<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>investasi Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/investasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/investasi/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Sep 2024 13:50:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>investasi Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/investasi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Membaca Ngomongin Uang</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-ngomongin-uang/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-ngomongin-uang/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Sep 2024 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan diri]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7919</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam beberapa tahun terakhir, keuangan menjadi salah satu topik yang sedang banyak dipelajari mengingat usia Penulis sekarang sudah berkepala tiga. Meskipun bisa dibilang terlambat, rasanya tidak ada salahnya untuk tetap mempelajarinya. Sumber-sumber belajar keuangan pun tentu dari banyak medium, mulai dari YouTube, media sosial, hingga buku. Salah satu buku yang pernah Penulis baca adalah The [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-ngomongin-uang/">[REVIEW] Setelah Membaca Ngomongin Uang</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dalam beberapa tahun terakhir, keuangan menjadi salah satu topik yang sedang banyak dipelajari mengingat usia Penulis sekarang sudah berkepala tiga. Meskipun bisa dibilang terlambat, rasanya tidak ada salahnya untuk tetap mempelajarinya.</p>



<p>Sumber-sumber belajar keuangan pun tentu dari banyak medium, mulai dari YouTube, media sosial, hingga buku. Salah satu buku yang pernah Penulis baca adalah <em><a href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-the-psychology-of-money/">The Psychology of Money</a></em> karya Morgan Housel. Sayangnya, Penulis merasa buku ini kurang praktis untuk diterapkan dalam keseharian.</p>



<p>Nah, waktu tahu akun Instagram Ngomongin Uang akan menerbitkan sebuah buku tentang keuangan, Penulis langsung merasa tertarik karena telah mengikuti akun tersebut cukup lama dan senang dengan ulasan-ulasan yang mereka buat. </p>



<p>Hasilnya, timbul perasaan menyesal karena harusnya Penulis membaca buku seperti ini bertahun-tahun yang lalu.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1-356x178.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1.jpg 1280w " alt="Bagian 8 Kota Tua, Sekali Lagi" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/distopia-bagi-kia/bagian-8-kota-tua-sekali-lagi/">Bagian 8 Kota Tua, Sekali Lagi</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Buku Ngomongin Uang</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: <em>Ngomongin Uang: Menjadi &#8216;Kaya&#8221; Versi Kamu Sendiri</em></li>



<li>Penulis: Glenn Ardi</li>



<li>Penerbit: Penerbit Buku Kompas</li>



<li>Cetakan:</li>



<li>Tanggal Terbit:</li>



<li>Tebal: 244 halaman</li>



<li>ISBN: 9786231606204</li>



<li>Harga: Rp125.000</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Sinopsis Buku Ngomongin Uang</h2>



<p><em>Kekayaan sering kali bukan hanya soal uang atau status sosial. Kekayaan yang sesungguhnya bersifat sangat personal, karena setiap orang mendefinisikan kesuksesan dan kebahagiaannya dengan cara yang berbeda. </em></p>



<p><em>Namun, apa pun definisi kekayaan bagi kamu, UANG adalah alat ukur dan kendaraan yang bisa membawamu mencapai tujuan. Karena itulah, memahami keuangan adalah hal yang fundamental dalam membangun kehidupan terbaik versi kamu. Buku ini hadir untuk kamu yang merasa keuangannya mandek, kamu yang overthinking dan terus membandingkan dirimu dengan kesuksesan orang lain, dan kamu yang merasa masa depan keuangan kamu suram—Yuk, kita Ngomongin Uang! </em></p>



<p><em>Karena ngomongin uang telah mengubah hidup saya! Membuat hidup saya lebih terencana, memberi rasa aman, kedamaian, kebebasan, sekaligus rasa kecukupan. Buku ini bukan soal motivasi sukses atau cara cepat kaya, tetapi buku ini akan membuat kamu menjadi ‘KAYA’ versi kamu sendiri. </em></p>



<h2 class="wp-block-heading">Isi Buku Ngomongin Uang</h2>



<p>Sesuai dengan judulnya, buku <em>Ngomongin Uang </em>akan membahas tentang uang dari banyak sudut pandang. Buku ini membahas banyak hal yang sebenarnya cukup generik, mulai dari sejarah uang, cara-cara mendapatkan uang, penjelasan tentang investasi, dan lain sebagainya.</p>



<p>Buku ini terdiri dari 13 bab yang menarik dan dilengkapi dengan ilustrasi-ilustrasi menarik yang digambar oleh Ariawan. Masing-masing bab memiliki kedalaman yang bervariasi, tergantung seberapa panjang topik yang dibahas. Ketigabelas bab tersebut adalah:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Bab 1: Cerita Terbentuknya Uang</li>



<li>Bab 2: Nilai Uang yang Selalu Berubah</li>



<li>Bab 3: Tahap Prioritas Keuangan</li>



<li>Bab 4: Ciri Khas Calon Orang Kaya</li>



<li>Bab 5: Perhatikan Pengeluaran Kamu</li>



<li>Bab 6: Jalan Menuju Kekayaan</li>



<li>Bab 7: Memaknai Arti Kekayaan</li>



<li>Bab 8: Kaya Menurut Versi Kamu Sendiri</li>



<li>Bab 9: Investasi Itu untuk Apa? </li>



<li>Bab 10: Gimana Caranya Beli Rumah?</li>



<li>Bab 11: Perlukah Membeli Mobil?</li>



<li>Bab 12: Fenomena Sandwich Generation</li>



<li>Bab 13: Hidup Tanpa Bekerja Lagi</li>



<li>Penutup: Apakah Saat Ini Saya Sudah Kaya?</li>
</ul>



<p>Secara singkat, dua bab pertama membantu kita memahami apa itu uang dan mengapa benda tersebut bisa menjadi sesuatu yang sangat penting, bahkan &#8220;dituhankan&#8221; oleh sebagian manusia. Sebagai <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/untuk-apa-belajar-sejarah/">orang yang suka sejarah</a>, bab-bab awal ini sangat menarik.</p>



<p>Bab 3 hingga 9 membahas tentang kekayaan dan pengelolaan uang yang kita miliki. Kaya tidak selalu berarti punya harta yang melimpah dan tak akan habis. Masing-masing dari kita bisa memiliki definisi kayanya sendiri. </p>



<p>Bab 9 hingga 11 membahas mengenai topik investasi dan pertimbangan-pertimbangan apakah kita perlu membeli aset seperti rumah dan mobil. Seperti yang kita tahu, kondisi saat ini membuat banyak orang kesulitan untuk membeli aset-aset tersebut, sehingga investasi menjadi penting.</p>



<p>Dua bab terakhir merupakan tambahan <em>insight </em>menarik seputar dunia keuangan terutama pembahasan <em>sandwich generation</em>, sebuah fenomena yang kerap terjadi saat ini di mana seseorang harus menghidupi orang lain dan keluarganya sendiri. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Membaca Ngomongin Uang</h2>



<p>Begitu selesai menyelesaikan buku ini (dengan waktu yang relatif singkat), Penulis merasa termenung. Seharusnya, <strong>ilmu-ilmu keuangan yang ada di buku ini sudah dibahas di sekolah</strong>, agar ketika siswa beranjak dewasa, mereka telah memiliki bekal ilmu keuangan yang cukup.</p>



<p>Buku <em>Ngomongin Uang</em>, sejujurnya memang hanya<strong> mengajarkan hal-hal fundamental tentang keuangan</strong>. Namun, dasar-dasar tersebut tidak pernah diajarkan ke kita saat masih sekolah, bahkan ketika kuliah pun tidak ilmunya kecuali kita kuliah jurusan yang berhubungan dengan keuangan.</p>



<p>Apalagi, <strong>bahasa yang digunakan dalam buku ini benar-benar mudah dipahami</strong>. Itu juga yang menjadi salah satu alasan mengapa Penulis mampu menyelesaikan buku ini dengan cepat. Walau begitu, ilmu yang bisa kita dapatkan tidak main-main.</p>



