<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>impian Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/impian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/impian/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 29 Oct 2021 16:28:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>impian Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/impian/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Untuk Apa Belajar Geografi?</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/untuk-apa-belajar-geografi/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/untuk-apa-belajar-geografi/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Oct 2021 16:25:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[bumi]]></category>
		<category><![CDATA[geografi]]></category>
		<category><![CDATA[impian]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5383</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sewaktu mengisi materi SWI Mengajar 2.0 untuk Karang Taruna di lingkungan Penulis, materi yang diinginkan oleh peserta adalah pengetahuan umum seputar negara-negara. Untuk memudahkan penyebutan, anggap saja sebagai ilmu geografi. Kebetulan, Penulis sangat menyukai geografi sejak kecil. Oleh karena itu, Penulis sangat bersemangat untuk menyiapkan materinya. Penulis ingin para anggota Karang Taruna memiliki pengetahuan umum [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/untuk-apa-belajar-geografi/">Untuk Apa Belajar Geografi?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sewaktu mengisi materi <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/swi-mengajar-2-0/">SWI Mengajar 2.0</a> untuk Karang Taruna di lingkungan Penulis, materi yang diinginkan oleh peserta adalah pengetahuan umum seputar negara-negara. Untuk memudahkan penyebutan, anggap saja sebagai ilmu geografi.</p>



<p>Kebetulan, Penulis sangat menyukai geografi sejak kecil. Oleh karena itu, Penulis sangat bersemangat untuk menyiapkan materinya. Penulis ingin para anggota <a href="https://whathefan.com/category/karang-taruna/">Karang Taruna</a> memiliki pengetahuan umum seputar geografi.</p>



<p>Lantas, terbesit satu pertanyaan yang menggelitik Penulis: Untuk apa kita belajar geografi?</p>





<h2 class="wp-block-heading">Penulis dan Geografi</h2>



<p>Meskipun Penulis adalah anak IPA, entah mengapa Penulis tertarik dengan pelajaran-pelajaran IPS. Selain <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/untuk-apa-belajar-sejarah/">sejarah</a>, Penulis juga menyukai geografi, lebih tepatnya mengetahui negara-negara yang ada di dunia.</p>



<p>Bahkan, sejak kecil Penulis sudah hobi membaca atlas dan menghafalkan di mana negara itu berada, apa ibu kotanya, hingga bentuk benderanya. Rasanya begitu menyenangkan dan mengasyikkan waktu itu.</p>



<p>Hingga kini pun Penulis masih menyukainya. Waktu ke <a href="https://whathefan.com/pengalaman/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-1/">Big Bad Wolf</a> terakhir, Penulis bahkan membeli dua atlas yang jelas jauh lebih rinci dibandingkan atlas yang Penulis miliki waktu kecil.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Alasan untuk Belajar Geografi</h2>



<p>Kesukaan Penulis dengan geografi terbantukan dengan adanya <em>channel </em>YouTube <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/its-time-to-learn-geography-now/">Geography Now.</a> <em>Channel </em>ini akan memberikan penjelasan semua negara yang diakui oleh PBB, urut mulai A hingga Z. Ketika artikel ini ditulis, <em>channel </em>tersebut sudah sampai negara Swiss.</p>



<p>Di video pertama <em>channel </em>ini, ada alasan mengapa kita perlu belajar geografi. Pembaca bisa menontonnya di bawah ini:</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Geography Now! Trailer" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/0kQQpBPuGj4?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Intinya adalah <strong>bumi ini adalah rumah kita</strong>, tempat tinggal kita. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita mempelajari &#8220;rumah&#8221; kita dan memahaminya. Bayangkan di rumah kita tidak tahu di mana letak kamar mandinya, kita pasti akan merasa kebingungan ketika ingin pipis.</p>



<p>Memiliki pengetahuan umum tentang negara-negara yang cukup rasanya perlu dimiliki oleh semua orang. Entah itu sebuah nama negara, apa ibu kotanya, apa <em>landmark </em>atau tempat wisata yang dimiliki, gunung apa yang tertinggi di dunia, dan lain sebagainya.</p>



<p>Kalau Penulis sendiri, mempelajari tentang negara-negara menjadi <strong>motivasi lebih untuk bisa punya impian pergi ke luar negeri</strong>. Dengan mengetahui bagaimana kultur dan budaya di sana, Penulis seolah sedang mempersiapkan diri jika suatu saat bisa pergi ke sana.</p>



<p>Bagi yang belum tahu, pergi ke luar negeri adalah salah satu impian Penulis yang belum tercapai. Setidaknya ada dua negara yang sangat ingin Penulis kunjungi, yakni Jepang dan Inggris. Bahkan, Penulis pernah <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-mengejar-beasiswa-dan-gagal-empat-kali/">melamar beasiswa Chevening</a> agar bisa kuliah dan tinggal di Inggris.</p>



<p>Mungkin masih banyak alasan mengapa kita perlu belajar geografi. Beberapa alasan yang Penulis kutip dari <em>Galamedia </em>adalah:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Mengetahui bagaimana bumi bekerja dan pengaruhnya terhadap kehidupan kita sehari-hari</li><li>Mengetahui tentang budaya dan gaya hidup masyarakat di belahan negara lain, serta bagaimana iklim dan tropis memengaruhi hal tersebut</li><li>Mengetahui alasan mengapa masyarakat memiliki lokasi tinggal di tempat tertentu</li><li>Lebih memahami bagaimana kita semakin saling tergantung secara global</li><li>Menghargai bumi sebagai tempat tinggal kita</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Penulis akan terus menyukai geografi, sehingga setidaknya ketika sudah punya anak nanti, Penulis bisa menyalurkan ilmu tersebut kepadanya. Deretan buku seputar geografi yang Penulis miliki juga akan menjadi media pembelajaran untuknya.</p>



<p>Meskipun sampai saat ini Penulis belum bisa mewujudkan impiannya untuk pergi ke luar negeri, Penulis memiliki keyakinan kalau suatu saat akan bisa mencapainya. Aamiin.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 29 Oktober 2021, terinspirasi setelah memberikan materi SWI Mengajar 2.0 seputar geografi</p>



<p>Foto: <a href="https://wallpaperaccess.com/earth-map">WallpaperAccess</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><a href="https://galamedia.pikiran-rakyat.com/citizen-journalism/pr-35762267/lima-alasan-pentingnya-mempelajari-geografi">Lima Alasan Pentingnya Mempelajari Geografi &#8211; Galamedia News (pikiran-rakyat.com)</a></li></ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/untuk-apa-belajar-geografi/">Untuk Apa Belajar Geografi?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/untuk-apa-belajar-geografi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perjalanan Cita-Cita Saya, Mulai Astronot hingga Menteri Pendidikan</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/perjalanan-cita-cita-saya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/perjalanan-cita-cita-saya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Aug 2021 14:54:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[astronot]]></category>
		<category><![CDATA[cita-cita]]></category>
		<category><![CDATA[dosen]]></category>
		<category><![CDATA[ilmuwan]]></category>
		<category><![CDATA[impian]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[penulis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5161</guid>

