasi tinggi kepada kedua proyek tersebut, cukup di dua judul sebelumnya.</p>



<p>Lantas, bagaimana dengan proyek-proyek Marvel lainnya yang akan tayang di tahun-tahun berikutnya? Untuk saat ini Penulis belum berharap apa-apa, mengingat informasi yang diberikan pun belum banyak. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Daftar Proyek Film dan Serial Marvel di Phase 5 dan 6</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/the-future-of-marvel-cinematic-universe-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6450" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/the-future-of-marvel-cinematic-universe-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/the-future-of-marvel-cinematic-universe-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/the-future-of-marvel-cinematic-universe-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/the-future-of-marvel-cinematic-universe-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Film Marvel di Phase 6 yang Paling Diantisipasi (<a href="https://people.com/movies/avengers-the-kang-dynasty-everything-to-know/">People</a>)</figcaption></figure>



<p>Sampai artikel ini ditulis, sudah ada cukup banyak judul yang telah diagendakan oleh Marvel. Masing-masing sudah memiliki perkiraan waktu rilis, meskipun ini masih sangat mungkin untuk berubah. </p>



<p>Berikut adalah daftar proyek film dan serial Marvel yang akan datang, termasuk yang sudah disebutkan di atas:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Phase 5 (2023 &#8211; 2024) </strong>
<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Film </strong>
<ul class="wp-block-list">
<li><em><strong>Ant-Man and the Wasp: Quantumania</strong></em> &#8211; 17 Februari 2023</li>



<li><strong><em>Guardians of the Galaxy Vol. 3 </em></strong>&#8211; 5 Mei 2023</li>



<li><strong><em>The Marvels</em></strong> &#8211; 10 November 2023</li>



<li><strong><em>Captain America: New World Order</em></strong> &#8211; 3 Mei 2024</li>



<li><strong><em>Thunderbolts </em></strong>&#8211; 26 Juli 2024</li>



<li><strong><em>Blade </em></strong>&#8211; 6 September 2024</li>
</ul>
</li>
</ul>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Serial</strong>
<ul class="wp-block-list">
<li><strong><em>Secret Invasion</em></strong> &#8211; 21 Juni 2023</li>



<li><strong><em>Loki Season 2</em></strong> &#8211; Pertengahan 2023</li>



<li><strong><em>What If&#8230;? Season 2 </em></strong>&#8211; TBA</li>



<li><strong><em>Ironheart</em></strong> &#8211; TBA</li>



<li><strong><em>Echo </em></strong>&#8211; TBA</li>



<li><strong><em>Agatha: Coven of Chaos</em></strong> &#8211; TBA</li>



<li><strong><em>Daredevil: Born Again </em></strong>&#8211; TBA</li>
</ul>
</li>
</ul>
</li>



<li><strong>Phase 6 (2024 &#8211; 2026)</strong>
<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Film</strong>
<ul class="wp-block-list">
<li><strong><em>Deadpool 3 </em></strong>&#8211; 8 November 2024</li>



<li><strong><em>Fantastic 4 </em></strong>&#8211; 14 Februari 2025</li>



<li><strong><em>Avengers: The Kang Dynasty</em></strong> &#8211; 2 Mei 2025</li>



<li><strong><em>Avengers: Secret Wars</em></strong> &#8211; 1 Mei 2026</li>
</ul>
</li>



<li><strong>Serial</strong>
<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Serial Wakanda</strong> (belum ada judul) &#8211; TBA</li>



<li><strong><em>Spider-Man: Freshman Year </em></strong>&#8211; TBA</li>



<li><strong><em>Spider-Man: Sophomore Year </em></strong>&#8211; TBA</li>



<li><strong><em>Marvel Zombies </em></strong>&#8211; TBA</li>



<li><strong><em>Wonder Man</em></strong> &#8211; TBA</li>



<li><strong>Serial Nova</strong> (belum ada judul) &#8211; TBA</li>



<li><em><strong>What If&#8230;? Season 3 </strong></em>&#8211; TBA</li>



<li><strong><em>Vision Quest</em></strong> &#8211; TBA</li>
</ul>
</li>
</ul>
</li>
</ul>



