<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>koleksi Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/koleksi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/koleksi/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Dec 2024 15:33:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.1</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>koleksi Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/koleksi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Koleksi Board Game #28: Point City</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-28-point-city/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-28-point-city/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Dec 2024 15:23:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[card drafting]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8155</guid>

					<description><![CDATA[<p>Satu bulan setelah membeli Cascadia dan Here to Slay, akhirnya Penulis membeli satu board game lain yang waktu di Jakarta tidak sempat dibeli: Point City. Penulis membelinya di toko langganan, sekalian membeli sleeve untuk Here to Slay, pada Februari 2024. Salah satu alasan mengapa Penulis tertarik untuk membeli board game ini adalah karena temanya yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-28-point-city/">Koleksi Board Game #28: Point City</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Satu bulan setelah membeli <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-26-cascadia/">Cascadia</a> dan <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-27-here-to-slay/">Here to Slay</a>, akhirnya Penulis membeli satu <em>board game </em>lain yang waktu di Jakarta tidak sempat dibeli: <strong>Point City</strong>. Penulis membelinya di toko langganan, sekalian membeli <em>sleeve </em>untuk Here to Slay, pada Februari 2024.</p>



<p>Salah satu alasan mengapa Penulis tertarik untuk membeli <em>board game</em> ini adalah karena temanya yang mengangkat perkotaan. Ini bukan <em>board game </em>pertama yang bertema itu, karena sebelumnya Penulis sudah memiliki <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-10-machi-koro-2/">Machi Koro 2</a> dan <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-22-chinatown/">Chinatown</a>.</p>



<p><em>Board game </em>ini memiliki kemiripan dengan Machi Koro 2, di mana salah satu mekanismenya adalah <em>card drafting</em>. Bedanya, ada unsur Splendor dalam <em>board game </em>ini yang akan membantu &#8220;perekonomian&#8221; kita sepanjang permainan.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/how-to-train-your-dragon-3-the-hidden-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/how-to-train-your-dragon-3-the-hidden-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/how-to-train-your-dragon-3-the-hidden-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/how-to-train-your-dragon-3-the-hidden-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/how-to-train-your-dragon-3-the-hidden-banner.jpg 1280w " alt="Setelah Menonton How to Train Your Dragon: The Hidden World" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-how-to-train-your-dragon-the-hidden-world/">Setelah Menonton How to Train Your Dragon: The Hidden World</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Board Game Point City</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: Point City</li>



<li>Desainer: Molly Johnson, Robert Melvin, Shawn Stankewich</li>



<li>Publisher: Flatout Games</li>



<li>Tahun Rilis: 2023</li>



<li>Jumlah Pemain: 1-4 pemain</li>



<li>Waktu Bermain: 15-30 menit</li>



<li>Rating BGG: 7,2</li>



<li>Tingkat Kesulitan: 1,69/5</li>



<li>Harga: Rp425.000</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Bermain Point City</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="how to play Point City" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/5wqMIU1lmeA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Point City memiliki objektif yang sangat sederhana, yakni pemain dengan poin tertinggi di akhir permainan akan menjadi pemenang. Poin ini bisa didapatkan dengan beberapa cara, yang akan Penulis jelaskan lebih detail di bawah.</p>



<p>Untuk memulai permainan, jejerkan 16 kartu <em>tier</em> 1 dengan formasi 4 x 4 untuk membentuk Market. Setelah itu, sisa kartu akan ditumpuk secara berurutan sesuai <em>tier</em>-nya, di mana <em>tier </em>1 paling atas dan <em>tier </em>3 paling bawah. </p>



<p>Kartu pada permainan ini memiliki dua sisi, yakni sisi <strong>Sumber Daya (<em>resource</em>)</strong> dan <strong>Bangunan (<em>building</em>)</strong>. Kartu Sumber Daya digunakan untuk bisa membeli kartu Bangunan. Beberapa kartu Bangunan bisa menghasilkan Sumber Daya secara permanen, mirip dengan Splendor.</p>



<p>Ada lima jenis Sumber Daya dalam permainan ini, yakni <strong>Energy</strong>, <strong>Industry</strong>, <strong>Economy</strong>, <strong>Community</strong>, dan <strong>Ecology</strong>. Ada juga kartu <strong>Ingenuity</strong>, yang bisa menggantikan semua jenis kartu Sumber Daya yang dibutuhkan alias menjadi kartu Joker dalam permainan ini. Kartu jenis ini bisa menjadi tambahan skor apabila masih dipegang oleh pemain di akhir permainan.</p>



<p>Di sisi lain, kartu Bangunan memiliki beberapa atribut yang dimiliki. Di bawah nama bangunan, ada <em>cost </em>atau biaya yang dibutuhkan untuk membeli kartu tersebut. Di bagian pojok atas, ada efek yang akan didapatkan pemain jika berhasil membangun kartu tersebut.</p>



<p>Ada beberapa efek yang bisa didapatkan pemain dengan membangun kartu Bangunan. Jika ada simbol Sumber Daya di bagian kiri atas, maka pemain akan mendapatkan Sumber Daya tersebut secara permanen hingga akhir permainan.</p>



<p>Di sisi lain, di bagian kanan atas, ada dua jenis efek yang bisa digunakan pemain. Jika menunjukkan angka, maka artinya bangunan tersebut akan memberi tambahan poin di akhir permainan. </p>



<p>Jika ada lambang token Civic,  artinya pemain bisa mengambil satu token Civic, yang juga bisa digunakan untuk menambah poin dengan syarat-syarat tertentu. Syaratnya sering kali berputar di seberapa banyak bangunan yang menghasilkan Sumber Daya tertentu, walau ada juga yang lain.</p>



<p>Jumlah kartu yang digunakan dalam tiap permainan akan menyesuaikan dengan jumlah pemain. Semakin sedikit pemain, semakin sedikit kartu yang digunakan. Selain itu, ambil sejumlah token Civic (sesuai dengan jumlah pemain juga) dan letakkan dekat Market.</p>



<p>Setelah itu, permainan pun bisa langsung dimulai, di mana masing-masing pemain mendapatkan &#8220;modal&#8221; berupa satu kartu Ingenuity. Apabila semua kartu di Market meruapakan kartu Sumber Daya, maka pemain memiliki opsi untuk membalik kartu Sumber Daya menjadi kartu Bangunan. </p>



<p>Setiap putaran, pemain secara bergantian akan memilih dua kartu di Market yang terletak bersebelahan, entah secara horizontal maupun vertikal. Mengambil kartu bersebelahan secara diagonal tidak diperbolehkan. </p>



<p>Ketika pemain ingin mengambil kartu Bangunan, maka ia harus membayar Sumber Daya sesuai yang tertera di bagian bawah kartu. Jika kartu tersebut memiliki simbol token Civic, pemain harus memilih salah satu token Civic yang tersedia.</p>



<p>Apabila tidak ada kartu yang ingin atau bisa diambil, pemain bisa menarik dua kartu dari <em>deck</em>. Permainan akan terus berplangsung hingga sudah tidak ada lagi kartu di <em>deck </em>untuk me-<em>refill</em> Market. Masing-masing menghitung skornya dan yang tertinggi menjadi pemenangnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Bermain Point City</h2>



<div class="wp-block-cover"><span aria-hidden="true" class="wp-block-cover__background has-background-dim"></span><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" class="wp-block-cover__image-background wp-image-8157" alt="" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/koleksi-board-game-28-point-city-artikel-1024x683.jpg" data-object-fit="cover" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/koleksi-board-game-28-point-city-artikel-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/koleksi-board-game-28-point-city-artikel-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/koleksi-board-game-28-point-city-artikel-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/koleksi-board-game-28-point-city-artikel.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><div class="wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-block-cover-is-layout-flow">
<p class="has-text-align-center has-large-font-size">Point City (<a href="https://boardgamegeek.com/boardgame/368017/point-city">BGG</a>)</p>
</div></div>



<p>Ada banyak hal yang Penulis sukai dari Point City. Selain tema perkotaan yang sudah disinggung di awal, Penulis menyukai <em>gameplay</em>-nya yang <strong>seimbang</strong> dan <strong>butuh sedikit keberuntungan</strong>. </p>



<p>Dengan mekanisme <em>card drafting </em>yang dimiliki, pemain diharuskan berpikir<strong> kartu mana yang paling menguntungkan untuk diambil</strong>. Pemilihan kartu ini berperan vital, karena bisa memengaruhi skor yang bisa diperoleh di akhir permainan.</p>



<p>Sama seperti Splendor, <strong>semakin lama permainan, maka <em>cost</em> kartu semakin tinggi</strong>. Nah, ada beberapa kartu yang akan bisa menghasilkan sumber daya secara permanen, yang akan sangat membantu kita membeli kartu-kartu yang tersedia.</p>



<p>Penulis juga menyukai <strong>desain minimalis </strong>yang dimiliki oleh Point City di setiap kartu bangunannya. Memang pemain akan jarang melihat bangunan apa yang mereka beli, karena lebih fokus dengan efeknya, tapi tetap saja sentuhan ini harus diapresiasi.</p>



<p>Memang Point City <strong>tidak terlalu kompetitif karena kurangnya unsur <em>senggol-senggolan</em></strong>. Pemain akan lebih fokus untuk membangun &#8220;kotanya&#8221; sendiri. Namun, Penulis pribadi memang tidak menjadikan hal tersebut sebagai faktor utama dalam membeli <em>board game</em>. </p>



<p>Jeleknya, <em>board game </em>ini akan terasa cukup membosankan bagi pemain lain. Meskipun tingkat <em>replaybility</em>-nya tinggi karena setiap kartu unik, <em>turn-based </em>yang dimiliki harus diakui memang cukup monoton. </p>



<p>Point City bisa dianggap sebagai <em>board game </em>bergenre <em>card drafting </em>yang sederhana dan mudah dipahami. Tak butuh lama untuk menjelaskan cara bermainnya ke orang lain, sehingga cocok untuk dimainkan bersama keluarga.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Skor: 8/10</mark></p>
</blockquote>



<p>Setelah membeli Point City, intensitas membeli <em>board game </em>Penulis menurun drastis. Meskipun masih banyak yang diincar, entah mengapa Penulis jadi lebih sering mengerem dan menahan diri. Masih beli, tapi jarak waktunya semakin panjang.</p>



<p>Hingga artikel ini ditulis, hanya tersisa dua <em>board game </em>lagi yang belum diulas. <em>Board game </em>selanjutnya yang Penulis miliki adalah <strong>UNO! Blokus</strong>, yang menjadi <em>board game </em>pertama Penulis yang beli di Kidz Station.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 5 Desember 2024, terinspirasi setelah ingin melanjutnkan seri <em>board game</em> ini</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-28-point-city/">Koleksi Board Game #28: Point City</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-28-point-city/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saya Memutuskan untuk Mengoleksi Komik Naruto Bind Up Edition</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-naruto-bind-up-edition/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-naruto-bind-up-edition/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Oct 2024 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<category><![CDATA[manga]]></category>
		<category><![CDATA[Naruto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7962</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tak hanya Dragon Ball, Penulis juga tumbuh besar dengan seri Naruto. Bahkan, jumlah komik yang Penulis waktu kecil justru didominasi oleh manga karya Masashi Kishimoto ini, walau sempat berhenti beli karena telah membaca versi digitalnya. Nah, belakangan ini, PT Elex Media Komputindo memutuskan untuk mencetak remake dalam bentuk Bind Up Edition. Singkatnya, ini adalah versi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-naruto-bind-up-edition/">Saya Memutuskan untuk Mengoleksi Komik Naruto Bind Up Edition</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Tak hanya <em>Dragon Ball</em>, Penulis juga tumbuh besar dengan seri <em>Naruto</em>.  Bahkan, jumlah komik yang Penulis waktu kecil justru didominasi oleh<em> </em>manga karya Masashi Kishimoto ini, walau sempat berhenti beli karena telah membaca versi digitalnya.</p>



