Connect with us

Anime & Komik

Klub Sekolah Ala Anime

Published

on

Dari beberapa anime bergenre school yang sudah ditonton, ada satu hal menarik yang penulis temukan. Beberapa di antaranya menunjukkan bahwa di Jepang kita bisa membuat klub apapun di sekolah selama memenuhi syarat.

Ada yang normal seperti klub teater di anime Clannad, tapi beberapa terlalu susah untuk direaliasikan dan hanya mungkin terjadi di dunia anime saja. Contohnya, seperti yang ada di bawah ini.

Chuunibyou demo Koi ga Shitai (Far Eastern Magical Napping Society)

Chuunibyou demo Koi ga Shitai! (AstroNerdBoy)

Chuunibyou demo Koi ga Shitai merupakan salah satu anime favorit penulis karena komedinya yang lucu dan alur ceritanya yang menarik.

Rikka Takanashi, karakter wanita utama pada anime diketahui memiliki sindrom kelas delapan yang membuatnya sering berhalusinasi memiliki kekuatan super.

Oleh karena itu, ia mendirikan klub Far Easter Magical Napping Society yang tujuan utamanya adalah mempelajari ilmu sihir bersama Yūta Togashi, Sanae Dekomori, dan Kumin Tsuyuri.

Yuta merupakan mantan penderita sindirom 8 dan Sanae sendiri sama seperti Rikka. Di sisi lain, Kumin adalah kakak kelas mereka yang hobi tidur siang. Oleh karena itu, ada kata napping pada nama klub ini.

Pada akhirnya, Shinka Nibutani ikut bergabung karena ia ingin melenyapkan bukti bahwa dirinya dulu juga penderita sindrom kelas 8. Karena klub ini dibuat berdasarkan fantasi, ada saja kelakuan konyol yang mereka lakukan di klub.

D-Frag! (Game Creation Club)

Kalau klub Game Creation Club dari anime D-Frag! yang satu ini mungkin tidak terlalu aneh, walau sepengetahuan penulis masih jarang sekolah yang memiliki kegiatan ekstrakulikuler seperti ini.

Anggota dari klub ini adalah sang ketua Roka Shibasaki, Chitose Karasuyama, Sakura Mizukami. Untuk melengkapi kekurangan anggota, mereka merekrut seorang siswa laki-laki bernama Kenji Kazama.

Yang menarik, mereka memiliki klub game saingan bernama Real Game Creation Club yang diketuai oleh Tsutsumi Inada. Kedua klub ini saling bersaing untuk menjadi klub game terbaik.

Tidak hanya membuat game untuk komputer, mereka juga membuat board game yang membuat penulis terinspirasi untuk membuat permainan Stars & Rabbits.

Kokoro Connect (Student Cultural Research Club)

Kokoro Connect (Random Curiosity)

Selanjutnya ada Student Cultural Research Club atau Klub Penelitian Kebudayaan dari anime Kokoro Connect. Mereka membuat semacam jurnal tentnang kebudayaan untuk disebarkan ke seluruh siswa.

Anggotanya adalah Taichi Yaegashi, sang ketua Iori Nagase, Himeko Inaba, Yui Kiriyama, dan Yoshifumi Aoki. Alasan mereka membentuk klub ini adalah karena para anggotanya tidak memiliki klub yang menarik minat mereka.

Di dalam klub ini, ada cinta segitiga yang rumit. Apalagi, mereka semua mengalami berbagai peristiwa aneh yang secara tidak langsung memengaruhi kondisi klub.

K-On! (Light Music Club)

Sebenarnya klub musik di sekolah bukan sesuatu yang aneh. Hanya saja, Light Music Club dari anime K-On! ini mengusung genre musik yang spesifik, sehingga penulis menganggapnya unik.

Anggotanya awalnya adalah Mio Akiyama (bass) dan ketua Ritsu Tainaka (drum). Karena kekurangan anggota dan terancam ditutup, mereka berusaha merekrut anggota baru.

