<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>netizen Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/netizen/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/netizen/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Jun 2024 15:28:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>netizen Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/netizen/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kok Bisa, ya, Masih Ada Orang yang Berusaha Membela Israel?</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/kok-bisa-ya-masih-ada-orang-yang-berusaha-membela-israel/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/kok-bisa-ya-masih-ada-orang-yang-berusaha-membela-israel/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 May 2024 15:55:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[netizen]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[Rafah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7288</guid>

					<description><![CDATA[<p>Israel kembali memancing amarah banyak warga dunia setelah serangannya ke Rafah, Palestina. Bagaimana tidak, Rafah adalah tempat berlindung para warga Palestina yang harus menyingkir karena agresi yang dilancarkan oleh Israel selama tujuh bulan terakhir. Melansir dari Tirto, jumlah korban dari serangan tersebut mencapai 66 orang, di mana mayoritas merupakan anak-anak dan perempuan. Serangan ini seolah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kok-bisa-ya-masih-ada-orang-yang-berusaha-membela-israel/">Kok Bisa, ya, Masih Ada Orang yang Berusaha Membela Israel?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Israel kembali memancing amarah banyak warga dunia setelah serangannya ke Rafah, Palestina. Bagaimana tidak, Rafah adalah tempat berlindung para warga Palestina yang harus menyingkir karena agresi yang dilancarkan oleh Israel selama tujuh bulan terakhir.</p>



<p>Melansir dari <em><a href="https://tirto.id/serangan-ke-rafah-tewaskan-66-orang-apa-dalih-pm-israel-gY7y">Tirto</a></em>, jumlah korban dari serangan tersebut mencapai 66 orang, di mana mayoritas merupakan anak-anak dan perempuan. Serangan ini seolah menegaskan kalau tidak ada lagi tempat aman untuk warga Palestina di wilayahnya sendiri.</p>



<p>Kementerian Kesehatan Gaza menyebutkan sejak agresi militer dilancarkan oleh Israel di bulan Oktober tahun lalu, total korban jiwa yang sudah diderita Palestina sudah mencapai 36 ribu orang. Kalau ini tidak bisa dianggap sebagai kejahatan perang, entah istilah apa yang patut disematkan.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-768x566.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-1024x755.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-346x255.jpg 346w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019.jpg 1221w " alt="Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/animekomik/mencari-inspirasi-karakter-melalui-anime/">Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Israel yang Kebal Hukum</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/all-eyes-on-rafah-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7291" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/all-eyes-on-rafah-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/all-eyes-on-rafah-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/all-eyes-on-rafah-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/all-eyes-on-rafah-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Neraka Menantimu, Benjamin! (<a href="https://edition.cnn.com/2013/01/01/middleeast/benjamin-netanyahu-fast-facts/index.html">CNN</a>)</figcaption></figure>



<p>Perdana Menteri Israel, <strong>Benjamin Netanyahu</strong>, dengan entengnya mengatakan bahwa serangan tersebut “sesuatu yang tidak disengaja terjadi secara tragis.” Bagaimana ia dan Israel masih bisa lolos sanksi dari hukum internasional merupakan sesuatu yang mengejutkan sekaligus tidak mengejutkan.</p>



<p>Mengapa mengejutkan? Coba bandingkan dengan kasus invasi Rusia ke Ukraina. Saat itu, semua negara dengan <em>gercep </em>langsung memberikan berbagai sanksi berat ke Rusia. Bahkan, <a href="https://whathefan.com/politik-negara/standar-ganda-ala-barat/">pemilik Chelsea Roman Abramovic sampai harus menjual klubnya tersebut</a>.</p>



<p>Mengapa tidak mengejutkan? Karena sudah bertahun-tahun Israel melakukan kejahatan dan tidak pernah satu kali pun mendapatkan sanksi. Selama &#8220;kakak&#8221; mereka yang bernama Amerika Serikat pasang badan untuk mereka, maka Israel akan selalu lolos dari sanksi.</p>



<p>Hal ini tentu terasa tidak adil, bagaimana sebuah negara yang <a href="https://whathefan.com/politik-negara/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel/">dari awal prosesnya sudah tidak benar bisa begitu semena-mena terhadap bangsa lain</a>. Sebuah negara, yang terus berbuat kejahatan mengerikan, bisa dibiarkan begitu saja.</p>



<p>Bahkan, secara menjijikkan ketika pos <strong>&#8220;All Eyes on Rafah&#8221;</strong> menjadi viral di seluruh dunia, tanpa merasa malu Israel membuat pos tandingan dengan tajuk <strong>&#8220;Where Were Your Eyes on October 7?&#8221;</strong> yang mengungkit serangan Hamas pada waktu itu.</p>



<p>Sikap yang kekanakan tersebut tentu menggelikan karena membuat Israel terlihat seperti anak kecil yang terus mengungkit satu kejadian. Padahal, serangan Hamas tersebut tidak akan terjadi seandainya Israel tidak pernah menjajah Palestina dari awal. </p>



<p>Serangan tersebut adalah konsekuensi dari apa yang Israel perbuat dari berpuluh-puluh tahun lalu. Kini, Israel justru merengek-rengek seolah mereka adalah korban yang paling tersakiti. <em>Playing victim </em>dari Israel benar-benar membuat Penulis merasa ingin muntah.</p>



<p>Namun, ada satu hal yang juga membuat Penulis merasa ingin muntah: <strong>masih adanya orang-orang yang berusaha membela Israel</strong>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kok Bisa Masih Membela Israel?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/all-eyes-on-rafah-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7293" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/all-eyes-on-rafah-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/all-eyes-on-rafah-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/all-eyes-on-rafah-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/all-eyes-on-rafah-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Bermasalah Sejak Awal Pendiriannya (<a href="https://mosaicmagazine.com/observation/israel-zionism/2021/09/whose-rights-did-israel-recognize-in-1948/">Mosaic Magazine</a>)</figcaption></figure>



<p>Di sini, Penulis tidak akan membahas Amerika Serikat dan negara-negara lain yang berada di belakang Israel. Yang Penulis maksudnya di sini adalah netizen, terutama netizen Indonesia, yang masih membela Israel dengan berbagai alasan tidak masuk akalnya.</p>



<p>Argumen yang dikeluarkan pun kurang lebih sama dengan apa yang dikeluarkan Israel: <strong>seandainya Hamas tidak melakukan serangan pada 7 Oktober, perang ini tidak akan terjadi.</strong> Orang yang berargumen seperti itu artinya <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/untuk-apa-belajar-sejarah/">tidak pernah belajar sejarah dengan benar</a>.</p>



<p>Penulis sudah pernah membahas pada satu tulisan khusus mengenai <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel/">sejarah konflik antara Israel dari Palestina</a>. Intinya, sejak didirikan Israel itu sudah bermasalah dan salah. Palestina hanya berusaha mempertahankan tanah airnya yang telah ditempati sejak lama.</p>



<p>Israel selalu berargumen kalau mereka adalah manusia yang telah dijanjikan untuk menempati tanah tersebut. Hal ini tentu konyol, karena bayangkan saja jika suku Indian asli meminta semua orang Amerika Serikat pergi dari tanah mereka. Mana mungkin mereka mau?</p>



<p>Mereka yang masih membela Israel ini merasa kalau konflik ini terjadi selama beberapa tahun terakhir. Padahal, konflik ini sudah berlangsung sejak tahun 1948, sejak Israel memproklamasikan kemerdekaannya di tanah orang seenaknya sendiri. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Yang Dukung Palestina Malah Ribut Sendiri Gara-gara Boikot</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/all-eyes-on-rafah-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7292" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/all-eyes-on-rafah-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/all-eyes-on-rafah-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/all-eyes-on-rafah-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/all-eyes-on-rafah-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Foto M. Shadow, Vokalis Avenged Sevenfold, Mengibarkan Bendera Israel</figcaption></figure>



<p>Selain masih ada yang membela Israel, netizen-netizen yang membela Palestina sendiri pun kadang malah ribut sendiri. Salah satu penyebab utamanya adalah <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/pro-dan-kontra-boikot-produk-pendukung-israel/">pro-kontra produk yang berafiliasi dengan Israel</a>.</p>



<p>Banyak netizen yang pro boikot terus menyuarakan boikot di berbagai platform. Contoh paling segar adalah ketika Avenged Sevenfold menggelar konser di Jakarta. Ada netizen yang bertanya, &#8220;kok masih ada yang nonton <em>band </em>yang pro Israel?&#8221;</p>



<p>Tuduhan tersebut bukannya tanpa dasar. Pada salah satu konsernya, Avenged Sevenfold memang sempat mengibarkan bendera Israel, mungkin ketika mereka menggelar konser di sana. Penulis tidak menemukan info yang cukup untuk hal ini.</p>



<p>Nah, ketika ada yang berkomentar seperti itu, banyak netizen yang membalasnya dengan mengatakan &#8220;ngapain pakai Instagram, ini juga buatannya Yahudi&#8221; dan semacamnya. Mereka selalu melakukan <em>counter </em>dengan pola seperti itu, seolah menuduh yang boikot itu hipokrit.</p>



<p>Penulis berusaha berpikiran positif dengan menganggap kedua kubu sebenarnya sama-sama mendukung Palestina. Mereka hanya tidak sepakat dengan masalah boikot produk yang berafiliasi dengan Israel karena pertimbangannya masing-masing.</p>



<p>Hanya saja, Penulis merasa sedikit geram dengan cara mereka melakukan <em>counter</em>. Padahal, inti dari gerakan boikot tersebut adalah berusaha semaksimal mungkin untuk tidak menggunakan produk yang pro Israel. Kalau ada yang belum bisa ditinggalkan, ya tidak apa-apa.</p>



<p>Analoginya, kalau ada orang Islam terus ditanya &#8220;katanya Islam, kok minum alkohol?&#8221; atau &#8220;katanya Islam, kok enggak pakai hijab?&#8221;, tentu akan ada perasaan jengkel, bukan? Ya, sama, boikot juga seperti itu, bertahap dan semampunya dulu, bukan masalah pilih-pilih.</p>