<p>Nah, belakangan ini, PT Elex Media Komputindo memutuskan untuk mencetak <em>remake </em>dalam bentuk <em><strong>Bind Up Edition</strong></em>. Singkatnya, ini adalah versi di mana dua komik dijadikan satu dan ukurannya pun diperbesar. Harganya per komik adalah Rp99 ribu.</p>



<p>Sempat menimbang-menimbang, akhirnya Penulis pun memutuskan untuk memulai mengoleksinya dari volume 1, terlepas telah memiliki beberapa komik versi aslinya. Penulis akan menjabarkan alasannya di bawah ini.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/03/maxresdefault-3-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/03/maxresdefault-3-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/03/maxresdefault-3-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/03/maxresdefault-3-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/03/maxresdefault-3.jpg 1280w " alt="Ke Huy Quan dan Kisah Luar Biasa yang Dimilikinya" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/tokohsejarah/ke-huy-quan-dan-kisah-luar-biasa-yang-dimilikinya/">Ke Huy Quan dan Kisah Luar Biasa yang Dimilikinya</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Perkenalan dengan Naruto</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/komik-naruto-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7965" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/komik-naruto-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/komik-naruto-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/komik-naruto-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/komik-naruto-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Komik Naruto Pertama yang Penulis Miliki</figcaption></figure>



<p>Awal Penulis mengenal <em>Naruto</em> sebenarnya cukup telat, yakni ketika duduk di bangku SMP. Penulis tahu karena teman-teman Penulis sering membicarakannya sehingga menjadi tertarik karena dunia ninja terdengar seru untuk diikuti.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis mencoba untuk mulai membeli komiknya. Di dekat rumah Penulis, kebetulan ada yang jual dengan harga murah. Waktu itu, Penulis belum paham kalau komik itu adalah komik bajakan karena kualitas gambarnya yang menyakitkan mata.</p>



<p>Tidak dari volume 1, Penulis langsung<strong> membeli volume 20</strong> karena itu yang tersedia di rak. Tentu Penulis sempat bingung karena tahu-tahu ada <a href="https://whathefan.com/animekomik/dinasti-politik-ala-naruto/">seorang wanita menjadi seorang pemimpin desa</a> dan <a href="https://whathefan.com/animekomik/memaknai-kesepian-ala-naruto-dan-sasuke/">karakter bernama Sasuke mengajak <em>gelud</em> Naruto</a>.</p>



<p>Walau begitu, Penulis merasa kalau komik ini terasa seru dan membaca volume lanjutannya. Penulis masih bisa memahami kalau inti dari konfliknya adalah Sasuke yang ingin keluar desa demi mendapatkan kekuatan dari Orochimaru dan berusaha dicegah oleh Naruto dkk.</p>



<p>Sembari mengikuti <em>arc </em>tersebut, Penulis beberapa kali dijelaskan tentang awal mula cerita Naruto oleh temannya yang lebih dulu mengikutinya. Namun, tetap saja mengetahui ceritanya secara melompat-lompat membuat Penulis cukup kebingungan.</p>



<p>Penulis pun mencoba untuk membeli komik Naruto volume awal-awal. Anehnya, volume yang Penulis miliki terkesan acak, yakni volume 12, 15, 16, dan 17. Penulis tak ingat bagaimana bisa memilikinya, tapi komik-komik tersebut masih ada sampai sekarang. </p>



<p>Tak hanya itu, Penulis juga punya volume 1, 2, dan 4, karena dulu sempat berniat untuk mengoleksi komiknya secara lengkap. Namun, niat tersebut tak pernah kejadian karena waktu itu Penulis merasa lebih seru (dan lebih cepat) untuk mengikuti manga digitalnya saja.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Melengkapi Kepingan yang Hilang</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/komik-naruto-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7966" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/komik-naruto-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/komik-naruto-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/komik-naruto-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/komik-naruto-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Jadi Tahu Cerita yang Belum Pernah Diketahui (<a href="https://x.com/shonenjump/status/1284268441214558209">X</a>)</figcaption></figure>



<p>Mungkin karena memiliki daya ingat yang cukup kuat, Penulis masih mengingat volume berapa saja yang pernah dimiliki. Antara volume 20 hingga 40, Penulis memiliki semua kecuali volume 22. Mulai dari volume 27, Penulis tak pernah lagi membeli komik bajakan.</p>



<p>Setelah volume 40, Penulis lebih sering membaca versi digitalnya. Satu-satunya komik <em>Naruto</em> yang Penulis miliki setelah volume tersebut adalah volume 46 dan 71. Karena konflik yang semakin memanas, Penulis pun semakin melupakan &#8220;masa lalu&#8221; Naruto di volume-volume awal.</p>



<p>Itulah salah satu alasan Penulis memutuskan untuk mengoleksi komik <em>Naruto Bind Up Edition</em>: <strong>karena ada banyak kisah Naruto yang belum pernah Penulis ketahui</strong>. Apalagi, Penulis hampir tidak pernah menonton serial animenya.</p>



<p>Kehadiran <em>Bind Up Edition </em>ini seolah menjadi momentum yang pas untuk melengkapi kepingan yang hilang seputar <em>Naruto</em>. Walau edisi ini benar-benar hanya menggabungkan dua volume menjadi satu, Penulis merasa tidak rugi untuk membelinya.</p>



<p>Apalagi, <strong>cerita-cerita yang dulu Penulis abaikan karena dirasa akan membosankan ternyata seru</strong>. &#8220;Chūnin Exams Arc&#8221; sejak awal ternyata sudah terasa seru. Penulis juga jadi mengetahui secara lengkap bagaimana Orochimaru meninggalkan segel di leher Sasuke.</p>



<p>Selain itu, dengan membaca secara runtun, alasan Sasuke memutuskan untuk meninggalkan desa dan pergi ke tempat Orochimaru menjadi masuk akal. Penulis akan membahas topik ini secara detail di tulisan lain.</p>



<p>Hal lain seputar<em> Naruto</em> yang baru Penulis ketahui setelah mulai mengoleksi <em>Bind Up Edition</em> adalah bagaimana pertemuan pertama Naruto dengan Jiraiya, bagaimana <a href="https://whathefan.com/rasa/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa/">Gaara</a> hampir mengakhiri karier ninja Rock Lee, dan masih banyak lagi lainnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Upaya Penebusan Dosa</h2>



<p>Hingga artikel ini ditulis, sudah ada 10 volume yang dirilis. Artinya, seri ini telah sampai di komik <em>Naruto </em>pertama yang Penulis baca. Berhubung dulu membaca versi bajakannya, membaca versi aslinya dengan kualitas gambar yang bagus jelas memuaskan.</p>



<p>Selain itu, Penulis juga menganggap koleksi ini sebagai <strong>upaya &#8220;penebusan dosa&#8221; karena dulu membaca versi bajakannya</strong>. Waktu itu, dengan polosnya Penulis menganggap kalau memang ada versi murah dari sebuah komik, makanya kualitasnya jelek.</p>



<p>Dengan mulai mengoleksi dari awal, Penulis akan mendapatkan kesempatan untuk membaca komik Naruto tanpa terganggu gambar buram yang terkadang sangat sulit untuk dilihat. Apalagi, ukurang komik edisi <em>Bind Up </em>ini juga lebih besar.</p>



<p>Penulis tidak tahu apakah masih ada banyak komik bajakan yang dijual di pasaran. Semoga saja sudah tidak ada lagi pihak yang membajak komik, setidaknya secara fisik. Kalau secara daring, rasanya akan sangat sulit untuk mengendalikannya.</p>



<p>Sebagai tambahan, Penulis pun jadi merasakan <strong>kembali sensasi yang pernah dirasakan waktu kecil ketika menanti komik volume terbaru dirilis</strong>. Namun, mengingat lamanya <a href="https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-dragon-ball-super/">komik <em>Dragon Ball Super Vol. 20</em> rilis</a>, rasanya Penulis harus benarn-benar ekstra sabar.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 2 Oktober 2024, terinspirasi setelah mengoleksi komik <em>Naruto Bind Up Edition</em></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-naruto-bind-up-edition/">Saya Memutuskan untuk Mengoleksi Komik Naruto Bind Up Edition</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-naruto-bind-up-edition/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Koleksi Board Game #24: Saboteur: The Dark Cave</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-24-saboteur-the-dark-cave/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-24-saboteur-the-dark-cave/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Sep 2024 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[deduksi]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Saboteur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7862</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di antara semua board game yang Penulis miliki, salah satu judul yang paling awal Penulis mainkan adalah Saboteur. Board game ini adalah salah satu dari sekian banyak koleksi board game Pandu yang Penulis putuskan untuk memilikinya, bersama Monopoly dan Catan. Walau begitu, sebenarnya ada satu kekurangan dimiliki oleh Saboteur asli, yakni tingkat kesulitan pihak Saboteur-nya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-24-saboteur-the-dark-cave/">Koleksi Board Game #24: Saboteur: The Dark Cave</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Di antara semua <em>board game </em>yang Penulis miliki, salah satu judul yang paling awal Penulis mainkan adalah <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-12-saboteur/">Saboteur</a>. <em>Board game</em> ini adalah salah satu dari sekian banyak koleksi <em>board game</em> Pandu yang Penulis putuskan untuk memilikinya, bersama <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-1-monopoly/">Monopoly</a> dan <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-3-catan/">Catan</a>.</p>



<p>Walau begitu, sebenarnya ada satu kekurangan dimiliki oleh Saboteur asli, yakni tingkat kesulitan pihak Saboteur-nya untuk bisa menang. Oleh karena itu, sewaktu mengetahui ada Saboteur dengan konsep tim versus tim, Penulis langsung tertarik.</p>



<p>Berjudul <strong>Saboteur: The Dark Cave</strong>, ini adalah kali pertama Penulis membeli sekuel dari sebuah <em>board game</em>. Sebelumnya, berdasarkan nasihat atasan Penulis di kantor yang juga kolektor <em>board game</em>, Penulis lebih berfokus membeli <em>board game </em>yang benar-benar baru untuk memperluas jenis koleksi.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/bill-gates-dan-sumpah-pemuda-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/bill-gates-dan-sumpah-pemuda-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/bill-gates-dan-sumpah-pemuda-banner-768x385.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/bill-gates-dan-sumpah-pemuda-banner-1024x513.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/bill-gates-dan-sumpah-pemuda-banner-356x178.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/bill-gates-dan-sumpah-pemuda-banner.jpg 1280w " alt="Bill Gates dan Sumpah Pemuda" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/tokohsejarah/bill-gates-dan-sumpah-pemuda/">Bill Gates dan Sumpah Pemuda</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Board Game Saboteur: The Dark Cave</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: Saboteur: The Dark Cave</li>



<li>Desainer: Fréderic Moyersoen</li>



<li>Publisher: AMIGO</li>



<li>Tahun Rilis: 2022</li>



<li>Jumlah Pemain: 2-8 pemain</li>



<li>Waktu Bermain: 45 menit</li>



<li>Rating BGG: 6,4</li>



<li>Tingkat Kesulitan: 1.67/5</li>



<li>Harga: Rp255.000</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Bermain Saboteur: The Dark Cave</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="How to play Saboteur: the Dark Cave" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/8r7IC9Fwa14?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Jika pada Saboteur asli konsepnya adalah siapa yang menemukan emas di dalam gua terlebih dahulu, maka di Saboteur: The Dark Cave justru tentang bagaimana keluar dari gua setelah mendapatkan emas. </p>



