<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jepang Archives - whathefan</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/jepang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/jepang/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Mar 2026 06:55:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/logo-kotak-whathefan-2026-v3-80x80.jpg</url>
	<title>Jepang Archives - whathefan</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/jepang/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Membaca Teka-Teki Rumah Aneh</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-teka-teki-rumah-aneh/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-teka-teki-rumah-aneh/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2026 14:26:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[detektif]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[misteri]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8493</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebenarnya sudah sejak lama novel Teka-Teki Rumah Aneh karya Uketsu mencuri perhatian Penulis. Namun, entah mengapa Penulis belum merasa terdorong untuk membelinya, meskipun sebenarnya suka dengan novel &#8220;teka-teki&#8221;. Nah, membaca novel-novel detektif Keigo Higashino yang akhirnya membuat Penulis memutuskan untuk membeli dan membaca novel ini. Toh, novel ini tidak terlalu tebal, sehingga bisa cepat ditandaskan. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-teka-teki-rumah-aneh/">[REVIEW] Setelah Membaca Teka-Teki Rumah Aneh</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sebenarnya sudah sejak lama novel <em><strong>Teka-Teki Rumah Aneh</strong></em> karya <strong>Uketsu</strong> mencuri perhatian Penulis. Namun, entah mengapa Penulis belum merasa terdorong untuk membelinya, meskipun sebenarnya suka dengan novel &#8220;teka-teki&#8221;.</p>



<p>Nah, membaca <a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-the-devotion-of-suspect-x/">novel-novel detektif Keigo Higashino</a> yang akhirnya membuat Penulis memutuskan untuk membeli dan membaca novel ini. Toh, novel ini tidak terlalu tebal, sehingga bisa cepat ditandaskan.</p>



<p>Benar saja, tak butuh lama Penulis menghabiskan novel ini karena misterinya yang membuat penasaran. Dengan durasi sekitar 3-4 jam, Penulis bisa langsung menyelesaikan novel ini. Lantas, apakah novel ini sebagus kata orang?</p>



<p><strong>SPOILER ALERT!!!</strong></p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/Edison_and_phonograph_edit1-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/Edison_and_phonograph_edit1-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/Edison_and_phonograph_edit1-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/Edison_and_phonograph_edit1-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/Edison_and_phonograph_edit1-banner-356x178.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/Edison_and_phonograph_edit1-banner.jpg 1280w " alt="Kekepoan yang Hakiki Ala Thomas Alva Edison" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kekepoan-yang-hakiki-ala-thomas-alva-edison/">Kekepoan yang Hakiki Ala Thomas Alva Edison</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Buku Teka-Teki Rumah Aneh</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul:&nbsp;<em>Teka-Teki Rumah Aneh</em></li>



<li>Penulis: Uketsu</li>



<li>Penerbit: Gramedia Pustaka Utama</li>



<li>Cetakan: Ke-14</li>



<li>Tanggal Terbit: Mei 2025</li>



<li>Tebal: 224 halaman</li>



<li>ISBN: 9786020669960</li>



<li>Harga: Rp79.000</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Isi Buku Teka-Teki Rumah Aneh?</h2>



<p>Novel ini berkisah dari sudut pandang orang pertama<strong> seorang penulis</strong> (namanya tidak pernah disebutkan) spesialis <em>occult </em>alias hal-hal gaib. Nah, suatu ketika, ia dimintai tolong kenalannya untuk memeriksa suatu denah rumah yang menurutnya aneh.</p>



<p>Dari sini, kita bisa melihat kalau konsep &#8220;rumah aneh&#8221; langsung disajikan di awal cerita, bahkan di halaman pertama. Denah rumah yang awalnya tampak normal-normal saja langsung diperlihatkan begitu mulai membaca.</p>



<p>Sang penulis tersebut tentu merasa kebingungan dengan denah rumah tersebut, sehingga ia minta bantuan kenalannya yang bernama <strong>Kurihara-san</strong>, seorang arsitek, yang akhirnya menunjukkan apa keanehan pada denah rumah tersebut.</p>



<p>Nantinya, kita akan sering melihat percakapan antara keduanya di novel ini. Bukan dalam bentuk paragraf, melainkan menggunakan format nama karakter, titik dua (:), baru kalimatnya. Semua percakapan menggunakan format tersebut, sehingga  membuat <em>pace </em>novel ini terasa cepat.</p>



<p>Di novel ini, denah rumah kerap diperlihatkan berkali-kali, terkadang hanya sebagian saja. Dengan demikian, kita tidak perlu capek-capek membolak-balikkan halaman, walau kekurangannya membuat novel ini cepat habis.</p>



<p>Berangkat dari keanehan tersebut, tokoh penulis pun membuat artikel tentang rumah tersebut dengan harapan akan ada orang yang memiliki informasi lebih. Tak lama kemudian, ia pun menerima email dari seseorang yang akan membawa mereka ke sebuah misteri yang kelam.</p>



<p>Penulis tidak akan bercerita terlalu dalam mengenai isi buku ini, mengingat apa yang membuat novel misteri menarik adalah misterinya. Namun, Penulis bisa mengatakan kalau <strong>denah rumah yang aneh di sini tidak hanya satu</strong>.</p>



<p>Selain itu, nanti akan terungkap kalau ada alasan khusus kenapa rumah-rumah tersebut memiliki denah yang aneh. Bisa dibilang, konklusi cerita yang dibagi menjadi empat bab ini tidak tertebak, kalau bukan jadi terlalu jauh.</p>



<p>Di bab selanjutnya, akan ada lebih banyak <em>spoiler</em> yang akan mengurangi keseruan jika Pembaca berniat membaca buku ini. Jadi,<strong> <em>spoiler alert</em>!</strong></p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Membaca Teka-Teki Rumah Aneh</h2>



<p>Penulis pada dasarnya memang menyukai novel detektif dan misteri. Jauh sebelum kenalan dengan <a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-a-midsummers-equation/">novel-novel Keigo</a>, Penulis sudah membaca semua novel <a href="https://whathefan.com/buku/berteriak-karena-buku/">Agatha Christie</a> dan Sherlock Holmes. </p>



<p>Oleh karena itu, standar Penulis jadi agak tinggi. Penulis menganggap <em>Teka-Teki Rumah Aneh </em>adalah cerita misteri yang menarik, tapi tidak sampai membuat Penulis menganggap sebagai salah satu yang terbaik yang pernah Penulis baca.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Yang Plus dari Teka-Teki Rumah Aneh</h3>



<p>Seperti yang sudah Penulis singgung, kita langsung disuguhi denah rumah yang awalnya terlihat normal, tapi ternyata memiliki keanehan. Apalagi, &#8220;rumah anehnya&#8221; bukan hanya itu, sehingga kita jadi menyadari kalau<strong> ini adalah sebuah pola tertentu</strong>, bukan sekadar kesalahan arsitektur saja.</p>



<p>Itulah hal yang berhasil membuat penasaran bagi tokoh penulis dan Kurihara-san. Berawal dari pertanyaan, mereka justru jadi melakukan penyelidikan untuk mengulik apa maksud dari denah rumah aneh tersebut.</p>



<p>Buat Penulis, salah satu kekuatan utama novel ini adalah <strong>bagaimana kita mampu dibuat merasa penasaran seperti tokoh di dalamnya</strong>. Terlalu banyak pertanyaan yang muncul ketika melihat fakta yang ada, sehingga kita terus ingin tahu seperti apa jawabannya.</p>



<p>Itu juga menjadi salah satu alasan lain mengapa <em>pace </em>cerita ini cepat dan tidak terlalu bertele-tele. Tidak ada polisi yang melakukan wawancara seperti di novel-novel Keigo. Apalagi, kita tidak perlu susah-susah membayangkan denahnya karena gambarnya selalu tersedia.</p>



<p>Selain itu, entah bagaimana novel ini juga bisa terasa lumayan &#8220;horor&#8221; hingga Penulis merasa merinding ketika membacanya. Padahal, sama sekali tidak ada adegan hantu atau gangguan makhluk halus.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Yang Kurang dari Teka-Teki Rumah Aneh</h3>



<p>Sayangnya, Penulis kurang menyukai konklusi dari cerita ini yang <strong>memiliki hubungan dengan okultisme</strong>. Keluarga pembunuh yang terjebak &#8220;ritual&#8221; memakan korban tersebut terasa agak bodoh karena mau termakan kata &#8220;orang pintar&#8221;.</p>



<p>Apalagi, semua itu berawal dari hubungan inses yang dialami oleh keluarga tersebut, yang menjadi awal dari semua tragedi yang terjadi selanjutnya. Jumlah korban berjatuhan hanya karena kepercayaan yang sesat.</p>



<p>Mungkin ada pembaca novel ini yang menyukai konklusi seperti itu. Namun, Penulis sendiri tidak menyukai unsur-unsur seperti itu, karena <strong>misteri bisa terjadi karena ketidaktahuan orang</strong>, bukan karena disusun secara cerdik.</p>



<p>Oh iya, di bagian akhir setelah cerita terkesan berakhir, ternyata Uketsu justru memilih <strong>memberikan <em>open ending </em>kepada Pembaca </strong>terhadap salah satu karakter kunci di cerita ini. Padahal, Penulis berharap kalau misterinya harus tuntas tanpa menimbulkan pertanyaan baru.</p>



<p>Walau begitu, novel ini tetap menjadi bacaan misteri yang menegangkan dan akan membuat kita kesulitan untuk berhenti membaca karena penasaran. Setelah membaca Teka-Teki Rumah Aneh, rasanya kita akan jadi memperhatikan setiap detail denah rumah yang kita lihat!</p>



<p>SKOR: <strong>7/10</strong></p>



<p>Saat menulis artikel ini, Penulis sempat ke Gramedia dan melihat ada &#8220;sekuel&#8221; novel ini dengan judul <em><strong>Teka-Teki Gambar Aneh</strong></em>. Menarik untuk ditunggu apakah novel ini juga mampu membuat Penulis merasa merinding dan tak bisa berhenti membaca.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 24 Februari 2026, terinspirasi setelah membaca buku <em>Teka-Teki Rumah Aneh </em>karya Uketsu</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-teka-teki-rumah-aneh/">[REVIEW] Setelah Membaca Teka-Teki Rumah Aneh</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-teka-teki-rumah-aneh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Membaca The Devotion of Suspect X</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-the-devotion-of-suspect-x/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-the-devotion-of-suspect-x/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jun 2024 15:23:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[detektif]]></category>
		<category><![CDATA[Detektif Galileo]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Keigo Higashino]]></category>
		<category><![CDATA[misteri]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7376</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah menamatkan novel Keajaiban Toko Kelontong Namiya yang begitu berkesan, Penulis pun ingin kembali membeli novel karya Keigo Higashino. Sayangnya, dari riset yang Penulis lakukan, ternyata kebanyakan novel Keigo adalah novel detektif, bukan slice of life. Hal tersebut sebenarnya bukan masalah, mengingat Penulis merupakan penggemar novel-novel detektif dan telah membaca semua seri Sherlock Holmes dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-the-devotion-of-suspect-x/">[REVIEW] Setelah Membaca The Devotion of Suspect X</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Setelah menamatkan novel <em><a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-keajaiban-toko-kelontong-namiya/">Keajaiban Toko Kelontong Namiya</a></em> yang begitu berkesan, Penulis pun ingin kembali membeli novel karya Keigo Higashino. Sayangnya, dari riset yang Penulis lakukan, ternyata kebanyakan novel Keigo adalah novel detektif, bukan <em>slice of life</em>.</p>



<p>Hal tersebut sebenarnya bukan masalah, mengingat Penulis merupakan <a href="https://whathefan.com/buku/berteriak-karena-buku/">penggemar novel-novel detektif</a> dan telah membaca semua seri Sherlock Holmes dan Agatha Christie. Yang jadi pertanyaan adalah judul mana yang sebaiknya Penulis baca dulu.</p>



