<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>game Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/game/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/game/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Oct 2024 14:45:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>game Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/game/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bagaimana Xbox Beradaptasi Melawan PlayStation dan Nintendo</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-xbox-beradaptasi-melawan-playstation-dan-nintendo/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-xbox-beradaptasi-melawan-playstation-dan-nintendo/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Sep 2024 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[game]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Nintendo]]></category>
		<category><![CDATA[PlayStation]]></category>
		<category><![CDATA[Xbox]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7898</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kalau berbicara tentang konsol, Penulis pernah memiliki beberapa. Waktu kecil, Penulis memiliki konsol-konsol &#8220;murah&#8221; yang bisa memainkan banyak game jadul seperti Duck Hunt dan Super Mario Bros. Saat kelas 5 SD, Penulis tiba-tiba dibelikan PlayStation 1 oleh ayah. Lalu saat lulus dari SD, Penulis membeli PlayStation 2 menggunakan uang sunat. Semenjak itu, Penulis tidak pernah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-xbox-beradaptasi-melawan-playstation-dan-nintendo/">Bagaimana Xbox Beradaptasi Melawan PlayStation dan Nintendo</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Kalau berbicara tentang konsol, Penulis pernah memiliki beberapa. Waktu kecil, Penulis memiliki konsol-konsol &#8220;murah&#8221; yang bisa memainkan banyak <em>game </em>jadul seperti <em>Duck Hunt</em> dan <em>Super Mario Bros</em>.</p>



<p>Saat kelas 5 SD, Penulis tiba-tiba dibelikan PlayStation 1 oleh ayah. Lalu saat lulus dari SD, Penulis membeli PlayStation 2 menggunakan uang sunat. Semenjak itu, Penulis tidak pernah lagi membeli konsol hingga saat ini.</p>



<p>Walau begitu, Penulis tetap mengikuti perkembangan konsol karena memang menyukai sejarah teknologi. Kabar terbaru yang cukup hangat dibicarakan adalah bagaimana menyerahnya Xbox dalam perang konsol dan memutuskan untuk fokus di konten.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-768x566.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-1024x755.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-346x255.jpg 346w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019.jpg 1221w " alt="Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/animekomik/mencari-inspirasi-karakter-melalui-anime/">Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Xbox yang Tertinggal Jauh dari PlayStation dan Nintendo</h2>



<p>Jika berbicara tentang penguasa pasar konsol di era sekarang, pemain besarnya hanya tinggal tiga perusahaan, yakni <strong>Sony melalui PlayStation</strong>, <strong>Nintendo</strong>, dan <strong>Microsoft melalui Xbox</strong>. Dibandingkan para kompetitornya, umur Xbox memang paling muda.</p>



<p>Karena Nintendo seolah punya &#8220;dunianya&#8221; sendiri, maka di sini Penulis hanya akan membandingkan Xbox dengan PlayStation. Mari kita bahas dari segi penjualan konsolnya dulu, karena ini berpengaruh pada keputusan yang dibuat Xbox sekarang.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/strategi-xbox-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7901" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/strategi-xbox-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/strategi-xbox-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/strategi-xbox-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/strategi-xbox-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Perbandingan Penjualan PlayStation dan Xbox (WSJ)</figcaption></figure>



<p>Di pertengahan 90-an, Sony mendobrak pasar yang saat itu diisi oleh Nintendo, Sega, dan beberapa merek lainnya. Melalui <strong>PlayStation</strong>, Sony dianggap merevolusi industri <em>game</em> modern berkat berbagai terobosannya seperti penggunaan CD, bukan <em>cartridge</em>.</p>



<p>Lantas, di awal 2000-an, Sony merilis penerusnya, <strong>PlayStation 2</strong>, yang hingga saat ini masih memegang rekor sebagai konsol dengan penjualan tertinggi sepanjang masa. Di saat inilah Microsoft masuk ke industri <em>game</em> dengan merilis <strong>Xbox</strong> perdana.</p>



<p>Tentu, penjualan Xbox tidak ada apa-apanya dibandingkan PlayStation 2. Seumur hidup, Penulis hanya satu kali melihat Xbox punya teman di Tangerang. Beda dengan konsol PlayStation yang bisa ditemukan di banyak tempat rental.</p>



<p>Nasib Xbox membaik ketika merilis<strong> Xbox 360</strong>, saat PlayStation meluncurkan <strong>PlayStation 3</strong>. Jumlah penjualannya hanya selisih tipis. Namun, banyak yang menganggap kalau ini terjadi karena harga PS3 yang terlampau mahal, bukan karena Xbox 360 bagus.</p>



<p>Penulis juga hanya sekali melihat ada orang punya Xbox 360, yakni punya tetangga Penulis yang sesekali membawa konsolnya ke rumah untuk dimainkan bersama. Kalau secara fisik, konsol ini memang memiliki bentuk yang menarik.</p>



<p>Di generasi selanjutnya, Sony meluncurkan <strong>PlayStation 4</strong> dan Xbox meluncurkan <strong>Xbox One</strong>. Pola penamaan Xbox memang sedikit membingungkan, berbeda dengan PlayStation yang berurutan. Sekali lagi, Xbox harus menelan pahitnya kekalahan yang cukup telak.</p>



<p>Seumur-umur, Penulis belum pernah melihat konsol Xbox One. Kalau PS4, teman Penulis ada yang memilikinya, apalagi sudah banyak rental yang menyediakan PS4. Mungkin memang sejarang itu orang memutuskan untuk membeli konsol Xbox, setidaknya di Indonesia.</p>



<p>Untuk konsol generasi terbaru, <strong>PlayStation 5</strong> dan<strong> Xbox Series X|S</strong>, mungkin bisa dibilang menjadi <em>endgame </em>bagi Xbox di perang konsol. Meskipun menggunakan strategi &#8220;konsol murah untuk teknologi terbaru&#8221; melalui Series S, mereka tetap tak mampu mengalahkan Sony.</p>



<p>Penulis sering main di rental untuk menyewa PS5, teman Penulis ada yang punya Xbox Series S, tapi Penulis belum pernah melihat Xbox Series X secara langsung. Bisa jadi, ini adalah seri Xbox terakhir yang pernah dikeluarkan oleh Microsoft.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Strategi Microsoft Bertahan di Industri Game</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/strategi-xbox-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7904" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/strategi-xbox-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/strategi-xbox-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/strategi-xbox-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/strategi-xbox-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Xbox Game Pass (<a href="https://www.tomsguide.com/opinion/xbox-game-pass-is-great-but-heres-why-im-canceling-my-subscription-anyway">Tom&#8217;s Guide</a>)</figcaption></figure>



<p>Berdasarkan ulasan di atas, bisa dilihat kalau Xbox benar-benar bukan lawan yang sepadan untuk PlayStation. Bahkan, jika dibandingkan dengan Nintendo pun mereka masih kalah, mengingat penjualan Wii dan Switch begitu laris manis di pasaran.</p>



<p>Menyadari kekurangan ini, <strong>Xbox pun memfokuskan diri pada konten <em>game</em></strong>. Hal ini bisa dilihat dari betapa agresifnya Microsoft mengakuisisi berbagai developer <em>game</em>, di mana yang paling besar tentu saja ketika mereka mengakusisi Activision Blizzard.</p>



<p>Strategi ini masuk akal, mengingat Sony dan Nintendo juga kerap menggunakan konten yang disajikan untuk menarik minat pemain. Seperti yang kita tahu, ada banyak judul <em>game</em> yang hanya tersedia di platform tertentu.</p>



<p>Contohnya di PlayStation, ada beberapa judul seperti seri Final Fantasy, Spider-Man, God of War, Horizon, hingga The Last of Us. Memang biasanya judul-judul dari seri tersebut akan hadir di PC, tapi biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama.</p>



<p>Nintendo malah lebih unik lagi dengan dunianya sendiri. Sebagai pemilik waralaba Mario, Zelda, hingga Pokemon, mereka secara eksklusif menghadirkan judul-judul tersebut hanya di konsol buatan mereka. </p>



<p>Xbox sendiri sebenarnya dari dulu juga memiliki beberapa waralaba khas mereka, seperti seri Halo dan Forza Horizon. Namun, rasanya mereka merasa kalau itu belum cukup sehingga secara masif mengakuisisi developer <em>game </em>lain.</p>



<p>Selain itu, strategi ini juga dilakukan untuk <strong>memperluas perpustakaan konten Xbox Game Pass</strong>, <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/netflix-dan-fenomena-disrupsi-yang-tengah-dihadapinya/">layanan<em> subscription</em> yang mereka miliki</a>. Strategi ini juga digunakan oleh PlayStation, tapi tidak dilakukan oleh Nintendo.</p>



<p>Lantas, apakah Xbox jadi akan mengeksklusifkan <em>game-game</em> yang dibuat oleh anak-anak perusahaannya? Rasanya tidak. Contohnya dari seri Call of Duty, pihak Xbox telah menegaskan kalau mereka akan tetap merilis game-game tersebut di PlayStation.</p>



<p>Namun, yang jelas tampaknya laju Microsoft untuk mengakuisisi banyak developer <em>game</em> belum akan berakhir, bahkan akan lebih masif lagi. Jangan heran apabila PlayStation pun berupaya untuk meniru strategi yang diambil oleh Microsoft untuk bertahan di <a href="https://whathefan.com/renungan/untuk-apa-main-game/">industri <em>game</em></a>.</p>



<p>Untuk ulasan yang lebih mendalam tentang topik ini, Pembaca bisa membaca tulisan Penulis di tautan yang ada di bawah.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 20 September 2024, terinspirasi setelah menonton video ulasan yang membahas tentang strategi Xbox ke depannya</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.wired.com/review/xbox-series-x-review/">WIRED</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://youtu.be/yuZtbsSrdwo">Xbox Lost the Console War. Now It’s Redefining Gaming. | WSJ The Economics Of &#8211; YouTube</a></li>



<li><a href="https://www.upstation.media/article/perang-konten-akan-jadi-masa-depan-dunia-game-1">Masa Depan Dunia Game: Perang Konten antar Platform &#8211; UP Station</a></li>



<li><a href="https://www.upstation.media/article/xbox-akusisi-perusahaan-game">Kalah Perang Konsol, Xbox Bakal Akuisisi Banyak Perusahaan Game &#8211; UP Station</a></li>