Yui Hirasawa pada akhirnya direkrut untuk menjadi vokalis dan gitaris, walaupun pada awalnya ia sama sekali tidak bisa bermain gitar. Tsumugi Kotobuki menyusul kemudian sebagai pemain keyboard.

Pada tahun berikutnya, mereka mendapatkan gitaris tambahan dari adik kelas bernama Azusa Nakano. Mereka biasa latihan sepulang sekolah, meskipun ada saja adegan konyol yang terjadi.

OreGairu (Service Club)

OreGairu (Reddit)

Hachiman Hikigaya dari anime OreGairu adalah seorang remaja yang pragmatis dan memandang segala hal dengan negatif. Gurunya menyadari hal ini, sehingga memintanya untuk bergabung ke Service Club atau Klub Relawan.

Klub tersebut dipimpin oleh wanita dingin bernama Yukino Yukinoshita. Hachiman dan Yukino sering sekali berdebat ketika melakukan kegiatan-kegiatan klub.

Selain mereka berdua, ada pula teman sekelas Hachiman bernama Yui Yuigahama. Berbeda dengan dua orang lainnya, Yui memiliki kepribadian yang riang dan ceria.

Oreshura (Maiden Society For Performing Your Own Life)

Oreshura (Random MC)

Klub Maiden Society For Performing Your Own Life di anime Oreshura didirikan oleh seorang siswi cantik bernama Masuzu Natsukawa.

Tujuan dari klub ini adalah membuat anggotanya mempelajari cara-cara untuk menjadi populer. Ia mengajak siswa peringkat pertama di sekolah, Eita Kidō, laki-laki yang ia jadikan paksa sebagai pacar palsunya agar laki-laki lain berhenti mengejar dirinya.

Teman masa kecil Eita, Chiwa Harusaki, juga ikut bergabung dan banyak belajar untuk menjadi populer walau sebenarnya ia sudah lama menaruh hati pada Eita.

Ada juga Himeka Akishino, seorang penderita sindrom kelas 8 yang merasa menjadi mantan kekasih Eita di masa lalu. Anggota komite disiplin, Ai Fuyuumi, pada akhirnya juga bergabung sehingga klub ini tidak jadi bubar.

Meskipun tujuannya ingin mengubah seseorang menjadi populer, sebenarnya bisa dibilang ini adalah Eita’s Fans Club karena semua perempuan yang ada di klub ini jatuh cinta kepada Eita.

Penutup

Jika penulis simpulkan, salah satu syarat untuk membuat klub di Jepang adalah memiliki setidaknya lima anggota dan mendapatkan persetujuan dari pihak sekolah atau OSIS.

Melihat klub-klub tersebut, penulis jadi membayangkan bagaimana jika diterapkan di Indonesia. Kira-kira, para murid akan membuat klub apa? Klub bucin? Klub penggemar oppa-oppa tampan? Klub tidur siang? Ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi.

 

 

Kebayoran Lama, 10 November 2019, terinspirasi setelah menonton anime Oreshura

Foto:

Anime & Komik

Setelah Menonton My Hero Academia The Movie: World Heroes’ Mission

Published

on

By

Akhir-akhir ini, Penulis sudah tidak terlalu sering menonton anime. Entah apa alasannya, mungkin karena sudah merasa jenuh saja. Padahal, aktivitas ini baru Penulis lakukan mulai tahun 2017.

Walaupun begitu, masih ada beberapa anime atau manga yang masih diikuti. Salah satunya adalah Boku no Hero Academia atau My Hero Academia. Selain menonton animenya, Penulis juga rutin membaca manganya di internet.

Nah, sewaktu mengetahui movie ketiga dari anime ini tayang di bioskop, Penulis langsung tertarik untuk menontonnya walau dua movie sebelumnya belum ditonton. Karena kebetulan ada teman nonton yang sama-sama suka, jadilah Penulis menonton film My Hero Academia The Movie: World Heroes’ Mission.

SPOILER ALERT!!!