<p>Setelah melihat rating di Goodreads, Penulis memutuskan untuk memilih novel berjudul The <em><strong>Devotion of Suspect X </strong></em>atau <em><strong>Kesetiaan Mr. X </strong></em>yang mendapatkan rating 4.2/5. Alhasil, novel ini berhasil membuat Penulis membeli novel Keigo lainnya.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-25-happy-little-dinosaurs2-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-25-happy-little-dinosaurs2-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-25-happy-little-dinosaurs2-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-25-happy-little-dinosaurs2-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-25-happy-little-dinosaurs2.jpg 1200w " alt="Koleksi Board Game #25: Happy Little Dinosaur" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-25-happy-little-dinosaur/">Koleksi Board Game #25: Happy Little Dinosaur</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Buku The Devotion of Suspect X</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul:&nbsp;<em>The Devotion of Suspect X: Kesetiaan Mr. X</em></li>



<li>Penulis: Keigo Higashino</li>



<li>Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama </li>



<li>Cetakan: Kedua Belas</li>



<li>Tanggal Terbit: Januari 2024</li>



<li>Tebal: 320 halaman</li>



<li>ISBN: 9786020330525</li>



<li>Harga: Rp99.000</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Sinopsis The Devotion of Suspect X</h2>



<p><em>Ketika si mantan suami muncul lagi untuk memeras Yasuko Hanaoka dan putrinya, keadaan menjadi tak terkendali, hingga si mantan suami terbujur kaku di lantai apartemen. Yasuko berniat menghubungi polisi, tetapi mengurungkan niatnya ketika Ishigami, tetangganya, menawarkan bantuan untuk menyembunyikan mayat itu.</em></p>



<p><em>Saat mayat tersebut ditemukan, penyidikan Detektif Kusanagi mengarah kepada Yasuko. Namun sekuat apa pun insting detektifnya, alibi wanita itu sulit sekali dipatahkan. Kusanagi berkonsultasi dengan sahabatnya, Dr. Manabu Yukawa sang Profesor Galileo, yang ternyata teman kuliah Ishigami.</em></p>



<p><em>Diselingi nostalgia masa-masa kuliah, Yukawa sang pakar fisika beradu kecerdasan dengan Ishigami, sang genius matematika. Ishigami berjuang melindungi Yasuko dengan berusaha mengakali dan memperdaya Yukawa, yang baru kali ini menemukan lawan paling cerdas dan bertekad baja.</em></p>



<h2 class="wp-block-heading">Isi Buku The Devotion of Suspect X</h2>



<p>Seringnya, novel detektif akan membawa kita ke sebuah misteri di mana sosok pelaku masih belum diketahui. Sepanjang cerita, kita akan mengikuti penyelidikan yang dilakukan oleh detektif hingga akhirnya bisa menyimpulkan siapa pelaku pada kasus tersebut.</p>



<p>Nah, formula yang berbeda Penulis temukan pada novel ini. Dari sinopsisnya saja, kita sudah tahu siapa yang menjadi pelaku dalam kasus pembunuhan dan bagaimana ia mendapatkan bantuan dari tetangganya agar tidak perlu sampai ditangkap oleh polisi.</p>



<p>Dari sana, alur yang dimiliki oleh novel ini sama seperti novel detektif kebanyakan, di mana pihak kepolisian yang buntuk akhirnya akan meminta bantuan orang di luar kepolisian. Di sini, sosok detektifnya adalah Dr. Manabu Yukawa yang merupakan seorang asisten dosen fisika.</p>



<p>Sama seperti Hercule Poirot ataupun Sherlock Holmes, Yukawa juga memiliki metodenya sendiri untuk bisa memecahkan sebuah kasus. Apalagi, kali ini teman kuliahnya yang bernama Ishigami terlibat, sehingga ia memiliki cara pendekatannya sendiri.</p>



<p>Duel antara Yukawa yang merupakan jenius fisika dan Ishigawa yang merupakan jenius matematika menjadi bagian yang cukup menarik. Pertarungan mereka seperti pertanyaan: mana yang lebih sulit, menulis jawaban sendiri atau mengoreksi jawaban orang lain? </p>



<p>Kejeniusan Ishigawa berhasil membuat Yasuko Hanaoka dan putrinya, yang menjadi pelaku pembunuhan mantan suaminya, memiliki alibi sempurna. Semua skenario seolah sudah ia perhitungkan, dan selama Yasuko dan anaknya yang bernama Misato bisa melakukan apa yang perintah, harusnya semua aman.</p>



<p>Satu hal yang tidak diperhitungkan oleh Ishigawa adalah keterlibatan Yukawa di kasus ini. Jika saja Yukawa tidak terlibat, kemungkinan besar semua rencana yang telah ia susun akan berhasil hingga akhir dan pihak kepolisian akan mengalami kebuntuan.</p>



<p><em>Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya <s>tidak akan ikut olimpiade </s>jatuh juga.</em></p>



<p>Penulis tidak akan terlalu banyak membocorkan cerita dari novel ini, karena nilai plusnya justru di bagian <em>plot twist</em>-nya. Yang jelas, Penulis yang sudah sering membaca novel detektif pun terkecoh hingga bagian akhir.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Membaca The Devotion of Suspect X</h2>



<p>Belajar dari kesalahan tak bisa menghafal nama-nama Jepang di novel-novel Jepang, Penulis memutuskan untuk memberi otaknya waktu sejenak untuk menghafalkan ini siapa dan perannya apa. Hal tersebut cukup membantu Penulis membedakan karakter-karakter yang ada di novel ini.</p>



<p>Sebenarnya Penulis tidak ingin terlalu memberikan bocoran mengenai alur cerita novel ini. Hanya saja, ada beberapa poin yang ingin Penulis ulas yang mengharuskan Penulis sedikit memberikan bocoran. Oleh karena itu, Penulis akan memberikan <em><strong>spoiler alert </strong></em>di sini.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Awalnya Kurang Mengesankan, Akhirnya Bikin Terkejut</h3>



<p>Saat membaca bagian awal novel ini, Penulis merasa kalau alurnya cukup tertebak karena kedalaman ceritanya memang cukup dangkal jika dibandingkan dengan karya Agatha Christie. Apalagi, di pembatas buku tertulis Asianlit, sehingga Penulis merasa wajar jika cerita misterinya dibuat agak ringan.</p>



<p>Sejak awal, Penulis sudah menebak kalau Ishigami pada akhirnya akan menyerahkan diri ke polisi apabila situasinya sudah semakin gawat. Dari awal hingga menjelang akhir, inilah aksi paling bucin dari Ishigami kepada Yukawa. </p>



<p>Untuk apa sampai berbuat segitunya demi orang yang tidak terlalu dekat? Bukankah membantu menutupi pembunuhan saja sudah tidak normal? Di bagian akhir nanti akan dijelaskan mengapa Ishigami sampai sebucin dan senekat itu. </p>



<p>Lantas jika tertebak, di mana letak <em>plot twist</em>-nya? Jawabannya ada di dua bab terakhir, di mana <em>plot twist-</em>nya adalah tentang sampai sejauh mana Ishigami rela berbuat demi melindungi Yukawa. Penulis benar-benar terkejut ketika membacanya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Membandingkan Yukawa dengan Poirot dan Holmes</h3>



<p>Berbicara tentang sosok Yukawa yang menjadi <em>main detective </em>di novel ini, kesan pertama yang Penulis dapatkan adalah kemampuan deduksi dan analisisnya masih di bawah Poirot dan Holmes. Cara-cara yang ia lakukan dalam menyelesaikan kasus ini bisa dibilang biasa saja, tidak ada yang istimewa.</p>



<p>Yukawa memang bisa menghubungkan satu fakta dengan fakta lainnya seperti yang dilakukan Poirot dengan sel-sel kelabu di otaknya, tetapi entah mengapa terasa cukup lamban. Kalau kemampuan deduksi, Holmes jelas masih di atasnya. </p>



<p>Yukawa seolah digambarnya sebagai seorang akademisi yang kebetulan kelewat jenius saja, sehingga bisa melihat apa yang dilewatkan oleh pihak kepolisian. Namun, kemampuan detektifknya bisa dibilang tidak terlalu menonjol.</p>



<p>Duelnya dengan Ishigawa sendiri bukan duel ala Holmes vs. Moriaty di mana mereka berusaha saling mengalahkan. Duel mereka &#8220;hanya&#8221; bagaimana Yukawa berusaha membongkar trik yang dilakukan oleh Ishigawa untuk menutupi kejahatan yang dilakukan oleh Yasuko.</p>



<p>Memang terlalu dini untuk menilai Yukawa karena Penulis baru membaca satu serinya. Penulis jadi tidak sabar untuk membaca seri Detektif Galileo selanjutnya, mungkin penilaian Penulis terhadapnya akan berubah. </p>



<h3 class="wp-block-heading">Sedikit Kekurangan</h3>



<p>Jika disuruh menuliskan kekurangan dari novel ini, mungkin bagian penyelidikan yang dilakukan oleh Detektif Kusanagi dan lainnya cukup berputar-putar di tempat tanpa ada progres yang berarti, sehingga di beberapa bagian alurnya akan terasa lambat.</p>



<p>Sejak awal, Yasuko menjadi target utama kepolisian karena hubugannya sebagai mantan istri Togashi. Namun, alibi Yasuko dan Misato nyaris sempurna dan pihak kepolisian tidak bisa membuktikan alibi mereka palsu. Inilah yang membuat penyelidikan menjadi berputar-putar.</p>



<p>Apalagi, Yasuko dan Misato berhasil menjalankan semua perintah Ishigawa dengan sempurna, sehingga kepolisian pun jadi yakin atas kesaksian mereka. Sedikit saja kesalahan yang mereka lakukan, rencana Ishigawa bisa buyar.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Kesimpulannya, <em>The Devotion of Suspect X </em>merupakan sebuah novel detektif dengan pendekatan yang berbeda. Alih-alih menebak-nebak siapa pelakunya, kita justru diberikan suguhan duel antara dua jenius: yang ingin menutupi kejahatan dan yang ingin membongkarnya.</p>



<p>Dengan pendekatan yang <em>fresh </em>ini, Penulis jadi merasa membaca sebuah novel yang unik dan cukup berkesan. Konklusi kisahnya pun memuaskan, meskipun terasa getir. Mungkin Keigo memang doyang membuat kisah yang membuat hati pilu.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Skor: 9/10</mark></p>
</blockquote>



<p>Saat hampir menamatkan novel ini pada hari Kamis (6/6/24) kemarin, Penulis memutuskan untuk membeli novel Keigo lainnya yang berjudul <em>A Midsummer&#8217;s Equation</em>. Semoga saja keseruan ceritanya minimal setara dengan yang baru Penulis tamatkan ini.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 8 Juni 2024, teinspirasi setelah membaca buku <em>The Devotion of Suspect X </em>karya Keigo Higashino</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-the-devotion-of-suspect-x/">[REVIEW] Setelah Membaca The Devotion of Suspect X</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-the-devotion-of-suspect-x/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Membaca Twenty-Four Eyes: Dua Belas Pasang Mata</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-twenty-four-eyes-dua-belas-pasang-mata/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-twenty-four-eyes-dua-belas-pasang-mata/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2024 15:06:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[murid]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7238</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada tulisan ulasan novel Keajaiban Toko Kelontong Namiya, Penulis sudah menyebutkan kalau dirinya membeli buku tersebut karena tertarik membaca novel-novel karya penulis Jepang setelah membaca seri Funiculi Funicula. Sebenarnya sebelum membaca buku tersebut, Penulis sudah membaca novel Jepang lain berjudul Twenty-Four Eyes: Dua Belas Pasang Mata karya Sakae Tsuboi. Hanya saja, novel tersebut kurang berkesan, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-twenty-four-eyes-dua-belas-pasang-mata/">[REVIEW] Setelah Membaca Twenty-Four Eyes: Dua Belas Pasang Mata</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pada tulisan ulasan novel <a href="https://whathefan.com/olahraga/biasakan-nonton-mu-sampai-habis-lol/"><em>Keajaiban Toko Kelontong Namiya</em>, </a> Penulis sudah menyebutkan kalau dirinya membeli buku tersebut karena tertarik membaca novel-novel karya penulis Jepang setelah membaca seri <em><a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-funiculi-funicula-before-the-coffee-gets-cold-spoiler-version/">Funiculi Funicula</a></em>.</p>