<p>Percayalah, daftar judul-judul di atas masih belum semua. Setahu Penulis, setidaknya masih ada <em><strong>X-Men &#8217;97</strong> </em>dan <em><strong>Armor Wars</strong></em>. Selain itu, Penulis yakin masih ada banyak judul yang belum terungkap, seperti <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-spider-man-far-from-home/">lanjutan petulangan Spider-Man versi Tom Holland</a>.</p>



<p>Dari banyaknya judul di atas, mana yang paling Penulis antisipasi? Tentu saja dua film Avengers. Penulis tidak berharap akan sebagai <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-avengers-infinity-wars/">Avengers: Infinity Wars</a> </em>dan <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-avengers-endgame-bagian-1-adegan-favorit/">Avengers: Endgame</a></em> tapi setidaknya bisa mendekati level tersebut.</p>



<p>Nah, sebelum menuju ke kedua film tersebut, tentu Marvel harus melakukan <em>setup </em>terlebih dahulu di film dan serial sebelumnya. Apakah Marvel mampu membangun fondasi yang kuat untuk menunjang kedua film Avengers tersebut? Penulis tidak berharap banyak.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kang the Conqueror</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="546" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/the-future-of-marvel-cinematic-universe-2-1024x546.jpg" alt="" class="wp-image-6451" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/the-future-of-marvel-cinematic-universe-2-1024x546.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/the-future-of-marvel-cinematic-universe-2-300x160.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/the-future-of-marvel-cinematic-universe-2-768x410.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/the-future-of-marvel-cinematic-universe-2.jpg 1170w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Dari Kiri: Scarlet Centurion, Immortus, Rama Tut (<a href="https://twitter.com/CanWeGetToast/status/1629256793263071240">Twitter</a>)</figcaption></figure>



<p>Sejak awal <em>Multiverse Saga</em>, nama Kang the Conqueror yang diperankan oleh Jonathan Majors telah digaungkan. Diawali dari variannya di <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-loki-bagian-2/">serial <em>Loki</em></a> yang bernama He Who Remains, kita melihat sosoknya di <em>Ant-Man 3 </em>yang sayangnya cukup mengecewakan.</p>



<p>Memang, di akhir film kita bisa melihat banyak sekali varian Kang yang tampaknya jauh lebih berbahaya, terutama <em>the big three</em>: <strong>Immortus</strong>, <strong>Rama Tut</strong>, dan <strong>Scarlet Centurion</strong>. Thanos yang seorang diri saja sudah se-<em>badass </em>itu, ini malah keroyokan.</p>



<p>Di komik, karakter Kang memang menjadi salah satu <em>villain </em>klasik yang sering muncul dan berhadapan dengan para Avengers. Pemilihannya sebagai <em>main villain </em>di saga ini bagi Penulis sudah cukup tepat, karena ia memang pengelana <em>multiverse</em>.</p>



<p>Menariknya, tidak semua varian jahat. Ada satu nama yang menarik perhatian Penulis, yakni <strong>Iron Lad</strong>. <em>Feeling </em>Penulis, ia akan membantu para Avengers mengalahkan para Kang jahat yang berambisi menakhlukkan <em>multiverse.</em></p>



<p>Jadi, meskipun awal kemunculannya cukup mengecewakan, Penulis masih menyimpan asa kalau varian-variannya akan mampu menebar teror seperti yang Thanos lakukan di <em>Infinity Saga</em>. Apalagi, akting Majors sudah terlihat menjanjikan.</p>



<p>Pertanyaan menarik lainnya adalah siapa yang akan memimpin Avengers baru melawan Kang? Ada banyak kandidat, seperti <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-captain-marvel/">Captain Marvel</a>, Captain America versi Sam Wilson, bahkan <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-spider-man-no-way-home/">Spider-Man</a>. </p>



<p>Bahkan, bukan tidak mngkin karakter baru seperti Mr. Fantastic a.k.a. Reed Richards dari film <em>Fantastic 4 </em>(yang akan tayang terlebih dahulu sebelum film Avengers) akan menjadi pemimpinnya. Selain itu, Penulis belum ada bayangan lagi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Menurut rumor yang beredar, setelah <em>Multiverse Saga </em>akan datang <em>Mutant Saga</em>. Dari namanya, jelas kita akan langsung menyambungkannya dengan X-Men, yang sampai saat ini belum terlihat sama sekali.</p>