					<description><![CDATA[<p>Entah mengapa secara random Penulis ingin berbagi kronologi cita-citanya mulai kecil hingga sekarang. Kebetulan, Penulis ingat apa saja karir yang diinginkan mulai SD hingga usianya yang sudah mendekati kepala tiga ini. SD: Astronot dan Ilmuwan Penulis merasa bersyukur memiliki privilege berupa orangtua yang gemar memberikan bacaan sejak kecil. Bukunya pun semacam ensiklopedia mini dengan beragam [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/perjalanan-cita-cita-saya/">Perjalanan Cita-Cita Saya, Mulai Astronot hingga Menteri Pendidikan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Entah mengapa secara <em>random </em>Penulis ingin berbagi kronologi cita-citanya mulai kecil hingga sekarang. Kebetulan, Penulis ingat apa saja karir yang diinginkan mulai SD hingga usianya yang sudah mendekati kepala tiga ini.</p>





<h2 class="wp-block-heading">SD: Astronot dan Ilmuwan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5167" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Menjadi Astronot (<a href="https://www.spaceflightinsider.com/obituary/untethered-humanity-first-free-flying-astronaut-bruce-mccandless-passes-away-aged-80/">SpaceFlight Insider</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis merasa bersyukur <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/apa-yang-salah-dengan-privilege/">memiliki <em>privilege</em></a><em> </em>berupa orangtua yang gemar memberikan bacaan sejak kecil. Bukunya pun semacam ensiklopedia mini dengan beragam topik.</p>



<p>Menariknya, sejak kecil Penulis sudah menunjukkan ketertarikan terhadap luar angkasa. Rasanya semesta menyimpan begitu banyak misteri yang begitu indah sekaligus menakutkan.</p>



<p>Oleh karena itu, kalau tidak salah ketika kelas 2 SD, Penulis bercita-cita menjadi seorang <strong>astronot</strong>. Tidak pernah terbesit pikiran untuk menjadi dokter, tentara, guru, ataupun pekerjaan yang lebih umum di saat itu.</p>



<p>Ketika kelas 5 atau 6, Penulis sudah mulai membaca komik Seri Tokoh Dunia yang berisi tentang biografi singkat orang-orang penting. Beberapa di antaranya adalah <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kekepoan-yang-hakiki-ala-thomas-alva-edison/">Thomas Alva Edison</a>, Albert Einstein, Loius Pasteur, dan lainnya.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis sempat berangan-angan menjadi <strong>ilmuwan </strong>seperti mereka, walau belum tahu apa yang dikerjakan oleh para ilmuwan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">SMP: Penulis</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5166" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Menjadi Penulis (<a href="https://www.entrepreneur.com/article/346919">Enterpreneur</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/mengapa-kita-harus-gemar-membaca/">mulai suka membaca</a> novel ketika SMP. Beberapa novel yang Penulis baca adalah <em>Sherlock Holmes </em>dan <em>Harry Potter</em>. Tumbuhnya kesukaan membaca ini mendorong hobi baru yang masih dijalani hingga sekarang: menulis.</p>



<p><em>Draft </em>pertama novel <em><a href="https://whathefan.com/category/leonkenji/">Leon dan Kenji</a> </em>tercipta ketika ada tugas PPKN yang menyuruh muridnya untuk menunjukkan bakat apa yang dimiliki. Karena merasa tidak punya bakat lain, Penulis pun memutuskan untuk membuat sebuah cerita pendek dan berhasil mendapatkan nilai 90.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis bercita-cita untuk menjadi seorang <strong>penulis </strong>yang ternyata menjadi jalan hidupnya sekarang. Memang belum bisa menerbitkan novelnya sendiri, tapi setidaknya Penulis bisa merintis karir dari hobinya sejak SMP ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">SMA: Diplomat</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5165" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Menjadi Diplomat (<a href="https://www.goodnewsfromindonesia.id/2020/06/14/profesi-diplomat-tak-sekadar-pembawa-pesan-dari-negara">Good News From Indonesia</a>)</figcaption></figure>



<p>Selain membaca buku-buku yang berkaitan tentang luar angkasa, sejak SD Penulis juga sangat suka membaca atlas. Entah berapa ibukota dan bendera negara yang sudah Penulis hafal sejak dini.</p>



<p>Ketika duduk di bangku SMA, entah mengapa muncul dorongan untuk bisa hidup dan tinggal di luar negeri. Karena tidak punya biaya sendiri, Penulis pun coba mencari peluang pekerjaan apa yang bisa membuat Penulis mendapatkan hal tersebut.</p>



<p>Jawabannya pun adalah <strong>diplomat</strong>. Terserah tinggal di mana, yang penting Penulis bisa merasakan sensasi tinggal di negara lain selain Indonesia.</p>



<p>Ketika memilih jurusan SBMPTN, Penulis memilih jurusan Hubungan Internasional sebagai pilihan keduanya karena merasa jurusan ini bisa membawa dirinya ke cita-cita tersebut.</p>



<p>Sayangnya (atau untungnya?), takdir berkata lain. Penulis justru diterima di jurusan pilihan pertamanya: Informatika.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kuliah: Dosen dan Punya S<em>oftware House</em></h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5163" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Menjadi Dosen (<a href="https://lp2m.uma.ac.id/benefits-of-already-fulfilling-lecturer-accreditation-standards/">LP2M</a>)</figcaption></figure>



<p>Kuliah di jurusan Informatika benar-benar berbeda dari yang dibayangkan. Penulis memang suka dengan komputer sejak kecil, tapi tidak pernah bersentuhan dengan yang namanya bahasa pemograman.</p>



<p>Sejak semester awal, Penulis sudah merasa yakin kalau dirinya tidak berbakat untuk menjadi seorang <em>programmer</em> ataupun pekerjaan lain yang bersentuhan dengan itu.</p>



<p>Maka dari itu, Penulis ingin menjadi seorang <strong>dosen</strong>. Penulis sempat memiliki rencana untuk melanjutkan studi S2 dengan jurusan Manajemen Informatika. Harapannya, setidaknya Penulis bisa menjadi dosen untuk jurusan Sistem Informasi. </p>



<p>Selain itu, Penulis dan teman-temannya ingin memiliki semacam<strong> <em>software house</em></strong>. Kami sudah mencobanya, sayang kurang berhasil karena berbagai kendala.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Selepas Kuliah: Menteri Pendidikan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-5-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5164" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-5-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-5-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-5-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-5.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Pernah Punya Cita-Cita yang Sama dengan Dia (<a href="https://beritakbb.pikiran-rakyat.com/hiburan/pr-961179915/profil-biodata-dan-cerita-jerome-polin-raih-beasiswa-jepang-hingga-impian-jadi-menteri-pendidikan">Berita KBB</a>)</figcaption></figure>



<p>Anehnya, walau punya cita-cita sebagai seorang dosen, Penulis malah coba untuk <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-melamar-kerja-di-net-tv-tahap-pertama/">melamar pekerjaan di NET TV</a>. Sayangnya, Penulis gagal di babak seleksi terakhir.</p>



<p>Keinginan untuk menjadi seorang dosen pun timbul lagi. Berkat nasihat seseorang, Penulis jadi terdorong untuk mengombinasikan beberapa cita-citanya: pergi ke luar negeri untuk kuliah, lalu pulang ke Indonesia untuk menjadi seorang dosen.</p>



<p>Penulis pun sampai harus pergi ke Kampung Inggris untuk persiapan tes IELTS. Nah, saat itu Penulis sedang membaca buku karya Rhenald Khasali yang berjudul <em>Strawberry Generation</em>. </p>