<p>Sebenarnya sebelum membaca buku tersebut, Penulis sudah membaca novel Jepang lain berjudul <strong><em>Twenty-Four Eyes: Dua Belas Pasang Mata</em> </strong>karya <strong>Sakae Tsuboi</strong>. Hanya saja, novel tersebut kurang berkesan, sehingga Penulis jadi malas membuat ulasannya.</p>



<p> Namun, karena sesuai jadwal harusnya novel ini dibuat ulasannya dan kemalasan menuliskannya membuat tulisan yang lain jadi ikut tertunda, Penulis pun meniatkan diri untuk menyelesaikan artikel ini.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/menjaga-konsistensi-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/menjaga-konsistensi-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/menjaga-konsistensi-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/menjaga-konsistensi-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/menjaga-konsistensi-banner.jpg 1280w " alt="Menjaga Konsistensi" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/menjaga-konsistensi/">Menjaga Konsistensi</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Buku</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: Twenty-Four Eyes: Dua Belas Pasang Mata</li>



<li>Penulis: Sakae Tsuboi</li>



<li>Penerbit: Gramedia Pustaka Utama</li>



<li>Cetakan: Keduabelas</li>



<li>Tanggal Terbit: Maret 2023</li>



<li>Tebal: 248 halaman</li>



<li>ISBN: 9786020651729</li>



<li>Harga: Rp70.000</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Sinopsis Buku Twenty-Four Eyes: Dua Belas Pasang Mata</h2>



<p><em>Sebagai guru baru, Bu Guru Oishi ditugaskan mengajar di sebuah desa nelayan yang miskin. Di sana dia belajar memahami kehidupan sederhana dan kasih sayang yang ditunjukkan murid-muridnya. Sementara waktu berlalu, tahun-tahun yang bagai impian itu disapu oleh kenyataan hidup yang sangat memilukan. Perang memorak-porandakan semuanya, dan anak-anak ini beserta guru mereka mesti belajar menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.</em></p>



<h2 class="wp-block-heading">Isi Buku Twenty-Four Eyes: Dua Belas Pasang Mata</h2>



<p>Berhubung novelnya tipis (hanya sekitar 200 halaman), sebenarnya cerita yang disajikan sederhana saja. Apa yang tertuang di bagian sinopsis sudah menjelaskan garis besar cerita novel ini, sehingga rasanya Penulis tidak perlu menceritakan lagi apa isi buku ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Membaca Buku Twenty-Four Eyes: Dua Belas Pasang Mata</h2>



<p>Ketika melihat novel ini di toko buku, Penulis tertarik dengan latar pendidikan yang diangkat di antara dua era Perang Dunia ini. Dengan jumlah murid yang sedikit di tempat terpencil, Penulis juga jadi berharap kalau isinya akan mirip dengan <em>Laskar Pelangi</em>.</p>



<p>Sayangnya, harapan tersebut pupus begitu saja ketika Penulis sudah mulai membaca novel yang tergolong klasik ini. Penulis sama sekali kesulitan untuk bisa menikmati gaya bahasanya dan alur ceritanya. </p>



<p>Bahkan, Penulis tidak bisa banyak ingat apa saja kisah yang ada di dalamnya. Ceritanya berkutat di antara bagaimana bu guru yang bergaya modern harus beradaptasi dengan lingkungan desa judgemental<em> </em>dan berbagai konflik yang dihadapi oleh para muridnya.</p>



<p>Selain itu, berbeda dengan <em>Laskar Pelangi</em>, Penulis sangat kesulitan untuk membedakan murid-muridnya. Apalagi, novel ini juga tidak memiliki satu figur tokoh utama yang bisa membantu kita menavigasi arah cerita.</p>



<p>Sudah namanya sulit-sulit, masing-masing pun rasanya tidak terlalu memiliki ciri khas yang menonjol untuk diingat. Alhasil, sepanjang cerita, Penulis kesulitan untuk membayang tiap adegan yang terpampang karena merasa kesulitan untuk mengasosiasikan ini siapa itu siapa.  </p>



<p>Saat mengecek di Goodreads, sebenarnya ada banyak pembaca novel ini yang jatuh cinta dan menganggap ceritanya yang <em>bittersweet</em> menyentuh hati. Sayangnya, Penulis bukan salah satunya karena sungguh tidak bisa menikmatinya.</p>



<p>Bahkan ketika habis membacanya, sama sekali tidak muncul perasaan haru. Yang ada justru rasa syukur karena akhirnya bisa menyelesaikan novel ini yang walaupun pendek, rasanya sangat berat untuk menamatkannya.</p>



<p>Tidak hanya itu, Penulis juga bersyukur karena akhirnya bisa mengurangi &#8220;tanggungannya&#8221; dengan menuliskan ulasan singkat tentang novel ini. Setidaknya satu beban tulisan telah selesai.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Rating: 3/10</mark></p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 12 Mei 2024, terinspirasi setelah membaca buku <em>Dua Belas Pasang Mata </em>karya Sakae Tsuboi</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-twenty-four-eyes-dua-belas-pasang-mata/">[REVIEW] Setelah Membaca Twenty-Four Eyes: Dua Belas Pasang Mata</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-twenty-four-eyes-dua-belas-pasang-mata/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Membaca Keajaiban Toko Kelontong Namiya</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-keajaiban-toko-kelontong-namiya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-keajaiban-toko-kelontong-namiya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Apr 2024 14:24:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[fantasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Keigo Higashino]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[slice of life]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7176</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejak terpukau dengan seri Funiculi Funicula, Penulis jadi makin tertarik untuk membaca novel-novel buatan penulis Jepang. Oleh karena itu, Penulis memutuskan untuk membeli salah satu novel karya Keigo Higashino, yang namanya sering Penulis temukan di toko buku. Untuk pilihan pertama Penulis jatuhkan kepada novel berjudul Keajaiban Toko Kelontong Namiya. Entah mengapa waktu itu Penulis merasa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-keajaiban-toko-kelontong-namiya/">[REVIEW] Setelah Membaca Keajaiban Toko Kelontong Namiya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sejak terpukau dengan <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-funiculi-funicula-before-the-coffee-gets-cold/">seri <em>Funiculi Funicula</em></a>, Penulis jadi makin tertarik untuk membaca novel-novel buatan penulis Jepang. Oleh karena itu, Penulis memutuskan untuk membeli salah satu novel karya Keigo Higashino, yang namanya sering Penulis temukan di toko buku.</p>



<p>Untuk pilihan pertama Penulis jatuhkan kepada novel berjudul<em><strong> Keajaiban Toko Kelontong Namiya</strong></em>. Entah mengapa waktu itu Penulis merasa terdorong untuk memilih judul ini sebagai &#8220;perkenalan&#8221; dengan karya-karya Keigo. Mungkin karena sinopsisnya yang membuat penasaran.</p>



<p>Untungnya, ternyata pilihan Penulis benar-benar tepat sasaran. Tanpa perlu diragukan, novel ini menjadi salah satu favoritnya. Ada banyak alasan mengapa Penulis menganggap kalau <em>Keajaiban Toko Kelontong Namiya </em>adalah salah satu novel terbaik yang pernah dibaca.</p>



<p class="has-text-align-center"><strong>[SPOILER ALERT!!!]</strong></p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/06/amerika-serikat-dan-kasus-rasisme-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/06/amerika-serikat-dan-kasus-rasisme-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/06/amerika-serikat-dan-kasus-rasisme-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/06/amerika-serikat-dan-kasus-rasisme-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/06/amerika-serikat-dan-kasus-rasisme-banner.jpg 1280w " alt="Sejarah Singkat Rasisme di Amerika Serikat" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-singkat-rasisme-di-amerika-serikat/">Sejarah Singkat Rasisme di Amerika Serikat</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Buku</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: Keajaiban Toko Kelontong Namiya</li>



<li>Penulis: Keigo Higashino</li>



<li>Penerbit: Gramedia Pustaka Utama</li>



<li>Cetakan: Keenambelas</li>



<li>Tanggal Terbit: Maret 2023</li>



<li>Tebal: 400 halaman</li>



<li>ISBN: 9786020648293</li>



<li>Harga: Rp130.000</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Sinopsis Buku Keajaiban Toko Kelontong Namiya</h2>



<p><em>Ketika tiga pemuda berandal bersembunyi di toko kelontong tak berpenghuni setelah melakukan pencurian, sepucuk surat misterius mendadak diselipkan ke dalam toko melalui lubang surat.</em></p>



<p><em>Surat yang berisi permintaan saran. Sungguh aneh.</em></p>



<p><em>Namun, surat aneh itu ternyata membawa mereka dalam petualangan melintasi waktu, menggantikan peran kakek pemilik toko kelontong yang menghabiskan tahun-tahun terakhirnya memberikan nasihat tulus kepada orang-orang yang meminta bantuan.</em></p>



<p><em>Hanya untuk satu malam.</em></p>



<p><em>Dan saat fajar menjelang, hidup ketiga sahabat itu tidak akan pernah sama lagi..</em></p>



<h2 class="wp-block-heading">Isi Buku Keajaiban Toko Kelontong Namiya</h2>



<p>Sesuai dengan sinopsis yang tertera pada bagian belakang buku, novel ini awalnya mengambil sudut pandang dari tiga pemuda yang baru saja melakukan pencurian. Mereka adalah Atsuya, Shota, dan Kohei. Mereka bersembunyi di sebuah toko kelontong yang sudah tak berpenghuni.</p>



<p>Lantas, tiba-tiba datang sepucuk surat yang masuk ke dalam toko tersebut tanpa ada orang di sekitar. Lebih menegangkannya lagi, toko tersebut ditulis oleh seseorang yang berasal dari masa lalu! Karena penasaran, mereka pun mencoba menulis balasannya.</p>



<p>Atsuya yang tegas dan blak-blakan memiliki gaya menulis surat yang galak seolah sedang memarahi, sedangkan kedua temannya yang lain lebih lembut dan berempati. Ajaibnya, setiap mereka selesai mengirimkan surat balasan, maka balasan selanjutnya akan segera datang.</p>



<p>Kurang lebih seperti itulah ringkasan plot cerita dari bagian pertama yang berjudul <strong>&#8220;Jawaban Ada di Kotak Susu.&#8221;</strong> Novel ini masih memiliki empat bagian lagi, yang masing-masing memiliki kisahnya sendiri, walau pada akhirnya akan ada benang merah di bagian akhir.</p>



<p>Tentu saja masing-masing bagian selalu memiliki kaitan dengan toko kelontong Namiya, entah itu sebagai orang yang meminta saran atau sang pemilik toko itu sendiri ketika masih hidup. Keempat bagian yang lain memiliki judul:</p>



<p><strong>2. Alunan Harmonika di Malam Hari</strong></p>



<p>Berpusat pada seorang pemuda yang dilema mengenai kariernya sebagai musisi. Lantas, ia pun berkonsultasi dengan toko kelontong Namiya yang dekat dengan rumahnya. Menariknya, semua surat yang ia kirimkan dibalas oleh ketiga pemuda yang telah disebutkan sebelumnya.</p>



<p><strong>3. Semalam di Civic</strong></p>



<p>Setelah mendapat gambaran bagaimana ketiga pemuda tersebut mengalami &#8220;perjalanan waktu&#8221; sejak masuk toko kelontong tersebut, kita akan dibawa ke sudut pandang pemilik toko tersebut, yakni Yuji Namiya, dan anaknya, Takayuki.</p>



<p>Pada bagian ini, kita jadi bisa memahami mengapa Yuji di penghujung hidupnya membuka layanan konsultasi gratis. Meskipun banyak yang iseng, Yuji selalu berusaha membalas semuanya dengan serius dan bijak.</p>



<p><strong>4. Mengheningkan Cipta Bersama The Beatles</strong></p>



<p>Pada bagian empat, kita akan dibawa ke cerita baru yang berpusat pada mantan penggemar <em>band </em>The Beatles. Namun, di satu titik ia menjadi membenci <em>band </em>tersebut dan memutuskan untuk menjual semua koleksinya.</p>



<p>Hal tersebut terjadi menjelang kaburnya ia bersama orang tuanya, yang sedang terlilit masalah dan hutang. Bahkan, ia pada akhirnya memutuskan untuk kabur dan meninggalkan orang tuanya karena suatu alasan.</p>