<p>Memang, <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-ms-marvel/">Ms. Marvel</a> sudah memberi indikasi kalau dirinya adalah mutan, dan Hugh Jackman selaku pemeran Wolverine telah memastikan akan <em>comeback </em>di film <em>Deadpool 3</em>. Namun, tampaknya masih butuh bertahun-tahun lagi kita bisa melihat X-Men di MCU.</p>



<p>Bagi Penulis, <em>Phase 4 </em>adalah fase di mana Marvel melakukan berbagai macam eksperimen untuk menentukan arah mereka di masa depan. Maka dari itu, banyak proyek mereka di fase tersebut yang terlihat keluar dari pakem dan mencoba banyak hal baru.</p>



<p>Tentu itu adalah hal yang positif agar kita bisa menyaksikan tayangan berkualitas di fase-fase selanjutnya. Semoga saja Marvel belajar dari kesalahan-kesalahan yang telah dibuat di <em>Phase 4</em>, agar kita bisa menikmati <em>Phase 5</em>, <em>Phase 6 </em>dan saga selanjutnya dengan lebih baik lagi.</p>



<hr class="wp-block-separator has-css-opacity"/>



<p>Lawang, 29 Januari 2023, terinspirasi setelah MCU mengakhir <em>Phase 4</em> dan akan segera masuk ke <em>Phase 5</em></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/the-future-of-marvel-cinematic-universe/">The Future of Marvel Cinematic Universe</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/the-future-of-marvel-cinematic-universe/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Menonton Ant-Man and the Wasp: Quantumania</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-ant-man-and-the-wasp-quantumania/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-ant-man-and-the-wasp-quantumania/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Feb 2023 16:00:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[Ant-Man]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Kang the Conqueror]]></category>
		<category><![CDATA[Loki]]></category>
		<category><![CDATA[Marvel]]></category>
		<category><![CDATA[MCU]]></category>
		<category><![CDATA[superhero]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6362</guid>

					<description><![CDATA[<p>Marvel Cinematic Universe (MCU) Phase 5 resmi dimulai dengan tayangnya film Ant-Man and the Wasp: Quantumania. Di Indonesia, seperti biasa film ini tayang dua hari lebih cepat dibandingkan waktu perilisan global, yakni pada hari 15 Februari 2023. Yang spesial pada kali ini adalah Penulis menontonnya di Central Park, Jakarta. Kebetulan, Penulis mendarat di Jakarta pada [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-ant-man-and-the-wasp-quantumania/">Setelah Menonton Ant-Man and the Wasp: Quantumania</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Marvel Cinematic Universe (MCU) Phase 5 resmi dimulai dengan tayangnya film <em><strong>Ant-Man and the Wasp: Quantumania</strong></em>. Di Indonesia, seperti biasa film ini tayang dua hari lebih cepat dibandingkan waktu perilisan global, yakni pada hari 15 Februari 2023.</p>



<p>Yang spesial pada kali ini adalah Penulis menontonnya di Central Park, Jakarta. Kebetulan, Penulis mendarat di Jakarta pada paginya dan memang ada janji dengan teman-teman kantornya yang baru kali ini bertemu (kebetulan ini adalah pertemuan kali pertama).</p>



<p>Sebelum menonton film ini, Penulis sudah menurunkan ekspektasinya karena di situs <em>Rotten Tomatoes</em> film ini hanya mendapatkan skor 55% (terakhir bahkan sudah menyentuh angka 47%, menyamai &#8220;rekor&#8221; <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-eternals-bagian-1/">Eternals</a></em>). </p>





<p>Banyak yang menganggap kalau film ketiga Ant-Man ini akan menjadi film Ant-Man tergelap jika dibandingkan dengan dua film sebelumnya. Penulis pun sudah mengharapkan ada kematian tokoh penting, atau setidaknya terjebak di <em>quantum realm</em>. </p>