<p>Lantas, kalau belum bisa boikot 100%, apakah dilarang menyuarakan boikot karena dirinya sendiri belum sempurna? Ya, tidak juga, karena di Islam pun ada kewajiban untuk saling mengingatkan. Kalau mau diingatkan ya syukur, kalau enggak ya enggak masalah.</p>



<p>Pertanyaan seperti &#8220;kok masih ada yang nonton <em>band </em>yang pro Israel&#8221; mungkin bentuk menyuarakan boikot versi netizen. Hanya saja, memang menurut Penulis kalimat seperti itu bernada <em>nyinyir</em>, sehingga pesan yang ingin disampaikan justru jadi memancing keributan.</p>



<p>Penulis hanya menyayangkan energi yang seharusnya bisa difokuskan untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina malah dipakai untuk ribut karena perbedaan pandangan. Yang mau boikot silakan, yang enggak mau juga silakan. Mari kita maksimalkan dukungan untuk saudara-saudara kita di Palestina dengan apapun caranya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Ketika tulisan ini dibuat, ada kabar yang menyebutkan kalau International Criminal Court (ICC) telah mengeluarkan surat penangkapan ke Netanyahu dan beberapa petinggi Israel lainnya. Beberapa orang Hamas pun juga diberi surat penangkapan.</p>



<p>Netanyahu tentu tidak tinggal diam. Seperti biasa, ia mengadu ke &#8220;<em>big bro</em>&#8221; Amerika Serikat dan memintanya untuk menghukum ICC. Namun, untuk masalah yang satu itu tampaknya enggan dilakukan oleh Amerika Serikat.</p>



<p>Penulis sendiri merasa pesimis kalau Netanyahu dan Israel bisa diberi sanksi oleh siapapun. Apalagi kalau sampai Donald Trump berhasil menjadi presiden Amerika Serikat lagi, Penulis yakin Israel akan semakin semena-mena karena punya <em>backup </em>yang sangat kuat.</p>



<p>Mungkin tidak akan ada hukuman di dunia yang akan diterima oleh Israel. Namun, Penulis yakin kalau hukuman akhirat yang berat telah menanti mereka semua. Dunia memang bukan tempat untuk keadilan.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 30 Mei 2024, terinspirasi setelah melihat betapa kejinya serangan Israel ke Rafah dan merasa heran dengan orang-orang yang masih mendukung Israel</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://time.com/6983344/all-eyes-on-rafah-ai-post-viral/">TIME</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://www.cnbcindonesia.com/research/20240530123431-128-542429/all-eyes-on-rafah-36000-orang-tewas-karena-keganasan-israel">All Eyes on Rafah: 36.000 Orang Tewas Karena Keganasan Israel (cnbcindonesia.com)</a></li>



<li><a href="https://tirto.id/serangan-ke-rafah-tewaskan-66-orang-apa-dalih-pm-israel-gY7y">Serangan ke Rafah Tewaskan 66 Orang, Apa Dalih PM Israel? (tirto.id)</a></li>



<li><a href="https://international.sindonews.com/read/1380677/41/icc-akhirnya-minta-pm-israel-benjamin-netanyahu-ditangkap-atas-kejahatan-perang-di-gaza-1716249916">ICC Akhirnya Minta PM Israel Benjamin Netanyahu Ditangkap atas Kejahatan Perang di Gaza (sindonews.com)</a></li>



<li><a href="https://www.cnnindonesia.com/internasional/20240530202915-120-1103984/pm-israel-netanyahu-kecewa-berat-ke-as-karena-ogah-sanksi-icc">PM Israel Netanyahu Kecewa Berat ke AS karena Ogah Sanksi ICC (cnnindonesia.com)</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kok-bisa-ya-masih-ada-orang-yang-berusaha-membela-israel/">Kok Bisa, ya, Masih Ada Orang yang Berusaha Membela Israel?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/kok-bisa-ya-masih-ada-orang-yang-berusaha-membela-israel/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Logika Sesat Bintang Satu</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/logika-sesat-bintang-satu/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/logika-sesat-bintang-satu/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Jul 2022 14:00:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[bintang satu]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[netizen]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[rating]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5796</guid>

					<description><![CDATA[<p>Belakangan ini, ada satu fenomena di sekitar kita yang menarik sekaligus memprihatinkan bagi Penulis: Adanya &#8220;serangan&#8221; bintang satu di internet tanpa dilandasi penilaian yang objektif. Contoh terbaru adalah yang menimpa salah satu tempat bermain di sebuah mal. Salah satu YouTuber gaming terkenal Indonesia membuat sebuah konten di mana ia telah menghabiskan uang sekitar 1,3 juta [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/logika-sesat-bintang-satu/">Logika Sesat Bintang Satu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Belakangan ini, ada satu fenomena di sekitar kita yang menarik sekaligus memprihatinkan bagi Penulis: Adanya &#8220;serangan&#8221; bintang satu di internet tanpa dilandasi penilaian yang objektif.</p>



<p>Contoh terbaru adalah yang menimpa salah satu tempat bermain di sebuah mal. Salah satu YouTuber <em>gaming </em>terkenal Indonesia membuat sebuah konten di mana ia telah menghabiskan uang sekitar 1,3 juta untuk permainan capit yang bisa mendapatkan berbagai hadiah.</p>



<p>Di video tersebut, sang YouTuber memang terlihat kesal karena tidak pernah berhasil meskipun sudah mengeluarkan uang banyak. Alhasil, tempat bermain tersebut langsung diserbu penggemar sang YouTuber dan menghujaninya dengan bintang satu di Google.</p>





<p>Ketika Penulis mencoba untuk membaca <em>review-</em>nya di Google, terlihat jika mereka ikut melampiaskan emosi mereka walaupun mereka tidak mengalami kerugian apapun. Ada yang menulis tempat tersebut <em>scam</em>, ada yang cuma ikut-ikutan, dan lain sebagainya.</p>



<p>Melihat respons negatif yang sedemikian besar, sang YouTuber pun langsung memutuskan melakukan <em>takedown </em>video tersebut. Sayangnya, nasi sudah menjadi bubur, banjir bintang satu sudah membuat rating dari tempat tersebut benar-benar anjlok.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bukan Pertama Kalinya</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/07/logika-sesat-bintang-satu-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5799" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/07/logika-sesat-bintang-satu-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/07/logika-sesat-bintang-satu-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/07/logika-sesat-bintang-satu-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/07/logika-sesat-bintang-satu-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Sungai Aare (<a href="https://www.bern.com/en/aare-river">Bern</a>)</figcaption></figure>



<p>Ini bukan pertama kalinya kejadian seperti ini terjadi. Ketika almarhum Eril (anak dari Ridwan Kamil) meninggal di Sungai Aare, banyak netizen yang juga memberikan bintang satu kepada sungai tersebut.</p>



<p><em>Iya, sebuah sungai diberi bintang satu oleh netizen kita</em>.</p>



<p>Padahal, sungai tersebut tidak salah apa-apa. Kematian Eril merupakan takdir yang pasti akan terjadi. Memberi bintang satu hanya akan memalukan nama Indonesia di mata internasional karena aksi yang norak tersebut.</p>



<p>Pernah juga kejadian ada sebuah aplikasi di Polandia yang harus menerima <em>review </em>buruk hanya karena namanya sama dengan aplikasi/layanan di Indonesia. Ini seolah menjadi bukti kalau literasi kita masih sangat rendah.</p>



<p>Di dunia <em>esports </em>(tempat Penulis sering berkecimpung sekarang), mungkin tidak ada &#8220;fitur&#8221; untuk memberi bintang satu. Sebagai gantinya, jurus <em>report </em>akun lawan pun dilakukan jika tim kesayangannya kalah.</p>



<p>Contoh-contoh kasus di atas patut kita evaluasi bersama, bagaimana kita belum bisa dewasa dalam menggunakan internet secara global.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kedewasaan dalam Menggunakan Internet</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/07/logika-sesat-bintang-satu-2-1024x683.png" alt="" class="wp-image-5800" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/07/logika-sesat-bintang-satu-2-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/07/logika-sesat-bintang-satu-2-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/07/logika-sesat-bintang-satu-2-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/07/logika-sesat-bintang-satu-2.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Internet Penuh dengan Orang Toxic (<a href="https://bdtechtalks.com/toxic-centralized-internet/">Tech Talks</a>)</figcaption></figure>



<p>Memang, kita boleh mengekspresikan diri di internet. Apa yang dilakukan oleh para netizen dengan memberikan bintang satu adalah wujud kekecewaan mereka. Kebetulan, bintang satu seolah bisa memberikan <em>impact </em>yang lebih besar daripada sekadar <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/berkata-kotor-di-media-sosial/">marah-marah membuat status di media sosial</a>.</p>



<p>Namun, apa yang dilakukan tersebut jelas merugikan pihak lain. Tempat bermain yang baru saja dihujani bintang satu sebelumnya sering mendapatkan <em>review </em>yang positif dari pengunjung yang benar-benar pernah ke sana.</p>



<p>Opini <em><a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/apakah-saya-toxic/">toxic</a></em> yang mereka berikan jelas sangat bersifat subyektif hanya demi &#8220;melindungi&#8221; atau &#8220;membela&#8221; idola mereka. Apalagi, mereka sendiri belum pernah ke lokasi tersebut sehingga rasanya memang benar-benar aneh.</p>



<p>Fitur memberi rating kepada suatu tempat di Google sebenarnya berfungsi untuk membantu pengguna lain yang belum pernah ke sana. Jika mereka ingin pergi ke tempat tersebut, beberapa ingin tahu bagaimana ulasan tentang tempat tersebut, apakah banyak yang puas atau justru banyak yang kecewa.</p>



<p>Dengan adanya serangan bintang satu tersebut, tentu rating dari tempat tersebut menjadi turun sehingga membuat orang lain merasa ragu-ragu ingin pergi ke sana. Logika sesat ini pada akhirnya akan merugikan tempat yang bersangkutan.</p>



<p>Untuk itu, kita perlu belajar untuk lebih dewasa lagi dalam menggunakan internet. Salah satu caranya adalah dengan memahami apa fungsi sebuah fitur dan menggunakannya secara tepat. Selain itu, kita harus menghindari melakukan hal-hal yang bisa merugikan pihak lain.</p>