<p>Buku tersebut membuat Penulis tergugah untuk bisa membantu memperbaiki pendidikan di Indonesia. Tercetuslah cita-cita yang kedengarannya sangat tinggi: <strong>Menteri Pendidikan</strong>. Cita-cita yang sama dengan <a href="https://whathefan.com/buku/kisah-jerome-polin-pada-buku-latihan-soal-mantappu-jiwa/">Jerome Polin</a>.</p>



<p>Sayangnya, kegagalan mendapatkan beasiswa secara bertubi-tubi menjatuhkan Penulis. Boro-boro jadi menteri, sekadar mendapatkan beasiswa saja tidak berhasil.</p>



<p>Dengan segala kondisinya yang penuh kelimbungan, Penulis memutuskan untuk <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-melamar-kerja-di-mainspring-technology/">merantau ke ibukota</a> dan menemukan jenjang karir yang akhirnya cocok dengan dirinya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Sebagai luluan Informatika yang tidak memiliki kemampuan <em>programming</em>, berkesempatan untuk merintis karir sebagai <em>Content Writer </em>adalah kesempatan yang luar biasa.</p>



<p>Tidak hanya itu, Penulis juga sempat mencicipi bidang pekerjaan lain seperti <em>Social Media Specialist</em> hingga <em>Apps &amp; Games Lead</em>. Karir Penulis sekarang sebagai seorang editor juga tidak lepas dari pengalaman-pengalaman tersebut.</p>



<p>Memiliki banyak cita-cita yang unik dan kerap berubah justru menjadi kebanggaan bagi Penulis. Setidaknya, cita-cita sebagai seorang penulis pada waktu SMP tersampaikan, walau dalam bentuk yang berbeda dengan bayangannya.</p>



<p>Jika ditanya apa cita-citanya sekarang, Penulis pun akan kebingungan untuk menjawabnya. Setidaknya, Penulis akan berusaha untuk terus mengembangkan diri dan karirnya. Hasilnya seperti apa, kita lihat saja nanti.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 3 Agustus 2021, terinspirasi dari pikiran <em>random </em>yang tiba-tiba muncul</p>