<p><strong>5. Doa dari Langit</strong></p>



<p>Penutup dari novel ini berpusat pada seorang wanita muda yang berkarier sebagai seorang <em>hostess</em>. Karena dilema, ia pun meminta nasehat dari Toko Kelontong Namiya (di mana yang membalasnya adalah ketiga pemuda yang telah disebutkan di atas).</p>



<p>Meskipun terkadang merasa tidak cocok dengan gaya bahasa balasan surat tersebut, ia memutuskan untuk menuruti semua nasehatnya dan akhirnya berhasil menjadi seorang wanita yang sukses.</p>



<p>Yang menarik dari bab ini adalah kita menjadi mendapatkan penjelasan mengenai keajaiban yang terjadi di Toko Kelontong Namiya. Selain itu, seluruh cerita dari bab pertama hingga terakhir pun jadi jelas benang merahnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Membaca Buku Keajaiban Toko Kelontong Namiya</h2>



<p>Dari ratusan novel yang pernah dibaca oleh Penulis, rasanya baru kali ini ada yang berhasil membuat Penulis merasa merinding tak karuan. Tidak hanya karena nuansa supranaturalnya, tapi juga karena plot ceritanya yang<em> </em>kadang terasa getir.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Banyak Kesamaan dengan Funiculi Funicula</h3>



<p>Meskipun ditulis oleh orang yang berbeda, entah mengapa <em>Keajaiban Toko Kelontong Namiya </em>memiliki kesan yang mirip dengan <a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-funiculi-funicula-before-the-coffee-gets-cold-spoiler-version/">seri <em>Funiculi Funicula</em></a>. Selain ada unsur supranatural, cerita-cerita yang dihadirkan pun cukup <em>heartwarming </em>walau tidak sampai bikin mewek.</p>



<p>Selain itu, ada juga unsur <em>time travel </em>di novel ini, walau yang pergi ke masa lalu hanya surat-surat, bukannya orangnya seperti yang terjadi di <a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-funiculi-funicula-kisah-kisah-yang-baru-terungkap/">kafe Funiculi Funicula</a>. Itu pun sudah cukup karena surat tersebut menjadi salah satu kekuatan utama dari novel ini.</p>



<p>Penokohannya pun juga sama-sama PR karena Penulis kesulitan mengingat nama dalam bahasa Jepang. Apalagi, novel ini juga memiliki banyak karakter. Bayangkan, setiap cerita selalu menghadirkan karakter baru.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Benang Merah dari Kisah-Kisah yang Seolah Tak Berhubungan</h3>



<p>Formula yang dimiliki oleh novel ini mengandung salah satu unsur yang Penulis sukai, yakni bagaimana beberapa kisah yang seolah tidak memiliki keterkaitan ternyata memiliki benang merah yang tak terduga. Padahal, cerita yang dimiliki seolah bisa berdiri sendiri-sendiri. </p>



<p>Begitu menyelesaikan novel ini, rasanya cerita yang terjalin berhasil menjadi <em>full circle</em>, di mana cerita berakhir di mana ia bermula. Novel ini juga memiliki alur waktu yang tidak linier, mirip dengan film-film buatan Christopher Nolan. </p>



<p>Walaupun begitu, alurnya bisa dibilang mengalir dengan mulus tanpa ada <em>plot hole</em>. Cerita dengan latar waktu yang rumit bisa dibuat mudah dipahami. Apalagi, tidak ada adegan yang terasa percuma. Semua memiliki alasan mengapa harus diceritakan.</p>



<p>Mungkin bagi yang mendalami konsep <em>time travel</em> akan mempertanyakan beberapa paradoks yang terjadi karena semua kejadian yang ada berada dalam satu lingkaran yang sama. Ini terutama akan sangat terasa di bab terakhir. </p>



<h3 class="wp-block-heading">Karakter Favorit: Yuji Namiya</h3>



<p>Tanpa memberikan <em>spoiler</em>, karakter favorit Penulis di sini tentu saja adalah Yuji Namiya sang pemilik toko kelontong yang memberikan layanan konsultasi gratis. Di penghujung hidupnya, ia mengabdikan dirinya untuk bisa bermanfaat bagi orang lain. Luar biasa.</p>



<p>Meskipun adegannya lebih banyak <em>flashback </em>karena ia diceritakan telah meninggal di masa kini, kita bisa merasakan kehadirannya sepanjang cerita, terutama setelah membaca bab ketiga. </p>



<p>Salah satu hal yang paling membuat Penulis merasa terharu adalah bagaimana ia bahkan menyempatkan diri untuk membalas sebuah kertas kosong tanpa isi. Balasannya pun tidak main-main, benar-benar membuat merinding!</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Penulis tidak ingin membocorkan banyak cerita atau plot dari novel ini, karena berharap Pembaca akan menemukan keseruannya sendiri ketika membaca novel ini. Tak berlebihan rasanya jika Penulis menyebut ini adalah salah satu novel terbaik yang pernah dibaca.</p>



<p>Yang jelas, rasanya tidak ada pertanyaan yang menggantung setelah menamatkannya, semua tuntas terjawab, termasuk mengapa bisa surat yang dikirimkan puluhan tahun lalu bisa baru sampai hari ini. Sangat direkomendasikan untuk semua kalangan!</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Skor: 11/10</mark></p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 31 Maret 2024, terinspirasi setelah membaca buku Keajaiban Toko Kelontong Namiya</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-keajaiban-toko-kelontong-namiya/">[REVIEW] Setelah Membaca Keajaiban Toko Kelontong Namiya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-keajaiban-toko-kelontong-namiya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Oppenheimer (Secara Tidak Langsung) Membantu Indonesia Merdeka</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-oppenheimer-secara-tidak-langsung-membantu-indonesia-merdeka/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-oppenheimer-secara-tidak-langsung-membantu-indonesia-merdeka/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jul 2023 16:33:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[bom atom]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[Oppenheimer]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6716</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oppenheimer benar-benar membekas bagi Penulis. Melalui film yang digarap oleh Christopher Nolan tersebut, Penulis jadi bisa mengetahui sosok J. Robert Oppenheimer secara lebih mendalam lagi. Selama ini, Penulis hanya tahu secara sekilas saja. Kisah hidupnya memang menarik dan penuh gejolak, sehingga sah-sah saja jika ia menjadi biopik pertama yang dibuat oleh Nolan. Oppenheimer bukan manusia [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-oppenheimer-secara-tidak-langsung-membantu-indonesia-merdeka/">Bagaimana Oppenheimer (Secara Tidak Langsung) Membantu Indonesia Merdeka</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><em><strong>Oppenheimer</strong> </em>benar-benar membekas bagi Penulis. Melalui film yang digarap oleh Christopher Nolan tersebut, Penulis jadi bisa mengetahui sosok J. Robert Oppenheimer secara lebih mendalam lagi. Selama ini, Penulis hanya tahu secara sekilas saja.</p>



<p>Kisah hidupnya memang menarik dan penuh gejolak, sehingga sah-sah saja jika ia menjadi biopik pertama yang dibuat oleh Nolan. Oppenheimer bukan manusia sempurna yang layak jadi teladan, tapi harus diakui kalau drama kehidupannya layak untuk disimak.</p>



<p><a href="https://whathefan.com/tak-berkategori/review-setelah-menonton-oppenheimer/">Setelah menonton <em>Oppenheimer</em></a>, ada banyak hal yang Penulis renungkan, mulai dari bagaimana <a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-a-thousand-suns/">Linkin Park telah menggunakan pidatonya di tahun 2010</a> hingga bagaimana bahaya perang nuklir selalu mengintai kita.</p>





<p>Namun, ada satu hal yang cukup menggelitik Penulis hingga membuat Penulis ingin membuat artikel khusus tentangnya, yaitu tentang bagaimana Oppenheimer, secara tidak langsung, membantu Indonesia berhasil meraih kemerdekaannya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Hegemoni Jepang di Kawasan Asia Pasifik</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6719" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Kekuasaan Jepang di Era Perang Dunia 2 (<a href="https://www.ww2classroom.org/node/148">Classroom</a>)</figcaption></figure>



<p>Indonesia mulai dijajah oleh Jepang sejak tahun 1942. Dalam waktu yang relatif singkat, banyak yang menyebutkan kalau penderitaan yang diakibatkan oleh mereka jauh lebih parah dibandingkan dengan waktu penjajahan Belanda.</p>



<p>Para pahlawan tentu berusaha mengusir Jepang dengan berbagai cara, baik dengan cara diplomasi maupun kekerasan melalui perang. Namun, Jepang ketika Perang Dunia 2 menjadi yang tertangguh di kawasan Asia Pasifik.</p>



<p>Bukan hanya Indonesia, wilayah jajahan Jepang sangat luas karena mencakup Korea, China (wilayah Manchuria), pulau-pulau kecil di Samudera Pasifik, Vietnam, dan tentu saja Indonesia. Mereka butuh sumber daya sebanyak-banyaknya untuk memperkuat supremasinya.</p>



<p>Berhubung Eropa sedang fokus menghadapi Jerman (dan Italia) yang membabi buta, waktu itu seolah tidak ada yang bisa menghentikan Jepang. Negara yang paling dekat saat itu adalah Amerika Serikat, yang di masa awal Perang Dunia 2 mengambil sikap netral.</p>



<p>Namun, semuanya berubah ketika pasukan Jepang menyerang Pearl Harbour pada 7 Desember 1941. Amerika Serikat pun memutuskan masuk ke medan perang di kawasan Pasifik, berupaya dengan pasukan yang tersisa untuk memukul mundur pasukan Jepang.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Oppenheimer dan Proyek Manhattan yang Dipimpinnya</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6720" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Trinity Test (<a href="https://www.youtube.com/watch?v=_7fKlk441dQ">YouTube</a>)</figcaption></figure>



<p>Di tengah masa perang, tersiar kabar kalau Jerman yang dipimpin oleh Adolf Hitler dan NAZI sedang mengembangkan sebuah bom nuklir yang memiliki daya hancur luar biasa. Tentu ini menimbulkan ketakutan yang luar biasa bagi dunia.</p>



<p>Hal ini akhirnya mendorong Oppenheimer, yang terkenal apatis dengan politik dan ekonomi, mau menerima tawaran untuk menjadi pemimpin <strong>Manhattan Project</strong>. Secara sederhana, ini adalah sebuah proyek pembuatan bom atom untuk menyaingi bom milik Jerman</p>



<p>Oppenheimer pun memilih lokasi di tengah gurun, tepatnya di Los Alamos, New Mexico. Dengan bantuan dari berbagai ilmuwan di Amerika Serikat, proyek tersebut akhirnya rampung dalam waktu kurang lebih tiga tahun.</p>



<p>Namun, sebelum bom atom itu selesai, Jerman sudah lebih dulu menyerah setelah Hitler bunuh diri pada bulan April 1945. Walaupun begitu, proyek tersebut tetap berjalan, hingga akhirnya tes pertama yang dinamai <strong>Trinity</strong> <strong>Test</strong> dilaksanakan pada bulan Juli 1945.</p>



<p>Pada akhirnya, bom atom yang diberi nama Fat Man dan Little Boy tersebut dijatuhkan masing-masing di kota Hiroshima (6 Agustus) dan Nagasaki (8 Agustus). Beberapa hari kemudian, pada tanggal 15 Agustus 1945, Jepang resmi menyerah.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Jepang Menyerah, Indonesia Gercep</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6721" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Merdeka karena Gercep (<a href="https://voi.id/memori/76538/peristiwa-di-balik-pembacaan-naskah-proklamasi-kemerdekaan-indonesia-dalam-sejarah-hari-ini-17-agustus-1945">VOI</a>)</figcaption></figure>



<p>Kerusakan yang diakibatkan oleh bom atom ke Hiroshima dan Nagasaki sangat masif. Menurut pembelaan pihak Amerika Serikat, tindakan tersebut harus diambil untuk menghindari lebih banyak nyawa yang harus hilang jika perang terus berlangsung tanpa berkesudahan.</p>



<p>Memang, banyak yang menganggap itu adalah keputusan yang tepat dan terbukti karena Jepang akhirnya menyerah. Kehilangan ratusan ribu penduduk dalam sekejap jelas sebuah pengingat yang sangat keras, dan Jepang tidak ingin bom atom dijatuhkan lagi ke wilayahnya.</p>