<p>Entah sampai kapan logika sesat dengan memberikan bintang satu secara subyektif bahkan iseng ini bisa berakhir. Semoga saja pada akhirnya, kita semua bisa lebih dewasa dalam menggunakan dan memanfaatkan internet.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 7 Juli 2022, terinspirasi setelah adik bercerita tentang adanya sebuah tempat bermain yang diserbu dengan bintang satu setelah seorang YouTuber bermain di sana</p>



<p>Foto: <a href="https://unsplash.com/s/photos/arcade">Unsplash</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/logika-sesat-bintang-satu/">Logika Sesat Bintang Satu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/logika-sesat-bintang-satu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Siapa yang Akhirnya Menang?</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/siapa-yang-akhirnya-menang/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/siapa-yang-akhirnya-menang/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Mar 2021 00:30:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[catur]]></category>
		<category><![CDATA[chess.com]]></category>
		<category><![CDATA[Deddy Corbuzier]]></category>
		<category><![CDATA[Dewa Kipas]]></category>
		<category><![CDATA[GothamChess]]></category>
		<category><![CDATA[Irene Kharisma]]></category>
		<category><![CDATA[netizen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4828</guid>

					<description><![CDATA[<p>Duel &#8220;terpanas&#8221; tahun ini baru saja tersaji kemarin secara live di kanal YouTube Deddy Corbuzier. Tentu yang Penulis maksud adalah pertandingan catur antara Pak Dadang Subur a.k.a. Dewa Kipas melawan Grandmaster Irene Kharisma (atau Irene Sukandar). Pertandingan catur ini berawal dari kasus viral yang melibatkan akun Dewa Kipas yang dianggap curang setelah bertanding melawan GothamChess [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/siapa-yang-akhirnya-menang/">Siapa yang Akhirnya Menang?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Duel  &#8220;terpanas&#8221; tahun ini baru saja tersaji kemarin secara <em>live </em>di kanal YouTube Deddy Corbuzier. Tentu yang Penulis maksud adalah <strong>pertandingan catur antara Pak Dadang Subur a.k.a. Dewa Kipas melawan <em>Grandmaster </em>Irene Kharisma</strong> (atau Irene Sukandar).</p>



<p>Pertandingan catur ini berawal dari kasus viral yang melibatkan akun Dewa Kipas yang dianggap curang setelah bertanding melawan <strong>GothamChess</strong> melalui <em>platform </em><strong>Chess.com</strong>. Kasus ini berujung dengan diblokirnya akun Dewa Kipas dari <em>platform </em>tersebut.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4830" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Gotham Chess (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://www.rctiplus.com/news/detail/gaya-hidup/912972/levy-rozman-blokir-indonesia-video-gotham-chess-tak-bisa-diakses">RCTI+</a>)</figcaption></figure>



<p>Hal ini diketahui pertama kali dari postingan Facebook anak Dewa Kipas, yang menganggap <strong>suporter GothamChess melakukan <em>report </em>massal sehingga akun ayahnya diblokir</strong>. Tanpa disangka, postingan tersebut menjadi viral dan membuat <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/keganasan-netizen-barbar/">netizen Indonesia bereaksi keras</a>.</p>



<p>Netizen Indonesia memberikan <em>hate comment </em>ke GothamChess dan Chess.com secara membabi buta. Ketika Penulis mengecek Play Store, <em>rating </em>yang dimiliki oleh aplikasi catur tersebut dihujani bintang satu oleh netizen Indonesia.</p>



<p>Beberapa waktu berselang, Chess.com memberikan klarifikasi kalau mereka tidak akan memblokir akun orang hanya karena laporan banyak orang. <strong>Mereka mendeteksi adanya kecurangan</strong> pada akun tersebut sehingga mereka menindak tegas akun Dewa Kipas.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4831" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Pak Dadang dan Anaknya (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://galamedia.pikiran-rakyat.com/hiburan/pr-351585405/podcast-deddy-corbuzier-dewa-kipas-pecatur-indonesia-yang-taklukkan-gotham-chess-hingga-dituding-cheater">Galamedia &#8211; Pikiran Rakyat</a>)</figcaption></figure>



<p>Nah, Deddy seperti biasa <s>melihat adanya peluang cuan</s> memberikan ruang dan panggung bagi orang-orang yang membutuhkan klarifikasi. Maka diundanglah Pak Dadang Subur beserta anaknya ke <em>podcast</em>-nya yang terkenal.</p>



<p><em>Podcast </em>ini mendapatkan kritikan dari salah satu <em>grandmaster </em>catur Indonesia, <strong>Irene Kharisma</strong>. Ia membuat surat terbuka yang salah satunya ditujukan kepada Deddy dan direspon dengan baik. Irene (beserta GothamChess) pun diundang ke <em>podcast </em>Deddy untuk memberikan sudut pandang lain.</p>



<p>Ternyata, ada beberapa kalimat yang keluar dari mulut Irene yang menyakiti perasaan Pak Dadang. Ia pun menantang Irene untuk bertanding catur secara langsung. Sempat ditolak, akhirnya Irene menyanggupi permintaan tersebut dan Deddy akan menjadi tuan rumah pertandingan tersebut.</p>



<p><s>Cuan lagi.</s></p>



<hr class="wp-block-separator has-text-color has-background is-style-default" style="background-color:#ff0000;color:#ff0000"/>



<p>Pertandingan digelar pada hari Senin jam 3 sore dan dipandu oleh dua pecatur Indonesia, <strong>GM Susanto Megaranto</strong> dan <strong>Chelsie Monica</strong>. Untuk nama terakhir, netizen justru <em>salfok </em>dengan kecantikannya. Akun Instagramnya yang semula memiliki empat ribu <em>followers </em>melonjak jadi 70 ribu lebih. Kekuatan netizen.</p>



<p>Pertandingan dilakukan dalam mode 10 menit empat babak. Penulis tidak perlu menjelaskan bagaimana analisa pertandingan tersebut. Yang jelas, <strong>hasil akhirnya adalah 3-0</strong> untuk kemenangan Irene dan Pak Dadang menolak untuk melakukan pertandingan keempat.</p>



<p>Di akhir pertandingan, Pak Dadang menjelaskan betapa kokoh pertahanan Irene. Sangat berbeda jika dibandingkan dengan pemain di Chess.com yang kerap melakukan blunder. Irene sendiri juga mengajak kita untuk menutup kasus ini dan jangan sampai ada pem-<em>bully</em>-an setelah ini.</p>



<p>Baik Irene maupun Pak Dadang sama-sama mendapatkan hadiah uang. Sebagai pemenang, Irene mendapatkan 200 juta rupiah, sedangkan Pak Dadang mendapatkan 100 juta rupiah. Pertandingan panas ini pun berakhir dengan damai dan menenangkan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4832" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Irene Menang 3-0 (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://www.kompasiana.com/alfarabimaulana0386/6058789f8ede4829ec20d592/dewa-kipas-vs-irene-sukandar-masalah-selesai">Kompasiana.com</a>)</figcaption></figure>



<p>Pertanyaannya,<strong> siapa yang sebenarnya menang dalam pertandingan ini?</strong> Menurut Penulis, <strong>hampir semua menang dan tidak ada yang dirugikan</strong>.</p>



<p>Deddy jelas menang banyak, baik melalui adsense (<em>live viewer</em>-nya mencapai satu juta lebih, setelah diupload videonya telah ditonton lebih dari tujuh juta kali) ataupun sponsor (secara kasat mata, setidaknya ada tiga sponsor yang berbeda, di mana yang paling besar Tokopedia).</p>



<p>Kejeliannya melihat peluang membuat ia bisa mendapatkan keuntungan besar dari viralnya kasus Dewa Kipas. Kalau kata teman, ia sudah bisa membuat <em>podcast</em>-nya bekerja untuk dirinya dan mengalirkan uang secara sendirinya.</p>



<p>Pak Dadang dan Irene pun bisa dianggap sama-sama menang. Kekalahan Pak Dadang dapat dimaklumi karena lawannya adalah pecatur profesional yang menyandang gelar <em>grandmaster</em>. Bahkan, permainannya juga dipuji oleh Irene beserta dua <em>caster </em>yang memandu pertandingan tersebut.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-5-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4833" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-5-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-5-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-5-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-5.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Para Caster (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://voi.id/teknologi/40236/potret-chelsie-monica-i-caster-i-spesial-di-laga-catur-dewa-kipas-vs-gm-irene-sukandar">VOI.id</a>)</figcaption></figure>



<p>Para <em>caster </em>juga menang, terutama Chelsie. Berkat pertandingan ini, popularitasnya meningkat secara drastis. Bukan tidak mungkin setelah ini ia akan merangkap profesi menjadi selebgram. Untuk GM Susanto, mungkin setelah ini akan makin banyak murid yang mendaftar ke sekolah privatnya.</p>



<p>Dunia catur juga menang. Kasus ini membuat antusiasme masyarakat terhadap catur meningkat pesat. Tokopedia selaku sponsor resmi pasti kebanjiran orderan papan catur. Dari isu yang Penulis dengar, harga papan catur meroket akibat tingginya permintaan masyarakat.</p>



<p>Masyarakat menang karena disuguhkan sebuah <s>drama</s> pertandingan catur yang seru. Ketika memantau kolom komentar, kebanyakan bernada <em>adem </em>meskipun masih menyisakan beberapa <em>hate comment </em>yang memancing emosi. Media juga pastinya mendapatkan banyak <em>views </em>untuk pemberitaan seputar mereka semua.</p>



<p>GothamChess, meskipun tidak mendapatkan uang, setidaknya mendapatkan <em>subsriber </em>baru dari Indonesia walau tidak banyak. Mungkin yang kalah adalah aplikasi Chess.com karena mendapatkan hujan bintang satu di Play Store, sehingga <em>rating </em>mereka lumayan turun. Namun, jumlah unduhan mereka juga jadi naik berkat drama Dewa Kipas ini.</p>



<hr class="wp-block-separator has-text-color has-background is-style-default" style="background-color:#ff0000;color:#ff0000"/>