Jalan Cerita My Hero Academia The Movie: World Heroes’ Mission

Dari kiri, Bakugo, Midoriya, Todoroki (Funimation Film)

Cerita berpusat pada aksi terorisme dari kelompok bernama Humarise yang dipimpin oleh Flect Turn. Kelompok ini ingin memusnahkan pemilik quirk dari muka bumi karena percaya bahwa manusia murni alias mereka yang tidak memiliki quirk akan punah gara-gara mereka.

Caranya adalah dengan menggunakan bom yang diisi gas “Trigger” untuk memusnahkan pemilik quirk. Bom tersebut akan membuat pemilik quirk kehilangan kendali. Hal ini tentu memicu berbagai hero dari penjuru dunia untuk menghentikan aksi gila mereka.

Beberapa murid kelas A dari U.A. High School turut membantu para pahlawan profesional dan berpencar ke berbagai negara. Izuku Midoriya, Katsuki Bakugo, dan Shoto Todoroki ditugaskan ke negara bernama Otheon yang menjadi markas utama Humarise.

Belanja di Otheon (Animation World Network)

Sayangnya ketika menyerbu ke sana, tidak ditemukan jejak Humarise sehingga mereka harus stand by di sana untuk sementara waktu. Ketika sedang belanja, mereka mendapati adanya perampokan permata. Midoriya mengejar salah satu kurir penjahat yang bernama Rudy Soul, anak jalanan yang harus menafkahi dua adiknya.

Di sisi lain, ada seorang ilmuwan Humarise bernama Allan Kay yang melarikan diri dengan membawa data penting tentang Humarise di dalam koper, tetapi dihentikan oleh agen Humarise bernama Beros.

Hal ini mengakibatkan koper yang dibawa Rudy tertukar dengan koper penting tersebut. Setelah Midoriya berhasil mengejar Rody, isi dari koper tersebut ternyata barang-barang biasa. Anehnya, mereka justru menjadi diburu polisi dan Midoriya didakwa telah melakukan pembunuhan massal.

Merasa ada yang aneh, Midoriya memutuskan untuk kabur bersama Rody setelah meninggalkan pesan untuk Todoroki. Mereka berdua memutuskan untuk pergi ke negara tetangga Klayd agar tidak bisa ditangkap oleh polisi. Tidak hanya itu, kelompok Humarise juga memburu mereka berdua.

Rudy Soul (Anime2You)

Singkat cerita setelah kejar-kejaran antara kelompok Humarise dan Midoriya dkk, diketahui kalau koper yang dibawa Rody berisikan kunci untuk menghentikan rencana jahat Humarise. Kunci tersebut diciptakan oleh ayah Rody yang bernama Eddy Soul.

Midoriya, Bakugo, Todoroki, dan Rody pun memutuskan untuk pergi ke markas utama Humarise. Terjadi pertempuran-pertempuran seru, termasuk pertempuran terakhir antara Midoriya melawan Flect Turn yang ternyata memiliki quirk mencerminkan apapun yang bersentuhan dengannya.

Setelah pertarungan akhir ala shounen yang khas, akhirnya Midoriya berhasil mengalahkan Flect Turn dan Rody dengan Piconya berhasil memasukkan kunci sehingga serangan bom Humarise berhasil digagalkan.

Setelah Menonton My Hero Academia The Movie: World Heroes’ Mission

Satu hal yang Penulis suka dari film ini adalah ceritanya yang langsung to the point begitu mulai. Tidak ada intro membosankan yang memperkenalkan satu per satu karakter beserta quirk yang dimiliki.

Memiliki durasi sekitar 1 jam 45 menit, film ini terasa padat dengan pace yang cukup cepat. Tidak banyak adegan yang terasa bertele-tele untuk sekadar memanjangkan cerita. Kalau mengikuti anime dan manganya, pasti tahu siapa saja karakter-karakter yang ada di film ini selain beberapa karakter baru seperti Rudy Soul.

Karakter baru ini cukup menarik karena memiliki quirk yang unik (burung kecilnya Pico merupakan quirk miliknya) dan kepribadian yang membuatnya mudah diingat. Keadaan memaksanya berbuat kriminal, walau sebenarnya dirinya memiliki hati yang baik.