<li><a href="https://in.ign.com/ps5/215428/news/playstation-and-xbox-report-highlights-lifetime-global-hardware-sales-data-for-both-gaming-consoles">PlayStation and Xbox: A Report Highlights the Lifetime Global Hardware Sales Data for Both Gaming Consoles &#8211; IGN</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-xbox-beradaptasi-melawan-playstation-dan-nintendo/">Bagaimana Xbox Beradaptasi Melawan PlayStation dan Nintendo</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-xbox-beradaptasi-melawan-playstation-dan-nintendo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Streamer Game Terseret Pusaran Judi Online</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/streamer-game-terseret-pusaran-judi-online/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/streamer-game-terseret-pusaran-judi-online/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Oct 2023 16:32:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[game]]></category>
		<category><![CDATA[judi online. moral]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[streamer]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6884</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis merasa prihatin ketika membaca berita mengenai adanya beberapa streamer game terkenal yang ternyata ikut mempromosikan judi online. Parahnya lagi, beberapa dari &#8220;oknum&#8221; tersebut justru merasa bangga dan tidak merasa berdosa. Pada tulisan kali ini, Penulis tidak akan menjelaskan secara detail mengenai kasus ini atau siapa saja streamer yang terlibat. Kalau penasaran, Pembaca bisa membaca [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/streamer-game-terseret-pusaran-judi-online/">Streamer Game Terseret Pusaran Judi Online</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penulis merasa prihatin ketika membaca berita mengenai adanya beberapa <em>streamer game </em>terkenal yang ternyata ikut mempromosikan judi <em>online</em>. Parahnya lagi, beberapa dari &#8220;oknum&#8221; tersebut justru merasa bangga dan tidak merasa berdosa.</p>



<p>Pada tulisan kali ini, Penulis tidak akan menjelaskan secara detail mengenai kasus ini atau siapa saja <em>streamer </em>yang terlibat. Kalau penasaran, Pembaca bisa membaca kronologi kejadiannya melalui <a href="https://www.upstation.media/article/kronologi-kisruh-streamer-x-judi-online">tautan berikut ini</a>.</p>



<p>Alih-alih, Penulis akan membahas mengenai opininya terkait kejadian ini sekaligus mengutarakan keprihatinannya. Mungkin tulisan ini akan sedikit terasa keras, karena Penulis benar-benar merasa geram akan kejadian ini.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner.jpg 1280w " alt="Maskulinitas pada Musik Dewa" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/musik/maskulinitas-pada-musik-dewa/">Maskulinitas pada Musik Dewa</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Rangkuman Singkat Kasus Streamer Game yang Terseret Judi Online</h2>



<p>Singkat cerita, ada seorang <em>pro player </em>yang mengatakan bahwa dirinya tidak bisa menerima donasi atau saweran ketika <em>live streaming </em>dari situs judi <em>online</em>. Tak lama kemudian, hal tersebut pun ramai dibahas oleh para <em>streamer </em>yang merasa tersindir.</p>



<p>Ada yang justru mengolok-olok si <em>pro player</em>, ada yang bilang kalau donasi tersebut tidak bisa dikontrol, ada yang menyetujui pendapat tersebut tapi tetap menggunakan uang saweran dari situs judi <em>online</em>, dan lain sebagainya.</p>



<p>Lantas, ada seorang <em>content creator </em>yang diundang ke sebuah <em>podcast </em>ternama. Ia pun membongkar bagaimana situs judi <em>online </em>menggunakan teknik <em>marketing </em>yang unik, di mana mereka melakukan saweran kepada para <em>streamer game </em>terkenal.</p>



<p>Setelah melakukan saweran dengan jumlah yang tidak sedikit, nantinya para <em>streamer </em>tersebut akan berteriak kegirangan sembari menyebutkan nama web judi <em>online </em>tersebut, termasuk slogan-slogan yang sudah dititipkan.</p>



<p>Sontak netizen pun langsung heboh. Meskipun ada penggemar sang <em>streamer </em>yang masih berusaha membela, mayoritas netizen bersuara agar para <em>streamer </em>yang mempromosikan judi <em>online </em>bisa ditindak oleh pihak kepolisian karena meresahkan.</p>



<p>Para <em>streamer </em>yang terlibat pun terlihat panik dan buru-buru meminta maaf sembali melakukan klarifikasi. Lucunya, <em>streamer </em>yang dulu mengolok-olok si <em>pro player </em>anti judi pun terlihat <em>kicep</em>, berbeda 180 derajat sebelum kasus ini di-<em>blow up</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Hilangnya Moralitas </h2>



<p>Indonesia sendiri sedang darurat kasus judi <em>online</em>, di mana jumlah uang yang berputar mencapai 200 triliun. Semua kalangan bisa saja terjebak, mulai dari kelas buruh hingga anggota dewan yang (katanya) terhormat.</p>



<p>Mirisnya lagi, banyak <em>public figure </em>termasuk artis dan para <em>streamer game </em>yang ikut mempromosikan judi <em>online </em>dengan berbagai cara, tanpa peduli bagaimana konsekuensinya terhadap penonton mereka.</p>



<p>Apa yang membuat Penulis paling prihatin adalah kebanyakan penonton dari para <em>streamer game </em>tersebut adalah bocah-bocah yang belum terlalu bisa membedakan mana yang baik mana yang salah.</p>



<p>Sebelumnya, Penulis sendiri sudah merasa kurang simpati kepada para <em>streamer </em>ini karena sebagian dari mereka kerap menunjukkan <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/apakah-saya-toxic/">perilaku yang <em>toxic</em></a><em>  </em>dan ditiru oleh penontonnya. Sekarang makin ditambah dengan kasus judi <em>online </em>ini.</p>



<p>Melalui platform <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/twitter-dan-tuntutan-kesempurnaannya/">X (Twitter)</a>, Penulis menemukan sebuah cerita kalau ada pengguna X yang memergoki bocah SMP sedang bermain judi slot. Ketika ditanya tahu dari mana permainan tersebut, sang bocah menjawab kalau ia tahu dari para <em>streamer game</em> yang ia tonton.</p>



<p>Tentu hal ini sangat memprihatinkan, karena efek yang terjadi bukanlah hal sepele. Mereka secara sadar memperkenalkan judi <em>online</em> kepada banyak kalangan, termasuk bocah-bocah penonton mereka yang masih duduk di bangku sekolah.</p>



<p>Di mana moralitas mereka? Tidak mungkin mereka tidak tahu kalau mayoritas penonton mereka masih bocah. Penulis tidak habis pikir, bagaimana bisa sejumlah uang bisa membuat mereka buta dan tidak berpikir efek jangka panjangnya.</p>



<p>Kalau saja mereka mendengarkan hati nuraninya, pasti mereka tidak akan melakukan hal tersebut. Beberapa <em>streamer </em>lain ada yang secara tegas menolak donasi dari situs judi. Ada juga yang menerima donasinya, tapi diam dan mempromosikan situs judi yang memberi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Penulis meyakini kalau para <em>streamer </em>tersebut sebenarnya termasuk kalangan yang berkecukupan, sehingga seharusnya bisa lebih bijaksana dalam menyikapi jika ada donasi dari situs judi (walau banyak yang menebak sebenarnya kedua belah pihak telah janjian).</p>



<p>Sekarang, para <em>streamer </em>tersebut sedang berusaha membersihkan nama agar tidak diperkarakan ke pihak kepolisian. Banyak yang sudah meminta maaf, mengaku salah, hingga memberikan klarifikasi.</p>



<p>Semoga saja ke depannya para <em>public figure </em>di tanah air lebih memiliki kesadaran untuk mengutamakan moralitas dibandingkan materi yang tidak seberapa. Ada tanggung jawab moral yang harus mereka emban, karena banyaknya mata yang menonton mereka.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 9 Oktober 2023, terinspirasi setelah melihat banyaknya <em>streamer game </em>yang ikut mempromosikan judi <em>online</em></p>



<p>Foto Featured Image: Poornima University</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/streamer-game-terseret-pusaran-judi-online/">Streamer Game Terseret Pusaran Judi Online</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/streamer-game-terseret-pusaran-judi-online/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Alasan Saya Tidak Suka One Piece</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/alasan-saya-tidak-suka-one-piece/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/alasan-saya-tidak-suka-one-piece/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 May 2023 13:26:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[Eiichiro Oda]]></category>
		<category><![CDATA[game]]></category>
		<category><![CDATA[manga]]></category>
		<category><![CDATA[One Piece]]></category>
		<category><![CDATA[shounen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6551</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejak kecil, Penulis hidup dengan berbagai tayangan anime yang kerap muncul di televisi. Sebagaimana anak laki-laki pada umumnya, tentu Penulis menyukai anime-anime shounen yang memiliki banyak karakter keren untuk diidolakan. Anime shounen yang paling Penulis sukai tentu saja Dragon Ball, di mana Penulis menonton animenya dan membaca komiknya mulai SD. Beranjak remaja, Penulis juga mulai [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/alasan-saya-tidak-suka-one-piece/">Alasan Saya Tidak Suka One Piece</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sejak kecil, Penulis hidup dengan berbagai tayangan anime yang kerap muncul di televisi. Sebagaimana anak laki-laki pada umumnya, tentu Penulis menyukai <a href="https://whathefan.com/animekomik/kenapa-protagonis-anime-shounen-pantang-menyerah/">anime-anime <em>shounen</em> </a>yang memiliki banyak karakter keren untuk diidolakan.</p>



<p>Anime <em>shounen </em>yang paling Penulis sukai tentu saja <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/tulisan-kurang-penting-tentang-karakter-anime-favorit/">Dragon Ball</a></em>, di mana Penulis menonton animenya dan membaca komiknya mulai SD. Beranjak remaja, Penulis juga mulai mengikuti <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/memaknai-kesepian-ala-naruto-dan-sasuke/">Naruto</a> </em>yang tamat ketika Penulis kuliah.</p>



<p>Biasanya, jika seseorang menyukai genre <em>shounen</em> seperti <em>Dragon Ball </em>dan <em>Naruto</em>, otomatis akan menyukai <em><strong>One Piece</strong> </em>juga. Sayangnya, hal tersebut tidak berlaku untuk Penulis yang merasa biasa saja dengan anime yang diangkat dari manga karya Eiichiro Oda tersebut.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/pexels-photo-697243-300x200.jpeg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/pexels-photo-697243-300x200.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/pexels-photo-697243-768x512.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/pexels-photo-697243-1024x683.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/pexels-photo-697243-356x237.jpeg 356w " alt="Menggadaikan Persahabatan Demi Cinta" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/rasa/menggadaikan-persahabatan-demi-cinta/">Menggadaikan Persahabatan Demi Cinta</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">&#8220;Hubungan&#8221; Penulis dengan One Piece</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="576" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/alasan-saya-tidak-suka-one-piece-1-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-6553" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/alasan-saya-tidak-suka-one-piece-1-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/alasan-saya-tidak-suka-one-piece-1-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/alasan-saya-tidak-suka-one-piece-1-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/alasan-saya-tidak-suka-one-piece-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">One Piece: Pirates&#8217; Carnival (<a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.youtube.com%2Fwatch%3Fv%3Dst4tfjAwxoc&amp;psig=AOvVaw3i-_BVLACYArqR-NyA45gq&amp;ust=1685193329906000&amp;source=images&amp;cd=vfe&amp;ved=0CAQQjB1qFwoTCMjE1sCIk_8CFQAAAAAdAAAAABAc">YouTube</a>)</figcaption></figure>