<p>Foto: <a href="https://www.macleayargus.com.au/story/6234470/should-you-plan-each-career-step-or-wing-it/">The Macleay Argus</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/perjalanan-cita-cita-saya/">Perjalanan Cita-Cita Saya, Mulai Astronot hingga Menteri Pendidikan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/perjalanan-cita-cita-saya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Meninggalkan Jakarta (untuk Sementara)</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/meninggalkan-jakarta-untuk-sementara/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/meninggalkan-jakarta-untuk-sementara/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2020 01:19:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[impian]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[keputusan]]></category>
		<category><![CDATA[kerja]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[pilihan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4126</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bulan September tahun 2020 menjadi bulan yang amat berat untuk Penulis. Setelah dua tahun bekerja di jalantikus.com, Penulis memutuskan untuk mengundurkan diri alias resign. Mungkin, ada beberapa yang akan menganggap Penulis nekat karena keluar dalam kondisi belum mendapatkan pekerjaan baru. Padahal, kondisi dunia sedang tidak stabil karena pandemi. Sebenarnya, Penulis sungguh menikmati lingkungan kerja di sana [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/meninggalkan-jakarta-untuk-sementara/">Meninggalkan Jakarta (untuk Sementara)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bulan September tahun 2020 menjadi bulan yang amat berat untuk Penulis. Setelah dua tahun bekerja di<a href="https://jalantikus.com/"><em> jalantikus.com</em></a>, Penulis memutuskan untuk<strong> mengundurkan diri alias <em>resign</em></strong>.</p>
<p>Mungkin, ada beberapa yang akan menganggap Penulis nekat karena keluar dalam kondisi belum mendapatkan pekerjaan baru. Padahal, kondisi dunia sedang tidak stabil karena pandemi.</p>
<p>Sebenarnya, Penulis sungguh <strong>menikmati lingkungan kerja di sana dan menikmati <em>jobdesk</em>-nya</strong>. Lantas mengapa <em>resign?</em></p>
<p>Karena satu dua hal, Penulis tidak bisa menyebutkan alasan spesifiknya di sini. Secara klise, mungkin alasannya adalah &#8220;terdapat perbedaan visi antara saya dan perusahaan&#8221;.</p>
<p>Yang jelas, Penulis sama sekali tidak menyesali keputusan ini dan yakin akan mendapatkan pengganti yang lebih baik lagi. Semua yang terjadi pasti memiliki alasan untuk terjadi.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Rencana awal, Penulis akan tetap bertahan di Jakarta sambil mencari pekerjaan baru. Sayang, keputusan Pemda Jakarta untuk memberlakukan kembali PSBB membuat Penulis memutuskan untuk pulang ke Malang hingga waktu yang belum ditentukan.</p>
<p>Mohon dimaklumi, ketika PSBB pertama kali diberlakukan, tiga bulan Penulis tidak keluar dari kamar kosnya. Daripada tidak bisa keluar lagi untuk jangka waktu yang belum ditentukan, lebih baik Penulis pulang.</p>
<p>Setelah di Malang, Penulis justru memutuskan untuk tidak kembali dulu untuk sementara waktu. Toh, Penulis sudah mendapatkan tawaran pekerjaan yang bisa dikerjakan dari rumah.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Penulis &#8220;resmi&#8221; meninggalkan Jakarta ketika pada akhir bulan Oktober memutuskan untuk keluar dari kamar kosnya. Penulis telah mengambil semua barang di sana karena merasa sayang uang yang keluar untuk membayar biaya sewa bulannanya.</p>
<p>Meninggalkan kota tersebut terasa jauh lebih berat daripada keputusan untuk <em>resign </em>dari tempat kerja. Mengapa?</p>
<p>Karena sejak kecil Penulis memiliki impian untuk kerja (dan tinggal) di kota besar. Kalau bisa, kerja di gedung tinggi. Itu semua sudah tercapai selama dua tahun terakhir.</p>
<p><strong>Dan tiba-tiba Penulis harus kembali ke Malang, meninggalkan impiannya yang sedang berjalan.</strong></p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Penulis bukannya takut tidak akan mendapatkan pekerjaan pengganti. Bahkan sekarang, alhamdulillah Penulis sudah mendapatkan gantinya walaupun hanya berstatus sebagai <em>freelance</em>.</p>
<p>Penulis hanya merasa sentimentil karena kota itu sudah memberikan banyak hal ke Penulis. Kembali ke kota asal seolah membuat Penulis melakukan <em>restart </em>pada kehidupannya.</p>
<p>Selain itu, Penulis merasa bisa banyak belajar di sana. Saat pertama kali ke sana, sangat terasa sekali <em>culture shock</em>-nya. Kemampuan adaptasi Penulis benar-benar diuji.</p>
<p>Namun pada akhirnya, Penulis sangat menikmati momen tiap momen yang Penulis lewati di sana, walau sesekali (atau sering?) <a href="https://whathefan.com/pengalaman/rasa-takut-akan-sendirian-emotional-dependency-disorder/">merasa kesepian</a> karena harus jauh dari keluarga dan teman-teman dekat.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Sebagai pelipur lara, Penulis banyak melakukan aktivitas seperti dekorasi kamar atau sering berkumpul dengan teman-teman di sini. Lumayan untuk melupakan kesedihan.</p>
<p>Lantas, sampai kapan Penulis akan tetap tinggal di Malang? Target pribadi, setidaknya sampai <strong>awal atau pertengahan tahun 2022</strong>. Semoga saja pandemi telah berakhir saat itu.</p>
<p>Sampai waktunya merantau lagi tiba, entah ke Jakarta lagi atau kota lainnya, Penulis akan <strong>membenahi dirinya</strong> dulu yang sempat berantakan selama beberapa bulan terakhir.</p>
<p>Istilah kerennya, <strong><em>recovery </em></strong>dan <strong><em>rediscovery </em></strong>diri. Menyembuhkan diri dan menemukan kembali dirinya. Mungkin Penulis akan mengulas ini lebih dalam di tulisan yang lain.</p>
<p>Penulis berusaha membuat <em>morning routine </em>untuk membuatnya lebih sehat dan produktif, belajar banyak hal baru, menambah <em>skill</em>, melakukan sesuatu yang menyenangkan bersama orang-orang tersayang, dan lain sebagainya.</p>
<p>Tentu sambil mengerjakan tanggung jawabnya sebagai <em>freelance </em>sembari menanti ada kesempatan yang lebih baik lagi.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Melalui tulisan ini, Penulis ingin mengucapkan <strong>terima kasih</strong> kepada tempat kerja beserta orang-orangnya karena telah memberikan banyak sekali pelajaran kepada Penulis, baik <em>skill </em>kerja maupun pengalaman kehidupan.</p>
<p>Dua tahun ini telah mengubah banyak sekali pandangan hidup Penulis. Jika diurai satu persatu, entah ada menjadi berapa <em>part </em>tulisan. Yang jelas, sangat banyak sehingga Penulis tidak akan pernah menyesali keputusannya untuk merantau.</p>
<p>Untuk sekarang, biarlah Penulis meninggalkan Jakarta untuk sementara. Jika rezekinya memang di sana, Penulis akan kembali suatu saat nanti.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 16 November 2020, terinspirasi dari keputusannya untuk meninggalkan Jakarta, kota yang sangat berarti untuk Penulis</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/meninggalkan-jakarta-untuk-sementara/">Meninggalkan Jakarta (untuk Sementara)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/meninggalkan-jakarta-untuk-sementara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dikecewakan Ekspektasi</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/dikecewakan-ekspektasi/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/dikecewakan-ekspektasi/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2020 16:01:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[berharap]]></category>
		<category><![CDATA[ekspektasi]]></category>
		<category><![CDATA[harapan]]></category>
		<category><![CDATA[impian]]></category>
		<category><![CDATA[karakter]]></category>
		<category><![CDATA[kecewa]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4004</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ekspektasi bisa dianggap sebagai harapan yang ingin dicapai. Mungkin banyak yang lebih mengenal lagu ini sebagai sebuah lagu dari Kunto Aji. Setiap individu memiliki ekspektasinya masing-masing di dalam hidupnya. Ada yang berekspektasi kaya raya, menikah dengan pengusaha, masuk ke universitas favorit, dan lain sebagainya. Sangat wajar jika manusia memiliki ekspektasi. Hanya saja, tak jarang pada [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/dikecewakan-ekspektasi/">Dikecewakan Ekspektasi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ekspektasi </strong>bisa dianggap sebagai harapan yang ingin dicapai. Mungkin banyak yang lebih mengenal lagu ini sebagai sebuah lagu dari Kunto Aji.</p>