<p>Ceritanya, akan ada dua tim yang bersaing dalam hal tim mana yang berhasil keluar dari gua dengan total emas terbanyak. Dua klan di permainan ini adalah <strong>Golden Axe Clan</strong> (kuning) dan <strong>Blue Moon Dwarves</strong> (biru).</p>



<p>Masalahnya, di masing-masing tim (klan) akan ada Saboteur yang pastinya akan mempersulit kita karena aslinya mereka bekerja untuk tim lawan! Konsepnya pun mirip-mirip dengan versi aslinya, di mana mereka harus menyabotase setiap langkah kita untuk bisa mencapai finis.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Setup Saboteur: The Dark Cave</h3>



<p>Untuk <em>setup</em>-nya juga berbeda dengan versi aslinya. Permainan akan dimulai dari tengah dengan empat titik finis (kartu Goal) yang terletak di ujung. Ukuran arenanya sendiri tergantung jumlah pemain, 7&#215;7 untuk 6 &#8211; 8 pemain dan 7&#215;9 untuk 2 &#8211; 5 pemain.</p>



<p>Lalu, bagi pemain ke dalam tim kuning atau biru dengan membagikan kartu Klan. Ingat, walaupun kartu memiliki <em>background </em>warna yang sama, apa yang di baliknya bisa berbeda yang menandakan kalau orang tersebut adalah Saboteur.</p>



<p>Setelah itu, pemain bisa memilih karakter sesuai dengan klannya. Salah satu hal yang menarik dari Saboteur: The Dark Cave adalah adanya miniatur karakter yang digunakan untuk menandai ke mana kita akan melangkah.</p>



<p>Terakhir, para pemain akan mendapatkan beberapa kartu <em>action </em>yang akan digunakan dalam permainan. Dalam Saboteur: The Dark Cave, ada tiga tingkatan kartu <em>action </em>yang bisa digunakan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Urutan Bermain dan Kartu-Kartu di Saboteur: The Dark Cave</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-24-saboteur-the-dark-cave-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7875" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-24-saboteur-the-dark-cave-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-24-saboteur-the-dark-cave-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-24-saboteur-the-dark-cave-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-24-saboteur-the-dark-cave-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Karakter Saboteur: The Dark Cave (<a href="https://www.jukukeskus.ee/et/brain-games-mang-saboteur-the-dark-cave,-brgsabc-4060103-0452">Jukukeskus</a>)</figcaption></figure>



<p>Selesai <em>setup</em>, maka permainan pun bisa dimulai. Setiap ronde, pemain harus memainkan satu kartu dari tangannya, entah itu kartu Jalan maupun Action. Kalau tidak bisa atau tidak mau memainkan kartu, pemain bisa membuang satu atau dua kartu dari tangannya.</p>



<p>Kartu Jalan di sini memiliki aturan penempatan yang sama dengan Saboteur asli. Yang membedakan adalah ada beberapa jenis jalan spesial, seperti:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Dark Hole</strong>: Memunculkan Monster</li>



<li><strong>Ladder</strong>: Bisa membuat kita &#8220;teleportasi&#8221; dari satu tangga ke tangga lain</li>



<li><strong>Bridge</strong>: Menyambungkan dua titik di mana pemain harus membayar satu kartu untuk menyeberanginya</li>



<li><strong>Double Bend with Tunnel</strong>: Pemain bisa memotong jalan dengan membayar satu emas</li>



<li><strong>Gold Vein</strong>: Pemain akan mendapatkan emas jika mencapai lokasi ini </li>
</ul>



<p>Untuk kartu Action sendiri mirip-mirip dengan Saboteur aslinya, tapi lebih menarik. Berikut adalah daftar kartu Action-nya:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Secret Information</strong>: Pemain bisa mengintip salah satu kartu Goal atau kartu Klan pemain</li>



<li><strong>Rockfall</strong>: Buang satu kartu jalan yang tidak memiliki pemain ataupun karakter</li>



<li><strong>Swap Card</strong>: Menukar kartu tangan dengan pemain lain</li>



<li><strong>Spiderweb</strong>: Meletakkan Spider Token yang akan menghalangi pemain untuk melewati jalan tertentu</li>



<li><strong>Boots (Tools)</strong>: Jika pemain menggunakan kartu ini, jumlah langkah setiap putarannya bertambah satu (efek berlaku terus)</li>



<li><strong>Axe (Tools)</strong>: Jika pemain menggunakan kartu ini, pemain bisa membunuh monster atau menyingkirkan Spiderweb (tidak bisa digunakan langsung)</li>
</ul>



<p>Setelah memainkan kartu dari tangan, secara opsional pemain bisa menggerakkan karakternya hingga maksimal tiga langkah. Dalam kartu Jalan, ada kartu yang membutuhkan satu langkah, tapi ada juga yang membutuhkan beberapa langkah lebih banyak. Kalau sudah, pemain harus menarik satu kartu dari <em>deck</em>. </p>



<h3 class="wp-block-heading">Monster-Monster di Saboteur: The Dark Cave</h3>



<p>Satu elemen lain yang membedakan antara Saboteur: The Dark Cave dengan versi aslinya adalah keberadaan monster yang bisa menyulitkan pemain. Monters ini bisa di-<em>summon</em> pemain dengan menggunakan kartu Action.</p>



<p>Ada tiga monster yang ada di permainan ini, yakni:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Rat</strong>: Bisa berjalan hingga tiga langkah, pemain yang berhadapan dengan Rat akan kehilangan satu kartu tangan</li>



<li><strong>Lindworm</strong>: Bisa berjalan hingga empat langkah, pemain yang berhadapan dengan Lindworm akan <em>paralyzed </em>sebanyak satu putaran</li>



<li><strong>Goblin</strong>: Bisa berjalan hingga lima langkah, pemain yang berhadapan dengan Goblin akan kehilangan satu emas.</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Bermain Saboteur: The Dark Cave</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-24-saboteur-the-dark-cave-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7863" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-24-saboteur-the-dark-cave-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-24-saboteur-the-dark-cave-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-24-saboteur-the-dark-cave-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-24-saboteur-the-dark-cave.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Saboteur: The Dark Cave (<a href="https://www.lautapeliopas.fi/peliarvostelut/saboteur-the-dark-cave/">Lautapeliopas</a>)</figcaption></figure>



<p>Jika dibandingkan dengan Saboteur asli, Saboteur: The Dark Cave jelas memberikan <strong>keseimbangan permainan yang lebih baik</strong> dengan opsi aksi yang lebih variatif. Belum lagi keberadaan monster yang bisa menjatuhkan lawan (maupun kawan sendiri).</p>



<p>Tidak ada ceritanya <strong>Saboteur kesulitan untuk menang </strong>karena kemenangan di permainan ini bukan antara kurcaci melawan Saboteur, melainkan tim biru melawan tim kuning. Memang peran Saboteur jadinya terkesan tereduksi karena tugasnya jadi hanya membantu kawan-kawannya di tim sebelah.</p>



<p>Konsep &#8220;misteri&#8221; pun tetap dipertahankan karena tidak ada yang tahu di mana pintu keluar guanya. Memang ada kartu yang bisa membuat kita mengintip, tapi informasi tersebut tentu tidak bisa disebarkan karena berpotensi untuk didengarkan oleh tim lawan.</p>



<p>Dari komponen pun<strong> jelas lebih baik</strong>, karena Saboteur: The Dark Cave tidak hanya terdiri dari kartu-kartu. Emas kini berbentuk token, lalu ada juga token karakter beserta <em>standing</em>-nya yang membuat permainan menjadi lebih hidup.</p>



<p>Jika disuruh menyebutkan kekurangannya, mungkin tentang bagaimana<strong> <em>board game</em> ini baru terasa serunya jika dimainkan ramai-ramai</strong>. Walaupun bisa dimainkan berdua, keseruannya jelas jauh. Penulis sendiri merekomendasikan setidaknya ada enam pemain.</p>



<p>Selain itu, karena ada tema deduksi juga, permainan ini juga membutuhkan pembohong yang lihai. Jika pemainnya lurus-lurus saja, maka permainan pun akan menjadi membosankan. Saboteur: The Dark Cave membutuhkan pemain yang rusuh!</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Skor: 8/10</mark></p>
</blockquote>



<p>Saat membeli Saboteur: The Dark Cave, Penulis juga membeli satu <em>board game </em>lain di toko lain. Alasannya, board game ini tidak tersedia di toko langganan Penulis, padahal Penulis sangat penasaran karena pembuatnya sama dengan pembuat <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-17-unstable-unicorns/">Unstable Unicorns</a>.</p>



<p><em>Board game</em> tersebut adalah <strong>Happy Little Dinosaur</strong>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 15 September 2024, terinspirasi karena ingin melanjutkan seri artikel <em>board game</em></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-24-saboteur-the-dark-cave/">Koleksi Board Game #24: Saboteur: The Dark Cave</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-24-saboteur-the-dark-cave/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saya Memutuskan untuk Mengoleksi Komik Dragon Ball Super</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-dragon-ball-super/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-dragon-ball-super/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Jun 2024 16:44:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[Dragon Ball]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7531</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis merupakan penggemar Dragon Ball, makanya jangan heran jika dua minggu terakhir Penulis selalu menulis tentang seri ini. Namun, Penulis bukan penggemar hardcore yang rela menonton semua episode dari semua seri animenya dan semua film layar lebarnya. Bahkan, seri Dragon Ball yang asli pun rasanya tidak semua episodenya Penulis tonton, karena Penulis lebih ke pembaca [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-dragon-ball-super/">Saya Memutuskan untuk Mengoleksi Komik Dragon Ball Super</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penulis merupakan penggemar <em>Dragon Ball</em>, makanya jangan heran jika dua minggu terakhir Penulis selalu menulis tentang seri ini. Namun, Penulis bukan penggemar <em>hardcore</em> yang rela menonton semua episode dari semua seri animenya dan semua film layar lebarnya.</p>



<p>Bahkan, seri <em>Dragon Ball </em>yang asli pun rasanya tidak semua episodenya Penulis tonton, karena Penulis lebih ke pembaca komik. Animenya Penulis sering menonton di televisi (dulu di Indosiar atau Animax), kalau komiknya sering pinjam atau baca versi digitalnya.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis cukup asing dengan seri <em>Dragon Ball GT </em>yang tidak memiliki versi komiknya, walau masih tahu sedikit alur cerita utamanya karena main <em>Dragon Ball Budokai Tenkaichi 3</em>.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/12/terlalu-suka-mengendalikan-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/12/terlalu-suka-mengendalikan-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/12/terlalu-suka-mengendalikan-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/12/terlalu-suka-mengendalikan-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/12/terlalu-suka-mengendalikan-banner.jpg 1280w " alt="Terlalu Suka Mengendalikan" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/terlalu-suka-mengendalikan/">Terlalu Suka Mengendalikan</a></div></div></div><p></p>


<p>Nah, beda cerita dengan seri <em>Dragon Ball Super</em>. Animenya diadaptasi dari manga, meskipun ada beberapa perubahan. Bahkan, cerita dari film <em>Dragon Ball Z: Resurrection &#8216;F&#8217;</em> dan <em>Dragon Ball Super: Broly </em>tidak dimasukkan ke dalam komik, hanya disebutkan secara singkat.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Sempat Tak Tertarik, tapi&#8230;</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/koleksi-dragon-ball-super-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7533" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/koleksi-dragon-ball-super-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/koleksi-dragon-ball-super-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/koleksi-dragon-ball-super-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/koleksi-dragon-ball-super-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Beerus dan Whis (<a href="https://x.com/AngelUisu/status/978369313173266432">X</a>)</figcaption></figure>