<p>Salah satu alasan mengapa Penulis menyukai <em>Dragon Ball </em>dan <em>Naruto </em>adalah karena telah &#8220;bersentuhan&#8221; dengan anime tersebut, seperti yang sudah disebutkan di atas. Lantas, apakah Penulis tidak pernah bersentuhan dengan <em>One Piece</em>?</p>



<p>Jawabannya adalah pernah, bahkan cukup sering, terutama lewat media <em>game</em>. Ketika baru membeli PS2 dari hasil sunat, salah satu <em>game </em>yang Penulis mainkan adalah <em><strong>Battle Stadium D.O.N.</strong></em>, yang mempertemukan karakter-karakter dari <em>Dragon Ball</em>,<em> One Piece</em>, dan <em>Naruto.</em> </p>



<p>Selain itu, Penulis juga memainkan <em><strong>One Piece: Pirates&#8217; Carnival </strong></em>yang menjadi salah satu favoritnya. Berkat <em>game </em>ini, Penulis jadi tahu cukup banyak karakter <em>One Piece</em>, setidaknya sampai <em>arc </em>&#8220;Sky Island Saga&#8221;. Penulis juga main <em><strong>One Piece: Pirate Warriors 3</strong>.</em></p>



<p>Untuk komiknya, Penulis memang hampir tidak pernah membacanya waktu kecil. Ketika ke tempat persewaan komik, Penulis lebih sering menyewa <em>Dragon Ball</em>, <em>Naruto</em>, <em>Doraemon</em>, <em>Detective Conan</em>, <em>Kobo-chan</em>, <em>Paman Gober</em>, dan lain-lain. Entah apa alasannya waktu itu.</p>



<p>Penulis juga tidak jarang sekali menonton animenya yang kalau tidak salah pernah tayang di televisi. Namun, Penulis pun tidak menonton anime <em>Naruto</em>, hanya membaca manganya saja. Hanya <em>Dragon Ball </em>yang sering Penulis tonton hingga hafal alur ceritanya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Alasan Tidak Menyukai One Piece?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/alasan-saya-tidak-suka-one-piece-2-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-6554" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/alasan-saya-tidak-suka-one-piece-2-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/alasan-saya-tidak-suka-one-piece-2-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/alasan-saya-tidak-suka-one-piece-2-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/alasan-saya-tidak-suka-one-piece-2.jpg 1472w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Para Kru Topi Jerami (<a href="https://en.as.com/meristation/news/how-to-watch-one-piece-in-order-all-episodes-and-movies-n/">AS USA</a>)</figcaption></figure>



<p>Dari paparan di atas, bisa diketahui kalau hubungan Penulis dengan <em>One Piece </em>hanya sekadar memainkan <em>game</em>-nya saja. Itu pun memainkan <strong><em>game </em>yang kurang menceritakan alur utama </strong>dari animenya, berbeda dengan <em>game Dragon Ball </em>dan <em>Naruto </em>yang Penulis mainkan<em>.</em></p>



<p>Kemungkinan besar, itulah alasan utama mengapa Penulis tidak <em>related </em>dengan <em>One Piece</em>. Anehnya, tidak ada keinginan untuk mengetahui lebih dalam mengenai ceritanya. Selain itu, teman-teman sekolah Penulis dulu juga lebih sering membicarakan <em>Naruto</em>.</p>



<p><strong>Panjangnya cerita <em>One Piece </em></strong>juga menjadi alasan lainnya. Sebagai perbandingan, Penulis tidak keberatan untuk mengikuti anime atau manga <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/berempati-ke-villain-ala-demon-slayer/">Demon Slayer</a></em>. Padahal, Penulis juga termasuk telat untuk mengikutinya ketika manganya sudah tamat bertahun-tahun.</p>



<p>Padahal <em>One Piece </em>punya semua elemen <em>shounen </em>yang membuatnya menarik, seperti protagonis yang <em>lovable</em>, adegan <em>action </em>yang seru, selipan komedi yang menggelitik, hingga adanya <em>fans service </em>yang memanjakan mata (walau <em>One Piece </em>agak cukup berlebihan).</p>



<p>Mungkin memang <strong><em>One Piece </em>tidak sesuai dengan selera Penulis</strong> saja, bukan karena anime atau manganya jelek. Buktinya, anime ini bisa dianggap sebagai salah satu <em>franchise </em>paling sukses di dunia dengan jumlah <em>fanbase </em>yang luar biasa besar.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Cukup Tahu Sekadarnya Saja&#8230; untuk Sekarang</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1040" height="780" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/alasan-saya-tidak-suka-one-piece-3-edited.jpg" alt="" class="wp-image-6556" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/alasan-saya-tidak-suka-one-piece-3-edited.jpg 1040w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/alasan-saya-tidak-suka-one-piece-3-edited-300x225.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/alasan-saya-tidak-suka-one-piece-3-edited-1024x768.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/alasan-saya-tidak-suka-one-piece-3-edited-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 1040px) 100vw, 1040px" /><figcaption class="wp-element-caption">Manganya Mendekati Akhir (<a href="https://www.theanimedaily.com/one-piece-chapter-1054-release-date-3/">The Anime Daily</a>)</figcaption></figure>



<p>Ketika beranjak dewasa, rasanya sudah terlalu malas untuk mengikuti <em>One Piece </em>yang memiliki ribuan <em>chapter </em>komik. Penulis sempat membaca manganya secara <em>online</em>, tetapi hanya sampai <em>arc </em>&#8220;Fish-Man Island Saga&#8221;.</p>



<p>Berhubung di tempat kerja sekarang mayoritas merupakan penggemar <em>One Piece</em>, Penulis berusaha <em>catch up </em>dengan menonton berbagai video rekap di YouTube. Sayangnya, Penulis menyerah ketika akan masuk <em>arc </em>&#8220;Wano Country Saga&#8221; karena sangat panjang.</p>



<p>Mungkin karena kesibukan juga yang membuat Penulis malas untuk mengikuti semua cerita <em>One Piece</em>. Rasanya cukup mengetahui hal-hal yang general saja, kalau butuh yang mendetail bisa ditanyakan kepada teman yang lebih ahli.</p>



<p>Namun, bukan tidak mungkin kalau <strong>pada akhirnya Penulis akan menjadi menyukai <em>One Piece</em></strong>, apalagi ketika mengetahui kalau manganya akan tamat. Seperti biasa, Penulis kerap &#8220;mengejar ketertinggalan&#8221; ketika ada sesuatu yang sangat <em>hype</em>.</p>