<p>Buku ini tidak mengajak kita untuk mati-matian mengejar uang selama hidup di dunia ini. Sebaliknya, kita diajak untuk bisa bijaksana dalam menyikapi uang. <strong>Posisikan uang sebagai sebuah alat, bukan sebagai sebuah tujuan</strong>.</p>



<p>Topik-topik yang diangkat di buku ini juga <strong><em>related </em>dengan kehidupan sehari-hari kita</strong>, sehingga buku ini pun terasa dekat. Isu-isu seperti harga rumah yang makin mahal dan fenomena <em>sandwich generation </em>dibahas di sini dengan menarik.</p>



<p>Selain itu, ilustrasi-ilustrasi yang terdapat pada buku ini juga mempertahankan ciri khas yang dimiliki oleh akun Instagram Ngomongin Uang. Ilustrasi yang terdapat dalam buku ini tidak hanya menjadi pemanis, karena terkadang membantu kita memahami poin yang ingin disampaikan.</p>



<p>Penulis berharap kalau buku ini akan memiliki sekuel yang akan lebih detail dan membahas topik-topik keuangan yang lebih berat. Seandainya ada, Penulis tanpa ragu akan langsung membelinya untuk menambah ilmu keuangannya. Mungkin itu juga yang menjadi kekurangan buku ini: <strong>isinya kurang banyak</strong>.</p>



<p>Intinya, buku ini sangat Penulis rekomendasikan untuk siapa saja. Keuangan adalah topik yang jarang dibahas secara umum di ruang publik. Memahami ilmu-ilmu dasarnya bisa membantu kita untuk memiliki dan mengelola keuangan kita lebih baik lagi di masa depan.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Skor: 9/10</mark></p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 28 September 2024, terinspirasi setelah membaca buku Ngomongin Uang karya Glenn Ardi</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-ngomongin-uang/">[REVIEW] Setelah Membaca Ngomongin Uang</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-ngomongin-uang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terlalu Fokus Investasi Sampai Lupa Mengembangkan Diri Sendiri</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/terlalu-fokus-investasi-sampai-lupa-mengembangkan-diri-sendiri/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/terlalu-fokus-investasi-sampai-lupa-mengembangkan-diri-sendiri/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jun 2024 08:39:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[skill]]></category>
		<category><![CDATA[value]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7462</guid>

					<description><![CDATA[<p>Belakangan ini, tren investasi di kalangan generasi muda semakin naik. Bukan lagi instrumen &#8220;lawas&#8221; seperti emas dan properti, melainkan berbagai instrumen yang menggunakan platform digital seperti reksadana, saham, hinggai cryptocurrency. Di satu sisi, investasi itu menjadi hal yang sangat penting dengan banyak tujuan, entah memutar uang agar menjadi lebih banyak, tabungan masa tua, dan lain [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/terlalu-fokus-investasi-sampai-lupa-mengembangkan-diri-sendiri/">Terlalu Fokus Investasi Sampai Lupa Mengembangkan Diri Sendiri</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Belakangan ini, tren investasi di kalangan generasi muda semakin naik. Bukan lagi instrumen &#8220;lawas&#8221; seperti emas dan properti, melainkan berbagai instrumen yang menggunakan platform digital seperti reksadana, saham, hinggai <em>cryptocurrency</em>.</p>



<p>Di satu sisi, investasi itu menjadi hal yang sangat penting dengan banyak tujuan, entah memutar uang agar menjadi lebih banyak, tabungan masa tua, dan lain sebagainya. Penulis sendiri telah mencoba beberapa instrumen investasi.</p>



<p>Di sisi lain, banyak yang salah kaprah tentang investasi dan meniatkannya hanya sebagai cara untuk kaya dengan instan. Banyak orang-orang yang hanya FOMO dan ikut-ikutan tanpa benar-benar memahami instrumen yang mereka investasikan. </p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-300x200.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-356x237.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1.jpg 2048w " alt="Chapter 9 Gisella Margaret Spencer" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/leon-dan-kenji-buku-1/chapter-9-gisella-margaret-spencer/">Chapter 9 Gisella Margaret Spencer</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Pengalaman Investasi Penulis</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/terlalu-fokus-investasi-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7471" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/terlalu-fokus-investasi-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/terlalu-fokus-investasi-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/terlalu-fokus-investasi-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/terlalu-fokus-investasi-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Tren Saham META Lima Tahun Terakhir </figcaption></figure>



<p>Penulis ingin berbagi sedikit tentang investasi yang pernah dicoba, meskipun tidak banyak. Cerita ini bukan rekomendasi ataupun anjuran, hanya berbagi pengalaman saja mana yang berhasil cuan mana yang boncos.</p>



<p>Investasi pertama yang pernah Penulis coba adalah<strong> emas digital </strong>menggunakan platform <strong>Tokopedia</strong>. Emas adalah instrumen yang relatif aman, sehingga Penulis berhasil cuan setelah &#8220;menyimpannya&#8221; cukup lama.</p>



<p>Setelah itu, Penulis berusaha merambah ke investasi lain karena merasa pergerakan emas cukup lambat. Ada dua instrumen yang Penulis pilih, yakni <strong>reksadana </strong>dan <strong>saham</strong>. Untuk reksadana Penulis memilih <strong>Bibit</strong>, sedangkan saham memilih <strong>Ajaib</strong>.</p>



<p>Untuk yang belum tahu, secara sederhana beda dari saham dan reksadana adalah jika di saham kita memilih sendiri saham apa yang dibeli dan kapan membelinya, maka di reksadana kita akan menyerahkan dana kita ke manajer investasi untuk dikelola. </p>



<p>Di Bibit, ada tiga jenis reksadana, yakni <strong>Reksadana Pasar Uang</strong>, <strong>Obligasi</strong>, dan <strong>Saham</strong>. Untuk alokasinya, Penulis saat ini membaginya 38% di Pasar Uang, 47% di Obligasi, dan 15% di Saham. Selain Saham yang boncos, dua jenis lainnya berhasil mendatangkan cuan.</p>



<p>Untuk saham di Ajaib, Penulis memiliki empat jenis saham yang semuanya BUMN, yakni <strong>ANTM (Aneka Tambang)</strong>,<strong> PTBA (Bukit Asam)</strong>, <strong>TLKM (Telkom Indonesia)</strong>, dan <strong>WIKA (Wijaya Karya)</strong>. Keempat-empatnya minus hingga ke tahap yang bikin sakit mata.</p>



<p>Selain saham Indonesia, Penulis juga mencoba investasi saham perusahaan luar menggunakan platform <strong>GoTrade</strong>. Ada lima perusahaan yang Penulis miliki sahamnya, yakni <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kelihaian-apple-dalam-menutupi-kekurangannya/"><strong>Apple</strong></a>, <strong>Advanced Micro Devices (AMD)</strong>, <strong>Google</strong>, <a href="https://whathefan.com/olahraga/daftar-pemain-manchester-united-yang-ingin-saya-jual-musim-depan/"><strong>Manchester United (MU)</strong></a>, dan <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/threads-the-right-thing-at-the-right-time/"><strong>Meta (Facebook)</strong>.</a> </p>



<p>Hanya AMD dan MU yang minus karena Penulis membelinya tidak di waktu yang tepat, sedangkan tiga lainnya berhasil mendatangkan cuan. Bahkan, kenaikannya bisa sampai ratusan kali lipat karena Penulis membelinya ketika banyak saham teknologi turun di masa pandemi.</p>



<p>Penulis tidak pernah mencoba <em><strong>cryptocurrency </strong></em>karena beberapa hal alasan, seperti merasa konsep <em>crypto </em>yang wujud barangnya tidak jelas, kenaikan dan penurunan harganya yang tergantung <em>demand</em>, hingga status halal-haramnya yang masih simpang-siur. </p>