<p>Awalnya Penulis cukup merasa malas untuk mengikuti cerita <em>Dragon Ball Super</em>, karena bagi Penulis kisah <em>Dragon Ball </em>ya berhenti ketika Goku mengajak Uub pergi dari turnamen Budokai Tenkaichi untuk berlatih bersama. </p>



<p>Apalagi, <em>Dragon Ball Super </em>memiliki banyak &#8220;keanehan&#8221; yang membuat Penulis mengangkat alisnya. Konsep Dewa Penghancur, Malaikat, <em>multiverse</em>, Patroli Galaksi, hingga kemunculan Zeno benar-benar terasa aneh dan melenceng dari <em>core-</em>nya <em>Dragon Ball</em>.</p>



<p><em>Plot hole </em>tentang ke mana Beerus ketika semesta terancam masih bisa ditutupi dengan kenyataan Beerus yang sudah lama tertidur. Beda cerita dengan Patroli Galaksi, yang selama ini entah ke mana tak pernah menampakkan batang hidungnya tanpa ada penjelasan.</p>



<p>Namun, yang namanya penggemar <em>Dragon Ball</em>, ya, ujung-ujungnya Penulis ya mencoba untuk membaca manganya. Penulis mencoba membaca versi digitalnya, tapi berhenti setelah Tournament of Power Saga. Penulis merasa tidak <em>worth it </em>untuk lanjut membaca.</p>



<p>Namun, ketika mampir ke Gramedia Royal Plaza, Surabaya, entah mengapa Penulis tiba-tiba terdorong untuk membeli komiknya. Bisa jadi karena di hati kecilnya, Penulis merasa penasaran dengan kelanjutan ceritanya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Jadi Tertarik?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/koleksi-dragon-ball-super-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7534" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/koleksi-dragon-ball-super-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/koleksi-dragon-ball-super-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/koleksi-dragon-ball-super-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/koleksi-dragon-ball-super-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Bardock (<a href="https://dragonballuniverse.fandom.com/wiki/Bardock">Fandom</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis nyaris bersikap impulsif dengan ingin langsung membeli semuanya, dari volume 1 sampai 19. Namun, setelah beberapa pertimbangan, Penulis memutuskan untuk membeli satu <em>arc </em>dulu, yakni &#8220;Galactic Patrol Prisoner Saga&#8221; di mana Moro jadi <em>villain </em>utamanya.</p>



<p>Dua bulan kemudian, tahu-tahu Penulis sudah memiliki semua volumenya. Lengkap, dari volume 1 sampai 19. Penulis biasanya membeli per <em>arc</em>, jadi Penulis tidak melengkapinya sekaligus, tapi dibagi menjadi empat <em>batch</em> atau dua minggu sekali belanjanya.</p>



<p>Ternyata, jika mengabaikan segala keanehan yang tadi sudah disinggung, <strong>sebenarnya seru-seru saja membaca komik <em>Dragon Ball Super</em></strong>. Terlebih &#8220;Galactic Patrol Prisoner Saga&#8221; dan &#8220;Granolah the Survivor Saga&#8221; yang memiliki beberapa bagian yang tidak tertebak</p>



<p>Salah satu upaya <em>Dragon Ball Super </em>agar diminati oleh penggemar lama <em>Dragon Ball </em>adalah dengan menghubungkan serinya dengan cerita utamanya. Seri tersebut berusaha memberikan penjelasan kepada cerita-cerita yang dulu belum sempat dijelaskan.</p>



<p>Contohnya adalah bagaimana kisah Dai Kaioo, yang di<em> Dragon Ball </em>diceritakan dimakan Buu, ternyata pernah bertarung melawan Moro. Selain itu, ada juga cerita tentang ayah Goku, Bardock (dalam bentuk <em>flashback</em>), yang sebelumnya hanya pernah muncul di film saja.</p>



<p>Meskipun kini sudah banyak komik digital yang bisa dibaca secara legal dan gratis, tetap saja sensasi membaca komik fisik itu berbeda. Apalagi,<strong> <em>Dragon Ball Super </em>juga tidak tersedia di aplikasi MangaPlus</strong>, tidak seperti <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/kejahatan-terbesar-serial-boruto/">Boruto</a> </em>dan <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/sekolah-superhero-ala-my-hero-academia/">My Hero Academia</a></em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Hingga tulisan ini tayang, volume terbaru dari <em>Dragon Ball Super </em>belum juga rilis. Padahal, konklusi dari &#8220;Granolah the Survivor Saga&#8221; ada di sana, sebelum berlanjut ke &#8220;Super Hero Saga&#8221; yang telah diangkat menjadi film.</p>



<p>Sebenarnya Penulis bisa saja membaca lanjutannya dengan membaca di internet. Akan tetapi, Penulis ingin merasakan sensasi menanti komik volume terbaru terbit seperti ketika masih kecil dulu. Kebahagiaan setelah penantian seperti itu terasa lebih membekas.</p>



<p>Setelah mengoleksi Dragon Ball Super, ada kemungkinan Penulis untuk lanjut mengoleksi komik. Ada beberapa yang sudah menjadi incaran, mulai dari <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/mencuri-panggung-ala-anya-forger-di-spy-x-family/">Spy x Family</a></em>, <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/memaknai-kesepian-ala-naruto-dan-sasuke/">Naruto</a> </em>versi <em>bundle</em>, <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/conan-dan-kutukan-yang-menimpanya/">Detective Conan</a> </em>versi Premium, hingga seri <em>Dragon Ball </em>asli. Kita lihat saja nanti.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 26 Juni 2024, terinspirasi setelah dirinya membeli semua komik Dragon Ball Super</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.siliconera.com/dragon-ball-super-manga-goes-on-an-indefinite-hiatus/">Siliconera</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-dragon-ball-super/">Saya Memutuskan untuk Mengoleksi Komik Dragon Ball Super</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-dragon-ball-super/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Koleksi Board Game #17: Unstable Unicorns</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-17-unstable-unicorns/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-17-unstable-unicorns/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Jun 2024 16:51:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[card game]]></category>
		<category><![CDATA[hobi]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Unstable Games]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7382</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saat berlibur ke Jakarta pada tahun 2023, Penulis pergi ke toko board game di Gandaria City. Dulu Penulis sering menemani rekan kerjanya ke sini, tapi waktu itu Penulis belum tertarik untuk mengoleksi board game. Karena di tahun 2023 Penulis sudah mulai mengoleksi board game, maka Penulis pergi ke sana dengan niat membeli sesuatu jika ada [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-17-unstable-unicorns/">Koleksi Board Game #17: Unstable Unicorns</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Saat <a href="https://whathefan.com/pengalaman/saya-berlibur-ke-jakarta-selama-5-hari-bagian-1/">berlibur ke Jakarta pada tahun 2023</a>, Penulis pergi ke toko <em>board game </em>di Gandaria City. Dulu Penulis sering menemani rekan kerjanya ke sini, tapi waktu itu Penulis belum tertarik untuk mengoleksi <em>board game</em>. </p>



<p>Karena di tahun 2023 Penulis sudah mulai mengoleksi <em>board game</em>, maka Penulis pergi ke sana dengan niat membeli sesuatu jika ada yang cocok. Kebetulan, dua mbak yang berjaga di sana cukup ramah dan mau memberikan beberapa rekomendasi yang sekiranya cocok dengan Penulis.</p>



<p>Salah satu <em>board game </em>yang direkomendasikan ke Penulis adalah <strong>Unstable Unicorns</strong>. Di toko tersebut, harganya adalah Rp460 ribu. Meskipun lebih mahal dari harga pasaran, Penulis ingin tetap membelinya mengingat kedua mbak penjaga tersebut sudah &#8220;meladeni&#8221; Penulis cukup lama.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/2018-07-06_093813-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/2018-07-06_093813-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/2018-07-06_093813-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/2018-07-06_093813-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/2018-07-06_093813-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/2018-07-06_093813.jpg 1920w " alt="Gen X SWI Awards" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengalaman/gen-x-swi-awards/">Gen X SWI Awards</a></div></div></div><p></p>


<p>Namun, sebelum transaksi dilakukan, tiba-tiba bos toko <em>board game </em>tersebut datang dan mengajak rapat kedua mbak penjaga tersebut. Penulis mencoba untuk menunggu, tetapi setelah lebih dari 15 menit, Penulis memutuskan untuk pergi karena merasa tidak dihargai oleh si bos.</p>



<p>Setelah dari Gandaria City, Penulis menuju Grand Indonesia karena janjian dengan seorang teman. Sambil menunggu, Penulis berjalan-jalan dulu dan menemukan Unstable Unicorns dengan harga yang lebih murah, Rp430 ribu. </p>



<p>Proses Penulis membeli Unstable Unicorns memang terkesan &#8220;drama,&#8221; tapi percayalah kalau permainannya sendiri jauh lebih &#8220;drama&#8221; karena <em>gameplay-</em>nya yang kompetitif dan rusuh. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Detail Board Game Unstable Unicorns</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: Unstable Unicorns</li>



<li>Desainer: Ramy Badie</li>



<li>Publisher: Unstable Games</li>



<li>Tahun Rilis: 2017</li>



<li>Jumlah Pemain: 2-8 pemain</li>



<li>Waktu Bermain: 30-60 menit</li>



<li>Rating BGG: 6,2</li>



<li>Tingkat Kesulitan: 1,51/5</li>



<li>Harga: Rp400.000</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Bermain Unstable Unicorns</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="How to Play UNSTABLE UNICORNS - A Party Card Game of Brutal Unicornicide" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/3T3--vdMs84?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Dalam Unstable Unicorns, misi kita adalah <strong>siapa yang lebih dulu berhasil mengumpulkan 7 Unicorn di Stable-nya</strong> (6 jika 6-8 pemain). Stable di sini adalah istilah untuk menggambarkan arena masing-masing pemain.</p>



<p>Unstable Unicorns hanya terdiri dari beberapa kartu, seperti Exploding Kittens dan <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-14-kakartu-se-kata/">Kakartu: Se-kata</a>. Secara garis besar, ada lima jenis kartu, yakni kartu <strong>Unicorn</strong>, <strong>Magic</strong>, <strong>Upgrade</strong>, <strong>Downgrade</strong>, dan <strong>Neigh</strong>.</p>



<p>Kartu Unicorn, yang disimbolkan dengan tanduk Unicorn, terdiri dari beberapa jenis juga, yakni Baby Unicorn (berwarna ungu), Basic Unicorn (indigo), dan Magical Unicorn (biru). Baby dan Basic tidak memiliki efek khusus seperti Magical.</p>



<p>Magic (bersimbol bintang) merupakan kartu yang memiliki efek tertentu yang aktif secara instan. Kartu Magic memiliki berbagai efek seperti mengembalikan atau menghancurkan kartu lawan. </p>



<p>Upgrade (panah atas) dan Downgrade (panah bawah) merupakan kartu dengan efek permanen yang akan <em>stay </em>di permainan sampai disingkirkan oleh kartu lain. Sesuai dengan namanya, Upgrade akan memberikan efek positif, sedangkan Downgrade berefek negatif.</p>



<p>Terakhir, Neigh, adalah kartu untuk membatalkan kartu yang dimainkan oleh lawan, termasuk kartu Unicorn sekalipun. Neigh bisa dimainkan kapan pun, termasuk di giliran lawan. Jika ada kartu yang kena Neigh, maka kartu tersebut akan langsung otomatis masuk ke Discard Pile.</p>