<p>Nah, jika dipikir-pikir lagi, mumpung tamatnya masih sekitar 5 tahun lagi (berdasarkan pernyataan Oda), mungkin sekarang waktu yang tepat untuk mulai mengikuti <em>One Piece</em>, walau harus menggunakan jalur rekap seperti biasa?</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 26 Mei 2023, terinspirasi karena ingin menulis sesuatu tentang One Piece</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.sportskeeda.com/anime/one-piece-will-luffy-die-end">Sportskeeda</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/alasan-saya-tidak-suka-one-piece/">Alasan Saya Tidak Suka One Piece</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/alasan-saya-tidak-suka-one-piece/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Karakter-Karakter Werewolf Ala Penulis (Bagian 2)</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-bagian-2/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-bagian-2/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2021 10:26:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[game]]></category>
		<category><![CDATA[karakter]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[peran]]></category>
		<category><![CDATA[permainan]]></category>
		<category><![CDATA[werewolf]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4434</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berbeda dengan Werewolf atau Serial Killer yang memiliki kekuatan untuk mengeliminasi pemain lain, Villager secara default tidak memiliki kemampuan yang sama. Mereka hanya bisa berusaha menebak siapa yang masuk ke dalam tim Jahat dan mengakhiri nyawa mereka dengan menggantungnya. Agar tidak berat sebelah, dibutuhkan peran-peran vital seperti karakter yang bisa menerawang, melindungi, ataupun menyerang balik. Nah, Penulis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-bagian-2/">Karakter-Karakter Werewolf Ala Penulis (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Berbeda dengan <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/werewolf-ala-sumber-wuni-indah/">Werewolf atau Serial Killer</a> yang memiliki kekuatan untuk mengeliminasi pemain lain, Villager secara <em>default </em>tidak memiliki kemampuan yang sama.</p>
<p>Mereka hanya bisa berusaha menebak siapa yang masuk ke dalam tim Jahat dan mengakhiri nyawa mereka dengan menggantungnya.</p>
<p>Agar tidak berat sebelah, dibutuhkan peran-peran vital seperti karakter yang bisa menerawang, melindungi, ataupun menyerang balik.</p>
<p>Nah, Penulis menambahkan beberapa karakter yang akan membuat tim Villager sama kuatnya dengan tim Werewolf ataupun tim Jahat lainnya!</p>
<p>Buat yang belum baca bagian pertamanya, <em>monggo </em>klik link berikut ini:</p>
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="bzauoR6req"><p><a href="https://whathefan.com/karang-taruna/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-bagian-1/">Karakter-Karakter Werewolf Ala Penulis (Bagian 1)</a></p></blockquote>
<p><iframe loading="lazy" class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted"  title="&#8220;Karakter-Karakter Werewolf Ala Penulis (Bagian 1)&#8221; &#8212; Whathefan!" src="https://whathefan.com/karang-taruna/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-bagian-1/embed/#?secret=bzauoR6req" data-secret="bzauoR6req" width="600" height="338" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p>
<h3>Pasukan Penerawang</h3>
<p><div id="attachment_4439" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4439" class="size-large wp-image-4439" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4439" class="wp-caption-text">Pasukan Penerawang</p></div></p>
<p><strong>Seer</strong> merupakan peran yang vital dalam permainan Werewolf karena mampu menerawang peran seseorang sehingga tim Villager memiliki gambaran siapa yang jahat.</p>
<p>Ada beberapa tambahan karakter yang memiliki kemampuan untuk menerawang agar karakter Seer bisa tidak digunakan dalam permainan.</p>
<ul>
<li><strong>Beholder</strong>: Mengetahui siapa Seer yang sesungguhnya</li>
<li><strong>Murid Seer</strong>: Jika Seer mati, ia akan menggantikan perannya sebagai Seer</li>
<li><strong>Mystic Seer</strong>: Bisa menerawang peran satu pemain ketika siang hari sebanyak dua kali kesempatan</li>
<li><strong>Oracle</strong>: Sama seperti Seer, tapi bisa mengetahui peran yang diterawang secara spesifik</li>
<li><strong>Homeless</strong>: Selalu berpindah tempat di malam hari karena tak punya rumah, jika memilih rumah tim jJahat atau korban mereka, Homeless ikut mati</li>
<li><strong>Shaman</strong>: Bisa bertanya satu kali kepada roh gentayangan (memilih satu pemain yang sudah mati) tentang siapa pemain yang memiliki peran jahatT</li>
<li><strong>Tukang Sensus</strong>: Bisa bertanya kepada Moderator sebanyak dua kali untuk mengetahui peran apa saja yang tersisa</li>
</ul>
<h3>Pasukan Pelindung</h3>
<p><div id="attachment_4441" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4441" class="size-large wp-image-4441" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-5-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-5-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-5-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-5-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-5.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4441" class="wp-caption-text">Pasukan Pelindung</p></div></p>
<p>Untuk melindungi Villager dari sergapan orang-orang jahat, kita kerap mengandalkan kemampuan <strong>Guardian Angel</strong> yang bisa melindungi kita.</p>
<p>Selain itu, kemampuan <strong>Blacksmith</strong> yang membuat peran jahat tidak bisa mengaktifkan kekuatannya juga sangat berguna di saat-saat krusial.</p>
<p>Walaupun terkesan sepele, <strong>Drunker</strong> juga bisa melindungi Villager karena kemampuannya yang bisa membuat Werewolf puasa selama satu malam.</p>
<p>Untuk kategori ini, Penulis hanya menambahkan dua karakter</p>
<ul>
<li><strong>Bodyguard</strong>: Setiap malam memilih satu orang, jika yang dipilih menjadi target tim Jahat Bodyguard akan mengorbankan diri</li>
<li><strong>Tukang Hipnotis</strong>: Punya satu kesempatan untuk membuat semua pemain tidak bisa mengaktifkan kekuatannya di malam hari</li>
</ul>
<h3>Pasukan Penyerang</h3>
<p><div id="attachment_4440" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4440" class="size-large wp-image-4440" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-4-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-4-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-4-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-4-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4440" class="wp-caption-text">Pasukan Penyerang</p></div></p>
<p>Untuk bisa melawan Werewolf ataupun tim Jahat lainnya, kita tidak bisa hanya mengandalkan <em>vote. </em>Harus ada peran yang bisa menyerang balik.</p>
<p>Dengan alasan itulah ada karakter Gunner yang bisa menembakkan dua peluru dan Hunter yang bisa mengajak satu orang untuk ikut mati bersamanya.</p>
<p>Kalau bermain dengan Cultish, ada Cultish Hunter yang siap berburu setiap malam. Agar lebih kuat, Penulis menambahkan karakter-karakter berikut:</p>
<ul>
<li><strong>Murid Gunner</strong>: Jika Gunner mati, Murid Gunner akan mewarisi senjata dengan satu peluru</li>
<li><strong>Snipper</strong>: Berbeda dengan Gunner, Snipper memiliki dua peluru yang bisa ditembakkan ketika malam hari</li>
<li><strong>Archer</strong>: Memiliki dua panah yang bisa ditembakkan secara bersamaan ketika siang hari</li>
<li><strong>Tukang Senjata</strong>: Jika Tukang Senjata mati, ia akan mewariskan senjata berisi satu peluru kepada salah satu pemain</li>
<li><strong>Suicide Squad</strong>: Bisa bunuh diri dengan membawa satu pemain untuk ikut mati</li>
<li><strong>Attack Titan</strong>: Jika dimakan/dibunuh/di-<em>vote</em>, Attack Titan tetap hidup untuk satu kali kesempatan dan bisa membunuh satu pemain</li>
<li><strong>Witch</strong>: Memiliki dua ramuan, <em>revive </em>(untuk menghindupkan pemain yang baru mati) dan <em>poison </em>(untuk membunuh satu pemain)</li>
<li><strong>Vigilante</strong>: Bisa membunuh setiap malam, tapi jika sampai membunuh tim Villager/Netral ia akan bunuh diri</li>
</ul>
<h3>Keluarga Kerajaan</h3>
<p><div id="attachment_4442" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4442" class="size-large wp-image-4442" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-6-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-6-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-6-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-6-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-6.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4442" class="wp-caption-text">Keluarga Kerajaan</p></div></p>
<p>Permainan Werewolf jugamemiliki peran <strong>Mayor</strong> dan <strong>Prince</strong> yang kemampuannya tidak terlalu berguna (hanya menambah atau kebal <em>vote </em>atau kebal).</p>
<p>Oleh karena itu, Penulis memutuskan untuk melakukan <em>upgrade </em>dan menambah beberapa peran yang dikategorikan sebagai keluarga kerajaan.</p>
<ul>
<li><strong>King</strong>: Penguasa desa yang kebal vote, suaranya dihitung dua kali dan memiliki beberapa pasukan khusus</li>
<li><strong>Queen</strong>: Istri dari King yang kebal vote dan bisa membatalkan hasil vote, jika menjadi target tim Jahat King akan mengorbankan dirinya</li>
<li><strong>Prince</strong>: Anak dari King dan Queen yang kebal vote, jika King mati ia akan mewarisi Guard dan Executioner</li>
<li><strong>Executioner</strong>: Atas perintah khusus dari King, bisa mengeksekusi salah satu pemain</li>
<li><strong>Guard</strong>: Jika tim Jahat berusaha untuk membunuh King, Guard akan mengorbankan dirinya secara sukarela</li>
</ul>
<h3>Kenapa Membuat Banyak Karakter Werewolf Baru?</h3>
<p>Ketika bermain Werewolf, baik bersama <a href="https://whathefan.com/category/karang-taruna/">Karang Taruna</a>, teman kantor, maupun teman kuliah, Penulis hampir selalu menjadi Moderator.</p>
<p>Entah mengapa Penulis justru tidak suka ikut bermain di dalamnya. Penulis lebih suka <a href="https://whathefan.com/karakter/terlalu-suka-mengendalikan/">mengendalikan permainan</a> dan memilihkan peran-peran untuk pemain.</p>
<p>Bertambahnya karakter Werewolf secara masif dapat membuat pemain akan merasa bingung di awal, walaupun di kartu ada penjelasan mengenai peran tersebut.</p>
<p>Hanya saja, Penulis memutuskan untuk melakukan penambahan ini karena beberapa alasan seperti agar permainan ini susah ditebak dan tidak membosankan.</p>
<p>Selain itu, Penulis suka berimajinasi ketika membuat karakter-karakter tersebut. Maklum, mulai SD sudah <a href="https://whathefan.com/ruang-sastra/">hobi bikin cerita</a>.</p>
<p>Yang jelas, Penulis berharap dengan adanya karakter-karakter baru ini bisa membuat kita semakin menikmati permainan Werewolf.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 21 Februari 2021, terinspirasi setelah membuat banyak karakter Werewolf baru</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-bagian-2/">Karakter-Karakter Werewolf Ala Penulis (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Karakter-Karakter Werewolf Ala Penulis (Bagian 1)</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-bagian-1/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-bagian-1/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2021 10:20:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[game]]></category>
		<category><![CDATA[karakter]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[peran]]></category>
		<category><![CDATA[permainan]]></category>
		<category><![CDATA[werewolf]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4432</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mumpung sedang di Malang, Penulis sering menghabiskan waktu malam Sabtu dan Minggunya bersama anak-anak Karang Taruna. Aktivitas yang dilakukan juga bisa bermacam-macam, mulai bermain game, ngobrol santai, main FIFA, makan bersama, dan lain sebagainya. Penulis yang senang bermain board game kerap mengajak mereka untuk bermain Monopoly, UNO, ataupun Exploding Kittens buatan sendiri karena yang asli seharga Rp600 [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-bagian-1/">Karakter-Karakter Werewolf Ala Penulis (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Mumpung sedang di Malang, Penulis sering menghabiskan waktu malam Sabtu dan Minggunya bersama anak-anak <a href="https://whathefan.com/category/karang-taruna/">Karang Taruna</a>.</p>
<p>Aktivitas yang dilakukan juga bisa bermacam-macam, mulai bermain game, ngobrol santai, main FIFA, makan bersama, dan lain sebagainya.</p>
<p>Penulis yang senang <a href="https://whathefan.com/pengalaman/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya/">bermain </a><em><a href="https://whathefan.com/pengalaman/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya/">board game</a> </em>kerap mengajak mereka untuk bermain Monopoly, UNO, ataupun <em>Exploding Kittens </em>buatan sendiri karena yang asli seharga Rp600 ribu.</p>