<p>Selain itu, Penulis juga pernah mendengar dari temannya yang mencoba Deposito (konsep menabung di bank di mana nasabah tidak boleh mengambil uangnya untuk jangka waktu tertentu), di mana akhirnya ia harus penalti karena harus mengambil uangnya sebelum waktunya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Investasi Bukan Sarana untuk Kaya Instan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/terlalu-fokus-investasi-2-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7472" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/terlalu-fokus-investasi-2-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/terlalu-fokus-investasi-2-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/terlalu-fokus-investasi-2-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/terlalu-fokus-investasi-2-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Kasus Anjloknya Nilai LUNA (<a href="https://www.coolwallet.io/blog/terra-luna-and-ust-crypto-crash-what-happened/">CoolWallet</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis mulai berinvestasi ketika mulai bekerja, tepatnya ketika masa pandemi. Saat itu, tren investasi memang mulai naik dengan narasi &#8220;persiapan masa tua&#8221; dan &#8220;membiarkan uang yang bekerja untuk kita.&#8221; Bisa dibilang, mungkin waktu itu Penulis juga FOMO.</p>



<p>Uang yang Penulis investasikan pun uang dingin alias tabungan, bukan <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas/">uang panas</a>. Jumlah yang Penulis investasikan pun tidak banyak karena niatnya memang bukan untuk cepat kaya, melainkan lebih untuk menabung. Kalau nabung di bank, kan, uangnya tidak bertambah.</p>



<p>Nah, ketika Penulis mengamati tren investasi sekarang terutama di generasi muda, kebanyakan niatnya<strong> memang ingin kaya dengan cepat dan instan</strong>. Hal ini terbukti dari banyaknya jargon bernada seperti &#8220;McLaren lu warna apa, bos?&#8221; yang menunjukkan materialisme.</p>



<p>Teman Penulis ada yang mengikuti kelas investasi seharga 17 juta dari seorang <em>influencer </em>terkenal. Ia mengatakan kalau isi kelas tersebut memang daging dan bermanfaat untuk orang tepat. Saat Penulis tanya berapa persen orang yang tepat tersebut, ia menjawab hanya 5%.</p>



<p>Inilah yang Penulis khawatirkan: <strong>investasi karena FOMO dan ingin kaya secara instan</strong>. Akibatnya, bisa jadi uang yang diinvestasikan tersebut merupakan uang hasil hutang ataupun memanfaatkan pinjaman <em>online</em>, dengan harapan uang yang diputar akan berkembang biak secara cepat.</p>



<p>Mungkin Pembaca masih ingat kasus pembunuhan yang dilakukan masalah UI akibat terlilit hutang hingga 80 juta yang ia gunakan untuk berinvestasi di <em>cryptocurrency</em>. Contoh lain adalah ketika banyak orang kehilangan uang begitu saja ketika nilai LUNA anjlok.</p>



<p>Sampai sekarang, Penulis masih meyakini tidak ada cara instan yang benar untuk menjadi kaya. Kalau kita bukan anak konglomerat, butuh proses yang panjang dan terjal untuk bisa menjadi kaya. <strong>Jangan berharap bisa kaya instan dari investasi</strong>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Investasi Itu Butuh Income</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/terlalu-fokus-investasi-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7473" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/terlalu-fokus-investasi-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/terlalu-fokus-investasi-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/terlalu-fokus-investasi-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/terlalu-fokus-investasi-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">&#8220;McLaren lu warna apa, bos?&#8221; (<a href="https://www.roadandtrack.com/car-culture/a60514821/mclaren-f1-greatest-cars/">Road &amp; Track</a>)</figcaption></figure>



<p>Satu hal lain yang membuat Penulis merasa miris adalah ada beberapa generasi muda yang masih duduk di bangku sekolah atau kuliah merasa ingin fokus ke investasi hingga merasa pendidikan itu tidak penting sama sekali. Bahkan, tak sedikit yang sampai memutuskan untuk berhenti sekolah/kuliah.</p>



<p>Bukan hanya karena masalah pendidikan itu penting, tapi Penulis merasa miris betapa salahnya <em>mindset </em>mereka dengan menjadikan <strong>kekayaan sebagai tujuan utama</strong> <strong>hidup</strong> dan seolah-olah hal lainnya (termasuk pendidikan) menjadi tidak penting. </p>



<p>Selain itu, banyak yang lupa kalau investasi itu butuh dana untuk diinvestasikan. Penulis tadi sudah menyinggung betapa bahayanya jika kita menggunakan uang panas untuk diinvestasikan, apalagi ke instrumen yang risikonya tinggi seperti <em>crypto</em>.</p>



<p>Kecuali kalau kita anak konglomerat yang diam saja dapat uang, mungkin masih bisa. Akan tetapi, tentu hal tersebut hanya terjadi pada sebagian kecil orang. Mayoritas ya harus berjuang dan bekerja dulu untuk bisa mendapatkan dana yang bisa diinvestasikan. Tidak mungkin, kan, mengandalkan uang saku dari orang tua terus?</p>



<p>Oleh karena itu, kita butuh bekerja. Untuk bisa bekerja, kita butuh <em>skill</em> yang bisa didapatkan dari mana saja, tidak hanya dari jalur pendidikan. Nah, inilah yang sering diabaikan oleh generasi muda, di mana mereka <strong>terlalu fokus investasi hingga lupa mengembangkan diri</strong>. </p>



<p>Mereka ingin kaya dengan cepat sampai lupa kalau punya <em>skill </em>untuk meningkatkan <em>value </em>diri itu sangat penting. Mereka ingin kaya secara instan, tapi tidak ada pemasukan dana yang stabil untuk bisa diinvestasikan.</p>



<p><em>Skill </em>tidak hanya didapatkan dari bangku sekolah atau universitas, ada banyak sarana untuk bisa meningkatkan <em>skill</em>, entah dari YouTube, mengikuti kelas <em>online</em>, ikut orang untuk menyerap ilmunya, dan lain sebagainya. Apalagi, sekarang serba mudah dan bisa diakses setiap saat.</p>



<p>Kalau menurut Penulis, cara paling ideal untuk berinvestasi adalah kita<strong> fokus mengembangkan dulu diri kita agar memiliki <em>skill </em>dan <em>value </em>yang tinggi</strong>. Setelah itu, kita bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang layak dan <strong>sebagian dari gaji tersebut bisa kita investasikan</strong>.   </p>



<p>Semua orang ingin menjadi kaya, tapi jangan sampai itu yang menjadi tujuan hidup, melainkan apa yang ingin dilakukan ketika berhasil menjadi kaya. Misal, ingin kaya karena banyak ingin bersedekah dan bermanfaat untuk sekitarnya, bukan untuk pamer McLaren.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Sebagai <em>disclaimer</em>, Penulis tidak melarang siapapun untuk melakukan investasi. Silakan saja, toh uang yang dipakai bukan uang Penulis. Di sini, Penulis hanya ingin saling mengingatkan kalau jangan sampai kita terlalu fokus investasi sampai lupa mengembangkan diri sendiri. </p>



<p>Penulis sendiri sebenarnya belum rutin melakukan investasi setiap bulan karena uangnya kepakai untuk keperluan lain (seperti membeli <em>board game</em>, ehem). Berinvestasi dalam hidup Penulis hanya sebagai <em>compliment </em>saja, bukan menjadi aktivitas utama.</p>