<p>Lantas, apa hikmah yang bisa dipetik dari peristiwa ini? Entah, Penulis juga bingung. Mungkin, <strong>jangan mudah tersulut emosi jika tidak punya data yang lengkap</strong>. Mau apapun masalah yang sedang viral, kita harus kritis dan melakukan <em>recheck</em>. Jangan mudah terpancing berita-berita <em>click-bait.</em></p>



<p>Pada akhirnya, masalah yang membuat <a href="https://whathefan.com/politik-negara/polarisasi-masyarakat/">masyarakat sempat terpolarisasi</a> telah mereda. Semoga saja ke depannya kita bisa lebih dewasa dan bijaksana dalam menyikapi apapun, mulai dari yang remeh hingga topik berat.</p>



<p></p>



<p></p>



<p>Lawang, 23 Maret 2021, terinspirasi setelah menonton pertandingan catur antara Dewa Kipas melawan Irene Kharisma</p>



<p>Foto: <a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.bukabaca.id%2Fdwitarung-catur-wgm-irene-sukandar-berhasil-kalahkan-dewa-kipas-dengan-skor-30%2F&amp;psig=AOvVaw18OgvgbMhysArzPEpGlNbb&amp;ust=1616545060870000&amp;source=images&amp;cd=vfe&amp;ved=2ahUKEwjl8JnikcXvAhURi0sFHRiVArsQjB16BAgAEAk">Buka Baca ID</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/siapa-yang-akhirnya-menang/">Siapa yang Akhirnya Menang?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/siapa-yang-akhirnya-menang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keganasan Netizen Barbar</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/keganasan-netizen-barbar/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/keganasan-netizen-barbar/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2021 14:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[catur]]></category>
		<category><![CDATA[Dayana]]></category>
		<category><![CDATA[Dewa Kipas]]></category>
		<category><![CDATA[Fiki Naki]]></category>
		<category><![CDATA[marah]]></category>
		<category><![CDATA[netizen]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4790</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa waktu yang lalu, Microsoft mengeluarkan hasil survei terkait tingkat kesopanan netizen di dunia maya. Siapa yang menyangka (atau sudah tertebak?) kalau netizen paling tidak sopan di kawasan Asia Tenggara berasal dari Indonesia. Bagaimana respon netizen Indonesia? Mereka dengan santun tidak menyetujui hasil survei tersebut dengan cara yang baik. Mereka tidak membanjiri kolom komentar Microsoft [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/keganasan-netizen-barbar/">Keganasan Netizen Barbar</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Beberapa waktu yang lalu, <strong>Microsoft </strong>mengeluarkan hasil survei terkait tingkat kesopanan netizen di dunia maya. Siapa yang menyangka (atau sudah tertebak?) kalau<strong> netizen paling tidak sopan di kawasan Asia Tenggara berasal dari Indonesia</strong>.</p>



<p>Bagaimana respon netizen Indonesia? Mereka dengan santun tidak menyetujui hasil survei tersebut dengan cara yang baik. Mereka tidak membanjiri kolom komentar Microsoft dengan kata-kata kasar.</p>



<p><strong>Tapi bohong.</strong></p>



<p>Tentu saja netizen kita, yang selama ini kerap dianggap barbar, langsung bereaksi keras dengan hasil survei tersebut. Tidak tahan dengan <em>bully-bully </em>tersebut, Microsoft pun menutup kolom komentar mereka.</p>



<p>Padahal, penilaian tersebut tidak dibuat secara asal-asalan. Ada beberapa variabel yang digunakan, seperti <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kenapa-orang-suka-membuat-hoax/">penyebaran hoaks</a> dan penipuan,, ujaran kebencian, hingga masalah diskriminasi. Apa yang netizen lakukan tersebut, secara sadar maupun tidak sadar, justru membuktikan bahwa netizen Indonesia memang &#8220;tidak sopan&#8221;. </p>



<p>Ada banyak bukti lain keganasan netizen Indonesia di dunia maya dalam beberapa minggu terakhir ini.</p>



<h1 class="wp-block-heading">Membela Dewa Kipas</h1>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/keganasan-netizen-barbar-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4800" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/keganasan-netizen-barbar-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/keganasan-netizen-barbar-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/keganasan-netizen-barbar-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/keganasan-netizen-barbar-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>GothamChess vs Dewa Kipas (<a href="https://www.youtube.com/watch?v=Yc1teknlAEQ">YouTube)</a></figcaption></figure>



<p>Akhir-akhir ini, dunia percaturan online sedang heboh karena akun <strong>GothamChess </strong>secara mengejutkan dikalahkan oleh pecatur Indonesia berusia 60 tahun dengan nama akun <strong>Dewa Kipas</strong> melalui <em>platform </em>Chess.com.</p>



<p>Pendukung Gotham menuding kalo Dewa Kipas melakukan <em>cheating </em>karena akurasi gerakannya terlalu tinggi. Kabarnya, mereka melakukan <em>report </em>ramai-ramai hingga akun Dewa Kipas di-<em>banned</em>.</p>



<p>Bagaimana reaksi netizen Indonesia? Mereka melakukan analisa terhadap pola permainan Dewa Kipas di Chess.com untuk mencari apakah ada sesuatu yang abnormal dari game-game yang pernah ia mainkan. </p>



<p>Mereka tidak membela Dewa Kipas hanya karena terbawa suasana dan nasionalisme yang membabi buta. Setelah memiliki data, mereka baru berkomentar kalau tuduhan GothamChess tersebut tidak berdasar dan dilakukan atas dasar sakit hati karena dikalahkan pemain amatir.</p>



<p><strong>Tapi bohong lagi.</strong></p>



<p>Bermodalkan postingan Facebook anak Dewa Kipas, banyak <strong>netizen yang langsung menyerang GothamChess secara kasar </strong>hingga meresahkan yang bersangkutan. Pem-<em>bully-</em>an dalam bentuk verbal terus dilancarkan hingga membuatnya membatasi <em>platform-platform </em>yang ia gunakan.</p>



<p>Kericuhan ini membuat Grand Master Indonesia, <strong>Irene Kharisma</strong>, ikut angkat bicara. Menurutnya, kasus ini mencoreng nama baik percaturan Indonesia di mata dunia. Apalagi, memang banyak keanehan yang ditemukan dalam akun profil milik Dewa Kipas, seperti <em>rating</em> yang tiba-tiba melonjak dan tingkat akurasi yang mendekati sempurna. </p>



<p>Chess.com sendiri telah menegaskan kalau pemblokiran yang dilakukan bukan karena banyaknya laporan yang dikirim oleh penggemar GothamChess, melainkan karena <strong>tim Fair Play memang menemukan anomali pada akun Dewa Kipas</strong>. Mereka memiliki reputasi yang tinggi, sehingga rasanya tidak mungkin mereka mempertaruhkan reputasi tersebut hanya demi satu orang.</p>



<p>Mana yang benar? Entahlah, tidak ada yang benar-benar tahu. Hanya saja, Penulis begitu menyayangkan respon netizen kita yang begitu barbar tanpa mengetahui duduk perkaranya secara lengkap. </p>



<h1 class="wp-block-heading">Dayana Oh Dayana</h1>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/keganasan-netizen-barbar-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4801" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/keganasan-netizen-barbar-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/keganasan-netizen-barbar-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/keganasan-netizen-barbar-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/keganasan-netizen-barbar-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Dayana (<a href="https://voi.id/en/lifestyle/33867/netizens-are-counting-down-dayana-s-followers-decreasing">VOI</a>)</figcaption></figure>



<p>Salah satu <em>youtuber </em>yang sedang naik daun adalah <strong>Fiki Naki</strong>. Alasannya apa lagi kalau bukan kemampuan berbahasa asingnya yang begitu luar biasa. Ia menguasai banyak bahasa seperti bahasa Rusia. Karena kemampuannya tersebut, ia kerap &#8220;menggoda&#8221; bule-bule melalui aplikasi Ome.tv.</p>



<p>Nah, salah satu yang menarik perhatian netizen adalah seorang gadis asal Kazakhstan bernama <strong>Dayana</strong>.  Memiliki paras yang cantik, ia kerap dijodoh-jodohkan dengan Fiki Naki. Bahkan, ia menjadi orang pertama yang masuk ke kanal YouTube Fiki lebih dari satu episode. </p>



<p>Hal ini membuat popularitas Dayana, setidaknya di Indonesia, melesat dengan cepat. Ia yang awalnya bukan siapa-siapa tiba-tiba mendapatkan jutaan <em>follower </em>yang kebanyakan berasal dari negara kita, termasuk Penulis sendiri. Bedanya, Penulis sengaja <em>follow </em>karena merasa kalau kisah mereka berdua akan berakhir kurang baik.</p>



<p>Benar saja. Beberapa minggu kemarin, dunia maya langsung heboh karena Dayana menyatakan <strong>&#8220;tidak butuh <em>follower </em>dari Indonesia.&#8221;</strong> Sontak saja hal ini memicu kemarahan publik dan membuat netizen melakukan <em>unfollow </em>massal. Jumlah <em>follower </em>Dayana yang telah menyentuh angka 2 juta menurun drastis dalam waktu singkat.</p>



<p>Fiki Naki sudah berusaha maksimal untuk menenangkan amukan netizen Indonesia. Sayangnya, nasi sudah menjadi bubur. <strong>Dayana yang awalnya menjadi pujaan banyak orang berbalik menjadi <em>public enemy</em></strong>. Ia dianggap &#8220;kacang lupa kulit&#8221; dan memanfaatkan Fiki untuk pansos. Apalagi, ia mulai merilis lagu yang pada akhirnya mendapatkan banyak sekali <em>dislike</em>.</p>



<p>Terlepas apa makna dari pernyataan Dayana, kejadian ini menjadi bukti lain betapa ganasnya netizen kita. Bisa saja Dayana tidak bermaksud untuk menyepelekan <em>follower </em>Indonesia. Perlu diingat, bahasa Inggris bukan bahasa ibunya, sehingga kemungkinan salah mengutarakan maksud sesungguhnya sangat besar.</p>



<p>Tapi netizen kita mana mengenal kata maklum. Mau berbuat apapun, Dayana sudah dicap sebagai orang buruk, sama seperti ketika mereka melabeli GothamChess tanpa bukti yang kuat.</p>