<p>Penulis juga pernah membuat <em>board game </em>buatan sendiri yang diberi nama <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/stars-and-rabbits-sebuah-permainan/"><em>Stars and Rabbits</em></a> yang merupakan gabungan dari permainan ular tangga, Monopoly, dan Werewolf<em>.</em></p>
<p>Nah, omong-omong soal Werewolf, game ini merupakan salah satu game yang paling sering dimainkan. Game yang membuat kita saling menuduh ini sangat seru dan tak lekang oleh zaman.</p>
<p>Karena karakter aslinya gitu-gitu aja sehingga membosankan, Penulis menambahkan banyak karakter baru agar permainan makin seru dan membingungkan.</p>
<p>Kali ini, Penulis ingin berbagai tentang <strong>karakter-karakter Werewolf ala Penulis</strong> sebagai inspirasi bermain.</p>
<blockquote><p><em><strong>Disclaimer</strong>: </em>Kebanyakan karakter-karakter yang ada di bawah ini Penulis dapatkan dari berbagai sumber dengan beberapa perubahan yang dibutuhkan, walau ada karakter yang murni karangan Penulis sendiri.</p></blockquote>
<h3>Tim Werewolf</h3>
<p><div id="attachment_4437" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4437" class="size-large wp-image-4437" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4437" class="wp-caption-text">Tim Werewolf</p></div></p>
<p>Sesuai dengan namanya, tokoh antagonis utama dalam permainan ini adalah <strong>Werewolf</strong>. Agar lebih menantang, ada beberapa peran jahat baru sebagai pendukung tim Werewolf.</p>
<ul>
<li><strong>Mama Werewolf</strong>: Mama dari Wolfcub, apabila Wolfcub tewas Mama Werewolf bisa makan dua orang sekaligus di malam berikutnya</li>
<li><strong>Wolfcub</strong>: Anak dari Mama Werewolf, jika tewas akan memicu kekuatan Mama Werewolf untuk makan dua orang sekaligus</li>
<li><strong>Alpha Werewolf</strong>: Punya satu kali kesempatan untuk mengubah mangsanya menjadi tim Werewolf</li>
<li><strong>Omega Werewolf</strong>: Jika dibunuh/divote, Omega Werewolf tetap hidup untuk satu kali kesempatan</li>
<li><strong>Snow Werewolf</strong>: Setiap malam bisa membekukan satu pemain (harus beda tiap malam) agar mereka tidak bisa mengaktifkan kemampuannya</li>
<li><strong>Lycan</strong>: Merupakan bagian dari tim Werewolf, namun jika diterang sebagai Seer akan terlihat sebagai Villager biasa</li>
<li><strong>Evil Villager</strong>:  Villager biasa yang tidak memiliki kemampuan apa-apa, tapi berpihak pada tim Werewolf</li>
<li><strong>Sorcerer</strong>: Seer untuk tim Werewolf</li>
<li><strong>Fallen Angel</strong>: Guardian Angel untuk tim Werewolf, mampu mengacaukan penerawangan Seer karena orang yang ia pilih akan terlihat kebalikannya</li>
<li><strong>Black Wizard</strong>: Mengubah satu pemain menjadi Werewolf</li>
<li><strong>Nightmare</strong>: Punya satu kesempatan untuk membuat semua tim Villager tidak bisa menggunakan kekuatannya di malam hari</li>
</ul>
<h3>Tim Jahat</h3>
<p><div id="attachment_4438" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4438" class="size-large wp-image-4438" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4438" class="wp-caption-text">Tim Jahat</p></div></p>
<p>Di luar tim Werewolf, kita mengenal ada <strong>Serial Killer</strong> yang bekerja sendiri dan <strong>Cultish</strong> yang menyebarkan ajaran sesatnya. Penulis menambah beberapa karakter jahat.</p>
<ul>
<li><strong>Two-Face</strong>: Pembunuh berantai seperti Serial Killer, tapi kalau diterawang Seer akan terlihat sebagai villager biasa</li>
<li><strong>Arsonist</strong>: Membakar satu rumah setiap malam, siapapun yang sedang berada di rumah tersebut akan ikut terbakar</li>
</ul>
<h3>Tim Villager</h3>
<p><div id="attachment_4443" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4443" class="size-large wp-image-4443" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-7-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-7-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-7-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-7-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-7.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4443" class="wp-caption-text">Tim Villager</p></div></p>
<p>Peran yang paling dihindari ketika bermain Werewolf adalah <strong>Villager</strong> biasa. <strong>Mason</strong> yang hanya tahu siapa saja sesamanya juga dihindari.</p>
<p>Beberapa karakter lain yang umum digunakan adalah <strong>Cupid</strong> yang menjodohkan dua pemain dan <strong>Cursed</strong> yang kalau digigit Werewolf akan berubah menjadi Werewolf.</p>
<p>Penulis menambah cukup banyak peran-peran Villager yang bisa sangat berguna ketika melawan tim Jahat.</p>
<ul>
<li><strong>Titan</strong>: Jika dimakan/dibunuh/divote, Titan akan tetap hidup untuk satu kali kesempatan</li>
<li><strong>Wolfman</strong>: Villager biasa yang jika diterawang Seer akan terlihat sebagai Werewolf</li>
<li><strong>Stabber</strong>: Jika menjadi target tim Jahat, Stabber bisa memilih satu pemain sebagai korban penggantinya</li>
<li><strong>Switcher</strong>: Jika menjadi target vote, Switcher bisa memilih satu pemain sebagai penggantinya</li>
<li><strong>Pacifist</strong>: Punya satu kesempatan untuk meniadakan voting</li>
<li><strong>Troublemaker</strong>: Punya satu kesempatan untuk membuat voting dilakukan dua kali</li>
<li><strong>Tukang Gali Kubur</strong>: Setiap malam harus mengubur mayat sehingga tidak bisa dijadikan target tim Jahat. kecuali jika hari sebelumnya tidak ada yang mati</li>
</ul>
<h3>Tim Netral</h3>
<p><div id="attachment_4444" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4444" class="size-large wp-image-4444" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-8-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-8-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-8-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-8-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-8.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4444" class="wp-caption-text">Tim Netral</p></div></p>
<p>Permainan Werewolf tidak hanya sekadar hitam melawan putih. Ada beberapa karakter yang sifatnya abu-abu, bisa berubah jahat, bisa berubah baik, atau tidak dua-duanya.</p>
<p>Yang paling menyebalkan adalah <strong>Tanner</strong>, di mana ia akan menang jika ia divote. <strong>Doppleganger</strong> bisa berubah tergantung pemain yang ia pilih.</p>
<p>Yang berbahaya adalah <strong>Traitor</strong> yang berubah jadi Werewolf apabila tidak ada Werewolf atau <strong>Wild Child</strong> yang bisa berubah menjadi Werewolf apabila pemain yang ia pilih mati.</p>
<p>Sebagai tambahan, ada beberapa karakter lain yang di awal permainan termasuk ke dalam tim Netral.</p>
<ul>
<li><strong>Stealer</strong>: Di awal permainan mencuri satu peran pemain dan membuatnya menjadi Villager biasa</li>
<li><strong>Bastard</strong>: Setiap malam bisa berganti pihak, mau di pihak Villager ataupun pihak Werewolf</li>
<li><strong>Headhunter</strong>: Memilih satu orang, jika orang tersebut divote (bukan dibunuh) Headhunter memenangkan permainan</li>
<li><strong>Nobody</strong>: Tidak punya peran apa-apa selama dua malam, lantas bisa memilih peran sesuka hati di malam ketika selama mendapatkan persetujuan dari Moderator</li>
</ul>
<p>Selain karakter-karakter di atas, sebenarnya tim Villager masih memiliki banyak karakter baru yang sangat bermanfaat untuk membantu meraih kemenangan! Apa saja?</p>
<p><strong><em>Bersambung ke Bagian 2&#8230;</em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 21 Februari 2021, terinspirasi setelah membuat banyak karakter Werewolf baru</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-bagian-1/">Karakter-Karakter Werewolf Ala Penulis (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Satu Perangkat, Banyak Hiburan</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/satu-perangkat-banyak-hiburan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/satu-perangkat-banyak-hiburan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2021 10:19:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[game]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[smarpthone]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4282</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika sedang menjelajahi linimasa Twitter, Penulis menemukan tweet yang menanyakan apakah generasi kelahiran 2000 ke bawah masih bisa baca komik cetak? Tweet tersebut tidak bermaksud merendahkan generasi muda, hanya sekadar bertanya karena sekarang kebanyakan dari kita lebih sering membaca komik dari ponsel. Jawabannya pun bervariasi. Ada yang mengaku tidak bisa, ada yang mengaku bisa karena kakaknya koleksi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/satu-perangkat-banyak-hiburan/">Satu Perangkat, Banyak Hiburan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika sedang menjelajahi linimasa Twitter, Penulis menemukan <em>tweet </em>yang menanyakan <strong>apakah generasi kelahiran 2000 ke bawah masih bisa baca komik cetak?</strong></p>
<p><em>Tweet</em> tersebut tidak bermaksud merendahkan generasi muda, hanya sekadar bertanya karena sekarang kebanyakan dari kita lebih sering membaca komik dari ponsel.</p>
<p>Jawabannya pun bervariasi. Ada yang mengaku tidak bisa, ada yang mengaku bisa karena kakaknya koleksi komik, dan lain sebagainya.</p>
<p><em>Tweet </em>sederhana tersebut berhasil mengusik Penulis dan membuat berpikir,<strong> apakah sekarang media hiburan memang hanya bisa didapatkan dari satu atau dua perangkat?</strong></p>
<h3>Mencari Hiburan ke Mana-Mana</h3>
<p><div id="attachment_4286" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4286" class="size-large wp-image-4286" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/banyaknya-pilihan-hiburan-di-satu-perangkat-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/banyaknya-pilihan-hiburan-di-satu-perangkat-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/banyaknya-pilihan-hiburan-di-satu-perangkat-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/banyaknya-pilihan-hiburan-di-satu-perangkat-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/banyaknya-pilihan-hiburan-di-satu-perangkat-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4286" class="wp-caption-text">Persewaan Komik (<a href="https://guidable.co/move_to_japan/the-specialized-library-collects-only-manga/"><span class="pM4Snf">Guidable</span></a>)</p></div></p>
<p>Saat masih kecil, kira-kira usia SD, Penulis sudah gemar <strong>membaca komik</strong>. Selain dibelikan orang tua, Penulis juga kerap menyewa komik di persewaan komik di dekat rumah nenek.</p>
<p>Tidak hanya itu, Penulis juga mendapatkan &#8220;warisan&#8221; <a href="https://whathefan.com/animekomik/detail-pada-karya-don-rosa/">komik Donal Bebek</a> dan Tintin dari Pakde. Bahkan, hobi membaca komik ini masih Penulis geluti sampai sekarang.</p>
<p>Karena itu, Penulis bisa memahami komik Jepang (yang kebanyakan dari kanan kekiri) ataupun komik Barat (dari kiri ke kanan).</p>
<p>Kalau mau <strong>baca buku</strong>? Dulu Penulis belum terlalu suka baca buku. Pertama kali baca novel mungkin SMP, yakni novel <em>Sherlock Holmes</em> pemberian almarhumah kakak sepupu.</p>
<p>Ketika SMA, Penulis juga masih jarang membeli buku. Paling menyewa novel <em>Harry Potter </em>dari perpustakaan sekolah.</p>
<p><strong>Lihat film</strong>? Dulu persewaan film ada banyak sekali. Penulis dan teman-temannya akan berburu film untuk ditonton bersama. Selain itu, bisa juga menunggu film yang tayang di televisi.</p>
<p>Mau<strong> internetan</strong> untuk sekadar cari<em> wallpaper </em>atau download lagu dan video? Penulis akan pergi ke warnet sambil membawa <em>flash disk</em>.</p>
<p>Kalau <strong>main game</strong>? Ada persewaan <em>Playstation </em>atau kalau mau main game PC bisa ke warnet. <em>Alhamdulillah </em>Penulis punya konsol game yang dibeli menggunakan uang sunat.</p>
<p>Bagaimana dengan <strong>mendengarkan musik</strong>? Seringnya, dan ini jangan ditiru, Penulis akan mengunduh lagu bajakan di situs-situs yang menyediakan lagu gratis.</p>
<p>Karena <em>handphone </em>zaman itu belum punya kemampuan untuk menyetel musik, Penulis sampai menggunakan uang tabungannya untuk membeli MP4 Player. Lagu yang diunduh tadi akan ditransfer ke perangkat MP4 tersebut.</p>
<p>Bisa dilihat ketika Penulis masih kecil hingga usia sekolah, dibutuhkan &#8220;usaha&#8221; lebih untuk mendapatkan hiburan apapun bentuknya.</p>
<p>Sekarang, semua bisa dilakukan hanya melalui satu atau dua perangkat bernama <strong><em>smartphone</em></strong>.</p>
<h3>Satu Perangkat, Banyak Pilihan Hiburan</h3>