<p>Setiap individu memiliki ekspektasinya masing-masing di dalam hidupnya. Ada yang berekspektasi kaya raya, menikah dengan pengusaha, masuk ke universitas favorit, dan lain sebagainya.</p>
<p>Sangat wajar jika manusia memiliki ekspektasi. Hanya saja, tak jarang pada akhirnya kita <strong>dikecewakan oleh ekspektasi yang dibuat sendiri</strong>.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Apakah Penulis pernah dikecewakan oleh ekpektasinya sendiri? Tentu pernah, sering malah. Apalagi, Penulis termasuk<a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/bagaimana-cara-mengatasi-baper/"> orang yang mudah <em>baper</em></a>.</p>
<p>Ekspektasi tidak selalu berkaitan dengan hal-hal yang bersifat materiil. Ada banyak <strong>kejadian sepele</strong> dalam kehidupan sehari-hari yang akan <strong>membuat kita berekspektasi</strong>.</p>
<p>Contoh, ketika kita berusaha memberikan kejutan kepada pacar. Kita berekspektasi pacar kita terkejut dan senang mendapatkan kejutan dari kita.</p>
<p>Ketika ternyata sang pacar mukanya flat aja dan memaksakan diri tersenyum hanya untuk menghargai upaya kita, perasaan kecewa akan muncul karena kenyataan berbeda dengan ekspektasi kita.</p>
<p>Contoh lain, ketika kita menawarkan bantuan kepada teman. Bukannya disambut, ia malah marah-marah karena merasa diremehkan. Kita akan kecewa karena kita berkekspektasi mendapatkan terima kasih, bukannya cemoohan.</p>
<p>Ada banyak sekali contoh dalam kehidupan sehari-hari yang menjadi bukti kalau kita bisa mudah dikecewakan oleh ekspektasikan sendiri.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Dalam tulisan <a href="https://whathefan.com/karakter/peduli-dengan-ikhlas-itu-berat/"><em>Peduli dengan Ikhlas Itu Berat</em></a>, Penulis menyebutkan kalau berbuat baik tanpa mengharapkan apapun itu berat. Penulis sendiri kadang masih merasa pamrih walau hanya berekspektasi mendapatkan respon yang diinginkan.</p>
<p>Demi menghindari munculnya rasa kecewa, kita harus bisa <strong>menekan ekspektasi</strong> tersebut. Mungkin tidak bisa dihilangkan total, tapi setidaknya kadarnya dikurangi.</p>
<p>Kalau misal ingin membuat kejutan untuk pacar, ya sudah buat aja kejutannya tanpa berharap yang muluk-muluk. Setidaknya, niat untuk membuatnya bahagia telah terlaksana.</p>
<p>Kalau misal ingin menawarkan bantuan untuk teman, ya sudah tawarkan saja tanpa mengharapkan akan mendapatkan respon yang positif. Mungkin dianya memang bukan tipe orang yang suka dibantu.</p>
<p>Secara teori hal ini mudah dilakukan. Secara praktik? Susahnya luar biasa.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Bagaimana dengan ekspektasi-ekspektasi lain seperti ingin <a href="https://whathefan.com/pengalaman/salah-jurusan-sampai-lulus/">kuliah di jurusan yang telah didambakan</a>? Pendekatannya berbeda, karena pasti kita akan menanamkan harapan yang besar di sana.</p>
<p>Untuk menghadapi ekspektasi seperti itu, yang bisa kita lakukan (selain tidak berharap berlebihan) adalah meyakini <strong>ada sebuah hikmah di balik semua peristiwa</strong>. Bahasa Inggrisnya, <em>every cloud has a silver lining</em>.</p>
<p>Yang perlu dicatat adalah setiap ekspektasi harus diiringi dengan usaha (dan doa) yang seimbang. Kalau mau kuliah di kampus favorit, ya berarti harus belajar dengan giat.</p>
<p>Jika kenyatannya harus tersingkir karena kalah dengan orang-orang yang punya <em><a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/yang-salah-dari-privilege/">privilege</a>, </em>ya pasti kecewa. Tapi kita harus yakin kalau kejadian tersebut adalah yang terbaik untuk kita.</p>
<p>Berekspektasi untuk mendapatkan pasangan pengusaha? Ya ngaca dulu dan <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/saling-memantaskan-diri/">pantaskan dirimu</a> terlebih dahulu. Berekspektasi jadi kaya raya? Ya <a href="https://whathefan.com/karakter/bahaya-mager-dan-apatis/">jangan kebanyakan <em>mager</em></a>.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Tulisan ini jadi juga karena Penulis baru saja dikecewakan oleh ekspektasinya sendiri. Bahkan, hal ini telah berulang berkali-kali. Penulis saja yang terlalu tolol untuk mengulangi kesalahan yang sama.</p>
<p>Penulis juga masih mencari-cari cara bagaimana kita bisa menekan ekspektasi diri karena harapan itu sudah menjadi bagian dari hidup manusia.</p>
<p>Tidak ada yang salah dari ekspektasi. Yang salah adalah jika kita <strong>berekspektasi terlalu banyak</strong>. Semakin banyak kita berkekspektasi, semakin besar peluang kita untuk merasa kecewa jika yang diekspektasikan tidak benar-benar terjadi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 16 Juli 2020, terinspirasi setelah dikecewakan oleh ekspektasi sendiri</p>
<p>Foto: <a href="https://unsplash.com/@mili_vigerova?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Milada Vigerova</a> on <a href="https://unsplash.com/s/photos/cry?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/dikecewakan-ekspektasi/">Dikecewakan Ekspektasi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/dikecewakan-ekspektasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seandainya Mendapatkan 80 Juta</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/seandainya-mendapatkan-80-juta/</link>
					<comments>https://whathefan.com/renungan/seandainya-mendapatkan-80-juta/?noamp=mobile#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jan 2019 23:00:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[aksi]]></category>
		<category><![CDATA[andai]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[impian]]></category>
		<category><![CDATA[kerja]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[tindakan]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=2014</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seandainya aku mendapatkan 80 juta, aku akan membangun perpustakaan pribadi yang tak kalah lengkap dari koleksi bung Hatta yang jumlahnya mencapai 40 ribu buku itu. Seandainya aku mendapatkan 80 juta, aku akan memilih untuk menginvestasikannya sebagai tabunganku di masa depan. Seandainya aku mendapatkan 80 juta, aku akan memberangkatkan kedua orangtuaku umroh atau bahkan haji dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/seandainya-mendapatkan-80-juta/">Seandainya Mendapatkan 80 Juta</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Seandainya aku mendapatkan 80 juta, aku akan membangun perpustakaan pribadi yang tak kalah lengkap dari koleksi bung Hatta yang jumlahnya mencapai 40 ribu <a href="http://whathefan.com/category/buku/">buku</a> itu.</p>
<p>Seandainya aku mendapatkan 80 juta, aku akan memilih untuk menginvestasikannya sebagai tabunganku di masa depan.</p>
<p>Seandainya aku mendapatkan 80 juta, aku akan memberangkatkan kedua orangtuaku umroh atau bahkan haji dengan travel yang paling nyaman dan terpercaya.</p>
<p>Seandainya aku mendapatkan 80 juta, aku akan membelikan adik-adikku barang-barang yang mereka inginkan selama ini, entah sepatu bola basket mahal maupun <em>jersey</em> <a href="http://whathefan.com/sosialpolitik/hiperinflasi-pada-sepakbola/">sepakbola</a> asli tim favorit mereka.</p>
<p>Seandainya aku mendapatkan 80 juta, aku akan menyumbangkannya kepada orang-orang fakir yang lebih membutuhkan dan anak-anak yatim piatu yang mendambakan kasih sayang,</p>
<p>Seandainya aku mendapatkan 80 juta, aku akan membeli banyak aksesoris <a href="http://whathefan.com/animekomik/impian-adanya-wayang-versi-anime/">wayang</a> yang selama ini selalu kuinginkan untuk dipajang di  dalam kamar.</p>
<p>Seandainya aku mendapatkan 80 juta, aku akan pergi liburan ke Jepang atau <a href="http://whathefan.com/pengalaman/terobsesi-oleh-inggris/">Inggris</a>, mengunjungi tempat-tempat yang selama ini hanya bisa kupandang melalui fotonya.</p>
<p>Seandainya aku mendapatkan 80 juta, aku akan membeli <a href="http://whathefan.com/tips-motivasi/filosofi-merakit-gundam/">Gundam</a>, <em>action figure</em>, monopoli, dan mainan-mainan lainnya yang telah lama ingin aku jadikan sebagai koleksi.</p>