<p>Setelah mengetahui jenis-jenis kartu yang ada di Unstable Unicorns, sekarang kita masuk ke cara bermainnya. Setiap putaran, ada beberapa <em>step </em>yang harus dilakukan oleh pemain, yaitu:</p>



<p>1. Mengaktifkan semua kartu di Stable yang memiliki kalimat &#8220;<em>If this card is in your Stable at the beginning of your turn</em>&#8220;</p>



<p>2. Menarik kartu dari <em>deck</em></p>



<p>3. Memilih satu dari empat aksi yang bisa dilakukan:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Memainkan kartu Unicorn/Magic/Upgrade/Downgrade dari tangan</li>



<li>Menarik kartu lagi dari <em>deck</em></li>
</ul>



<p>4. Menghitung kartu tangan, jika lebih dari 7, buang hingga kartu tangan mencapai 7</p>



<p>Permainan akan terus selama beberapa putaran hingga ada satu pemain yang berhasil mengumpulkan 7 kartu Unicord di Stable-nya. Apabila kartu <em>deck </em>habis, maka Discard Pile akan dikocok ulang dan menjadi <em>deck </em>baru.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Bermain Unstable Unicorns</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/unstable-unicorns-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7383" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/unstable-unicorns-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/unstable-unicorns-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/unstable-unicorns-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/unstable-unicorns-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Unstable Unicorns (<a href="https://robinsnest.com.au/products/unstable-unicorns-card-game">Robin&#8217;s Nest</a>)</figcaption></figure>



<p>Di antara <em>board game </em>lainnya yang telah dimiliki hingga saat ini, Unstable Unicorns layak dicap s<strong>ebagai yang paling rusuh</strong>! Permainan ini memiliki unsur senggol-senggolan yang sangat kuat, di mana kita seakan dipaksa untuk menjatuhkan lawan.</p>



<p>Meskipun desain kartunya lucu-lucu, bisa dibilang kalau Unstable Unicorns itu<strong> jahat banget</strong>. Di saat kemenangan sudah terlihat di depan mata, maka pemain lain akan bekerja sama untuk segera menjatuhkan kita dengan berbagai cara yang ada.</p>



<p>Di awal permainan, biasanya para pemain akan bermain aman dulu dengan memainkan kartu-kartu Basic Unicorn yang tidak berefek. Kalau sudah ada yang terlihat memiliki Unicorn agak banyak di Stable-nya, kerusuhan pun akan dimulai. </p>



<p>Kartu-kartu Magical Unicorn di sini juga menjadi salah satu daya tarik dengan <strong>kemampuan uniknya masing-masing</strong>. Salah satu yang diincar oleh pemain adalah kartu-kartu yang bisa langsung memunculkan Unicorn lebih dari satu dalam satu putaran.</p>



<p>Keberadaan kartu Downgrade menjadi <strong>kartu yang paling ditakuti </strong>karena efek-efeknya yang memberikan kerugian secara signifikan. Penulis sendiri pernah mengalami mendapatkan lima kartu Downgrade sekaligus, sehingga hampir tidak bisa melakukan apa-apa.</p>



<p>Selain itu, kartu Neigh di sini memiliki peran yang mirip dengan kartu <strong>Nope di Exploding Kittens</strong>, apalagi kartu Neigh juga bisa di-<em>cancel </em>dengan kartu Neigh lainnya. Pengecualian terjadi jika ada yang menggunakan kartu Super Neigh, yang tidak bisa di-<em>cancel </em>sama sekali.</p>



<p>Jika disuruh menyebutkan kekurangan dari Unstable Unicorns, mungkin<strong> durasi permainannya yang terkadang bisa berjam-jam </strong>karena semua ingin menang. Jika sudah terlalu lama bermain, biasanya pemain justru akan membantu pemain lain agar permainan bisa segera berakhir.</p>



<p>Berkat Unstable Unicorns, Penulis jadi tertarik untuk memiliki <em>board game </em>lain yang dibuat oleh Unstable Games. Saat melakukan riset, salah satu ciri khas mereka adalah menghadirkan <em>board game </em>kompetitif dengan desain karakter/kartu yang lucu.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Skor: 9/10</mark></p>
</blockquote>



<p>Saat di Jakarta, Penulis tidak hanya membeli Unstable Unicorns. Ada satu lagi <em>board game </em>yang Penulis beli di Arcanum, Kuningan City. Sesuai dengan namanya, <strong>King of the Dice </strong>akan membuat kita berharap bisa <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu/">bermain dadu sejago Sengkuni</a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 9 Juni 2024, terinspirasi karena ingin melanjutkan seri artikel <em>board game </em>ini</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-17-unstable-unicorns/">Koleksi Board Game #17: Unstable Unicorns</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-17-unstable-unicorns/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Koleksi Board Game #15: Hellapagos</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-15-hellapagos/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-15-hellapagos/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 May 2024 15:52:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[Hellapagos]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[survival]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7241</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sampai koleksi ke-14, Kakartu Se-kata, semua board game yang Penulis miliki bersifat kompetitif, di mana masing-masing pemain harus bisa mengalahkan pemain lainnya untuk bisa menang. Belum pernah ada board game yang sifatnya kooperatif. Penulis sendiri sebenarnya termasuk jarang memainkan board game kooperatif. Seumur hidupnya, Penulis baru memainkan Pandemic yang dimiliki oleh Pandu. Itu pun sampai [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-15-hellapagos/">Koleksi Board Game #15: Hellapagos</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sampai koleksi ke-14, <strong>Kakartu Se-kata</strong>, semua board game yang Penulis miliki bersifat kompetitif, di mana masing-masing pemain harus bisa mengalahkan pemain lainnya untuk bisa menang. Belum pernah ada <em>board game </em>yang sifatnya kooperatif.</p>



<p>Penulis sendiri sebenarnya termasuk jarang memainkan <em>board game </em>kooperatif. Seumur hidupnya, Penulis baru memainkan Pandemic yang dimiliki oleh Pandu. Itu pun sampai sekarang Penulis tidak benar-benar paham bagaimana caranya.</p>



<p>Nah, karena muncul keinginan untuk membeli <em>board game </em>kooperatif, Penulis pun mencari beberapa alternatif selain Pandemic. Pilihan tersebut akhirnya jatuh ke <strong>Hellapagos</strong>, sebuah <em>board game </em>yang bertema <em>survival </em>di pulau tak berpenghuni.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/evolusi-princess-disney-banner.jpg 1280w " alt="Evolusi Princess Disney" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/filmserial/evolusi-princess-disney/">Evolusi Princess Disney</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Board Game</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: Hellapagos</li>



<li>Desainer: Laurence Gamelin, Philippe Gamelin</li>



<li>Publisher: Gigamic</li>



<li>Tahun Rilis: 2017</li>



<li>Jumlah Pemain: 3-12 pemain</li>



<li>Waktu Bermain: 20 menit</li>



<li>Rating BGG: 6,6</li>



<li>Tingkat Kesulitan: 1,33/5</li>



<li>Harga: Rp325.000</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Bermain Hellapagos</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Tutorial Main Board Game - Hellapagos" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/ehBI24grzhQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Sebagai <em>game </em>kooperatif, tujuan utama dari Hellapagos adalah membawa sebanyak mungkin pemain yang terdampar untuk bisa selamat dari pulau terpencil. Untuk itu, kita harus bisa membuat rakit sejumlah pemain yang ada beserta bekal perjalanan.</p>



<p>Selain karena konsep kooperatifnya, satu hal yang membuat Penulis tertarik dengan Hellapagos adalah komponennya yang menarik. Selain sejumlah kartu dan papan permainannya, ada semacam karung dan bola-bola kayu dengan bahan yang cukup bagus.</p>



<p>Untuk kartunya sendiri ada beberapa jenis, seperti <strong>kartu peti</strong> yang dipegang oleh pemain dan berisi berbagai efek dan <strong>kartu cuaca</strong> yang menentukan kadar air yang bisa dikumpulkan (sekaligus satu kartu sebagai penanda permainan akan berakhir).</p>



<p>Selain itu, ada juga kartu yang menjadi penanda berapa rakit yang berhasil dibangun dan kartu yang menandakan seorang pemain sakit/mati. Bola kayu yang disebutkan tadi memiliki dua fungsi, yakni untuk mengumpulkan ikan untuk makan atau kayu untuk rakit.</p>



<p>Di awal permainan, kita akan dibekali dengan sejumlah makanan dan air yang akan berkurang sejumlah pemain di akhir ronde. Di setiap putaran baru, kita akan membuka kartu cuaca baru dan masing-masing pemain akan memilih untuk melakukan satu dari empat aksi yang tersedia.</p>



<p>Aksi yang pertama adalah mengumpulkan air, di mana jumlahnya ditentukan dari angka yang ditunjukkan pada kartu cuaca. Aksi yang kedua adalah mengambil ikan dengan cara mengambil bola kayu dari karung yang tersedia. Ikan yang didapatkan tergantung gambar ikan yang muncul di bola tersebut.</p>



<p>Aksi ketiga dan yang cukup vital adalah mengumpulkan kayu untuk membuat rakit. Jika kita berhasil mengumpulkan lima kayu, maka kita berhasil membuat satu rakit. Namun, hati-hati, karena ada ular beracun (dilambangkan dengan warna hitam) yang akan membuat pemain <em>idle </em>selama satu putaran.</p>



<p>Aksi terakhir yang bisa dilakukan adalah mengambil kartu peti dari <em>deck</em>, yang diletakkan di semacam kapal karam. Bisa dibilang, ini adalah aksi yang dianggap paling egois dan membuat pemain yang terlalu sering mengambilnya menjadi incaran untuk ditumbalkan.</p>



<p>Nah, setelah semua pemain telah melakukan salah satu aksi, maka selanjutnya adalah mengecek apakah stok air dan makanannya aman. Jika aman, maka akan lanjut ke ronde berikutnya. Jika tidak, maka akan ada <em>vote </em>untuk menumbalkan satu orang.</p>



<p>Permainan berakhir dalam tiga kondisi. Pertama, semua pemain telah berhasil memiliki rakit beserta minimal satu makanan dan air. Kedua, jika kartu badai telah muncul dari kartu cuaca. Jika jumlah rakit lebih sedikit, maka pemain harus melakukan <em>vote</em> untuk menentukan siapa yang akan selamat.</p>



<p>Kondisi terakhir adalah jika semua pemain mati, entah dengan cara apa. Sepanjang pengalamannya bermain Hellapagos, Penulis lebih sering menemukan permainan berakhir pada kondisi kedua, tapi dengan jumlah rakit yang sedikit.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Bermain Hellapagos</h2>



<p>Jika disuruh memilih satu <em>board game</em> yang harus dijual, maka Hellapagos ini akan menjadi yang paling &#8220;terdepan.&#8221; Sepertinya <em>board game </em>kooperatif memang tidak cocok untuk Penulis dan <em>circle</em>-nya. </p>



<p>Selain menjadi salah satu <em>board game</em> yang paling jarang dimainkan, Hellapagos sampai saat ini juga menjadi <em>board game </em>yang belum bisa dikalahkan. Mau coba pakai strategi apapun, ada saja hal yang menjegal kami untuk selamat.</p>



<p>Sebagai <em>party game</em>, Hellapagos juga kurang seru jika hanya dimainkan sekitar 4-5 orang. Akan tetapi, kalau jumlah pemainnya terlalu banyak, permainan juga akan menjadi terlalu panjang dan cenderung membosankan bagi pemain yang sedang menunggu giliran.</p>



<p>Unsur pengkhianatan yang diharapkan datang ketika terdesak pun akan jarang terjadi jika pemain adalah tipe yang lurus-lurus saja. Apalagi, jika ada pemain yang menunjukkan gelagat aneh, mudah saja untuk menyingkirkannya dari permainan ketika melakukan <em>vote</em>.</p>