<p>Berinvestasi itu penting, dan Penulis bersyukur di era digital seperti sekarang sangat mudah untuk melakukan investasi. Hanya saja, jangan sampai kita terlalu fokus investasi sampai lupa mengembangkan aset terbesar kita, yaitu diri kita sendiri.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 18 Juni 2024, terinspirasi setelah melihat fenomena di mana banyak orang FOMO investasi sampai lupa mengembangkan skill diri</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://prosper-ifa.co.uk/why-are-fewer-people-investing-in-the-markets/">Prosper Wealth Management</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/terlalu-fokus-investasi-sampai-lupa-mengembangkan-diri-sendiri/">Terlalu Fokus Investasi Sampai Lupa Mengembangkan Diri Sendiri</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/terlalu-fokus-investasi-sampai-lupa-mengembangkan-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Berinvestasi dengan Uang Panas</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Aug 2023 16:00:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[crypto]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[kripto]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6811</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu, muncul berita mengejutkan di mana ada seorang mahasiswa dari salah satu universitas negeri ternama melakukan pembunuhan kepada adik tingkatnya. Ketika diusut, penyebabnya adalah karena ia terlilit hutang karena berinvestasi di kripto. Tak tanggung-tanggung, hutang yang dimiliki mencapai 80 juta rupiah. Setelah membunuh adik tingkatnya, ia berencana untuk menjual barang-barang milik orang yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas/">Ketika Berinvestasi dengan Uang Panas</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Beberapa waktu lalu, muncul berita mengejutkan di mana ada seorang mahasiswa dari salah satu universitas negeri ternama melakukan pembunuhan kepada adik tingkatnya. Ketika diusut, penyebabnya adalah karena ia terlilit hutang karena berinvestasi di kripto.</p>



<p>Tak tanggung-tanggung, hutang yang dimiliki mencapai 80 juta rupiah. Setelah membunuh adik tingkatnya, ia berencana untuk menjual barang-barang milik orang yang ia bunuh tersebut untuk membayar hutang yang dimilikinya.</p>



<p>Apalagi, kabar beredar kalau adik tingkat tersebut memiliki portofolio investasi yang lebih berhasil, sehingga mungkin menimbulkan rasa iri pada pelaku. Kasus ini pun mengajari kita, kalau jangan berinvestasi menggunakan uang panas seperti hutang.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Investasi Itu Memang Penting, tapi&#8230;</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6814" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Apa Pilihan Investasi Pembaca? (<a href="https://www.pexels.com/@pixabay/">Pixabay</a>)</figcaption></figure>



<p>Kita semua tentu mendengar tentang pentingnya berinvestasi, tapi rasanya baru belakangan ini fenomenanya menjadi begitu ramai, terutama <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/corona-dan-dampak-sosial-ekonominya/">sejak adanya pandemi</a>. Apalagi, sekarang ada banyak pilihan investasi yang bisa dipilih.</p>



<p>Jika orang dulu akan memilih investasi dengan membeli tanah, emas, atau properti, maka generasi sekarang cenderung memilih aset seperti saham, reksadana, <em>cryptocurrency</em>, hingga <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/nft-oh-nft/">NFT yang sempat heboh beberapa waktu lalu walaupun kini telah meredup</a>.</p>



<p>Penulis sendiri juga masih belajar sedikit-sedikit tentang investasi. Sebagian tabungan Penulis sisihkan untuk ditaruh di berbagai instrumen. Ada saham lokal, saham luar negeri, reksadana, hingga emas digital. Ada yang sudah profit, ada yang merah terus dan terasa <em>hopeless</em>.</p>



<p>Kenapa Penulis tidak berinvestasi di kripto? Ada banyak alasannya, mulai dari faktor boleh tidaknya di keyakinan Penulis, sifatnya yang sangat fluktuatif dan spekulatif, tidak ada bentuk riilnya, dan karena minimnya pengetahuan yang dimiliki.</p>



<p>Pada dasarnya, Penulis adalah orang yang mudah skeptis dan tidak mudah tergiur sesuatu yang sifatnya &#8220;kaya dengan mudah&#8221;. Meskipun kerap mendengar bagaimana orang mendadak kaya karena kripto, Penulis sama sekali tidak tertarik.</p>



<p>Nah, kasus pembunuhan yang sudah Penulis singgung di atas kemungkinan besar adalah contoh bagaimana manusia bisa tergiur dengan iming-iming &#8220;kaya dengan mudah&#8221; melalui investasi kripto. Padahal, risikonya sangat besar, apalagi jika menggunakan uang panas.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Tidak Boleh Menggunakan Uang Panas untuk Berinvestasi?</h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="829" height="641" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas-2.png" alt="" class="wp-image-6815" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas-2.png 829w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas-2-300x232.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas-2-768x594.png 768w" sizes="(max-width: 829px) 100vw, 829px" /><figcaption class="wp-element-caption">Luna, Contoh Investasi Kripto yang Crash (<a href="https://boldergroup.com/news/terra-luna-crash/">Bolder Group</a>)</figcaption></figure>



<p>Menurut pengertian Penulis pribadi, uang panas adalah sebuah istilah untuk merujuk kepada <strong>uang yang jika hilang akan menimbulkan masalah berat</strong>. Tentu semua uang yang hilang akan menjadi gawat, tapi uang panas ini sifatnya super duper gawat.</p>



<p>Contohnya adalah uang dari gaji yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jika uang tersebut kita gunakan untuk investasi dan raib, maka kita tidak bisa memenuhi kebutuhan kita dan berpotensi membahayakan hidup kita.</p>



<p>Hutang adalah contoh lain dari uang panas. Biasanya, ketika orang berinvestasi dengan uang hutang, mereka berharap akan mendapatkan untung yang bisa ia simpan sekaligus mengembalikan hutang yang ia pinjam.</p>



<p>Sayangnya, kenyataan tidak pernah semanis itu. Boro-boro cuan, yang ada investasinya buntung karena kurangnya edukasi. Tergoda dengan <em>easy money</em>, yang ada ia justru tidak bisa mengembalikan hutang tersebut.</p>



<p>Apalagi, sekarang ada banyak sekali pilihan investasi yang terkesan <em>high risk high value</em>. Kalau mau cuan banyak, ya harus berani ambil risiko tinggi. Bahkan, banyak yang sengaja <em>ngompor-ngomporin </em>agar banyak orang terpikat, seperti yang dilakukan para <em>crazy rich </em>palsu itu.</p>



<p>Tidak hanya kripto, aplikasi <em>trading </em>pun sempat ramai karena banyak yang merasa tertipu. Bahkan yang lebih parah, ada yang menggunakan uang panas untuk judi <em>online </em>atau main slot. Sudah dosa, pakai uang hutang pula.</p>



<p>Kita bisa berkaca pada kasus <em>crash</em>-nya kripto Luna hingga menjadi tidak bernilai sama sekali. Seandainya kita menginvestasikan uang kita di sana dengan uang hutang lalu nilainya <em>drop </em>sedemikian rupa, bagaimana kita bisa mengembalikan hutang tersebut?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Penulis sepakat bahwa investasi itu sangat penting untuk kehidupan kita. Daripada uangnya dibuat membeli sesuatu yang tidak terlalu penting (seperti <em><a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-saya-bagian-1/">board game</a></em>, uhuk), lebih baik diinvestasikan agar bisa &#8220;beranak-pinak&#8221; dan menambah aset kita.</p>



<p>Dengan berinvestasi, kita akan memiliki dana darurat jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Selain itu, investasi juga digunakan sebagai dana pensiun (untuk non-PNS tentunya) agar kita tidak memberatkan anak cucu kita kelak.</p>



<p>Namun, jangan sampai juga memaksakan diri untuk berinvestasi, bahkan sampai berhutang. Jika memang belum ada kemampuan untuk berinvestasi, coba untuk belajar mengelola keuangan lebih baik lagi atau belajar <em>skill </em>baru agar <em>value </em>kita bertambah.</p>



<p>Gunakanlah uang dingin untuk berinvestasi, yakni uang yang tidak berputar dan tidak digunakan untuk berbagai keperluan. Contoh, kita memiliki gaji 15 juta dengan kebutuhan bulanan 10 juta, maka 5 jutanya adalah uang dingin yang bisa digunakan untuk berinvestasi.</p>