<p>Lantas, apakah film ini kembali mengecewakan seperti beberapa film Marvel sebelumnya? Atau setidaknya berada di level medioker yang masih oke untuk ditonton? Atau justru masuk ke level mantap seperti <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-shang-chi-and-the-legend-of-the-ten-rings/">Shang-Chi</a> </em>dan <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-spider-man-no-way-home/">No Way Home</a></em>?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Jalan Cerita Ant-Man and the Wasp: Quantumania</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Marvel Studios’ Ant-Man and The Wasp: Quantumania | Official Trailer" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/ZlNFpri-Y40?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Penulis datang terlambat ketika menonton film ini, sehingga langsung menonton adegan ketika <strong>Scott Lang</strong> (Paul Rudd) mempromosikan buku buatannya. Lantas, ia mendapatkan kabar kalau anaknya <strong>Cassie</strong> (Kathryn Newton) tertangkap oleh polisi karena suatu masalah.</p>



<p>Singkat cerita, Cassie bersama ayahnya, <strong>Hope</strong> (Evangeline Lily), <strong>Hank Pym</strong> (Michael Douglas), dan <strong>Janet van Dyne</strong> (Michelle Pfeiffer) sedang mencoba suatu alat yang memetakan dunia kuantum. Namun, alat tersebut justru menyedot mereka semua.</p>



<p>Scott dan Cassie tertangkap oleh penduduk asli dunia kuantum yang sedang mengumpulkan pasukan untuk memberontak ke <strong>Kang the Conqueror </strong>(Jonathan Majors). Di sisi lain, Hope, Hank, dan Janet berusaha untuk mengumpulkan informasi ke kota.</p>



<p>Janet menghubungi <strong>Skylar</strong> (Bill Murray), mantan sekutunya ketika ia masih terjebak di dunia kuantum. Sayangnya, ternyata Skylar sudah menjadi anak buah Kang dan hendak menyerahkan Janet dkk ke Kang. Untungnya, mereka berhasil kabur.</p>



<p>Kembali lagi ke Scott dan Cassie. Pemimpin pasukan pemberontak, <strong>Jentorrah</strong> (Katy M. O&#8217;Brian), menjelaskan bagaimana Janet secara tidak langsung membantu Kang menguasai dunia kuantum dengan memperbaiki mesin multiversalnya.</p>



<p>Setelah berhasil memperbaiki mesin tersebut, Janet mampu melihat pikiran Kang di mana ternyata ia adalah seorang penakhluk yang telah melakukan genosida demi menghapus <em>timeline </em>tertentu. </p>



<p>Untuk itu, Janet pun memperbesar <em>core </em>dari mesin tersebut agar Kang tidak bisa kabur dari dunia kuantum. Oleh karena itu, Kang ingin bertemu dengan Scott agar ia bisa membantu dirinya mengecilkan <em>core </em>mesinnya.</p>



<p>Tiba-tiba, <strong>M.O.D.O.K.</strong>, yang ternyata merupakan Darren Cross (Corey Stoll), menyerang mereka dan berhasil menangkap Scott dan Cassie. Kang pun menemui mereka dan memaksa Scott untuk melakukan apa yang ia minta, atau anaknya akan mati.</p>



<p>Scott pun berhasil melakukan misi tersebut (dibantu oleh Hope), dan Kang pun mulai menyiapkan pasukannya. Cassie dan Jentorrah berhasil mengumpulkan pasukan pemberontak untuk menyerbu markas Kang</p>



<p>Pada akhirnya, para pahlawan kita berhasil menahan pasukan Kang (dibantu dengan M.O.D.O.K. yang terkena <em>bacot no jutsu </em>dari Cassie), hingga membuat Kang babak belur berkat semut-semut super yang dipimpin oleh Hank.</p>



<p>Saat semua akan pulang ke dunia, Kang menyerang Scott dan terjadi pertarungan 1 vs 1. Di saat genting, Hope datang dan membantu Scott mengalahkan Kang. Dengan canggihnya, Cassie mampu membuka portal ke dunia kuantum dan menyelamatkan mereka.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="COUNCIL OF KANGS Explained! - Every Kang In Ant Man Quantumania" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/nJD8n-uf6WE?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Pada adegan <em>post-credit</em>, kita bisa melihat ada ribuan varian Kang yang berkumpul dan berencana untuk mulai bergerak. Ada tiga varian Kang yang patut diperhatikan, yaitu <strong>Immortus</strong>, <strong>Rama-Tut</strong>, dan <strong>Scarlet Centurion</strong>. </p>