<h1 class="wp-block-heading">Penutup</h1>



<p>Dua contoh kasus yang baru terjadi akhir-akhir ini patut mendapatkan perhatian dari kita semua. Kenapa <a href="https://whathefan.com/karakter/berkata-kotor-di-media-sosial/">netizen Indonesia terlihat begitu barbar di dunia maya</a>? Kenapa seolah-olah semua orang bersumbu pendek sehingga mudah terpicu oleh percikan kecil?</p>



<p>Tentu ada banyak faktor yang memengaruhi hal ini. Rendahnya literasi, tidak adanya kesadaran untuk santun di media sosial, mudah terpengaruhi, berita yang memprovokasi, <a href="https://whathefan.com/karakter/kenapa-sih-harus-judgemental/">lingkungan yang <em>judgemental</em></a>, dan lain sebagainya. Seharusnya, kemudahan jaringan internet dapat membuat kita menjadi lebih baik, bukan merugikan orang lain.</p>



<p>Mau apapun alasannya, tidak elok untuk bertindak rusuh seperti itu, apalagi jika sampai mengganggu kehidupan orang lain. Jika orang tersebut tidak kuat mental hingga <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/pembunuh-bernama-netizen/">memutuskan bunuh diri seperti artis-artis Korea</a>, orang-orang yang mem-<em>bully </em>akan segera cuci tangan seolah mereka tak pernah melancarkan serangan.</p>



<p>Mari kita sama-sama belajar untuk lebih bijak di dunia maya. Jangan mudah terprovokasi sesuatu yang belum tentu benar. Hidup ini terlalu singkat jika hanya digunakan untuk saling membenci dan mencaci-maki. Semoga ketika nanti Microsoft atau pihak lain melakukan survei sejenis, peringkat kita sudah membaik.</p>



<p></p>



<p></p>



<p>Lawang, 18 Maret 2021, terinspirasi setelah melihat berbagai bentuk keganasan netizen di dunia maya</p>



<p>Foto: <a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://memegenerator.net/Angry-Typing-Guy">Meme Generator</a></p>