<p>Semoga saja kasus pembunuhan karena kripto yang terjadi baru-baru ini bisa memberi kita pelajaran yang penting tentang berinvestasi. Selain jangan menggunakan uang panas, jangan suka pamer portofolio ke orang lain yang bisa bikin mereka iri!</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 25 Agustus 2023, terinspirasi setelah membaca berita tentang mahasiswa UI yang membunuh adik tingkat karena <em>Crypto</em></p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://m.imdb.com/title/tt0468569/mediaviewer/rm3929589505/">IMDb</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas/">Ketika Berinvestasi dengan Uang Panas</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dunia Gelap di 2023, Kita Harus Apa?</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Oct 2022 11:25:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[2023]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[krisis]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5972</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada akhir bulan September kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat pernyataan yang cukup membuat masyarakat merasa was-was. Bagaimana tidak, di saat situasi tahun ini belum kunjung membaik, beliau mengatakan kalau tahun depan prospek perekonomian secara global akan semakin gelap. &#8220;Dunia sekarang ini dalam posisi yang tidak gampang, posisinya betul-betul pada posisi yang semua negara sulit. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa/">Dunia Gelap di 2023, Kita Harus Apa?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pada akhir bulan September kemarin, <a href="https://whathefan.com/politik-negara/jokowi-dan-prabowo-sama-sama-putra-terbaik-bangsa/"><strong>Presiden Joko Widodo (Jokowi)</strong></a> membuat pernyataan yang cukup membuat masyarakat merasa was-was. Bagaimana tidak, di saat situasi tahun ini belum kunjung membaik, beliau mengatakan kalau tahun depan prospek perekonomian secara global akan semakin gelap.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>&#8220;Dunia sekarang ini dalam posisi yang tidak gampang, posisinya betul-betul pada posisi yang semua negara sulit. Lembaga internasional sampaikan tahun ini, tahun 2022 sangat sulit. Tahun depan (2023) mereka menyampaikan akan lebih gelap,&#8221; kata Jokowi dalam acara BUMN Startup Day minggu lalu (27/9/22).</p></blockquote>



<p>Kata &#8220;gelap&#8221; yang digunakan Jokowi tersebut digunakan untuk merujuk ke kondisi perekonomian yang berada dalam posisi yang tidak baik-baik saja, bahkan diramalkan akan memburuk. Banyak lembaga internasional yang sudah menyampaikan &#8220;dalam posisi yang tidak baik&#8221;.</p>



<p>Jokowi menambahkan kalau krisis perang Rusia-Ukraina yang tak kunjung reda juga menyebabkan krisis pangan dunia benar-benar terjadi. Menurutnya, ada ratusan juta orang yang mengalami masalah kelaparan di seluruh dunia.</p>



<p>&#8220;330 juta orang kelaparan dan mungkin 6 bulan lagi bisa 800 juta orang akan kelaparan dan kekurangan makan akut karena tidak ada yang dimakan,&#8221; kata Jokowi.</p>





<p>Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) <strong>Kristalina Georgieva</strong> juga memberikan pernyataan yang senada dengan Jokowi. Ia menyebutkan kalau 2023 akan &#8220;gelap gulita&#8221; karena adanya risiko resesi dan ketidakstabilan pasar keuangan. Penyebabnya tentu saja karena pandemi Covid-19, <a href="https://whathefan.com/politik-negara/standar-ganda-ala-barat/">perang Rusia-Ukraina</a>, serta bencana iklim di semua benua.</p>



<p>Bahkan, negara-negara maju seperti Amerika Serikat, China, serta negara di Eropa juga mengalami perlambatan ekonomi. Rusia yang mengalami embargo (larangan lalu lintas barang antarnegara) dari berbagai negara membuat banyak negara, terutama di Eropa, mengalami krisis energi di penghujung tahun.</p>



<p>Di Inggris, harga gas dan listrik melonjak gila-gilaan. Krisis yang terjadi di sana diprediksi bisa separah krisis ekonomi di tahun 2008. Regulator energi di Jerman mendesak konsumennya untuk segera menghemat lebih banyak gas menjelang musim dingin ini.</p>



<p>Sebenarnya, apa yang saja yang menyebabkan dunia berada di posisi sulit seperti sekarang?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa 2023 Dunia akan Semakin Gelap?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="504" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-1-1024x504.webp" alt="" class="wp-image-5976" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-1-1024x504.webp 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-1-300x148.webp 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-1-768x378.webp 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-1-1536x756.webp 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-1.webp 1610w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Grafik yang Menunjukkan Tingkat Pencetakan Uang di Amerika Serikat (<a href="https://ifreebsd.ru.com/product_tag/70532804_.html">GN Life Assurance</a>)</figcaption></figure>



<p>Ned Davis Research dari Amerika Serikat menyatakan bahwa Model Probablitas Resesi saat ini berada <strong>di angka 98.1%</strong>. Ini angka yang sangat tinggi semenjak <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/corona-dan-dampak-sosial-ekonominya/">masa-masa awal pandemi</a> Covid-10 dan Great Financial Crisis 2008-2009.</p>



<p>Sejak awal pandemi, kata &#8220;resesi&#8221; memang sangat sering terdengar. Tersendatnya roda perekonomian di awal masa pandemi Covid-19 jelas memengaruhi banyak sektor, bahkan hingga sekarang. </p>



<p>Bahkan, Amerika Serikat <strong>mencetak uang sangat banyak</strong> untuk rakyatnya demi membuat roda perekonomiannya tetap berputar. Bayangkan, mereka mencetak sekitar 3,3 triliun dolar! Dengan banyaknya uang yang beredar, inflasi pun menjadi ancaman nyata untuk Amerika Serikat.</p>



<p>Akibatnya, pemerintah Amerika Serikat pun memutuskan untuk <strong>menaikkan suku bunga</strong> untuk menarik orang menyimpan uangnya di bank. Masalahnya, hal ini menyebabkan banyak investor yang lebih memilih uangnya untuk disimpan di bank saja karena lebih aman dan bunganya tinggi.</p>



<p>Nah, <em>startup </em>yang termasuk investasi dengan risiko tinggi pun seolah kehilangan daya tariknya dan ditinggal oleh para investor. Alhasil, banyak <strong><em>startup </em>yang melakukan PHK</strong>. Di Indonesia sendiri, sudah ada beberapa yang terkena imbasnya seperti Shopee Indonesia dan Zenius.</p>



<p>Hal ini diperparah dengan perang Rusia-Ukraina yang menyebabkan <strong>krisis energi dan pangan</strong>. Bukti mudahnya seperti yang sudah terlihat di Inggris, bagaimana biaya hidup dan sewa rumah di sana melonjak tinggi sehingga banyak orang yang menjadi <em>homeless</em>.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Housing Bubble akan Pecah di 2023?</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-2.1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5982" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-2.1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-2.1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-2.1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-2.1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Evergrande di China Menjadi Contoh Housing Bubble (<a href="https://www.insider.com/evergrandes-impending-collapse-forcing-chinese-millennials-reconsider-life-plans-2021-10">Insider</a>)</figcaption></figure>



<p>Salah satu hal yang paling ditakutkan di tahun 2023 adalah pecahnya <em><strong>housing bubble</strong> </em>atau <strong><em>real</em> <em>estate bubble</em> </strong>yang dampaknya tidak main-main. Penulis akan coba jelaskan secara sederhana mengenai fenomena tersebut.</p>



<p>Istilah tersebut digunakan untuk menjelaskan fenomena ketika <strong>harga rumah/properti melonjak karena tingginya permintaan</strong> dari masyarakat. Permintaan banyak, pasokan pun menjadi berkurang. Maka developer properti pun akan segera menambah pasokannya.</p>



<p>Masalahnya, pada titik tertentu <strong>permintaan pasar akan menurun</strong> yang akan berakibat pada anjloknya harga properti. Gelembungnya pecah,<strong> industri properti pun babak belur</strong>. Contoh yang bisa kita lihat terjadi pada perusahaan properti Evergrande di China, yang meninggalkan banyak bangunan hantu di sana karena kena imbas dari hal ini.</p>



<p>Saat pemerintah AS memberikan uang untuk rakyatnya di masa pandemi, banyak yang menginvestasikannya ke properti. Ini membuat harga properti di sana menjadi naik karena tingginya permintaan.</p>