<p><div id="attachment_4287" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4287" class="size-large wp-image-4287" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/banyaknya-pilihan-hiburan-di-satu-perangkat-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/banyaknya-pilihan-hiburan-di-satu-perangkat-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/banyaknya-pilihan-hiburan-di-satu-perangkat-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/banyaknya-pilihan-hiburan-di-satu-perangkat-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/banyaknya-pilihan-hiburan-di-satu-perangkat-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4287" class="wp-caption-text">Semua di Satu Perangkat (<a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@nordwood">NordWood Themes</a>)</p></div></p>
<p>Kehadiran <em>smartphone </em>diawali dengan <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1/"><strong>rilisnya iPhone</strong></a> pada tahun 2007. Setelah itu, Google merilis Android pada tahun 2008. Semenjak itu, kita seolah-olah bisa melakukan apapun melalui perangkat yang ada di genggaman kita.</p>
<p>Mau baca komik? Kita bisa <strong>baca komik secara gratis dan legal</strong> melalui aplikasi seperti <em>Webtoon</em>. Yang ilegal lebih banyak lagi, terutama yang ingin membaca komik Jepang secara online.</p>
<p>Mau baca buku? Kini hampir<strong> semua judul ada versi digitalnya</strong> dan bisa diakses dengan mudah. File PDF-nya juga mudah sekali didapatkan.</p>
<p>Mau lihat film? <strong>Layanan <em>streaming </em>macam <em>Netflix </em>dan <em>Disney+ </em>begitu menjamur</strong> hingga kita dibuat bingung ingin berlangganan yang mana. Apalagi, sekarang ada YouTube yang menyediakan berbagai konten.</p>
<p>Mau internetan? Kapan pun kita butuh informasi atau sekadar kepo akan sesuatu, kita <strong>tinggal mengetikkannya di Google</strong>. Mau cari apapun akan muncul dengan cepat.</p>
<p>Mau main game? Jangan ditanya, sekarang <strong>pemain game <em>mobile</em> ada di mana-mana</strong>. Dibandingkan game konsol dan PC, bermain game di <em>smartphone </em>jauh lebih murah.</p>
<p>Mau mendengarkan musik? <strong>Layanan <em>streaming </em>musik pun ada sangat banyak</strong>, mulai <em>Spotify, Apple Music, </em><em>Joox, </em>hingga <em>YouTube Music</em>.</p>
<p>Belum lagi sekarang ada <strong>media sosial</strong> yang menjadi salah satu penyebab mengapa kita begitu betah dan adiktif di depan layar ponsel.</p>
<p>Memang lebih praktis karena kita bisa melakukan berbagai hal hanya melalui satu perangkat, tapi kok kayaknya jadi ada yang hilang.</p>
<h3>Ketergantungan Terhadap Satu Perangkat</h3>
<p><em>Smartphone </em>memang sangat praktis dan membantu kita di banyak hal. Hanya saja, kecanggihannya secara tidak langsung membuat kita <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/melepaskan-diri-dari-cengkeraman-smartphone/"><strong>merasa ketergantungan</strong></a>.</p>
<p>Coba bayangkan satu hari tanpa <em>smartphone</em>, pasti kita akan cepat merasa bosan. Rasanya, ada yang hilang dalam hidup ini.</p>
<p>Dampak buruk lainnya adalah membuat <strong>banyak bisnis tutup</strong> karena terlindas zaman. Tempat penyewaan komik dan film sudah pada tutup, begitu pula dengan warnet.</p>
<p>Untungnya, masih ada banyak aktivitas yang tidak bisa digantikan oleh <em>smartphone </em>seperti <em>travelling </em>dan memasak. Masih ada banyak kegiatan yang bisa kita lakukan tanpa perlu memandang layar ponsel.</p>
<p>Di sini, Penulis ingin mengingatkan kalau<strong> jangan sampai kita terlena dengan kenyamanan yang diberikan oleh <em>smartphone</em></strong>.</p>
<p>Benda tersebut memang memberikan begitu banyak pilihan hiburan, tapi jangan sampai kita menjadi lalai dan menyia-nyiakan waktu yang ada.</p>
<p>Gunakan <em>smarpthone </em>kita secara bijak, jangan mau diperbudak olehnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 21 Januari 2020, terinspirasi dari sebuah <em>tweet </em>yang menanyakan apakah generasi muda sekarang masih bisa membaca komik cetak</p>
<p>Foto: <a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@jonasleupe">Jonas Leupe</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/satu-perangkat-banyak-hiburan/">Satu Perangkat, Banyak Hiburan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/satu-perangkat-banyak-hiburan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mas Pandu dan Koleksi Board Gamenya</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jan 2020 14:59:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[Catan]]></category>
		<category><![CDATA[game]]></category>
		<category><![CDATA[Monopoly]]></category>
		<category><![CDATA[papan permainan]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[permainan]]></category>
		<category><![CDATA[Risk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3340</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis suka main board game sejak kecil, karena punya papan ular tangga dan halma. Bahkan, ayah Penulis pernah membuatkan papan monopoli raksasa buatan sendiri yang menggunakan kardus bekas kulkas. Beranjak dewasa, terbesit pikiran untuk mengoleksi board game. Sayangnya, keinginan tersebut urung terjadi karena mahalnya harga board game yang berkisar di angka 300 ribu rupiah. Untunglah di kantor, ada seorang teman yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya/">Mas Pandu dan Koleksi Board Gamenya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis suka main <em>board game </em>sejak kecil, karena punya papan ular tangga dan halma. Bahkan, ayah Penulis pernah membuatkan papan monopoli raksasa buatan sendiri yang menggunakan kardus bekas kulkas.</p>
<p>Beranjak dewasa, terbesit pikiran untuk mengoleksi <em>board game. </em>Sayangnya, keinginan tersebut urung terjadi karena mahalnya harga <em>board game </em>yang berkisar di angka 300 ribu rupiah.</p>
<p>Untunglah di kantor, ada seorang teman yang ternyata seorang kolektor <em>board game. </em>Namanya <strong>Pandu Raka Pangestu</strong>, dan koleksinya sedikit banyak mengabulkan keinginan pemain untuk mencoba berbagai jenis <em>board game</em>.</p>
<h3>Kenapa <em>Board Game?</em></h3>
<p>Di era serba digital seperti sekarang, kehadiran <em>board game </em>memang bukan menjadi sesuatu yang umum. Padahal, main <em>board game </em>itu asyik karena membutuhkan interaksi secara langsung antar pemainnya.</p>
<p>Ketika kumpul, banyak yang lebih memilih untuk bermain game online di smartphone. Setidaknya, itu yang terlihat ketika melihat para anggota Karang Taruna di tempat Penulis.</p>
<p>Lantas, mengapa mas Pandu memutuskan untuk mengoleksi <em>board game </em>yang notabene tidak terlalu populer?</p>
<blockquote><p>Karena <em>board game </em>bisa ngilangin bosen, apalagi kalo mati gaya pas lagi bareng-bareng ama temen. <em>Board game </em>itu memfokuskan minat dan kebahagiaan banyak orang dalam satu waktu.&#8221; jawab mas Pandu melalui <em>WhatsApp</em>.</p></blockquote>
<p>Ia mengakui mulai menggeluti hobi ini semenjak kuliah. Untuk kegiatan mengoleksinya, baru dimulai ketika bekerja di tempat yang sama dengan Penulis.</p>
<p>Mungkin, karena baru pada saat itulah ia memiliki <em>budget </em>untuk membeli beraneka ragam <em>board game </em>yang harganya lumayan menguras kantong.</p>
<h3>Apa Saja Koleksi <em>Board Game</em>-nya?</h3>
<p><div id="attachment_3347" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3347" class="size-large wp-image-3347" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3347" class="wp-caption-text">Koleksi Board Game</p></div></p>
<p>Mas Pandu memiliki belasan <em>board game </em>yang telah menjadi koleksinya. Semuanya ia letakkan di kantor agar bisa dimainkan bersama teman-teman selepas jam kerja. Entah jika ada yang ia simpan di rumah.</p>
<p>Lantas, apa saja <em>board game</em>-nya? Bisa dilihat melalui daftar yang ada di bawah ini:</p>
<ul>
<li>Monopoly</li>
<li>Risk</li>
<li>Pandemic</li>
<li>Codenames Pictures</li>
<li>Catan</li>
<li>Rebellion</li>
<li>Laga Jakarta</li>
<li>Santai Aja Lagi</li>
<li>Coup</li>
<li>Iron Curtain</li>
<li>Alkisah</li>
<li>Monopoly Deals</li>
<li>Saboteur</li>
<li>Balap Kuliner</li>
<li>Wowo Wiwi</li>
<li>Werewolf</li>
<li>China</li>
<li>dll</li>
</ul>
<p>Di antara belasan <em>board game </em>tersebut, mana yang menjadi favorit mas Pandu? Menurut pengakuannya, ada tiga game yang paling ia sukai: <strong>Catan, China, Saboteur</strong>.</p>
<h3>Favorit Penulis?</h3>
<p>Penulis, sebagai penggemar <em>board game </em>yang enggan mengeluarkan modal, sudah pernah mencoba hampir semua <em>board game </em>yang dimiliki oleh mas Pandu. Artinya, Penulis juga punya <em>board game </em>favoritnya sendiri.</p>
<p><div id="attachment_3346" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3346" class="size-large wp-image-3346" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-2.jpg 1049w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3346" class="wp-caption-text">Monopoly</p></div></p>
<p>Pertama adalah <strong>Monopoly</strong>. Penulis menyukai permainan ini sejak kecil, bahkan dulu kerap memainkan gamenya di komputer yang bertemakan Spongebob. Karena permainan ini sangat populer, rasanya Penulis tak perlu menjelaskannya panjang lebar.</p>
<p><div id="attachment_3345" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3345" class="size-large wp-image-3345" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-3.jpg 1050w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3345" class="wp-caption-text">Catan</p></div></p>
<p>Selanjutnya, sama seperti mas Pandu, adalah <strong>Catan </strong>yang pada dasarnya merupakan game strategi di mana kita harus bisa mendapatkan sumber daya tertentu agar bisa mengumpulkan poin kemenangan.</p>
<p>Poin bisa didapatkan dengan membangun <em>Settlement</em>, <em>City</em>, membangun jalan terpanjang, ataupun memiliki pasukan terbanyak. Permainan ini juga mengandalkan keberuntungan ketika menggulirkan dadu.</p>
<p><div id="attachment_3344" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3344" class="size-large wp-image-3344" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-4-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-4-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-4-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-4-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-4.jpg 1050w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3344" class="wp-caption-text">Risk</p></div></p>
<p>Lalu ada game <strong>Risk </strong>yang bertemakan <em>conquer and win</em>. Ceritanya, kita memiliki pasukan yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Tugas kita adalah mengalahkan pasukan pemain lain melalui lemparan dadu.</p>
<p>Sebagai penggemar game strategi perang seperti <em>Age of Empire </em>dan <em>Stronghold Crusader</em>, tema <em>board game </em>ini sangat menarik. Berebut daerah adalah merupakan kekuatan utama dari permainan ini.</p>
<p>Kekurangan dari game yang satu ini adalah <em>set-up-</em>nya yang cukup ribet, sehingga teman-teman kantor malas memainkannya. Oleh karena itu, Penulis memutuskan untuk membeli gamenya di Play Store seharga Rp9.000.</p>
<p>Selain itu, Penulis juga lumayan suka main <strong>Codename Pictures</strong> yang mengasah imajinasi dan <strong>Saboteur </strong>yang terbilang baru dibandingkan permainan lainnya.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Bermain permainan <em>offline </em>seperti <em>board game </em>bermanfaat untuk mengurangi distraksi digital yang dihasilkan oleh produk-produk teknologi.</p>
<p>Melepas gawai sejenak dan fokus pada permainan papan seperti ini mampu mereduksi stres sekaligus meningkatkan <em>chemistry </em>dengan teman-teman, kalau tidak membuat emosi jika kalah dalam permainan.</p>
<p>Oleh karena itu, Penulis merasa bersyukur bisa mendapatkan kesempatan untuk mencicipi berbagai macam <em>board game </em>milik mas Pandu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 25 Januari 2020, terinspirasi dari koleksi <em>board game </em>milik mas Pandu</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya/">Mas Pandu dan Koleksi Board Gamenya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Untuk Apa Main Game?</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/untuk-apa-main-game/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jul 2019 13:21:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[game]]></category>
		<category><![CDATA[kecanduan]]></category>
		<category><![CDATA[main game]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[racun]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2588</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tenang, jangan emosi dulu ketika membaca judul tulisan ini. Penulis sama sekali tidak bermaksud untuk menyudutkan siapapun yang senang bermain game karena penulis pun masih melakukannya sesekali. Yang ingin penulis sampaikan pada tulisan kali ini adalah jangan sampai karena terlalu terlena dengan bermain game, kita mengabaikan banyak aspek kehidupan yang sebenarnya jauh lebih penting. *** [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/untuk-apa-main-game/">Untuk Apa Main Game?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tenang, jangan emosi dulu ketika membaca judul tulisan ini. Penulis sama sekali tidak bermaksud untuk menyudutkan siapapun yang senang bermain game karena penulis pun masih melakukannya sesekali.</p>