<p>Seandainya aku mendapatkan 80 juta, aku akan membangun sebuah bangunan sederhana sebagai tempat <a href="http://whathefan.com/category/karang-taruna/">Karang Taruna</a> berkumpul, entah untuk rapat ataupun sekadar bermain.</p>
<p>Seandainya aku mendapatkan 80 juta, aku akan membeli berbagai gawai yang selama ini telah kuidam-idamkan.</p>
<p>Seandainya aku mendapatkan 80 juta, aku akan menggunakannya sebagai modal usaha yang selama ini telah berada di dalam angan-anganku.</p>
<p><strong>Akan tetapi&#8230;</strong></p>
<p>Seandainya aku berhenti berandai-andai dan mulai bekerja lebih cerdas, semua itu sangat mungkin digapai.</p>
<p>Seandainya aku berhenti berandai-andai dan mulai belajar lebih giat, semua itu sangat bisa untuk diraih walaupun bukan sekarang.</p>
<p>Seandainya aku berhenti berandai-andai dan mulai bertindak, semua itu bisa dikejar sebanding dengan usaha yang telah dikeluarkan.</p>
<p>Seandainya aku berhenti berandai-andai dan mulai menetapkan target-target untuk beberapa waktu ke depan, kakiku tidak akan melangkah menuju ketidakpastian.</p>
<p>Seandainya aku berhenti berandai-andai dan mulai meyakini bahwa impian yang telah tertulis di atas harus berhasil dicapai, maka aku harus berhenti bermalas-malasan dan mulai berjuang lebih baik, lebih keras, lebih cerdas lagi dari sekarang.</p>
<p>Tidak ada lagi berandai-andai, <strong>karena impian akan menjadi percuma apabila tidak diiringi aksi yang nyata untuk mewujudkannya.</strong></p>
<p><em>Stop wishing, start acting.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 7 Januari 2019, terinspirasi dari tarif salah satu artis yang tertangkap karena prostitusi online</p>
<p>Foto: <a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="http://batman.wikia.com/wiki/File:Joker_money.jpg" target="_blank" rel="noopener" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiw6eyygdzfAhXNWysKHfu1DNkQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Batman Wiki &#8211; Fandom</span></a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/seandainya-mendapatkan-80-juta/">Seandainya Mendapatkan 80 Juta</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/renungan/seandainya-mendapatkan-80-juta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dulu Kerja di Mana?</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/dulu-kerja-di-mana/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/dulu-kerja-di-mana/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Dec 2018 18:00:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[benang merah]]></category>
		<category><![CDATA[impian]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Tikus]]></category>
		<category><![CDATA[kerja]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan hidup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1890</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pertanyaan ini sering penulis dapatkan sejak tinggal dan bekerja di Jakarta dan, hehe, terkadang penulis merasa bingung harus menjawab seperti apa. Bukan karena belum pernah bekerja, melainkan karena tak tahu bagaimana harus menjelaskan perjalanan penulis setelah lulus. Melalui tulisan ini, penulis berharap bisa memberikan jawaban yang terbaik bagi yang penasaran (jika ada). Jadi, siap-siap membaca [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/dulu-kerja-di-mana/">Dulu Kerja di Mana?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan ini sering penulis dapatkan sejak tinggal dan bekerja di Jakarta dan, hehe, terkadang penulis merasa bingung harus menjawab seperti apa. Bukan karena belum pernah bekerja, melainkan karena tak tahu bagaimana harus menjelaskan perjalanan penulis setelah lulus.</p>
<p>Melalui tulisan ini, penulis berharap bisa memberikan jawaban yang terbaik bagi yang penasaran (jika ada). Jadi, siap-siap membaca sebuah dongeng tentang seorang anak lulusan Informatika setelah mendapatkan gelar sarjananya.</p>
<h3>Kerja di NET TV Kayaknya Asyik</h3>
<p>Mungkin sama seperti para lulusan lainnya, hal yang dilakukan oleh penulis setelah lulus adalah mencari beberapa lowongan pekerjaan melalui acara Job Fair. Penulis sempat ikut tes kerja Paragon dan Frissian Flag, walaupun dilakukan dengan setengah hati.</p>
<p>Kenapa setengah hati? Karena penulis sama sekali tidak tertarik kerja di perusahaan industri seperti itu. Penulis ingin kerja di bidang industri kreatif, media, penerbitan, atau menjadi seorang dosen. Oleh karena itu, penulis memutuskan untuk ikut <a href="http://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-melamar-kerja-di-net-tv-tahap-pertama/">tes kerja di <strong>NET TV</strong></a>, yang waktu itu sedang ramai.</p>
<p><div id="attachment_1893" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1893" class="size-large wp-image-1893" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG_6040-1024x339.jpg" alt="" width="1024" height="339" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG_6040-1024x339.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG_6040-300x99.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG_6040-768x254.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG_6040-356x118.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG_6040.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1893" class="wp-caption-text">Suasana Tes NET TV</p></div></p>
<p>Walaupun berhasil sampai tahap terakhir (wawancara), ternyata penulis belum berjodoh dengan perusahaan tersebut. Sempat depresi beberapa hari, penulis memutuskan untuk membantu ayah penulis di tempatnya bekerja.</p>
<h3>Mencoba Meraih Impian Kembali</h3>
<p>Kebetulan, apartemen yang hendak dibangun sedang ingin <em>re-branding </em>hingga perusahaan tersebut meminta bantuan konsultan <em>marketing communication</em>. Di bagian inilah penulis bekerja sebagai Social Media Specialist sekaligus Web Developer sekaligus Content Writer.</p>
<p>Sekitar empat bulan penulis bekerja di sana, mulai bulan April hingga Agustus. Alasan berhentinya, mungkin pembaca akan terkejut, adalah karena ingin fokus menyiapkan <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/menghayati-kemerdekaan-melalui-karang-taruna/"><strong>rangkaian acara peringatan 17 Agustus</strong></a> di tempat tinggal penulis.</p>
<p><div id="attachment_1895" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1895" class="size-large wp-image-1895" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/the-bizsquare-night-scene-50-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/the-bizsquare-night-scene-50-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/the-bizsquare-night-scene-50-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/the-bizsquare-night-scene-50-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/the-bizsquare-night-scene-50-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/the-bizsquare-night-scene-50.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1895" class="wp-caption-text">BiZ Square Apartment</p></div></p>
<p>Sebagai ketua Karang Taruna, penulis bertanggungjawab memastikan acara akan berlangsung dengan baik, mulai dari lomba-lomba hingga malam tasyakuran. Memang ada ketua panitia, tapi tetap butuh didampingi karena masih SMA.</p>
<p>Selain itu, setelah diskusi panjang dengan pak Teddy (pemilik PT TDS yang menjadi konsultan <em>marcomm </em>di apartemen ayah penulis), penulis ingin mencoba meraih kembali cita-cita penulis untuk bisa kuliah di luar negeri.</p>
<p>Sewaktu awal kuliah, penulis memajang foto kampus-kampus luar negeri di depan meja penulis untuk motivasi belajar. Sayang, setelah berhadapan dengan realita, impian tersebut harus terkubur pelan-pelan. Pertemuan dengan pak Teddy membuat penulis ingin mencoba lagi untuk meraih mimpi tersebut.</p>
<h3>Belajar Bahasa Inggris Hingga ke Pare</h3>
<p>Salah satu syarat untuk bisa mendapatkan beasiswa ke luar negeri adalah memiliki sertifikat <strong>IELTS</strong>. Oleh karena itu, penulis mengambil kursus di Malang. Akan tetapi, karena merasa sangat kurang, penulis bersama satu teman kuliah penulis memutuskan untuk pergi ke kampung Inggris, Pare.</p>