<p>Penulis sempat membuat variasi dengan menyisipkan &#8220;Joker&#8221; di mana ada pemain yang tugasnya menyabotase agar tidak ada yang bisa selamat dari pulau tersebut. Varian ini membuat permainan menjadi lebih seru, tapi rasanya masih belum cukup.</p>



<p>Belajar dari Hellapagos, tampaknya <em>board game </em>dengan mode permainan kooperatif memang kurang cocok untuk Penulis yang orangnya cukup kompetitif. Oleh karena itu, Penulis hingga saat ini belum pernah lagi membeli <em>board game </em>kooperatif.</p>



<p>NB: Sebenarnya ada satu <em>board game </em>kooperatif yang sudah Penulis coba dan cukup menyenangkan, yakni Zombicide. Sayangnya, harga <em>board game</em> tersebut mencapai Rp1,6 juta untuk versi <em>base game</em>-nya saja, sehingga rasanya Penulis tidak akan pernah membelinya.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">RATING: 5/10</mark></p>
</blockquote>



<p>Saat membeli Hellapagos, Penulis membelinya bersamaan dengan satu <em>board game </em>lagi yang sama-sama <em>party game. </em>Bedanya, ini adalah salah satu <em>party game </em>yang Penulis sukai karena cukup kompetitif. <em>Board game </em>tersebut adalah <strong>Bahamas</strong>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 14 Mei 2024, terinspirasi karena ingin melanjutkan seri <em>board game </em>ini</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-15-hellapagos/">Koleksi Board Game #15: Hellapagos</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-15-hellapagos/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Koleksi Board Game #12: Saboteur</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-12-saboteur/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-12-saboteur/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Oct 2023 00:09:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[deduksi]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Saboteur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6951</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada satu waktu, Penulis memutuskan untuk membeli beberapa board game sekaligus yang dulunya pernah dimainkan dan harganya relatif terjangkau. Tentu, board game yang pernah dimainkan tersebut karena Pandu memilikinya. Ada tiga board game yang Penulis beli waktu itu, Saboteur, Coup, dan Sekata. Pada tulisan kali ini, Penulis akan membahas tentang Saboteur yang cukup menarik dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-12-saboteur/">Koleksi Board Game #12: Saboteur</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pada satu waktu, Penulis memutuskan untuk membeli beberapa <em>board game </em>sekaligus yang dulunya pernah dimainkan dan harganya relatif terjangkau. Tentu, <em>board game </em>yang pernah dimainkan tersebut karena Pandu memilikinya.</p>



<p>Ada tiga <em>board game </em>yang Penulis beli waktu itu, <strong>Saboteur</strong>, Coup, dan Sekata. Pada tulisan kali ini, Penulis akan membahas tentang Saboteur yang cukup menarik dan masih sering dimainkan hingga saat ini.</p>



<p>Saboteur Penulis beli dengan harga <strong>Rp250.000</strong>. Awalnya Penulis tertarik untuk membeli versi The Lost Mines yang lebih baru dan lebih kompleks. Namun, pada akhirnya Penulis memilih untuk membeli versi orisinalnya saja karena lebih sederhana.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-356x178.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan.jpg 1280w " alt="Chapter 41 Seorang Ibu Dalam Kehidupan" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/leon-dan-kenji-buku-2/chapter-41-seorang-ibu-dalam-kehidupan/">Chapter 41 Seorang Ibu Dalam Kehidupan</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Board Game</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: Saboteur</li>



<li>Desainer: Fréderic Moyersoen</li>



<li>Publisher: AMIGO</li>



<li>Tahun Rilis: 2004</li>



<li>Jumlah Pemain: 3 &#8211; 10 pemain</li>



<li>Waktu Bermain: 30 menit</li>



<li>Rating BGG: 6.5</li>



<li>Tingkat Kesulitan: 1.32/5</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Bermain Saboteur</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Tutorial Main Board Game - Saboteur" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/5PWVNXg70k8?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Saboteur memiliki objektif <strong>mengumpulkan emas sebanyak mungkin</strong>. Siapa yang memiliki emas terbanyak di akhir permainan (yang biasanya terdiri dari 3 ronde) akan menjadi pemenangnya.</p>



<p>Arena dari Saboteur berukuran 5 x 9 kartu, di mana artinya jarak antara tempat <em>start </em>dan <em>finish </em>berjarak 7 kartu. Di bagian <em>finish</em>, acak tiga kartu yang terdiri dari 1 emas dan 2 batu. Permainan akan dimenangkan oleh Kurcaci jika mereka bisa mencapai emas.</p>



<p>Di awal permainan, bagikan kartu peran kepada masing-masing pemain. Di antara peran <strong>Kurcaci</strong>, terselip peran <strong>Saboteur </strong>yang jumlahnya menyesuaikan jumlah pemain. Saboteur harus menyabotase agar Kurcaci gagal mencapai emas.</p>



<p>Setelah itu, bagikan kartu jalan dan <em>action </em>kepada masing-masing pemain (jumlah kartu menyesuaikan). Setiap putaran, pemain harus memilih antara memainkan satu kartu di tangannya atau menutup satu kartu jika tidak melakukan apa-apa.</p>



<p>Ada beberapa jenis kartu <em>action </em>yang bisa digunakan, yakni kartu untuk memblokir pemain lain (ada tiga simbol yang berbeda), untuk membuka blokir, untuk membongkar jalan, dan untuk mengintip satu dari tiga kartu <em>finish</em>.</p>



<p>Permainan akan berakhir jika memenuhi salah satu kondisi berikut: Kurcaci berhasil mencapai emas atau jumlah kartu di <em>deck </em>maupun di tangan habis. Saboteur harus bisa menutupi perannya hingga mendekati akhir permainan agar tidak diblokir oleh para Kurcaci.</p>



<p>Ketika satu ronde berakhir dan dimenangkan Kurcaci, maka mereka akan menarik kartu emas (masing-masing kartu berisi 1-3 emas) dari <em>deck </em>dan membaginya secara berurutan (dengan kata lain, pemain di urutan terakhir akan mendapat emas paling kecil).</p>



<p>Kalau Saboteur berhasil menggagalkan upaya Kurcaci mendapatkan emas, maka mereka akan mendapatkan emas dalam jumlah tertentu. Permainan akan berlangsung selama tiga ronde, walaupun sah-sah saja jika ingin lebih.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Bermain Saboteur</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/koleksi-board-game-12-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6953" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/koleksi-board-game-12-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/koleksi-board-game-12-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/koleksi-board-game-12-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/koleksi-board-game-12-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Saboteur (<a href="https://www.board-game.co.uk/saboteur-2-review/">Zatu Game</a>)</figcaption></figure>



<p>Saboteur adalah salah satu <em>party board game </em>yang mudah dipahami untuk semua kalangan. Apalagi, <em>board game </em>ini memberikan kepuasan tersendiri ketika bisa menghubungkan jalan dengan simetris. Desain kartunya juga sangat baik sehingga semua terasa pas.</p>



<p>Konsep menyambungkan jalan demi jalan ini mirip dengan <em>board game </em><a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-4-carcassonne/">Carcassonne</a>. Bedanya, di Saboteur hanya bisa menyambungkan jalan, sedangkan Carcassonne bisa menyambungkan City dan tanah kosong.</p>



<p>Jika ada kekurangan dari Saboteur, mungkin kesederhanaannya yang bisa menjadi kekurangan untuk para pemain <em>board game </em>yang sudah cukup <em>expert</em>. Jelas <em>board game </em>ini kurang bisa memberikan tantangan karena memang fungsinya untuk seru-seruan.</p>



<p>Selain itu, pemain yang mendapatkan peran Saboteur juga relatif lebih sulit untuk meraih kemenangan.  Begitu ketahuan, maka kartu blokir akan datang secara terus-menerus. Apalagi, sesama Saboteur juga sulit untuk membantu karena ada potensi untuk diblokir juga.</p>



<p>Oleh karena itu, di <em>circle </em>Penulis ada peraturan tambahan di mana sebelum permainan dimulai, semua pemain akan menutup mata. Lalu, hanya para Saboteur yang membuka mata untuk mengetahui siapa saja kawan mereka, mirip dengan permainan <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/werewolf-ala-sumber-wuni-indah/">Werewolf</a>.</p>



<p>Terlepas dari kekurangannya, Werewolf Penulis rekomendasikan sebagai perkenalan terhadap dunia <em>board game </em>karena kesederhanaan sekaligus kerusuhannya. Apalagi ukurannya kecil, sehingga cocok untuk dibawa ke tongkrongan.</p>



<p><em>Board game </em>selanjutnya juga berpotensi rusuh karena memiliki genre deduksi dan harus pintar berbohong seperti di Werewolf. Sayangnya, <em>board game </em>ini juga harus dilabeli kurang laku karena jarang dimainkan. <em>Board game </em>tersebut adalah <strong>Coup</strong>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 30 Oktober 2023, terinspirasi karena ingin melanjutkan seri <em>board game</em></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-12-saboteur/">Koleksi Board Game #12: Saboteur</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-12-saboteur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Koleksi Board Game #11: Dungeon Mayhem: Monster Madness</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-11-dungeon-mayhem-monster-madness/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-11-dungeon-mayhem-monster-madness/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Oct 2023 15:23:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[battle]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[Dungeon Mayhem]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[survival]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6916</guid>

					<description><![CDATA[<p>Konsep board game dengan tema saling senggol alias saling serang masih menjadi genre favorit di circle Penulis. Bagaimana bisa menjatuhkan lawan untuk mengunci kemenangan sendiri memang menawarkan permainan yang kompetitif dan seru. Dari 10 board game yang sudah Penulis bahas di blog ini, 5 di antaranya mengharuskan pemain untuk saling menyenggol untuk mendapatkan kemenangan. Nah, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-11-dungeon-mayhem-monster-madness/">Koleksi Board Game #11: Dungeon Mayhem: Monster Madness</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Konsep <em>board game </em>dengan tema saling senggol alias saling serang masih menjadi genre favorit di<em> circle </em>Penulis. Bagaimana bisa menjatuhkan lawan untuk mengunci kemenangan sendiri memang menawarkan permainan yang kompetitif dan seru.</p>



<p>Dari 10 <em>board game </em>yang sudah Penulis bahas di blog ini, 5 di antaranya mengharuskan pemain untuk saling menyenggol untuk mendapatkan kemenangan. Nah, jumlah tersebut dipastikan bertambah setelah Penulis membeli <strong>Dungeon Mayhem: Monster Madness</strong>.</p>



<p>Awalnya, Penulis tertarik untuk membeli versi aslinya, yakni Dungeon Mayhem yang menggunakan karakter-karakter Hero. Namun, karena hanya untuk empat pemain, Penulis memutuskan untuk membeli yang versi Monster Madness saja yang bisa untuk enam pemain.</p>



<p>Dungeon Mayhem: Monster Madness Penulis beli dengan harga <strong>Rp375.000</strong>, harga yang sama dengan versi Dungeon Mayhem beserta ekspansinya. Namun, versi ini sudah memiliki <em>box </em>yang lebih rapi dan terorganisir.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengenang-eyang-habibie-banner-2-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengenang-eyang-habibie-banner-2-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengenang-eyang-habibie-banner-2-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengenang-eyang-habibie-banner-2-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengenang-eyang-habibie-banner-2.jpg 1280w " alt="Mengenang Eyang Habibie" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/tokohsejarah/mengenang-eyang-habibie/">Mengenang Eyang Habibie</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Board Game</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: Dungeon Mayhem: Monster Madness</li>