<p>Siapa yang mendapatkan &#8220;berkah&#8221; dari peristiwa ini? Salah satunya adalah Indonesia, yang langsung <em>gercep </em>memproklamirkan kemerdekaannya. Mengapa <em>gercep</em>, karena negara-negara lain baru beberapa tahun kemudian bisa merdeka. Korea saja baru merdeka tahun 1947.</p>



<p>Awalnya, para pemuda Indonesia mendesak para tokoh senior untuk melakukannya pada tanggal 16 Agustus, sehari setelah tersiar kabar Jepang telah menyerah. Namun, para tokoh senior sempat menolaknya karena ingin berunding dulu dengan Jepang.</p>



<p>Hal ini sebenarnya dapat dimaklumi, mengingat Jepang sudah berulang kali berjanji akan menghadiahkan kemerdekaan untuk Indonesia. Namun, tampaknya para pemuda tidak ingin kemerdekaan Indonesia menjadi pemberian bangsa lain, harus dari upaya sendiri.</p>



<p>Pada akhirnya, disepakati kalau pembacaan naskah proklamasi akan dilakukan pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Ir. Sukarno. Selanjutnya, seperti yang sudah banyak di buku teks sejarah, Indonesia terus berjuang untuk mempertahankan kemerdekaannya secara heroik.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Peran Oppenheimer dalam Membantu Indonesia Merdeka</h2>



<p>Meskipun Jerman telah kalah, Jepang belum menunjukkan tanda-tanda akan mundur dan mengibarkan bendera putih. Apa yang membuat Jepang akhirnya menyerah di Perang Dunia 2 adalah dijatuhkannya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. </p>



<p>Dengan begitu, harus diakui kalau Oppenheimer (dan AS) memiliki andil dalam kemerdekaan Indonesia. Jika Manhattan Project yang dipimpin oleh Oppenheimer tidak berhasil, mungkin Jepang tidak akan menyerah dan Indonesia tidak akan merdeka pada tahun 1945. </p>



<p>Walaupun begitu, tentu bukan berarti kemerdekaan kita hanya sekadar &#8220;pemberian&#8221; dari bangsa lain. Ingat, sudah banyak perjuangan yang dilakukan oleh para pahlawan, baik ketika merebut kemerdekaan hingga mempertahankannya mati-matian.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 24 Juli 2023, terinspirasi setelah menonton <em>Oppenheimer</em></p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.vanityfair.com/hollywood/2023/07/oppenheimer-poison-apple-true-story">Vanity Fair</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-oppenheimer-secara-tidak-langsung-membantu-indonesia-merdeka/">Bagaimana Oppenheimer (Secara Tidak Langsung) Membantu Indonesia Merdeka</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-oppenheimer-secara-tidak-langsung-membantu-indonesia-merdeka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Captain Tsubasa dan Impian Jepang untuk Juara Piala Dunia</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/captain-tsubasa-dan-impian-jepang-untuk-juara-piala-dunia/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/captain-tsubasa-dan-impian-jepang-untuk-juara-piala-dunia/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2022 16:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[Captain Tsubasa]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[JFA]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<category><![CDATA[visi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6227</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lagi-lagi muncul kejutan di Piala Dunia Qatar 2022, setelah Jepang berhasil mengalahkan Jerman dengan skor 2-1. Apalagi, proses kekalahannya pun mirip dengan yang dialami oleh Argetina kemarin (terkena comeback setelah unggul duluan lewat gol penalti). Jepang memang terlihat bermain lebih spartan, terutama di babak kedua. Mereka mampu bertahan dengan baik dan mampu memaksimalkan peluang yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/captain-tsubasa-dan-impian-jepang-untuk-juara-piala-dunia/">Captain Tsubasa dan Impian Jepang untuk Juara Piala Dunia</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Lagi-lagi muncul <a href="https://whathefan.com/olahraga/piala-dunia-memang-sering-menghadirkan-kejutan/">kejutan di Piala Dunia Qatar 2022</a>, setelah<strong> Jepang berhasil mengalahkan Jerman dengan skor 2-1</strong>. Apalagi, proses kekalahannya pun mirip dengan yang dialami oleh Argetina kemarin (terkena <em>comeback </em>setelah unggul duluan lewat gol penalti).</p>



<p>Jepang memang terlihat bermain lebih spartan, terutama di babak kedua. Mereka mampu bertahan dengan baik dan mampu memaksimalkan peluang yang ada secara efektif. Apalagi, banyak pihak yang menuding Jerman terlalu sibuk dengan &#8220;kampanye&#8221; lain.</p>



<p>Kemenangan ini tentu memunculkan meme, di mana salah satunya adalah adanya klip dari anime <em><strong>Captain Tsubasa</strong> </em>yang seolah sudah memprediksi skor dan kemenangan ini. Alhasil, Penulis pun jadi ingin menulis sesuatu tentang anime legendaris yang satu ini.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Captain Tsubasa dan Impian Jepang untuk Juara Piala Dunia</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Captain-Tsubasa-dan-Impian-Jepang-untuk-Juara-Piala-Dunia-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6234" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Captain-Tsubasa-dan-Impian-Jepang-untuk-Juara-Piala-Dunia-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Captain-Tsubasa-dan-Impian-Jepang-untuk-Juara-Piala-Dunia-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Captain-Tsubasa-dan-Impian-Jepang-untuk-Juara-Piala-Dunia-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Captain-Tsubasa-dan-Impian-Jepang-untuk-Juara-Piala-Dunia-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Anime/Manga Sepak Bola Paling Terkenal (<a href="https://wallpapercave.com/w/wp1898706">Wallpaper Cave</a>)</figcaption></figure>



<p>Di antara semua anime bertema sepak bola yang ada, bisa dibilang <em>Captain Tsubasa </em>adalah yang paling terkenal. Bahkan bukan penonton anime pun pasti pernah mendengar namanya saking legendarisnya.</p>



<p><em>Captain Tsubasa </em>awalnya merupakan manga karangan <strong>Yōichi Takahashi</strong> yang rilis pertama kali pada tahun 1981 dan kemudian diadaptasi menjadi anime pada tahun 1983. Penulis kebetulan adalah pembaca manganya dan penonton animenya.</p>



<p>Ceritanya sendiri berfokus pada karakter <strong>Tsubasa Oozora</strong> yang memiliki bakat bermain sepak bola sejak kecil. Ia juga memiliki impian untuk membawa Jepang menjadi juara Piala Dunia, sesuatu yang di dunia nyata (untuk saat ini) terlihat mustahil.</p>



<p>Berstatus sebagai murid pindahan, ia akhirnya bergabung dengan klub sekolahnya FC Nankatsu. Ia bertemu dengan banyak pemain hebat dari sekolah lain, seperti Hyuga, Matsuyama, Misugi, Tachibana bersaudara, dan masih banyak lagi.</p>



<p>Mentor dalam bermain sepak bola dari Tsubasa adalah Roberto Hongo, mantan pemain bintang Brazil yang juga merupakan kawan dari ayah Tsubasa. Oleh karena itu, saat Hongo melatih Sao Paulo, ia pun merekrut Tsubasa ke dalam timnya.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="750" height="550" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Captain-Tsubasa-dan-Impian-Jepang-untuk-Juara-Piala-Dunia-2.webp" alt="" class="wp-image-6235" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Captain-Tsubasa-dan-Impian-Jepang-untuk-Juara-Piala-Dunia-2.webp 750w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Captain-Tsubasa-dan-Impian-Jepang-untuk-Juara-Piala-Dunia-2-300x220.webp 300w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /><figcaption>Jepang Juara World Youth Cup (<a href="https://captaintsubasa.fandom.com/wiki/All_Japan_Jr._Youth_(1986)">Fandom</a>)</figcaption></figure>



<p>Tsubasa berhasil meraih juara pertamanya bersama Jepang dalam ajang World Youth Cup (mungkin sekarang FIFA World Cup U-20) setelah mengalahkan Brazil secara dramatis. Penulis kebetulan memiliki komik yang menceritakan pertandingan final ini.</p>



<p>Apiknya penampilan Tsubasa membuatnya direkrut oleh Barcelona. Sayangnya, posisinya sama dengan bintang klub Rivaul dan membuatnya harus turun ke Barcelona B. Saat Rivaul cedera, Tsubasa pun dipanggil dalam pertandingan <em>el clasico </em>melawan Real Madrid.</p>



<p>Beberapa kawan Tsubasa juga ada yang berkarir di luar Jepang. Beberapa di antaranya adalah Wakabayashi yang membela Hamburg SV, Hyuga yang membela Juventus (lantas dipinjamkan ke klub Serie C), dan Shingo di Inter Milan (dipinjamkan juga ke Serie C).</p>



<p>Sepengetahuan Penulis, hingga ceritanya tamat belum digambarkan kalau Tsubasa berhasil meraih impiannya untuk menjadi juara Piala Dunia. Prestasinya &#8220;mentok&#8221; di World Youth Cup dan membawa klub yang ia bela menjadi juara liga. </p>



<p>Mungkin saja sang mangaka tetap berusaha serealistis mungkin karena waktu ia membuat Tsubasa, kualitas sepak bola Jepang sedang kurang baik. Semuanya berubah pada tahun 1992, ketika Jepang merevolusi sepak bola di negaranya. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Visi Visioner Sepak Bola Jepang</h2>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Captain-Tsubasa-dan-Impian-Jepang-untuk-Juara-Piala-Dunia-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6237" width="740" height="493" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Captain-Tsubasa-dan-Impian-Jepang-untuk-Juara-Piala-Dunia-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Captain-Tsubasa-dan-Impian-Jepang-untuk-Juara-Piala-Dunia-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Captain-Tsubasa-dan-Impian-Jepang-untuk-Juara-Piala-Dunia-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Captain-Tsubasa-dan-Impian-Jepang-untuk-Juara-Piala-Dunia-4.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption>JFA dan Visi Jangka Panjangnha (<a href="https://www.jfa.jp/eng/football_family/news/00015435/">JFA</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis yang main <em>Winning Eleven </em>sejak kecil jelas ingat dengan logo JFA atau Japan Football Association, PSSI-nya Jepang. Nah, tiga tahun setelah menjadi tuan rumah Piala Dunia 2002 (tahun 2005), JFA membuat &#8220;<strong>The JFA Pledge of 2050</strong>&#8220;.</p>



<p>Dari beberapa poin yang disampaikan, ada satu yang menjadi pusat perhatian:<strong> Menjadi juara Piala Dunia 2050</strong>. Selain itu, mereka juga menargetkan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia, di mana kali ini mereka akan mengadakannya tanpa didampingi negara lain.</p>



<p>Sebelumnya di tahun 1992, saat J League didirikan, Jepang juga pernah mencanangkan kalau mereka menargetkan diri untuk bisa menjadi juara dunia dalam satu abad, atau Piala Dunia edisi 2092. Mungkin, JFA merasa optimis sehingga target tersebut dimajukan hingga 2050.</p>



<p>Apakah itu merupakan target yang realistis? Entahlah. Namun, di dalam The JFA Pledge of 2050, salah satu target yang dikejar adalah masuk ke dalam top 10 FIFA World Ranking. Ketika melakukan pengecekan, ternyata saat ini Jepang masih berada di peringkat 24.</p>



<p>Padahal, target di tahun 2018 adalah berhasil masuk ke dalam 20 besar. Artinya, memenuhi target enam tahun lalu saja masih belum berhasil. Menurut Penulis, masih banyak yang harus ditingkatkan oleh Jepang untuk bisa merealisasikan impiannya menjadi juara dunia. </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Captain-Tsubasa-dan-Impian-Jepang-untuk-Juara-Piala-Dunia-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6236" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Captain-Tsubasa-dan-Impian-Jepang-untuk-Juara-Piala-Dunia-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Captain-Tsubasa-dan-Impian-Jepang-untuk-Juara-Piala-Dunia-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Captain-Tsubasa-dan-Impian-Jepang-untuk-Juara-Piala-Dunia-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Captain-Tsubasa-dan-Impian-Jepang-untuk-Juara-Piala-Dunia-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Kemenangan yang Mengejutkan (<a href="https://en.as.com/soccer/germany-vs-japan-live-online-score-states-and-updates-qatar-world-cup-n/">AS USA</a>)</figcaption></figure>