<p>Nah, rumah itu kan nyicilnya lama, bisa puluhan tahun. Jika resesi semakin parah, kemungkinan akan banyak orang kehilangan pekerjaan, yang membuatnya kehilangan pendapatan. Artinya, mereka tidak akan mampu melunasi kredit rumahnya. Ini bisa membuat harga properti terjun bebas.</p>



<p>Sampai saat ini, belum ada kasus <em>housing bubble</em> di Amerika Serikat yang separah kasus Evergrande di China. Di Indonesia pun belum terdengar banyak beritanya. Namun, kita perlu tetap merasa waspada dan melakukan antisipasi agar tidak terkena dampaknya terlalu berat.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Dunia Makin Gelap, Kita Harus Apa?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5978" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Harus Mulai Lebih Rajin Menabung (<a href="https://www.cnet.com/home/smart-home/save-money-around-the-house-all-year-long-27-cost-cutting-hacks/">CNET</a>)</figcaption></figure>



<p>Mungkin banyak masyarakat yang beranggapan kalau pernyataan Presiden Jokowi dan pemberitaan di media massa hanya untuk menakut-nakuti. Padahal, jika mau lapang dada dan menerima informasi ini dengan kepala dingin, kita bisa <strong>melakukan antisipasi</strong> dan <strong>bersiap diri</strong> jika sampai hal-hal buruk sampai terjadi.</p>



<p>Banyak yang menyebutkan kalau dalam masa-masa sulit seperti ini, <em><strong>cash is king</strong></em>. Bukan dalam artian kita harus punya uang tunai sebanyak mungkin, tapi kita menaruh uang di aset-aset investasi yang relatif aman dan mudah dicairkan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.</p>



<p>Dengan adanya peringatan dini ini, kita jadi bisa <strong><a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/uang-saya-lari-ke-mana-ya/">lebih bijak dalam mengeluarkan uang</a></strong>. Pengeluaran yang bersifat sekunder bahkan tersier bisa ditunda dulu, kita alihkan untuk menabung terlebih dahulu. Jadi jika dalam kondisi sulit, kita masih punya pegangan hidup.</p>



<p>Mungkin Pembaca pernah tahu kalau dalam kondisi krisis, orang kaya justru makin kaya. Kenapa? Karena mereka bisa <strong>membeli aset-aset investasi yang harganya sedang jatuh</strong> seperti saham. Istilahnya, mereka akan &#8220;menyerok&#8221; di kala orang lain melepas saham mereka karena butuh <em>cash</em>.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5979" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption><em>Cash is King</em> di 2023? (<a href="https://blog.amartha.com/cara-kelola-idle-money-di-tengah-pandemi/idle-cash/">Amartha Blog</a>)</figcaption></figure>



<p>Nah, nanti uang <em>cash </em>yang kita simpan bisa digunakan beberapa untuk membeli aset-aset investasi yang harganya sedang turun. Ini tentu butuh banyak belajar secara mendalam, bukan hanya sekadar ikut kata orang. Jadi, kita harus berhati-hati jika ingin melakukan hal ini.</p>



<p>Selain itu, sebisa mungkin <strong>hindari hutang</strong> baik ke bank maupun pinjaman <em>online </em>(pinjol). Kalau tidak benar-benar mendesak, benar-benar tahan diri. Ini sebagai antisipasi jika bunga hutang juga ikut naik mengikuti kenaikan suku bunga.</p>



<p>Jika penghasilan bulanan kita dirasa kurang dan ada waktu luang, tidak ada salahnya untuk <strong>memiliki tambahan pendapatan dengan mencari kerja sampingan. </strong>Untuk itu, selalu belajar hal dan <em>skill </em>baru mutlak dibutuhkan untuk menghadapi era yang serba tidak pasti seperti sekarang ini. </p>



<p>Penulis paham tidak semua orang memiliki <em>privilege </em>untuk melakukan semua hal di atas. Boro-boro untuk nabung, untuk makan besok aja belum tentu ada. Untuk itu, Penulis berdoa agar kita selalu dilindungi oleh Tuhan diberi kecukupan untuk bisa menghadapi masalah-masalah yang ada di depan mata ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Dari lubuk hati yang paling dalam, tentu Penulis berharap bahwa tahun 2023 dunia tidak akan benar-benar gelap dan kita bisa melewatinya dengan baik. Semoga saja prediksi-prediksi di atas salah dan tidak terjadi.</p>



<p>Namun, tidak ada salahnya juga untuk <em><strong>prepare for the worst </strong></em>untuk berjaga-jaga. Toh, seandainya yang dikhawatirkan tidak terjadi, dana yang sudah kita siapkan pun nantinya bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain. Setidaknya, kita bisa menjadi lebih hemat dalam beberapa bulan ke depan.</p>



<p>Mungkin dampaknya ke Indonesia hingga saat ini belum terlalu terasa. Harga BBM dan beberapa hal lain memang naik, tapi setidaknya krisis yang kita alami tidak seperti negara-negara lain yang terlihat lebih gila lagi.</p>



<p>Sekali lagi, semoga saja dengan adanya peringatan ini, kita bisa jadi lebih siap jika hal-hal buruk benar-benar terjadi.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 8 Oktober 2022, terinspirasi setelah membaca dan menonton beberapa informasi mengenai prediksi 2023 yang tampaknya akan gelap</p>



<p>Foto: <a href="https://www.pinterest.nz/pin/478577897887501132/">Pinterest</a></p>



<p>Sumber Artikel: </p>



<ul class="wp-block-list"><li><a href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20220927091628-4-375203/gejalanya-mulai-terihat-jokowi-dunia-gelap-2023-itu-nyata">Gejalanya Mulai Terihat! Jokowi: Dunia Gelap 2023 Itu Nyata! (cnbcindonesia.com)</a></li><li><a href="https://nasional.kontan.co.id/news/jokowi-ingatkan-ekonomi-dunia-semakin-gelap-apa-maksudnya">Jokowi Ingatkan Ekonomi Dunia Semakin Gelap, Apa Maksudnya? (kontan.co.id)</a></li><li><a href="https://ekonomi.bisnis.com/read/20221007/620/1585209/bos-imf-beri-peringatan-ekonomi-global-2023-akan-gelap-gulita">Bos IMF Beri Peringatan: Ekonomi Global 2023 akan Gelap Gulita! (bisnis.com)</a></li><li><a href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20220928062505-4-375473/gelapnya-dunia-orang-kelaparan-kini-ada-di-mana-mana">Gelapnya Dunia, Orang Kelaparan Kini Ada di Mana-mana (cnbcindonesia.com)</a></li><li><a href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20221008130420-4-378194/krisis-inggris-makin-mencekik-ini-skenario-terburuknya">Krisis Inggris Makin &#8216;Mencekik&#8217;, Ini Skenario Terburuknya! (cnbcindonesia.com)</a></li><li><a href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20221005073926-4-377271/alert-seluruh-dunia-sudah-dilanda-krisis-ini-daftarnya">Alert! Seluruh Dunia Sudah Dilanda Krisis, Ini Daftarnya (cnbcindonesia.com)</a></li><li><a href="https://www.beritasatu.com/fokus/evergrande-dan-housing-bubble#:~:text=Housing%20bubble%2C%20atau%20real%20estate,lebih%20lama%20untuk%20menambah%20pasokan.">Evergrande dan Housing Bubble (beritasatu.com)</a></li><li><a href="https://seekingalpha.com/article/4545249-with-7-percent-mortgage-rates-its-game-over-for-the-housing-bubble">With 7% Mortgage Rates, It&#8217;s Game Over For The Housing Bubble (BATS:ITB) | Seeking Alpha</a></li><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=Nhw6OWZjHVU&amp;feature=youtu.be">2023: Menuju KEHANCURAN DUNIA &#8211; YouTube</a></li><li><a href="https://www.cnbcindonesia.com/tech/20221007095043-37-377947/makin-banyak-ini-daftar-perusahaan-yang-phk-karyawan-2022">Makin Banyak! Ini Daftar Perusahaan yang PHK Karyawan 2022 (cnbcindonesia.com)</a></li><li><a href="https://finance.detik.com/foto-bisnis/d-6328283/miris-gelandangan-di-inggris-makin-bertebaran-gegara-krisis">Miris! Gelandangan di Inggris Makin Bertebaran Gegara Krisis (detik.com)</a></li><li><a href="https://www.instagram.com/p/CjVUJ1Xh096/">Finfolk | Media Finance on Instagram</a></li><li><a href="https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/09/22/ikuti-the-fed-bi-naikkan-suku-bunga-bi-7-day-pada-september-2022">Ikuti The Fed, BI Naikkan Suku Bunga BI-7 Day pada September 2022 (katadata.co.id)</a></li></ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa/">Dunia Gelap di 2023, Kita Harus Apa?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kehidupan Fana Palsu para Crazy Rich</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/kehidupan-fana-palsu-para-crazy-rich/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/kehidupan-fana-palsu-para-crazy-rich/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Apr 2022 05:48:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[crazy rich]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[kekayaan]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5632</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa waktu terakhir ini, berita mengenai penangkapan para crazy rich di Indonesia sangat memenuhi media. Tuduhannya kurang lebih sama, dipidana atas kasus penipuan. Entah sudah berapa orang yang ditangkap. Dari yang Penulis baca, mereka ini adalah affiliator dari aplikasi atau platform trading dengan konsep binary option. Intinya, user diharuskan menebak apakah nilai suatu saham akan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kehidupan-fana-palsu-para-crazy-rich/">Kehidupan Fana Palsu para Crazy Rich</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Beberapa waktu terakhir ini, berita mengenai penangkapan para <em>crazy rich </em>di Indonesia sangat memenuhi media. Tuduhannya kurang lebih sama, dipidana atas kasus penipuan. Entah sudah berapa orang yang ditangkap.</p>