<li>Desainer: Jordan Comar, Roscoe Wetlaufer</li>



<li>Publisher: Wizard of the Coast</li>



<li>Tahun Rilis: 2020</li>



<li>Jumlah Pemain: 2 &#8211; 6 pemain</li>



<li>Waktu Bermain: 10 menit</li>



<li>Rating BGG: 7.5</li>



<li>Tingkat Kesulitan: 1.13/5</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Bermain Dungeon Mayhem: Monster Madness</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="D&amp;D Dungeon Mayhem: Monster Madness - How to Play and Review" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/mZkiql3NSSs?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><strong>Dungeon Mayhem: Monster Madness</strong> menawarkan pertarungan antarmonster untuk menemukan <em>one monster last standing</em>. Selayaknya Yu-Gi-Oh!, masing-masing pemain akan punya Life Points (LP) dan beberapa <em>ability </em>yang bisa digunakan dalam permainan.</p>



<p>Ada 6 jenis monster yang bisa dipilih oleh pemain di awal permainan, yakni <strong>Blorp</strong>, <strong>Mimi LeChaise</strong>, Hoots McGoots, <strong>Dr. Tentaculous</strong>, <strong>Dellilah Deathray</strong>, dan <strong>Lord Cinderpuff</strong>. Masing-masing memiliki kemampuan khusus yang tidak dimiliki oleh monster lainnya.</p>



<p>Di awal permainan, masing-masing pemain akan mendapatkan papan <em>tracker </em>nyawa dan mulai dengan 10 LP. Selain itu, masing-masing pemain juga akan mendapatkan satu <em>deck </em>sesuai dengan monster yang dipilih, lalu menarik tiga kartu dari <em>deck </em>tersebut.</p>



<p>Secara bergiliran, masing-masing pemain akan memainkan kartu dari tangannya setelah menarik kartu dari <em>deck</em>. Meskipun memiliki <em>art </em>yang berbeda-beda, secara umum ada beberapa efek yang dimiliki oleh masing-masing kartu, yakni:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Simbol Pedang</strong>: Menyerang (mengurangi LP) lawan, bisa memilih yang mana pun</li>



<li><strong>Simbol Perisai</strong>: Menambah pertahanan untuk melindungi diri dari serangan lawan, jika lawan menyerang, alih-alih mengurangi nyawa, perisai yang akan hancur</li>



<li><strong>Simbol Petir</strong>: Bisa memainkan satu kartu lagi</li>



<li><strong>Simbol Kartu</strong>: Menarik kartu dari <em>deck</em></li>



<li><strong>Simbol Plus</strong>: <em>Healing</em></li>



<li><strong>Mighty Power</strong>: Masing-masing monster akan mengaktifkan kemampuan spesial mereka</li>
</ul>



<p>Di setiap kartu, jumlah simbol yang muncul bisa lebih dari satu dan semuanya akan aktif dalam waktu bersamaan. Misal ada kartu dengan simbil dua pedang dan satu kartu, maka pemain bisa mengurangi dua LP lawan sekaligus menarik satu kartu.</p>



<p>Pemain yang LP-nya menyentuh angka 0 akan tersingkir dari permainan yang akan terus berlangsung hingga tersisa satu pemain di arena. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Bermain Dungeon Mayhem: Monster Madness</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/koleksi-board-game-11-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6917" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/koleksi-board-game-11-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/koleksi-board-game-11-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/koleksi-board-game-11-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/koleksi-board-game-11-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Dungeon Mayhem: Monster Madness (<a href="https://thepopinsider.com/dungeon-mayhem-monster-madness-review/">The Pop Insider</a>)</figcaption></figure>



<p>Meskipun secara teori <em>board game </em>ini memiliki konsep <em>battle royale </em>menarik, entah mengapa Dungeon Mayhem: Monster Mayhem kurang populer di <em>circle </em>Penulis. Konsep senggol-senggolan yang sangat kental seolah tidak memberikan daya tarik.</p>



<p>Kalau mau menebak-nebak, Penulis akan menganggap <strong>dibutuhkannya strategi dalam memainkan kartu </strong>yang ada di tangan menjadi salah satunya. Walaupun terkesan mudah, <em>timing</em> pemilihan kartu yang akan dimainkan tidak bisa sembarangan.</p>



<p>Selain itu, gerakan kita pun<strong> terbatas dengan kartu yang ada di tangan</strong>. Jika dalam kondisi terdesak tetapi kartu tangan jelek-jelek, hampir tidak ada yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan diri. Artinya, faktor keberuntungan pun cukup berpengaruh di sini.</p>



<p>Bagi Penulis sendiri, sebenarnya <em>board game </em>ini tetap menarik karena pada dasarnya Penulis menyukai <em>trading card game </em>(TCG), sehingga bisa menikmati TCG versi sederhana seperti yang dimiliki oleh <em>board game </em>ini.</p>



<p>Dungeon Mayhem: Monster Madness pun harus menerima label sebagai salah satu <em>board game </em>yang agak jarang dimainkan oleh <em>circle</em> Penulis, meskipun tidak sejarang <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-8-wingspan/">Wingspan</a> yang dianggap rumit.</p>



<p>Selanjutnya, Penulis akan mengulas <em>board game </em>yang cukup populer dan sering dimainkan. Sebelum membelinya, Penulis sudah pernah memainkannya bersama <em>circle </em>Penulis setelah meminjam <a href="https://whathefan.com/permainan/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya/">milik Pandu</a>. <em>Board game </em>tersebut adalah <strong>Saboteur</strong>.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Skor: 7/10</mark></p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 22 Oktober 2023, terinspirasi karena ingin melanjutkan seri <em>board game</em> ini</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-11-dungeon-mayhem-monster-madness/">Koleksi Board Game #11: Dungeon Mayhem: Monster Madness</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-11-dungeon-mayhem-monster-madness/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Koleksi Board Game #10: Machi Koro 2</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-10-machi-koro-2/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-10-machi-koro-2/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Aug 2023 14:15:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Machi Koro 2]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6695</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di masa-masa awal menggeluti hobi board game, Catan menjadi patokan utama dalam menentukan board game seperti apa yang disukai oleh circle Penulis. Jika level keseruannya di bawah Catan, maka alamat board game tersebut akan lama menganggur. Ada dua elemen utama yang dimiliki oleh Catan yang membuatnya menarik, yakni adanya pengumpulan resource dan pengocokan dadu untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-10-machi-koro-2/">Koleksi Board Game #10: Machi Koro 2</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Di masa-masa awal menggeluti hobi <em>board game</em>, <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-3-catan/">Catan menjadi patokan utama dalam menentukan <em>board game </em>seperti apa yang disukai oleh <em>circle </em>Penulis</a>. Jika level keseruannya di bawah Catan, maka alamat <em>board game </em>tersebut akan lama menganggur.</p>



<p>Ada dua elemen utama yang dimiliki oleh Catan yang membuatnya menarik, yakni adanya pengumpulan <em>resource </em>dan pengocokan dadu untuk menentukan <em>resource </em>yang didapatkan. Oleh karena itu, Penulis pun mencari <em>board game </em>lain yang memiliki kedua elemen tersebut.</p>



<p>Setelah melakukan riset, Penulis akhirnya menemukan sebuah <em>board game </em>bernama <strong>Machi Koro 2</strong>. Meskipun tidak memiliki papan seperti Catan, ternyata mekanisme bermainnya memang cukup mirip, sehingga membuatnya cukup seru untuk dimainkan.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/algoritma-youtube-music-kpop-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/algoritma-youtube-music-kpop-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/algoritma-youtube-music-kpop-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/algoritma-youtube-music-kpop-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/algoritma-youtube-music-kpop-banner.jpg 1280w " alt="Bagaimana Algoritma YouTube Music Membuat Saya Menyelami K-Pop" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/musik/bagaimana-algoritma-youtube-music-membuat-saya-menyelami-k-pop/">Bagaimana Algoritma YouTube Music Membuat Saya Menyelami K-Pop</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Board Game</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: Machi Koro 2</li>



<li>Desainer: Masao Suganuma</li>



<li>Publisher: Pandasaurus Games</li>



<li>Tahun Rilis: 2021</li>



<li>Jumlah Pemain: 2- 5 pemain</li>



<li>Waktu Bermain: 45 menit</li>



<li>Rating BGG: 7.2</li>



<li>Tingkat Kesulitan: 1.43/5</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Bermain Machi Koro 2</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Machi Koro 2 Review - with Tom Vasel" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/Ne9z03G2fjQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Machi Koro 2 memiliki komponen yang sejatinya tidak terlalu banyak. Ada setumpuk kartu yang terbagi menjadi tiga, yakni Establishment 1-6, Establishment 7-12, dan Landmark. Ada juga dua buah dadu yang ukurannya cukup jumbo, serta sejumlah koin bernilai 1, 5, dan 10. </p>



<p>Establishment digunakan untuk mendapatkan <em>resource</em> berupa uang untuk membeli Landmark, yang harganya memang lumayan. Untuk bisa memenangkan permainan, pemain harus bisa <strong>membeli tiga Landmark </strong>terlebih dahulu.</p>



<p>Ada empat jenis kartu Establishment di Machi Koro 2, yakni <strong>Kartu Biru</strong> (Primary Industries), <strong>Kartu Hijau </strong>(Secondary Industries),<strong> Kartu Merah</strong> (Restaurants), dan<strong> Kartu Ungu</strong> (Major Establishments). Semuanya akan membantu kita mendapatkan uang.</p>



<p>Kartu Biru akan aktif kapan pun, selama angka dadunya keluar (mirip Catan). Kartu Hijau dan Kartu Ungu hanya aktif jika angka dadunya keluar di giliran kita. Angka merah hanya aktif jika angka dadunya keluar di giliran lawan, yang efeknya adalah mencuri uang lawan.</p>



<p>Semua kartu memiliki elemen yang sama, yakni angka dadu di bagian atas dan harga kartu yang ada di bagian kiri agak bawah. Setiap putaran, pemain bisa membeli 1 kartu selama memiliki uang yang cukup.</p>



<p>Untuk <em>setup</em>, jejerkan ketiga <em>deck </em>secara vertikal, lalu bentuk baris yang terdiri dari lima kartu. Tumpuk kartu yang sudah muncul, sehingga lima kartu yang ada di arena akan menjadi berbeda-beda. Setelah itu, bagikan masing-masing 5 koin untuk modal awal bermain.</p>



<p>Machi Koro 2 memiliki &#8220;mode pemanasan&#8221;, di mana pemain bisa memilih untuk membeli kartu Establishment dalam 3 putaran dengan modal 5 koin yang telah diberikan. Artinya, pemain bisa membeli kartu hingga 3 kartu, tergantung harga kartu yang tertera. </p>



<p>Setelah itu, barulah permainan benar-benar dimulai. Pemain bisa memilih untuk mengocok 1 dadu  saja atau 2 dadu sekaligus. Setiap putaran pemain secara bergantian akan mengocok dadu dan mengaktifkan kekuatan kartunya jika persyaratannya terpenuhi. </p>



<p>Kartu-kartu Establishment memiliki urutan untuk aktif. Kartu merah akan aktif terlebih dahulu, baru disusul kartu Biru, Hijau, Ungu, baru kartu Landmark yang masing-masing memiliki efek unik yang bisa menguntungkan diri sendiri atau juga orang lain. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Bermain Machi Koro 2</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/koleksi-board-game-10-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6696" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/koleksi-board-game-10-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/koleksi-board-game-10-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/koleksi-board-game-10-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/koleksi-board-game-10-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Machi Koro 2 (<a href="https://whatsericplaying.com/2022/02/28/machi-koro-2/">What&#8217;s Eric Playing</a>)</figcaption></figure>