Menonton di bioskop artinya kita akan menonton dengan suara yang menggelegar. Itulah yang Penulis rasakan ketika menyaksikan adegan-adegan pertarungan yang ada di dalamnya. Bahkan, kadang terasa terlalu keras sehingga membuat telinga sakit.

Animasi yang dimiliki juga sangat bisa dinikmati, Penulis hampir tidak menemukan keanehan animasi di film ini. Ada beberapa adegan yang menggunakan teknik one shot keren, seperti ketika Rody berusaha kabur dari kejaran Midoriya dengan lincahnya.

Walaupun begitu, film ini tetap memiliki klise ala anime shounen. Terdesak sampai rasanya tidak ada harapan, lantas ada pemicu yang membuat karakter utama mendapatkan kekuatan tiba-tiba sampai bisa mengalahkan lawannya yang kuat.

Selain itu, adegan koper tertukar juga rasanya menjadi formula yang cukup banyak dipakai, sehingga orisinalitas filmnya terasa berkurang. Villain utama di film ini juga tipe villain yang akan mudah dilupakan begitu saja. Entah mengapa motivasinya terasa kurang.

Secara overall, Penulis masih bisa menikmati film ini dan jadi penasaran dengan dua film sebelumnya. Kata teman nonton Penulis, film yang kedua masih lebih bagus dari yang satu ini.

Peringkat: 7 dari 10.

Lawang, 28 November 2021, terinspirasi setelah menonton My Hero Academia The Movie: World Heroes’ Mission

Foto: Viu

Continue Reading

Anime & Komik

Memaknai Kesepian Ala Naruto dan Sasuke

Published

on

By

Jika bicara tentang rivalitas antara karakter anime, nama Naruto Uzumaki dan Sasuke Uchiha jelas perlu disebut. Dua tokoh utama dari serial Naruto ini memiliki sejarah persaingan yang panjang.

Sewaktu masih di akademi, Naruto adalah murid yang nilainya paling buruk, sedangkan Sasuke adalah yang paling tertinggi. Jika Naruto kerap dianggap konyol, maka Sasuke begitu dikagumi oleh para perempuan karena dianggap cool.

Terlepas dari perbedaan yang dimiliki oleh keduanya, ada satu kemiripan yang mungkin membuat mereka memiliki ikatan yang begitu kuat. Ketika masih kecil, mereka sama-sama merasakan kesepian.

Kesepian Ala Naruto

Naruto Suka Berbuat Jahil (Wallpaper Cave)

Naruto Uzumaki lahir dari pasangan Minato Namikaze alias Hokage Keempat dan Kushina Uzumaki. Sayangnya, Naruto tidak pernah bertemu dengan orang tuanya sejak lahir karena harus tewas melindungi desa Konoha dari serangan monster berekor sembilan.

Di manga tidak pernah dijelaskan secara rinci bagaimana Naruto hidup di masa kecil. Kemungkinan, ia diasuh oleh Hokage Ketiga hingga usia tertentu sebelum “dibiarkan” hidup sendirian tanpa tahu siapa orang tuanya.

Anak kecil yang hidup sendirian tentu akan merasakan kesepian tanpa tahu mengapa ia kesepian. Selain itu, penduduk desa juga menjauhinya karena dianggap sebagai reinkarnasi dari rubah ekor 9 yang menghancurkan desa.

(Bisa dibilang, ini salah satu plot hole yang dimiliki oleh Naruto: Bagaimana bisa anak dari seorang pahlawan desa mendapatkan perlakukan sedemikian buruk dan seolah ditelantarkan begitu saja)

Untuk melawan rasa kesepian tersebut, Naruto pun kerap berbuat konyol dan jahil demi mendapatkan perhatian dari penduduk desa. Meskipun konotasinya negatif, setidaknya bagi Naruto itu lebih baik daripada merasa kesepian.