<p>Dari yang Penulis baca, mereka ini adalah <em>affiliator </em>dari aplikasi atau platform <em>trading</em> dengan konsep <em>binary option</em>. Intinya, <em>user</em> diharuskan menebak apakah nilai suatu saham<em> </em>akan naik atau turun. Kalau naik ya <em>cuan</em>, kalau turun ya <em>sayonara goodbye.</em></p>



<p>Fenomena yang tengah terjadi ini seolah menjadi pengingat bagi kita semua, kalau kekayaan secara instan itu adalah hal yang hampir mustahil terjadi, terutama kita yang biasa-biasa ini.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Iming-Iming Kaya dengan Instan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/kehidupan-fana-palsu-para-crazy-rich-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5648" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/kehidupan-fana-palsu-para-crazy-rich-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/kehidupan-fana-palsu-para-crazy-rich-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/kehidupan-fana-palsu-para-crazy-rich-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/kehidupan-fana-palsu-para-crazy-rich-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Contoh Crazy Rich yang Ditangkap (<a href="https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4882304/sosok-indra-kenz-crazy-rich-medan-yang-dituduh-menipu-bermodus-trading">Liputan 6</a>)</figcaption></figure>



<p>Sebagai seorang <em>affiliator</em>, para <em>crazy rich </em>ini tampaknya diwajibkan untuk mengajak sebanyak mungkin orang untuk menggunakan platform yang berafiliasi dengan mereka. Mungkin mirip dengan sistem rekrutmen MLM.</p>



<p>Bagaimana cara mereka menarik perhatian para calon &#8220;korban&#8221;? Tentu saja dengan memamerkan kekayaan yang katanya berasal dari keuntungan menggunakan platform tertentu. Kekayaan instan dalam waktu cepat, siapa yang tidak tergiur?</p>



<p>Apalagi, sosok-sosok yang menjadi <em>crazy rich </em>ini digambarkan sosok muda tanpa latar belakang keluarga kaya. Kekayaan mereka seolah mengalahkan harta yang dimiliki oleh <em>crazy rich </em>asli yang namanya sudah terkenal di negara kita.</p>



<p>Oleh karena itu, jumlah kerugian yang diderita oleh para korban juga tidak main-main, bisa mencapai miliaran rupiah. Bahkan, tak sedikit yang rela menjual harta benda mereka agar punya modal untuk &#8220;bermain&#8221; di platform ini.</p>



<p>Begitu mudahnya kita tergoda untuk menjadi kaya secara cepat membuat para penipu ini memiliki &#8220;pasar&#8221; untuk membuat diri mereka semakin kaya. Bayangkan, memperkaya diri dengan memiskinkan orang lain. Betapa tercelanya cara tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Tidak Ada yang Namanya Kaya Instan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/kehidupan-fana-palsu-para-crazy-rich-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5649" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/kehidupan-fana-palsu-para-crazy-rich-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/kehidupan-fana-palsu-para-crazy-rich-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/kehidupan-fana-palsu-para-crazy-rich-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/kehidupan-fana-palsu-para-crazy-rich-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Yuk Kerja Keras! (<a href="https://unsplash.com/@israelandrxde">Israel Andrade</a>)</figcaption></figure>



<p>Dengan adanya kasus ini, tentu kita berharap bisa memetik pelajaran berharga: <strong>Tidak ada yang namanya kaya instan</strong>. Kalau kita bukan anak konglomerat, kita harus menyadari kalau jalan untuk menjadi kaya akan berat dan tidak mudah.</p>



<p>Bahkan, beberapa kasus langka seperti yang dialami Ghozali Everyday pun diawali dengan konsistensinya mengunggah foto <em>selfie</em>-nya selama kurang lebih lima tahun. Pemenang lotre atau kaya dari judi jelas tidak Penulis anggap.</p>



<p>Kalau kita berasal dari masyarakat yang biasa-biasa saja tanpa <em>privilege </em>lebih, jangan mudah tergiur dengan iming-iming kaya instan yang belum tentu benar. Lebih baik, kita investasikan waktu, uang, dan tenaga kita untuk mengembangkan <em>skill</em>, <em>knowledge</em>, serta relasi.</p>



<p>Jika ingin, ada banyak sarana investasi lain yang lebih jelas. Emas, tanah, saham, hingga reksadana. Jika punya dana berlebih, tak ada salahnya mencoba instrumen-instrumen tersebut dengan syarat kita harus mendalaminya terlebih dulu.</p>



<p>Terkadang, ada banyak orang yang ingin belajar investasi hanya karena ikut-ikutan atau karena FOMO (<em>Fear Out Missing Out</em>). Akibatnya, keputusan investasi yang kita ambil jadi kurang tepat dan terkesan terburu-buru.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Hidup dengan <em>financial freedom</em> memang seolah menjadi mimpi banyak orang. Namun, kadang kita lupa untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang tidak sedikit.</p>



<p>Mungkin ada yang berpendapat kalau kita tidak bisa kaya <a href="https://whathefan.com/pengalaman/dulu-kerja-di-mana/">hanya dengan bermodalkan kerja keras</a>. Banyak faktor di sekeliling kita yang akan menghambat kemajuan kita. Itu Penulis akui ada benarnya.</p>



<p>Hanya saja, jika memang tidak memiliki <em>previlege </em>apa-apa lantas memilih bermalas-malasan dan berusaha kaya dengan cara yang tidak benar, menurut Penulis juga tidak tepat. Tidak ada yang salah dengan bekerja keras, <em>Gusti mboten sare</em>.</p>



<p>Memang hasilnya mungkin tidak akan sama dengan mereka-mereka yang kaya dengan cara tidak halal. Namun, percayalah harta yang didapatkan dengan cara baik akan lebih berkah dan membuat kita tenang.</p>



<p>Semoga saja kita semua bisa mengambil hikmah dari tertangkapnya para <em>crazy rich </em>ini. Semoga kita sadar, hampir tidak ada jalan pintas untuk bisa menjadi kaya dalam waktu singkat tanpa berusaha.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 9 April 2022, terinspirasi setelah banyaknya para <em>crazy rich </em>yang ditangkap oleh pihak kepolisian</p>