<p>Kemungkinan besar, mereka bertiga lah yang akan menjadi <em>villain </em>utama di film-film Marvel selanjutnya, terutama <em>Avengers: The Kang Dynasty</em>. Kang the Conqueror yang kita lihat di film <em>Quantumania </em>hanyalah bagian kecil dari dinasti tersebut.</p>



<p>Lantas di <em>post-credit </em>yang kedua, kita bisa melihat Loki (Tom Hiddleston) dan Mobius (Owen Wilson) sedang menghadiri acara yang dipimpin oleh varian Kang lainnya, Victor Timely, di tahun 1900-an. Ini akan menjadi awal dari <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-loki-bagian-1/">Loki Season 2</a> </em>yang akan tayang tahun ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton Ant-Man and the Wasp: Quantumania</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Marvel Studios’ Ant-Man and The Wasp: Quantumania | New Trailer" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/5WfTEZJnv_8?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Sebagai <em>set-up </em>untuk film-film Marvel selanjutnya, <em>post-credit </em>yang dimiliki oleh film ini sangat oke. Kemunculan Loki yang sudah Penulis harapkan benar-benar menaikkan semangat Penulis untuk menonton <em>Loki Season 2</em> .</p>



<p>Namun, sebagai film, <em>Ant-Man and the Wasp: Quantumania </em>sangat terasa kurang. Ada banyak kekesalan dan kekecewaan yang muncul ketika selesai menonton film ini. Penulis akan coba jabarkan satu per satu, dari yang paling ringan hingga yang paling berat.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Empat Kekurangan Minor</h3>



<p>Pertama, <strong><em>chemistry </em>ayah-anak antara Paul Rudd dan Kathryn Newton terasa kurang kuat</strong>. Entah mengapa unsur keluarga yang sangat ditekankan di film ini justru tidak berhasil ditampilkan oleh kedua aktor tersebut.</p>



<p>Kedua, <strong>alur cerita filmnya terasa kurang rapi dan sedikit kacau</strong>. Dengan dua perspektif yang saling berganti antara Scott-Cassie dan Hope-Hank-Janet, rasanya agak saling tindih walau pada akhirnya semua bertaut pada satu simpul yang sama.</p>



<p>Ketiga, <strong>The Wasp hampir tidak ada fungsinya</strong>. Meskipun namanya ada di judul, peran The Wasp di sini sangat kecil. Mungkin yang paling besar adalah ketika ia kembali ke Dunia Kuantum untuk membantu Ant-man mengalahkan Kang.</p>



<p>Keempat, <strong>trailer cukup <em>misleading</em></strong><em>. </em>Di trailer, menurut penafsiran Penulis, Scott Lang seolah-olah rela melakukan apapun demi mendapatkan waktu dengan Cassie yang hilang selama lima tahun, termasuk bekerja sama dengan Kang. Faktanya, ini hanya film <em>superhero </em>seperti biasa.</p>



<h3 class="wp-block-heading">MODOK yang Disia-siakan</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Quantumania RUINED MODOK???" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/Hl6ND0gVzi0?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Kelima,<strong> MODOK yang terasa disia-siakan</strong>. Penulis sama sekali tidak mempermasalahkan <em>backstory</em>-nya yang berubah di komik. Justru, langkah yang jenius dengan menjadikan Darren Cross sebagai sosok yang diubah menjadi MODOK oleh Kang.</p>



<p>Namun, Penulis merasa peran MODOK di film ini terlalu konyol dan memang dihadirkan hanya untuk menambah unsur komedi. Padahal, MODOK adalah salah satu <em>villain </em>legendaris yang dimiliki oleh Marvel.</p>