<p>Hanya saja, kemenangan mereka atas Jerman (walau selanjutnya kalah saat melawan Kosta Rika) bisa menjadi pertanda baik kalau mereka bisa menjadi lebih baik lagi untuk beberapa tahun ke depan.</p>



<p>Jika dilihat dari kualitas pemain yang dimiliki, banyak nama tenar seperti Takumi Minamino (Monaco),  Takehiro Tomiyasu (Arsenal), Yuto Nagatomo (FC Tokyo), hingga Takefusa Kubo (Real Sociedad). </p>



<p>Dari 26 pemain yang dipanggil untuk Piala Dunia Qatar 2022, sebanyak 17 pemain bermain di liga top Eropa. Ini menandakan kalau pemain Jepang mulai bisa bersaing dengan para pemain Eropa. Di komik <em>Captain Tsubasa</em>, hanya empat pemain Jepang yang pernah bermain di Eropa. </p>



<p>Memang belum ada pemain Jepang yang mampu bermain gemilang seperti Tsubasa yang mencetak tiga gol dan tiga <em>assist </em>dalam debutnya di La Liga, melawan Real Madrid pula. Namun, bukan tidak mungkin itu akan terjadi sungguhan di masa depan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Karakter favorit Penulis di <em>Captain Tsubasa </em>sebenarnya adalah Shingo Aoi yang terkenal akan kelincahannya dalam menggiring bola. Namun, tak bisa dipungkiri kalau Tsubasa merupakan figur sentral yang tak tergantikan di serialnya.</p>



<p>Tsubasa seolah hadir sebagai lambang harapan dari sepak bola Jepang untuk bisa berprestasi di kancah internasional. Walau sekarang masih terlihat jauh, bukan tidak mungkin kalau di tahun 2050 Jepang benar-benar bisa menjadi juara Piala Dunia.</p>



<p>Visi jangka panjang beserta langkah-langkah yang harus diambil untuk mewujudkan visi yang dimiliki Jepang sebenarnya sangat perlu ditiru oleh kita. Dengan begitu, sepak bola kita (mungkin) akan lebih terarah dan tidak melulu menonjolkan sisi kisruhnya.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 27 November 2022, terinspirasi dari kemenangan dramatis Jepang atas Jerman</p>



<p>Foto: <a href="https://wallpapercave.com/captain-tsubasa-2018-wallpapers">Wallpaper Cave</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><a href="https://thesefootballtimes.co/2018/07/01/japan-and-the-100-year-vision/">Japan and the 100-year vision (thesefootballtimes.co)</a></li><li><a href="https://www.jfa.jp/eng/about_jfa/plan/goal2030.html">The JFA Objective for 2030 | The JFA Mid-Term Plan for 2015-2022 ｜ JFA ｜ Japan Football Association</a></li><li><a href="https://www.fourfourtwo.com/features/japan-world-cup-2022-squad-hajime-moriyasu-names-his-latest-squad">Japan World Cup 2022 squad: Team announced for tournament in Qatar | FourFourTwo</a></li></ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/captain-tsubasa-dan-impian-jepang-untuk-juara-piala-dunia/">Captain Tsubasa dan Impian Jepang untuk Juara Piala Dunia</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/captain-tsubasa-dan-impian-jepang-untuk-juara-piala-dunia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Indonesia Tanpa Ujian Nasional (Bagian 2)</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/indonesia-tanpa-ujian-nasional-bagian-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jan 2020 16:35:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Finlandia]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[murid]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[siswa]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3222</guid>