Kesepian Ala Sasuke

Itachi dan Sasuke (Pinterest)

Sasuke Uchiha memiliki kisah yang lebih tragis. Lahir dari klan Uchiha yang terkenal karena mata Sharingan-nya, ia merupakan anak dari Fugaku dan Mikoto Uchiha. Ia juga memiliki seorang kakak jenius yang bernama Itachi Uchiha.

Sasuke sejak kecil selalu dibayang-bayangi oleh kehebatan kakaknya, hingga ia berusaha keras untuk mendapatkan pengakuan dari ayahnya. Walaupun begitu, Sasuke tidak pernah membenci kakaknya. Sebaliknya, ia sangat menyayanginya.

Semua berubah ketika Itachi harus membantai seluruh klan Uchiha, sebuah misi rahasia yang diberikan kepadanya demi menghindari kudeta yang hendak dilakukan oleh mereka. Itachi menyanggupi misi tersebut dengan syarat Sasuke harus tetap hidup.

Semenjak itu, Sasuke pun menjadi satu-satunya klan Uchiha yang tersisa di desa Konoha dan hidup sendirian. Secara mendadak, ia harus merasakan kesepian yang belum pernah ia alami sebelumnya.

Ketika Naruto hendak menghentikan Sasuke yang pergi ke tempat Orochimaru, Sasuke berkata bahwa Naruto tidak pernah merasakan kehilangan seperti dirinya karena sejak awal tidak punya siapa-siapa, sehingga ia menganggap Naruto tidak akan pernah paham apa yang ia rasakan.

Cara Naruto dan Sasuke Merespon Kesepian

Sasuke dan Naruto (MyAnimeList)

Selain berusaha mendapatkan perhatian dari tindakan konyolnya, Naruto sejak kecil juga bercita-cita untuk menjadi seorang Hokage agar mendapatkan pengakuan dari penduduk desa. Hal ini terasa mustahil untuk anak yang dikucilkan sejak kecil.

Di sisi lain, Sasuke merespon tragedi yang ia alami dengan cara berusaha keras untuk menjadi ninja yang hebat sehingga bisa membunuh kakaknya dan membalaskan dendam klan Uchiha. Tak heran ia selalu jadi yang nomor satu sewaktu di akademi.

Nasib (dan campur tangan orang dalam) membuat mereka berdua berada dalam satu tim bersama Sakura Haruno di bawah bimbingan Kakashi Hatake. Dua orang yang masa kecilnya sendiri akhirnya menemukan keluarga baru.

Bedanya, Naruto selalu berusaha melindungi “keluarga baru” tersebut dan Sasuke dibutakan oleh balas dendam sehingga sempat meninggalkan keluarganya tersebut. Bahkan, ada di satu titik kalau Sasuke ingin membunuh Naruto, Sakura, hingga Kakashi.

Pada perjalanannya, Naruto perlahan mendapatkan apa yang ia inginkan: Pengakuan dari warga desa. Ia telah dianggap sebagai pahlawan setelah berhasil mengalakan Pain, ketua organigasi Akatsuki.

Di sisi lain, Sasuke tak pernah habis dengan dendamnya. Setelah Itachi mati, ia ingin menghancurkan desa Konoha. Setelah itu berubah lagi ia ingin membuat revolusi dan menjadi seorang Hokage. Kebencian telah mengonsumsi Sasuke secara buruk.

Penutup

“Kita adalah bocah-bocah kesepian yang mendambakan cinta… tapi, malah menuai kebencian.”

Sasuke Uchiha di komik naruto Vol. 71

Meskipun melalui masa kecil yang kesepian, pada akhirnya Naruto dan Sasuke berhasil keluar dari neraka tersebut. Mereka sama-sama memiliki keluarga kecil yang relatif bahagia dan kekuatannya diakui oleh semua orang.

Di sini kita bisa melihat kalau Naruto merespon rasa kesepian tersebut dengan cara berusaha mendapatkan atensi dari pihak luar. Dengan memiliki hubungan dengan orang lain, Naruto bisa menghilangkan rasa kesepian yang ia rasakan.