<p>Foto: <a href="https://www.bbc.com/reel/video/p07vts5j/the-surprising-psychology-behind-being-rich">BBC</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kehidupan-fana-palsu-para-crazy-rich/">Kehidupan Fana Palsu para Crazy Rich</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/kehidupan-fana-palsu-para-crazy-rich/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Whathefan adalah Investasi Saya</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/whathefan-adalah-investasi-saya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/whathefan-adalah-investasi-saya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2021 15:18:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[whathefan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4860</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rasanya semenjak pandemi Covid-19 menyeruak, seruan untuk berinvestasi semakin banyak. Munculnya perubahan yang mendadak seolah mengingatkan kalau kita butuh dana darurat di saat-saat darurat seperti pandemi sekarang. Pilihannya pun beragam, mulai saham hingga reksadana. Penulis termasuk salah satu orang yang mempelajari dan mulai &#8220;bermain&#8221; investasi di berbagai platform. Penulis sadar investasi menjadi hal yang penting, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/whathefan-adalah-investasi-saya/">Whathefan adalah Investasi Saya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Rasanya semenjak <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/corona-dan-dampak-sosial-ekonominya/">pandemi Covid-19</a> menyeruak, seruan untuk berinvestasi semakin banyak. Munculnya perubahan yang mendadak seolah mengingatkan kalau kita butuh dana darurat di saat-saat darurat seperti pandemi sekarang.</p>



<p>Pilihannya pun beragam, mulai saham hingga reksadana. Penulis termasuk salah satu orang yang mempelajari dan mulai &#8220;bermain&#8221; investasi di berbagai <em>platform</em>. Penulis sadar investasi menjadi hal yang penting, apalagi nilai uang makin lama makin turun.</p>



<p>Hanya saja, bentuk investasi tidak hanya itu. Membuka bisnis sendiri juga bentuk investasi. Menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi juga bentuk investasi. Beramal dan berbuat baik juga bentuk investasi.</p>



<p>Bagi Penulis, blog <strong>Whathefan </strong>ini pun merupakan bentuk investasi yang berharga. Selain sebagai portofolio, blog ini juga terbukti telah membantu Penulis untuk mendapatkan pekerjaan hingga dua kali.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Awal Mula Whathefan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/whatehfan-adalah-investasi-saya-1-1024x683.png" alt="" class="wp-image-4862" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/whatehfan-adalah-investasi-saya-1-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/whatehfan-adalah-investasi-saya-1-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/whatehfan-adalah-investasi-saya-1-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/04/whatehfan-adalah-investasi-saya-1.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Niagahoster (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://paulipu.com/kode-promo-niagahoster-2021/">Paulipu</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis telah menceritakan sedikit <a href="https://whathefan.com/pengalaman/di-balik-nama-whathefan/">awal mula nama Whathefan</a>. Secara singkat, keinginan untuk membuat blog berawal ketika Penulis sedang mempersiapkan diri untuk <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-mengejar-beasiswa-dan-gagal-empat-kali/">tes IELTS</a> di Kampung Inggris, Pare, Kediri.</p>



<p>Salah seorang teman mengatakan bahwa memiliki blog pribadi akan menjadi salah satu nilai tambah jika ingin mendapatkan beasiswa. Berhubung Penulis juga suka menulis, maka Penulis pun membeli domain dan hosting whathefan.com pada tanggal <strong>2 Januari 2018</strong>.</p>



<p>Penulis memilih <strong>Niagahoster </strong>karena memiliki layanan purnajual yang baik. Ketika memiliki <em>software house </em>bersama teman-teman kuliah, Penulis selalu membeli domain dan hosting di sana dan bisa dibilang tidak pernah mengecewakan.</p>



<p>Waktu itu, Penulis mengambil paket <strong>Pelajar </strong>yang sedang promo domain gratis. Kalau tidak salah, waktu itu Penulis membelinya dengan harga 600 ribuan. Selain itu, Penulis membeli tema WordPress seharga 700 ribuan yang sudah lama tidak Penulis gunakan.</p>



<p>(Tema yang sedang diterapkan di Whathefan sekarang adalah tema premium dari Envato Market. Penulis mendapatkannya secara gratis berkat bantuan seorang kawan.)</p>



<p>Setelah itu, Penulis harus membayar biaya hosting tahunan sebesar <strong>Rp777.600,00</strong> belum termasuk PPN 10%. Biaya tersebut tentu tidak murah, apalagi Penulis tidak bisa mengandalkan AdSense-nya yang hingga artikel ini ditulis baru menyentuh angka 240 ribu setelah berjalan tiga tahun.</p>



<p>Jika tidak menghasilkan, di mana letak investasinya? </p>



<h2 class="wp-block-heading">Portofolio Daring</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="512" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/pengalaman-melamar-kerja-di-mainspring-technology-banner-1024x512.jpg" alt="" class="wp-image-2881" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/pengalaman-melamar-kerja-di-mainspring-technology-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/pengalaman-melamar-kerja-di-mainspring-technology-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/pengalaman-melamar-kerja-di-mainspring-technology-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/pengalaman-melamar-kerja-di-mainspring-technology-banner.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Teman-Teman Mainspring Technology</figcaption></figure>



<p>Di tahun pertama Whathefan Penulis berhasil memproduksi 302 tulisan dalam satu tahun. Jumlah tersebut berkurang hampir setengahnya pada tahun 2019 karena Penulis hanya menghasilkan 189 tulisan. Tahun 2020 lebih sedikit lagi, hanya 140 tulisan.</p>



<p>Meskipun dari tahun ke tahun jumlah artikel yang ditulis makin sedikit, setidaknya jumlah sudah cukup untuk menunjukkan kalau Penulis termasuk produktif menulis. Selain itu, dengan banyaknya tulisan yang sudah dibuat artinya keterampilan menulisnya (seharusnya) juga terus meningkat.</p>



<p>Selain karena ridho Tuhan dan doa orang tua, blog ini juga membantu Penulis untuk mendapatkan pekerjaan. Ketika di <strong><a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-melamar-kerja-di-mainspring-technology/">Mainspring Indonesia</a></strong> (sekarang Main Games Indonesia), Penulis hampir tidak diloloskan dari tahap wawancara pertama karena dianggap kurang pengalaman oleh orang HRD.</p>



<p>Hanya saja, orang HRD satunya ingin memberikan kesempatan karena blog yang Penulis miliki. Fakta ini Penulis ketahui setelah masuk dan menjadi cukup dekat dengan orang-orang HRD di sana. Tentu hal ini menimbulkan kebanggaan tersendiri.</p>



<p>Di kantor yang baru (<strong>UP Station</strong>, grup dari UniPin), ternyata salah satu alasan Penulis diterima sebagai Gaming Editor adalah karena Whathefan ini. Ketika sudah bergabung, atasan Penulis bercerita kalau dirinya berusaha meyakinkan Vice President-nya untuk menerima Penulis karena blog ini.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis menganggap kalau Whathefan ini adalah salah satu investasi Penulis yang berhasil. Alhamdulillah.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Penulis yang memang <em>passion</em>-nya di dunia penulisan merasa beruntung karena memiliki blog pribadi sebagai wadah untuk berkreasi, mengasah kemampuan, sekaligus portofolio daring. Blog ini telah menjadi investasi yang berhasil, setidaknya bagi Penulis.</p>



<p>Para Pembaca sekalian mungkin juga memiliki bentuk investasi lain yang tidak kalah menarik. Jika ada, bolehlah kita saling <em>sharing </em>agar Penulis mendapatkan wawasan yang lebih luas lagi.</p>



<p></p>



<p></p>



<p>Lawang, 8 April 2021, terinspirasi setelah mendengar kalau salah satu alasan Penulis diterima di kantor baru adalah karena blog ini</p>



<p>Foto: Photo by <a href="https://unsplash.com/@xps?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">XPS</a> on <a href="https://unsplash.com/s/photos/laptop?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/whathefan-adalah-investasi-saya/">Whathefan adalah Investasi Saya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/whathefan-adalah-investasi-saya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