					<description><![CDATA[<p>Melanjutkan tulisan sebelumnya, kali ini Penulis ingin sedikit berimajinasi bagaimana seandainya Indonesia menerapkan sistem pendidikan yang sama dengan negara-negara maju. Oleh karena itu, mohon maaf apabila ada yang tak sependapat dengan bayangan Penulis yang ada di bawah ini. Seandainya Mata Pelajaran Berkurang Imajinasi ini akan dimulai dengan berkurangnya mata pelajaran dan jam belajar di sekolah. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/indonesia-tanpa-ujian-nasional-bagian-2/">Indonesia Tanpa Ujian Nasional (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Melanjutkan <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/indonesia-tanpa-ujian-nasional-bagian-1/">tulisan sebelumnya</a>, kali ini Penulis ingin sedikit berimajinasi bagaimana seandainya Indonesia menerapkan sistem pendidikan yang sama dengan negara-negara maju.</p>
<p>Oleh karena itu, mohon maaf apabila ada yang tak sependapat dengan bayangan Penulis yang ada di bawah ini.</p>
<h3>Seandainya Mata Pelajaran Berkurang</h3>
<p><div id="attachment_3266" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3266" class="size-large wp-image-3266" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3266" class="wp-caption-text">Jam Belajar Dikurangi? (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=imgres&amp;cd=&amp;ved=2ahUKEwjBz_6Fvf7mAhWLfH0KHTf7DXQQjB16BAgBEAM&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.expatica.com%2Fuk%2Feducation%2Fchildren-education%2Fschool-holidays-in-the-uk-214859%2F&amp;psig=AOvVaw3HfkerVRCkhPolBE7Xi5xq&amp;ust=1578932764725974" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjBz_6Fvf7mAhWLfH0KHTf7DXQQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Expatica</span></a>)</p></div></p>
<p>Imajinasi ini akan dimulai dengan berkurangnya mata pelajaran dan jam belajar di sekolah. Kira-kira, apa yang dilakukan oleh siswa Indonesia?</p>
<p>Yang jelas, para siswa bisa fokus untuk memilih pelajaran yang sekiranya akan dibutuhkan ketika sudah lulus nanti, entah untuk melanjutkan studi di universitas ataupun bekerja.</p>
<p>Dengan banyaknya waktu luang, mungkin ada yang memanfaatkannya untuk mengikuti kegiatan ekskul secara lebih maksimal. Mereka merasa memiliki bakat di bidang di luar akademik, sehingga mereka ingin mengasahnya mumpung jam belajarnya lebih sedikit.</p>
<p>Mungkin ada yang memanfaatkannya untuk rebahan di rumah saja. Kalau yang satu ini tentu akan merugikan diri sendiri karena menghambur-hamburkan waktu yang dimiliki.</p>
<p>Pasti tak sedikit yang memanfaatkannya untuk (<em>ehem</em>) memadu kasih dengan pacar tercinta. Selama ini waktu untuk <em>ngedate </em>sangat terbatas, sehingga berkurangnya mata pelajaran bisa menambah waktu untuk melakukan hal tersebut.</p>
<p>Pertanyaannya, mana yang akan lebih dominan? Yang memanfaatkan waktunya untuk hal produktif atau yang hanya bermalasan sambil sesekali main game? Jawabannya Penulis serahkan kepada pembaca.</p>
<h3>Seandainya Mengutamakan Pendidikan Karakter</h3>
<p><div id="attachment_3267" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3267" class="size-large wp-image-3267" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-4-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-4-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-4-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-4-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-4.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3267" class="wp-caption-text">Pendidikan Karakter (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.todayonline.com/voices/reinforce-cleaning-habit-consistently-so-it-becomes-norm-students" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwic8bPLvf7mAhVE6nMBHdqzBWEQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">todayonline.com</span></a>)</p></div></p>
<p>Salah satu kelemahan dari sistem pendidikan kita adalah membuat para murid berfokus pada nilai, bukan ilmu yang akan didapatnya. Tidak hanya itu, pendidikan karakter pun dirasa sangat kurang.</p>
<p>Penulis akan melakukan perbandingan dengan Jepang. Meskipun negara maju, Jepang tidak mengutamakan ilmu pengetahuan. Mereka lebih mengutamakan pendidikan etika dan moral.</p>
<p>Contoh kecilnya adalah bagaimana para siswa diajarkan untuk membersihkan ruang kelasnya sendiri. Zaman penulis sekolah dulu, masih ada yang namanya daftar piket. Entah bagaimana dengan sekarang.</p>
<p>Selain itu, mereka juga sangat dilatih untuk disiplin dan mencintai negara dan budayanya sendiri. Selain itu, para murid juga didorong untuk <a href="https://whathefan.com/animekomik/klub-sekolah-ala-anime/">mengikuti berbagai klub</a> untuk mengembangkan bakat mereka.</p>
<p><div id="attachment_3268" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3268" class="size-large wp-image-3268" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-5-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-5-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-5-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-5-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-5.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3268" class="wp-caption-text">Festival Sekolah (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://darrellinjapan.wordpress.com/2008/11/01/274/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwj2ptCYvf7mAhUWdCsKHaO9DTgQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Darrell in Japan &#8211; WordPress.com</span></a>)</p></div></p>
<p>Ada satu poin yang menarik perhatian Penulis <a href="https://whathefan.com/pengalaman/udah-tua-kok-masih-nonton-anime/">ketika menonton anime</a>. Hampir di semua anime yang bertemakan sekolah, selalu ada yang namanya festival sekolah.</p>
<p>Pada ajang ini, tiap kelas bisa membuat apapun mulai dari kafe hingga rumah hantu. Kalau kebijakan ini diterapkan di sekolah-sekolah Indonesia, kira-kira para siswa akan membuat apa ya?</p>
<p>Berbagai kombinasi tersebut membuat orang-orang Jepang terkenal disiplin, pekerja keras, hormat kepada orang yang lebih tua, walaupun menjadi sedikit kaku.</p>
<p>Pendidikan moral itu terkesan sepele, tapi penting. Penulis sering mengelus dada ketika melihat ada murid yang berani berbuat kurang ajar kepada gurunya. Parahnya, pihak orangtua pun membela anaknya yang jelas-jelas salah.</p>
<p>Bukan berarti di Jepang tidak ada murid bandel. Penulis yakin di Jepang pun masih banyak anak-anak nakal yang suka berbuat onar. Walaupun begitu, rasanya jumlahnya masih kalah dari murid-murid yang bermoral.</p>
<p>Dampaknya negatifnya pun ada, di mana tingkat stres yang sampai memicu bunuh diri di Jepang cukup tinggi. Tapi, kalau terlalu <em>santuy </em>rasanya juga kurang baik.</p>
<h3>Penghapusan Ujian Nasional, Tepat Kah?</h3>
<p><div id="attachment_3270" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3270" class="size-large wp-image-3270" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-6-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-6-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-6-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-6-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-6.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3270" class="wp-caption-text">UN Dihapus (<a class="o5rIVb a-no-hover-decoration irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://dnk.id/artikel/aprilia-kumala/surat-perpisahan-untuk-ujian-nasional-dan-sejarahnya" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjxrartvv7mAhV0xzgGHSnvBscQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">DNK.id</span></a>)</p></div></p>
<p>Salah satu hal yang tak perlu lagi berandai-andai lagi adalah penghapusan Ujian Nasional (UN). Kebijakan ini telah ditetapkan dan akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat.</p>
<p>Negara yang tidak menggunakan UN adalah Finlandia. Mereka menyerahkan sepenuhnya kepada pihak guru dan sekolah untuk melakukan evaluasi kepada muridnya. Di Indonesia, kita masih melihat bagaimana hasilnya nanti.</p>
<p>Ketika Penulis masih sekolah, banyak pendapat yang mengatakan rasanya tidak adil jika tiga tahun sekolah hanya ditentukan dalam tiga hari. Akan tetapi, itu membuat para muridnya termotivasi untuk belajar.</p>
<p>Banyak yang mengkhawatirkan penghapusan (atau pergantian) UN akan membuat siswa menjadi terlalu santai. Ibaratnya, mereka jadi kehilangan target yang selama ini membuat mereka belajar mati-matian hingga harus kursus sepulang sekolah.</p>
<p>Pernyataan ini telah dibantah oleh bapak menteri karena menurutnya UN tidak akan dihapus, melain hanya akan diganti dengan <strong>Asesmen Kompetensi</strong> <strong>Minimum</strong>. Artinya, para siswa akan tetap harus melakukan serangkaian ujian agar bisa lulus sekolah.</p>
<p>Kalau pendapat pribadi, Penulis termasuk yang mendukung hal ini. Apalagi, UN tidak benar-benar dihilangkan, melainkan hanya diganti konsep dan cara penilaiannya. Kelulusan sudah seharusnya bukan menjadi hal yang menakutkan untuk siswa.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Memang rasanya kurang adil jika membandingkan sistem pendidikan kita dengan negara-negara maju. Mereka sudah mampu memeratakan pendidikan di negaranya, sehingga siswa bisa mendapatkan kesempatan yang sama.</p>
<p>Di Indonesia, pemerataan pendidikan masih sangat sulit untuk direalisasikan meskipun upaya-upayanya terus dilakukan. Belum lagi kondisi ekonomi keluarga yang juga turut berperan penting bagi kondisi siswa.</p>
<p>Dengan kata lain, peran semua pihak untuk memajukan sistem pendidikan kita mutlak dibutuhkan. Pemerintah harus mampu menyediakan fasilitas dan kurikulum berkualitas untuk para muridnya secara merata.</p>
<p>Masyarakat pun harus mampu meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pendidikan bagi anak-anaknya. Peran para aktivis pendidikan ataupun orang-orang yang memiliki <em>privilege </em>juga dibutuhkan agar pendidikan bisa dirasakan oleh semua kalangan.</p>
<p>Walaupun begitu, Penulis menyambut positif gebrakan untuk <del>menghapus</del> mengganti Ujian Nasional dari sang menteri. Semoga saja keputusan ini mampu menghasilkan manusia-manusia yang lebih berkualitas dan mampu ikut membangun bangsa ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 12 Januari 2020, terinspirasi setelah munculnya berita terkait penghapusan Ujian Nasional</p>
<p>Foto: <a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=imgres&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwjh1NH1uf7mAhVryzgGHaw-CAIQjB16BAgBEAM&amp;url=https%3A%2F%2Fgogonihon.com%2Fen%2Fblog%2Flearn-about-the-japanese-education-system%2F&amp;psig=AOvVaw2TcPnmYfK3mHwLZpQOjTJX&amp;ust=1578931884135821">Gogonihon</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/indonesia-tanpa-ujian-nasional-bagian-2/">Indonesia Tanpa Ujian Nasional (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Deeper Deeper: One Ok Rock</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/deeper-deeper-one-ok-rock/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Nov 2019 04:57:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[evolusi]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[One OK Rock]]></category>
		<category><![CDATA[rock]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3114</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah merasa kurang puas dengan album Ambition yang rilis pada tahun 2017 karena dianggap kurang keras, penulis menaruh harapan pada album baru One Ok Rock berjudul Eye of the Storm yang rilis pada tahun ini. Sayangnya sama seperti album sebelumnya, album ini juga kurang menunjukkan kesan rock. Tidak ada lagu-lagu yang memiliki scream seperti yang ditunjukkan pada lagu-lagu seperti [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/deeper-deeper-one-ok-rock/">Deeper Deeper: One Ok Rock</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah merasa kurang puas dengan album <em><strong>Ambition</strong> </em>yang rilis pada tahun 2017 karena dianggap kurang keras, penulis menaruh harapan pada album baru <strong>One Ok Rock</strong> berjudul <strong><em>Eye of the Storm </em></strong>yang rilis pada tahun ini.</p>
<p>Sayangnya sama seperti album sebelumnya, album ini juga kurang menunjukkan kesan <em>rock</em>. Tidak ada lagu-lagu yang memiliki <em>scream </em>seperti yang ditunjukkan pada lagu-lagu seperti <strong><em>Cry Out </em></strong>dan <strong><em>One By One </em></strong>dari album <strong><em>35XXXV</em></strong>.</p>
<p>Ada yang enak seperti <em><strong>Change</strong> </em>yang rilis duluan ataupun <em><strong>Worst in Me</strong> </em>yang liriknya seputar orang yang berhasil <em>move on</em>. Tapi tetap saja, kesan rock dari album ini sama sekali tak terasa.</p>
<p>Oleh karena itu, penulis memutuskan untuk mengeksplorasi album-album lama One Ok Rock yang jarang penulis dengarkan. Siapa yang menyangka, penulis menemukan banyak lagu yang membuat penulis melakukan <em>headbang</em>.</p>
<h3><em>Jinsei X Boku</em> (2013)</h3>
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/tcBBNB5JTOQ" width="1080" height="240" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"><span data-mce-type="bookmark" style="display: inline-block; width: 0px; overflow: hidden; line-height: 0;" class="mce_SELRES_start">﻿</span></iframe></p>
<p>Album pertama yang penulis dalami adalah album <em><strong>Jinsei X Boku </strong></em>yang dirilis pada tahun 2013. Album ini terkenal karena lagu <em><strong>The Beginning</strong> </em>yang terkenal.</p>
<p>Penulis sebenarnya sudah mengetahui cukup banyak lagu dari album ini seperti <strong><em>Be the Light</em></strong>, <em><strong>Ending Story</strong>, </em>hingga<em><strong> 69</strong>. </em>Ketika didengarkan ulang, penulis menemukan dua lagu yang enaknya <em>enggak ketulungan</em>.</p>
<p>Dua lagu tersebut adalah <em><strong>Deeper Deeper</strong> </em>dan <em><strong>Onion</strong>. </em>Kedua lagu bertempo cepat dan memamerkan kekuatan suara Taka. Penulis tak terlalu paham makna lagunya. Maklum, penulis termasuk orang yang menikmati lagu karena musiknya, bukan liriknya.</p>
<p>Hingga sekarang, penulis tak pernah bosan mendengarkan kedua lagu tersebut. Ada pula lagu <em><strong>Juvenile</strong> </em>yang dilengkapi dengan teriakan Taka.</p>
<h3><em>Zankyo Reference</em> (2011)</h3>
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/C-xF2MAFw5s" width="1080" height="240" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p>Album selanjutnya adalah <em><strong>Zankyo Reference</strong> </em>yang sebelumnya belum pernah penulis dengarkan. Padahal, penulis sudah mendengarkan album yang lebih lama. Entah kenapa penulis <em>skip </em>dengan album yang satu ini.</p>
<p>Karena belum pernah mendengarkan sama sekali, penulis butuh waktu yang cukup lama untuk bisa menemukan lagu yang cocok dengan selera penulis.</p>
<p>Pertama, menemukan lagu <em><strong>Pierces</strong> </em>yang <em>slow </em>dan <em><strong>Re:Make</strong> </em>yang lumayan nge-<em>rock</em>. Hanya saja, rasanya masih biasa-biasa saja dan belum memuaskan penulis.</p>
<p>Lantas, penulis menemukan lagu <em><strong>No Scared</strong> </em>yang liar banget! Mulai dari awal sampai akhir, kita akan mendengar Taka berteriak-teriak. Penulis pernah menyanyi lagu ini ketika karaoke, dan itu membuat tenggorokan penulis sakit.</p>
<p>Tapi yang terbaik dari album ini menurut penulis adalah <em><strong>C.h.a.o.s.m.y.t.h</strong>. </em>Lagu ini memang cenderung <em>mellow </em>walau tetap bertempo cepat. Akan tetapi, lagu ini berhasil membuat penulis merinding.</p>
<p>Penulis memang berkata tidak terlalu peduli dengan makna lagu, tapi tema persahabatan yang terkandung pada lagu ini berhasil menggugah hati penulis.</p>
<h3><em>Niche Syndrome</em> (2010) dan Album-Album Lainnya</h3>
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/NWDAjOsTYC8" width="1080" height="240" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p>Album <em>Niche Syndrome</em> merupakan album pertama dari One Ok Rock yang penulis miliki. Walaupun begitu, penulis tetap bisa menemukan lagu baru yang tak disadari ternyata sangat enak untuk didengarkan.</p>
<p>Lagu tersebut adalah <strong><em>Kanzen Kankaku Dreamer </em>(<em>完全感覚Dreamer</em>) </strong>yang mungkin untuk sekarang menjadi lagu favorit penulis dari One Ok Rock. Penulis susah mendeskripsikan lagu ini, yang jelas <em>mantul</em>!</p>
<p>Penulis juga mencoba untuk mendengarkan album-album yang lebih lama. Penulis menikmati lagu <em><strong>Living Dolls</strong> </em>dari album <strong><em>Kanjō Effect</em></strong> yang rilis pada tahun 2008.</p>
<p>Sayangnya, penulis tidak menemukan lagu lain yang bisa dinikmati dari dua album yang lebih lama, yakni <em><strong>Beam of Light</strong></em> (2008) dan <em><strong>Zeitakubyō</strong></em> (2007).</p>
<h3>Evolusi One Ok Rock</h3>
<p>Mendengarkan semua lagu One Ok Rock dari album pertama hingga yang terbaru membuat penulis bisa melihat evolusi band ini. Album-album awal masih cukup <em>J-Rock </em>seperti L&#8217;Arc~en~Ciel sehingga penulis kurang bisa menikmatinya.</p>
<p>Genre mereka mulai berubah pada album <em>Niche Syndrome </em>dan mulai rajin menyisipkan lirik-lirik berbahasa Inggris. Album ini hingga album <em>Jinsei X Boku </em>menurut penulis adalah era di mana One Ok Rock menemukan jati dirinya.</p>
<p>Mereka mulai merilis dua versi album (<em>International </em>dan <em>Japanese version</em>) pada <em>35XXXV</em>. Genre mereka juga sedikit bergeser ke arah <em>pop-rock</em>, meskipun masih mempertahankan nuansa <em>rock </em>di beberapa lagu.</p>
<p>Pada album <em>Ambitions</em> dan <em>Eye of the Storm, </em>band ini telah berevolusi seutuhnya. Penulis menduga hal ini mereka lakukan agar lebih diterima di pasar internasional. Penulis harus mengucapkan tinggal kepada <em>scream </em>Taka dan dentuman musik yang serba cepat.</p>
<p>Evolusi seperti ini sebenarnya biasa saja, mengingat band seperti Linkin Park dan 30 Second to Mars pun melakukan hal yang sama. Tidak salah, namun penulis jadi merasa kehilangan.</p>
<p>Kalau kata teman penulis, musik <em>rock </em>memang perlahan mulai menghilang dan digantikan genre musik lain seperti EDM. Penulis akan mengulas masalah ini lebih dalam pada tulisan selanjutnya.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Untuk pertama kalinya dalam <em>playlist </em>penulis, ada penyanyi atau band yang jumlah lagunya lebih banyak dari Linkin Park. Sekarang, ada 32 lagu One Ok Rock di <em>playlist </em>penulis, berbanding 22 lagu dari Linkin Park.</p>
<p>Hal ini menunjukkan bahwa selera musik yang dibawakan oleh band asal Jepang ini cocok dengan selera penulis, meskipun jumlah lagu tersebut juga dipengaruhi rasa bosan mendengarkan lagu Linkin Park (bayangkan, mulai SMP!).</p>
<p>Yang jelas semakin dalam penulis mendengarkan lagu-lagu One Ok Rock, semakin suka penulis terhadap grup band asal Jepang yang satu ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 24 November 2019, terinspirasi setelah menemukan banyak lagu One Ok Rock yang asyik di album-album lamanya</p>
<p>Foto: <a href="https://www.roundhouse.org.uk/whats-on/2019/one-ok-rock/">Roundhouse</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/deeper-deeper-one-ok-rock/">Deeper Deeper: One Ok Rock</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Filosofi Minimalisme Pada Goodbye, Things</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/filosofi-minimalisme-pada-goodbye-things/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Sep 2019 05:42:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Goodbye]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[minimalisme]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[Things]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2758</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis sudah membaca dua buku tentang gaya hidup minimalisme, yakni The Life Changing Magic of Tidying Up karya Marie Kondo dan Seni Hidup Minimalis karya Franchine Jay. Artinya, buku Goodbye, Things: Hidup Minimalis Ala Orang Jepang merupakan buku ketiga yang penulis baca tentang gaya hidup sederhana. Lantas, apa yang berbeda? Apa Isi Buku Ini? Sesuai judulnya, Goodbye, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/filosofi-minimalisme-pada-goodbye-things/">Filosofi Minimalisme Pada Goodbye, Things</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis sudah membaca dua buku tentang gaya hidup minimalisme, yakni <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/merapikan-kamar-merapikan-diri/"><em>The Life Changing Magic of Tidying Up</em></a> karya Marie Kondo dan <a href="https://whathefan.com/buku/gaya-hidup-sederhana-pada-seni-hidup-minimalis/"><em>Seni Hidup Minimalis </em></a>karya Franchine Jay.</p>
<p>Artinya, buku <strong><em>Goodbye, Things: Hidup Minimalis Ala Orang Jepang </em></strong>merupakan buku ketiga yang penulis baca tentang gaya hidup sederhana. Lantas, apa yang berbeda?</p>
<h3>Apa Isi Buku Ini?</h3>
<p>Sesuai judulnya, <em>Goodbye, Things,</em>pada dasarnya buku ini menjabarkan tentang manfaat-manfaat yang akan kita dapatkan dengan membuang barang-barang yang kita miliki.</p>
<p>Sang penulis, <strong>Fumio Sasaki</strong>, bercerita tentang pengalamannya sendiri ketika hidupnya menjadi lebih baik setelah mengurangi kepemilikan benda-benda yang sebenarnya tidak terlalu ia butuhkan.</p>
<p>Di bagian awal buku, kita akan melihat beberapa foto yang menunjukkan rumah atau ruangan orang-orang yang sudah menerapkan metode hidup minimalis. Saking minimnya, bisa dikatakan hampir tidak ada barang sama sekali pada foto tersebut.</p>
<p>Buku ini terbagi menjadi lima bagian, di mana bagian pertama dan kedua adalah favorit penulis. Pada kedua bagian tersebut, Sasaki berusaha menjelaskan filosofi minimalisme dan bagaimana pengaruhnya terhadap kehidupan dan kebahagiaan kita.</p>
<p>Bagian ketiga berisi puluhan kiat untuk bisa berpisah dari barang-barang yang kita miliki. Bagian keempat dan kelima lebih menjelaskan tentang apa yang terjadi setelah kita berpisah dengan barang-barang tersebut, termasuk menjadi lebih bahagia.</p>
<h3>Pendapat Penulis Tentang Buku Ini</h3>
<p>Karena Sasaki menggunakan kisahnya sendiri, ada beberapa hal yang <em>related </em>dengan kehidupan penulis. Hal itu memudahkan penulis untuk makin memahami filosofi minimalisme.</p>
<p>Salah satu hal yang membuat penulis menyukai buku ini adalah karena Sasaki banyak mengambil contoh gaya hidup minimalisme dari <a href="https://whathefan.com/buku/revolusi-diri-karena-steve-jobs/">Steve Jobs dan Apple</a>.</p>
<p>Seperti yang mungkin pembaca tahu, Jobs memang sering menerapkan filosofi minimalisme pada produk-produk Apple-nya. iPod dan iPhone lahir juga berkat andil dari minimalisme ini.</p>
<p>Sayangnya pada bagian kiat-kiat, Sasaki banyak melakukan pengulangan sehingga isinya menjadi kurang padat. Seharusnya, kiat yang diberikan tidak perlu sebanyak itu, cukup beberapa poin namun berbobot.</p>
<p>Begitu pun ketika menjelaskan apa yang berubah semenjak ia berpisah dengan barang-barangnya. Cukup banyak repetisi yang mungkin akan membuat pembaca buku ini merasa bosan.</p>
<p>Walaupun begitu, tips-tips yang diberikan Sasaki bisa dibilang termasuk mudah untuk diaplikasikan. Yang termasuk susah adalah memanfaatkan jasa lelang untuk menjual barang kita, karena di Indonesia sangat jarang ada badan lelang yang mudah dihubungi.</p>
<p>Tidak hanya merapikan barang, kegiatan membersihkan kamar atau rumah juga menjadi kunci utama dalam hidup minimalisme. Apalagi dengan banyaknya barang yang terbuang, kegiatan bersih-bersih pun menyita waktu yang lebih sedikit.</p>
<p>Yang jelas, penulis menjadi semakin yakin untuk menerapkan gaya hidup minimalisme dalam hidupnya. Filosofinya ini tidak hanya berlaku dalam menjaga kerapian kamar karena juga bisa diterapkan dalam hal lain, seperti menahan hasrat belanja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Nilainya: <strong>4.0/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 28 Oktober 2019, terinspirasi setelah menamatkan buku <em>Goodbye, Things: Hidup Minimalisme Ala Orang Jepang </em>karya Fumio Sasaki</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/filosofi-minimalisme-pada-goodbye-things/">Filosofi Minimalisme Pada Goodbye, Things</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengungkapkan Isi Hati Ala Kimi Ni Todoke</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/mengungkapkan-isi-hati-ala-kimi-ni-todoke/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Sep 2019 12:42:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[comedy]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Kimi Ni Todoke]]></category>
		<category><![CDATA[romance]]></category>
		<category><![CDATA[school]]></category>
		<category><![CDATA[slice of life]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2725</guid>