<p>Sumber Artikel:<br><a href="https://www.kompas.com/tren/read/2021/02/27/093100165/menilik-penyebab-microsoft-sebut-warganet-indonesia-tidak-sopan-se-asia?page=all">Menilik Penyebab Microsoft Sebut Warganet Indonesia Tidak Sopan Se-Asia Tenggara </a><br><a href="https://bisnis.tempo.co/read/1436977/survei-microsoft-sebut-warganet-ri-paling-tak-sopan-begini-respons-menkominfo"></a><a href="https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210226140821-192-611309/sebut-netizen-ri-paling-tidak-sopan-akun-microsoft-diserang">Sebut Netizen RI Paling Tidak Sopan, Akun Microsoft Diserang </a><br><a href="https://seleb.tempo.co/read/1443536/curhat-gothamchess-pada-deddy-corbuzier-usai-dibully-netizen-indonesia/full&amp;view=ok">Curhat GothamChess pada Deddy Corbuzier Usai Dibully Netizen Indonesia</a><br><a href="https://ggwp.id/media/hiburan/viral/kasus-dewa-kipas-kembali-viral">Kasus Dewa Kipas Berlanjut, Grandmaster Catur Indonesia Angkat Bicara</a><br><a href="https://inet.detik.com/games-news/d-5495455/chesscom-tegaskan-dewa-kipas-berbuat-curang">Chess.com Tegaskan Dewa Kipas Berbuat Curang</a><br><a href="https://www.insertlive.com/hot-gossip/20210225153853-7-194781/3-aksi-dayana-yang-panen-cibiran-netizen/">3 Aksi Dayana yang Panen Cibiran Netizen</a><br><br></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/keganasan-netizen-barbar/">Keganasan Netizen Barbar</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/keganasan-netizen-barbar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pembunuh Bernama Netizen</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/pembunuh-bernama-netizen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Oct 2019 11:58:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[depresi]]></category>
		<category><![CDATA[hate comment]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan mental]]></category>
		<category><![CDATA[korea]]></category>
		<category><![CDATA[mental]]></category>
		<category><![CDATA[netizen]]></category>
		<category><![CDATA[Sulli]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2925</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu, terdengar berita mengejutkan dari dunia K-Pop. Salah satu mantan anggota girlband f(x), Sulli, ditemukan gantung diri di rumahnya. Sulli, yang seusia dengan penulis, dianggap memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri karena depresi. Apa pasalnya? Karena hujatan yang dilancarkan oleh netizen secara terus-menerus. Masalah Kesehatan Mental di Indonesia Dari beberapa literatur yang penulis baca (salah satunya buku [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/pembunuh-bernama-netizen/">Pembunuh Bernama Netizen</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu, terdengar berita mengejutkan dari dunia K-Pop. Salah satu mantan anggota <em>girlband </em>f(x), <strong>Sulli</strong>, ditemukan gantung diri di rumahnya.</p>
<p>Sulli, yang seusia dengan penulis, dianggap memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri karena depresi. Apa pasalnya? Karena <strong>hujatan yang dilancarkan oleh netizen secara terus-menerus</strong>.</p>
<h3>Masalah Kesehatan Mental di Indonesia</h3>
<p><div id="attachment_2927" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2927" class="size-large wp-image-2927" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/pembunuh-bernama-netizen-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/pembunuh-bernama-netizen-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/pembunuh-bernama-netizen-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/pembunuh-bernama-netizen-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/pembunuh-bernama-netizen-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2927" class="wp-caption-text">Nunung dan Depresi (<a href="https://www.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/bertahun-tahun-mengidap-depresi-nunung-sempat-berobat-ke-singapura-1fd7eb.html">Kapanlagi</a>)</p></div></p>
<p>Dari beberapa literatur yang penulis baca (salah satunya buku <a href="https://whathefan.com/buku/mengenal-depresi-pada-loving-the-wounded-soul/"><em>Loving the Wounded Soul</em></a>), kesehatan mental memang masih dianggap remeh di Indonesia.</p>
<p>Mereka yang menderita dianggap <em>lebay </em>dan jauh dari Tuhan. Mereka dianggap mendramatisasi masalahnya dan hanya mencari perhatian dari orang-orang sekitarnya.</p>
<p>Bukti nyata yang baru-baru ini muncul adalah kasus Nunung. Ia dianggap berbohong terkait masalah depresinya hanya karena sering tampil <em>cengengas-cengeges</em>.</p>
<p>Orang depresi dan jenis kesehatan mental lainnya memang sering kali menutupi lukanya dengan berpenampilan ceria. Mereka tidak ingin orang tahu permasalahan mereka atau takut akan dihakimi oleh lain.</p>
<p>Apalagi, masyarakat Indonesia sendiri belum terlalu memahami pentingnya kesehatan mental yang sederajat dengan kesehatan fisik. Mungkin, mereka menganggap sakit mental sama dengan sakit jiwa dan harus berakhir di rumah sakit jiwa.</p>
<p>Masalah kesehatan mental menjadi salah satu penyebab meninggalnya Sulli, selain hujatan dari netizen yang luar biasa kejam. Apalagi, dunia industri hiburan Korea terkenal karena kekejamannya sehingga bisa menjadi pemicu depresi.</p>
<h3>Sulli dan Masalahnya</h3>
<p><div id="attachment_2928" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2928" class="size-large wp-image-2928" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/pembunuh-bernama-netizen-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/pembunuh-bernama-netizen-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/pembunuh-bernama-netizen-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/pembunuh-bernama-netizen-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/pembunuh-bernama-netizen-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2928" class="wp-caption-text">Sulli di Running Man (<a href="https://functionlove.net/2013/07/05/official-130705-fsulli-running-man-preview-3p/">Function Love</a>)</p></div></p>
<p>Karena sempat mengikuti dunia K-Pop, penulis mengetahui yang namanya Sulli. Sebagai salah satu anggota dari <em>girlband </em>terkenal, penulis mengingat sosoknya yang cantik dan ceria dari acara <em>Running Man</em>.</p>
<p>Setelah <em>f(x) </em>hiatus, Sulli lebih sering bermain drama. Bahkan, ia berani melakukan adegan dewasa pada salah satu film dan menimbulkan kritikan pedas dari masyarakat.</p>
<p>Selain itu, ia juga pernah dikritik habis-habisan karena kebiasaannya yang jarang memakai bra. Bahkan, payudaranya pernah tanpa sengaja terungkap di ruang publik.</p>
<p>Tidak hanya itu, masalah pribadinya pun sering dicampuri oleh netizen, seperti gosip hubungannya dengan seseorang. Penulis sendiri tidak paham, mengapa Sulli sering mendapatkan stigma negatif.</p>
<p>Mungkin karena merasa frustasi, Sulli pernah membuat <em>story </em>di Instagram untuk meminta netizen berhenti berkata buruk tentang dirinya. Sembari menangis, ia mengatakan bahwa dirinya bukan orang yang jahat.</p>
<p>Rentetan hujatan dari netizen ini pada akhirnya tak kuasa dibendung oleh Sulli, dan ia pun memutuskan untuk meninggalkan semuanya untukk selamanya.</p>
<h3>Pembunuh Bernama Netizen</h3>
<p>Sulli memang membunuh dirinya sendiri. Akan tetapi, penulis bisa menyalahkan para netizen yang sering mengirimkan <em>hate comment </em>kepadanya. Merekalah salah satu sumber depresi terbesar Sulli.</p>
<p>Semenjak munculnya media sosial, kita diberi kemudahan untuk terhubung langsung dengan dunia artis yang dulu seolah tak terjangkau. Kita bisa melihat keseharian mereka dan memberikan komentar.</p>
<p>Sayangnya, komentar yang muncul tak melulu positif. Banyak juga komentar bernada negatif yang menyayat hati pembacanya, seolah kita benar-benar mengenal mereka.</p>
<p>Ada yang mentalnya tangguh (seperti kebanyakan artis kontroversial Indonesia), tapi ada juga yang tak kuat menahan deritanya sehingga berakhir seperti Sulli.</p>
<p>Siapa yang menyangka, kemajuan teknologi bisa membuat kita bisa menjadi seorang pembunuh, walaupun dilakukan secara tidak langsung dan dari jarak jauh.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Karena Sulli adalah seorang <em>public figure</em>, kasusnya bisa menyebar ke segala penjuru dunia. Bagaimana dengan mereka yang mengalami nasib serupa namun tak pernah terkover oleh media?</p>
<p>Penulis menduga ada banyak kasus serupa, baik yang dipicu oleh komentar negatif di dunia maya ataupun tindakan <em>bully </em>secara langsung. Kalau tidak salah, kemarin ada anak SD yang bunuh diri karena tidak tahan dihina.</p>
<p>Semoga kita bisa belajar banyak dari kasus Sulli ini. Pertama, kesadaran terkait masalah kesehatan mental. Kedua, tentang bahaya <em>hate comment </em>yang bisa membunuh orang lain.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 26 Oktober 2019, terinspirasi setelah kematian Sulli yang cukup tragis</p>
<p>Foto: <a href="https://www.scmp.com/lifestyle/entertainment/article/3033527/death-sulli-brings-fears-k-pop-idols-mental-health-singers">South China Morning Post</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/pembunuh-bernama-netizen/">Pembunuh Bernama Netizen</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Komentar Warga Negara Berkembang</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/komentar-warga-negara-berkembang/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/komentar-warga-negara-berkembang/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jan 2019 12:29:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[bersih-bersih]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan]]></category>
		<category><![CDATA[komentar]]></category>
		<category><![CDATA[menolong]]></category>
		<category><![CDATA[netizen]]></category>
		<category><![CDATA[tolong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=2094</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa waktu yang lalu, lini masa Twitter penulis penuh dengan postingan mengenai komentar netizen kita, yang sering dianggap sebagai masyarakat negara berkembang, terhadap ajakan salah satu restoran cepat saji untuk membuang sisa makanan kita. Kebiasaan seperti itu sebenarnya lumrah di negara lain, terutama yang sudah maju. Hanya saja, di negara kita tercinta ini, hal seperti [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/komentar-warga-negara-berkembang/">Komentar Warga Negara Berkembang</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu yang lalu, lini masa Twitter penulis penuh dengan postingan mengenai komentar <em>netizen</em> kita, yang sering dianggap sebagai masyarakat negara berkembang, terhadap ajakan salah satu restoran cepat saji untuk membuang sisa makanan kita.</p>
<p>Kebiasaan seperti itu sebenarnya lumrah di negara lain, terutama yang sudah maju. Hanya saja, di negara kita tercinta ini, hal seperti itu bisa memicu pro kontra di kalangan <em>netizen</em> dan <a href="http://whathefan.com/karakter/untuk-apa-viral/">menjadi viral</a>.</p>
<h3>Kan Sudah Bayar!</h3>
<p>Tentu yang menarik adalah dari sisi kontranya. Penulis sudah membaca beberapa komentar tersebut, dan cukup membuat penulis tersenyum kecil dengan pola pikir mereka.</p>
<p><div id="attachment_2095" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2095" class="size-large wp-image-2095" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1529022805552-1c88a713c1c5-1024x564.jpg" alt="" width="800" height="441" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1529022805552-1c88a713c1c5-1024x564.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1529022805552-1c88a713c1c5-300x165.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1529022805552-1c88a713c1c5-768x423.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1529022805552-1c88a713c1c5.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2095" class="wp-caption-text">Makan di Restoran (<a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 xLon9 _3l__V _1CBrG" href="https://unsplash.com/@wadeaustinellis">Wade Austin Ellis</a>)</p></div></p>
<p>Secara garis besar, mereka menolak kampanye tersebut karena merasa dirinya sudah bayar mahal-mahal. Untuk apa mereka mengeluarkan uang jika mereka juga harus membereskan sisa makanan mereka sendiri?</p>
<p>Selain itu, ada juga berasumsi apabila seandainya mereka melakukan apa yang diminta, lantas apa kerja para pelayan? Jadi <em>gabut </em>dong? Ada pula yang langsung menuduh restoran tersebut hanya ingin mengeruk keuntungan lebih besar lagi alias meningkatkan omset.</p>
<p>Terlepas dari berbagai prasangka yang dilontarkan oleh <em>netizen </em>dan tujuan kampanye dari restoran tersebut, hal ini patut menjadi renungan kita bersama.</p>