Sasuke merespon rasa kesepiannya dengan mengembangkan dirinya sendiri agar menjadi kuat. Ia seolah tidak peduli dengan orang lain dan hanya berfokus pada dirinya agar bisa meraih tujuan yang ia inginkan.

Mana cara yang benar? Tidak ada benar dan salah di sini. Semua orang punya caranya masing-masing untuk mengatasi masalah kesepian yang dialami. Kisah Naruto dan Sasuke hanyalah beberapa contoh yang bisa dilakukan untuk mengatasi kesepian.

Ada banyak cara untuk mengatasi kesepian dan setiap individu pasti memiliki cara yang berbeda-beda. Mana yang paling cocok untuk kita, hanya kita yang tahu.


Lawang, 7 November 2021, terinspirasi setelah membaca komik Naruto vol. 71

Foto: Wallpaper Access

Continue Reading

Anime & Komik

Sekolah Superhero Ala My Hero Academia

Published

on

By

Sebagai anak laki-laki, wajar jika Penulis menyukai manga atau anime shounen yang identik dengan adegan action dan kekuatan-kekuatan super.

Buat yang belum tahu, shounen merupakan istilah untuk menggambarkan genre manga/anime yang ditujukan untuk pasar remaja laki-laki, walau pada kenyataannya orang dewasa pun masih banyak yang mengikutinya.

Dragon Ball menjadi anime shounen pertama yang disukai karena sewaktu kecil suka membaca komiknya dan menonton animenya di Indosiar dan Animax. Setelah itu, Penulis juga menyukai Naruto dan membaca manganya hingga tamat.

Keduanya sudah lama tamat. Lanjutannya (Dragon Ball Super dan Boruto) Penulis anggap tidak terlalu menarik sehingga hanya mengikuti ala kadarnya.

Untungnya, Penulis memiliki pilihan anime shounen yang tidak kalah menarik sekarang: My Hero Academia.

Awal Pertemuan dengan My Hero Academia

Midoriya dan All Might (Pinterest)

Pertemuan pertama Penulis dengan anime My Hero Academia (僕のヒーローアカデミア/Boku no Hero Academia) terjadi setelah saran dari mantan teman kantor di tempat lama.

Pada tahun 2017, Penulis baru memulai untuk menonton serial anime untuk mengisi waktu luang setelah pulang bekerja. Oleh karena itu, Penulis meminta beberapa rekomendasi. Salah satunya ya My Hero Academia (MHA) ini.

Setelah Penulis tonton, ternyata temanya sangat cocok dengan Penulis. Sebagai penggemar film-film superhero, MHA bagi Penulis mampu memberikan angle yang menarik di tengah gempuran Marvel dan DC Comics.

Apalagi sang tokoh utama, Izuku Midoriya, digambarkan sebagai tokoh yang sama sekali tidak memiliki kekuatan (quirk). Padahal, ia selalu memiliki cita-cita menjadi superhero seperti idolanya, All Might.

Untungnya, Midoriya dipilih oleh All Might untuk mewarisi kekuatannya yang bernama One for All. Ia pun berlatih untuk bisa mengendalikan kekuatan tersebut. Tema zero to hero ini Penulis sukai karena bisa memotivasi kita sebagai penonton.

Sekolah Superhero

U.A. High School (My Hero Academia – Fandom)

Goku hanya pernah melakukan latihan bersama guru-gurunya, mulai Master Roshi hingga Whis. Naruto masuk ke akademi ninja, namun tidak diceritakan bagaimana kehidupannya selama menempuh pendidikan di sana.

Baru kali inilah, setidaknya sepengetahuan Penulis, kita akan melihat bagaimana superhero dilatih dan ditempa di sebuah institusi khusus. Konsepnya terlihat mirip dengan X-Men dari Marvel.

Sang tokoh utama kita, Midoriya, bersekolah di U.A. High School. Sekolah ini menjadi salah satu sekolah superhero terbaik di Jepang. All Might juga menjadi pengajar di sini.