					<description><![CDATA[<p>Akhir-akhir ini, penulis sudah agak jarang menonton anime dengan berbagai alasan. Mungkin, karena tujuan untuk menonton anime itu sendiri sudah tercapai, yakni menemukan inspirasi untuk novel penulis. Walaupun begitu, penulis berusaha menghabiskan daftar anime yang sudah diunduh. Yang terbaru adalah Kimi Ni Todoke atau dalam bahasa Indonesia berarti Menggapaimu. Genre anime ini sendiri merupakan favorit penulis, kombinasi antara slice [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/mengungkapkan-isi-hati-ala-kimi-ni-todoke/">Mengungkapkan Isi Hati Ala Kimi Ni Todoke</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir-akhir ini, penulis sudah agak jarang menonton anime dengan berbagai alasan. Mungkin, karena tujuan untuk menonton anime itu sendiri sudah tercapai, yakni menemukan inspirasi untuk novel penulis.</p>
<p>Walaupun begitu, penulis berusaha menghabiskan daftar anime yang sudah diunduh. Yang terbaru adalah <strong>Kimi Ni Todoke </strong>atau dalam bahasa Indonesia berarti <em>Menggapaimu</em>.</p>
<p>Genre anime ini sendiri merupakan favorit penulis, kombinasi antara <em>slice of life, comedy. school, </em>dan <em>romance</em>. Oleh karena itu, penulis termasuk cepat dalam menamatkan anime yang memiliki dua <em>season </em>ini.</p>
<h3>Ketika Kita Disalahartikan</h3>
<p><div id="attachment_2727" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2727" class="size-large wp-image-2727" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengungkap-isi-hati-ala-kimi-ni-todoke-2-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengungkap-isi-hati-ala-kimi-ni-todoke-2-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengungkap-isi-hati-ala-kimi-ni-todoke-2-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengungkap-isi-hati-ala-kimi-ni-todoke-2-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengungkap-isi-hati-ala-kimi-ni-todoke-2.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2727" class="wp-caption-text">Sawako dan Teman-Teman (<a href="http://www.anditrisia.com/2014/02/anime-review-kimi-ni-todoke.html">Anditrisia</a>)</p></div></p>
<p><strong>Kuronuma Sawako </strong>merupakan anak SMA yang sebenarnya polos, baik hati, dan rajin. Hanya saja, sikapnya yang pendiam dan misterius membuatnya disalah mengerti oleh teman-temannya.</p>
<p>Apalagi, Sawako mengurai rambut panjang hitamnya yang membuat ia terlihat seperti hantu <strong>Sadako</strong> dari film <em>The Ring</em>. Oleh karena itu, ia sering dipanggil Sadako oleh teman-teman kelasnya.</p>
<p>Tidak hanya sampai di situ, muncul gosip-gosip tentang dirinya yang memiliki kutukan dan mampu melihat hantu. Hal ini semakin membuat Sawako susah menjalin hubungan pertemanan dengan orang lain.</p>
<p>Akan tetapi, ada seorang remaja laki-laki populer (iya, klise) bernama <strong>Kazehaya Shōta </strong>yang memperlakukan Sawako sama dengan teman-teman lainnya. Hal ini membuat Sawako begitu kagum dengan Shota.</p>
<p>Berkat bantuan Shota pula, Sawako mulai memiliki teman dekat seperti <strong>Ayane </strong>dan <strong>Chizu</strong>. Salah satu yang membuat penulis menyukai anime ini adalah unsur persahabatannya yang kental, tidak melulu seputar cinta.</p>
<p>Semenjak itu, Sawako menjadi orang yang lebih terbuka dan berani mengungkapkan isi hatinya kepada orang lain. Ia pun menjalani kehidupan dengan lebih bahagia.</p>
<p>Cobaan menghampiri kehidupan Sawako ketika ada gosip yang membuat persahabatannya dengan Ayane dan Chizu sempat goyah. Penyebar gosip tersebut adalah <strong>Kurumi</strong>, yang merasa cemburu dengan kedekatan Shota dan Sawako.</p>
<p>Pada akhirnya, Kurumi menjadi saingan Sawako untuk mendapatkan Shota. Padahal, waktu itu Sawako belum memahami perasaannya sendiri. Kurumi sendiri telah menyatakan perasaannya ke Shota dan mendapatkan penolakan.</p>
<p>Pada <em>season </em>satu ini, alur cerita lebih mengarah ke bagaimana transformasi Sawako menjadi lebih bisa mengutarakan isi hatinya berkat bantuan Shota dan teman-teman yang lain. Unsur <em>romance-</em>nya bisa dibilang sangat sedikit.</p>
<h3>Salah Paham karena Minim Pengalaman</h3>
<p><div id="attachment_2726" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2726" class="size-large wp-image-2726" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengungkap-isi-hati-ala-kimi-ni-todoke-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengungkap-isi-hati-ala-kimi-ni-todoke-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengungkap-isi-hati-ala-kimi-ni-todoke-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengungkap-isi-hati-ala-kimi-ni-todoke-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengungkap-isi-hati-ala-kimi-ni-todoke-1.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2726" class="wp-caption-text">Sawako dan Shota (<a href="https://worldwithouthorizons.com/review/manga-review/2011/12/09/kimi-ni-todoke-review/attachment/kimi-ni-todoke-01/">World Without Horizon</a>)</p></div></p>
<p>Nuansa <em>romance </em>baru terasa di <em>season </em>dua, di mana Sawako dan Shota mulai merasa jatuh cinta satu sama lain. Hanya saja, Sawako yang belum pernah mengalami cinta sebelumnya merasa kebingungan.</p>
<p>Hal ini diperparah dengan kehadiran murid baru bernama <strong>Miura </strong>yang suka ikut campur permasalahan orang. Ia membuat Sawako dan Shota salah paham dan merenggangkan hubungan mereka.</p>
<p>Lebih dari setengah dari keseluruhan episode pada anime ini akan membuat penontonnya merasa <em>gregetan</em>. Rasanya ingin masuk ke dalam dunia anime, mempertemukan mereka berdua, dan menjelaskan apa yang sebenarnya tengah terjadi.</p>
<p>Untungnya pada akhirnya, Sawako membulatkan tekad untuk mengungkapkan perasaannya kepada Shota. Pada akhirnya, mereka mengetahui apa yang sama-sama mereka rasakan. <em>Happy Ending!</em></p>
<h3>Belajar Mengungkapkan Isi Hati</h3>
<p>Penulis bisa <em>related </em>ke anime ini karena dirinya juga tipe orang yang susah mengungkapkan isi hatinya. Penulis cenderung memendam segala sesuatunya sendiri.</p>
<p>Walaupun begitu, sebelum menonton anime ini, penulis sudah mulai berusaha untuk lebih terbuka dan mudah bercerita walau baru hanya ke beberapa orang saja.</p>
<p>Itulah pesan yang penulis tangkap dari anime ini, bagaimana kita harus bisa mengungkapkan isi hati kita secara jujur, bukannya ngomel di belakang yang ujung-ujungnya bisa menimbulkan masalah lebih besar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 22 September 2019, terinspirasi setelah menamatkan anime <strong>Kimi Ni Todoke</strong></p>
<p>Foto: <a href="https://www.zerochan.net/415757">Zerochan</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/mengungkapkan-isi-hati-ala-kimi-ni-todoke/">Mengungkapkan Isi Hati Ala Kimi Ni Todoke</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