<blockquote><p><em>Apakah karena sudah membayar, kita tidak boleh membantu orang lain dengan melakukan hal-hal kecil yang tidak membutuhkan waktu lama?</em></p></blockquote>
<h3>Membantu Orang Lain</h3>
<p>Bukannya ingin menyombongkan diri, tapi penulis berusaha membiasakan diri untuk membersihkan meja makan setelah makan. Di mana pun, mau di restoran ataupun warteg. Ayah penulis yang mengajarkan dan mencontohkan hal ini.</p>
<p><div id="attachment_2096" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2096" class="size-large wp-image-2096" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1511421616335-5a9846f1afcb-1024x576.jpg" alt="" width="800" height="450" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1511421616335-5a9846f1afcb-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1511421616335-5a9846f1afcb-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1511421616335-5a9846f1afcb-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1511421616335-5a9846f1afcb.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2096" class="wp-caption-text">Membantu Orang Lain (<a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 xLon9 _3l__V _1CBrG" href="https://unsplash.com/@bimoluki02">Bimo Luki</a>)</p></div></p>
<p>Menumpuk piring dan gelas yang kosong, mengelap meja dengan tisu, hingga mengembalikan posisi kursi ke tempat semula. Meskipun tidak seberapa, penulis yakin hal tersebut sudah membantu pelayan tempat makan yang penulis singgahi.</p>
<p><em>Tapi kan kita udah bayar mahal-mahal!</em></p>
<p>Kalau pola pikiran kita terlalu duniawi dan berpusat pada uang, pemikiran seperti itu pasti muncul. Mungkin kita lupa ada yang namanya <strong>Pahala </strong>sebagai modal kita hidup di akhirat kelak. Bukankah telah tertulis bahwa setiap perbuatan baik akan diganjar oleh pahala?</p>
<p>Menolong orang lain adalah perbuatan baik bukan? Lagipula, hal tersebut bukanlah hal yang berat untuk dilakukan, lantas mengapa harus didebat? Jika tetap <em>kekeuh</em>, ya minimal enggak perlu <em>nyinyir </em>di media sosial.</p>
<p><em>Ini kan cuma akal-akalan restoran kapitalis buat menarik keuntungan lebih besar! Mereka mau PHK karyawannya besar-besaran!</em></p>
<p>Penulis akan bertanya balik. Keuntungan apa yang akan didapat oleh mereka? Memangnya pelayan restoran tersebut enggak punya <em>jobdesk </em>bersih-bersih yang lain? Ada bukti mereka akan melakukan PHK ke karyawannya?</p>
<p>Terkadang kita sering terjebak dengan <a href="http://whathefan.com/renungan/bumi-itu-datar/">teori konspirasi</a> yang belum tentu benar. Daripada terus menerus berprasangka buruk, lebih baik kita niatkan saja tindakan bersih-bersih tersebut untuk membantu orang lain, minimal meringankan kerja para pelayan restoran.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Jika tetap tidak ingin melaksanakan kampanye tersebut, ya udah, enggak perlu makan di restoran tersebut. Banyak kok restoran mewah yang tidak akan membiarkan pelanggannya membersihkan mejanya sendiri.</p>
<p>Bagi yang ingin melaksanakan budaya bersih-bersih ini, bagus, pertahankan. Tidak perlu merendahkan orang yang menolak melakukannya. Mengingatkan wajib, tapi sewajarnya saja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 26 Januari 2019, terinspirasi dari viralnya komentar <em>netizen </em>tentang kampanye budaya beres-beres salah satu restoran cepat saji.</p>
<p>Foto: <a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 xLon9 _3l__V _1CBrG" href="https://unsplash.com/@tigerrulezzz">Brian Chan</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/komentar-warga-negara-berkembang/">Komentar Warga Negara Berkembang</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/komentar-warga-negara-berkembang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perlukah Pencitraan?</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/perlukah-pencitraan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/perlukah-pencitraan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Oct 2018 08:00:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[baik]]></category>
		<category><![CDATA[buruk]]></category>
		<category><![CDATA[cibiran]]></category>
		<category><![CDATA[netizen]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[pencitraan]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[topeng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1485</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menjelang masa pemilu, istilah pencitraan kerap muncul untuk menuding para calon yang sedang &#8220;bermain peran&#8221; demi elektabilitas. Mereka sedang berupaya terlihat sebaik mungkin agar mendapatkan simpati dari para pemilih. Apakah salah melakukan pencitraan? Yang jelas, hal tersebut banyak membuat beberapa netizen merasa terganggu karena merasa sedang melihat kebohongan. Para netizen ini menganggap semua hal baik yang dilakukan oleh seseorang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/perlukah-pencitraan/">Perlukah Pencitraan?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Menjelang masa pemilu, istilah pencitraan kerap muncul untuk menuding para calon yang sedang &#8220;bermain peran&#8221; demi elektabilitas. Mereka sedang berupaya terlihat sebaik mungkin agar mendapatkan simpati dari para pemilih.</p>
<p>Apakah salah melakukan pencitraan? Yang jelas, hal tersebut banyak membuat beberapa <em>netizen </em>merasa terganggu karena merasa sedang melihat kebohongan. Para <em>netizen </em>ini menganggap semua hal baik yang dilakukan oleh seseorang hanya kepura-puraan semata, demi popularitas.</p>
<p>Yang menjadi masalah, tudingan pencitraan ini hanya ditujukan kepada orang yang tidak didukungnya. Apabila yang melakukan adalah orang yang didukungnya, dengan gagah mereka membela bahwa hal tersebut bukan pencitraan.</p>
<p>Sekali lagi, fanatisme yang berlebihan terkadang membuat orang tidak bisa lagi memandang sesuatu dengan obyektif. Semua tergantung kepada subyek, mana yang didukung mana yang bukan.</p>
<p>Beberapa pencitraan yang dilakukan oleh para tokoh sebenarnya tidak perlu dicibir. Andai kata pencitraan tersebut bermanfaat bagi orang lain, ya biarkan orang tersebut melakukan pencitraan. Toh akan ada pihak-pihak yang merasakaan manfaat dari pencitraan tersebut.</p>
<p>Tentu orang-orang takut, jika seandainya orang yang melakukan pencitraan terpilih, segala kebaikan yang ia lakukan selama ini sirna begitu saja. Sama sekali tak ada jejak yang tersisa karena ambisinya telah tergapai. Orang-orang merasa bahwa mereka telah tertipu oleh pencitraan.</p>
<p>Lantas, apakah perlu pencitraan? Sebenarnya, bukan itu pertanyaan besarnya, melainkan apa yang disebut pencitraan? Apakah semua perbuatan baik yang ditunjukkan kepada publik merupakan pencitraan? Apakah segala keburukan yang ditutupi termasuk pencitraan?</p>
<p>Andai kita jujur kepada diri sendiri, sebenarnya setiap manusia selalu ingin mencitrakan dirinya sebagai orang yang baik-baik (bahkan penjahat ingin terlihat baik agar tidak dicurigai melakukan kejahatan). Rasanya wajar jika para tokoh ingin mencitrakan dirinya sebagai orang yang patut untuk diserahi amanah untuk memimpin negeri ini.</p>
<p>Pencitraan itu bukan masalah perlu atau tidaknya. Kita sebagai penonton pertandingan politik seharusnya tidak boleh menghakimi seseorang sesuai dengan interpretasi kita masing-masing.</p>
<p>Jangan asal menuduh orang melakukan pencitraan, siapa tahu ia benar-benar ikhlas melakukan kebaikan. Yang paling tahu tentang dirinya sendiri adalah orang tersebut dengan Tuhannya. Lantas mengapa kita bisa begitu mudah menuduh orang melakukan pencitraan?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 15 Oktober 2018, terinspirasi dari banyaknya komentar seputar pencitraan para tokoh</p>
<p>Photo by <a href="https://unsplash.com/photos/M6vQ5dNyG74?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Roberto Delgado Webb</a> on <a href="https://unsplash.com/search/photos/cosmetic?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/perlukah-pencitraan/">Perlukah Pencitraan?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/perlukah-pencitraan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dia dan Kebohongannya</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/dia-dan-kebohongannya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/dia-dan-kebohongannya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Oct 2018 08:00:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[bohong]]></category>
		<category><![CDATA[konspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[kubu]]></category>
		<category><![CDATA[merasa benar]]></category>
		<category><![CDATA[netizen]]></category>
		<category><![CDATA[perpecahan]]></category>
		<category><![CDATA[pihak]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[sudut pandang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1437</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanpa menyebutkan siapa dan apa kebohongannya, sebagian besar pembaca pasti sudah tahu tulisan ini mengarah ke mana. Tulisan ini hanya berusaha semampunya untuk memberikan sudut pandang dari dua sisi yang berbeda, sehingga perdebatan kurang penting bisa diminimalisir. Kedua kubu akan saya sebut Pihak Pertama dan Pihak Kedua. Sudut Pandang Pihak Pertama Dari sudut pandang Pihak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/dia-dan-kebohongannya/">Dia dan Kebohongannya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tanpa menyebutkan siapa dan apa kebohongannya, sebagian besar pembaca pasti sudah tahu tulisan ini mengarah ke mana. Tulisan ini hanya berusaha semampunya untuk memberikan sudut pandang dari dua sisi yang berbeda, sehingga <a href="http://whathefan.com/2018/08/21/mendebatkan-hal-yang-kurang-penting/">perdebatan kurang penting</a> bisa diminimalisir.</p>
<p>Kedua kubu akan saya sebut Pihak Pertama dan Pihak Kedua.</p>
<p><strong>Sudut Pandang Pihak Pertama</strong></p>
<p>Dari sudut pandang Pihak Pertama, jelas kebohongan Dia sangat merugikan mereka karena merekalah yang menjadi tertuduh. Pihak Pertama menuding Pihak Kedua sengaja <em>playing victim </em>agar mendapatkan simpati masyarakat.</p>
<p>Pihak Pertama sangat mengecam perbuatan Dia, betapa teganya ketika negara ini dilanda musibah secara bertubi-tubi ada seseorang yang melakukan drama. Pihak Pertama juga mengutuk kawan-kawannya yang menyebarkan kebohongan tersebut tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.</p>
<p>Pihak Pertama juga sedikit menaruh empati kepada Dia, karena begitu kebohongannya terbongkar, kawan-kawannya ikut berbalik mengecam dan meninggalkannya secara berjamaah. Mungkin bisa disebut pengkhianatan.</p>
<p>Pihak Pertama menyuruh kita membayangkan, seandainya Pihak Kedua yang mudah dibohongi menjadi pemimpin negara ini, bisa hancur negara ini.</p>
<p><strong>Sudut Pandang Pihak Kedua</strong></p>
<p>Penulis awali dengan sebuah analogi sederhana. Seorang sahabat yang sangat kita percayai bercerita bahwa ia baru saja dianiaya. Terlihat luka-luka lebam pada wajahnya. Tentu kita menaruh simpati dan mengutuk siapa yang telah melakukannya.</p>
<p>Apabila kita mengalami kejadian seperti itu, apakah kita akan meminta hasil visum terlebih dahulu ke sahabat kita untuk mempercayainya? Tidak, karena nampak bekas-bekas penganiayaan dan kita sangat mempercayainya selama ini.</p>
<p>Pihak Kedua jelas langsung mencurigai Pihak Pertama sebagai pelakunya, karena Dia selama ini terkenal vokal dalam mengkritik Pihak Pertama. Bahkan Pihak Kedua menyelenggarakan konferensi pers untuk memberitakan penganiayaan yang terjadi pada Dia. Ternyata, Dia mengaku bahwa semua ceritanya hanya bohong semata.</p>
<p>Pihak Kedua pun buru-buru meminta maaf atas pembelaan yang telah mereka lakukan. Pihak Kedua juga merasa menjadi korban. Mereka balik mengecam Dia dan memintanya keluar dari tim Pihak Kedua.</p>
<p><strong>Netizen, Ahli Konspirasi</strong></p>
<p>Yang menarik, banyak netizen yang mendadak menjadi ahli konspirasi, baik dari Pihak Pertama maupun Pihak Kedua. Semua beranggapan terori mereka yang paling benar, dan teori kubu lain salah.</p>
<p>Pihak Pertama berteori bahwa kebohongan Dia merupakan strategi untuk menjatuhkan Pihak Pertama, menunjukkan seolah-olah Pihak Pertama menggunakan kekerasan untuk membungkam lawan. Selain itu, seperti yang sudah disebutkan, Pihak Kedua ingin terlihat sebagai korban, padahal mereka yang merencanakan semua ini.</p>
<p>Pihak Kedua sempat berteori bahwa penganiayaan ini dilakukan untuk menyebar ketakutan terhadap mereka. Teori baru mereka kemukakan ketika Dia sudah mengakui kebohongannya. Pihak Kedua membuat teori bahwa Dia dipasang oleh Pihak Pertama untuk merusak tim Pihak Kedua dari dalam.</p>