Setiap tingkat, ada 11 kelas yang dibagi berdasarkan departemennya menjadi seperti berikut:

  • Kelas A-B: Department of Heroes
  • Kelas C-E: Department of General Education
  • Kelas F-H: Department of Support
  • Kelas I-K: Department of Management

Midoriya berhasil masuk ke kelas A, yang mungkin bisa dianggap sebagai kelas unggulan untuk para calon superhero. Ia pun bertemu dengan teman-teman kelasnya yang juga memiliki kemampuan unik (gambar banner adalah murid-murid kelas A).

Penulis hanya heran karena 1 hal. Ada beberapa murid kelas B yang lebih kuat dari murid kelas A dengan kekuatan yang lebih berguna di pertarungan. Penulis kurang tahu apa standar yang digunakan oleh U.A. dalam pembagian kelas.

Hitam Putih antara Supervillain dan Superhero

Tomura Shigaraki (CBR)

Dengan latar dunia di mana mayoritas manusianya memiliki quirk, wajar jika ada sekolah superhero untuk melatih anak-anak berbakat mengendalikan kemampuannya demi melawan kejahatan.

Tentu saja ada pihak-pihak yang menyalahgunakan kekuatannya untuk berbuat jahat. Ada yang skala kecil, tapi ada juga tingkat kejahatan yang melampaui batas.

Seperti kebanyakan anime shounen, MHA pun terlihat memiliki klise di mana yang baik dan yang jahat digambarkan dengan begitu hitam putih. Sang tokoh utama pun digambarkan sebagai orang yang sangat bermoral, seperti Goku dan Naruto.

Musuh utama dari para pahlawan kita adalah League of Villains yang dipimpin oleh All for One, yang sekarang nampaknya dipimpin oleh Tomura Shigaraki.

Tentu di perjalanannya ada banyak musuh dari kubu lain, yang menurut Penulis menjadi salah satu kekurangan anime MHA yang terlihat sering mengulur waktu agar ceritanya semakin panjang.

Siapa Karakter Favorit Penulis?

Himiko Toga (Screen Rant)

Sebagai anime yang memiliki buanyak karakter karena tema sekolah superheronya, siapa yang menjadi favorit Penulis? Anehnya, Penulis lebih memilih Himiko Toga yang sepintas mengingatkan kita kepada karakter Harley Quinn dari Suicide Squad.

Tidak ada alasan spesifik, suka saja dengan karakternya. Padahal, ia adalah anggota dari League of Villain walau rasanya ia tidak benar-benar jahat.

Kalau dari sisi superhero-nya, mungkin Penulis akan lebih memilih Ochaco Uraraka. Gemas saja melihat karakternya yang imut dan suka salting ketika berhadapan dengan Midoriya.

Mirio Togata yang mirip Tintin juga karakter yang Penulis sukai. Dulu Penulis sempat memilih Fumikage Tokoyami dan Shoto Todoroki sebelum akhirnya memutuskan untuk berpindah haluan.

Penutup

My Hero Academia layak menjadi anime shounen favorit Penulis yang ketiga setelah Dragon Ball dan Naruto. Alur ceritanya, komedinya, adegan aksinya, semua benar-benar sesuai dengan selera Penulis.

Karena pada dasarnya lebih suka membaca manga, Penulis sudah tahu bagaimana cerita dari MHA ke depannya. Maklum, animenya masih season 5 dan cerita manganya sudah berjalan begitu jauh.

Salah satu kekhawatiran Penulis adalah animenya tidak akan tamat mengikuti serial manga. Bisa saja ending-nya diubah seperti The Promised Neverland sehingga menimbulkan kekecewaan.

Jika jumlah episode setiap season-nya sama seperti sekarang (sekitar 20-an), bisa jadi MHA akan tamat pada season yang jumlahnya puluhan. Sudahlah, nikmati saja anime yang bertema sekolah superhero ini!


Lawang, 30 Juli 2021, terinspirasi karena ingin menulis tentang My Hero Academia

Foto: DevianArt

Sumber Artikel: My Hero Academia Wiki | Fandom

Continue Reading

Fanandi's Choice

Copyright © 2021 Whathefan