<p>Machi Koro 2 memang memiliki dua elemen penting yang membuat Catan menjadi begitu menarik. Namun, hal tersebut tak serta merta membuat <em>board game </em>ini menjadi versi yang lebih baik dari Catan.</p>



<p>Pertama, Machi Koro 2 cukup terkesan repetitif meskipun sangat mengandalkan dadu. Mungkin hal ini disebabkan oleh kurang bervariasinya efek kartu yang dimiliki, walaupun itu mungkin dilakukan untuk menjaga kesederhanaan peraturan <em>board game </em>ini.</p>



<p>Kedua, meskipun cukup bisa senggol-senggolan, Machi Koro 2 tidak bisa membuat kita menarget seseorang seperti di Catan. Alhasil, jika ada seseorang yang terlihat akan menang, tidak banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menyabotasenya.</p>



<p>Terlepas dari kekurangannya, Machi Koro 2 tetap menjadi <em>board game </em>yang cukup menyenangkan dan sering dimainkan oleh <em>circle </em>Penulis. Pemilihan strategi dan mengamati &#8220;META&#8221; angka dadu yang sering keluar menjadi beberapa alasannya.</p>



<p>Kartu Merah seperti <strong>Hamburger Stand</strong> (8) dan <strong>Family Restauran</strong>t (9 10) berhasil menjadi yang sering ditakuti karena hampir semua pemain memiliki kartu ini. Alhasil, uang yang susah-payah dikumpulkan pun harus dibagikan ke pemain lain yang memiliki kartu tersebut.</p>



<p>Sepengalaman Penulis bermain, kartu yang kerap menjadi favorit adalah <strong>Stadium </strong>(7), yang efeknya adalah mengambil 3 koin dari masing-masing pemain. Kartu <strong>Mine </strong>(11 12) juga lumayan disukai karena bisa langsung memberikan 6 koin jika angka dadunya keluar.</p>



<p>Kartu hijaulah yang paling dihindari oleh pemain karena efeknya yang hanya aktif di giliran kita. Apalagi, ada kartu kombo yang akan aktif jika memiliki kartu dengan simbol tertentu, yang pada prakteknya cukup sulit untuk dilakukan.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Saat membeli Machi Koro 2, ada satu <em>board game </em>lagi yang Penulis beli secara bersamaan. Ketika menonton video <em>playthrough-</em>nya, <em>board game </em>ini bukan hanya senggol-senggolan, tapi juga &#8220;bacok-bacokan&#8221; karena kita bisa menyerang pemain lain secara langsung.</p>



<p>Apalagi, <em>board game </em>ini juga menjadi bagian dari Dungeon &amp; Dragons yang sangat terkenal. <em>Board game </em>tersebut adalah <strong>Dungeon Mayhem</strong>, sebuah <em>board game battle royale </em>di mana pemain yang bisa bertahan terakhir adalah pemenangnya! </p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 22 Juli 2023, terinspirasi karena ingin melanjutkan seri&nbsp;<em>board game&nbsp;</em>ini</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-10-machi-koro-2/">Koleksi Board Game #10: Machi Koro 2</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-10-machi-koro-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Koleksi Board Game #9: Bang! The Dice Game</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-9-bang-the-dice-game/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-9-bang-the-dice-game/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Aug 2023 15:54:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[Bang! The Dice Game]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[cowboy]]></category>
		<category><![CDATA[deduksi]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[wild west]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6684</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di antara semua koleksi board game-nya, hanya satu yang merupakan hadiah dari orang lain, yakni Bang! The Dice Game. Board game ini merupakan hadiah ulang tahun untuk Penulis dari kedua adiknya. Kebetulan, Bang! The Dice Game memang menjadi salah satu incarannya. Salah satu alasannya adalah karena board game ini memiliki unsur deduktif dan saling curiga [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-9-bang-the-dice-game/">Koleksi Board Game #9: Bang! The Dice Game</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Di antara semua koleksi <em>board game</em>-nya, hanya satu yang merupakan hadiah dari orang lain, yakni <strong>Bang! The Dice Game</strong>. <em>Board game </em>ini merupakan <a href="https://whathefan.com/pengalaman/hari-ini-ulang-tahun-whathefan-yang-ke-5/">hadiah ulang tahun</a> untuk Penulis dari kedua adiknya.</p>



<p>Kebetulan, Bang! The Dice Game memang menjadi salah satu incarannya. Salah satu alasannya adalah karena <em>board game </em>ini memiliki unsur deduktif dan saling curiga seperti <a href="https://whathefan.com/permainan/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-bagian-1/">Werewolf</a> yang sering Penulis mainkan, dengan tema Wild West alias dunia perkoboian.</p>



<p>Namun, ada banyak unsur lain yang dimiliki oleh <em>board game </em>ini yang tidak dimiliki oleh Werewolf, seperti adanya unsur <em>luck </em>dari lemparan dadunya yang menentukan pergerakan kita. Untuk lebih jelasnya, Penulis akan membahasnya di bawah.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/setelah-membaca-lumpu-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/setelah-membaca-lumpu-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/setelah-membaca-lumpu-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/setelah-membaca-lumpu-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/setelah-membaca-lumpu-banner.jpg 1280w " alt="Setelah Membaca Lumpu" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-lumpu/">Setelah Membaca Lumpu</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Board Game</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: Bang! The Dice Game</li>



<li>Desainer: Michael Palm, Lukas Zach</li>



<li>Publisher: DV Games</li>



<li>Tahun Rilis: 2013</li>



<li>Jumlah Pemain: 3- 8 pemain</li>



<li>Waktu Bermain: 15 menit</li>



<li>Rating BGG: 6.9</li>



<li>Tingkat Kesulitan: 1.28/5</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Bermain Bang! The Dice Game</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Tutorial Main Board Game - Bang! The Dice Game" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/J5Wr8Xh_C_U?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Secara garis besar, ada tiga tim di permainan Bang! The Dice Game. Pertama ada <strong>Sheriff </strong>bersama para <strong>deputinya</strong>, <strong>Outlaws </strong>yang merupakan sekelompok penjahat utamanya, dan <strong>Renegade </strong>yang harus bisa menjadi <em>one last man standing</em>.</p>



<p>Objektif untuk masing-masing tim tentu berbeda. Sheriff dan deputi harus bisa membunuh semua Outlaw dan Renegade, Outlaw hanya perlu membunuh Sheriff, dan Renegade harus menyingkirkan semuanya.</p>



<p>Selain Sheriff, para pemain harus merahasiakan identitasnya agar tidak ketahuan oleh pemain lainnya. Hanya peran Sheriff-lah yang diketahui oleh semua pemain. Ketika ada pemain yang kehabisan nyawa, maka identitasnya pun akan terkuak.</p>



<p>Selain pembagian tim, masing-masing pemain juga akan mendapatkan<strong> kartu karakter </strong>yang masing-masing memiliki kemampuan unik yang bisa memberikan benefit di dalam permainan. Nama-namanya pun terinspirasi dari para legenda di <a href="https://whathefan.com/animekomik/kenapa-suka-lucky-luke/">dunia Wild West</a>.</p>



<p>Tiap pemain akan punya peluru yang melambangkan nyawa mereka, yang jumlahnya sesuai dengan angka yang tertera di kartu karakter mereka. Khusus untuk Sheriff, ia akan memiliki dua nyawa ekstra, mengingat banyak orang yang mengincar kepalanya.</p>



<p>Komponen utama dari permainan ini adalah <strong>dadu-dadunya</strong> yang berjumlah lima buah. Setiap putaran, pemain akan melemparkan dadu dan memiliki kesempatan untuk <em>reroll </em>hingga dua kali. Tiap sisi dari dadu ini memiliki simbol dan efek khusus, yaitu:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Angka 1: Bisa menembak (mengurangi nyawa) pemain yang berjarak satu pemain </li>



<li>Angka 2: Bisa menembak pemain yang berjarak dua pemain</li>



<li>Bir: Menambah 1 nyawa</li>



<li>Panah: Akan mendapatkan panah Indian yang akan mengurangi nyawa semua pemain jika stok panah yang tersedia habis</li>



<li>Dinamit: Tidak bisa di-<em>reroll</em>, jika sampai mendapatkan tiga dinamit maka akan mengurangi nyawa pemain  </li>



<li>Gatling Gun: Jika berhasil mendapatkan tiga Gatling Gun, maka akan membuang semua panah yang dimiliki sekaligus mengurangi satu nyawa untuk semua pemain lain.</li>
</ul>



<p>Permainan akan berakhir jika salah satu tim berhasil mencapai objektifnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Bermain Bang! The Dice Game</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/koleksi-board-game-9-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6685" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/koleksi-board-game-9-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/koleksi-board-game-9-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/koleksi-board-game-9-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/koleksi-board-game-9-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Bang! The Dice Game (<a href="https://www.gameology.com.au/products/bang-the-dice-game">Gameology</a>)</figcaption></figure>



<p>Sebagai permainan deduktif, tentu<strong> Bang! The Dice Game lebih cocok dimainkan ramai-ramai</strong>. Sayangnya, jumlah maksimal pemainnya hanya 8 orang, berbeda dengan Werewolf yang bisa dibilang bisa sebanyak apapun asalkan moderatornya sanggup.</p>



<p>Namun, salah satu kelebihan <em>board game </em>ini adalah <strong>tidak diperlukannya seorang moderator</strong>, sehingga semua orang bisa ikut main. Aksinya pun dilakukan terang-terangan ala Wild West, tidak ada yang sembunyi-sembunyi seperti Werewolf.</p>



<p>Hanya peran Sheriff yang langsung diketahui sejak awal permainan, sehingga jangan heran kalau <strong>banyak yang &#8220;menjilat&#8221; Sheriff </strong>agar dipercaya kalau dirinya Deputy yang merupakan bawahannya. Berpura-pura melindungi atau memberi nyawa adalah hal yang lumrah.</p>



<p>Hanya saja, dari beberapa kali memainkan <em>board game </em>ini, <strong>keberadaan kartu karakter sering terlupakan</strong>. Ketika pemain sudah tersingkir dari permainan, biasanya mereka baru ingat kalau karakter mereka sebenarnya bisa melakukan sesuatu yang berguna.</p>



<p>Selain itu, faktor <em>luck </em>yang dimiliki juga menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi bisa membuat permainan tidak tertebak dan semakin susah untuk mengetahui mana kawan mana lawan. Di satu sisi, <em>game </em>ini membutuhkan unsur <em>luck </em>yang cukup tinggi.</p>



<p>Dibandingkan dengan Werewolf, bermain Bang! The Dice Game bisa menjadi sangat cepat, apalagi jika para pemainnya bermain secara agresif dan begitu bernafsu untuk menghabiskan nyawa pemain lain. </p>



<p>Dengan tema Wild West yang dibawakan, bisa dibilang Bang! The Dice Game sudah cukup berhasil mengemasnya dengan menarik. Penulis hampir tidak memiliki keluhan berarti terhadap <em>board game </em>ini.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p><em>Board game </em>selanjutnya yang Penulis bahas adalah <em>board game </em>yang memiliki kemiripan mekanisme dengan Catan, yang sangat mengandalkan keberuntungan dadu. <em>Board game </em>tersebut adalah <strong>Machi Koro 2</strong>, yang lumayan menjadi favorit bagi teman-teman Penulis.</p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 6 Agustus 2023, terinspirasi karena ingin melanjutkan seri&nbsp;<em>board game&nbsp;</em>ini</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-9-bang-the-dice-game/">Koleksi Board Game #9: Bang! The Dice Game</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-9-bang-the-dice-game/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