<p>Yang ingin penulis sampaikan pada tulisan kali ini adalah jangan sampai karena terlalu terlena dengan bermain game, kita mengabaikan banyak aspek kehidupan yang sebenarnya jauh lebih penting.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Untuk apa bermain game, jika hanya membuat kita<strong> menjadi lebih buruk</strong>?</p>
<p>Untuk apa bermain game, jika hanya membuat <strong>pikiran kita stress</strong> lantas melampiaskannya dengan cara-cara yang buruk?</p>
<p>Untuk apa bermain game, jika hanya membuat <strong>kesehatan kita memburuk</strong> dan menyusahkan banyak orang karenanya?</p>
<p>Untuk apa bermain game, jika hanya membuat kita <strong>menjadi sosok yang luar biasa pemalas</strong>, menjadi sosok yang <a href="https://whathefan.com/karakter/bahaya-mager-dan-apatis/">apatis dan </a><em><a href="https://whathefan.com/karakter/bahaya-mager-dan-apatis/">mager</a> </em>luar biasa?</p>
<p>Untuk apa bermain game, jika hanya <strong>mengubah kita menjadi sosok yang pemarah dan agresif</strong> yang bisa membahayakan orang lain?</p>
<p>Untuk apa bermain game, jika hanya akan <strong>menguras isi dompet kita</strong> sehingga kebutuhan lain tak dapat dipenuhi?</p>
<p>Untuk apa bermain game, jika hanya membuat kita <strong>menjadi seorang pembohong</strong> demi mendapatkan uang tambahan untuk membeli item game?</p>
<p>Untuk apa bermain game, jika hanya akan <strong>menghabiskan waktu kita seharian tanpa mempedulikan hal lain</strong> seperti sekolah dan masa depan?</p>
<p>Untuk apa bermain game, jika hanya membuat kita <strong>mengabaikan kewajiban yang seharusnya kita selesaikan</strong>, sehingga semuanya menumpuk dan membuat kita malas menyelesaikannya?</p>
<p>Untuk apa bermain game, jika hanya membuat kita <strong>tak fokus dalam menjalankan ibadah</strong>, selalu terburu-buru agar bisa segera bermain kembali?</p>
<p>Untuk apa bermain game, jika hanya membuat kita <strong>mengasingkan diri dari pergaulan</strong>, merasa tak butuh menjali relasi dengan orang lain?</p>
<p>Untuk apa bermain game, jika hanya membuat <strong>nilai kita di sekolah atau kinerja kita di kantor menjadi anjlok</strong>, sehingga banyak orang yang dibuatnya kesusahan?</p>
<p>Untuk apa bermain game,  jika hanya membuat kita<strong> sering berkata kotor dan menghina orang lain</strong> yang akan berujung kepada pertengkaran tak berarti?</p>
<p>Untuk apa bermain game, jika hanya membuat kita <strong>melupakan orang-orang yang hidup di sekitar kita</strong>, hingga kita membantah semua perkataan orangtua?</p>
<p>Untuk apa bermain game, jika hanya membuat kita <strong>menjadi generasi yang tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya</strong>, yang kepekaan sosialnya benar-benar rendah.</p>
<p>Untuk apa bermain game, jika membuat <strong>otak hanya berisi game, game, dan game</strong>, seolah tak bisa hidup tanpanya?</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Tulisan ini terinspirasi dari keprihatinan penulis terhadap banyaknya generasi milenial yang kecanduan main game, sehingga mereka abai kepada orang tua mereka, tak peduli dengan lingkungan, dan susah untuk bersosialisasi.</p>
<p>Tulisan ini juga terinspirasi dari pengalaman pribadi. Penulis adalah tipe pemain game yang jika sudah jatuh cinta dengan suatu game, bisa menghabiskan waktu berjam-jam dalam sehari untuk memainkannya.</p>
<p>Contoh yang terbaru adalah game <em>Auto Chess</em>. Game tersebut merupakan tipe game strategi yang sangat penulis gemari. Pernah dalam satu hari, penulis menghabiskan waktu 6 jam untuk memainkannya.</p>
<p>Bahkan, di kantor pun penulis sempat-sempatkan main di sela-sela bekerja, sehingga jam pulang penulis pun menjadi lebih larut. Dampaknya tentu ke kesehatan penulis.</p>
<p>Oleh karena itu, pada suatu titik penulis memutuskan untuk menghapus game tersebut karena merasa tidak bisa mengontrol diri. Harus ada tindakan ekstrem agar pola hidup penulis menjadi lebih baik lagi.</p>
<p>Setelah menghapus game tersebut, penulis merasa lebih produktif. Penulis memanfaatkan waktunya untuk menulis di blog atau membaca buku yang sudah lama hanya tertumpuk tanpa pernah dibaca.</p>
<p>Boleh saja bermain game, toh aktivitas tersebut juga memiliki sisi positif yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Yang tidak boleh, memainkannya secara berlebihan seperti penulis atau anak-anak muda yang ketagihan game secara berlebihan.</p>
<p>Jika game hanya menjadi racun (seperti yang pernah penulis alami sendiri), untuk apa kita tetap memainkannya? Masih banyak aktivitas lain yang lebih bermanfaat, seperti menulis blog, membuat vlog, hingga <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/mengapa-kita-harus-gemar-membaca/">membaca buku</a>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 27 Juli 2019, terinspirasi dari keprihatinan tentang kecanduan game dan pengalaman pribadi penulis.</p>
<p>Foto: <a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@florian_gagnepain">Florian Gagnepain</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/untuk-apa-main-game/">Untuk Apa Main Game?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polemik Menyebar Screenshot PUBG</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/polemik-menyebar-screenshot-pubg/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/polemik-menyebar-screenshot-pubg/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2019 13:55:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[chicken dinner]]></category>
		<category><![CDATA[game]]></category>
		<category><![CDATA[komentar]]></category>
		<category><![CDATA[menang]]></category>
		<category><![CDATA[pamer]]></category>
		<category><![CDATA[PUBG]]></category>
		<category><![CDATA[screenshot]]></category>
		<category><![CDATA[sombong]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=2145</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebenarnya memang agak berlebihan menggunaan kata polemik sebagai judul. Akan tetapi, karena itu yang pertama kali melintas di dalam pikiran, penulis memutuskan untuk tetap menggunakannya. Tulisan ini terinspirasi dari sebuah tweet seorang netizen yang sedang curhat tentang maraknya para pemain game Player&#8217;s Unknown Battle Ground (PUBG) membuat status tentang kemenangan alias chicken dinner yang mereka peroleh. Wawancara Pemain PUBG Terkait Polemik [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/polemik-menyebar-screenshot-pubg/">Polemik Menyebar Screenshot PUBG</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya memang agak berlebihan menggunaan kata polemik sebagai judul. Akan tetapi, karena itu yang pertama kali melintas di dalam pikiran, penulis memutuskan untuk tetap menggunakannya.</p>
<p>Tulisan ini terinspirasi dari sebuah <em>tweet </em>seorang <em>netizen</em> yang sedang curhat tentang maraknya para pemain game <strong>Player&#8217;s Unknown Battle Ground</strong> <strong>(PUBG) </strong>membuat status tentang kemenangan alias <em>chicken dinner </em>yang mereka peroleh.</p>
<h3>Wawancara Pemain PUBG Terkait Polemik Ini</h3>
<p>Rasa penasaran penulis muncul seketika, dan memutuskan untuk mengirim <em>tweet </em>tersebut ke grup Karang Taruna karena banyak di antara mereka yang berbuat demikian. Penulis ingin tahu, apa motif mereka mengirim <em>screenshot </em>dari kemenangan yang mereka peroleh.</p>
<p><div id="attachment_2147" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2147" class="size-large wp-image-2147" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/02/xbox-pubg-mobile-01-1024x768.jpg" alt="" width="800" height="600" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/02/xbox-pubg-mobile-01-1024x768.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/02/xbox-pubg-mobile-01-300x225.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/02/xbox-pubg-mobile-01-768x576.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/02/xbox-pubg-mobile-01.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2147" class="wp-caption-text">Bermain PUBG (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.imore.com/how-pubg-different-mobile-vs-console" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwi-3Kec36TgAhVLsI8KHV6gAI4QjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">iMore</span></a>)</p></div></p>
<p>Di luar dugaan, jawaban yang muncul cukup bervariasi. Ada yang secara jujur berkata bahwa tujuannya adalah pamer kemenangan yang katanya susah diperoleh apabila pangkat PUBG kita sudah di atas <em>Gold I, </em>ada pula yang sekadar ikut-ikutan temannya.</p>
<p>Perjuangan tersebut ingin mereka dokumentasikan menjadi sebuah status. Istilah lainnya, penghargaan untuk diri sendiri yang sudah bersusah payah mengeluarkan kemampuan terbaiknya demi meraih kemenangan.</p>
<p>Penulis memahami betul hal ini karena pernah melakukan hal yang sama. Ketika berhasil menang sewaktu masih bermain <em>Rules of Survival </em>yang susahnya minta ampun, penulis berbuat hal yang sama, memamerkan kemenangan di <a href="http://whathefan.com/karakter/media-sosial-sebagai-tempat-pelampiasan-emosi/">media sosial</a>.</p>
<p>Yang lain mengemukakan bahwa mereka ingin memberi semacam kode kepada teman-teman mereka untuk ikut bermain bersama. S<em>creenshot </em>tersebut juga diharapkan bisa dilihat oleh orang lain hingga diajak untuk bergabung ke klan ataupun sekadar ikut lomba.</p>
<p>Berdasarkan pengakuan mereka, hingga saat ini mereka belum pernah menemukan orang yang menyatakan keberatan. Yang ada, teman-teman mereka justru penasaran dan ikut mencoba bermain PUBG.</p>
<p>Ada juga komentar bernada sarkas. Katanya, orang yang membuat <em>tweet </em>tersebut mungkin tidak pernah berhasil menang, sehingga ia kesal melihat orang lain <em>chicken dinner</em>. Tentu saja teori ini belum tentu benar.</p>
<p>Toh, jika memang seandainya ada yang terganggu, mereka bisa mengaktifkan fitur <em>hide </em>yang tersedia di berbagai media sosial.</p>
<h3><strong>Penutup</strong></h3>
<p>Apapun alasannya, tidak ada salahnya menyebar <em>screenchot </em>kemenangan kita di game PUBG. Sama halnya dengan <a href="http://whathefan.com/karakter/fenomena-bucin/">penggemar Korea</a> yang membuat <em>story </em>foto biasnya secara masif. Jika hanya sesekali dilakukan, hal tersebut sama sekali tidak masalah.</p>
<p>Mungkin benar apa yang dikatakan oleh netizen <em>Twitter </em>tersebut, tidak ada orang yang peduli dengan kemenangan kita. Akan tetapi, kita membuat <em>story </em>tersebut memang <strong>bukan agar dipedulikan oleh orang lain</strong> bukan? Kalau dipedulikan oleh sesama <em>gamer, </em>masih mungkin.</p>
<p>Bukankah para pengembang media sosial membuat fitur <em>story </em>maupun <em>feed </em>memang untuk <a href="http://whathefan.com/karakter/batasan-kebebasan-berekspresi/">mengekspresikan diri</a>? Jadi, tidak ada salahnya melakukan hal tersebut selama tidak berlebihan yang membuat orang jengkel dan akhirnya memutuskan untuk memblok akun kita.</p>
<p>Akan tetapi, penulis juga perlu mengingatkan kepada kita semua, jangan diniatkan untuk sombong, karena bagaimanapun <a href="http://whathefan.com/karakter/empat-jenis-kesombongan/">kesombongan</a> adalah sesuatu yang buruk. Ya, penulis tahu sih betapa susahnya hal tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 5 Februari 2019, terinspirasi dari sebuah <em>tweet </em>yang menceritakan kekesalannya melihat banyaknya orang yang pamer kemenangan mereka di PUBG</p>
<p>Foto: <a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=images&amp;cd=&amp;ved=2ahUKEwil8POa3qTgAhUBOo8KHcz5DfEQjB16BAgBEAQ&amp;url=https%3A%2F%2Fmetaco.gg%2Fpubg%2Fpanduan-dasar-pubg-mengenal-weapon-dan-jenisnya%2F&amp;psig=AOvVaw3vKfs0KgH1mtbqgBHmQ8lT&amp;ust=1549461007622444" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwil8POa3qTgAhUBOo8KHcz5DfEQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Metaco.gg</span></a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/polemik-menyebar-screenshot-pubg/">Polemik Menyebar Screenshot PUBG</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/polemik-menyebar-screenshot-pubg/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Stars &#038; Rabbits &#8211; Sebuah Permainan</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/stars-and-rabbits-sebuah-permainan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/stars-and-rabbits-sebuah-permainan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Dec 2018 16:24:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[game]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[monopoli]]></category>
		<category><![CDATA[permainan]]></category>
		<category><![CDATA[ular tangga]]></category>
		<category><![CDATA[werewolf]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1852</guid>