<p>Penulis sempat berharap kalau MODOK akan punya kisah yang cukup panjang di MCU. Mungkin setelah kekalahan Kang, ia berusaha membalas dendam. Nyatanya, ia mati dengan heroik hingga merasa dirinya merupakan bagian dari Avengers. Sungguh konyol.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Portal Dunia Kuantum yang Seperti Mainan</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Marvel Studios’ Ant-Man and The Wasp: Quantumania | Introducing Cassie" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/bkP3TTWtQEI?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Keenam, <strong>Cassie bisa dengan mudah membuka portal ke dunia kuantum</strong>. Di film <em>Ant-man and the Wasp </em>(2018), kita bisa tahu bagaimana perjuangan Hank Pym dan Hope agar bisa membuka portal ke dunia kuantum demi menyelamatkan Janet.</p>



<p>Selain itu, di film ini kita bisa melihat bagaimana susahnya Kang keluar dari sana, hingga ia membutuhkan bantuan Janet. Namun, Cassie yang &#8220;anak kemarin&#8221; bisa membuka portal tersebut hanya dengan <em>tat tut tat tut </em>dalam hitungan detik.</p>



<p>Bagi Penulis, ini benar-benar mengecewakan. Awalnya Penulis merasa agak puas karena melihat Scott dan Hope terjebak di Dunia Kuantum. Nyatanya, mereka bisa diselamatkan dengan terlalu mudah, portal ke Dunia Kuatum terasa seperti mainan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Katanya Mengalahkan Banyak Avengers?</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Marvel Studios’ Ant-Man and The Wasp: Quantumania | Kang The Conqueror" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/yvTiZykN63U?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Terakhir dan yang paling parah tentu saja adalah bagaimana <strong>Kang the Conqueror</strong>, yang digembar-gemborkan sebagai salah satu <em>villain </em>terkuat, <strong>matinya hanya begitu saja</strong>. <em>Sorry to say</em>, Ant-Man dan The Wasp adalah salah satu hero terlemah di Avengers.</p>



<p>Akting Jonathan Majors memang memukau, sama seperti ketika ia memerankan He Who Remains. Yang jadi masalah adalah bagaimana penulis cerita membuat kematiannya terasa mudah dan sama sekali tidak berkesan.</p>



<p>Memang ada teori kalau Kang yang ini belum mati, hanya terjebak saja. Namun, tetap saja jalan menuju ke sana terasa kurang mantap. Setelah kalah dikeroyok oleh semut super, ia juga mudah ditumbangkan oleh Ant-Man dan The Wasp.</p>



<p>Walaupun nanti akan ada ribuan varian Kang yang bisa jadi lebih kuat, tetap saja kematian Kang di film ini benar-benar mengesalkan. Apalagi, ia sempat <em>flexing </em>dengan menyebutkan telah mengalahkan banyak Avengers. Nyatanya, ia hanya kalah begitu saja.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Sebagai pembuka Phase 5, tentu Penulis jadi merasa khawatir kalau film-film selanjutnya akan selevel dengan film ini. Harapan Penulis agar film ini terasa <em>dark </em>dan tidak terlalu menonjolkan sisi humornya memang pupus, tapi Penulis tidak terlalu mempermasalahkannya.</p>



<p>Yang jadi masalah adalah banyaknya kekurangan yang Penulis temukan di film ini. Jika dipikir-pikir lagi, film ini mungkin selevel dengan <em>Eternals </em>dan <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-doctor-strange-in-the-multiverse-of-madness/">Doctor Strange in the Multiverse of Madness</a></em> dalam konteks menimbulkan kekecewaannya.</p>



<p>Di tahun 2023 ini, masih akan ada dua film MCU lagi yang akan tayang, yakni <em>Guardians of the Galaxy Vol. 3 </em>dan <em>The Marvels</em>. Penulis akan berusaha untuk menurunkan ekspektasinya agar tidak merasa kecewa lagi.</p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 27 Februari 2023, terinspirasi setelah menonton <em>Ant-Man and the Wasp: Quantumania</em></p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://thedirect.com/article/ant-man-3-quantumania-characters-main-cast-sequel">The Direct</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-ant-man-and-the-wasp-quantumania/">Setelah Menonton Ant-Man and the Wasp: Quantumania</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-ant-man-and-the-wasp-quantumania/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