<p>Penulis mengambil kelas khusus persiapan IELTS di <strong>TEST English School</strong>. Hanya saja, karena penulis sudah berada di Pare dua minggu sebelum kelas dibuka, penulis mengambil kursus di tempat lain dulu, yakni <strong>Global English</strong> dan <strong>Mr. Bob</strong>.</p>
<p>Total empat bulan penulis berada di sana, mulai akhir Agustus hingga awal Desember. Selain belajar di tempat kursus, penulis juga belajar sendiri. Penulis mengambil target akan melakukan tes pada bulan Desember 2017.</p>
<p><div id="attachment_1896" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1896" class="size-large wp-image-1896" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG_9586-1024x683.jpg" alt="" width="1024" height="683" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG_9586-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG_9586-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG_9586-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG_9586-356x237.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG_9586.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1896" class="wp-caption-text">Teman Seperjuangan Pemburu Beasiswa</p></div></p>
<p>Sebelum mengambil tes, penulis sudah mencoba untuk mendaftar beasiswa <strong>Chevening</strong>, beasiswa bagi yang ingin melanjutkan studi di Inggris. Pada awal November, penulis ke Yogya untuk menghadiri EHEF European Fair, pameran edukasi kampus-kampus Eropa.</p>
<p>Chevening mengharuskan kita memilih tiga kampus ketika mendaftar, dan dua di antaranya hadir pada even tersebut. Mereka adalah <strong>University of Reading </strong>dan <strong>Manchester Metropolitan University</strong>.</p>
<p>Penulis banyak bertanya tentang bagaimana mendapatkan <em>Letter of Acceptance</em> dan lain-lain. Mereka sangat ramah dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan penulis. Sepulang dari Yogya, penulis mendaftar di kampus-kampus tersebut dan berhasil mendapatkan <em>LoA conditional </em>karena belum memiliki sertifikat IELTS.</p>
<h3>Setelah Mendapatkan Sertifikat IELTS</h3>
<p>Pertengahan Desember, penulis akhirnya mengambil tes IELTS di Yogyakarta. Pemilihan lokasi tes yang jauh dari rumah adalah karena dua hal: satu, mengikuti saran yang sudah pernah tes; dua, mengikuti perasaan.</p>
<p>Setelah menunggu hasilnya dalam waktu dua minggu (sekitar pertengahan Januari 2018), penulis mendapatkan nilai <strong>6.5</strong>, syarat rata-rata minimum bagi pengambil beasiswa. Berkat sertifikat ini, penulis berhasil mendapatkan <em>LoA unconditional </em>dari University of Reading.</p>
<p>Kampus sudah dapat, sertifikat IELTS sudah dapat, hanya tinggal satu yang belum dapat: beasiswanya. Sayang, belum rezeki penulis untuk melanjutkan studinya di <a href="http://whathefan.com/pengalaman/terobsesi-oleh-inggris/">Inggris</a>.</p>
<p><div id="attachment_1892" style="width: 630px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1892" class="size-full wp-image-1892" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/5991931412_72263a8235_b2-620x330.jpg" alt="" width="620" height="330" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/5991931412_72263a8235_b2-620x330.jpg 620w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/5991931412_72263a8235_b2-620x330-300x160.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/5991931412_72263a8235_b2-620x330-356x189.jpg 356w" sizes="(max-width: 620px) 100vw, 620px" /><p id="caption-attachment-1892" class="wp-caption-text">Henley Business School, University of Reading</p></div></p>
<p>Penulis memutuskan untuk mencari beasiswa lainnya. Target selanjutnya adalah <strong>New Zealand ASEAN Scholarship (NZAS)</strong>. Sayang, kali ini juga belum lolos. Selanjutnya penulis mencoba beasiswa <strong>Ignacy Lukasiewicz </strong>dari Polandia, masih belum lolos juga.</p>
<p>Gagal tiga kali secara berturut-turut lumayan membuat penulis merasa <em>down</em>. Apalagi, penulis mencurahkan fokus untuk berburu beasiswa selama berbulan-bulan (selain mempersiapkan <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/tim-transisi-gen-x-swi/">kaderisasi dan pergantian kepengengurusan Karang Taruna</a>) hingga sama sekali tidak melirik lowongan pekerjaan yang ada.</p>
<p>Untunglah, penulis melamar menjadi <em>volunteer </em>Asian Games ketika sedang berada di Pare.</p>
<h3>Awal Kehidupan di Jakarta</h3>
<p>Penulis jadi kerap bolak-balik Malang-Jakarta gara-gara harus mengikuti serangkaian pelatihan sebagai <em>volunteer</em>. Tapi berkat itu, penulis jadi tahu sedikit-sedikit tentang lokasi-lokasi di Jakarta, karena penulis melakukan eksplorasi ketika memiliki waktu luang.</p>
<p>Sebelum berangkat ke Jakarta pada bulan Agustus, penulis menyelesaian beberapa urusan. Salah satunya adalah pergantian pengurus Karang Taruna, sehingga penulis bisa tenang meninggalkan <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/kelahiran-gen-x-swi/">organisasi yang telah dirintis sejak 2016</a> ini.</p>
<p>Terhitung mulai bulan Agustus hingga September, penulis berkonsentrasi penuh mengabdikan diri menjadi seorang <em>volunteer</em>. Untuk kisahnya sendiri telah penulis tulis sebanyak <a href="http://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-menjadi-volunteer-asian-games-awal-dari-segalanya/">7 bagian di blog ini</a>.</p>
<p><div id="attachment_1894" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1894" class="size-large wp-image-1894" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/photo_2018-08-30_21-48-57-1-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/photo_2018-08-30_21-48-57-1.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/photo_2018-08-30_21-48-57-1-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/photo_2018-08-30_21-48-57-1-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/photo_2018-08-30_21-48-57-1-356x200.jpg 356w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1894" class="wp-caption-text">Teman-Teman Volunteer</p></div></p>
<p>Setelah selesai menunaikan tugas, penulis memutuskan untuk tinggal di Jakarta, menumpang di rumah tante. Penulis memutuskan untuk mencari pekerjaan di Jakarta, menepikan sementara impian penulis untuk melanjutkan kuliah di luar negeri.</p>
<p>Dengan menerapkan metode <em>brute force</em>, penulis melamar kerja di berbagai tempat. Setelah satu setengah bulan, pada akhirnya penulis mendapatkan pekerjaan di <strong>Mainspring Technology </strong>sebagai <strong>Content Writer</strong> <a href="http://jalantikus.com">jalantikus.com</a>.</p>
<h3>Benang Merah Pada Perjalanan Hidup Penulis</h3>
<p><em>Every cloud has a silver lining</em>. Semua yang terjadi pasti memiliki hikmah di baliknya. Penulis percaya apa yang selama ini penulis alami dan jalani memiliki maknanya masing-masing.</p>
<p>Jika ditarik ke belakang, semua perjalanan hidup penulis tersambung oleh benang merah, Secara singkat, bisa dituliskan seperti ini.</p>
<blockquote><p>Lulus -&gt; Melamar di NET -&gt; Gagal, sempat depresi -&gt; Menawarkan diri untuk membantu ayah -&gt; Bertemu dengan Pak Teddy -&gt; Memutuskan untuk lanjut kuliah di luar negeri -&gt; Ambil persiapan IELTS di Pare -&gt; Diajak teman di Pare menjadi <em>volunteer</em> Asian Games -&gt; Gagal mendapatkan beasiswa tiga kali -&gt; Menjadi <em>volunteer </em>Asian Games di Jakarta -&gt; Memutuskan mencari kerja di Jakarta -&gt; Bekerja di Mainspring Technology</p></blockquote>
<p>Selain itu, penulis memulai menulis blog juga terinspirasi dari teman di Pare. Dengan adanya blog ini, mungkin jadi bahan pertimbangan perusahaan untuk menerima penulis. Setidaknya, penulis tidak kebingungan ketika diminta untuk menyerahkan contoh portofolio.</p>
<p>Lantas, apakah penulis menyerah dengan impiannya untuk kuliah di luar negeri? Tentu tidak. Penulis hanya menundanya untuk sementara waktu. Mungkin, Tuhan menyuruh penulis untuk bekerja terlebih dahulu sebelum kuliah lagi.</p>
<p>Sekarang, penulis mau fokus melakukan yang terbaik untuk pekerjaan penulis. Penulis akan menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari tempat kerja penulis. Penulis tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan dan kepercayaan yang telah diberikan kepada penulis, setelah melalui proses panjang tersebut.</p>