					<description><![CDATA[<p>Namanya memang penulis ambil dari salah satu band Indonesia. Tidak ada alasan khusus, hanya agar permainan ini memiliki nama yang berbeda dengan Ular Tangga. Dulu kami sempat mau menggunakan hewan ubur-ubur. Akan tetapi, karena susah menggambarnya, pada akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan kelinci. Sebagai pasangannya diambillah bintang jatuh. Stars &#38; Rabbits merupakan permainan yang terinspirasi setelah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/stars-and-rabbits-sebuah-permainan/">Stars &#038; Rabbits &#8211; Sebuah Permainan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Namanya memang penulis ambil dari salah satu band Indonesia. Tidak ada alasan khusus, hanya agar permainan ini memiliki nama yang berbeda dengan <strong>Ular Tangga</strong>.</p>
<p>Dulu kami sempat mau menggunakan hewan ubur-ubur. Akan tetapi, karena susah menggambarnya, pada akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan <strong>kelinci</strong>. Sebagai pasangannya diambillah <strong>bintang jatuh</strong>.</p>
<p><strong>Stars &amp; Rabbits </strong>merupakan permainan yang terinspirasi setelah menonton <a href="http://whathefan.com/category/animekomik/">anime</a> yang bertemakan sebuah game <strong>D-Frag</strong>. Penulis, yang pada dasarnya sangat menyukai <em>board game, </em>memutuskan untuk membuat sebuah permainan baru.</p>
<p>Penulis menggabungkan setidaknya tiga permainan pada game ini: <strong>Ular Tangga</strong>, <strong>Monopoli</strong>, dan <strong>Werewolf.</strong></p>
<h3>Bagaimana Cara Bermain Stars &amp; Rabbits?</h3>
<p>Mari kita bedah satu persatu. Kita ambil dari sisi ular tangga terlebih dahulu. Tentu para pembaca tahu bagaimana cara bermain ular tangga bukan?</p>
<p>Pada permainan ini, konsep ular tangga diterapkan 100% dengan 100 petak. Bila mendarat di kelinci, kita naik dan bila mendarat di bintang kita turun.</p>
<p>Selanjutnya monopoli. Permainan ini sama sekali tidak menggunakan uang. Apa yang diambil dari monopoli adalah kartu <strong>Dana Umum </strong>dan <strong>Kesempatannya</strong>.</p>
<p><div id="attachment_1854" style="width: 730px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1854" class="size-full wp-image-1854" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20180530-WA0006.jpeg" alt="" width="720" height="948" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20180530-WA0006.jpeg 720w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20180530-WA0006-228x300.jpeg 228w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20180530-WA0006-194x255.jpeg 194w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /><p id="caption-attachment-1854" class="wp-caption-text">Konsep Stars &amp; Rabbits</p></div></p>
<p>Dana Umum biasanya berisi tentang maju mundurnya pion, sedangkan Kesempatan berisikan tentang kekuatan-kekuatan yang bisa dimiliki oleh pemain.</p>
<p>Kekuatan seperti apa? Nah, sebelum permainan, secara acak pemain akan mendapatkan peran-peran Werewolf, <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/werewolf-ala-sumber-wuni-indah/">termasuk yang dibuat oleh Karang Taruna sendiri</a>.</p>
<p>Contohnya, yang mendapatkan peran sebagai Werewolf bisa membunuh lawan. Gunner juga bisa membunuh lawan. Pemain yang <strong>mendatangi </strong>adalah yang berhak mengaktifkan kemampuannya terlebih dahulu.</p>
<p>Selain itu, di papan permainan juga terdapat beberapa fitur lain, seperti <strong>Black Hole </strong>yang akan mengeluarkan pemain yang mendarat di sana. Ada juga petak <strong>Safe Zone </strong>yang membuat pemain bisa terlindungi dari serangan Werewolf maupun pemain lainnya.</p>
<p><strong>Bagaimana Cara Menentukan Pemenangnya? </strong>Permainan ini dimainkan secara tim. Ada tim villager, tim Werewolf, tim Cultish, dan tim-tim lainnya.</p>
<p>Pemenang permainan bisa ditentukan dengan dua cara, yakni siapa yang mencapai garis finish terlebih dahulu atau menyingkirkan tim lawan.</p>
<p>Sama seperti permainan-permainan lain yang sering dimainkan bersama, Stars &amp; Rabbits bertujuan untuk <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/permainan-perekat-kebersamaan-tebak-satu-kata-dan-hexagon-war/">merekatkan rasa kekeluargaan</a> yang dimiliki oleh Karang Taruna. Permainan-permainan baru akan terus bermunculan agar tidak mudah bosan ketika sedang berkumpul.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 24 Desember 2018, terinspirasi setelah rindu bermain Stars &amp; Rabbits</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/stars-and-rabbits-sebuah-permainan/">Stars &#038; Rabbits &#8211; Sebuah Permainan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/stars-and-rabbits-sebuah-permainan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