<p>Teori-teori konspirasi tersebut penulis yakini akan dilupakan begitu saja pada akhirnya, karena Dia tidak menyebutkan alasannya untuk berbohong. Apakah itu sebuah kesengajaan agar keributan yang telah terjadi tetap terjadi? Jika iya, siapakah sebenarnya Dia? <em>Agent of Chaos</em> seperti Joker?</p>
<p><strong>Analogi Sebuah Koin</strong></p>
<p>Bang Gaber melalui komiknya, Lucunya Hidup Ini, secara cerdas mengilustrasikan kejadian ini dengan menggunakan analogi koin.</p>
<p>Bayangkan ada dua orang saling berhadap-hadapan. Salah satunya mengeluarkan koin dan bertanya kepada orang di seberangnya, apa yang ia lihat. Orang tersebut menjawab angka 1.000, yang langsung dibantah pemegang koin karena ia melihat gambar angklung. Terjadilah perdebatan karena sama-sama merasa benar, merasa sudut pandangnya lebih benar daripada orang lain.</p>
<blockquote><p>Kalo gitu kenapa lu juga maksain sudut pandang lu ke orang lain?</p>
<p>Bang Gaber, Lucunya Hidup Ini Ep. 247 Koin</p></blockquote>
<p>Pada akhirnya, kasus kebohongan ini hanya menjadi bahan perdebatan antar kubu. Ketika Pihak Pertama terus menyerang kebohongan Dia dengan menautkannya dengan orang-orang di Pihak Kedua, Pihak Kedua balik menunjukkan kebohongan-kebohongan yang telah dilakukan oleh Pihak Pertama.</p>
<p>Lihat, betapa menakutkan sebuah kebohongan yang diucapkan satu orang, lantas disebar oleh kawan-kawannya di Pihak Kedua. Mungkin karena itulah mahkluk sekejam Thanos pun tidak pernah mengajarkan Gamora untuk berbohong.</p>
<p>Padahal, mendebatkan permasalahan ini terlalu lama juga tidak memberikan efek untuk kita, apalagi sudah ada permintaan maaf dan proses hukum telah berjalan. Bukankah ada netizen yang mengatakan melemahnya rupiah tidak berpengaruh terhadap dirinya? Lantas mengapa mereka sangat meributkan kejadian ini seolah-olah kehidupan mereka terganggu karena kebohongan yang telah diakui oleh Dia?</p>
<p>Seperti kata Bang Gaber, perdebatan kurang penting ini terjadi karena masing-masing pihak merasa sudut pandangnya paling benar. Jika kita seperti ini terus, jurang perbedaan antar golongan akan terus semakin melebar, dan akhirnya dapat memecah belah bangsa Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 6 Oktober 2018, terinspirasi setelah hebohnya kebohongan Dia yang menggemparkan Indonesia di tengah badai bencana alam</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://stmed.net/wallpaper-55108">https://stmed.net/wallpaper-55108</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/dia-dan-kebohongannya/">Dia dan Kebohongannya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/dia-dan-kebohongannya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menyikapi Bibit Unggul</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/menyikapi-bibit-unggul/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/menyikapi-bibit-unggul/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Sep 2018 08:00:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[bibit unggul]]></category>
		<category><![CDATA[debat]]></category>
		<category><![CDATA[harga diri]]></category>
		<category><![CDATA[karakter]]></category>
		<category><![CDATA[komentar]]></category>
		<category><![CDATA[netizen]]></category>
		<category><![CDATA[sombong]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1345</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rasanya netizen yang membahas masalah ini sudah terlalu banyak. Lantas mengapa penulis tetap menulis tentang hal ini? Karena penulis telah mempelajari thread Twitter tentang bibit unggul tersebut selama kurang lebih satu jam, sehingga sayang jika pemikiran penulis tidak diikat dengan tulisan. Apa Itu Bibit Unggul? Untuk yang belum tahu, thread tentang bibit unggul sedang hangat-hangatnya di Twitter. Semua berawal ketika negara api menyerang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/menyikapi-bibit-unggul/">Menyikapi Bibit Unggul</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Rasanya <em>netizen </em>yang membahas masalah ini sudah terlalu banyak. Lantas mengapa penulis tetap menulis tentang hal ini? Karena penulis telah mempelajari <em>thread </em>Twitter tentang bibit unggul tersebut selama kurang lebih satu jam, sehingga sayang jika pemikiran penulis tidak diikat dengan tulisan.</p>
<p><strong>Apa Itu Bibit Unggul?</strong></p>
<p>Untuk yang belum tahu, <em>thread </em>tentang <strong>bibit unggul </strong>sedang hangat-hangatnya di Twitter. Semua berawal ketika <s>negara api menyerang</s> seorang pengguna Twitter (mari kita sebut dengan <strong>A</strong>) memberikan sebuah komentar terhadap <em>tweet</em> seorang animator (mari kita sebut dengan <strong>B</strong>).</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1347 aligncenter" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-18_001427-1.jpg" alt="" width="727" height="302" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-18_001427-1.jpg 727w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-18_001427-1-300x125.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-18_001427-1-356x148.jpg 356w" sizes="(max-width: 727px) 100vw, 727px" /></p>
<p>Mungkin komentar tersebut bernada candaan, yang dibuktikan dengan adanya <em>emoticon &#8220;</em>:p&#8221; di sana. Lantas berkembanglah debat seputar <em>attitude </em><strong>A</strong> yang dianggap <strong>B </strong>kurang sopan, hingga mengatakan bahwa ia sudah sering berhadapan dengan mahasiswa seperti <strong>A</strong> (mungkin untuk menunjukkan bahwa <strong>B </strong>lebih senior dari <strong>A</strong>?).</p>
<p>Nah, inilah yang memicu munculnya <em>tweet </em>kontroversial tersebut.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1349 aligncenter" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-18_001328.jpg" alt="" width="717" height="243" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-18_001328.jpg 717w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-18_001328-300x102.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-18_001328-356x121.jpg 356w" sizes="(max-width: 717px) 100vw, 717px" /></p>
<p><em>Sombong banget sih!</em></p>
<p>Sabar sabar, kita urai satu persatu meskipun penulis bukan orang komunikasi. Penulis hanya mengamati dari kacamata awam tanpa bermaksud sok pandai menganalisa kalimat. Harapannya, tentu dengan tulisan ini kita mendapatkan pelajaran-pelajaran demi menjadi insan yang lebih baik lagi.</p>
<p><strong>Ikut Campur Netizen</strong></p>
<p>Kalimat tersebut muncul, mungkin sebagai bentuk pembelaan diri dari <strong>A</strong> yang seolah tak terima ditegur oleh <strong>B</strong>. Sedangkan <strong>B </strong>mungkin merasa jengkel karena <em>tweet</em> seriusnya ditanggapi dengan kurang baik, sesuatu yang kita sendiri pun sering dibuat gusar olehnya.</p>
<p>Karena sama-sama merasa benar inilah (walaupun <strong>A</strong> yang lebih dominan sikap merasa benarnya) perdebatan ini melebar ke mana-mana, apalagi setelah <em>netizen </em>mulai ikut campur dengan ikut berkomentar. Bahkan situasi tetap memanas meskipun mereka telah mengonfirmasi untuk saling memaafkan.</p>
<p>Ikut campur <em>netizen </em>pun bermacam-macam. Ada yang mengutuk tindakan sombong <strong>A<em>, </em></strong>ada yang kagum dengan ketangguhan <strong>A </strong>dalam menghadapi <em>nyinyiran, </em>ada yang sempat-sempatnya membuat meme, hingga ada yang membuat <em>tweet </em>agar orang-orang seperti <strong>A</strong> tidak diterima dalam perusahaan (hingga papanya tidak terima dan akan membawanya ke ranah hukum).</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;">Yang patut diapresiasi, tidak ada di antara mereka berdua yang menghapus <em>tweet-tweet</em> yang membuat bumi gonjang-ganjing tersebut.</p>
</blockquote>
<p><strong>B </strong>mengatakan bahwa hal tersebut dilakukan sebagai pelajaran untuk dirinya dan istrinya (yang sempat ikut <em>nimbrung</em> dalam perdebatan). Bagaimana dengan <strong>A</strong>?</p>
<p>Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, <strong>A </strong>terkesan bebal dengan mengutarakan kalimat-kalimat yang defensif (dan terkadang ditambah <em>counter attack </em>yang menyakitkan) ketika mendapatkan serangan-serangan dari <em>netizen</em>. Hal itulah yang semakin memancing emosi <em>netizen </em>untuk ikut berkomentar, walaupun banyak yang hanya membaca satu <em>tweet</em>, bukan secara keseluruhan.</p>
<p>Beberapa <em>netizen </em>juga mengatakan bahwa si <strong>A </strong>memang sedikit &#8220;berbeda&#8221; , tidak memiliki banyak teman, dan lain sebagainya. Tentu saja hal tersebut semakin membuat <strong>A </strong>tersudut dan mungkin karena itulah ia semakin bulat untuk mempertahankan diri.</p>
<p><strong>A</strong> tidak sendirian. Banyak yang mendukungnya untuk melawan <em>selebtweet</em> yang mereka anggap sok berkuasa di Twitter. Hal ini bisa dimaklumi karena memang banyak <em>selebtweet </em>yang ikut berkomentar tentang permasalahan ini, dan mayoritas dari mereka mencela perbuatan dan sikap <strong>A</strong>.</p>
<p>Bahkan jika dilihat jumlah <em>follower </em>Twitternya yang meningkat secara drastis (terakhir hampir mencapai 5.000 dari jumlah awal yang ratusan), jelas <strong>A</strong> mendapatkan banyak simpati dari orang. Bisa jadi, mendapatkan simpati ini membuat <strong>A </strong>semakin yakin untuk bersikukuh dengan sikapnya.</p>
<p>Apakah <strong>A</strong> mempertahankan <em>tweet</em>-nya sebagai bahan pelajaran untuk dirinya atau sekedar menjaga harga dirinya? Penulis serahkan ke pembaca.</p>
<p><strong>Memetik Pelajaran dari Bibit Unggul</strong></p>
<p>Manusia berbuat salah itu wajar, karena kita memang tempatnya salah. Tapi lebih salah lagi jika kita merasa tidak berbuat salah ketika berbuat salah. Lebih salah lagi jika kesalahan kita dianggap sebagai sesuatu yang benar.</p>
<p>Bingung?</p>
<p>Dilihat dari bahasa-bahasa yang ia gunakan pada Twitternya, <strong>A </strong>memang orang yang pandai. Hanya saja, seperti kata <em>netizen</em>, kepandaian tanpa sikap yang baik akan menjadi hal yang percuma.</p>
<p>Kita semua tentu sepakat bahwa kesombongan merupakan salah satu sifat yang tidak baik, meskipun konteksnya untuk membela diri. Ingat ketika kita masih kecil, jika ada teman yang memamerkan sesuatu, maka kita akan memamerkan apa yang kita punya. Semua demi menjaga harga diri, walaupun kita belum mengenal itu sewaktu kecil.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;">Harga diri jelas butuh kita jaga. Akan tetapi, terlalu menjaga harga diri sehingga berat untuk mengucapkan maaf tentu juga kurang elok. Terlalu menjaga harga diri sehingga kita berlaku sombong lebih tidak baik lagi.</p>
</blockquote>
<p>Seandainya saja sewaktu <strong>B </strong>mengatakan ia sering berhadapan dengan mahasiswa seperti <strong>A</strong>, lalu <strong>A </strong>meresponnya tanpa perlu menyebutkan prestasinya, mungkin kericuhan ini tidak perlu terjadi.</p>
<p>Seandainya saja sewaktu <strong>A </strong>berkomentar seperti itu disikapi dengan santai oleh <strong>B<em>, </em></strong>mungkin drama ini tidak pernah terjadi.</p>
<p>Seandainya <em>netizen </em>yang maha benar tidak terlalu ikut campur dengan berkomentar yang tidak perlu, nah ini yang agak susah diandaikan (kabuuuuuur).</p>
<p>Berlaku sombong itu salah, maka ada baiknya ketika ada yang mengingatkan kita berterimakasih. Kita patut bersyukur masih ada orang-orang yang peduli dengan kita. Rasanya lebih menyakitkan bukan jika tidak ada orang yang peduli dengan kita?</p>
<p><em>Ngeyel </em>terus sambil menutup telinga itu salah, maka ada baiknya jika kita sedikit menurunkan ego agar tidak <em>ngeyel </em>terus.</p>
<p>Merasa diri selalu benar itu salah, karena kita tempatnya salah. Jaya Suprana mengatakan bahwa manusia bisa berkembang karena terus mempelajari kekeliruan demi mencari kebenaran, yang disebutnya dengan Kelirumologi.</p>
<p>Semoga dengan adanya peristiwa ini, kita bisa memetik pelajarannya agar bisa menjadi manusia yang selalu lebih baik dari hari kemarin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 17 September 2018, terinspirasi setelah berjam-jam mempelajari <em>thread </em>bibit unggul di Twitter</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://prelo.co.id/blog/mengenali-bibit-tanaman-buah-unggul/">https://prelo.co.id/blog/mengenali-bibit-tanaman-buah-unggul/</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/menyikapi-bibit-unggul/">Menyikapi Bibit Unggul</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/menyikapi-bibit-unggul/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