<p>Jika ada yang bertanya &#8220;dulu kerja di mana?&#8221; lagi, mungkin penulis akan menjawab &#8220;kawan, bersiaplah mendengarkan sebuah kisah yang cukup panjang&#8221;.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 29 Desember 2018, terinspirasi dari banyaknya yang mengajukan pertanyaan tersebut ke penulis</p>
<p>Foto: <a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 xLon9 _3l__V _1CBrG" href="https://unsplash.com/@rawpixel">rawpixel</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/dulu-kerja-di-mana/">Dulu Kerja di Mana?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/dulu-kerja-di-mana/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terobsesi Oleh Inggris</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/terobsesi-oleh-inggris/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/terobsesi-oleh-inggris/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Feb 2018 17:02:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Chevening]]></category>
		<category><![CDATA[impian]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[LoA. kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester Metropolitan University]]></category>
		<category><![CDATA[Union Jack]]></category>
		<category><![CDATA[United Kingdom]]></category>
		<category><![CDATA[University of Birkbeck]]></category>
		<category><![CDATA[University of Reading]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=422</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dilihat dari gambar yang tertera sebagai gambar utama, nampak penulis sangat menyukai Inggris. Mulai dari wallpaper laptop, tepak, selimut, seprei hingga kursi semua bermotif Union Jack. Belum lagi jam dinding yang tidak masuk ke dalam frame. Lantas mengapa penulis begitu terobsesi dengan negara Ratu Elizabeth tersebut? Mungkin alasan pertama, suka dengan motif benderanya. Sebagai penggemar hal-hal unik, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/terobsesi-oleh-inggris/">Terobsesi Oleh Inggris</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dilihat dari gambar yang tertera sebagai gambar utama, nampak penulis sangat menyukai Inggris. Mulai dari <em>wallpaper</em> laptop, tepak, selimut, seprei hingga kursi semua bermotif <em>Union Jack</em>. Belum lagi jam dinding yang tidak masuk ke dalam <em>frame</em>. Lantas mengapa penulis begitu terobsesi dengan negara Ratu Elizabeth tersebut?</p>
<p>Mungkin alasan pertama, suka dengan motif benderanya. Sebagai penggemar hal-hal unik, jelas bendera Inggris Raya masuk ke dalam kategori tersebut. Sebenarnya Nepal juga memiliki bendera yang unik, sayangnya agak susah mencari aksesori bercorak bendera Nepal.</p>
<p>Alasan kedua, sekaligus alasan utama, penulis adalah penggemar berat serial Mr. Bean sejak kecil. Kesukaan akan kotanya, kehidupan masyarakat di sana seperti yang tercermin pada keseharian tokoh yang diperankan oleh Rowan Atkinson tersebut, melekat pada memori penulis hingga sekarang.</p>
<p><strong>Bermimpi Ke Inggris</strong></p>
<p>Sebenarnya penulis hanya berani berkhayal ke sana, tanpa tahu bagaimana bisa meraih impian tersebut. Lantas, setelah berbagai kejadian yang terjadi (bisa dibaca di cerpen Titik-Titik Kehidupan), penulis menemukan bahwa salah satu caranya adalah dengan melanjutkan studi ke sana. Karena biaya kuliah di sana sama dengan satu unit Innova (belum termasuk biaya hidup, tiket pesawat, dan lain-lain), maka penulis harus bisa mendapatkan beasiswa.</p>
<p>Beruntung, ketika sedang persiapan untuk tes IELTS di Kampung Inggris, Pare, penulis mengetahui beasiswa <em>Chevening </em>dari pemerintah Inggris. Dengan modal nekat (karena dibutuhkan pengalaman kerja dua tahun, dan penulis hanya menggunakan pengalaman dari <em>startup</em>), penulis mendaftar beasiswa tersebut dengan tiga pilhan kampus, <em>University of Reading</em>, <em>University of Birkbeck, </em>dan <em>Manchester Metropolitan University </em>dengan jurusan <em>Information Management/Information System.</em></p>
<p><div id="attachment_424" style="width: 759px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-424" class="size-full wp-image-424" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/chevening_logo_solas_2-750x400.jpg" alt="" width="749" height="181" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/chevening_logo_solas_2-750x400.jpg 749w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/chevening_logo_solas_2-750x400-300x72.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/chevening_logo_solas_2-750x400-356x86.jpg 356w" sizes="(max-width: 749px) 100vw, 749px" /><p id="caption-attachment-424" class="wp-caption-text">Chevening Scholarship (https://www.arch2o.com/chevening-scholarships-applications-open-20172018-chevening-awards/)</p></div></p>
<p>Awal November tahun kemarin, setelah melakukan pendaftaran <em>Chevening</em>, penulis pergi ke Yogyakarta untuk datang ke acara <em>education fair</em> untuk bertemu dengan perwakilan dari <em>Reading </em>dan <em>Manchester</em>. Di sana penulis bercerita bahwa telah memilih kampus-kampus tersebut untuk beasiswa <em>Chevening</em>.</p>
<p>Entah karena telah bertemu dengan mereka atau memang karena berkas-berkas penulis memenuhi syarat, penulis berhasil mendapatkan <em>LoA </em>dari kedua kampus tersebut.</p>
<p><strong>Ujian Pertama</strong></p>
<p><em>LoA </em>yang didapatkan penulis masih bersifat <em>conditional</em>, yang artinya masih bersyarat. Agar berubah menjadi <em>unconditional</em>, penulis harus mengirimkan sertifikat IELTS di atas 6.5 dan surat rekomendasi dari dosen ataupun atasan. Surat rekomendasi sudah dikantongi berkat komunikasi yang intens dengan dosen pembimbing skripsi dan atasan selama penulis kerja di Surabaya. Artinya, kurang nilai IELTS, sesuatu yang penulis tekuni selama empat bulan.</p>
<p>Dengan alasan <em>feeling </em>dan saran dari beberapa orang, penulis memutuskan untuk melakukan tes di Yogyakarta bersama seorang teman penulis sejak kuliah. Alhamdulillah, dua minggu setelah tes, penulis berhasil mendapatkan nilai yang dibutuhkan untuk mencari beasiswa.</p>
<p><strong>Bukan Akhir dari Mimpi</strong></p>
<p>Setelah mendapatkan <em>LoA unconditional, </em>nilai IELTS dan paspor, maka penulis melakukan <em>update </em>terhadap lamaran beasiswa penulis di situs <em>Chevening</em> dengan harapan bisa memperbesar peluang untuk lolos ke tahap wawancara.</p>
<p>Sayang, belum rezeki penulis untuk terbang ke Inggris.</p>
<p>Padahal, tiga hari sebelum pengumuman, penulis bertemu dengan Irem Oscoy, perwakilan dari <em>University of Reading</em>, di JW Marriot Surabaya dalam acara <em>education fair </em>juga. Di sana penulis bertanya tentang ini itu, termasuk bagaimana memberitahukan kepada pihak kampus bahwa kita tidak bisa membayar deposit awal karena masih menunggu beasiswa.</p>
<p><div id="attachment_425" style="width: 630px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-425" class="size-full wp-image-425" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/5991931412_72263a8235_b2-620x330.jpg" alt="" width="620" height="330" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/5991931412_72263a8235_b2-620x330.jpg 620w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/5991931412_72263a8235_b2-620x330-300x160.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/5991931412_72263a8235_b2-620x330-356x189.jpg 356w" sizes="(max-width: 620px) 100vw, 620px" /><p id="caption-attachment-425" class="wp-caption-text">Henley, University of Reading (https://sparknewspaper.co.uk/news/henley-business-school-rises-in-the-rankings/)</p></div></p>
<p>Tidak apa-apa, masih ada 999 jalan lain menuju Inggris. Bagaimana caranya, penulis belum tahu, setidaknya penulis tidak akan menyerah untuk menemukan ke 999 jalan tersebut. Berhenti percaya terhadap mimpi bukanlah pilihan penulis, walaupun jalan terjal harus dilalui untuk itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 21 Februari 2018, setelah <em>sharing </em>dengan Nabilla, Angela, dan Claudia perihal <em>next step </em>yang harus diambil</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/terobsesi-oleh-inggris/">Terobsesi Oleh Inggris</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/terobsesi-oleh-inggris/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
